• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dwi Astrid Avianti1 , Lindawati Kartika

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Dwi Astrid Avianti1 , Lindawati Kartika"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

Jur nal Riset Manajemen dan Bisnis (JRMB) Fakultas Ekonomi UNIAT Vol.2, No.2, Juni 2017 : 95 - 106

ISSN 2527 - 7502

________ ____________ ____________ ____________ ___________ ____________ ____________ ____________ _________________ ____________ ____________ ____________ ___________ ____________ ____________ ____________ _____ ____________ ____________ ____________ ___________ ____ ____________ ____________ ____________ ___________ ______ ______ ______ ______ ______ ______ ______ ______ _____ ____________ ____________ ____________ ___________ _

ANALISIS

QUALI TY OF W ORK LI FE

PADA GENERASI X DAN Y

ALUMNI FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN I PB

Dwi Astr id Avianti1*, Lindawati Kar tika2

1-2Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pert anian Bogor , Bogor , Indonesia

* E-mail korespondensi : dw iast ridavianti @gmail.com

Infor masi Ar tikel ABSTRACT

Dr aft awal: 26 Sep 2016 Revisi : 15 Okt ober 2016 Dit er ima: 17 Okt ober 2016

The quality of Wor k Life i s one of effort that can be implemented by the com pany to increase j ob satisfaction and pr oductivity of employees. Nowadays, employees in I ndonesia dominated by Generation X and Y. The respondent s of this study are al umni of Economi c and Management Facul ty of IPB. The objectives of this study are t o identify the per ception of Gener ation X and Y towar ds fact or s of Quality of Wor k Life and to formulate a str ategy to i ncr ease Qualit y of Wor k Life based on percept ions of Generation X and Y. The sour ce of primar y data obtai ned by questionnaire method and secondar y data obtained by study of liter atur e. This r esear ch was usi ng descr ipti ve analysi s met hod, Pairw ise Compar ison Method, and The House Model . The result s of this study i ndicated 56% perception of Gener ati on X towards fact or s of QWL appr opr iate with t he t heor y regar di ng t he factor s QWL in Generation X and 52% perception of gener ation Y tow ar ds factor s of QWL appr opr iate with the theor y r egar di ng the factor s QWL in the gener ation Y. The strategy t hat becomes pr i or ities to increase Quality of Wor k Life of Generation X is a safety at w or k, compensation, and conflict resolution. The str ategy that becomes pr ior ities to increase Quality of Wor kLife of Generati on Y are car eer development , com pensation, and pride t o the company.

Qualit y of Wor k Life adalah salah satu upaya yang dapat dilakukan perusahaan untuk meningkat kan kepuasan kerja dan pr oduktifitas kar yawan.Pekerja di Indonesia saat ini di domi nasi oleh generasi X dan Gener asi Y. Penelitian ini dilakukan dengan menetapkan Alumni FEM IPB sebagai r esponden generasi X dan Y yang dikelompokan berdasarkan tahun lahir . Tujuan Peneli tian ini adalah mengidentifikasi per sepsi generasi X dan Y ter hadap faktor -faktor QWL dan merumuskan str ategi yang tepat ber dasar kan per sepsi Gener asi X dan Y untuk meni ngkatkan Quali t y of Wor k Life.Sumber data primer diper oleh melalui kuesioner dan data sekunder diper oleh melal ui kajian l iter atur . Metode analisis yang digunakan adalah anali sis deskriptif, metode Pair wise Compar asion

dan The House Model . Hasil peneli tian ini menunjukan bahwa

(2)

1.

Pendahuluan

Angkatan ker ja mer upakan kel ompok i ndividu dar i luar yang menjadi peker ja dal am or gani sasi (Rachmawati ,2007). Ber dasar kan data Badan Pusat Statisti k hingga bul an Agustus 2015 jumlah angkat an ker ja di Indonesia mencapai 114 819 199 ji wa. Tr en keber agaman gener asi dalam angkat an ker ja mer upakan suatu topik populer saat i ni yang sedang banyak diper bincangkan. Ber dasar kan er a angkat an ker j a ter dapat 4 (empat) er a gener asi angkatan ker ja yang di kl asi fikasikan ber dasar kan t ahun lahir mer eka, yait u Vet er ans yang l ahir sebelum tahun 1946, Boomer s yang lahir pada tahun 1946 -1964, Gener asi X atau Post boomer yang lahir pada 1965 – 1980, dan gener asi Y yang l ahir pada tahun 1981 –2001 (Camer on,2014). Demogr afi kar yaw an di per usahaan saat ini dii si oleh kar yaw an dengan kelompok gener asi X dan Y. Hal ter sebut dibuktikan dar i hasil sur vey Badan Pusat St at istik mengenai jumlah angkatan ker ja di Indonesia ber dasar kan usi a dar i tahun 2008 – 2015 yang disajikan pada Tabel 1.

Tabel 1 Jumlah angkat an ker ja di Indonesia yang beker ja ber dasar kan Usia(Febr uar i 2016) Gol ongan Umur Juml ah Angkat an Ker ja yang Beker ja

15 - 19 4.873.611

20 - 24 12.295.397

25 - 29 14.557.229

30 - 34 15.120.941

35 - 39 15.452.479

40 - 44 14.748.920

45 - 49 13.374.073

50 -54 11.077.423

55 -59 8.259.948

60 + 10.887.526

Sumber : Website Badan Pusat St at istik, 2016

Tabel 1 menunjukkan bahwa mayor it as angkat an ker ja yang beker ja di Indonesia ber usia 15 - 49 t ahun yang kemudian ji ka di kategor i kan kedal am er a gener asi ber dasar kan t ahun kelahir an mer upakan gener asi X dan generasi Y, maka dar i itu demogr afi kar yawan di per usahaan saat i ni mayor itas diisi oleh kar yawan dengan kelompok gener asi X dan Y. Gener asi X dan Y memili ki pr efer ensi, gaya ker ja dan tujuan pr ofesi onal yang ber beda yang ter bentuk dar i hist or y/ collect i ve memor y di er a tahun kel ahir an masing-masing gener asi.Per bedaan gener asi dapat menjadi sumber kekuat an dan sumber peluang, kar ena per bedaan gener asi yang di pahami dengan baik oleh per usahaan dapat menci ptakan har moni dan upaya ber sama yang baik dalam beker ja.Menur ut Robbins (2001), kepuasan ker ja mer ujuk pada si kap umum seseor ang indi vi du ter hadap peker jaannya.Accent ur e sebagai sebuah l embaga konsultasi bisnis dan manaj emen asal Amer ika Ser i kat mengeluar kan hasi l sur vey megenai tingkat kepuasan ker ja kar yawan. Sur vey global ter sebut dilakukan ter hadap 3600 pr ofesi onal bisnis dar i or ganisasi kecil, menengah hingga besar di 30 negar a, ter masuk Indonesia.Hasil sur vey t er sebut menyatakan bahwa kepuasan ker j a kar yawan menur un dar i 52% menjadi 44% dar i t ahun 2013 -2015. Kepuasan ker ja dan pr oduktivit as ker ja mer upakan dua hal yang ber kaitan, maka dar i i tu dalam memeli har a dan memper t ahankan kar yawan dal am per usahaan salah satu upaya yang dapat dil akukan adalah dengan meningkat kan lingkungan ker ja yang ber kualit as atau Qualit y of Wor k Life.

(3)

Nomor : 059/ K13.12.1/ OT/ 2001/ .Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) mer upakan fakul tas yang memili ki peminat ter banyak. Ber dasar kan data yang didapat dar i w ebsite pener imaan mahasiswa bar u IPB, data t ahun 2015 peminat pr ogr am studi Manajemen dan Agr i bi sni s mencapai 2200 peminat, diikuti dengan pogr am studi lain seper t i Ekonomi Sumber Daya Lingkungan 562 peminat, Ekonomi Syar iah 937 peminat , dan Ekonomi Sumber Daya Pembangunan sebanyak 610 peminat. FEM sejak ber dir i nya telah melul uskan lulusan yang pr ofesional dan handal di bi dangnya khususnya bidang ekonomi dan manajemen. Lulusan FEM IPB dapat dikelompokan ke dalam kar akter istik gener asi X dan gener asi Y. Per sepsi seti ap gener asi t er hadap faktor -faktor QWL yang mempengar uhi mer eka dalam kepuasan ker ja dapat menjadi str ategi bagi per usahaan dal am r angka pengembangan dan pengelolaan sumber daya yang dimili ki . Str ategi yang di buat ber dasar kan per sepsi kar yaw an akan menj adi l ebih efektif dalam pener apannya sehingga t ujuan manajemen sumber daya manusi a dapat dicapai.

Ber dasar kan l at ar belakang per masalahan yang t el ah diur aikan diatas maka t ujuan di laksanakan penelit ian ini, yai tu: (1) Mengidentifikasi per sepsi Alumni FEM I PB ter hadap kar akter istik gener asi X dan Y, (2) Mengidenti fikasi per sepsi gener asi X dan Y t er hadap faktor-faktor Qualit y of Wor k Life, (3)Menentukan str ategi yang t epat untuk meningkat kan Qualit y of Wor k Life pada gener asi X dan Y.

2.

Kajian Pustaka

2.1. Qualit y Of Wor k Life

Cascio (2003) mendefi ni si kan QWL menjadi dua pandangan, pandangan per t ama menyebut kan bahw a QWL sekumpul an keadaan dan pr akti k dar i tuj uan or gani sasi (cont ohnya: memper kaya peker jaan, kebijakan pr omosi dar i dalam, kepenyeliaan yang demokr at is, par tisi pasi kar yawan dan kondi si ker ja yang aman). Sedangkan, pada pandangan kedua mendefi nisi kan QWL sebagai per sepsi kar yaw an seper ti bahwa kar yawan mer asa aman, secar a r el at if mer asa puas dan mendapat kan kesempatan untuk tumbuh dan ber kembang seper ti layaknya manusi a. Cascio (2003) menyebut kan t er dapat beber apa fakt or yang sal ing ber hubungan yang mempengar uhi Qualit y of Wor k Life yaitu par tisipasi ker ja, pengembagan kar ir , penyelesai an konfl ik,komuni kasi, kesehatan ker j a, keselamatan ker ja, keamanan ker ja, kompensasi, dan kebanggaan.

2.2. Gener asi X dan Gener asi Y

(4)

Tabel 2 Kar akt er i stik gener asi X dan Y ber dasarkan faktor-fakt or QWL (Cascio,2003)

Publikasi Menggunakan telepon ataupun

email dalam berkomunikasi.

Kesehatan Fisik Menyukai mendapat kan

pemer iksaan kesehatan t er atur (Zemke et al,2013).

Menyukai mendapat kan asur ansi kesehatan (Zemke et al,2013).

Kesehatan Psikis Menyukai per usahaan yang dapat mengur angi tingkat st r ess (Cr an,2014)

(5)

Keamanan Kerja secar a "face t o face" dan gunakan

hal - hal menar i k

Mengi nginkan budaya or ganisasi yang ter buka, meyenangkan dan

(6)

3.

Metode Penelitian

3.1. Jenis dan Sumber Dat a

Jeni s dat a yang akan dikumpul kan dalam peneliti an i ni ter dir i dar i data pr imer dan data sekunder . Data pr imer diper oleh l angsung dar i r esponden yaitu alumni Fakult as Ekonomi dan Manajemen IPB dan par a pakar yang t elah ditent ukan.Data ter sebut di per oleh dengan menggunakan instr umen kuesioner .Kuesi oner anali si s per sepsi gener asi X dan Y ter hadap fakt or – faktor QWL di tujukan kepada al umni FEM IPB lul usan tahun 2010 – 2015. Kuesioner penentuan bobot faktor – faktor QWL di tujukan kepada par a pakar yang tel ah dit entukan yaitu pakar dalam bidang psi kol ogi dan pakar dal am bi dang manajemen sumber daya manusia.Data sekunder diper oleh dar i lapor an dan dokumen yang ber kaitan dengan topik peneliti an.Selai n itu, dat a sekunder diper ol eh dar i bahan-bahan r ujukan seper ti: lit er atur , jur nal, skr i psi, tesis, ar tikel dan buku-buku yang ber hubungan dengan penel itian.

3.2. Metode Penar ikan Sampel

Tekni k pengambi lan sampel dalam penel itian i ni dengan menggunakan metode non pr oabilit y sampling dengan tekni k conveni ence sampling. Penel itian i ni menggunakan populasi gener asi X dan Y dalam kelompok Alumni FEM I PB yang tidak diketahui juml ahnya sehingga unt uk menentukan jumlah sampel menggunakan r umus Lemmeshow (1990), sebagai ber i kut:

n = × ( ) ²

Keterangan :

n : jumlah sampel

Z2 : skor z pada keper cayaan 95 % = 1,96 P : esti masi (0.5)

d2 : al pha (0,10) atau sampli ng er r or = 10 %

Sehingga berdasarkan rumus uji Lemmeshow di atas jumlah n yang di dapat kan adalah 96,04 = 100 or ang

sehingga pada penel itian ini seti daknya penul is har us mengambil data dar i sampel sekur ang kur angnya sejuml ah 100 or ang dengan jumlah sampel dar i masing sub populasi gener asi X dan Y 50 r esponden.

3.3 Metode Pengolahan dan Analisis Data

Metode pengolahan dat a yang digunakan dal am penelit ian ini ter dir i dar i stati st ik deskr i pti f, Pair wise Compar asion, dan The House Model.

Statistik Deskriptif

Menur ut Sugiyono (2012), statist ik deskr iptif adalah stati stik yang ber fungsi untuk mendeskr ipsikan atau member i gambar an ter hadap obj ek yang diteli ti melalui data sampel atau popul asi sebagai mana adanya, tanpa melakukan anal isis dan membuat kesimpulan yang ber laku untuk umum. Analisi s deskr iptif menyaji kan dat a agar mudah dibaca dan l ebi h infor mati f.

Pairwise Compar asion

(7)

The House Model

The House Model mer upakan konsep yang dikemukakan oleh Hor ovit z dan Anne Valer ie Ohlsson (2007) mengenai usaha or ganisasi dalam mengubah mimpi menjadi sebuah upaya yang nyata. Dalam konsep The House Model t er dapat komponen untuk membangun visi yang baik dimana impian ter letak sebagai atap, dan pil ar r umah adalah car a –car a utama untuk mencapai visi ter sebut, dan pondasi ber upa indikator utama peni ngkat an kiner ja dan per il aku pendukung.

Gambar 1 Ker angka The House Model

Sumber : Buku A Dr eam Wit h Deadline: Tur ning St r at egy Int o Act ion(Hor ovitz J,2007)

4.

Hasil Penelitian dan Pembahasan

4.1. Pr ofil Responden

Dalam peneliti an ini mayor it as r esponden gener asi X yai tu 58% ber jenis kelamin w anita, dan ber st atus menikah yaitu 94%. Responden generasi X dalam peneliti an ini mayor itas memili ki pendi di kan ter akhir hingga jenjang S2 yaitu 36 or ang, ber pr ofesi sebagai Pegawai Neger i Sipil (PNS) 27 or ang, dan memili ki masa ker j a > 10 tahun.Mayor itas gener asi X yaitu 26% memiliki pendapatan antar a Rp 7.000.000 - Rp 8.999.999 dan mayor itas memili ki jumlah tanggungan 2-4 or ang.Responden gener asi Y dalam penel itian ini mayor itas ber jenis kel ami n wanita dan 66% ber st atus belum meni kah.Responden gener asi Y dalam peneli tian ini mayor itas memiliki pendi di kan ter akhir hi ngga jenjang S1. Dalam hal pr ofesi peker jaan, mayor i tas r esponden gener asi Y mer upakan kar yawan sw asta dan memil iki masa beker ja ant ar a 1-5 t ahun.Pendapatan yang di miliki oleh mayor itas gener asi Y ber kisar antar a Rp 3.000.000 - Rp 4.999.999.Mayor itas gener asi Y tidak memili ki tanggungan selain dir i sendi r i, hal t er sebut dapat di sebabkan kar ena mayor i tas gener asi Y ber stat us belum menikah.

(8)

r esponden gener asi Y yang memili ki nilai kar akt er yang sesuai dengan teor i ni lai kar akt er gener asi Y hal t er sebut dapat di pengar uhi kar ena lingkungan peker jaan, kondi si kel uar ga, dan lingkungan sosi al yang dapat membentuk kar akt er seseor ang

.

4.2 Analisi s Deskr iptif Per sepsi Gener asi X dan Y ter hadap faktor-fakt or QWL

Peneliti an i ni menunjukan bagai mana per sepsi setiap gener asi t er hadap Qualit y of Wor k Life dil ihat dar i fakt or -fakt or Qualit y of Wor k Life.Faktor -faktor Qualit y of Wor k Life ter dir i dar i 9 fakt or ang kemudi an di ur aikan menjadi 25 subfakt or yang menjadi but ir per nyat aan dalam kuesioner . Per nyataan dal am kuesioner dibentuk ber dasar kan teor i gener asi . Nilai jawaban r esponden yang di jawab “SETUJU” ol eh ≥ 50% atau dengan jumlah responden menjawab setuju ≥ 25 orang r esponden maka dapat disi mpulkan per sepsi gener asi ter sebut sesuai dengan teor i gener asi, namun jika jaw aban kur ang dar i 50% at au < 25 r esponden menjaw ab sesuai at au setuju maka dapat disimpul kan bahwa t er jadi cr oss gener at i on atau per sepsi gener asi yang tidak sesuai dengan kar akter kel ompok generasi ter sebut sehar usnya ber dasar kan teor i melainkan mengi kuti kar akt er gener asi lain.

Ber dasar kan hasi l jawaban seti ap r esponden dapat dilihat subfaktor yang pal ing sesuai dengan karakterQualit y of Wor k Li fe dar i set iap gener asi. Keselur uhan hasil kesesuaian per sepsi masi ng-masing gener asi X dan Y t erhadap faktor -faktor Qualit y of Wor k Life di dapat kan bahw a per sepsi gener asi X pada faktor -faktor QWL 56% sesuai dengan t eor i mengenai faktor -faktor QWL pada gener asi X, sedangkan per sepsi gener asi Y 52% sesuai dengan teor i mengenai faktor -faktor QWL pada gener asi Y.

4.3 Penentuan Bobot Indikator Pencapaian Peningkatan Quality of Work Life

Indikator pencapaian peningkatan Qualit y of Wor k Life dit entukan ber dasar kan 9 (sembi lan) faktor -faktor Qualit y of Wor k Life menur ut Cascio (2003) yaitu part isipasi ker ja, pengembangan kar i r , penyel esaian konflik, komuni kasi , keamanan ker ja, kesel amatan ker ja, kompensasi, dan kebanggaan. Penentuan bobot indi kat or pr ior itas di tentukan ber dasar kan jawaban r esponden gener asi X dan Y dan par a pakar .Jawaban r esponden kemudi an diolah dengan metode pair wise compar asion.Faktor -faktor yang menjadi st r at egi pr ior itas peningkat an Qualit y of Wor klife pada Gener asi X adalah faktor kesel amatan ker ja, kompensasi dan penyelesaian konfl ik sedangkan faktor –faktor yang menjadi str at egi pr ior itas peningkatan Quali t y of Wor klife pada Gener asi Y adalah faktor kompensasi, pengembangan kar i r , dan kebanggaan.

4.4 Str ategi Peningkatan QWL pada Gener asi X dan Y melalui The House Model

Konsep The House Model t er dir i dar i tiga komponen yaitu atap, pilar dan pondasi. Tiga pi lar dalam konsep The House Model dalam penelit ian i ni ter bentuk ber dasar kan per hitungan bobot dengan metode pair wise comparasion.Hasil analisi s dengan konsep The House Model menyatakan bahw a dr eam atau impian yang i ngin dicapai adalah peningkatan Quali t y of Wor k Life pada Gener asi X dan Y. Dr eam atau impian ter sebut dicapai dengan 3 (ti ga) kunci utama yang di dasar i oleh jawaban r esponden gener asi X dan Y dan pakar .Tiga kunci utama dal am peni ngkatan Qualit y of Wor k Life pada gener asi X dapat dil ihat ber dasar kan faktor keselamatan ker ja, kompensasi, dan penyelesaian konfli k, sedangkan ti ga kunci utama peningkat an Qualit y of Wor k Life pada gener asi Y dapat dil ihat ber dasar kan faktor kompensasi, pengembangan kar i r, dan kebanggaan.Pener apan faktor – faktor pr i or i tas kemudi an dapat di wujudkan dengan act i on plan yang t elah disesuaikan dengan masing – masi ng per sepsi gener asi X dan Y.

(9)

meningkat kan kondisi Qualit y of Wor kLife guna meningkatkan kepuasan ker ja. Per ancangan konsep The House Model dalam peneli tian ini dapat dili hat pada Gambar 2.

Gambar 2. The House Model Peningkatan Qualit y of Wor klife pada Gener asi X dan Gener asi Y

Gener asi X

Prioritas 1 Prioritas 2 Prioritas 3

KESELAMATAN KERJA

Prioritas 1 Prioritas 2 Prioritas 3

KOMPENSASI ( 25% ) PENGEMBANGAN KARIR

(10)

4.5 Implikasi Manajeri al

Kualitas kehidupan ker ja mer upakan hal yang penting didalam suatu per usahaan unt uk memper t ahankan peker janya.Peker ja dalam suatu per usahaan ter di r i dar i ber bagai gener asi dengan kar akter istiknya masing –masi ng. Gener asi yang mendominasi angkat an ker ja saat i ni adalah gener asi X dan gener asi Y. Persepsi gener asi X dan Y t er hadap QWL menunjukkan bahw a dalam meni ngkatkan kepuasan ker ja dan pr oduktifi tas ker ja maka or ganisasi per l u menyadar i bagaimana mengel ol a peker ja sesuai dengan kar akt er gener asinya.

Peningkatan Qual it y of Wor k Life pada gener asi X dalam hal kesel amatan per usahaan dapat mener apkan kegiat an-kegiat an per temuan infor mal yang membahas mengenai keselamat an ker j a dalam kant or maupun r uang ker ja sehingga dal am per t emuan ter sebut kar yawan dapat ber i nt er aksi dan secar a langsung mendapat kan infor masi mengenai keselamatan ker ja dalam ar ea ker j a mer eka. Dal am hal shift ker ja, r esponden gener asi X dalam penel itian ini menyat akan bahw a ber sedia beker j a diluar jam ker ja mer eka dengan kompensasi yang sesuai. Dal am hal si stem kompensasi finansi al dan non fi nansial, pr ogr am peningkatan Qualit y of Wor k Life yang dapat di ter apkan ol eh per usahaan yaitu dengan member i kan pr ogr am – pr ogr am pelatihan yang ber ser tifikasi dan beasiswa bagi kar yawan.Hal ter sebut dapat menjadi hal yang dapat meningkat kan kepuasan ker ja kar yaw an di kar enakan dalam penelit ian i ni pr i or itas utama kedua gener asi adalah mendapat kan pengalaman. Gener asi X menginginkan adanya li ngkungan t empat ker j a yang nyaman sebagai bentuk kompensasi non finansi al .

Ber dasar kan r espon gener asi mengenai atmosfer ker ja, gener asi X mengingi nkan adanya fleksibili tas dalam hal jam ker ja maka dar i itu per usahaan dapat mener apkan konsep flexible-t ime yai tu sistem pengat ur an j am ker ja dimana kar yawan memili ki kebebasan dal am menentukan wakt u ker ja mer eka namun tetap dalam jumlah jam ker ja yang di tentukan. Konsep flexible-t ime juga dapat meningkat kan wor klife balance pada gener asi X. Peningkatan Qualit y of Wor k Life pada gener asi X dalam faktor penyelesai an konfl ik, keter bukaan dalam komuni kasi mer upakan salah satu bentuk kehi dupan li ngkungan ker ja yang i nfor mal. Gener asi X ber sedi a untuk di kr i tik dalam peker jaan mer eka namun per lu adanya masukan atau sar an yang dapat membantu mer eka dal am per baikan. Pr oses penyampaian kel uhan dan pendapat juga mer upakan salah satu bentuk ket er bukaan dalam komunikasi. Per usahaan per lu mener apkan budaya komunikasi infor mal antar kar yawan maupun kar yawan dengan atasan sehingga kar yawan mer asa nyaman dalam beker ja bai k dal am pr oses penyampaian kel uhan secar a langsung kepada atasan maupun per tukar an infor masi dan pendapat antar sesama kar yaw an yang dapat mengur angi konfl ik dalam peker jaan.

Peningkatan Qualit y of Wor k Life pada gener asi Y dal am hal faktor kompensasi, gener asi Y memi liki per sepsi yang sama dengan gener asi X yai tu gener asi X maka dar i it u dalam hal kompenasi finansial per usahaan dapat member i kan pr ogr am-pr ogr am pel atihan yang ber ser tifikasi dan beasiswa bagi kar yawan dan bentuk kompensasi fi nansial ber upa penggunaan teknologi ter bar u sesuai dengan er a gener asi Y. Gener asi Y menganggap bahwa ket er sediaan pr oses pengembangan kar ir yang jel as mer upakan salah satu str ategi pr ior itas dalam meningkat kan Qualit y of Wor k Life.Sama hal nya dengan bentuk peningkat an QWL melal ui si st em kompensasi finansi al , per usahaan dapat member ikan pelatihan yang menar i k atau beasiswa pendidikan bagi gener asi Y sebagai bentuk pengembangan kar ir kar yawan.

(11)

juga mengi nginkan per usahaan yang memiliki tanggung jaw ab sosial dan kepedul ian ter hadap lingkungan.Per usahaan dapat mener apkan pr ogr am –pr ogr am t anggung j awab sosi al per usahaan atau pr ogr am CSR (Coor por at e Social Responsibili t y) yang ber kait an dengan bidang lingkungan sert a melibat kan kar yawan gener asi Y dalam kegiatan-kegiatan ter sebut.

5.

Keter batasan dan Agenda Penelitian Mendatang

Keter bat asan yang dal am peneli tian i ni adalah dengan adanya ker agaman latar belakang dar i r esponden seper ti jenis peker jaan sehi ngga cukup sulit untuk menyimpul kan per sepsi gener asi X dan Y t er hadap Qualit y of Wor k Life. Dalam penel itian ini juga pendekatan kuanti tat if hanya di lakukan dengan metode anlisi s deskr ipt if dikar enakan keter batasan jenis data yang ada. Pada peneliti an selanjutnya, dapat di lakukan peneliti an khusus hanya pada satu gener asi saja pada or ganisasi yang t er dir i dar i ber agam gener asi dan memil iki budaya ker ja yang konvensional dal am r angka memper oleh hasil anal isis yang lebih dal am mengenai kar akt er satu kel ompok gener asi.

6.

Kesimpulan

Ber dasar kan tujuan penel itian, maka pembahasan hasi l penel itian dapat disimpulkan sebagai ber i kut:

1) Responden dal am penel itian i ni adalah alumni FEM yang tel ah l ul us pada tahun 2010-2015 yang ter bagi kedalam dua gener asi yai tu X dan Y sesuai dengan t ahun lahi r . Ber dasar kan per sepsi masing-masi ng gener asi ter hadap ni lai kar akt er gener asi masing-masi ng ter dapat 14 r esponden gener asi X yang menganggap nilai kar akter gener asi Y adalah kar akt er pr ibadinya atau t er jadi cr oss gener at ion, dan 35 r esponden gener asi Y yang menganggap nil ai kar akt er gener asi X adalah karakter pr ibadi nya atau ter jadi cr oss gener at i on.

2) Per sepsi gener asi X pada faktor -faktor QWL 56% sesuai dengan t eor i mengenai faktor -faktor QWL pada gener asi X, sedangkan per sespsi gener asi Y 52% sesuai dengan teor i mengenai faktor -faktor QWL pada gener asi Y.

3) Str at egi yang tepat dalam meni ngkat kan Qualit y of Wor k Life pada Gener asi X dan Y adalah dengan mener apkan sistem kompensasi bai k fi nansial dan non finansial yang menar i k bagi kar yawan dikar enakan ber dasar kan penentuan bobot fakt or pr i or i tas, faktor kompensasi mer upakan faktor yang menjadi faktor pr ior itas bagi kedua gener asi.

Daftar Pustaka

Accent ur e.2015. Inter national Women Day Sur vey. Accentur e [ Inter net] . [ Diunduh 2016 Agustus 3] . Ter sedi a pada:https:/ / w ww.accentur e.com/ us-en/ insight-inter nati onal-womens-day-r eseaonal-womens-day-r ch-2015

Angel ine T. 2011. Managing Gener al Diver si ty at The Wor kplace:Expectati ons and Per ceptions of Differ ent Gener ati ons of Employees. Afr ican Jour nal of Business Management Vol 5(2). Januar y 2011. Kuala Lumpur [ MY]

Badan Pusat Statisti k. 2016. Juml ah Angkatan Ker ja di Indonesi a.BPS [ Inter net ] .

[ Diunduh 2016 14 September ] . Ter sedia pada:

htt ps:/ / w ww.bps.go.i d/ Subjek/ vi ew / i d/ 6# subjekViewTab3|accor di on-daftar -subjek1

Cascio WF. 2003. Managing Human Resour ces: Pr oductivity, Qualit y of Wor k Life, Pr ofit s. 7t h Edit i on. New Yor k [ US] : Mc. Gr aw-Hill Inc

Camer on B. 2014. Gener ation Y- Safety Fir st.Safet y Fi r st Ar t icle [Inter net] .

[ di unduh 2016 Apr il 25]. Ter sedia pada:

(12)

Cr an C. 2014. 101 Ti ps Mengelol a Kar yawan Gener asi X,Y dan Zoomer s. Jakar ta [ ID] : Kepustakaan Popul er Gr amedi a

Fer nandes K, Hyde A, Ives S, Fl ei scher S, Evoy T, Mar r um KV. (2012). A Compar ative St udy of Wor k Values between Gener at ion X and Gener at ion Y. Canada [ CA] : Uni ver sit y of Guelph

Geise A. (2011). The Bar r ier s To Effective Safety Tr aini ng: Finding Tr aining Techniques that Br idge Gener ation Gaps.EHS Today Ar t i cl e[ Inter net] . [Diunduh 2016 Apr il 27] .Ter sedi a pada:http:/ / ehst oday.com/ t r ai ning/ bar r ier s-effective-fi nding-tr aining-t ech-gener ation-gaps-102011

Hor ovit z J, Ohlsson-cor boz A. (2007). A Dr eam wit h a Deadline: Tur ni ng St r at egy int o Act ion. Har l ow [ GB] : FT Pr enti ce Hall

Kian TS. (2012). Gener ation X and Y and Their Wor k Motivation. Pr oceedings I nt er national Confer ence of Technology, Bussines and Ent r epr euner shi p. Mel aya [ MY] : Uni ver sity Tun Hussei n Onn Mal aysia

Lemmeshow S, Hosmer DW, Klar J, Lw anga SK. (1990) . Adequacy of Sampl e Size in Healt h St udies.Wor ld Heal th Or gani zati on. USA [ US] : Wor l d Health Or ganization

Luntungan I , Hubeis AV, Sunar ti E, Maulana A. (2014). Str ategi Pengelolaan Gener asi Y di Industr i Per bankan. Jur nal Manajemen Teknologi, Vol.13 No.2. Bandung [ ID] : SBM-I TB

Mukundan S, Mukundan D, Sar aswathyamma KP. (2013). A Study on the Confli ct Resolution Styl es of Gener at ion Y Students in Indi an Context. Int er national Jour nal of Global Busi ness, 6 (1), 81-90. Indi a [ IN] : FISAT Busi ness School

Noor J. (2011). Met odologi Penelit ian. Jakar t a (I D): Pr enada Media Gr oup

O’Neill M. (2010). Generati onal Pr efer ences: A Gl impse into the Futur e Office. Knoll Wor kplace Resear ch. Unit ed States [ US] : Knol l

Rachmawati IK. (2007). Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakar ta [ ID] :ANDI

Robbins SP. (2001). Per ilaku Or gani sasi. Jil id 1.Edisi ke-8. Ter jemahan.Jakar t a [ ID] : PT Pr enhal lindo Saaty TL. (1990). How To Make a Decisi on : The Analytic Hi er ar chy Pr ocess. Eur opan Jour nal

Oper at ion Resear ch 48 ( 1990) 9-26. Nor th Holl and [NL]

Sugiyono. (2010). Metode Peneliti an Bisnis. Cetakan kel ima bel as. Bandung [ ID] : Al fabeta.

Tolbieze A. (2008). Gener at i onal Differ ences i n t he Wor kplace.Mi nesota [ US] : Univer sity of Minnesota

Yi gi t S, Aksay K. (2015). A Compar ison between Gener at ion X and Gener ation Y in Ter ms of Individual Innovativeness Behavior : The Case of Tur kish Health Pr ofessional s. I nt er nat ional Jour nal of Business Administ r at ion, Vol.6, No.2

Gambar

Tabel 1  Jumlah angkatan kerja di Indonesia yang bekerja berdasarkan Usia(Februari 2016)
Tabel 2  Karakteristik generasi X dan Y berdasarkan faktor-faktor QWL (Cascio,2003)
Gambar 1  Kerangka  The House Model Sumber : Buku  A Dream With Deadline: Turning Strategy Into Action(Horovitz J,2007)
Gambar 2. The House Model Peningkatan Quality of Worklife pada Generasi X dan Generasi Y

Referensi

Dokumen terkait

Rasa masakan Aqiqah lebih terjaga kualitasnya, karena kami memiliki menu spesial berupa tengkleng asli solo, sehingga anda tidak khawatir akan kelezatan khas masakan nusantara dari

Techniques have been developed to prepare NaA zeolite membranes with organic template molecules [9, 20], as this type of membranes are usually prepared without

Namun pada keadaan dimana web cache proxy tidak dapat melakukan web caching karena situs internet menggunakan URL HTTPS ( Hypertext Transport Protocol Secure ), terlebih

 Jumlah yang diakui sebagai provisi adalah hasil estimasi terbaik pengeluaran yang diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban kini pada akhir periode pelaporan. Risiko

[r]

Melalui kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan di sekolah, mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan dan meningkatkan wawasan, pengetahuan, keterampilan, serta sikap

- Sebaran curah hujan di wilayah studi bisa dihitung untuk wilayah yang bertetangga yang tidak memiliki data curah hujan menggunakan metode Thiessen polygon

In this research, culture-specific concepts type was mostly solved by translation by cultural substitution, the SL and TL makes different distinction in meaning