• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN PENYELELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAPORAN PENYELELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH"

Copied!
58
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PENYELELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH

PEMERINTAH PROVINSI BANTEN

SATUAN POLISI PAMONG PRAJA

KAWASAN PUSAT PEMERINTAHAN PROVINSI BANTEN (KP3B)

Jl. Syech Nawawi Albantani Kota Serang Telp. (0254) 267099

(2)

i

KATA PENGANTA

R

Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah swt, pada akhir tahun

anggaran 2020 ini, Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Banten telah berhasil

menyusun Bahan Laporan Penyelenggara Pemerintah (LPPD) Tahun 2020.

Suatu kebanggaan bagi kami dapat menyelesaikan dan menyerahkan

Bahan Laporan Penyelenggara Pemerintah (LPPD) Tahun 2020 sesuai ketentuan

yang berlaku. Oleh karenanya kami menyampaikan penghargaan dan terima

kasih atas dukungan dan kerjasama seluruh jajaran di Satuan Polisi Pamong

Praja Provinsi Banten.

Kami berharap agar informasi yang disajikan dalam Bahan Laporan

Penyelenggara Pemerintah (LPPD) Tahun 2020 dapat dimanfaatkan untuk

melakukan evaluasi atas kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Provinsi Banten

khususnya pada Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Banten sehingga kedepan

dapat lebih mempertajam kembali prioritas rencana Penyelenggaraan Pemerintah

Provinsi Banten

Serang, Januari 2021

KEPALA SATUAN POLISI PAMONG PRAJA

PROVINSI BANTEN,

AGUS SUPRIYADI, S.Sos., M.Si.

(3)

ii

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ... i

Daftar Isi ... ii

BAB I GAMBARAN UMUM ...

1

A. Dasar Hukum

...

1

B. Gambaran Umum

...

3

BAB II RENCANA STRATEGIS SKPD ... 7

A. Visi Misi dan Prioritas Program ...

7

B. Strategi dan Arah Kebijakan ... 9

BAB III URUSAN DESENTRALISASI ... 11

A. Ringkasan Urusan Desentralisasi ... 11

1. Pagu Dan Realisasi Anggaran

Sesuai Urusan Yang Di Laksanakan ...11

B. Prioritas Urusan Wajib Yang Dilaksanakan ...11

C. Prioritas Urusan Pilihan ... 15

D. Indikator Kinerja Kunci

... 15

BAB IV PENYELENGGARAAN TUGAS PEMBANTUAN... 16

BAB V PENYELENGGARAAN TUGAS UMUM PEMERINTAH... 17

A. Kerjasama Antar Daerah……..………... 18

B. Penyelenggaraan Ketentraman

dan Ketertiban Umum …..………... 19

BAB VI PENERAPAN DAN PENCAPAIAN SPM... 27

A. Jenis Pelayanan Dasar ... 27

B. Target Pencapaian SPM Oleh Daerah...28

C. Realisasi Anggaran Berdasarkan

Program dan Kegiatan... 30

D. Alokasi Anggaran Berdasarkan

Program dan Kegiatan... 31

E. Dukungan Personil... 32

F. Permasalahan dan Solusi... 32

(4)

iii

B. Pengukuran Capaian Kinerja

Dibandingkan Dengan Target Perjanjian Kinerja...36

C. Pengukuran Capaian Kinerja

Dibandingkan Dengan Tahun Sebelumnya...39

D. Pengukuran Capaian Kinerja Dibandingkan Dengan

Target Pembangunan Jangka Menengah...39

E. Analisis Efesiensi Penggunaan Sumber Daya Dikaitkan Dengan

Hasil (Kinerja) Yang Telah Dicapai...40

F. Analisis Program dan Kegiatan

yang Mendukung Pencapaian Target Kinerja ...41

BAB V PENUTUP

... 43

(5)

Page | 1

BAB I PENDAHULUAN

A. DASAR HUKUM

Seiring dengan berjalannya Pemerintah Provinsi Banten berdasarkan Undang-undang Nomor 23 tahun 2000 tentang Pembentukan Provinsi Banten, telah terjadi dinamika pembangunan yang semakin berkembang baik politik, ekonomi, sosial, budaya. Dari sisi pendapatan asli daerah Provinsi Banten menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan.

Berdasarkan Pasal 69 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007 tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) kepada Pemerintah, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah kepada DPRD serta Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (ILLPD) kepada Masyarakat, Kepala Daerah berkewajiban untuk memberikan Laporan Penyelenggaran Pemerintahan Daerah (LPPD) kepada Pemerintah yang dilaksanakan paling lambat 3 (tiga) bulan setelah berakhirnya tahun anggaran. LPPD merupakan informasi utama untuk Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EKPPD) yang mengacu kepada Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan daerah.

Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Banten mengacu kepada Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 3 tahun 2012 tentang Pembentukan Organisasi Perangkat Daerah dilingkungan Pemerintah Provinsi Banten yang bertugas menegakan peraturan daerah, menyelenggarakan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat serta perlindungan masyarakat.

Dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Banten tidak terlepas dari koridor aturan yang mendasari, antara lain peraturan perundang-undangan yang terkait dengan Polisi Pamong Praja adalah sebagai berikut:

1. Undang-undang Nomor 32 tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah; 2. Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

3. Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007 tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kepada Pemerintah, Laporan Keterangan

(6)

Page | 2 Pertanggungjawaban Kepala Daerah kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, dan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah kepada Masyarakat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4693);

4. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4815;

5. Peraturan Pemerintah Nomor 6 tahun 2010 Tentang Satuan Polisi Pamong Praja; 6. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 10 Tahun 2009 Tentang Penugasan

Satuan Perlindungan Msyarakat Dalam Penanganan Ketentraman, Ketertiban dan Keamanan Penyelenggaraan Pemilihan Umum;

7. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 27 Tahun 2010 Tentang Pedoman Pelaporan Satuan Polisi Pamong Praja;

8. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 44 Tahun 2010 Tentang Ketentraman, Ketertiban dan Perlindungan Masyarakat Dalam Rangka Penegakkan Hak Asasi Manusia;

9. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 40 Tahun 2011 Tentang Pedoman Organisasi dan Tata Kerja Satuan Polisi Pamong Praja;

10. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2011 Tentang Standar Operasional Prosedur Satuan Polisi Pamong Praja;

11. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 60 Tahun 2012 Tentang Pedoman Penetapan Jumlah Polisi Pamong Praja

12. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 19 Tahun 2013 Tentang Pedoman Pakaian Dinas, Perlengkapan dan Peralatan Operasional Satuan Polisi Pamong Praja;

13. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 84 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Masyarakat;

14. Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan susunan Perangkat Daerah Provinsi Banten (Lembaran Daerah Provinsi Banten Nomor 8 Tahun 2016, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Banten Nomor 66).

15. Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 7 Tahun 2017 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Banten Tahun 2017-2022.

(7)

Page | 3 16. Peraturan Gubernur Banten Nomor 83 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Tugas

Pokok, Fungsi, Tipe, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Provinsi Banten.

17. Peraturan Gubernur Banten Nomor 38 Tahun 2017 tentang Uraian Tugas Jabatan Pimpinan Tinggi, Administrator dan Pengawas Perangkat Daerah.

B. GAMBARAN UMUM SATUAN POLISI PAMONG PRAJA

1. Struktur Organisasi

Struktur Organisasi dan tata Kerja Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Banten dan komposisinya terkait Struktur Organisasi dan tata Kerja Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Banten menindaklanjuti Peraturan Pemerintah Nomor: 6

tahun 2010 tentang Satpol.PP dan Permendagri No. 40 Tahun 2012 yang tercantum dalam Peraturan daerah Nomor 8 Tahun 2016 Tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Provinsi Banten, adalah sbb :

i. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja ii. Sekretaris

a. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian; b. Sub Bagian Keuangan.

c. Sub Bagian Perencanaan Program

iii. Bidang Penegakkan Perundang-Undangan

a. Seksi Pembinaan, Penyuluhan dan Pengawasan Sektor Ekologis b. Seksi Pembinaan, Penyuluhan dan Pengawasan Sektor Sosial

Kemasyarakatan

c. Seksi Bina PPNS dan Kajian

iv. Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman

a. Seksi Operasi dan Pengendalian b. Seksi Pengamanan dan Pengawalan c. Seksi Kerjasama

v. Bidang Perlindungan Masyarakat dan Pengembangan Kapasitas

a. Seksi Bina Aparatur

b. Seksi Bina Satuan Perlindungan Masyarakat c. Seksi Data dan Informasi

(8)

Page | 4

vi. Bidang Pemadam Kebakaran

a. Seksi Pencegahan Kebakaran

b. Seksi Penanggulangan Tanggap Darurat dan Evakuasi c. Seksi Pasca Kebakaran

vii. Kelompok Jabatan Fungsional

2. Komposisi Pegawai Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Banten

Polisi Pamong Praja Provinsi Banten pada tahun 2020 di dukung oleh jumlah aparat sebanyak 323 orang, terdiri atas 83 orang Pegawai (Aparatur Sipil Negara) ASN, 182 orang merupakan Tenaga Bantuan Polisi Pamong Praja (Banpolpp), dan 58 orang Pegawai honorer/Tidak Tetap/Tenaga Kerja Kontrak.

Komposisi Laporan Kelembagaan

NO Bentuk Badan/

Kantor/ Dinas Nama Pejabat Keterangan

1. Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Banten

Agus Supriyadi, S.Sos., M.Si Kepala Satuan

2. Drs. Hery Yulianto, M.H Sekretaris

3. H. Mugni H. Laqoni, SH Kepala Bidang

Penegakan Per Undang-undangan Daerah

4. Drs. Anzis Yuniantro, M.Si Kepala Bidang

Perlindungan Masyarakat dan Pengembangan Kapasitas

5. Nunung Sugiharti, SH., M.Si Plt. Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman

Masyarakat

(9)

Page | 5

NO Bentuk Badan/

Kantor/ Dinas Nama Pejabat Keterangan

Pemadam Kebakaran

7. Hj. Carem, SE, M.Si Kasubag Program

8. Nunung Sugiharti, SH., M.Si Kasubag Umum dan

Kepegawaian

9. Usman Hari, SE., MM Kasubag Keuangan

10. Muthi Aliyudin, S.H, M.Si Kasi Bina PPNS dan

Kajian

11. Drs. Iwan Ridwan, M.Si Kasi Bina Aparatur

12. Dini Abdiani Plt. Kasi Pembina

Jasmani dan Mental

13. Erwin Damayanto, SPi, MM Kasi Pasca Kebakaran

14. Asep Muhlis, S.Pd Kasi Penanggulangan

Tanggap Darurat dan Evakuasi

15. Drs. Lalan Suherlan Kasi Pengamanan dan

Pengawalan

16. Enduh Luluh Akbar, SE Plt. Kasi PPNS dan

Kajian

17. Mohamad Irfan, S.Sos Plt. Kasi Sosmas

18. Eppi Safiudin, SE, M.Si Kasi Pencegahan

Kebakaran

19. Ismail, S.Sos Plt. Kasi Opsdal

20. Ridwan, SE Plt. Kasi Ekologis

21. Yayan Edi Canra Plt. Dati

(10)

Page | 6

Komposisi Jumlah dan Golongan Pegawai

Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Banten Tahun 2020

STATUS GOLONGAN (ORANG) TOTAL

(ORANG) IV III II I LAINNYA PNS 14 18 49 2 - 83 PH/TT/ TKK - - - - 26 26 BANPOL PP - - - - 66 66 PETUGAS TETAP PENGAMANAN - - - - 155 155 Total 14 18 49 2 247 330

Sumber : Data Umum dan Kepegawaian Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Banten Keterangan :

PNS = Pegawai Negeri Sipil;

PH/ TT/TKK = Pegawai Honorer/Tidak tetap/TKK; BANPOLPP = Bantuan Polisi Pamong Praja.

3. Urusan Yang Dilaksanakan Sesuai Dengan RPJMD

Penyelenggaraan urusan wajib yang dilaksanakan oleh Satuan Polisi Pamong Praja mengacu kepada Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) Provinsi Banten dan Rencana Kerja (renja) Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Banten Tahun 2020.

Urusan wajib yang dilaksanakan oleh Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Banten adalah Urusan Ketentraman dan Ketertiban Umum serta Perlindungan

(11)

Page | 7

BAB II

RENCANA STRATEGIS SKPD

A. VISI DAN MISI

Perencanaan Pembangunan Daerah bertolak dari Visi Misi Kepala Daerah yang dijabarkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Banten yang disinergikan kedalam Rencana Strategis Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Banten periode 2012 - 2017 untuk menjadi pedoman bagi penyusunan langkah-langkah strategis dalam melaksanakan urusan, program dan kegiata

Visi dan Misi yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Banten Tahun 2017-2022 menggambarkan bagaimana tujuan akhir yang diinginkan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih lima tahun mendatang, dengan mempertimbangkan potensi, kondisi, permasalahan, tantangan, peluang dan budaya hidup yang ada di Provinsi Banten, yaitu :

VISI :

”BANTEN YANG MAJU, MANDIRI, BERDAYA SAING, SEJAHTERA DAN BERAKHIAKUL KARIMAH”

MISI :

1. Menciptakan tata kelola pemerintahan yang balk (goodgovernance) 2. Membangun dan meningkatkan infrastruktur

3. Meningkatkan akses dan pemerataan pendidikan berkualitas.

4. Meningkatkan akses dan pemerataan pelayanan kesehatan berkualitas. 5. Meningkatkan kualitas pertumbuhan dan pemerataan ekonomi

Adapun Visi dan Misi yang terkait dengan tugas dan fungsi Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Banten dalam mendukung keberhasilan visi tersebut adalah :

Visi adalah rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan (Pasal 1 ayat (12) UU No. 25 Tahun 2004), untuk mewujudkan tujuan dan sasaran yang mungkin dicapai dalam jangka waktu tertentu. Visi Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Banten adalah “TERDEPAN DALAM MENCIPTAKAN

TRANTIBUM, PENEGAKAN PERATURAN DAERAH DAN PERATURAN KEPALA DAERAH”, diharapkan instansi terkaitdan peran serta masyarakat secara bahu

(12)

Page | 8 membahu dengan mengoptimalkan seluruh daya upaya yang dimilikinya untuk mewujudkan masyarakat Banten tenteram dan tertib serta taat terhadap Peraturan Daerah dan Keputusan Kepala Daerah untuk mendukung mewujudkan Banten Sejahtera Berlandaskan Iman dan Taqwa.

Untuk mewujudkan visi di atas tentunya banyak tantangan dan kendala yang akan dihadapi dimana masih kurangnya kualitas sumber daya manusia (SDM) dan daya dukung prasarana dan sarana kerja, merupakan faktor kunci yang menyebabkan belum optimalnya penyelenggaraan tugas dan fungsi Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Banten.

Visi Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Banten memiliki makna sebagai berikut:

1. Terdepan, artinya Satuan Polisi Pamong Praja merupakan instansi pemerintah yang menjadi tolok ukur lembaga pemerintahan lainnya dalam hal pengamanan Peraturan Daerah dan Keputusan Kepala Daerah;

2. Menciptakan, artinya mewujudkan suatu kondisi sesuai yang diharapkan;

3. Trantibum, artinya suatu keadaan dinamis yang memungkinkan Pemerintah, Pemerintah Daerah dan masyarakat dapat melakukan kegiatanya dengan tentram, tertib dan teratur;

4. Penegakan, artinya upaya aparat dan masyarakat dalam melaksanakan Peraturan Daerah dan Keputusan Kepala Daerah sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan pencegahan pelanggaranya serta tindakan penertiban terhadap penyimpangan dan pelanggaran;

5. Peraturan Daerah, artinya Peraturan yang ditetapkan oleh Kepala Daerah dengan Persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD);

6. Peraturan Kepala Daerah, artinya peraturan yang ditetapkan oleh Kepala Daerah.

Misi Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi adalah rumusan mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi (pasal 1 ayat 13 UU Nomor 25 Tahun 2004). Misi merupakan pernyataan secara luas dan komprehensif tentang tujuan instansi yang diekspresikan dalam produk dan pelayanan yang akan diberikan atau dilaksanakan, kebutuhan masyarakat yang dapat dipenuhi, kelompok masyarakat yang dilayani, nilai-nilai yang dapat diperoleh, serta aspirasi dan cita-cita

(13)

Page | 9 di masa depan. Berdasarkan visi yang ditetapkan, maka Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Banten menetapkan Misi sebagai berikut :

1. Mewujudkan Polisi Pamong Praja Yang Handal, Tangguh, dan Profesional; 2. Menyediakan Sarana dan Prasarana Yang Memadai;

3. Memaksimalkan Penegakan Perda dan Peraturan Kepala Daerah; 4. Menciptakan Ketenteraman dan Ketertiban Masyarakat Banten; 5. Menciptakan Aparatur Linmas Yang Mampu Melindungi Masyarakat.

B. STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

Strategi Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Banten pada dasarnya lebih bersifat grand design (agenda), yang dirancang untuk merespon isu strategis yang dihadapi dan/atau untuk mencapai visi, misi, tujuan dan sasaran Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Banten.

Strategi Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Banten dalam kurun waktu tahun 2017 – 2022 antara lain meliputi :

1. Pemantapan Struktur Organisasi Satuan Polisi Pamong Praja, serta Peningkatan Sumber Daya Organisasi dan Manajemen Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Banten;

2. Peningkatan dan Pengembangan Operasional, Koordinasi dan Kerjasama Pemeliharaan dan Penyelenggaraan Ketenteraman dan Ketertiban Umum serta Penegakan Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah.

Sedangkan cara pencapaian tujuan dan sasaran Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Banten terdiri dari strategi dan arah kebijakan yang meliputi program dan kegiatan. Untuk mencapai tujuan dan sasaran dari visi dan misi yang telah ditetapkan, kebijakan program pengembangan Satuan Polisi Pamong Praja di daerah ditetapkan sebagai berikut :

a. Pada Strategi Pemantapan Struktur Organisasi Satuan Polisi Pamong Praja, serta Peningkatan Sumber Daya Organisasi dan Manajemen, ditempuh melalui penetapan kebijakan sebagai berikut :

1) Pemantapan Kelembagaan dan Ketatalaksanaan SOTK Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Banten;

2) Meningkatkan Kuantitas dan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Satuan Polisi Pamong Praja dan Aparatur LINMAS Provinsi Banten;

(14)

Page | 10 3) Meningkatkan Kuantitas dan Kualitas Prasarana dan Sarana Kerja Satuan

Polisi Pamong Praja Provinsi Banten;

4) Menyusun Basis Data, Rencana, Monitoring dan Evaluasi Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum.

b. Pada strategi Peningkatan dan Pengembangan Operasional, Koordinasi dan Kerjasama Pemeliharaan dan Penyelenggaraan Ketentraman dan Ketertiban Umum, Penegakan Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah serta Penyelenggaraan Perlindungan Masyarakat, ditempuh melalui penetapan kebijakan sebagai berikut:

1) Meningkatkan Pencegahan, Pengawalan, Penanganan dan Penindakan Terhadap Pelanggaran Ketentraman dan Ketertiban Umum serta Peraturan Daerah dan Keputusan Kepala Daerah;

2) penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum serta penegakan Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah dengan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten/Kota, Provinsi Perbatasan, Kepolisian Daerah, PPNS, Instansi terkait dan masyarakat;

3) Menyelenggarakan Perlindungan Masyarakat untuk menjaga keselarasan dan keseimbangan dalam upaya mewujudkan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat.

(15)

Page | 11

BAB III

PENYELENGGARAAN URUSAN DESENTRALISASI

A. RINGKASAN URUSAN DESENTRALISASI

1. Kebijakan Umum Keuangan Daerah

Dalam pengelolaan belanja daerah, Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Banten mendapat alokasi anggaran pembangunan tahun 2020 sebesar Rp 30.596.253.000,-(Tiga Puluh Milyar Lima Ratus Sembilan Puluh Enam Juta Dua Ratus Lima Puluh Tiga Ribu Rupiah) yang terdiri dari :

a. Belanja Tidak Langsung sebesar Rp 15.630.000.000,- b. Belanja Langsung sebesar Rp 14.966.253.000,-

2. Target dan Realisasi Belanja

Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah pada Belanja Langsung dan Belanja Tidak Langsung di Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Banten pada Tahun Anggaran 2020 sebesar Rp. 30.596.253.000,- (Tiga Puluh Milyar Lima Ratus Sembilan Puluh Enam Juta Dua Ratus Lima Puluh Tiga Ribu Rupiah) dengan pencapaian rasio 92,78%. Adapun realisasi pada pos belanja tidak langsung dan belanja langsung adalah sebagai berikut:

a. Belanja Tidak Langsung sebesar Rp 15.630.000.000,- (89,89%) b. Belanja Langsung sebesar Rp 14.966.253.000,- (95,81%)

Realisasi Fisik pada masing-masing program dan kegiatan berdasarkan Laporan Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan di Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Banten Tahun Anggaran 2020 adalah sebesar 98,14% dari target kinerja yang ditetapkan sebesar 100%. Hal ini disebabkan ada beberapa kegiatan tidak diserap dikarenakan adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Pandemi Covid-19, yang menyebabkan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA). Sedangkan realisasi keuangan dapat dilihat dari tabel berikut :

(16)

Page | 12

Tabel 3.1. Realisasi Keuangan Tahun 2020

No Uraian Kegiatan Rencana Realisasi Anggaran Per 31 Desemeber 2020

Rencana Realisasi Keuangan % Sisa %

1 2 3 4 5 6 7

I Belanja Tidak Langsung 15.630.000.000,00 14.049.298.067,00 89,89 1.580.701.933,00 10,11

a. Gaji dan Tunjangan Pegawai 5.882.920.582,00 5.052.796.909,00 85,89 830.123.673,00 14,11

b. Tambahan Penghasilan PNS 9.747.079.418,00 8.996.501.158,00 92,30 750.578.260,00 7,70

II Belanja Langsung 14.966.253.000,00 14.338.883.776,00 95,81 627.369.224,00 4,19

I Program Tata Kelola Pemerintahan

1 Penyusunan Laporan Kinerja Keuangan

Dan Neraca Aset 12.170.000,00 10.870.000,00 89,32 1.300.000,00 10,68

2 Perencanaan Evaluasi dan Pelaporan 100.000.000,00 93.781.000,00 93,78 6.219.000,00 6,22

3 Peningkatan Kapasitas Aparatur 19.724.000,00 19.724.000,00 100,00 0,00 0,00

4

Penyediaan Barang dan Jasa, Pengadaan dan Pemeliharaan Sarana Prasarana Perkantoran

11.323.252.000,00 11.128.457.626,00 98,28 194.794.374,00 1,72

II Program Ketentraman dan Ketertiban Umum

1 Pemeliharaan dan Penanggulangan

Ketentraman dan Ketertiban Umum 1.186.775.000,00 1.166.071.600,00 98,26 20.703.400,00 1,74

2 Pengamanan Hari Besar Nasional,

Kantor Pemerintah dan Rumah Jabatan di Lingkungan Pemerintah Provinsi Banten

209.706.400,00 205.907.100,00 98,19 3.799.300,00 1,81

3 Kerjasama Peningkatan Ketertiban

Umum dan Ketentraman Masyarakat 180.000.000,00 178.704.000,00 99,28 1.296.000,00 0,72

III Program Penegakan Peratuaran Perundang-undangan Daerah

1

Pembinaan, Penyuluhan dan Pengawasan Peraturan Perundang-Undangan Provinsi Banten dalam Sektor Sosial Kemasyarakatan

500.307.000,00 453.743.400,00 90,69 46.563.600,00 9,31

2

Pembinaan, Penyuluhan dan Pengawasan Peraturan Perundang-Undangan Provinsi Banten dalam Sektor Ekologis

255.356.000,00 196.294.000,00 76,87 59.062.000,00 23,13

3 Penegakan dan Kajian Peraturan

Daerah Provinsi Banten

(17)

Page | 13

No Uraian Kegiatan Rencana Realisasi Anggaran Per 31 Desemeber 2020

Rencana Realisasi Keuangan % Sisa %

1 2 3 4 5 6 7

IV Program Perlindungan Masyarakat

1 Supervisi dan Pendayagunaan Potensi

Anggota Satuan Linmas 158.071.200,00 154.147.700,00 97,52 3.923.500,00 2,48

2

Penyelenggaraan Teknis Fungsional dan Pemantapan Tugas Anggota Satpol PP Provinsi Banten

145.797.000,00 55.322.000,00 37,94 90.475.000,00 62,06

3 Penyediaan Data Pembangunan

Sektoral 75.000.000,00 68.662.000,00 91,55 6.338.000,00 8,45

V Program Penanganan Bencana Kebakaran

1 Penyelenggaraan Pencegahan

Kebakaran 332.546.400,00 301.267.600,00 90,59 31.278.800,00 9,41

2 Penanggulangan Tanggap Darurat dan

Evakuasi 165.000.000,00 93.983.000,00 56,96 71.017.000,00 43,04

3 Supervisi Penanganan Pasca Bencana

Kebakaran

225.000.000,00 134.700.750,00 59,87 90.299.250,00 40,13

JUMLAH 30.596.253.000,00 28.388.181.843,00 92,78 2.208.071.157,00 7,22

Sumber: DPPA Tahun 2020 , Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Banten

B. PRIORITAS URUSAN WAJIB YANG DILAKSANAKAN

1. PROGRAN PRIORITAS SATUAN POLISI PAMONG PRAJA PROVINSI BANTEN a. Program Tata Kelola Pemerintahan, dengan kegiatan:

1) Penyusunan Laporan Kinerja Keuangan dan Neraca Aset 2) Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan

3) Pengadaan Sarana dan Prasarana Kantor 4) Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Kantor 5) Penyediaan Barang dan Jasa Perkantoran

6) Koordinasi dan Konsultasi ke Dalam dan Luar Daerah 7) Peningkatan Kapasitas Aparatur

(18)

Page | 14

b. Program Ketentraman dan Ketertiban Umum, dengan kegiatan :

1) Pemeliharaan dan Penanggulangan Ketentraman dan Ketertiban Umum 2) Pengamanan Hari Besar Nasional, Kantor Pemerintah dan Rumah Jabatan

di Lingkungan Pemerintah Provinsi Banten

3) Kerjasama Pemeliharaan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat

c. Program Penegakan Peraturan Perundang-Undangan Daerah, dengan

kegiatan :

1)

Pembinaan, Penyuluhan dan Pengawasan Peraturan Perundang-Undangan Provinsi Banten Dalam Sektor Sosial Kemasyarakat

2)

Pembinaan, Penyuluhan dan Pengawasan Peraturan Perundang-Undangan Provinsi Banten Dalam Sektor Ekologis

3)

Penegakan dan Kajian Peraturan Daerah Provinsi Banten

d. Program Perlindungan Masyarakat, dengan kegiatan:

1) Supervisi dan Pendayagunaan Potensi Anggota Satuan Linmas

2) Penyelenggaraan Teknis Fungsional dan Pemantapan Tugas Anggota Satpol PP Provinsi Banten

e. Program Penanganan Bencana Kebakaran, dengan kegiatan :

1) Penyelenggaraan Pencegahan Kebakaran 2) Penanggulangan Tanggap Darurat dan Evakuasi 3) Supervisi Penanganan Pasca Bencana Kebakaran

Indikator Kinerja Program (outcome) dan Kegiatan (output) Satpol PP

Provinsi Banten yang akan dan harus dilaksanakan oleh Satpol PP provinsi Banten selama 5 (lima) tahun kedepan, selaras dengan RPJMD Provinsi Banten Tahun 2017-2022 adalah sebagai berikut:

1. Program Ketentraman dan Ketertiban Umum.

o Outcome: cakupan pelayanan ketentraman ketertiban umum daerah provinsi target 100%.

o Output: Terlaksananya Pemeliharaan dan Penanggulangan Ketentraman dan Ketertiban Umum, terlaksananya Pengamanan Hari Besar Nasional, Kantor Pemerintah dan Rumah Jabatan di Lingkungan Pemerintah Provinsi Banten, Meningkatnya Kerjasama Peningkatan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat.

(19)

Page | 15

2. Program Penegakan Peraturan Perundang-undangan Daerah.

o Outcome: Presentase Penegakan Peraturan Perundangundangan daerah target 80%.

o Output: Terlaksananya Pembinaan, Penyuluhan dan Pengawasan Peraturan Perundang-Undangan Provinsi Banten Dalam Sektor Sosial Kemasyarakatan, terlaksananya Pembinaan, Penyuluhan dan Pengawasan Peraturan Perundang-Undangan Provinsi Banten Dalam Sektor Ekologis dan terlaksananya Penegakan dan Kajian Peraturan Daerah Provinsi Banten.

3. Program Perlindungan Masyarakat.

o Outcome: Cakupan perlindungan masyarakat target 100%.

o Output: Terlaksananya Supervisi dan Pendayagunaan Potensi Anggota Satuan Linmas dan terlaksananya Penyelenggaraan Teknis Fungsional dan Pemantapan Tugas Anggota Satpol PP Provinsi Banten.

4. Program Penanganan Bencana Kebakaran.

o Outcome: Cakupan koordinasi penanganan bencana kebakaran target 100%

o Output: Terlaksananya Penyelenggaraan Pelatihan Kelembagaan dan Pengawasan Koperasi, terlaksananya Penyelenggaraan Pelatihan Pemberdayaan Koperasi, terlaksananya Penyelenggaraan Pelatihan Usaha Kecil.

5. Program Tata Kelola Pemerintahan.

o Outcome : Nilai IKM 3,00 (skala (1 - 4))

o Output: Tersusunnya Laporan Kinerja Keuangan dan Neraca Aset, Tersusunnya Dokumen Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan, Tersedianya Pengadaan Sarana dan Prasarana Kantor, Terpeliharanya Sarana dan Prasarana Kantor, Tersedianya Barang dan Jasa Perkantoran, Meningkatnya Kapasitas Aparatur, Terlaksannya Koordinasi Kedalam dan Keluar Daerah, Tersedianya Data dan Informasi Pembangunan Sektoral.

(20)

Page | 16

C. PRIORITASS URUSAN PILIHAN

Pada Tahun 2020 , Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Banten tidak melaksanakan penyelenggaraan urusan pilihan. Hal ini sesuai dengan yang ditetapkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Banten Tahun 2020 .

D. INDIKATOR KINERJA KUNCI

1. Tataran Pengambil Kebijakan (menggunakan format sebagaiman penjelasan tata cara penyusunan IKK Lampiran I.1) *terlampir

2. Tataran Pengambil Kebijakan (menggunakan format sebagaiman penjelasan tata cara penyusunan IKK Lampiran I.2) *terlampir

3. Tataran Pengambil Kebijakan (menggunakan format sebagaiman penjelasan tata cara penyusunan IKK Lampiran I.3) *terlampir

(21)

Page | 17

BAB IV

PENYELENGGARAAN TUGAS PEMBANTUAN

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 3 Tahun 2007 tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kepada Pemerintah, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah Kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, dan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kepada Masyakarat, yang dimaksud dengan tugas pembantuan adalah penugasan dari Pemerintah kepada daerah dan/atau desa dari pemerintah provinsi kepada kabupaten/kota dan/atau desa serta dari pemerintah kabupaten/kota kepada desa untuk melaksanakan tugas tertentu.

Ada 8 (delapan) fungsi yang dilaksanakan oleh pemerintah Provinsi Banten yaitu: 1. Fungsi ekonomi

2. Fungsi perlindungan sosial

3. Fungsi perumahan dan fasilitas umum 4. Fungsi pariwisata dan budaya

5. Fungsi kesehatan 6. Fungsi pelayanan umum 7. Fungsi lingkungan hidup 8. Fungsi pendidikan

SKPD Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Banten selama periode tahun 2020 tidak termasuk ke dalam SKPD yang diberi amanat untuk melaksanakan tugas pembantuan.

(22)

Page | 18

BAB V

PENYELENGGARAAN TUGAS UMUM PEMERINTAHAN

Berdasarkan Pasal 69 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007 tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) kepada Pemerintah, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah kepada DPRD serta Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (ILLPD) kepada Masyarakat, Kepala Daerah berkewajiban untuk memberikan Laporan Penyelenggaran Pemerintahan Daerah (LPPD) kepada Pemerintah yang dilaksanakan paling lambat 3 (tiga) bulan setelah berakhirnya tahun anggaran. LPPD merupakan informasi utama untuk Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EKPPD) yang mengacu kepada Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan daerah, dan Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 3 Tahun 2007, Pasal (18) menjelaskan mengenai penyelenggaraan tugas umum pemerintahan. Selama tahun 2012-2017, Pemerintah Provinsi Banten menyelenggarakan berbagai jenis tugas umum pemerintahan, Tugas umum pemerintahan tersebut yaitu :

(1) Kerjasama Antar Daerah;

(2) Kerjasama Daerah dengan Pihak Ketiga; (3) Koordinasi dengan Instansi Vertikal di Daerah; (4) Pembinaan Wilayah Perbatasan;

(5) Pencegahan dan Penanggulangan Bencana; (6) Pengelolaan Kawasan Khusus;

(7) Penyelenggaraan Ketentraman dan Ketertiban Umum;

(8) Tugas-tugas Umum Pemerintahan Lainnya yang dilakukan oleh Daerah.

Dari 8 tugas umum pemerintahan tersebut, Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Banten melaksanakan tugas umum kerjasama antar daerah (point 1) dan Penyelenggaraan Ketentraman dan Ketertiban Umum(point 7).Berikut ini uraian pelaksanaan tugas umum pemerintahan yang diselenggarakan Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Banten.

(23)

Page | 19

A. KERJASAMA ANTAR DAERAH

Daerah perbatasan memiliki potensi dan permasalahan yang memerlukan penanganan secara spesifik. Dalam rangka optimalisasi penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan secara sinergis antara Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, pada tahun 2008 melalui keputusan bersama Gubernur Jawa Barat dengan Gubernur Banten Nomor 050/Kep 01-Bappeda/2008 dan Nomor 125.2/49-Huk/2008 tanggal 25 November 2008 tentang Rencana Program Prioritas Pembangunan Daerah Perbatasan Jawa Barat dan Banten Tahun 2009 – 2013. Untuk mendukung perjanjian kerjasama lintas wilayah perbatasan tersebut dan demi terwujudnya suasana yang aman, tertib dan kondusif dalam upaya menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan di daerah perbatasan Provinsi Banten dengan Jawa Barat agar permasalahan yang timbul di daerah perbatasan dapat ditanggulangi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Banten melalui Satuan Polisi Pamong Praja mengadakan Perjanjian Kerjasama tentang Penegakan

Peraturan Daerah Serta Penanganan Gangguan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat di daerah Perbatasan Provinsi jawa Barat dan Provinsi Banten yang dituangkan kedalam surat Keputusan Bersama Nomor 300/9051 Satpol PP dan Nomor 331/036.c-Kep/Satpol PP/2012.

Dalam Perjanjian Kerjasama tersebut, Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Banten dan Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Barat sepakat memberikan dan memperoleh data dan informasi tentang penegakan perda, gangguan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat, dampak bencana di daerah perbatasan dan mengikuti kegiatan pengembangan kapasitas sumber daya manusia.

Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap perda didaerah perbatasan dan mengurangi gangguan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat didaerah perbatasan.

Adapun ruang lingkup perjanjian kerjasama ini meliputi bidang: 1. Pencemaran lingkungan

2. Penanganan PMKS

3. Tertib administrasi kependudukan 4. Pertambangan mineral dan batubara 5. Peredaran minuman keras

(24)

Page | 20 7. Ketenagakerjaan

8. Penanganan HIV/AIDS 9. Penanganan bencana, dan 10. Patroli terpadu.

Permasalahan yang timbul adalah perjanjian kerjasama ini ruang lingkupnya masih sebatas pertukaran data dan informasi penegakan perda didaerah perbatasan. Solusinya yaitu dengan meningkatkan koordinasi dan kerjasama serta pelaksanaan penegakan yang dituangkan kedalam surat perjanjian kerjasama atau surat tugas bersama dengan provinsi lain.

B. PENYELENGGARAAN KETENTRAMAN DAN KETERTIBAN UMUM

1. Gangguan Yang Terjadi

Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Banten merupakan salah satu unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah Provinsi Banten yang dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 8 Tahun 2016 tentang Pembentukan Organisasi Perangkat Daerah di Provinsi Banten sebagai penyesuaian dari regulasi yang berkembang dikarenakan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2010 tentang Pedoman Satuan Polisi Pamong Praja sudah tidak berlaku lagi dan diganti dengan Peraturan Pemerintah Nomor 6 tahun 2012 tentang Satuan Polisi Pamong Praja yang berakibat Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 5 Tahun 2008 tentang Pembentukan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Banten sudah tidak berlaku lagi.

Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Banten berdasarkan peraturan daerah di atas merupakan unsur penunjang Pemerintah Provinsi Banten untuk melaksanakan tugas Membantu Gubernur dalam penyelenggaraan urusan Pemerintahan Daerah dalam memelihara dan menyelenggarakan ketentraman dan ketertiban umum, menegakan Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah.

Keberadaan Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Banten tidak terlepas dari Pemerintah Daerah dalam rangka menciptakan ketentraman dan ketertiban dalam penataan Pemerintah Provinsi Banten yang lebih baik.Upaya Pemerintah Daerah untuk menerapkan ketentraman dan ketertiban diwujudkan dalam kepatuhan masyarakat terhadap Peraturan Daerah dan Keputusan Kepala Daerah

(25)

Page | 21 sehingga masyarakat sadar dan tidak lagi melanggarnya. Semua harapan itu tidak akan tercapai tanpa dukungan Polisi Pamong Praja Provinsi Banten dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dalam upaya meningkatkan pelayanan dan pengayoman kepada masyarakat

Dengan dikeluarkannya Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik yang mewajibkan setiap badan publik mengumumkan informasi publik secara berkala baik informasi mengenai kegiatan dan kinerja serta laporan keuangan badan publik.yang dalam hal ini pemerintah pusat dan pemerintah daerah, yang tentunya akan menjadi,objek sorotan dan kritikan masyarakat apabila terjadi penyimpangan.

Dikarenakan fakta dilapangan banyak sekali penyelewengan-penyelewengan korupsi yang terjadi di pemerintahan, masalah-masalah sosial diperkotaan, dan permasalahan-permasalahan lain yang bergejolak, yang tidak bisa dituntaskan oleh pemerintah, sehingga menimbulkan kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap kinerja aparatur pemerintah yang mengakibatkan timbulnya gesekan-gesekan dan kritikan terhadap pemerintah. Kritikan-kritikan tersebut diwujudkan antara lain dengan melakukan aksi unjuk rasa dan menyampaikan pendapat di media cetak dan elektronik.

Pada tahun 2020, Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Banten telah melaksanakan pengamanan aksi unjuk rasa sebanyak 19 kali, dan yang sering disuarakan masyarakat terkait UUD OMNI BUS Cipta Kerja, dan Aksi Unjuk rasa pada tahun 2020 tersebar di beberapa titik rawan aksi dilingkungan Pemerintah Provinsi Banten. SKPD/kantor pemerintah yang paling banyak jadi sasaran masyarakat pada tahun 2020 dalam mengemukakan pendapatnya adalah pada kantor Gubernur, Dinas Tenaga Kerja Provinsi Banten, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Banten, Sekretariat DPRD Provinsi Banten. Sumber: Bidang Tibum

Tranmas 2020

(26)

Page | 22 Berikut adalah data-data pengamanan aksi unjuk rasa yang terjadi selama tahun 2020 di Lingkungan Pemerintah Provinsi Banten:

I. Matriks Rekapitulasi Jumlah Pengamanan Aksi Unjuk Rasa Berdasarkan Bulan

(27)

Page | 23 Disamping penanganan aksi unjuk rasa, Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Banten dalam upaya menciptakan ketentraman dan ketertiban umum, melaksanakan operasi penegakan peraturan perundang-undangan dengan target sasaran Masyarakat yang melanggar, Perusahaan dan aparatur. Berikut realisasi kegiatan yang dilaksanakan dalam pelaksanaan penegakan peraturan daerah.

No Provinsi

2020 Jumlah Penyelesaian

Penegakan Perda dan Pergub

Jumlah Pelanggaran Perda dan Pergub

Present ase

1 Provinsi Banten

1. Perda No. 4 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2011 Tentang Pajak Daerah Terdapat pelanggaran Retribusi Izin Usaha Perikanan di wilayah Kabupaten Serang (Ke Kelompok Nelayan Umang Ds. Ciparai , Ke Kelompok Nelayan Desa Teneng Cinangka, Ke Pelabuhan Pako)

2. Perda No. 7 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Modal Terpadu Satu Pintu Di Bidang

Penanaman Modal

Tidak ada pelanggaran

3. Perda No. 1 Tahun 2018 tentang Retribusi Daerah Terdapat pelanggaran, yakni 1. di wilayah cipondoh kota tangerang, kamis 15 oktober 2020. ke •PT. Lion Super Indo

(28)

Page | 24

No Provinsi

2020 Jumlah Penyelesaian

Penegakan Perda dan Pergub

Jumlah Pelanggaran Perda dan Pergub

Present ase

perusahaan tersebut Belum memiliki ijin akses persil akses keluar masuk perusahaan dan belum membayar

retribusi. •PT. Mitra Tell (Telkom

Tangerang)

perusahaan tersebut Belum memiliki ijin akses persil akses keluar masuk perusahaan dan belum membayar

retribusi. • PT. GS Retail Indonesia

perusahaan tersebut Belum memiliki ijin akses persil akses keluar masuk perusahaan dan belum membayar

retribusi. • SPBU 3415134

perusahaan tersebut Belum memiliki ijin akses persil akses keluar masuk perusahaan dan belum membayar retribusi. 2. di wilayah Jl. Teluk Naga –

(29)

Page | 25

No Provinsi

2020 Jumlah Penyelesaian

Penegakan Perda dan Pergub

Jumlah Pelanggaran Perda dan Pergub

Present ase

Dadap, Kab. Tangerang,

senin 20 oktober 2020 • PT. Lestari Jaya

Garmindo perusahaan tersebut Belum memiliki ijin akses persil akses keluar masuk

perusahaan dan belum

membayar retribusi. •SPBU 3 -15516

perusahaan tersebut Belum memiliki ijin akses persil akses keluar masuk perusahaan dan belum membayar

retribusi.

4. Perda No. 3 Tahun 2016 Tentang Penyelenggaraan Ketenteraman, Ketertiban Umum Dan Perlindungan Masyarakat

Tidak ada pelanggaran

5. Perda No. 8 Tahun 2013 Tentang Penyelenggaraan Perhubungan

Tidak ada pelanggaran

(30)

Page | 26

No Provinsi

2020 Jumlah Penyelesaian

Penegakan Perda dan Pergub

Jumlah Pelanggaran Perda dan Pergub

Present ase

6.

Perda No. 11 Tahun

2012 Tentang

Penyelenggaraan Pertambangan Mineral Dan Batubara Terdapat pelanggaran, yakni :

1. Wilayah Kab. Lebak ke PT. Cahaya Bintang Utara Perusahaan Tersebut Belum memiliki Izin

Lingkungan dari dinas hanya izin lingkungan dari FORKOMINDA

(Kecaamatan ). Ke CV. Pasir Hitam Bro

Cemplang Perusahaan Tersebut Belum Memiliki Izin karena tidak bisa

memperlihatkan izin. 2. Wilayah Kab. Serang

Ke Galian Tanah Masyarakat atas nama PT. Mega Planindo Utama, Perusahaan ini sudah habis izin

penjualannya. Ke CV. Adiana Jaya

Perusahaan ini Belum ada izin IUP, dan izin

(31)

Page | 27

No Provinsi

2020 Jumlah Penyelesaian

Penegakan Perda dan Pergub

Jumlah Pelanggaran Perda dan Pergub

Present ase

Ke Galian Tanah Ds.Cicangkring Kec. Cikesal Perusahaan ini Kosong dan tidak ada yg dapat memberikan Informasi, Berdasarkan data dari DLH, PTSP, dan Satpol pp Kab Serang bahwa di lokasi ini belum ada izin kegiatan.

7. Perda No. 10 Tahun 2012 tentang Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Terdapat pelanggaran, yakni:

1. Wilayah Kab. Serang Ke PT. Century

Metalindo dan PT. Citra Baru Steel Kedua Perusahaan Belum Memasang CEMS ( Countinous Emmision Monitoring System) dan Perusahaan itu Harus Memasangnya. 2. Wilayah Kota Cilegon Ke PT. Permata Dunia Sukses Utama

Perusahaan Tersebut belum bisa menunjukan dokumen UKL-UPL,

(32)

Page | 28

No Provinsi

2020 Jumlah Penyelesaian

Penegakan Perda dan Pergub

Jumlah Pelanggaran Perda dan Pergub

Present ase IPAL. Ke – PT. Growth Java Industry Pengalihan Manajemen dari PT. Indofero Perusahaan Tersebut belum bisa menunjukan

Perizinannya.

8. Perda No. 6 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Komunikasi Dan Informatika

Tidak ada pelanggaran

9. Perda No. 5 Tahun 2017 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Banten Tahun 2010-2030

Tidak ada pelanggaran

10. Perda No. 3 Tahun 2018 tentang Perlindungan Dan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Dan Pulau-Pulau Kecil

Tidak ada pelanggaran

(33)

Page | 29

No Provinsi

2020 Jumlah Penyelesaian

Penegakan Perda dan Pergub

Jumlah Pelanggaran Perda dan Pergub

Present ase

11. Pergub No. 45 Tahun

2020 tentang Perubahan atas Pergub Nomor 38 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19)

Terdapat pelanggaran terhadap Penegakan Protokol Kesehatan di Kabupaten/Kota Se Provinsi Banten dengan Jumlah pelanggar sebanyak 4.309 Orang dan 80 Toko/Warung, dengan rincian sebagai berikut: 1. Kab. Serang 675 pelanggar 2. Kota Serang 825 pelanggar 3. Kota Cilegon 407 pelanggar 4. Kab. pandeglang 821 pelanggar 5. Kab. Lebak 344 pelanggar 6. Kab. Tangerang 618 pelanggar 7. Kota Tangerang 282 pelanggar 8. Kota Tangerang Selatan 427 pelanggar

(34)

Page | 30

2. SKPD Yang Menangani Ketentraman dan Ketertiban Umum

Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Banten adalah elemen dari Pemerintah Daerah dalam rangka menciptakan ketentraman dan ketertiban umum, sebagai penegak peraturan daerah serta mengamankan kebijakan-kebijakan atau keputusan kepala daerah yang dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 8 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah dilingkungan Pemerintah Provinsi Banten.

3. Jumlah Pegawai, Kualifikasi Pendidikan, Pangkat dan Golongan

Dalam penanganan aksi unjuk rasa, Satuan Polisi Pamong Praja menyiapkan 1 (satu) pleton dengan jumlah 33 orang yang terdiri dari 1 orang komandan pleton, 2 orang komandan regu dan 30 orang anggota pelaksanakhusus menangani pengendalian aksi unjuk rasa yang berada dilingkungan Pemerintah Provinsi Banten. Dari jumlah aparatur tersebut, sebagian besar adalah masih berstatus Pegawai Non PNS (Banpolpp) dengan kualifikasi pendidikan mayoritas sekolah lanjutan tingkat atas.

Dalam pelaksanaanpenegakan Peraturan Daerah, aparatur yang melaksanakan adalah PNS dan PPNS yang tersebar dilingkungan Pemerintah Provinsi Banten.

4. Penanggulangan dan Kendalanya

Faktor internal hambatan dan masalah dalam pelaksanaan pengamanan adalah minimnya jumlah anggota satpol.PP dalam pengendalian unjuk rasa dikarenakan intensitas dan volume aksi unjuk rasa yang tiap tahun semakin meningkat.

Faktor external Dalam pelaksanaan kegiatan pengamanan aksi unjuk rasa, banyak ditemui masalah-masalah yang cukup rumit dan sulit dalam melakukan pengendalian aksi unjuk rasa dilingkungan pemerintah Provinsi Banten.

Hal ini di karenakan peserta aksi berorasi terkadang melakukan aksinya dengan cara-cara kekerasan berupa aksi dorong-dorongan, pelemparan benda-benda kearah aparat keamanan yang dapat memancing aparatur baik dari Satuan Polisi Pamong Praja maupun dari Kepolisian untuk melakukan tindakan, yang ujung-ujungnya menimbulkan bentrok antara masyarakat pendemo dengan aparat keamanan.

(35)

Page | 31 Tapi pada umumnya pelaksanaan aksi unjuk rasa dilingkungan Pemerintah Provinsi Banten Tahun 2020 berjalan dengan aman dan tertib sehingga menimbulkan situasi dan kondisi yang aman dan kondusif, dikarenakan:

1. Masyarakat / peserta aksi unjuk rasa sebagian besar mematuhi kode etik dan tata cara penyampaian pendapat dimuka umum;

2. Aparat keamanan mampu meredam dan mengendalikan situasi dengan tidak terpancing untuk melakukan tindakan represif kepada masyarakat pendemo; 3. Masyarakat Banten pada umumnya masih memegang teguh adat dan

menghargai tokoh masyarakat serta pemuka agama.

Sedangkan hambatan yang menjadi kendala dalam penegakan peraturan perundang-undangan adalah faktor ketersediaan anggaran yang masih minin, belum maksimalnya tenaga PPNS dalam penyelidikan dan penyidikan terhadap kasus pelanggaran yang terjadi.

5. Keikutsertaan Aparat Keamanan Dalam Penanggulangan

Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi, Satuan Polisi Pamong Praja bermitra dengan aparat TNI dan Kepolisian, dalam menjaga situasi dan kondisi yang kondusif di Lingkungan Pemerintah Provinsi Banten pada khususnya.

(36)

Page | 32

BAB VI

PENERAPAN DAN PENCAPAIAN SPM A. JENIS PELAYANAN DASAR

Menurut PP No. 2 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal bahwa Satpol PP merupakan organisasi pemerintah daerah yang memiliki tugas pelayanan dasar yang mencakup SPM Ketentraman dan Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat. Tata cara pemenuhan standar teknis tertang dalam Permendagri Nomor 121 Tahun 2018 Tentang Standar Teknis Mutu Pelayanan Dasar Sub Urusan Ketentraman dan Ketertiban Umum. Tata cara pemenuhan standar teknis Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Banten dalam pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal yaitu : a) Pengumpulan data yaitu dilakukan untuk memperoleh data dan informasi jumlah

dan identitas warga negara yang terkena dampak gangguan Trantibum akibat penegakan hukum terhadap pelanggaran Perda dan Perkada serta mengalami kerugian materi dan/atau terkena cidera fisik.

b) Penghitungan kebutuhan pemenuhan Pelayanan Dasar yaitu dilaksanakan dengan cara menaksir dan menghitung kerugian materi yang dialami.

c) Penyusunan rencana pemenuhan Pelayanan Dasar adalah program dan kegiatan sesuai dengan dokumen perencanaan dan dokumen anggaran Pemerintah Daerah yaitu Rencana Strategis dan Rencana Kerja yang mengacu pada Rencana Jangka Menengah Pemerintah Provini Banten (RPJMD). Program dan kegiatan yang dimaksud adalah program dan kegiatan yang mendukung pelaksanaan SPM. d) Pelaksanaan pemenuhan Pelayanan Dasar. Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi

Banten dalam pelaksaan pemenuhan pelayanan dasar dengan menyusun Program dan kegiatan yang mendukung kebutuhan pelayanan dasar yang tertuang dalam dokumen rencana strategis dan rencana kerja satuan polisi pamong praja Provinsi Banten. Anggaran yang digunakan dalam pelaksanaan program dan kegiatan bersumber dari APBD Provinsi Banten.

B. TARGET PENCAPAIAN SPM OLEH DAERAH

Standar pelayanan Satpol PP yaitu mencakup Standar Pelayanan yang Terkena Dampak Gangguan Trantibum Akibat Penegakan Hukum Terhadap Pelanggaran Perda dan Perkada dengan target pencapaian 100% meliputi :

(37)

Page | 33 a) Pelayanan kerugian materil

kerugian materil adalah berupa kerusakan atas barang atau aset pribadi yang diakibatkan dari penegakan pelanggaran Perda dan Perkada. Kerugian materil terdiri atas :

1) Rusak ringan yaitu kerugian yang dialami dan ditaksir tidak lebih dari 2,5% (dua koma lima persen) dari biaya operasional penegakan perda dan perkada yang sedang dilakukan.

2) Rusak sedang dan/atau berat yaitu kerugian yang dialami dan ditaksir sama dan/atau lebih dari 2,5% (dua koma lima persen) dari biaya operasional penegakan perda dan perkada yang sedang dilakukan.

Tabel 6.1. Kerugian Materil Akibat dari Penegakan Pelanggaran Perda dan Perkada Tahun 2020

Kerugian Materil

Sedang Berat

Jumlah Kasus Total Kerugian

(Rp.)

Jumlah Kasus Total Kerugian

(Rp.)

0 0 0 0

0 0 0 0

b) Pelayanan pengobatan

Berupa tindakan pertolongan pertama bagi warga negara yang terkena cidera fisik ringan diakibatkan dari penegakan pelanggaran Perda dan Perkada dan ditindaklanjuti dengan membawa ke rumah sakit/ pusat kesehatan masyarakat bila terkena cidera fisik sedang/berat.

(38)

Page | 34

Tabel 6.2. Pelayanan Pengobatan Akibat dari penegakan pelanggaran Perda dan Perkada Tahun 2020

Pelayanan Pengobatan

Pertolongan Pertama Rujuk ke Rumah sakit/Pusat

Kesehatan Jumlah

Kasus

Biaya Perawatan (Rp.)

Jumlah Kasus Biaya

Transportasi (Rp.)

0 0 0 0

0 0 0 0

C. REALISASI ANGGARAN BERDASARKAN PROGRAM DAN KEGIATAN

Dalam pelaksanaan SPM Ketentraman dan Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat, terdiri dari 3 Program dan 9 kegiatan dengan pagu anggaran sebesar Rp. 2.788.560.600,- dengan Realisasi Anggaran sebesar Rp. 2.556.099.800, untuk rinciannya dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 6.3. Realisasi Keuangan Tahun 2020

No Uraian Kegiatan

Rencana dan Realisasi Anggaran per 31 Desember 2020

Rencana Realisasi Keuangan % Sisa % I Program Ketentraman dan Ketertiban Umum 1.576.481.400 1.550.682.700 98,36 25.798.700 1,64 1 Pemeliharaan dan Penanggulangan Ketentraman dan Ketertiban Umum 1.186.775.000 1.166.071.600 98,26 20.703.400 1,74 2 Pengamanan Hari Besar Nasional, Kantor Pemerintah dan 209,706,400 205.907.100 98,19 3.799.300 1,81

(39)

Page | 35

No Uraian Kegiatan

Rencana dan Realisasi Anggaran per 31 Desember 2020

Rencana Realisasi Keuangan % Sisa % Rumah Jabatan di Lingkungan Pemerintah Provinsi Banten 3 Kerjasama Peningkatan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat 180.000.000 178.704.000 99,28 1.296.000 0,72 II Program Penegakan Peratuaran Perundang-undangan Daerah 833.211.000 727.285.400 87,29 105.925.600 11,48 4 Pembinaan, Penyuluhan dan Pengawasan Peraturan Perundang-Undangan Provinsi Banten dalam Sektor Sosial Kemasyarakatan 500.307.000 453.743.400 90,69 46.563.600 9,31 5 Pembinaan, Penyuluhan dan Pengawasan Peraturan 255.356.000 196.294.000 76,87 59.062.000 19,43

(40)

Page | 36

No Uraian Kegiatan

Rencana dan Realisasi Anggaran per 31 Desember 2020

Rencana Realisasi Keuangan % Sisa % Perundang-Undangan Provinsi Banten dalam Sektor Ekologis 6 Penegakan dan Kajian Peraturan Daerah Provinsi Banten 77.548.000 77.248.000 99,61 7.365.000 0,39 III Program Perlindungan Masyarakat 378.868.200 278.131.700 73,41 100.736.500 26,59 7 Supervisi dan Pendayagunaan Potensi Anggota Satuan Linmas 158.071.200 154.147.700 97,52 3.923.500 2,48 1 8 Penyelenggaraan Teknis Fungsional dan Pemantapan Tugas Anggota Satpol PP Provinsi Banten 145.797.000 55.322.000 37,94 90.475.000 62.06 1 9 Penyediaan Data Pembangunan Sektoral 75.000.000 68.662.000 91,55 6.338.000 8.45 J U M L A H 2.788.560.600 2.556.099.800 86,35 232.460.800 13,65

(41)

Page | 37

D. ALOKASI ANGGARAN BERDASARKAN PROGRAM DAN KEGIATAN

Dalam pelaksanaan SPM Ketentraman dan Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat, terdiri dari 3 Program dan 9 kegiatan dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 2.788.560.000, untuk rinciannya dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 6.4. Alokasi Program dan Kegiatan Tahun 2020

No Uraian Kegiatan

Alokasi Program dan

Kegiatan Tahun 2020

I Program Ketentraman dan Ketertiban Umum 1.576.481.400

1 Pemeliharaan dan Penanggulangan Ketentraman dan

Ketertiban Umum 1.186.775.000

2 Pengamanan Hari Besar Nasional, Kantor Pemerintah dan

Rumah Jabatan di Lingkungan Pemerintah Provinsi Banten 209,706,400 3 Kerjasama Peningkatan Ketertiban Umum dan Ketentraman

Masyarakat 180.000.000

II Program Penegakan Peratuaran Perundang-undangan

Daerah 833.211.000

4

Pembinaan, Penyuluhan dan Pengawasan Peraturan Perundang-Undangan Provinsi Banten dalam Sektor Sosial Kemasyarakatan

500.307.000

5 Pembinaan, Penyuluhan dan Pengawasan Peraturan

Perundang-Undangan Provinsi Banten dalam Sektor Ekologis 255.356.000 6 Penegakan dan Kajian Peraturan Daerah Provinsi Banten 77.548.000

III Program Perlindungan Masyarakat 378.868.200

7 Supervisi dan Pendayagunaan Potensi Anggota Satuan Linmas 158.071.200 8 Penyelenggaraan Teknis Fungsional dan Pemantapan Tugas

Anggota Satpol PP Provinsi Banten 145.797.000

9 Penyediaan Data Pembangunan Sektoral 75.000.000

(42)

Page | 38

E. DUKUNGAN PERSONIL

Hal-hal yang menyangkut Standar Peningkatan Kapasitas Anggota Satpol PP tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2018 tentang Satuan Polisi Pamong Praja salahsatunya adalah dukungan personil. Adapun jumlah personil yang dimiliki oleh Satpol PP Provinsi Banten adalah sebagai berikut:

a) Jumlah anggota ASN di Satuan Polisi Pamong Praja Tahun 2020 adalah 85 orang yang terdiri dari Laki-laki 79 orang dan perempuan 6 orang.

b) Penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Banten di dukung oleh 66 orang merupakan Tenaga Bantuan Polisi Pamong Praja (Banpolpp), 26 orang Pegawai honorer/Tidak Tetap/Tenaga Kerja Kontrak dan Petugas Tetap Pengamanan 155 orang.

Tabel 6.5. Komposisi Jumlah dan Golongan Pegawai Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Banten Tahun 2020

STATUS GOLONGAN (ORANG) TOTAL

(ORANG) IV III II I LAINNYA PNS 14 18 49 2 - 85 PH/TT/ TKK - - - - 26 26 BANPOLPP - - - - 66 66 Petugas Tetap Pengamanan 155 155 Total 14 18 49 2 247 332

F. PERMASALAHAN DAN SOLUSI

Walaupun pencapaian SPM Ketentraman dan Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat pada tahun 2020 mencapaian 100% namun terdapat beberapa permasalahan yang perlu ditindaklanjuti. Adapun beberapa permasalahan adalah sebagai berikut:

1) Jumlah Personel dalam melakukan Pelayanan masih dinilai kurang memadai; 2) Keamanan layanan belum sesuai dengan keinginan masyarakat yang memerlukan

pelayanan yang maksimal.

Adapun solusi atau tindaklanjut yang harus dilaksanakan adalah sebagai berikut: 1) Diperlukan penambahan personel di Satpol PP yang berkompeten

(43)

Page | 39 2) Diperlukan pelatihan/penyegaran Bimtek Pelayanan PRIMA kepada

(44)

Page | 40

BAB VII

AKUNTABILITAS KINERJA PEMERINTAH DAERAH A. TARGET KINERJA DALAM PERJANJIAN KINERJA

Indikator Kinerja Utama (IKU) merupakan dasar pengukuran keberhasilan pencapaian tujuan dan sasaran strategis yang ditetapkan. Pencapaian indikator kinerja utama Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Banten dalam perjanjian kinerja tahun 2020 adalah sebagai berikut:

Tabel 7.1. Pencapaian Indikator Kinerja Utama Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Banten

No Sasaran Strategis Indikator

Kinerja Target Rumus 1. Tercapainya Penyelenggaraan Pemerintahan yang Akuntabel, Efektif, danefisien Capaian Laporan Kinerja Pemerintah Provinsi Banten 80 nilai Kesesuaian dihitung dari jumlah kegiatan dgn pencapaian kinerja 2. Meningkatnya Penegakan Peraturan daerah yang mendukung pelayanan publik

dalam menciptakan ketentraman dan

ketertiban umum daerah

Rasio Penegakan Peraturan Perundang-undangan daerah 80% Dihitung dari jumlah kegiatan kegiatan dengan pencapaian kinerja

B. PENGUKURAN CAPAIAN KINERJA DIBANDINGKAN DENGAN TARGET PERJANJIAN KINERJA

Untuk mencapai hasil yang konsisten dengan visi dan misi yang telah ditetapkan, diperlukan suatu strategi yang mampu menjelaskan pemikiran-pemikiran secara

(45)

Page | 41 konseptual, analitis, realistis, rasional dan komprehensif tentang berbagai langkah yang diperlukan untuk mencapai atau untuk memperlancar/mempercepat pencapaian tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.

Capaian kinerja sasaran diperoleh berdasarkan indikator kinerja sasaran. Perumuan indikator kinerja sasaran lebih difokuskan pada indikator kinerja makro serta indikator kinerja strategis. Predikat nilai capaian kinerja dikelompokkan dalam skala pengukuran ordinal sebagai berikut :

a. 85 % - 100 % : Sangat Berhasil, b. 70 % - < 85 % : Berhasil, c. 55 % - < 70 % : Cukup Berhasil, d. < 55 % : Tidak Berhasil

Adapun pencapaian indikator kinerja utama program dan kegiatan pada tahun 2020 dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 7.2. Pencapaian Indikator Kinerja Program (Outcome) dan Kegiatan (Output) No Indikator Kinerja Program (Outcome) Indikator Kinerja Kegiatan (output)

Target Realisasi Capaian

1. Nilai IKM 3 skala 3 skala 100%

Tersusunnya Laporan Kinerja Keuangan dan Neraca Aset 13 Dok 8 Dok 100% Tersusunnya Laporan Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan 24 Dok 24 Dok 100% Tersedianya Sarana dan Prasarana Kantor

1 Paket 1 Paket 100% Terpeliharanya Sarana

dan Prasarana Kantor 12 Bulan

12 Bulan 100% Tersedianya Barang

dan Jasa Perkantoran 12 Bulan

(46)

Page | 42 No Indikator Kinerja Program (Outcome) Indikator Kinerja Kegiatan (output)

Target Realisasi Capaian

Meningkatnya Kapasitas Aparatur 81 Orang 81 Orang 100% Terlaksananya Koordinasi Kedalam dan KeluarDaerah, 12 Bulan 12 Bulan 100% Tersusunnya Data Pembangunan Sektoral 4 Dok 4 Dok 100% 2. Cakupan pelayanan ketentraman dan ketertiban umum daerah provinsi 100% 100% 100% Pemeliharaan dan Penanggulangan Ketentraman dan Ketertiban Umum 123 keg 123 keg 100% Tercapainya Pengamanan Hari Besar Nasional, Kantor Pemerintah dan Rumah Jabatan dilingkungan Pemerintah Provinsi Banten 61 keg 61 keg 100% Tercapainya Kerjasama Pemeliharaan

Ketertiban Umum dan Ketentraman

Masyarakat

25 Keg 25 Keg 100%

(47)

Page | 43 No Indikator Kinerja Program (Outcome) Indikator Kinerja Kegiatan (output)

Target Realisasi Capaian

Penegakan Peraturan Perundang-undangan daerah Tercapainya Pembinaan, Penyuluhan dan Pengawasan Peraturan Perundang-Undangan Provinsi Banten dalam Sektor Sosial Kemasyarakatan 63 keg 63 keg 100% Tercapainya Pembinaan, Penyuluhan dan Pengawasan Peraturan Perundang-Undangan Provinsi Banten dalam Sektor Ekologis

27 keg 27 keg 100%

Tercapainya

Penegakan dan Kajian Peraturan Daerah Provinsi Banten 14 keg 14 keg 100% Tercapainya Penyelenggaraan Teknis Fungsional dan Pemantapan

Tugas Anggota Satpol PP

(48)

Page | 44 No Indikator Kinerja Program (Outcome) Indikator Kinerja Kegiatan (output)

Target Realisasi Capaian

Provinsi Banten 4. Cakupan Perlindungan Masyarakat 100% 100% 100% Tercapainya Koordinasi, Supervisi dan Pendayagunaan Potensi Anggota Satuan Linmas 3 keg 3 keg 100% Tercapainya Penyelenggaraan Data dan Informasi Pembangunan 3 Dok 3 Dok 100% 5. Cakupan koordinasi penanganan bencana kebakaran 100% 100% 100% Tercapainya Penyelenggaraan Pencegahan Kebakaran 3 keg 3 keg 100% Tercapainya Penanggulangan Tanggap Darurat dan Evakuasi 2 keg 2 keg 100% Tercapainya Koordinasi dan Supervisi Penanganan 5 keg 5 keg 100%

(49)

Page | 45 No Indikator Kinerja Program (Outcome) Indikator Kinerja Kegiatan (output)

Target Realisasi Capaian

Pasca Bencana Kebakaran

C. PENGUKURAN CAPAIAN KINERJA DIBANDINGKAN DENGAN TAHUN SEBELUMNYA

Capaian kinerja sasaran tahun 2020 dibandingkan tahun 2019 yang telah dicapai Satpol PP Provinsi Banten dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tujuan/Sasaran :

Meningkatkan Penegakan Peraturan Daerah yang mendukung pelayanan publik dalam menciptakan ketentraman dan keteriban umum

Tabel. 7.3 Perbandingan Capaian Kinerja Tahun 2020 dengan Tahun 2019

No Indiktor

Kinerja Utama

Target Renstra

Realisasi Tahun 2019 Realisasi Tahun 2020

Targ et Realis asi Capaia n (%) Targe t Realisasi Capai an (%) 1. Rasio Penegakan Peraturan Perundang-undangan daerah 80% 75 75 100 80 80 100

(50)

Page | 46

Tabel 7.4. Perbandingan Pencapaian Kinerja dan Anggaran Tahun 2020

No Indikator Kinerja Utama Target Renst ra Kinerja Anggaran Targ et Realis asi Capai an (%) Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) Capai an (%) 1. Rasio Penegakan Peraturan Perundang-undangan daerah 80% 80 80 100 833.211.000 727.285.400 87,29

D. PENGUKURAN CAPAIAN KINERJA DIBANDINGKAN DENGAN TARGET DALAM PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH

Capaian kinerja sasaran tahun 2020 dibandingkan tahun 2019 yang telah dicapai Satpol PP Provinsi Banten dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tujuan/Sasaran :

Meningkatkan Penegakan Peraturan Daerah yang mendukung pelayanan publik dalam menciptakan ketentraman dan keteriban umum

Tabel 7.5. Perbandingan Pencapaian Kinerja Tahun 2020 dengan Target RPJMD

No Indiktor Kinerja Utama Target

RPJMD

Realisasi Tahun 2020

Target Realisasi Capaian

(%) 1. Rasio Penegakan Peraturan Perundang-undangan daerah 80% 80 80 100

Gambar

Tabel 6.1. Kerugian Materil Akibat dari Penegakan Pelanggaran Perda dan  Perkada Tahun 2020
Tabel 6.3. Realisasi Keuangan Tahun 2020
Tabel 6.4. Alokasi Program dan Kegiatan Tahun 2020
Tabel 6.5. Komposisi Jumlah dan Golongan Pegawai  Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Banten Tahun 2020
+5

Referensi

Dokumen terkait

Penurunan pada Ib terjadi karena indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) yang turun sebesar 1,06 persen serta Indeks Penambahan Barang Modal (BPPBM) yang naik stabil tidak

Pada dasarnya sistem sumbangan ini merupakan suatu bentuk aktifitas tolong menolong dari masyarakat yang berupa bantuan baik berupa benda maupun biaya (uang) untuk pihak yang

Terdapat beberapa hal yang mungkin menjadi penyebab masih ditemukannya responden yang mengkode diagnosis secara tidak tepat, di antaranya pengkodean yang dilakukan

Hasil penelitian ini menunjukkan bentuk ketidaksantunan berbahasa pada teks pengumuman hasil karya siswa kelas VII Mts Ummul Qurok “Unggulan” Klego Boyolali, Data

Adapun instrumen yang digunakan adalah silabus IPA kurikulum 2013, buku teks siswa IPA kurikulum 2013 pada materi sistem pencernaan Kelas VIII semester 1

Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas kasihNya yang begitu luar biasa, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi dengan judul “Gambaran

Aparat Penegak Hukum yang membocorkan rahasia dan/atau mengungkapkan hasil Penyadapan kepada pihak lain yang tidak berwenang, baik secara tertulis maupun tidak tertulis

Namun, dikarenakan hasil analisis dengan rumus PV 2 yang menyatakan bahwa penyediaan fasilitas tersebut sudah tepat, maka pada kedua lokasi pengamatan disediakan fasilitas