A.13.Teori umum tentang kepemimpinan
Minat atas studi kepemimpinan abad 20. Bila teori kepemimpinan terdahulu berfokus pada perbedaan kualitas pemimpin dan pengikut, teori-teori selanjutnya berusahamengamati varabel-variabel lain semisal factor-faktor situasional dan tingkat ketrampilan.
Adaberbagaiteorikepemimoinandewasaini telah berkembang, dan sebagian besar diantaranya bias dikategorikan pada satu daridelapan teori utamaberikut ini : 1. Teori manusia hebat (Great Man Theories).
Teoriini mengasumsikan kapasitaskepemimpinan inherenpada diri sang pemimpin. Pemimpin hebat dilahirkan, bukan diciptakan. Teori-teori dalam aliran ini menggambarkan pemimpin sebagai tokoh heroic,mistis dan dilahirkanmenjadi pemimpin karena dibutuhkan. Istilah great Man sendiri dengansengaja digunakan, karena pemimpin dominan bagi pria terutama berbicara tentang militer dan politik. 2. Teori bawaan (Traigh Theories).
Hampir sama dengan Teori Great Man, teori ini mengasumsikan bahwa dalam dirinya kualiatas-kualitas tertentu sejak lahir sehingga ia layak jadi pemimpin. Teori bawaan inikerap kali mengidentifikasi kepribadian atau karakteristik perilaku tertentu yang umumnya ada para pemimpin. Yang sering menjadi pertanyaan, bila sifat bawaan tertentu merupakan factor kunci bagi kepemimpinan, bagaimana kita menjelaskan bahwa ada banyak orang dengan sifat bawaan yang demikian tetapimereka tidak jadi pemimpin.
3. Teori Kemungkinan (Kontingensi Theories).
Teori Kontinjensi tentang kepemimpinan yangmemusatkan perhatianpada variable-variabel tertentu yang terkait eengan lingkungan yang diduga menentukan cocoknya gayakepemimpinan tertentu. Menurutteori ini tidak adagaya kepemimpinan yang cocokuntuk segala situasi. Keberhasilannya tergantung pada seluruh variable, termasuk gaya kepemimpinan, kualitas pengikut danberbagai aspek situasi.
4. Teori situasional (Situational Theories).
Teori situasional berpendapat bahwa pemimpin memilih tindakan terbaik berdasarkan variable-variabel situasional. Gaya kepemimpinan yang berbeda lebih cocok untuk berbagai pengangambilan keputusan.
5.Teori Perilaku (Behavioral Theories). Teori prilaku merupakan teori kepemimpinan yang didasarkan pada kepemimpinan bahwa pemimpin
yang baik adalah pemimpin yang diciptakan, dan bukan dilahirkan. Teorikepemimpinan ini memusatkan perhatian pada tindakan-tindakan yang diambil oleh sang pemimpin bukan pada kualitas mental atau factor internal lainn dalam dirinya. Menurut teori ini setiap orang dapat menjadi pemimpin melalui pembelajaran dan pengamatan.
6. Teori Partisipatif (Partisipasive Theories).
7.Teori Managemen (Management Theories). Teori manajemen akan dikenal juga sebagai teori transsaksional berfokus pada pengawasan (Supervisi), organisasi dan kinerja kelompok. Teori ini mendasarkan kepemimpinan pada system hadiah dan hukuman (Reward and Punishman).
8. Teori Relasi ( Relationship Theories).
Teori relasi atau dikenal juga teori transaksional dan transformasional,