• Tidak ada hasil yang ditemukan

Efek Ekstrak Biji Pala (Myristiceae Semen) Terhadap Koordinasi Motorik Mencit Galur Swiss Webster.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Efek Ekstrak Biji Pala (Myristiceae Semen) Terhadap Koordinasi Motorik Mencit Galur Swiss Webster."

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

iv

ABSTRAK

Efek ekstrak biji pala (Myristiceae semen) terhadap koordinasi motorik

mencit galur Swiss Webster

Andhi Purabaya, 2005. Pembimbing 1 : Dr. Sugiarto Puradisastra, M.Kes. Pembimbing 2 : Dr. Jo Suherman, MS.

Insomnia adalah salah satu keluhan yang sering didapati pada praktek dokter dan penanganannya membutuhkan diagnosa yang benar. Obat0obatan yang digunakan saat ini banyak menimbulkan kontroversi, sehingga banyak orang sering menggunakan obat alternatif sebagai obat anti insomnia, salah satunya adalah biji pala (Myristiceae semen). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari efek yang tidak diinginkan dari penggunaan biji pala (myristiceae semen), yaitu gangguan koordinasi motorik.

Dalam penelitian ini digunakan 24 mencit galur Swiss Webster yang dibagi menjadi 6 kelompok perlakuan yaitu kontrol negatif (NaCMC 1%), kontrol positif (alprazolam tablet 0,25 mg), kelompok yg diberi ekstak biji pala dosis 1DM, 5DM, 10DM, 20DM per oral. Masing masing kelompok dilihat sudut luncurnya. Analisis statistik menggunakan uji ANAVA dilanjutkan uji beda rata0rata Tukey dengan α = 0,05.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan dosis 10DM, 20DM dapat menimbulkan gangguan koordinasi motorik.

(2)

v

Andhi Purabaya, 2005. Tutor 1 : Dr. Sugiarto Puradisastra, M.Kes. Tutor 2 : Dr. Jo Suherman, MS.

Insomnia is one of common symptoms in clinical practices and need the proper diagnose to treat it. Nowadays many drugs make controversial, so many people move to alternative medicine, and one of them is nutmeg’s seed (Myristiceae semen).

The aim of this experiment is to examine the side effect of nutmeg’s seed (Myristiceae semen) that is motoric inccordination.

In this experiment use 24 mice furrow Swiss Webster and split into 6 groups of treatment. The treatments are NaCMC 1% (control ,), Alprazolam tablet 0,25mg (control +), and varying concentration of nutmeg’s seed extract (1DM, 5DM,10DM, 20DM). Each group will be inspected the falling angle. Data analysis using statistical use ANOVA follows by Tukey’s different mean test, α = 0, 05.

The result show in 10DM, 20DM concentration, the motoric incoordination will appear.

(3)

viii Halaman LEMBAR PERSETUJUAN...ii SURAT PERNYATAAN...iii ABSTRAK...iv ABSTRACT...v PRAKATA...vi DAFTAR ISI...viii DAFTAR TABEL...xi DAFTAR GAMBAR...xii DAFTAR LAMPIRAN...xiii

1.1 Latar Belakang...1

1.2 Identifikasi Masalah...2

1.3 Maksud dan Tujuan 1.3.1 Maksud...2

1.3.2 Tujuan...2

1.4 Kerangka pemikiran...2

1.5 Kegunaan Penelitian 1.5.1 Kegunaan Akademis...3

1.5.2 Kegunaan Praktis...3

1.6 Hipotesis Penelitian...4

1.7 Metodologi Penelitian...4

1.8 Lokasi dan Waktu Penelitian...4

2.1 Sistem Keseimbangan...5

(4)

ix

2.1.2 Fungsi Utrikulus dan Sakulus dalam menjaga keseimbangan

statik...7

2.1.3 Reflek Sikap Vestibuler...8

2.1.4 Mekanisme Vestibular Dalam Menstabilkan Mata...9

2.1.5 Proprioseptor Leher...9

2.1.6 Hubungan Nuronal Antara Aparatus Vestbibular dengan SSP...11

2.2 Benzodiazepin...13

2.2.1 Farmakokinetik Benzodiazepin...14

2.2.2 Farmakodinamik benzodiazepin...15

2.2.3 Efek Samping Benzodiazepin...15

2.3 Pala (Myristiceae fragrans Houtt)...16

2.3.1 Sejarah Singkat...16

2.3.2 Manfaat Buah Pala...19

3.1 Desain Penelitian...21

3.2 Bahan dan Alat...21

3.2.1 Bahan Penelitian...21

3.2.2 Alat0alat yang Digunakan...21

3.3 Metode Penelitian...22

3.4 Persiapan Penelitian...23

3.4.1 Pembuatan ekstrak biji pala (Myristiceae semen)...23

3.4.2 Persiapan Hewan Coba...23

3.5 Variabel Penelitian...24

3.6 Prosedur Penelitian...24

3.7 Data yang diukur...25

(5)

x

...26

4.1 Uji Statistik...26

4.2 Uji Hipotesis...28

...29

DAFTAR PUSTAKA...30

LAMPIRAN...32

(6)

xi

(7)

xii

(8)

xiii

Lampiran 1 Data Pengamatan sudut luncur berbagai perlakuan...31

Lampiran 2 Perhitungan Dosis...32

Lampiran 3 uji oneway, anova...34

Lampiran 4 uji beda rata0rata tukey...35

(9)

38

3 *

=

Nama : Andhi Purabaya

Nomor Pokok Mahasiswa : 0210139 Tempat dan tanggal Lahir : 21 Juni 1984

Alamat : Cikambuy Tengah No.1 RT.1 RW.8

Riwayat Pendidikan :

Tahun 1996 lulus SDK 3 BPK Penabur, Bandung. Tahun 1999 lulus SLTPK 4 BPK Penabur, Bandung. Tahun 2002 lulus SMUK 1 BPK Penabur, Bandung.

(10)

32

3

#

2

. .

&

Percobaan I Percobaan II Percobaan III Percobaan IV

Dosis 1 DM 450 390 410 430

Dosis 5 DM 35 390 400 350

Dosis 10 DM 330 320 330 340

Dosis 20 DM 290 270 270 300

Kontrol * 410 400 430 410

(11)

33

3

'

'

7

#

8

Pembuatan ekstrak etanol biji pala :

Dari 700 gr biji pala diperoleh 30 gr ekstrak kental biji pala (Indah Dwi Nurbaini,2004).

Dosis biji pala pada manusia (70 kg) : 1 gr (0,1 gr *1 gr) (, - & , 1983).

Dosis mencit 20 gr = 0,0026 X 1000 mg

<

2,6 mg biji pala

25 gr = 25/20 X 2,6 mg

= 3,25 mg biji pala

Dosis ekstrak biji pala untuk mencit 25 gr :

30/700 X 3,25 mg = 0,1392 mg

Dosis ekstrak biji pala untuk 1 kg BB :

1000/25 X 0,1392 mg = 5,5 mg/kgBB

Dosis ekstrak biji pala yang digunakan :

Biji pala 1 DM = 5,5 mg/kgBB

Biji pala 5 DM = 5 X 5,5 = 27,5 mg/kgBB

Biji pala 10 DM = 10 X 5,5 = 55 mg/kgBB

(12)

34

3

'

&

5' #

Dosis alprazolam 0,25 mg/manusia (70 kg)

Dosis mencit 20 gr adalah : 0,0026 X 0,25 mg = 0,00065 mg

Dosis mencit 25 gr adalah : 25/20 X 0,00065 = 0,0008125 mg

(13)

35

3

(14)

9-36

3

!

(15)

37

3

$

(16)

1

Insomnia adalah salah satu keluhan yang sering didapati pada praktek dokter dan penanganannya membutuhkan diagnosa yang benar. Banyak obat tersedia untuk pengobatan insomnia(Charney, , 2001). Obat yang ideal untuk insomnia haruslah memiliki kerja yang cepat, mampu mempertahankan tidur sepanjang malam dan tidak meninggalkan efek residu pada keesokan harinya (Metta Sinta & Tony Handoko, 1995). Terdapat kontroversi dalam pengobatan insomnia ini, antara pengobatan farmakologi dan pengobatan non*farmakologi, dan penggunaan obat kerja cepat dan obat kerja lama. Golongan benzodiazepine lebih sedikit diresepkan pada akhir dekade ini. Di Inggris untuk pengobatan insomnia para dokter memilih melakukan upaya non farmakologis dari pada pemberian obat hipnotik (Livingston, 1994). Tetapi Walsh dan Engelhardt (1992) menyatakan bahwa penurunan peresepan benzodiazepine dikarenakan usaha menutupi efek samping yang ditimbulkan. Pengobatan insomnia dengan menggunakan obat hipnotik dinilai punya efek samping yang banyak, yang mana obat hipnotik menyebabkan peningkatan kecelakaan lalu lintas (Balter, 1992).

Untuk pasien yang diberikan resep golongan benzodiazepine haruslah diawasi dengan ketat. Pada pasien biasanya terjadi penurunan dari fungsi hati untuk menetralkan racun dan sering menunjukkan penumpukan toksisitas pada dosis orang dewasa, terutama pada golongan yang mempunyai waktu paruh yang lama. Karena alasan ini biasanya dosis awal diberikan 25% dari dosis biasa dan dikurangi secara perlahan (Rech, 1998).

(17)

2

mempengaruhi keterampilan mengemudi dan kemampuan psikomotor lainnya(Charney,

, 2001; Metta Sinta & Tony Handoko, 1995).

Biji pala ( semen), memang dapat mengatasi sulit tidur (insomnia)

dan dianggap cukup aman. Biji pala ( semen) mengandung minyak atsiri

yang dianggap berhasiat untuk memudahkan tidur, sehingga sering digunakan sebagai

obat alternatif (Aoshima, 1999).

Oleh karena hal tersebut diatas, maka saya terdorong meneliti efek samping

gangguan koordinasi motorik yang mungkin timbul, setelah menggunakan biji pala

sebagai obat alternatif untuk pengobatan insomnia.

Apakah penggunaan biji pala ( semen) menimbulkan gangguan

koordinasi motorik

Ingin mengetahui apakah biji pala ( ) dapat menimbulkan

gangguan koordinasi motorik.

Menilai efek samping yang dapat ditimbulkan dari biji pala ( )

pada dosis 1 DM, 5 DM, 10 DM, 20 DM yaitu gangguan koordinasi motorik

!

"

#

Gamma amino butiric acid (GABA) merupakan neurotransmitter penghambat

utama pada SSP mamalia. GABA menunjukkan efek depresi pada sel interneuron di

(18)

3

(Turner, 1965). Depresi SSP yang ringan menyebabkan penurunan koordinasi motorik

dan fungsi kognitif (Charney, Mihic & Haris, 2001).

Hal ini terjadi karena pada keadaan depresi SSP terjadi hambatan pada RAS

batang otak sehingga impuls dari RAS yang turun melalui traktus retikulospinal ke

neuron motoris dan neuron serabut fusimotor melemah sehingga tonus otot skelet

berkurang. Dalam pengaturan tonus otot, RAS juga menerima input dari serebelum dan

dari otot sendiri. Dalam keadaan depresi SSP, integrasi input sensoris dalam batang otak

juga menurun sehingga pengaturan reflek otot yang terlibat dalam keseimbangan dan

sikap tubuh juga mengalami gangguan (Bowman & Rand, 1985; Sherwood, 2001).

Biji pala mengandung minyak atsiri terutama terdiri atas terpenoid hidrokarbon

, alfa , beta , gama , ) dan jumlah yang

lebih sedikit dan (Bruneton, 1999). Pengikatan terpenoid hidrokarbon

pada reseptor GABAA menyebabkan saluran klorida lebih terbuka, klorida masuk ke

dalam sel, terjadi hiperpolarisasi dan penghambatan terhadap RAS (

), sehingga terjadi keadaan tidur.

$

"

$

"

#

Penelitian ini berguna untuk menambah wawasan pengetahuan dalam bidang

farmakologi, khususnya tanaman obat asli Indonesia terutama tentang pengaruh pala

( semen) terhadap koordinasi motorik.

$

"

Untuk antisipasi gangguan motorik yang mungkin timbul dari biji pala

(19)

4

%

&'

Penggunaan biji pala ( semen) menimbulkan gangguan koordinasi

motorik.

(

' ' '

Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian prospektif experimental

laboratorium sungguhan yang bersifat komparatif dengan menggunakan Rancangan

Acak Lengkap (RAL) dengan hewan coba mencit galur swiss webster. Data yang diukur

adalah sudut yang masih dapat ditolerir oleh mencit sebelum meluncur kebawah, dalam

derajat.. Analisis data memakai statistik parametrik uji Anova, dilanjutkan uji beda rata*

rata Tukey (α = 0,05) menggunakan komputer dengan program SPSS 11.0 dan

kemaknaan berdasarkan nilai < 0,05.

)

'

*

Penelitian dilakukan di Laboratorium Farmakologi Universitas Kristen

(20)

29

-" ,

, 3

"

#&

Penggunaan biji pala ( semen) dapat menimbulkan gangguan

koordinasi motorik pada dosis 10 dan 20 DM.

,

Sebaiknya biji pala digunakan dosis kurang dari 5 DM untuk

menghindarkan gangguan koordinasi motorik.

Disarankan dilakukan penelitian lagi dengan pelarut lain dan hewan

percobaan lain.

Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui dosis aman biji

(21)

30

1

3

,

"

Aoshima, H.; Hamamoto, K. 1999. * . Melalui

Http://www.soa.nii.ac.jp/jsbba.html

Bowman, W.C.; Rand, M.J. 2000. * + $ 2nd edition. London:

Blackwell Scientific Publications. p.619*626.

British Herbal Medicine Association. 1983. , - & . London:

Association Scientific Comitee. p.147*148.

Bruneton, J. 1999. $ $ $ 2nd edition. New

York: Lavoiser publishing. p.334*337.

Charney, D.S; Mihic, S.J.; Harris, R.A. 2001. Hipnotik and Sedatives. In Goodman &

Gilman’s The Pharmacological Basis Of Therapeutics 10th edition. New York: Mc

Graw Hill. p.408*424.

Ganong, W.F. 2003. $ 21st edition. New York: Mc Graw Hill. p.173*

186, 216*225.

Guyton, A.C., Hall, J.E. 1997. , " edisi 9. Jakarta: EGC.

p.887*907.

Indah Dwi Nurbaini. 2004. Efek Analgesik Ekstrak Etanol Biji Pala ( semen)

Pada Mencit Dengan Metode Geliat. Sekolah Menengah Farmasi Bandung. Program

Pendidikan Strata I.

Katzung, B.G. 2002. & 8th edition. Jakarta: Salemba

Medika. p.25*52.

Turner, R.A., 1965. . $ . New York: Academic Press.

p.75*76.

Teknologi Tepat Guna. 2005.

http://www.iptek.net.id/ind/warintek/Budidaya_pertanian_idx.php?doc=2a18

Mycek, M.J.; Harvey. R.A.; Champe, P.C. 2000. & / ,

Jakarta: EGC. p.89*82.

(22)

31

Pala, http://warintek.progressio.or.id/buah/pala.htm

Teknologi Tepat Guna. 2005.

Referensi

Dokumen terkait

Menurut Atwater (1983) penyesuaian diri adalah suatu proses perubahan dalam diri dan lingkungan, dimana individu harus dapat mempelajari tindakan atau sikap baru

Kendati Kota Surabaya, berkat wilayah perairannya, terus berkembang pesat sebagai perdagangan dan jasa yang mendukung sektor industri, namun infrastruktur perairan tersebut

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara penggunaan kontrasepsi hormonal suntik DMPA dengan peningkatan berat badan.. Penelitian dilakukan di Puskesmas

Jadi, pengambilan keputusan untuk pemilihan jurusan di Perguruan Tinggiadalah sebuah proses berpikir dimana individu mengevaluasi satu atau lebih alternatif dan membuat

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kecemasan orang tua terhadap orientasi masa depan anak yang mengalami tunarungu ditinjau dari tugas perkembangan masa

The objective of this research is to analyze the performance of PT Bank Nagari Main Branch Office Padang using the Balance Scorecard Concept.. The collected of

disimpulkan bahwa citra tubuh mahasiswi Papua berada pada kategori tinggi karena adanya penerimaan sosial yang baik dari lingkungan sekitarnya yang akhirnya juga

Alat pemotong bulu ayam shuttle cock hasil perancangan adalah serangkaian gabungan dari beberapa komponen penyusun yang berfungsi sebagai alat untuk memotong bulu ayam shuttle