P.T. ARGO PANTES Tbk
DAN ANAK PERUSAHAAN/AND ITS SUBSIDIARIES
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI/
CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2003 DAN 2002/
FOR THE YEARS ENDED DECEMBER 31, 2003 AND 2002 DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN/
AND INDEPENDENT AUDITORS’ REPORT
Page
SURAT PERNYATAAN DIREKSI/DIRECTORS’ STATEMENT LETTER
LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN/INDEPENDENT AUDITORS’ REPORT 1
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI - Pada tanggal 31 Desember 2003 dan 2002 serta untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal tersebut/
CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS – As of December 31, 2003 and 2002 and for the years then ended
Neraca Konsolidasi/Consolidated Balance Sheets 4
Laporan Laba Rugi Konsolidasi/Consolidated Statements of Income 6
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasi/Consolidated Statements of Changes in
Equity (Capital Deficiency) 7
Laporan Arus Kas Konsolidasi/Consolidated Statements of Cash Flows 8
Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasi/Notes to Consolidated Financial
Statements 9
Rp'000 Rp'000
AKTIVA ASSETS
AKTIVA LANCAR CURRENT ASSETS
Kas dan bank 18,574,025 3 14,526,852 Cash on hand and in banks
Deposito berjangka 2,467,852 2e,4 - Time deposit
Piutang usaha 2f,5 Trade accounts receivable
Pihak yang mempunyai hubungan
istimewa 2,365,030 32 1,559,505 Related parties
Pihak ketiga 88,578,718 108,713,347 Third parties
Piutang lain-lain 14,575,847 18 307,073 Other accounts receivable
Persediaan 243,585,456 2g,6 337,624,990 Inventories
Uang muka 19,992,942 7,32 19,404,006 Advances
Pajak dibayar dimuka 13,597,821 2m,8 281,671 Prepaid taxes
Biaya dibayar dimuka 120,591 2h 182,105 Prepaid expenses
Jumlah Aktiva Lancar 403,858,282 482,599,549 Total Current Assets
AKTIVA TIDAK LANCAR NONCURRENT ASSETS
Piutang kepada pihak yang mempunyai Accounts receivable from
hubungan istimewa 625,818 9,32 512,995 related parties
Aktiva tetap - setelah dikurangi Property, plant and equipment - net
akumulasi penyusutan sebesar of accumulated depreciation of
Rp 583.433.691 ribu tahun 2003 dan Rp 583,433,691 thousand in 2003 and
Rp 482.100.738 ribu tahun 2002 1,318,561,059 2i,10 1,391,669,760 Rp 482,100,738 thousand in 2002
Investasi tanah - setelah dikurangi Investment in land - net of allowance for
penyisihan penurunan nilai decline in value of Rp 211,000,000
sebesar Rp 211.000.000 ribu 387,198,884 2e,11 387,198,884 thousand
Aktiva tetap yang tidak digunakan - bersih 1,403,519 2i,10 1,572,839 Unused property, plant and equipment - net Advances for purchase of property, plant
Uang muka pembelian aktiva tetap 12,274,250 - and equipment
Uang jaminan 2,048,197 1,619,696 Guarantee deposits
Jumlah Aktiva Tidak Lancar 1,722,111,727 1,782,574,174 Total Noncurrent Assets
JUMLAH AKTIVA 2,125,970,009 2,265,173,723 TOTAL ASSETS
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan See accompanying notes to consolidated financial statements bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi. which are an integral part of the consolidated financial statements.
- 4 -
2003 Catatan/Notes 2002
Rp'000 Rp'000
KEWAJIBAN DAN EKUITAS (DEFISIENSI LIABILITIES AND EQUITY (CAPITAL
MODAL) DEFICIENCY)
KEWAJIBAN LANCAR CURRENT LIABILITIES
Wesel bayar yang sudah jatuh tempo 33,860,000 2l,12 35,760,000 Past due notes payable
Hutang usaha 13 Trade accounts payable
Pihak yang mempunyai hubungan
istimewa 13,449,519 32 14,952,133 Related parties
Pihak ketiga 287,848,549 207,734,909 Third parties
Hutang lain-lain 9,661,680 8,219,198 Other accounts payable
Hutang pajak 830,989 2m,14 1,577,444 Taxes payable
Biaya yang masih harus dibayar 72,137,407 15 141,967,295 Accrued expenses
Hutang jangka panjang yang sudah
jatuh tempo Past due long-term liabilities
Wesel bayar 211,625,000 2l,16 261,439,125 Notes payable
Hutang bank 612,087,474 2l,17 669,950,477 Bank loans
Hutang bank jangka panjang yang Current maturities of long-term bank
jatuh tempo dalam waktu satu tahun 140,860,884 2l,18 76,047,359 loans
Jumlah Kewajiban Lancar 1,382,361,502 1,417,647,940 Total Current Liabilities
KEWAJIBAN TIDAK LANCAR NONCURRENT LIABILITIES
Hutang kepada pihak yang mempunyai
hubungan istimewa 272,676 9,32 356,596 Accounts payable to related party
Kewajiban pajak tangguhan - bersih 49,775,052 2m,28 41,292,097 Deferred tax liability - net Hutang bank jangka panjang - setelah
dikurangi bagian yang jatuh tempo Long-term bank loans - net of current
dalam satu tahun 665,207,013 2l,18 797,659,132 maturities
Kewajiban manfaat karyawan 27,136,069 2j,31 20,542,640 Employee benefits obligation
Jumlah Kewajiban Tidak Lancar 742,390,810 859,850,465 Total Noncurrent Liabilities
EKUITAS (DEFISIENSI MODAL) EQUITY (CAPITAL DEFICIENCY)
Modal saham - nilai nominal Rp 500 Capital stock - Rp 500 par value
per saham per share
Modal dasar - 1.000.000.000 saham Authorized - 1,000,000,000 shares
Modal ditempatkan dan disetor - Subscribed and paid-up -
264.705.000 saham 132,352,500 19 132,352,500 264,705,000 shares
Agio saham 115,673,400 20 115,673,400 Additional paid-in capital
Revaluation increment in property, plant Selisih penilaian kembali aktiva tetap 965,632,214 2i,10,21 965,632,214 and equipment
Selisih kurs penjabaran laporan
keuangan (94,712) 2c 31,018 Translation adjustment
Difference arising from restructuring
Selisih nilai transaksi restrukturisasi transaction of entities under
entitas sepengendali (211,000,000) 2b,11,22 (211,000,000) common control
Defisit (1,001,345,705) (1,015,013,814) Deficit
Jumlah Ekuitas (Defisiensi Modal) 1,217,697 (12,324,682) Total Equity (Capital Deficiency)
JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS TOTAL LIABILITIES AND EQUITY
(DEFISIENSI MODAL) 2,125,970,009 2,265,173,723 (CAPITAL DEFICIENCY)
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan See accompanying notes to consolidated financial statements bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi. which are an integral part of the consolidated financial statements.
PENJUALAN BERSIH 1,028,793,764 2k,23,32 1,033,463,859 NET SALES
BEBAN POKOK PENJUALAN 1,036,889,944 2k,24,32 976,267,149 COST OF GOODS SOLD
LABA (RUGI) KOTOR (8,096,180) 57,196,710 GROSS PROFIT (LOSS)
BEBAN USAHA 2k,25 OPERATING EXPENSES
Penjualan 44,764,144 42,480,582 Selling
Umum dan administrasi 27,237,236 25,661,652 General and administrative
Jumlah Beban Usaha 72,001,380 68,142,234 Total Operating Expenses
RUGI USAHA (80,097,560) (10,945,524) LOSS FROM OPERATIONS
PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN 2k OTHER INCOME (CHARGES)
Keuntungan kurs mata uang asing -
bersih 92,018,444 2c 340,673,670 Gain on foreign exchange - net
Keuntungan penjualan dan penghapusan Gain on sale and disposal of property,
aktiva tetap 535,050 2i 531,400 plant and equipment
Penghasilan bunga 385,005 26 1,810,735 Interest income
Beban bunga (72,985,481) 27 (93,292,196) Interest expense
Lain-lain - bersih (9,032,636) (10,181,475) Others - net
Penghasilan lain-lain - Bersih 10,920,382 239,542,134 Other income - Net
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK (69,177,178) 228,596,610 INCOME (LOSS) BEFORE TAX
BEBAN (MANFAAT) PAJAK (7,700,415) 2m,28,29 78,732,655 TAX EXPENSE (BENEFIT)
LABA (RUGI) BERSIH DARI AKTIVITAS NET INCOME (LOSS) FROM
NORMAL (61,476,763) 149,863,955 ORDINARY ACTIVITIES
POS LUAR BIASA - bersih setelah EXTRAORDINARY ITEM - net of
alokasi beban pajak tangguhan 75,144,872 2l,29 395,949,424 deferred tax expense allocation
LABA BERSIH 13,668,109 545,813,379 NET INCOME
LABA (RUGI) PER SAHAM DASAR 2n,30 BASIC EARNINGS (LOSS) PER SHARE
(dalam Rupiah penuh) (in full Rupiah)
Termasuk pos luar biasa 52 2,062 Including extraordinary item
Tidak termasuk pos luar biasa (232) 566 Excluding extraordinary item
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan See accompanying notes to consolidated financial statements bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi. which are an integral part of the consolidated financial statements.
- 6 -
Selisih penilaian turisasi entitas
kembali sepengendali/
aktiva tetap/ Selisih kurs Difference arising
Revaluation penjabaran laporan from restructuring Jumlah ekuitas
Agio saham/ increment in keuangan/ transaction of (defisiensi modal)/
Catatan/ Modal disetor/ Additional property, plant Translation entities under Defisit/ Total equity Notes Paid-up capital paid-in capital and equipment adjustment common control Deficit (capital deficiency)
Rp'000 Rp'000 Rp'000 Rp'000 Rp'000 Rp'000 Rp'000
Saldo per 1 Januari 2002 132,352,500 115,673,400 965,632,214 421,648 (211,000,000) (1,560,827,193) (557,747,431) Balance as of January 1, 2002
Selisih kurs penjabaran 2c - - - (390,630) - - (390,630) Foreign currency translation
Laba bersih tahun berjalan - - - - - 545,813,379 545,813,379 Net income for the year
Saldo per 31 Desember 2002 132,352,500 115,673,400 965,632,214 31,018 (211,000,000) (1,015,013,814) (12,324,682) Balance as of December 31, 2002
Selisih kurs penjabaran 2c - - - (125,730) - - (125,730) Foreign currency translation
Laba bersih tahun berjalan - - - - - 13,668,109 13,668,109 Net income for the year
Saldo per 31 Desember 2003 132,352,500 115,673,400 965,632,214 (94,712) (211,000,000) (1,001,345,705) 1,217,697 Balance as of December 31, 2003
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan See accompanying notes to consolidated financial statements
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi. which are an integral part of the consolidated financial statements.
Rp'000 Rp'000
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIES
Penerimaan kas dari pelanggan 1,048,122,868 1,016,537,295 Cash receipts from customers Pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan (835,511,727) (921,968,907) Cash paid to suppliers and employees Kas dihasilkan dari operasi 212,611,141 94,568,388 Cash generated from operations Pembayaran bunga dan beban keuangan (92,670,075) (132,841,788) Interest and financing charges paid
Pembayaran pajak penghasilan (4,695,100) (291,145) Income tax paid
Kas Bersih Diperoleh Dari (Digunakan Untuk) Net Cash Provided by (Used in) Operating
Aktivitas Operasi 115,245,966 (38,564,545) Activities
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI CASH FLOWS FROM INVESTING ACTIVITIES
Hasil pencairan (penempatan) investasi Proceeds (replacement) from sale of temporary
sementara (2,467,852) 500,000 investment
Penerimaan bunga 385,005 1,810,735 Interest received
Proceeds from sale of property, plant and
Hasil penjualan aktiva tetap - 531,400 equipment
Penambahan uang jaminan (428,501) - Increase in guarantee deposits
Pembayaran uang muka pembelian aktiva Payment of advances of purchase of property, plant
tetap (12,274,250) - and equipment
Perolehan aktiva tetap (28,842,058) (6,511,005) Acquisitions of property, plant and equipment Kas Bersih Digunakan Untuk Aktivitas Investasi (43,627,656) (3,668,870) Net Cash Used in Investing Activities
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN CASH FLOWS FROM FINANCING ACTIVITIES Kenaikan (penurunan) hutang (piutang) kepada Increase (decrease) in accounts payable (receivable) to
pihak yang mempunyai hubungan istimewa (196,743) 451,518 related parties
Kenaikan bersih piutang kepada pihak ketiga (14,268,774) - Net increase in accounts receivable to third parties
Pembelian kembali atas: Buybacks of:
Hutang bank (35,318,682) (129,951,313) Bank loans
Hutang bank dan lembaga keuangan bukan bank - (74,536,514) Loans from bank and nonbank financial institutions
Wesel bayar - (263,773,057) Notes payable
Penerimaan hutang jangka panjang - 417,965,092 Proceeds from long-term loans Pembayaran hutang jangka panjang (17,074,740) (31,109,300) Payments of long-term loans
Kas Bersih Digunakan Untuk Aktivitas Pendanaan (66,858,939) (80,953,574) Net Cash Used in Financing Activities
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN NET INCREASE (DECREASE) IN CASH ON HAND AND
BANK 4,759,371 (123,186,989) IN BANKS
CASH ON HAND AND IN BANKS AT BEGINNING KAS DAN BANK AWAL TAHUN 14,526,852 139,773,346 OF YEAR
Pengaruh perubahan kurs mata uang asing (712,198) (2,059,505) Effect of foreign exchange rate changes
KAS DAN BANK AKHIR TAHUN 18,574,025 14,526,852 CASH ON HAND AND IN BANKS AT END OF YEAR
PENGUNGKAPAN TAMBAHAN SUPPLEMENTAL DISCLOSURES
Aktivitas investasi dan pendanaan yang tidak
mempengaruhi kas: Noncash investing and financing activities:
Pos luar biasa (Catatan 29): Extraordinary item (Note 29):
Pengurangan pokok hutang bank, hutang
lembaga keuangan bukan bank dan Decrease in bank loans, loans from nonbank
wesel bayar serta penghapusan hutang financial institutions and notes payable
bunga sehubungan dengan pembelian principal and write-off of interest payable
kembali hutang sebelum alokasi beban due to buyback of loans before deferred tax
pajak tangguhan 91,360,572 565,642,034 expense allocation
Increase in accounts receivable from third
Penambahan piutang kepada pihak ketiga parties from sale of property, plant and
yang berasal dari penjualan aktiva tetap 540,683 - equipment
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan See accompanying notes to consolidated financial statements bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi. which are an integral part of the consolidated financial statements.
- 8 -
1. UMUM
a. Pendirian dan Informasi Umum
P.T. Argo Pantes Tbk (Perusahaan) didirikan berdasarkan akta No. 30 tanggal 12 Juli 1977 dari Darwani Sidi Bakaroedin, S.H., notaris di Jakarta. Akta ini telah diubah dengan akta No. 5 tanggal 1 September 1988 dari Wi nanto Wiryomartani, S.H., notaris di Jakarta dan telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia pada tanggal 15 September 1988.
Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dirubah dengan akta No. 65 tanggal 11 April 2003 dari Aulia Taufani, S.H., notaris pengganti dari Sutjipto, S.H., notaris di Jakarta, mengenai perubahan pasal 11, 12, 14 dan 15. Akta perubahan ini telah diterima dan dicatat oleh Direktorat Jenderal Hukum dan Perundang-undangan tanggal 29 Desember 2003 No. C-30159 HT.01.04.Th.2003.
1. GENERAL
a. Establishment and General Information P.T. Argo Pantes Tbk (the “Company”) was established based on notarial deed No. 30 dated July 12, 1977 of Darwani Sidi Bakaroedin, S.H., notary in Jakarta. This deed was amended by deed No. 5 dated September 1, 1988 of Winanto Wiryomartani, S.H., notary in Jakarta and was approved by the Minister of Justice of the Republic of Indonesia on September 15, 1988. The Company’s articles of association have been amended several ti mes, most recently by notarial deed No. 65 dated April 11, 2003 of Aulia Taufani, S.H., substitute of Sutjipto, S.H., notary in Jakarta, concerning the change in article 11 ,12, 14 and 15. The amendment deed was received and recorded by the Director General of Law and Regulations on December 29, 2003 No. C-30159 HT.01.04.Th.2003.
Perusahaan berdomisili di Jakarta, pabrik berlokasi di Tangerang, Banten dan Bekasi, Jawa Barat. Kantor pusat Perusahaan beralamat di Wisma Argo Manunggal, Lantai 14, Jl. Jend. Gatot Subroto Kav 22, Jakarta.
Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan usaha Perusahaan meliputi bidang manufaktur produk tekstil. Perusahaan mulai berproduksi secara komersial pada tahun 1977. Hasil produksi Perusahaan dipasarkan didalam dan diluar negeri termasuk ke Eropa, Amerika Serikat dan Asia. Jumlah karyawan Perusahaan rata-rata 5.765 karyawan tahun 2003 dan 5.585 karyawan tahun 2002.
The Company is domiciled in Jakarta, its plants are located in Tangerang, Banten and Bekasi, East Java. The Company’s head office is located in Wisma Argo Manunggal, 14th Floor, Jl. Jend. Gatot Subroto Kav 22, Jakarta.
In accordance with article 3 of the Company's articles of association, the scope of its activities is to engage in the manufacturing of textile products. The Company started its commercial operations in 1977. Its products are marketed both domestically and internationally including Europe, United States of America, and Asia. The Company had average total number of employees of 5,765 in 2003 and 5,585 in 2002.
Perusahaan tergabung dalam kelompok usaha (grup) Argo Manunggal. Susunan pengurus Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2003, berdasarkan Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham No. 82 tanggal 19 Agustus 2003, dari Aulia Taufani, S.H., pengganti dari Sutjipto, S.H., notaris di Jakarta, adalah sebagai berikut:
The Company is one of the group of companies in Argo Manunggal Group. The Company’s management as of December 31, 2003, based on the General Stockholders’ Meeting as stated in notarial deed No. 82 dated August 19, 2003, of Aulia Taufani, S.H., substitute of Sutjipto, S.H., notary in Jakarta, consisted of the following:
Komisaris Utama Sidik Murdiono President Commissioner
Komisaris Karman Widjaja
Marcia Sutedja
Commissioners
Komisaris Independen Toni Hartono Tjiptono Darmadji
Independent Commissioners
Direktur Utama The Nicholas President Director
Direktur Gunawan Taslim
Fendy Nagasaputra
Director
- 10 - Jumlah gaji dan tunjangan yang diberikan kepada komisaris dan direksi Perusahaan pada tahun 2003 dan 2002 masing-masing adalah sebesar Rp 1.353.391 ribu dan Rp 1.957.656 ribu.
Total salaries and benefits given to commissioners and directors of the Company in 2003 and 2002 amounted to Rp 1,353,391 thousand and Rp 1,957,656 thousand, respectively.
b. Anak Perusahaan
Perusahaan memiliki, baik langsung maupun tidak langsung, lebih dari 50%
saham anak perusahaan berikut:
b. Consolidated Subsidiaries
The Company has direct and indirect ownership interests of more than 50% in the following subsidiaries:
Tahun Operasi
Persentase Komersial/ Jumlah Aktiva/
Pemilikan/ Start of Total Assets Anak Perusahaan/ Domisili/ Jenis Usaha/ Percentage Commercial 31 Desember 2003/
Subsidiary Domicile Nature of Business of Ownership Operations December 31, 2003 Rp'000
Argo Pantes Finance B.V. Belanda/ Pendanaan/ 100% 1997 281.908.177
("APFBV") The Netherlands Financing
Argo Pantes (HK) Ltd. Hongkong Perwakilan pemasaran/ 99% 1998 9.102
("APHK") Sales representative
PT Mega Sentra Propertindo Jakarta Perdagangan umum/ 99% Pra-operasi/ 4.032
("MSP") General trading Pre operating
PT Nusa Raya Mitratama ("NRM") Jakarta Perumahan/Housing 98% Pra-operasi/ 387.202.672
99% dimiliki oleh PT Mega Pre operating
Sentra Propertindo/
99% owned by PT Mega Sentra Propertindo
c. Penawaran Umum Efek Perusahaan Pada tanggal 27 Nopember 1990, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) dengan suratnya No. SI-136/SHM/MK.10/1990 untuk melakukan penawaran umum atas 15.882.000 saham Perusahaan kepada masyarakat. Pada tanggal 7 Januari 1991, saham tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta dan Surabaya.
Pada tahun 1991, berdasarkan persetujuan Bapepam No. S-04/PM/1991 tertanggal 3 Januari 1991 Perusahaan melakukan penambahan pencatatan saham di Bursa Efek di Jakarta dan Surabaya sebanyak 8.000.000 saham yang berasal dari saham yang dimiliki PT Dharma Manunggal.
Pada tahun 1993, berdasarkan persetujuan PT Bursa Efek Jakarta (BEJ) No. S-0357/BEJ.I.1/III/93, tanggal 16 Maret 1993, dan persetujuan PT Bursa Efek Surabaya (BES) No. 47/EMT/LIST/BES/III/9 3, tanggal 12 Maret 1993, Perusahaan melakukan penambahan pencatatan
c. Public Offering of Company’s Shares On November 27, 1990, the Company obtained the notice of effectivity from the Chairman of the Capital Market Supervisory Agency (“Bapepam”) in his letter No. SI-136/SHM/MK.10/1990 for its public offering of 15,882,000 shares. On January 7, 1991, these shares were listed on the Jakarta and Surabaya stock exchanges.
In 1991, based on the approval letter from Bapepam No. S-04/PM/1991 dated January 3, 1991, the Company undertook an additional partial listing of 8,000,000 shares owned by PT Dharma Manunggal on the Jakarta and Surabaya stock exchanges.
In 1993, based on approval from the Jakarta Stock Exchange (“BEJ”) No. S-0357/BEJ.I.1/III/93 dated March 16, 1993, and Surabaya Stock Exchange (“BES”) No. 47/EMT/LIST/BES/III/93 dated March 12, 1993, the Company undertook an additional partial listing of shares on
(Lanjutan)
saham di BEJ dan BES sejumlah 300.000 saham yang berasal dari saham yang dimiliki oleh koperasi.
Pada tahun 1994, berdasarkan akta No. 178 tanggal 24 Juni 1994 yang dibuat oleh Winanto Wiryomartani, S.H., notaris di Jakarta, Perusahaan menerbitkan saham bonus sejumlah Rp 26.470.500 ribu yang berasal dari kapitalisasi agio saham.
Dasar pembagiannya adalah 1 (satu) saham bonus bagi setiap 4 (empat) saham Perusahaan.
Pada tahun 1995, berdasarkan persetujuan BEJ No. S.176/BEJ.1.2/VIII/1995, tanggal 11 Agustus 1995 dan persetujuan BES No. 44/EMT/LIST/BES/VIII/95 tanggal 8 Agustus 1995, Perusahaan melakukan penambahan pencatatan saham di BEJ dan BES yang berasal dari saham pendiri sehingga saham Perusahaan yang tercatat menjadi 132.352.500 saham.
Pada tahun 1997, berdasarkan akta No. 91 tanggal 16 Juni 1997 yang dibuat oleh Sutjipto, S.H., notaris di Jakarta, Perusahaan mengubah nilai nominal saham (stock split) dari Rp 1.000 menjadi Rp 500 per saham.
BEJ and BES of 300,000 shares derived from the shares owned by the cooperative.
In 1994, based on notarial deed No. 178 dated June 24, 1994 of Winanto Wiryomartani, S.H., notary in Jakarta, bonus shares were issued amounting to Rp 26,470,500 thousand, arising from the capitalization of additional paid-in capital based on the distribution of 1 (one) bonus share for every 4 (four) shares of the Company.
In 1995, based on an approval letter from BEJ No. S.176/BEJ.1.2/VIII/1995 dated August 11, 1995 and approval letter from BES No. 44/EMT/LIST/BES/VIII/95 dated August 8, 1995, the Company undertook an additional partial listing of shares from founder shares on BEJ and BES, thus the listed shares of the Company totaled 132,352,500 shares.
In 1997, based on notarial deed No. 91 dated June 16, 1997 of Sutjipto, S.H., notary in Jakarta, the Company changed the par value of its shares (stock split) from Rp 1,000 to Rp 500 per share.
Pada tanggal 31 Desember 2003, seluruh saham Perusahaan atau sejumlah 264.705.000 lembar saham telah dicatat pada Bursa Efek Jakarta dan Surabaya.
As of December 31, 2003, all of the Company’s outstanding shares totaling 264,705,000 shares are listed on the Jakarta and Surabaya stock exchanges.
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI
a. Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasi
Laporan keuangan konsolidasi disusun dengan menggunakan prinsip dan praktek akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.
Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasi, kecuali untuk laporan arus
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES
a. Consolidated Financial Statements Presentation
The consolidated financial statements have been prepared using accounting principles and reporting practices generally accepted in Indonesia. Such consolidated financial statements are an English translation of the Company and its subsidiaries’ statutory report in Indonesia, and are not intended to present the financial position and results of operations, changes in equity (capital deficiency), and cash flows in accordance with accounting principles and reporting practices generally accepted in other countries and jurisdictions.
The consolidated financial statements, except for the consolidated statements of
- 12 - konsolidasi, kecuali untuk laporan arus kas, adalah dasar akrual. Mata uang pelaporan yang digunakan untuk penyusunan laporan keuangan konsolidasi adalah mata uang Rupiah (Rp). Laporan keuangan kons olidasi disusun berdasarkan nilai historis, kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut.
except for the consolidated statements of cash flows, are prepared under the accrual basis of accounting. The reporting currency used in the preparation of the consolidated financial statements is the Indonesian Rupiah, while the measurement basis used is the historical cost, except for certain accounts which are measured on the bases described in the related accounting policies.
Laporan arus kas konsolidasi disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
The consolidated statements of cash flows are prepared using the direct method with classifications of cash flows into operating, investing and financing activities.
b. Prinsip Konsolidasi
Laporan keuangan konsolidasi meliputi laporan keuangan Perusahaan dan anak perusahaan dengan pemilikan lebih dari 50%, baik langsung maupun tidak langsung. Saldo dan transaksi termasuk keuntungan/kerugian yang belum direalisasi atas transaksi antar perusahaan dieliminasi untuk mencerminkan posisi keuangan dan hasil usaha, perubahan ekuitas dan arus kas Perusahaan dan anak perusahaan sebagai satu kesatuan usaha.
b. Principles of Consolidation
The consolidated financial statements include the financial statements of the Company and its subsidiaries wherein the Company has direct or indirect ownership interest of more than 50%. Intercompany balances and transactions are eliminated to reflect the financial positi on and the results of operations, changes in equity (capital deficiency) and cash flows of the Company and its subsidiaries as one business entity.
Selisih antara harga pengalihan dengan nilai buku setiap transaksi restrukturisasi antara entitas sepengendali dibukukan dalam akun Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali dan disajikan sebagai unsur ekuitas (defisiensi modal).
The difference between the cost and book value of restructuring transaction with entities under common control is recorded as difference arising from restructuring transaction of entities under common control and presented as part of equity (capital deficiency).
c. Transaksi dan Penjabaran Laporan Keuangan Dalam Mata Uang Asing Pembukuan Perusahaan dan anak perusahaan, kecuali APFBV dan APHK, diselenggarakan dalam mata uang Rupiah.
Transaksi-transaksi selama tahun berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi. Pada tanggal neraca, aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing disesuaikan untuk mencerminkan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut.
Keuntungan atau kerugian kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan dalam laporan laba rugi tahun yang bersangkutan.
c. Foreign Currency Transactions and Translation
The books of accounts of the Company and its subsidiaries, except for APFBV and APHK, are maintained in Indonesian Rupiah. Transactions during the year involving foreign currencies are recorded at the rates of exchange prevailing at the time the transactions are made. At balance sheet date, monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies are adjusted to reflect the rates of exchange prevailing at that date. The resulting gains or losses are credited or charged to current operations.
Pembukuan APFBV diselenggarakan dalam Dollar Amerika Serikat dan
The books of accounts of APFBV are maintained in U.S. Dollars and the books
(Lanjutan)
pembukuan APHK diselenggarakan dalam Dollar Hongkong. Untuk tujuan konsolidasi, aktiva dan kewajiban anak perusahaan yang diselenggarakan dalam mata uang Dollar Amerika Serikat dan Dollar Hongkong dijabarkan masing-masing dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut, sedangkan pendapatan dan beban dijabarkan dengan menggunakan kurs rata -rata. Selisih kurs penjabaran laporan keuangan yang terjadi disajikan sebagai bagian dari ekuitas (defisiensi modal).
of accounts of APHK are maintained in Hongkong Dollars. For consolidation purposes, assets and liabilities of the subsidiaries at balance sheet date are translated into Rupiah using the exchange rates at balance sheet date, while revenues and expenses are translated at the average rates of exchange for the year.
Resulting translation adjustments are shown as part of equity (capital deficiency).
d. Penggunaan Estimasi d. Use of Estimates
Penyusunan laporan keuangan konsolidasi sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia mengharuskan manajemen membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aktiva dan kewajiban yang dilaporkan dan pengungkapan aktiva dan kewajiban kontinjensi pada tanggal laporan keuangan konsolidasi serta jumlah pendapatan dan beban selama periode pelaporan.
Realisasi dapat berbeda dengan jumlah yang diestimasi.
The preparation of consolidated financial statements in conformity with general accepted accounting principles in Indonesia requires management to make estimates and assumptions that affect the reported amounts of assets and liabilities and disclosure of contingent assets and liabilities at the date of th e consolidated financial statements and the reported amounts of revenues and expenses during the reporting period. Actual results could be different from these estimates.
e. Investasi
Deposito berjangka
Deposito berjangka yang jatuh temponya kurang dari tiga bulan namun dijaminkan dinyatakan sebesar nilai nominal.
Investasi lainnya
Investasi tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan. Bila terjadi penurunan nilai yang bersifat permanen, nilai tercatatnya dikurangi untuk mengakui penurunan tersebut dan kerugiannya dibebankan pada laporan laba rugi tahun berjalan.
e. Investments
Time Deposit
Time deposits with maturities of three months or less which are pledged as collateral are stated at nominal values.
Other Investment
Investment in land is stated at cost. The carrying amount of the investment is written down to recognize a permanent decline in the value of the investment which is charged directly to current operations.
f. Penyisihan Piutang Ragu-ragu
Perusahaan menetapkan penyisihan piutang ragu-ragu berdasarkan penelaahan terhadap masing-masing akun piutang pada akhir tahun.
f. Allowance for Doubtful Accounts
Allowance for doubtful accounts is provided based on a review of the status of the individual receivable accounts at the end of the year.
g. Persediaan
Persediaan dinyatakan berdasarkan biaya perolehan atau nilai realisasi bersih, mana yang lebih rendah. Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata -rata tertimbang.
g. Inventories
Inventories are stated at cost or net realizable value, whichever is lower. Cost is determined using the weighted average method.
- 14 - h. Biaya Dibayar Dimuka
Biaya dibayar dimuka diamortisasi selama manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis lurus.
h. Prepaid Expenses
Prepaid expenses are amortized over their beneficial periods using the straight-line method.
i. Aktiva Tetap
Aktiva tetap, kecuali aktiva tertentu yang dinilai kembali, dinyatakan berdasarkan biaya perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan. Aktiva tertentu telah dinilai kembali berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan oleh penilai independen sesuai dengan peraturan pemerintah yang berlaku. Peningkatan nilai aktiva karena penilaian kembali dikreditkan pada selisih penilaian kembali aktiva tetap dalam akun ekuitas (defisiensi modal).
i. Property, Plant and Equipment
Property, plant and equipment are stated at cost, except for certain revalued assets, less accumulated depreciation. Certain assets were revalued based on an independent appraisal made in accordance with government regulations.
Revaluation increment in property, plant and equipment was credited to a separate account under equity (capital deficiency).
Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomik aktiva tetap sebagai berikut:
Depreciation is computed using the straight-line method based on the estimated useful lives of the assets as follows:
Tahun/
Years
Bangunan 15 – 30 Buildings
Mesin dan peralatan Kendaraan
Perabot dan peralatan Prasarana
Instalasi Perlengkapan
15 – 20 5 5 5 – 10 5 – 12
5
Machinery and equipment Vehicles
Furniture and fixtures Infrastructures Installations Equipment
Komputer 5 Computers
Tanah dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dan tidak disusutkan. Aktiva tetap yang tidak digunakan disajikan sebagai aktiva lain-lain dan dinyatakan sebesar jumlah terendah antara jumlah tercatat atau nilai realisasi bersih.
Land is stated at cost and is not depreciated. Unused property, plant, and equipment are presented as other assets and are stated at the lower of carrying value or net realizable value.
Bila nilai tercatat suatu aktiva melebihi taksiran jumlah yang dapat diperoleh kembali (estimated recoverable amount) maka nilai tersebut diturunkan ke jumlah yang dapat diperoleh kembali tersebut, yang ditentukan sebagai nilai tertinggi antara harga jual neto dan nilai pakai.
Beban perbaikan dan pemeliharaan rutin dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasi pada saat terjadinya;
pengeluaran yang memperpanjang masa manfaat atau memberi manfaat ekonomik di masa yang akan datang dalam bentuk peningkatan kapasitas, mutu produksi atau peningkatan standar kinerja dikapitalisasi.
Aktiva tetap yang tidak digunakan lagi atau dijual dikeluarkan dari kelompok aktiva berikut akumulasi penyusutannya.
When the carrying amount of an asset exceeds its estimated recoverable amount, the asset is written down to its estimated recoverable amount, which is determined as the higher of net selling price or value in use.
The cost of maintenance and repairs is charged to operations as incurred;
expenditures which extend the useful life of the asset or result in increased future economic benefits such as increase in capacity and improvement in the quality of output or standard of performance are capitalized. When assets are retired or otherwise disposed of, their carrying values and the related accumulated depreciation are removed from the
(Lanjutan)
berikut akumulasi penyusutannya.
Keuntungan atau kerugian dari penjualan aktiva tetap tersebut dibukukan dalam laporan laba rugi konsolidasi tahun yang bersangkutan.
depreciation are removed from the accounts and any resulting gain or loss is reflected in the current operations.
Aktiva dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan. Aktiva dalam penyisihan akan dipindahkan ke masing- masing aktiva tetap yang bersangkutan pada saat selesai dan siap digunakan.
Construction in progress is stated at cost.
Construction in progress is transferred to the respective property, plant and equipment account when completed and ready for use.
j. Manfaat Karyawan
Perusahaan membukukan estimasi m anfaat karyawan sesuai dengan Undang- undang Ketenagakerjaan No. 13/2003 pada tahun 2003 dan Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. 150/2000 sebelum tahun 2003. Tidak terdapat pendanaan yang disisihkan oleh Perusahaan sehubungan dengan estimasi kewajiban tersebut.
Perusahaan menghitung kewajiban manfaat karyawan dengan menggunakan metode Projected Unit Credit Method.
Biaya jasa kini diakui sebagai beban pada periode berjalan. Perubahan kewajiban manfaat dari Keputusan Menteri Tenaga Kerja menjadi Undang-undang ketenagakerjaan dibebankan langsung dalam laporan laba rugi.
j. Employee Benefits
The Company provides employee benefits as stated in Labor Law No. 13/2003 in 2003 and Decree of Minister of Manpower No. 150/2000 prior to 2003. No funding of benefits has been made to date.
The Company accounts for the cost of providing employee benefits using the Projected Unit Credit Method.
Current service cost is charged to operations in the current period. The changes in benefits payable under the Decree of Ministry of Manpower to Labor Law is charged as Past Service Cost immediately.
k. Pengakuan Pendapatan dan Beban Penjualan lokal diakui pada saat penyerahan barang kepada pelanggan, sedangkan penjualan ekspor diakui pada saat barang dikapalkan (F.O.B Shipping Point). Beban diakui sesuai manfaatnya pada tahun yang bersangkutan (accrual basis).
k. Revenue and Expense Recognition Local sales are recognized when the goods are delivered to the customers, while export sales are recognized when the goods are shipped. Expenses are recognized when incurred.
l. Restrukturisasi Hutang Bermasalah Selisih lebih nilai tercatat pinjaman (termasuk bunga dan denda yang berhubungan) di atas jumlah pembayaran kas masa depan yang ditetapkan dalam persyaratan baru hutang dalam restrukturisasi hutang bermasalah langsung diakui sebagai keuntungan hasil restrukturisasi. Setelah restrukturisasi, jumlah pembayaran kas masa depan yang ditetapkan dalam persyaratan baru dikurangkan dari nilai tercatat hutang dan tidak ada beban bunga yang diakui hingga jatuh tempo hutang tersebut.
Jika nilai tercatat pinjaman kurang dari jumlah pembayaran kas masa depan yang ditetapkan dalam persyaratan baru hutang dalam restrukturisasi hutang bermasalah maka tidak ada keuntungan ataupun kerugian hasil restrukturisasi yang diakui.
l. Troubled Debt Restructuring
The excess of the carrying amount of the loan and related accounts (include related interest and penalty) over the total future cash payments specified by the new terms of the loan in a troubled debt restructuring is recognized immediately as restructuring gain. After the restructuring, all cash payments under the terms of the loan are deducted from the carrying amount of the loan and related accounts, and no interest expense is recognized on such loan until maturity.
If the carrying amount of the loan and related accounts is less than the total future cash payments specified by the new terms of the loan in a troubled debt restructuring, no restructuring gain or loss is recognized. After the restructuring,
- 16 - kerugian hasil restrukturisasi yang diakui.
Setelah restrukturisasi, beban bunga dihitung dengan menggunakan tingkat bunga efektif konstan dikalikan dengan nilai tercatat hutang pada awal setiap periode sampai dengan jatuh temponya.
Tingkat bunga efektif yang baru adalah sebesar ti ngkat diskonto yang dapat menyamakan nilai tunai jumlah pembayaran kas masa depan sebagaimana ditetapkan dalam persyaratan baru (tidak termasuk jumlah hutang kontinjen) dengan nilai tercatat pinjaman.
is recognized. After the restructuring, interest expense is computed by applying a constant effective interest rate to the carrying amount of the loan and related accounts at the beginning of each period until maturity. The new effective interest is the discounted rate which should equal the future cash payments as stated in the new requirement (without contingent liabilities) with carrying amount.
Penyelesaian hutang melalui pengalihan aktiva, selisih antara nilai tercatat hutang yang diselesaikan dengan nilai wajar aktiva diakui sebagai keuntungan yang timbul akibat restrukturisasi hutang. Perbedaan antara nilai wajar dan nilai tercatat aktiva yang dialihkan kepada kreditur dicatat sebagai keuntungan atau kerugian pengalihan aktiva.
Keuntungan atas restrukturisasi hutang setelah dikurangi dengan biaya -biaya terkait diakui sebagai pos luar biasa.
For settlement of loan through transfer of asset, the excess of the carrying amount of restructured debt over the fair value of the asset transferred is recognized immediately as debt restructuring gain.
The excess of fair value over the recorded amount of transferred asset is recognized as gain or loss on transferred asset.
Gain on debt restructuring after deduction of related expenses is recognized as extraordinary item.
m. Pajak penghasilan m. Income Tax
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku.
Current tax expense is determined based on the taxable income for the year computed using prevailing tax rates.
Aktiva dan kewajiban pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak periode mendatang yang timbul dari perbedaan jumlah tercatat aktiva dan kewajiban menurut laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak aktiva dan kewajiban.
Kewajiban pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dan aktiva pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh dikurangkan, sepanjang besar kemungkinan dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa datang.
Deferred tax assets and liabilities are recognized for the future tax consequences attributable to differences between the financial statement carrying amounts of existing assets and liabilities and their respective tax bases. Deferred tax liabilities are recognized for all taxable temporary differences and deferred tax assets a re recognized for deductible temporary differences to the extent that it is probable that taxable income will be available in future periods against which the deductible temporary differences can be utilized.
Pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah berlaku pada tanggal neraca. Pajak tangguhan dibebankan atau dikreditkan dalam laporan laba rugi, kecuali pajak tangguhan yang dibebankan atau dikreditkan langsung ke ekuitas.
Deferred tax is calculated at the tax rates that have been enacted or substantively enacted as of the balance sheet date.
Deferred tax is charged or credited in the statement of operations, except when it relates to items charged or credited directly to equity, in which case the deferred tax is also charged or credited directly to equity.
Aktiva dan kewajiban pajak tangguhan disajikan di neraca atas dasar
Deferred tax assets and liabilities are offset in the balance sheet, except if these
(Lanjutan)
disajikan di neraca atas dasar kompensasi, kecuali aktiva dan kewajiban pajak tangguhan untuk entitas yang berbeda, atas dasar kompensasi sesuai dengan penya jian aktiva dan kewajiban pajak kini.
offset in the balance sheet, except if these are for different legal entities, in the same manner the current tax assets and liabilities are presented.
n. Laba (Rugi) Per Saham
Laba (rugi) per saham dasar dihitung dengan membagi laba (rugi) bersih residual dengan jumlah rata -rata tertimbang saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan.
n. Earnings (Loss) Per Share
Basic earnings (loss) per share is computed by dividing net income (loss) by the weighted average number of shares outstanding during the year.
o. Informasi Segmen
Informasi segmen disusun sesuai dengan kebijakan akuntansi yang dianut dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasi. Bentuk primer pelaporan segmen adalah segmen usaha sedangkan segmen sekunder adalah segmen geografis.
o. Segment Information
Segment information is presented using the accounting policies adopted in preparing and presenting the consolidated financial statements. The primary format in reporting segment information is based on business segment, while the secondary segment information is based on geographical segment.
Segmen usaha adalah komponen perusahaan yang dapat dibedakan dalam menghasilkan produk atau jasa (baik produk atau jasa individual maupun kelompok produk atau jasa terkait) dan komponen itu memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan segmen lain.
Segmen geografis adalah komponen perusahaan yang dapat dibedakan dalam menghasilkan produk atau jasa pada lingkungan (wilayah) ekonomi tertentu dan komponen itu memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan pada komponen yang beroperasi pada lingkungan (wilayah) ekonomi lain.
A business segment is a distinguishable component of the Company that is engaged in providing product or service or a group of related products or services and that is subject to risks and returns that are different from those of other business segments.
Geographical segment is a distinguishable component of the Company that is engaged in providing products or services within a particular economic environment and that is subject to risks and returns that are different from those of components operating in other economic environments.
3. KAS DAN BANK 3. CASH ON HAND AND IN BANKS
- 18 -
2003 2002
Rp'000 Rp'000
Kas 1.142.066 1.094.407 Cash on hand
Bank Cash in banks
Rupiah Rupiah
Bank Central Asia 3.043.863 533.212 Bank Central Asia Bank Mandiri 2.221.450 1.009.751 Bank Mandiri Bank Negara Indonesia 379.748 57.916 Bank Negara Indonesia
Lain-lain (masing-masing Others (below Rp 30,000 thousand
dibawah Rp 30.000 ribu) 47.776 38.741 each)
Dollar Amerika Serikat United States Dollar
Citibank N.A. 6.034.578 2.011.388 Citibank N.A.
Sumitomo Niaga 1.434.651 36.972 Sumitomo Niaga
Bank Mandiri 1.300.709 5.875.809 Bank Mandiri
Australia dan New Zealand Bank 1.145.331 1.535.567 Australia and New Zealand Bank Standard Chartered Bank 599.233 774.757 Standard Chartered Bank Bank Internasional Indonesia 411.076 - Bank Internasional Indonesia
The Hongkong and Shanghai The Hongkong and Shanghai
Banking Corp. Ltd, Jakarta 397.179 1.418.189 Banking Corp. Ltd, Jakarta
Lain-lain (masing-masing Others (below Rp 350,000 thousand
dibawah Rp 350.000 ribu) 416.365 140.143 each)
Jumlah 18.574.025 14.526.852 Total
4. DEPOSITO BERJANGKA
Merupakan deposito berjangka pada Australia dan New Zealand Bank (ANZ Bank) dengan tingkat bunga 0,50% - 0,63% per tahun yang digunakan sebagai jaminan untuk pembukaan L/C impor dari ANZ Bank.
4. TIME DEPOSIT
This account represents a time deposit with Australia and New Zealand Bank (ANZ Bank) which are collateralized with ANZ Bank for letters of credit opened with interest at 0.50% - 0.63% per annum.
5. PIUTANG USAHA 5. TRADE ACCOUNTS RECEIVABLE
2003 2002
Rp'000 Rp'000
a. Berdasarkan Pelanggan a. By Debtor
Pihak yang mempunyai
hubungan istimewa Related parties
PT Argo Fajar Textile Industry 2.198.250 387.994 PT Argo Fajar Textile Industry PT Grand Textile Industry 106.072 1.029.403 PT Grand Textile Industry Lainnya (masing-masing dibawah
Rp 100.000 ribu) 60.708 142.108 Others (below Rp 100,000 thousand)
Jumlah 2.365.030 1.559.505 Total
Pihak ketiga Third parties
Pelanggan dalam negeri 32.281.293 33.808.021 Local debtors Pelanggan luar negeri 56.297.425 74.905.326 Foreign debtors
Jumlah 88.578.718 108.713.347 Total
Jumlah Piutang Usaha 90.943.748 110.272.852 Total Trade Accounts Receivable
b. Berdasarkan Umur (Hari) b. By Age Category
Belum jatuh tempo 60.177.374 57.904.353 Not yet due
Lewat jatuh tempo Past due
1 s/d 30 hari 19.836.788 38.903.684 1 - 30 days
31 s/d 60 hari 3.992.616 7.716.845 31 - 60 days
61 s/d 90 hari 726.222 1.866.668 61 - 90 days
91 s/d 120 hari 6.210.748 3.881.302 91 - 120 days
Jumlah 90.943.748 110.272.852 Total
c. Berdasarkan Mata Uang c. By Currency
Rupiah 1.706.190 366.034 Rupiah
Dollar Amerika Serikat 89.237.558 109.906.818 United States Dollar
Jumlah 90.943.748 110.272.852 Total
(Lanjutan)
Manajemen tidak mengadakan penyisihan piutang ragu-ragu terhadap piutang usaha karena manajemen berpendapat seluruh piutang tersebut dapat ditagih.
Management did not provide allowance for doubtful accounts on trade accounts receivable because management believes that all such receivables are collectible.
Manajemen juga berpendapat bahwa tidak terdapat risiko yang terkonsentrasi secara signifikan atas piutang.
Management also believes that there are no significant concentrations of credit risk in the receivables.
Piutang usaha dijadikan jaminan atas hutang bank jangka panjang (Catatan 17 dan 18).
Trade accounts receivable are pledged as collateral for long-term bank loans (see Notes 17 and 18).
6. PERSEDIAAN 6. INVENTORIES
2003 2002
Rp'000 Rp'000
Barang jadi 118.899.065 143.506.819 Finished goods Barang dalam perjalanan 43.894.709 74.422.012 Goods in transit Barang dalam proses 37.989.794 54.063.757 Goods in process
Bahan pembantu dan suku cadang 25.529.333 21.420.745 Indirect materials and spare parts
Bahan baku 17.272.555 44.211.657 Raw materials
Jumlah 243.585.456 337.624.990 Total
Berdasarkan penelaahan terhadap jenis -jenis persediaan pada akhir tahun, manajemen Perusahaan dan anak perusahaan berkeyakinan bahwa seluruh persediaan dapat digunakan dalam aktivitas normal sehingga tidak perlu mem buat penyisihan kerugian atas persediaan usang dan penurunan nilai persediaan.
Based on the review of the status of the individual inventory items at the end of the year, the Company and its subsidiaries’
management believe that all outstanding inventories are utilizable in the normal course of business, accordingly, no allowance for obsolescence and decline in value of inventories was recognized.
Semua persediaan di atas dijadikan sebagai jaminan atas hutang bank jangka panjang (Catatan 17 dan 18).
All of the above inventories are pledged as collateral for long-term bank loans (see Notes 17 and 18).
Pada tanggal 31 Desember 2003 dan 2002, seluruh persediaan telah diasuransikan kepada PT China Insurance Indonesia dan konsorsium yang dipimpin oleh PT Asuransi Tokio Marine Indonesia terhadap risiko kebakaran, pencurian dan risiko lainnya dengan jumlah pertanggungan sebesar US$
29.459.025 dan US$ 29.450.200. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas persediaan yang dipertanggungkan.
As of December 31, 2003 and 2002, all inventories are insured with PT China Insurance Indonesia and a consortium lead by PT Asuransi Tokio Marine Indonesia against fire, theft and other possible risks for US$
29,459,025 and US$ 29,450,200. Management believes that the insurance coverage is adequate to cover possible losses on the inventories insured.
7. UANG MUKA 7. ADVANCES
- 20 -
2003 2002
Rp'000 Rp'000
Pihak yang mempunyai hubungan
istimewa Related party
PT Kukuh Manunggal Fiber PT Kukuh Manunggal Fiber
Industries - 1.582.326 Industries
Pihak ketiga Third parties
Nam Fan Co., Hongkong 10.012.800 10.012.800 Nam Fan Co., Hongkong Rieter Textile System 2.872.672 - Rieter Textile System
Pertamina 69.493 2.991.788 Pertamina
Lainnya (masing-masing dibawah
Rp 2 milyar) 7.037.977 4.817.092 Others (below Rp 2 billion each)
Jumlah 19.992.942 19.404.006 Total
8. PAJAK DIBAYAR DI MUKA 8. PREPAID TAXES
2003 2002
Rp'000 Rp'000
Pajak penghasilan - pasal 28A
(Catatan 28) Income tax - article 28A (see Note 28)
Tahun 2003 4.695.100 - 2003
Tahun 2002 281.671 281.671 2002
Pajak pertambahan nilai 8.621.050 - Value added tax
Jumlah 13.597.821 281.671 Total
9. PIUTANG DAN HUTANG KEPADA PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA
9. ACCOUNTS RECEIVABLE FROM AND PAYABLE TO RELATED PARTIES
2003 2002
Rp'000 Rp'000
Piutang Accounts Receivable
PT Argo Beni Manunggal 571.634 432.281 PT Argo Beni Manunggal
PT Argo Fajar Textile Industry 54.184 80.714 PT Argo Fajar Textile Industry
Jumlah 625.818 512.995 Total
Hutang Account Payable
PT Bekasi Fajar Industrial Estate 272.676 356.596 PT Bekasi Fajar Industrial Estate
Piutang dan hutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa di atas terutama timbul dari biaya Perusahaan dan anak perusahaan yang dibayarkan terlebih dahulu oleh pihak yang mempunyai hubungan istimewa dan/atau sebaliknya. Piutang dan hutang tersebut tanpa bunga, jaminan dan jangka waktu pengembalian.
The accounts receivable from and paya ble to related parties above mainly represent advance payments of expenses by the Company and its subsidiaries on behalf of the related parties or vice versa. These accounts are not subject to interest, collateral and have no definite terms of repayment.
Jumlah biaya -biaya yang dibayar terlebih dahulu tersebut umumnya berkisar antara Rp 50.000 ribu sampai dengan Rp 100.000 ribu masing-masing untuk tahun 2003 dan 2002.
Total advance payments of expenses by the related parties ranged from Rp 50,000 thousand up to Rp 100,000 thousand in 2003 and 2002, respectively.
Berdasarkan penelaahan terhadap kondisi keuangan pihak yang mempunyai hubungan istimewa, manajemen berpendapat seluruh piutang tersebut dapat ditagih sehingga atas piutang kepada pihak tersebut tidak diadakan penyisihan piutang ragu-ragu.
Based on the review of the financial condition of the related parties, management believes that the receivables are fully collectible, thus no allowance for doubtful accounts was provided.