• Tidak ada hasil yang ditemukan

GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI TENTANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI TENTANG"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

GUBERNUR BALI

PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR…TAHUN…

TENTANG

PERUBAHAN ATAS PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 16 TAHUN 2017 TENTANG PEDOMAN PELAYANAN INFORMASI PUBLIK DAN DOKUMENTASI

DI LINGKUNGAN PEMERINTAH PROVINSI BALI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

GUBERNUR BALI,

Menimbang : a. bahwa untuk meningkatkan pelayanan informasi publik dan dokumentasi di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali, diperlukan prosedur guna menjamin tersedianya informasi yang dapat dipertanggung jawabkan;

b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Peraturan Gubernur tentang Pedoman Pelayanan Informasi Publik dan Dokumentasi di Lingkungan Pemerintah Provinsi Bali;

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 64 Tahun 1958 tentang Pembentukan Daerah-daerah Tingkat I Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur (Lembaran Negara republik Indonesia tahun 1958 Nomor115, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1649);

2. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4846) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang- Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 251);

RANCANGAN

(2)

3. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 61, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 486);

4. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5038);

5. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5234) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 183, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6398);

6. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);

7. Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 99, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5149);

8. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 114, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5887);

9. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;

(3)

MEMUTUSKAN:

Menetapkan : PERATURAN GUBERNUR TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN GUBERNUR NOMOR 16 TAHUN 2017 TENTANG PEDOMAN PELAYANAN INFORMASI PUBLIK DAN DOKUMENTASI DI LINGKUNGAN PEMERINTAH PROVINSI BALI.

Pasal I

Beberapa ketentuan dalam Peraturan Gubernur Bali Nomor 16 Tahun 2017 tentang Pedoman Pelayanan Informasi Publik dan Dokumentasi di Lingkungan Pemerintah Provinsi Bali diubah sebagai berikut :

1. Ketentuan Bab VI Bagian Kedua Pasal 12 diubah, sehingga berbunyi sebagai berikut:

Bagian Kedua

Fungsi, Tugas dan Pengorganisasian Pasal 12

(1) PPID-Utama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 huruf b, secara ex officio dijabat Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bali yang bertanggung jawab kepada Gubernur melalui Sekretaris Daerah.

10. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 35 Tahun 2010 tentang Pedoman Pengelolaan Pelayanan

Informasi dan Dokumentasi di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintahan Daerah, sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pedoman Pengelolaan Pelayanan Informasi dan Dokumentasi Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintahan Daerah;

11. Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2014 tentang Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Daerah Provinsi Bali Tahun 2014 Nomor 8, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Bali Nomor 7);

12. Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 7 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah (Lembaran Daerah Provinsi Bali Tahun 2019 Nomor 7, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Bali Nomor 5);

(4)

(2) Dalam pelaksanaan tugas PPID-Utama sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dibantu oleh bidang :

a. Bidang Pendukung Sekretariat;

b. Bidang Pengolahan Data dan Klasifikasi Informasi;

c. Bidang Pelayanan Informasi dan Dokumentasi; dan d. Bidang Fasilitas Sengketa Informasi

(3) Bidang-bidang sebagaimana dimaksud pada ayat (2), dibantu oleh Pelaksana Pembantu Teknis dan Administrasi dan/atau Pejabat Fungsional.

2. Ketentuan Bab VI Bagian Kedua Pasal 13 diubah, sehingga berbunyi sebagai berikut:

Pasal 13

PPID-Utama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 huruf b, mempunyai tugas :

a. Menyusun dan melaksanakan kebijakan informasi dan dokumentasi;

b. Menyusun laporan pelaksanaan kebijakan informasi dan dokumentasi;

c. Mengkoordinasikan dan mengonsolidasikan pengumpulan bahan informasi dan dokumentasi dari PPID Pembantu;

d. Menyimpan, mendokumentasikan, menyediakan dan memberi pelayanan informasi dan dokumentasi kepada publik;

e. Melakukan verifikasi bahan informasi dan dokumentasi kepada publik;

f. Melakukan uji konsekuensi atas informasi dan dokumentasi yang dikecualikan;

g. Melakukan pemutakhiran informasi dan dokumentasi;

h. Menyediakan informasi dan dokumentasi untuk diakses oleh masyarakat;

i. Melakukan pembinaan, pengawasan, evaluasi dan monitoring atas pelaksanaan kebijakan informasi dan dokumentasi yang dilakukan oleh PPID Pembantu;

j. Melaksanakan rapat koordinasi dan rapat kerja secara berkala dan/atau sesuai dengan kebutuhan;

k. Mengesahkan informasi dan dokumentasi yang layak untuk dipublikasikan;

l. Menugaskan PPID pembantu dan/atau Pejabat Fungsional untuk mengumpulkan, mengelola dan memelihara informasi dan dokumentasi; dan

m. Membentuk tim fasilitasi penanganan sengketa informasi yang ditetapkan dengan Keputusan Gubernur.

(5)

3. Ketentuan Bab VI Bagian Kedua Pasal 14 diubah, sehingga berbunyi sebagai berikut:

Pasal 14

(1) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14, PPID-Utama mempunyai wewenang :

a. Menolak memberikan informasi dan dokumentasi yang dikecualikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;

b. Meminta dan memperoleh informasi dari PPID- Pembantu;

c. Mengkoordinasikan pemberian pelayanan informasi dan dokumentasi dengan PPID-Pembantu;

d. Menentukan atau menetapkan suatu informasi dan dokumentasi dapat diakses oleh publik; dan

e. Menugaskan PPID-Pembantu dan/atau Pejabat Fungsional untuk membuat, mengumpulkan, serta memelihara informasi dan dokumentasi untuk kebutuhan organisasi.

4. Ketentuan Bab VI Bagian Kedua Pasal 15 diubah, sehingga berbunyi sebagai berikut:

Pasal 15

(1) PPID-Pembantu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 huruf c, dibentuk untuk membantu PPID-Utama dalam pelayanan informasi publik dan dokumentasi pada setiap Perangkat Daerah

(2) Jabatan PPID-Pembantu melekat kepada jabatan : a. Sekretaris pada Perangkat Daerah;

b. Kepala Bagian yang membidangi kesekretariatan pada Bidang di lingkungan Sekretariat Daerah, Sekretariat DPRD, Rumah Sakit;

c. Kepala UPT;dan d. Kepala Kantor

(3) PPID-Pembantu sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dibantu oleh Pelaksana Pembantu Teknis dan Administrasi dan/atau Pejabat Fungsional.

5. Ketentuan Bab VI Bagian Kedua Pasal 16 diubah, sehingga berbunyi sebagai berikut:

Pasal 16

(1) PPID-Pembantu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16, mempunyai tugas :

a. Membantu PPID-Utama melaksanakan tanggungjawab, tugas dan kewenangannya;

b. Menyampaikan informasi dan dokumentasi kepada PPID-Utama dilakukan paling sedikit 6 (enam) bulan sekali atau sesuai dengan kebutuhan;

(6)

c. Melaksanakan kebijakan teknis informasi dan dokumentasi sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya;

d. Menjamin ketersediaan dan akselerasi layanan informasi secara cepat, tepat, berkualitas dengan mengedepankan prinsip-prinsip pelayanan prima;

e. Mengumpulkan, mengolah dan mengompilasi bahan dan data di perangkat daerah masing – masing menjadi bahan informasi publik;dan

f. Menyampaikan laporan pelaksanaan kebijakan teknis dan pelayanan informasi dan dokumentasi kepada PPID-Utama secara berkala dan sesuai kebutuhan.

(2) Selain tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) PPID- Pembantu khususnya Sekretariat DPRD bertugas :

a. Menyampaikan, meminta, mengelola, menyimpan informasi dan dokumentasi kepada DPRD sesuai dengan peraturan perundang-undangan; dan

b. Mengoordinasikan informasi dan dokumentasi kepada DPRD untuk menetapkan informasi dan dokumentasi yang dapat diakses oleh publik.

6. Ketentuan Bab VII Bagian Kesatu Pasal 17 diubah, sehingga berbunyi sebagai berikut :

Bagian Kesatu

Standar Operasional Prosedur PPID

Pasal 17

(1) Standard Operasional Prosedur (SOP) adalah serangkaian petunjuk tertulis yang dibakukan mengenai proses penyelenggaraan tugas – tugas PPID di Pemerintah Provinsi Bali;

(2) Jenis – jenis SOP di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali:

a. SOP Penyusunan Daftar Informasi Publik;

b. SOP Pelayanan Permohonan Informasi Publik;

c. SOP Uji Konsekuensi Informasi Publik;

d. SOP Penanganan Keberatan Informasi Publik; dan e. SOP Fasilitas Sengketa Informasi.

(7)

7. Ketentuan Bab VII Bagian Kedua Pasal 18 diubah, sehingga berbunyi sebagai berikut :

Bagian Kedua

Ruang Pelayanan Informasi dan Dokumentasi PPID

Pasal 18

(1) Ruang Pelayanan Informasi dan Dokumentasi (RPID) Provinsi Bali adalah tempat pelayanan informasi dan dokumentasi publik yang bertujuan untuk memfasilitasi penyampaian informasi dan dokumentasi public;

(2) RPID Provinsi Bali terletak di masing – masing PPID Pembantu di lokasi yang mudah terjangkau dan dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai;

(3) RPID dikelola oleh Pejabat Fungsional dan/ atau petugas informasi.

8. Ketentuan Bab VII Bagian Ketiga Pasal 19 diubah, sehingga berbunyi sebagai berikut :

Bagian Ketiga

Sistem Keterbukaan Informasi Pasal 19

(1) Sistem Keterbukaan Informasi (SIKI) adalah sebuah sistem Informasi dan Dokumentasi Publik (SIDP) yang dikembangkan oleh Pemerintah Provinsi Bali untuk dapat memberikan layanan informasi dan dokumenatasi secara cepat, mudah, wajar sesuai dengan Undang – Undang.

(2) SIKI dapat diakses oleh public di alamat website resmi Pemerintah Provinsi Bali;

(3) SIKI terintegrasi dengan seluruh PPID-Pembantu di Pemerintah Provinsi Bali.

9. Ketentuan Bab VII Bagian Keempat Pasal 20 diubah, sehingga berbunyi sebagai berikut :

Bagian Keempat

Daftar Informasi dan Dokumentasi Publik

Pasal 20

(1) Daftar Informasi dan Dokumentasi Publik (DIDP) adalah catatan yang berisi keterangan secara sistematis tentang seluruh informasi dan dokumentasi publik yang berada dibawah penguasaan Pemerintah Provinsi Bali tidak termasuk informasi dan dokumentasi yang dikecualikan;

(2) DIDP paling sedikit memuat : a. nomor;

b. ringkasan isi informasi;

(8)

c. pejabat atau unit/ satuan kerja yang menguasai informasi;

d. penanggungjawab pembuatan atau penerbitan informasi;

e. waktu dan tempat pembutan informasi;

f. bentuk informasi yang tersedia; dan

g. jangka watu penyimpanan atau retensi arsip.

(3) DIDP ditetapkan dimutakhirkan secara berkala oleh PPID Utama;

(4) Keseluruhan informasi dan dokumentasi publik yang sudah dipublikasikan harus diserahkan kepada perpustakaan daerah Provinsi Bali untuk dilestarikan dan diklasifikasi menjadi bahan pustaka.

10. Ketentuan Bab VIII Bagian Kesatu Pasal 21 diubah, sehingga berbunyi sebagai berikut :

Bagian Kesatu Pemohon

Pasal 21

(1) Pemohon informasi publik dan dokumentasi sebagai berikut :

a. perseorangan;

b. kelompok masyarakat;

c. lembaga swadaya masyarakat;

d. organisasi masyarakat;

e. partai politik; atau f. badan publik lainnya.

(2) Persyaratan pemohon informasi publik sebagaimana dimaksud pada ayat (1), sebagai berikut :

a. mencantumkan identitas yang jelas;

b. mencantumkan alamat dan nomor telepon yang jelas;

c. menyampaikan secara jelas jenis informasi dan dokumentasi yang dibutuhkan; dan

d. mencantumkan maksud dan tujuan permohonan informasi publik dan dokumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan; dan

e. menyatakan kesediaan membayar biaya dan cara pembayaran untuk memperoleh infromasi yang diminta sepanjang biaya yang dikenakan terbilang wajar.

(9)

11. Ketentuan Bab VIII Bagian Kedua Pasal 22 diubah, sehingga berbunyi sebagai berikut :

Bagian Kedua Prosedur Permohonan

Pasal 22

(1) Setiap pemohon informasi publik dapat mengajukan permintaan untuk memperoleh informasi dan dokumentasi publik kepada Pemerintah Provinsi Bali secara tertulis/tidak tertulis.

(2) PPID-Utama dan/atau PPID-Pembantu dan/atau petugas informasi wajib mencatat nama, Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan alamat pemohon informasi publik, subyek dan format informasi serta cara penyampaian informasi yang diminta oleh pemohon informasi publik;

(3) PPID-Utama dan/atau PPID-Pembantu dan/atau petugas informasi wajib mencatat permintaan informasi publik yang diajukan secara tidak tertulis;

(4) PPID-Utama dan/atau PPID-Pembantu dan/atau petugas informasi wajib memberikan tanda bukti penerimaan permintaan informasi publik sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2) dan ayat (3) berupa nomor pendaftaran pada saat permintaan diterima;

(5) Dalam hal permintaan disampaikan secara langsung atau melalui surat elektronik, nomor pendaftaran diberikan saat penerimaan permintaan;

(6) Dalam hal permintaan disampaikan melalui surat, pengiriman nomor pendaftaran dapat diberikan bersamaan dengan pengiriman informasi;

(7) Paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja sejak diterimanya permintaan, PPID-Utama wajib menyampaikan pemberitahuan tertulis yang berisikan :

a. Informasi yang diminta, berada di bawah penguasannya ataupun tidak;

b. Penerimaan atau penolakan permintaan atas informasi dengan alasan sesuai peraturan perundang-undangan;

c. Alat penyampai dan format informasi yang akan diberikan; dan/atau

d. Biaya serta cara pembayaran untuk memperoleh informasi yang diminta.

(8) PPID-Utama wajib memberitahukan PPID-Pembantu yang menguasai informasi yang diminta apabila informasi yang diminta tidak berada di bawah penguasannya;

(9) Dalam hal suatu dokumen mengandung materi yang dikecualikan sesuai peraturan perundang-undangan, maka informasi yang dikecualikan tersebut dapat dihitamkan dengan disertai alasan dan materinya;

(10)

(10) Pemerintah Provinsi Bali dapat memperpanjang waktu untuk mengirimkan pemberitahuan sebagaimana dimaksud pada ayat (7), paling lambat 7 (tujuh) hari kerja berikutnya dengan memberikan alasan secara tertulis.

12. Ketentuan Bab VIII Bagian Ketiga Pasal 23 diubah, sehingga berbunyi sebagai berikut :

Bagian Ketiga Pengajuan Keberatan

Pasal 23

(1) Pemohon informasi publik dapat mengajukan keberatan secara tertulis kepada Atasan PPID berdasarkan alasan sebagai berikut :

a. Penolakan atas permohonan informasi berdasarkan alasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (7);

b. Tidak disediakannya informasi dan diumumkan secara berkala sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik;

c. Tidak ditanggapinya permintaan informasi;

d. Permohonan informasi publik ditanggapi tidak sebagaimana yang diminta;

e. Tidak dipenuhinya permohonan informasi publik;

f. Pengenaan baya yang tidak wajar; dan/atau;

g. Penyampaian informasi publik yang melebihi waktu yang diatur dalam Peraturan ini

(2) Alasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b sampai dengan huruf g dapat diselesaikan secara musyawarah oleh kedua belah pihak.

13. Ketentuan Pasal 24 diubah, sehingga berbunyi sebagai berikut :

Pasal 24

(1) Keberatan diajukan oleh Pemohon Informasi Publik dalam jangka waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari kerja setelah ditemukannya alasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1);

(2) Atasan PPID memberikan tanggapan atas keberatan yang diajukan oleh Pemohon Informasi Publik dalam jangka waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari kerja sejak diterimanya keberatan secara tertulis;

(3) Alasan tertulis disertakan bersama tanggapan apabila Atasan PPID menguatkan putusan yang ditetapkan oleh

(11)

bawahannya.

14. Ketentuan Bab VIII Bagian Keempat Pasal 25 diubah, sehingga berbunyi sebagai berikut :

Bagian Keempat Fasilitas Sengketa Informasi

Pasal 25

(1) Sengketa informasi dapat terjadi apabila Komisi Informasi Pusat dan/atau Komisi Informasi Provinsi dan/atau Komisi Informasi Kabupaten/Kota sesuai dengan kewenangannya, menerima permohonan sengketa informasi yang diajukan pemohon informasi karena tidak menerima alasan tanggapan Atasan PPID;

(2) Pengajuan sengketa informasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan pemohon informasi dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja setelah diterimanya tanggapan tertulis dari Atasan PPID.

15. Ketentuan Pasal 26 diubah, sehingga berbunyi sebagai berikut :

Pasal 26

(1) Mekanisme dan tata cara upaya penyelesaian Sengketa Informasi Publik dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;

(2) Menteri dan Kepala Daerah melalui Atasan PPID menetapkan Tim Fasilitasi Sengketa Informasi untuk mengupayakan penyelesaian sengketa informasi, yang dibentuk oleh PPID-Utama;

(3) Surat Keputusan penetapan Tim Fasilitasi Sengketa Informasi juga bergungsi sebagai Suat Kuasa untuk bersidang mewakili Kementerian Dalam Negeri dan/atau Pemerintah Daerah Provinsi dan/atau Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota di Komisi Informasi Pusat dan/atau Komisi Informasi Provinsi dan/atau Komisi Informasi Kabupaten/Kota sesuai dengan kewenangannya;

(4) Tim Fasilitasi Sengketa Informasi di ketuai oleh PPID- Utama dan beranggotakan PPID-Pembantu, pejabat yang menangani bidang hukum dan pejabat fungsional serta pejabat/staf lainnya sesuai dengan kebutuhan;

(5) PPID-Utama melaksanakan fasilitas penanganan sengketa informasi dengan melakukan koordinasi dan konsolidasi bersama PPID-Pembantu terkait, pejabat yang menangani bidang hukum, pejabat fungsional dan pihak lain yang dipandang perlu;

(6) Mekanisme kerja Tim Fasilitasi Penanganan Sengketa Informasi diatur oleh Tim berdasarkan arahan Atasan PPID.

(7) Tim melaporkan proses penanganan dan hasil penyelesaian sengketa informasi kepada Atasan PPID.

(12)

16. Ketentuan Bab IX Pasal 27 diubah, sehingga berbunyi sebagai berikut :

Bab IX FKPPID Pasal 27

(1) Forum Koordinasi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (FKPPID) dibentuk untuk meningkatkan koordinasi antar PPID lingkup Nasional dan Regional dan memperkuat peran da fungsi PPID Pemerintah Daerah;

(2) FKPPID Provinsi Bali terdiri dari seluruh PPID Pemerintah Kabupaten/Kota di wilayah Provinsi Bali;

(3) Pemerintah Provinsi Bali melakukan koordinasi, pembinaan dan pengawasan di seluruh PPID Pemerintah Kabupaten/Kota di wilayah Provinsi Bali;

17. Ketentuan Bab X Pasal 28 diubah, sehingga berbunyi sebagai berikut :

Bab X

Laporan Layanan Informasi dan Dokumentasi Publik

Pasal 28

(1) Laporan Layanan Informasi dan Dokumentasi Publik (LLID) Provinsi Bali adalah laporan yang berisi gambaran umum kebijakan teknis informasi dan dokumentasi, pelaksanaan pelayanan informasi dan dokumentasi dan rekomendasi serta rencana tindak lanjut untuk meningkatkan kualitas pelayanan informasi dan dokumentasi;

(2) LLID Provinsi Bali wajib dibuat paling lambat 3 (tiga) bulan setelah tahun pelaksanaan tahun anggaran berakhir;

(3) Salinan LLID Provinsi Bali sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan kepada Kementerian Dalam Negeri dan Komisi Informasi Pusat;

(4) LLID, paling sedikit memuat :

a. Gambaran umum kebijakann pelayanan informasi dan dokumentasi Publik di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali;

b. Gambaran umum pelaksanaan pelayanan informasi dan dokumentasi Publik, antara lain :

1. sarana dan prasarana pelayanan informasi dan dokumentasi Publik yang dimiliki beserta kondisinya;

2. Sumber daya manusia yang menangani pelayanan informasi dan dokumentasi Publik

(13)

beserta kualifikasinya; dan

3. Anggaran pelayanan inormasi dan dokumentasi publik serta laporan penggunaannya.

(5) Laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), sebagai bahan laporan PPID kepada Gubernur melalui Sekretaris Daerah.

18. Ketentuan Bab XI Pasal 29 diubah, sehingga berbunyi sebagai berikut :

Bab XI Pembiayaan

Pasal 29

Pembiayaan pengelolaan pelayanan informasi publik dan dokumentasi di lingkungan Pemerintah Daerah dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.

Pasal II

Peraturan Gubernur ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Gubernur ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Provinsi Bali

Ditetapkan di Denpasar Pada tanggal … GUBERNUR BALI,

WAYAN KOSTER Diundangkan di Denpasar

pada tanggal …

SEKRETARIS DAERAH PROVINSI BALI,

DEWA MADE INDRA

BERITA DAERAH PROVINSI BALI TAHUN … NOMOR …

(14)

ALUR MEKANISM E

PELAYANAN INFORMASI PUBLIK DAN DOKUMENT ASI

GUBERNUR BALI,

I WAYAN KOSTER

Menolak

Permohon Informasi

Tidak Menanggapi

Sesuai permintaan

KOMISI INFORMASI

MENGAJUKAN KEBERATAN Selesai

Memenuhi

PPID/PPID PEMBANTU

Pembantu

Tidak Sesuai Permintaan

Selesai

Tidak Puas

TIM PERTIMBANGAN

P

P

Tidak menanggapi Menanggapi

MENGAJUKAN PERMOHONAN PENYELESAIAN SENGKETA

Referensi

Dokumen terkait

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Gubernur tentang Perubahan Atas Peraturan Gubernur Bali Nomor 75

Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 95 ayat (2) huruf d Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 16 Tahun 2009 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Gubernur Bali tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah

Peraturan Gubernur ini dimaksudkan sebagai pedoman dalam Pengembangan Desa Wisata, penyelenggaraan Usaha Wisata Kesehatan dan Usaha DTW Spiritual, pelaksanakan tugas

bahwa Keputusan Gubernur Bali Nomor 514 Tahun 2000 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Propinsi Bali Nomor 4 Tahun 2000 tentang Retribusi Penjualan

bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 16 dan Pasal 17 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pedoman Pengelolaan Pelayanan Informasi dan Dokumentasi

(Lembaran Daerah Provinsi Bali Tahun 2016 Nomor 10, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Bali Nomor 8), maka Peraturan Gubernur Bali Nomor 60 Tahun 2015 tentang

Peraturan Gubernur Bali Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan PERDA Bali Tentang Desa