Perumusan Ensembel
Mekanika Statistik Kuantum
Menghitung Banyak Status Keadaan
β’ Asumsi : partikel tak punya spin (spinless!)-> apa
konsekuensinya?
β’ Karena TAK ADA INTERAKSI maka tingkat-tingkat energy yg
bisa dimiliki system adalah tingkat energy PARTIKEL
TUNGGAL. Yang membedakan adalah berapa banyak partikel bisa menempati suatu tingkat energy tsb.
β’ Energi level system = Energy level dari 1 partikel! (non
interacting!)
β’ Energi system = total energy berdasarkan okupansi partikel
pada level energy partikel tunggal:
ππ = π
2
2π dengan π =
2πβ πΏ π
Menghitung Banyak Status Keadaan
β’ Spesifikasi keadaan system ideal diberikan oleh set jumlah okupansi { np} dengan np: jumlah partikel dengan momentum p. β’ Kendala system: πΈ = π ππππ π = π ππ
β’ Untuk kasus spinless boson dan fermion set {np} sudah secara unik menspesifikasi keadaan system.
β’ Nilai yang diijinkan untuk masing-masing adalah: ππ = 0,1,2,3, β¦ πππ ππ
Gas Ideal di Ensembel Mikrokanonik
Mekanika Kuantum
β’ Untuk Boltzmann :
ππ = 0,1,2,3, β¦ tetapi {np} menyatakan π!
π1!π2!β¦. keadaan
system! Permutasi partikel dengan momentum yg berbeda (p) berbeda tak menghasilkan distribusi baru.
β’ Tingkat energy system N partikel adalah tingkat energy partikel tunggal.
β’ Pendekatan : spektrum energi tsb akan dibagi dalam sel-sel, tiap sel mengandung sejumlah level (tingkat) energi yg
Teknik Menghitung Banyak Keadaan Sistem
β’ Konstrain:
π ππ = π dan πππππ = πΈ
β’ Banyak cara mendistribusi N partikel ke sel-sel tsb, tiap kali menghasilkan satu macam distribusi n : W {ni}
β’ Maka banyak keadaan status microstate terkait:
Ξ π, π, πΈ =
{ππ}
π{ππ} β’ Penjumlahan dilakukan terhadap
berbagai cara mendistribusikan {ni} yg berbeda yg memenuhi konstrain di atas.
ο₯ Sel-3 ο₯3 Sel-2 ο₯2 Sel-1 ο₯1 g3 ; n3 g2 ; n2 g1 ; n1 Jumlah level Okupan si
Misal untuk sel ke-i :
Rata-rata level energi bernilai ο₯i Banyak level di sel tsb: gi >>1
Boson
β’ Sedangkan W{ni}:
π ππ =
π
π€π
β’ Dengan wi : banyak cara mendistribusikan partikel identik
indistinguishable sejumlah ni di dalam sel ke-i yang memiliki
jumlah level gi.
β’ Nilai wi bergantung pada jenis partikel : Fermion atau Boson. β’ Kasus Boson:
β Tiap level boleh berisi partikel : 0,1,2,dst
β Persoalan : diberikan ni boson untuk menempati level energi yg berbeda sebanyak gi dalam sel-i.
Boson
β Pertanyaan : ada berapa banyak cara berbeda untuk
mendistribusikan boson tsb di sel-i tsb yg punya gi subsel? β Persoalan tsb bisa dipandang sbg:
Diberikan ni partikel dan (gi-1) partisi. Carilah banyaknya cara berbeda untuk mendistribusikan ni partikel dan (gi-1) partisi tsb.
β’ Jumlah partisi gi-1, sebab jumlah level (βruangβ) : gi
Partikel ke: 1 2 3 4 β¦.. n Partisi ke: 1 2 gi-1
Boson
β’ Banyak cara mendistribusikan ni partikel + (gi-1) partisi : (ni+gi-1)!
β’ Akan tetapi : partikel identik (undistinguishable) demikian juga partisi!, maka permutasi ni diantara partikel dalam satu sel dan permutasi diantara (gi-1) partisi tidak menghasilkan konfigurasi distinc yg baru, jadi:
β’
π€π = ππ + ππ β 1 ! ππ! ππ β 1 !
Fermion
Ini berarti Total seluruh keadaan yang distinct untuk satu
distribusi {ni} tertentu dari bosons adalah: (artinya seluruh n
sudah didistribusikan dulu n1 berapa, n2 berapa dst)
ππ΅πΈ ππ = πππ΅πΈ = π π€π = π ππ + ππ β 1 ! ππ! ππ β 1 ! β’ Kasus Fermion:
β Tiap level hanya boleh diisi maksimum 1 partikel, jadi okupansi tiap level:0 atau 1.
β Karena sel ke-i memiliki gi level yang akan ditempati ni partikel (tentu ni tidak bisa > gi), berarti akan ada ni level yg berisi 1 partikel dan sisanya (gi-ni) kosong.
Fermion
β’ Kita bisa memandang ini spt di Boson, akan tetapi:
Jumlah obyek yg akan didistribusikan, justru total jumlah levelnya : gi
βObyekβ tsb akan dipartisi jadi 2 kelompok saja: kelompok satu masing-masing berisi 1 partikel (ni), sisanya (gi-ni) tidak ada partikel.
β’ Jadi ada g! cara berbeda mendistribusi obyek tsb. Tetapi permutasi dalam tiap kelompok : isi (ni) dan kosong (gi-ni) tidak menghasilkan keadaan baru. Sehingga banyaknya cara yang berbeda diberikan oleh:
Fermion
π€π =
π
ππ!
ππ! ππ β ππ !
Ini berarti Total seluruh keadaan yang distinct untuk satu distribusi
{ni} tertentu dari Fermion adalah: (artinya seluruh n sudah
didistribusikan dulu n1 berapa, n2 berapa dst)
ππΉπ· ππ = πππΉπ· = π π€π = π ππ! ππ! ππ β ππ ! Level: 1 2 3 4 β¦.. gi kosong (gi-ni) berisi (ni buah)
Boltzon
β’ Kasus : Boltzon (Partikel maxwell boltzmann: hipotetik) β’ Untuk partikel Boltzmann mula-mula anggap mereka
terbedakan (distinguishable) dan mereka bisa menempati status keadaan yang sama seperti boson.
β’ Untuk sel ke-i, ada gi level (subsel) dan terdapat ni partikel terbedakan yg harus didistribusikan ke gi tsb, jelas banyaknya cara berbeda untuk mendistibusikannya adalah:
β Partikel ke-1, bisa menempati salah satu dari gi level,
β Partikel ke-2, juga bisa menempati salah satu dari gi level β Partikel ke-n, juga bisa menempati salah satu dari gi level
Boltzon
β’ Total cara berbeda mendistribusikan ni partikel dalam gi level adalah :
ππ ππ
β’ Banyak cara membagikan N total partikel ke dalam berbagai sel yang masing-masing berisi n1, n2 dst dan permutasi dalam tiap sel tidak menghasilkan keadaan baru adalah (kombinasi):
π! π1! π2! β¦
β’ Faktor koreksi berikutnya (Gibbs) : 1/N!, karena permutasi
diantara partikel tsb sendiri (N buah) tidak akan menghasilkan status keadaan baru.
Boltzon
β’ Sehingga total banyak konfigurasi {ni} yang berbeda bagi Boltzon ini adalah:
πππ΅ ππ = 1 π! π! π1! π2! β¦ π1 π1 π2π2 β¦ = π ππππ ππ!
Problem of The most Probable Distribution
β’ Setelah mengetahui banyaknya cara berbeda
mendistribusikan partikel identic N buah, maka selanjutnya mesti dicari distribusi {ni*} seperti apa yang akan
menghasilkan W yg terbesar.
β’ Dengan kata lain berapa nilai masing-masing ni di tiap sel agar W paling besar!
β’ Entropi S diberikan oleh :
π = π ln (
{ππ}
Problem of The most Probable Distribution
β’ Nilai log ruas kanan, untuk N besar sekali bisa didekati
dengan 1 suku saja yaitu : the largest W{ni}=W{n*i}, dengan
{n*i} adalah distribusi {ni} yang akan menghasilkan the
largest W : THE MOST PROBABLE STATE! Tetapi dengan
tetap memenuhi dua kendala : total partikel dan energy β’ Jadi :
π β π ln π{ππβ} β’ Konstrain:
Metoda Lagrange Multiplier
β’ Memakai metoda Lagrange multiplier, maka kondisi untuk mendapatkan Wmax tsb diungkapkan oleh:
πΏ ln π{ππ} β πΌΞ£ππΏππ + π½Ξ£ππππΏππ = 0 β’ Dengan πΌ , π½ adalah parameter.
β Asumsi: ni dan gi >>1 sehingga Aproksimasi Stirling boleh dipakai. Maka:
Kasus : Distribusi Bose Einstein:
ππ΅πΈ ππ =
π
ππ + ππ β 1 ! ππ! ππ β 1 !
Distribusi Bose-Einstein
Maka: ln ππ΅πΈ = π ln ππ + ππ β 1 ! β ln ππ! β ln ππ β 1 ! ln ππ΅πΈ β π ππ + ππ β 1 ln ππ + ππ β 1 β (ππ + ππProblem of The most Probable Distribution
lπ ππ΅πΈ β π ππ ln 1 + ππ ππ + ππ ln 1 + ππ ππ πΏln ππ΅πΈ β π πΏππ ln 1 + ππ ππ Substitusi ke : πΏ ln π{ππ} β πΌΞ£ππΏππ + π½Ξ£ππππΏππ = 0 π ln 1 + ππ ππ β πΌ β π½ππ πΏππ = 0 Berarti ln 1 + ππ ππ β πΌ β π½ππ = 0Distribusi BE, FD dan MB
Jadi distribusi Boson yang terkait W terbesar (most probable):
ππ = ππ
ππΌ+π½ππ β 1 β‘ ππ
β(π΅πΈ)
Dapat dibuktikan dengan cara yg serupa untuk gas Fermion dan Boltzmann didapatkan, the most probable distribution-nya: ππ = ππ ππΌ+π½ππ + 1 β‘ ππ β(πΉπ·) ππ = ππ ππΌ+π½ππ β‘ ππ β(ππ΅)
Distribusi BE, FD dan MB
Dapat dibuktikan bahwa hubungan parameter πΌ, π½ dengan thermodinamika adalah :
πΌ = β π
ππ dan π½ = 1 ππ
Sehingga dengan definisi fugacity :π§ = ππ½π :
ππβ π΅πΈ = ππ
π§β1ππ½ππ β 1
ππβ πΉπ· = ππ
π§β1 ππ½ππ + 1
Distribusi BE, FD dan MB
Pelabelan thd sel ke-i yg memiliki degenrasi gi dapat diganti ke pelabelan momentum (yg unik), sehingga:
ππβ π΅πΈ = ππ π§β1ππ½ππ β 1 β ππ β π΅πΈ = 1 π§β1ππ½ππ β 1 ππβ πΉπ· = ππ π§β1 ππ½ππ + 1 β ππ β πΉπ· = 1 π§β1ππ½ππ + 1 ππβ(ππ΅) = πππ§π πβπ½ππ β π π β ππ΅ = π§πβπ½ππ
Pelabelan momentum p ini identic dengan menggunakan bilangan gelombang k, sebab π = βπ
Okupansi dan Jumlah Partikel
Jumlah total partikel N akan diberikan oleh : π =
π
ππβ =
π
ππβ Untuk Boson dan Fermion :
π
1
π§β1ππ½ππ Β± 1 = π
Dalam limit thermodinamika N besar, spectrum energy nyaris kontinu:
ππ = π
2
Okupansi dan Jumlah Partikel
Maka π β ππ 4ππ2 π β 0 β 4ππ2ππ π§β1ππ½π2/2π Β± 1 β 0 β 4ππ2ππ πβπ½πππ½π2/2π Β± 1 Substitusi π₯2 = π½π2 2π : π β 4π 2π π½ 3/2 0 β π₯2ππ₯ πβπ½πππ₯2 Β± 1Pada limit suhu tinggi π½ β 0 , N yang berhingga menuntut integralnya ο 0.
Okupansi dan Jumlah Partikel
Agar integralnya kecil (ο 0), maka penyebutnya ο β:
Untuk π½ β 0, maka πβπ½πππ₯2 Β± 1 β β , πβπ½πππ₯2 β β atau πβπ½π β β.
Hal ini berarti dalam kasus π½ β 0 atau suhu tinggi maka distribusi Fermion dan Boson menjadi seperti Maxwell Boltzmann saja.
Jika suhu tinggi (π½ β 0) maka okupansi level tertentu sebanding dengan:
πβπ½(ππβπ)
Jika π½ kecil maka okupansi keadaan dengan energy tinggi akan sedikit, artinya dalam hal ini tak berpengaruh antara boson ataupun fermion, sebab tersedia jauh lebih banyak status keadaan dibandingkan partikel yg akan menempati.
Perbandingkan Okupansi rata-rata
Distribusi Fermion, Boson dan Boltzon
0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8 0.9 1 -2 -1 0 1 2 3 4 ο’(ο₯-ο) FD BE MB
Nampak bahwa pada ο’(ο₯-ο) besar distribusi FD,BE
mendekati MB.
Padahal MB (klasik) adalah model yg cukup bagus untuk T tinggi, berarti:
π β π ππ β«
Supaya bisa besar, padahal T tinggi maka ο <0 dan
Pengaruh Spin partikel
β’ Jika partikel memiliki spin S, maka status keadaan partikel tunggal dengan momentum tertentu p mesti dilengkapi dengan spin-nya
(p,S).
β’ Dalam banyak aplikasi kita hanya perlu memperhatikan jumlah total status keadaan yang perlu dijumlahkan, misalnya untuk N:
π = π π ππ ,π = (2π + 1) πππ
β’ Dengan s=-S,-S+1,β¦,S.
β’ Misal untuk spin S=1/2, maka π = β1
2 ,
1
2, jadi ada (2S+1)=
(2(1/2)+1)=2 keadaan terkait spin tsb.
Entropi
β Ungkapan Entropi-nya berbentuk (BE): π β π ln π πβ = π π ππβ ln 1 + ππ
ππβ + ππ ln 1 + ππβ ππ
β Untuk Fermion, ungkapan entropinya dapat dibuktikan menjadi: π β π ln π πβ = π π ππβ ln ππ ππβ β 1 β ππ ln 1 β ππβ ππ β dan Maxwell-Boltzmann π β π ln π πβ = π π ππβ ln ππ ππβ
Entropi
β Untuk hasil terakhir ini telah dilakukan aproksimasi : gi, ni >>1.
Jika secara eksplisit, ni/gi untuk masing-masing distribusi, maka entropi:
BE: π β π π ππβ(πΌ + π½ππ) βππ ln 1 β πβπΌβπ½ππ
FD : π β π π ππβ(πΌ + π½ππ) +ππ ln 1 + πβπΌβπ½ππ
MB: π β π π ππβ(πΌ + π½ππ)
β Nilai ni untuk masing-masing distribusi spt yg diturunkan sebelumnya!
Entropi
β Atau dengan substitusi nilai ππβ, untuk Boson: π β π π ππ (βππ π§+π½ππ) π§β1ππ½ππβ1 β ln 1 β π§π βπ½ππ Untuk Fermion: π β π π ππ (βππ π§+π½ππ) π§β1ππ½ππ+1 + ln 1 + π§π βπ½ππ Maxwell-Boltzmann: π β ππ§ π πππβπ½ππ(βππ π§ + π½π π)
Fungsi thermodinamika diperoleh dengan eliminasi z dari persamaan di atas, dengan memanfaatkan kendala bagi
π =
π
Contoh : Gas Boltzmann
β Kita pakai untuk Boltzon, mulai dari π = π ππβ = π§ π ππ πβπ½ππ = π§ π πβπ½ππ
Untuk hasil terakhir tsb karena gi adalah degenerasi level energy ππ, ketika dinyatakan dlm momentum maka tiap p unik, jadi tidak ada degenerasi!
β Bagaimana mengubah Ξ£ β ?
Volume elementer di ruang fasa (q,p) = h, jadi banyak status keadaan:
π
β π β3
Contoh : Gas Boltzmann
π β π§π β3 0 β 4ππ2 πβπ½π 2 2π ππ = π§π π3Dengan ο¬ adalah thermal wavelength π = β
2ππππ, dengan
ini bisa juga dituliskan (π£ = π/π): π§ = π
3
π£
Energi system πΈ = ππππ: (dengan bantuan N di atas) πΈ = π π§πππππβπ½ππ = π§ π πππβπ½ππ β π§π β3 0 β 4ππ2 π 2 2π π βπ½π2π2 ππ = 3 2 πππ
Entropi
β’ Maxwell-Boltzmann: π/π β π§ π πππβπ½ππ(βππ π§ + π½π π) Atau π/π β π§ π πβπ½ππ(βππ π§ + π½π π) π π β π½π§ π πππβπ½ππ β (ln π§)π§ π πβπ½ππ π π β π½πΈ β π ln π§Entropi
π π β 3 2 ππ β π ln π§ Dengan π§ = π3 π£ : π π β 3 2 ππ β π ln( π3 π£ ) π π β 3 2 ππ β π ππ π π β2 2ππ ππ 3/2Interpretasi
Ambil misalnya (BE):
π β π π ππβ(πΌ + π½ππ) βππ ln 1 β πβπΌβπ½ππ
Suku Ξ£πππβ = π , total partikel dan Ξ£πππβππ = πΈ total energi. Sehingga:
π
π β πΌπ + π½πΈ β
π
πiln(1 β πβπΌβπ½ππ)
Dapat dibuktikan bahwa arti parameter ο‘ dan ο’ adalah : πΌ = β π ππ dan π½ = 1 ππ sehingga: ππ β βππ + πΈ β ππ π πiln(1 β πβπΌβπ½ππ)
Interpretasi
Atau: E β ππ + ππ = ππ π πiln(1 β πβπΌβπ½ππ)
β Dari thermodinamika diperoleh hubungan: π΄ + ππ = ππ
β Sehingga (BE):
ππ = βππ π πiln(1 β πβπΌβπ½ππ)
β Hasil serupa diperoleh juga untuk FD : ππ = ππ
π
πiln(1 + πβπΌβπ½ππ)
β Dan MB: (gas ideal klasik) ππ = ππ
π
πiπβπΌβπ½ππ = ππ
π