BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Jenis penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah penelitian dan

Download (0)

Full text

(1)

31 BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah penelitian dan pengembangan. Metode penelitian dan pengembangan atau dalam bahasa inggrisnya adalah research and development/R&D adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut (Sugiyono, 2016:297).

Produk yang dihasilkan nantinya akan terus diadakan pengembangan sehingga menghasilkan produk sempurna yang dapat digunakan secara baik bagi pembelajar dan maupun pengajar dalam menyampaikan materi ajar. Hal ini memudahkan bagi para pengajar untuk menerangkan kepada siswa mengenai materi ajar sehingga mudah dipahami siswa dan termotivasi untuk belajar dan mendengarkan. Bahan cerita yang diciptakan melalui penelitian dan pengembangan ini diharapkan dapat membantu guru dalam menyampaikan materi dengan menarik melalui cerita-cerita yang telah diciptakan.

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (research and development/R&D) yang bertujuan untuk menghasilkan produk berupa bahan cerita tentang bersyukur pada pembelajaran Pendidikan Agama Kristen kelas 1 SD.

3.2. Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian untuk angket dan produk dilakukan di Sekolah Dasar yang belum dan sudah menggunakan Kurikulum 2013 di Sekolah Dasar yang ada di Kabupaten Tapanuli Utara.

(2)

3.3. Populasi dan Sampel 3.1.1. Populasi

Populasi merupakan keseluruhan dari objek yang akan diteliti. Menurut Sugiyono (2016:80)populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.Sejalan dengan itu Arikunto (2014:173) mengemukakan bahwa populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Dengan demikian yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah 20 guru Pendidikan Agama Kristen yang mengajar di kelas 1 SD Kabupaten Tapanuli Utara.

3.1.2. Sampel

Sampel adalah wakil dari populasi yang akan diteliti. Sugiyono (2016:81) mengatakan sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga, dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu. Apa yang dipelajari dari sampel itu, kesimpulannya akan dapat diberlakukan untuk populasi. Sampel penelitian ini ialah 20 guru Pendidikan Agama Kristen yang mengajar di kelas 1 SD yang ada dari populasi.

Untuk kebutuhan sampel penelitian, peneliti menggunakan teknik Purposive Sampling. Purposive Sampling artinya menetapkan sendiri dengan kriteria tertentu. Kriteria dalam penelitian ini adalah sekolah yang menggunakan kurikulum 2013 diperoleh 10 orang guru. Dimana 10 orang guru Pendidikan Agama Kristen yang mengajar di kelas 1 SD digunakan untuk penelitian dan 10

(3)

orang guru Pendidikan Agama Kristen yang mengajar di kelas 1 SD yang lainnya digunakan peneliti untuk uji coba instrumen.

3.4. Model Pengembangan Bahan Cerita

Dalam penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan dari ADDIE yang dikembangkan oleh Dick and Carry (1996). Alasan peneliti memilih model ADDIE (Analysis-Design-Develop-Implement- Evaluate) yaitu karena dianggap lebih rasional dan lebih lengkap daripada model lainnya. Selain itu, model ini merupakan salah satu model desain pembelajaran yang sifatnya lebih generic dan dapat digunakan untuk berbagai macam bentuk pengembangan produk seperti model, strategi pembelajaran, metode pembelajaran, media pembelajaran dan bahan ajar.

3.5. Prosedur Pengembangan

Prosedur pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan model ADDIE yang dikembangkan oleh Dick and Carry. Putra, Tastra & Suwatra (2014:4-5) mengemukakan bahwa langkah-langkah atau prosedur penelitian tersebut meliputi hal-hal berikut:

1) Analisis (Analysis)

Pada tahap ini, kegiatan utama adalah menganalisis perlunya pengembangan bahan cerita. Oleh karena itu,dilakukan analisis kebutuhan terlebih dahulu untuk mengetahui adanya potensi dan masalah yang berkaitan dengan penelitian pengembangan tersebut. Analisis kebutuhan dilakukan dengan menggunakan instrument berupa angket. Menurut Sugiyono (2016:142) Angket merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk

(4)

dijawabnya. Oleh karena itu, penyebaran angket dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi adanya fakta dan harapan terkait pengembangan bahan cerita tentang bersyukur dalam materi pembelajaran Pendidikan Agama Kristen di Kelas 1 SD. Angket yang digunakan peneliti bersifat positif. Pilihan jawaban menggunakan Skala Likert sebagaimana yang dikemukakan oleh Riduwan (2010:87) yaitu Sangat Setuju diberi bobot 4, Setuju diberi bobot 3, Kurang Setuju diberi bobot 2, dan Tidak Setuju diberi bobot 1.

Setelah angket disusun dengan jumlah 20 item pernyataan, angket perlu diuji coba untuk mengetahui validitas dan reliabilitas angket. Setiap angket yang akan disebarkan terlebih dahulu di uji coba kepada 10 orang guru yang mengajar di kelas 1 SD yang ada di Kabupaten Tapanuli Utara. Lalu Uji validitas (kesahihan) instrumen perlu dilaksanakan untuk mengetahui tingkat ketepatan instrumen yang digunakan dan untuk mengetahui harga koefisien korelasi, dengan menggunakan rumus Korelasi Product Moment Pearson sebagaimana dikemukakan Arikunto (2013:213)sebagai berikut:

Dimana:

rxy = Koefisien korelasi variabel X dengan Variabel Y

X

Σ

= Jumlah skor variabel X

Y

Σ

= Jumlah skor variabel Y

XY

Σ

= Jumlah skor perkalian XY N = Jumlah responden

Selain validitas maka reliabilitas angket juga perlu diketahui. Reliabilitas adalah sejauh mana suatu alat pengukur dapat dipercayai atau dapat diandalkan karena suatu alat pengukur telah memiliki kemampuan untuk memberikan hasil

}

{

(

{

2 2 2 2

)}

) ( ) )( (

ΣΥ − ΣΥ − − = N X X N Y X XY N rxy

(5)

pengukuran yang konsisten.Arikunto (2013:239) mengemukakan bahwa untuk mencari reliabilitas instrumen berbentuk uraian yang dilakukan dengan rumus Formula Alpha Cronbach, yaitu:

11 = − 1 (1 −∑ 21 21 )

Dimana :

11 = Reliabilitas tes secara keseluruhan

= Banyaknya item

∑ 21 = Jumlah varians skor tiap-tiap item 21 = Varians total

2) Desain/ Perancangan (Design)

Desain atau perancangan dalam materi pembelajaran Pendidikan Agama Kristen di Kelas1 SD dilakukan dengan menggunakan instrument yaitu berupa bahan cerita. Bahan cerita terdiri atas 2 cerita yang telah disesuaikan dengan materi pembelajaran PAK di kelas 1 SD pada semester genap,yaitu: cerita tentang bersyukur dalam materi “Aku Ikut Menjaga Ciptaan Tuhan”.Desain ini masih bersifat hipotetik. Dikatakan hipotetik karena efektivitasnya belum terbukti, dan akan dapat diketahui setelah melalui pengujian atau uji coba.

3) Pengembangan(Development)

Development dalam model ADDIE berisi kegiatan untuk menilai rancangan produk. Validasi produk merupakan proses kegiatan untuk menilai apakah rancangan produk, dalam hal sistem kerja baru secara rasional akan lebih efektif dari yang lama atau tidak. Dikatakan secara rasional, karena validasi di sini masih bersifat penilaian berdasarkan pemikiran rasional, belum fakta lapangan hanya bantuan dari tenaga ahli yang sudah berpengalaman (Beberapa dosen

(6)

seperti dosen pembimbing dan dosen kontributor serta beberapa dosen lainnya) untuk menilai produk baru yang dirancang tersebut. Validasi produk dilakukan dengan menggunakan instrument berupa RPP dan Bahan Cerita. Hasil penilaian tersebut diberikan dalam bentuk saran dan masukan mengenai bahan cerita tersebut.

4) Implementasi/ Eksekusi (Implementation)

Pada tahap ini diimplementasikan rancangan produk yang telah dikembangkan melalui penilaian berdasarkan pemikiran rasional pada situasi yang nyata yaitu di kelas oleh guru PAK yang akan menggunakan bahan cerita dengan RPP yang telah dibuat. Tahap implementasi dilakukan dengan menggunakan instrument berupa angket. Angket diberikan kepada 10 orang guru yang mengajar Pendidikan Agama Kristen di kelas 1 SD yang ada di Kabupaten Tapanuli Utara dan sudah memakai Kurikulum 2013. Dalam angket tersebut ada beberapa aspek yang dinilai yaitu tampilan cerita, bahasa yang digunakan, kesesuaian cerita dengan materi, isi cerita. Skala yang digunakan adalah Skala Likert sebagaimana yang dikemukakan oleh Riduwan (2013:88) yaitu Sangat Baik diberi bobot 5, Baik diberi bobot 4, Sedang diberi bobot 3, Buruk diberi bobot 2, dan Buruk sekali diberi bobot 1.

5) Evaluasi/ Umpan balik (Evaluation)

Setelah penerapan tersebut kemudian dilakukan evaluasi. Evaluasi dilakukan dengan memperbaiki produk menggunakan saran dan masukan dari beberapa dosen uji validasi dan guru-guru PAK yang telah menerapkan bahan cerita untuk memberi umpan balik pada penerapan bahan cerita berikutnya.

Figure

Updating...

References

Scan QR code by 1PDF app
for download now

Install 1PDF app in