• Tidak ada hasil yang ditemukan

Keywords: Microtremor Survey, ITERA, Fluid, Groundwater, VHSR, Resistivity, Spectrum, Dominant Frequency (f 0), Matlab Software, Surfer Software.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Keywords: Microtremor Survey, ITERA, Fluid, Groundwater, VHSR, Resistivity, Spectrum, Dominant Frequency (f 0), Matlab Software, Surfer Software."

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

1

Ujicoba Metode Integrasi Vertical to Horizontal Spectral Ratio (VHSR) dengan Resistivitas untuk Penentuan Keberadaan Fluida yang Diasosiasikan dengan Air Tanah di Kampus ITERA

Sadrak Siregar[1], Rizka[1], Maria Rosalita Sudibyo[1], Cahli Suhendi[1]

[1]Institut Teknologi Sumatera

*E-mail: [email protected]

Abstract: The Vertical-to-Horizontal Spectral Ratio (VHSR) method can be used to find the presence of fluids by conducting research on microtremor data processing on the ITERA campus using a three-component broadband seismometer. The purpose of this survey is to determine the zone of groundwater presence by using microtremor data processing with the VHSR (Vertical to Horizontal Spectral Ratio) method and correlated with resistivity data analysis to obtain a more accurate anomaly. The VHSR method is a method for comparing two vertical components to the horizontal component which produces the dominant frequency value (f0). This research uses Matlab 2014a software and surfer 13 in data processing. The microtremor survey was carried out at 11 measurement points, of which 8 out of 11 points have a dominant frequency (f0) in the 2- 4 Hz range which is assumed to be a fluid associated with the presence of groundwater.

The results of this correlation, produce a cross section of the same anomaly, namely identifying the presence of fluid as a zone of groundwater presence at a resistivity value of 2- 20 Ωm and the presence of a dominant frequency (f0).

Keywords: Microtremor Survey, ITERA, Fluid, Groundwater, VHSR, Resistivity, Spectrum, Dominant Frequency (f0), Matlab Software, Surfer Software.

Abstrak: Metode Vertical-to-Horizontal Spectral Ratio (VHSR) dapat digunakan untuk mencari keberadaan fluida dengan melakukan penelitian terhadap pengolahan data mikrotremor lahan kampus ITERA menggunakan seismometer broadband tiga komponen. Tujuan dari survei ini adalah untuk penentuan zona keberadaan air tanah dengan menggunakan pengolahan data mikrotremor dengan metode VHSR (Vertical to Horizontal Spectral Ratio) dan dikorelasikan dengan analisis data resistivitas untuk mendapatkan anomali yang lebih akurat. Metode VHSR merupakan metode untuk membandingkan dua komponen vertikal terhadap komponen horizontal yang menghasilkan nilai frekuensi dominan (f0).

Penelitian ini menggunakan software Matlab 2014a dan surfer 13 dalam pengolahan data. Survei mikrotremor dilakukan pada 11 titik pengukuran, dimana dihasilkan 8 dari 11 titik yang memiliki adanya frekuensi dominan (f0) pada rentang 2- 4 Hz yang diasumsikan adanya fluida yang diasosiasikan dengan keberadaaan air tanah. Hasil korelasi tersebut, menghasilkan suatu penampang anomali yang sama yaitu mengidentifikasi adanya fluida sebagai zona keberadaan air tanah pada nilai resistivitas 2- 20 Ωm dan adanya frekuensi dominan (f0).

Kata Kunci: Survei Mikrotremor, ITERA, Fluida, Air tanah, VHSR, Resistivitas, Spekrum, Frekuensi dominan (f0), Software Matlab, Software Surfer.

PENDAHULUAN Latar Belakang

Air tanah sangat bermanfaat bagi semua makhluk hidup di muka bumi. Makhluk hidup khususnya manusia melakukan berbagai cara untuk memenuhi kebutuhan air.

Kondisi tempat bermukim berbeda-beda, tidak semua daerah memiliki sumber daya air yang cukup, sehingga pada daerah-daerah tertentu yang mengalami kesulitan akan sumber daya air. Bahkan ada daerah tertentu yang awalnya memiliki sumber daya air berlimpah menjadi daerah yang kekurangan air.

Institut Teknologi Sumatera (ITERA) merupakan sebuah institusi pendidikan tinggi negeri baru di provinsi Lampung yang menjadi studi kasus dalam penelitian ini untuk menentukan zona keberadaan fluida yang diasosiasikan dengan air tanah. Sebagai salah kampus negeri yang sedang berkembang berbagai sarana dan prasarana dipersiapkan guna mendukung kegiatan belajar mengajar agar berjalan dengan lancar. Penerimaan mahasiswa setiap tahunnya memiliki jumlah yang semakin meningkat sehingga kebutuhan air bersih akan sebanding dengan jumlah mahasiswa di kampus ITERA.

Penentuan zona air tanah selain metode resistivitas dapat dilakukan juga dengan pengolahan mikrotremor dengan metode VHSR (Vertical to Horizontal Spectral Ratio) yang memanfaatkan penjalaran gelombang P dan gelombang S.

Pada gelombang P dapat menjalar pada medium padatan dan cairan sedangkan pada gelombang S hanya bisa menjalar pada medium padat. Oleh karena perbedaan penjalaran tersebut maka dapat dilakukan penelitian penentuan keberadaan fluida yang diasosiasikan dengan air tanah dalam permukaan.

Penelitian mikrotremor mulai banyak digunakan dalam eksplorasi hidrokarbon untuk penerapan penentuan lokasi minyak ada gas dalam permukaan bumi. Suatu fenomena yang menarik telah ditemukan, yaitu adanya sinyal mikroseismik yang terdeteksi diatas suatu reservoir hidrokarbon, yang dikenal dengan nama mikrotremor hidrokarbon [1]. Untuk membuktikan adanya fenomena mikrotremor hidrokarbon dilakukan penelitian sebelumnya di wilayah proyek penelitian tomografi seismik di Jawa Tengah yang merupakan daerah prospek minyak bumi.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa didapatkan frekuensi dominan sekitar 2- 3 Hz, yang mengindikasikan adanya hidrokarbon [2].

Sehingga penelitian ini juga dapat digunakan untuk penentuan zona lapisan akuifer air tanah dengan mengasumsikan penjalaran gelombang yang merambat dari bawah permukaan, gelombang P akan terekam maksimum di komponen vertikal, sedangkan gelombang S akan terekam minimum di komponen horizontal. Sehingga rasio antara komponen vertikal dan horizontal menjadi maksimum. Adapun yang menjadi acuan dalam penelitian ini yaitu adanya penelitian sebelumnya yang menggunakan VHSR untuk eksplorasi hidrokarbon.

(2)

Untuk menguatkan keberadaan akuifer air tanah metode VHSR (Vertical to Horizontal Spectral Ratio) dapat dikorelasikan atau digunakan bersama dengan metode dalam geofisika yaitu adalah metode geolistrik. Metode geolistrik memanfaatkan arus listrik yang dihantarkan ke dalam tanah.

Tujuan

1. Melakukan pengolahan data mikrotremor di area kampus ITERA dengan mengolah data VHSR (Vertical to Horizontal Spectral Ratio) yang menghasilkan persebaran frekuensi dominan (f0) untuk penentuan keberadaan fluida yang diasosisasikan dengan air tanah.

2. Mengorelasikan data VHSR dengan data resistivitas untuk penentuan keberadaan fluida yang diasosisasikan dengan air tanah pada daerah penelitian.

Teori Dasar Defenisi Fluida

Aliran fluida atau zat cair (termasuk air dan gas) dibedakan dari benda padat karena kemampuannya untuk mengalir.

Fluida lebih mudah mengalir karena ikatan molekul dalam fluida jauh lebih kecil dari ikatan molekul dalam zat padat, akibatnya fluida mempunyai hambatan yang relatif kecil pada perubahan bentuk karena gesekan.

Gas tidak mempunyai bentuk maupun volume yang tetap, gas akan berkembang mengisi seluruh wadah. Karena fase cair dan gas tidak mempertahankan suatu bentuk yang tetap, keduanya mempunyai kemampuan untuk mengalir.

Dengan demikian kedua-duanya sering secara kolektif disebut sebagai fluida [3].

Air Tanah

Air tanah adalah air yang berasal dari air hujan yang jatuh di permukaan tanah/bumi dan meresap ke dalam tanah dan mengisi rongga-rongga atau pori di dalam tanah pada lapisan geologi dalam keadaan jenuh dan dengan jumlah yang cukup disebut dengan akuifer [4].

Gelombang Seismik

Gelombang seismik merupakan gangguan mekanis yang merambat melalui suatu medium di dalam atau permukaan bumi. Gelombang seismik terdiri dari dua tipe, yaitu gelombang badan (body wave) dan gelombang permukaan (surface wave) [5].

Gelombang badan (body wave) yaitu perambatan dalam badan medium yang dapat merambat di permukaan bumi dan merambat di antara batuan di bawah permukaan bumi.

Gelombang badan terdiri atas gelombang P dan Gelombang S dan memiliki perbedaan yaitu bahwa gelombang S hanya dapat merambat pada medium padat karena cairan dan gas tidak punya daya elastisitas untuk kembali ke bentuk asal. Arah gerakan partikelnya tegak lurus terhadap arah penjalaran gelombangnya.

Dibandingkan gelombang P, gelombang S inilah yang menjadi tolak ukur untuk dapat menjadi acuan untuk penentuan lokasi zona keberadaan fluida yang diasosiasikan dengan air tanah dengan mengidentifikasi

interferensi dari penjalaran gelombang P dan gelombang S yang merambat pada permukaan bumi.

Gelombang permukaan (surface wave) merupakan salah satu gelombang seismik selain gelombang badan (body wave). Gelombang ini terdapat pada batas permukaan medium memiliki ciri penjalaran gelombang yang lambat.

Terdiri atas gelombang Rayliegh yang merupakan gelombang permukaan yang gerakan partikelnya menyerupai elips serta tegak lurus dengan permukaan dan arah penjalarannya dan gelombang love merupakan gelombang geser secara horizontal dan tidak menghasilkan perpindahan vertikal.

Mikrotremor

Gelombang mikrotremor merupakan gelombang mekanis yang menyebar keluar dari sumber yang terdiri dari gelombang longitudinal dan transversal. Pada gelombang longitudinal merupakan gelombang kompresi yang diakibatkan adanya osilasi tekanan yang menjalar dari suatu tempat ke tempat yang lain yang dikenal sebagai gelombang P (primary). Gelombang transversal arah getar atau osilasi partikel-partikel medium yang tegak lurus terhadap arah penjalarannya yang dikenal dengan gelombang S (surface), gelombang ini disebut gelombang S karena datangnya setelah gelombang P [6].

Perbedaan ketika sinyal mikroseismik atau mikrotremor yang terekam pada reservoir hidrokarbon yang kering dan yang masih terisi hidrokarbon diakibatkan akibat penjalaran gelombang yang terekam di permukaan memiliki perbedaan ketika melewati lapisan berisi fluida ataupun tidak berisi fluida. Perbedaan tersebut diakibatkan adanya pengaruh terhadap interferensi sinyal gelombang seismik gelombang badan yang mengakibatkan terjadinya gelombang permukaan. Ketika gelombang melewati medium fluida dari sebuah reservoir akan mengalami peningkatan pada spektrum noise bumi alami yaitu menunjukkan peningkatan magnitudo dalam jangkauan frekuensi 0.2- 6 Hz (Gambar 1).

Gambar 1. Ilustrasi adanya fenomena mikrotremor hidrokarbon [1]

Short-term average/long-term average (STA/LTA) Metode short-term average/long-term average (STA/LTA) merupakan metode dalam pengolahan data mikrotremor untuk mengeliminasi transient noise.

Transient noise merupakan gangguan atau noise pada perekaman data mikrotremor yang bersifat sementara karena terekamnya sumber getar transient (jejak langkah kaki, mobil atau motor lewat, dsb) sehingga mengakibatkan perubahan terhadap sinyal yang terekam yaitu adanya

(3)

3 kenaikan ataupun penurun sinyal gelombang mikrotremor secara tiba-tiba atau tidak teratur.

Transformasi Fourier

Transformasi fourier merupakan salah satu fungsi perubahan dari data pengukuran yang merupakan dominan waktu ke domain frekuensi dengan menggunakan persamaan FFT (Fast Fourier Transform). Transformasi Fourier adalah dari sebuah fungsi f(t) didefenisikan sebagai berikut:

𝐹(𝜔) = ∫ 𝑓

−∞

(t)𝑒−𝑖ωt𝑑𝑡

(1)

Transformasi fourier mendekomposisi sinyal ke dalam jumlahan tak hingga dari bentuk sinusoid dengan frekuensi dan nilai fase tertentu. Transformasi fourier dalam kasus continous-time dan continous-frequency ditunjukkan pada persamaan 𝐹(𝜔 ) adalah hasil transformasi fourier, 𝜔 adalah frekuensi angular (radian per detik), dan 𝑥(𝑡) merupakan sinyal dengan waktu yang kontinu.

Vertical to Horizontal Spectral Ratio (VHSR)

VHSR (Vertical to Horizontal Spectral Ratio) merupakan metode yang didasarkan pada asumsi bahwa rasio spektrum vertikal dan horizontal dari getaran permukaan yang menghasilkan spektrum V/H yang menghasilkan frekuensi dominan (f0) yang merupakan karakteristik dalam permukaan. Metode ini, merupakan metode membandingkan spektrum komponen vertikal terhadap komponen horizontal dari gelombang mikrotremor yang terdiri dari ragam dasar gelombang Rayleigh, periode puncak rasio V/H mikrotremor memberikan adanya pengaruh dari periode gelombang P (P-wave). Sehingga, dapat menunjukkan adanya karakteristik dinamis lapisan permukaan pada titik yang di observasi jika pengamatan bentuk gelombang seismik mikrotremor dilakukan pada tiga komponen, yaitu dua komponen horizontal dan satu komponen vertikal (Nakamura, 1989). Metode VHSR dapat dinyatakan pada persamaan berikut:

𝑉𝐻𝑆𝑅(𝑓) =𝑍(𝑓) 𝐻(𝑓)

(2)

Dimana:

𝐻(𝑓) = √𝑁2(𝑓) + 𝐸2(𝑓) 2

(3)

Metode ini merupakan metode yang belum banyak dikembangkan sehingga dapat dikategorikan sebagai metode baru. Pada tahun 1997 merupakan pertama kali penelitian metode ini oleh (Dangel at al, 2003) yaitu telah melakukan penelitian untuk pendeteksi keberadaan zona fluida khususnya zona keberadaan hidrokarbon. Sehingga, dengan adanya penelitian tersebut metode ini dapat dikembangkan untuk survei mikrotremor tidak hanya untuk mendeteksi adanya reservoir hidrokarbon tetapi dapat

dikembangkan untuk pendeteksi zona fluida lainnya seperti gas dan air. Metode ini akan menampilkan adanya kenaikan indeks rasio vertikal to horizontal yang dapat diasumsikan adanya keberadaan fluida yang diasosiasikan dengan hidrokarbon gas maupun air tanah.

Metode VHSR (Vertical to Horizontal Spectral Ratio) dapat mendeteksi adanya keberadaan suatu fluida ketika rasio dari komponen vertikal lebih maksimum dibandingkan komponen horizontal dikarenakan ketika gelombang mikrotremor melewati suatu medium yang terdapat adanya zona keberadaan fluida. Hal tersebut disebabkan bahwa, pada komponen vertikal akan merekam gelombang permukaan yang memiliki interfrensi terhadap gelombang P (P-wave) yang lebih maksimum sedangkan pada komponen horizontal akan merekam gelombang permukaan yang memiliki interfrensi terhadap gelombang S (S-wave) yang minimum dikarenakan pada gelombang S (S-wave) terjadi proses atenuasi yaitu mengalami penurunan atau pengurangan energi gelombang seismik ketika melewati suatu medium fluida.

Frekuensi Dominan (f0)

Frekuensi dominan adalah nilai frekuensi yang kerap muncul sehingga dapat dijadikan atau diakui sebagai nilai frekuensi dari keadaan dibawah permukaan yang menunjukkan jenis dan karakteristik keadaan bawah permukaan [7]. Penentuan frekuensi dominan (f0) dapat menentukan perbedaan karakteristik lapisan pada gelombang P atau gelombang S.

Penentuan frekuensi dominan (f0) dapat dilihat dari kurva V/H [7]. Pada gambar 2 menunjukkan adanya frekuensi dominan (f0) di identifikasi berdasarkan peningkatan spektrum rasio V/H sedangkan pada gambar 3 menunjukkan tidak adanya frekuensi dominan (f0) di identifikasi berdasarkan spektrum V/H yang datar akibat nilai dari perbandingan terhadap komponen vertikal dan horizonal yang hampir sama.

Gambar 2. Kurva V/H menunjukkan adanya frekuensi dominan (fo) [8].

Gambar 3. Kurva V/H menunjukkan tidak adanya frekuensi dominan (fo) [8].

Metode Resistivitas

Metode resistivitas adalah salah satu metode geolistrik yang digunakan untuk mempelajari sifat resistivitas dari lapisan batuan di bawah permukaan [9].

(4)

Metode resistivitas dapat mengidentifikasi adanya suatu fluida berdasarkan adanya sifat dari kelistrikan batuan berdasrkan konduksi secara elekrolitik dimana menjelaskan bahwa sebagian besar batuan memiliki nilai resistivitas yang tinggi kecuali batuan yang memiliki porositas yang tinggi yang terisi oleh fluida. Ketika adanya porositas dalam batuan dalam bentuk fluida akan mempengaruhi nilai dari resistivitas yang akan semakin rendah dimana berdasarkan Hukum Archie menjelaskan bahwa meningkatnya nilai porositas pada batuan berpori yang berisi fluida akan menyebabkan penurunan nilai resistivitas. Adapun rumus Archie sebagai berikut:

𝜌𝑒= 𝑎∅−𝑚𝑠−𝑛𝜌𝑤

(4)

Dimana 𝜌𝑒 merupakan resistivitas batuan, ∅ adalah porositas, s adalah fraksi pori-pori yang berisi fluida, ρ_w meruapakan resistivitas air. Sedangkan a, m, dan n adalah konstanta.

Konfigurasi Schlumberger merupakan teknik sounding, jarak antar arus dan elektrode bervariasi, sehingga yang dipindahkan hanya bentangan arus. Konfigurasi ini paling sering digunakan untuk mencari sumber air. Dikarenakan konfigurasi ini, jarak MN (potensial) tidak banyak berubah sehingga menghasilkan nilai resistivitas vertikal yang baik (Gambar 4)

Gambar 4. Konfigurasi Schlumberger [10].

Korelasi Metode VHSR dengan Metode Resistivitas Korelasi metode VHSR (Vertical to Horizontal Spectral Ratio) dengan metode resistivitas yaitu pada rasio V/H terdapat adanya kenaikan spektrum V/H atau adanya frekuensi dominan (f0) dalam pengolahan data VHSR dan dikorelasikan dengan nilai resistivitas rendah dalam rentang 2- 10 Ωm dapat adanya zona keberadaan fluida yang dialokasikan terhadap akuifer air tanah.

Hasil Dan Pembahasan Hasil

Hasil dari pengolahan data V/H dari 11 titik data mikrotremor yang diolah pada software matlab. Hasil pengolahan data rasio V/H dihasilkan delapan dari 11 titik pengukuran memiliki frekuensi dominan (f0). Adapun penentuan frekuensi dominan (f0) memiliki acuan terhadap titik ke 2 dikarenakan berada di dekat embung ITERA (adanya zona fluida yang diasosiasikan dengan air tanah).

Pada titik ke 2 memiliki nilai frekuensi dominan (f0) pada

rentang frekuensi 2- 4 Hz yang diasumsikan adanya zona fluida. Sehingga nilai spektrum V/H yang dihasilkan dari semua titik yang memiliki kesamaan dengan nilai spektrum V/H dan frekuensi dominan (f0) pada titik ke 2 dapat diasumsikan adanya zona keberadaan fluida yang diasosiasikan dengan air tanah.

Gambar 5. Hasil pengolahan data V/H menunjukkan adanya frekuensi dominan (f0)

Gambar 6. Hasil pengolahan data V/H tidak menunjukkan adanya frekuensi dominan (f0)

Tabel 1. Hasil pengolahan data V/H

No. Nama

File (f0) Keterangan

1. Titik 1 + + Ada frekuensi Dominan (f0)

- Tidak ada frekuensi Dominan (f0)

2. Titik 2 +

3. Titik 3 +

4. Titik 4 +

5. Titik 5 -

6. Titik 6 +

7. Titik 7 +

8. Titik 8 -

9. Titik 9 +

10. Titik 10 + 11. Titik 11 -

Pada tabel 4.1 dihasilkan pengolahan data V/H dimana tiga dari 11 titik pengukuran tidak memiliki frekuensi dominan (f0).

(5)

5 Gambar 7. Peta potensi persebaran frekuensi dominan (f0)

Pada gambar diatas merupakan peta persebaran frekuensi dominan (f0) berdasarkan ada dan tidak adanya frekuensi dominan. Berdasarkan peta persebarannya dapat di analisis bahwa adanya suatu anomali yang membedakan suatu karakteristik yang berbeda adanya persebaran frekuensi dominanan (f0). Pada kontur warna biru merupakan anomali yang diasumsikan adanya fluida khususnya adanya akuifer air tanah.

Gambar 8. Peta persebaran data Iso-resistivity Pada gambar di atas merupakan peta persebaran data iso- resistivity yang menggambarkan adanya suatu anomali persebaran nilai resistivitas rendah dan tinggi. Adapun yang menjadi acuan untuk mengidentifikasi adanya akuifer air tanah yaitu berada pada rentang resistivas 2- 20 Ω atau data resistivitas yang rendah yang berwarna biru.

Gambar 9. Peta korelasi data V/H dengan data Iso- resistivity

Pada gambar di atas merupakan korelasi peta persebaran data iso-resistivity dengan peta persebaran frekuensi dominan (f0) dari V/H. Adapun terdapat dua jenis gambar yang berbeda tetapi menggambarkan jenis korelasi yang sama.

Pembahasan

Metode VHSR biasanya digunakan pada seismik pasif (mikrotremor) tiga komponen. Pada metode VHSR (Vertical to Horizontal Spectral Ratio) pada analisis data mikrotremor telah digunakan dalam studi kasus penentuan lokasi hidrokarbon.

Hasil pengolahan data V/H didasarkan pada prinsip non- linear dari suatu fluida dalam sebuah medium dalam permukaan bumi. Karakteristik fluida yang diasosiasikan dengan air tanah dapat di deteksi dari noise bumi alami dalam jangkauan yang rendah dan dapat diolah menjadi spektrum V/H terdapat adanya rentang frekuensi dominan (f0).

Hasil spektrum V/H menghasilkan adanya frekuensi dominan (f0) rata-rata pada rentang frekuensi 2-4 Hz terdapat pada titik pengukuran: titik 1, 2, 3, 4, 6, 7, 9 dan 10 sedangkan pada titik 5, 8 dan 11 diasumsikan tidak adanya frekuensi dominan (f0). Sehingga dihasilkan peta persebaran frekuensi dominan (f0) dimana selanjutkan akan dikorelasikan dengan metode resistivitas untuk identifikasi adanya akuifer air tanah (Gambar 7).

Hasil pengolahan VHSR dilakukan korelasi data dengan metode resistivitas dengan data iso-resistivity sehingga menghasilkan peta korelasi rasio V/H dengan data iso- resistivity (Gambar 9). Dari peta tersebut, terlihat jelas pada daerah barat terdapat nilai resistivitas yang tinggi dan tidak adanya frekuensi dominan (f0) sehingga diasumsikan bahwa tidak terdapatnya suatu fluida di daerah tersebut.

Pada daerah peta korelasi V/H dan iso-resistivity sepanjang dari utara ke selatan ke arah timur adanya suatu anomali yang menunjukkan adanya persebaran nilai resistivitas yang rendah dan adanya frekuensi dominan (f0) pada rentang frekuensi 2- 4 Hz sehingga dapat diasumsikan adanya zona fluida yang asosiasikan dengan adanya keberadaan air tanah.

Hasil korelasi tersebut menunjukkan adanya suatu anomali yang menunjukkan suatu kemenerusan suatu anomali yang dapat merepresentasikan suatu anomali yang sama yang terdapat nilai resistivitas yang rendah 0- 20Ω dan adanya kenaikan spektrum V/H atau frekuensi dominan (f0) rata- rata pada rentang frekuensi 2- 4 Hz sehingga dapat diasumsikan suatu anomali yang mengidentifikasi adanya fluida.

(6)

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Pengolahan data mikrotremor untuk analisis zona fluida yang diasosiasikan dengan keberadaan air tanah berada pada nilai resistivitas yang rendah dan adanya spektrum V/H memiliki frekuensi dominan (f0) pada rentang 2-4 hz.

2. Data VHSR dapat dikorelasikan dengan data resistivitas (iso-resistivity) dikarenakan memiliki karakteristik yang hampir sama dalam penentuan zona fluida yang diasosiasikan dengan zona keberadaan air tanah.

Konflik

Metode VHSR (Vertical to Horizontal Spectral Ratio) merupakan salah satu baru dalam pengolahan data mikrotremor untuk mencari keberadaan fluida. Di Indonesia penerapan metode ini sangat sedikit dikembangkan sehingga, penulis memiliki suatu keterbatasan dalam mencari refrensi dan acuan dalam penyelesaian penelitian ini.

Ucapan Terima Kasih

Penulis mengucapkan terima kasih kepada ibu Rizka, S.T., M.T., ibu Maria Rosalita Sudibyo, S.Si., M.Sc,. dan Bapak Cahli Suhendi, S.Si., M.T. sebagai pembimbing 1, pembimbing 2 dan pembimbing 3 yang telah banyak membimbing dan memberikan ilmu, saran, nasehat serta dukungan terhadap penyelesaian penelitian ini.

Dan penulis juga berterimakasih kepada semua pihak yang telah terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam penyusunan laporan ini. Penulis pun menyadari mungkin masih terdapat kekurangan didalam Skripsi ini, sehingga sangat diharapkan kritik dan saran yang membangun.

Daftar Pustaka

[1] Dangel, S., Schaepman, M.E., Stoll, E.P., Carniel, R., Barzandji, O., Rode, E.D. and Singer, J.M. "Phenomenology of tremorlike signals observed over hydrocarbon reservoirs," Journal of Volcanology and Geothermal Research, 128, 2003, 135-158.

[2] Wiwit, Suryanto and Wahyudi, Wahyudi,

"Monitoring Mikroseismik untuk Deteksi Langsung Keberadaan Hidrokarbon," The Indonesian Association of Geophysicists:

Geohazards A Challenge for Geophysics, 2008.

[3] Olson, R.M., "Dasar-Dasar Mekanika Fluida Teknik". Edisi Kelima. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1990.

[4] Bisri, Mohammad., "Airtanah (Studi Tentang Pendugaan Air Tanah, Sumur Air Tanah dan Upaya Dalam Konservasi Air Tanah),"

Malang: UB Press, 2012.

[5] Telford, W. M., Geldart, L. P., Sheriff, R.E.,

"Aplied Geophysics, Second Edition," New York: Cambridge University Press, 2004.

[6] Errington, A., "Sensor Placement for Microseismic Event," University of Sasakatchewan, Saskaton, 2006.

[7] Lachet, C., dan Brad, P.Y., "Numerical and Theoretical Investigations on The Possibilities and Limitations of Nakamura's Technique. J. Phys. Earth," 1994, 42, 377- 397.

[8] Abdul Haris, dkk., (2019). Integrating a microtremor survey and time reverse modeling over a hydrocarbon reservoir: a case study of Majalengka field, West Java Basin, Indonesia.Journal of Geophysics and Engineering (2019) 16, 16–29.

[9] Manrulu, R.H., and Nurfalaq, A. "Metode Geofisika (Teori dan Aplikasi," Palopo:

UNCP Press, 2017.

[10] Maemuna S., Darsono., dan Legowo B.,

"Identifikasi Akuifer di Sekitar Kawasan Karst Gombong Selatan Kecamatan Buayan Kabupaten Kebumen dengan Metode Geolistrik Schlumberger", Jurnal Fisika dan Aplikasinya, Vol 13 Nomor 2, 2017.

Gambar

Gambar 1. Ilustrasi adanya fenomena mikrotremor hidrokarbon [1]
Gambar 2. Kurva V/H menunjukkan adanya frekuensi dominan (fo) [8].
Gambar 5. Hasil pengolahan data V/H menunjukkan adanya frekuensi  dominan (f 0 )
Gambar 9. Peta korelasi data V/H dengan data Iso- Iso-resistivity

Referensi

Dokumen terkait

Meningkatnya kejahatan transnasional yang terjadi di Indonesia, disebabkan karena tidak adanya undang-undang khusus untuk menjerat pelaku penyelundupan orang

Dalam hal tertentu Bupati dapat memerintahkan Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup Daerah atau Instansi yang bertanggungjawab untuk melakukan pengawasan terhadap

Kajian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengukur tingkat kepuasan mahasiswa terhadap pelayanan akademik di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS). Saudara mendapatkan

Penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahapan proses, yaitu: penyiapan data fragmen metagenom, ekstraksi fitur fragmen dengan k-mers, pemodelan biplot,

Hasil penelitian ini menunjukan total skor yang diperoleh dari total 130 responden pada indikator citarasa produk pelengkap adalah sebesar 549 (sangat puas) dengan

Pengadilan Negeri Mandailing Natal tanggal 1 8 Agustus 2011 Nomor : 175/Pid.B/2011/PN-Mdl, maka Pengadilan Tinggi me nilai pertimbangan- pertimbangan hukum dari Hakim

Kemajuan jaman juga mempengaruhi perubahan pada kesenian, dalam hal ini Kesenian Krumpyung Laras Wisma di Kecamatan Kokap mengalami perubahan dalam hal penyajian,

4 a) Pada umumnya terminal tidak memeliki tempat tempat Istirahat dan mandi pengemudi yang layak seperti halnya di kereta api. Kebanyakan pengemudi tidur di bagasi bus dan