HASIL DAN PEMBAHASAN Siklus I Refleksi Awal

11 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

METODE PEMBELAJARAN BERBASIS AKTIVITAS MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MATERI POKOK OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT SISWA KELAS V SEMESTER I SD NEGERI I KAMULAN

KECAMATAN DURENAN KABUPATEN TRENGGALEK TAHUN 2013/2014

Oleh: Mutikno

SDN I Kamulan, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek

Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dan mendeskripsikan upaya mengim-plementasikan metode belajar berbasis aktivitas di Kelas V Semester 1 dalam upaya meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran matematika dengan pokok bahasan Operasi hitung bilangan bulat dan dampak penerapan metode berbasis aktivitas pada kegiatan belajar mengajar matematika di Kelas V SDN 01 Kamulan mata pelajaran matematika dengan pokok bahasan Operasi hitung bilangan bulat terhadap prestasi belajar siswa. Penelitian ini digolongkan dalam penelitian tindakan. Penelitian tindakan ini dilaksanakan di SDN 01 Kamulan Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek Tahun Pelajaran 2013/2014 Semester 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Upaya guru menerapkan metode berbasis aktivitas adalah dengan mengusahakan siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan atau memberikan respon terhadap pertanyaan guru sebanyak mungkin, sedangkan siswa lainnya menulis jawaban dan menanggapi secara lisan, kemudian guru meminta untuk menyusun dan menata kembali informasi yang diperolehnya dari bacaan atau LKS, guru juga mempersiapkan kegiatan siswa berdasarkan tujuan pembelajaran yang dirumuskan sebelumnya. Dalam kegiatan ini guru menempatkan diri sebagai fasilitator dalam pembelajaran sehingga pembelajaran berpusat kepada siswa. (2) Strategi pembelajaran dengan menggunakan metode aktivitas dimungkinkan dapat meningkatkan prestasi belajar Matematika materi pokok Operasi hitung bilangan bulat. Dengan Metode Pendekatan berbasis Aktivitas Pada Siswa Kelas V SDN 01 Kamulan Tahun Pelajaran 2013/2014 Semester 1 pada mata pelajaran Matematika, dengan persentase ketuntasan belajar siswa yang meningkat pada setiap siklusnya yaitu dari 29.17% meningkat menjadi 70.83% pada siklus I. Peningkatan prestasi belajar siswa ini semakin optimal pada akhir siklus II dengan prosentase ketuntasan belajar sebesar 91.67%.

Kata kunci: berbasis aktivitas, prestasi belajar, matematika

Terwujudnya kondisi pembelajaran siswa aktif merupakan harapan dari semua kom-ponen pendidikan termasuk masyarakat dan praktisi pendidikan. Menurut Suparno (2002) siswa yang aktif dalam proses pembelajaran dicirikan oleh dua aktivitas, yaitu aktivitas dalam berpikir (minds-on), dan aktivitas dalam berbuat (hands-on). Perbuatan nyata siswa dalam pembelajaran merupakan hasil keterlibatan berpikir siswa terhadap kegiatan belajarnya. Dengan demikian proses siswa aktif dalam kegiatan belajar mengajar merupakan suatu kegiatan pembelajaran

yang harus dilaksanakan secara terus menerus. Hal ini dapat dilakukan apabila interaksi antara guru dan siswa terjalin dengan baik. Pernyataan tersebut didukung Usman (2002) bahwa interaksi dan hubungan timbal balik antara guru dan siswa itu

merupakan syarat utama bagi

(2)

kegiatan belajar mengajar guna mencapai tujuan pembelajaran.

Dalam aktivitas pembelajaran di se-kolah, guru harus mengusahakan agar siswa dapat melakukan pengamatan yang efektif agar memperoleh hasil pembelajaran yang sebaik-baiknya. Dalam mengajar, hendaknya memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan pengamatan yang sebaik-baiknya. Pernyataan tersebut selaras dengan Hamalik (2001) yang mengatakan bahwa pengajaran yang efektif adalah pengajaran yang menyediakan kesempatan belajar sendiri atau melakukan aktivitas sendiri. Dalam kemajuan teknologi dewasa ini asas aktivitas lebih ditonjolkan melalui suatu program unit activity, sehingga kegiatan belajar siswa menjadi dasar untuk mencapai tujuan dan hasil belajar yang lebih memadai. Ada beberapa jenis aktivitas yang disampaikan oleh para ahli, diantaranya: (1) kegiatan-kegiatan visual, (2) kegiatan-kegi-atan lisan (oral), (3) mendengarkan, (4) me-nulis, (5) menggambar, (6) metrik, (7) mental, dan (8) emosional. Dari beberapa macam aktivitas tersebut menunjukkan bahwa dalam kegiatan pembelajaran, aktivi-tas siswa sangat diperlukan dalam memenuhi tujuan pembelajaran. Sehingga dalam suatu kegiatan pembelajaran, aktivitas siswa harus disesuaikan dengan materi pembelajaran yang disampaikan oleh guru atau masalah yang sdang dibahas.

Oleh sebab itu, dalam kegiatan pem-belajaran dituntut suatu strategi pembela-jaran yang direncanakan oleh guru dengan mengedepankan keaktifan siswa dalam ke-giatan belajar mengajar. Melalui keke-giatan be-lajar yang menekankan pada aktivitas siswa diharapkan mampu meningkatkan motivasi dan hasil belajar yang sesuai dengan tujuan pendidikan di sekolah. Strategi

pem-belajaran yang menekankan pada aktivitas siswa adalah pendekatan berbasis aktivitas. Kelebihan pendekatan berbasis aktivitas dalam pembelajaran di-antaranya: (1) asas aktivitas digunakan dalam semua jenis metode mengajar baik di dalam maupun di luar kelas, (2) asas aktivitas bertujuan mengembangkan ide-ide atau merealisasikan suatu ide dalam suatu bentuk tertentu, (3) asas aktivitas dapat menikmati pengalaman-pengalaman estetis,memecahkan suatu kesulitan intelektual, dan (5) memperoleh pengalaman dan ketrampilan tertentu.

Berdasarkan pada pendapat tersebut, menunjukkan bahwa keaktifan siswa dalam kegiatan belajar mengajar mutlak diperlukan. Namun yang lebih penting lagi dalam meningkatkan aktifitas siswa tersebut adalah kemampuan guru dalam merencanakan suatu kegiatan belajar mengajar tersebut dalam mencapai tujuan pembelajaran.

(3)

dunia melalui penyelidikan, dan (4) membekali siswa dengan ketrampilan baik untuk memilih alat-alat yang sesuai maupun bahan-bahan yang diperlukan.

METODE PENELITIAN

Pendekatan dan jenis penelitian ini menggunakan penelitian tindakan. Obyek penelitian ini adalah siswa Kelas V SD Negeri I Kamulan tahun pelajaran 2013/ 2014 Semester 1 yang berjumlah 24 siswa. Lokasi penelitian tindakan ini adalah SD Negeri I Kamulan Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek Tahun Pelajaran 2013/2014 Semester 1. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian tindakan ini adalah observasi, wawancara, dan doku-mentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, baik yang bersifat linear (me-ngalir) maupun yang bersifat sirkuler. Secara garis besar kegiatan analisis data dilakukan dengan langkah-langkah berikut: 1) menelaah seluruh data yang telah dikum-pulkan; 2) mereduksi data yang didalamnya melibatkan kegiatan pengkategorian dan pengklasifikasian; dan 3) menyimpulkan dan memverifikasi. Pengecekan keabsahan data penelitian tindakan ini dilakukan dengan beberapa langkah yang terdiri dari: 1) perpanjang siklus kegiatan penelitian; 2) ketekunan pengamatan; dan 3) triangulasi yang mencakup sumber, metode, penyidik, dan teori.

HASIL DAN PEMBAHASAN Siklus I

Refleksi Awal

Refleksi awal merupakan hasil kajian dari kegiatan pra tindakan yang dilakukan oleh peneliti dalam rangka untuk mencari sumber permasalahan yang dihadapi oleh

siswa Kelas V dalam pembelajaran matema-tika. Dari hasil kajian, teridentifikasi bahwa prestasi belajar siswa dalam pembelajaran matematika sangat rendah. Hal ini disebab-kan oleh penerapan metode pembelajaran yang konvensional. Penerapan metode pem-belajaran secara konvensional tidak mampu menampung aktivitas belajar siswa secara maksimal. Sehingga aktivitas belajar siswa menjadi pasif dan guru lebih dominan dalam proses pembelajaran. Untuk itu diperlukan perubahan dan inovasi metode pembelajaran lain yang diharapkan mampu menjawab permasalahan yang dihadapi oleh siswa di Kelas V pada pembelajaran matematika. Salah satu metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah metode berbasis aktivitas.

Perencanaan

Dengan akan diterapkannya metode belajar berbasis aktivitas diperlukan perang-kat pendukung agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara maksimal. Beberapa persiapan perencanaan yang dilakukan peneliti terdiri dari: (a) menyusun rencana pembelajaran dengan mengacu pada metode yang digunakan yaitu metode berbasis aktivitas; (b) menyusun lembar kerja yang sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah dirancang; (c) menyusun format observai aktivitas belajar; dan (d) menyusun lembar evaluasi pembelajaran.

Setelah persiapan perencanaan dila-kukan, lengkah selanjutnya peneliti menyu-sun jadwal penelitian, agar pemberian tindakan pada siklus I sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Jadwal penelitian yang dilakukan pada siklus I dapat dilihat pada Tabel 2.

Tabel 2 Jadwal Penelitian Siklus I

(4)

1 15 Oktober 2013 Observasi Penelitian 2 22 & 24 Oktober

2013

Berturut turut adalah per-temuan ke satu sampai pertemuan ke dua pada

kegiatan proses

pembelajaran siklus I 3 29 Oktober 2013 Evaluasi pembelajaran

siklus I

Pelaksanaan

Pelaksanaan tindakan perbaikan pada siklus I terdiri dari 2 kali pertemuan. Pada kegiatan proses pembelajaran siswa diberi kesempatan untuk beraktivitas secara aktif dan komunikatif baik dalam kegiatan diskusi kelompok maupun diskusi kelas. Guru dalam kegiatan inti memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya kepada guru sebagai fasilitator pembelajaran saat meng-alami kesulita. Diksripsi proses pembelajaran secara runtut peneliti tampilkan dalam diskripsi berikut ini:

Kegiatan Awal, tanya jawab tentang perkalian dan pembagian bilangan bulat, penjelasan tentang perkalian dan pembagian bilangan bulat, contoh:

Kesimpulan, (a) Bilangan positif x bilangan positif = bilangan positif; (b) Bilangan positif x bilangan negatif = bilangan negatif; (c) Bilangan negatif x

bilangan negatif = bilangan positif; (d) Bi-langan negatif x biBi-langan positif = biBi-langan positif.

Kegiatan Inti, siswa mengerjakan lembar kerja secara kelompok, melaporkan hasil kerja kelompok dalam diskusi kelas, menyimpulkan hasil diskusi kelas, dan pe-majangan hasil kerja kelompok atau disim-pan dalam berkas portofolio.

Kegiatan Akhir, mencatat rangkuman hasil diskusi dan penilaian akhir.

Observasi

Kegiatan penelitian pada siklus I di bantu oleh seorang observer atau pemantau yang merupakan seorang guru kelas V pada SD Negeri I Kamulan, karena kelasnya bersifat parallel sehingga membutuhkan guru lebih dari 1. Observer berfungsi untuk memantau jalannya penelitian pada siklus I.

Refleksi

Berdasarkan pada kegiatan siklus I tersebut, peneliti melakukan refleksi dari hasil kegiatan tersebut. Dari hasil observasi dapat direfleksikan bahwa aktivitas pem-belajaran sudah dapat berjalan dengan baik, meskipun masih ditemui kendala dalam pro-ses pembelajaran. Dengan adanya kendala dalam pembelajaran ini maka prestasi belajar siswa yang dicapai belum maksimal.

Siklus II Perencanaan

(5)

interaksi aktiviats belajar antar siswa secara maksimal, guru menggunakan bahasa yang komunikatif dalam pembelajaran, guru memberikan penguatan yang positif kepada siswa, serta guru mengurangi dominasi pada pembelajaran dengan lebih meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran melalui pemberian motivasi siswa dalam mengajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan dan aktif dalam kegiatan diskusi. Jadwal penelitian yang dilakukan pada siklus II dapat dilihat pada Tabel 3.

Tabel 3 Jadwal Penelitian Siklus II

No Waktu Kegiatan

1 31 Oktober 2013 &

5 Nopember 2013

Berturut turut adalah per-temuan ke satu sampai pertemuan ke dua pada

kegiatan proses

pembelajaran siklus II 2 7 Nopember 2013 Evaluasi pembelajaran

siklus II

Pelaksanaan

Diskripsi dari pelaksanaan pembela-jaran pada siklus II, penelitian uraikan berikut.

Kegiatan Awal, tanya Jawab tentang perkalian dan pembagian bilangan bulat, penjelasan tentang perkalian dan pembagian bilangan bulat, contoh:

Kesimpulan, (a) Bilangan positif x

bilangan positif = bilangan positif; (b) Bilangan positif x bilangan negatif = bilangan negatif; (c) Bilangan negatif x bilangan negatif = bilangan positif; (d) Bilangan negatif x bilangan positif = bilangan positif.

Kegiatan Inti, siswa mengerjakan lembar kerja secara kelompok, melaporkan hasil kerja kelompok dalam diskusi kelas, menyimpulkan hasil diskusi kelas, dan pemajangan hasil kerja kelompok atau disimpan dalam berkas portofolio

Kegiatan Akhir, mencatat rangkuman hasil diskusi dan penilaian akhir.

Observer

Dari hasil pengamatan yang dilaku-kan oleh observer pada siklus II terhadap ak-tivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran berlangsung menunjukkan bahwa guru dalam proses pembelajaran pada siklus II mamu menjalankan rencana perbaikan tindakan perbaikan pembelajaran secara maksimal.

Refleksi

Setelah mengkaji hasil temuan pada siklus II menunjukkan bahwa kendala pembelajaran yang muncul pada siklus I telah teratasi dengan baik pada siklus II.

Siklus I

Penelitian siklus I menunjukkan bah-wa rata-rata 75.58, secara rinci dapat dilihat pada Tabel 4. Hal ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan nilai dibandingkan dengan nilai prasiklus 65.29. Siklus I men-capai ketuntasan sebesar 70.83% dengan 17 siswa tuntas dan 7 siswa belum tuntas. Dari data tersebut menunjukkan bahwa masih ada kekurangan pada siklus I, sehingga harus ada siklus berikutnya yaitu siklus II.

(6)

No Nama Item Soal JML % Ketuntasan

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 T TT

1 Ahmad Zakaria 10 10 10 10 10 5 5 5 5 5 75 T -

2 Adinda Lutfi 10 10 10 10 10 6 2 2 2 2 64 - TT

3 Alga Sigit S. B. 10 10 10 10 10 10 8 8 5 5 86 T -

4 Azizah M. 10 10 10 10 10 10 8 8 5 2 83 T -

5 Bintang Arif 10 10 10 5 10 10 8 8 5 5 81 T -

6 Chandra P. 10 10 10 10 10 5 5 5 5 10 80 T -

7 Cristiana Oktavia S. 10 10 10 10 10 8 8 8 8 8 90 T -

8 Deni Kurniawan 10 10 10 5 5 5 5 5 5 5 65 - TT

9 Deni Wulandari 10 10 6 6 10 5 10 5 5 5 72 T -

10 Diky Putra A. 5 10 10 5 10 5 10 5 5 5 70 T -

11 Fatmanudin A. 10 10 10 10 10 10 8 8 5 2 83 T -

12 Galung Sapta P. 5 10 5 10 5 10 8 8 5 2 68 - TT

13 Iszatun Nikmah 10 10 10 10 10 5 5 5 5 2 72 T -

14 Khoirul Anam 10 10 10 10 10 8 8 8 8 8 90 T -

15 Lisa Rahmadani 10 10 10 5 10 5 5 5 5 5 70 T -

16 Maulana Wahyu P. 10 10 10 10 10 5 5 5 5 2 72 T -

17 Novisa Tinta M. W. 10 10 10 10 10 6 2 5 2 2 67 - TT

18 Ogik Firmansyah 10 5 10 10 10 10 8 8 5 5 81 T -

19 Pramita Dea F. 10 10 10 10 10 10 8 8 5 2 83 T -

20 Rahmalia K. 5 10 5 10 5 10 8 8 5 2 68 - TT

21 Rahma Umiati 10 10 10 10 10 5 5 5 5 2 72 T -

22 Sari Anjarwati 10 10 10 10 10 8 8 8 8 8 90 T -

23 Uut Melinda N. S 10 10 10 5 5 5 5 5 5 5 65 - TT

24 Zura Ayang S. 10 10 6 6 10 5 5 5 5 5 67 - TT

Jumlah Jawaban Benar 21 23 20 17 20 8 2 0 0 1 1814 17 7

Daya Pembeda 0.88 0.96 0.83 0.71 0.83 0.33 0.08 0.00 0.00 0.04 75.58 70.83 29.17

Kriteria M M M M M SD SL SL SL SL

Keterangan:

M: Mudah SD: Sedang SL: Sulit

Berdasarkan hasil observasi yang di-lakukan oleh observer pada kegiatan proses pembelajaran matematika Kelas V SD

Ne-geri 1 Kamulan Kecamatan Durenan Kabu-paten Trenggalek terhadap aktivitas guru dan siswa dapat ditunjukkan dalam Tabel 5.

Tabel 5 Rekapitulasi Aktivitas Guru Siklus I

No Kegiatan Skor

P1 P2

1 Guru membuat RPP 3 3 6

2 Waktu yang digunakan sesuai rencana 2 2 4

3 Materi yang diberikan sesuai dengan RPP 2 2 4

4 Guru melakukan pengaturan ruangan 3 3 6

5 Guru melaksanakan kegiatan belajar yang menyenangkan 3 3 6

6 Guru memberikan perhatian kepada siswa secara merata 2 3 5

7 Guru membimbing siswa dalam diskusi 2 3 5

8 Guru merangsang interaksi antar siswa 2 3 5

9 Guru mengunakan bahasa yang komunikatif saat proses proses belajar berlangsung 2 3 5

10 Guru memberikan pertanyaan yang relevan 3 3 6

11 Guru memberiakn penguatan yang positif 3 3 6

12 Guru memberikan umpan balik dari materi yang dibahas 3 3 6

13 Metode pembelajaran berpusat pada siswa 2 2 4

14 Guru melaksanakan evaluasi 2 2 4

(7)

No Kegiatan Skor P1 P2

16 Guru memberikan tugas kepada siswa 2 2 4

Jumlah 80

Rata-rata 62.50

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh observer pada kegiatan proses pembelajaran matematika Kelas V SD Ne-geri 1 Kamulan Kecamatan Durenan Kabu-paten Trenggalek terhadap aktivitas guru dan siswa menunjukkan bahwa aktivitas guru dalam menjalankan rencana perbaikan tin-dakan pembelajaran yang dilakukan oleh guru bidang studi matematika memperoleh persentase aktivitas sebesar 62.50% dengan tingkat kriteria aktivitas yang baik. Dari ak-tivitas yang diberikan oleh guru ini terdapat beberapa aktivitas yang masih perlu adanya perbaikan diantaranya guru dalam proses pembelajaran belum mampu menciptakan pembelajaran yang kondusif, perhatian guru masih terfokus pada beberapa kelompok saja, guru belum mampu merangsang interaksi

aktivitas belajar antar siswa secara maksimal, guru dalam proses pembelajaran belum menggunakan bahasa yang komunikatif, belum mampu memberikan penguatan yang positif kepada siswa, serta pembelajaran masih berpusat kepada guru.

Sedangkan untuk aktivitasi siswa dalam menerima dan menjalankan proses pembelajaran matematika dengan meng-gunakan metode berbasis aktivitas memper-oleh prosentase sebesar 61.67% dan terma-suk dalam kriteria baik. Aktivitas siswa yang perlu mendapatkan perhatian serius dari guru adalah kemampuan siswa dalam oral activities yaitu siswa belum berani dalam mengajukan pertanyaandan menjawab pertanyaan serta dalam kegiatan diskusi belum berjalan secara maksimal.

Tabel 6 Rekapitulasi Observasi Aktivitas Siswa Siklus I

No Komponen Indikator Skor

P1 P2

1 Visual Activities Memusatkan perhatian pada tugas yang diberikan guru 3 2 5 2 Oral Activities Membaca materi yang ditugaskan guru dengan

sungguh-sungguh

2 2 4

Menyatakan atau mengeluarkan gagasan 2 3 5

Mengajukan pertanyaan 2 3 5

Menjawab pertanyaan 2 3 5

3 Listening Activities

Melaporkan hasil diskusi kelompok 2 2 4

Mendengarkan petunjuk guru 2 2 4

Mendengarkan penjelasan guru 3 2 5

4 Writing Activities Menulis jawaban LKS 3 3 6

5 Drawing Activities

Menggambar pecahan dalam bentuk gambar 2 3 5

6 Motor Activities Aktif bekerja sama dalam kelompok 3 3 6 7 Mental Activities Mengerjakan tugas guru dengan sebaik-baiknya 3 3 6

Menyelesaikan tugas tepat waktu 3 3 6

8 Emotion Activities

Menunjukkan sikap ingin tahu dengan mengajukan pertanyaan kepada guru atau teman

2 2 4

Mengikuti setiap instruksi yang diberikan guru 2 2 4

Jumlah 74

(8)

Siklus II

Hasil siklus I menunjukkan bahwa dari 24 siswa tingkat ketuntasan masih mencapai 70.83% dengan rata-rata 75.58. Dari data siklus I tersebut perlu dilanjutkan ke siklus II supaya ada peningkatan rata-rata minimal 85.00. Penelitian siklus II menun-jukkan data yang sangat signifikan, untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada Tabel 7. Penelitian Siklus II menunjukkan pening-katan dibandingkan dengan siklus sebelum-nya. Pada siklus II rata-rata nilai adalah 87.46

dengan tingkat ketuntasan siswa sebesar 91.67%. Siswa yang tuntas dalam siklus II sebanyak 22 siswa dan 2 orang siswa belum mencapai ketuntasan. Sehingga tidak perlu lagi ada siklus sel;anjutnya karena hasil siklus II sudah melebihi dari rata-rata yaitu 85.00.

Observer telah melakukan pengamat-an terhadap proses penelitipengamat-an siklus II, hasilnya dapat dilihat pada Tabel 8.

Tabel 7 Nilai Siswa Siklus II

No Nama Item Soal JML % Ketuntasan

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 T TT

1 Ahmad Zakaria 10 10 10 10 10 10 5 5 5 2 77 T -

2 Adinda Lutfi 10 10 10 10 10 10 10 2 2 10 84 T -

3 Alga Sigit S. B. 10 10 10 5 10 10 10 10 10 10 95 T -

4 Azizah M. 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 100 T -

5 Bintang Arif 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 100 T -

6 Chandra P. 5 10 10 10 10 5 10 5 5 10 80 T -

7 Cristiana Oktavia S. 10 10 10 10 10 10 10 10 8 8 96 T -

8 Deni Kurniawan 10 10 10 10 5 5 5 5 5 5 70 T -

9 Deni Wulandari 10 10 10 10 5 10 5 5 10 5 80 T -

10 Diky Putra A. 10 10 10 10 5 5 5 10 5 5 75 T -

11 Fatmanudin A. 10 10 10 10 10 10 5 5 5 5 80 T -

12 Galung Sapta P. 10 10 10 10 10 10 10 2 2 10 84 T -

13 Iszatun Nikmah 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 100 T -

14 Khoirul Anam 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 100 T -

15 Lisa Rahmadani 10 10 10 10 10 5 10 10 10 10 95 T -

16 Maulana Wahyu P. 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 100 T -

17 Novisa Tinta M. W. 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 100 T -

18 Ogik Firmansyah 5 10 10 10 10 5 5 5 5 2 67 - TT

19 Pramita Dea F. 10 10 10 10 10 10 10 10 8 8 96 T -

20 Rahmalia K. 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 100 T -

21 Rahma Umiati 10 5 10 10 10 5 5 5 2 2 64 - TT

22 Sari Anjarwati 10 10 10 10 10 10 10 10 8 8 96 T -

23 Uut Melinda N. S 10 10 10 10 5 5 10 5 10 5 80 T -

24 Zura Ayang S. 10 10 10 10 5 10 5 10 5 5 80 T -

Jumlah jawaban benar 22 23 24 23 19 17 16 14 11 12 2099 22 2

Daya pembeda 0.92 0.96 1.00 0.96 0.79 0.71 0.67 0.58 0.46 0.50 87.46 91.67 8.33

Kriteria M M M M M M SD SD SD SD

Keterangan:

(9)

Tabel 8 Rekapitulasi Aktivitas Guru Siklus II

No Kegiatan Skor

P1 P2 ∑

1 Guru membuat RPP 3 3 6

2 Waktu yang digunakan sesuai rencana 2 4 6

3 Materi yang diberikan sesuai dengan RPP 3 4 7

4 Guru melakukan pengaturan ruangan 4 4 8

5 Guru melaksanakan kegiatan belajar yang menyenangkan 3 3 6

6 Guru memberikan perhatian kepada siswa secara merata 2 3 5

7 Guru membimbing siswa dalam diskusi 4 3 7

8 Guru merangsang interaksi antar siswa 2 3 5

9 Guru mengunakan bahasa yang komunikatif saat proses proses belajar berlangsung

4 4 8

10 Guru memberikan pertanyaan yang relevan 3 3 6

11 Guru memberiakn penguatan yang positif 3 3 6

12 Guru memberikan umpan balik dari materi yang dibahas 3 3 6

13 Metode pembelajaran berpusat pada siswa 3 3 6

14 Guru melaksanakan evaluasi 3 3 6

15 Guru memberikan penghargaan 4 4 8

16 Guru memberikan tugas kepada siswa 4 4 8

Jumlah 104

Rata-rata 81.25

Keterangan:

1 : Kurang 3 : baik

2 : cukup 4 : sangat baik

P1 (Pertemuan 1), P2 (Pertemuan 2)

Rekapitulasi aktivitas guru yang memperoleh prosentase sebesar 81.25% dengan tingkat aktivitas yang sangat baik.

Dengan semakin optimalnya aktivitas guru pada siklus II maka akan mempengaruhi ke aktivitas siswa pada siklus II.

Tabel 9 Rekapitulasi Aktivitas Siswa Siklus II

No Komponen Indikator Skor

P1 P2 ∑

1 Visual Activities Memusatkan perhatian pada tugas yang diberikan guru 3 3 6 2 Oral Activities Membaca materi yang ditugaskan guru dengan sungguh-sungguh 3 3 6

Menyatakan atau mengeluarkan gagasan 3 3 6

Mengajukan pertanyaan 3 4 7

Menjawab pertanyaan 2 3 5

3 Listening Activities

Melaporkan hasil diskusi kelompok 2 4 6

Mendengarkan petunjuk guru 4 4 8

Mendengarkan penjelasan guru 3 4 7

4 Writing Activities Menulis jawaban LKS 3 3 6

5 Drawing Activities

Menggambar pecahan dalam bentuk gambar 2 3 5

6 Motor Activities Aktif bekerja sama dalam kelompok 3 3 6

7 Mental Activities Mengerjakan tugas guru dengan sebaik-baiknya 4 4 8

Menyelesaikan tugas tepat waktu 4 4 8

8 Emotion Activities

Menunjukkan sikap ingin tahu dengan mengajukan pertanyaan kepada guru atau teman

2 3 5

Mengikuti setiap instruksi yang diberikan guru 4 4 8

Jumlah 97

Rata-rata 80.83

Keterangan:

(10)

2 : cukup 4 : sangat baik P1 (Pertemuan 1), P2 (Pertemuan 2)

Aktivitas guru yang meningkat akan memberi pengaruh juga pada aktifitas siswa. Maka aktivitas yang dilakukan oleh siswa dalam melaksanakan tindakan perbaikan dari guru juga memperoleh peningkatan menjadi baik dengan tingkat prosentase aktivitas sebesar 80.83%.

Implementasi metode aktivitas yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar siswa Kelas V SD Negeri I Kamulan Tahun Pelajaran 2013/2014 Semester 1, ternyata lebih efektif dalam meningkatkan dan menumbuhkan aktivitas, motivasi dan prestasibelajar siswa.

Berkaitan dengan usaha mening-katkan prestasi belajar, belajar akan lebih mudah dan dapat dirasakan bila belajar tersebut mengetahui hasil yang diperoleh. Kalau belajar berarti perubahan-perubahan yang terjadi pada individu, maka

perubahan-peribahan itu harus dapat diamati dan dinilai. Hasil dari pengamatan dan penilaian inilah umumnya diwujudkan dalam bentuk prestasi belajar. Dalam penelitian tindakan ini, yang dimaksudkan dengan prestasi belajar adalah hasil belajar yang dicapai dalam bentuk angka atau nilai pada mata pelajaran Matematika siswa. Semakin tinggi nilai yang dihasilkan, maka semakin baik prestasi belajar yang di dapatkan. Hal ini dapat dilihat dari prosentase ketuntasan belajar siswa mulai dari sebelum diberi tindakan yaitu 29.17% meningkat menjadi 70.83% pada siklus I. Peningkatan prestasi belajar siswa ini semakin optimal pada akhir siklus II dengan prosentase ketuntasan belajar sebesar 91.67%. Untuk mengetahui efektifitas penerapan metode berbasis aktivitas terhadap peningkatan prestasi belajar siswa dapat dilihat pada Grafik 1.

Gambar 1 Perkembangan Prestasi Belajar Siswa

0.00 10.00 20.00 30.00 40.00 50.00 60.00 70.00 80.00 90.00 100.00

1 2 3

65.29

75.58

87.46

29.17

70.83

91.67

NILAI RATA-RATA

(11)

PENUTUP Kesimpulan

Berdasarkan data hasil penelitian di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam menerapkan metode berbasis aktivitas guru mengusahakan siswa agar sebanyak mungkin menjawab pertanyaan-pertanyaan atau memberikan respon terhadap pertanyaan guru, sedangkan siswa lainnya menulis jawaban dan menanggapi secara lisan, kemudian guru meminta untuk menyusun dan menata kembali informasi yang diper-olehnya dari bacaan atau LKS, guru juga mempersiapkan kegiatan siswa berdasarkan tujuan pembelajaran yang dirumuskan sebe-lumnya. Dalam kegiatan ini guru menem-patkan diri sebagai fasilitator dalam pembe-lajaran sehingga pembepembe-lajaran berpusat kepada siswa.

Strategi pembelajaran dengan meng-gunakan metode aktivitas dimungkinkan dapat meningkatkan prestasi belajar Mate-matika materi pokok Operasi hitung bilangan bulat Dengan Metode Pendekatan berbasis Aktivitas Pada Siswa Kelas V SD Negeri 1 Kamulan Tahun Pelajaran 2013/2014 Semester 1 pada mata pelajaran Matematika,

dengan prosentase ketuntasan belajar siswa yang meningkat pada setiap siklusnya yaitu dari 29.17% meningkat menjadi 70.83% pada siklus I. Peningkatan prestasi belajar siswa ini semakin optimal pada akhir siklus II dengan prosentase ketuntasan belajar sebesar 91.67%.

Saran

Berdasarkan hasil penelitian tersebut disarankan kepada guru mata pelajaran Ma-tematika agar mempertimbangkan pemberian materi pembelajaran dengan mengenalkan kepada siswa dengan menggunakan berbagai macam strategi. Salah satunya adalah metode aktivitas. Hendaknya selalu mempunyai kreativitas dalam menggunakan strategi belajar yang diberikan kepada siswa, dan selain itu, metode aktivitas bukan satu-satunya strategi yang harus digunakan dalam proses belajar mengajar. Artinya guru perlu mengembangkan strategi belajar dengan teknik lain agar proses belajar siswa lebih variatif. Dengan peningkatan aktivitas siswa dalam kegiatan belajar, maka diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar secara optimal.

DAFTAR RUJUKAN

Hamalik, O. 2001. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: PT Bumi Aksara

Hamalik, O. 2001 . Perencanaan Pembela-jaran Berdasarkan Pendekatan Sistem. Jakarta: PT. Bumi Aksara

Suparno, P.,Rohandi, R., Sukadi, G., Karto-no, S. 2002. Reformasi Pendidikan Sebuah Rekomendasi. Yogyakarta : Penerbit Kanisius.

Figur

Tabel 3 Jadwal Penelitian Siklus II
Tabel 3 Jadwal Penelitian Siklus II . View in document p.5
Tabel 4 Nilai Siswa Siklus I
Tabel 4 Nilai Siswa Siklus I . View in document p.5
Tabel 5 Rekapitulasi Aktivitas Guru Siklus I
Tabel 5 Rekapitulasi Aktivitas Guru Siklus I . View in document p.6
Tabel 6 Rekapitulasi Observasi Aktivitas Siswa Siklus I
Tabel 6 Rekapitulasi Observasi Aktivitas Siswa Siklus I . View in document p.7
Tabel 7 Nilai Siswa Siklus II
Tabel 7 Nilai Siswa Siklus II . View in document p.8
Tabel 8 Rekapitulasi Aktivitas Guru Siklus II
Tabel 8 Rekapitulasi Aktivitas Guru Siklus II . View in document p.9
Tabel 9 Rekapitulasi Aktivitas Siswa Siklus II
Tabel 9 Rekapitulasi Aktivitas Siswa Siklus II . View in document p.9
Gambar 1 Perkembangan Prestasi Belajar Siswa
Gambar 1 Perkembangan Prestasi Belajar Siswa . View in document p.10

Referensi

Memperbarui...