• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penasehat: Dr. H. Aceng hasani, M.Pd. Pemimpin Redaksi: Atin Fatimah, M.Pd.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Penasehat: Dr. H. Aceng hasani, M.Pd. Pemimpin Redaksi: Atin Fatimah, M.Pd."

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

p-ISSN 2615-5532 http://semnaspgpaud.untirta.ac.id/index.php/

PROSIDING SEMINAR NASIONAL PG PAUD UNTIRTA 2017

KETAHANAN PANGAN KELUARGA DALAM RANGKA

PEMENUHAN GIZI DAN OPTIMALISASI PERKEMBANGAN

OTAK ANAK USIA DINI

Penasehat: Dr. H. Aceng hasani, M.Pd. Pemimpin Redaksi: Atin Fatimah, M.Pd. Tim Prosiding: 1. Dr. Isti Rusdiyani, M.Pd. 2. Ratih Kusumawardhani, M.Pd. 3. Erin Sabrina 4. Annisa Qur’ani Sekretariat: 1. Wulan Nurrohmah

2. Sri Astuti febriani Cover dan Tata Letak: Desma Yuliadi Saputra, S.Pd.

JURUSAN PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

(3)

PENINGKATAN KREATIVITAS MENGGAMBAR ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI TEKNIK ARSIR (Penelitian Tindakan di TK Negeri Pembina Kota Serang 2016)

Ade Ika Nopiani

PENINGKATAN KEMAMPUAN SOSIAL MELALUI METODE BERMAIN PERAN PADA ANAK KELOMPOK B (Penelitian Tindakan Kelas di PAUD Al-Maidah Bandung-Serang)

Amsanah

MENINGKATKAN KEMAMPUAN SAINS PERMULAAN MELALUI METODE EKSPERIMEN PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN DI RA AR-ROHMAH CILEGON Anissa Sekar Violita

PERAN GURU DALAM MENGEMBANGKAN NILAI -NILAI MORAL ANAK USIA 5-6 TAHUN

Balqis Gusetiarini

PENGARUH ALAT PERMAINAN EDUKATIF SI “BAM” TERHADAP KEMANDIRIAN ANAK

Citra Hapsari dan Mila Karmila

PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA AWAL ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI BERMAIN PAPAN FLANEL DI TK IZZATI KAMPUNG HIDEUNG KECAMATAN BAROS SERANG BANTEN

Dede Nurhasanah

MENINGKATKAN KEMAMPUAN KREATIVITAS MELALUI KEGIATAN MONTASE (Penelitian Tindakan pada Kelompok B Di PAUD Al-Kautsar Kota Cilegon) Dian Maryati, Atin Fatimah, dan Tricahyani E.Y

PENINGKATAN KECERDASAN KINESTETIK ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI GERAK TARI KREASI (Penelitian Tindakan Kelas di TK Islam Citra Mandiri Serang-Banten) Dinda Nuryuliani

DAFTAR ISI

1

11

23

33

41

51

57

65

(4)

p-ISSN 2615-5532 http://semnaspgpaud.untirta.ac.id/index.php/

MENANAMKAN AKHLAQ PADA ANAK USIA DINI DALAM BERBICARA BAIK DAN SOPAN MELALUI METODE BERCERITA DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL (Penelitian Tindakan, Di TK Pertiwi Kelompok B Kabupaten Kuningan, Tahun 2017)

Erna Juherna

PERKEMBANGAN MANUSIA DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN Fadlullah

PENINGKATAN KEMAMPUANMOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN KOLASE ANAK USIA 4-5 TAHUN (Penelitian Tindakan di TK IT SEMUT, Cilegon-Banten)

Fitriani

MENINGKATKAN MINAT BACA MELALUI METODE BERCERITA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN

Iin Inratyani

KECERDASAN SPIRITUAL ANAK USIA 5-6 TAHUN DALAM PENGEMBANGAN NILAI-NILAI AGAMA ISLAM

Khairunnisa

MENINGKATKAN KEMANDIRIAN ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI KEGIATAN FUN COOKING PADA ANAK KELOMPOK B MADINAH

Lela Nurlaela, Ratih Kusumawardani, dan Tri Sayekti

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA HURUF HIJAIYAH ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI KARTU HURUF HIJAIYAH

Nur Intan Pratiwi

MENINGKATKANKETERAMPILAN BERBICARA ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI KEGIATAN MENDONGENG DI PAUD DARUL MA’ARIF CILEGON-BANTEN

Nurul Anggraeni Hidayah

PENINGKATAN KETERAMPILAN SOSIAL MELALUI PENERAPAN METODE PROYEK (Penelitian Tindakan Kelas Pada Anak Kelompok A di TK Bangun Cita Insani-Serang)

Opah Musaropah

PERKEMBANGAN MORFOLOGI ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TAMAN KANAK-KANAK

Pupung Puspa Ardini

73

79

91

97

105

115

125

133

143

155

(5)

MENINGKATKAN KECERDASAN VERBAL-LINGUISTIK MELALUI KEGIATAN BERNYANYI

Rani Sofia Ardiyani

MENINGKATKAN KEMAMPUAN DISIPLIN MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN

Ratih Chandraningsih

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP ANGKA MELALUI MEDIA FLIP CHART PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN DI RA TARBIYATUL AULAD Ria Anggun Kusuma

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI LEGO KONSTRUKTIF

Rina Damayanti dan Atin Fatimah

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL BENTUK GEOMETRI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF MAKE A MATCH PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN

Rosita Sari

MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAKUSIA 5-6 TAHUN MELALUI KEGIATAN TARI KREASI (Penelitian Kualitatif di TK B, Kemala Bhayangkari 2 Pandeglang-Banten)

Siti Magfiroh

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP GEOMETRI ANAK KELOMPOK B MELALUI BERMAIN KONSTRUKTIF (Penelitian Tindakan Kelas di RA Ar – Rahmah Pondok Aren – Tangsel)

Siti Rohmah

MENINGKATKAN KREATIVITAS MELALUI BERMAIN LEGO PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK TUNAS MERAK PANDEGLANG

Upiah

PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI KEGIATAN MENJAHIT (Penelitian Tindakan Kelas di TK Kartika Siliwangi 39 Kota Serang-Banten)

Usi Rizanti

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYIMAK MELALUI METODE BERCERITA DENGAN BONEKA JARI (Penelitian Tindakan Kelas pada Anak TK B di TK Tunas Bangsa Jatiuwung Tangerang Tahun Pembelajaran 2015/2016) Waras Vivi Afiati

167

175

183

193

205

211

219

231

239

245

(6)

p-ISSN 2615-5532 http://semnaspgpaud.untirta.ac.id/index.php/

PENINGKATAN KEMAMPUAN FISIK MOTORIK MELALUI PERMAINAN SIRKUIT BOLA (Penelitian Tindakan Pada Kelompok B Paud Al-Furqon Desa Salareuma Kecamatan Cipicung Kabupaten Kuningan, Tahun 2017) Yenti Juniarti dan Gilang Ramadan

PENINGKATAN PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK MELALUI PERMAINAN KARTU BILANGAN PADA ANAK KELOMPOK B USIA 5-6 TAHUN RA AL-JAUHAROTUNNAQIYAH SERANG BANTEN

Yuliani Oktavia

2ϱ5

261

(7)

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL BENTUK

GEOMETRI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF

MAKE A MATCH PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN

Rosita Sari

BKB KEMAS HI KUTILANG SERANG – BANTEN

ABSTRACT

Ability to recognize the geometry of children aged 4-5 years in BKB Kemas HI Kutilang, Kec. Lightning, Serang - Banten is still low. This factor is caused by the lack of use of media as well as varied learning methods. The method used in this research is classroom action research method, the action is designed in two recurrent cycles, in this study consist of two cycles, in cycle I as much as 8 times action and cycle II as much as 4 times action, with success criteria reach 71%. Subjects in this study were children aged 4-5 years group A in BKB Kemas HI Kutilang, Kec. Lightning, Serang-Banten with a total sample of 13 people consisting of 8 boys and 5 girls. Based on the results obtained that the ability to recognize the geometry of children aged 4-5 years through the model of cooperative learning Make A Match with the results of this study note that in the first cycle obtained data reached 49% because the success indicator must reach 71% of this study continued in cycle two with the implementation of activities as much as 4 times the meeting obtained the result of 87%. Based on the results of data that have been obtained it can be concluded that the model of cooperative learning Make A Match can improve the ability to recognize the geometry of children aged 4-5 years in BKB Kemas HI Kutilang, Kec. Lightning, Serang - Banten.

(8)

p-ISSN 2615-5532

http://semnaspgpaud.untirta.ac.id/index.php/

ABSTRAK

Kemampuan mengenal bentuk geometri anak usia 4-5 tahun di BKB Kemas HI Kutilang, Kec. Petir, Serang - Banten masih rendah. Faktor ini disebabkan oleh kurangnya penggunaan media serta metode pembelajaran yang variatif. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas, tindakan yang dirancang dalam dua siklus berulang, dalam penelitian ini terdiri dari dua siklus, pada siklus I sebanyak 8 kali tindakan dan siklus II sebanyak 4 kali tindakan, dengan kriteria keberhasilan mencapai 71%. Subjek pada penelitian ini adalah anak usia 4-5 tahun kelompok A di BKB Kemas HI Kutilang, Kec. Petir, Serang-Banten dengan jumlah sampel sebanyak 13 orang yang terdiri dari 8 anak laki-laki dan 5 anak perempuan. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh bahwa kemampuan mengenal bentuk geometri anak usia 4-5 tahun melalui model pembelajaran kooperatif Make A Match dengan hasil penelitian ini diketahui bahwa pada siklus I diperoleh data mencapai 49% karena indikator keberhasilan harus mencapai 71% penelitian ini dilanjutkan pada siklus dua dengan pelaksanaan kegiatan sebanyak 4 kali pertemuan diperoleh hasil sebesar 87%. Berdasarkan hasil data yang telah diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa dengan model pembelajaran kooperatif Make A Match dapat meningkatkan kemampuan mengenal bentuk geometri anak usia 4-5 tahun di BKB Kemas HI Kutilang, Kec. Petir, Serang - Banten.

Kata kunci: Bentuk Geometri dan Pembelajaran Kooperatif.

A. Pendahuluan

Pendidikan anak usia dini merupakan pendidikan yang paling mendasar dan me-nempati kedudukan sebagai golden age dan sangat strategis dalam pengembang-an sumber daya mpengembang-anusia (Direktorat PAUD, 2005). Rentang anak usia dini dari lahir sampai usia 6 tahun adalah usia kritis sekaligus strategis dalam proses pendidik-an dpendidik-an dapat mempengaruhi proses serta hasil pendidikan seseorang selanjutnya, artinya pada periode ini merupakan periode kondusif untuk menumbuh kem-bangkan berbagai kemampuan, kecerdas-an, bakat, kemampuan fisik, kognitif, bahasa, sosio-emosional dan spiritual. Usia 4-6 tahun merupakan masa peka bagi anak, di mana anak mulai sensitif untuk mene-rima berbagai upaya perkembangan se-luruh potensi anak. Masa peka adalah masa terjadinya pematangan fungsi-fungsi fisik dan psikis yang siap merespon stimulasi yang diberikan oleh lingkungan. Dimana pada masa ini merupakan masa

untuk meletakkan dasar pertama dalam mengembangkan kemampuan fisik, kognitif, bahasa, sosial emosional, konsep diri, disiplin, kemandirian, seni, moral, dan nilai-nilai agama (Depdiknas, 2004). Oleh sebab itu dibutuhkan suasana bel-ajar, strategi dan stimulus yang sesuai dengan kebutuhan anak agar pertumbuh-an dpertumbuh-an perkembpertumbuh-angpertumbuh-an pertumbuh-anak tercapai secara optimal.

Kemampuan dalam mengenal bentuk geometri pada anak selalu berkaitan dengan pembelajaran matematika. Mate-matika di PAUD adalah kegiatan belajar tentang konsep angaka, mempelajari bentuk-bentuk geometri dasar, seperti lingkaran, segi tiga, persegi dan persegi panjang. Serta belajar tentang konsep matematika lainnya melalui aktivitas ber-main dalam kehidupan sehari-hari dan bersifat ilmiah. Bermain sambil belajar dan belajar sambil bermain mempunyai kesamaan dan perbedaan. Keduanya sama-sama melakukan kegiatan bermain

(9)

dan belajar, hanya penekanannya yang berbeda. Jika belajar sambil bermain lebih menekankan pada aktivitas bermain dan jenis permainannya.

Pembelajaran kooperatif merupakan strategi pembelajaran kelompok yang dapat meningkatkan prsestasi belajar peserta didik sekaligus dapat meningkat-kan kemampuan hubungan sosial, me-numbuhkan sikap menerima kekurangan diri dan orang lain. Dalam penerapan metode ini, guru harus merancang tugas kelompok sedemikian rupa sehingga setiap anggota kelompok dapat turut ter-libat secara maksimal dalam proses penyelesaiannya. Hal ini bertujuan untuk menciptakan kelompok kerja yang efektif dan dapat mencapai tujuan mereka. Ada-pun dalam penerapan pembelajaran kooperatif terdapat empat tahapan yang harus dilaksanakan. Keempat tahapan ter-sebut adalah penjelasan materi, belajar dalam kelompok, penilaian dan pengaku-an tim.

Geometri adalah cabang dari mate-matika yang mempelajari tentang ruang, dari geometri ini orang dapat mengetahui tentang ruang dari ciri-ciri dasarnya ter-sebut. Selanjutnya menurut (Bird, 2004: 124) mengemukakan bahwa Geometri merupakan bagian dari matematika yang membahas tentang titik, garis, bidang dan ruang.

Membangun konsep geometri pada anak-anak dimulai dengan mengidentifi-kasi bentuk-bentuk dan menyelidiki bangunan dan memisahkan gambar-gambar biasa seperti segi empat, lingkar-an, dan segitiga (Clements, Wilson, & Sarama, 2004: Hannibal, 1999). Selain itu, belajar konsep-konsep maupun belajar bahasa untuk mengungkapkan letak seperti dibawah, di atas, kiri dan kanan meletakkan dasar awal memahami geo-metri. Sewaktu anak-anak belia bermain

atau bermain game board, mereka se-benarnya sedang belajar konsep-konsep geometri (Seefeldt & Wasik, 2008: 398).

Pembelajaran kooperatif

(coopera-tive learning) merupakan bentuk

pembel-ajaran dengan cara siswa belajar dan be-kerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya terdiri dari empat sampai enam orang dengan struktur kelompok yang bersifat heterogen (Rusman, 2011: 202).

1. Model Pembelajaran Kooperatif

Teknik Mencari Pasangan

a. Pengertian Teknik Mencari Pasangan

Teknik mencari pasangan merupakan salah satu teknik pembelajaran kooperatif yang dapat digunakan guru TK dalam mengembangkan kemampuan anak didik-nya. Teknik belajar mengajar mencari pasangan (make match) ini pada tahun 1994 dikembangkan oleh seorang pakar pendidikan, yaitu Lorna Curran. Salah satu keunggulan teknik ini adalah anak didik mencari pasangan sambil belajar menge-nai suatu konsep atau topik dalam suasana yang menyenangkan. Teknik ini dapat di-gunakan untuk semua mata pelajaran dan untuk semua tingkatan usia anak didik. Khusus untuk anak TK, teknik belajar mengajar mencari pasangan dapat di-rancang dalam suasana bermain sambil anak itu belajar sesuatu (Saputra & Rudyanto, 2005: 69).

b. Langkah-langkah Teknik Mencari Pasangan

Langkah-langkah yang harus guru TK lakukan dalam menerapkan model pem-belajaran teknik mencari pasangan ini adalah sebagai berikut:

1) Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep topik. 2) Masing-masing anak didik mendapat

(10)

sedia-p-ISSN 2615-5532

http://semnaspgpaud.untirta.ac.id/index.php/ 3) Setiap anak didik mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya. Misalnya, peme-gang kartu yang bertuliskan nama “Rina” akan berpasangan dengan pe-megang kartu jenis kelamin “Perem-puan”, atau pemegang kartu yang berisi bendera “Merah Putih” akan berpasangan dengan pemegang kartu “Indonesia”.

4) Anak didik dapat juga bergabung dengan dua atau tiga anak didik lain yang memegang kartu yang cocok. Misalnya, pemegang kartu dengan angka 4 akan membentuk kelompok dengan pemegang kartu “buah Apel sebanyak empat biji”dan 2+2

B. Metodologi Penelitian

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas. Penelitia Tindakan Kelas atau PTK (Classroom Action Research) memiliki perananan yang sangat penting dan strategis untuk meningkatkan mutu pembelajaran apabila diimplimentasikan dengan baik dan benar. Diimplimentasi-kan dengan baik, artinya pihak yang ter-libat dalam PTK (guru) mencoba dengan sadar mengembangkan kemampuan dalam mendeteksi dan memecahkan masalah-masalah yang terjadi dalam pembelajaran di kelas melalui tindakan bermakna yang diperhitungkan dan dapat memecahkan masalah atau memperbaiki situasi dan kemudian secara cermat mengamati pelaksanaan-pelaksanaannya untuk mengukur tingkat keberhasilannya (Kunandar, 2008: 41).

Penelitian tindakan kelas ini bertuju-an untuk memecahkbertuju-an suatu permasalah-an, meningkatkan kualitas pembelajarpermasalah-an, serta untuk meningkatkan sikap profesio-nal pendidik dan tenaga kependidikan (Kunandar, 2008: 64).

Tempat yang menjadi objek pene-litian ini adalah di BKB Kemas HI Kutilang Desa Kadugenep, Kecamatan Petir, Serang - Banten. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2016 atau pada semester genap di BKB Kemas HI Kutilang, Petir, Serang -Banten, khususnya di kelompok A.

Prosedur penelitian yang dilaksana-kan berupa penelitian tindadilaksana-kan kelas dalam beberapa siklus, dimana dalam siklus I diberikan delapan kali tindakan, sedangkan pada siklus II diberikan empat kali tindakan yang mengacu pada model Kemmis dan Mc Taggart, yaitu (1) peren-canaan, (2) pelaksanaan tindakan dan observasi, (3) refleksi (Arikunto, 2008: 16). Tiga aspek tersebut berlangsung secara stimulan yang urutannya dapat meng-alami modifikasi. Jika pada siklus pertama kriteria keberhasilan tindakan tercapai, maka tindakan dikatakan berhasil dan tidak dilanjutkan ke siklus II. Namun jika kriteria keberhasilan belum tercapai, maka dilanjutkan pada siklus berikutnya, sampai tercapai kriteria keberhasilan. C. Pembahasan

Penelitian Tindakan Kelas (PTK), pe-nelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2016 dikelompok A di BKB Kemas HI Kutilang, Kec. Petir, Serang - Banten dengan fokus penelitian “Peningkatan Kemampu-an Mengenal Bentuk Geometri Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Make A

Match”, telah dilaksanakan sebanyak dua

siklus. Sesuai dengan rencana yang telah ditentukan, pada pertemuan awal pene-liti bersama kolaborator bertemu untuk membahas langkah-langkah penelitian tindakan yang akan dilaksanakan.

Setelah peneliti melakukan tindakan kemudian peneliti melakukan pengamat-an dpengamat-an melakukpengamat-an perhitungpengamat-an secara me-nyeluruh tentang kemampuan mengenal bentuk geometri anak dan pengukuran

(11)

dilakukan secara terus menerus sampai hasil pengamatan dapat mencapai hasil yang diinginkan peneliti dan kolabolator. Adapun hasil peningkatan anak dari pra penelitian sampai siklus II, yaitu sebagai berikut:

Grafik 4.1.

Peningkatan Kemampuan Mengenal Bentuk Geometri Anak Usia 4-5 Tahun

Berdasarkan analisis data dengan per-sentase kenaikan secara keseluruhan di-peroleh kenaikan sebesar 15% dengan hasil 49% pada siklus I, kenaikan 38% dengan hasil 87% pada siklus II.

Berdasarkan persentase hasil yang didapat pada siklus II, peneliti dan kolabo-rator merasa bahwa peningkatan yang di-hasilkan pada akhir siklus II ini sudah signifikan karena persentase kenaikan sudah berada diatas batas minimum yang telah ditentukan yaitu sebesar 71% dan secara kontinum persentase diatas berada di skala berkembang sangat baik yang masuk dalam klasifikasi berhasil. Analisis data juga dilakukan secara kualitatif dengan didasarkan pada catatan lapangan dan catatan wawancara.

Peningkatan kemampuan mengenal bentuk geometri anak ini pun didukung dengan peningkatan perhitungan data yang diperoleh peneliti dari pedoman observasi anak dari pra penelitian hingga siklus II.

D. Simpulan dan Saran

1. Simpulan

Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh, dapat dikatakan bahwa pene-litian yang dilakukan oleh peneliti selama penelitian berlangsung meningkat, yang didasarkan pada data kondisi awal dalam pra penelitian sebelum diberikan tindak-an diperoleh persentase rata-rata kelas pada kondisi awal 34%. Kemudian pada siklus I meningkat menjadi 49% hal ini me-nunjukkan adanya peningkatan yang cukup baik pada siklus I, pada siklus II mengalami peningkatan yang signifikan mencapai 87%, ini melebihi batas mini-mum yang telah ditentukan peneliti sebesar 71%.

2. Saran

Dalam melakukan penelitian ini, peneliti mengalami berbagai hambatan-hambatan sehingga peneliti mencoba memberikan beberapa saran yang di-harapkan dapat bermanfaat bagi:

1. Sekolah BKB Kemas HI Kutilang, Kec.

Petir, Serang – Banten

Sebagai bahan masukan dalam proses kegiatan pembelajaran yang tepat bagi sekolah terutama dalam peningkatan ke-mampuan mengenal bentuk geometri anak untuk perkembangan yang sangat baik dalam melakukan kegiatan.

2. Guru BKB Kemas HI Kutilang, Kec.

Petir, Serang – Banten

Sebagai bahan masukan untuk guru agar lebih menguasai, mengemabngkan serta menerapkan model pembelajaran kooperatif dalam melakukan kegiatan pem-belajaran, selain itu agar guru dalam melaku-kan pengenalan bentuk geometri lebih bervariasi dan lebih kreatif kegiatannya.

(12)

p-ISSN 2615-5532

http://semnaspgpaud.untirta.ac.id/index.php/

3. Peneliti selanjutnya

Sebagai bahan masukan untuk pene-liti selanjutnya agar dapat mengembang-kan aspek-aspek yang diteliti, sehingga diperoleh hasil yang lebih optimal dari peningkatan kemampuan mengenal bentuk geometri.

Daftar Pustaka

Arikunto, S, Suhardjono dan Supardi. 2008.

Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta:

Bumi Aksara.

Bird, John. 2004. Matematika Dasar Teori

dan Aplikasi Praktis. Jakarta: Erlangga.

Desmita, 2013. Psikologi Perkembangan. Bandung: Remaja Rosdakarya. Emzir. 2010. Metodologi Penelitian

Pen-didikan: Kuantitatif dan Kualitatif.

Jakarta: Rajawali Pers.

Haryono, Didi. 2014. Filsafat Matematika. Bandung: Alfabeta.

Heruman. 2008. Model Pembelajaran

Matematika Di Sekolah Dasar.

Bandung: Remaja Rosdakarya. Huda, Miftahul. 2013. Model-model

Peng-ajaran dan PembelPeng-ajaran.

Yogya-karta: Pustaka Pelajar.

Kunanadar. 2008. Langkah Mudah

Peneliti-an TindakPeneliti-an Kelas Sebagai Pengem-bangan Profesi Guru. Jakarta: Raja

Grafindo Persada.

Moleong, Lexy J. 2013. Metodologi

Pene-litian Kualitatif. Bandung: Remaja

Rosdakarya.

Mulyasa. 2013. Praktik Penelitian Tindakan

Kelas. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Pariani, Astri N P F, dkk. Penerapan Metode

Demonstrasi Melalui Kegiatan Meronce untuk Meningkatkan Kognitif Me-ngenai Bentuk Geometri pada Anak.

Jurnal: Vol. 2. No. 1. 2014.

Rahmat, Mohammad. 2007. Geometri. Jakarta: Universitas Terbuka.

Ridwan. 2010. Belajar Mudah Penelitian

untuk Guru, Karyawan dan Peneliti Pemula. Bandung: Alfabetha.

Rusman. 2011. Model-Model

Pembelajar-an MengembPembelajar-angkPembelajar-an Profesionalisme Guru. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Saputra, Yudha. M. dan Rudyanto. 2005.

Pembelajaran Kooperatif Untuk Me-ningkatkan Keterampilan Anak TK.

Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Seefeldt, Carol and Wasik, A Barbara. 2008.

Pendidikan Anak Usia Dini Menyiapkan Anak Usia Tiga, Empat, dan Lima Tahun Masuk Sekolah. Jakarata: Indeks.

Sobol, Harriet dan Tom. 2003. Rancang

Bangun Anak Cerdas. Jakarta: Inisiasi

Press.

Sujiono, Yuliani. N. 2009. Konsep Dasar

Pendidikan Anak Uisa Dini. Jakarta:

Indeks.

Suroso. 2009. Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta: Pararaton

Suyadi. 2013. Strategi Pembelajaran

Pen-didikan Karakter. Bandung: Remaja

Rosdakarya.

Syaodiah¸ Ernawulan. 2005. Bimbingan di

Taman Kanak-kanak. Jakarta:

Referensi

Dokumen terkait

Peneliti menggunakan jenis penelitian ini karena hanya meneliti di kelas kelompok B TK IZZATI Kampung Lame Kecamatan Baros yang mempunyai masalah, masalah tersebut yaitu

Dari analisis data diperoleh hasil: (1) terdapat hubungan daya ledak otot tungkai dengan hasil lompat tinggi gaya flop mahasiswa program studi pendidikan olahraga dengan

Berdasarkan tindakan yang telah dilak- sanakan pada siklus I dan II dengan meng- gunakan Metode Struktur Analisis Sintesis (SAS) untuk meningkatkan nilai hasil belajar peserta

Sesuai dengan hasil analisis refleksi pene- litian tindakan kelas dari siklus I sampai dengan siklus II pada pelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan metode

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penggunaan teknik identifikasi kata kunci dalam pembelajaran keterampilan menyimak ternyata sangat

Berdasarkan pembelajaran pemeranan drama dengan menggunakan metode ber- main peran yang telah dilaksanakan dalam tiga siklus, kemampuan pemeranan drama siswa mengalami

Perkem- bangan bahasa sebagai serangkaian per- ubahan yang kompleks dari penguasaan sarana komunikasi yang menarik, Vygotsky lebih mengutamakan peran penting inter-

Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan (PT) yang dimaksud dalam pe- nelitian ini merupakan proses belajar mengajar di di TK Negeri Pembina Kota Serang dengan