Kerja Sama Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Teks penuh

(1)

Kerja Sama Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Sejalan dengan visi Badan

Litbang Pertanian menjadi lembaga penelitian dan pengembangan pertanian berkelas dunia dalam menghasilkan dan mengembangkan inovasi pertanian mendukung terwujudnya sistem pertanian industrial serta upaya menuju penelitian pertanian yang berkelas dunia maka salah satu upaya yang dilakukan adalah melaksanakan kerja sama dengan mitra kerja sama baik di dalam dan di luar negeri.

Kerja sama penelitian baik kerja sama dalam negeri maupun luar negeri merupakan bagian penting untuk menunjang keberhasilan program Badan Litbang Pertanian. Dengan adanya kerja sama tersebut diharapkan adanya sharing dari mitra dalam bentuk sumberdaya baik sumberdaya manusia, keuangan maupun sarana dan prasarana.

Arahan Kepala Badan Litbang Pertanian pada pelaksanaan kegiatan kerja sama terutama terkait dengan output adalah agar menghasilkan output konkrit berupa inovasi teknologi pertanian dan tidak berupa paper agricultural. Dalam implementasinya, inovasi tersebut dapat memberikan hasil yang cepat, mudah diimplementasikan serta murah dari segi biaya sehingga pengguna dapat menggunakannya untuk kemajuan pembangunan pertanian.

Kerja Sama Dalam Negeri

Kerja sama dalam negeri diarahkan untuk meningkatkan pemanfaatan sarana/fasilitas penelitian, jasa pelayanan, dan alih teknologi. Kerja sama ini dilakukan dengan Pemda, Universitas, Swasta, KTNA, BUMN dan lembaga litbang lainnya. Pada tahun 2009 Badan Litbang Pertanian mengelola kerja sama dalam negeri sebanyak 216 judul kerja sama dengan sebaran pada tingkat Pusat/Puslitbang sebanyak 7 judul kerja sama, tingkat Balai Besar sebanyak 27 judul kerja sama, tingkat Balai Penelitian sebanyak 61 judul kerja sama, dan tingkat Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) dan Loka Penelitian (Lolit) sebanyak 121 judul kerja sama. Banyaknya judul kerja sama yang terdapat pada BPTP/Lolit menunjukkan indikasi bahwa saat ini Badan Litbang Pertanian melalui BPTP aktif menjalin kerja sama dengan pemda provinsi maupun kabupaten dalam rangka pembangunan pertanian di daerah. BPTP/Lolit sebagai ujung

(2)

tombak penerapan inovasi teknologi pertanian diharapkan dapat lebih berperan serta dengan mitra kerja sama di daerah.

Program Kerjasama Kemitraan Penelitian Pertanian dengan Perguruan Tinggi (KKP3T)

Dalam rangka optimalisasi pemanfaatan sarana/prasarana/SDM di Unit Kerja (UK)/Unit Pelaksana Teknis (UPT) lingkup Badan Litbang Pertanian, dan untuk membangun jejaring kerja sama penelitian, serta sinergi program kerja sama penelitian dengan lembaga-lembaga penelitian non departemen (perguruan tinggi), maka dimulai pada tahun 2007 Badan Litbang Pertanian telah melaksanakan program Kerja Sama Kemitraan Penelitian Pertanian dengan Perguruan Tinggi (KKP3T). Pada pelaksanaan KKP3T 2007 respon yang diberikan perguruan tinggi cukup baik, terbukti dengan diterimanya sebanyak 344 usulan proposal dari 32 perguruan tinggi yang terdapat di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Dari hasil seleksi akhir maka sebanyak 148 proposal disetujui didanai melalui program KKP3T. Sebagian besar proposal yang lolos seleksi merupakan penelitian yang bersifat multi years dan memiliki kesesuaian program dengan Badan Litbang Pertanian serta diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap program percepatan pembangunan nasional khususnya pembangunan pertanian.

Beberapa hasil kegiatan penelitian yang cukup penting/menonjol dan atau berpotensi untuk dipatenkan pada pelaksanaan KKP3T TA 2007, antara lain : • Teridentifikasinya spesies pseudomonas anti mikroba pathogen sebagai

pengendali penyakit akar tanaman kedelai

• Efikasi minyak cengkeh dan minyak sereh sebagai anti cendawan dan bakteri pada benih padi

• Teridentifikasinya galur toleran naungan tanaman kedelai

• Prototype alat untuk proses klasifikasi mutu manggis dengan basis fitur warna “RGB”

• Diperolehnya perekat phenol (lem) dari limbah sekam yang dapat dipergunakan untuk multi fungsi

• Diperolehnya 187 isolat bakteri endofit, 5 diantaranya siap diformulasi untuk mengendalikan nematode peluka akar pada tanaman nilam

• Diperolehnya isolate sari kacang terbaik untuk industri sari kacang-kacangan • Telah dirancang unit prosesing untuk produksi kopi rendah kafein

• Diperolehnya alkyl polyglocoside (apg) sebagai surfactant

• Dihasilkan bahan pemantap yang baik untuk viskositas karet yaitu mea dan dea yang direncanakan akan diaplikasikan di industri

(3)

Pada pelaksanaan program KKP3T TA 2008 total usulan proposal yang masuk berjumlah 444 proposal dari 36 perguruan tinggi (dari 32 perguruan tinggi TA 2007, 9 perguruan tinggi tidak mengusulkan proposal pada TA 2008) dengan total usulan biaya sebesar ± Rp 75 milyar. Apabila dibandingkan dengan KKP3T TA 2007 maka terjadi peningkatan pada jumlah proposal yang masuk sebesar 100 proposal. Setelah melalui seleksi akhir maka sebanyak 158 proposal dari 24 perguruan tinggi disetujui didanai melalui program KKP3T.

Beberapa hasil kegiatan penelitian yang cukup penting/menonjol dan atau berpotensi untuk dipatenkan pada pelaksanaan KKP3T TA 2008, antara lain: • Dihasilkannya formulasi pupuk N Zeo Fosfat untuk peningkatan produktivitas

pada tanah ultisol

• Diperolehnya fusarium cocophilum sebagai agen pengendali hayati pada tanaman kedelai

• Diperolehnya formulasi pupuk N Zeo Fosfat yang berpotensi HaKI

• Diperolehnya isolate jamur saprofit dan endofit yang dapat dikembangkan sebagai agen pengendali fusarium pisang

• Diperolehnya isolate kapang yang memiliki patogenitas terhadap kutu sisik pada tanaman jeruk

• Didapat empat klon potensial tebu genjah untuk bioetanol

• Diperoleh formulasi ekstrak kompos (ekstrak sampah) sebagai pengendali pithoptora pada kakao

• Ditemukannya struktur senyawa bioaktif terhadap sel kanker payudara pada buah merah varietas maler yaitu hexadecaconic acid atau palmitric acid, dan 9-octadecenoic acid atau oleic acid

• Didapat 5 isolat yang potensial sebagai agen hayati pengendali penyakit layu bahteri pada jahe

• Diperolehnya G lucidium yang dapat digunakan untuk memproduksi Cr-organik pada jerami

• Diperolehnya model generasi m-1 hasil radiasi dengan 5000 rad yang dapat menghasilkan bunga

• Telah didapat teknologi pengekspresan minyak biji kamandrah yang optimum • Ditemukan 17 spesies gambir di Sumatera Barat dengan jumlah aksesi 119

buah

• Diketahuinya 8 spesies biodiversitas gambir liar berdasarkan karakter fenotipik dan genotipik

• Diperolehnya residu gliserol pabrik biodiesel untuk bahan plastik

• Telah berhasil diproduksi aplikasi alkil poliglycoside (apg) sebagai surfactan dalam formulasi herbisida

(4)

Dalam rangka peningkatan efektivitas dan efisiensi sumberdaya penelitian maka pada tahun 2009 pelaksanaan program KKP3T dilakukan dengan berbagai penyempurnaan dalam cakupan, rancangan, proses manajemen pendaftaran, seleksi, monitoring dan evaluasi. Disamping itu penekanan output akhir kegiatan KKP3T oleh Kepala Badan Litbang Pertanian diharapkan dapat berupa teknologi inovasi konkrit yang mudah diterapkan oleh user, murah, dan cepat memberikan hasil yang signifikan dalam implementasi di lapang.

Pada TA 2009 jumlah usulan proposal KKP3T yang diterima Badan Litbang Pertanian sebanyak 572 judul yang berasal dari 70 perguruan tinggi, dengan total usulan biaya sebesar Rp. 88,8 milyar. Melalui seleksi akhir terdapat sebanyak 185 proposal dari 28 perguruan tinggi yang layak didanai dengan total dana sebesar Rp 18,773 M dengan rata-rata biaya per proposal sebesar Rp 101.475.676,-. Dari jumlah tersebut sebanyak 76 proposal merupakan proposal lanjutan sedang sisanya sebanyak 109 proposal adalah proposal baru. Pada biaya yang disetujui, bidang penelitian tanaman perkebunan, tanaman hortikultura dan bioteknologi memiliki nilai biaya terbesar dibandingkan dengan bidang penelitian lainnya masing-masing sebesar Rp 3,164M, 2,717M, dan 2,592 M. Bidang penelitian tanaman obat dan biofarmaka memiliki rata-rata biaya per proposal terbesar yakni Rp 128.550.000 per proposal. Dari jumlah proposal yang lolos, IPB terbesar dengan 87 proposal (47,03%) diikuti UGM dengan 27 proposal (14,59%) serta UNPAD dengan 12 proposal (6,49%). Rekapitulasi proposal KKP3T yang lolos berdasarkan bidang penelitian dan perguruan tinggi terdapat pada Tabel 15 dan Tabel 16 serta Gambar 19.

Tabel 15. Jumlah Proposal KKP3T yang Lolos Seleksi Berdasarkan Bidang Penelitian Tahun 2009 .

No. Bidang Penelitian Proposal Jumlah Biaya Disetujui (rupiah)

1. Tanaman Pangan 21 1.955.000.000 2. Tanaman Hortikultura 28 2.717.500.000 3. Tanaman Perkebunan 29 3.164.000.000 4. Tanaman Obat dan Biofarmaka 10 1.285.500.000 5. Peternakan dan Veteriner 18 1.677.000.000 6. Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian 22 2.592.000.000 7. Teknologi Pasca Panen 21 1.841.500.000 8. Mekanisasi Pertanian 4 397.000.000 9. Sumberdaya Lahan dan Lingkungan 22 2.138.000.000 10. Sosiologi dan Ekonomi Pertanian 10 1.005.500.000

(5)

11% 15% 17% 5% 10% 12% 1% 2% 12% 5% Keterangan : Tanaman Pangan Tanaman Hortikultura Tanaman Perkebunan

Tanaman Obat dan Biofarmakan Peternakan dan Veteriner

Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Teknologi Pascapanen

Mekanisasi Pertanian

Sumberdaya Lahan dan Lingkungan Sosiologi dan Ekonomi Pertanian

(6)

Tabel 16. Rekapitulasi Proposal yang Lolos Seleksi KKP3T berdasarkan Perguruan Tinggi Tahun 2009

No. Nama Perguruan Tinggi Jumlah Proposal Prosentase (%)

1 IPB Bogor 87 47,03 2 UGM Jogjakarta 27 14,59 3 UNPAD Bandung 12 6,49 4 UNAND Padang 8 4,32 5 UNDIP Semarang 6 3,24 6 UNEJ Jember 6 3,24 7 UNHAS Makassar 6 3,24 8 UNIBRAW Malang 5 2,70 9 UNMUH Malang 3 1,62 10 UNRAM Mataram 3 1,62 11 UNSRI Palembang 3 1,62 12 ITB Bandung 2 1,08 13 UNIB Bengkulu 2 1,08 14 ITS Surabaya 1 0,54 15 MAHASARASWATI Denpasar 1 0,54

16 Univ Arsyad Al Banjary Banjarbaru 1 0,54

17 Taman Siswa Padang 1 0,54

18 UDAYANA Bali 1 0,54 19 UNDANA Kupang 1 0,54 20 UNHALU Kendari 1 0,54 21 UNILA Lampung 1 0,54 22 UNIPA Papua 1 0,54 23 UNJ Jakarta 1 0,54 24 UNM Malang 1 0,54 25 UNS Solo 1 0,54 26 UNSRAT Manado 1 0,54 27 UNTAN Pontianak 1 0,54

28 WINAYA MUKTI Sumedang 1 0,54

(7)

Pada Tabel 17 mengindikasikan bahwa jumlah proposal KKP3T yang masuk mengalami peningkatan signifikan di tahun 2009 karena dibukanya kesempatan bagi program S1 untuk mengusulkan dan ikut dalam program KKP3T. Ini diikuti dengan peningkatan pada PT pengusul, usulan biaya, jumlah proposal lolos, dan biaya yang disetujui.

Tabel 17. Perkembangan Program KKP3T Tahun Anggaran 2007-2009.

Uraian Tahun Anggaran

2007 2008 2009 Jmh Proposal Masuk 342 444 572 PT Pengusul 32 36 70 Usulan Biaya (Rp) 48 M 75 M 88,8 M Jmh Proposal Lolos 150 158 185 Biaya Disetujui 15,507 M 18,511 M 18,773 M PT yang Lolos 21 24 28

Hasil Penting KKP3T Tahun Anggaran 2009

Beberapa hasil kegiatan penelitian yang cukup penting/menonjol dan atau berpotensi untuk dipatenkan pada pelaksanaan KKP3T TA 2009, antara lain: • Diperolehnya informasi lengkap berupa peta fisik dari genom gemini virus • Diperolehnya parasitoid hmiptarsenus varicornis untuk pemanfaatan sebagai

agens pengendali hayati pada tanaman bawang merah

• Diperolehnya informasi respon kultivar pisang bermikoriza terhadap penyakit FOC VCG 01213-01216

• Didapat informasi penyebaran dan tingkat serangan neotoxoptera SP dan isolat B bassiana yang virulen pada tanaman bawang merah

• Telah dihasilkan varietas cabai BC4 dan BC5 yang berdaya hasil tinggi dan tahan terhadap penyakit antraknos

• Telah dihasilkan informasi genetika mangga melalui penanda molekul mikrosatelit

• Diperolehnya klon kentang toleran pada suhu tinggi

• Diperolehnya isolat bacillus subtilis dan pseudomonas fluorescens yang efektif terhadap e carotovora

• Diperolehnya koleksi dan informasi spesies patogen penyebab busuk pangkal batang pada tanaman jeruk

(8)

• Diperolehnya isolat rizobakteri yang antagonistik terhadap penyakit busuk cincin pada tanaman kentang

• Diperolehnya metode pembuatan formulasi agens hayati untuk peningkatan hasil dan mutu benih cabai

• Diperolehnya design industri alat pengering untuk pengeringan bahan olah karet rakyat

• Diperolehnya senyawa aktif brucein-c sebagai insektisida alami pada tanaman jambu mete dan lada

• Diperolehnya isolat sopeng 1 untuk pengendalian penyakit vaskular streak dieback pata tanaman kakao

• Diperolehnya informasi potensi akstrak daun jambu biji sebagai obat kumur • Diperolehnya ekstrak temulawak sebagai anti virus AI

• Diperolehnya SOP untuk identifikasi alel kelainan genetik pada sapi perah • Diperolehnya sediaan propolis trigona spp untuk pemacu pertumbuhan alami

pada sapi potong

• Diperolehnya protokol standar bank gen untuk kriopreservat • Dihasilkan tahap awal protokol teknologi induksi androgenesis • Diperolehnya galur padi terseleksi yang tahan AL (BC2F1)

• Diperolehnya prosedur/protokol fusi protoplas pada perakitan jeruk siam • Didapat teknologi pembuatan mi pati sagu

• Diperoleh metode ekstraksi dan isolasi limonim dari limbah/hasil samping pembuatan sari jeruk

• Diperoleh formulasi yogurt yang berkhasiat untuk pencegah diare

• Dihasilkan prototipe alat high pulsed electrical field pada pasteurisasi susu segar

• Diperoleh isolat campylobacter jejuni sebagai antigen dalam pengembangan produksi antibodi spesifik pangan asal ternak

• Diperolehnya rekomendasi proses produksi bioetanol dari ubi jalar

• Dihasilkan prototipe alat deteksi warna daun teh untuk pengendalian mutu • Dihasilkan sistim kendali oksidasi enzimatis teh hitam

• Diperolehnya 2 klon tebu (PSC 094-339 dan PSJT 93-134) yang tahan kekeringan

• Dihasilkan isolasi senyawa toksik untuk kanker payudara dan kanker rahim • Dihasilkan 2 isolat pengendali biologi penyakit layu bakteri jahe.

(9)

Kerja Sama Luar Negeri

Kerja sama luar negeri diarahkan untuk lebih meningkatkan akses terhadap metode dan teknologi yang relevan yang telah dihasilkan oleh Pusat-Pusat Penelitian Internasional untuk mendukung kegiatan inovasi teknologi yang dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian, serta meningkatkan kompetensi peneliti/perekayasa Badan Litbang Pertanian di dunia internasional. Kerja sama dilakukan dengan hubungan kelembagaan formal dengan didasarkan atas persamaan kedudukan yang saling menguntungkan serta dilaksanakan dengan sistem pengendalian yang ketat.

Kerja sama luar negeri dilaksanakan melalui scheme kerja sama bilateral, regional dan multilateral Kerja sama bilateral merupakan kerja sama yang dilaksanakan oleh dua negara melalui goverment to goverment (G to G) maupun private to private (P to P). Untuk kerja sama regional dilakukan oleh beberapa negara yang berada dalam satu kawasan dan kepentingan tertentu seperti ASEAN, APEC, dll. Sedangkan pada kerja sama multilateral dilaksanakan oleh banyak negara misalnya FAO, WHO, CGIAR dll.

Kerja sama luar negeri Badan Litbang Pertanian TA 2009 sebanyak 45 kerja sama. Mitra kerja sama luar negeri terbanyak berasal dari ACIAR, sedangkan lainnya berasal dari IRRI, PRI-HORTIN, IFPRI, JICA, CIRAD, ICRAF, IDRC, APCC, FAO, swasta asing, dan universitas asing (Ghent University Belgia dan Leiden University Belanda). Dalam pelaksanaan kerja sama melibatkan pihak instansi pemerintah daerah, perguruan tinggi (IPB, UGM, UNUD), serta eselon I terkait lingkup Departemen Pertanian.

Data kerjasama penelitian dengan lembaga internasional tahun anggaran 2009 dapat dilihat pada Lampiran 29. Sedangkan perkembangan jumlah judul kerjasama penelitian dalam dan luar negeri selama 5 tahun terakhir (2005-2009) dapat dilihat pada Tabel 18.

Tabel 18. Jumlah Judul Kerjasama Penelitian Luar dan Dalam Negeri Tahun 2005-2009

Tahun

Judul Kerjasama

Luar Negeri Dalam Negeri

2005 52 199 2006 72 213 2007 48 259 *) 2008 77 205 *) 2009 45 400 *) Keterangan : *) Termasuk KKP3T.

Figur

Tabel 15.  Jumlah Proposal KKP3T yang Lolos Seleksi Berdasarkan Bidang Penelitian   Tahun 2009

Tabel 15.

Jumlah Proposal KKP3T yang Lolos Seleksi Berdasarkan Bidang Penelitian Tahun 2009 p.4
Tabel 16.  Rekapitulasi Proposal yang Lolos Seleksi KKP3T berdasarkan Perguruan Tinggi             Tahun 2009

Tabel 16.

Rekapitulasi Proposal yang Lolos Seleksi KKP3T berdasarkan Perguruan Tinggi Tahun 2009 p.6
Tabel 17.  Perkembangan Program KKP3T Tahun Anggaran 2007-2009.

Tabel 17.

Perkembangan Program KKP3T Tahun Anggaran 2007-2009. p.7
Tabel 18.  Jumlah Judul Kerjasama Penelitian Luar dan Dalam Negeri Tahun 2005-2009

Tabel 18.

Jumlah Judul Kerjasama Penelitian Luar dan Dalam Negeri Tahun 2005-2009 p.9

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :