PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBASIS KOLABORATIF DENGAN MEDIA EXE LEARNING TERHADAP KREATIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA SMA PADA POKOK BAHASAN HIDROLISIS GARAM.

30 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBASIS KOLABORATIF DENGAN MEDIA eXe LEARNING TERHADAP

KREATIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA SMA PADA POKOK BAHASAN HIDROLISIS GARAM

TESIS

Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan dalam Memperoleh Gelar Magister Pendidikan

Program Studi Pendidikan Kimia

Oleh:

Anita Debora Simangunsong NIM: 8136142002

PRODI MAGISTER PENDIDIKAN KIMIA PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)
(4)
(5)

ABSTRAK

Anita Debora Simangunsong. NIM.8136142002. Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) Berbasis Kolaboratif dengan Media eXe Learning Terhadap Kreativitas dan Hasil Belajar Siswa SMA Pada Pokok Bahasan Hidrolisis Garam. Tesis. Medan: Program Studi Pendidikan Kimia Pascasarjana UNIMED, 2015.

(6)

ABSTRACT

Anita Debora Simangunsong. NIM.8136142002. The Effect Model Problem Based Learning (PBL) Based Collaborative Media eXe Learning Against Creativity and Learning Outcomes At the high school student Highlights salt hydrolysis. Thesis. Terrain: Chemistry Graduate Study Program UNIMED, 2015.

(7)

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur penulis ucapkan Kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas limpahan rahmat dan berkah-Nya yang selalu memberikan kesehatan kepada penulis sehingga penelitian ini dapat diselesaikan dengan baik sesuai dengan waktu yang direncanakan. Penulisan tesis ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Pascasarjana Universitas Negeri Medan. Adapun judul tesis ini adalah ”Pengaruh Model Problem Based Learming Berbasis Kolaboratif dengan Media eXe Learning Terhadap Kreativitas dan Hasil Belajar Siswa SMA Pada Pokok Bahasan Hidrolisis Garam”

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan tesis ini tidak lepas dari peran serta berbagai pihak. Dalam menyelesaikan tesis ini penulis menerima banyak bantuan dari berbagai pihak yang disebabkan terbatasnya pengetahuan yang dimiliki penulis. Oleh sebab itu penulis mengucapkan terimakasih kepada Ibu Prof. Dr. Retno Dwi Suyanti, M.Si selaku Dosen Pembimbing I dan Bapak Prof. Dr. Albinus Silalahi, M.S selaku Dosen Pembimbing II yang telah banyak memberikan bimbingan dan saran-saran kepada penulis sejak awal penelitian sampai dengan selesainya penulisan tesis ini.

(8)

ketulusan hati telah memberikan pengetahuan dan ilmunya kepada penulis selama penulis menempuh pendidikan di Pascasarjana Universitas Negeri Medan. Pada kesempatan ini penulis juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan sebesar-besarnya kepada: Rektor Universitas Negeri Medan, Direktur Program Pascasarjana Universitas Negeri Medan, para Asisten Direktur, Ketua Sekretaris Program Pendidikan Kimia, para staf administrasi Program Pascasarjana terkhusus ibu Desi Yulian, S.Pd yang telah memberikan bantuan kepada penulis untuk kelancaran studi dan administrasi dalam menyelesaikan tesis ini.

Ucapan terima kasih juga penulis sampaikan kepada Kepala Sekolah dan Guru Kimia SMA KHATOLIK TRISAKTI Medan yang bersedia memberikan ijin dan membantu peneliti untuk melaksanakan penelitian di sekolah tersebut.

(9)

Penulis telah berupaya dengan semaksimal mungkin dalam penyelesaian tesis ini, namun penulis menyadari masih banyak kelemahan baik dari segi isi maupun tata bahasa, untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun dari pembaca demi sempurnanya tesis ini. Penulis mengharapkan tesis ini dapat bermanfaat dalam memperkaya khasanah pendidikan.

Medan, Juni 2015 Penulis,

(10)

DAFTAR ISI

2.1.1. Pengertian Belajar 11

2.1.2. Hasil Belajar 12

2.1.3. Model Pembelajaran 13

2.1.3.1 Hakikat Model Problem Based Learning 14 2.1.3.2 Karakteristik Problem Based Learning 14 2.1.3.3 Langkah Proses Model Promblem Based Learning 16 2.1.3.4 Problem Based Learning berbasis Kolaboratif 18 2.1.3.5 Tata Cara Pembelajaran PBL Berbasis Kolaboratif 20

2.1.4. Media Pembelajaran 22

2.1.5. Pembelajaran Langsung (Direct Instruction) 25

(11)

3.6. Instrumen Penelitian 38

3.7. Teknik Analisis Data 42

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Deskripsi Data Hasil Penelitian 46

4.2 Analisis Data 50

4.2.1 Uji Normalitas Data 50

4.2.2 Uji Homogenitas Data 51

4.2.3 Pengujian Hipotesis 52

4.3 Pembahasan Hasil Penelitian 54

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan 62

5.2 Saran 63

(12)

DAFTAR GAMBAR

Halaman

(13)

DAFTAR TABEL

Halaman Tabel2.1. Sintaks Model Problem Based Learning 17 Tabel 2.2 Sintaks Model Direct Instruction 26

Tabel 3.1. Rancangan Penelitian 36

Tabel 4.1. Dekripsi Data Pretes dan Postes Siswa 46 Berdasarkan Model Pembelajaran

Tabel 4.2 Deskripsi Data Gain Siswa Berdasarkan Model Pembelajaran 47 Tabel 4.3. Deskripsi Persentase Tingkat Pemahaman Siswa 48

Berdasarkan Model Pembelajaran

Tabel 4.4. Deskripsi Data Hasil Belajar Kimia Siswa Berdasarkan 49 Interaksi Antara Model Pembelajaran dan Kreativitas Siswa

(14)

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

Lampiran 1. Silabus 68

Lampiran 2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Model 70

Problem Based Learning Berbasis Kolaboratif dengan

Media eXe Learning

Lampiran 3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Model 82

Direct Instruction tanpa Media

Lampiran 4.Lembar Kerja Siswa 90

Lampiran 5.Materi Hidrolisis Garam 91

Lampiran 6. Kisi – kisi Soal Instrumen Tes 97

Lampiran 7. Instrumen Tes 98

Lampiran 8. Kunci Jawaban 102

Lampiran 9. Lembar angket untuk mengukur Nilai Kreativitas Siswa 103

Lampiran 10.Lembar Observasi Pembelajaran Kolaboratif 105

Lampiran 11.Tabulasi Data Pretes Siswa Kelas Eksperimen 106

Lampiran 12. Tabulasi Data Pretes Siswa Kelas Kontrol 107

Lampiran 13. Tabulasi Data Postes Siswa Kelas Eksperimen 108

Lampiran 14. Tabulasi Data Postes Siswa Kelas Kontrol 109

Lampiran 15. Tabulasi Data Angket Kreativitas Siswa Kelas Eksperimen 110

Lampiran 16. Tabulasi Data Angket Kreativitas Siswa Kelas Kontrol 111

Lampiran 17. Tabulasi Data Observasi Kreativitas Kelas Eksperimen 112

Lampiran 18. Tabulasi Data Observasi Kreativitas Kelas Kontrol 113

Lampiran 19.Rekapitulasi Data Kreativitas Siswa Kelas Eksperimen 114

Lampiran 20. Rekapitulasi Data Kreativitas Siswa Kelas Kontrol 115

Lampiran 21.Data Hasil Belajar Kimia Siswa 116

Lampiran 22.Perkembangan Ranah Kognitif Siswa Kelas Eksperimen 117

Lampiran 23.Kategori Data Kreativitas Siswa Kelas Eksperimen 119

Lampiran 24.Kategori Data Kreativitas Siswa Kelas Kontrol 120

(15)

BAB I PENDAHUUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana

belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan

potensi dirinya. Belajar adalah proses perubahan perilaku berkat pengalaman dan

latihan. Artinya, tujuan kegiatan adalah perubahan tingkah laku baik yang

menyangkut pengetahuan, keterampilan maupun sikap, bahkan meliputi segenap

aspek organisasi atau pribadi (Djamarah, 2006).

Cahyana (2005) “Ilmu kimia adalah ilmu yang mempelajari susunan,

kmposisi, struktur, sifat-sifat, dan perubahan materi serta perubahan energi yang

menyertai perubahan tersebut” Ilmu kimia merupakan salah satu ilmu

pengetahuan alam(IPA) yang sangat erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari.

Ilmu kimia merupakan salah satu pelajaran yang dirasakan sulit oleh siswa.

Kesulitan mempelajari ilmu kimia ini terkait dengan ciri ilmu kimia itu sendiri.

Adapun ciri-ciri ilmu kimia tersebut adalah: (1) sebagian besar ilimu kimia itu

bersifat abstrak, (2) sifat ilmu kimia berurutan dan berkembang pesat, (3) bahan

atau materi yang dipelajari sangat banyak.

(http:/adesanjaya.blogspot.com/2011/01/kesulitan-belajar-siswa.html).

Membelajarkan ilmu kimia di Sekolah Menengah Atas (SMA) merupakan

tantangan yang menarik sebab bukan hanya karena sebagian besar bahan kajian

(16)

konsepmatematika yang kadang-kadang tidak sederhana (Nakleh, 1992 dalam

Nazriati dkk, 2007).

Dari beberapa materi kimia yang diajarkan di kelas XI IPA, salah satu

materi kimia yang dianggap sulit oleh siswa adalah materi hidrolisis garam.

Kesulitan tersebut dipengaruhi oleh tingkat pemahaman siswa terhadap materi

sebelumnya, yakni materi larutan asam-basa dan titrasi asambasa yang masih

kurang. Selain itu, pola pembelajaran yang dilakukan selama ini masih berpusat

pada guru sehingga siswa kurang diberi kesempatan untuk mengembangkan

kreativitasnya dan terlibat secara maksimal dalam proses pembelajaran. Siswa

selanjutnya cenderung pasif menerima begitu saja materi yang disampaikan oleh

guru sehingga pembelajaran menjadi membosankan, tidak bermakna dan mudah

dilupakan. (Muslimah, 2012)

Siswa belajar 10% dari apa yang dibaca, 20% dari apa yang didengar, 30%

dari apa yang dilihat, 50% dari apa yang dilihat dan didengar, 70% dari apa yang

dikatakan dan 90% dari apa yang dikatakan dan dilakukan (De Porter,2007). Ini

menunjukkan guru mengajar dengan ceramah, maka siswa akan mengingat dan

menguasai hanya 20% karena siswa hanya mendengarkan. Sebaliknya jika guru

meminta siswa untuk melakukan sesuatu dan melaporkannya maka akan

mengingat dan menguasai sebanyak 90%.

Guru harus berusaha menanamkan dan menumbuhkan kreativitas anak

didik. Setiap orang memiliki kreativitas dan kreativitas itu dapat dikembangkan.

Menurut Sipayung (2009), siswa yang memiliki kreativitas tinggi dalam belajar

(17)

dalam wacana peningkatan mutu pembelajaran. Hingga kini kreativitas telah

diterima baik sebagai kompetensi yang melekat pada proses dan hasil belajar.

Torrance dalam Munandar (2009), menyatakan kreativitas adalah proses yang

mengandung kepekaan terhadap masalah-masalah dan kesenjangan-kesenjangan

(gaps) di bidang tertentu, kemudian membentuk beberapa pikiran atau hipotesis

untuk menyelesaikan masalah tersebut, menguji kesahihan hipotesis ini dan

menyampaikan hasilnya kepada orang lain.

Jika seorang guru harus memberikan bimbingan secara individu kepada

semua anak tentunya hal tersebut tidaklah mungkin. Menurut Masaaki (2012),

siswa perlu didorong untuk mau dan sanggup berkomunikasi dengan anggota lain.

Seorang siswa bertukar pendapat mengenai permasalahannya dengan siswa lain

maka melalui kolaborasi yaitu kerjasama dengan siswa lain untuk menyelesaikan

suatu permasalahan sehingga mereka akan menghargai keberadaan satu sama lain

secara terorganisir melaksanakan suatu kegiatan dengan memadukan pikiran yang

tadinya terasa asing bagi dirinya. Istarani (2012), mengemukakan bahwa proses

belajar secara kolaborasi bukan sekedar bekerja sama dalam suatu kelompok,

tetapi penekanannyalebih kepada suatu proses pembelajaran yang melibatkan

proses komunikasi secara utuh dan adil di dalam kelas.

Oleh karena itu, upaya yang dapat dilakukan guru dalam rangka

meningkatkan hasil belajar siswa adalah dengan pemilihan model pembelajaran

yang tepat. Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan adalah model

Problem Based Learning (PBL) yang merupakan kiat, petunjuk, strategi, dan

(18)

keterampilan. Kegiatan pembelajaran dapat membantu siswa mengembangkan

kemampuan berfikir, memecahkan masalah dan keterampilan intelektual berupa

belajar berbagai peran orang dewasa dan pelibatan dalam pengalaman nyata atau

simulasi menjadi siswa yang otonom (Rahayu, 2012).

Menurut Moffit (Ratnaningsih, 2003), salah satu model pembelajaran yang

dapat melatih keterampilan proses sains tersebut adalah model pembelajaran

berbasis masalah (PBM). Model pembelajaran memuat komponen sistem

pembelajaran dan unsur kegiatan yang dilakukan baik oleh guru dan siswa, yang

menekankan keaktifan belajar siswa melalui guru yang aktif pula

(Hakim,2008).Etherington (2011) menyimpulkan dalam hasil penelitiannya

bahwa model PBL untuk mata pelajaran sains memiliki dampak positif dalam

hasil pembelajaran siswa karena dapat memotivasi untuk mengajarkan ide-ide

dalam konteks dunia nyata bagi siswa. Pembelajaran yang dikaitkan dalam dunia

nyata dapat memudahkan siswa dalam memahami pembelajaran karena dekat

dengan kehidupan sehari-hari.

Hamizul dan Abbas (2012) menyatakan juga bahwa model PBL lebih

efektif dalam meningkatkan nilai-nilai moral daripada pembelajaran secara

individual yang ditinjau dari segi jenis kelamin, usia serta keadaan keluarga.

Sehingga selain meningkatkan hasil belajar, PBL juga dapat meningkatkan sikap

moral yang lebih baik. Dalam penelitian yang selanjutnya juga dikemukakan oleh

Hamizul dan Abbas (2012) menyatakan bahwa PBL dengan pembelajaran secara

individu secar signifikan dapat menurunkan sikap yang baik bagi siswa. Hal ini

(19)

berhasil meningkatkan sikap moral siswa dibandingkan jika dilakukan secara

individual.

Di lain pihak, tidak dapat terelakkan lagi bahwa akhir-akhir ini ilmu

pengetahuan dan teknologi berkembang sangat pesat, sehingga memberi

kesempatan pada siswa untuk semakin leluasa mengakses informasi yang relevan

sesuai kebutuhan dan tuntutan. Su (2010) menyatakan bahwa pembelajaran yang

menggunakan ICT terintegrasi lingkungan memiliki efek yang signifikan pada

hasil belajar, kesadaran dan sikap siswa. Tidak hanya model PBL yang dapat

meningkatkan karakter siswa tetapi dengan didukung media yang berbasis ICT

dapat juga meningkatkan karakter siswa. Dimana media tersebut harus

menimbulkan motivasi siswa.

Hasil penelitian Agustina (2010) penggunaan model pembelajaran berbasis

masalah menggunaan media puzzle dapat meningkatkan hasil belajar kimia siswa

dengan rata-rata gain sebesar 0,58 dan mempengaruhi aktivitas siswa secara

signifikan sebesar 57,4%. Saragih (2012) menunjukkan dalam upaya

meningkatkan aktivitas dan belajar siswa pada materi kelarutan dan hasil kali

kelarutan model pembelajaran yang efektif adalah problem based learning yang

diintegrasikan dengan media komputer.

Hasil penelitian Zebua (2010), penggunaan model pembelajaran berbasis

masalah menggunaakan media eXe-Learning lebih tinggi 21% dari hasil belajar

siswa tanpa menggunakan media eXe-Learning dapat meningkatkan hasil belajar

kimia siswa dengan rata-rata gain sebesar 0,58 dan mempengaruhi aktivitas siswa

(20)

eXe-Learningdalam penyusunan media pembelajaran di sekolah menarik minat dan

meningkatkan pemahaman kimia siswa serta menciptakan suasana belajar yang

menyenangkan. Keunggulan media eXe-Learning, eXe merupakan salah satu

program aplikasi opensource yang dipergunakan untuk pembuatan bahan ajar

berbasis e-learning. Bahan ajar yang disusun dengan eXe, tersusun secara hirarki

yang benar mencakup topik, section dan unit. Susunan yang demikian akan

memudahkan siswa untuk lebih memahami materi kimia.

Berdasarkan uraian latar belakang di atas maka peneliti tertarik untuk

melakukan penelitian yang berjudul “Pengaruh Model Problem Based Learning

(PBL) Berbasis Kolaboratif Dengan Media eXe LearningTerhadap Kreativitas dan Hasil Belajar SiswaSMA Pada Pokok Bahasan Hidrolisis Garam

1.2Identifikasi Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas maka dapat diidentifikasi

masalah sebagai berikut:

1. Apakah pendekatan pembelajaran yang digunakan guru sudah layak dalam

kegiatan pembelajaran?

2. Apakah media belajar komputer dapat mendukung kegiatan pembelajaran

kimia di kelas?

3. Apakah penggunaan model Problem Based Learning(PBL) berbasis

kolaboratif dengan media eXe-Learning dapat meningkatkan hasil belajar

(21)

4. Apakah penggunaan model Problem Based Learning (PBL) berbasis

kolaboratif dengan media eXe-Learning dapat meningkatkan nilai karakter

siswa di kelas?

1.3Batasan Masalah

Peneliti memberi batasan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut:

1. Penelitian ini difokuskan pada aspek studi Penerapan model Problem Based

Learning (PBL) berbasis kolaboratif untuk kelas eksperimen sedangkan

pembelajaran direct instruction untuk kelas kontrol.

2. Media pembelajaran yang digunakan adalah media komputer dengan

menggunakan program eXe-Learning, power point yang dilengkapi video,

soal-soal.

3. Hasil belajar siswa yang diamati adalah pada aspek kognitif dan karakter

kreaivitas siswa.

4. Materi pembelajaran adalah Hidrolisis garam.

1.4Rumusan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah di atas, yang menjadi rumusan masalah

adalah:

1. Apakah terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan

model Problem Based Learning (PBL) berbasis kolaboratif dengan mediaeXe

Learning dengan siswa yang dibelajarkan dengan Direct Instructiontanpa

media?

2. Apakah terdapat pengaruh tingkat kreativitas terhadap hasil belajar kimia

(22)

3. Apakah terdapat interaksi antara masing-masingmodel pembelajaran dengan

tingkat kreativitas dalam mempengaruhi hasil belajar kimia siswa?

4. Ranah kognitif apa terkembang setelah dibelajarkan dengan model Problem

Based Learning (PBL) berbasis kolaboratifdengan media eXe Learning?

1.5Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:

1. Perbedaan hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan model Problem

Based Learning (PBL) berbasis kolaboratif dengan media eXe Learning

dengan siswa yang dibelajarkan dengan direct instruction.

2. Pengaruh tingkat kreativitas terhadap hasil belajar kimia siswa

3. Interaksi antara masing-masing model pembelajaran dengan tingkat

kreativitas dalam mempengaruhi hasil belajar kimia siswa

4. Ranah kognitif terkembangkan setelah dibelajarkan dengan model Problem

Based Learning (PBL) berbasis kolaboratif dengan media eXe Learning.

1.6Manfaat Penelitian

Hasil penelitian diharapkan bermanfaat sebagai berikut :

1. Sebagai masukan kepada para guru khususnya guru kimia dalam rangka

meningkatkan kualitas pembelajaran yang diharapkan.

2. Menambah khazanah data ilmiah.

3. Sebagai masukan bagi para peneliti dalam rangka mengembangkan

penelitian-penelitian yang relevan.

(23)

1.7Definisi Operasional

1. Problem Based Learning (PBL) merupakan model pembelajaran yang

menyuguhkan berbagai situasi bermasalah yang autentik dan bermakna

kepada peserta didik, yang dapat berfungsi sebagai batu loncatan untuk

investigasi dan penyelidikan. PBL membantu peserta didik untuk

mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan keterampilan

menyelesaikan masalah (Arends, 2008).

2. Program eXe-Learningmerupakan piranti lunak yang digunakan untuk sistem

pembelajaran yang menggunakan komputer. Program eXe merupakan

singakatan dari elearning XHTML editor, yaitu sebuah program yang

digunakan untuk membuat bahan ajar menjadi lebih mudah dan menarik

(Purnomo, 2008).

3. Media adalah komponensumber belajar atau wahana fisik yang mengandung

materi instruksional di lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk

belajar (Gagne dalam Arsyad, 2011).

4. Kreativitas adalah suatu kemampuan umum untuk menciptakan sesuatu yang

baru, sebagai kemampuan untuk memberikan gagasan-gagasan baru yang

dapat diterapkan dalam pemecahan masalah, atau sebagai kemampuan untuk

melihat hubungan-hubungan baru antara unsur-unsur yang sudah ada

sebelumnya. Hasil yang diciptakan tidak selalu hal-hal yang sudah ada

sebelumnya (Munandar, 2009).

5. Hasil belajar adalah pola-pola perbuatan, nilai-nilai, pengertian-pengertian,

(24)

kogniti, afektif dan psikomotorik. Domain kognitif adalah knowledge

(pengetahuan, ingatan), comprehension (pemahaman, menjelaskan,

meringkas, contoh), applikasi (menerapkan), analisis (menguraikan,

menentukan hubungan), sintesis (mengorganisasikan, merencanakan,

membentuk bangunan baru), dan evaluation (menilai). Domain afektif adalah

receiving (sikap menerima), responding (memberikan respon), valuing (nilai),

organization (organisasi), characterization (karakterisasi). Domain

psikomotor meliputi initiatory, pre-routine, dan rountinized. Psikomotor juga

mencakup keterampilan produktif, teknik, fisik, sosial, manajerial dan

(25)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil temuan penelitian, analisis data dan pengujian hipotesis

maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut:

1. Terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan model

Problem Based Learning (PBL) berbasis kolaboratif dengan media eXe

Learning dengan siswa yang dibelajarkan dengan direct instruction tanpa media.

2. Terdapat pengaruh antara tingkat kreativitas terhadap hasil belajar kimia

siswa.

3. Terdapat interaksi antara masing-masing model pembelajaran dengan tingkat

kreativitas dalam mempengaruhi hasil belajar kimia siswa.

4. Ranah kognitif yang terkembang untuk kelompok siswa yang dibelajarkan

dengan model Problem Based Learning berbasis kolaboratif dengan media

eXe Learning yaitu C4 dengan persentase sebesar 74% (tinggi). Hasil tersebut memberi indikasi bahwa penerapan model Problem Based Learning berbasis

kolaboratif dengan media eXe Learning memberikan pengaruh positif

terhadap peningkatan hasil belajar dan kemampuan siswa dalam

(26)

5.2 Saran

Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan – kesimpulan di atas, maka

sebagai tindak lanjut dari penelitian ini disarankan beberapa hal sebagai berikut :

1. Kepada guru kimia diharapkan untuk lebih inovatif dan kreatif dalam

memilih dan menentukan model pembelajaran yang akan diterapkan atau

digunakan dalam menyampaikan materi dengan menciptakan suasana

pembelajaran yang lebih nyaman, menyenangkan dan dapat melibatkan siswa

secara aktif dan kreatif dalam belajar. Oleh karena itu disarankan kepada guru

untuk dapat menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning

(PBL) berbasis kolaboratif dengan media eXe Learning dalam menyampaikan

konsep – konsep kimia agar siswa lebih berperan aktif dan kreatif dalam

proses pembelajaran sehingga dapat menghapus mindset siswa bahwa

pelajaran kimia sulit atau membosankan serta dapat meningkatkan hasil

belajar siswa jadi lebih optimal.

2. Sejalan dengan semakin majunya teknologi informasi dan komunikasi

diharapkan kepada pihak sekolah untuk lebih memperhatikan penyediaan

fasilitas pembelajaran yang dapat membantu guru dalam menjalankan

tugasnya dengan baik, terutama fasilitas komputer di skolah sebagai alat dan

media pembelajaran. Peneliti juga menyarankan kepada kepala sekolah untuk

dapat mengikutsertakan para guru dalam seminar maupun pelatihan-pelatihan

komputer agar guru dapat mengoperasikan program-program komputer

dengan baik termasuk dalam merancang media-media pembelajaran di dalam

(27)

3. Kepada peneliti selanjutnya diharapkan untuk dapat melakukan penelitian

lebih lanjut dengan topik atau permasalahan yang sama sehingga diperoleh

hasil penelitian yang lebih menyeluruh. Hal ini penting agar hasil penelitian

ini bermanfaat sebagai penyeimbang teori maupun sebagai reformasi terhadap

dunia pendidikan khususnya dalam penggunaan model dan media

(28)

DAFTAR PUSTAKA

Agustina, K., Pengaruh Penggunaan Media Puzzle Dalam Model Pembelajaran

Berbasis Masalah Pada Topik Rumus Kimia Terhadap Aktivitas Dan Hasil

Belajar Kimia Siswa SMP/MTs, Tesis, PPs Unimed Medan.

Arends, (2008), Learning to Teach, Jilid 2, Pustaka Pelajar, Yogyakarta.

Arsyad, (2007), Media Pembelajaran, Rajawali Pers, Jakarta.

Astuti, I., (2010), Pengaruh Penggunaan Macromedia Flash dalam Pembelajaran

Kimia Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Kimia Siswa di SMA pada Pokok Bahasan Asam Basa, Tesis, PPs, Unimed.

Budiman, A., (2012), Penggunaan Macromedia Flash yang Diintegrasikan

dengan Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah Terhadap Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa pada Materi Asam Basa, Tesis, PPS, Medan.

Daryanto, (2007), Belajar dan Mengajar, Yrama Widia, Bandung.

Deporter, B., Reardon, M, dan Singer-Norie Sarah, 2007, Quantum Teaching, Kaifa, Bandung.

Dimyati dan Mudjiono., (2009), Belajar dan Pembelajaran, Penerbit Rineka Cipta, Jakarta.

Djamarah,S.B., dan Zain, A., 2006, Strategi Belajar Mengajar, Rineka Cipta,Jakarta.

Cahyana, U., 2005, Sains Kimia, Piranti Darma Kalokatama, Jakarta.

Etherington, M., (2011), Investigative Primary Science : A Problem Based Learning Approach, Australian Journal of Teacher Education36:36-57.

(http:/adesanjaya.blogspot.com/2011/01/kesulitan-belajar-siswa.html)

(http://pndkarakter.wordpress.com/category/tujuan-dan-fungsi-pendidikan-karakter/)

Hakim, L., (2008). Perencanaan Pembelajaran, Wacana Prima Bandung.

Hallinger, O., (2005), Integrating Learning Technologies and Problem Based

Learning, Proseedings of The Second International Conference on

(29)

Hamizul dan Abbas, M., (2012) Problem Based Learning With Cooperative Learning on Performance in Solving Moral Dilemmas Among From Four Students That Different Gender,Birth Order, and Family Size, International Journal Of Scientific & Engineering Research3 : 1 – 5.

Ibrahim, dkk, (2000), Pembelajaran Koperatif, Universitas Negeri Surabaya.

Istarani, (2012). Model Pembelajaran Inovatif. Media Persada Medan.

Masaaki, A., (2012). Dialog dan Kolaborasi di Sekolah Menengah Pertama Praktek “Learning Community” Pelita Kerjasama Diknas, Kemenag dan Jica.

Munandar, U.,(2009), Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat, Rineka Cipta, Jakarta.

Muslimah, Yuliatun., (2012)., Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Hidrolisis Garam Melalui Model Student Teams Achievement

division (STAD). JURNAL VIDYA KARYA I JILID 27 No. 01, Kabupaten

Tabalong.

Ngatino, (2011), Pembelajaran Berbasis Masalah yang Diintegrasikan dengan Media Animasi dalam Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa, Tesis, PPS, Unimed, Medan.

Nasution, R., (2009), Pengaruh Penggunaan Pembelajaran Berbasis Masalah dengan Media Komputer Terhadap Motivasi Intrinsik dan Hasil Belajar Siswa, Tesis, PPS, Unimed.

Nazriati dan Fazaroh, F., (2007), Pengaruh Penerapan Model Learning Cycle Dalam Pembelajaran Kimia Berbahan Ajar Terpadu (Makroskopis Mikroskopis) Terhadap Motivasi, Hasil Belajar Dan Retensi Kimia SMA,

Jurnal Penelitian Kependidikan. 2:90-108.

Pratiwi, Yussi., (2014), Pelaksanaan Model Pembelajaran Problem Based

Learning (PBL) Pada Materi Redoks Kelas X SMA Negeri 5 Surakarta

Tahun Pelajaran 2013/2014, Jurnal Pendidikan Kimia (JPK) Program Studi

Pendidikan Kimia Universitas Sebelas Maret 3(3):40-48.

Rahayu, Indah Puji, dkk., (2012), Penerapan Model PBL Berbantuan Media

Transvisi Untuk Meningkatkan KPS dan Hasil Belajar, Journal Chemistry

in EducationI.2(1).

Ratnaningsih, N. (2003). Mengembangkan Kemampuan Berpikir Matematis Siswa

Sekolah Menengah Umum Melalui Pembelajaran Berbasis Masalah, Tesis,

(30)

Sani, A.R., (2013), Inovasi Pembelajaran, Bumi Aksara, Jakarta.

Sanjaya, W., (2006), Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, Perpustaaan CSIS, Jakarta.

Saragih, M., (2012). Efektivitas Pembelajaran Inquiri dan Problem Based Learning dengan Media Berbasis Komputer dan Praktikum Terhadap Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa pada Materi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan, Tesis, PPS Unimed, Medan.

Sipayung, V.N., (2009), Pengaruh Kreativitas dalam Pembelajaran Kontekstual

Terhadap Hasil Belajar Siswa SMA Kelas XI pada Pokok Bahasan Koloid,

Tesis, Program Pascasarjana Unimed, Medan.

Su, K.D., (2010),An Intensive ICT – Integrated Environmental Learning Strategy

For Enhancing Student Performance, International Journal Of

Environmental and Science Education, 6: 39 – 58.

Suprijono, A., (2009), Cooperatif Learning, Pustaka Belajar, Yogyakarta.

Trianto. (2010). Model Pembelajaran Terpadu, Bumi Aksara, Jakarta.

Wena,M., (2009), Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer, BumiAksara, Jakarta.

Winkel, W.S., (1996), Psikologi Pengajaran, PT. Gramedia, Jakarta.

Zebua, S.R.W.,(2010), Pengaruh Media eXe Learning dalam Pembelajaran

Figur

Gambar 3.1. Prosedur Penelitian
Gambar 3 1 Prosedur Penelitian . View in document p.12
Tabel2.1. Sintaks Model Problem Based LearningTabel 3.1. Rancangan  Penelitian Tabel 2.2 Sintaks Model Direct Instruction
Tabel2 1 Sintaks Model Problem Based LearningTabel 3 1 Rancangan Penelitian Tabel 2 2 Sintaks Model Direct Instruction . View in document p.13

Referensi

Memperbarui...