• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISME DENGAN PENDEKATAN SCAFFOLDING DALAM UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS X AK SMK YAPIM MEDAN T.A 2011/2012.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISME DENGAN PENDEKATAN SCAFFOLDING DALAM UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS X AK SMK YAPIM MEDAN T.A 2011/2012."

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)

KATA PENGANTAR

Segala puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Yang Maha Kuasa yang telah melimpahkan berkat dan kasih karuniaNya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini.

Skripsi ini ditulis untuk memenuhi sebagian syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan. Penulis menyadari bahwa banyak pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini baik dalam bentuk bimbingan, arahan, maupun saran-saran. Oleh karena itu, penulis dalam kesempatan ini mengucapkan banyak terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :

1. Bapak Prof. Dr. H. Ibnu Hajar, M.Si selaku Rektor Universitas Negeri Medan. 2. Bapak Drs. Kustoro Budiarta, ME selaku Dekan Fakultas Ekonomi.

3. Bapak Dr. Arwansyah, M.Si selaku Ketua Jurusan Pendidikan Ekonomi. 4. Bapak Drs. Jhonson, M.Si selaku Sekretaris Jurusan Pendidikan Ekonomi. 5. Ibu Dra. Effi Aswita Lubis, M.Pd, M.Si selaku Ketua Program Studi Akuntansi. 6. Bapak Drs. Teridah Sembiring selaku Dosen Pembimbing Akademik yang telah

memberikan bimbingan dalam perkuliahan.

7. Bapak Drs. M. Nasir, M.Si sebagai Dosen Pembimbing Skripsi yang telah memberikan bimbingan dalam penyelesaian skripsi ini.

8. Bapak/Ibu dosen di Jurusan Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi, atas bimbingan beliau kepada penulis selama masa perkuliahan dan penulisan skripsi ini.

9. Staf Pegawai dan Tata Usaha Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan.

10.Bapak Mangisi Tua Panjaitan, Ssn selaku Kepala Sekolah SMK YAPIM Medan yang telah memberikan izin kepada penulis untuk melakukan penelitian.

11.Ibu Santianur Sinaga, S.Pd selaku guru bidang studi akuntansi di SMK YAPIM Medan yang telah membantu penulis selama melakukan penelitian.

(5)

13.Ucapan terimakasih kepada kakak dan adik-adikku (Kak Hesty, alr.Dek David, dan Dek Vica) yang senantiasa memberikan dorongan dan doa serta seluruh keluarga yang tidak dapat penulis ucapkan satu per satu.

14.Terimakasih kepada Cha Roberto Simbolon yang sudah memberi semangat dan dukungan dalam doa kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan skripsi ini.

15.Terimakasih kepada Kel. Besar SIRAIT dan Kel. Besar MANURUNG yang telah memberikan dorongan dan dukungan dalam doa serta materi hingga penyelesaian skripsi ini.

16.Rekan-rekan angkatan ’08 khususnya (Desi br. Lumbanraja, Dermanto, Ester, Dedi, Sintong, Johanes, Marsagina, anak-anak PENDEKAR ’08 yang tidak dapat disebutkan satu per satu) yang senantiasa menemani penulis dan memberikan semangat dalam penulisan skripsi ini. Semoga kita sukses semuanya. Amin.

17.Teman-teman PPL 2011 SMK Negeri 1 Tebing Tinggi (Susi LG, Renti, Kak Jeni, Jendra, dll ) yang senantiasa mendukung terutama saat PPL kita bersama. Miss u all... Atas segala bantuan dan jasa mereka, penulis tidak dapat membalasnya selain dengan doa semoga Bapa di Sorga memberi Kasih dan BerkatNya dalam hidup mereka.

Akhirnya penulis berharap agar skripsi yang sederhana ini mempunyai arti dan bermanfaat bagi penulis maupun pembaca dalam usaha peningkatan mutu pendidikan di masa yang akan datang. Amin.

Medan, Agustus 2012 Penulis

(6)

ABSTRAK

Monica Sirait. NIM 708114202. “Penerapan Model Pembelajaran Konstruktivisme dengan Pendekatan Scaffolding Dalam Upaya Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Akuntansi Siswa Kelas X AK SMK YAPIM Medan T.A 2011/2012”. Skripsi Jurusan Pendidikan Ekonomi. Program Studi Pendidikan Akuntansi. Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Medan 2012.

Permasalahan dalam penelitian ini adalah “Rendahnya aktivitas dan hasil belajar akuntansi siswa Kelas X AK SMK YAPIM Medan”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dengan menerapkan model pembelajaran Konstruktivisme dengan pendekatan Scaffolding dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar akuntansi siswa kelas X AK SMK YAPIM Medan.

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan di SMK YAPIM Medan yang berlokasi di Jl. Air Bersih No. 59 Medan. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X AK dengan jumlah 48 orang. Penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus, dimana tiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi untuk melihat aktivitas belajar siswa dan tes untuk melihat hasil belajar siswa. Teknik analisis data adalah dengan reduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan.

Dari data hasil observasi terhadap aktivitas siswa menunjukkan adanya peningkatan aktivitas siswa dari siklus I ke siklus II. Pada Siklus I diperoleh 10,41% atau 5 orang untuk kriteria sangat aktif, 31,25 % atau 15 orang untuk kriteria aktif, 37,5 % atau 18 orang untuk kriteria cukup, 20,83 % atau 10 orang untuk kriteria pasif. Sedangkan pada siklus II diperoleh 33,33 % atau 16 orang untuk kriteria sangat aktif, 50 % atau 24 orang untuk kriteria aktif, 14,58 % atau 7 orang untuk kriteria cukup, 2,08 % atau 1 orang untuk kriteria pasif. Selanjutnya dari data nilai hasil belajar siswa pada siklus I jumlah siswa yang tuntas dalam belajar adalah 64,58 % atau 31 orang dengan rata-rata 69,17, sedangkan pada siklus II jumlah siswa yang tuntas dalam belajar adalah 85,42% atau 41 orang dengan rata-rata 80,31. Pada uji signifikan untuk hasil belajar, thitung > ttabel yaitu 6,26 > 1,66. Hal ini menunjukkan bahwa pada siklus II telah diperoleh ketuntasan aktivitas dan hasil belajar akuntansi siswa yang ditunjukkan dengan peningkatan yang signifikan.

Dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran konstruktivisme dengan pendekatan scaffolding dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar akuntansi siswa kelas X AK pada kompetensi menyelesaikan siklus akuntansi perusahaan jasa dan dagang di SMK YAPIM Medan T.A 2011/2012.

Kata Kunci : Model Pembelajaran Konstruktivisme dengan Pendekatan

(7)

ABSTRACT

Monica Sirait. NIM 708114202. “The implementation Model of Constructivisme with Scaffolding in Decreasing student’s activity and outcome on studying accounting in the class of X AK SMK YAPIM Medan 2011/2012”. Thesis Economy Faculty. Majoring Economy Education. Study Program of Accounting Education. State University of Medan 2012.

The problem of this research is “The low of student’s activities and outcome on studying accounting in the class of X AK SMK YAPIM Medan”. The aim of this research is to know with implementation model of Constructivisme with Scaffolding can increase student’s activities studying accounting in the class of X AK SMK YAPIM Medan and to know with implementation model of Constructivisme with Scaffolding can decrease outcome on studying accounting in the class of X AK SMK YAPIM Medan.

The research implemented in SMK YAPIM Medan which located on Jl. Air Bersih No. 59 Medan. The subject of this study are 48 students of class X AK. The research is classroom action research that consisted of 2 circulations, at each circulation consist of 4 step they are planning, action, observation, and reflection. To collecting data use technic observation and test. Meanwhile, the data analysis technique performed in several stage, data reduction, data presentation and draw conclusions.

The result of observation on students activities indicated that there was improvement of student activities from cycle I to cycle II. In cycle I there were 5 students (10,41%) in very active criteria, 15 students (31,25%) in active criteria, 18 students (37,5%) in enough criteria, 10 students (20,83%) in passive criteria. However in cycle II there were 16 students (33,33%) in very active criteria, 24 students (50%) in active criteria, 7 students (14,58%) in enough criteria, 1 student (2,08%) in passsive criteria. Furthermore from the data of learning result score of student in cycle I, there was 64,58% students in learning completion or 31 students by mean 69,17, and in cycle II the number of students in learning completion was 85,42% or 41 students by mean 80,31. Significance test for outcome on studying, tcount > ttabel was 6,26 > 1,66. It means that in cycle II has been obtained outcome on studying completeness and indicated by significance increase.

It could be concluded the implementation model of Constructivisme with

Scaffolding. It could improve the activities and outcome on studying accounting in

student class X AK SMK YAPIM Medan 2011/2012.

(8)

i

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ... i

DAFTAR TABEL ... iii

DAFTAR GAMBAR ... iv

DAFTAR LAMPIRAN ... v

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1Latar Belakang Masalah ... 1

1.2Identifikasi Masalah ... 5

1.3Rumusan Masalah ... 5

1.4Pemecahan Masalah ... 6

1.5Tujuan Penelitian ... 8

1.6Manfaat Penelitian ... 8

BAB II KAJIAN PUSTAKA ... 9

2.1 Kerangka Teoritis ... 9

2.1.1 Model Pembelajaran Konstruktivisme ... 9

2.1.2 Pendekatan Scaffolding . ... 17

2.1.3 Penerapan Pembelajaran Konstruktivisme dengan Pendekatan Scaffolding ... 19

2.1.4 Aktivitas Belajar ... 24

2.1.5 Hasil Belajar Akuntansi ... 27

2.2 Penelitian yang Relevan ... 31

(9)

ii

BAB III METODE PENELITIAN ... 36

3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian ... 36

3.2 Subjek dan Objek Penelitian ... 36

3.2.1 Subjek Penelitian ... 36

3.2.2 Objek Penelitian ... 36

3.3 Definisi Operasional ... 36

3.4 Prosedur Penelitian ... 37

3.5 Teknik Pengumpulan Data ... 41

3.6 Teknik Analisis Data ... 43

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 47

4.1 Deksripsi Hasil Penelitian ... 47

4.1.1 Hasil Observasi Aktivitas Belajar ... 47

4.1.2 Hasil Tes Belajar ... 49

4.2 Analisis Data ... 51

4.3 Pembahasan Hasil Penelitian ... 53

4.3.1 Penelitian Pada Siklus I ... 53

4.3.2 Penelitian Pada Siklus II ... 55

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 63

5.1 Kesimpulan ... 63

5.2 Saran ... 64

(10)

iii

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Perbedaan Situasi Pembelajaran Tradisional (Konvensional) dan Pembelajaran Konstruktivisme ... 14 Tabel 2.2 Penerapan Model Konstruktivisme dengan Pendekatan Scaffolding

dalam Pembelajaran ………

21

Tabel 3.1 Pelaksanaan Tindakan ... 39 Tabel 3.2 Lembar Observasi Aktivitas Siswa ... 42 Tabel 4.1 Hasil Observasi Aktivitasi Siswa ... ... 48 Tabel 4.2 Peningkatan Hasil Belajar Siswa dari Pretest, Postest Siklus I ke

Postest II ... 49

(11)

iv

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Hubungan Penerapan Model Konstruktivisme dengan Pendekatan Scaffolding dengan aktivitas dan hasil belajar ... 35 Gambar 3.1 Siklus Penelitian Tindakan Kelas ... 38 Gambar 4.1 Diagram Batang Observasi Aktivitas Siswa

(12)

v

DAFTAR LAMPIRAN 1. Daftar Nilai Siswa

2. Silabus

3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Pada Siklus I 4. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Pada Siklus II 5. Materi Pembelajaran

6. Soal dan Jawaban Sebelum Tindakan (Pretes) \7. Soal dan Jawaban Postes Siklus I

8. Soal dan Jawaban Postes Siklus II

9. Perolehan Skor Aktivitas Belajar Siswa Pada Siklus I 10. Perolehan Skor Aktivitas Belajar Siswa Pada Siklus I

11. Perolehan Hasil Belajar Siswa Pada Awal Sebelum Tindakan 12. Perolehan Hasil Belajar Siswa Pada Pada Siklus I

13. Perolehan Hasil Belajar Siswa Pada Pada Siklus II 14. Tabel Hasil Belajar Siklus I dan Siklus II

(13)

1 BAB I PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang Masalah

Seiring dengan perkembangan zaman, pendidikan semakin mendapat sorotan tajam dari berbagai pihak. Hal ini disebabkan karena pendidikan merupakan kebutuhan yang sangat mendasar dan merupakan hal yang mutlak dipenuhi dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Perkembangan dan perubahan pendidikan yang semakin maju menuntut lembaga pendidikan atau sekolah yang merupakan tempat pembinaan sumber daya manusia untuk lebih baik lagi, dimana guru atau tenaga pengajar dituntut untuk mengembangkan kemampuan dirinya dengan pengetahuan, keterampilan, dan keahlian guru.

Peningkatan mutu pendidikan akan tercapai apabila proses belajar mengajar yang diselenggarakan di kelas benar-benar efektif dan berguna untuk mencapai kemampuan pengetahuan, sikap dan keterampilan yang diharapkan. Karena pada dasarnya proses belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan, di antaranya guru merupakan salah satu faktor yang penting dalam menentukan berhasilnya proses belajar mengajar di dalam kelas.

(14)

2

mempengaruhi hasil belajar, yang harus dilakukan guru adalah memilih dan menggunakan model pembelajaran yang tepat untuk mencapai pengajaran yang semuanya akan mempengaruhi proses belajar siswa di kelas.

Berdasarkan observasi yang dilakukan di kelas X AK SMK YAPIM diperoleh keterangan bahwa hasil belajar siswa bidang studi Akuntansi masih tergolong rendah. Hal ini disebabkan guru cenderung hanya berfokus pada model pembelajaran konvensional. Pada pembelajaran ini suasana kelas berpusat pada guru dan siswa pun menjadi pasif. Siswa hanya mendengar dan mencatat apa yang dikatakan guru, yang menyebabkan tidak adanya interaksi yang terjadi dalam proses belajar mengajar, sehingga sebagian besar siswa merasakan bahwa belajar merupakan sesuatu yang membosankan dan menjenuhkan. Hal ini dapat dilihat dari hasil ulangan harian pada semester ganjil di kelas X AK tahun ajaran 2011/2012 bahwa dari 48 siswa hanya 20 orang atau hanya sekitar 42 % yang mencapai ketuntasan minimal belajar yang telah ditetapkan sekolah yaitu 70. Artinya bahwa hasil belajar tidak sesuai dengan yang diharapkan. Penulis menduga keadaan tersebut disebabkan model pembelajaran yang digunakan selama ini belum efektif sehingga siswa kurang memahami materi yang disampaikan oleh guru.

(15)

3

menyampaikan pendapat, tidak bertanya bila ada materi yang kurang jelas, kurang memiliki kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dan siswa belum terbiasa bersaing dalam menyampaikan pendapat ataupun hanya sekedar menanyakan hal-hal yang kurang dipahami tentang materi akuntasi yang sedang diajarkan.

Untuk itu guru mempunyai kewajiban dalam mengatasi masalah tersebut, guru harus mampu mendorong semangat siswa untuk belajar akuntansi, sehingga siswa tertarik dan mampu mencapai kriteria kelulusan minimal. Oleh sebab itu perlu diadakan perbaikan dalam proses pembelajaran di kelas, agar proses belajar mengajar terlaksana dengan baik dan hasil belajar meningkat.

Atas kondisi seperti inilah penulis menganggap perlu diadakan suatu upaya penerapan model pembelajaran yang tepat agar aktivitas dan hasil belajar siswa dapat mengalami peningkatan. Berdasarkan masalah tersebut, maka penulis menawarkan suatu tindakan alternatif untuk mengatasi masalah yang ada berupa penerapan model pembelajaran yang lebih mengutamakan keaktifan siswa dan memberi kesempatan siswa untuk mengembangkan kemampuannya secara maksimal. Model pembelajaran yang dimaksud adalah model pembelajaran konstruktivisme.

(16)

4

merubah peran guru sebagai tokoh sentral dalam kegiatan belajar mengajar ke peran pengelola aktivitas kelompok kecil, sehingga peran guru yang monoton selama ini akan berkurang dan siswa akhirnya terdorong untuk belajar dan semakin paham bagaimana untuk menyelesaikan berbagai masalah. Dari beberapa tipe model pembelajaran konstruktivisme, penulis merasa tertarik dengan pendekatan scaffolding. Proses pembelajarannya menurut penulis mampu mengundang siswa untuk berpartisipasi aktif saat dalam kegiatan proses belajar mengajar secara keseluruhan.

Dalam pembelajaran konstruktivisme dengan pendekatan scaffolding, siswa mempunyai tanggung jawab dalam menentukan keberhasilan kelompok. Setiap siswa mendapat kesempatan yang sama untuk mengembangkan timnya untuk mendapatkan nilai yang maksimum dalam belajar. Dengan demikian setiap siswa mendapat tugas dan tanggung jawab sendiri-sendiri dan tidak bergantung kepada temannya yang lain dalam satu kelompok. Oleh karena itu, dengan model ini diharapkan dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.

(17)

5

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka identifikasi masalah dalam penelitian ini adalah:

1. Bagaimana cara meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas X AK SMK YAPIM Medan ?

2. Bagaimana cara meningkatkan hasil belajar siswa kelas X AK SMK YAPIM Medan ?

3. Mengapa guru dalam proses belajar mengajar cenderung menggunakan metode konvensional?

4. Apakah dengan menerapkan model pembelajaran konstruktivisme dengan pendekatan scaffolding dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar akuntansi siswa kelas X AK SMK YAPIM Medan ?

1.3 Rumusan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Apakah penerapan model konstruktivisme dengan pendekatan scaffolding dapat meningkatkan aktivitas belajar akuntansi siswa kelas X AK SMK YAPIM Medan T.A 2011/2012?

(18)

6

1.4 Pemecahan Masalah

Untuk memecahakan masalah pada rumusan masalah maka alternatif yang dapat diambil adalah melalui pembelajaran konstruktivisme dengan pendekatan

scaffolding. Dalam model pembelajaran konstruktivisme dengan pendekatan

scaffolding siswa diharapkan mengkonstruksikan pengetahuan dan memberikan

makna melalui pengalaman nyata kemudian guru memberikan kesempatan bagi siswa untuk menerapkan idenya sendiri melalui pemberian sejumlah bantuan kepada siswa selama tahap-tahap awal pembelajaran, kemudian mengurangi bantuan dan memberikan kesempatan mengambil alih tanggung jawab setelah siswa dapat melakukannya, sehingga guru tidak hanya semata-mata memberi pengetahuan kepada siswa melainkan siswa harus membangun pengetahuan ini dalam benaknya sendiri.

(19)

7

Dalam pembelajaran konstruktivisme dengan pendekatan scaffolding siswa bekerja sama dalam satu tim untuk memecahkan masalah, menciptakan ide-ide atau gagasan baru, memberikan makna dari pengalaman nyata dan menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya melalui pemberian sejumlah bantuan yang diberikan oleh guru kepada siswa pada tahap awal pembelajaran, kemudian mengurangi bantuan dan memberikan kesempatan untuk mengambil alih setelah siswa dapat melakukannya. Bantuan tersebut dapat berupa petunjuk, dorongan, peringatan, menguraikan masalah ke dalam langkah-langkah pemecahan, memberikan contoh, dan tindakan-tindakan lain yang memungkinkan siswa dapat belajar mandiri. Dalam pembelajaran konstruktivisme dengan pendekatan scaffolding, siswa mempunyai tanggung jawab dalam menentukan keberhasilan kelompok. Setiap siswa mendapat kesempatan yang sama untuk mengembangkan timnya untuk mendapatkan nilai yang maksimum dalam belajar. Dengan demikian setiap siswa mendapat tugas dan tanggung jawab sendiri-sendiri dan tidak bergantung kepada temannya yang lain dalam satu kelompok. Oleh karena itu, dengan model ini diharapkan dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.

Siswa mampu membangun pengetahuannya sendiri dengan bantuan dan bimbingan guru diharapkan situasi pembelajaran yang pada awalnya pasif dan membosankan berubah menjadi pelajaran yang aktif, sehingga dapat menumbuhkan aktivitas siswa dalam kegiatan belajar mengajar.

(20)

8

pendekatan scaffolding diharapkan dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa X AK SMK YAPIM Medan.

1.5 Tujuan Penelitian

Sesuai dengan rumusan masalah diatas, maka penelitian ini bertujuan: 1. Untuk mengetahui peningkatan aktivitas belajar siswa kelas X AK SMK

YAPIM Medan melalui model pembelajaran konstruktivisme dengan pendekatan scaffolding.

2. Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar akuntansi siswa kelas X AK SMK YAPIM Medan melalui model pembelajaran konstruktivisme dengan pendekatan scaffolding.

1.6 Manfaat Penelitian

Setelah penelitian ini terlaksana diharapkan hasil penelitian dapat bermanfaat sebagai berikut:

1. Untuk menambah wawasan dan pengetahuan penulis mengenai penerapan model pembelajaran Konstruktivisme dengan pendekatan Scaffolding dalam upaya meningkatkan aktivitas dan hasil belajar akuntansi siswa.

2. Sebagai bahan masukan bagi sekolah SMK YAPIM Medan, khususnya guru bidang studi akuntansi untuk mengetahui sejauh mana penerapan model pembelajaran Konstruktivisme dengan pendekatan Scaffolding dapat meningkatkan aktivitas dan hasil relajar siswa.

(21)

63 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian maka disimpulkan:

1. Dengan menerapkan model pembelajaran Konstruktivisme dengan Pendekatan

Scaffolding pada materi penyusunan laporan keuangan di kelas X AK SMK

YAPIM Medan Tahun Ajaran 2011/2012 membuktikan adanya peningkatan aktivitas dan hasil belajar akuntansi siswa menjadi 40 siswa (83,33%). Berarti penerapan model pembelajaran Konstruktivisme dengan Pendekatan

Scaffolding dapat digunakan sebagai alternatif dalam meningkatkan aktivitas

dan hasil belajar akuntansi siswa khususnya pada materi ”penyusunan laporan

keuangan”.

2.Penerapan model pembelajaran Konstruktivisme dengan Pendekatan Scaffolding maka aktivitas belajar siswa juga mengalami peningkatan pada siklus I terdapat siswa yang memenuhi kriteria sangat aktif terdapat 5 orang (10,41%), 15 orang (31,25%) siswa dengan kriteria aktif, 18 orang (37,5%) siswa dengan kriteria cukup aktif, dan 10 orang (20,83%) siswa dengan kriteria tidak aktif. Sedangkan pada siklus II terdapat 16 orang (33,33%) siswa dengan kriteria sangat aktif, 24 orang (50%) siswa dengan kriteria aktif, 7 orang (14,58%) siswa yang cukup aktif, dan 1 orang (2,08%) siswa yang tidak aktif.

(22)

64

siswa kelas X AK SMK YAPIM Medan Tahun Ajaran 2011/2012 pada postest siklus I dengan postest siklus II adalah signifikan..

.5.2 Saran

1. Kepada guru khususnya guru akuntansi dalam mengajar menyusun Laporan Keuangan hendaknya menggunakan pembelajaran konstruktivisme dengan pendekatan scaffolding kelas X AK SMK YAPIM Medan agar aktivitas dan hasil belajar akuntansi meningkat.

2.Kepada peneliti lain terutama yang melakukan penelitian sejenis untuk memodifikasi ke arah yang lebih baik dari yang dilakukan peneliti dalam menerapkan model pembelajaran konstruktivisme dengan pendekatan

scaffolding di dalam kelas karena masih terdapat kekurangan yang dilakukan

peneliti dalam penerapannya.

(23)

65

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2008. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Bumi Aksara ________. 2009. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Bumi Aksara

Aunurrahman. 2011. Belajar dan Pembelajaran. Bandung : Alfabeta Aqib, Zainal. 2008. Penelitian Tindakan Kelas. Bandung : Yrama Widya

Brooks, J.G. & Brooks, M.G (1993). In Search of Understanding The Case for

Cinstructivist Classrooms. Dalam Aunurrahman. 2011. Belajar dan Pembelajaran. Bandung : Alfabeta

Deden. 2011. Implementasi Scaffolding. Jakarta : http//deden.wordpress.com. 20 April 2012

Diedrich. 1979. Strategies for Teacher Information Processing Models In The Classroom. Dalam Yunginger, Raghet. 2008. Deskripsi Tentang Akuntansi

Kemandirian Siswa Pada Mata Pelajaran Fisika. Jurnal Pendidikan. Vol

15 No. 1 Maret 2008 Hal 64-69

Dimyati dan Mudjiono. 2008. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta : Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pendidikan Nasional

Driver dan Bell. 1961. Dalam Isjoni. 2010. Cooperative Learning. Bandung : Alfabeta

Dzaki, M. 2009. Teory Vygostky. Medan : http//meetabiet.wordpress.com. ( Diakses 2 april 2012)

Gasong. 2007. Metode pembelajaran scaffolding. http//fisika-bumi.blogspot.com/2011/04

Hamalik 2004. Dalam Arianti.2010. Penerapan Kolaborasi Model Pembelajaran Quantum Teaching dan Snow Ball Throwing untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Akuntansi Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Hamparan Perak T.P 2009/2010. Skripsi. Medan : FE UNIMED

Moon, Robert. The Condition of Learning. Dalam Hamzah, Uno. 2008. Teori

Motivasi dan Pengukurannya. Jakarta : Bumi Aksara

Harahap, S. 2007. Teori Akuntansi. Jakarta : Raja Grafindo

Henry. 2009. Model Pembelajaran Konstruktivisme. http//google.co.id. (10 april 2012)

(24)

66

Julian dan Duckworth Dalam Yamin. 2011. Paradigma Baru Pembelajaran. Jakarta : Kencana

Junaidi, Wawan. 2010. Cara Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa. http:wawan-junaidi.blogspot.com/2010/.07/aktivitas-belajar-siswa.html (16April 2012) Kardiman. 2007. Prinsip-Prinsip Akuntansi. Jakarta : Yudistira

Kusworo, Pramudyo. (2009). Efektivitas Penerapan Pendekatan Pembelajaran

Scaffolding Dalam Ketuntasan Belajar Ekonomi Siswa Kelas X Sma Laboratorium Universitas Negeri Malang. Jurnal Pendidikan Ekonomi.

1:2 : 74 – 89

Mariani, Arita. 2007, Pengaruh Pendekatan Konstruktivisme Terhadap Hasil

Belajar Dalam Pembelajaran Matematika Mahasiswa PGSD UNJ.

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 14:074:888-902

Vygotsky. 1994. Dalam Nugroho. 2006. Self Regulated Learning. http://www.google.com. Diakses 16 April 2012

Vygotsky. 2011. Self Regulated Learning. http://www.google.com. Diakses 21 April 2012

Oktavia Qomari, Leni. 2007. Penerapan Pembelajaran Konstruktivisme Dengan Pendekatan Scaffolding Pada Mata Pelajaran Akuntansi Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Bangil. Malang : Universitas Negeri Malang.

Sanjaya, Wina. 2009. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses

Pendidikan. Jakarta : Kencana

Sardiman. 2008. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta : Rajagrafindo Persada

_______. 2009. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta : Rajagrafindo Persada

Siskandar. 2009. “Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Melalui Model Pembelajaran Kooperative Pada Siswa SLTP Negeri 1 Tangerang”. Jurnal Ilmu Pendidikan. 6, (3), 179. Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan dan Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia LPTK & ISPI : Tangerang

Sudjana, dkk. 2008. Penelitian Hasil Belajar Mengajar. Bandung : Remaja Rosdakarya

(25)

67

Suprijono, Agus. 2010. Cooperative Learning. Jogjakarta : Pustaka Pelajar

Slameto. 2008. Belajar dan Faktor yang Mempengaruhuinya. Jakarta : Rineka Cipta

_______2010. Belajar dan Faktor yang Mempengaruhuinya. Jakarta : Rineka Cipta

Trianto. 2007. Model-Model Pembelajaran Inovatif Beorientasi Konstruktivistik. Jakarta : Prestasi Pustaka Publisher

Vigotsky. 2010. Scaffolding for learning, Medan : http//meetabiet, wordpress.com. (10 april 2012)

Widodo. Ari (Januari 2007) Konstruktivisme dan Pembelajaran Sains. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 13:064:91-105

Widya Astuti. 2007. Pengembangan Model Pembelajaran Dengan Pendekatan

Scaffolding Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas X

Jurusan Akuntansi Di SMK BM Ardjuna I Malang. Jurnal Pendidikan Vol 13 No 2.Tahun 2011

Yuliastik. 2007. “Penerapan model pembelajaran konstruktivisme dengan pendekatan scaffolding untuk meningkatkan prestasi belajar akuntansi siswa kelas XI IPS 3 SMA Laboratorium Universitas Malang Tahun

Pembelajaran 2007/2008”. Jurnal Ilmu Pendidikan. 6, (3), 179.

Gambar

Tabel 2.2    Penerapan Model Konstruktivisme dengan Pendekatan Scaffolding          dalam Pembelajaran …………………………………………………
Gambar 3.1 Siklus Penelitian Tindakan Kelas  ................................................

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan: (1) Materi dalam Pengelolaan Pembelajaran IPA dengan Media Audio Visual Tentang Sistem Tata Surya Di SDN II Bandar Pacitan.. (2)

Obeidat (2009) menyatakan bahwa metode emulsi-penguapan pelarut menghasilkan mikrokapsul dengan mekanisme pelepasan material yang dikungkung secara optimum karena

Subjek penelitian adalah pasien DM tipe 2 memiliki status gizi normal dan status gizi gemuk, melakukan senam diabetes jenis seri dua selama 8 minggu dengan frekuensi senam

alternative dispute resolution. Pelaku tindak pidana khususnya pada pelaku anak tersebut juga merupakan manusia biasa yang juga mempunyai kekhilafandan kekurangan

linearis berumur 2 hari memiliki panjang tubuh yang tidak berbeda nyata dengan parasitoid yang berasal dari telur C. Imago parasitoid betina yang berasal dari telur

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan ada tidaknya dan menentukan kadar cemaran dalam air pada daerah pantai dan perikanan di sekitar kawasan Pelabuhan Tanjung

Na 2 HPO 4 0.2%. Berdasarkan analisis dari kriteria sorgum instan yang dihasilkan diatas, sampel sorgum instan yang paling baik adalah sorgum instan hasil perendaman suhu 60 o

Berdasarkan kasus yang diambil dapat dianalisis ketepatan penggunaan antibiotik sesuai parameter yang digunakan yaitu tepat indikasi, tepat obat, tepat pasien dan tepat dosis dengan