• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengembangan buku cerita bergambar berbasis pendidikan lingkungan hidup untuk pembelajaran membaca kelas III Sekolah Dasar.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengembangan buku cerita bergambar berbasis pendidikan lingkungan hidup untuk pembelajaran membaca kelas III Sekolah Dasar."

Copied!
142
0
0

Teks penuh

(1)

LINGKUNGAN HIDUP UNTUK PEMBELAJARAN MEMBACA KELAS III SEKOLAH DASAR

Wahono Saputro Universitas Sanata Dharma

2017

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang berawal dari adanya potensi dan masalah terkait dengan pendidikan lingkungan hidup dan pembelajaran membaca. Potensi yang ada adalah pendidikan lingkungan hidup dan minat baca siswa. Masalah yang dihadapi guru adalah penyediaan media untuk menumbuhkan kesadaran dan kepedulian siswa akan lingkungan serta menumbuhkan minat siswa dalam membaca. Oleh karena itu, peneliti terdorong untuk melakukan penelitian pengembangan buku cerita bergambar yang berbasis pendidikan lingkungan hidup. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan produk berupa buku cerita bergambar dengan judul “Lingkungan yang Terlupakan” dan mengetahui kualitas buku cerita bergambar yang dihasilkan.

Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development atau R&D). Proses pengembangan buku cerita bergambar tersebut mengikuti enam langkah dari modifikasi langkah Sugiyono dan langkah Borg & Gall yaitu (1) potensi dan masalah; (2) mengumpulkan informasi; (3) desain produk; (4) validasi desain; (5) perbaikan produk; (6) uji coba produk; (7) revisi produk. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah daftar pertanyaan wawancara dan lembar kuesioner. Wawancara digunakan untuk analisis kebutuhan kepada guru kelas III SD Negeri Tlacap, sedangkan kuesioner digunakan untuk validasi buku cerita bergambar.

Validasi dilakukan oleh satu dosen ahli, satu guru kelas III, dan satu siswa kelas III. Skor rata-rata yang diperoleh dari hasil validasi sebesar 4,22 dengan kategori “sangat baik”, sehingga layak digunakan pada tahap uji coba. Uji coba dilakukan kepada 6 orang siswa untuk mengetahui pendapat siswa mengenai kualitas buku cerita. Dari hasil uji coba yang dilakukan peneliti, didapatkan bahwa kualitas buku cerita bergambar yang telah dihasilkan tergolong dalam kategori “sangat baik” dengan skor rata-rata 4,56.

(2)

ENVIRONMENTAL EDUCATION IN LEARNING READING OF THIRD GRADE ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS

Wahono Saputro Sanata Dharma University

2017

The research are development research that begin from potency and problem related to the environmental education and learning reading. The potency are environmental education and students’ reading interest. The problem that encountered by the teachers are the provision of media to enhance students’ awareness and concern towards environment and improve students’ reading interest. Therefore, the researcher encouraged to conduct development research of illustrated story book based on environmental education. The aim of the research are to develop a product in the form of illustrated story book entitled “Lingkungan yang Terlupakan” and knowing the quality of the book.

This research was research and development (Research and Development or RD). The process of development of this illustrated story book followed six steps of Sugiyono step modification and Borg & Gall steps which are (1) problem potential, (2) data-collecting, (3) product design, (4) design validation, (5) design revision, (6) product testing, (7) product revision. The instruments in this research were interview questions and questionnaire sheet. Interview was conducted to find out need analysis for grade III teacher of SDN Tlacap, while questionnaire was conducted for illustrated story book validation.

Validation was done by one expert lecturer, one grade III teacher, and one grade III student. The average score which was obtained from validation result was 4,22 with very good category, so this is suitable to use in trial stage. Trial was done to 6 students to find out students’ opinion towards story book quality. From the trial that was done by the researcher, found that the quality of illustrated story book classified to the very good category with average score 4,56.

(3)

PENGEMBANGAN BUKU CERITA BERGAMBAR BERBASIS

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP UNTUK PEMBELAJARAN

MEMBACA KELAS III SEKOLAH DASAR

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Oleh : Wahono Saputro

NIM: 131134118

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA

(4)

i

PENGEMBANGAN BUKU CERITA BERGAMBAR BERBASIS

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP UNTUK PEMBELAJARAN

MEMBACA KELAS III SEKOLAH DASAR

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Oleh : Wahono Saputro

NIM: 131134118

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA

(5)
(6)
(7)

iv

PERSEMBAHAN

Dengan mengucap syukur kepada-Nya, skripsi ini saya persembahkan kepada:

1. Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan taufik serta hidayah-Nya kepada saya dalam segala hal.

2. Kedua orangtuaku tercinta, Bapak Sumardi Weknyo Martono dan Ibu Sumarmi Weknyo Martono yang selalu memberikan doa, dukungan, perhatian, kasih sayang dan semangat untuk menyelesaikan pendidikan ini.

3. Kakak - kakakku yang turut memotivasiku untuk tetap semangat.

4. Sahabat hidupku Nimas Karomah Dyahningrum yang selalu memberikan semangat untuk menyelesaikan skripsi ini.

5. Teman-teman seperjuangan Payung yang selalu memberikan semangat untuk menyelesaikan skripsi ini.

6. Teman-teman PGSD angkatan 2013.

(8)

v

MOTTO

“Nak Wani Ojo Wedi-wedi, Nak Wedi ojo Wani-wani (kalau berani

jangan ragu-ragu, tapi kalau ragu jangan berani-berani)”.

“Kerjakanlah sesuatu dengan sungguh-sungguh, karena proses tidak

akan menghianati hasil ”.

(Nimas Karomah Dyahningrum)

“kerja, kerja, dan kerja”.

(9)

vi

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar referensi, sebagaimana layaknya karya ilmiah.

Yogyakarta, 09 Februari 2017 Peneliti

(10)

vii

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN

PUBLISIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma:

Nama : Wahono Saputro

Nomor Mahasiswa : 131134118

Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul:

“PENGEMBANGAN BUKU CERITA BERGAMBAR BERBASIS

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP UNTUK PEMBELAJARAN MEMBACA KELAS III SEKOLAH DASAR”.

beserta perangkat yang diperlukan. Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis.

Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya.

Dibuat di Yogyakarta

Pada tanggal: 09 Februari 2017 Yang menyatakan,

(11)

viii

ABSTRAK

PENGEMBANGAN BUKU CERITA BERGAMBAR BERBASIS PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP UNTUK PEMBELAJARAN

MEMBACA KELAS III SEKOLAH DASAR Wahono Saputro

Universitas Sanata Dharma 2017

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang berawal dari adanya potensi dan masalah terkait dengan pendidikan lingkungan hidup dan pembelajaran membaca. Potensi yang ada adalah pendidikan lingkungan hidup dan minat baca siswa. Masalah yang dihadapi guru adalah penyediaan media untuk menumbuhkan kesadaran dan kepedulian siswa akan lingkungan serta menumbuhkan minat siswa dalam membaca. Oleh karena itu, peneliti terdorong untuk melakukan penelitian pengembangan buku cerita bergambar yang berbasis pendidikan lingkungan hidup. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan produk berupa buku cerita bergambar dengan judul “Lingkungan yang Terlupakan” dan mengetahui kualitas buku cerita bergambar yang dihasilkan.

Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development atau R&D). Proses pengembangan buku cerita bergambar tersebut mengikuti enam langkah dari modifikasi langkah Sugiyono dan langkah Borg & Gall yaitu (1) potensi dan masalah; (2) mengumpulkan informasi; (3) desain produk; (4) validasi desain; (5) perbaikan produk; (6) uji coba produk; (7) revisi produk. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah daftar pertanyaan wawancara dan lembar kuesioner. Wawancara digunakan untuk analisis kebutuhan kepada guru kelas III SD Negeri Tlacap, sedangkan kuesioner digunakan untuk validasi buku cerita bergambar.

Validasi dilakukan oleh satu dosen ahli, satu guru kelas III, dan satu siswa kelas III. Skor rata-rata yang diperoleh dari hasil validasi sebesar 4,22 dengan

kategori “sangat baik”, sehingga layak digunakan pada tahap uji coba. Uji coba

dilakukan kepada 6 orang siswa untuk mengetahui pendapat siswa mengenai kualitas buku cerita. Dari hasil uji coba yang dilakukan peneliti, didapatkan bahwa kualitas buku cerita bergambar yang telah dihasilkan tergolong dalam

kategori “sangat baik” dengan skor rata-rata 4,56.

(12)

ix

ABSTRACT

THE DEVELOPMENT OF ILLUSTRATED STORY BOOK BASED ON ENVIRONMENTAL EDUCATION IN LEARNING READING OF THIRD

GRADE ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS Wahono Saputro

Sanata Dharma University 2017

The research are development research that begin from potency and problem related to the environmental education and learning reading. The potency are environmental education and students’ reading interest. The problem that encountered by the teachers are the provision of media to enhance students’ awareness and concern towards environment and improve students’ reading interest. Therefore, the researcher encouraged to conduct development research of illustrated story book based on environmental education. The aim of the research are to develop a product in the form of illustrated story book entitled “Lingkungan yang Terlupakan” and knowing the quality of the book.

This research was research and development (Research and Development or RD). The process of development of this illustrated story book followed six steps of Sugiyono step modification and Borg & Gall steps which are (1) problem potential, (2) data-collecting, (3) product design, (4) design validation, (5) design revision, (6) product testing, (7) product revision. The instruments in this research were interview questions and questionnaire sheet. Interview was conducted to find out need analysis for grade III teacher of SDN Tlacap, while questionnaire was conducted for illustrated story book validation.

Validation was done by one expert lecturer, one grade III teacher, and one grade III student. The average score which was obtained from validation result was 4,22 with very good category, so this is suitable to use in trial stage. Trial was done to 6 students to find out students’ opinion towards story book quality. From the trial that was done by the researcher, found that the quality of illustrated story book classified to the very good category with average score 4,56.

(13)

x

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur peneliti panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan berkah, nikmat serta hidayahnya sehingga skripsi yang berjudul “Pengembangan Buku Cerita Bergambar Berbasis Pendidikan Lingkungan Hidup Untuk Pembelajaran Membaca Kelas

III Sekolah Dasar” dapat peneliti selesaikan dengan baik. Skripsi ini

disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

Peneliti menyadari bahwa dalam menyelesaikan skripsi ini, peneliti banyak mendapatkan bimbingan, bantuan dan dukungan dari berbagai pihak sehingga skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik. Maka pada kesempatan ini peneliti ingin mengucapkan terimakasih kepada :

1. Rohandi, Ph.D, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma.

2. Christiyanti Aprinastuti, S.Si., M.Pd, Kaprodi PGSD Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

(14)

xi

4. Brigitta Erlita Tri Anggadewi, S.Psi., M.Psi., dosen Pembimbing I yang telah membimbing dan memberi dukungan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.

5. Andreas Erwin Prasetya. M.Pd. selaku pakar Bahasa PGSD Sanata Dharma yang telah memberikan ilmu dan saran sehingga produk dalam skripsi ini menjadi lebih baik.

6. Bapak Sudarsana S.Pd.SD. Selaku validator guru yang telah memberikan ilmu dan saran sehingga produk dalam skripsi ini menjadi lebih baik.

7. Kepala Sekolah SD N 2 Tlogowatu yang telah memberikan izin dan kesempatan untuk melaksanakan penelitian.

8. Kepala Sekolah SD N Tlacap yang telah memberikan izin dan kesempatan untuk melaksanakan penelitian.

9. Siswa kelas III SD N 2 Tlogowatu yang telah bersedia membantu selama proses penelitian.

10. Kedua orangtuaku tercinta, Bapak Sumardi Weknyo Martono dan Ibu Sumarmi Weknyo Martono yang selalu memberikan dukungan, doa, dan semangat.

11. Teman-teman Kontrakan Holic yang selalu mendukung, menyemangati, dan mendoakan.

(15)

xii

13. Almamaterku Universitas Sanata Dharma.

14. Segenap pihak yang tidak bisa disebutkan satu persatu, terima kasih untuk bantuan dan dukungannya selama ini.

Dalam kegiatan penelitian dan penyusunan skripsi ini, terdapat beberapa kendala. Kendala tersebut tidak menjadi hambatan dalam diri peneliti melainkan menjadikan semangat untuk terus maju dan menyelesaikan skripsi ini tepat waktu.

Akhirnya, semoga skripsi ini dapat berguna bagi para pembaca baik dalam isi maupun inspirasi untuk lebih baik. Peneliti meminta maaf apabila dalam penulisan skripsi ada beberapa kesalahan baik dalam penyajian ataupun isi. Peneliti mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk perkembangan dan kemajuan pendidikan di Indonesia.

Penulis

Wahono Saputro

(16)

xiii

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ii

HALAMAN PENGESAHAN ... iii

HALAMAN PERSEMBAHAN... iv

HALAMAN MOTTO ... v

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ... vi

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ... vii

ABSTRAK ... viii

BAB II LANDASAN TEORI A.Kajian Pustaka ... 9

1. Buku Cerita Bergambar ... 9

a. Pengertian Buku Cerita Bergambar ... 9

b. Jenis dan Karakteristik Buku Cerita Bergambar ... 10

2. Fungsi Buku Cerita Bergambar ... 12

(17)

xiv

a) Gambar ... 15

b) Teks ... 16

4.Kriteria Buku Cerita yang Baik Bagi... 18

(18)

xv

BAB IV HASIL PENELITIAN PENGEMBANGAN DAN PEMBAHASAN A.Hasil Penelitian Pengembangan ... 54

1. Prodesur Pengembangan Buku Cerita ... 54

(19)

xvi

B. Pembahasan ... 68

1. Buku Cerita Berisi Tentang Sebab dan Akibat Tidak Menjaga lingkungan Serta Cara Menjaga Lingkungan... 69

2. Buku Cerita Memiliki Ilustrasi yang Menarik... 70

3. Buku Cerita Dirancang dengan Anatomi Buku yang Sesuai untuk Anak... 72

BAB V PENUTUP A.Kesimpulan ... 74

B.Keterbatasan Pengembangan ... 75

C.Saran ... 75

DAFTAR REFERENSI ... 77

LAMPIRAN ... 80

(20)

xvii

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Kisi-kisi Pedoman Wawancara Analisis Kebutuhan ... 48

Tabel 3.2 Kisi-Kisi Kuesioner Uji Validitas Produk Untuk Ahli dan Guru 50 Tabel 3.3 Kisi-kisi Kuesioner Uji Validasi Produk untuk Siswa ... 50

Tabel 3.4 Konversi Nilai Skala Lima ... 53

Tabel 3.5 Konversi Kategori Skor ... 55

Tabel 4.1 Rekapitulasi Hasil Validasi Ahli Bahasa Indonesia ... 60

Tabel 4.2 Rekapitulasi Validasi Guru Kelas III SD ... 61

Tabel 4.3 Rekapitulasi Hasil Validasi Siswa Kelas III SD ... 63

Tabel 4.4 Komentar Validator dan Revisi Desain ... 64

Tabel 4.5 Rekapitulasi Hasil Uji Coba Produk pada siswa kelas III SD.. 65`

(21)

xviii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Literature Map Penelitian Relevan ... 34

Gambar 3.1 Langkah-langkah Penelitian Pengembangan ... 38

Gambar 3.2 Bagan Pengembangan Tes Hasil Belajar ... 42

Gambar 4.1 Font dan Spasi Sebelum Revisi ... 66

(22)

xix

DAFTAR LAMPIRAN

(23)

1 BAB 1 PENDAHULUAN

Pada bab ini, peneliti akan membahas latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, batasan istilah dan spesifikasi produk yang dibuat.

A. Latar Belakang Masalah

(24)

2009: 328). Dari tahap-tahapan tersebut diharapkan dalam pembelajaran bisa menggunakan perangkat pembelajaran yang memuat suatu pengalaman yang utuh dan tak terpisahkan, sehingga dalam prosesnya peserta didik mampu menyerap pengalaman belajar dengan baik. Melalui pengalaman belajar yang baik, pengetahuan yang didapatkan oleh peserta didik dapat bertahan lebih lama.

Guru dihadapkan pada kenyataan yang sulit, seperti keterbatasan sarana dan prasarana yang ada di sekolah menjadikan guru cenderung lebih sering menggunakan metode yang cepat saji seperti ceramah walaupun metode ini hanya menjadikan siswa pasif, tidak kreatif apalagi menyenangkan. Tingkat perhatian siswa tidak optimal, siswa hanya dianggap sebagai obyek. Hal ini jelas tidak sesuai dengan tuntutan kurikulum yang berlaku sekarang ini, dimana siswa diberdayakan dalam proses pembelajaran optimal. Siswa bukannya obyek tetapi subyek pembelajaran. Guru hanya berperan sebagai motivator, fasilitator, dan mediator (Suhartono, 2009: 43-46). Pendidikan seharusnya diarahkan pada tujuan yang mendasar terlebih dahulu sebelum tujuan yang lebih kompleks diajarkan, seperti pengajaran membaca, menulis, berbicara, dan menyimak.

(25)

berbahasa yang lain. Di sekolah, pembelajaran Bahasa Indonesia memang memiliki peranan yang sangat penting dibandingkan dengan pembelajaran yang lain. Seperti yang dikemukakan Akhadiah (dalam Darmiyati dan Budiasih 2001: 57). Kemampuan membaca sangat menunjang didalam siswa mengenal dan memahami huruf, dari kemampuan membaca juga dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami berbagai konsep disiplin ilmu dengan mudah. Namun, apabila keterampilan membaca siswa kurang maka dapat berpengaruh pada terhambatnya proses kegiatan belajar mengajar. Akhadiah (dalam Darmiyati dan Budiasih, 2001: 57) kemampuan membaca sangat menunjang didalam siswa mengenal dan memahami huruf, dari kemampuan membaca juga dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami berbagai konsep disiplin ilmu dengan mudah. Namun, apabila keterampilan membaca siswa kurang maka dapat berpengaruh pada terhambatnya proses kegiatan belajar mengajar.

(26)

Setelah dilakukan pengamatan dan wawancara, dapat ditarik kesimpulan bahwa salah satu faktor penyebab rendahnya kemampuan membaca siswa adalah tidak adanya media pembelajaran. Mitchell (dalam Nurgiyantoro, 2005: 153) menjelaskan bahwa buku cerita bergambar adalah buku yang menampilkan gambar dan teks dan keduanya saling menjalin, baik gambar maupun teks secara sendiri belum cukup untuk mengungkapkan cerita secara lebih mengesankan, dan keduanya saling membutuhkan untuk saling mengisi dan melengkapi. Di lingkungan semua kebutuhan manusia sudah tersedia sehingga manusia berupaya mengeksploitasi lingkungan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dengan adanya hubungan manusia dengan alam, maka dapat dipastikan bahwa kondisi alam sangat dipengaruhi oleh perilaku manusia. Terkadang manusia tidak sadar dengan perilakunya terhadap alam akan berdampak terhadap dirinya. Pendidikan yang dimulai sejak dini tentang lingkungan hidup akan menghasilkan individu yang peduli dengan lingkungan hidupnya. Pemberian materi tentang pendidikan lingkungan hidup di sekolah dasar sangat penting karena akan membuat siswa mengerti seluk beluk lingkungannya.

(27)

Bergambar Berbasis Pendidikan Lingkungan Hidup Untuk Pembelajaran Membaca Kelas III Sekolah Dasar”.

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana langkah-langkah mengembangkan buku cerita bergambar berbasis pendidikan lingkungan hidup untuk pembelajaran membaca siswa SD kelas rendah?

2. Bagaimana kualitas buku cerita bergambar berbasis pendidikan lingkungan hidup untuk pembelajaran membaca siswa SD kelas rendah?

C. Tujuan Penelitian

1. Mengembangkan langkah-langkah Buku Cerita Bergambar Berbasis Pendidikan Lingkungan Hidup Untuk Pembelajaran Membaca Kelas III Sekolah Dasar.

(28)

D. Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat teoritis maupun manfaat praktis. Adapun manfaatnya adalah sebagai berikut :

1. Manfaat Teoritis :

Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan serta dapat sebagai bahan referensi dalam mengembangkan buku cerita bergambar berbasis pendidikan lingkungan hidup untuk pembelajaran membaca siswa SD kelas rendah.

2. Manfaat Praktis :

a. Manfaat penelitian bagi peneliti :

Mendapatkan pengalaman membuat dan mengembangkan buku cerita bergambar berbasis pendidikan lingkungan hidup untuk pembelajaran membaca siswa SD kelas rendah.

b. Manfaat penelitian bagi siswa :

Siswa akan lebih tertarik didalam belajar, terutama tentang lingkungan hidup, selain itu siswa juga lebih senang dalam membaca karena buku ini disertai gambar dan cara menjaga lingkungan hidup di sekitar mereka.

c. Manfaat penelitian bagi guru :

(29)

d. Manfaat penelitian bagi sekolah :

Penelitian ini diharapkan dapat membantu sekolah khususnya dalam hal mengembangkan perangkat pembelajaran..

e. Manfaat penelitian bagi prodi PGSD :

Penelitian ini dapat menambah pustaka prodi PGSD Universitas Sanata Dharma terkait dengan pengembangan buku cerita bergambar berbasis pendidikan lingkungan untuk pembelajaran membaca siswa SD kelas rendah.

E. Batasan Istilah

1. Buku cerita bergambar adalah buku yang menampilkan gambar dan teks dan keduanya saling menjalin. Baik gambar maupun teks secara sendiri belum cukup untuk mengungkapkan cerita secara lebih mengesankan, dan keduanya saling membutuhkan untuk saling mengisi dan melengkapi.

2. Membaca adalah sebuah proses yang dilakukan dan dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan dari penulis melalui media cetak. 3. Pendidikan lingkungan hidup adalah suatu proses yang bertujuan untuk

(30)

mencari alternatif atau memberi solusi terhadap permasalahan lingkungan hidup.

4. Siswa kelas adalah komponen dalam pendidikan yang jenjang pendidikannya antara usia 7-12 tahun.

F. Spesifikasi Produk

Spesifikasi produk yang dihasilkan adalah sebagai berikut:

1. Produk berupa buku cerita bergambar berjudul “Lingkungan yang Terlupakan”

2. Produk ini terdiri dari cover, kata pengantar, daftar isi, 14 halaman bergambar, dan 14 halaman narasi singkat.

3. Kata pengantar dalam produk berisi penjelasan singkat tentang lingkungan hidup.

4. Produk buku cerita bergambar ini berisikan tentang sebab-akibat apabila kita tidak menjaga lingkungan dan bagaimana cara menjaga lingkungan yang semestinya.

(31)

9 BAB II

LANDASAN TEORI

Pada bab ini peneliti membahas mengenai kajian pustaka, penelitian yang relevan, kerangka berpikir, dan pertanyaan penelitian. A. Kajian Pustaka

1. Buku Cerita Bergambar

a. Pengertian Buku Cerita Bergambar

Buku cerita bergambar adalah buku yang menyampaikan cerita bergambar dan teks dan keduanya saling menjalin (Micthel, 2003: 87). Lukens (2003: 38) mengatakan ilustrasi cerita dan gambar merupakan dua media yang berbeda, tetapi dalam buku cerita keduanya secara bersama membentuk perpaduan. Sejalan dengan itu, Nurgiyantoro (2005: 152) berpendapat buku cerita bergambar adalah buku bacaan cerita yang menampilkan teks narasi secara verbal dan disertai gambar- gambar ilustrasi.

(32)

b. Jenis dan Karakteristik Buku Cerita Bergambar

Buku cerita bergambar mempunyai beberapa jenis dan karakteristik. McElmeel (2002) jenis-jenis buku cerita bergambar adalah sebagai berikut:

1) Fiksi

Buku fiksi adalah buku yang mencertitakan khayalan, rekaan, atau sesuatu yang tidak ada dan terjadi sungguh-sungguh. Kategori yang termasuk dalam fiksi adalah cerita hewan, misteri, humor, dan cerita fantasi yang dibuat penulis sesuai imajinasinya.

2) Historis

Buku historis adalah buku yang mendasarkan diri pada suatu fakta atau kenyataan di masa lalu. Buku ini meliputi kejadian sebenarnya, tempat, atau karakter yang merupakan bagian dari sejarah 3) Informasi

Buku informasi adalah buku-buku yang memberikan informasi faktual. Buku informasi menyampaikan fakta dan data apa adanya, yang berguna untuk menambah ketrampilan, wawasan, dan juga bekal teoritis dalam batas tertentu bagi anak.

4) Biografi

(33)

5) Cerita rakyat

Cerita rakyat merupakan cerita atau kisah yang asal muasalnya bersumber dari masyarakat serta tumbuh dan berkembang dalam masyarakat di masa lampau.

6) Kisah nyata

Kisah nyata berfokus pada peristiwa yang sebenarnya dari sebuah situasi atau peristiwa.

Beberapa karakteristik buku cerita bergambar menurut Sutherland dalam (Faizah, 2009: 252) antara lain adalah:

1) Buku cerita bergambar bersifat ringkas dan langsung. 2) Buku cerita bergambar berisi konsep-konsep yang berseri. 3) Konsep yang ditulis dapat dipahami oleh anak-anak. 4) Gaya penulisannya sederhana.

5) Terdapat ilustrasi yang melengkapi teks.

(34)

2. Fungsi Buku Cerita Bergambar

Mitchell (dalam Nurgiyantoro, 2005) menunjukkan beberapa hal tentang fungsi dan pentingnya buku cerita bergambar bagi anak sebagai berikut:

a) Buku cerita bergambar dapat membantu anak terhadap pengembangan dan perkembangan emosi. Anak akan merasa terfasilitasi dan terbantu untuk memahami dan menerima dirinya sendiri dan orang lain, serta untuk mengekspresikan berbagai emosinya, seperti rasa takut dan senang, sedih dan bahagia, yang merupakan bagian dari kehidupan. Berbagai sikap dan reaksi emosi anak perlu mendapat rangsangan untuk penyaluran agar perkembangan emosi berjalan secara wajar dan terkontrol. Pemahaman dan penerimaan terhadap keadaan diri seendiri dan orang lain perlu dikembangkan lewat pembelajaran, dan salah satunya adalah lewat buku cerita-bergambar.

(35)

pengalaman hidup yang penting dalam perkembangan dirinya.

c) Buku cerita bergambar dapat membantu anak belajar tentang orang lain, hubungan yang ada terjadi, dan pengembangan perasaan. Lewat buku cerita-bergambar yang menampilkan kehidupan keluarga, para tetangga, kawan sebaya, pergaulan di sekolah, dan lain-lain yang mengisahkan relasi kehidupan antarmanusia dapat membelajarkan anak untuk bersikap dan bertingkah laku, verbal dan nonverbal, yang benar sesuai dengan tuntutan kehidupan sosial-budaya masyarakat. Demikian pula halnya perasaan anak yang juga dapat terbangun lewat hubungan antarsesama. Jadi, pada hakikatnya lewat buku bergambar anak belajar tentang kehidupan yang disajikan secara lebih konkret lewat kata-kata dan gambar ilustrasi.

(36)

e) Buku cerita bergambar dapat membantu anak untuk mengapresiasi keindahan. Baik cerita secara verbal maupun gambar-gambar ilustrasi yang mendukungnya masing-masing menawarkan keindahan. Keindahan cerita verbal dapat diperoleh antara lain lewat kemenarikan plot dan karakter tokoh, sedang gambar-gambar ilustrasi lewat ketepatan pelukisan objek, komposisi warna, dan berbagai aksi yang menarik. Objek yang menawarkan keindahan perlu diapresiasi, dihargai, dan dinikmati, dan kegiatan tersebut juga dapat diperoleh lewat pembelajaran dalam diri anak sudah terdapat bakat keindahan, namun ia tidak akan berkembang secara maksimal jika tidak secara sengaja dirangsang dan dipacu untuk berkembang. Sikap menghargai keindahan itu sendiri pada giliran selanjutnya dapat menunjang pengembangan sikap dan perilaku halus pada diri anak.

f) Buku cerita bergambar dapat membantu anak untuk menstimulasi imajinasi. Buku cerita dan gambar-gambar memiliki fungsi untuk mendorong tumbuh dan berkembangnya imajinasi anak. Lewat cerita verbal imajinasi sudah terkembangkan, tetapi dengan ditambah gambar-gambar ilustrasi yang mendukung cerita akan semakin dikonkretkan dan diperkuat. Hal itu tidak saja memperkuat pemahaman terhadap cerita, tetapi juga daya imajinasi.

(37)

bergambar adalah (1) dapat membantu anak terhadap pengembangan dan perkembangan emosi, (2) dapat membantu anak untuk belajar tentang dunia, (3) dapat membantu anak belajar tentang orang lain, hubungan yang ada terhadi, dan pengembangan perasaan, (4) dapat membantu anak untuk memperoleh kesenangan, (5) dapat membantu anak untuk mengapresiasi keindahan, (6) serta dapat membantu anak untuk menstimulus imajinasi.

3. Komponen Buku Cerita Bergambar

Dalam buku bergambar yang dikembangkan oleh peneliti terdapat dua komponen yang utama yaitu gambar dan teks. Kedua komponen tersebut tentu memiliki unsur-unsur yang harus diperhatikan dalam membuat, mengembangkan dan menggunakannya sebagai media pembelajaran

a) Gambar

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005: 329) gambar adalah tiruan barang, binatang, tumbuhan dan sebagainya. Sedangkan menurut Hamalik (1994: 43) gambar merupakan segala sesuatu yang diwujudkan secara visual dalam bentuk dua dimensi sebagai curahan perasaan atau pikiran. Menurut Sadiman (2012: 31) dalam membuat gambar yang baik harus memperhatikan beberapa syarat yaitu sebagai berikut:

(38)

seperti orang melihat benda sebenarnya.

2. Sederhana, komposisi gambar hendaknya cukup jelas, menunjukkan poin-poin pada gambar.

3. Ukuran relatif, gambar dapat memperbesar atau memperkecil benda sebenarnya. Apabila gambar tersebut tentang benda yang belum dikenal atau belum pernah dilihat anak maka anak akan sulit membayangkan besar benda tersebut. Untuk menghindari hal itu hendaknya dalam gambar tersebut terdapat sesuatu yang dikenal anak sehingga membantu anak membayangkan gambar.

4. Gambar sebaiknya mengandung gerak atau perbuatan. Gambar yang baik tidak menunjukkan objek/benda dalam keadaan diam tetapi memperlihatkan aktvitas tertentu.

5. Gambar yang bagus belum tentu baik untuk mencapai tujuan pembelajaran. Walaupun dari segi mutu kurang, gambar anak sendiri seringkali lebih baik.

6. Tidak setiap gambar yang bagus merupakan media yang bagus. Sebagai media yang baik, gambar hendaklah bagus dari sudut seni dan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.

b) Teks

(39)

1. Komponen isi, mencakup kesesuaian dengan kurikulum, keakuratan materi, materi pendukung pembelajaran.

2. Komponen kebahasaan, meliputi kesesuaian pemakaian bahasa dengan tingkat perkembangan anak, pemakaian bahasa yang komunikatif, pemakaian bahasa memenuhi syarat dan keruntutan dan keterpaduan alur pikir.

3. Komponen penyajian, meliputi teknik penyajian, penyajian pembelajaran, dan kelengkapan informasi.

4. Komponen kegrafisan mencakup ukuran buku, desain kulit buku dan desain isi buku.

(40)

4. Kriteria Buku Cerita yang Baik Bagi

Orang tua maupun guru perlu memperhatikan kebutuhan bacaan yang baik bagi anak-anak dengan membimbing anak-anak untuk memilih bacaan yang sesuai dengan tingkat kematangan berpikir dan kebutuhannya. Perlu diketahui bahwa buku bacaan yang baik adalah buku bacaan yang: (a) dapat memberikan nilai tambah positif pada pembacanya. (b) disampaikan dalam bahasa yang sederhana, enak dibaca dan penulisnya seakan ingin berbagai dengan pembaca, bukan menggurui, (c) gaya penulisannya tidak meledak-ledak, (d) menggunakan kaidah bahasa Indonesia yang berlaku, tidak banyak menggunakan istilah asing yang sebenarnya ada padanannya dalam bahasa Indonesia (Christantiowati, 1994).

(41)

menjangkau sampai usia 10 tahun, dengan tebal sampai 48 halaman dan berisi hingga 2.000 kata dalam teksnya (Rhamdani, 2012).

Anggara, Waluyanto, dan Zacky (2014), mengatakan bahwa kriteria buku cerita yang baik meliputi: (a) isi dan tema cerita memberikan pembelajaran nilai-nilai moral yang berkaitan dengan kegiatan sehari-hari, (b) buku cerita menyajikan gambar dan warna yang menarik dan tulisan yang sedikit, (c) buku cerita mampu mengembangkan imajinasi dan kreativitas anak, (d) buku cerita memberikan pesan moral yang jelas, dan (e) penyampaian cerita memancing rasa ingin tahu anak.

Senada dengan pendapat di atas, Effendy, dkk (2013) mengatakan bahwa kriteria buku cerita yang baik meliputi: (a) tampilan visual buku dirancang menggunakan tampilan full color, (b) tampilan visual buku lebih dominan gambar dibandingkan teks, (c) jenis huruf pada buku cerita memiliki tingkat keterbacaan yang baik bagi anak- anak, (d) judul buku cerita mewakili keseluruhan isi cerita dan menarik minat anak untuk membaca lebih lanjut, dan (e) tampilan warna mampu memberikan kesan dan mudah ditangkap oleh indera penglihatan anak.

(42)

kekayaan bahasa dan kemampuan berbahasa anak.

Menurut Rothlein (1991) ada beberapa kriteria dalam memilih buku bergambar, yaitu : (1) apakah gambar mendukung teks, (2) apakah gambar jelas dan mudah dibedakan, (3) apakah ilustrasi memperjelas latar, rangkaian cerita, penjiwaan dan karakter, (4) apakah anak mampu mengidentifikasi karakter dan tindakan, (5) apakah gaya dan ketepatan bahasa cocok untuk anak-anak, (6) apakah ilustrasi menghindarkan klise, (7) apakah temanya mempunyai kegunaan, (8) apakah ada ketepatan konsep untuk anak-anak, (9) apakah variasi buku yang telah dipilih merefleksikan keragaman budaya, dan (10) apakah buku yang dipilih merefleksikan berbagai gaya.

(43)

langsung menonjolkan kata kunci adalah harus mencerminkan isi. Warna tidak boleh sembarangan dipilih, karena warna tertentu membawa pesan tertentu pula. Misalnya, tanda dilarang masuk adalah lingkaran merah dengan balok putih melintang di tengahnya. Bila warna merah dan putih ini diganti, misalnya menjadi hitam dan kuning, tentu pesan yang disampaikan menjadi keliru.

(44)

letak/sistematika penulisan tidak terlalu sempit memudahkan anak untuk membaca.

5. Karakteristik siswa SD

Menurut Yudhawati (2008), ciri-ciri masa usia SD kelas rendah (6/7-9/10 tahun) meliputi: (1) adanya kolerasi positif yang tinggi antara keadaan jasmani dengan prestasi, (2) sikap tunduk kepada peraturan, (3) adanya kecenderungan memuji diri sendiri, (4) membandingkan diri sendiri dengan anak lain, dan (5) apabila tidak dapat menyelesaikan suatu soal, maka soal itu dianggap tidak penting.

Menurut Nurhayati (2011), ciri-ciri masa perkembangan usia SD kelas rendah (kelas I-III) meliputi: (1) sudah dapat mengklasifikasi angka- angka atau bilangan meskipun harus lebih banyak menggunakan benda atau objek konkret sebagai alat peraga, (2) mulai menyimpan pengetahuan atau hasil pengamatan dalam daya ingat, dan (3) mulai dapat mengoperasikan kaidah-kaidah logika (berpikir logis) meskipun terbatas pada objek-objek konkret.

(45)

Berdasarkan konsep yang dikemukakan di atas, dapat disimpulkan bahwa masa usia SD kelas rendah mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1) minat terhadap kehidupan praktis sehari-hari yang konkret, 2) sangat imajinatif, rasa ingin tahu dan ingin belajar, dan 3) memiliki daya ingat yang kuat dari pengetahuan dan pengamatannya. Siswa kelas III menjadi objek sasaran pembaca buku cerita anak untuk menanamkan karakter mandiri dan peduli lingkungan yang akan dikembangkan. Siswa kelas III yang berada pada usia 7-9 tahun mudah menangkap materi pendidikan karakter dan masuk kedalam tahap operasional konkret yang berlangsung dari usia tujuh tahun sampai 12 tahun.

6. Membaca

a. Pengertian Membaca

(46)

Disamping kedua bentuk pengertian diatas berikut akan dikemukakan bentuk pengertian membaca yang luas, yaitu proses pengolahan bacaan secara kritis–kreatif yang dilakukan dengan tujuan memperoleh pemahaman yang bersifat menyeluruh tentang bacaan itu dan penilaian terhadap keadaan, nilai, fungsi dan dampak bacaan itu (Depdikbud, 1985 :11)

(47)

b. Tujuan dari membaca

Budaya baca seseorang adalah suatu sikap dan tindakan untuk membaca yang dilakukan secara teratur dan berkelanjutan. seseorang yang mempunyai budaya baca adalah bahwa orang tersebut telah terbiasa dan berproses dalam waktu yang lama di dalam hidupnya selalu mempergunakan waktunya untuk membaca. berseminya budaya baca adalah kebiasaan membaca sedangkan kebiasaan membaca terpelihara dengan tersedianya bahan bacaan yang baik, menarik, memadai, baik jenis, jumlah maupun mutunya. inilah sebuah formula yang secara ringkas untuk mengembangkan minat dan budaya baca. dari konsepsi tersebut tersirat tentang perlunya minat baca yang dibangkitkan sejak usia dini (kanak – kanak).

Ketika diamati dengan cermat ada beberapa faktor yang mampu mendorong bangkitnya minat baca masyarakat antara lain:

1) Rasa ingin tahu yang tinggi atas fakta, teori, prinsip, pengetahuan dan informasi.

2) Keadaan lingkungan yang memadai dalam arti tersedianya bahan-bahan bacaan yang menarik, berkualitas dan beragam. 3) Keadaan lingkungan sosial yang lebih kondusif maksudnya

adanya iklim yang selalu dimanfaatkan dalam waktu tertentu untuk membaca.

(48)

c. Fungsi Membaca 1) Fungsi Edukasi

Fungsi edukasi ialah bahwa kegiatan membaca pada dasarnya memberikan pendidikan kepada masyarakat tentang berbagai hal termasuk ilmu pengetahuan dan teknologi.

2) Fungsi Sosial

Bahwa kegiatan membaca akan bermanfaat bagi kehidupan sosial masyarakat, baik bermanfaat secara vertikal maupun horisontal.

3) Fungsi Instrumen

Kegiatan membaca dapat dipakai untuk bidang ilmu yang lain misalnya untuk mengkaji budaya, agama, ilmu jiwa, sains dan teknologi.

d. Jenis Membaca

Dilihat dari cakupan bahan bacaan, membaca dapat digolongkan dalam dua jenis yaitu :

1) Membaca ekstensif

Menurut Broughton (1978) sebagaimana dikutip oleh H.G.Tarigan (1978 :31 ) membaca ekstensif meliputi tiga jenis yakni:

(49)

c. Membaca dangkal (Superficial Reading) 2) Membaca Intensif

Secara garis besar membaca intensif terbagi dua yakni membaca telaah isi dan membaca telaah bahasa.

a. Membaca telaah isi terbagi lagi menjadi: 1) membaca teliti

2) membaca pemahaman 3) membaca kritis 4) membaca ide

b. Membaca telaah bahasa dibagi menjadi: 1) membaca bahasa asing

2) membaca sastra

Dilihat dari jenjang kedalamannya atau tingkat levelnya membaca dapat dibagi menjadi 3 jenis:

3) Membaca literal

Yakni kegiatan membaca sebatas mengenal dan menangkap arti tertera secara tersurat artinya pembaca hanya berusaha menangkap informasi yang terletak secara literal dalam bacaan dan tidak berusaha menangkap makna yang lebih dalam lagi.

4) Membaca kritis

(50)

dilakukan secara bijaksana, mendalam, evaluatif serta analitis dan bukan hanya mencari kesalahan belaka.

5) Membaca Kreatif

Dalam Dictionary Of Reading disebutkan bahwa membaca kreatif merupakan proses membaca ntuk mendapatkan nilai tambah dari pengetahuan yang baru yang terdapat dalam bacaan dengan cara mengidentifikasi ide-ide yang menonjol atau mengkombinasikan pengetahuan yang sebelumnya pernah didapatkan.

Dilihat dari terdengar tidaknya suara pembaca pada waktu membaca dibagi menjadi

a. Membaca nyaring

Yakni kegiatan membaca dengan mengeluarkan suara atau kegiatan melafalkan lambang-lambang bunyi bahasa dengan suara yang cukup keras. Tujuan utamanya pengkomunikasian isi pembaca bukan hanya dituntut harus mampu melafalkan dengan suara nyaring lambang - lambang bunyi bahasa saja, melainkan harus mampu melakukan ’proses pengolahan agar pesan-pesan

(51)

b. Membaca dalam hati

Kegiatan membaca tidak mengeluarkan suara namun yang aktif bekerja hanya mata dan otak.

7. Pendidikan Lingkungan Hidup

Pengertian pendidikan lingkungan hidup menurut Pamuti, Bobby, dan Djarkasi (2014) merupakan pengetahuan, kajian, bahan materi yang berupaya untuk mendidik murid untuk memahami dan mempraktikkan langsung cara penanganan masalah-masalah lingkungan yang selama ini menjadi permasalahan dunia. Hal ini sejalan dengan Pratomo (dalam Afandi 2013) yang menyatakan bahwa pendidikan lingkungan hidup adalah suatu program pendidikan untuk membina anak atau peserta didik agar memiliki pengertian, kesadaran, sikap, dan perilaku yang rasional serta bertanggung jawab sebagai tentang pengaruh timbal balik antara penduduk dengan lingkungan hidup dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Afandi (2013) sendiri mendefinisikan pendidikan lingkungan hidup sebagai melestarikan lingkungan dengan mengajarkan di sekolah secara formal.

(52)

Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) pada dasarnya bertujuan untuk merubah perilaku individu menjadi perilaku yang positif terhadap lingkungan (perilaku ramah lingkungan). Kenyataannya upaya pelaksanaan PLH di sekolah-sekolah secara umum baru sampai pada tahap peningkatan pengetahuan, belum mampu mendorong terjadinya perubahan perilaku siswa menjadi lebih ramah lingkungan (Meilani, 2011).

(53)

dan bukan lawan alam, serta dalam kehidupannya harus bertindak secara ramah dan bijaksanan memperlakukan alam (learning to be).

B. Penelitian yang Relevan

(54)

kebutuhan, (9) ukuran buku sesuai kebutuhan, dan (10) dapat membangkitkan minat baca dan rasa peduli terhadap lingkungan. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan, pertama, siswa dan guru membutuhkan buku cerita bergambar berbasis konservasi lingkungan. Kedua, buku cerita bergambar yang diharapkan siswa adalah buku cerita yang ada materinya dikemas dengan menarik dan disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Ketiga, buku cerita bergambar berbasis konservasi lingkungan sudah sesuai dengan kebutuhan siswa. Berpijak dari uraian tersebut, penulis menyarankan 1) untuk membangkitkan rasa gemar membaca dan untuk mengenalkan nilai-nilai konservasi lingkungan, dapat ditempuh dengan dikenalkan pada buku cerita bergambar, 2) untuk melengkapi buku cerita yang beredar di pasaran perlu dikembangkan buku cerita bergambar lainnya, dan 3) perlu diadakan penelitian lebih lanjut untuk menguji efektivitas buku cerita bergambar terhadapa pembelajaran di sekolah dasar.

(55)

dasar kelas rendah. Proses pengembangan buku cerita tersebut mengikuti enam langkah dari modifikasi langkah Sugiyono dan langkah Borg dan Gall yaitu (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, dan (6) uji coba produk. Buku cerita divalidasi oleh dua validator. Skor rata-rata yang diperoleh dari hasil validasi adalah sebesar 4,5 dengan kategori sangat baik sehingga layak digunakan pada tahap uji coba. Uji coba dilakukan kepada lima orang siswa untuk mengetahui pendapat siswa mengenai kualitas buku cerita. Dari hasil uji coba yang dilakukan peneliti didapatkan data bahwa semua siswa menyukai buku cerita yang dibaca, buku cerita yang dihasilkan oleh peneliti mudah dipahami, siswa dapat memahami karakter dalam buku cerita, serta siswa akan melakukan sikap peduli lingkungan setelah membaca buku cerita.

Ketiga, Wijayanti (2013) melakukan penelitian yang berjudul Perancangan Buku Cerita Bergambar Legenda Gunung Arjuna untuk Anak Sekolah Dasar. Model yang digunakan dalam perancangan buku cerita bergambar berjudul “Legenda Gunung Arjuna” untuk anak-anak Seolah

(56)

Berdasarkan ketiga penelitian tersebut dapat diketahui bahwa penelitian tersebut memiliki relevansi dengan penelitian ini yaitu sama-sama mengembangkan buku cerita bergambar. Penelitian ini dikhususkan pada keterampilan membaca kelas rendah, untuk siswa kelas III Sekolah Dasar. Penelitian ini disesuaikan dengan kebutuhan siswa yang dapat membuat siswa belajar secara mandiri, sehingga dapat membantu meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas III Sekolah Dasar. Dalam penelitian ini produk yang dihasilkan berupa buku cerita bergambar yang mengambil permasalahan yang ada di sekitar lingkungan siswa.

Berikut adalah literatur map dari penelitian-penelitian yang relevan dengan penelitian ini.

Gambar 2.1 Bagan Literatur Map Penelitian yang Relevan Buku Cerita Bergambar

(57)

C. Kerangka Berpikir

(58)

Dalam penelitian pengembangan ini, peneliti menggunakan buku cerita bergambar untuk siswa kelas III Sekolah Dasar dalam menanamkan pendidikan lingkungan hidup. Buku cerita bergambar adalah sebuah buku cerita yang terdiri dari cerita dan gambar yang saling berhubungan. Selain menarik, buku cerita bergambar juga lebih mudah diterima untuk anak usia sekolah dasar, sehingga anak akan lebih senang dan mudah memahami isi dari buku tersebut.

Berdasarkan penjelasan di atas, peneliti mengembangkan buku cerita bergambar berbasis pendidikan lingkungan hidup untuk pembelajaran membaca siswa kelas III Sekolah Dasar. Pendidikan lingkungan hidup dan pembelajaran membaca diperoleh berdasarkan analisis kebutuhan yang dilakukan kepada guru. Pendidikan lingkungan hidup memang sangat perlu diajarkan dari sejak dini kepada siswa.

D. Pertanyaan Penelitian

Berdasarkan uraian teori di atas, maka dapat dirumuskan beberapa pertanyaan peneliti sebagai berikut:

1. Bagaimana langkah-langkah mengembangkan buku cerita bergambar berbasis pendidikan lingkungan hidup untuk pembelajaran membaca siswa SD kelas rendah ?

(59)

37 BAB III

METODE PENELITIAN

Bab III ini akan membahas enam hal, yaitu jenis penelitian, setting penelitian, prosedur pengembangan, teknik pengumpulan data, instrumen penelitian, dan teknik analisis data.

A. Jenis Penelitian

Jenis Penelitian yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah penelitian pengembangan atau dikenal dengan penelitian R&D (Research and Development). Sugiyono (2012: 297) menyatakan bahwa R&D adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut. Penelitian R&D akan menghasilkan sebuah desain produk untuk diujicobakan. Penelitian ini mengembangkan produk berupa, ”Buku Cerita Bergambar Berbasis

Pendidikan Lingkungan Hidup Untuk Pembelajaran Membaca Kelas III Sekolah Dasar”.

(60)

Berdasarkan Borg and Gall terdapat 10 langkah-langkah penelitian pengembangan meliputi:

Berikut peneliti menjelaskan kesepuluh prosedur penelitian tersebut kedalam sebuah bagan lengkap dengan penjabarannya.

Gambar 3.1 Langkah-langkah Penelitian Pengembangan Borg and Gall Berikut adalah penjelasan mengenai sepuluh langkah-langkah penelitian menurut Borg and Gall (dalam Sugiyono 2012: 298)

1. Potensi dan Masalah

Penelitian Research and Development (R&D) dapat berangkat dari adanya potensi atau masalah. Potensi memiliki pengertian bahwa segala sesuatu yang apabila didayagunakan akan memiliki nilai tambah. Masalah merupakan penyimpangan antara yang diharapkan dengan yang terjadi. Masalah ini dapat diatasi melalui R&D dengan cara meneliti sehingga dapat dikemukakan suatu model, pola, atau sistem penanganan terpadu

Pengumpul

(61)

efektif jika dilakukan melalui penelitian dan pengembangan. Potensi dan masalah tidak harus dicari sendiri, tetapi bisa berdasarkan laporan penelitian orang lain, atau dokumentasi laporan kegiatan dari perorangan atau instansi yang masih up to date.

2. Pengumpulan Data

Setelah potensi dan masalah dapat ditunjukkan secara faktual dan up date, maka selanjutnya adalah mengumpulkan informasi yang dapat digunakan sebagai bahan untuk perencanaan prodRevisi uk. Informasi tersebut diharapkan dapat mengatasi masalah yang ditemukan. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan informasi tergantung pada permasalahan dan ketelitian tujuan yang ingin dicapai.

3. Desain Produk

(62)

4. Validasi Desain

Validasi desain merupakan proses kegiatan untuk menilai apakah rancangan produk, dalam hal ini sistem kerja baru secara rasional akan lebih efektif dari yang lama atau tidak. Validasi produk dapat dilakukan dengan cara menghadirkan beberapa pakar atau tenaga ahli yang sudah berpengalaman untuk untuk menilai produk tersebut. Langkah ini bertujuan untuk menilai rancangan produk yang telah dibuat serta mengetahui kelemahan dan kelebihan pada produk yang dihasilkan.

5. Revisi Desain

Setelah melakukan desain produk, langkah selanjutnya yaitu memperbaiki desain produk dari kelemahan yang telah diketahui. Kelemahan yang ditemukan pada desain produk saat divalidasi oleh para ahli, selanjutnya dicoba dikurangi dengan cara memperbaiki desain. Desain tersebut diperbaiki oleh peneliti sesuai dengan kritik dan saran dari para ahli.

6. Uji coba produk

Uji coba produk dilakukan untuk mengetahui kualitas desain produk yang dibuat. Uji coba produk dilakukan di lapangan pada subjek penelitian.

7. Revisi produk

(63)

ini akan diperbaiki dengan cara menyempurnakan dan selanjutnya diujicobakan kembali pada tahap selanjutnya. Revisi produk bertujuan agar semua aspek yang ada pada produk baru menjadi maksimal untuk diterapkan kembali.

8. Uji coba pemakaian

Setelah delakukan revisi produk, maka tahap selanjutnya adalah uji coba pemakaian produk yang sudak direvisi. Produk kembali diujicobakan kembali pada subjek yang lebih luas.

9. Revisi produk lanjutan

Revisi produk pada tahap ini merupakan tahap akhir dari revisi desain produk. Kelemahan yang masih ditemukan kemudian diperbaiki untuk terakhir kalinya. Dalam uji pemakaian, sebaiknya peneliti selalu melakukan evaluasi bagaimana kinerja produk.

10. Produksi masal

Hasil revisi terakhir adalah berupa produk jadi yang telah disempurnakan. Pembuatan produk masal ini dilakukan apabila produk yang telah diujicoba dinyatakan efektif dan layak untuk diproduksi masal.

B. Prosedur Pengembangan

(64)

Langkah 1

dimodifikasi hingga tahap ketujuh karena peneliti memiliki keterbatasan waktu untuk mengembangkan produk. Ketujuh tahap tersebut meliputi: (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, dan (7) revisi produk. Bagan pengembangan buku cerita dapat dilihat pada gambar 3.2 dibawah ini:

(65)

Berikut ini adalah penjabaran dari tujuh langkah penelitian dan pengembangan yang akan dilakukan peneliti:

1. Potensi dan Masalah

Potensi dan masalah merupakan tahapan awal dari penelitian menggunakan metode Research and Development. Dalam penelitian ini, masalah ditemukan peneliti dengan melakukan analisis kebutuhan kepada guru kelas III di SD Negeri Tlacap. Analisis kebutuhan tersebut berupa wawancara yang dilakukan kepada guru. Berdasarkan wawancara yang dilakukan peneliti kepada guru kelas III, masalah dalam penelitian ini adalah guru membutuhkan media penyampaian pembelajaran yang menyenangkan dan menarik untuk siswa dalam mengikuti pembelajaran. 2. Pengumpulan Data

Setelah mengetahui potensi dan masalah sesuai dengan penelitian yang hendak dilakukan dari hasil wawancara. Hasil wawancara tersebut digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk perencanaan produk yang berupa buku cerita bergambar berbasis pendidikan lingkungan hidup untuk pembelajaran membaca siswa kelas sekolah dasar

3. Desain Produk

(66)

penyusunan yaitu konsep buku, jenis cerita, penggunaan kata dan kalimat, dan unsur- unsur cerita bergambar yang berkaitan dengan pendidikan lingkungan hidup. Prinsip-prinsip yang menjadi penyusunan cover buku yaitu keserasian warna, penataan gambar, penataan tulisan. Pada anatomi buku, yang dijadikan sebagai prinsip yaitu jumlah halaman, tata letak, jenis huruf, jenis kertas cover dan jenis kertas bagian isi buku. 4. Validasi Desain

Setelah buku cerita bergambar dibuat, produk tersebut kemudian divalidasi oleh para ahli dengan melakukan penilaian terhadap produk yang dihasilkan. Hal ini bertujuan untuk memperbaiki produk agar lebih baik lagi. Validasi akan dilakukan oleh dua ahli yang terdiri dari satu dosen ahli dan satu guru kelas III. Tujuan dari validasi ini untuk memperoleh kritik dan saran dari para ahli sehingga dapat diketahui kekurangan dan kelebihan dari produk yang dihasilkan.

5. Revisi Desain

(67)

6. Uji Coba Produk

Produk yang sudah diperbaiki oleh peneliti kemudian diujicobakan untuk mengetahui keefektifan dari produk yang dihasilkan. Uji coba dilakukan pada siswa kelas III SD N 2 Tlogowatu.

7. Revisi Produk

Tahap ini merupakan revisi terakhir produk sebelum menghasilkan bentuk asli yang diakui keefektifan dan kualitasnya.

C. Setting Penelitian

Setting penelitian ini membahas tentang tempat penelitian, waktu penelitian, subyek penelitian, dan objek penelitian.

1. Tempat Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SD N Tlacap, yang beralamat di Tlacap, Pandowoharjo, Sleman dan SD N 2 Tlogowatu yang beralamat di Tlogowatu, kemalang, Klaten.

2. Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan selama tujuh bulan bulan, dimulai dari bulan Juli 2016 sampai bulan Januari 2017.

3. Subjek Penelitian

(68)

4. Objek Penelitian

Objek dalam penelitian ini adalah “Pengembangan buku cerita bergambar berbasis pendidikan lingkungan hidup untuk pembelajaran membaca kelas III Sekolah Dasar”

D. Teknik Pengumpulan Data 1. Wawancara

Arifin (2009: 157) mengemukakan bahwa wawancara merupakan salah satu bentuk alat evaluasi jenis non-tes yang dilakukan melalui percakapan dan tanya jawab, baik secara langsung ataupun tidak langsung. Jenis wawancara yang digunakan oleh peneliti adalah wawancara terstruktur. Arifin (2009: 158) memaparkan bahwa bentuk pertanyaan terstruktur adalah pertanyaan yang menuntut jawaban agar sesuai dengan apa yang terkandung dalam pertanyaan tersebut. Pertanyaan semacam ini biasanya digunakan jika masalahnya tidak terlalu kompleks dan jawabannya sudah konkret.

2. Kuesioner

(69)

Menurut Sugiyono (2014: 230), kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Kuesioner digunakan untuk menilai kualitas produk yang dikembangkan. Kuesioner dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui kelayakan produk buku cerita bergambar yang terdiri dari 17 butir pernyataan dan kesesuaian dengan kualitas buku. Kuesioner diberikan kepada satu dosen ahli, satu guru kelas III, dan satu siswa kelas III Sekolah Dasar. Validasi tersebut digunakan oleh peneliti sebagai acuan untuk penilaian para ahli (experts judgement) terhadap kualitas buku. Peneliti meminta para ahli untuk menilai kisi-kisi, sehingga dapat mengetahui kelemahan dan kekuatan. Kritik dan saran dari para ahli akan digunakan oleh peneliti untuk direvisi.

E. Instrumen Penelitian

(70)

yang digunakan dalam penelitian ini. Instrumen penelitian dalam penelitian ini adalah pedoman wawancara dan kuesioner.

1. Pedoman wawancara

Pedoman wawancara digunakan oleh peneliti untuk memudahkan peneliti dalam menyusun daftar pertanyaan untuk analisis kebutuhan. Wawancara dilakukan kepada guru kelas III SDN Tlacap. Pedoman wawancara analisis kebutuhan adalah sebagai berikut:

Tabel 3.1 Kisi-kisi Pedoman Wawancara Analisis Kebutuhan

No Kisi-Kisi Pertanyaan

1

Menurut bapak/ibu guru apa fungsi dari buku cerita bergambar?

2

Menurut bapak/ibu guru apakah perlu menggunakan buku cerita bergambar untuk menyampaikan pelajaran?

3

Apakah bapak/ibu guru pernah mengajarkan pentingnya menjaga lingkungan alam sekitar?

4

Jika Iya, Apakah bapak/ibu guru dalam menyampaikan suatu materi pembelajaran memerlukan sebuah contoh bergambar?

5

Apakah bapak/ibu guru pernah mencoba menggunakan buku cerita bergambar mengenai banjir dalam menyampaikan materi pembelajaran?

6

Apabila iya, apakah anak lebih mudah untuk memahami dengan penyampaian secara lisan ataukah dengan menggunakan buku cerita bergambar tersebut?

7

(71)

2. Kuesioner

Kuesioner yang digunakan oleh peneliti yaitu lembar untuk validasi produk buku cerita yang diberikan kepada satu dosen ahli, satu guru kelas III, serta satu siswa kelas III Sekolah Dasar. Validasi produk digunakan untuk mengetahui kelayakan produk buku cerita bergambar. Berikut ini adalah kisi-kisi kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini:

8

Apakah dengan menggunakan buku cerita bergambar dapat mempermudah bapak/ibu guru di dalam menyampaikan materi pembelajaran?

9

Bagaimanakah respon dan minat saat pembelajaran dengan menggunakan buku cerita bergambar?

10

Menurut bapak/ibu guru apakah perlu pengembangan buku cerita bergambar itu?

11

Jika perlu, bagian apa yang harus di kembangkan, misalnya (dalam konteks materi pembelajaran ataukah dari segi isi maupun kualitas) dari buku cerita bergambar tersebut?

12

Apakah bapak/ibu guru mengetahui bagaimana cara menguji sebuah buku itu layak atau tidaknya untuk dipergunakan?

13

Bagaimanakah karakteristik buku cerita bergambar agar dapat menarik minat dan perhatian siswa?

14

Apakah bapak/ibu guru membutuhkan portotipe mengenai buku cerita bergambar yang memiliki kualitas baik?

15

(72)

Tabel 3.2 Kisi-kisi Kuisioner Uji Validasi Produk untuk Ahli dan Guru

No. Topik Nomor Pertanyaan

1.

b. Pesan untuk pendidikan lingkungan hidup

c. Bahasa yang digunakan d. Tampilan gambar dan tulisan e. Ketertarikan isi buku

Tabel 3.3 Kisi-kisi Kuesioner Uji Validasi Produk untuk Siswa

No. Topik Nomor Pertanyaan

(73)

F. Teknik Analisis Data

Analisis data merupakan tahapan yang dilakukan setelah data dari seluruh responden terkumpul. Kegiatan yang dilakukan pada tahapan ini meliputi: (1) mengelompokkan data berdasarkan variabel serta jenis responden, (2) melakukan tabulasi data berdasarkan variabel dari seluruh responden, (3) menyajikan data sesuai variabel yang diteliti, (4) melakukan perhitungan guna menjawab rumusan masalah, serta (5) melakukan perhitungan guna menguji hipotesis penelitian (Sugiyono, 2013: 207).

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data kualitatif dan kuantitatif.

1. Analisis Data Kualitatif a. Hasil Wawancara

Wawancara dilakukan kepada guru kelas III SD untuk analisis kebutuhan. Analisis kebutuhan dilakukan untuk mengetahui media penyampaian pembelajaran yang menyenangkan dan menarik untuk siswa dalam mengikuti pembelajaran

b. Saran Validasi Produk

(74)

layak untuk diujicobakan. Komentar tersebut berisi kritik dan saran yang dapat digunakan untuk memperbaiki produk yang dikembangkan. Maka dari itu, peneliti melakukan revisi terhadap produk tersebut, sesuai dengan kritik dan saran dari validator. Proses revisi produk digambarkan secara rinci dengan menyajikan tahapan-tahapan revisi berdasarkan dari uji coba yang telah dilakukan.

2. Analisis Data Kuantitatif

(75)

Tabel 3.4 Konversi Nilai Skala Lima

Setelah didapat data-data kuantitatif untuk merubah menjadi data kualitatif. Skor yang diperoleh dikategorikan berdasarkan kriteria sebagai berikut:

Tabel 3.5 Konversi Kategori Skor

Interval Skor Kategori

>4,21 Sangat Baik

3,40 – 4,21 Baik

2,60 – 3,40 Cukup Baik

1,79 – 2,60 Kurang Baik

≤ 1,79 Sangat Kurang Baik

(76)

54 BAB IV

HASIL PENELITIAN PENGEMBANGAN DAN PEMBAHASAAN

A. Hasil Penelitian Pengembangan

Dalam penelitian pengembangan ini ada dua masalah yang hendak dipaparkan. Pertama mengenai proses pengembangan buku cerita bergambar berbasis lingkungan hidup dan yang kedua mengenai kualitas buku cerita bergambar berbasis lingkungan hidup yang dihasilkan. Kedua masalah tersebut akan dijelaskan sebagai berikut.

1. Prosedur Pengembangan Buku Cerita

Berdasarkan langkah-langkah pengembangan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, proses pengembangan buku cerita ini mengikuti ketujuh tahap berikut.

a. Potensi dan Masalah

(77)

ditingkatkan melalui sosialisasi dan pendidikan usia dini. Sekolah dasar bukanlah awal didalam memberikan pembelajaran membaca dan pendidikan lingkungan hidup, sekolah dasar adalah tingkatan lanjutan di dalam mengajarkan pembelajaran membaca dan pendidikan lingkungan hidup. Guru tidak hanya sekedar menyampaikan materi tentang pendidikan lingkungan hidup, namun guru juga menjadi inspirasi dan suri teladan yang mengajarkan siswa untuk menjaga lingkungan sekitar. Guru membutuhkan media dalam pelaksanaannya untuk meningkatkan pembelajaran membaca dan pendidikan lingkungan hidup kepada anak. Oleh karena itu, untuk mendapatkan data-data mengenai masalah yang dihadapi guru, peneliti melakukan proses pengumpulan data.

b. Pengumpulan Data

(78)

c. Desain Produk

Langkah selanjutnya setelah melakukan wawancara adalah merancang buku cerita bergambar yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Ada beberapa prinsip-prinsip yang dijadikan sebagai penyusunan buku cerita bergambar. Berikut adalah pemaparan prinsip-prinsip penyusunan buku cerita bergambar tersebut.

1) Konsep Buku

Berdasarkan analisis kebutuhan dari guru melalui wawancara, konsep buku ini adalah buku cerita bergambar tentang pendidikan lingkungan hidup. Cerita yang ada dalam buku ini menampilkan sifat ketidakpedulian warga di suatu desa terhadap lingkungan sekitarnya. Dalam buku ini diceritakan tentang sebab dan akibat dari ketidakpedulian terhadap lingkungan sekitar dan dalam buku ini juga mengajarkan cara menjaga dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Dengan adanya buku cerita ini diharapkan dapat mengajarkan anak tentang pendidikan lingkungan hidup, serta meningkatkan kemampuan membaca anak.

2) Tokoh

(79)

tersebut mengambarkan kebiasaan yang disebutkan di atas, yaitu tentang kebiasan yang tidak baik terhadap lingkungan sekitar dan kebiasaan yang baik dalam menjaga lingkungan sekitar.

3) Format dan Ukuran Buku

Buku ini berukuran A5 = 148 × 210 mm dan memiliki halaman sebanyak 28 halaman termasuk sampul depan dan belakang. Buku cerita bergambar ini memiliki keterangan tambahan berupa Refleksi Diri yang terdapat dibagian akhir buku dengan tujuan untuk guru maupun orang tua mengajak anak merefleksikan buku yang telah dibaca.

4) Isi dan Tema Buku

Isi dari buku ini adalah buku cerita bergambar yang merupakan hasil dari karangan peneliti yang dibuaat dengan imajinatif, menarik, dan memiliki nilai moral dalam cerita. Tema dari buku cerita bergambar ini adalah anak-anak sehingga memerlukan gambar dan warna yang menarik dan sederhana, cerita yang sederhana dan menarik, nama karakter yang sederhana, dan perintah sedrhana yang ditujukan baik kepada guru, orang tua, maupun pada anak.

5) Judul Buku dan Sinopsis

Gambar

Gambar 2.1 Literature Map Penelitian Relevan .....................................
gambar maupun teks secara sendiri belum cukup untuk mengungkapkan
gambar yang baik harus memperhatikan beberapa syarat yaitu sebagai
gambar hendaknya
+7

Referensi

Dokumen terkait

Skripsi dengan judul “ Metode Pemahaman Hadis Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) ” yang ditulis oleh Alfi Nuril Hidayah ini telah dipertahankan di depan Dewan

Fenomena dan data yang telah dipaparkan menunjukkan bahwa adanya permasalahan yang dihadapi oleh Disperindagkopnaker Kota Sawahlunto untuk melaksanakan pengawasan K3 pada

Oleh karena begitu kompleksnya fungsi seni pertunjukkan dalam kehidupan masyarakat serta antara masyarakat yang satu menempatkan salah satu bentuk seni

DA\ MOTIVASI TERIIADAP KINERJA GURU fADA.. S\IA NIiCtrRI I

Form Menu utama pada Aplikasi Pengolahan data statistika dengan metode korelasi Pearson Product Moment terdiri dari proses isi tabel yang akan menghasilkan

7=強くそう思う 6=そう思う 5=少しそう思う 4=どちらとも言えない Strongly agree Agree Slightly Agree Neutral 3=あまりそう思わない

Namun pada proksi external pressure penelitian yang dilakukan Muhammad Iqbal dan Murtanto (2016) memiliki simpulan tidak berpengaruh terhadap kecurangan laporan

1) Proses, yakni dalam suatu organisasi adalah suatu sistem terbuka yang dinamis yang menciptkan dan saling menukar pesan diantara anggotanya, yang terjadi terus-menerus