• Tidak ada hasil yang ditemukan

ERIN SEPTIYANA 213300416189 Pendidikan Agama

N/A
N/A
Tugas Makalah

Academic year: 2022

Membagikan "ERIN SEPTIYANA 213300416189 Pendidikan Agama"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

PERSPEKTIF DALAM MENUNAIKAN RUKUN ISLAM ZAKAT IBADAH HAJI DAN SHOLAT KEWAJIBAN HUKUM ISLAM

MAKALAH

Dalam matkul: Pendidikan Agama Dosen: Abu Bakar Ashiddiq, M.S.I.

ERIN SEPTIYANA NPM:213300416189

FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS NASIONAL

JAKARTA 2022

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat-Nya sehingga makalah ini dapat tersusun sampai dengan selesai. Tidak lupa kami mengucapkan terima kasih terhadap bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik pikiran maupun materinya.

Penulis sangat berharap semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi pembaca. Bahkan kami berharap lebih jauh lagi agar makalah ini bisa pembaca praktekkan dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi penulis sebagai penyusun merasa bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman. Untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Jakarta, 28 Mei 2022 Penyusun

ERIN SEPTIYANA

(3)

DAFTAR ISI

Lembar Judul ... i

Kata Pengantar... ii

Daftar Isi ... iii

A. Pendahuluan ... 1

B. pembahasan ... 5

1. Ibadah Haji Perpspektif Hukum Islam ... 5

2. Zakat ditinjau dari segi terminologi Islam ... 9

3. Kewjiban dalam menjalankan Ibadah Shalat ... 12

C. Kesimpulan ... 15

Referensi... 16

(4)

Makalah Pendidikan Agama Islam | 1 BAB I

PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

Zakat

Zakat merupakan salah satu kewajiban bagi umat Islam yang telah ditetapkan dalam Al- Qur’an, sunnah Nabi, Ijma’ para ulama. Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang selalu disebutkan sejajar dengan shalat. Inilah yang menunjukkan betapa pentingnya zakat dalam Islam. Bagi mereka yang mengingkari kewajiban zakat maka telah kafir, begitu juga mereka yang melarang adanya zakat secara paksa. Jika ada yang menentang adanya zakat harus di bunuh hingga mau melaksanakannya.1

Zakat bukanlah perihal baru dalam Islam bahkan telah lama disyariatkan pada masa Nabi terdahulu sebelum Nabi Muhammad. Zakat telah disyariatkan pada masa Nabi Musa, Ibrahim, Ishaq, Ya‟kub, Isma‟il, dan Nabi Isa. Prinsip zakat pada masa Nabi tersebut merupakan anjuran untuk menolong orang-orang miskin, fakir dan para kerabat yang bertujuan untuk mengharapkan keridhaan Allah semata. Pada masa ini zakat belum diformulasikan menjadi wajib, perintah wajib zakat terjadi pada masa Nabi Muhammad tepatnya pada tahun ke 9 Hijriah dan ada yang berpendapat sebelum Hijriah, ada juga yang berpendapat bahwa kewajiban zakat fitrah terjadi pada tahun ke2 Hijriah lebih dahulu dari pada zakat māl.

Para ulama membagi zakat pada dua bagian yaitu zakat fitrah dan zakat māl. Zakat fitrah merupakan zakat yang dikeluarkan oleh ummat muslim untuk mensucikan jiwa dan prosesnya dilakukan sebelum matahari terbenam pada akhir bulan Ramadhan. Sedangkan zakat māl merupakan zakat yang dikeluarkan dari sebagian harta kekayaan setelah mencapai batasan waktu tertentu yang telah

1 Abdul Al-Hamid Mahmud Al-Ba’ly, Ekonomi Zakat, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2006, hlm.2.

(5)

Makalah Pendidikan Agama Islam | 2 ditentukan dalam Islam. Selanjutnya diskursus kajian zakat māl terus berkembang yang semula cakupannya hanya beberapa jenis saja dan terus berkembang menjadi ragam jenis zakat māl. Para ulama mazhab telah sepakat bahwa yang termasuk kedalam zakat māl ada lima macam, yaitu; Pertama, emas dan perak; Kedua, perdagangan; Ketiga, pertanian; Keempat, hewan ternak; Kelima, barang tambang dan rikaz.2

Ibnu Qayyim al-Jauziyah membagi menjadi empat jenis yaitu, hewan ternak (unta, sapi dan kambing), buahbuahan, tanaman-tanaman, emas dan perak, sebagaimana yang terdapat dalam al-Quran dan al-Hadist. Sayyid Sabiq menyatakan bahwa harta yang wajib dizakati berupa emas, perak, buah-buahan, barang perdagangan, binatang ternak, barang tambang, barang temuan, hasil tanaman dan Wahbah Zuhaili menambahnya dengan satu jenis lagi yaitu kuda.

Sedangkan Ibnu Rusyd mengelompokkan zakat māl menjadi dua macam yaitu, zakat māl yang disepakati dan yang masih diperdebatkan. Adapun zakat māl yang di sepakati antara lain; Pertama, emas dan perak; Kedua, unta, sapi dan kambing;

Ketiga, kurma dan kismis; Keempat, gandum dan sya’īr, sedangkan yang masih diperdebatkan yaitu emas yang dijadikan perhiasan dan pakaian. Beberapa penjelasan tentang jenis zakat māl tersebut menunjukan bahwa zakat profesi tidak termasuk kedalam zakat. Akan tetapi, perkembangan zaman menuntut adanya perubahan dan pembaruan dalam hukum, karena dinilai konsep yang telah diterapkan pada era klasik belum menjawab permasalahan pada era-modernitas.

Oleh sebab itu, perlu adanya rekonstruksi dan penambahan hukum yang baru, yaitu yang lebih mengena dan relevan dengan kondisi sekarang ini, tidak menutup kemungkinan bahwa konsep zakat māl yang klasik akan bertambah dengan konsep zakat māl modern yang lebih relevan dengan kondisi sekarang ini.3 Seperti yang mencuat di kalangan masyarakat tentang zakat profesi yang sebelumnya tidak disebutkan didalam nash al-quran maupun hadis dan sekarang menjadi kajian yang menarik untuk di kaji. Dengan mencuatnya zakat profesi mengakibatkan pro dan kontra dikalangan umat muslim. Pihak yang mendukung adanya zakat profesi menganggap bahwa penghasilan dari profesi diwajibkan

2 Fakhruddin, Fiqh & Manajemen Zakat di Indonesia, UIN Malang Press, Malang, 2008, hlm.6

3 Sayyid Sabiq, Fiqh al-Sunnah, Jilid I, Dār al-Fath, Mesir, 1995, hlm.384

(6)

Makalah Pendidikan Agama Islam | 3 zakat karena bagian dari harta, sedangkan pihak yang tidak setuju menyatakan bahwa tidak adanya dalil yang jelas tentang kewajiban zakat profesi.

Kondisi yang seperti ini memberikan inspirasi kepada setiap muslim yang mampu untuk mensejahterakan saudara muslim yang mampu dapat dikatakan bahwa zakat bukan hanya sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah swt., atau sekedar masalah kewajiban semata akan tetapi zakat dapat memberi manfaat melalui zakat yang dikeluarkannya. Meskipun begitu, masih banyak umat Islam yang kurang bahkan tidak memahami tentang zakat, sehingga tidak sedikit masalah yang ditimbulkan tentang pembagian zakat dan pengumpulan zakat.

Sebagian orang mengeluarkan zakat tidak lebih dari sekedar menggugurkan kewajiban. Kurangnya pehamahaman tentang zakat ini juga yang menjadi penyebab, sebagian umat Islam merasa berat untuk mengeluarkan zakat, terutama zakat maal, disamping itu juga kurangnya pengetahuan tentang keutamaan- keutamaan zakat. Meninjau kembali dengan banyaknya polemik yang terjadi dalam persoalan zakat, khusunya pada zakat maal. Zakat maal adalah zakat pembersihan harta yang di keluarkan apabila sudah sampai nisab dan haul. Zakat maal juga mempunyai fungsi dalam kehidupan. Pertama, zakat maal merupakan pembersihan harta. Kedua, pemberantasan kemiskinan. Ketiga, pembagian rezeki sesama muslim, dan yang ke empat, bantuan usaha sesama muslim.

Ibadah Haji

Haji menduduki peringkat pertama dari segi daya tariknya terhadap minat masyarakat muslim untuk mengerjakannya. Seorang muslim yang baik pasti bercita-cita untuk menunaikan ibadah haji. Pada sebagian masyarakat, ada yang memprioritaskan pelaksanaan ibadah haji sebelum mereka menata kehidupan ekonomi dan keluarga. Tetapi kebanyakan masyarakat menata dulu kehidupan ekonomi dan keluarga, barulah mereka mempersiapkan diri menunaikan ibadah haji. Oleh sebab yang kedua ini, banyak jamaah haji yang sudah tua umurnya.

Namun yang jelas, ada semacam kebanggaan tersendiri bagi mereka yang telah kembali dari tanah suci menunaikan rukun Islam yang kelima itu. Kebanggaan itu diwujudkan mereka yang laki-laki dengan mengenakan acsesoris haji seperti peci

(7)

Makalah Pendidikan Agama Islam | 4 putih, sorban, dan gamis, dan mukena dan baju kurung panjang warna putih bagi perempuan. 4

Sebutan pak haji dan bu hajjah yang diberikan oleh masyarakat kepada mereka menjadi pelengkap kebanggaan itu. Mereka merasa bahwa dirinya setingkat lebih tinggi dari mereka yang belum berhaji. Sehingga, dalam perhelatan atau jamuan, mereka didaulat oleh masyarakat untuk duduk di barisan depan sejajar dengan pejabat dan tokoh masyarakat. Demikian selintas keadaan yang dialami oleh warga masyarakat yang bertitel haji. Ada perhormatan masyarakat terhadap mereka. Ketika sebelum haji mereka dianggap warga masyarakat biasa, tetapi setelah berhaji mereka diperlakukan lebih istimewa. Barangkali inilah di antara yang menjadi daya tarik haji itu. Kendati bukan sepenuhnya hal-hal yang demikian itu yang memotivasi seseorang menunaikan haji, tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa sebagian jamaah haji tertarik kepada keadaan seperti itu.

Demikian menariknya ibadah haji itu bagi masyarakat muslim, sehingga tidak heran jika waiting list (daftar tunggu) calon jamaah haji setiap propinsi di Indonesia demikian lama, ada yang mencapai 15 tahun, bahkan lebih. Tulisan ini akan mengelaborasi aspek-aspek yang berkenaan dengan ibadah haji agar ibadah yang sangat agung ini tidak disalahmengerti oleh masyarakat,lebih-lebih kalangan masyarakat perguruan tinggi Adapun tentang kewajiban haji ini para ulama sepakat hanya sekali dalam seumur hidup. Kesepakatan itu didasarkan kepada hadis Rasulullah saw.

Ibadah Sholat

Perkataan “Shalat” dalam pengertian bahasa Arab berarti „doa‟.5 Sebagaimana tertera di dalam firman Allah Swt surah At-Taubah: 103 yang artinya “Berdo‟alah untuk mereka. Sesungguhnya, doamu itu (menumbuhkan) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.

Kedudukan shalat dalam Islam merupakan kewajiban utama yang harus dilakukan oleh setiap umat Islam yang ada di berbagai belahan dunia. Oleh sebab

4 Abd al-Salam, Izz al-Din ibn, Qawa’id al-Ahkam fi Mashalih al-Anam, Dar al-Kutub alIlmiyah, Beirut, 1999,hlm.45

(8)

Makalah Pendidikan Agama Islam | 5 itu wajib atas orang tua harus mengetahui bahwa membiasakan anak shalat adalah tujuan hidup dalam pendidikan keimanan anak-anak. Masa kanak-kanak bukanlah taklif (pembebanan syari‟at), akan tetapi itu adalah masa persiapan, pelatihan dan pembiasaan untuk sampai kepada masa taklif ketika mereka sampai pada usia baligh, sehingga mudah bagi mereka untuk menunaikan kewajiban-kewajiban agama mereka.

Shalat jama‟ah merupakan salah satu syi‟ar Islam yang harus senantiasa ditegakkan oleh umat Islam. Begitu pentingnya shalat berjama‟ah ini, sampaisampai Rasulullah saw tidak mengizinkan Abdullah Ibnu Ummi Maktum, seorang sahabat tunanetra untuk tidak shalat berjama‟ah. Nabi juga pernah mengancam orang-orang yang tidak mau melaksanakan shalat jama‟ah untuk membakar rumah-rumah mereka. 5Di samping syi‟ar Islam, shalat berjama‟ah juga menjadi tali pengikat di antara umat Islam. Melalui shalat berjama‟ah di masjid, setiap hari kaum muslimin bertemu dan memberikan salam satu dengan yang lain.6

Dengan demikian terjalinlah hubungan yang harmonis di antara umat Islam. Inisiatif Walikota ini berangkat dari keprihatinan beliau akan kondisi masjid-masjid, utamanya masjid Akbar Taqwa, yang sepi jama‟ah. Masjid seharusnya yang menjadi pusat kegiatan umat Islam, akhir-akhir ini kondisinya sangat paradoks. Umat Islam sudah terlalu lama meninggalkan masjid dan lebih suka pergi ke tempattempat rekreasi dan tempat-tempat hiburan. Umat Islam tidak lagi merasa betah berada di masjid, padahal, masjid adalah tempat yang paling suci di muka bumi ini.7

Orang tua wajib menyuruh kepada anak-anaknya untuk mengerjakan shalat. Sebagaimana firman Allah Swt dalam surat Thoha: ayat132 yang artinya:

8“Dan perintahkanlah keluargamu melaksanakan shalat dan sabar dalam mengerjakannya”. Demikian juga hadis Nabi Saw yang berbunyi:

5 Ghani, Muhammad Ilyas Abdul, Sejarah Mekkah, Al-Rasheed Printers, Mekkah, 2004, hlm.87

6 Abou El Fadl, Khaled M. Atas Nama Tuhan, Serambi, Jakarta, 2003,hlm.87

7 Hamidy, H. Zainuddin, dkk. Terjemah Shahih Bukhari, Jilid II, Wijaya, Jakarta, 2006, hlm.34

8 TM Hasbi Ash-Shiddieqy, Pedoman Shalat, Bulan Bintang, Jakarta, 1951, hlm.81.

(9)

Makalah Pendidikan Agama Islam | 6

“Diceritakan kepada kami Muhammad bin Isa yakni Ibnu Thoba‟i diceritakan kepada kami Ibrahim bin Sa‟din dari „Abdul Malik bin Rabi‟ bin Sabrah dari ayahnya, dari kakeknya bersabda Rasulullah Saw: “Perintahkanlah anak-anak kalian untuk mengerjakan shalat ketika mereka berusia tujuh tahun, dan apabila sampai sepuluh tahun, maka pukullah ia jka sampai mengabaikannya. (H.R. Abu Daud).

Sehubungan dengan hakikat pendidikan yang meliputi penyelamatan fitrah Islamiah anak, perkembangan potensi pikir anak, potensi rasa, potensi kerja, dan sebagainya tentu tidak semua keluarga mampu menanganinya secara keseluruhan mengingat berbagai keterbatasan yang dimiliki orang tua misalnya keterbatasan waktu, keterbatasan ilmu pengetahuan, dan keterbatasan lainnya. Pembinaan ketrampilan shalat sangat penting bagi anak, karena shalat yang benar akan menjadikan anak yang shaleh dan terjaga dari perbuatan keji dan mungkar.

Pembinaan shalat yang benar terhadap anak sangat berpengaruh bagi anak hingga dewasa, jika hal ini tidak diperhatikan, maka praktek shalat yang salah akan selalu dilaksanakan oleh anak. Akibatnya anak selalu dalam kesalahan dalam melaksanakan shalat.

B. PEMBAHASAN

1. Ibadah Haji Perpspektif Hukum Islam

Dari segi ubudiyah, ibadah haji merupakan cara yang efektif bagi orang muslim untuk mensucikan diri dan bertaqarub kepada Allah. Seorang yang tengah mengerjakan ibadah haji, ia merasakan ketenangan batin dan kenikmatan spritual yang sangat besar.9 Pengalamannya mengerjakan ibadah haji di tanah suci dengan gerakan-gerakan manasik haji, serta ziarah ruhani ke tempat-tempat bersejarah bagi perkembangan agama Allah, akan sangat berbekas dalam diri seseorang, dan

9 Lottop Stoddard, Dunia Baru Islam, terjemahan, Wijaya, Jakarta, 1978, hlm.47

(10)

Makalah Pendidikan Agama Islam | 7 menimbulkan rasa kagum kepada Sang Pencipta. Ketika di Masjidil Haram, mereka menyaksikan Ka’bah Baitullah, mereka melakukan thawaf tujuh keliling, bahkan di antaranya bisa mencium hajar aswad yang ada di dinding Ka’bah itu.

Mereka memohon rahmat Allah, berdoa di Multazam, tempat yang sangat mustajab. Mereka juga melakukan amalan-amalan lain yang dulu dikerjakan oleh Rasulullah Muhammad saw.

Kesemuannya itu menimbulkan rasa haru yang sangat mendalam, menghilangkan rasa kesombongannya, luluh bersimpuh di hadapan Tuhan Rabbul Jalil. Pada saat itulah seorang hamba merasakan dirinya sangat hina dan tak berdaya di hadapan Sang Khalik Yang Maha Perkasa. Inilah suasana kebatinan atau pengalaman ruhani yang sangat berkesan yang hanya bisa dinikmati oleh mereka yang mengerjakan ibadah haji dengan khusuk dan mengharap redla Allah SWT. Dalam suasana seperti ini seorang hamba berada sangat dekat dengan Tuhannya.10 Dalam suasana batin yang bening seperti itu, seorang hamba memohon ampunan atas segala dosa dan kesalahannya masa lampau, berjanji untuk menjadi hamba yang patuh dan taat kepada Allah, memasrahkan semua yang ada padanya untuk mengabdi kepada Allah, berharap agar Allah mengampuni semua dosa dan kesalahannya.

"Dari Abu Hurairah, katanya ia mendengar Rasulullah saw. bersabda : "Barang siapa mengerjakan haji semata-mata karena Allah, tidak berbuat keji dan tidak melakukan perbuatan jahat, maka orang itu bersih kembali seperti ketika ia dilahirkan oleh ibunya" (HR. Al-Bukhari)

Dari berbagai peran sukses yang telah diperagakan oleh Ibrahim, Hajar dan Ismail dalam semua dimensi kehidupan, sebagai 'abid atau hamba Allah, sebagai utusan Allah, sebagai khalifah fil ardh, mengandung pesan-pesan moral yang sangat tinggi yang kiranya patut dikenang untuk dijadikan suri teladan manusia sepanjang masa. Nilai–nilai kehidupan seperti itulah yang hendaknya

10 Aqib Suminto, Politik Islam Hindia Belanda, LP3ES, Jakarta, 1984, hlm.96.

(11)

Makalah Pendidikan Agama Islam | 8 dihayati dan diresapi serta kemudian dipraktikkan dalam kehidupan pribadi, kehidupan keluarga, dan kehidupan bermasyarakat sepulang dari menunaikan ibadah haji.

Orang yang menghidupkan kembali dan mempraktikkan secara paripurna seluruh jejak langkah Nabi Ibrahim itu adalah Nabi Muhammad saw., keturunan Nabi Ibrahim dari garis Ismail. Rekonstruksi millat Ibrahim secara mini dan simple telah diperagakan oleh Nabi Muhammad dalam bentuk manasik haji.

Rasulullah memerintahkan umat Islam untuk mengikuti tatacara pelaksanaan haji sebagaimana yang telah diajarkan beliau dalam sebuah hadis : " Ambillah dariku tatacara manasik hajimu"

Dari segi sosial budaya, maka ibadah haji yang merupakan muktamar umat manusia sedunia dapat dijadikan sebagai ajang tukar-menukar informasi tentang keadaan umat Islam di negeri masing-masing. Ibadah haji dapat dijadikan sarana memperkokoh persautuan umat Islam sedunia. Dalam melaksanakan ibadah haji.

meraka melakukan gerakan yang sama secara bersama-sama dengan niat dan tujuan yang sama pula. Meskipun mereka berasal dari negeri yang berbeda-beda, suku bangsa, bahasa dan budaya yang bermacam-macam, serta status sosial yang berbeda pula, namun kesemuanya itu tidak bisa dijadikan alasan bagi dirinya untuk merasa lebih mulia dari yang lain. Karena itu, nuansa yang paling kelihatan dalam ibadah haji adalah dimensi vertikal. Semua sama di hadapan Allah, kesamaan itu dilambangkan dengan pakaian ihram yang dikenakan oleh setiap jamaah haji. Pakaian ihram ini mendidik manusia untuk selalu ingat bahwa dirinya suatu saat akan dikafani dengan kain putih yang sedang dipakainya itu.

Tidak ada embel-embel apapun dalam diri manusia di hadapan Tuhan. Mereka semua dalam keadaan telanjang, hanya selembar kain putih tanpa dijahit sebagai pembalut tubuhnya tanpa asesoris dan simbol-simbol kebesaran sebagaimana layaknya yang ada dalam masyarakat.

Pesan moral yang akan ditanamkan lewat ibadah haji itu adalah hendaknya manusia menyadari bahwa kehidupan manusia di dunia itu dipenuhi dengan berbagai "pakaian" baik berupa jabatan, kedudukan, harta dan perhiasan, yang

(12)

Makalah Pendidikan Agama Islam | 9 kesemuanya itu membungkus hakekat dan kesejatian diri manusia.11 Maka melalui pakaian, gerakan, dan ucapan yang sama pada saat manusia melakukan ibadah haji diharapkan tumbuh kesadaran bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu tidak selamanya, penuh dengan kepalsuan,hanya permainan atau panggung sandiwara, di mana suatu saat jika perannya sudah habis, maka layar pun akan digulung dan manusia kembali ke asalnya, Allah SWT.

Jadi, ibadah haji itu sesungguhnya menyadarkan manusia tentang apa sebenarnya misi dan eksistensi hidup di dunia ini. Karena itu, tepatlan jika Nabi menyabdakan sebagaimana telah penulis sebutkan pada uraian terdahulu, bahwa seorang yang telah pulang dari menunaikan ibadah haji dan umrah itu ibarat bayi, segala dosanya diampuni, dan ia ibarat dilahirkan kembali. Karena itu, sepulang dari menunaikan ibadah haji, orang akan berpandangan yang serba baru tentang dunia ini, tentang harta, keluarga dan segala yang ia miliki. Dia akan memandang bahwa segala yang ada padanya tidak akan ada artinya kecuali jika hal itu disadari sebagai titipan Allah, dan hanya akan memberi manfaat secara hakiki apabila digunakan sepenuhnya untuk kepentingan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

2. Zakat ditinjau dari segi terminologi Islam

Zakat merupakan manifestasi dari kegotongroyongan antara orang kaya dengan fakir miskin. Pemberdayaan zakat merupakan perlindungan bagi masyarakat dari bencana kemasyarakatan, yaitu kemiskinan, kelemahan baik fisik maupun mental. Lembaga “zakat” merupakan sarana distribusi kekayaan didalam ajaran Islam yang merupakan kewajiban kolektif perekonomian umat Islam. Zakat merupakan komitmen seorang muslim dalam bidang social-ekonomi yang tidak terhindarkan untuk memenuhi kebutuhan pokok bagi semua orang, tanpa harus meletakkan beban pada kas negara semata. Sesuai dengan tuntutan Undang- undang RI Nomor 38 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Zakat, bahwa pengelolaan zakat dilakukan oleh Badan Amil Zakat, baik tingkat nasional maupun tingkat daerah. Pemerintah tidak melakukan pengelolaan zakat, tetapi berfungsi sebagai fasilitator, koordinator, motivator dan regulator bagi pengelolaan zakat yang

11 Komaruddin Hidayat, Haji dan Solidaritas Sosial, dalam Kehampaan Spiritual Masyarakat Modern, Mediacita, Jakarta, 2000, hlm. 426

(13)

Makalah Pendidikan Agama Islam | 10 dilakukan oleh Badan Amil Zakat. Zakat sebagai rukun Islam merupakan kewajiban setiap muslim yang mampu untuk membayarnya dan diperuntukkan bagi mereka yang berhak menerimanya. Dengan pengelola yang baik, zakat merupakan sumber dana potensial yang dapat dimanfaatkan untuk memajukan kesejahteraan umum bagi seluruh masyarakat. Agar menjadi sumber dana yang dapat dimanfaatkan bagi kesejahteraan masyarakat terutama untuk mengentaskan masyarakat dari kemiskinan dan menghilangkan kesenjangan sosial, perlu adanya pengelolaan zakat secara professional dan bertanggung jawab yang dilakukan oleh masyarakat bersama pemerintah. Dalam hal ini pemerintah berkewajiban memberikan perlindungan, pembinaan dan pelayanan kepada muzakk, mustahiq, dan pengelola zakat.

Perkebangan zakat pada era-modern terus bervariasi, sehingga keluar beberapa fatwah tentang ragam zakat mal, seperti, zakat profesi, saham, obligasi, properti dan sebagainya. Zakat profesi merupakan hal yang baru dalam kategori zakat dan banyak mendatangkan perdebatan terkait dengan hukumnya. Zakat profesi muncul sekitar abad ke-20 yang digagas oleh Yusuf al-Qardhawi dalam kitabnya Fiqh Al-Zakah yang diterbitkan pertama kali pada tahun 1969. Pada tahun 2000 konsep zakat profesi merebak ke Indonesia sehingga mengakibatkan perkembangan konsep zakat di Indonesia, hal ini dapat kita lihat dalam Fatwa MUI Nomor 3 Tahun 2003 Tentang Zakat Penghasilan yang mengadopsi pendapat Yusuf al-Qadhawi.12 Legitimasi zakat dalam al-Quran telah disebutkan sebanyak 72 kali dengan ragam sturkur bahasa ada yang berbentuk fi’il madhi, mudhāri’, masdar dan ada juga disebutkan dengan lafal shadaqah13 yang didefinisikan oleh para ulama sebagai zakat. Kebanyakan zakat disebutkan dalam al-Quran bergandengan dengan perintah ibadah shalat, ini menunjukan bahwa zakat merupakan perintah penting yang kewajibannya sama dengan shalat, sehingga oleh para ulama memasukaan zakat kedalam rukun Islam yang ke-3.

Masuknya zakat ke dalam rukun Islam menegaskan kembali bahwa keislaman seseorang tidaklah lengkap apabila tidak menunaikan zakat. Secara terminologi zakat merupakan harta yang telah diwajibkan untuk diambil dan diberikan kepada

12 Fuad Riyadi, Kontroversi Zakat Profesi Pesrpektif Ulama Kontemporer, dalam Jurnal Zakat dan Wakaf (ZISWAF) , Vol. 2, No. 1, Juni 2015

(14)

Makalah Pendidikan Agama Islam | 11 yang berhak menerimannya dengan ketentuan yang telah ditentukan dalam Islam18 sebagaimana yang telah dijelaskan dalam QS. At-Taubah 9: 103.

Artinya: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka.

Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Zakat merupakan salah satu prinsip sosial Islam yang bertujuan untuk membangun kesejahteraan ekonomi dalam memenuhi kebutuhan hidup. Selain itu, zakat diperintahkan tidak lain untuk mensucikan harta dan jiwa dari apa yang telah diperbuat dan diperoleh selama hidupnya. Eksistensi zakat menegaskan bahwa pengeluaran zakat merupakan kewajiban bagi setiap individu memiliki kelebihan hartanya “aghniyā” untuk dikeluarkan dan didistribusikan berdasarkan ketentuan yang telah berlaku.

Zakat Profesi dari sudut pandang hifzh al-nafs memiliki korelasi yang erat.

Hifzh al-nafs dalam konteks zakat profesi akan menjadikan jiwa muzakki menjadi tenang dan bahagia karena telah menunaikan kewajiban dan dapat membantu orang lain yang berhakmenerima zakat, karena secara psikologis orang yang membagikan hartanya akan lebih tenang dan tentram karena telah mengurangi kekurangan orang lain, sama halnya ketika seorang ayah membelikan mainan kepada anaknya dan anaknya merasa senang dan bahagia.13 Maka, yang dirasakan seorang ayah adalah kebahagian jiwa karena merasa telah memenuhi kebutuhan dan menunaikan tanggung jawabnya sebagai seorang ayah, begitu juga dengan zakat profesi. Dengan adanya zakat profesi. Maka, akan semakin membantu ekonomi bagi masyarakat miskin dan fakir sehingga tidak terjadinya kelaparan dan kekurangan asupan makanan, dalam konteks ini hifzh al-nafs tergolong kedalam tingkatan daruriyat, seperti pensyari‟atan kewajiban memenuhi kebutuhan pokok berupa makanan untuk mempertahankan hidup. Jika kebutuhan pokok itu di abaikan maka akan berakibat terancamnya eksistensi jiwa manusia.

13 Syarifuddin, Amir. Pembaharuan Pemikiran Dalam Hukum Islam, Logos, Jakarta, 1987, hlm.130

(15)

Makalah Pendidikan Agama Islam | 12 Dilihat dari segi kepentingannya memlihara dapat dibedakan menjadi tiga bagian:

Pertama, Memelihara harta dalam tingkatan daruriyyat, seperti pensyari‟atan aturan kepemilikan harta dan larangan mengambil harta orang lain dengan cara ilegal. Apabila aturan itu dilanggar maka akan berakibat terancamnya eksistensi harta; kedua, Memelihara harta dalam tingkatan hajiyyat, seperti disyari‟atkannya jual beli dengan cara salam. Apabila cara ini tidak dipakai maka tidak akam mengancam eksistensi harta melainkan hanya akan mempersulit seseorang yang memerlukan modal; ketiga, Memelihara harta dalam tingkatan tahsiniyyat, seperti adanya ketentuan agar menghindarkan diri dari penipuan. Karena hal itu berkaitan dengan moral atau etika dalam bermuamalah atau etika bisnis. Hal ini juga kan berpengaruh kepada keabsahan jual beli tersebut, sebab aqad tingkatan ketiga ini juga merupakan syarat adanya tingkatan kedua dan pertama.

Tujuan pengelolaan zakat adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam penunaian dan dalam pelayanan ibadah zakat, meningkatkan fungsi dan peranan pranata keagamaan dalam upaya perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan agar menjadi pedoman bagi muzakki dan mustahiq, baik perseorangan maupun badan hukum dan/atau badan usaha. Dengan demikian, maka harapan peneliti dengan adanya sistem yang mengatur masalah pengelolaan zakat, maka diharapkan dapat meningkatkan pengelolaan zakat itu sendiri sehingga dapat berdaya dan berhasil guna untuk kesejahteraan masyarakat muslim diseluruh dunia.

3. Kewjiban dalam menjalankan Ibadah Shalat

Shalat adalah pendakian orang-orang beriman serta doa orang-orang shaleh. Shalat memungkinkan akal terhubung secara langsung dengan sang Pencipta, menghindarkan seluruh kepentingan personal dengan material. Hal itu menyelamatkan diri dengan menghancurkan depresi serta menghapus kegelisahan.

Shalat adalah media terbesar untuk menghubungkan seorang hamba dengan Tuhannya. Shalat juga menjadi wasilah (perantara) yang sangat penting untuk membentuk tameng agama bagi seorang anak.

(16)

Makalah Pendidikan Agama Islam | 13 Kewajiban shalat banyak tertera dalam Al-Qur‟an dan Hadis Nabi Saw, kewajiban shalat terhadap umat muslim sudah tidak diragukan lagi, shalat perintah langsung dari Allah Swt kepada Nabi Muhammad Saw. Shalat juga termasuk dalam ibadah Mahdhah, ibadah yang berhubungan dengan Allah Swt. Dalil-dalil tentang kewajiban shalat diantaranya Firman Allah Swt dalam Al-Qur‟an dalam Surat Al-Baqarah: 43, Al-Ankabut: 45, Al-Baqarah : 238 dan An-Nisaa‟: 103.

Dan hadits Rasulullah Saw tentang kewajiban orang tua menyuruh anak-anaknya untuk mengerjakan shalat. Perintah shalat oleh Rasulullah Saw mulai ditanamkan ke dalam hati jiwa anak-anak sejak mereka kecil, sebagaimana dijelaskan di dalam hadis berikut ini, Sabda Rasulullah Saw.

“Diceritakan kepada kami Muhammad bin Isa yakni Ibnu Thoba‟i diceritakan kepada kami Ibrahim bin Sa‟din dari „Abdul Malik bin Rabi‟ bin Sabrah dari ayahnya, dari kakeknya bersabda Rasulullah Saw: “Perintahkanlah anak-anak kalian untuk mengerjakan shalat ketika mereka berusia tujuh tahun, dan apabila sampai sepuluh tahun, maka pukullah ia jka sampai mengabaikannya.”

(H.R. Abu Daud).

Untuk memahami pengertian Hukum Islam, perlu diketahui lebih dahulu kat “hukum” dalam bahasa Indonesia, kemudian pengertian hukum itu disandarkan kepada kat “Islam”. Ada kesulitan dalam memberikan definisi kepada kata “hukum” karena setiap definisi akan menemukan titik lemah. Karena itu untuk memudahkan memahami pengertian hukum, berikut ini akan diketengahkan definisi hukum secara sederhana, yaitu: “Seperangkat peraturan tentang tingkah laku manusiayang dibuat sekelompok masyarakat; disusun orang-orang yang diberi wewenang oleh masyarakat itu; berlaku dan mengikat untuk seluruh anggotanya”. Definisi ini tentunya masih mengandung kelemahan, namun dapat memberikan pengertian yang mudah dipahami. Bila kata “hukum” menurut definisi ditas dihubungkan kepada “Islam” atau “syara‟” maka “Hukum Islam”

akan berarti: “Seperangkat peraturan berdasarkan wahyu Allah dan Sunnah Rasul

(17)

Makalah Pendidikan Agama Islam | 14 tentang tingkah laku mukallaf yang diakui diyakini dan mengikat untuk semua yang beragama Islam”. 14

Hubungan timbal balik seperti ini juga terjadi dalam ranah hukum. Dalam Hukum Islam dikenal adanya perubahan hukum (taghayyur al-ahkam) sebagai akibat adanya interaksi beberapa variabel (faktor) dalam masyarakat. Masyarakat, seperti diketahui, adalah entitas yang selalu berubah. Perubahan masyarakat meniscayakan perubahan berbagai pranata yang hidup di dalamnya, termasuk pranata hukum. Hukum, sebagai salah satu pranata yang ada dalam masyarakat dapat mengalami perubahan akibat perubahan masyarakat. Justru ketika hukum Islam kaku dan statis, ia akan kehilangan fungsinya sebagai pengatur dan pengontrol perilakau manusia.

Jika fungsi ini gagal dilaksanakan oleh hukum Islam, akan terjadi kekacauan hukum yang dapat berdampak pada ketidaktertiban dalam masyarakat.

Menurut penelitian para ulama (Ushuliyun, fuqaha), setidaknya ada lima faktor yang dapat mempengaruhi perubahan hukum Islam, yaitu waktu, tempat, situasi- kondisi, tujuan dan adat-istiadat. Suatu pemikiran tentang hukum Islam (fiqh) dikonstruk oleh pemikirnya melalui proses interaksi dan sedimentasi dari kesadaran yang hidup dalam masyarakat dalam bingkai ruang dan waktu. Tidak ada satu produk fiqh pun yang murni lahir dari ideide tanpa dikonsultasikan dengan faktor-faktor di atas. Ide-ide itu harus memiliki kaitan yang fungsional dengan realitas yang hidup dalam masyarakat. Karena itu kelima faktor di atas tak dapat dipisahkan dari setiap upaya konstrusirekonstruksi fiqh. Sebab, fungsi fiqh adalah melayani kemaslahatan umat dalam mengupayakan kesejahteraan di dunia dan akhirat. 15

Shalat jama‟ah terdiri dari dua kata, yaitu kata “shalat” dan kata

“jama‟ah”. Pengertian shalat secara bahasa adalah do‟a, sedangkan menurut istilah syara‟ adalah beberapa berkataan dan perbuatan yang dimulai atau dibuka dengan takbir dan ditutup atau diakhiri dengan salam. Jasma‟ah secara bahasa

14 Arikunto, Suharsimi, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Rineka Cipta, Jakarta, 2010,hlm.65

15 Ash Shiddieqy, Hasbi, Muhammad, Pengantar Hukum Islam, Pustaka Rizki Putra, Semarang, 1997, hlm.54

(18)

Makalah Pendidikan Agama Islam | 15 berarti bersama-sama, sedangkan menurut istilah adalah hubungan yang terjadi antara shalat imam dan ma`mum.16

Dalam hadis di atas terdapat prinsip yang sangat mendasar dalam memberi pengaruh kepada jiwa yaitu tahapan dalam mendidik dan merubah anak.

Perubahan tidak bisa dilakukan sekaligus dalam salah satu waktu karena tahapan ada waktu yang tepat. Apalagi tingkat kematangan berfikir anak belum sempurna.

Demikian pula dengan shalat yang merupakan tiang agama, ada tiga tahapan yang terkandung dalam hadis, melalui tiga tahapan ini dapat membiasakan anak melakukan shalat. Adapun tiga tahapan itu yaitu: Tahapan pertama adalah memerintah kepada anak untuk shalat. Ini adalah masa pertumbuhan kesadaran anak hingga umur tujuh tahun. Pada masa ini anak gemar melihat dan meniru.

Tahapan kedua ialah mendidik tata cara shalat anak. Pada periode ini masuk ketika anak berumur antara tujuh hingga sepuluh tahun, maka pengarahan dan bimbingan kepada anak tentang cara shalat dari mulai rukunnya, syaratnya, waktuya dan hal-hal yang merusak shalatnya, yang seperti ini harus sudah di ajarkan. Tahapan ketiga ini yaitu memukul anak karena tidak shalat. Maksud memukul disini bukan memukul menyiksa, tetapi memukul mendidik, memukul pada anggota tertentu. Tahapan ini dimulai semenjak anak berumur sepuluh tahun, ketika anak mulai teledor, sembrono atau malas dalam menunaikan shalat. orang tua atau pendidik boleh memukul anak sebagai bentuk pemberian sanksi kepada anak yang teledor menunaikan perintah Allah Swt dan bersikap zhalim terhadap dirinya karena mengikuti jalan setan.

C. KESIMPULAN

Ibadah haji sebagai rukun Islam kelima. Ia merupakan puncak kepasrahan hamba kepada Rab-nya. Berat. Tidak semua orang bisa mengerjakannya. Lebih jauh lagi tidak setiap jamaah haji bisa memeroleh martabat haji mabrur. Maka tidak heran jika Nabi mengatakan bahwa hanya surgalah balasan yang layak bagi orang yang memperoleh predikat haji mabrur. Dalam kehidupan masyarakat yang kadangkadang tidak islami ini predikat haji mabrur akan diuji. Bukan hanya ketika berada di tanah suci. Tidak semua jamaah haji mampu mempertahankan

16 Ash Shiddieqy, Hasbi, Falsafah Hukum Islam, Bulan Bintang, Jakarta, 1993, hlm.90

(19)

Makalah Pendidikan Agama Islam | 16 eksistensi kemabrurannya. Bahkan, fenomena yang terjadi dalam masyarakat kita belum mencerminkan keadaan ideal. Kehidupan ruhani yang suci para jamaah haji sekembali dari tanah suci belum bisa bertahan lama. Untuk itu perlu upaya pembinaan serius dan terus menerus agar nilai-nilai ruhani ibadah haji bisa lestari dalam sanubari jamaah haji. Insya Allah.

Dalam kilasan sejarah kita mengetahui bahwa tujuan utama diutusnya Rasul adalah untuk merubah akhlak manusia yang pada saat itu bersifat arogan, dhalim, kikir dan enggan berbagi harta satu sama lain. Pada masa abu Bakar juga pernah terjadi ketika para sahabat enggan membayar zakat yang telah diwajibkan, lalu sahabat Abu Bakar memerintahkan untuk memerangi orang yang tidak mau menunaikan zakat, konon lagi zakat harta profesi. Oleh karena ini, wajar saja tidak ada zakat profesi pada masa itu.

Program shalat jama‟ah berhadiah itu dapat mempengaruhi niat atau tujuan apabila, pandangan hukum Islam terhadap program shalat jama‟ah berhadiah itu dihubungkan dengan pelaku shalat jama‟ah berhadiah. Dengan demikian, pandangan hukum Islam terhadap program shalat jama‟ah berhadiah di Kota Bengkulu itu ada dua pandanga Hukumnya mubah (boleh), apabila program shalat jama‟ah berhadiah tidak akan mempengaruhi niat pelaku shalat jama‟ah berhadiah karena Allah Ta‟ala. Dengan demikian, hukum shalatnya tetap sah (tidak rusak) dan terlepas dari kewajiban. Hukumnya haram (terlarang), apabila program shalat jama‟ah berhadiah mempengaruhi niat pelaku shalat jama‟ah brhadiah, sehingga niat karena hadia atau karena Allah dan hadiah maka pelaku shalat jama‟ah berhadiah batal (rusak) shalatnya dan belum terlepas kewajibannya.

(20)

Makalah Pendidikan Agama Islam | 17 Referensi

Fakhruddin, Fiqh & Manajemen Zakat di Indonesia, UIN Malang Press, Malang, 2008.

Sayyid Sabiq, Fiqh al-Sunnah, Jilid I, Dār al-Fath, Mesir, 1995.

Abd al-Salam, Izz al-Din ibn, Qawa’id al-Ahkam fi Mashalih al-Anam, Dar al- Kutub alIlmiyah, Beirut, 1999.

Abdul Al-Hamid Mahmud Al-Ba’ly, Ekonomi Zakat, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2006.

Abou El Fadl, Khaled M. Atas Nama Tuhan, Serambi, Jakarta, 2003.

Ghani, Muhammad Ilyas Abdul, Sejarah Mekkah, Al-Rasheed Printers, Mekkah, 2004.

Hamidy, H. Zainuddin, dkk. Terjemah Shahih Bukhari, Jilid II, Wijaya, Jakarta, 2006.

Lottop Stoddard, Dunia Baru Islam, terjemahan, Wijaya, Jakarta, 1978.

Aqib Suminto, Politik Islam Hindia Belanda, LP3ES, Jakarta, 1984.

Komaruddin Hidayat, Haji dan Solidaritas Sosial, dalam Kehampaan Spiritual Masyarakat Modern, Mediacita, Jakarta, 2000.

Fuad Riyadi, Kontroversi Zakat Profesi Pesrpektif Ulama Kontemporer, dalam Jurnal Zakat dan Wakaf (ZISWAF) , Vol. 2, No. 1, Juni 2015.

Syarifuddin, Amir. Pembaharuan Pemikiran Dalam Hukum Islam, Logos, Jakarta, 1987.

Arikunto, Suharsimi, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Rineka Cipta, Jakarta, 2010.

Ash Shiddieqy, Hasbi, Muhammad, Pengantar Hukum Islam, Pustaka Rizki Putra, Semarang, 1997.

Ash Shiddieqy, Hasbi, Falsafah Hukum Islam, Bulan Bintang, Jakarta, 1993.

Referensi

Dokumen terkait

Tahapan berikutnya adalah evaluasi kondisi pasca implementasi SAP baru dilakukan dengan menganalisa kondisi dan permasalahan yang terdapat dalam sistem SAP

Penelitian pada Jeky PM, rantai pasok daging ayam, dimulai dari peternak yang menjadi pemasok ayam hidup, rantai berikutnya yaitu Jeky PM selaku pemasok daging ayam, di

Apabila data tidak konsisten terekam maka data tersebut akan dihapus secara otomatis.Preprocessing merupakan teknik dari data mining untuk mengolah suatu data

Mempertimbangkan kendala teknis yang terjadi pada saat proses verifikasi dokumen pelamar, Panitia Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun Anggaran 2017 memandang

Adapun peralatan yang digunakan oleh peneliti untuk melakukan percobaan adalah 12-bit capacitance to digital integrated circuit yang digunakan sebagai ADC converter dari

Pada penelitian ini penulis melakukan proses elektroplating dengan menggunakan pelapisan tembaga pada plat baja karbon tinggi yang selanjutnya akan diuji untuk

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa network planning adalah salah satu model yang digunakan dalam penyelenggaraan proyek yang produknya adalah informasi mengenai