• Tidak ada hasil yang ditemukan

Critical Review Pengaruh Ketersediaan Te

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Critical Review Pengaruh Ketersediaan Te"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

Ekonomi kota merupakan pandangan terhadap kota didasari kepentingan ekonomi, khususnya dalam hal pemilihan lokasi baik untuk kegiatan usaha maupun tempat tinggal (O’Sullivan, 2003). Dalam ekonomi kota banyak aspek yang dipelajari didalammnya seperti masalah ekonomi kota, konsep-konsep dasar ekonomi kota, urbanization economic, agglomeration economic, localization economic. Teori pasar lahan perkotaan dan

pengembangan lahan, pola guna lahan dan nilai lahan, penyediaan perumahan (properti), eksternalitas ekonomi, urban sprawl and squatter, permasalahan transportasi, penyediaan angkutan perkotaan, biaya kemacetan, konsep ekonomi dalam mengatasi masalah transpor metasi kota, teori pasar tenaga kerja, pengangguran, sektor informal, kemiskinan dan kriminalitas , daya saing kota, pelayanan dasar perkotaan, ekonomi kreatif, kualitas lingkungan, dan tata kelola kota.

Untuk dapat memehami mengenai pokok-pokok bahasan tersebut ada beberapa cara yang dapat dilakukan, slah satunya adalah dengan mengkritisi sebuah tulisan seperti jurnal. Dengan mengkritisi jurnal yang berkaitan dengan pokok bahasan ekonomi kota maka kita akan mendapatkan banyak ilmu dan dapat mempelajari teori ekonomi tersebut dengan lebih mudah karena dalam jurnal-jurnal tersebut langsung membahas tentang study kasus yang berkaitan dengan ekonomi kota. Jadi dengan mengkritisi sebuah jurnal selain dapat mempelajari teori mengenai ekonomi kota tersebut kita juga dapat mengetahui bagimana teori tersebut diimplementasikan dalam memecahkan suatu permasalahan .

1.2 TUJUAN DAN MANFAAT

Tujuan dan manfaat dari review jurnal ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan teori-teori ekonomi kota dalam kehidupan nyata, selain itu juga menulis dengan critical review, akan dapat menambah pemahaman yang lebih terhadap suatu kajian tertentu karena dituntut untuk membaca berbagai literatur, dan untuk menguji pikiran penulis berdasarkan sudut pandang penulis dan pengetahuan serta pengalaman yang dimiliki terkait dengan jurnal yang dikritisi.

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Teori Investasi

(3)

income) atau pengeluaran nasional (national expenditure) yang secara khusus

diperuntukkan memproduksi barang-barang kapital atau modal pada suatu periode tertentu. Teori investasi merupakan salah satu bagian yang sering menjadi faktor dalam berbagai teori pembangunan, seperti salah satu contoh di atas adalah teori pertumbuhan Harrod-Dommar di mana investasi merupakan penggerak atau akselerator pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan pendapatan nasional.

2.2 Tenaga Kerja Kaitannya dengan Investasi

Di Indonesia yang dimaksud dengan angkatan kerja adalah penduduk yang berusia 15 tahun ke atas yang secara aktif melakukan kegiatan ekonomis(Badan Pusat Statistik 1983). Sedangkan menurut Ida Bagus Mantra (2000:225) bahwa: Angkatan Kerja terdiri dari penduduk yang bekerja, mempunyai pekerjaan tetap tetapi sementara tidak bekerja dan tidak mempunyai pekerjaan sama sekali tapi mencari pekerjaan secara aktif. Mereka yang berumur 15 tahun atau tidak bekerja atau tidak mencari pekerjaan karena sekolah, mengurus rumah tangga, pension, atau secara fisik dan mental tidak memungkinkan untuk bekerja tidak dimasukkan dalam angkatan kerja.

Menurut Makmun (2004, h.12) yaitu: Ketersediaan tenaga kerja menjadi salah satu pertimbangan bagi investor untuk menanamkan modalnya”. Jelaslah memang faktor tenaga kerja merupakan faktor yang cukup penting dalam usaha meningkatkan investasi. Hal ini disebabkan faktor tenaga kerja dipandang sebagai suatu faktor produksi yang mampu untuk meningkatkan daya guna faktor produksi lainnya (mengolah bahan mentah, memanfaatkan modal dsb) sehingga perusahaan memandang tenaga kerja sebagai faktor penting dalam mendukung investasinya.

2.3 Infrastruktur Kaitannya dengan Investasi

Todaro (2000:143) menjelaskan bahwa tingkat ketersediaan infrastruktur di suatu Negara adalah faktor penting dan menentukan bagi tingkat kecepatan dan perluasan pembangunan ekonomi. Sejalan dengan hal tersebut, Firdaus 2008 dalam (Permana dan Alla 2010:18) mengemukakan bahwa suplai tenaga listrik dan infrastruktur sosial

berpengaruh signifikan terhadap daya tarikinvestasi pada suatu wilayah. 2.4 Pendapatan Perkapita Kaitannya dengan Investasi

(4)

2.5 Suku Bunga Kaitannya dengan Investasi

Menurut Suparmoko (1990:26) keputusan untuk mengadakan investasi erat kaitannya dengan tingkat suku bunga pinjaman yang berlaku. Suparmoko menambahkan bahwa: investasi dalam hal ini merupakan penanaman modal oleh perusahaan untuk membeli barang-barang capital yang baru seperti mesin dan peralatan lainnya, pabrik-pabrik, toko-toko, alat angkutan, gudang dan lain sebagainya. investasi akan mengalami kenaikan dalam jumlahnya apabila suku bunga pinjaman turun. Sebaliknya, apabila suku bunga pinjaman mengalami kenaikan maka investasi akan berkurang. Dalam hal ini investasi dapat berupa pembelian barang-barang kapital maupun pembelian surat obligasi. 2.6 Pengujian Statistik

a. Uji Akar Unit

Stasioneritas merupakan salah satu prasyarat penting dalam model ekonometrika untuk data runtut waktu (time series). Salah satu konsep formal yang dipakai untuk mengetahui stasioneritas data adalah melalui uji akar unit (unit root test). Uji ini merupakan pengujian yang populer, dikembangkan oleh David Dickey dan Wayne Fuller dengan sebutan Augmented Dickey-Fuller (ADF) Test. Jika suatu data time series tidak stasioner pada orde nol, I(0), maka stasioneritas data tersebut bisa dicari melalui order berikutnya sehingga diperoleh tingkat stasioneritas pada order ke-n (first difference atau I(1), atau second difference atau I(2), dan seterusnya.

b. Uji Kointegrasi

Uji ini dikembangkan berdasarkan adanya persepsi model data yang tidak stasioner secara individu akan tetapi kombinasi linear antara dua atau lebih data time series dapat menjadi stasioner. Untuk mengetahuinya dilakukan pengujian metode Engle Granger dengan pendekatan Augmented Dicky Fuller Test. Pengujian dengan jalan ini lebih dikenal sebagai uji kointegrasi. Jika variabelvariabel dalam model terkointegrasi maka dapat diartikan kombinasi dari dua atau lebih dalam regresi adalah stasioner.

c. Uji Koefisien Determinasi (R2)

Uji koefisien determinasi dilakukan dengan maksud untuk melihat seberapa besar pengaruh perubahan variabel-variabel bebas yang digunakan dalam model mampu menjelaskan pengaruhya terhadap variabel tidak bebasnya. Uji ini melihat nilai koefisien determinasi (R2) yang diperoleh dari persamaan yang diestimasi.

d. Uji t-statistik

(5)

e. Uji F-statistik

Uji F-stat digunakan untuk menguji tingkat signifikansi dari pengaruh secara bersama-sama dalam menjelaskan variasi variabel terikatnya. Uji ini dilakukan dengan membandingkan nilai F hitung dengan nilai F tabel

f. Pengujian Pelanggaran Asumsi Klasik Model Regresi Linier

Multikolinier adalah situasi adanya korelasi antara variabel bebas dengan variabel bebas lainnya. Konsekuensinya meskipun hasil estimasi masih BLUE (Best Linear Unbiased Estimator), akan tetapi multikolinieritas dapat menyebabkan standard error yang lebih besar,

nilai koefisien determinasi (R2) tetap tinggi dan uji F-stat signifkan meskipun banyak variabel yang tidak signifikan. Dengan kata lain, dapat dikatakan bahwa sebuah model persamaan dinyatakan terdapat gangguan multikolinear apabila R2-nya tinggi namun hanya sedikit atau bahkan tidak ada variabel bebasnya yang signifikan pada pengujian tstatistik.

Heteroskedastisitas salah satu asumsi yang harus dipenuhi agar taksiran parameter dalam model regresi bersifat BLUE adalah var (ui) harus sama dengan σ2 (konstan), atau dengan kata lain, semua residual atau error mempunyai varian yang sama. Kondisi seperti itu disebut dengan homoskedastis. Sedangkan apabila varian tidak konstan atau berubah-ubah disebut dengan heteroskedastis. Uji formal untuk masalah ini salah satunya adalah Uji White / White-Test. Uji ini dapat dilakukan secara langsung dengan program EViews.

BAB III

RANGKUMAN JURNAL

Tulisan ini berbentuk critical review dari jurnal yang berjudul Pengaruh Ketersedian Tenaga Kerja, Infrastruktur, Pendapatan Perkapita Dan Suku Bunga Terhadap Investasi

Industri Kota Semarang, yang disusun oleh Puput Wijayanti dan Drs. H. Edy Yusuf AG, MSc., Ph.D.

Pada pendahuluan jurnal dibahas dari definisi investasi dan bagimana peranan investasi di Kota Semarang. Dijelaskan bahwa peranan investasi di Kota Semarang cenderung meningkat sejalan dengan banyaknya dana yang dibutuhkan untuk melanjutkan pembangunan perekonomian dan output dari investasi juga meningkat tiap tahunnya. Namun investasi di Kota Semarang masih lebih rendah dibandingkan kota lain di Jawa Tengah seperti Kota Surakarta.

(6)

kualitas infrastruktur yang baik, pendapatan per kapita yang tinggi, dan tingkat suku bunga pinjaman yang rendah.

Rumusan masalah yang akan dibahas pada jurnal ini adalah bagaimana pengaruh tenaga kerja, infrastruktur, pendapatan per kapita, dan tingkat suku bunga terhadap investasi di Kota Semarang sehingga menyebabkan rendahnya investasi di Kota Semarang dibandingkan dengan kota lain yang ada di Jawa Tengah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji variabel yang dapat mempengaruhi investasi industri, sehingga nantinya dapat dikaji prioritas kebijakan yang tepat untuk mengatasi masalah-masalah investasi yang ada di Kota Semarang, khususnya untuk investasi industri.

Setelah pendahuluan, pada jurnal dicantumkan telaah pustaka atau tinjauan pustaka yang nantinya dapat menjadi acuan dalam pembahasan. Pada tinjauan pustaka tersebut dijelaskan mengenai teori investasi, kaitannya tenaga kerja dengan investasi, kaitan infrastruktur dengan investasi, kaitan pendapatan perkapita dengan investasi, dan kaitan antara suku bunga dengan investasi.

Pada metode penelitian yang dibahas ada 3 poin yaitu variabel dependen, variabel independen, dan metode analisis. Variabel dependen pada penelitian ini adalah besarnya industri pengelolaan dalam PDRB Kota Semarang menurut harga konstan berdasarkan tahun 2000. Yang menjadi variabel Independen pada penelitian ini adalah tenaga kerja (bayaknya penduduk angaktan kerja yang bekerja di sektor industri), infrastruktur (panjangnya jalan yang berada pada kondisi yang baik sehingga dapat membantu kelancaran kegitan produksi), suku bunga (besarnya suku bunga pinjaman kredit di bank umum), dan pendaptan perkapita (ekonomi daerah yang dinyatakan dengan pendaptan perkapita besarnya pendapatan yang telah diterima masyarakat dalam Kota Semarang Dalam Angka).

Metode analisis data yang digunakan adalah model data runtut waktu (Time series) dimana data yang digunakan dalam penelitian adalah dari tahun 1990-2009. Model yang digunakan adalah model ekonomertrika dengan spesifikasi model seperti berikut :

Y = f ( X1,X2,X3,X4 ) Dimana:

Y = Investasi industri X4 = Suku bunga X1 = Tenaga kerja X3 = Pendapatan X2 = Infrastruktur

(7)

Pada hasil penelitian terdapat beberapa pembahasan yang meliputi uji akar unit, uji asumsi klasik yang terdiri dari multikolinearitas, Heteroskedastisitas, autokorelasi, uji yang ketiga adalah uji kointegrasi, kemudian ECM, uji hepotesa yang terdiri dari uji F dan uji t, dan kemudian interpretasi data.

Pada interprestasi data berdasarkan hasil estimasi diperoleh bahwa R2 adalah sebesar 0.965486 untuk jangka panjang yang berarti sebesar 0.96 % variasi perubahan investasi industri di Kota Semarang dapat dijelaskan atau dipenagruhi oleh variasi perubahan tenaga kerja , infrastruktur, pendapatan perkapita, dan suku bunnga. Sedangkan untuk jangka pendek diperoleh R2 sebesar 0.61 yang artinya sebesar 0,61% perubahan investasi industri dalam jangka pendek dipengaruhi oleh variasi perubahan faktor tenaga kerja, infrastruktur, pendaptan perkapita, dan suku bunga.

Interpretasi data pengaruh tenaga kerja terhadap investasi industri dapat disimpulkan bahwa tenaga kerja tidak mempengaruhi investasi industri di Kota Semarang karena sebagian besar tenaga kerja hanya terserap pada industri besar dan sedang. Sedangkan industri kecil dan rumah tangga tidak banyak menyerap tenaga kerja.

Interprtasi data pengaruh infrastruktur terhadap investasi industri dapat disimpukan bahwa variabel infrastruktur tidak mempengaruhi investasi industri di Kota Semrang baik dalam jangka waktu panjang maupun dalam jangka waktu pendek. Hal ini karena pertumbuhan akan perbaikan pelayanan infrastruktur yaitu berupa kondisi jalan dalam dua puluh tahun tidak banyak menunjukan perkembangan. Hal ini berarti pertumbuhan infrastruktur sangat jauh lebih kecil jika dibandingkan pertumbuhan investasi industri di Kota Semarang. Tahun 1990 panjang jalan dengan kondisi baik sepanjang 642,472 km hanya mengalami peningkatan pada tahun 2009 menjadi sebesar 1.222,9 km. Sedangkan pertumbuhan investasinya tercatat dari tahun 1990 sebesar 236.942.135 rupiah menjadi 5.465.109.040 rupiah pada tahun 2009. Infrastruktur di Kota Semarang lebih bersifat inelastis artinya dalam keadaan bagaimanapun jalan akan tetap digunakan masyarakat karena merupakan satu-satunya akses yang ada menuju satu tujuan tertentu.

Interpretasi data pengaruh pendapatan perkapita terhadap investasi industri dapat disimpulakan bahwa pendapatan berpengaruh dengan investasi baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek. Hal ini karena pendapatan perkapita dan PDRB perkapita merupakan cermin dari daya beli masyarakat atau pasar. Makin tinggi daya beli masyarakat suatu negara atau daerah maka akan makin menarik negara atau daerah tersebut untuk berinvestasi.

(8)

mendorong investor untuk meminjam modal dan dengan pinjaman modal tersebut maka ia akan melakukan investasi.

Berdasarkan pembahasan diatas didapat kesimpulan bahwa variabel tanaga kerja tidak mempengaruhi industri di Kota Semarang dalam jangka panjang maupun dalam jangka pendek. Dalam pengujian diperoleh bahwa infrastruktur tidak mempengaruhi investasi industri di Kota Semarang. Pendapatan perkapita mempengaruhi investasi industri baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek. Tingkat suku bunga pinjaman baik dalam jangka pendek berpengaruh terhadap investasi industri di Kota Semarang.

Setelah kesimpulan penulis juga menjelaskan mengenai keterbatasan dari jurnal ini seperti, dalam menentukan variabel-variabel independen penulis belum menggunakan penelitian terdahulu yang menggunakan empat variabel independen sekaligus yaitu tenaga kerja, infrastruktur, pendapatan, perkapita, dan suku bunga pinjaman. Selain itu keterbatasan yang lainnya adalah terkait data yang digunakan adalah data time series, dimana data ini sulit dibenarkan secara makro. Pada variabel tenaga kerja, karena keterbatasan data penulis kesulitan dalam menentukan presentase tenaga kerja terhadap masing-masing industri. Selain itu dalam analisis variabel infrastruktur, penulis hanya menggunakan parameter panjang jalan, sedangkan dalam masih ada unsur infrastruktur yang lainnya.

Pada bagian akhir dari jurnal penulis juga menambahkan saran yang sesuai dengan tujuan penulisan jurnal. Salah satu saran yang dituliskan oleh penulis adalah agar pemerintah lebih berupaya menjaga perekonomian melalui meningkatkan pendapatkan masyarakat. Dan membuat kebijakan yang dapat menjaga infalasi agar tertap terkendali sehingga tingkat suku bunga menjadi lebih manarik bagi investor.

BAB IV CRETICAL REVIEW

4.1 Critical

Pada jurnal ini penulis kurang memberikan informasi yang lengkap terkait dengan identitas dari penulis atau peneliti. Identitas yang dicantumkan hanya nama dari penulis atau peneliti. Seharusnya penulis dapat memberikan informasi yang lebih lengkap mengenai identitas penulis seperti menambahkan asal penulis (universitas atau perguruan tinggi) atau latar belakang pendidikan di penuulis, sehingga pembaca akan setidaknya dapat mengetahi jurnal ini akan dibahas melalui sudut pandang yang bagaimana. Selain itu penulis juga dapat menambahkan alamat email dari penulis itu sendiri.

(9)

sejalan dengan banyaknya dana yang dibutuhkan untuk melanjutkan pembangunan ekonomi. Namun pada paragraf selanjutnya disebutkan bahwa investasi Kota Semarang cenderung mengalami penurunan tiap tahun yang ditunjukan dengan tabel pertumbuhan investasi industri 2005-2009. Oleh karena itu penjelasan-penjelasan tersebut menjadi rancu dan membingungkan pembaca. Pembaca tidak dapat memahami apakah investasidi Kota Semarang sedang mengalami peningkatan atau penurunan.

Pada telaah pustaka, teori yang dicantumkan sudah jelas dan lengkap. Namun dalam teori yang dicantumkan terlalu banyak. Seperti contoh dalam teori investasi, dimana definisi dari investasi yang dicantumkan terlalu banyak. Akan lebih baik jika definisi yang dicantumkan adalah yang menjadi pedoman saja dalam penelitian ini. Pada telaah pustaka kaitan suku bunga dengan investasi, ada beberapa teori yang dicantumkan tidak berhubungan dengan pembahasan dari jurnal ini atau tidak terlalu menjadi perhatian dalam pembahasan masalh pada jurnal ini. Dimana dicantumkan mengenai teori tingkat suku bunga, fungsi tingkat suku bunga dalam perekonomian, jenis bunga dalam perbankan. Teori-teori tersebut sebenarnya tidak diperlukan dalam pembahasan rumusan masalah.

Pada pembahasan menggunakan uji statistik yang meliputi uji akar unit, uji asumsi klasik, uji kointegrasi, ECM, dan uji hipotesis yang meliputi uji f dan uji t. Namun dalam pembahasan kurang dapat dipahami apa perbedaan dari masing-masing uji statistika tersebut. Seperti pada uji akar, pembaca akan kurang memahami maksud dari uji tersebut, apa tujuan dari uji akar tersebut. Begitu pula dengan uji statistika lain yang digunakan. Permasalhan apa yang akan dipecahkan melalui uji akar tersebut. Pada output dari masing-masing uji statistika tersebut juga kurang dapat memberikan informasi mengenai hasil dari uji statistik tersebut.

Secara keseluruhan jurnal ini sudah bagus karena penulis dapat menjelaskan rumusan masalah dengan jelas dan membahasnya berdasarkan masing-masing variabel yang diuji dalam rumusan masalah , sehingga pembaca dapat dengan mudah memahami pembahasan yang dituliskan oleh penulis. Pada interpretasi data penulis dapat menyajikannya dengan baik, karena selain menjelaskan apakah variabel-variabel tersebut mempengaruhi investasi ekonomi di Kota Semarang, penulis juga menuliskan alasan-alasan mengapa variabel tersebut dikatakan mempengaruhi atau tidak. Sehingga pembaca dapat memperoleh informasi yang lengkap dari penjelasan tersebut.

(10)

4.2 Saran

1. Pada tinjauan pustaka akan lebih baik penulis hanya mencantumkan teori yang digunakan untuk membahas rumusan masalah,

2. Pada jurnal ini untuk penulis menggunakan metode analisis time series dengan menggukan uji statistik, maka akan lebih baik penulis juga mencantumkan masing-masing teori dari uji statistik yang digunakan pada tinjauan pustaka sehingga pembaca akan dapat mengetahui acuan apa yang digunakan oleh penulis dalam melakukan analisis.

3. Untuk penulisan rumusan masalah dan tujuan penelitian akan lebih baik apabila penulis membuatkan sub pembahasan tersendiri sehingga pembaca akan dapat lebih mudah mengetahui apakah rumusan masalah dan tujuan dari jurnal tersebut. Penulisan rumusan masalah per point mungkin akan lebih mudah lagi dipahami oleh pembaca.

4. Untuk dapat memudahkan pembaca dalam memahami hasil dari masing-masing uji statistika yang dilakukan oleh peneliti, akan lebih baik jika penulis memberikan informasi yang lebih jelas lagi

BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan

Berdasarkan critical review pada bab III dan bab IV maka didapatkan kesimpulan sebagai berikut :

1. Dalam menulis jurnal, penulis akan lebih baik apabila dapat mencantumkan identitasnya dengan lengkap, karena hal tersebut dapat membantu pembaca nantinya

2. Dalam menulis rumusan masalah dan tujuan penulisan jurnal, akan lebih baik apabila rumusan masalah dan tujuan tersebut di tulis dalam sub bab tersendiri, dan dituliskan per poin.

3. Pada penulisan tinjauan pustaka, akan lebih baik apabila penulis mencantumkan teori-teori yang memang dapat mendukung dalam pembahasan rumusan masalah. 4. Pada pembahasan pada uji statistik sebaiknya penulis memberikan informasi yang

lebih mudah dipahami dari hasil dari uji statistik yang telah dilakukan 5.2 Lesson Learned

(11)

kembali mengenai uji statistik yang sebelumnya pernah dipelajari. Selain itu kita juga dapat mengetahui bagaimana sebenarnya uji statistik itu digunakan sebenarnya dalam memecahkan masalah.

Daftar Pustaka

(12)

Referensi

Dokumen terkait

Teknik pembelajaran wait time adalah suatu teknik yang digunakan dalam pembelajaran dengan memberikan waktu tunggu kepada peserta didik untuk berfikir dan guru

Diberikan hanya untuk Asuransi Pulang - Pergi, dalam hal keberangkatan pengangkutan umum yang sudah terjadwal, dimana Tertanggung merencanakan untuk

Menurut Karasek (1979) dalam job demands-job control model, akibat dari stres seperti masalah pada kesehatan mental dan fisik, terjadi ketika dalam pekerjaan secara

Menurut Thiagarajan, dkk (1974), analisis ujung depan bertujuan untuk memunculkan dan menetapkan masalah dasar yang dihadapi dalam pembelajaran, sehingga diperlukan suatu

Berdasarkan dari kuisioner pada tabel 2 tersebut dapat dinyatakan bahwa dengan adanya sistem pendukung keputusan penentuan warga miskin dapat membantu kegiatan di kelurahan

Indikasi terapi bedah sendiri dikerjakan bila secara klinis maupun neurologis tidak ada perbaikan atau cenderung memburuk dengan pemberian medikamentosa OAT fase

a. Tes ini disebut pula tes subjektif terdiri dari sejumlah pertanyaan dalam bentuk uraian, yang harus dijawab dalam bentuk uraian tertulis atau berupa kalimat

Peningkatan SDM Anggota Manggala Agni melalui pembinaan cara mendownload data Hotspot dari website sipongi, Pemantauan data cuaca dari BMKG, Pengamatan dan