KETUA RAPAT (DIDI IRAWADI SYAMSUDIN. SH, LL.M): Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh. Salam sejahtera bagi kita semua.
Yang terhormat Saudara Menteri Hukum dan HAM beserta jajarannya;
Yang terhormat Saudara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan atau yang mewakilinya; Yang terhormat Saudara Menteri Komunikasi dan Informatika atau yang mewakilinya; Yang terhormat Saudara Menteri Perdagangan beserta jajarannya atau yang mewakilinya; Yang terhormat Saudara Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atau yang mewakilinya;
Yang terhormat Saudara Pimpinan dan Saudara Anggota Panitia Pansus DPR RI RUU tentang Hak Cipta; dan
Yang terhormat hadirin sekalian yang kami muliakan.
Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, bahwasanya kita dapat menghadiri Rapat Kerja pada hari ini dalam rangka pembicaraan tingkat I atas Rancangan Undang-Undang tentang Hak Cipta dalam keadaan sehat wal’afiat. Selanjutnya, kami sampaikan terima kasih atas Saudara Menteri Hukum dan HAM beserta jajaran, Saudara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan beserta jajaran, Saudara Menteri Komunikasi dan Informatika, Saudara Menteri Perdagangan, yang terhormat Saudara Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif beserta jajaran pada rapat hari ini dalam rangka Pembicaraan Tingkat I Rancangan Undang-Undang tentang Hak Cipta sesuai dengan undangan yang telah kami kirimkan.
Menurut catatan sekretariat, daftar hadir pada pagi hari ini telah ditandatangani oleh 10 Anggota dari 5 Fraksi dari 30 Anggota Pansus. Dengan demikian, kuorum telah tercapai dan dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim perkenankanlah saya selaku Ketua Rapat membuka Rapat Kerja pada hari ini dan saya nyatakan terbuka untuk umum.
(RAPAT DIBUKA PUKUL 10.45 WIB) Yang terhormat Saudara Menteri;
Saudara Pimpinan dan Anggota Pansus yang kami hormati.
Sebelum memasuki materi acara, ada baiknya kita mereview secara sekilas bahwa pada Rapat Kerja tanggal 8 Juli 2014 Pansus telah menugaskan Panitia Kerja untuk membahas beberapa DIM Substansi. Selanjutnya dalam perkembangannya Panja telah menyelesaikan pekerjaan pada tanggal 11 September 2014. Oleh karena itu, untuk mempersingkat waktu maka kami persilakan kepada Ketua Panja untuk melaporkan hasil pembahasannya.
Kami persilakan.
KETUA PANJA (DR. H. DEDING ISHAK, SH, MM): Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh. Salam sejahtera bagi kita semua;
Selamat pagi.
Yang terhormat Pimpinan dan Anggota Panitia Khusus RUU tentang Hak Cipta; Yang terhormat Saudara Menteri Hukum dan HAM RI beserta jajaran;
Yang terhormat Saudara Menteri terkait atau yang mewakili, Saudara yang mewakili Kapolri; Hadirin sekalian yang kami muliakan.
Perkenankanlah kami atas nama Panitia Kerja RUU tentang Hak Cipta menyampaikan Laporan Hasil Kerja Panja dalam Rapat Kerja sebagai berikut. Keputusan Rapat Kerja telah menugaskan Panitia Kerja (Panja) untuk membahas muatan materi/substansi terhadap RUU dan Penjelasan dalam melaksanakan tugas tersebut, Panja telah melakukan beberapa kali Rapat Panja dan dilanjutkan dengan Pembentukan Tim Perumus (Timus) dan Tim Sinkronisasi (Timsin).
Saudara Menteri, Pimpinan dan Anggota Pansus serta Hadirin yang kami hormati,
Selanjutnya melalui pembicaraan yang dinamis dan komprehensif baik dalam Tingkat Panja, Timus dan Timsin, Panja RUU tentang Hak Cipta telah berhasil menyepakati naskah RUU dengan sistematika yaitu 11 Bab dan 126 Pasal dengan pokok-pokok materi sebagai berikut.
Mengenai definisi dalam Bab I Ketentuan Umum didiskusikan secara komprehensif, alot tetapi alhamdulillah Pak Menteri bisa diselesaikan. Kita uraikan secara jelas serta rigit antara lain terminologi yang lebih jelas tentang Hak Cipta, Ciptaan, Pencipta, Pemegang Hak Cipta, Pengumuman, Penggandaan, Komunikasi kepada Publik, Pendistribusian, Program Komputer, Hak terkait, pelaku pertunjukan, Ponogram, Produser Ponogram, Viksasi, dan Lembaga Penyiaran yang diubah sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia dalam rangka mencegah dan atau menghindarkan persepsi ataupun penafsiran hukum yang berbeda serta beberapa penambahan terminologi antara lain mengenai pembajakan, pengumuman secara komersial dan ganti rugi. Kemudian diatur pula materi mengenai perlindungan Hak Cipta, dilakukan dengan waktu lebih panjang sejalan dengan penerapan aturan di berbagai negara, sehingga jangka waktu perlindungan hak cipta di bidang tertentu diberlakukan selama hidup pencipta ditambah 70 tahun setelah pencipta meninggal dunia. Materi pembatasan pengalihan hak ekonomi dalam bentuk jual putus untuk memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap hak ekonomi para pencipta dan/atau pemilik hak terkait. Di samping hal-hal tersebut di atas, RUU Hak Cipta juga mengatur mengenai materi hak cipta sebagai benda bergerak tidak berwujud dapat dijadikan obyek jaminan fidusia, kemudian adanya materi dimana menteri diberikan kewenangan untuk menghapus ciptaan yang sudah dicatatkan apabila ciptaan tersebut melanggar norma agama, norma susila, ketertiban umum pertahanan dan keamanan negara dan/atau peraturan perundang-undangan. Selain itu juga terjadi perdebatan yang mendalam mengenai penjelasan materi proses penyelesaian sengketa secara efektif yakni melalui proses mediasi, abitrase atau pengadilan. Materi pengaturan keberadaan lembaga management kolektif dan juga materi larangan terkait dengan pengelola tempat perdagangan bertanggung jawab atas tempat penjualan atau pelanggaran hak cipta dan/atau hak terkait di pusat tempat perbelanjaan yang dikelolanya.
Saudara Menteri, Pimpinan dan Anggota Pansus serta Hadirin yang kami hormati.
Selanjutnya Panja melaporkan penambahan substansi yang harus mendapatkan persetujuan dalam Rapat Pansus dan mudah-mudaha serta Insya Allah dapat disetujui karena semua Anggota Pansus juga ada Anggota Panja yang mengikuti day to day perkembangan pembahasan di Panja, Timus maupun Timsin yaitu mengenai norma larangan yang dicantumkan dalam bab larangan. Berkaitan dengan norma larangan, pemidanaan dikenakan kepada setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak untuk melakukan penggunaan secara komersial dalam hal penggandaan ciptaan dalam segala bentuknya penerbitan ciptaan, pengumuman ciptaan dan komunikasi serta juga pengaturan sanksi pidana terhadap pembajakan. Pengaturan mengenai pemidanaan ditujukan untuk menciptakan ketertiban dan kepastian hukum dan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang ini merupakan delik aduan. Saudara Menteri, Pimpinan dan Anggota Pansus serta Hadirin yang berbahagia.
Demikian Laporan Hasil Pembahasan Panja yang dapat kami laporkan. Seluruh hasil pembahasan panja dalam format Rancangan Undang-Undang tentang Hak Cipta beserta Penjelasan Pasal terlampir di dalam laporan ini dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan Laporan Panja ini.
Kami atas nama Pimpinan Panja, mengucapkan terima kasih kepada seluruh Anggota Panja yang telah bekerja secara marathon pagi siang maupun malam hari seakan tak kenal lelah demi selesainya materi RUU tentang Hak Cipta, juga kepada Pak Dirjen yang mewakili Pak Menteri beserta jajarannya yang secara intens melakukan proses interaksi yang sangat positif dan konstruktif sehingga memberikan bobot yang luar biasa bagi sebuah legisi Pemerintah dan DPR Periode 2009-2014 ini. Selanjutnya Draft RUU Hasil Pembahasan Panja ini kami serahkan kepada Pansus untuk mendapatkan persetujuan dalam Rapat Kerja pada pagi hari ini.
Terima kasih.
Billahi Taufiq Wal Hidayah;
Jakarta, 15 September 2014 Ketua Panja Ttd DR. H. DEDING ISHAK, SH, MM Terima kasih. KETUA RAPAT: Baik.
Terima kasih kepada Saudara Ketua Panja yang telah menyampaikan laporannya. Selanjutnya apabila tidak ada tanggapan, kami menanyakan kepada Saudara-Saudara sekalian apakah laporan panja tersebut dapat diterima?
Setuju ya?
Sekali lagi saya tanya dapat diterima?
Oke ya.
(RAPAT : SETUJU)
Terima kasih.
Selanjutnya, kami melangkah kepada acara berikutnya yaitu pembacaan pendapat akhir mini fraksi-fraksi dan Pemerintah.
Kami mulai dari juru bicara Fraksi Partai Demokrat. F-PD (HJ. HIMMATUL ALYAH SETIAWATY SH. MH):
Terima kasih Pimpinan.
Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.
Yang kami hormati Pimpinan, Bapak Menteri Hukum dan HAM beserta jajaran dan dari Kementerian lain yang mewakili.
PANDANGAN AKHIR MINI FRAKSI PARTAI DEMOKRAT DPR RI
ATAS RANCANGAN UNDANG-UNDANG TENTANG HAK CIPTA PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NO. 19/2002 TENTANG HAK CIPTA
Juru Bicara : Hj. Himmatul Alyah Setiawaty No. Anggota : A-461
Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh. Salam sejahtera untuk kita semua.
Yang terhormat Saudara Pimpinan dan Anggota Pansus Rancangan Undang-Undang Hak Cipta serta Hadirin yang kami hormati.
Puji dan syukur kehadirat Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa atas Rahmat dan Karunia-Nya hingga hari ini kita dapat menjalankan tugas konstitusional kita sebagai Anggota Dewan dalam Rapat Panitia Khusus mengenai Rancangan Undang-Undang Hak Cipta Perubahan atas Undang-Undang RI No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta guna menyampaikan pandangan akhir mini fraksi terhadap pembahasan Rancangan Undang-Undang Hak Cipta Rapat Pansus ini yang selanjutnya akan dibawa ke Rapat Tingkat II Paripurna untuk ditetapkan sebagai Undang-Undang.
Negara Republik Indonesia memiliki kekayaan yang sangat berlimpah berdasarkan keanekaragaman etnik bangsa budaya dan agama yang juga melahirkan ilmu pengetahun seni dan sastra
sehingga memerlukan perlindungan yang komprehensif terhadap kekayaan intelektual khususnya tentang ciptaan dan produk hak terkait yang lahir dari keanekaragaman dan kekayaan tersebut. Hal itu selaras dengan keikutsertaan Indonesia menandatangani persetujuan pembentukan organisasi perdagangan dunia WTO serta perjanjian hak cipta WIPO yang telah disempurnakan muatan materinya dalam Undang-Undang No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta. Namun perkembangan pengelolaan hak cipta di Indonesia menuntut perlu adanya lembaga yang profesional di dalam mengelola hak ekonomi pencipta dan hak dan pemilik hak terkait sehingga mendorong perlunya pengaturan mengenai lembaga manajemen kolektif dan sentra lembaga manajemen kolektif agar selaras dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di bidang hak cipta dan hak terkait yang dimaksud.
Melalui pengesahan Undang-Undang tentang Hak Cipta yang baru sebagai perubahan atas Undang-Undang No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta, maka diharapkan bahwa perihak hak cipta dan hak terkait akan diatur lebih profesional dan proporsional melindungi kepentingan pihak terkait sehingga investor tidak ragu lagi menanamkan investasinya di Indonesia karena yakin adanya perlindungan yang pro aktif hak kekayaan intelektual terhadap investasi dari para investor yang merupakan objek hak kekayaan intelektual yang dimaksud. Dengan harapan bahwa banyaknya investor yang masuk akan membantu perkembangan perekonomian di Indonesia agar kesejehteraan rakyat akan lebih baik lagi.
Saudara Pimpinan, Anggota Pansus Rancangan Undang-Undang Hak Cipta serta Hadirin yang kami hormati.
Perkembangan hak cipta dan hak terkait ini yang sifatnya dengan perkembangan ilmu pengetahuan, seni sastra, teknologi, informasi dan komunikasi yang sangat pesat sehingga memerlukan peningkatan perlindungan bagi pencipta. Namun ironisnya kita sudah berusaha untuk dapat meningkatkan kepedulian terhadap hak cipta justru tuduhan kita sebagai sarang pembajak semakin kuat. Banyak pelaku usaha yang merasa mereka telah dirugikan karena produknya telah dengan mudah dapat dibajak di Indonesia tanpa ada pihak yang mampu mudah menghentikannya. Pelaku usaha juga merasa Pemerintah Indonesia tidak serius dan ini terbukti dari pembajakan yang terus berjalan meskipun telah ada perangkat peraturan yang dapat diterapkan untuk menjerat pelaku pembajakan tersebut.
Dengan mempertimbangan hal tersebut di atas, maka Rancangan Undang-Undang Hak Cipta ini telah mengakomodasi kepentingan-kepentingan yang dimaksud antara lain:
1. Waktu perlindungan hak cipta dan hak ekonomi pencipta yang lebih panjang;
2. Menyelesaikan sengketa dengan cara yang lebih efektif melalui pengadilan abitrase atau alternatif penyelesaian sengketa maupun menjadi delik aduan di dalam tindak pidana;
3. Termasuk pertanggungjawaban pihak pengelola tempat perdagangan dan pusat perbelanjaan; 4. Hak cipta merupakan benda bergerak yang tidak berwujud yang dapat dijadikan objek jaminan
fidusia terbentuknya lembaga manajemen kolektif yang memiliki ijin operasional dari kementerian guna memperjuangkan imbalan dan hak royalti bagi pencipta dan pihak terkaitnya.
Saudara Pimpinan, Anggota Pansus Rancangan Undang-Undang Hak Cipta serta Hadirin yang kami hormati.
Sudah saatnya bagi pencipta yang merupakan aset bangsa di dalam memperkaya masalah ciptaannya mendapatkan hak dan kewajiban yang seimbang dengan para penikmat hasil karya cipta tersebut sehingga peningkatan perekonomian dapat lebih baik lagi termasuk peningkatan kepatuhan semua pihak atas penegakan hukum melalui Rancangan Undang-Undang tentang Hak Cipta ini. Seyogyanya kita selaku wakil rakyat bersama Pemerintah untuk merealisasikan segera Rancangan Undang-Undang tentang Hak Cipta ini menjadi Undang-Undang agar terjamin kepastian hukum serta keadilan bagi para pihak yang terlibat di dalam penciptaan sebuah di negara ini.
Saudara Pimpinan, Anggota Pansus Rancangan Undang-Undang Hak Cipta serta Hadirin yang kami hormati.
Kesimpulannya, bahwa pengesahan terhadap Rancangan Undang-Undang tentang Hak Cipta Perubahan atas Undang-Undang No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta menjadi sangat penting mengingat kepercayaan masyarakat semakin melemah dengan maraknya sikap tindak para peniru karya atau copp cut di dalam dan pembajak hasil karya cipta anak bangsa yang merugikan hak ekonomi pencipta dan hak
terkait lainnya agar penegakan hukum dalam nasional bidang hak cipta berdasarkan Undang-Undang tentang Hak Cipta dapat segera terlaksana termasuk melindungi karya cipta anggota masyarakat dari negara lain.
Berdasarkan pandangan kami tersebut di atas, pada hakekatnya Fraksi Partai Demokrat RI menyetujui untuk dilanjutkan ke Persidangan Tingkat II Paripurna atas Rancangan Undang-Undang tentang Hak Cipta Perubahan atas Undang-Undang No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta yang selanjutnya untuk disahkan sekaligus ditetapkan menjadi Undang-Undang.
Demikian Pandangan Mini Fraksi Partai Demokrat DPR RI yang disampaikan dalam Rapat Pansus Hak Cipta pada hari ini.
Terima kasih atas kerja sama Pimpinan serta Anggota Pansus yang harmonis. Kiranya Allah SWT/Tuhan yang Maha Esa memberikan ridho-Nya kepada kita semua untuk dapat melanjutkan Rapat Pansus ini.
Wabillahi Taufiq Wal Hidayah;
Wassalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.
Jakarta, 15 September 2014 Dewan Pimpinan Fraksi Partai Demokrat DPR RI
Ketua, Sekretaris,
DR. Hj. Nurhayati Ali Assegaf, M.Si H. Teuku Riefky Harsa
No. Angota 515 No. Anggota 413
Terima kasih Pimpinan. Saya serahkan ke Pimpinan. KETUA RAPAT:
Baik.
Terima kasih kami sampaikan kepada Juru Bicara Fraksi Partai Demokrat.
Selanjutnya, dari Fraksi Partai Golkar untuk menyampaikan pendapat fraksinya. Ini oleh Pak Nudirman atau diwakili Pak Poepida mewakili Pak Nudirman ya.
Silakan.
F-PG (Dr. POEMPIDA HIDAYATULLHO, Beng (Hon), Ph.D., DIC.): Saya tidak tahu saya pantas mewakili Partai Golkar atau tidak kan? Masih perdebatan.
Baik.
Perkenankan saya membacakan.
PANDANGAN
FRAKSI PARTAI GOLKAR DPR RI TERHADAP RANCANGAN UNDANG-UNDANG
TENTANG HAK CIPTA Disampaikan oleh : Poempida Hidayatulloh Anggota DPR RI : A-182
Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh. Salam sejahtera untuk kita semua.
Yang terhormat Saudara Pimpinan dan Anggota Pansus RUU Hak Cipta; Yang terhormat Saudara Menteri Hukum dan HAM RI;
Yang terhormat Saudara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI atau yang mewakili, Saudara Menteri Komunikasi dan Informatika RI yang mewakili, Menteri Perdagangan RI atau yang mewakili, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI atau yang mewakili; dan
Seluruh Hadirin yang kami muliakan.
Pada kesempatan yang terhormat ini perkenankan kami mengajak hadirin sekalian untuk memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT/Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah memberikan nikmat-Nya sehingga kita dapat mengikuti rapat ini untuk mendengarkan pendapat fraksi-fraksi terhadap Rancangan Undang-Undang tentang Hak Cipta.
Pimpinan dan Hadirin yang kami muliakan,
Hak cipta merupakan kekayaan intelektual di bidang ilmu pengetahuan, seni dan sastra yang mempunyai peran strategis dalam mendukung pembangunan bangsa dan memajukan kesejahteraan umum sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Perkembangan hak cipta sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan seni, sastra, teknologi, teknologi informasi dan komunikasi sudah sedemikian pesat sehingga memerlukan peningkatan perlindungan dan jaminan kepastian hukum bagi pencipta, pemegang hak cipta dan pemilik hak terkait. Selain itu, Indonesia juga telah menjadi Anggota berbagai perjanjian internasional di bidang hak cipta dan hak terkait sehingga perlindungan hak cipta memerlukan implementasi lebih lanjut dalam sistem hukum nasional agar para kreator nasional mampu berkompetisi secara internasional.
Pimpinan dan Hadirin yang kami muliakan,
Langkah Dewan Perwakilan Rakyat dan Pemerintah RI mengganti Undang-Undang No. 9 Tahun 2002 tentang Hak Cipta dengan Undang-Undang ini adalah merupakan upaya sungguh-sungguh dari negara untuk memenuhi hak ekonomi dan hak moral pencipta dan pemilik hak terkait sebagai unsur penting dalam pembangunan kreativitas nasional. Seringkali hak ekonomi dan hak moral dapat mengikis motivasi para pencipta dan pemilik hak terkait untuk berkreasi. Hilangnya motivasi seperti ini akan berdampak luas pada rutenya kreativitas makro Bangsa Indonesia. bercermin pada negara-negara maju tampak jelas bahwa perlindungan yang memadai terhadap hak cipta telah berhasil membawa pertumbuhan ekonomi kreatif secara signifikan dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian dan kesejahteraan rakyat.
Dengan memperhatikan hal tersebut, maka untuk mengganti Undang-Undang Hak Cipta Nomor 19 Tahun 2002 untuk lebih menitikberatkan kepada:
a. Perlindungan hak cipta dilakukan dengan waktu lebih panjang sejalan dengan penerapan aturan di berbagai negara sehingga jangka waktu perlindungan hak cipta di bidang tertentu diberlakukan selama hidup pencipta ditambah 70 tahun setelah pencipta meninggal dunia. b. Perlindungan yang lebih baik terhadap hak ekonomi para pencipta dan atau pemilik hak terkait
termasuk membatasi pengalihan hak ekonomi dalam bentuk jual putus atau soft land.
c. Penyelesaian sengketa secara efektif melalui proses mediasi, abitrase atau pengadilan serta penerapan delik aduan untuk tuntutan pidana.
d. Pengelola tempat perdagangan bertanggung jawab atas tempat penjualan dan atau pelanggaran hak cipta dan atau hak terkait di Pusat Tempat Pembelanjaan yang dikelolanya. e. Hak cipta sebagai benda bergerak tidak berwujud dapat dijadikan objek jaminan fidusia. f. Menteri diberi kewenangan untuk menghapus ciptaan yang sudah dicatatkan. Apabila ciptaan
tersebut melanggar norma agama, norma susila, ketertiban umum dan atau peraturan perundang-undangan.
g. Pencipta pemegang hak cipta pemilik hak terkait menjadi anggota lembaga manajemen kolektif agar dapat menarik imbalan atau royalti.
h. Pencipta dan/atau pemilik hak terkait mendapatkan imbalan royalti untuk ciptaan dan/atau produk hak terkait yang dibuat dalam hubungan dinas dan digunakan secara komersial.
i. Lembaga manajemen kolektif yang berfungsi menghimpun dan mengelola hak ekonomi pencipta dan pemilik hak terkait wajib mengajukan izin operasional kepada menteri.
j. Penggunaan hak cipta dan hak terkait dalam sarana multi media untuk merespon perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.
Dengan demikian, penggantian Undang-Undang No. 19 Tahun 2002 dengan Undang-Undang ini semata dilakukan untuk mengutamakan kepentingan nasional dan memperhatikan keseimbangan antara kepentingan pencipta, pemegang hak cipta atau hak terkait dengan masyarakat serta memperoleh ketentuan dalam perjanjian internasional di bidang hak cipta dan hak terkait.
Pimpinan dan Hadirin yang kami muliakan,
Setelah mencermati serangkaian pembahasan terhadap Rancangan Undang-Undang tentang Hak Cipta ini, maka Fraksi Partai Golongan Karya dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim menyatakan menyetujui pembahasa RUU ini dilanjutkan sesuai dengan mekanisme peraturan perundang-undangan yang berlaku. Semoga Allah SWT/Tuhan Yang Maha Kuasa mencurahkan nikmat-Nya kepada kita sekalian.
Wassalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.
Jakarta, 15 September 2014 PIMPINAN
FRAKSI PARTAI GOLONGAN KARYA
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA Ketua Pansus,
DR. Deding Ishak, SH., MH KETUA RAPAT:
Ya terima kasih kami sampaikan kepada juru bicara Fraksi Partai Golkar.
Berikutnya, Fraksi Partai PDI Perjuangan untuk menyampaikan pendapat fraksinya. Kami persilakan.
F-PDIP (ICHSAN SOELISTIO): Terima kasih Pimpinan.
PENDAPAT AKHIR
FRAKSI PARTAI DEMOKRASI INDONESIA PERJUANGAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA
TERHADAP
RUU TENTANG PERUBAHAN UNDANG-UNDANG NO. 19 TAHUN 2002 TENTANG HAK CIPTA
Disampaikan oleh : Ichsan Soelistio Anggota Nomor : A-336
Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh. Salam sejahteran bagi kita semua.
Om Swastiastu. M E R D E K A !!!!
Yang terhormat Saudara Ketua dan Anggota Dewan atau Panja Pansus Hak Cipta;
Yang terhormat Saudara Menteri Hukum dan HAM, Menteri Perdagangan, Menteri Informasi, Menteteri Ekonomi Kreatif dan Pariwisata, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan juga Kapolri beserta semua jajarannya.
Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa yang senantiasa memberikan berkah, rahmat dan karunia-Nya kepada kita bersama segenap Masyarakat Bangsa Indonesia terlebih lagi bagi kita semua di akhir masa jabatan sebagai Anggota DPR kita dapat bertemu untuk menyampaikan pendapat akhir fraksi terhadap RUU tentang Perubahan Undang-Undang No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta.
Perkembangan zaman menimbulkan perkembangan pula terhadap lingkup hak cipta, sehingga Undang-Undang No. 19 Tahun 2002 tentang hak cipta perlu dilakukan perubahan. Dalam deklarasi universal hak asasi manusia disebutkan bahwa setiap orang mempunyai hak sebagai pencipta untuk mendapatkan perlindungan atas kepentingan-kepentingan moral dan materiil yang merupakan hasil dari ciptaannya di bidang ilmu pengetahuan, sastra dan seni. Apa yang dinyatakan dalam deklarasi tersebut menunjukan bahwa hak cipta harus mendapatkan pengakuan hukum dan perlindungan hukum akan tercipta iklim ciptaan yang kondusif.
Setelah kita membahas dan berdiskusi terkait dengan materi perubahan, maka Fraksi PDI Perjuangan menyetujui untuk disahkannya RUU tentang Perubahan terhadap Undang-Undang No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta dengan harapan:
1. Undang-Undang ini akan menjadi Undang-Undang yang mampu memberikan perlindungan terhadap para pencipta sehingga segala ciptaan akan memberikan nilai ekonomis bagi para pencipta.
2. Dengan disahkannya Undang-Undang ini, diharapkan akan menimbulkan budaya yang menghargai setiap ciptaan manusia dan memberikan kepastian akan adanya jaminan hukum terhadap para pencipta.
3. Demikian pula dengan disahkannya Undang-Undang ini akan merangsang iklim yang kondusif bagi lahirnya ciptaan-ciptaan baru untuk memperkaya budaya bangsa.
Demikian Pendapat Akhir Fraksi PDI Perjuangan atas RUU tentang Perubahan terhadap Undang-Undang No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta. Pada kesempatan ini, Fraksi PDI Perjuangan DPR RI mengucapkan terima kasih kepada yang terhormat Pimpinan, para Anggota Dewan dan pihak Pemerintah yang secara bersama-sama telah menyelesaikan tugas yang penting ini.
Wassalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh. Om Shanti-shanti Om. M E R D E K A !!! Jakarta, 15 September 2014 Juru Bicara, ttd Ichsan Soelistio Terima kasih. KETUA RAPAT: Baik.
Terima kasih kami sampaikan kepada Juru Bicara Fraksi PDI Perjuangan. Selanjutnya, kami persilakan Fraksi PKS.
F-PKS (Ir. ADE BARKAH):
PANDANGAN MINI
FRAKSI PARTAI KEADILAN SEJAHTERA TERHADAP
RANCANGAN UNDANG-UNDAG TENTANG HAK CIPTA Disampaikan Oleh : Ir. Ade Barkah
No. Anggota : A-76 Bismillahirrahmanirrahim.
Yang kami hormati Pimpinan dan Anggota Pansus Hak Cipta, Menteri Hukum dan HAM RI, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan atau yang mewakilinya, Menteri Komunikasi dan Informatika atau yang mewakilinya, Menteri Perdagangan atau yang mewakilinya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atau yang mewakilinya dan seluruh Hadirin yang hadir pada saat ini.
Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh. Salam sejahtera bagi kita semua.
Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih dan maha penyanyang, segala puji bagi-Nya yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kita dapat menjalani tugas-tugas kenegaraan ini. Shalawat dan salam atas Rasulullah SAW teladan kepemimpinan yang terbaik dan semoga kita dapat memperoleh safat dari Beliau.
Saudara Pimpinan dan Anggota Pansus Hak Cipta,
Terkait dengan Rancangan Undang-Undang tentang Hak Cipta Perubahan Undang-Undang No. 19 Tahun 2002, Fraksi PKS memberikan apresiasi kepada semua pihak baik setiap unsur fraksi DPR RI maupun unsur Pemerintah yang telah memberlakukan pembahasan dengan intensif, dinamis dan konstruktif sehingga lahirlah Rancangan Undang-Undang Inisiatif Pemerintah tentang Hak Cipta. Amanat dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, tujuan Bangsa Indonesia adalah membentuk masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan pancasila. Tujuan itu secara definitif tertuang dalam alenia keempat pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang meliputi, melindungi segenap tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia.
Fraksi PKS memahami bahwa sebagai implementasi dari nilai-nilai yang termaktub dalam alenia keempat pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia, maka Undang-Undang Hak Cipta yang dibentuk nanti sebagai revisi terhadap Undang-Undang No. 19 Tahun 2002 harus mengacu kepada kepentingan nasional demi tercapainya kesejahteraan rakyat Indonesia.
Saudara Pimpinan dan Anggota Pansus Hak Cipta,
Indonesia merupakan negara yang memiliki keanekaragaman suku bangsa, budaya dan agama serta memiliki kekayaan alam yang melihat di bidang ilmu pengetahuan, seni, dan sastra sebagai potensi nasional semua itu memerlukan adanya perlindungan yang memadai terhadap kekayaan intelektual khususnya ciptaan dan produk hak yang berkaitan dengan hak cipta yang lahir dari keanekaragaman dan kekayaan tersebut.
Perkembangan di bidang teknologi perekaman, telekomunikasi, informasi digital yang demikian pesat dalam beberapa dasawarsa terakhir telah menuntut adanya peningkatan perlindungan yang memadai bagi pencipta maupun pemilik hak yang terkait dengan hak cipta, dengan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat luas.
Apabila tuntutan itu ditangani dengan serius termasuk diantaranya menyediakan sistem aturan yang baik, sendi-sendi kehidupan dan perekonomian Indonesia akan meningkat.
Saudara Pimpinan, Anggota Pansus Hak Cipta dan Para Menteri yang kami hormati,
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera menilai selama berjalannya proses pembahasan Rancangan Undang-Undang Hak Cipta baik di tingkat Pansus, Panja maupun Timus dan Timsin ada beberapa yang menjadi perhatian PKS:
1. Karya intelektual atas ciptaan yang dihasilkan oleh seseorang perlu memperoleh perlindungan yang maksimal untuk mencegah segala bentuk eksploitasi secara komersial oleh pihak lain sehingga akan merangsang anak-anak bangsa untuk menciptakan karya-karya bernilai tentunya akan meningkatkan pendapatan masyarakat Indonesia.
2. Lembaga Manajemen Kolektif yang diatur dalam Rancangan Undang-Undang Hak Cipta Pasal 87 sampai 93 dimana Lembaga Manajemen Kolektif bertugas mengelola hak ekonomi dalam bentuk menghimpun dan mendistribusikan royalti kepada pencipta, pemegang hak cipta atau pemilik hak terkait untuk benar-benar memperhatikan besaran royalti yang akan diberikan kepada pihak yang berkepentingan. Untuk mengawasi kinerja lembaga manajemen kolektif,
Fraksi PKS setuju untuk melakukan audit terhadap LMK yang dilakukan secara berkala agar kepentingan semua pihak berjalan sebagaimana mestinya.
3. Dalam ketentuan pidana dalam Rancangan Undang-Undang Hak Cipta harus dikaji secara ulang mendalam tentang besaran pidana dan pidana kurungan agar Rancangan Undang-Undang Hak Cipta nantinya bisa dilaksanakan jika menjadi Undang-Undang-Undang-Undang.
Saudara Pimpinan dan Anggota Pansus Hak Cipta beserta Para Menteri dan Hadirin yang hormati. Merujuk kepada pandangan-pandangan tersebut dengan bertawakal kepada Allah SWT, Fraksi PKS setuju dengan Undang-Undang tentang Hak Cipta dan untuk selanjutnya diproses pada tahapan berikutnya sesuai dengan mekanisme yang berlaku.
Billahi Taufiq Wal Hidayah,
Wassalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.
Jakarta, 15 September 2014 PIMPINAN
FRAKSI PARTAI KEADILAN SEJAHTERA
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA
Ketua, Sekretaris,
DR. Hidayat Nur Wahid, MA KH. Abdul Hakim, MM
KETUA RAPAT: Baik.
Terima kasih kami sampaikan kepada juru bicara Fraksi Partai Keadilan Sejahtera. Selanjutnya, kami persilakan Juru Bicara PAN untuk menyampaikan pandangannya. F-PAN (TASLIM, S.Si):
Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.
PANDANGAN MINI
FRAKSI PARTAI AMANAT NASIONAL
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA TERHADAP
RANCANGAN UNDANG-UNDANG TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 19 TAHUN 2002 TENTANG HAK CIPTA
Saudara Pimpinan DPR;
Saudara Menteri Hukum dan HAM RI;
Saudara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI; Saudara Menteri Komunikasi dan Informatika RI; Saudara Anggota Pansus yang kami hormati.
Puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah melimpahkan rahmat, taufiq dan hidayah-Nya kepada kita semua sehingga kita dapat menghadiri sidang pembahasan pandangan akhir mini fraksi terhadap Rancangan Undang tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta pada hari ini.
Saudara Pimpinan, Saudara Menteri dan Anggota Dewan yang kami hormati.
Bahwa tujuan kehidupan berbangsa dan bernegara sebagaimana termaktub dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 adalah melindungi segenap Bangsa Indonesia dan
seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan abadi dan keadilan sosial.
Penjabaran lebih lanjut pembukaan konstitusi tersebut dalam berbagai peraturan perundang-undangan kemudian turut membentuk tata nilai dan sistem hukum Indonesia yang selalu memberikan kehormatan dan penghargaan kepada individu maupun kolektivisme.
Saudara Pimpinan dan Saudara Menteri yang kami hormati,
Hak Cipta merupakan hak kekayaan intelektual di bidang ilmu pengetahuan, seni dan sastra, mempunyai pandangan strategis dalam mendukung pembangunan bangsa. Undang-Undang No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta selama ini memegang peranan penting dalam upaya melindungi karya cipta beserta hak ekonomi maupun hak moral seniman atau pencipta di tanah air. Namun demikian seiring dengan perjalanan waktu dan kemajuan teknologi yang semakin melaju pesat, maka tak dipungkiri pengaturan dalam Undang-Undang Hak Cipta harus menyesuaikan diri dengan perkembangan tersebut.
Fraksi PAN menyadari bahwa Penyesuaian Undang-Undang Hak Cipta terhadap Perkembangan Teknologi Komunikasi dan Informasi yang dijadikan dasar yang berkaitan era dengan berbagai dimensi, dan spektrum dalam hak cipta. Dengan adanya perubahan Undang-Undang No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta dapat memberikan pengaturan dan perlindungan secara komprehensif mengenai hal ini. Selain itu perubahan ini berkaitan juga dengan pengaturan pemberian royalti di bidang hak cipta yang perlu dibenahi secara bijak agar memberikan rasa keadilan bagi pihak-pihak terkait.
Saudara Pimpinan Pansus dan Anggota Pansus serta Menteri yang kami hormati.
Pembahasan terhadap Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta ini telah dilakukan secara komprehensif dan mendalam. Fraksi PAN DPR RI berpendapat bahwa beberapa ketentuan yang dilakukan perubahan secara komprehensif tersebut diantaranya adalah pengaturan hak-hak yang bersifat komunal terutama dari masyarakat, pemangku adat dan budaya. Hak-hak yang bersifat komunal ini telah mendapat perhatian dalam RUU Perubahan Hak Cipta ini, sehingga nantinya tidak tercampur dengan hak individu yang sejatinya menjadi roh dalam hak kekayaan intelektual. Banyak keragaman, kekayaan budaya dan yang dimiliki bangsa kita berupa tarian, arsitektur kerajinan, seni dan lain-lain di satu pihak serta sifat dasar masyarakat kita yang guyup dan kekeluargaan di pihak lain menjadi tantangan tersendiri bagi penerapan Undang-Undang Hak Cipta di tanah air.
Menurut Fraksi PAN, perubahan pengaturan tentang Hak Cipta yang berasal dari ekspresi budaya tradisional secara tegas dinyatakan di Pasal 60 ayat (1) yaitu hak pencipta atas ekspresi budaya tradisional yang dipegang oleh negara berlaku tanpa batas waktu. Ketentuan ini diharapkan agar dapat memberikan kesejahteraan yang berkeadilan bagi rakyat dan bukan serta merta hanya ditujukan untuk kepentingan korporasi atau kepentingan pihak asing.
Saudara Pimpinan dan Saudara Menteri yang kami hormati,
Selanjutnya, Fraksi PAN berpendapat bahwa perubahan lain terhadap Undang-Undang No. 19 Tahun 2002 adalah pengaturan berbagai hal yang berkaitan dengan ancaman sanksi tindak pidana atas hak cipta. Dengan mencantumkan sanksi bagi setiap pelanggaran ketentuan Undang-Undang Hak Cipta, maka delik pidana yang diterapkan adalah Undang-Undang Hak Cipta diharapkan mampu meningkatkan pengaturan hak cipta secara optimal di masyarakat. Pengaturan ketentuan tindak pidana tersebut telah diatur di dalam Pasal 112, Pasal 113, Pasal 114, Pasal 119, Pasal 117, Pasal 118, dan Pasal 119. Bab XVII bahkan pengelolaan tempat perdagangan dalam segala bentuk yang dengan sengaja dan mengetahui membiarkan perjalanan penjualan dan atau penggandaan barang hasil pelanggaran hak cipta di tempat perdagangan yang dikelolanya diancam dengan pidana denda paling banyak Rp100.000.000,00. Sedangkan tindak pidana sebagaimana dimaksud di dalam Undang-Undang Hak Cipta ini dinyatakan secara tegas dalam Pasal 120 bahwa tindak pidana terhadap hak cipta merupakan delik aduan. Dengan adanya ketentuan ini, maka pemegang hak cipta secara serta merta dapat melakukan tindakan hukum jika diduga kuat telah terjadi pelanggaran atas hak cipta yang dimiliki.
Saudara Pimpinan DPR RI yang terhormat; Saudara Menteri yang terhormat;
Berdasarkan pandangan tersebut di atas dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Fraksi Partai Amanat Nasional DPR RI menerima Rancangan Undang tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta untuk ditetapkan sebagai Undang-Undang-Undang-Undang sesuai dengan ketentuan mekanisme yang berlaku.
Demikianlah Pandangan Fraksi Partai Amanat Nasional terhadap RUU Perubahan Undang-Undang Hak Cipta.
Jakarta, 15 September 2014 FRAKSI PARTAI AMANAT NASIONAL
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA
Ir. H. Tjatur Sapto Edy Ir. H. Teguh Djuwarno
Ketua Sekretaris
Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh. KETUA RAPAT:
Terima kasih saya sampaikan kepada Juru Bicara Fraksi Partai Amanat Nasional. Selanjutnya, kami persilakan ke Fraksi Partai Persatuan Pembangunan.
Kami persilakan.
F-PPP (H.M. ADITYA MUFTI ARIFIN, SH):
PENDAPAT AKHIR MINI
FRAKSI PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA
TERHADAP RANCANGAN UNDANG-UNDANG TENTANG HAK CIPTA
Disampaikan Oleh : Aditya Mufti Arifin, SH No. Anggota : 314
Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh. Yang terhormat Saudara Pimpinan Pansus;
Yang terhormat Saudara Menteri Hukum dan HAM; Yang terhormat Rekan-rekan Anggota Pansus; dan Hadirin/hadirat sekalian yang berbahagia.
Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT karena atas berkat rahmat dan karunia-Nya pada kesempatan ini kita dapat menghadiri forum konstitusional Rapat Pansus DPR RI dalam keadaan sehat wal’afiat untuk mendengarkan pendapat akhir mini fraksi-fraksi atas Rancangan Undang-Undang tentang Hak Cipta. Selanjutnya shalawat dan salam kita hadiahkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW, kepada keluarga, kepada sahabat, kepada umat Beliau hingga akhir zaman nanti. Semoga Allah selalu istiqomal menjalankan seluruh sunah-Nya dan mampu mengaktualisasikan nilai-nilai perjuangan menjadi khalifatul fil ardh.
Setelah melakukan pembahasan yang sangat intensif, maka tibalah saat ini fraksi-fraksi menyampaikan kata akhir atas Rancangan Undang-Undang ini. Dalam pandangan kami, RUU ini memiliki peranan penting untuk mendorong makin berkembangnya inovasi dan lahirnya karya-karya kreatif dari masyarakat baik di bidang ilmu pengetahuan, seni dan budaya, serta teknologi dan informatika, karena Rancangan Undang-Undang ini lebih memberikan kepastian hukum dan jaminan perlindungan hukum atas hak cipta dan hak terkait. Berbagai penyempurnaan dalam RUU ini berupaya mengatur lebih komprehensif untuk mengantisipasi perkembangan dan kebutuhan makin dinamisnya perkembangan hak cipta dalam kehidupan masyarakat modern dan juga Indonesia menjadi Anggota dari Agreement Establishing The
World Trade Organization dan telah meratifikasi berbagai perjanjian internasional yang terkait dengan hak kekayaan intelektual, perlindungan karya seni dan perjanjian hak cipta dan perjanjian karya-karya pertunjukan dan karya-karya ponogram.
Fraksi Partai Persatuan Pembangunan telah mencermati dengan seksama dan melakukan pembahasan yang mendalam atas RUU ini. Ada beberapa catatan penting yang ingin kami kemukakan, yaitu:
1. Bahwa telah diatur secara mendetail dan menyeluruh tentang hak cipta dan hak terkait, pengakuan dan perlindungan atas hak cipta meliputi hak eksklusif yang terdiri atas hak moral dan hak ekonomi. RUU ini benar-benar telah memberikan perlindungan secara moral dan ekonomi terhadap para pencipta dan ciptaannya dalam segala bentuk. Namun dalam pencermatan kami, regulasi ini belum mengatur secara seimbang kewajiban dari hak pencipta atas pemanfaatan dan penggunaan dari ciptaannya bagi masyarakat dan negaranya, apakah dengan membayar pajak saja seperti warga negara lainnya sudah cukup, sementara negara memberikan hak eksklusif yang menjadikan mereka menjadi warga negara yang istimewa. Kami kira nantinya perlu diatur regulasi tentang hal ini lebih mendalam.
2. Ada beberapa ketentuan dalam pelaksanaan yang diatur dengan Peraturan Pemerintah, Peraturan Bersama Menteri-menteri terkait dan Peraturan Menteri. Beberapa ketentuan yang diatur dengan Peraturan Pemerintah memang sangat teknis seperti pemberian royalti, fasilitas akses bagi penyandang tunanetra, lisensi wajib tetapi juga ada Peraturan Pemerintah yang mengatur lebih luas seperti mengenai hak cipta yang dipegang oleh negara, kami berpendapat dalam penyusunan regulasi hak cipta dipegang oleh negara perlu dikonsultasikan dengan Komisi-komisi terkait yaitu Komisi III, Komisi X agar Peraturan Pemerintah tersebut menjadi lebih implementatif.
3. Sejak awal, kami sangat keberatan dengan ketentuan yang memberikan kewenangan kepada Menteri untuk menutup situs yang diduga melakukan pelanggaran terhadap hak cipta dan hak terkait. Sejatinya penutupan atas situs tersebut harus melalui proses peradilan. Namun Fraksi PPP dapat memahami bahwa apabila tidak segera ditutup, dampak dari penyebaran informasi tersebut akan berakibat luas, kedua ada proses verifikasi dan ditemukan adanya bukti yang cukup apabila penutupan dilakukan secara menyeluruh paling lama setelah 14 hari , setelah penutupan menteri wajib meminta penetapan peradilan. Artinya jika Pengadilan menolak, maka situs yang ditutup dapat dibuka kembali dan dimungkinkan dilakukan gugatan secara perdata. Kemudian kami menekankan agar dalam penyusunan peraturan bersama menteri terkait dengan hal ini agar dikonsultasikan dengan Komisi yang terkait di DPR yaitu Komisi I dan Komisi III.
4. Berkenaan dengan masa berlaku ekonomi hak cipta atas bentuk-bentuk ciptaan yaitu 70 tahun setelah penciptanya meninggal dunia, dalam pandangan kami kurang memenuhi rasa keadian bagi masyarakat. Filosofisnya masa berlaku hak cipta sangat berguna bagi penciptanya selagi masih hidup, setelah meninggal dunia manfaatnya akan dirasakan oleh anak cucunya. Ciptaan ini adalah karunia dari Allah SWT harus memberikan manfaat kepada masyarakat secara luas. Waktu 70 tahun setelah penciptanya meninggal dunia terasa begitu lama, namun karena hal ini sudah menjadi kesepakatan dalam berbagai perjanjian internasional yang sudah diratifikasi dan telah disepakati dalam Pansus kami dapat menerima hal tersebut.
Yang terhormat Saudara Pimpinan Pansus, Saudara Menteri Hukum dan HAM, Rekan-rekan Anggota Pansus, dan Hadirin/Hadirat sekalian yang berbahagia.
Berdasarkan berbagai pertimbangan dan uraian kami di atas dan dengan senantiasa mengharap Ridha Allah serta dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Fraksi Partai Persatuan Pembangunan memberikan persetujuan atas Rancangan Undang-Undang tentang Hak Cipta ini. Pembahasannya dilanjutkan pada Tingkat II untuk dilakukan pengesahan. Akhirnya, demikianlah pendapat akhir mini Fraksi Partai Persatuan Pembangunan atas Rancangan Undang-Undang ini disampaikan. Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Pimpinan, Menteri Hukum dan HAM, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Menteri Komunikasi dan Informatika dan Anggota Pansus serta hadirin/hadirat sekalian yang berbahagia. Demikian.
Jakarta, 15 September 2014 Atas nama
Fraksi Partai Persatuan Pembangunan Kapoksi,
Drs. H. Ahmad Kurdi Moekri Demikian.
Wassalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh. KETUA RAPAT:
Terima kasih saya sampaikan kepada juru bicara Fraksi Partai Persatuan Pembangunan.
Saya rasa Pak Martin sah juga, bukan PPP Perjuangan, tadi juga bukan Golkar perjuangan tadi itu Pak.
Baik.
Selanjutnya, kami persilakan dari juru bicara Fraksi Gerindra. F-GERINDRA (MARTIN HUTABARAT):
Saudara Ketua Pansus Saudara Didi Irawadi Syamsuddin Junior; Saudara Menteri Hukum dan HAM Saudara Amir Syamsuddin Senior.
Ini sejarah bagi pembahasan pansus di DPR 1 Undang-Undang kakak adik yang menjadi pemimpin, 1 di Ketua Pansus, Kakaknya di Menteri Hukum dan HAM dan saya kira ini kan sesuatu yang kita banggakan, belum pernah kejadian seperti ini. Ini kakak adik atau bapak anak ini? Kalau Bapak Anak, yang tidak jelas apa namanya, Didinya ini yang cepat lebih tua atau Pak Amir Syamsuddin yang lebih muda.
Saudara Dirjen dan Saudara-Saudara para pejabat dari instansi terkait; Para Staf yang selama ini telah mengikuti acara pembahasan pansus ini.
Fraksi Gerindra merasa bahwa memang perlu kepekaan Pemerintah mengantisipasi globalisasi ini. Kita melihat bagaimana kemajuan teknologi, kemajuan hukum, perasaan keadilan masyarakat dan itu akan selalu mengikuti pada saat kita membicarakan, menerapkan hukum terutama dalam kaitannya tentang hak cipta. Oleh karena itu, kita apresiasi ada keseriusan Pemerintah untuk mengajukan perbaikan, merevisi Undang-Undang tentang Hak Cipta ini dalam rangka kepentingan nasional kita, dalam rangka kepentingan yang lebih luas bagi perlindungan hak-hak cipta produk yang terkait yang semuanya itu adalah dalam rangka kepentingan masyarakat banyak. Sudah cukup lama dibahas dan kami mengikuti bagaimana pembahasan itu berjalan dengan baik, Pak Dirjen saya kira memberi peranan yang besar, dan betul-betul memberikan pencerahan di dalam rangka kita Anggota-anggota DPR selama ini terlibat di dalam pembahasan ini. Kami yakin bahwa ini adalah usaha maksimal kita di dalam kondisi yang sekarang tetapi nanti kalau dalam perkembangannya yang begitu cepat lagi kita merasa bahwa Undang-Undang yang kita hasilkan ini perlu kita perbaiki dan tentu itu adalah menjadi tugas DPR bersama-sama dengan Pemerintah, tetapi kami melihat ini sudah 1 langkah maju. Yang jelas, bahwa dia harus menunjukan bagaimana perlindungan terhadap hak cipta, terhadap pencipta produk yang terkait itu bisa memberikan jaminan bagi kepastian hukum dan rasa keadilan khususnya dalam rangka memberi nilai tambah secara ekonomi bagi kepentingan negara dan bangsa kita.
Oleh karena itu Pak Menteri, Saudara-saudara Para Anggota Pansus, Fraksi Gerindra dengan ini menyatakan dapat menerima dan setuju untuk ini kita bawa di dalam pembahasan tahap kedua, kita sahkan nantinya menjadi Undang-Undang.
Tertulis yang lengkap, kami sedang cetak yang bagus Pak Menteri dan akan kami lampirkan. Yang jelas, cetakannya lebih bagus daripada yang disampaikan oleh Teman-teman Fraksi yang lain. Oleh karena itu, saya kira kami berterima kasih atas kerja samanya selama ini, kawan-kawan dari fraksi juga sama-sama menunjukan keseriusan yang sungguh-sungguh dalam rangka menghasilkan produk
Undang-Undang Hak Cipta yang bersejarah ini, bersejarah bukan karena isinya juga jauh lebih baik, bersejarah karena Bapak dan Anak ikut berperan.
Baik ya.
Terima kasih.
Wassalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh. KETUA RAPAT:
Baik.
Terima kasih saya sampaikan kepada Juru Bicara Fraksi Gerindra Pak Martin Hutabarat.
Terima kasih kalau ini juga sejarah dan saya mendoakan juga semoga buat sejarah dalam perjuangan dalam Undang-Undang Pilkada yang lagi marak, saya doakan sukses begitu.
Baik.
Terima kasih.
Selanjutnya, Juru Bicara Partai PKB. Ini akan diwakili oleh, oh selanjutnya Juru Bicara Partai Hanura karena tidak hadir diwakili oleh Pimpinan karena menyerahkan surat kepada Pimpinan.
Terima kasih.
KETUA PANJA (DR. H. DEDING ISHAK, SH, MM): Baik.
Mohon izin, jadi tadi Saudara Syarifuddin Sudding menyerahkan kepada Pimpinan Pansus untuk menyampaikan Pandangan Mini Fraksi Partai Hanura. Ya saya serahkan tetapi sebelumnya saya sampaikan poin-poin penting.
Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh. Hadirin yang kami hormati,
Fraksi Partai Hanura mencatat berbagai kemajuan yang terkandung di dalam RUU Hak Cipta sebagai berikut:
1. Penyempurnaan pengertian hak cipta;
2. Penyempurnaan masa berlaku hak ekonomi terhadap perlindungan hak cipta atas ciptaan yang berlaku selama hidup pencipta dan terus berlangsung;
3. Adanya ketentuan penyelesaian sengketa melalui abitrase atau pengadilan serta khusus mengenai pelanggaran dalam bentuk pembajakan, para pihak harus menempuh terlebih dahulu penyelesaian sengketa melalui mediasi.
Hadirin yang kami hormati,
Berdasarkan uraian tersebut di atas, setelah melakukan kajian melalui sebuah pembahasan yang komprehensif di Fraksi, maka Fraksi Partai Hanura DPR RI menyatakan setuju terhadap RUU tentang Hak Cipta agar dapat ditindalanjuti sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan serta Tata Tertib DPR RI.
Jakarta, 15 September 2014 PIMPINAN
FRAKSI PARTAI HANURA
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA
Ketua, Sekretaris,
KETUA RAPAT: Baik.
Terima kasih saya sampaikan kepada Juru Bicara Fraksi Hanura. Terakhir ini, Juru Bicara PKB tetapi tidak hadir. Apakah ada surat atau dokumen disusulkan ya?
KETUA PANJA (DR. H. DEDING ISHAK, SH, MM): Terima kasih saya sampaikan.
Jadi Pandangan Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa sedang menuju kesini. Intinya, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa menyetujui RUU ini untuk dibawa ke Tahap II Pengambilan Keputusan untuk disahkan menjadi Undang-Undang.
KETUA RAPAT: Baik.
Terima kasih.
Demikianlah seluruh Fraksi telah menyampaikan pendapat mininya.
Yang terhormat Saudara Menteri, yang terhormat Saudara Pimpinan dan Saudara-Saudara Anggota Pansus yang kami hormati.
Dengan telah selesainya Juru Bicara terakhir menyampaikan pendapat fraksinya, dengan demikian kesembilan fraksi telah menyampaikan pendapatnya masing-masing.
Berikutnya, saya persilakan Saudara Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia untuk menyampaikan Pendapat Akhir Pemerintah.
Saya persilakan.
Terima kasih.
MENTERI HUKUM DAN HAM RI: Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh. Salam sejahtera bagi kita semua.
Saudara Pimpinan dan Anggota Pansus DPR RI yang terhormat; serta Hadirin yang berbahagia.
Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa karena atas kuasa, rahmat dan karunia-Nya kita masih diberi kesempatan dan kekuatan untuk melanjutkan ibadah karya dan pengabdian kita kepada bangsa dan negara tercinta. Pada hari yang berbahagia ini pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Hak Cipta dapat kita selesaikan pada Pembicaraan Tingkat I dan sebagaimana telah kita dengarkan bersama bahwa seluruh Fraksi telah memberikan pendapatnya dan menyepakati RUU tersebut untuk diteruskan pada Pembicaraan Tingkat II guna pengambilan keputusan dalam Rapat Paripurna DPR RI. Kita mengharapkan semoga RUU tersebut dapat disetujui bersama dalam Rapat Paripurna DPR RI untuk disahkan menjadi Undang-Undang sehingga dapat terbentuk legislasi yang komprehensif dalam rangka memberikan perlindungan hak cipta secara optimal dan pengembangan ekonomi kreatif dalam mendukung pembangunan bangsa dan memajukan kesejahteraan umum sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Saudara Pimpinan dan Anggota Pansus DPR RI Saya yang terhormat; serta Hadirin yang berbahagia.
Hak cipta merupakan salah satu bagian dari kekayaan intelektual yang memiliki ruang lingkup obyek, dilindungi paling luas karena mencakup ilmu pengetahuan, seni dan sastra yang didalamnya mencakup pula program komputer. Perkembangan ekonomi kreatif yang menjadi salah satu andalan
Indonesia dan berbagai negara dan berkembang pesatnya teknologi informasi dan komunikasi mengharuskan adanya pembaruan Undang-Undang Hak Cipta mengingat hak cipta menjadi basis terpenting dari ekonomi kreatif nasional. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah menjadi salah satu variable dalam Undang-Undang tentang Hak Cipta ini mengingat teknologi informasi dan komunikasi di satu sisi memiliki peran strategis dalam pengembangan hak cipta tetapi di sisi lain juga menjadi alat untuk pelanggaran hukum di bidang ini. Pengaturan yang proporsional sangat diperlukan agar fungsi positif dapat dioptimal dan dampak negatifnya tentunya agar dapat diminimalkan.
Saudara Pimpinan dan Anggota Pansus DPR RI Saya yang terhormat; serta Hadirin yang berbahagia.
Dalam kesempatan ini, penting kiranya untuk disampaikan beberapa materi pokok RUU tentang Hak Cipta yang telah disepakati, antara lain:
a. Perlindungan hak cipta dilakukan dengan waktu yang lebih panjang sejalan dengan penerapan aturan di berbagai negara sehingga jangka waktu perlindungan hak cipta di bidang tertentu diberlakukan selama hidup pencipta ditambah 70 tahun setelah pencipta meninggal dunia. b. Penerapan prinsip extra teritorial yuridiction dimana Undang-Undang ini berlaku terhadap
ciptaan dan/atau produk terkait dan/atau penggunaan ciptaan dan/atau produk hak terkait bukan Warga Negara Indonesia, bukan penduduk Indonesia, dan bukan Badan Hukum Indonesia dengan ketentuan negaranya mempunyai perjanjian bilateral dengan negara Republik Indonesia dan merupakan pihak atau peserta dalam perjanjian multilateral yang sama mengenai perlindungan hak cipta dan hak terkait.
c. Perlindungan yang lebih baik terhadap hak ekonomi para pencipta dan/atau pemilik terkait termasuk membatasi pengalihan hak ekonomi dalam bentuk jual beli putus sold trend.
d. Melindungi dan mengelola hak ekonomi pencipta dan/atau pemilik hak terkait melalui efektivitas lembaga manajemen kolektif.
e. Penyelesaian sengketa secara efektif melalui proses mediasi, abitrase atau peradilan atau pengadilan serta penerapan delik aduan untuk tuntutan pidana.
f. Penggabungan ganti rugi dalam putusan pidana, ganti rugi diberikan dan dicantumkan sekaligus dalam amar putusan pengadilan tentang perkara tindak pidana hak cipta dan/atau hak terkait. Hal ini merupakan terobosan yang sangat efektif untuk melindungi pencipta dan kreator dari tindakan para pembajak.
g. Pengelola tempat perdagangan bertanggung jawab atas tempat penjualan dan/atau pelanggaran hak cipta dan atau hak terkait di pusat tempat perbelanjaan yang dikelolanya. Hal ini sangat penting untuk memberikan tanggung jawab kepada Pengelola Tempat Perdagangan dalam melindungi hak cipta sekaligus untuk memutus mata rantai produksi dan distribusi produk-produk bajakan.
Saudara Pimpinan dan Anggota Pansus DPR RI saya yang terhormat; serta Hadirin yang berbahagia.
Kami mewakili Presiden menyetujui dan menyambut baik serta menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas diselesaikannya pembahasan RUU Hak Cipta pada Pembicaraan Tingkat I untuk diteruskan pada Pembicaraan Tingkat II guna pengambilan keputusan dalam Rapat Paripurna DPR RI. Dalam kesempatan ini pula perkenankan kami mewakili Presiden menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pimpinan dan Anggota Pansus DPR RI dan Tim Pemerintah yang diwakili oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang penuh dedikasi, toleransi dan kerja keras telah dapat menyelesaikan pembahasa RUU ini.
Atas segala pemikiran, perhatian dan kerja sama dari Pimpinan dan Anggota Pansus DPR RI yang terhormat, kami ucapkan terima kasih. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa senantiasa melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua.
Amin.
ATAS NAMA
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA AMIR SYAMSUDIN
KETUA RAPAT:
Terima kasih saya sampaikan kepada yang terhormat Saudara Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia yang telah menyampaikan pendapat akhir Pemerintah.
Baik.
Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih kepada pihak Pemerintah.
Sekarang saya akan menanyakan kepada sidang dewan yang terhormat, apakah Rancangan Undang-Undang tentang Hak Cipta dapat disetujui untuk disahkan menjadi Undang-Undang pada Tingkat II Paripurna?
Setuju ya?
(RAPAT : SETUJU) Baik, saya lanjutkan ya.
Saudara Menteri dan Saudara Anggota Pansus serta Hadirin yang kami hormati.
Selanjutnya, kami persilakan kepada Pemerintah dan Perwakilan dari Fraksi-fraksi serta Pimpinan Pansus untuk menandatangani Naskah RUU tentang Hak Cipta.
Kami persilakan.
(PENANDATANGANAN NASKAH RUU TENTANG HAK CIPTA) Baik, saya lanjutkan.
Sebelumnya berkenan kawan-kawan tunggu sebentar lagi, jangan keluar dulu begitu ya. Baik, saya lanjut.
Saudara Menteri dan Saudara Anggota Pansus yang kami hormati.
Sebelum kami akhiri, dari meja Pimpinan kami menawarkan kepada Pemerintah apakah masih ada yang perlu disampaikan lagi.
Kami persilakan. Baik.
Terima kasih.
Yang terhormat Saudara Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia beserta jajarannya; Pimpinan dan Anggota Pansus yang kami hormati.
Dengan demikian, selesai acara rapat kerja pansus pada hari ini. Selaku Pimpinan Rapat, perkenankanlah saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Saudara Menteri Hukum dan HAM beserta jajarannya, yang terhormat Saudara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan beserta jajarannya, yang terhormat Saudara Menteri Komunikasi dan Informatika beserta jajarannya, yang terhormat Saudara Menteri Perdagangan beserta jajarannya, yang terhormat Saudara Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif beserta jajarannya, juga perwakilan dari Kapolri beserta jajaran dan seluruh Anggota Pansus atas kebersamaan, kesabaran serta ketekunannya. Pada kesempatan ini, izinkan kami menyampaikan beberapa hal. Pertama-tama sekali lagi kami dari meja Pimpinan mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang luar biasa dari pihak Pemerintah bersama kawan-kawan dari Pansus Hak Cipta. Jadi kami berterima kasih karena pihak Pemerintah sangat serius dan telah menurunkan perwakilan-perwakilan mereka terbaik disini. Disini ada Pak Dirjen, Kang Sam Bimbo, Pak Edi Damian dan semuanya, juga kepada kawan-kawan walaupun di penghujung karir kita di DPR, sebagian, walaupun ruang-ruang rapat sudah mulai sepi dalam 2 bulan terakhir tetapi alhamdulillah Pansus Hak Cipta ini selalu ramai minimal di
atas 75%. Jadi sekali lagi kami ucapkan terima kasih karena betapa pentingnya Undang-Undang ini karena Undang-Undang ini akan ke depan mudah-mudahan posisi pencipta juga para seniman ke depan akan lebih kuat begitu Kang Sam mudah-mudahan ya dengan 70 tahun perlindungan ini sejarah bagi Indonesia.
Oleh karenanya mari kita doakan semoga Undang-Undang ini memberikan manfaat dan kemaslahatan yang terbaik bagi bangsa ini, karena bangsa yang maju ke depan manakala kuat di segi haki dan hak cipta sebagaimana kita ketahui negara-negara besar Amerika, Jerman, Jepang 60% lebih income-nya dari haki,hak cipta ini adalah bagian dari haki tersebut. Kita ingat Bill Gates menjadi Raja Konglomerat Dunia karena penghasilan yang luar biasa dari karya hak cipta ini.
F-PD (H. HARRY WITJAKSONO, SH) Pak Ketua,
Boleh usul atau tidak?
Sehubungan dengan itu, bersama-sama Pemerintah kita bikin acara launching mengenai Undang-Undang ini bersama-sama senima-seniman, kita tawarkan kepada Pemerintah, inikan inisiatif Pemerintah, kita dukung.
KETUA RAPAT:
Saya rasa ini usulan simpati dari Pak Hari Witjaksono berkenan Pemerintah mendukung ini dan kawan-kawan dalam pansus ini mendukung ini. Kita mendukung ini, kita launching khusus.
F-PDIP (ICHSAN SOELISTIO): Ketua,
Ini cuman Pak Harry saja mau ketemu dengan artis Pak. KETUA RAPAT:
Tetapi yang ikut senang kan Pak Ichsan ikut senang juga tidak apa-apa begitu. ...:
Saya setuju, tetapi kalau bisa dalam 1-2 minggu inilah. KETUA RAPAT:
Baik.
Kita akan berakhir kan tanggal 30 ini semua akan berakhir walaupun separuh dari pansus ini mungkin lanjut ya. Jadi dalam waktu seminggu ini kalau pihak Pemerintah berkenan, kita adakan launching bersama-sama, karena mudah-mudahan ini menjadi sejarah, bukan sejarah antara anak dan ayah tetapi sejarah demi masa depan hak cipta bagi Indonesia ya. Inikan akan memperkuat kepentingan nasional ke depan. Ya mudah-mudahan demikian. Jadi usulan dari Rekan Harry Witjaksono dan Pak Ichsan juga moga-moga ditampung semuanya.
Baik.
Mungkin sedikit dari pihak Pemerintah menanggapi ini. Kami persilakan.
MENTERI HUKUM DAN HAM RI: Baik.
Saudara Pimpinan dan Anggota Pansus Saya yang terhormat; serta Hadirin yang ada di dalam ruangn ini.
Semula saya tadi sudah tidak berkomentar, tetapi dengan apa yang saya dengarkan adanya usulan, saya kira ini suatu peristiwa yang patut kita catat dan manakala ada peluang patut dirayakan, karena memang tentunya kita sadari bersama bahwa Undang-Undang ini pada akhirnya akan menempatkan negara kita sebagai negara yang lebih bermartabat di mata dunia dimana oleh karenanya saya siap saja menjadi peserta atau bahkan sponsor daripada perayaan yang ditawarkan ini.
Terima kasih.
Silakan kita jadwal waktunya. KETUA RAPAT:
Baik.
Sekali lagi kami ucapkan terima kasih kepada pihak Pemerintah, kepada kawan-kawan semua. Semoga Undang-Undang ini akan memperkuat posisi Indonesia di dunia internasional dan semoga kreativitas pencipta dan para seniman di kemudian hari akan semakin hebat dan semakin tangguh.
Terima kasih.
Dengan ini, saya tutup rapat ini dengan ucapan alhamdulillahirrabil’alamin. Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.