• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENYUSUNAN PERDA DAN PERATURAN ZONASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENYUSUNAN PERDA DAN PERATURAN ZONASI"

Copied!
88
0
0

Teks penuh

(1)

PENYUSUNAN PERDA DAN PERATURAN ZONASI

TENTANG RENCANA DETAIL TATA RUANG KOTA ( RDTRK) ROGOJAMPI 1 - 1

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Undang-undang No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang menetapkan bahwa lingkup kegiatan pelaksanaan penataan ruang meliputi tiga tahapan, yaitu tahap perencanaan tata ruang, tahap pemanfaatan ruang, dan tahap pengendalian pemanfataan ruang. Ketiga tahapan tersebut selayaknya berjalan secara kontinyu tanpa putus dengan keterkaitan yang utuh dalam suatu kegiatan penataan ruang. Dalam penyelenggaraan penataan ruang wilayah kabupaten, pemerintah kabupaten mempunyai wewenang dalam hal perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang wilayah kabupaten.

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Banyuwangi Nomor 8 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Banywuangi Tahun 2012-2032, struktur perkotaan Kecamatan Rogojampi adalah sebagai Pusat Kegiatan Lingkungan (PKL).

Dilihat dari perkembangan wilayah, Kota Rogojampi merupakan pusat pengembangan untuk Wilayah Pengembangan (WP) Banyuwangi Tengah Barat dengan fungsi utama yaitu sebagai pusat pemerintahan skala kecamatan, pusat perdagangan dan jasa skala beberapa kecamatan, dan pusat fasilitas umum skala beberapa kecamatan. Sedangkan wilayah belakangnya meliputi Kecamatan Muncar, Singojuruh, Kabat, Srono, Songgon dan Cluring.

Penyusunan RDTR tersebut sangat diperlukan untuk menentukan pemanfaatan ruang bagi kawasan-kawasan yang sangat strategis, serta mengamankan kawasan- kawasan yang memerlukan perlindungan dari adanya pembangunan yang tidak terkendali. Penyusunan RDTR dan peraturan zonasi merupakan turunan dari RTRW Kabupaten Banyuwangi.

1.2 Maksud, Tujuan dan Sasaran 1.2.1 Maksud

Maksud dari Peraturan Daerah dan Peraturan Zonasi Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTRK) Rogojampi Tahun 2015-2034 antara lain:

 Sebagai arahan bagi masyarakat dalam pengisian pembangunan fisik kawasan, dan

 Sebagai pedoman bagi instansi dalam menyusun zonasi, dan pemberian periijinan kesesuaian pemanfaatan bangunan dengan peruntukan lahan

1.2.2 Tujuan

Tujuan dari kegiatan ini adalah menyusun dokumen Peraturan Daerah dan Peraturan Zonasi Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTRK) Rogojampi sebagai bentuk operasional pengendalian pemanfaatan ruang sehingga pemanfaatan ruang dapat sesuai dengan rencana dan menjamin bahwa Rencana Tata Ruang sudah memperhatikan aspek-aspek lingkungan hidup berkelanjutan dengan tetap memperhatikan aspirasi stakeholder.

(2)

PENYUSUNAN PERDA DAN PERATURAN ZONASI

TENTANG RENCANA DETAIL TATA RUANG KOTA ( RDTRK) ROGOJAMPI 1 - 2 1.2.3 Sasaran

Sasaran yang ingin dicapai dalam pekerjaan ini, adalah :

1. Tersajinya data dan informasi wilayah Kota Rogojampi yang akurat dan aktual.

2. Terumusnya kebijakan dan strategi dalam penataan ruang kawasan yang tertuang dalam peraturan daerah dan peraturan zonasi tentang Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTRK) yang dapat mengakomodir dinamika pembangunan;

3. Terkendalinya pembangunan di wilayah Kota Rogojampi baik yang dilakukan oleh pemerintah, swasta dan masyarakat;

4. Peningkatan minat investasi masyarakat dan dunia usaha di Kota Rogojampi;

5. Memberikan pedoman untuk penyusunan peraturan zonasi, pemberian advise planning, pengaturan bangunan setempat dan dalam pemberian perijinan yang berkaitan dengan pemanfaatan ruang.

1.3 Ruang Lingkup

Ruang lingkup untuk kegiatan Penyusunan Perda dan Peraturan Zonasi Tentang Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTRK) Rogojampi ini meliputi ruang lingkup wilayah dan ruang lingkup substansi.

1.3.1 Ruang Lingkup Wilayah

Ruang Kota (RDTRK) Rogojampi adalah Kawasan Perkotaan Rogojampi; yang terdiri dari tujuh Kelurahan/Desa, yaitu Rogojampi, Pengantigan, Lemahbangdewo, Kaotan, Karengbendo, Kedaleman, Gitik sesuai dengan kawasan perkotaan yang termuat dalam RTRW Kabupaten Banyuwangi.

Berdasarkan hasil survey dan pengembangan kawasan serta kebijakan perencanaan tata ruang diatasnya, maka arahan deliniasi Perkotaan Rogojampi lebih luas daripada kawasan perkotaan pada RDTR terdahulu (penyusunan RDTR Kecamatan Rogojampi tahun 2011).

Lingkup wilayah deliniasi Perkotaan Rogojampi dengan batas sebagai berikut :

 Sebelah Utara : Desa Labanasem Kec. Kabat

 Sebelah Timur : Desa Blimbingsari Kec. Rogojampi

 Sebelah Selatan : Desa Gladag Kec. Rogojampi

 Sebelah Barat : Desa Benelan Lor Kec. Kabat

Pada batas yang digunakan untuk Perkotaan Rogojampi ini adalah batas fisik jalan local.

Orientasi Kecamatan Rogojampi ditunjukkan pada Peta 1.1. Batas administrasi Kecamatan Rogojampi ditunjukkan pada Peta 1.2. Sedangkan deliniasi Perkotaan Rogojampi ditunjukkan pada Peta 1.3

(3)

PENYUSUNAN PERDA DAN PERATURAN ZONASI

TENTANG RENCANA DETAIL TATA RUANG KOTA ( RDTRK) ROGOJAMPI 1 - 3 Peta 1.1 Orientasi Kecamatan Rogojampi

(4)

PENYUSUNAN PERDA DAN PERATURAN ZONASI

TENTANG RENCANA DETAIL TATA RUANG KOTA ( RDTRK) ROGOJAMPI 1 - 4 Peta 1.2 Batas Wilayah Administrasi Kecamatan Rogojampi

(5)

PENYUSUNAN PERDA DAN PERATURAN ZONASI

TENTANG RENCANA DETAIL TATA RUANG KOTA ( RDTRK) ROGOJAMPI 1 - 5 Peta 1.3 Arahan Deliniasi Perkotaan Rogojampi

(6)

PENYUSUNAN PERDA DAN PERATURAN ZONASI

TENTANG RENCANA DETAIL TATA RUANG KOTA ( RDTRK) ROGOJAMPI 1 - 6 1.3.2 Ruang Lingkup Substansi

Lingkup kegiatan pekerjaan ini berpedoman pada UU No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang dan Peraturan Pemerintah No. 15 Tahun 2010 tentang Penyelengaraan Penataan Ruang. Penyusunan Peraturan Daerah dan Peraturan Zonasi Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTRK) Rogojampi Kabupaten Banyuwangi mencakup aspek-aspek berikut. Adapun lingkup materi pekerjaan Penyusunan Perda Dan Peraturan Zonasi Tentang Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTRK) Rogojampi meliputi :

A. Tujuan Penataan BWP Rogojampi B. Rencana Pola Ruang yang terdiri atas

 zona lindung yang meliputi:

 zona hutan lindung;

 zona yang memberikan perlindungan terhadap zona di bawahnya yang meliputi sub zona bergambut dan sub zona resapan air;

 zona perlindungan setempat yang meliputi sempadan pantai, sempadan sungai, zona sekitar danau atau waduk, dan zona sekitar mata air;

 zona RTH kota yang antara lain meliputi taman RT, taman RW, taman kota dan pemakaman;

 zona suaka alam dan cagar budaya;

 zona rawan bencana alam yang antara lain meliputi sub zona rawan tanah longsor, sub zona rawan gelombang pasang, dan sub zona rawan banjir; dan

 zona lindung lainnya.

 zona budi daya yang meliputi:

 zona perumahan, yang dapat dirinci ke dalam perumahan dengan kepadatan sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, dan sangat rendah (bila diperlukan dapat dirinci lebih lanjut ke dalam rumah susun, rumah kopel, rumah deret, rumah tunggal, rumah taman, dan sebagainya); zona perumahan juga dapat dirinci berdasarkan kekhususan jenis perumahan, seperti perumahan tradisional, rumah sederhana/sangat sederhana, rumah sosial, dan rumah singgah;

 zona perdagangan dan jasa, yang meliputi perdagangan jasa deret dan perdagangan jasa tunggal (bila diperlukan dapat dirinci lebih lanjut ke dalam lokasi PKL, pasar tradisional, pasar modern, pusat perbelanjaan, dan sebagainya);

 zona perkantoran, yang meliputi perkantoran pemerintah dan perkantoran swasta;

 zona sarana pelayanan umum, yang antara lain meliputi sarana pelayanan umum pendidikan, sarana pelayanan umum transportasi, sarana pelayanan umum kesehatan, sarana pelayanan umum olahraga, sarana pelayanan umum sosial budaya, dan sarana pelayanan umum peribadatan;

 zona industri, yang meliputi industri kimia dasar, industri mesin dan logam dasar, industri kecil, dan aneka industri;

 zona khusus, yang berada di kawasan perkotaan dan tidak termasuk ke dalam zona sebagaimana dimaksud pada angka 1 sampai dengan angka 5 yang antara lain meliputi zona untuk keperluan pertahanan dan keamanan, zona Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), zona Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), dan zona khusus lainnya;

 zona lainnya, yang tidak selalu berada di kawasan perkotaan yang antara lain meliputi zona pertanian, zona pertambangan, dan zona pariwisata; dan

 zona campuran, yaitu zona budidaya dengan beberapa peruntukan fungsi dan/atau bersifat terpadu, seperti perumahan dan perdagangan/jasa, perumahan, perdagangan/jasa dan perkantoran.

(7)

PENYUSUNAN PERDA DAN PERATURAN ZONASI

TENTANG RENCANA DETAIL TATA RUANG KOTA ( RDTRK) ROGOJAMPI 1 - 7 C. Rencana Jaringan Prasarana

 Rencana pengembangan jaringan pergerakan.

 Rencana pengembangan jaringan energi/kelistrikan

 Rencana pengembangan jaringan telekomunikasi

 Rencana pengembangan jaringan air minum

 Rencana pengembangan jaringan drainase

 Rencana pengembangan jaringan air limbah

 Rencana pengembangan prasarana lainnya.

D. Penetapan Sub BWP yang diprioritaskan penanganannya E. Ketentuan Pemanfaatan Ruang

F. Peraturan Zonasi

(8)

PENYUSUNAN PERDA DAN PERATURAN ZONASI

TENTANG RENCANA DETAIL TATA RUANG KOTA ( RDTRK) ROGOJAMPI 1 - 8

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Maksud, Tujuan dan Sasaran ... 1

1.2.1 Maksud ... 1

1.2.2 Tujuan ... 1

1.2.3 Sasaran ... 2

1.3 Ruang Lingkup ... 2

1.3.1 Ruang Lingkup Wilayah ... 2

Peta 1.1 Orientasi Kecamatan Rogojampi ... 3

Peta 1.2 Batas Wilayah Administrasi Kecamatan Rogojampi ... 4

Peta 1.3 Arahan Deliniasi Perkotaan Rogojampi ... 5

1.3.2 Ruang Lingkup Substansi ... 6

(9)

PENYUSUNAN PERDA DAN PERATURAN ZONASI

TENTANG RENCANA DETAIL TATA RUANG KOTA ( RDTRK) ROGOJAMPI 2 - 1

BAB 2

TUJUAN PENATAAN BWP

2.1 Tinjauan RTRW Terhadap Wilayah Perencanaan

Tujuan Penataan Ruang Kabupaten Banyuwangi yaitu “Mewujudkan ruang Kabupaten berbasis pertanian bersinergi dengan pengembangan perikanan, pariwisata, industri, perdagangan dan jasa yang berdaya saing dan berkelanjutan”

Kebijakan penataan ruang wilayah kabupaten merupakan arah tindakan yang harus ditetapkan untuk mencapai tujuan penataan ruang wilayah kabupaten sedangkan strategi penataan ruang wilayah kabupaten merupakan penjabaran kebijakan penataan ruang wilayah kabupaten ke dalam langkah-langkah operasional untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Didalam mencapai tujuan dari penataan ruang wilayah di Kabupaten Banyuwangi ditetapkan 10 (sepuluh) kebijakan penataan ruang wilayah yang dijabarkan kedalam beberapa strategi penataan ruang wilayah Kabupaten Banyuwangi.

Adapun kebijakan penataan ruang wilayah Kabupaten Banyuwangi adalah : 1. Kebijakan pengembangan kawasan pertanian.

Strategi didalam mewujudkan kebijakan ini adalah : a. Mengembangkan lahan pertanian baru.

b. Mempertahankan kawasan pertanian produktif.

c. Mengendalikan alih fungsi lahan pertanian.

d. Menetapkan kawasan pertanian tanamanan pangan berkelanjutan atau lahan pertanian abadi.

e. Mengoptimalkan pengelolaan lahan pertanian basah dan lahan pertanian kering.

f. Mengembangkan dan mengoptimalkan kawasan agropolitan.

g. Mengembangkan agroindustri dan agrobisnis di kawasan agropolitan.

h. Mengembangkan produk-produk unggulan budidaya pertanian dan hortikultura.

i. Mengembangkan dan meningkatkan infrastruktur sumberdaya air.

j. Meningkatkan infrastruktur penunjang kawasan pertanian.

k. Mengembangkan budidaya pertanian dan hortikultura yang ramah lingkungan.

l. Meningkatkan kelembagaan pengelolaan kawasan pertanian.

2. Kebijakan pengembangan kawasan perikanan.

Strategi didalam mewujudkan kebijakan ini adalah :

a. Mengembangkan dan mengoptimalkan kawasan perikanan tangkap.

b. Mengembangkan dan mengotimalkan kawasan perikanan budidaya air laut, budidaya air payau, dan budidaya air tawar.

c. Mengoptimalkan kawasan pertambakan.

d. Mengoptimalkan pengembangan dan pengelolaan kawasan minapolitan.

e. Mengembangkan sentra-sentra produksi perikanan yang mendukung pengoptimalan industri pengolahan perikanan di kawasan minapolitan.

(10)

PENYUSUNAN PERDA DAN PERATURAN ZONASI

TENTANG RENCANA DETAIL TATA RUANG KOTA ( RDTRK) ROGOJAMPI 2 - 2 f. Mengendalikan pencemaran lingkungan pada sentra-sentra produksi perikanan dengan meningkatkan pengelolaan limbah industri perikanan yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan.

g. Mengembangkan dan meningkatkan infrastruktur penunjang kawasan perikanan.

h. Meningkatkan kelembagaan pengelolaan kawasan perikanan.

i. Mengawasi dan mengendalikan eksplorasi dan eksploitasi sumberdaya perikanan dan kelautan.

j. Mengembangkan dan mengendalikan kawasan hutan bakau dan kawasan terumbu karang bagi keberlanjutan ekosistem kawasan perikanan.

3. Kebijakan pengembangan kawasan pariwisata terpadu berbasis potensi wisata alam, wisata budaya, dan wisata buatan.

Strategi didalam mewujudkan kebijakan ini adalah :

a. Mengembangkan potensi daya tarik wisata alam, wisata budaya, dan wisata buatan sesuai dengan wilayah pengembangan pariwisata (WPP).

b. Mengembangkan kawasan obyek wisata unggulan pada setiap WPP.

c. Mengembangkan jalur pariwisata terpadu yang terintegrasi dengan pengembangan sistem jaringan prasarana wilayah.

d. Mengembangkan sarana dan prasarana penunjang kepariwisataan.

e. Melestarikan nilai-nilai tradisi atau kearifan budaya masyarakat lokal beserta lingkungannya sebagai daya tarik wisata budaya.

f. Melestarikan kawasan peninggalan sejarah dan situs budaya sebagai aset budaya daerah dan pariwisata.

g. Meningkatkan kerjasama dalam pengelolaan pariwisata pada kawasan konservasi, kawasan lindung, cagar alam, hutan produksi, dan perkebunan melalui pengembangan ekowisata.

h. Meningkatkan peranserta masyarakat dan pelaku usaha pariwisata dengan pembinaan, penyuluhan, pelatihan, dan promosi bagi pengembangan pariwisata.

4. Kebijakan pengembangan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi perdesaan dan perkotaan yang menunjang sistem pemasaran hasil pertanian, perikanan, pariwisata, industri, perdagangan, dan jasa.

Strategi didalam mewujudkan kebijakan ini adalah :

a. Menetapkan wilayah fungsional Kabupaten sesuai dengan potensi kawasan.

b. Meningkatkan peran ibukota perkotaan Banyuwangi sebagai PKW dan peningkatan peran ibukota kecamatan bagi penunjang kegiatan skala lokal.

c. Mengembangkan kawasan strategis di Kabupaten.

d. Memantapkan keterkaitan dan interaksi antara simpul-simpul pertumbuhan ekonomi perkotaan dengan kawasan perdesaan sebagai hinterlandnya. Dan e. Mengembangkan jaringan prasarana wilayah antara sentra produksi dengan pusat

produksi.

f. Meningkatkan aksesibilitas barang, jasa dan informasi bagi kemudahan investasi di kawasan pertanian, perikanan, pariwisata, industri, perdagangan, dan jasa.

5. Kebijakan penataan sektor informal.

Strategi didalam mewujudkan kebijakan ini adalah :

a. menertibkan sektor informal yang berkembang secara alami

b. merelokasi sektor informal pada kawasan yang ditentukan khusus untuk pengembangan sektor informal

(11)

PENYUSUNAN PERDA DAN PERATURAN ZONASI

TENTANG RENCANA DETAIL TATA RUANG KOTA ( RDTRK) ROGOJAMPI 2 - 3 c. penataan sektor informal dengan penyediaan sarana dan prasarana pendukung,

yaitu:

1) tersedianya tempat sampah;

2) tersedianya sumber air (PDAM);

3) tersedianya tempat parkir; dan

4) tersedianya fasilitas penunjang lainnya seperti tempat duduk, tenda peneduh, gerobak yang bersih dan menarik.

6. Kebijakan pengembangan sistem jaringan prasarana wilayah yang mendukung kawasan pertanian, perikanan, pariwisata, industri, perdagangan, dan jasa, kawasan pemerintahan, pertahanan dan keamanan serta pelayanan dasar masyarakat.

Strategi didalam mewujudkan kebijakan ini adalah :

a. Meningkatkan dan mengoptimalkan jaringan jalan bagi pengembangan kawasan agropolitan, kawasan minapolitan, kawasan pariwisata, kawasan industri, kawasan perdagangan dan jasa, kawasan pemerintahan pertahanan dan keamanan.

b. Meningkatkan dan mengoptimalkan jaringan jalan menuju pusat kegiatan pelayanan dasar masyarakat.

c. Mengembangkan jalan baru menuju kawasan potensi ekonomi wilayah.

d. Mengembangkan jalan lingkar perkotaan.

e. Mengembangkan angkutan umum yang mengakses pusat kegiatan di kawasan perdesaan

f. Mengoptimalkan sistem jaringan kereta api;

g. Mengoptimalkan fungsi bandar udara yang telah dikembangkan sebagai gerbang pertumbuhan ekonomi;

h. Mengoptimalkan sistem pelabuhan laut dan angkutan laut i. Meningkatkan dan mengoptimalkan jaringan irigasi.

j. Mengembangkan prasarana sumberdaya air.

k. Mengembangkan prasarana telekomunikasi.

l. Mengembangkan prasarana sumberdaya energi alternatif baru terbarukan.

7. Kebijakan pengembangan kawasan strategis kabupaten.

Strategi didalam mewujudkan kebijakan ini adalah:

a. menetapkan kawasan strategis dan kawasan andalan kabupaten didukung dengan penyusunan dokumen rencana rinci tata ruang kawasan, studi kelayakan dan rencana detail desain kawasan;

b. mengembangkan infrastruktur penunjang di kawasan strategis;

c. mengoptimalkan percepatan pengembangan kawasan strategis melalui kerjasama investasi pemerintah, swasta dan masyarakat;

d. mempersiapkan lahan pengembangan dan mengendalikan tata guna lahan di sekitar kawasan strategis; dan

e. mengoptimalkan proses pelayanan perizinan terpadu yang efektif, efisien, transparan dan akuntabel guna mendorong minat investasi di kawasan strategis.

8. Kebijakan pengelolaan wilayah yang memperhatikan daya dukung lahan, daya tampung kawasan dan aspek konservasi sumber daya alam.

Strategi didalam mewujudkan kebijakan ini adalah :

a. Mengembangkan dan mengendalikan pengelolaan wilayah-wilayah pesisir, kelautan dan pulau-pulau kecil.

(12)

PENYUSUNAN PERDA DAN PERATURAN ZONASI

TENTANG RENCANA DETAIL TATA RUANG KOTA ( RDTRK) ROGOJAMPI 2 - 4 b. Mempertahankan kawasan hutan lindung.

c. Mengembangkan kawasan hutan produksi.

d. Mengembangkan kawasan perkebunan.

e. Mengembangkan hutan dan perkebunan rakyat.

f. Mengembangkan dan mengendalikan ruang terbuka hijau pada kawasan perkotaan, sempadan jalan, sempadan sungai, sempadan pantai, ruang evakuasi bencana alam, dan kawasan perlindungan bawahan. Dan

g. Melestarikan dan merehabilitasi pada daerah tangkapan air dan sumber-sumber air.

h. Pengendalian daya rusak air dilakukan pada sungai, danau, waduk, dan/atau bendungan, rawa, cekungan air tanah, sistem irigasi, mencakup upaya pencegahan, penanggulangan, pemulihan.

9. Kebijakan pengembangan kawasan budidaya dengan menumbuhkan kearifan lokal dan memperhatikan aspek ekologis.

Strategi didalam mewujudkan kebijakan ini adalah :

a. Mengembangkan kawasan peruntukan pertanian, kawasan peruntukan perikanan, kawasan peruntukan perkebunan, kawasan peruntukan kehutanan, dan kawasan peruntukan peternakan yang terintegrasi dengan pengembangan agroindustri dan agrobisnis.

b. Mengembangkan kawasan peruntukan pariwisata dan kawasan budaya daerah yang berwawasan lingkungan.

c. Mengembangkan kawasan peruntukan industri atau kawasan industri dengan memperhatikan daya dukung, kelestarian lingkungan, pemerataan, penyediaan infrasruktur penunjang kawasan, yaitu:

1) Tersedianya akses jalan untuk kelancaran transportasi.

2) Tersedianya sumber energi (listrik dan gas).

3) Tersedianya sumber air (air permukaan, pdam, air tanah bawah).

4) Tersedianya system dan jaringan telekomunikasi.

5) Tersedianya fasilitas penunjang lainnya, seperti: kantor pengelola, kantin, bank, pemadam kebakaran, poliklinik, sarana ibadah, pos kemanan, sarana olah raga, dan halte angkutan umum.

d. d) Mengembangkan sentra industri kecil dan industri rumah tangga berbasis sumberdaya lokal dan ramah lingkungan.

e. e) Mengembangkan kawasan peruntukan pertambangan berdasarkan potensi bahan galian, geologi dan geohidrologi dengan prinsip memperhatikan kelestarian lingkungan.

f. Mengembangkan peruntukan kawasan perdagangan dan jasa.

g. Mengembangkan peruntukan kawasan permukiman perkotaan, kawasan permukiman perdesaan yang seimbang dalam penyediaan sarana dan prasarana permukiman dengan ruang terbuka hijau, berwawasan lingkungan, serta terintegrasi dengan sistem trasnportasi.

10. Kebijakan pengendalian dan pelestarian kawasan lindung.

Strategi didalam mewujudkan kebijakan ini adalah :

a. Mengendalikan perubahan fungsi kawasan hutan lindung, kawasan yang memberikan perlindungan bagi kawasan bawahannya, kawasan perlindungan setempat, kawasan suaka alam, kawasan pelestarian alam, kawasan cagar budaya dan kawasan lindung geologi.

(13)

PENYUSUNAN PERDA DAN PERATURAN ZONASI

TENTANG RENCANA DETAIL TATA RUANG KOTA ( RDTRK) ROGOJAMPI 2 - 5 b. Memantapkan tata batas dan luasan fungsi kawasan hutan lindung, kawasan yang memberikan perlindungan bagi kawasan bawahannya, kawasan suaka alam, kawasan pelestarian alam, kawasan cagar budaya dan kawasan lindung geologi.

c. Menetapkan dan/atau mempertegas zona kawasan perlindungan setempat yang berfungsi sebagai sempadan pantai, sempadan sungai, sempadan sekitar waduk/embung, danau, sempadan rawa, sempadan sekitar mata air dan ruang terbuka hijau.

d. Meningkatkan upaya preservasi dan konservasi kawasan hutan lindung, kawasan yang memberikan perlindungan bagi kawasan bawahannya, kawasan perlindungan setempat, kawasan suaka alam, kawasan pelestarian alam, kawasan cagar budaya dan kawasan lindung geologi untuk menjaga luasannya dan meminimalkan kerusakan.

e. Mempertahankan dan meningkatkan kelestarian keanekaragaman hayati dan ekosistem di kawasan lindung.

f. Mencegah perkembangan kegiatan budidaya di kawasan lindung.

g. Meningkatkan kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan swasta dalam pengelolaan kawasan lindung yang berkelanjutan.

h. Meningkatkan nilai ekonomis kawasan lindung yang menunjang pengembangan pariwisata, pendidikan, penelitian dengan tetap mempertahankan fungsi lindungnya.

i. Meningkatkan keterpaduan pembangunan kawasan lindung dengan pembangunan wilayah terutama peningkatan kesejahteraan dan kepedulian masyarakat disekitar kawasan konservasi.

11. Kebijakan pengendalian kawasan rawan bencana alam.

Strategi didalam mewujudkan kebijakan ini adalah :

a. Menetapkan kawasan rawan bencana alam sesuai sifat dan jenis bencana alam berupa bencana gempa, bencana banjir, bencana kerentanan gerakan tanah, bencana letusan gunung berapi, bencana gelmbang pasang dantsunami, bencana kebakran hutan.

b. Mengidentifikasi tingkat resiko wilayah pada kawasan rawan bencana alam.

c. Mengembangkan jalur dan ruang evakuasi bencana sesuai sifat dan jenis bencana, serta karakteristik wilayah.

d. Mengembangkan sistem mitigasi bencana.

e. Mengembangkan manajemen perencanaan, pencegahan, kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana pada kawasan rawan bencana alam.

12. Kebijakan peningkatan fungsi kawasan untuk pertahanan dan keamanan negara.

Strategi didalam mewujudkan kebijakan ini adalah :

a. Mendukung penetapan kawasan peruntukan Pertahanan dan Keamanan Negara.

b. Mengembangkan kegiatan budidaya secara selektif didalam dan disekitar kawasan Pertahanan dan Keamanan Negara untuk menjaga fungsi dan peruntukannya.

c. Mengembangkan kawasan lindung dan atau kawasan budi daya tidak terbangun di sekitar kawasan Pertahanan dan Keamanan Negara sebagai zona peyangga yang memisahkan kawasan tersebut dengan kawasan budi daya terbangun.

d. Turut serta menjaga dan memelihara asset-aset pertahanan/ TNI.

(14)

PENYUSUNAN PERDA DAN PERATURAN ZONASI

TENTANG RENCANA DETAIL TATA RUANG KOTA ( RDTRK) ROGOJAMPI 2 - 6 2.2 Isu Strategis Kawasan Perencanaan

1.3.1 Isu Strategis

Beberapa issue strategis di Kecamatan Rogojampi antara lain:

1) Pengembangan Wilayah: Rencana Penetapan Perkotaan Rogojampi sebagai Pusat Kegiatan lingkungan (PKL) di Kabupaten Banyuwangi selain itu Kota Rogojampi juga sebagai pusat pertumbuhan bagi Kabupaten Banyuwangi bagian Tengah Timur yang sekaligus berfungsi sebagai pusat pengembangan bandar udara Blimbingsari dan Fishery Town bagi Kabupaten Banyuwangi

2) Pengembangan Prasarana Wilayah: Rencana pengembangan jalan lintas selatan, serta adanya pengembangan jaringan Transportasi pendukung prasarana wilayah, seperti bandara udara Blimbingsari dan juga terminal bongkar muat

3) Ekonomi: Kecamatan Rogojampi merupakan daerah pengembangan kegiatan pertanian yang cukup subur selain itu juga memiliki potensi perikanan. Kecamatan Rogojampi yang berbatasan langsung dengan Selat Bali, memiliki potensi perikanan yang cukup besar baik perikanan laut maupun darat terutama di desa/kelurahan Bomo dan Blimbingsari, selain itu potensi lain yang dimiliki Kecamatan Rogojampi adalah Potensi pariwisata pantai yang terdapat di desa Blimbingsari dan Bomo.

4) Lingkungan: Tidak adanya lokasi tempat pembuangan sampah akhir yang terpadu, menyebabkan adanya penumpukan sampah di beberapa lokasi maupun tanah kosong, sehingga keadaan ini dapat menjadi permasalahan di kemudian hari.

5) Sosial Budaya: Masih adanya keluarga miskin dan permasalahan sosial lainnya.

Untuk lebih jelasnya issue-issue strategis di Kecamatan Rogojampi sebagaimana terlihat pada tabel 3.1

Tabel 3.1 Issue-Issue Strategis Di Kecamatan Rogojampi

Issue Strategis Potensi Permasalahan Peluang Ancaman Pengembangan Wilayah

 Rencana Penetapan Perkotaan

Rogojampi sebagai Pusat Kegiatan lingkungan (PKL) di Kabupaten

Banyuwangi.

 Kota Rogojampi juga sebagai pusat pertumbuhan bagi Kabupaten

Banyuwangi bagian Tengah Timur yang sekaligus berfungsi sebagai pusat pengembangan bandar udara Blimbingsari dan Fishery Town bagi Kabupaten Banyuwangi

 Memiliki jumlah penduduk yang memadai

 Memiliki lahan pengembang an yang masih luas

 Berada pada lintas regional Surabaya - Bali

 Sebagian fasilitas pada kawasan perkotaan masih terpusat di kelurahan Rogojampi, sementara kawasan perkotaan lainnya yg ditetapkan kondisi fasilitasnya belum memadai

 Sarana dan prasarana pendukung sebagai sudah tampak

 Memiliki aksesbilitas tinggi karena dilalui oleh jalur regional Surabaya- Pasuruan- Banyuwangi-Bali

 Pengembangan permukiman baru

 Adanya perkembangan kecamatan lain yang lebih pesat dibandingkan dengan Kecamatan Rogojampi

(15)

PENYUSUNAN PERDA DAN PERATURAN ZONASI

TENTANG RENCANA DETAIL TATA RUANG KOTA ( RDTRK) ROGOJAMPI 2 - 7 Issue Strategis Potensi Permasalahan Peluang Ancaman Pengembangan Prasarana Wilayah

 Rencana pengembangan jalan lintas selatan

 Memiliki aksesbilitas tinggi

 Terjadinya ketimpangan perkembangan kawasan antara kawasan yang dilalui maupun tidak dilalui oleh jalur utama/arteri primer

 Posisi yang strategis berada di jalur lintas regional

 Kurangnya aksesibiltas akan menurunkan produktivitas dan perkembangan suatu kawasan

 Adanya

pengembangan Bandara Udara Blimbingsari

 Dapat meningkatka n aksesbilitas di Kecamatan Rogojampi - Menjadi daya tarik investor

 Kurang

mendukungnya kondisi Sarana aksesibilitas menuju bandara

 Dukungan pemerintah daerah untuk pengembangan Bandar udara Blimbingsari

 Banyak

masyarakat yang belum

mengetahui keberadaan Bandar Udara Blimbing Sari, sehingga

pemanfaatannya belum cukup maksimal Ekonomi

 Pengembangan potensi ekonomi -

 Kecamatan Rogojampi merupakan wilayah yang potensial di sektor pertanian, perikanan maupun pariwisata.

 Ketersediaan sarana dan prasarana belum memadai

 Kemampuan sumberdaya manusia dalam pengolahan hasil masih terbatas

 Kecamatan Rogojampi memiliki aksesibilitas yang tinggi

 Adanya upaya pengembangan perikanan dengan ditetapkannya Desa Bomo sebagai kawasan Fishery Town.

 Rendahnya kualitas pengelolaan sumber daya alam utamanya di sektor pertanian akan berdampak pada rendahnya produktivitas pertanian dan masyarakat pertanian.

 Rendahnya kualitas

pengelolaan akan berdampak pada rendahnya produksi.

Lingkungan

 Belum adanya sistim pengolahan sampah yang terpadu sehingga dapat mengancam kebersihan lingkungan

 Adanya inisiatif masyarakat untuk melakukan pengolahan sampah secara terpadu

 Adanya lahan kosong yang daapat dimanfaatkan sebagai TPS.

 Kurangnya sarana pendukung kebersihan lingkungan

 Ada rencana pengembangan TPS di dekat Pasar Hewan Gitik dan di desa Bomo dan Aliyan

 Tidak adanya TPA dengan skala Kabupaten dapat

menyebabkan Peningkatan volume sampah di TPS di

kecamatan Rogojampi

Sosial Budaya

 Masih adanya keluarga miskin dan permasalahan

 Tersedianya sarana pendidikan

 Rendahnya SDM ditandai dengan masih tingginya

 Perkembangan penduduk yang dapat menjadi

 Ancaman lainnya adalah belum tertatanya

(16)

PENYUSUNAN PERDA DAN PERATURAN ZONASI

TENTANG RENCANA DETAIL TATA RUANG KOTA ( RDTRK) ROGOJAMPI 2 - 8 Issue Strategis Potensi Permasalahan Peluang Ancaman sosial lainnya yang

memadai di Kecamatan Rogojampi

 Potensi ekonomi baik perikanan maupun pertanian

permasalahan sosial yang terjadi diantaranya adalah masalah keluarga miskin, pengangguran maupun permasalahan sosial lainnya.

modal

pembangunan.

administrasi kependudukan

Sumber : Revisi RDTR Kecamatan Rogojampi 2011

1.3.2 Potensi

Beberapa potensi yang diidentifikasikan di Kecamatan Rogojampi antara lain adalah:

1) Rencana Penetapan Perkotaan Rogojampi sebagai Pusat Kegiatan lingkungan (PKL) di Kabupaten Banyuwangi dan penetapan Kota Rogojampi sebagai pusat pertumbuhan bagi Kabupaten Banyuwangi bagian Tengah Timur yang sekaligus berfungsi sebagai pusat pengembangan bandar udara Blimbingsari dan Fishery Town bagi Kabupaten Banyuwangi, akan mendorong pertumbuhan Kota Rogojampi sebagai pusat pelayanan umum, pusat pemerintahan kecamatan serta pusat perdagangan dan jasa bagi daerah pelayanannya.

2) Rencana pengembangan Jalan Lintas Selatan, serta adanya pengembangan jaringan transportasi pendukung prasarana wilayah, seperti bandara udara Blimbingsari dan juga terminal bongkar muat, akan mempermudah akses Kota Rogojampi pada lingkup eksternal (lingkup kabupaten dan regional) maupun internal (lingkup daerah pelayanannya).

3) Kecamatan Rogojampi merupakan daerah pengembangan kegiatan pertanian yang cukup subur selain itu juga memiliki potensi perikanan. Kecamatan Rogojampi yang berbatasan langsung dengan Selat Bali, memiliki potensi perikanan yang cukup besar baik perikanan laut maupun darat terutama di Desa/Kelurahan Bomo dan Blimbingsari, selain itu potensi lain yang dimiliki Kecamatan Rogojampi adalah potensi pariwisata pantai yang terdapat di Desa Blimbingsari dan Bomo.

Kota Rogojampi mempunyai peran besar sebagai pusat pelayanan perdagangan dan jasa yang berbasis pertanian, perikanan dan pariwisata.

4) Lokasinya berada pada jalur transportasi yang menghubungkan Jember-Banyuwangi merupakan keuntungan lokasi yang mampu mendorong pertumbuhan Kota Rogojampi lebih cepat.

5) Potensi ini akan meningkatkan kemudahan akses Kota Rogojampi secara eksternal baik menggunakan angkutan jalan raya maupun jalur kereta api.

Masih tersedia lahan belum terbangun yang dapat dialihfungsikan untuk pengembangan kawasan perkotaan.

1.3.3 Permasalahan

1) Perkembangan kota cenderung linier di sepanjang periferi koridor utama kota, sedangkan wilayah belakangnya belum berkembang.

2) Peluang terjadinya konflik penggunaan lahan (antara lain perkantoran yang bersebelahan dengan bengkel kendaraan bermotor, pasar hewan yang berlokasi di kawasan pusat kota, Rumah Pemotongan Hewan yang berlokasi di kawasan pusat kota), karena itu perlu diantisipasi sejak dini.

(17)

PENYUSUNAN PERDA DAN PERATURAN ZONASI

TENTANG RENCANA DETAIL TATA RUANG KOTA ( RDTRK) ROGOJAMPI 2 - 9 3) Pengembangan bangunan-bangunan di sepanjang koridor utama Kota Rogojampi yang tumbuh tidak terkendali, apabila tidak dikendalikan sejak awal. Antara lain pelanggaran GSB, kurangnya penyediaan tempat parkir, disharmoni tampilan wajah bangunan secara sekuensial.

4) Penyediaan inrastruktur yang belum merata karena hanya terkonsentrasi di sepanjang periferi jalan utama.

5) Lingkungan: tidak adanya lokasi tempat pembuangan sampah akhir yang terpadu, menyebabkan adanya penumpukan sampah di beberapa lokasi maupun tanah kosong, sehingga keadaan ini dapat menjadi permasalahan di kemudian hari.

6) Belum terlihatnya jatidiri Kota Rogojampi terutama pada civic center.

2.3 Tujuan Penataan BWP

Berdasarkan karakteristik yang diidentifikasikan selanjutnya diusulkan tujuan penataan Kawasan Perkotaan Rogojampi sebagai berikut :

“Mewujudkan Perkotaan Rogojampi sebagai pusat Wilayah Pengembangan Banyuwangi Tengah Timur yang berbasis pada pengembangan fasilitas pemerintahan, perdagangan dan jasa, fasilitas pelayanan umum dan jaringan prasarana untuk menarik investasi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat”.

Konsep penataan ruangnya adalah :

a. Pengembangan pusat pemerintahan kecamatan.

b. Pengembangan fasilitas perdagangan dan jasa, fasilitas pelayanan umum.

c. Pengembangan aksesbilitas eksternal dan internal baik jaringan prasarana transportasi jalan raya maupun jaringan rel kereta api.

d. Penyusunan Peraturan Zonasi yang operasional sebagai dasar untuk menerbitkan perizinan pembangunan.

e. Terciptanya kehidupan masyarakat yang aman, tertib, lancar dan sehat.

2.4 Kebijakan dan Strategi Penataan BWP

Berdasarkan tujuan penataan ruang Perkotaan Rogojampi, maka kebijakan penataan ruang Perkotaan Rogojampi untuk mencapai tujuan adalah sebagai berikut :

Kebijakan (1) : Pengembangan infrastruktur di wilayah Perkotaan Rogojampi Kebijakan (2) : Pengembangan sarana dan prasarana penunjang kegiatan

Kebijakan (3) : Pengembangan kegiatan perdagangan jasa untuk mengoptimalkan peningkatan pelayanan di Perkotaan Plaosan

Kebijakan (4) : Pemantapan dan pengendalian kawasan lindung

Kebijakan-kebijakan tersebut merupakan kebijakan yang disusun untuk meraih tujuan penataan ruang Perkotaan Rogojampi. Dari kebijakan-kebijakan tersebut maka dirumuskan strategi-strategi sebagai paduan dalam operasionalisasinya. Kebijakan dan strategi dari penataan ruang Perkotaan Rogojampi dapat dijelaskan sebagai berikut : Kebijakan (1) : Pengembangan infrastruktur di wilayah Perkotaan Rogojampi Strategi :

1. Membangun akses jalan tembus dan jalan lingkar;

2. Membangun dan peningkatan jalan tembus dan jalan lingkar sebagai jalan penghubung guna mengurangi kemacetan;

(18)

PENYUSUNAN PERDA DAN PERATURAN ZONASI

TENTANG RENCANA DETAIL TATA RUANG KOTA ( RDTRK) ROGOJAMPI 2 - 10 3. Membangun dan meningkatkan perkerasan jalan lokal dan lingkungan.

Kebijakan (2) : Pengembangan sarana dan prasarana penunjang kegiatan Strategi :

1. Mengembangkan sarana dan prasarana pelayanan umum di Perkotaan Rogojampi 2. Peningkatan kualitas pelayanan sarana dan prasarana

3. Mengembangkan jaringan prasarana untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakkat

Kebijakan (3) : Pengembangan kegiatan perdagangan jasa untuk mengoptimalkan peningkatan pelayanan di Perkotaan Rogojampi

Strategi :

1. Mengembangkan fasilitas perdagangan dan jasa skala lokal dan regional sebagai pusat pelayanan PKL dan pada sub pusat pelayanan sesuai dengan struktur ruang 2. Mengendalikan secara ketat di sepanjang jaringan kolektor primer.

Kebijakan (4) : Pemantapan dan pengendalian kawasan lindung 1. Pengendalian dan pengawasan sempadan sungai dan rel kereta api;

2. Pengembangan RTH.

(19)

PENYUSUNAN PERDA DAN PERATURAN ZONASI

TENTANG RENCANA DETAIL TATA RUANG KOTA ( RDTRK) ROGOJAMPI

3 - 1

BAB 3

RENCANA POLA RUANG

Rencana pola ruang pada dasarnya menggambarkan peruntukan ruang dengan fungsi utama lindung dan budidaya. Untuk mengarahkan pola ruang ini maka dibuat konsep pengembangan perkotaan dan materi pola ruang Perkotaan Rogojampi.

3.1 Konsep Pengembangan Perkotaan 3.1.1 Skenario Pengembangan Perkotaan

Scenario pengembangan wilayah ditinjau berdasarkan sistem pusat kegiatan dan sistem perkotaan. Hal ini berdasarkan kebijakan yang menjadi payung pengembangan untuk Perkotaan Rogojampi.

Adapun skenario pengembangan Perkotaan Rogojampi adalah:

1. Pengembangan Pusat Perdagangan Skala Regional meliputi Pasar Regional, Pasar Induk/Pasar Khusus, seperti Pasar Hewan di Desa Gitik.

2. Mengembangkan kawasan pemerintahan, perdagangan jasa, dan pelayanan umum sebagai pendukung kawasan pengembangan pusat kegiatan lokal (PKL).

3. Mengembangkan sistem jaringan yang menjadi bagian dan terintegrasi dengan sistem jaringan di Perkotaan Rogojampi, Kecamatan Rogojampi atau Kabupaten Banyuwangi.

4. Mengembangkan kawasan permukiman untuk mengakomodasi arah pertumbuhan kawasan dan kebutuhan pengembangan baik karena pengaruh internal maupun pengaruh eksternal di Perkotaan Rogojampi

5. Mengembangkan kawasan permukiman tetap memperhatikan kebutuhan fasilitas dan menjadi dasar dalam alokasi pola ruang dan jenis kegiatan yang dikembangkan dalam masing-masing zona pengembangan.

6. Menyusun program yang lebih rinci dalam kawasan yang diprioritaskan pengembangannya.

7. Meningkatkan kuantitas fasilitas sosial dan fasilitas umum sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

8. Meningkatkan kapasitas dan sirkulasi pergerakan melalui peningkatan mutu jalan eksisting dan penyediaan jalan baru berupa jalan alternatif atau lingkar untuk membagi beban jalan terutama pada pusat aktifitas.

9. Menunjang peningkatan aksesibiltas dan sirkulasi pergerakan melalui penyediaan sarna penunjang terutama ruang pejalan kaki atau pedestrian, dan rambu-rambu lalu lintas pendukung.

10. Mengembangkan sistem pelayanan utilitas yang melayani semua kebutuhan yang terdiri dari jaringan air bersih, drainase, listrik, pengolahan limbah, dan telekomunikasi.

11. Mengembangkan intensitas bangunan dan kegiatan secara efesien dan saling munanjang serta menghindaran konflik antar kegiatan melalui pengalokasian ruang yang sesuai dengan kebutuhan dan tetap memperhatikan daya dukung lingkungan.

(20)

PENYUSUNAN PERDA DAN PERATURAN ZONASI

TENTANG RENCANA DETAIL TATA RUANG KOTA ( RDTRK) ROGOJAMPI

3 - 2

3.1.2 Sistem Keterpusatan

Berikut beberapa arahan sistem pusat kegiatan di Perkotaan Rogojampi :

1) Menetapkan dan mengembangan sarana transportasi berupa jalan arteri sekunder disepanjang jalur Jalan Raya Rogojampi sebagai koridor utama dan jalan lingkar sebagai arteri sekunder di Perkotaan Rogojampi;

2) Mengembangkan Koridor Jalan Raya Rogojampi sebagai pusat Kegiatan Perdagangan dan Jasa, Perkantoran, Kesehatan dan Pendidikan Skala Regional;

3) Mengembangkan pusat lingkungan pada setiap Sub BWP, sebagai upaya untuk mendekonsentrasikan perkembangan secara seimbang keseluruh wilayah BWP Rogojampi yang diikuti dengan penyediaan infrastruktur permukiman.

Sistem keterpusatan dan pusat pelayanan untuk BWP Rogojampi, SBWP dan blok adalah sebagai berikut :

1. Pusat BWP Rogojampi

Pertimbangan yang digunakan untuk menentukan pusat BWP Rogojampi adalah arahan rencana tata ruang, aglomerasi fasilitas, jangkauan pelayanan fasilitas, sentralitas pelayanan dan kemudahan akses.

(1) Menurut Revisi RDTR Kecamatan Rogojampi 2010-2030 pusat pelayanan Kecamatan Rogojampi ditempatkan di Jl. Diponegoro dan sekitarnya, dimana terdapat aglomerasi fasilitas perdagangan dan jasa, pemerintahan (kantor kecamatan, kantor polisi, kantor pos, kantor Telkom), rumah sakit, pasar.

(2) Fasilitas pelayanan di koridor Jl. Diponegoro mempunyai lingkup pelayanan kecamatan. Lokasi ini menjadi orientasi warga dari desa-desa di Kecamatan Rogojampi, antara lain kebutuhan terhadap fasilitas perdagangan dan jasa, pemerintahan (kecamatan), rumah sakit, pasar, transportasi (stasiun kereta api).

(3) Ditinjau dari sentralitasnya, aglomerasi fasilitas pelayanan di koridor Jl.

Diponegoro berada pada lokasi yang relatif sentral terhadap BWP Rogojampi.

(4) Lokasinya yang terletak di jalan utama Kota Rogojampi membuat aglomerasi fasilitas di koridor ini mudah dijangkau dari berbagai penjuru kota, baik menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum.

Pusat pelayanan BWP Rogojampi ditempatkan di koridor Jl. Diponegoro di Desa Rogojampi.

2. Pusat Sub BWP

Pertimbangan yang digunakan untuk menentukan pusat Sub BWP adalah lokasi kantor desa, aglomerasi fasilitas pelayanan, sentralitas lokasi dan kemudahan akses.

(1) Pusat Sub BWP-1 : Rogojampi

Pusat SBWP-1 sekaligus adalah pusat BWP Rogojampi.

(2) Pusat Sub BWP-2 : Pengantigan

Ditempatkan pada lokasi Kantor Desa Pengantigan dimana terdapat aglomerasi dengan fasilitas peribadatan, sentris terhadap areal pelayanannya, dan memiliki kemudahan aksesbilitas karena terletak di jalan utama desa.

(21)

PENYUSUNAN PERDA DAN PERATURAN ZONASI

TENTANG RENCANA DETAIL TATA RUANG KOTA ( RDTRK) ROGOJAMPI

3 - 3

(3) Pusat Sub BWP-3 : Lemahbangdewo

Ditempatkan pada lokasi Kantor Desa Pengantigan yang memiliki kemudahan akses karena terletak di jalan arteri Jember-Banyuwangi.

(4) Pusat Sub BWP-4 : Kedaleman

Ditempatkan di lokasi Kantor Desa Kedaleman yang lokasinya sentris terhadap areal pelayanan dan mudah dicapai karena terletak di jalan utama desa.

(5) Pusat Sub BWP-5 : Kaotan

Ditempatkan pada lokasi Kantor Desa Kaotan yang memiliki kemudahan akses karena terletak di jalan utama desa.

(6) Pusat Sub BWP-6 : Karangbendo

Ditempatkan pada lokasi Kantor Desa Karangbendo yang memiliki kemudahan ases karena terletak di jalan utama kecamatan, dan lokasinya sentris terhadap areal pelayanannya.

(7) Pusat Sub BWP-7 : Gitik

Ditempatkan pada lokasi Kantor Desa Gitik yang sentris terhadap areal pelayanannya dan mudah dicapai karena terletak di jalan utama desa.

Pusat pelayanan bagi SBWP ditempatkan pada masing-masing lokasi kantor desa dan aglomerasinya.

3. Pusat Blok

Pusat blok ditempatkan sekurangnya pada satu fasilitas pelayanan publik, antara lain berupa sekolah (SD, SMP, SMA, Perguruan Tinggi), tempat peribadatan, fasilitas kesehatan, fasilitas perdagangan (pertokoan, toko, warung, depot), rumah sakit, puskesmas.

Ditempatkan pada lokasi fasilitas pelayanan umum yang setiap hari dimanfaatkan oleh masyarakat (antara lain SD, SMP, SMA, Perguruan Tinggi), tempat peribadatan, fasilitas kesehatan, fasilitas perdagangan (pertokoan, toko, warung, depot), rumah sakit, puskesmas.

Pusat BWP, pusat Sub BWP dan pusat blok pada BWP Perkotaan Rogojampi ditunjukkan pada Peta 3.1 Peta Pusat pelayanan pada BWP Perkotaan Rogojampi dengan sumber dari Tim Perencana 2014.

3.1.3 Arahan Pengembangan

Menurut RTRW Kabupaten Banyuwangi 2012-2032, BWP Rogojampi diarahkan sebagai pusat pemerintahan skala kecamatan; pusat perdagangan dan jasa skala beberapa kecamatan; pusat fasilitas umum skala beberapa kecamatan; dan kawasan Bandara Udara.

Sedangkan fungsi pada masing-masing SBWP dijelaskan sebagai berikut : a. Sub BWP-1 : Rogojampi

Sesuai arahan RTRW Kabupaten Banyuwangi fungsi utama Rogojampi sebagai pusat BWP adalah sebagai pusat pemerintahan skala kecamatan, perdagangan dan jasa skala beberapa kecamatan, fasilitas umum skala beberapa kecamatan.

`

(22)

PENYUSUNAN PERDA DAN PERATURAN ZONASI

TENTANG RENCANA DETAIL TATA RUANG KOTA ( RDTRK) ROGOJAMPI

3 - 4

Peta 3.1 Peta Pusat pelayanan pada BWP Perkotaan Rogojampi

(23)

PENYUSUNAN PERDA DAN PERATURAN ZONASI

TENTANG RENCANA DETAIL TATA RUANG KOTA ( RDTRK) ROGOJAMPI

3 - 5

Berdasarkan kondisi empiris, jenis penggunaan lahan yang dominan di SBWP- 1 adalah perdagangan dan jasa; fasilitas umum (kantor pemerintah, rumah sakit, tempat peribadatan), perumahan, dan wilayah belakangnya didominaaasi pertanian.

b. Sub BWP-2 : Pengantigan

Kondisi empiris menunjukkan jenis penggunaan lahan yang dominan di SBWP- 2 adalah perumahan dan pertanian; industri/pergudangan dan fasilitas umum.

Jenis penggunaan atau fungsi berdasarkan rencana tata ruang adalah pemerintahan desa.

a. Sub BWP-3 : Lemahbangdewo

Jenis penggunaan atau fungsi berdasarkan rencana tata ruang adalah pemerintahan desa. Jenis penggunaan berdasarkan kondisi empiris adalah fasilitas umum tingkat desa, perumahan dan pertanian.

b. Sub BWP-4 : Kedalemen

Jenis penggunaan menurut rencana tata ruang adalah pemerintahan tingkat desa. Jenis penggunaan berdasarkan kondisi empiris adalah perdagangan dan jasa tingkat desa, fasilitas pelayanan umum tingkat desa, perumahan dan pertanian.

c. Sub BWP-5 : Kaotan

Jenis penggunaan lahan menurut rencana tata ruang adalah pemerintahan desa. Sedangkan jenis penggunaan berdasarkan kondisi empiris adalah fasilitas pelayanan tingkat desa; perumahan dan pertanian.

d. Sub BWP-6 : Karangbendo

Jenis penggunaan menurut rencana tata ruang adalah pemerintahan desa.

Jenis penggunaan menurut kondisi empiris adalah fasilitas umum tingkat desa, perumahan dan pertanian.

e. Sub BWP-7 : Gitik

Jenis penggunaan menurut rencana tata ruang adalah pemerintahan desa.

Jenis penggunaan menurut kondisi empiris adalah perdagangan dan jasa tingkat kecamatan, fasilitas umum tingkat kecamatan, industri/pergudangan, perumahan dan pertanian.

Arahan pengembangan untuk Perkotaan Rogojampi berdasarkan BWP Rogojampi meliputi :

a. BWP Perkotaan Rogojampi

Fungsi utama BWP perkotaan Rogojampi adalah sebagai pusat pemerintahan skala kecamatan; pusat perdagangan dan jasa skala beberapa kecamatan;

pusat fasilitas umum skala beberapa kecamatan; dan kawasan Bandara Udara.

b. Sub BWP

(1) Sub BWP-1 : Rogojampi

Fungsi SBWP-1 diarahkan sebagai pusat pemerintahan skala kecamatan, perdagangan dan jasa skala beberapa kecamatan, fasilitas umum skala beberapa kecamatan; perdagangan dan jasa; fasilitas umum (kantor pemerintah, rumah sakit, tempat peribadatan), perumahan, dan wilayah belakangnya didominasi pertanian.

(24)

PENYUSUNAN PERDA DAN PERATURAN ZONASI

TENTANG RENCANA DETAIL TATA RUANG KOTA ( RDTRK) ROGOJAMPI

3 - 6

(1) Sub BWP-2 : Pengantigan

Fungsi SBWP-2 diarahkan sebagai perumahan dan pertanian;

industri/pergudangan dan fasilitas umum; dan pemerintahan desa.

(2) Sub BWP-3 : Lemahbangdewo

Fungsi SBWP-3 adalah untuk pemerintahan desa; fasilitas umum tingkat desa, perumahan dan pertanian.

(3) Sub BWP-4 : Kedalemen

Fungsi SBWP-4 adalah pemerintahan tingkat desa; perdagangan dan jasa tingkat desa, fasilitas pelayanan umum tingkat desa, perumahan dan pertanian.

(4) Sub BWP-5 : Kaotan

Fungsinya adalah pemerintahan desa; fasilitas pelayanan tingkat desa;

perumahan dan pertanian.

(5) Sub BWP-6 : Karangbendo

Fungsinya adalah pemerintahan desa; fasilitas umum tingkat desa, perumahan dan pertanian.

(6) Sub BWP-7 : Gitik

Fungsinya adalah pemerintahan desa; perdagangan dan jasa tingkat kecamatan, fasilitas umum tingkat kecamatan, industri/pergudangan, perumahan dan pertanian.

Arahan fungsi masing-masing Sub BWP ditunjukkan pada Tabel 3.1. dan Peta 3.2 Peta Fungsi Wilayah Perencanaan.

Tabel 3.1. Fungsi Wilayah Perencanaan

No Hirarki Pelayanan Fungsi Utama Fasilitas Minimal yang Dibutuhkan

(1) (2) (3) (4)

I Tingkat BWP

1 BWP Rogojampi Pusat pemerintahan skala kecamatan

 Kantor kecamatan

 Polsek

 Koramil

 Kantor Pos

 Kantor Telkom

 Kantor Pelayanan PDAM

 Kantor Pelayanan PLN

 Kantor Cabang Dinas Bina Marga

 KUA

 Kantor Cabang Dinas Pertanian Perdagangan dan jasa

skala beberapa kecamatan

 Pusat perbelanjaan

 Pasar

 Pertokoan

 Restoran

 Showroom kendaraan bermotor

 Bank

 Asuransi

 Jasa pelayanan kantor

 Jasa pelayanan perorangan

 Bengkel kendaraan bermotor Fasilitas umum skala

beberapa kecamatan

Fasilitas pendidikan :

 SMA/MA

 SMP/MTS

(25)

PENYUSUNAN PERDA DAN PERATURAN ZONASI

TENTANG RENCANA DETAIL TATA RUANG KOTA ( RDTRK) ROGOJAMPI

3 - 7

No Hirarki Pelayanan Fungsi Utama Fasilitas Minimal yang Dibutuhkan

(1) (2) (3) (4)

 SMK

 Perguruan Tinggi/Politeknik Fasilitas Kesehatan :

 Rumah Sakit Tipe C

 Puskesmas

 Tempat Praktek Bersama Dokter Spesialis

 Laboratorium Diagnostik

 Apotik

Fasilitas Peribadatan :

 Masjid skala kota

 Gereja

 Vihara

Fasilitas Kebudayaan dan rekreasi :

 Gedung Pertunjukan

 Gedung Serba Guna

 Gelanggang Remaja Fasilitas Olah raga :

 Lapangan sepak bola

 Lapangan futsal

 Lapangan tenis terbuka

 Lapangan tenis indoor

 Lapangan bulu tangkis indoor Pelayanan bandara

Blimbingsari

 Kantor perwakilan perusahaan penerbangan

 Biro Perjalanan

 Biro Pariwisata Pelayanan transportasi  Stasiun Kereta Api

 Terminal Angkutan Umum

 Bandara II Tingkat Sub BWP

1 Sub BWP-1 : Rogojampi

Pemerintahan Kecamatan

 Kantor kecamatan

 Polsek

 Koramil

 Kantor Pos

 Kantor Pelayanan Telkom

 Kantor Pelayanan PLN

 Kantor Pelayanan PDAM

 Kantor Cabang Dinas BIna Marga

 KUA

 Kantor Cabang Dinas Pertanian Perdagangan dan jasa

skala kecamatan

 Pusat perbelanjaan

 Pasar

 Pertokoan Fasilitas umum skala

kecamatan

Fasilitas pendidikan :

 SMA/MA

 SMP/MTS

 SMK

Fasilitas Kesehatan :

 Rumah Sakit Tipe C

 Puskesmas

 Tempat Praktek Bersama Dokter Spesialis

 Laboratorium Diagnostik Fasilitas Peribadatan :

 Masjid skala kota

(26)

PENYUSUNAN PERDA DAN PERATURAN ZONASI

TENTANG RENCANA DETAIL TATA RUANG KOTA ( RDTRK) ROGOJAMPI

3 - 8

No Hirarki Pelayanan Fungsi Utama Fasilitas Minimal yang Dibutuhkan

(1) (2) (3) (4)

 Gereja

 Vihara

Fasilitas Kebudayaan dan rekreasi :

 Gedung Pertunjukan

 Gedung Serba Guna Fasilitas Olah raga :

 Lapangan sepak bola

 Lapangan futsal

 Lapangan tenis terbuka

 Lapangan bulu tangkis indoor Pelayanan Transportasi  Stasiun Kereta Api

 Terminal Angkutan Umum Perumahan  Perumahan yang dibangun

pengembang

 Perumahan yang dibangun swadaya masyarakat

 Perumahan dinas

Pertanian  Terdiri dari sawah, lading/tegalan, kebun

2 Sub BWP-2 : Pengantigan

Pemerintahan desa  Kantor desa

 Kantor Badan Permusyawaratan Desa

 Kantor LKMD

 Kantor

 Karang Taruna

 Kantor koperasi Fasilitas pelayanan

tingkat desa

Fasilitas pendidikan :

 TK/RA

 SD/MI

 SMP/MTS Fasilitas kesehatan

 Puskesmas pembantu

 Tempat praktek dokter

 Apotik

 Posyandu Fasilitas Peribadatan

 Masjid

 Musholla

Fasilitas Kebudayaan dan rekreasi

 Balai desa

 Balai pertemuan warga Fasilitas Olah raga

 Lapangan sepak bola

Industri/pergudangan  Industri berbasis pertanian (non polutif)

 Gudang

Perumahan  Perumahan yang dibangun pengembang

 Perumahan yang dibangun swadaya masyarakat

 Perumahan dinas

Pertanian Terdiri dari sawah, lading/tegalan, kebun

3 Sub BWP-3 Lemahbangdewo

Pemerintahan desa  Kantor desa

 Kantor Badan Permusyawaratan Desa

(27)

PENYUSUNAN PERDA DAN PERATURAN ZONASI

TENTANG RENCANA DETAIL TATA RUANG KOTA ( RDTRK) ROGOJAMPI

3 - 9

No Hirarki Pelayanan Fungsi Utama Fasilitas Minimal yang Dibutuhkan

(1) (2) (3) (4)

 Kantor LKMD

 Kantor

 Karang Taruna

 Kantor koperasi Fasilitas pelayanan

tingkat desa

Fasilitas pendidikan :

 TK/RA

 SD/MI

 SMP/MTS Fasilitas kesehatan

 Puskesmas pembantu

 Tempat praktek dokter

 Apotik

 Posyandu Fasilitas Peribadatan

 Masjid

 Musholla

Fasilitas Kebudayaan dan rekreasi

 Balai desa

 Balai pertemuan warga Fasilitas Olah raga

 Lapangan sepak bola Perumahan  Perumahan yang dibangun

pengembang

 Perumahan yang dibangun swadaya masyarakat

 Perumahan dinas

Pertanian Terdiri dari sawah, lading/tegalan, kebun

4 Sub BWP-4 : Kedaleman

Pemerintahan desa  Kantor desa

 Kantor Badan Permusyawaratan Desa

 Kantor LKMD

 Kantor

 Karang Taruna

 Kantor koperasi Perdagangan dan jasa

tingkat desa

 Toko, kios, warung, depot, pasar, pertokoan

 Jasa pelayanan perorangan : salon, pangkas rambut, binatu, rias manten.

 Bengkel sepeda motor, servis alat listrik, alat rumah tangga

Fasilitas pelayanan tingkat desa

Fasilitas pendidikan :

 TK/RA

 SD/MI

 SMP/MTS Fasilitas kesehatan

 Puskesmas pembantu

 Tempat praktek dokter

 Apotik

 Posyandu Fasilitas Peribadatan

 Masjid

 Musholla

Fasilitas Kebudayaan dan rekreasi

 Balai desa

(28)

PENYUSUNAN PERDA DAN PERATURAN ZONASI

TENTANG RENCANA DETAIL TATA RUANG KOTA ( RDTRK) ROGOJAMPI

3 - 10

No Hirarki Pelayanan Fungsi Utama Fasilitas Minimal yang Dibutuhkan

(1) (2) (3) (4)

 Balai pertemuan warga Fasilitas Olah raga

 Lapangan sepak bola Perumahan  Perumahan yang dibangun

pengembang

 Perumahan yang dibangun swadaya masyarakat

 Perumahan dinas

Pertanian Terdiri dari sawah, lading/tegalan, kebun

5 Sub BWP-5 Kaotan

Pemerintahan desa  Kantor desa

 Kantor Badan Permusyawaratan Desa

 Kantor LKMD

 Kantor

 Karang Taruna

 Kantor koperasi Fasilitas pelayanan

tingkat desa

Fasilitas pendidikan :

 TK/RA

 SD/MI

 SMP/MTS Fasilitas kesehatan

 Puskesmas pembantu

 Tempat praktek dokter

 Apotik

 Posyandu Fasilitas Peribadatan

 Masjid

 Musholla

Fasilitas Kebudayaan dan rekreasi

 Balai desa

 Balai pertemuan warga Fasilitas Olah raga

 Lapangan sepak bola Perumahan  Perumahan yang dibangun

pengembang

 Perumahan yang dibangun swadaya masyarakat

 Perumahan dinas

Pertanian Terdiri dari sawah, lading/tegalan, kebun

6 Sub BWP-6 : Karangbendo

Pemerintahan desa  Kantor desa

 Kantor Badan Permusyawaratan Desa

 Kantor LKMD

 Kantor

 Karang Taruna

 Kantor koperasi Perdagangan dan jasa

skala kecamatan

 Pusat perbelanjaan

 Pertokoan Fasilitas pelayanan

tingkat desa

Fasilitas pendidikan :

 TK/RA

 SD/MI

 SMP/MTS Fasilitas kesehatan

 Puskesmas pembantu

(29)

PENYUSUNAN PERDA DAN PERATURAN ZONASI

TENTANG RENCANA DETAIL TATA RUANG KOTA ( RDTRK) ROGOJAMPI

3 - 11

No Hirarki Pelayanan Fungsi Utama Fasilitas Minimal yang Dibutuhkan

(1) (2) (3) (4)

 Tempat praktek dokter

 Apotik

 Posyandu Fasilitas Peribadatan

 Masjid

 Musholla

Fasilitas Kebudayaan dan rekreasi

 Balai desa

 Balai pertemuan warga Fasilitas Olah raga

 Lapangan sepak bola Perumahan  Perumahan yang dibangun

pengembang

 Perumahan yang dibangun swadaya masyarakat

 Perumahan dinas

Pertanian Terdiri dari sawah, lading/tegalan, kebun

7 Sub BWP-7 : Gitik

Pemerintahan desa  Kantor desa

 Kantor Badan Permusyawaratan Desa

 Kantor LKMD

 Kantor

 Karang Taruna

 Kantor koperasi Perdagangan dan jasa

skala kecamatan

 Pusat perbelanjaan

 Pertokoan Fasilitas umum skala

kecamatan

Fasilitas pendidikan :

 SMA/MA

 SMP/MTS

 SMK

 Perguruan Tinggi/Politeknik Fasilitas Kesehatan :

 Rumah Sakit Tipe D

 Puskesmas

 Tempat Praktek Bersama Dokter Spesialis

 Laboratorium Diagnostik

 Apotik

Fasilitas Peribadatan :

 Masjid

 Gereja

 Vihara

Fasilitas Kebudayaan dan rekreasi :

 Gedung Pertunjukan

 Gedung Serba Guna

 Gelanggang Remaja Fasilitas Olah raga :

 Lapangan sepak bola

 Lapangan futsal

 Lapangan tenis terbuka

 Lapangan tenis indoor

 Lapangan bulu tangkis indoor Industri/pergudangan  Industri berbasis pertanian (non

polutif)

 Gudang

(30)

PENYUSUNAN PERDA DAN PERATURAN ZONASI

TENTANG RENCANA DETAIL TATA RUANG KOTA ( RDTRK) ROGOJAMPI

3 - 12

No Hirarki Pelayanan Fungsi Utama Fasilitas Minimal yang Dibutuhkan

(1) (2) (3) (4)

Perumahan  Perumahan yang dibangun pengembang

 Perumahan yang dibangun swadaya masyarakat

 Perumahan dinas

Pertanian Terdiri dari sawah, lading/tegalan, kebun

Sumber : Tim Perencana; 2014

3.2 Pembagian Sub BWP Dan Blok

Merujuk pada arahan RTRW Kabupaten Banyuwangi Tahun 2012-2032 dan Revisi RDTR Kecamatan Rogojampi Tahun 2010-2030, maka sistem perwilayahan Kawasan perkotaan Rogojampi perlu disesuaikan sebagai berikut:

Berdasarkan kondisi dan arah pengembangan kawasan, maka BWP Rogojampi terbagi menjadi 7 SBWP sebagai berikut :

a. BWP Rogojampi

(1) BWP Rogojampi yang mencakup Kawasan Perkotaan Rogojampi terdiri dari Desa Rogojampi, Pengantigan, Lemahbangdewo, Kedaleman, Kaotan, Karangbendo dan Desa Gitik (ditambah sebagian Desa Benelan Lor dan Labanasem Kecamatan Kabat).

(2) BWP Rogojampi diarahkan sebagai Pusat Kegiatan Lingkungan (PKL), dan pusat pengembangan untuk Wilayah Pengembangan (WP) Banyuwangi Tengah Timur dengan fungsi utama yaitu sebagai pusat pemerintahan skala kecamatan, pusat perdagangan dan jasa skala beberapa kecamatan, dan pusat fasilitas umum skala beberapa kecamatan. Sekaligus berfungsi sebagai pusat pengembangan Bandar Udara Blimbingsari dan Fishery Town bagi Kabupaten Banyuwangi.

(3) Pusat BWP

Pusat BWP Rogojampi diarahkan pada koridor Jl. Diponegoro dan sekitarnya, dimana terdapat aglomerasi kantor pemerintah (kantor Camat, Kantor Polisi, kantor Telkom, Kantor Pos), perdagangan dan jasa (Pasar Rogojampi, pertokoan, perkantoran, bank), dan fasilitas sosial (RS Muhammadiyah, Masjid Baiturrochan, Gereja Kristen, Klenteng).

(31)

PENYUSUNAN PERDA DAN PERATURAN ZONASI

TENTANG RENCANA DETAIL TATA RUANG KOTA ( RDTRK) ROGOJAMPI

3 - 13

Peta 3.2 Peta Fungsi Wilayah Perencanaan

(32)

PENYUSUNAN PERDA DAN PERATURAN ZONASI

TENTANG RENCANA DETAIL TATA RUANG KOTA ( RDTRK) ROGOJAMPI

3 - 14

b. SBWP

(1) BWP Perkotaan Rogojampi terdiri dari tujuh SBWP, masing-masing adalah :

(a) SBWP-1, yang wilayahnya mencakup Desa Rogojampi.

(b) SBWP-2, yang wilayahnya mencakup Desa Pengantigan.

(c) SBWP-3, yang wilayahnya mencakup Desa Lemahbangdewo (d) SBWP-4, yang wilayahnya mencakup Desa kedaleman (e) SBWP-5 yang wilayahnya mencakup Desa Kaotan (f) SBWP-6 yang wilayahnya mencakup Desa Karangbendo

(g) SBWP-7, yang wilayahnya mencakup Desa Gitik (Kecamatan Rogojampi), sebagian Desa Benelan Lor dan sebagian Desa Labanasem (kecamatan Kabat).

(2) Pusat SBWP

Pusat SBWP diarahkan pada masing-masing pusat desa yang merupakan aglomerasi dari fasilitas pemerintahan, peribadatan, kesehatan, pendidikan, perdagangan dan jasa.

Pembagian SBWP pada BWP Perkotaan Rogojampi ditunjukkan pada Peta 3.2 Peta Pembagian SBWP pada BWP Perkotaan Rogojampi dengan sumber dari Tim Perencana 2014.

Berdasarkan homogenitas penggunaan lahan dan perkembangan wilayah, maka BWP Perkotaan Rogojampi dibagi menjadi tujuh SBWP dan 21 blok dengan rincian sebagai berikut :

Tabel 3.2 Pembagian Blok Pada SBWP di BWP Rogojampi

No Kawasan Desa Sub BWP/Sub BWPD Blok

1. BWP

Rogojampi

 Rogojampi SBWP 1

Rogojampi

 Blok 1-1

 Blok 1-2

 Blok 1-3

 Blok 1-4

 Pengantigan SBWP 2

Pengantigan

 Blok 2-1

 Blok 2-2

 Blok 2-3

 Lemahbangdewo SBWP 3

Lemahbangdewo

 Blok 3-1

 Blok 3-2

 Kedaleman SBWP 4

Kedaleman

 Blok 4-1

 Blok 4-2

 Blok 4-3

 Kaotan SBWP 5

Kaotan

 Blok 5-1

 Blok 5-2

 Karangbendo SBWP 6

Karangbendo

 Blok 6-1

 Blok 6-2

 Blok 6-3

 Blok 6-4

 Gitik SBWP 7

Gitik

 Blok 7-1

 Blok 7-2

 Blok 7-3

Pembagian Blok pada masing-masing SBWP ditunjukkan pada Peta 3.4 Peta Pembagian Blok pada masing-masing SBWP dengan sumber dari Tim Perencana 2014.

(33)

PENYUSUNAN PERDA DAN PERATURAN ZONASI

TENTANG RENCANA DETAIL TATA RUANG KOTA ( RDTRK) ROGOJAMPI

3 - 15

Peta 3.3 Peta Pembagian SBWP pada BWP Perkotaan Rogojampi

(34)

PENYUSUNAN PERDA DAN PERATURAN ZONASI

TENTANG RENCANA DETAIL TATA RUANG KOTA ( RDTRK) ROGOJAMPI

3 - 16

Peta 3.4 Peta Pembagian Blok pada masing-masing SBWP

(35)

PENYUSUNAN PERDA DAN PERATURAN ZONASI

TENTANG RENCANA DETAIL TATA RUANG KOTA ( RDTRK) ROGOJAMPI

3 - 17

3.3 Penetapan Kode Zona dan Sub Zona

Jenis kawasan yang teradapat di BWP Rogojampi terbagi menjadi kawasan lindung dan kawasan budi daya. Zona-zona yang terdapat dalam kawasan lindung antara lain meliputi, zona perlindungan setempat dan RTH. Sedangkan zona-zona yang berada pada kawasan budi daya merupakan zona tempat berlangsungnya berbagai aktifitas manusia untuk berperi kehidupan, diantaranya berupa perumahan, perdagangan dan jasa, perkantoran, industri, dan lainnya. Selanjutnya zona maupun subzona ini dituangkan dalam bentuk blok-blok. Rencana pola ini nantinya berfungsi sebagai zoning map bagi peraturan zonasi.

A. Zona Lindung

Arahan penetapan kode zona dan sub zona untuk zona lindung di Perkotaan Rogojampi terdiri dari Zona Perlindugan Setempat, dan Zona RTH kota. Berikut merupakan perincian sub zona pada setiap zona yang diarahkan di Perkotaan Rogojampi.

Tabel 3.3 Klasifikasi Sub Zona untuk Zona Lindung

No Klasifikasi Zona Kode

I Zona Perlindungan Setempat PS Sempadan sungai

II

Zona Ruang Terbuka Hijau

RTH RTH Pekarangan

RTH taman dan hutan kota

RTH Jalur hijau/pulau jalan/median jalan RTH fungsi tertentu

Sumber : Permen PU No 20 Tahun 2011

B. Zona Budidaya

Arahan penetapan sub zona pada zona budidaya yang direncanakan pada Perkotaan Rogojampi meliputi Zona Perumahan, Zona perdagangan dan jasa, Zona Perkantoran, Zona Industri, Zona Sarana Pelayanan Umum, Zona Ruang Terbuka Non Hijau, Zona Peruntukan Lainnya, Zona Peruntukan Khusus dan Zona Campuran.

Tabel 3.4 Klasifikasi Sub Zona untuk Zona Budidaya

No Klasifikasi Zona Kode

I Zona Perumahan

Rumah kepadatan tinggi R-2

Rumah kepadatan sedang R-3

Rumah kepadatan rendah R-4

II Zona Perdagangan dan Jasa

Tunggal K-1

Kopel K-2

Deret K-3

III Zona Perkantoran

Pemerintahan KT-1

Swasta KT-2

IV Zona Industri

Aneka industri I-4

V Zona Sarana Pelayanan Umum

Pendidikan SPU-1

Transportasi SPU-2

Gambar

Tabel 3.1 Issue-Issue Strategis Di Kecamatan Rogojampi
Tabel 3.1. Fungsi Wilayah Perencanaan
Tabel 3.2 Pembagian Blok Pada SBWP di BWP Rogojampi
Tabel 3.3 Klasifikasi Sub Zona untuk Zona Lindung
+5

Referensi

Dokumen terkait

Terdapat beberapa isu strategis rencana pengembangan kawasan perkotaan Kraksaan menjadi kota yang layak sebagai ibu kota dan pusat pemerintahan menurut RTRW

Demikian Pembeitahuan/Pengumuman Pemenang Seleksi Pengadaan Penyusunan Peraturan Zonasi dan Pra Rancangan Perda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Tuban untuk diketahui

Dalam rangka evaluasi dokumen kualifikasi untuk paket Pekerjaan Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Perkotaan Kecamatan Ranomeeto Dan Zoning Regulation (Peraturan Zonasi)

Pakuwon Perkotaan Desa Tertinggal Desa Pusat Pertumbuhan Sangat Maju 5.. Muara Sanding Perkotaan Desa Tertinggal Desa Pusat Pertumbuhan

PKL (Pusat Kegiatan Lokal). Kawasan perkotaan yang diklasifikasikan sebagai PKL berfungsi sebagai pusat pelayanan pada lingkup lokal, yaitu skala kabupaten atau

Dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Halmahera Utara, Kawasan Perkotaan Tobelo di Kecamatan Tobelo yang merupakan salah satu kota di wilayah

Terdapat beberapa isu strategis rencana pengembangan kawasan perkotaan Kraksaan menjadi kota yang layak sebagai ibu kota dan pusat pemerintahan menurut RTRW

Pusat Kegiatan Lokal (PKL) yang merupakan kawasan kabupaten yang fungsinya melayani kegiatan skala kabupaten/kota atau beberapa kecamatan.Terdapatnya dua Kecamatan di