SISTEM NILAI BUDAYA DALAM TRADISI KASESENAN DI SUKU TOUNSAWANG MINAHASA

Teks penuh

(1)

SISTEM NILAI BUDAYA DALAM TRADISI KASESENAN

DI SUKU TOUNSAWANG MINAHASA

TESIS

Diajukan Kepada

Program Studi: Magister Sosiologi Agama, Fakultas Teologi

Guna memenuhi sebagian dari persyaratan untuk mencapai gelar Magister Sains (M.Si)

Oleh:

Militia Kristi Walangitan

NIM: 752017008

MAGISTER SOSIOLOGI AGAMA

FAKULTAS TEOLOGI

UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA

SALATIGA

(2)

i

(3)

ii

(4)

iii

(5)

iv

KATA PENGANTAR

Kasih setia-Nya tak pernah berubah dulu, sekarang dan selamanya

Ajaiblah kuasa dalam nama-Nya, Yesusku luar biasa

Lirik lagu ini mengispirasi sekaligus memotivasi peneliti bahwa kasih setia-Nya memang tak pernah berubah. Dari awal proses perkuliahan sampai saat ini kuasa Tuhan yang ajaib senantiasa melindungi, memelihara, dan menyertai kehidupan peneliti, maka peneliti bias sampai pada titik ini. Oleh karena itu, pujian syukur peneliti panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat-Nya sehingga peneliti dapat menyelesaikan tesis yang diberikan judul Sistem Nilai

Budaya Dalam Tradisi Kasesenan Di Suku Tounsawang Minahasa. Adapun maksud

dari penulisan tesis ini untuk memenuhi salah satu syarat mencapai gelar Magister Sains (M.Si) dalam program studi Magister Sosiologi Agama, Fakultas Teologi Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga.

Peneliti menyadari bahwa tesis ini dapat diselesaikan tidak lepas dari dorongan, dukungan, dan bantuan berbagai pihak, karena itu peneliti memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang tulus kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan tesis ini. Ucapan terima kasih ini disampaikan kepada:

1. Dr. Pdt. Rama Tulus Pilakoannu dan Dr. David Samiyono, MTS., MSLS serta Pdt. Izak Y. M. Lattu, Ph.D yang telah menjadi orang tua dan sebagai dosen Pembimbing Tesis yang meluangkan waktu, kesempatan, tenaga dan pikiran untuk mengarahkan, membimbing, memotivasi dalam penyusunan tesis ini. Terima kasih kepada Dr. Pdt. Tony Tampake sebagai dosen

(6)

v pengarah proposal yang membantu mengarahkan dalam proses penyusunan tesis. Terima kasih juga kepada Dr. Suwarto Adi yang telah bersedia menjadi penguji dan membagikan ilmu yang berharga untuk tesis ini.

2. Civitas akademi UKSW, khususnya kepada Program Studi MSA yang telah memberikan kesempatan, fasilitas, serta suasana kekeluargaan selama peneliti menimba ilmu di sini.

3. Narasumber peneliti yang telah meluangkan waktu dan membantu peneliti dengan memberikan informasi dan data dengan sangat terbuka sehingga memberikan kekayaan dalam hasil penelitian dan analisis dalam tesis ini. 4. Keluarga besar MSA 2017 yang telah menjadi teman seperjuangan bahkan

keluarga baru bagi peneliti selama menimbah ilmu di UKSW.

5. Teman-teman terdekat: Deisy Kojo, Eunike Lintong, Meyni Saud, Christin Mailakay, Ryan Dalihade, Tirza Gerungan, Yoannita Semen, yang turut membantu serta memberikan semangat kepada peneliti.

6. Teman-teman seperjuangan: Gratciadeo Tumbelaka, Mispa Tambunan, Arnat Sihotang, Angel Latuheru, dan Berlian Rambu yang bersama-sama berjuang dalam proses perkuliahan sampai penyusunan tesis ini.

7. Sahabat-sahabatku yang setia (philos): Regina Batubuaja, Indri Moniaga, Geaby Mangare, Stela Rantung, Jelita Manopo yang selalu mendoakan, memotivasi dan memberikan semangat dalam proses perkuliahan bahkan dalam proses penyusunan tesis ini.

8. Keluarga terdekat: Kel. Rondonuwu-Rotti (Om Meydi, Tante Ene, Greiven), Kel. Kumendong, Kel. Talumewo, Kel. Walangitan-Bara, Kel. Aruperes-Walangitan, Kel. Walangitan-Walangitan yang selalu

(7)

vi menyayangi dan mendoakan penulis dalam menyelesaikan studi. Berterima kasih juga kepada kedua oma tercinta, oma Deyce Kilingdan dan oma Agustin Mandiangan.

9. Kel. Walangitan-Rondonuwu: Papa Gustaf Walangitan dan Mama Veyke Rondonuwu adalah orang tua yang tiada henti memberikan didikan dan nasihat yang sungguh berarti. Menunjukkan teladan, berusaha menyediakan jalan hidup demi masa depan yang indah dengan berjuang tanpa mengenal lelah membiayai semua kebutuhan termasuk kebutuhan studi. Terima kasih kepada papa dan mama karena dengan tulus berkorban, mengasihi, menyayangi dan tak pernah henti mendoakan peneliti. Demikian juga buat adik Teofilus Walangitan yang selalu menghadirkan sukacita dan memberi semangat tersendiri.

Kepada seluruh pihak yang sudah mendukung dan mendoakan peneliti selama proses penulisan ini peneliti mengucapkan terima kasih. Pada akhirnya, tesis ini dihasilkan melalui pengkajian teori dan penelitian lapangan yang memiliki keterbatasan. Tiada gading yang tak retak, oleh karena itu dibutuhkan saran dan kritik yang membangun dari berbagai pihak yang dapat memperkaya penulisan tesis ini dan kiranya bermanfaat bagi para pembaca. Tuhan Yesus Memberkati kita semua.

Salatiga, Desember 2019

(8)

vii

ABSTRAK

Tradisi makan bersama memperlihatkan berlangsungnya sejarah panjang hubungan manusia, makanannya dan kehidupan sosialnya. Dalam masyarakat suku

Tounsawang tradisi mapalus dalam kematian (perihal makan bersama) dikenal

dengan istilah kasesenan. Kasesenan adalah salah satu adat mapalus yang berkaitan dengan bentuk kepedulian dan rasa sepenanggungan masyarakat terhadap keluarga yang mengalami kematian. Kasesenan pun menjadi tempat pertemuan untuk keluarga, saudara-bersaudara dan masyarakat untuk membantu dan tolong menolong sebagai salah satu wujud kebersamaan dengan keluarga yang berduka. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pemahaman masyarakat suku Tounsawang Minahasa tentang pelaksanaan kasesenan pada masa lalu dan sekarang serta menganalisis sistem nilai budaya yang terkandung di dalam pelaksanaannya. Penulis menggunakan teori kesadaran kolektif, sistem nilai budaya dan pemahaman makan bersama. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif-deskriptif dengan mengkaji dari studi literatur dan data yang terkumpul menggunakan teknik wawancara kepada responden untuk mengumpulkan data-data yang sesuai dengan apa yang peneliti butuhkan dari masyarakat suku Tounsawang Minahasa. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa keberadaan tradisi kasesenan sampai sekarang masih dilaksanakan dan dalam pelaksanaan tradisi ini mengalami beberapa perubahan tetapi perubahan ini tanpa meninggalkan nilai dari kasesenan itu sendiri bahkan tradisi ini menjadi perekat loyalitas sosial dalam kehidupan masyarakat seperti semboyan Minahasa ‘Torang Samua Basudara’ yang artinya ‘Kita Semua

Bersaudara’. Demikian, memori kolektif dari masyarakatlah yang membuat budaya kasesenan masih terjaga sampai sekarang. Budaya ini mampu melahirkan nilai-nilai

seperti rasa saling menerima, memupuk rasa kebersamaan dalam masyarakat, solidaritas, persaudaraan, saling berbagi, perekat loyalitas sosial, mapalus, kesetiaan pada tradisi leluhur, dan pelestarian budaya.

Kata Kunci: Tradisi Kasesenan, Suku Tounsawang, Makan Bersama, Kesadaran Kolektif, Sistem Nilai Budaya.

(9)

viii

DAFTARISI

PERNYATAAN TIDAK PLAGIAT……… PERNYATAAN PERSETUJUAN AKSES………. LEMBAR PENGESAHAN……….. KATA PENGANTAR………... ABSTRAK………... DAFTAR ISI………. BAB I……… PENDAHULUAN……… 1.1 Latar Belakang……… 1.2 Rumusan Masalah……….. 1.3 Tujuan Penelitian……… 1.4 Manfaat Penelitian……….. 1.5 Metode Penelitian……….. 1.5.1 Jenis Penelitian……… 1.5.2 Tempat dan Waktu Penelitian………. 1.5.3 Teknik Pengumpulan dan Analisis Data………. 1.6 Sistematika Penulisan………. BAB II………... KESADARAN KOLEKTIF, SISTEM NILAI BUDAYA, SERTA PEMAHAMAN MAKAN BERSAMA……….. 2.1 Kesadaran Kolektif……… 2.2 Sistem Nilai Budaya………...

2.2.1 Pengertian Kebudayaan……….. 2.2.2 Wujud Kebudayaan……… 2.2.3 Sistem Nilai Budaya……….. 2.3 Pemahaman Makan Bersama………. BAB III………. TRADISI KASESENAN DI SUKU TOUNSAWANG MINAHASA……….

3.1 Gambaran Umum Tempat Penelitian………. 3.1.1 Asal Usul Munculnya Beberapa Julukan untuk Orang Tounsawang…. 3.1.2 Sejarah Asal Mula Desa Tombatu………..

i ii iii iv vii viii 1 1 1 7 8 8 8 8 9 10 11 13 13 13 18 18 22 28 34 37 37 37 37 42

(10)

ix 3.1.3 Keadaan Geografis………. 3.1.4 Data Kependudukan……… 3.2 Pemahaman Masyarakat Suku Tounsawang Minahasa tentang Tradisi Kasesenan……….

3.2.1 Asal Mula Tradisi Kasesenan………. 3.2.2 Tujuan Tradisi Kasesenan………... 3.2.3 Pelaksanaan Tradisi Kasesenan……….. 3.2.4 Nilai-nilai……… BAB IV………. SISTEM NILAI BUDAYA DALAM TRADISI KASESENAN DI SUKU TOUNSAWANG MINAHASA………..

4.1 Tradisi Kasesenan sebagai Kesadaran Kolektif………

4.2 Kasesenan sebagai Budaya Suku Tounsawang Minahasa……….

4.3 Sistem Nilai Budaya yang Terkandung di dalam Pelaksanaan Kasesenan… BAB V……….. KESIMPULAN………. DAFTAR PUSTAKA………... LAMPIRAN 1 ………. LAMPIRAN 2……….. 44 45 47 47 51 52 62 66 66 66 66 70 74 89 89 91 95 97

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :