• Tidak ada hasil yang ditemukan

Disajikan oeh Endrotomo (Tim Pengembang Kurikulum Pendidikan Tinggi)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Disajikan oeh Endrotomo (Tim Pengembang Kurikulum Pendidikan Tinggi)"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

Disajikan oeh Endrotomo (Tim Pengembang Kurikulum Pendidikan Tinggi)

(2)

• Dengan diterbitkannya Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) sebagai Peraturan Presiden no 8 tahun 2012, maka mendorong semua perguruan tinggi untuk menyesuaikan diri dengan ketentuan di dalamnya.

• KKNI merupakan pernyataan kualitas SDM Indonesia, dimana tolok ukur kualifikasinya ditetapkan berdasarkan capaian pembelajaran (learning outcomes) yang dimilikinya.

• Jenjang kualifikasi merupakan kesepakatan nasional, khususnya untuk pendidikan tinggi, yaitu lulusan setiap program studi paling rendah harus setara dengan deskripsi capaian pembelajaran tertentu menurut jenjangnya.

• Kurikulum pendidikan tinggi merupakan program untuk menghasilkan lulusan, sehingga program tersebut seharusnya menjamin agar lulusannya memiliki kualitas yang setara dengan kualifikasi yang disepakati dalam KKNI.

• Konsep yang dikembangkan DIKTI (Ditjen Belmawa) selama ini dalam menyusun kurikulum dimulai dengan menetapkan profil lulusan yang kemudian dirumuskan kemampuan/kompetensinya. Dengan adanya KKNI rumusan “kompetensi” lulusan perlu dikaji terhadap deskripsi dan jenjang kualifikasi yang ditetapkan di dalam KKNI.

• Dalam KKNI “kemampuan” dirumuskan ke dalam istilah “capaian pembelajaran”, dimana kompetensi tercakup di dalamnya atau merupakan bagian dari capaian pembelajaran.

• Penggunaan istilah kompetensi yang digunakan DIKTI selama ini sebenarnya setara dengan capaian pembelajaran yang digunakan dalam KKNI, hanya karena didunia kerja penggunaan istilah kompetensi diartikan sebagai kemampuan yang sifatnya lebih sempit, dan karena terkait dengan uji kompetensi dan sertifikat kompetensi,

• Referensi tentang kerangka kualifikasi di dunia internasional digunakan istilah “learning outcomes” yang diterjemahkan menjadi “ capaian pembelajaran” maka selanjutnya dalam kurikulum pernyataan “kemampuan lulusan” digunakan istilah capaian pembelajaran.

• Di dalam KKNI deskripsi capaian pembelajaran dirumuskan ke dalam empat unsur, yaitu unsur sikap dan tatanilai, unsur kemampuan kerja, unsur penguasaan keilmuan, dan unsur kewenangan dan tanggung jawab.

• Unsur sikap dan tatanilai dideskripsikan dalam deskripsi umum, sedang ketiga unsur yang lain harus dirumuskan tersendiri yang merupakan ciri lulusan prodi tersebut. Ketiga unsur tersebut ditetapkan oleh menteri atas usulan forum program studi sejenis dan telah diperiksa oleh tim pakar yang ditunjuk oleh menteri cq Dirjen DIKTI.

• Berdasarkan rumusan ‘capaian pembelajaran’ tersebut kurikulum suatu program studi disusun. Oleh karena itu forum program studi sejenis perlu merumuskan capaian pembelajaran lulusannya menurut strata dan jenis pendidikannya agar lulusannya memiliki kualifikasi yang sesuai dengan jenjang kualifikasi dari KKNI.

• Secara garis besar kurikulum, sebagai sebuah rancangan, terdiri dari empat unsur, yakni capaian pembelajaran, bahan kajian yang harus dikuasai, strategi pembelajaran untuk mencapai, dan sistem penilaian/assesment ketercapaiannya.

(3)

RANCANGAN TUGAS

Tgs 1

Studi kasus

RENCANA PEMBELAJARAN

Mng

Pokok Bahasan

Ref.

1

Lingkup

manajemen

2

Manajemen

3

Perkembangan

.

UTS

. . 15

UAS

[email protected]

PROSES

PEMBELAJARAN

PROSES EVALUASI

(Assessment)

PENCIPTAAN

SUASANA AKADEMIK

DAFTAR MATA KULIAH

SEMESTER I

sks

1 Manjemen I 4 2 Pengantar Ekonomi 3 3 Statistik 3 4 Bahasa Indonesia 2 5 Bahasa Inggris 2 6 Pancasila 2 7 Olah raga 2 18

(4)
(5)

• mengutamakan

penguasaan

IPTEKS

• tidak

merumuskan

kemampuannya

• Konsorsium

menetapkan mk

wajib S1 :

100-110 sks

• Forum program studi

sejenis menetapan

Kompetensi Utama

• Dalam SNPT ditetapkan : sikap

dan ketrampilan umum, prodi

sejenis : ketrampilan khusus,

dan pengetahuan.

endrotomoits@ yahoo.com

• mengutamakan

pencapaian

kompetensi

• tidak ditetapkan

batasan keilmuan

yang harus dikuasai

• mengutamakan kesetaraan

capaian pembelajaran (mutu)

• Capaian pembelajaran terdiri

dari sikap, ketrampilan umum,

ketrampilan khusus, dan

penguasaan pengetahuan.

(6)

New Entrepreneurial

Education

Focus

Expectations

Leadership

Ownership

Old Industrial

Education

Content

Teacher

What

Expert

Passive

Feared

Programmed

Theory

Process

Student

Who & How

Doing

Learning tools

Generators

Facilitator

Flexible

[email protected]

(7)

Indikator

penilaian

SNPT

SPMI

Kurikulum

• Peraturan Menteri

o Penerapan KKNI

o SKPI

o RPL

o Nomen klatur

• Panduan-panduan

Lulusan

Prodi

ijasah

SKPI

UUPT & KKNI

2012

PEMANGKU KEPENTINGAN

Tim Belmawa DIKTI 2014

(8)

9

8

7

6

5

4

3

Fokus pada

pengembangan dan

peningkatan keahlian

kerja yang spesifik

Fokus pada

pengembangan

keilmuan

LEVEL

KKNI

Sarjana

Magister

Doktor

Terapan

Doktor

Magister

Terapan

Diploma

4

Diploma

3

Diploma

2

Diploma

1

(9)

Konsep &

Strategi

pembelajaran

[email protected]

Pemilihan bahan

kajian :

Tingkat keluasan,

Tingkat kedalaman,

Tingkat kemampuan

yang ingin dicapai

Matriks bahan

kajian dengan

Sikap, ketrampilan

umum dan

ketrampilan

khusus

Konsep mata kuliah

dan besarnya sks

Struktur kurikulum &

Rancangan pembelajaran

DOKUMEN KURIKULUM BARU

Kebijakan

Universitas &

Program Studi

Peta keilmuan (nomenklatur)

Kelompok Studi/

Bidang studi /

Laboratorium

Keterlibatan

semua dosen

Tugas

Tim

Pengembang

Kurikulum Prodi

Masukan

Asosiasi &

Stake holders

Ketetapan

Program studi

Konsep

kurikulum

Tugas

Tim

Pengembang

Kurikulum Prodi

Analisis SWOT

(University values) (Scientific vision Prodi)

Tracer study

(Need assessment) (Market signal)

PROFIL LULUSAN

RUMUSAN CAPAIAN PEMBELAJARAN

(10)

KOMPETENSI

PENDUKUNG & LAINNYA

(hak perguruan tinggi)

KOMPETENSI UTAMA

(kesepakatan prodi sejenis)

Mampu merancang dan melaksanakan pelayanan gizi untuk berbagai kasus gizi secara mandiri.

Mampu mengembangkan pelayanan gizi, berdasarkan analisis masalah gizi, dengan metode pengembangan yang tepat , dan dengan memanfaatkan IPTEKS yang terkait.

Mampu beradaptasi dalam menghadapi masalah gizi dan memberi usulan penyelesaian berdasarkan data yang tersedia.

Mampu memformulasi kebijakan gizi untuk klien individu, kelompok masyarakat, dan organisasi, dalam konteks isyu nasional terkini. Mampu berkomunikasi secara efekif baik dalam pelayanan gizi di lingkup kerjanya maupun di luar bidang kerjanya.

Mampu mengidentifikasi, memformulasikan, dan menyusun solusi masalah gizi ke dalam program pengembangan gizi.

Memiliki kemampuan belajar yang terstruktur untuk pengembangan diri, keilmuan , dan karier.

Memiliki kemampuan berfikir (meta kognitif) dan mampu

mengkomunikasikan hasil pemikirannya secara akademis dan etis. Mampu melakukan penelitian bidang gizi dengan bimbingan,

sebagai bentuk penyelesaikan masalah gizi.

Mampu mengaplikasikan prinsip-prinsip ilmu gizi, pangan, biomedik, manajemen, sosial dan humaniora, serta metode pengembangan , ke dalam bentuk pelayanan gizi.

Menguasai konsep manajemen gizi untuk dapat melakukan pengawasan program pelayanan gizi dalam sebuah organisasi.

Mampu berkerja sama dalam tim

PROFIL

SARJANA

GIZI

1

PENYELIA GIZI

2

PENASEHAT GIZI

3

AKADEMISI

4

PENGAWAS BIROKRAT/ [email protected]

KEMAMPUAN APA

YANG MENJADI CIRI

SARJANA GIZI

PERGURUAN TINGGI

INI ?

Dikaji apakah

kemampuan

lulusannya sudah

setara dengan

level 6 KKNI (S1)

(11)

LEVEL

GRADASI KEMAMPUAN KERJA

dalam deskripsi KKNI

Kesetaraan

9

Pendalaman dan perluasan IPTEKS, riset multi-transdisiplin

S3

8

Mengembangkan IPTEKS melalui riset inter/multi disiplin,

inovasi, teruji.

S2

7

Mengelola sumber daya, menerapkan, minimal setara standar

profesi, mengevaluasi, pengembangan strategis organisasi.

Profesi

6

Mengaplikasikan, mengkaji, membuat desain, memanfaatkan

IPTEKS, menyelesaikan masalah.

S1/D4

5

menyelesaikan pekerjaan berlingkup luas, memilih berbagai

metode

D3

4

menyelesaikan tugas berlingkup luas dan kasus spesifik ,

memilih metode baku

D2

3

melaksanakan serangkaian tugas spesifik,

D1

2

melaksanakan satu tugas spesifik

SMA

1

melaksanakan tugas sederhana, terbatas, bersifat rutin,

dibawah pengawasan langsung

(12)

LEVEL

TINGKAT KEDALAMAN DAN KELUASAN

MATERI PEMBELAJARAN DALAM SNPT

PRODI

9

Filosofi keilmuan bidang pengetahuan dan ketrampilan tertentu

S3

8

Teori dan teori aplikasi bidang pengetahuan

dan ketrampilan

tertentu

S2

7

Teori aplikasi bidang pengetahuan dan ketrampilan tertentu

Profesi

6

Konsep teoritis bidang pengetahuan dan ketrampilan tertentu secara

umum dan konsep teoritis bagian khusus dalam bidang pengetahuan

dan ketrampilan tersebut secara mendalam.

S1/D4

5

Konsep teoritis bidang pengetahuan dan ketrampian tertentu secara

umum

D3

4

Prinsip dasar pengetahuan, dan ketrampilan pada bidang keahlian

tertentu

D2

3

Konsep umum pengetahuan dan ketrampilan operasional lengkap

D1

2

Pengetahuan operasional dasar dan pengetahuan faktual bidang kerja

yang spesifik

Lulusan

SMA

1

Pengetahuan faktual

(13)

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Tim Belmawa DIKTI 2014

Ketrampilan

khusus

Ketrampilan

umum

Sikap

Pengetahuan

• PROFIL LULUSAN

PROGRAM STUDI

• VISI-MISI

PT/JURUSAN

• KURIKULUM

PRODI SAAT INI

FORUM

PRODI

SEJENIS

CAPAIAN

PEMBELAJARAN

LULUSAN

• Sikap

• Ketrampilan umum

• Ketrampilan khusus

• Pengetahuan

(bahan kajian)

MA

TA

K

U

LI

A

H

Perguruan Tinggi

(14)

RUMUSAN

SIKAP DAN

KETRAMPILAN KERJA

LULUSAN

BIDANG KEILMUAN YANG HARUS DIKUASAI

Bidang kajian Bidang kajian Bidang kajian Bidang kajian Bidang kajian

a

b

c

d

e

f

1 1a 2 2c 3 3e 4 4a 5 6 7 7a 8 9 10

(15)

IS : Information System CS : Computer Science SE : Software Engineering IT : Information Technologi CE : Computer Engineering

(16)

http://www.thecb.state.tx.us

CONTOH

(17)

BIDANG IPTEKS yang

dipelajari

BAHAN KAJIAN YANG HARUS DIKUASAI

Tingkat Keluasan Materi

Tingkat Kedalaman

1

2

3

4

5

(18)

BIDANG IPTEKS

yang dipelajari

BAHAN KAJIAN YANG HARUS DIKUASAI

Tingkat Keluasan Materi

Tingkat Kedalaman

1

2

3

4

5

Tim Belmawa DIKTI 2014

ILMU GIZI

BIOMEDIK

ANATOMI

KEPERAWATAN

KOMUNIKASI

• Kebutuhan kalori

• Nutrisi

• Diet

• Sistem pertumbuhan

• Proses fisiologis

• Prosedur asuhan keperawatan

• Komunikasi Interpersonal

Konsep teoretis mendalam

Konsep teoretis secara

umum

Prinsip-prinsip

Pengetahun prosedural

Pengetahuan faktual

Contoh prodi

Sarjana Gizi

(19)

SIKAP DAN

KETRAMPILAN

KERJA

BAHAN

KAJIAN

MATA

KULIAH

PROFIL

LULUSAN

1

2

3

Mata kuliah A bersifat komprehensif  KONSEP BLOK

Mata kuliah B bersifat parsial

(20)

MATRIKS UNTUK

PEMBENTUKAN MATA

KULIAH

RUMUSAN SIKAP DAN

KETRAMPILAN KERJA

BIDANG KEILMUAN YANG HARUS DIKUASAI

Inti keilmuan

IPTEKS

pendukung IPTEKS pelengk Yang dikemb Untuk ms dpn Ciri PT

1 Kemampuan merancang arsitektur 2 Kemampuan mengkomunikasikan ide. 3 Kemampuan bekerjasama

4 Memiliki kepekaan masalah nyata 5 Kemampuan membaca gambar 6 Memiliki kemampuan managerial & leadership 7 Mempunyai kemampuan dasar praktek 8 Kemampuan belajar sepanjang hayat 9 Berfikir & berkomunikasi secara akademik& etis. 10 kemampuan mengembangkan arsitektur 11 Menjunjung tinggi norma akademik 12 Memiliki penget. strategi pembangunan

Te o ri , me to d e D es a in a rs . S tr u k tu r b a n g. S en i S a in s a rs -t ek P er k. A rs . P er en ca n a a n La n sek a p a rs P er mu ki ma n In te ri o r A rs n u sa n ta ra C A D St ra te gi p e mb Li n g k & IT

(Blok)

Mata kuliah

A

Mk

B

m

k

C

Bahan

Kajian

Mata kuliah

D

(21)

RUMUSAN SIKAP LULUSAN

PROGRAM SARJANA

MATA KUIAH

a

b

c

d

e

f

g h

i

1. bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mampu menunjukkan sikap

religius ;

2 menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas berdasarkan agama, moral dan etika; 3 berkontribusi dalam peningkatan mutu kehidupan bermasyarakat,

berbangsa, bernegara, dan peradaban berdasarkan Pancasila

4 berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air, memiliki nasionalisme serta rasa tanggungjawab pada negara dan bangsa;

5 menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, agama, dan

kepercayaan, serta pendapat atau temuan orisinal orang lain;

6 bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial serta kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan; 7 taat hukum dan disiplin dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara

8 menginternalisasi nilai, norma, dan etika akademik;

9 menunjukkan sikap bertanggungjawab atas pekerjaan di bidang

keahliannya secara mandiri;

10 menginternalisasi semangat kemandirian, kejuangan, dan kewirausahaan 11 Memiliki sikap etis dan estetis, komunikatif, adaptif, dan apresiatif.

(22)

RUMUSAN

KETRAMPILAN UMUM LULUSAN

PROGRAM SARJANA

MATA KUIAH

a

b

c

d

e

f

g h

i

1.

menerapkan ilmu pengetahuan dan/atau teknologi di bidang keahliannya melalui penalaran ilmiah berdasarkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan inovatif;

2

mengkaji pengetahuan dan atau teknologi di bidang keahliannya berdasarkan kaidah keilmuan, atau menghasilkan karya desain/seni beserta deskripsinya berdasarkan kaidah atau metoda rancangan baku, yang disusun dalam bentuk skripsi atau laporan tugas akhir;

3 mempublikasikan hasil tugas akhir atau karya desain/ seni, yang

memenuhi syarat tata tulis ilmiah, dan dapat diakses oleh masyarakat akademik

4 menyusun dan mengkomunikasikan ide dan informasi bidang keilmuannya secara efektif, melalui berbagai bentuk media kepada masyarakat akademik

5

mengambil keputusan secara tepat berdasarkan analisis dalam melakukan supervisi dan evaluasi terhadap pekerjaan yang menjadi tanggungjawabnya;

6 Mengevaluasi diri mengelola pembelajaran diri sendiri;

7 mengembangkan dan memelihara jaringan kerja dengan pembimbing,

(23)

RUMUSAN

KETRAMPILAN KHUSUS LULUSAN

PRODI ARSITEKTUR S1

MATA KUIAH

a

b

c

d

e

f

g h

i

1.

Mampu menyusun konsep rancangan arsitektur yang

mengintergrasikan hasil kajian aspek perilaku, lingkungan, teknis, dan nilai-nilai yang terkait dengan arsitektur.

2

Mampu merancang arsitektur secara mandiri dengan metode

perancangan yang berbasis riset, dan menghasilkan karya arsitektur yang kreatif, yang merupakan penyelesaian masalah arsitektur yang kontekstual, dan teruji secara teoretis terhadap kaidah arsitektur

3

Mampu mengkomunikasikan pemikiran dan hasil rancangan dalam bentuk grafis, tulisan, dan model yang komunikatif dengan teknik manual maupun digital. Memiliki sikap etis dan estetis, komunikatif, adaptif, dan apresiatif.

4 Mampu menyajikan beberapa alternatif solusi rancangan dan

membuat keputusan pilihan berdasarkan pertimbangan keilmuan arsitektur

5

Mampu memanfaatkan kemampuan merancangnya untuk membantu melakukan pengawasan dan/atau pelaksanaan pembangunan lingkungan dan bangunan.

6

Mampu mengkomunikasikan pemikiran dan hasil rancangan dalam bentuk grafis, tulisan, dan model yang komunikatif dengan teknik manual maupun digital.

(24)

Semester

MATA KULIAH

ALTERNATIF

sks

1

2

3

4

5

6

7

A

B

C

Sem 12

Sem 11

Sem 10

Sem 9

Sem 8

18

12

10

Sem 7

18

18

18

Sem 6

18

19

19

Sem 5

18

19

19

Sem 4

18

19

19

Sem 3

18

19

19

Sem 2

18

19

20

Sem 1

18

19

20

Program

Pendidikan

Akademik

Tim DIKTI 2011

(25)

6. MEMBANGUN STRUKTUR KURIKULUM

(ada dua model struktur kurikulum)

• Berdasar strategi pembelajaran

• Prasyarat dieliminir dalam

proses pembelajaran

• Integrasi lebih awal.

Tim DIKTI

Ma

th

em

a

ti

c

&

B

a

si

c

Sci

en

ce

B

a

si

c

E

n

gi

n

ee

ri

n

g

(

En

gi

n

ee

ri

n

g

P

ri

n

ci

p

a

l)

En

gi

n

ee

ri

n

g

D

es

ig

n

E

n

gi

n

ee

ri

n

g

D

is

p

li

n

e

Sp

eci

a

li

za

ti

o

n

H

u

m

in

it

y,

S

o

ci

a

l s

ci

ence,

p

ro

fes

io

n

a

l p

ra

ct

ice

&

E

th

ic

Engineering Disipline

Specialization

Engineering Design

Basic Engineering

(Engineering Principle)

Mathematic & Basic

Science

H

u

m

an

is

ti

c,

so

cia

l s

cien

ce

,

p

rof

es

ion

al

p

ra

ct

ice

&

e

th

ic

• Berdasar logika keilmuan.

• Asumsi dasar, ada prasyarat.

• Parsial, integrasi diakhir

(26)
(27)

SEM

Jml

sks

MATA KULIAH DAN BESARNYA sks

VIII

14

Peng Technp (2) Proyek akhir (8) Pnd Agama (2) Pnd Kwrngr (2)

VII

18

Etika profesi (2) Seminar Ars (4) Peranc Ars 7 (6) Pilihan (3) A2 Pilihan (3) B2

VI

18

Praktek prof (3) Penelt. Ars (3) Peranc.Ars 6 (6) Pilihan (3) A1 Pilihan (3) B1

V

18

Lansekap Ars (3) Teori Ars (3) Peranc Ars 5 (6) Strkt Ars 2 (3) Prnc Interior (3)

IV

20

Ars Nus (2) Dsr PArs 2(3) Peranc Ars 4 (6) Strkt Ars 1 (3) CAAD 2 (3) Sain AT. (3)

III

20

Ars Barat-As (2) Dsr PArs 1 (3) Peranc Ars 3 (6) Kons bang II (3) CAAD 1 (3) Utilitas (3)

II

18

Peng I Lingk (2) Peng. Ars (3) Peranc Ars 2 (6) Kons bang I (3) B.Inggris (2) Fisika Bang(2)

I

18

Peng TI Kom (2) Estetika Rupa(3) Peranc. Ars 1 (6) Mek Tek(3) B.Indonesia (2) Mtmtk ars(2)

(28)

PENILAIAN/

ASSESSMENT

CAPAIAN

PEMBELAJARAN

[email protected]

BAHAN KAJIAN

YANG DIKUASAI

STRATEGI

PEMBELAJARAN

Mampu berenang

lima gaya

Teknik – teknik

berenang

Ceramah dan

diskusi

Ujian tulis,

paper

• sesuai level KKNI

dan SNPT

• mengacu hasil

kesepakatan prodi

sejenis

• memiliki ciri sesuai

visi dan misi PT

• Sesuai rumpun

ilmu

• mengacu capaian

pembelajaran

• ditambah bidang

keilmuan yang

dikembangkan dan

• yang dibutuhkan

lulusan untuk

masa depan

• Sesuai capaian

pembelajaran

• pertimbangan

karakteristik

mahasiswa,

dosen, dan

sumber belajar

• Penilaian

proses dan

hasil belajar

• Penggunaan

instrumen

rubrik dan

porto folio

(29)

Referensi

Dokumen terkait

Seluruh dosen keperawatan di Fakultas Ilmu Kesehatan yang telah membimbing saya selama hampir 3 tahun ini dan juga telah membantu dalam menyelesaikan Karya

Sapon-Shevin, dikutip Sunardi (2012, h.7-8), mengemukakan lima karakteristik pendidikan inklusif: 1) Menciptakan dan menjaga komunitas kelas yang hangat, menerima

Masalah penelitian tersebut adalah adanya kesenjangan antara fungsi Satuan Polisi Pamong Praja sebagai pembantu kepala daerah dalam penegakkan peraturan daerah dan

(Studi Kasus Wanprestasi dalam Perjanjian Pertunjukan musik antara “Band Begundal Lowokwaru” dengan Event Organizer “Londo” di Taman Budaya Banjarmasin) adalah benar-benar hasil

memiliki muatan makna teologis yang mengikat seseorang dalam melaksana- kan agamanya, karena itu sumpah selalu dikaitkan dengan agama. Sakralitas sump- ah menjadi

Jika Lembar Data Keselamatan kami telah diberikan kepada Anda beserta persediaan tinta Asli yang diisi ulang, diproduksi ulang, dan kompatibel atau non-HP, harap diketahui

Secara khusus Kunjungan Panja PTSL dan Tata Ruang Daerah Komisi II DPR RI ke Provinsi Sulawesi Tenggara adalah ingin mendapatkan informasi mengenai salah satu program stategis

Menurut Horton dan Hunt dalam J.Dwi Narwoko & Bagong Suyanto (2004: 35) nilai adalah gagasan mengenai apakah suatu pengalaman berarti atau tidak berarti. Nilai pada hakikatnya