• Tidak ada hasil yang ditemukan

EVALUASI EX-ANTE TERHADAP DOKUMEN BUKU II RKP 2013

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "EVALUASI EX-ANTE TERHADAP DOKUMEN BUKU II RKP 2013"

Copied!
219
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)

ii

EVALUASI EX-ANTE TERHADAP DOKUMEN BUKU II RKP 2013

BUKU II MATRIKS PERSANDINGAN

KEDEPUTIAN EVALUASI KINERJA PEMBANGUNAN

KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/BAPPENAS

2012

(4)

iii

(5)

iv

Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2013 sebagai dokumen perencanaan jangka pendek yang disusun oleh Bappenas bersama seluruh kementerian/lembaga setiap tahun tidak lepas dari proses perbaikan yang berkelanjutan (living document). Proses perbaikan ini salah satunya diperoleh dari hasil evaluasi ex-ante atas dokumen RKP yang tersusun, sebelum melangkah ke tahapan implementasi.

Evaluasi ex-ante dilakukan secara sederhana dengan melakukan persandingan atas sejumlah dokumen, yaitu RKP mulai tahun 2011 sampai dengan tahun 2013, dan RPJMN 2010-2014 dengan penitikberatan hanya kepada Buku II. Evaluasi Ex-ante terhadap Dokumen Buku II RKP 2013 terbagi menjadi 2 (dua) buku. Buku Pertama (Hasil Reviu) menyajikan hasil rekapitulasi dari persandingan antar dokumen dan reviu kesinambungan dan ketepatan penyusunan alur pikir beserta atribut yang digunakan. Buku Kedua (Matriks Persandingan) menyajikan persandingan antar dokumen secara lengkap yang digunakan untuk membantu mengidentifikasi permasalahan kesinambungan dokumen perencanaan, terutama kaitannya dengan Buku II RKP 2013.

Walaupun masih jauh dari sempurna, evaluasi ex-ante terhadap dokumen RKP 2013 merupakan awal yang baik untuk meningkatkan kualitas dokumen perencanaan sekaligus meningkatkan efektivitas pemanfaatan hasil evaluasi dalam proses perencanaan. Secara praktis, hasil evaluasi ini dapat dipergunakan sebagai masukan dalam penyusunan RKP 2014 dan RPJMN 2015-2019.

Jakarta, Desember 2012

Deputi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bidang Evaluasi Kinerja Pembangunan

Edi Effendi Tedjakusuma

(6)

v

(7)

vi

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ... iii

Daftar Isi ... v

Matriks Persandingan Buku II RKP 2013 – Buku II RKP 2012 – Buku II RKP 2011 ... 1

1. Bidang Sosial Budaya dan Kehidupan Beragama ... 3

2. Bidang Ekonomi ... 5

3. Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi ... 18

4. Bidang Sarana dan Prasarana ... 30

5. Bidang Politik dan Komunikasi ... 61

6. Bidang Hukum dan Aparatur ... 69

7. Bidang Pertahanan dan Keamanan ... 75

8. Bidang Wilayah dan Tata Ruang ... 90

9. Bidang Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup ... 102

Matriks Persandingan Buku II RPJMN 2010-2014 dengan Buku II RKP 2013 ... 117

1. Bidang Sosial Budaya dan Kehidupan Beragama ... 119

2. Bidang Ekonomi ... 122

3. Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi ... 133

4. Bidang Sarana dan Prasarana ... 143

5. Bidang Politik dan Komunikasi ... 170

6. Bidang Hukum dan Aparatur ... 177

7. Bidang Pertahanan dan Keamanan ... 181

8. Bidang Wilayah dan Tata Ruang ... 193

9. Bidang Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup ... 201

(8)

vii

(9)

1

MATRIKS PERSANDINGAN

Buku II RKP 2013-Buku II RKP 2012-Buku II RKP 2011

(10)

2

(11)

3 Prioritas/

Fokus Prioritas/

Kegiatan Prioritas

Indikator Target Prioritas/

Fokus Prioritas/

Kegiatan Prioritas

Indikator Target Prioritas /

Fokus Prioritas/

Kegiatan Prioritas

Indikator Target

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Prioritas: Peningkatan Akses dan Kualitas

Pelayanan Kesehatan

Prioritas: Peningkatan Akses dan Kualitas

Pelayanan Kesehatan

Prioritas: Peningkatan Akses dan Kualitas

Pelayanan Kesehatan

Fokus Prioritas : Peningkatan kesehatan ibu, bayi dan balita yang menjamin continuum of care

1. Persentase ibu bersalin yang ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih (cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan (PN))

89 Fokus Prioritas : Peningkatan kesehatan ibu, bayi dan balita yang menjamin continuum of care

1. Persentase ibu bersalin yang ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih (cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan (PN))

88 Fokus Prioritas : Peningkatan kesehatan ibu, bayi dan balita

1. Persentase ibu bersalin yang ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih (cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan (PN))

86

2. Cakupan kunjungan neonatal pertama (KN1)

89

2. Cakupan kunjungan neonatal pertama (KN1)

88

2. Cakupan kunjungan neonatal pertama (KN1)

86 KP 1. Pembinaan

Pelayanan Kesehatan Ibu dan Reproduksi

1. Persentase ibu bersalin yang ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih (cakupan PN)

89 KP 1. Pembinaan Pelayanan Kesehatan Ibu dan Reproduksi

1. Persentase ibu bersalin yang ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih (cakupan PN)

88 KP 1. Pembinaan Pelayanan Kesehatan Ibu dan Reproduksi

1. Persentase ibu bersalin yang ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih (cakupan PN)

86

2. Persentase ibu hamil yang mendapatkan pe- layanan antenatal (ca- kupan kunjungan keha- milan ke empat (K4))

93 2. Persentase ibu hamil

yang mendapatkan pelayanan antenatal (cakupan kunjungan kehamilan ke empat (K4))

90 2. Persentase ibu hamil

yang mendapatkan pe- layanan antenatal (ca- kupan kunjungan keha- milan ke empat (K4))

88

3. Persentase fasilitas pelayanan kesehatan yang memberikan pelayanan KB sesuai standar

90 3. Persentase fasilitas

pelayanan kesehatan yang memberikan pelayanan KB sesuai standar

75 3. Persentase fasilitas

pelayanan kesehatan yang memberikan pelayanan KB sesuai standar

40

KP 2. Pembinaan

Pelayanan Kesehatan Anak

1. Cakupan kunjungan neonatal pertama (KN1)

89 KP 2. Pembinaan Pelayanan Kesehatan Anak

1. Cakupan kunjungan neonatal pertama (KN1)

88 KP 2. Pembinaan Pelayanan Kesehatan Anak

1. Cakupan kunjungan neonatal pertama (KN1)

86 2. Cakupan pelayanan

kesehatan bayi

87 2. Cakupan pelayanan

kesehatan bayi

86 2. Cakupan pelayanan

kesehatan bayi

85

3. Cakupan pelayanan kesehatan anak balita

83

3. Cakupan pelayanan kesehatan anak balita

81 3. Cakupan pelayanan

kesehatan balita

80

4. Cakupan SD/MI melaksanakan Penjaringan siswa kls 1

94

Indikator tidak terdapat pada Buku II RKP 2012 dan Buku II RKP 2011 KP 3. Pembinaan

Pelayanan Keperawatan dan Ketehnisian Medis

1. Jumlah Puskesmas yang menerapkan pelayanan keperawatan dan kebidanan sesuai standar dan pedoman

638 KP 3. Pembinaan Pelayanan Keperawatan dan Ketehnisian Medis

1. Jumlah Puskesmas yang menerapkan pelayanan keperawatan dan kebidanan sesuai standar dan pedoman

496 KP 3. Pembinaan Pelayanan Keperawatan dan Ketehnisian Medis

Jumlah Puskesmas yang menerapkan pelayanan kebidanan sesuai standar dan pedoman

140

(12)

4

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

2. Jumlah RS yang

menerapkan pelayanan keperawatan dan kebidanan sesuai standar dan pedoman

412 2. Jumlah RS yang

menerapkan pelayanan keperawatan dan kebidanan sesuai standar dan pedoman

240

Indikator tidak terdapat pada Buku II RKP 2011

3. Jumlah RS yang me-

laksanakan pelayanan keteknisian medik dan keterapian fisik sesuai pedoman

157

Indikator tidak terdapat pada Buku II RKP 2012 dan Buku II RKP 2011

__

__

KP 4. Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya pada Program Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak

Jumlah Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) beroperasi

72.000 - Kegiatan Prioritas tidak terdapat pada Buku II RKP 2013 dan Buku II

RKP 2012 - Indikator tdk terdapat

pada Buku II RKP 2013

Prioritas: Prioritas: Prioritas:

Fokus Prioritas:

Peningkatan Kualitas Pendidikan Agama dan Keagamaan

Cakupan kegiatan peningkatan kualitas pendidikan agama dan pendidikan keagamaan (lokasi)

Fokus Prioritas:

Peningkatan Kualitas Pendidikan Agama dan Keagamaan

Cakupan kegiatan peningkatan kualitas pendidikan agama dan pendidikan keagamaan (lokasi)

33 Fokus Prioritas : Peningkatan Kualitas Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan

Cakupan kegiatan peningkatan kualitas pendidikan agama dan pendidikan keagamaan (lokasi)

34

KP 1. Peningkatan Akses,

Mutu, Kesejahteraan, dan Subsidi Pendidikan Keagamaan Islam

Kualitas Pendidikan Agama dan Keagamaan (Paket)

34 KP 1. Peningkatan Akses dan Mutu Pendidikan Agama Islam pada Sekolah

Kualitas Pendidikan Agama dan Keagamaan (Lokasi)

33 KP 1. Peningkatan Akses dan Mutu Pendidikan Agama Islam pada Sekolah

Kualitas Pendidikan Agama dan Keagamaan (Lokasi)

34 Perbedaan kalimat kegiatan dan indikator pada Buku II RKP 2013.

KP 2. Pengelolaan dan Pembinaan Pendidikan Kristen

Kualitas Pendidikan Agama dan Keagamaan (Paket)

34 KP 2. Pengelolaan dan Pembinaan Pendidikan Kristen

Kualitas Pendidikan Agama dan Keagamaan (Lokasi)

33 KP 2. Pengelolaan dan Pembinaan Pendidikan Kristen

Kualitas Pendidikan Agama dan Keagamaan (Lokasi)

34 Perbedaan kalimat indikator pada Buku II RKP 2013.

KP 3. Pengelolaan dan Pembinaan Pendidikan Katolik

Kualitas Pendidikan Agama dan Keagamaan (Paket)

34 KP 3. Pengelolaan dan Pembinaan Pendidikan Katolik

Kualitas Pendidikan Agama dan Keagamaan (Lokasi)

33 KP 3. Pengelolaan dan Pembinaan Pendidikan Katolik

Kualitas Pendidikan Agama dan Keagamaan (Lokasi)

34 Perbedaan kalimat indikator pada Buku II RKP 2013.

KP4. Pengelolaan dan Pembinaan Pendidikan Hindu

Kualitas Pendidikan Agama dan Keagamaan (Paket)

0 KP4.Pengelolaan dan Pembinaan Pendidikan Hindu

Kualitas Pendidikan Agama dan Keagamaan (Lokasi)

33 KP4.Pengelolaan dan Pembinaan Pendidikan Hindu

Kualitas Pendidikan Agama dan Keagamaan (Lokasi)

34 Perbedaan kalimat indikator pada Buku II RKP 2013.

KP 5. Pengelolaan dan Pembinaan Pendidikan dan Urusan Agama Budha

Kualitas Pendidikan Agama dan Keagamaan (Paket)

34 KP 5. Pengelolaan dan Pembinaan Pendidikan dan Urusan Agama Budha

Kualitas Pendidikan Agama dan Keagamaan (lokasi)

33 KP 5. Pengelolaan dan Pembinaan Pendidikan dan Urusan Agama Budha

Kualitas Pendidikan Agama dan Keagamaan (lokasi)

34 Perbedaan kalimat indikator pada Buku II RKP 2013.

KP 6. Pembinaan Pendidikan Agama dan Keagamaan Konghucu dan Multikultural

Kualitas Pendidikan Agama dan Keagamaan Konghucu (Paket)

1 KP 6. Pembinaan Pendidikan Agama dan Keagamaan Konghucu dan Multikultural

Kualitas Pendidikan Agama dan Keagamaan Konghucu (kegiatan)

1 KP 6. Pembinaan Pendidikan Agama dan Keagamaan Konghucu dan Multikultural

Kualitas Pendidikan Agama dan Keagamaan (Kegiatan)

2 Perbedaan kalimat indikator pada Buku II RKP 2013.

(13)

5

Persandingan Prioritas/

Fokus Prioritas/

Kegiatan Prioritas

Indikator Target Prioritas/

Fokus Prioritas/

Kegiatan Prioritas

Indikator Target Prioritas/

Fokus Prioritas/

Kegiatan Prioritas

Indikator Target

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Prioritas: Peningkatan Daya Beli Masyarakat

Prioritas: Peningkatan

Daya Beli Masyarakat

Prioritas: Peningkatan

Daya Beli Masyarakat

Fokus Prioritas:

Peningkatan Jaringan Distribusi Untuk Menunjang

Pengembangan Logistik Nasional

Fokus Prioritas:

Peningkatan Jaringan Distribusi Untuk Menunjang

Pengembangan Logistik Nasional

Fokus Prioritas:

Peningkatan Jaringan Distribusi Untuk Menunjang Pengembangan Logistik Nasional

KP 1. Peningkatan Kelancaran Distribusi Bahan Pokok dan Barang Strategis

Jumlah rumusan kebijakan dan standar, norma, kriteria dan prosedur di bidang distribusi bahan pokok dan barang strategis

4 jns KP 1. Peningkatan Kelancaran Distribusi Bahan Pokok

Jumlah rumusan kebijakan dan standar, norma, kriteria dan prosedur di bidang distribusi bahan pokok dan barang strategis

4 jns KP 1. Peningkatan Kelancaran Distribusi Bahan Pokok

Jumlah rumusan kebijakan dan standar, norma, kriteria dan prosedur di bidang pembinaan pasar dan distribusi

6

Rata-rata koefisien

variasi harga bahan pokok utama

5-9% Rata-rata koefisien

variasi harga bahan pokok utama

5-9%

Indikator tidak terdapat pada Buku II RKP 2011

Rasio variasi harga

komoditi tertentu di dalam dan di luar negeri yang semakin kecil

<1 Rasio variasi harga

komoditi tertentu di dalam dan di luar negeri yang semakin kecil

<1

Indikator tidak terdapat pada Buku II RKP 2011

Rasio variasi harga

harga provinsi dibandingkan variasi harga nasional yang semakin kecil

1,5 – 2,5 Rasio variasi harga

harga provinsi dibandingkan variasi harga nasional yang semakin kecil

1,5 – 2,5

Indikator tidak terdapat pada Buku II RKP 2011

Jumlah Perizinan

dibidang distribusi bahan pokok dan barang strategis yang dilayani secara online

8 Jumlah perijinan

dibidang distribusi bahan pokok dan barang strategis yang dilayani secara online

9

Jumlah Perizinan dibidang pembinaan Pasar & distribusi yang dilayani secara online

9

Waktu penyelesaian

perizinan dan non perizinan dibidang distribusi bahan pokok dan barang strategis

4 hari Waktu penyelesaian

perijinan dan non perijinan dibidang distribusi bahan pokok dan barang strategis

5 hari

Waktu penyelesaian perizinan dan non perizinan dibidang Pembangunan Pasar

& distribusi (hari)

6

(14)

6

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Jumlah pelaku usaha yang mengikuti pembinaan, pelatihan dan bimbingan teknis

2,250 Indikator tidak terdapat pada Buku II RKP 2012 dan Buku II RKP 2013

Persentase rata-rata perbedaan tingkat harga Bahan Pokok antar provinsi di Ind.

12 Indikator tidak terdapat pada Buku II RKP 2012 dan Buku II RKP 2013

Persentase ketersediaan barang kebutuhan pokok bagi masyarakat

92 Indikator tidak terdapat pada Buku II RKP 2012 dan Buku II RKP 2013 KP 2. Pengembangan

Sarana Distribusi Perdagangan

Jumlah Pasar Percontohan yang dibangun (unit)

23 KP 2. Pengembangan Sarana Distribusi Perdagangan

Jumlah Pasar Percontohan yang dibangun

20 KP 2. Pengembangan Sarana Distribusi Perdagangan

1. Jumlah

Pengembangan Pasar Percontohan (unit)

15

Jumlah Pusat

Distribusi yang dibangun (unit)

3 Jumlah Pusat Distribusi

yang dibangun

1 2. Jumlah

Pembangunan Pusat Distribusi (unit)

1

3. Jumlah Rekomen-

dasi Penataan Sistem Distribusi

(Rekomendasi)

3 Indikator tidak terdapat pada Buku II RKP 2012 dan Buku II RKP 2013 KP 3. Pengembangan

kapasitas logistik perdagangan

Jumlah Rekomendasi terkait Penataan sistem Logistik.

5 KP 3. Pengembangan Kapasitas Logistik Perdagangan

Jumlah Rekomendasi terkait Penataan sistem Logistik.

4 __ - KP tidak terdapat

pada Buku II RKP 2012

- Indikator tidak terdapat pada Buku II RKP 2011

Jumlah pasar yang

diidentifikasi sebagai kandidat Pasar Percontohan

26 Jumlah pasar yang

diidentifikasi sebagai kandidat Pasar Percontohan

23 Indikator tidak

terdapat pada Buku II RKP 2011

Jumlah Pasar percon-

tohan yg mendapat- kan pemdampingan pemberdayaan

53 Jumlah Pasar percon-

tohan yg mendapatkan pemdampingan pemberdayaan

30

Jumlah peserta yang

terfasilitasi dalam rangka meningkatkan penataan sistem logistik

600 Jumlah peserta yang

terfasilitasi dalam rangka meningkatkan penataan sistem logistik

600

Tersedianya Informasi

sarana Logistik

33 Tersedianya Informasi

sarana Logistik

33

(15)

7

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

KP 4. Koordinasi Penataan Dan Pengembangan Sistem Logistik Nasional

Persentase Rekomendasi hasil koordinasi Kebijakan Penataan dan Pengembangan Sistem Logistik Nasional yang ditindaklanjuti

80% KP 4. Koordinasi Penataan Dan Pengembangan Sistem Logistik Nasional

Persentase Rekomendasi hasil koordinasi Kebijakan Penataan dan Pengembangan Sistem Logistik Nasional yang ditindaklanjuti

75% KP 4. Koordinasi Penataan Dan Pengembangan Sistem Logistik Nasional

Persentase Rekomendasi hasil koordinasi Kebijakan Penataan dan Pengembangan Sistem Logistik Nasional yang ditindaklanjuti

70%

KP 5. Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri Daerah

Persentase penyerapan anggaran dekon perdagangan dalam negeri di daerah

95 KP 5. Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri Daerah

1. Persentase penyerapan anggaran dekon perdagangan dalam negeri di daerah

100 KP tidak terdapat pada Buku II RKP 2013

Tingkat kesesuaian

perencanaan kegiatan dekon dengan implementasi di daerah (persen)

90 2. Tingkat kesesuaian

antara ruang lingkup yang ditetapkan dengan implementasi di daerah (persen)

60

Prioritas: Peningkatan Daya Beli Masyarakat

Prioritas: Peningkatan

Daya Beli Masyarakat

Prioritas: Peningkatan

Daya Beli Masyarakat

Fokus Prioritas:

Peningkatan harmonisasi kebijakan dan penyederhanaan perijinan investasi

Jumlah hari untuk proses perijinan

60 hari Fokus Prioritas:

Peningkatan Jaringan Distribusi Untuk Menun- jang Pengembangan Logistik Nasional

Fokus Prioritas:

Peningkatan Jaringan Distribusi Untuk Me- nunjang Pengem- bangan Logistik Nas.

Indikator dan target

tidak terdapat pada Buku II RKP 2012 dan Buku II RKP 2011

KP 1. Pengembangan Sistem Pelayanan Informasi dan perijinan Investasi Secara Elektronik (SPIPISE) (Prioritas Nasional)

1. Peningkatan jumlah aplikasi perijinan dan non perijinan yang menjadi wewenang BKPM, PTSP Propinsi, PTSP Kab./Kota yang terbangun dalam SPIPISE

Pengembang an 1 paket masterdata penanaman modal

__

__

KP tidak terdapat pada Buku II RKP 2012 dan Buku II RKP 2011

2. Jumlah

peningkatan PTSP Prop. dan Kab/Kota yang terhubung dalam SPIPISE

50 Kab/Kota

3. Terbangunnya

infrastruktur dan database penanaman modal yang terintegrasi

(16)

8

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

3. Jumlah

Pengembangan Sistem Pendukung SPIPISE

Pembangun- an 1 paket sistem GIS dan pengem- bangan data

center & DRC

4.Membangun Data

Recovery Center (DRC) -

5. Jumlah provinsi dan

Kab/Kota yg mengiku- ti sosialisasi & pltihan

60 Kab/Kota

KP 2. Peningkatan Deregulasi Kebijakan Penanaman Modal (prioritas nasional)

1. Jumlah Rumusan Rekomendasi Penyederhanaan Prosedur Penanaman Modal

1 rekomendasi

KP 1. Peningkatan Deregulasi Kebijakan Penanaman Modal (prioritas nasional)

1. Jumlah rumusan untuk bahan pertim- bangan penyusunan rumusan kebijakan penanaman modal.

1 rekomendasi

KP 1. Peningkatan Deregulasi Kebijakan Penanaman Modal (prioritas nasional)

1. Jumlah rumusan untuk bahan pertim- bangan penyusunan rumusan kebijakan penanaman modal.

1 rekomendasi

2. Jumlah Rumusan

Penyempurnaan dan Pengembangan Kebijakan Penanaman Modal

1 rumusan 2. Jumlah rumusan kebi-

jakan sebagai masukan bagi penyempurnaan kebijakan dan pengembangan penanaman modal yang berdaya saing.

1 rumusan 2. Jumlah rumusan

kebijakan sebagai ma- sukan bagi penyem- purnaan kebijakan dan pengembangan penanaman modal yg berdaya saing.

1 rumusan

3. Jumlah Kegiatan

dan Peserta Sosialisasi Kebijakan Penanaman Modal

40 kegiatan 3. Jumlah kegiatan dan

peserta sosialisasi kebijakan penanaman modal.

43 kegiatan 3. Jumlah kegiatan

dan peserta sosialisasi kebijakan penanaman modal.

46 kegiatan (12 sosialisasi di dalam ne- geri, 5 sosiali- sasi di luar negeri, 17 fasilitasi di dalam negeri, 12 fasilitasi di luar negeri)

4. Jumlah Persyaratan

izin usaha yang diterbitkan oleh BKPM

13 persyaratan

Indikator tidak terdapat pada Buku II RKP 2012 dan Buku II RKP 2011 KP 3. Pengendalian

Pelaksanaan Penanaman Modal Wilayah I (prioritas bidang dan atau K/L)

1. Jumlah/nilai realisasi penanaman modal yang terpantau

58,54 Triliun (15% dari 390,3 Triliun)

__

__

KP tidak terdapat pada Buku II RKP 2012 dan Buku II RKP 2011

(17)

9

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

2. Jumlah daerah yang

mendapatkan bimbingan dan fasilitasi penyelesaian masalah yang dihadapi penanam modal antara lain dengan instansi terkait, masyarakat sekitar lokasi proyek, lingkungan hidup dan ketenagakerjaan

10 Daerah

3. Jumlah daerah yang

mendapatkan pengawasan mengenai pelaksanaan ketentuan penanaman modal

10 daerah

4. Pemberian

penghargaan investasi dan pelayanan Penanaman Modal kepada Propinsi atau Kabupaten/Kota serta perusahaan

PMA/PMDN

1 paket

KP 4. Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Wilayah II (prioritas bidang dan atau K/L)

1. Jumlah/nilai realisasi penanaman modal yang terpantau

117,1 Triliun (30% dari 390,3 Triliun)

__

__

KP tidak terdapat pada Buku II RKP 2012 dan Buku II RKP 2011 2. Jumlah daerah

yang mendapatkan bimbingan dan fasilitasi penyelesaian masalah yang dihadapi penanam modal antara lain dengan instansi terkait, masyarakat sekitar lokasi proyek, lingkungan hidup dan ketenagakerjaan

6 Daerah

(18)

10

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

3. Jumlah daerah

yang mendapatkan pengawasan menge- nai pelaksanaan ketentuan penanaman modal

6 Daerah

4. Penyelenggaraan

Konsolidasi Realisasi Penanaman Modal antara BKPM dan PDPPM

-

5. Terselenggaranya

workshop LKPM secara online bagi perusahaan PM

-

6. Publikasi

pengumuman kewajiban perusahaan PM

4 kali media nasional & 4 kali media daerah di 32

provinsi

7. Terselenggaranya

pertemuan koordinasi pimpinan BKPM dengan Pemda

-

8. Fasilitasi komitmen

setiap perusahaan yang menyatakan minat untuk berinvestasi di Ind.

-

9. Interkoneksi

database realisasi investasi nasional

-

10. Penyediaan

sarana data realisasi investasi di Provinsi dan Kab/Kota yang terhubung dengan database SPIPISE

-

11. Iklan

Pengumuman LKPM Melalui Koran Setiap Triwulan (New Initiative)

(19)

11

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

KP 5. Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Wilayah III (prioritas bidang dan atau K/L)

1. Jumlah/nilai realisasi penanaman modal yang terpantau

136,6 Triliun (35% dari 390,3 Triliun)

__

__

KP tidak terdapat pada Buku II RKP 2012 dan Buku II RKP 2011 2. Jumlah daerah yang

mendapatkan bimbingan dan fasilitasi penyelesaian masalah yang dihadapi penanam modal antara lain dengan instansi terkait, masyarakat sekitar lokasi proyek, lingkungan hidup dan ketenagakerjaan

9 Daerah

3. Jumlah daerah yang

mendapatkan penga- wasan mengenai pelaksanaan ketentuan penanaman modal

9 Daerah

KP 6. Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Wilayah IV (prioritas bidang dan atau K/L)

1. Jumlah/nilai realisasi penanaman modal yang terpantau

78,06 Triliun (20% dari 390,3 Triliun)

__

__

KP tidak terdapat pada Buku II RKP 2012 dan Buku II RKP 2011 2. Jumlah daerah

yang mendapatkan bimbingan dan fasilitasi penyelesaian masalah yang dihadapi penanam modal antara lain dengan instansi terkait, masyarakat sekitar lokasi proyek, lingkungan hidup dan ketenagakerjaan

8 daerah

3. Jumlah daerah yang

mendapatkan pengawasan mengenai pelaksanaan ketentuan penanaman modal

8 daerah

(20)

12

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

4. Jumlah proyek yang

dipantau perkemba- ngan realisasinya di seluruh Kab/Kota pd 32 provinsi dalam rangka dekonsentrasi

32 Provinsi

KP 7. Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP)

Penanaman Modal (prioritas nasional)

1. Pendidikan dan Pelatihan Penyelenggaraan PTSP di bidang Penanaman Modal

Peserta : 2000 orang terdiri dari 4 jenis pelatihan:

1. Dasar 2. Lanjutan I 3. Lanjutan II 4. SPIPISE

__

__

KP tidak terdapat pada Buku II RKP 2012 dan Buku II RKP 2011

2. Penetapan Kualifi-

kasi Kelembagaan PTSP di Bidang Penanaman Modal

265 PTSP

3. Pengadaan sarana

dan prasarana penun- jang Penyelenggaraan PTSP di bidang Penanaman Modal

-

4. Sosialisasi perijinan

dan nonperijinan di bidang penanaman modal

-

5. Fasilitasi

Penghubung di BKPM

-

6. Penyederhanaan

Tata Cara Permoho- nan Penanaman Modal (Streamlining Bisnis Proses Perijinan dan Nonperijinan)

-

KP 8. Koordinasi Peningkatan Ekspor dan Peningkatan Investasi (PEPI)

Persentase Rekomendasi hasil koordinasi kebijakan di Bidang

Peningkatan Ekspor dan Investasi yang terimplementasikan

75% KP 2. Koordinasi Peningkatan Ekspor dan Peningkatan Investasi (PEPI)

Persentase Rekomendasi hasil koordinasi kebijakan di Bidang Peningkatan Ekspor dan Investasi yang

terimplementasikan

75% KP 2. Koordinasi Peningkatan Ekspor dan Peningkatan Investasi (PEPI)

Persentase Rekomendasi hasil koordinasi kebijakan di Bidang

Peningkatan Ekspor dan Investasi yang terimplementasikan

70%

(21)

13

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Persentase

Rekomendasi kebijakan di Bidang Industri dan Perdagangan

75% Indikator tidak

terdapat pada Buku II RKP 2011 dan Buku II RKP 2013

__ KP 3. Peningkatan

Kualitas Pelayanan Persetujuan Penanaman Modal (prioritas bidang dan atau K/L)

1. Jumlah persetujuan yang dapat diproses dalam satu satuan waktu tertentu.

5000 persetujuan

KP 3. Peningkatan Kualitas Pelayanan Persetujuan Penanaman Modal (prioritas bidang dan atau K/L)

1. Jumlah persetujuan yang dapat diproses dalam satu satuan waktu tertentu.

100% KP tidak terdapat pada Buku II RKP 2013

2. Jumlah partisipasi instansi sektoral dan daerah dalam pelaksanaan sistem Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

2. Jumlah partisipasi

instansi sektoral dan daerah dalam pelaksanaan sistem Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

100% (17 kali kinjungan ke berbagai PTSP dalam rangka mem- berikan kon- sultasi (advi- sing) dan mengkoordi- nasikan pelaksanaan penanaman

modal)

2. Jumlah kunjungan

dalam rangka pemberian konsultasi (advising) mengenai pelayanan aplikasi pada kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP)

23 kali 3. Jumlah kegiatan

sinkronisasi dan har- monisasi tentang tata cara pelayanan pener- bitan surat persetuju- an penanaman modal bagi aparatur pemerintah propinsi dan kabupaten atau kota serta dunia usaha

100% (1 kali penyelengara an sosialisasi tentang prosedur perijinan PM di daerah)

3. Jumlah kegiatan

sinkronisasi dan harmonisasi tentang tata cara pelayanan penerbitan surat persetujuan penanaman modal bagi aparatur pemerintah propinsi dan kabupaten atau kota serta dunia usaha

1 kali 4. Jumlah pedoman

penilaian permohonan penanaman modal

2 buku panduan dan 30 brosur untuk setiap jenis perijinan penanaman modal

(22)

14

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

4. Jumlah pedoman

penilaian permohonan penanaman modal

1 (satu) buah buku pedoman

5. Jumlah

penyelenggaraan peningkatan kapasitas teknis bagi aparatur pelaksana pelayanan penanaman modal

90%

(peningkatan kapasitas teknis praktis tentang kegiatan operasional berbagai perusahaan)

5. Jumlah

penyelenggaraan peningkatan kapasitas teknis bagi aparatur pelaksana pelayanan penanaman modal

12 kali

__

KP 4. Peningkatan Kualitas Pelayanan Perijinan Penanaman Modal

(prioritas bidang dan atau K/L)

1. Jumlah perijinan yang dapat diproses dalam satu satuan waktu tertentu.

1200 perijinan

KP 4. Peningkatan Kualitas Pelayanan Perijinan Penanaman Modal

(prioritas bidang dan atau K/L)

1. Jumlah perijinan yang dapat diproses dalam satu satuan waktu tertentu.

100% KP tidak terdapat pada Buku II RKP 2013

2. . Jumlah partisipasi instansi sektoral dan daerah dalam pelaksanaan sistem Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

2. Jumlah partisipasi instansi sektoral dan daerah dalam pelaksanaan sistem Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

100%

2. Jumlah kunjungan

dalam rangka pemberian konsultasi (advising) mengenai pelayanan perijinan pada kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP)

3 kali 3. Jumlah kegiatan

sinkronisasi dan harmonisasi tentang tata cara pelayanan perijinan penanaman modal bagi aparatur pemerintah propinsi dan kabupaten atau kota serta dunia usaha

100%

3. Jumlah kegiatan

sinkronisasi dan harmonisasi tentang tata cara pelayanan perijinan penanaman modal bagi aparatur pemerintah propinsi dan kabupaten atau kota serta dunia usaha

1 kali 4. Jumlah pedoman

penilaian permohonan penanaman modal

1 (satu) buah buku laporan

(23)

15

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

4. Jumlah pedoman

penilaian permohonan penanaman modal

1 (satu) buah buku laporan

5. Jml penyeleng-

garaan peningkatan kapasitas teknis bagi aparatur pelaksana plyn penanaman mdl

100% (1 laporan hasil kegiatan)

5. Jumlah penyelengga-

raan peningkatan kapa- sitas teknis bagi apara- tur pelaksana pelayanan penanaman modal

22 kali

__

KP 5. Peningkatan Kualitas Pelayanan Fasilitas Penanaman Modal

(prioritas bidang dan atau K/L)

1. Jumlah perijinan yang dapat diproses dalam satu satuan waktu tertentu.

KP 5. Peningkatan

Kualitas Pelayanan Fasilitas Penanaman Modal

(prioritas bidang dan atau K/L)

1. Jumlah perijinan yang dapat diproses dalam satu satuan waktu tertentu.

100% KP tidak terdapat pada Buku II RKP 2013

1. Jumlah fasilitas penanaman modal yang dapat diproses dalam satu satuan waktu tertentu.

600 persetujuan

2. Jumlah partisipasi instansi sektoral dan daerah dlm pelaksa- naan sistem Pelaya- nan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

100% (6 kali FGD dan 2 kegiatan harmonisasi)

2. Jumlah partisipasi

instansi sektoral dan daerah dalam pelaksanaan sistem Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

3 daerah 3. Jumlah kegiatan

sinkronisasi dan harmonisasi tentang tata cara pelayanan fasilitas penanaman modal bagi aparatur pemerintah propinsi dan kabupaten atau kota serta dunia usaha

4 daerah sosialisasi pelayanan pemberian fasilitas penanaman modal

3. Jumlah kegiatan sin-

kronisasi dan harmoni- sasi tentang tata cara pelayanan fasilitas pe- nanaman modal bagi aparatur pemerintah provi dan kabatau kota serta dunia usaha

6 kali terdiri dari : Harmonisasi (1 daerah) dan FGD (5 kali)

4. Jumlah pedoman

penilaian permohonan penanaman modal

Pada tahun 2011 tidak membuat buku pedoman lagi karena telah selesai pada tahun 2010

4. Jumlah pedoman

penilaian permohonan penanaman modal

1 pedoman 5. Jumlah penyeleng-

garaan peningkatan kapasitas teknis bagi aparatur pelaksana pelayanan pnanaman modal

11 Materi

(24)

16

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

5. Jumlah

penyelenggaraan peningkatan kapasitas teknis bagi aparatur pelaksana pelayanan penanaman modal

9 materi (Dalam Negeri dan Luar Negeri)

6. Tercapainya

peningkatan jumlah komoditas yang dapat dijadikan acuan dalam proses penilaian

Indikator untuk kegia- tan ini diganti dengan indi- kator jumlah penyelengga- raan pening- katan kapasi- tas teknis bagi aparatur pelaksana pe- layanan pen- anaman mo- dal dari 5 ma- teri menjadi 11 materi

6. Tercapainya

peningkatan jumlah komoditas yang dapat dijadikan acuan dalam proses penilaian

__

KP 6. Pengembangan Potensi Penanaman Modal Daerah (prioritas bidang dan atau K/L

1. Jumlah Informasi data potensi daerah yang mutakhir yang didokumentasikan secara elektronik.

20 Prop KP 6. Pengembangan Potensi Penanaman Modal Daerah (prioritas bidang dan atau K/L

1. Jumlah Informasi data potensi daerah yang mutakhir yang didokumentasikan secara elektronik.

Pemutahiran data potensi investasi 22 daerah

KP tidak terdapat pada Buku II RKP 2013

2. Jumlah kegiatan dan

peserta workshop pengembangan potensi daerah dan sosialisasi Sistem Informasi Potensi Investasi Daerah (SIPID)

Workshop:

7 daerah Sosialisasi::

2 daerah

2. Jumlah kegiatan

dan peserta workshop pengembangan potensi daerah dan sosialisasi Sistem Informasi Potensi Investasi Daerah (SIPID)

● Workshop dan FGD di 3 daerah, ● Bimtek di 1 daerah, ● 482 peserta.

Sosialisasi 2 daerah pelaksanan peningkatan kapasitas sistem dan SDM, 100

orang.

Referensi

Dokumen terkait

Dalam penelitian ini dilakukan penilaian terhadap keseluruhan kualitas website BPRS Al Salaam Amal Salman dengan menggunakan pendekatan metode webqual, dimana hasil

Hal ini sesuai dengan penelitian sebelumnya, tetapi hasil pe- nelitian ini lebih rendah dari Youssef et al, (2013) yang menunjukkan bahwa penambahan sinbiotik sebagai

Setiap Pihak wajib dalam kapasitasnya sebagai Negara Bendera, melapor kepada Pihak lain, Negara Pelabuhan yang terkait dan, bila perlu, Negara lain yang relevan,

Waktu panen benih okra sekitar 100-105 hari setelah semai, ditandai dengan polong yang telah berwarna coklat dan kering, terkadang bahkan polong telah retak, dan

Untuk penelitian dengan Time Slice dan Linear Model maka akan ditempatkan 2 orang surveyor pada upstream dan downstream masing-masing link yang bertugas untuk melakukan

• Tentukan apakah struktur (unsur vignette, pertanyaan, dan opsi jawaban ADA) • SOAL TANPA VIGNETTE 

mendefinisikan Electronic Health Record ( EHR) adalah catatan rekam medik pasien seumur hidup pasien dalam format elektronik tentang informasi kesehatan

Komponen jembatan suspension terdiri dari menara (pylon), gelagar memanjang (stringer), gelagar melintang (cross beam), kabel utama (main cable), kabel penggantung (hanger),