BAB XIV - 4. Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya Turots dkk di Indonesia

241 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

BAB XIV

AL-MUNTADA AL-SOFWA

1

(PROMOTOR & FASILITATOR KOALISI, KOLABORASI & KONSPIRASI HIZBIYYAH)

Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. Kedustaan Abdurrahman At-Tamimi diterangkan, demikian pula kebatilan Undang-Undang Dasar Al-Muntada Al-Sofwa akan kita ungkapkan.

Subhanallah—isi mukadimah kitab Al-Awashim Mimma fi Kutubi Sayyid Quthb minal Qawashim karya Syaikh Rabi’ Hafidhahullah yang diterjemahkan oleh CV. Darul Falah di atas justru menjadi hujjah atas jaringan Hizbiyyah ini yang telah menjadikan dusta sebagai wasilah dakwahnya, membumihanguskan makar mereka yang berupaya “memberangus” Ahlus Sunnah dengan senjata Rifqan dan Mawaddah ala hizby-nya!! Inilah akibat jika Hizbiyyin mencoba mencemari kitab para Masyayikh Salafiyyin dengan tangan-tangan kotor dinar Hizbiyyahnya, dampaknya justru semakin menyempurnakan kehinaan dakwah Hizbiyyahnya. Alhamdulillah.

Terjemahan ini berbalik menjadi “alat penghancur” CV Darul Falah terhadap rekanan dakwahnya sendiri –Al-Muntada Al-Sofwa- dengan penghancuran yang luar biasa. Undang-Undang Dasar Al-Muntada Al-Sofwa adalah sasaran utamanya, yang dengannya para kaki-tangan Hizbiyyah tunduk dan patuh mengikuti rambu-rambu dakwahnya. Di bawah bab “Manhaj Yayasan dalam berhubungan dengan Lembaga-Lembaga dan Yayasan-Yayasan Islam”, Al-Muntada Al-Sofwa menjelaskan sikapnya terhadap yayasan/lembaga yang menyimpang:

Namun apabila mereka menolak dan enggan setelah dinasehati, maka yayasan (Al-Sofwa-peny) akan menghentikan hubungan kerjasama dengan mereka HINGGA MEREKA KEMBALI KEPADA AQIDAH SALAFUL UMMAH AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH. SEDANGKAN SIKAP MEMBUKA AIB DAN MENCELA MEREKA BUKANLAH MANHAJ YAYASAN KARENA TINDAKAN TERSEBUT BUKAN BERASAL DARI PETUNJUK NABI DAN BUKAN PULA TELADAN DARI PARA SALAFUL UMMAH” (alsofwah.or.id/index.php?pilih=hal&id=2)

Beberapa catatan penting terhadap UUD “rifqan dan mawaddah Hizbiyyah” di atas:

1.Reaksi cepat (yang mungkin dilakukan) Al-Muntada Al-Sofwa terhadap pemuatan artikel ini: -menghilangkan UUD “amar mungkar nahi ma’ruf” Al-Sofwa dari situs internetnya (untuk

mengelabui umat)

-segera mendatangi notarisnya (Anis Husin Abdat, SH) dan Pengadilan Negeri Jakarta Timur untuk mengesahkan perubahan/revisi UUD-nya

-tetap (tiada malu) mendakwahkan kemungkaran dan kesesatan UUDnya kepada umat. 2.Penyimpangan yang dimaksud adalah penyimpangan aqidah!! Perhatikan:”…hingga

mereka kembali kepada aqidah Salaful ummah…”

1 Abdullah Taslim berkata di situsnya, LBIA-Muslim.or.id:"Terakhir, tentang yayasan Al Sofwah, terus terang ana tidak begitu banyak tahu tentang yayasan ini, dan berita-berita yang sampai kepada ana tentang yayasan ini sangat simpang siur dan sampai saat ini ana belum sempat mencari kejelasan tentangnya, maka saran ana, sebaiknya antum tanyakan langsung hal ini kepada ustadz-ustadz yang terpercaya dan tahu persis keadaan yayasan ini, Wallahu a'lam.(Kota Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam, Kamis, 17 Muharram 1427 H)

Siapakah Ustadz-Ustadz terpercaya yang direkomendasikannya agar umat bertanya tentang jati diri Al-Sofwa? Ternyata orang-orang yang memang terlibat dengan Al-Sofwa itu sendiri:”… ustad-ustad Salafiyin yang kita kenal dakwah mereka di atas manhaj salaf, seperti ustad Abdul Hakim Abdat, Yazid Jawwas, Aunur Rafiq Gufran, Abdurrahman at Tamimi, Ahmas Faiz, ustad-ustad di pondok Jamilurrahman, pondok Imam Bukhari dan lain-lain”(ibid)

Maka pantas saja jika sampai kapanpun ummat tidak akan pernah mendapatkan informasi yang sebenarnya tentang kesesatan dan Hizbiyyahnya yayasan Sururi ini!! Kenapa? Karena ustadz-ustadz terpercaya tersebut terlibat langsung dalam berbagai kegiatan untuk memakmurkan Al-Sofwa Al-Muntada!! Maka janganlah anda terkecoh dengan talbis dan tadlis yang ditiupkan oleh Abu Salma dan orang-orang yang sejenis dengannya bahwa “kita menuduh mereka adalah orang-orang Sofwa hanya karena mereka memiliki teman yang berafiliasi dengan Al-Sofwa!!” Uraian dan bukti pada bab ini akan membongkar kebohongannya tersebut, bahwa “ustadz-ustadz terpercaya itu” benar-benar terlibat langsung dengan Al-Sofwa dan berbagai yayasan Hizbiyyah yang berkaitan dengannya! Sekali lagi, kita akan melihat apakah setelah membaca uraian pada bab ini Abdullah Taslim masih mampu untuk berucap:” terus terang ana tidak begitu banyak tahu tentang yayasan ini, dan berita-berita yang sampai kepada ana tentang yayasan ini sangat simpang siur dan sampai saat ini ana belum sempat mencari kejelasan tentangnya”.

(2)

3.Sikap Al-Sofwa terhadap penyimpangan aqidah (dan ini yang terpenting!):

“SIKAP MEMBUKA AIB DAN MENCELA MEREKA (yang menyimpang dari point ke2-peny) BUKANLAH MANHAJ YAYASAN(1-ke2-peny) karena tindakan tersebut BUKAN BERASAL DARI PETUNJUK NABI (2-peny) dan BUKAN PULA TELADAN DARI SALAFUL UMMAH(3-peny)”.

Jangan heran jika Yazid Jawaz menghasilkan “telur” (baca:UUD Al-Sofwa) dengan kaidahnya bahwa penuntut ilmu (di Indonesia) tidak boleh menerangkan kesesatan dan corong-corong kesesatannya kepada umat!! Kenapa demikian? Karena dia sendiri termasuk pembesar Al-Muntada Al-Sofwa!! Al-Hizby!!2

Demi Allah!! Setelah pembaca menyimak uraian Syaikh Rabi’ (dalam Mukadimah kitab Al-Awashim) di atas, bukankah ini adalah bukti ilmiyyah tak terbantahkan bahwa isi Undang-Undang Dasar Al-Sofwa tidak lebih kecuali kebohongan besar atas nama Islam!! Kedustaan besar atas nama Rasulullah ?! Dan Penipuan besar atas nama Salaful ummah!? Bahkan

2

Syaikh Yahya Al-Hajuri Hafidhahullah ketika ditanya tentang Yazid Jawwas, beliau berkata: Syubhat-syubhat ini (diantaranya, ucapan Yazid Jawwas: Bahwasanya tahdzir/memperingatkan umat dari seseorang itu adalah hak ulama saja-peny) yang datang dengannya para pengekor Sururiyyah, Sururiyyah atau ekor–ekornya, sekarang tinggal pengekornya, Sururiyyah telah terbongkar/diketahui, yang sekarang tersisa di jalan adalah ekor-ekornya. (Syubhat-syubhat) yang datang dengannya para pengekor Sururiyyah untuk tujuan pengkaburan (menebar keraguan) atau dengan tujuan mencabik–cabik Ahlussunnah disini dan disana, kami tidak akan peduli dengannya -dan segala puji milik Allah- kami mengetahuinya serta Ahlussunnah mereka sadar…(kurang jelas, pent)….kami tidak peduli dengan mereka, kita peradilkan mereka kepada Kitab Allah dan Sunnah Rasulullah , dan barangsiapa yang menjauh darinya atau melarang darinya maka Allah akan timpakan kepadanya kehinaan. Ahlussunnah akan memberikan kerendahan kepada mereka, Ya… orang yang mengatakan itu "Bahwa tahdzir tidak boleh kecuali oleh para Ulama’", dia punya maksud dengan ucapannya. Ya… hak Ulama’, kehormatan dari Allah untuk para Ulama’ semoga Allah meninggikan mereka, dan semoga Allah angkat mereka, dan muliakan mereka, mereka (ulama) adalah Ahlul Hal wal Aqd, dan fatwa itu hak mereka pada merekalah berputar urusan Muslimin, para Ulama terangkan hal itu dari kitab Allah dan sunnah Rasulullah. Tapi seperti kalian kenali mereka (para pembawa syubhat), mereka mengatakan: "Sesungguhnya tahdzir…", engkau hai tholib ilm ! Maksudnya, jangan kalian katakan Syaikh berkata, Syaikh Muqbil berkata seperti ini, Syaikh Rabi’ berkata seperti ini, Syaikh bin Baz berkata begini, Syaikh

fulan berkata begitu. Jangan!

Kamu (wahai Ahlussunnah) punya dalil dari kitab Allah dan Sunnah Rasululah Shalallahu ‘alaihi wassalam, kamu bisa tahdzir ahli maksiat! dari kalangan orang-orang jahat, pezina dan pemabuk, menunjukkan atas yang demikian hadits Nabi : ["Barang siapa diantara kamu yang melihat kemungkaran maka hendaknya ia merubahnya dengan tangannya jika engkau tidak mampu maka dengan lisannya, jika engkau tidak mampu maka dengan hatinya dan itu

adalah selemah-lemah iman"]

(Tapi kata mereka) "Engkau jangan melakukan tahdzir, tinggalkan tahdzir, semua itu hak selainmu ". Ya… (justru) lakukan tahdzir dengan semampumu, dan aku masih tetap mengulang-ulang ini, para ulama kita telah datang dengan suatu (keterangan) yang tidak perlu ditambah lagi dari masalah tahdzir, ya mereka telah datang dengan sesuatu yang tidak perlu ditambah lagi baik dari pelajaran dan Tarbiyah. Mereka (para ulama) maksudkan dengannya (untuk) menyebar ilmu ini kepada yang lainnya, semoga Allah merahmati mereka [dan tolong menolonglah kalian atas kebaikan dan ketakwaan] (Al Maidah:2)

اوُلَعْفاَو َرْيَخْلا

ْمُكّلَعَل َنوُحِلْفُت

[Dan berbuat baiklah agar kalian menang] (Al Haj:77)

[Tidaklah salah seorang diantara kalian beriman sehinga mencintai saudaranya seperti halnya ia mencintai dirinya ] (Al Hadits)

[Permisalan seorang mukmin dengan mukmin yang lainya seperti sebuah bangunan ] (Al Hadits)

[Permisalan kaum mukminin adalah seperti sebuah jasmani jika salah satu dari anggotanya mengeluh dari sakit maka semua anggota tubuhnya merasakan demam dan bergadang ] (Al Hadits).

Semua itu menunjukkan tentang (dianjurkannya) saling membantu, dari yang jauh dan dekat, yang kecil dan yang besar pada perkara yang datang dalam kitab Allah dan sunnah RasulNya.

Maka jika seorang Imam/Ulama mentahdzir dari sebuah masalah, kemudian dia mengatakan (kepada yang lain) “diam ya fulan, kami punya pandangan dalam masalah ini”.

(3)

secara jelas menyatakan “Sikap membuka aib dan mencela mereka bukanlah manhaj yayasan”, padahal telah datang penjelasannya dari Syaikh Rabi’ bahwa para ulama Salaf –di sepanjang masa- tidaklah pernah diam dari kesesatan dan para penyerunya, baik kelompok maupun individu!! Apalagi dari kesesatan aqidah!! Adakah toleransinya? Adakah rifqannya? Adakah mawaddahnya? Tunjukkan burhan kalian, jikalau kalian memang berada di dalam kebenaran?

Maka jelas-jelas Undang-Undang Dasar Al-Muntada Al-Sofwa adalah landasan hukum tentara Hizbiyyahnya untuk mengobarkan peperangan terhadap ajaran Rasulullah !! Penghancuran syariat nahi mungkar!! Mengibarkan dakwah Hizbiyyah dhalalah mungkarah yang menghina dan melecehkan jalan yang telah ditempuh Salaful ummah!! Sungguh ini adalah kebohongan dan kedustaan yang telah menembus angkasa!! Ribuan artikel dan tulisan para ulama Ahlus Sunnah (yang menjelaskan tentang kesesatan dan penyelewengan yang dilakukan individu maupun kelompok) yang tersebar di seluruh dunia menjadi saksi atas kedustaan ini!! Adakah Rasulullah pernah berdiam diri dari kemungkaran dan tidak menjelaskan bahayanya kepada umat (agar umat terhindar darinya)?!

Adakah kejahatan yang lebih besar dari kejahatan dusta yang diatasnamakan Rasulullah ?! Padahal Allah perintahkan kepada setiap hamba untuk mentaati perintah Rasul-Nya!! Sungguh dengan terbongkarnya berbagai kenyataan ini (yang selama ini ditutup-tutupi Hizbiyyun ahlul batil) tidaklah satu demi satu mulai terkuak kejahatan dan kekejiannya –biidznillah- kecuali semakin menambah kecintaan Salafiyyin kepada Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali Hafidhahullah yang SEJAK AWAL BERDIRINYA AL-MUNTADA AL-SOFWA TELAH MEMPERINGATKAN KEPADA UMAT–dengan tegas- BAHWA YAYASAN INI AKAN MENJADI MUSUH TERBESAR DAKWAH SALAF DI INDONESIA!! Dan yang lebih aneh lagi bahwa karya tulis beliau ditenteng ke sana kemari oleh kaki-tangan (yayasan yang telah beliau peringatkan kesesatannya!!) dan digunakan untuk menghantam Salafiyyin!!

Kita katakan: Kalau kalian tidak mau diumpamakan sebagai seekor keledai yang memanggul kitab, maka sesungguhnya kalian wahai Hizbiyyin-Sururiyyin adalah musuh bagi Syaikh Rabi’!! Ada hak apa kalian menghantam Salafiyyin dengan kitab Beliau?! Apakah kalian lupa -wahai Hizbiyyun ahlul batil- bahwa kalian tidak memegang Surat Kuasa dari Syaikh Rabi’?! Sungguh masih segar dalam ingatan kami bagaimana kalian dengan sinis menjuluki Syaikh Rabi’ sebagai “Shighar Ulama”!! Apakah setelah terdesak dan semakin tersibak kedok Hizbiyyahnya akhirnya kalian menjadikan beliau sebagai “Kibar Ulama”?!

Kejadian yang “luar biasa aneh” telah terjadi di Malang. Dua ustadz Salafy dikirimi kutaib transkrip ceramah Syaikh Rabi’ Hafidhahullah (Al-Hatstsu ‘alal Mawaddah) oleh anak didik Hizbiyyin Agus Hasan Bashari dan Abdullah Hadrami. Ustadz Usamah adalah salah satu penerima ‘bingkisan itu’, mereka duga isi buku tersebut adalah pukulan telak bagi Salafiyyin dan sebagai legalitas atas manhaj akrobatik dan konspirasi Hizbiyyah-Ikhwaniyyah yang mereka lakukan, padahal (dan ini yang tidak mereka ketahui!) sampai saat ini – alhamdulillah- beliau terus menjalin komunikasi dengan Syaikh Rabi’ Hafidhahullah, meminta bimbingan dan nasehat Beliau Hafidhahullah mengenai perkembangan dakwah Salaf di Indonesia. Tidakkah mereka ini mau melihat kenyataan bahwa Syaikh Rabi Hafidhahullah sampai mengirimkan utusan khusus (Syaikh Muhammad At-Turki Hafidhahullah bersama Syaikh Abdullah Al-Mar’i dan Syaikh Salim Bamahriz) ke Indonesia dalam Daurah Asatidzah di Jogjakarta selama 2 minggu ? Terakhir, bahkan Syaikh Muhammad At-Turki datang lagi Kenyataannya bahwasanya mereka (pengekor Sururiyyah) adalah ahlu tablid -dengan huruf dal yang diqolqolahkan-(artinya orang–orang dungu) ahluttakhdir (orang-orang yang membuat pusing) Ahlussunnah dengan maksud merekalah yang akan merayap, -seperti halnya api yang dalam sekam-, merayap dengan kemungkaran, merayap dan menyebar luaskan -layaknya api pada kayu-kayu yang kering- di kalangan manusia dengan bid'ah, khurofat, syubhat dan kemungkaran mereka. Sedangkan Ahlussunah?? mereka (pengekor Sururiyah) mengatakan kepada Ahlussunnah: “Jangan kalian bicara”. Ya mereka ingin agar mereka dapat mengatakan yang bathil dan kalian (Ahlussunnah) jangan mengatakan yang hak.

Tidak! (justru) barangsiapa yang mempunyai kebenaran hendaknya memusyawarahkannya kepada para ulama dari kalangan Ahlussunnah, dan hendaknya minta pertolongan kepada Allah dalam menyebarkan kebenaran ini dan memperingatkan dari para ahlul ahwa' (bid'ah). Telah kita sebutkan beberapa hari yang lalu beberapa atsar Dari salaf dalam masalah ini, bahwa sebagian mereka minta fatwa kepada gurunya untuk bicara tentang keadaan fulan, dia jawab: Ya, peringatkan manusia darinya.

(4)

untuk kedua kalinya secara khusus ke kota Malang !! Semua ini adalah bukti bagaimana kelompok Hizbiyyin mengalami “kebingungan yang hebat” sampai-sampai mengeluarkan ajian “asal ambil”, tidak mampu lagi mengenal apakah ‘senjata’ tersebut milik Hizbiyyin sendiri ataukah ‘senjata’ itu milik Salafiyyin yang diambilnya tanpa haq!! Allahu yahdikum wahai Hizbiy-Sururiy-Turotsiy-Surkatiy.

Dan sekarang, kami haturkan kepada pembaca sebuah (bukti) kenyataan berupa “hidangan akrobatik Manhaj Hizbiyyah” yang disodorkan Hizbiyyin sendiri kepada umat! Benar-benar mereka terlibat langsung dengan Al-Sofwa Al-Muntada!! Dan sama sekali bukan konklusi yang dipaksakan!! Kenapa harus dipaksakan? Toh mereka secara sukarela melakukannya!! Kantong berisi kita kan jumpa lagi. Apalagi mereka menulis: “Artikel yang dimuat di situs ini boleh dicopy dan diperbanyak dengan syarat tidak untuk komersil”?!3 Inilah beberapa menu hidangan hizbiyyahnya:

14.1 YAZID BIN ABDUL QADIR JAWAS

Berikut nukilan terjemahan Surat Yazid Jawas4 kepada Syaikh Rabi’ Hafidhahullah ketika puncak masa-masa fitnah Ikhwaniyyah-Sururiyyah-Turotsiyyah :

“…Seperti yang antum ketahui dan antum dengan bahwasanya di negeri kami Indonesia telah terjadi fitnah antara da’i-da’i Salafiyyin dan penyebabnya sangat banyak sekali. Sebab terpenting adalah kedatangan Syarif bin Muhammad Fu’ad Hazza’ ke Indonesia dan dia mengajak Ustadz ja’far untuk mubahalah, kemudian dia menulis kitab “kasyfuz Zuur wal Buhtan fi Jawab Hizb Degolan” kandungan kitab tersebut adalah cercaan dan cacian terhadap saudara kita Ja’far Umar Thalib dan Muhammad Umar As-Sewed.

Lalu tersebarlah fitnah ini di kalangan Du’at Salafiyyin dan terjadilah tuduhan-tuduhan besar diantara mereka dengan perantaraan murid-murid Syarif Hazza’ serta dengan bantuan Yusuf Utsman Ba’isa, dia (Yusuf ba’isa) membela pewmikiran-pemikirannya (Syarif-pent). Dan Yusuf ini masih terpengaruh dengan fikroh Ikhwaniyyahnya dan fikroh Syarif Hazza’! Cukuplah bagi antum (ddalam hal ini-pent) bukti-bukti dan persaksian-persaksian dari surat/tulisan Al-Akh Ja’far.

Akhirnya kami mengharapkan nasehat dan kedatangan antum ke Indonesia. Jazakumullah khairan.

(tanda tangan)

Yazid Abdul Qadir Jawas

Dia masuk dalam barisan pembela fanatik Al-Irsyad dan Ahmad Surkati bersama Abdurrahman At-Tamimi. Namanya direkomendasikan sebagai da’i "terpercaya" oleh Ma’had

Al-Irsyad pimpinan Abdurrahman At-Tamimi Al-Kadzab

(Salafindo.com.com_viewsoal_.php_ID_23.htm). Adapun sepak terjangnya bersama Al-Sofwa Al-Muntada :

a. Menantu Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin didudukkan (baca:dipermainkan) di sarang Ihya’ut Turots Al-Kuwaity dan Al-Haramain Al-Hizby (alsofwah.or.id/index.php?pilih=kegiatan&id=41&id_layanan=26).

Tanggal 28 Juni-03 Juli 2000M YAZID JAWAZ hadir mendukung acara Al-Sofwa dalam Program Diklat Da’i dan Muballigh (PD2M) dengan tema “Kaidah Ingkar Munkar & Kaidah Fiqhiyyah” yang diisi oleh Syaikh Khalid ibn Abdullah Al-Muslih (menantu Sy.Utsaimin). Bahkan nama Yazid tertera di nomor urut 1!! Dengan siapa dia berkoalisi? Abu Nida’(Mudir Yys. Majelis At-Turots), Khalid Syamhudi (Ma’had Bukhari-kaki-tangan Ihya’ut Turots pula), Abu Ihsan (penerjemah Biografi Syaikh Al-Albani yang menyanjung habis petinggi-petinggi Ikhwanul Muslimin, termasuk Abdurrahman Abdul Khaliq), Nizar Jabal (mudir Ma’had Al-Irsyad Tengaran), Agus Hasan Bashari (kaki-tangan Al-Sofwa) serta beberapa nama lainnya. Acara ini dibuka langsung oleh pemiliknya, Muhammad Khalaf As-Sururi yang dipuji sedemikian rupa : ”Beliau adalah orang yang demikian perhatian dan terus membantu tersebarnya dakwah Ahlus Sunnah wal jamaah di Indonesia”, didampingi oleh Musthafa Aini (Ketua Dept. Dakwah Al-Sofwah) Dia adalah seorang Quthbiy!

3 Kenapa kita harus takut akan dituntut untuk membayar royalti?

(5)

Tulisannya merujuk pada karya Muhammad Quthb (Laa ilaha illallah:Aqidah wa Syari’ah wa Manhaju Hayat), adik sekaligus pembela Sayyid Quthb.

Kedok Musthafa Aini terbongkar di situs aldakwah.org/modules.php? name=news&file=article&sid=30. Mengapa Musthafa bisa nongol di situs tersebut? Karena situs ini milik L-DATA-nya Muhammad Yusuf Harun, sang Penerjemah Top Al-Sofwa, seorang Ikhwani.

Kedua, acara ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Yatim Ibnu Taimiyyah, Cijeruk Bogor. Siapa yang menjadi “sandaran” ponpes ini? Muassasah Hizbiyyah!! Dan L-DATA sendiri memberikan kontribusi informasi siapa yang menjadi “backing”nya.

Dalam aldakwah.org/artikel.php?art=ziarah&edisi=006&urutan=01 dijelaskan: PONDOK PESANTREN IBNU TAIMIYYAH “…berdiri areal bangunan yang boleh dibilang amat megah. Pondok Pesantren Ibnu Taimiyyah…nama yang cukup dikenal masyarakat… secara operasional di bawah Lajnah Al-Khairiyyah Jakarta…..dibangun atas bantuan para muhsinin Kuwait melalui Jam’iyyah Ihya Turots Islamy Lajnah Janub Syarq Asia. Santri Ibnu Taimiyyah berjumlah 355 santri. Seluruh santri….mendapat tunjangan dari para muhsinin dari Kuwait melalui Jam’iyyah Ihya’ Turots Islamy Lajnah Janub Syarq Asia dan para muhsinin Saudi Arabia melalui Al-Haramain Al-Khairiyyah”

Siapapula tenaga pengajarnya ? ‘’Tenaga pengajar di Pondok Pesantren Ibnu Taimiyyah adalah para alumnus Madinah, Fakultas Syariah LIPIA Jakarta, Pondok Pesantren Tahfiz Al-Aziziyyah Lombok, Pondok Pesantren AL-Irsyad Salatiga (Tengaran-peny), dan Pondok Pesantren Al-Furqan Riau ‘’.

Perhatikanlah bahwa Al-Irsyad Tengaran menyebarkan lulusannya di berbagai tempat dan daerah yang didanai oleh jaringan Hizbiyyah internasional semacam Ihya’ut Turots dan Al-Haramain, lebih lengkapnya dapat anda lihat dalam daftar distribusi Alumni yang dikeluarkannya.

Bukti di atas, berasal dari situs mereka sendiri, untuk kesekian kalinya menegaskan dan membenarkan peringatan Syaikh Rabi’ tentang bahayanya Al-Sofwa dan betapa yayasan ini benar-benar yayasan campur-baur seperti gado-gado! Berbagai elemen Hizbiyyah dapat ditemukan di yayasan ini! Ikhwani ada, Al-Haramain, At-Turots, Sururi, N11, Hizbiyyin-Surkatiyyin, Qutbbiyyin, itulah kenyataan yang sebenarnya terjadi.

Pembaca yang budiman, tidakkah semua tontonan Hizbiyyah yang disodorkan kepada umat, transaksi dinar Hizbiyyah yang dengannya roda dakwah mereka dapat berjalan, kerjasama dan koordinasi antar elemen Hizbiyyah ini adalah bukti tipu daya mereka kepada umat dan ulamanya atas nama dakwah Salaf?! Bagaimana seorang menantu Syaikh Utsaimin Rahimahullah, mereka dudukkan (di bawah koordinasi Al-Sofwa) di “singgasana megah”nya (Ponpes Ibnu Taimiyyah) Muassasah Hizbiyyah Ihya’ut Turots dan Al-Haramain Al-Khairiyah!! Inilah kelicikan mereka dalam upaya melegalisasi keHizbiyyahan dan kekayaan Hizbiyyahnya. Apa kata umat : ‘’Oo berarti….buktinya menantu Syaikh Utsaimin saja mau mendatangi dan bahkan duduk mengajar di ponpes milik Ihya’ dan Al-Haramain! Kalau mereka adalah yayasan hizbi tentu Syaikh tidak akan mau mendatanginya!?’’ Inilah tujuan batil mereka!! Kaum Muslimin harus waspada dengan taktik dan strategi jahat semacam ini, mempermainkan ulama dan mengecoh umat dengan memanfaatkan kesederhanaan alur berpikirnya.

b. Hubungan mesra Yazid Jawaz dengan Al-Sofwa, Ihya’ut Turots dan Al-Haramain/Al-Manahil Al-Hizbiyyah

(alsofwah.or.id/index.php?pilih=lihatkegiatan&id=56&id_layanan=13). Al-Sofwa mengadakan diklat Islam untuk pelajar SMU & SLTP se Kodya Bogor, berlangsung 5 hari, pada tanggal paruh sepuluh hari terakhir Ramadhan 1421H. Dipusatkan (lagi-lagi) di Ma’had Yatim Ibnu Taimiyyah Bogor. Didanai secara tunggal oleh Al-Sofwa dan diisi oleh Yazid Jawaz. Masih adakah yang mengingkari bahwa Yazid ini adalah salah satu kaki-tangan Al-Sofwa?! Pembaca dapat melihat sendiri betapa mesranya hubungan Yazid Jawaz dengan Al-Sofwa dan Ma’had Ibnu Taimiyyah-nya Ihya’ut Turots dan Al-Haramain Al-Khairiyah!!

Pengaruh besarnya di 5 organisasi (Irsyad, DDII, Ihya’ut Turots, Haramain dan Al-Sofwa) menjadikannya sebagai salah satu tokoh sentral dalam acara Daurah Masyayikh Yordan (Lihat VCD Masyayikh Yordan, 5 Desember 2004 ketika berceramah di Istiqlal yang disebarluaskan dan diperjual-belikan oleh Maktabah Abdulloh bekerjasama dengan radio FM Sunnah Jakarta).

(6)

Al-Sofwa Al-Muntada) , mereka berdua berperan sebagai penerjemah. Lihat juga iklannya yang full color full page dengan tarif Rp. 1.350.000 yang terpampang di majalah yang menjadi corong Ihya’ut Turots, majalah As-Sunnah At-Turotsy Al-Kuwaity no.11/VIII/2005. Apakah bukti tersebut merupakan konklusi yang kita paksakan? Ataukah justru merupakan “koalisi senang hati, kantong berisi kita ‘kan jumpa lagi”?! Yah, mereka berkumpul dengan sendirinya, mempublikasikan dengan sendirinya, mereka bercengkerama, lantas kita diijinkan Allah Ta’ala turut mencatatnya. Segala puji hanya untuk Allah yang telah menyingkap tabir berbagai kesamaran.

c. Aliansi Berbagai Elemen Hizbiyyah di Indonesia, MOUH (Memorandum of Understanding Hizbiyyah).

(alsofwah.or.id/index.php?pilih=lihatkegiatan&id=45&id_layanan=24) Al-Sofwa mengadakan Diklat Islam Khusus selama 30 hari!! Tanggal 01-30 Agustus 2000M. Lebih tepat jika acara ini disebut sebagai Pemantapan Koalisi Hizbiyyah-Sururiyyah menghadapi dakwah Salafiyyah di Indonesia. Para pengurus inti 11 Institusi terbesar yang mewakili dakwah “Salafy” di Indonesia dikumpulkan dan ditraining selama satu bulan penuh yang menelan dana tidak kurang dari 40 juta rupiah. Diisi 7 orang pemukanya, antara lain:Yazid Jawaz, Quthbiyyin Musthafa Aini (Ka. Dept. Dakwah Al-Sofwa), Tjahyo Suprajoga, Muzayyin Abdul Wahhab (DDII). Pesertanya adalah pengurus inti dari : Al-Furqan Gresik (pimp. Aunur Rafiq), Ponpes Imam Bukhari Solo (Pimp. Ahmas Faiz, mjl.Assunnah),Thaifah Manshurah Kediri (Masrukhin), Nurussunnah Semarang (Faqih Edi Susilo, kandidat doctor), As-Sunnah Cirebon (Ali Hijrah), Minhajus Sunnah Bogor (Yazid Jawaz), Ihya’us Sunnah Bandung (Abu Haidar), Qalbun Salim Malang (Tjahjo Suprajoga), Ittiba’us Sunnah Medan, Al-Muwahidin Makasar (Masrur), Majelis At-Turots Jogja (Abu Nida’)

d.Jalinan kasih-sayang da’i-da’i Sururi dengan petinggi-petinggi Ikhwani. (alsofwah.or.id/index.php?pilih-lihat kegiatan&id_layanan=25). Yazid Jawaz, Aunur Rafiq Ghufron, Muhammad Yusuf Harun, Abdul Hakim Abdat, Agus Hasan Bashari dan Ahmad Rafi’ BERKOLONI-RIA dengan Dr. Mushlih Abdul Karim. Ikhwani tulen! Top! Lihat penjelasannya ketika membahas Aunur Rafiq Ghufron. Kalau para fana tikus kaki-tangan Hizbiyyin tersebut (karena tidak mampu membantah secara ilmiyyah bukti-bukti yang kita ajukan) mengajukan pertanyaan secara provokatif :”Apakah kalian akan mengatakan bahwa Ust. Yazid, Abdul Hakim Abdat, Agus Bashari, Aunur Rafiq bukanlah da’i-da’i Salafy? Apa kalian saja yang Salafy?”

Maka balik kita tanyakan kepada mereka: “Pantaskah da’i-da’i kondang yang mengaku menyeru kepada manhaj Salaf ternyata tanpa rasa malu dan “berterang muka” (meminjam gaya bahasa Abdul Hakim Abdat, ma’af) berkelakuan Hizby di siang bolong seperti di atas? Bermesraan dengan Hizbiyyin-Ikhwaniyyin!! Mengaku sebagai da’i Salafy tetapi menjadi anak buah Muntada Sofwa! Serdadu anak buah Ihya’ut Turots! Para pengikut setia Al-Haramain Al-Hizbiyyah?! Ini adalah bukti tak terbantahkan bahwa orang-orang yang mengaku menggembar-gemborkan manhaj Salaf itu ternyata bersandar dengan dinarnya Hizbiyyah, menjalin kerjasama dakwah dengan anak buah mereka serta berkoloni-ria dengan petinggi-petinggi Ikhwani! Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.

Ingat bukan dengan bukti yang kita ajukan bagaimana dia bersama-sama kelompok Sururinya menggarap proyek "Tafsir Heboh Sururi-Ikhwani"? Mereka memcoba menipu umat dengan menyatakan:"Ustadz Yazid, Mubarak dan Abu Ihsan tidak tahu kalau Presiden Ikhwanul Muslimin Indonesia juga dilibatkan dalam proyek ini!!

(7)

Kalau mereka berkelit lagi: “Benar ustadz kami adalah anak buah Muassasah yang telah ditahdzir Hizbiyyahnya oleh para ulama Ahlus Sunnah, tetapi beliau-beliau itu tidak mau dan menolak keras dikatakan sebagai Sururi-Ikhwani!!

Maka katakanlah: Benar bahwa pengakuan adalah salah satu metode pembuktian kebenaran, tetapi bukan satu-satunya! Di sana masih ada cara pembuktian yang lain, kesaksian dan barang bukti sebagai hasil kejahatan Hizbiyyah. Kalau kesaksian dapat kita ajukan (seperti kesaksian langsung Ustadz Muhammad As-Sewed sebagai salah satu pendiri Al-Muntada –sebelum berganti nama menjadi Al-Sofwa, dimana Muntada Indonesia merupakan kepanjangan tangan dari Muntada London yang langsung di bawah kendali Muhammad Surur Zainal Abidin!) dan kesaksian Beliau mengenai “Tragedi Tengaran” ketika Daurah Abdurrahman Abdul Khaliq yang secara heroik menjadi benteng bagi kesesatan Yusuf Qaradhawi dan barang bukti kejahatan Hizbiyyah-Sururiyyah-Ikhwaniyyah-Surkatiyyah dapat kita tunjukkan kepada umat! Bersumber dari lingkungan Hizbiyyah sendiri!! Tempat Kejadian Perkaranya!! Tanggal dan bulan terjadinya perkara! Tahun terjadinya kemesraan Ikhwaniyyah itu! Siapa saja pelakunya! Belum lagi bukti berupa buku-buku yang terbit dari hasil kerjasama Hizbiyyah-Ikhwaniyyah!

Maka tidak ada artinya lagi, apakah mereka mengaku sebagai Sururi atau tidak! Dan lihatlah kenyataan ini, betapa mayoritas pelaku kejahatan tidak akan pernah mengakui kejahatannya, “Maling teriak Maling”. Berkelit, berkilah, mengingkari, menolak keras dan bahasa-bahasa gaul yang dikenal akrab dalam kamus penjahat adalah kelaziman di sisi mereka.

Bukti lainnya adalah rujuknya beberapa da’i yang dulu menjadi pemimpin Hizbiyyin dalam melawan barisan dakwah Salafiyyah. Adalah nikmat dari Allah

bahwa m

ereka telah rujuk dan berbalik menerangkan, menyingkap dan mengungkap kebohongan-kebohongan yang selama ini dilancarkan oleh da’i-da’i Sururi demi keselamatan dakwah Hizbiyyahnya. Lihatlah bagaimana Ustadz Abu Mas’ud dengan mantap mengatakan : ”Adapun Yazid, Hizby tulen!!” (Kaset Bantahan terhadap Prinsip-Prinsip Batil Abdul Hakim Abdat)

Pengakuan semata tanpa ada dalil, (bahkan-peny) bertolak belakang dengan kenyataan, tidaklah berarti apa-apa dan tidak bermanfaat sedikitpun. Sekiranya pengakuan saja dapat bermanfaat, tentulah pengakuan orang-orang Yahudi dan Nasrani akan bermanfaat dan benar tatkala mereka mengklaim bahwa Al-Jannah (surga) itu khusus untuk mereka. Seperti firman-Nya :

“Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata:’Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi atau Nasrani’. Demikian itu (hanya) angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah:’Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar” (Al-Baqarah:111)

Tidak bisa dipungkiri bahwa Yazid, Aunur Rafiq, Khalid Syamhudi, Abu Nida’, Ahmas Faiz adalah “magnet” yang dipasang Al-Sofwa untuk menyukseskan berbagai kegiatan dakwahnya. Nyata bahwa profesi sebagai “agen ganda” Muassasah Hizbiyyah lainnya sama sekali bukan halangan bagi yayasan ini untuk memakai mereka dalam mendukung dakwahnya. Sinerginya berbagai kekuatan Hizbiyyah merupakan agenda pokok bagi mereka. Dan hadirnya elemen-elemen Hizbiyyah ini dalam daurah Masyayikh Yordan menjadi bukti betapa diantara mereka ternyata saling membutuhkan, tergantung satu sama lain, membelit dan berkelindan, saling memperkuat dan saling silang diantara para da’inya. Lebih jelasnya lihat Keterlibatan Kaki-tangan Ihya’ut Turots dalam Acara Daurah Masyayikh Yordan. Bendera Muassasah boleh berbeda tetapi tetap seiring dalam melangkah, tuk menggapai tujuan dinar Hizbiyyah yang sama.

Dari link Yazid inilah terjalin hubungan antara Sururi dengan DDII (Dewan Dakwah Islamiyyah Indonesia) yang kelahirannya dibidani oleh Bapak Muhammad Natsir Almarhum. Secara rutin dia mengisi kajian di masjid Dewan Dakwah Jakarta setiap hari Selasa jam 13.30-Ashar. Da’i Sururi lainnya yang nimbrung di DDII adalah Abu Qatadah dai resmi Al Sofwa 5, mengisi tiap pekan terakhir Ahad jam 10.00-Dhuhur, kadang-kadang Abdul Hakim

5

"Orang-orang Sururi itu perlu pedangnya Abu Qotadah!" tandasnya. (Sururi, pengikut pemahaman Muhammad Surur, red)

(8)

Abdat yang mengisi khutbah Jum'atnya. Abu Umar Basyir (pimpinan majalah Sururi Ar-Risalah) pun pernah turut menyemarakkan dalam kegiatan bedah buku berjudul:"Kupas Tuntas Dunia Lain". Masjid Al-Furqan ini pada tahun 1988 mendatangkan Mufti Ikhwani kaliber internasional, Yusuf Al-Qaradhawi (ingatlah bahwa orang inilah yang dibela “mati-matian” oleh Abdurrahman Abdul Khaliq di Pesantren Al-Irsyad Tengaran walaupun dengan itu dia harus menghina dan melecehkan Salafiyyin!).

Isi Buku "Menunaikan Panggilan Risalah, Dokumentasi Perjalanan 30 Tahun DDII" yang disusun oleh Lukman Hakim dan Tamsil Linrung mengungkap kerjasama antara DDII dengan beberapa Jum'iyyah Hizbiyyah sebagaimana kerjasama yang dilakukan oleh Sururiyyin Indonesia lainnya.. "Untuk memperlancar aktifitas Komite tetap, Dewan Dakwah menggalang kerjasama dengan bait Al-Zakat Kuwait, HAI-AH IGHATSAH JEDDAH, Hai-ah Khairiyah Islamiyah Kuwait, Lajnah Alam Islami, Lajnah Muslim Asia Kuwait,dan LAJNAH KHAIRIYAH MUSYTAROKAH IHYA TUROTS ISLAMI KUWAIT (hal.38).

Pada titik ini mereka ternyata memiliki "induk semang dinar hizbiyyah" yang sama.

Kaum Muslimin –Rahimakumullah- saat ini kita sedang mengenal tamu baru, yang kini tengah menjadi kebanggaan kaum hizbiyyun (sempalan) Sururiyyun, kehadirannya dijadikan alat oleh para Sururiyyun untuk memperkeruh suasana menghembuskan angin baru sebagai sebuah "kado syubhat" tuk melegitimasi bahwa mereka adalah Salafiyyun Ahlissunnah wal Jama'ah – miskin… mereka - tentu saja dengan sejuta kepolosan sang tamu tersebut. Yah itulah Abu Qotadah, rojul yang pernah duduk di majlis Fadhilatusy Syaikh Abu Abdirrahman Muqbil bin Haadi al Wadi'i Rahimahulloh, namun kini rojul itu telah bertengger di deretan sejumlah adznab-adznab Hizbiyyah Sururiyyah –inna lillahi wa inna ilaihi raji'un-. Dia pernah mengatakan, "Saya hanya menjalankan fatwa Syaikh Muqbil (Al Ihtimam bil 'Ilmi)."

Makna yang dimaukan dia, adalah dia tidak mau mengurusi masalah Salafiyyah –Sururiyyah- yang padahal dengan fitnahnya Sururiyyun telah memecah-belah Salafiyyun- perkaranya sangat mengherankan lagi, saat di kesempatan lain dia mengatakan, "Saya siap disuruh mengajar di pihak mana saja" (yakni dimaksud di pihak adznab Sururi ataupun di pihak Salafiyyin). Sungguh sikapnya ini menunjukkan bahwa dia tak ubahnya bagaikan seekor domba buta!

Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wassalam bersabda, "Perumpamaan seorang munafiq di tengah-tengah umatku ibarat seekor domba buta diantara dua kambing, sesekali berjalan ke yang satunya, pada kali lainnya berjalan ke yang lainnya, tidak tahu mana yang patut diikuti." (Hadits riwayat Muslim dari Ibnu 'Umar).

Ditanyakan kepada al Imam al Auza'i tentang seseorang yang berkata, "Aku akan duduk bersama Ahlus Sunnah dan duduk pula bersama ahli bid'ah", maka al Imam al Auza'i menjawab, "Orang ini ingin menyamakan antara yang haq dengan yang batil!"

Jangan coba-coba kau mengambil fatwa syaikh dalam rangka mencocoki hawa nafsumu, sedangkan kamu tinggalkan fatwa-fatwanya yang lain, ini adalah metodologi ahli zaigh wadh dholal! Dulu dia punya sikap yang cukup tegas terhadap adznab Sururiyyun amtsal: Abu Nida`, Aunur Rofiq, Yazid Jawas *), dan yang lainnya dengan pernyataannya yang masyhur, "Orang-orang Sururi itu perlu pedangnya Abu Qotadah." Ternyata pedangnya itu tak lebih dari pedang yang haus akan fulus (harta, red) ! Pedangnya tak bisa berbuat banyak di hadapan Abu Nida` saat dengan sengaja dia menemuinya, malah giginya Abu Qotadah yang digosok dan dirinya yang diuntal miring (dikuasai) oleh Abu Nida` yang memang kepandaiannya hanya bersilat lidah. Pedangnya itu semakin tak berguna ketika sengaja dia bertemu dengan Kholid Syamhudi **) seorang yang pernah kepanasan telinganya waktu duduk di hadapan Syaikh Muhammad bin Hadi al Madkhali Hafizhahullah ketika beliau menjelaskan bahaya Hizbiyyah diapun keluar dari majlis tanpa pamit, seperti diberitakan Ikhwanuna Salafiyyin di Madinah. Tidak ketinggalan pula Abu Haidar didatanginya, Abu Haidar sang centeng bangunan dari Bandung… yang berlagak kesyaikh-syaikhan itu, ia pernah diberitahu tentang seorang rojul yuqoolu lahu Muhammad Kholaf, dengan penuh gaya dia mengatakan, "Muhammad Kholaf sudah tobat di hadapan saya." Padahal Muhammad Kholaf ini salah seorang yang dihujani tahdziran para ulama hingga kini (bagi yang ingin mengetahui lebih lanjut rojul ini silahkan melihat tulisan akhuna Ustadz Muhammad Umar as-Sewed hafizhahullah).

Mereka para adznab Sururiyyun itu kemudian diundangnya di majlisnya Ma'had Ihya`us Sunnah –yang lebih cocok disebut dengan Imaatatis Sunnah-, hubungannya semakin dekat dengan mereka, menyebabkan dirinya semakin jauh dari Salafiyyin [sempat terlontar dari mulutnya bahwa dia ditinggalkan teman-temannya Salafiyyin, justru sebenarnya dialah yang memisahkan diri dari Salafiyyin dan bergabung dengan adznab Sururiyyah, dia bukan orang yang tidak mengerti masalah ini]. Dia semakin mustafidh di dalam hal ilaqoh / hubungannya dengan lembaga-lembaga hizbiyyah, bahkan pernah diundangnya seseorang (yang menurutnya Syaikh) dari Ihya`ut Turots Kuwait, inna lillahi wa inna ilaihi roji'un.

(9)

Rincian proyek-proyek yang dihasilkan oleh DDII antara tahun 1992 hingga tahun 1997: …3. 8 masjid, 2 madrasah dan 3 sumur bekerjasama dengan Ihya Turots Islami Kuwait (melalui Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab –LIPIA- dan Lajnah Khairiyah Musytarokah, Jakarta)

(catatan: LIPIA Jakarta adalah lembaga pendidikan yang paling banyak meluluskan Ikhwani bergelar Lc. Lembaga Ihya'ut Turots juga bekerjasama dengan jaringan Abu Nida' dan Ahmas Faiz serta Pesantren Al-Irsyad Tengaran dan PP. Al-Irsyad-peny)

4. 17 masjid, bekerjasama dengan Lajnah Alam Islami Jam'iyah Islah Ijtima'i, Kuwait

6. 10 masjid, 5 madrasah, bekerjasama dengan Rabithah Alam Islami lewat Maktab Jakarta (lembaga yang sama juga bekerjasama dengan Al-Irsyad-peny)

7. 180 masjid (turut andil) bekerjasama dengan Syarikah Al-Rajhi Riyadh, Saudi Arabia (lembaga yang sama juga dimintai dana oleh PP. Al-Irsyad-peny) (ibid, hal.35)

Di buku yang sama, pada halaman 50 disebutkan bahwa DDII bekerjasama juga dengan 12 organisasi, salah satunya Al-Irsyad. Geys Amar adalah orang Al-Irsyad, Didin Hafidhudin mantan Presiden Partai Ikhwani yang diberi beasiswa oleh L-DATA Al-Ikhwani pimpinan

Bukan malah sebaliknya bermuamalah bersama lembaga itu bahkan mendatangkan orang-orangnya, faham macam apa ini?!! Rupanya saat ini sudah pandai membuat manhaj jadidah! Benarlah apa yang dikatakan sya'ir sbb :

اهدروأ

pernyataan lembaga itu adalah lembaga Hizbiyyah, bahkan selalu terdengar saat penulis dan dia masih sama-sama di Yaman sentilan-sentilan pedas dari Syaikh Yahya al Hajury dengan kata-kata, "Turotsi!... Turotsi!!!" Apakah kemudian dikatakan "Kita belum jelas dengan keberadaan lembaga itu"??? Salah seorang pendiri dan yang berperan penting pada lembaga itu adalah Abdurrohman Abdul Kholiq, orang yang dinyatakan mubtadi' oleh Syaikhan, Syaikh Muqbil dan Syaikh Al Albani rahimahumallah dan Masyayikh (ulama-ulama) lainnya. Dia tahu bagaimana Syaikh Muqbil mewanti-wanti dari bermuamalah dengan lembaga-lembaga Hizbiyyah, lembaga-lembaga yang tidak jelas. Tetapi memang ceritanya lain bila sudah urusannya hawa (nafsu, red) dan tawar-menawar harga. Seorang sya'ir berkata, lemah itu. Makanya Allah Jalla Jalaaluhu mengingatkan kita dengan firmanNya,

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudhorotan bagimu." (QS Ali Imron: 18). Kita dilarang untuk bergaul bersama ahli bid'ah, sebab seseorang itu akan dihukumi sesuai dengan keadaan temannya yang di sampingnya. Abdullah ibnu Mas'ud mengatakan, "Perhatikanlah manusia itu siapa-siapa saja yang ada di sampingnya, sesungguhnya seseorang tidak akan berdampingan kecuali dengan yang disenanginya." Sufyan ats Tsauri ketika datang ke kota Bashroh, ia bertanya tentang madzhabnya Rabi' ibnu Subaih, orang-orang yang ada di situ menjawab, "Ia tidak bermadzhab melainkan Sunnah!" "Siapa teman-temannya?" tanya Sufyan. Mereka menjawab, "Ahli Qodar!" Kemudian Sufyan berkata, "Dia seorang Qodari!!!" Betapa banyak atsar-atsar Salaf yang

seperti ini.

Bila saja para Salaf sedemikian hati-hatinya, mana kehati-hatianmu dalam hal ini ya… Qotaad?! Mana pula pengakuanmu bahwa dirimu duri bagi ahli bid'ah? Jika keadaanmu demikian, maka "duri" itu akan berbalik huruf menjadi "ridu" karena aliran dana yang cukup deras dari lembaga-lembaga Hizbiyyah, pantaslah bila kemudian kamu memimpi-mimpikan untuk membeli lapang Dadaha (Tasikmalaya) –hebatnya mimpi orang yang kelebihan duit-, dirimu hanya akan menjadi bahan tertawaan ahli bid'ah dan sampah bagi Ahlissunnah jika tidak mau berubah. Keberadaanmu di pihak adznab Sururiyyah akan menjadi tazkiyah bagi mereka, mereka tidak butuh kamu tetapi butuh label "murid Syaikh Muqbil". Di akhir tulisan ini, ya… Qotaad, segeralah tinggalkan olehmu para adznab Sururiyyah itu -bila kamu tidak ingin tergolong seperti mereka- tinggalkan lembaga-lembaga Hizbiyyah itu –bila kamu menginginkan kebaikan. Wallahul Musta'an… Wal 'Ilmu indallah wal hamdulillahi robbil 'alamin. Yang faqir di hadapan Robbnya,

Abu Hamzah al Atsari. 17 Rajab 1424 (14/09/2003)

Catatan : (tambahan dari Webmaster) *) Silakan lihat http://www.salafy.or.id/download.php mengenai keterlibatan nama-nama tsb dengan Ihya Ut Turots, organisasi yang berbahaya dan mengacaukan barisan Islam Salafy dunia. Nampak jelas keterkaitan antara cabang Indonesia dan Kuwait secara nyata. Diambil dari situs www.atturots.or.id, At Turots cabang Indonesia.

(10)

Muhammada Yusuf Harun, Amin Rais mantan Presiden PAN, Muzayyin Abdul Wahab petinggi DDII dan Al-Sofwa As-Sururi.

Di buku ini (hal.31) juga disebutkan bahwa DDII mendirikan Islamic Center Ibrahim Mailim di Solo. Di Islamic Center inilah Sururi Solo dan sekitarnya bermarkas !!

Lebih jelas dan nyata adalah kaitan antara DDII dengan Takfiriyyin Ba'asyiriyin. Bukan rahasia lagi bahwa KOMPAK yang dibiayai oleh DDII dikuasai oleh jaringan NII-Ba'asyiry (Laskar Mujahidin). Dalam beraksi, bahkan mereka tega untuk menghancurkan wajah teman sendiri yang telah tertembak demi untuk menghapus dan menghilangkan jejaknya. Di situs KOMPAK-DDII Jawa Tengah, Abubakar Ba'asyir memiliki pengaruh dan jabatan

tinggi, sebagai penasehat!! Data dari situs Kompak DDII

www.megaone.com_kompak_berita_utama.htm, nampak Kompak/Laskar Mujahidin ini bermarkas di Gedung Islamic Centre, Jln. Pabelan Baru 77 Kartosuro, Sukoharjo. Dan dalam www.megaone.com_kompak_profil4.htm nampak jelas Abu Bakar Ba`asyir adalah penasihat Kompak DDII, bersama K.H. Naharussurur, K.H. Wahyudin (pimpinan pondok Ngruki?), Dr. (HC).H. Suparno ZA, dr. H. Zainal Arifin Adnan. SpPD, H.M. Haryanto, H. Muhammad Djoko Setyono. KETUA UMUM KOMPAK DDII H. ARIS MUNANDAR. LC (keterangan: Ketua DDII-KOMPAK ini berasal dari Boyolali, Wakil Ketuanya adalah Abu Ibad Sutono, Sekretaris Umum Drs. Abu Mush'ab Mrd, Divisi Penerangan & Pendidikan Amir Mahmud Ma'ruf, Ust. Shihabudin AM, Ust. Badru Tamam, Lc, Ust. Abu Za'id H. Maka jelas sudah dan tidak diragukan lagi bahwa di dalam DDII terkumpul berbagai macam aliran, yang berpemikiran Khariji Abu Bakar, Aris Munandar dkk, bersama dgn politikus dll. Hati-hatilah dari tempat pengajian DDII, karena Yazid Jawas jelas bersatu-padu dengan DDII dalam beberapa tahun terakhir dan tidak melakukan hal yang berarti untuk menunjukkan al Wala' wal Bara atas hizbi disana. Bahkan cenderung mempopulerkan markas DDII, sehingga 'salafimitasi' disana cukup menyebut tempat kajian mereka dengan "masjid DDII". Allahul musta'an.Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.

Sudahkah Yazid Jawaz menunjukkkan Al-Wala' dan Al-Bara'nya dengan memperingatkan umat akan bahaya dari berkumpulnya berbagai manhaj dan firqah gado-gado seperti di atas ketika mengisi taklim di Masjid Al-Furqan DDII Jl. Kramat Raya 45 Jakarta? Dan jangan engkau mencoba untuk berkelit wahai Yazid, karena VCD ceramahmu di Masjid Al-Furqan dijual secara bebas di pasaran lengkap dengan wajah "tuan" yang tentunya belumlah kami lupakan!!

Adapun Aris Munandar KOMPAK-DDII berbeda dengan Aris Munandar si "Da’i Lintas Manhaj" pengasuh radio taruna Al-Qur'an yang merupakan organisasi mantel LDATA. Hubungannya dengan kaki-tangan Sururi Ihya'ut Turots dan turunannya serta orang-orang Khawarijnya Ba'asyir bukanlah hal yang bisa ditutup-tutupi lagi. Beberapa buktinya:

Acara : Kajian Malam Sabtu

Tanggal / Waktu : Tiap Jumat tgl 4/3/2005 - 26/08/2005

Pengajar : Ridhwan Hamidi, Lc (L-Data/Taruna Al Qur'an), UMAR BUDIARGO, LC (L-DATA/TARUNA AL QUR'AN), Muchlis, ABU MUSH'AB 6(JAMILURRAHMAN/AT

TUROTS, BANTUL), IRFAN S AWWAS7 (MMI/NII ABU BAKAR BA'ASYIR), ABU SA'AD

6 Sururi-Turotsy ini termasuk murid besar Syarif Hazza'. Dia menyatakan bahwa orang yang membantah Syarif adalah pendusta serta celaannya terhadap Syaikh Rabi' dengan mengatakan: "Syaikh Rabi' yang membantah Syarif Hazza' adalah Shighar ulama (ulama kecil)"!!! Perhatikanlah salah satu contoh "dampak keji" dari dinar Hizbiyyah Ihya'ut Turots yang dibela-legalkan oleh Ma'had Al-Irsyad pimpinan Abdurrahman Tamimi!!

7 Editor buku “Membangun Kekuatan Islam di Tengah Perselisihan Ummat” , buku yang diterjemahkan oleh Muhammad Thalib, aslinya disusun oleh “Lembaga Study dan Penelitian Islam Pakistan” dengan kata pengantar “SYEIKH USAMAH BIN LADEN” (Itulah gelar yang MEREKA berikan !!). Didalam buku ini, Irfan (Awas!) menyerang Salafiyyin dengan tuduhan yang luar biasa jahat! Setelah menjelaskan bahwa musuh Islam di arena dakwah ada dua:

a.Musuh yang tidak terang-terangan menampakkan permusuhannya. Musuh ini berasal dari kalangan kaum Muslimin sendiri, antek-antek Zionis berwajah Melayu dan kaum Munafiq.

b.Musuh yang secara terus terang menyatakan permusuhannya, yaitu orang kafir, Yahudi dan Nasrani, orang-orang Musyrik dan kaum Zindiq.

….mereka secara terus menerus menggoyang persatuan kita dan sengaja menciptakan suasana agar kaum Muslimin saling bermusuhan…

Dan lihatlah wahai saudaraku bagaimana dia MENGHINA bahwa Salafiyyin mau dipermainkan untuk mengikuti skenario orang-orang Munafik dan orang kafir :

(11)

(MUHAMMAD NUR HUDA, JAMILURRAHMAN/AT TUROTS, BANTUL), ARIS MUNANDAR SS (alumni STAIN Kalijaga, L-Data/ Taruna Al Qur'an), ABU UMAR ABDILLAH (MAJALAH AR RISALAH, SOLO).

Tempat : Di masjid Nurul Hujaj

Penyelenggara : REMAS MASJID NURUL HUJJAJ (BERPEMIKIRAN NII, KHAWARIJ) Link & Supporter : Wafa Agency

Acara : BAHASA ARAB DASAR (BADAR) SP Tanggal / Waktu : 25 Juli - 28 Agustus 2005

Pengajar : STAF PENGAJAR LBI AL ATSARY, ARIS MUNANDAR Tempat : Masjid sekitar UGM

Penyelenggara : LBI Al Atsary Acara : STUDI ISLAM INTENSIF (SII) Tanggal / Waktu : 20 - 27 September 2005

membuat Jama’ah Tabligh membenci Ikhwanul Muslimin, membuat Jama’ah Ikhwanul Muslimin membenci jama’ah Darul Islam, membuat jama’ah Darul islam membenci Jama’ah islamiyah, membuat Jama’h Islamiyyah membenci Jama’h Tarbiyah, membuat jama’ah Tarbiyah membenci Majelis Mujahidin dan sebaliknya, sehingga semuanya saling menjelekkan dan menjatuhkan.”

Kita katakan:”Wahai teroris Negara Ilusi dan Impian!! Engkau dusta! Sesungguhnya permusuhan ini dibangun kecuali karena kalian berkehendak untuk menanamkan kesesatan dan kekacauan di kalangan umat Islam! Bukankah dirimu yang menulis dan menggambarkan bagaimana seorang pemberontak Kartosuwiryo sebagai seorang Mujahid?! Bukumu “Menelusuri Perjalanan Jihad SM.Kartosuwiryo” adalah saksinya!! Bagaimana bisa Salafiyyin bersatu padu dan berjalan seiring dalam dakwah yang mulia ini dengan para teroris pemberontak?! Jangan engkau coba untuk membohongi umat bahwa Salafiyyin hanyalah mengekor keinginan musuh-musuh Islam!! Jauh dan jauh sebelum Amerika berbicara dan berteriak-teriak tentang terorisme, para ulama Salafiyyin telah membongkar kedok kesesatan Hizbut Tahrir!! Dan tidaklah hal itu dilakukan kecuali dilandasi oleh pembelaan mereka terhadap agama ini!! Kecintaan dan upaya untuk melindungi kaum Muslimin dari kesesatan yang terus disebarkan siang dan malam oleh Hizbut Tahrir!! Dari satu jalan ke jalan lainnya!! Dari satu demontrasi ke demontrasi berikutnya!! Dari perancangan kekacauan ke kekacauan berikutnya!! Jadi apa logika sehat yang engkau gunakan bahwa musuh-musuh Islam dari kalangan Munafiqin, orang-orang kafir, Yahudi dan Nasrani, orang-orang Musyrik dan kaum Zindiq yang mampu “MEMBUAT PENGIKUT JAMA’AH SALAFI MENJADI BENCI TERHADAP PENGIKUT JAMA’AH HIZBUT TAHRIR?! Usamah bin Laden dulunya adalah didikan CIA!! Syaikh Muqbil Rahimahullah bahkan curiga bahwa Abdurrahman Abdul Khaliq adalah jongos Amerika karena berani mengorbankan hartanya untuk memecahbelah dakwah Salafiyyah di seluruh dunia!! Bukti ilmiyyah apa yang mampu engkau sodorkan kep[ada umat bahwa Salafiyyin adalah boneka orang-orang kafir?!

Akankah Salafiyyin berdiam diri sementara kalian-wahai Takfiriyyin- bebas leluasa untuk terus memprovokasi umat untuk membenci dan memberontak kepada penguasanya dengan tameng “kita harus saling menghargai dan jangan merasa benar sendiri?! Dan cukup sebagai bukti betapa kalian dan Wihdah Press adalah teroris jahat dengan menerbitkan buku berbahaya dengan kata pengantar Syeikh Usamah bin Laden!! Keilmuan apa yang membuat kalian memberinya gelar luar biasa sebagai SYEIKH?! Keahliannya menciptakan berbagai kekacauan dan pembunuhan di negeri kaum Muslimin? Kecerdasannya dalam memprovokasi umat agar memberontak kepada penguasa Muslimnya dengan alasan penguasa tersebut telah kafir?! Ataukah keberaniannya yang luar biasa dalam menghadapi tentara-tentara agresor kafir sementara dia sendiri bersembunyi dari gua yang satu ke gua lainnya (dan sesekali muncul di televisi) dan menjadikan penduduk sebagai korban pembunuhan dan pengeboman?! Inikah kekagahan pahlawan anti Amerika?! Bersembunyi dan bersembunyi serta menjadikan masyarakat Muslimin tertimpa kesengsaraannya?!

(12)

Pengajar : ARIS MUNANDAR SS8, AFIFI ABDUL WADUD, ARIFIN RIDIN, LC, ABU ISA,

ARIEF SYARIFUDIN, LC, SAID, ABU SA'AD MUHAMMAD NUR HUDA, MA9

Tempat : Mushola Teknik UGM

Penyelenggara : FORUM KAJIAN ISLAM MAHASISWA, LBI AL ATSARY MUSLIM.OR.ID Link & Supporter : MAJALAH AL FURQON, TOKO IHYA', PENERBIT MEDIA HIDAYAH, PUSTAKA UKHUWAH, MASJID/MAKTABAH MPR, GRIYA MUSLIMAH

Para pembaca, demikianlah upaya penjelasan ini (keterkaitan antara Sururi dengan "saudaranya" dari komunitas Khariji bahkan pentolannya!! Ingat pula bahwa Al-Sofwa-pun pernah memberikan "hartanya" kepada Ma'had Khawarij ini!! Awas Irfan ini pula yang menulis buku "Menelusuri Jejak Perjalanan Jihad SM.Kartosuwiryo", lihatlah, dasar Khawarij, jelas-jelas Kartosuwiryo pemberontak dikatakannya Mujahid!! Dan lihat pula bukti nyata betapa saudara-saudara seperguruannya di Ma'had Khawarij Ba'asyir atau hasil didikan dari jebolan Ma'had tersebut menjadi pelaku-pelaku pengeboman di negeri yang mayoritas Muslimin juga mereka katakan sedang berjihad!!) harus ditempuh sebagai suatu bentuk tanggung-jawab kepada umat, ketika kedustaan itu mengatasnamakan Islam, manakala Hizbiyyah berlindung dibalik nama dakwah Salafiyyah, di saat Khawarij anjing-anjing neraka mengaku Ahlussunnah, manakala Sururi bertopeng sebagai Salafi, kaki-tangan organisasi Hizbiyyah-Irhabiyyah menyebut diri mereka sebagai Salafiyyah-Ahlussunnah, di saat kejahatan berhiaskan keindahan serta kesesatan yang berkedok sebagai penasehat kebenaran ataupun kemungkaran yang berselimutkan kelembutan. Selanjutnya kita akan mengenal lebih dekat beberapa nama di atas yang dikatakan sebagai “institusi yang dianggap besar dan mewakili dakwah Ahlus Sunnah wal Jama'ah di Indonesia” serta kontribusi mereka terhadap yayasan Al Sofwa ini, mereka antara lain :

8

Belakangan ini L-Data pimpinan Muhammad Yusuf Harun MA mendirikan PP Taruna Al Quran, Jogjakarta, yang dikelola Umar Budiargo dkk. Dan produk Taruna Al Qur'an salah satunya da’inya bernama Aris Munandar Ss, kini dia sebagai pengasuh PP Taruna Al Qur'an dan pengasuh radio FM Taruna Al Quran). Aris Munandar adalah seorang da’i lintas manhaj, pernah didaulat oleh Lembaga Bimbingan Islam Al Atsary (LBIA) Jogjakarta mengisi ta'lim tgl 25 Juni 2004 bersama pendukung At Turots Kholid Syamhudi, Noor Ahmad ST MT (disebut-sebut - dengan bangga oleh muridnya - sebagai dosen sekaligus ustadz dan Kajur D3 Teknik Elektro UGM), Abu Isa (Jamilurrahman, Bantul), Abu Sa'ad Lc (Jamilurrahman, Bantul), Muhammad Qosim, Lc (pengajar Ma'had Ali Al Islam Tengaran, Boyolali yang sangat terkenal permusuhannya terhadak dakwah Salaf dan Da’i-da’i Salafiyyin ketika dipimpin Yusuf Ba'isa, sekarang diganti oleh Nizar Sa’ad Jabal). Aris Munandar juga pernah mengisi bersama Afifi Abdul Wadud (pengusaha pemilik Ihya Jogjakarta), Abu Ali, pada tgl 3 April 2004. Lebih parah lagi, Aris Munandar Ss mengisi kajian Malam Selasa di Masjid Jogokariyan Jogjakarta bersama Muhammad Jazir Asp seorang tokoh Ikhwani Jogjakarta, Muhammad Fauzil Adhim Ikhwani (bintang tamu Salafimitasi Qalbun Salim Malang dalam acara Talk Show Menjadikan ANAK GILA Membaca), Didik Hariyanto Ikhwani dan Irfan S Awwas, tokoh MMI-Takfiriyyin Ba’asyiriyyun Jogjakarta. Dan hingga kini Aris Munandar aktif mengisi halaqah Salaf "i" - Salafy imitasi - yang dikelola Lembaga Bimbingan Islam Al Atsary Jogjakarta. Sementara LBIA Al Atsary kerap mengundang Abdul Hakim bin Amir Abdat - penelaah/ahli hadits dari Jakarta menurut selebarannya - di bulan Jul 2003 yang lalu bersama Kholid Syamhudi Lc, Arif Syarifudin Lc (Mudir Ma'had bin Baz), Abu Sa'ad, Abu Isa, Muhammad Subhan, Lc, Afifi Abdul Wadud, Mujahid, Abu Ali, Muhammad Wujud, Lc.

Informasi terakhir yang dapat kita kumpulkan, Taruna Al-Qur’an mengeluarkan Majalah bernama Qiblati yang dipimpin oleh Agus Hasan Bashari (lihatlah bahwa orang yang sangat jahat ini ada dimana-mana dan hidup dari mana-mana! Di Al-Sofwa, di LDATA Al-Ikhwani, di Al-Irsyad, di As-Sunnah At-Turotsy, di Pesantrennya Mudzakir Arif gembong besar Ikhwanul Muslimin, di Rabithah dan …Allahul Musta’an. Kosmopolitan!! Benar-benar orang yang sangat berbahaya!! Seorang Hizbiyyun Bungloniyyun Fulusiyyun tulen!). Adapun penasehat majalah Qiblati Al-Ikhwani adalah Fariq Anuz, maka “klik” sudah hubungan mereka berdua dengan Umar Budiargo bos besar Taruna L-DATA Al-Ikhwan Jogjakarta dan Aris Munandar si da’i pramuka lintas manhaj di sini senang di sana senang!! Berhati-hatilah.

(13)

14.2 AUNUR RAFIQ GHUFRAN

10

Namanya direkomendasikan oleh Ma’had Irsyad pimpinan Abdurrahman At-Tamimi Al-Kadzab (Salafindo.com _viewsoal_.php_ID_23.htm).

“Hati-hati dengan orang yang bernama Duktur Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali!”

Itulah “tahdzir” dan peringatan Aunur Rafiq Ghufran pemilik majalah “Al-Furqan” kepada Ustadz Haryadi-Surabaya (mantan muridnya) menjelang keberangkatan beliau untuk studi di Universitas Islam Madinah pada sekitar tahun 1998-1999 sebagaimana yang terungkap dalam sesi dialog tentang “Bahaya Sururi Bagi Kaum Muslimin” di kota Pasuruan Jawa Timur yang diisi oleh Ustadz Zainul Arifin. Kalau mereka berkata: “Kalian harus tabayyun dulu kepada Ustadz Aunur Rofiq!” Kita jawab:”Kita percaya terhadap berita yang dibawa oleh orang yang tsiqah! Apakah syari’at mengajarkan kepada kita untuk tabayyun kepada pelaku kejahatan Hizbiyyah? Penyeru pemahaman Ikhwaniyyah dan penikmat dinar

10

Soal kedua :

Salah seorang mereka yaitu Aunur Rafiq Ghufron (pengasuh Ma’had Al Furqan, Gresik, red) berkata: Sesungguhnya mengusir ahli bid'ah dari rumah itu tidak dalilnya, karena para sahabat, datang kepada mereka orang-orang kafir sedang mereka tidak menutup pintu-pintu rumah mereka dan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam tidak pernah melakukannya sama sekali. Maka saya jika datang kepada saya seorang mubtadi'/ahli bid’ah, saya akan menasehatinya. Apakah ini benar dan apa yang antum katakan tentang orang ini ?

Jawab Syaikh Yahya Al-Hajuri Hafidhahullah:

Saya katakan: Bahwa ini, yang dikatakan oleh orang ini, yaitu perkataannya , "Tidak akan diusir, ia tidak mengusir dari rumahnya, tidak akan mengusir mubtadi'".

Dia (dengan ucapannya itu) membantah banyak (ulama) salaf. Teman–teman Ibnu Sirin (seorang ulama besar dari Tabi’in) di masa itu tidak mengkritik beliau, masa yang cemerlang, bercahaya dengan para Ulama’. Telah datang kepada Ibnu Sirin seseorang dan ingin berbincang dengannya –dengan sesuatu dari bid'ah- atau ingin membacakan kepadanya al Quran maka Ibnu Sirin memerintahkan agar dia diusir lantas ia diusir, Ibnu Sirin memerintahkan, maka diusirlah dia. Dan seseorang (ahli bid’ah) berkata kepada Ayub bin Abi Tamimah: Saya ingin berbicara denganmu dengan satu kata. Beliau menjawab: Walaupun setengahnya ! (saya tidak mau). Setengah kata saja dia tidak ingin berbicara dengannya.

Dan begitu juga Imam Malik, beliau berpaling dari mubtadi' (ahlul bid'ah) dan berkata: Saya di atas ilmu tentang urusanku… kamu!, (berarti) sekarang di sekitarmu berkeliling orang-orang ahli bid'ah kamu tidak jauh dari mereka. Perbuatanmu menunjukkan yang demikian, pembelaanmu terhadap hal itu dan kemarahanmu demi mubtadi'ah/para ahli bid’ah, pembelaanmu terhadap mereka menunjukan yang demikian. Kalau tidak, maka siapa kamu dan siapa Ibnu Sirin? Ya, engkau? siapa engkau dan siapa Ayyub bin Abu Tamimah?. Tidak ada pengingkaran dari ulama salaf atas (perbuatan) mereka para Imam tersebut dalam masalah ini, dan tidaklah semestinya seseorang mengagungkan seorang pelaku bid'ah. Kami punya sesuatu yang mendukung itu dari al Quran dalam menghinakan orang orang yang memiliki bid'ah, Allah Ta’ala berfirman –apa-?,

َنيِذّلاَو

ْاوُبَسَك

ِتاَئّيّسلا

ءا َزَج

ٍةَئّيَس

اَهِلْثِمِب

Artinya [ Dan orang-orang yang melakukan kejelekan maka balasan kejelekan adalah kejelekan yang sepertinya dan kehinaan meliputi mereka ] (Yunus :27)

َ اا َنوّدا َحُي َنيِذالا انِإ َنيّلَذَلا يِف َكِئَل ْوُأ ُهَلوُس َر َو

[Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan RasulNya mereka dalam kehinaan ] (Al Mujadalah :20). Maka saya tanya: Mereka dihinakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sebab maksiat-maksiat dan bid'ah lalu kamu memuliakan mereka ?!.

Ya, Jika datang kepadamu tamu dan masuk di rumahmu, begitu, kamu berpaling darinya!.

(14)

Hizbiyyah?! Kita lebih percaya kepada keterangan Ustadz Haryadi sebagai mantan murid Aunur Rafiq –sekaligus saksi hidup- daripada mempercayai seorang Hizbiyyin-Sururiyyin-Surkatiyyin! Kalian tidak pernah berbicara tabayyun ketika berkonspirasi dengan Ikhwanul Muslimin! Kalian tidak pernah mengucap sepatah katapun tentang tabayyun ketika kalian menjadi penikmat dinar Hizbiyyah celaka! Dan sekarang –setelah terpojok sedemikian rupa-kalian hendak berteriak tabayyun ketika kedok dan bukti kejahatan Hizbiyyah rupa-kalian diungkapkan kepada umat?! Mana inshaf (keadilan) yang selama ini kalian teriakkan wahai Hizbiyyun?

Aunur Rofiq “digeber” promosinya oleh Al-Muntada Al-Sofwa sebagai “Alumni Univ. Malik Su’ud Riyadh, KSA sekaligus Mudir Ma’had Al-Furqan, Gresik”. Majalahnya, mereka namakan Al-Furqan dan kita menyebutnya Al-Furqah.

a.Kajian rutinnya setiap hari Kamis antara Maghrib-Isya’ di Masjid Perak Surabaya dipromosikan oleh situs Surkatiyyin-nya Abdurrahman At-Tamimi, Salafi “i” (imitasi). Situs ini sekarang sudah tewas. Sebagai gantinya mereka bangkitkan lagi dengan “baju baru” bernama Salafindo.com!! Berhati-hatilah wahai saudaraku.

b.Apakah Ustadz sudah lupa bahwa anda bersama faksi Ihya’ut Turots dari kelompoknya Abu Nida’ dan Ahmas Faiz membentuk “TIM PEMERHATI UMAT SALAFIYYAH” yang

(15)

beranggotakan: Yayasan Majlis At-Turots Al-Islami Yogyakarta11, Yayasan Lajnah Al-Istiqamah Surakarta dan Ma’had Al-Furqan Gresik?!

c.Orang Al-Irsyad, kawan dekat Abdurrahman At-Tamimi Al-Kadzab. Pembimbing manasik haji dan umroh 1424H di Al-Irsyad Surabaya bersama Mubarak Bamu’allim, disebutkan pula bahwa pendaftaran di perpustakaan Islam Ma’had Ali-nya Abdurrahman At-Tamimi, Kompleks Masjid Al-Irsyad Al-Islamiyyah, Jl.Sultan Iskandar Muda 46, Surabaya (infoalirsyad.com/edisi61/index-5.html) dan (infoalirsyad.com/edisi49/index-4.html).

d.H.Aunur Rafiq juga terdaftar sebagai khatib Jum’at di Masjid Al-Irsyad Surabaya tahun 2004 yang mengisi tanggal 06/02, 23/07,27/08, 17/09, 01/10, 03/12. Tahun 2005 dan Tahun 2006-pun mereka –walaupun sudah berkali-kali mengundang Masyayikh Yordan ternyata tetap “ketagihan” untuk dikhutbahi oleh petinggi Ikhwani!! Dalam daftar itu juga nampak Abdullah Hadrami dan Mubarak Bamu’allim serta pembesar ikhwani Jawa Timur, Rofi’ Munawar,Lc!! Dia dijadwalkan mengisi tanggal 16/01 dan 14/05. Masih ada lagi!!

11

Berikut Link-link yang berkaitan dengan Abu Nida' dan jaringannya di Jogjakarta. At Turots – Al Sofwa link

Lembaga Pemberdayaan Ummat Al Kahfy, Gg Mulwo, Jogjakarta

Acara “10 Kebiasaan Muslim yang sukses”, 10 Oktober 2004 di Masjid Pogung Raya Jogjakarta. Ainul Haris, Lc, Mag (Direktur YAYASAN NIDA’UL FITHRAH, SURABAYA), Jon Hariadi, MAg. (Ketua Lajnah Dakwah Yayasan Nida’ul Fitrah, Surabaya), Nur Ahmad Setiawan, ST, MT (Kajur D3 Teknik Elektro UGM) lpu_alkahfy@yahoo.com. Ciri khas penarik masa : Gratis snack, makalah, voucher belanja 30-35% di toko buku Sarana Hidayah, Media Dakwah.

Acara SIIP Studi Islam Intensi Pemula 15 September – 14 Oktober 2004 di Masjid Kampus UGM. Pengajar Arif Syarifuddin Lc, Kholid Syamhudi, Lc, Muhammad Qoshim, Lc, Ali Saman, Lc, Abu Mush’ab, Abu Sa’ad, Abu Isa, Noor Ahmad ST, MT, Aris Munandar Ss, Sa’id. Penyelenggara : FKIM (Forum Kajian Islam Mahasiswa antar bidang SKI di UGM, sekretariat Wisma MPR Jl. Pogung Raya)

Link & Supporter :

Toko Ihya’ – Afifi Abdul Wadud (pendaftaran SIIP)

Toko Sarana Hidayah – UGM (pendaftaran SIIP) – jualan buku-buku Sampah Abu Bakar Ba’asyir, Yusuf Qardlawi, Aid Al Qarni, Sayyid Quthub, VCD gambar perempuan Irene Handono dll. PUSTAKA UKHUWAH, CEMANI, SOLO

LBIA AL ATSARY – LEMBAGA BIMBINGAN ISLAM AL ATSARY, JOGJAKARTA. Wisma MTI (Misfallah Thollabul Ilmi) Pogung Kidul, Mlati Sleman.

MAJALAH ELFATA, Jl Slamet Riyadi, Kartosuro, Solo MEDIA SUNNAH FM, Jl Purwodadi, Karanganyar

Ciri khas penarik masa : Makan Siang, Kuis berhadiah, Voucher belanja, CD Gratis

Acara : Sikap Muslim yang benar dalam bermuammalah dengan Pemerintah, 29 Agustus 2004. Pengajar Anas Burhanuddin bin Musta’in Ahmad, Lc (Sekretaris Forum Silaturahmi Pelajar Indonesia, Arab Saudi), Abu Abdil Muhsin Firanda (Sorong). Tempat Masjid Jami’ IAIN Sunan Kalijaga Jogjakarta. Penyelenggara : MA’HAD IMAM SYAFI’I JOGJAKARTA & LBIA AL ATSARY.

Link & Supporter :

CV Mubarak Teknik, Jl Adisuycipto, Jogjakarta MAJALAH AS SUNNAH, Jl. Solo-Purwodadi, Solo

Acara : Ma’had MPR Gelombang ke 2. Tempat Masjid Pogung Raya. Pengajar Afifi Abdul Wadud, Ridwan Hamidi, Lc (orang yang tidak jelas Manhajnya), Ulin Nuha (Pengajar Pondok Taruna Al Qur’an), Abu Abdurrahman (pengajar pondok Al Madinah). Pendaftaran/Penyelenggara : Wisma Multazim, MPR.

Acara: Kajian Rutin, Kitab Tauhid. Hari Selasa rutin. Pengajar Abu Isa. Tempat : Mushlla Teknik UGM. Penyelenggara : SKI Al Hadid, Teknik Sipil UGM.

Acara : Syarh al Ushulus Sittah. Rutin Ahad Pagi. Pengajar Abu Abdirrahman Abdullah Amin. Penyelenggara Masjid Istiqomah, Karanggayam, Majelis Ta’lim Al Hikmah Karang Gayam, Jogjakarta. Abdullah Amin masih berhubungan dengan Sururi Malang dan punya majelis bersama mereka di Masjid As-Salam Malang.

Acara: Daurah Diniyyah, menyongsong era Kebangkitan Ummat. Tgl 21-22 Januari 2004. Pengajar Khalid Syamhudi Lc (alumni Universitas Islam Madinah, fakultas Hadits, Mudir Ma’had Ibnu Abbas, Solo), Arif Syarifuddin Lc (alumni Universitas Islam Madinah, fakultas Hadits, Mudir Islamic Center Bin Baz, Jogjakarta). Tempat: Masjid Jami’ IAIN Sunan Kalijaga, Jogjakarta. Penyelenggara : Wisma Imam Asy Syafi’I Jogjakarta. Link & Supporter :

Toko muslim Ihya (Afifi Abdul Wadud), toko Sarana Hidayah, Karang Asem, Jogjakarta. MAJALAH FATAWA, ISLAMIC CENTER BIN BAZ, KARANGGAYAM, BANTUL. MAJALAH NIKAH, SUKOHARJO, SOLO

Majalah Elfata, Jl. Slamet Riyadi, Solo

(16)

Muhammad Shaleh Drehem 12!! Agung Cahyadi 13!! Ahmad Mudhaffar 14!! Kesemuanya adalah pejabat tinggi Partai Ikhwanul Muflisin!!15 Keakraban yang sungguh sangat heroik dan berani!! Membutuhkan nyali dan keberanian yang tinggi!! Di satu “wajah” merupakan link Salafy TERPERCAYA Masyayikh Yordan di negeri ini dan pada “wajah” lainnya … sebagai Sururi alangkah eratnya persahabatan mereka dengan petinggi Ikhwani!! Dzulwajhain!!

Nampak bahwa alamat Badan Takmir Yayasan Al-Irsyad Al-Islamiyyah Surabaya (yang memakai petinggi ikhwani sebagai khatib Jum’at) sama dengan alamat Ma’had Ali Al-Irsyad (lihat kop Surat Kuasa Syaikh Ali bin Hasan dan Syaikh Salim Al-Hilaly kepada Abdurrahman At-Tamimi)

e.Pada kegiatan PRODIT ke 4 yang diadakan Al-Sofwa tanggal 04-09 Juli 2000M di Ponpes Ar-Raudhah Al-Hasanah Medan, Aunur Rafiq menjadi pemateri no.1, kemudian no.2 adalah

Acara : Kassalam, kajian Sabtu Sore sampai Malam.Tgl 24 April 2004. Masjid MPR. Pengajar Abu Ali, Afifi Abdul Wadud, Aris Munandar, Ss.

Ciri khas penarik masa : Gratis bulletin Alif terbaru bagi 100 pendatang pertama. Link & Supporter :

KMDT (Keluarga Muslim Diploma Teknik Mesin) UGM Biasiswa (Bimbingan Agama Islam Mahasiswa) Teknik UGM Forum Mahasiswa Muslim Pogung (FM2P) Jogjakarta Unit Kerohanian Al Mustaqim, Teknik Kimia UGM SKI Al Hadid Teknik Sipil UGM

Acara : Kajian Umum Tazkiyatun Nafs. Tgl 18 April 2004. Pengajar Abu Umar Basyr. Pondok Jamilurrahman, Sawo, Wirokerten, Bantul. Penyelenggara : Halaqoh Keluarga Salafiyyin Jogjakarta.

Link & Supporter :

Air Minum kemasan “Ummat”

Majalah Fatawa, Islamic Center Bin Baz, Bantul

Minyak Wangi Ar Raihan, Komplek Jamilurrahman, Bantul Toko Ihya – Karang Bendo, Jogjakarta

Majalah As Sunnah, Jl Solo-Purwodadi, Solo Salam Group

Acara : Daurah Kitab. Tgl 23 Juni – 4 Juli 2004. Pengajar Abu Isa (pengajar PP Jamilurrahman, Bantul), Kholid Syamhudi, Lc, Noor Ahmad ST MT, Aris Munandar, Muhammad Qoshim, Lc, Abu Sa’ad. Tempat Masjid Pogung Raya. Penyelenggara : Lembaga Bimbingan Al Atsary Jogjakarta.

Ciri khas penarik masa : Majalah gratis untuk 200 pendaftar, snack dan minum, voucher belanja. Link & Supporter :

Toko Buku Pustaka Ukhuwah, Cemani, Solo Toko Muslim Ihya, Karang Bendo, Jogjakarta Toko Sarana Hidayah, Karang Asem, Jogjakarta Majalah Nikah, Jl Veteran, Solo.

Majalah Assunnah, Jl Solo-Purwodadi, Solo

Dinuna Agency (Komplek masjid Istiqomah, Karang Gayam) Masjid As Salam, Tawang Sari (Rabu, Sabtu), Jogjakarta

Acara : Daurah Muslim Muslimah Dasar. Tgl 6 – 13 Juli 2003/ Pengajar Abdul Hakim bin Amir Abdat (Penelaah Hadits, Jakarta), Kholid Syamhudi (pengajar Imam Bukhari, Solo), Arif Syarifuddin, Lc (Mudir Bin Baz, Jogjakarta), Abu Isa, Abu Sa’ad, Lc (pengajar Ma’had Jamilurahman Bantul), Muhammad Subhan, Lc, Afifi Abdul Wadud, Mujahid, Abu Ali (Jogjakarta), Muhammad Wujud, Lc (Magelang). Masjid Pogung Raya, Masjid Siswa Graha, Pogung Kidul, Jogjakarta.

Ciri khas penarik masa : Matan kitab, Snack gratis. Link & Supporter :

Toko Muslim Ihya’, Karang Bendo, Jogjakarta

Kajian Putri Masjid As Salam, Tawang Sari , Jogjakarta (Rabu dan Sabtu)

Acara : Bedah Buku Intensif 2004. Tgl 25 Januari – 8 Februari 2004. Pengajar MUHAMMAD QOSIM, LC (PENGAJAR MA'HAD ALI AL IRSYAD AL ISLAMI TENGARAN, REKAN YUSUF BA'ISA), MUHAMMAD WUJUD, LC, KHOLID SYAMHUDI, LC, ARIF SYARIFUDDIN, LC, ALI SAMAN, LC, NASIRUDIN, LC, RAMLAN, LC, ABU SA’AD, MUJAHID, ABU ISA. PENYELENGGARA: LBIA AL ATSARY, PONDOK MAHASISWA MISFALLAH

THOLABUL ‘ILMI, POGUNG KIDUL, JOGJAKARTA.

Link :

Toko Buku Sarana Hidayah Karangasem, Jogjakarta Toko muslim Ihya’, Karang Bendo, Jogjakarta Majalah Fatawa, Islamic Center Bin Baz, Bantul Majalah As sunnah, Jl. Solo-Purwodadi, Solo Masjid Al Ashri

(17)

Agus Hasan Bashari (alsofwah.or.id/?pilih=lihat kegiatan&id=22 dan alsofwah.or.id/index.php?pilih=lihatkegiatan&id=22&id_layanan=25).

f. PRODIT ke 3 Alsofwa, 21-26 Juni 1999M di Ponpes Darul Istiqamah Makasar. Lagi-lagi namanya ditulis di urutan 1 kemudian Agus Bashari dan beberapa nama lainnya. PRODIT ke 3 ini termasuk acara yang paling fenomenal bagi yayasan Al Sofwa. Bintang tamu sekaligus tuan rumah manhaj “rifqan dan mawaddah ala hizbynya” adalah Mudzakir Arif, petinggi besar Partai Keadilan Al-Ikhwani!! Ini adalah bukti nyata terjadinya akrobat manhaj

diantara elemen-elemen Hizbiyyah!! (alsofwah.or.id/index.php?

pilih=lihatkegiatan&id=21&id_layanan=25)

Lebih jelas, nama Mudzakir Arif sebagai salah satu petinggi Ikhwani dapat dilihat di situs pk-sejahtera.org/organisasi.php?op=struktur.

Segala puji hanya untuk Allah yang telah menghilangkan kesamaran.

Masjid Siswa Graha Masjid Pogung Dalangan Masjid Pogung Raya

Acara : Daurah Sehari, nasihat para Ulama dalam menghadapi fitnah. Pengajar Abu Qotadah (yang mengaku murid syaikh Muqbil, padahal Syaikh Yahya tidak mencantumkan lagi namanya sebagai da’i yang dipercaya di Thobaqatnya, padahal Syaikh Yahya al Hajuri adalah pengganti Syaikh Muqbil bin Haadi rahimahullah mengenalnya juga), Muhammad Qosim, Lc (Alumnus Universitas Islam Madinah), Rifqan Ahlassunnah bi Ahli sunnah. Tgl 21 Maret 2004. Tempat : PONDOK JAMILURRAHMAN, BANTUL. Penyelenggara : Halaqah Keluarga Salafiyyin Jogjakarta.

Link & Supporter :

Toko Buku Sarana Hidayah Karangasem, Jogjakarta Toko muslim Ihya’, Karang Bendo, Jogjakarta Majalah Fatawa, Islamic Center Bin Baz, Bantul Majalah As sunnah, Jl. Solo-Purwodadi, Solo Salam Group

MINYAK WANGI AR RAIHAN, KOMPLEK JAMILURRAHMAN, BANTUL Air Minum kemasan “Ummat”

Acara : Kajian Umum Jum’at Pagi. Pengajar Aris Munandar Ss (Penerjemah, Pengasuh Kajian Islam Radio Taruna Al Qur’an). Masjid Pogung Raya 25 Juni 2004. Penyelenggara : Maktabah MPR, Forum Mahasiswa Muslim Pogung (FM2P), Jogjakarta.

Acara : Kajian Umum. Pengajar Aris Munandar (staf pengajar Ma’had Taruna Al Qur’an). Tgl 31 Juli, 4 & 5 Agustus, 11 Agustus 2004). Musholla Teknik FT UGM. Penyelenggara : SKI Al Hadid, JTS FT UGM.

Acara : Kajian Rutin. Tgl 23 Juli 2004. Pengajar Aris Munandar Ss (Penerjemah, Pengasuh Kajian Islam Radio Taruna Al Qur’an). Penyelenggara : Maktabah MPR.

Acara : Bedah buku Bengkel Akhlaq. Tgl 26 September 2004. Pengajar Fariq Ghasim Anuz (penulis buku Bengkel Akhlaq). Ma’had Jamilurrahman as Salafy, bantul. Diselenggarakan oleh Halaqah Keluarga Salafiyyin Jogjakarta, LBIA Al Atsary, Jogjakarta.

Link:

Toko muslim Ihya’, Karang Bendo, Jogjakarta Majalah Fatawa, Islamic Center Bin Baz, Bantul Majalah As sunnah, Jl. Solo-Purwodadi, Solo

Minyak Wangi Ar Raihan, Komplek Jamilurrahman, Bantul Da’im Donuts

Acara : Mengingat Kematian. Tgl 13 September 2004. Pengajar Abu Haidar (Mudir yayasan Ihya us Sunnah, Bandung). Masjid Al Karim, Kartosuro, Solo. Diselenggarakan oleh Ta’mir Masjid Al Karim, Forum Kajian Islam Al Atsary Surakarta.

Link:

Majalah Nikah, Sukoharjo, Solo

Majalah As sunnah, Jl. Solo-Purwodadi, Solo Majalah Elfata, Jl. Slamet Riyadi, Solo

Pustaka Sahabat, Jl Kebangkitan Nasional, Solo.

Acara : Tetap Isiqomah Menghadapi Kuliah. Pengajar Noor Akhmad Setiawan, ST MT (dosen sekaligus Ketua Jurusan D3 Teknik Elektro, UGM). Tgl 9 September 2004. Masjid Kampus UGM. Diselengggaran oleh :Forum Kajian Islam Mahasiswa (Forum kerjasama antara bidang-bidang SKI di UGM), Lembaga Bimbingan Islam Al Atsary, Jogjakarta.

Ciri khas penarik masa : Gratis snack, dll.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...