• Tidak ada hasil yang ditemukan

MENINGKATKAN SUASANA BELAJAR AKTIF DENGAN MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY LEARNING PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "MENINGKATKAN SUASANA BELAJAR AKTIF DENGAN MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY LEARNING PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

720

MENINGKATKAN SUASANA BELAJAR AKTIF DENGAN MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY LEARNING PADA MATA

PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Arliyana1

Email : [email protected] ABSTRAK

Permasalahan dalam penelitian ini adalah pada umumnya guru Pendidikan Agama Islam masih menggunakan metode konvensional (ceramah), yang tentunya bisa menyebabkan para siswa merasa bosan dan kurang tertarik sehingga menyebabkan para siswa kurang terlibat langsung (aktif) di dalam proses pembelajaran dan kurang maksimalnya nilai yang diperoleh oleh siswa.

Tujuan PTK ini untuk mengetahui keberhasilan meningkatkan suasana belajar aktif dengan model pembelajaran inquiry learning pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan mengetahui respon siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam terhadap model pembelajaran inquiry learning meningkatkan suasana belajar aktif.

Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan model inquiry learning dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dengan pokok bahasan salat jamak dan qasar.

Kata kunci: belajar aktif, inquiry learning

Pendahuluan

Pendidikan Agama Islam adalah upaya sadar dan terencana dalam mempersiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, mengimani, bertakwa, berakhlak mulia, mengamalkan ajaran agama Islam dari sumber utama kitab suci Alqur’an dan Hadits melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, latihan, serta pengguna pengalaman. peradaban dan keharmonisan dalam kehidupan.

Pendidikan Agama Islam pada tingkat Sekolah Menengah Pertama menekankan keseimbangan, keselarasan, dan keserasian antara hubungan manusia dengan Allah Swt, hubungan manusia dengan sesama manusia, hubungan manusia dengan diri sendiri, dan hubungan manusia dengan alam sekitar.

Unsur-unsur yang harus ada dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam adalah seorang siswa, suatu tujuan dan suatu prosedur kerja untuk mencapai tujuan. Dalam hal ini baik guru maupun siswa mempunyai keterkaitan untuk mencapai sebuah tujuan dan suatu prosedur kerja. Salah

(2)

721 satunya adalah hubungan guru dalam kegiatan pembelajaran maka dari itu guru harus dapat menciptakan suasana belajar yang aktif dan menyenangkan.

Apabila kita perhatikan dalam proses perkembangan Pendidikan Agama Islam, salah satu kendala yang paling menonjol dalam pelaksanaan Pendidikan Agama Islam adalah masalah metode dan model yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran dan kendala tersebut disebabkan kurang dikemasnya pembelajaran Pendidikan Agama Islam dengan metode dan model yang menarik, menantang, dan menyenangkan. Para guru sering kali menyampaikan materi Pendidikan Agama Islam apa adanya (konvensional), sehingga pembelajaran Pendidikan Agama Islam cenderung membosankan dan kurang menarik minat para siswa yang pada gilirannya prestasi belajar siswa kurang memuaskan.

Proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP PLUS MURUNG PUDAK pada umumnya masih menggunakan metode konvensional (ceramah), yang tentunya bisa menyebabkan para siswa merasa bosan dan kurang tertarik dengan materi yang disampaikan oleh guru. Kurangnya variasi dalam menyampaikan materi inilah yang menyebabkan para siswa kurang terlibat langsung (aktif) di dalam proses pembelajaran, sehingga hal tersebut mengakibatkan kurang maksimalnya nilai yang diperoleh oleh siswa. Gagne, seperti yang dikutip oleh Mariana (1999:25), menyatakan untuk terjadinya belajar pada diri siswa diperlukan kondisi belajar, baik kondisi internal maupun kondisi eksternal. Kondisi internal merupakan peningkatan memori siswa sebagai hasil belajar terdahulu. Memori siswa terdahulu merupakan komponen kemampuan yang baru dan ditempatkannya bersama-sama. Kondisi eksternal merupakan aspek benda yang dirancang atau ditata dalam suatu pembelajaran.

Salah satu model pembelajaran alternatif yang akan diperkenalkan peneliti adalah model pembelajaran “Inquiry Learning”. Model pembelajaran ini membantu menyampaikan materi dengan diskusi kelompok mencari data dari berita atau informasi tentang materi pelajaran dan mendemonstrasikannya, serta berani dalam menyajikan apa yang sudah didiskusikan.

Model pembelajaran ini merupakan salah satu model pembelajaran yang interaktif. Model pembelajaran interaktif adalah model pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif sebagai objek dan juga subjek pendidikan. Model pembelajaran interaktif dimaksudkan untuk memperkenalkan pada siswa mengenai sejumlah pengetahuan dan fakta-fakta tertentu yang sudah diajarkan kepadanya, sekaligus menghadapkan kepada siswa sejumlah persoalan yang harus dipecahkan secara bersama-sama agar memperoleh kesamaan yang utuh.

Model Inquiry Learning menjadikan para siswa lebih dilibatkan secara langsung dan lebih aktif, khususnya ketika mereka melakukan diskusi dan

(3)

722 mencari data serta informasi secara berkelompok.

Berdasarkan hal di atas yang sudah peneliti uraikan, maka peneliti akan menggunakan model pembelajaran Inquiry Learning sebagai alternatif untuk menciptakan suasana pembelajaran yang aktif, menarik, bertanggung jawab dan bersikap positif terhadap pembelajaran Pendidikan Agama Islam.

Maka dari itu peneliti akan melakukan penelitian tindakan kelas dengan judul “Meningkatkan Suasana Belajar Aktif Dengan Model Pembelajaran Inquiry Learning Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam.”

Metode

1. Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas Eksperimental. PTK eksperimental dilaksanakan dengan peneliti (guru) berupaya menerapkan berbagai macam pendekatan, model, metode atau strategi pembelajaran secara efektif dan efisien di dalam suatu kegiatan belajar-mengajar (Surawan : 2019). Di dalam kaitannya dengan kegiatan belajar-mengajar, dimungkinkan terdapat lebih dari satu strategi atau teknik yang ditetapkan untuk mencapai suatu tujuan instruksional. Dengan diterapkannya PTK ini diharapkan peneliti dapat menentukan cara mana yang paling efektif dalam rangka untuk mencapai tujuan pengajaran.

2. Tempat dan Subjek Penelitian

Lokasi penelitian tindakan ini dilakukan di kelas VII A Sekolah Menengah Pertama (SMP) Plus Murung Pudak Tahun Pelajaran 2021/2022 yang berlokasi di Jl. Tanjung Santan No. 18 Komplek Pertamina Murung Pudak dengan jumlah siswa 32 orang terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 18 siswa perempuan.

Ditinjau dari jenis datanya pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Adapun yang dimaksud dengan penelitian kualitatif yaitu penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode ilmiah (Moleong, 2007:6).

3. Teknik Pengumpulan

Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

a. Observasi

”Observasi atau pengamatan merupakan salah satu teknik atau cara mengumpulkan data dengan jalan mengadakan pengamatan terhadap kegiatan yang sedang berlangsung” (Nana Syaodih Sukmadinata, 2009 :

(4)

723 220). Observasi dilakukan dalam kelas untuk mengamati kegiatan pembelajaran seperti tingkah laku siswa pada saat belajar, berdiskusi, mengerjakan tugas dan lain sebagainya. Observasi dilakukan oleh peneliti dan dibantu oleh observer lain yaitu guru pendidikan Agama Islam dan teman sejawat.

b. Wawancara

Teknik wawancara dalam penelitian ini digunakan untuk menggali data tentang kesan siswa setelah proses belajar mengajar dikelas dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada mata pelajaran Fiqih serta untuk mengetahui kendala apa saja yang dihadapi siswa selama kegiatan belajar mengajar berlangsung. Selain itu peneliti juga melakukan wawancara dengan guru mata pelajaran Fiqih untuk memperoleh data awal tentang proses pembelajaran sebelum melaksanakan penelitian. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jenis wawancara berstruktur, yaitu jenis wawancara yang sebagian besar jenis-jenis pertanyaannya telah ditentukan sebelumnya termasuk urutan yang ditanya dan materi pertanyaannya. Namun dalam pelaksanaannya, materi pertanyaan dapat dikembangkan pada saat berlangsung, wawancara dengan menyesuaikan pada kondisi saat itu sehingga lebih fleksibel dan sesuai dengan jenis masalahnya.

c. Tes

Tes adalah berbagai pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh setiap individu atau kelompok. Metode ini dilakukan untuk memperoleh data hasil belajar kognitif dalam pembelajaran.Tes digunakan untuk mengukur keberhasilan siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.Data hasil belajar siswa diperoleh dari hasil evaluasi disetiap akhir siklus.

Tes yang digunakan untuk mengukur kemampuan siswa dalam meningkatkan pemahaman konsep belajar Pendidikan Agama Islam adalah dengan tes pilihan ganda, yaitu tes dimana setiap butir soal memiliki jumlah alternative jawaban lebih dari satu. Soal pilihan ganda dapat mengukur beberapa aspek pengetahuan, pengertian aplikasi dan analisis.

4. Teknik Analisis Data

Analisa data dimulai dengan meneliti data yang tersedia dari berbagai sumber yaitu : wawancara, observasi, dan lembar pengamatan yang telah dicatat, dilaporkan serta didokumentasikan, termasuk tes tertulis yang dilakukan.

5. Prosedur/Langkah-Langkah Penelitian

(5)

724 Prosedur/langkah-langkah Penelitian Tindakan Kelas ini terdiri dari siklus- siklus. Tiap siklus dilaksanakan sesuai dengan perubahan yang dicapai seperti yang telah didesain dalam faktor-faktor yang diselidiki. Prosedur pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas ini setiap siklus meliputi:

perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi.

Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah bahwa penelitian akan dinyatakan berhasil apabila:

a. Adanya peningkatan keaktifan belajar siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Inquiry Learning.

b. Meningkatnya hasil belajar materi salat jamak dan qasar, mencapai nilai 75% secara klasikal, sedangkan secara individual telah mencapai nilai ketuntasan yang telah ditetapkan yaitu 70. Hal inilah kemudian siswa telah mengalami ketuntasan belajar pada siklus I dan siklus II.

Hasil Penelitian dan Pembahasan

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus dan dua pertemuan pada tiap siklusnya di kelas VII Smp Plus Murung Pudak Pada Mata Pelajaran PAI materi salat jamak dan qasar dengan menggunakan model pembelajaran Inquiry Learning. Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan pada materi salat jamak dan adalah sebagai berikut;

aktivitas guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar secara klasikal telah berhasil memenuhi indikator keberhasilan yang ditetapkan.

Selama pelaksanaan tindakan, peneliti dibantu oleh seorang observer untuk mengamati dan mengobservasi, serta mencatat pelaksanaan tindakan pada proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam dengan model pembelajaran inquiry learning.

Berdasarkan hasil pengamatan pada siklus 1 dengan menggunakan model pembelajaran Inquiry Learning yang terdiri dari 1 kali pertemuan dapat disimpulkan bahwa Hasil observasi terhadap aspek keaktifan siswa dalam pelaksanaan model pembelajaran inquiry learning pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam pada siklus I ini diperoleh skor 7 jika dimasukkan dalam kategori penilaian, maka skor pengamatan terhadap siswa tergolong cukup.

Keterangan nilai ketercapaian dalam observasi terdapat dalam table berikut :

Kelompok Nilai Keterangan

A 9-10 Sangat Baik

B 8 Baik

C 7 Cukup

(6)

725

D 6 Kurang

Akan tetapi masih ditemukan beberapa kelemahan yang perlu diperbaiki untuk pembelajaran selanjutnya, antara lain :

a. Keaktifan siswa baik dalam menjawab pertanyaan guru maupun mengajukan pertanyaan, sehingga siswa kurang berpartisipasi dalam kegiatan tanya jawab yang diberikan oleh guru

b. Kurang beraninya siswa dalam mengemukakan gagasannya c. Kemampuan siswa menyimpulkan materi pelajaran masih kurang

d. Dalam mengerjakan evaluasi masih ada siswa yang tidak mengerjakan sepenuhnya.

Pada Siklus I diperoleh data kualitatif dan kuantitatif, yang termasuk data kualitatif yaitu : lembar keaktifan siswa dan lembar kinerja guru. Sedangkan data kuantitatif yaitu nilai hasil belajar siswa. Nilai hasil belajar siswa diperoleh melalui tes tertulis, instrument tes yang digunakan berupa lembar evaluasi.

Data hasil belajar siswa pada siklus I seperti tabel di bawah ini : Data Nilai Tes Tertulis Siswa Siklus I Nama Sekolah : Smp Plus Murung Pudak Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam Kelas / semester : VII / 2

Kompetensi Dasar : Menunaikan shalat jamak qasar ketika bepergian jauh (musafir) sebagai

implementasi dari pemahaman ketaatan beribadah

Tanggal Pelaksanaan : 12 Agustus 2021

NO Nama Siswa KKM Nilai Tes Keterangan

1 A. Ghani Musthofa Yahya 70 90 Tuntas

2 Adinda Salwa Febriyani 70 90 Tuntas

3 Aulia Syahrul Ramadhan 70 50 Belum Tuntas

4 Azzamy Al Ghiffary. Z 70 90 Tuntas

5 Camilia Putri Anggraini 70 90 Tuntas

6 Cecilia Lucyana Hardiyanti 70 80 Tuntas

7 Daffa Alfarabi Putro Sejati 70 60 Belum Tuntas

8 Devy Anggraini 70 80 Tuntas

9 Felisa Septiana Hermawan 70 90 Tuntas

10 Helmya Nur Aini 70 90 Tuntas

11 Makayla Restya Fikrianty 70 90 Tuntas

12 Maliq Rizqi Al-Habsy 70 60 BelumTuntas

13 Monalia Elsika Manurung 70 90 Tuntas

(7)

726

14 Muhammad Akmal Rasyid 70 100 Tuntas

15 Muhammad Malka Arif Rizkiyy 70 100 Tuntas

16 Muhammad Radhika Adlian P 70 100 Tuntas

17 Muhammad Rafi Najihan Z 70 90 Tuntas

18 Muhammad Rendy Saputra 70 60 Belum Tuntas

19 Muhammad Ridha Rahmat 70 100 Tuntas

20 Najwa Jatmiko 70 90 Tuntas

21 Nur Aisya Safitri 70 100 Tuntas

22 Pahry Ahmad Sady Mulazmi 70 80 Tuntas

23 Preza Adinda Oktavira 70 90 Tuntas

24 Raisya Aulia Putri 70 100 Tuntas

25 Rara Assyiam Ramadhina 70 100 Tuntas

26 Rasya Azzikri Hermawan 70 80 Tuntas

27 Rezky Nailah Alkirana 70 70 Tuntas

28 Shifa Anggreini 70 100 Tuntas

29 Syafa Nur Azwa 70 80 Tuntas

30 Talenta Permata Febrian 70 100 Tuntas

31 Vinkan Putri Fransiska 70 60 Belum Tuntas

32 Wahyudin Aditya Pratama 70 60 Belum Tuntas

Jumlah 2715

Rata-rata kelas 84.84

Nilai tertinggi 100

Nilai terendah 50

Hasil observasi terhadap aspek keaktifan siswa dalam pelaksanaan model pembelajaran inquiry learning pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam pada siklus II ini diperoleh skor 8 jika dimasukkan dalam kategori penilaian, maka skor pengamatan terhadap siswa sudah tergolong baik dan berhasil, seperti :

a) Keaktifan siswa baik dalam menjawab pertanyaan guru maupun mengajukan pertanyaan, sehingga pembelajaran menjadi lebih interaktif.

b) Siswa sudah berani dalam mengemukakan gagasannya

c) Kemampuan siswa menyimpulkan materi pelajaran sudah sangat baik d) Dalam mengerjakan evaluasi semua siswa sudah mengerjakan semua soal.

Untuk mengetahui keberhasilan dalam penelitian ini, perlu adanya perbandingan antara nilai hasil tes tertulis pada siklus I dan nilai hasil tes tertulis pada siklus II.

Perbandingan Nilai Hasil Tes Tertulis Siswa Siklus I dan Siklus II

NO Nama Siswa Siklus I Siklus II

(8)

727

1 A. Ghani Musthofa Yahya 90 90

2 Adinda Salwa Febriyani 90 90

3 Aulia Syahrul Ramadhan 50 70

4 Azzamy Al Ghiffary. Z 90 100

5 Camilia Putri Anggraini 90 100

6 Cecilia Lucyana Hardiyanti 80 90

7 Daffa Alfarabi Putro Sejati 60 100

8 Devy Anggraini 80 80

9 Felisa Septiana Hermawan 90 80

10 Helmya Nur Aini 90 100

11 Makayla Restya Fikrianty 90 90

12 Maliq Rizqi Al-Habsy 60 80

13 Monalia Elsika Manurung 90 90

14 Muhammad Akmal Rasyid 100 90

15 Muhammad Malka Arif Rizkiyy 100 100

16 Muhammad Radhika Adlian P 100 100

17 Muhammad Rafi Najihan Z 90 100

18 Muhammad Rendy Saputra 60 70

19 Muhammad Ridha Rahmat 100 100

20 Najwa Jatmiko 90 100

21 Nur Aisya Safitri 100 90

22 Pahry Ahmad Sady Mulazmi 80 80

23 Preza Adinda Oktavira 90 90

24 Raisya Aulia Putri 100 100

25 Rara Assyiam Ramadhina 100 90

26 Rasya Azzikri Hermawan 80 80

27 Rezky Nailah Alkirana 70 90

28 Shifa Anggreini 100 100

29 Syafa Nur Azwa 80 80

30 Talenta Permata Febrian 100 100

31 Vinkan Putri Fransiska 60 70

32 Wahyudin Aditya Pratama 60 80

Jumlah 2715 2870

Rata-rata kelas 84.84 89.68

Nilai tertinggi 100 100

Nilai terendah 50 70

Berdasarkan hasil pengamatan dan hasil evaluasi pada pelajaran Pendidikan

(9)

728 Agama Islam dengan materi salat jamak dan qasar sudah ada peningkatan, diantaranya :

a) Siswa lebih semangat untuk belajar.

b) Siswa lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran.

c) Siswa mau mengemukakan pendapat waktu diskusi kelompok.

d) Siswa lebih berani bertanya waktu mengalami kesulitan atau ada hal yang belum dipahami.

Kesimpulan

Dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan pada siswa kelas VII A Smp Plus Murung Pudak Tahun Pelajaran 2021/2022 dapat disimpulkan sebagai berikut :

1. Model pembelajaran inquiry learning dapat meningkatkan suasana belajar aktif pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam siswa kelas VII A Smp Plus Murung Pudak Tahun Pelajaran 2021/2021 dengan materi salat jamak dan qasar pada siklus I pelaksanaan kegiatan pembelajaran Hasil PTK saya yang berjudul Meningkatkan Suasana Belajar Aktif Dengan Model Pembelajaran Inquiry Learning Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam siswa kelas VII A Smp Plus Murung PUdak pada siklus I diperoleh skor 7 jika dimasukkan dalam kategori penilaian, maka skor pengamatan terhadap siswa tergolong cukup karena siswa kurang aktif dalam kegiatan tanya jawab dan siswa masih takut ketika mengemukakan gagasannya, akan tetapi pada siklus II keaktifan siswa dalam pembelajaran mengalami peningkatan yang mana diperoleh skor 8 jika dimasukkan dalam kategori penilaian, maka skor pengamatan terhadap siswa sudah tergolong baik dan berhasil, keaktifan siswa dalam kegiatan diskusi kelompok juga mengalami peningkatan dibuktikan dengan siswa sudah berani mengemukakan gagasannya dan juga sudah aktif ketika kegiatan tanya jawab dilakaukan dan juga pada saat melakukan tes tertulis bahwa tidak ada siswa nilainya yang di bawah KKM.

2. Respon siswa ketika diterapkan model pembelajaran inquiry learning siswa kelas VII A Smp Plus Murung Pudak dengan materi salat jamak dan qasar mereka lebih semangat dalam pembelajaran karena merekalah yang berperan aktif dalam proses kegiatan pembelajaran yang mana dapat dilihat dari semangat mereka dalam mencari data dan informasi yang ditugaskan di LKPD dan juga dengan model pembelajaran inquiry learning ini siswa lebih berani dalam mengemuakan gagasannya ketika melakukan presentasi kelompok, sehingga proses pembelajaran akan lebih menyenangkan, aktif, kreatif dan tidak membosankan.

(10)

729 DAFTAR PUSTAKA

Al-Tabany, T.I.B. 2014. Mendeasain Model Pembelajaran Inovatif, Progresif, dan Kontekstual. Jakarta : Prenada Media Group.

Hanafiah, dan Cucu Suhana. 2009. Konsep Strategi Pembelajaran. Bandung: PT Refika aditama

Moleong, L.J. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Nana Syaodih Sukmadinata. 2009. Metode penelitian Pendidikan. Bandung:

Remaja Rosdakarya.

Surawan, 2019. "Pernikahan Dini; Ditinjau dari Aspek Psikologi". Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam, Vol. 2 No. 2

Zaini, Hisyam dkk. 2009. Strategi Pembelajaran Aktif. Yogyakarta: Pustaka Insan Mandiri.

Referensi

Dokumen terkait

Jobdiscribtion : Pemilik saham terbesar, sebagai dewan Pengawasan dan Evaluasi seluruh rumah makan PTM. Serta menjadi atasan para pimpinan RM PTM setiap cabang

Perbedaan Dukungan Sosial yang Dibutuhkan Pasien Hemodialisa dan Dukungan Sosial yang Diberikan oleh Sumber Dukungan Sosial Dilihat Dari Sudut Pandang Sumber Dukungan Sosial.

bahwa: Bbisnis penjualan pulsa adalah salah satu bisnis yang tidak memerlukan modal yang cukup besar, karena perputaran uang yang cepat menyebabkan order pulsa

Pendapatan total keluarga petani adalah pendapatan yang diperoleh dari hasil usahatani, hasil usaha penggemukan sapi potong, dan hasil usaha lain dalam satu tahun

Hasil penelitian yang dilakukan kepada 26 pasien dengan diagnosa gastritis di IGD RSUD Dr.Soegiri Lamongan menunjukkan bahwa sebagian besar pasien berpola makan buruk

Untuk memperoleh hasil yang baik digunakan sistem kendali multivariabel robust, dengan beberapa tahap penelitian meliputi: (1) pemodelan dan analisis kestabilan, (2) rancang

Berdasarkan pengamatan histologis (internal), oosit stadium 1 ikan patin hibrida ini ditandai dengan penampakan ooplasma berwarna merah gelap secara seragam dan

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan tentang pengaruh lama penyimpanan dan konsentrasi natrium benzoat pada suhu berbeda terhadap kadar vitamin C cabai