• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR ISI. LEMBAR PENGESAHAN... ii. PERNYATAAN KEASLIAN PENELITIAN... iv. ABSTRAK... v. ABSTRACT... vi. RINGKASAN... vii. SUMMARY...

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DAFTAR ISI. LEMBAR PENGESAHAN... ii. PERNYATAAN KEASLIAN PENELITIAN... iv. ABSTRAK... v. ABSTRACT... vi. RINGKASAN... vii. SUMMARY..."

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

xii DAFTAR ISI

Halaman

SAMPUL DALAM

... i

LEMBAR PENGESAHAN ... ii

PENETAPAN PANITIA PENGUJI

... iii

PERNYATAAN KEASLIAN PENELITIAN. ... iv

ABSTRAK ... v

ABSTRACT ... vi

RINGKASAN ... vii

SUMMARY ... ix

KATA PENGANTAR ... xi

DAFTAR ISI ... xii

DAFTAR TABEL ... xiv

DAFTAR GAMBAR ... xv

DAFTAR LAMPIRAN ... xvi

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 4

1.3 Tujuan Penelitian ... 4

1.4 Manfaat Penelitian ... 4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 6

2.1 Kesegaran Jasmani ... 6

2.2 Pengukuran Kesegaran Jasmani ... 8

2.3 Komponen-Komponen Kesegaran Jasmani ... 10

2.3.1 Daya Tahan Kardiorespirasi ... 10

2.3.2 Daya Tahan Otot ... 11

(2)

xiii

2.3.3 Kekuatan Otot ... 12

2.3.4 Fleksibilitas ... 12

2.4 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kesegaran Jasmani... 13

2.4.1 Makan ... 14

2.4.2 Istirahat ... 14

2.4.3 Olahraga/Aktivitas Fisik ... 14

2.4.4 Usia ... 16

2.4.5 Jenis Kelamin ... 17

2.4.6 Genetik ... 17

2.4.7 Ras ... 17

2.4.8 Kadar Hemoglobin ... 18

2.5 Indeks Massa Tubuh ... 18

2.6 Obesitas dan Kesegaran Jasmani ... 20

2.7 Karakteristik Siswa Sekolah Dasar ... 21

BAB III KERANGKA PIKIR DAN HIPOTESIS PENELITIAN ... 24

3.1 Kerangka Pikir ... 24

3.2 Hipotesis ... 25

BAB IV METODE PENELITIAN ... 26

4.1 Rancangan Penelitian ... 26

4.1.1 Desain Penelitian ... 26

4.1.2 Tempat dan Waktu Penelitian ... 26

4.2 Subjek dan Sampel ... 26

4.2.1 Variabilitas Populasi ... 26

4.2.2 Kriteria Subjek ... 27

4.2.3 Besar Sampel ... 27

4.2.4 Teknik Penentuan Sampel ... 28

4.3 Variabel Penelitian ... 28

4.3.1 Identifikasi Variabel ... 28

4.3.2 Definisi Operasional Variabel ... 28

4.4 Bahan dan Instrumen Penelitian... 29

4.5 Protokol Penelitian ... 30

4.6 Analisis Data ... 31

(3)

xiv

4.7 Kelemahan Penelitian... 31

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN ... 32

5.1 Karakteristik Subjek Penelitian ... 32

5.2 Tingkat Kesegaran Jasmani... 33

5.3 Indeks Massa Tubuh ... 35

5.4 Tingkat Kesegaran Jasmani dan IMT ... 37

BAB VI PENUTUP ... 40

6.1 Simpulan ... 40

6.2 Saran ... 40

DAFTAR PUSTAKA ... 41

LAMPIRAN ... 42

(4)

v

ABSTRAK

HUBUNGAN TINGKAT KESEGARAN JASMANI DAN INDEKS MASA TUBUH PADA SISWA USIA 9-12 TAHUN DI SD NEGERI 4 SUMERTA

TAHUN 2014

Dewasa ini semakin banyak masyarakat yang menggemari berbagai macam olahraga untuk mengembangkan kesegaran jasmaninya. Pada anak kesegaran jasmani seringkali terlupakan, padahal kesegaran jasmani sangat bermanfaat untuk menunjang kapasitas kerja fisik yang berdampak pada prestasi anak. Pesatnya perkembangan teknologi menimbulkan gaya hidup sedentary dan menyebabkan kasus obesitas pada anak mengalami peningkatan. Mengingat pentingnya kesegaran jasmani pada anak dan kecenderungan peningkatan prevalensi obesitas di Indonesia maka perlu dilakukan penelitian tentang hubungan tingkat kesegaran jasmani dan obesitas yang diukur dengan IMT. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional.

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan tingkat kesegaran jasmani dan indeks massa tubuh siswa usia 9-12 tahun Sekolah Dasar 4 Sumerta. Tingkat kesegaran jasmani sampel diukur dengan Harvard Step Test. Untuk indeks massa tubuh dilakukan pengukuran secara langsung oleh peneliti menggunakan timbangan dan microtoise. Dari 50 sampel penelitian yakni 23 siswa laki-laki dan 27 siswa perempuan didapatkan 14) memiliki IMT underweight dan 44% memiliki IMT normal pada tingkat kesegaran jasmani sangat baik. 4% memiliki IMT underweight, 16% dengan IMT normal, 6%

dengan IMT overweight, dan 2% memiliki obesitas untuk tingkat kesegaran jasmani baik.

Pada sampel dengan tingkat kesegaran jasmani cukup, 4 memiliki IMT overweight dan 6% memiliki obesitas. 2% sampel dengan tingkat kesegaran jasmani sedang memiliki obesitas dan 2% dengan tingkat kesegaran jasmani kurang memiliki obesitas. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat kesegaran jasmani dengan indeks massa tubuh pada siswa usia 9-12 tahun di SD Negeri 4 Sumerta.

Kata kunci: Kesegaran Jasmani, Indeks Massa Tubuh, Hardvard Step Test

(5)

vi

ABSTRACT

THE CORRELATION BETWEEN PHYSICAL FITNESS LEVEL AND BODY MASS INDEX IN STUDENTS AGE 9-12 YEARS SD NEGERI 4

SUMERTA YEAR 2014

Nowadays more people enjoyed variety of sports to develop physical fitness. In children, physical fitness is often forgotten whereas physical fitness is very useful to support the physical work capacity. The rapid technological developments lead sedentary lifestyles and causes obesity in children has increased. The importance of physical fitness in children and the trend of increasing prevalence of obesity in Indonesia need to research on the correlation between level of physical fitness and obesity as measured by BMI . This is an analytic research with cross sectional approach. This study aimed to know the correlation of level of physical fitness and body mass index of students aged 9-12 years in SD 4 Sumerta. Physical fitness level of the sample was measured by the Harvard Step Test. The body mass index measured directly by researchers using scales and microtoise.

The total sample were 50, consisting of 23 boys and 27 girls. It obtained 14%

underweight, and 44% normal at a very good level of physical fitness. From 14 people with a good level of physical fitness, 4% of them underweight, 16% normal, 6%

overweight, and 2% obese. Of 5 samples with sufficient levels of physical fitness, 4%

overweight and 6% obese. 2% samples with a moderate level of physical fitness obese and 2% with the less physical fitness level have obese.It can be concluded that there is a correlation between the physical fitness level with body mass index in students age 9-12 years in SD N 4 Sumerta.

Keywords: Physical Fitness, Body Mass Index, Harvard Step Test, Obesity

(6)

1

BAB I PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang Penelitian

Usaha-usaha di bidang kesehatan telah mengalami perkembangan seiring dengan berkembangnya ilmu kedokteran. Tidak terbatas pada usaha kuratif saja, namun usaha promotif, preventif, dan rehabilitatif juga mengalami perkembangan. Olah raga telah mendapat tempat dalam dunia kesehatan sebagai salah satu faktor penting dalam usaha preventif atau pencegahan penyakit. Olah raga terbukti pula dapat meningkatkan tingkat kesegaran jasmani dan derajat kesehatan seseorang. Seseorang yang memiliki kesegaran jasmani prima tentunya dapat melakukan kegiatan sehari-hari dengan optimal dan tidak cepat lelah, serta masih memiliki energi cadangan untuk melakukan kegiatan lain. (Uliyandari, 2009)

Dewasa ini semakin banyak masyarakat yang gemar berolahraga

untuk kesehatan. Banyak warga masyarakat yang menggemari berbagai

macam olahraga untuk mengembangkan kesegaran jasmaninya. Dalam

masyarakat olahraga terbagi dalam 2 tujuan yaitu untuk prestasi dan untuk

rekreasi. Di sekolah dikembangkan olahraga untuk meningkatkan kesegaran

jasmani siswanya dan membentuk karakter bangsa lewat olahraga. Pendidikan

jasmani disekolah memiliki peran yang sangat penting dalam pembentukan

karakter bangsa lewat olahraga. Orientasi pembelajaran harus bisa

mengungkapkan karakter yang ada dalam permainan yang diajarkan.

(7)

2

Pembelajaran harus disesuaikan model permainan sehingga menarik dan menyenangkan untuk anak - anak. Sasaran pembelajaran pendidikan jasmani ditujukan bukan hanya untuk mengembangkan keterampilan olahraga tetapi pada perkembangan pribadi anak seutuhnya.

Upaya peningkatan kesegaran jasmani di lingkungan sekolah perlu

didukung oleh pelaksanaan pendidikan jasmani yang baik. Kesegaran jasmani

yang baik dapat menunjang terciptanya pembelajaran yang optimal. Hidup

sehat atau segar adalah impian setiap insan karena dengan kesehatan dan

kesegaran jasmani yang baik maka produktivitas kerja dan prestasi olahraga

akan meningkat (Depdikbud, 1997). Kesegaran jasmani adalah suatu keadaan

yang dimiliki atau dicapai seseorang dalam kaitannya dengan kemampuan

untuk melakukan aktivitas fisik. Kesegaran jasmani berkaitan dengan kesehatan

ketika aktivitas fisik dapat dilakukan tanpa kelelahan yang berarti, terpelihara

seumur hidup, dan sebagai konsekuensinya memiliki resiko yang lebih rendah

untuk terjadinya penyakit kronik lebih awal. Komponen kesegaran jasmani

secara garis besar dibagi menjadi 2 yakni kesegaran jasmani yang berhubungan

dengan keterampilan (meliputi : kecepatan, daya ledak otot , ketangkasan,

keseimbangan, dan koordinasi) dan kesegaran jasmani yang berhubungan

dengan kesehatan ( meliputi: kekuatan otot, daya tahan otot, kelenturan, daya

tahan kardiorespirasi, dan komposisi tubuh). Hal ini dipengaruhi oleh berbagai

hal antara lain umur, jenis kelamin, genetik, ras, aktivitas fisik termasuk latihan,

dan kadar hemoglobin. (Muzzakie, 2013)

(8)

3

Pada anak kesegaran jasmani ini seringkali terlupakan. Padahal kesegaran jasmani sangat bermanfaat untuk menunjang kapasitas kerja fisik anak yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan prestasinya.

Penelitian sejenis sebelumnya menunjukkan bahwa tingkat kesegaran jasmani siswa Sekolah Dasar sebagian besar menunjukkan memiliki tingkat kesegaran jasmani yang kurang baik. (Wardoyo, 2012) Hal ini erat kaitannya dengan gaya hidup masa kini yang sedentary (sedikit melakukan aktivitas fisik). Dengan adanya perkembangan teknologi yang semakin pesat menyebabkan orang cenderung lebih besar menggunakan aktivitas otak dibandingkan aktivitas fisiknya.

Dalam perkembangannya, dunia teknologi juga merambah pada dunia anak. Saat ini kebanyakan anak berangkat sekolah dengan kendaraan, anak juga menjadi terlalu banyak menonton televisi, dan lebih banyak bermain di depan komputer. Dari segala bentuk permainan maupun hiburan yang diciptakan untuk anak seperti playstation maupun film - film kartun dengan teknologi super canggih, menyebabkan aktivitas fisik anak cenderung pasif. Hal ini menyebabkan kasus obesitas pada anak mengalami peningkatan. Menurut Survei Departemen Kesehatan tahun 1989, sebanyak 0,77% anak mengalami obesitas. Pada 1992 meningkat menjadi 1,26% dan 4,58% pada 1999. Penelitian yang dilakukan pada 917 murid SD swasta favorit di Jakarta Selatan menunjukkan 20,9% anak-anak obesitas. (Anwar, 2005)

Salah satu cara penentuan obesitas adalah dengan menggunakan

Indeks Massa Tubuh (IMT). IMT bisa menggambarkan lemak tubuh yang

(9)

4

berlebihan, sederhana dan bisa digunakan dalam penelitian populasi berskala besar. Pengukurannya hanya membutuhkan 2 hal yakni berat badan dan tinggi badan, yang keduanya dapat dilakukan secara akurat oleh seseorang dengan sedikit latihan. (Utari, 2007)

Mengingat pentingnya kesegaran jasmani pada anak dan kecenderungan peningkatan prevalensi obesitas di Indonesia perlu penelitian- penelitian tentang hubungan tingkat kesegaran jasmani dan obesitas pada anak di Indonesia. Hal ini tampaknya belum banyak dilakukan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan tingkat kesegaran jasmani dengan indeks massa tubuh pada siswa usia 9-12 tahun di SD Negeri 4 Sumerta.

1.2.Rumusan Masalah

Apakah terdapat hubungan antara tingkat kesegaran jasmani dan indeks massa tubuh pada siswa usia 9-12 tahun di SD Negeri 4 Sumerta?

1.3.Tujuan Penelitian

Membuktikan adanya hubungan antara kesegaran jasmani dan indeks massa tubuh pada siswa usia 9-12 tahun di SD Negeri 4 Sumerta.

1.4.Manfaat Penelitian

a. Memberikan informasi dasar mengenai hubungan tingkat kesegaran jasmani dan indeks massa tubuh pada anak.

b. Skrining tingkat kesegaran jasmani pada anak.

(10)

5

c. Dapat memotivasi siswa untuk meningkatkan kesegaran jasmaninya.

d. Dapat dimanfaatkan sebagai data awal untuk penelitian selanjutnya yang

relevan.

Referensi

Dokumen terkait

Hasil evaluasi terhadap narasumber pelatihan menunjukkan bahwa lebih dari separuh peserta menyatakan narasumber pelatihan sangat baik, hal itu menggambarkan bahwa narasumber

Dilihat dari kotak mendatar yang hanya boleh diisi dari posisi (1) hanya dua kotak, maka angka yang terletak pada kotak 1 dan kotak 2 merupakan angka pembentuk dari bilangan dua

ugas pokok Bidang Pencegahan Dan Penyuluhan Kebakaran adalah melakukan upaya pengendalian pencegahan bahaya kebakaran pada setiap tahap mulai dari penyusunan

Kombinasi tomat dan buah naga pada perlakuan C dengan perbandingan tomat dan buah naga merah 4 : 2 menghasilkan produk es krim dengan kualitas baik dari segi aktivitas

Upaya lembaga pendidikan dalam memperoleh citra positif atas produk pendidikan yang dihasilkan yaitu dengan memperkenalkan lembaga tersebut. Memperkenalkan lembaga juga

Dengan mempertimbangkan bahwa tingkat BI Rate 6,5% masih konsisten dengan sasaran inflasi tahun 2010 sebesar 5% ±1% dan arah kebijaksanaan moneter saat ini juga dipandang

belum diurutkan yan g m em iliki n ilai terkecil atau terbesar akan dipertukarkan ke posisi yan g tepat di dalam array akan dipertukarkan ke posisi yan g tepat di dalam array.