• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR PUSTAKA. Burnham, D. C. Productivity : An Overview, Handbook of Industrial Engeneering. New York : Jhon Willey & Son.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DAFTAR PUSTAKA. Burnham, D. C. Productivity : An Overview, Handbook of Industrial Engeneering. New York : Jhon Willey & Son."

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

DAFTAR PUSTAKA

Burnham, D. C. Productivity : An Overview, Handbook of Industrial Engeneering. New York : Jhon Willey & Son.

Gaspersz, Vincent. 2000. Manajemen Produktivitas Total. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.

Sinungan, Muchdarsyah. 2005. Produktivitas Apa dan Bagaimana ed.2. Jakarta : Bumi Aksara.

Sedarmayanti. 2001. Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja. Bandung : Mandar Maju.

Sumanth D. J. 1984. Productivity Engineering and Management. New York : Mc Graw Hill.

Winardi. 2000. Azas - azas Manajemen. Bandung : Mandar Maju. Winardi. 1990. Ekonomi Mikro. Bandung : Mandar Maju.

Saaty T. L. 1983. Decision Making for Leaders : The Analycal Hierarchy Process for Decission in Complex World. Pittsburgh : RWS Publication.

Jurnal Nasional “Pengukuran dan Analisis Produktivitas Lini Produksi PT.XYZ Dengan Menggunakan Metode Objective Matrix” oleh Riani Nurdin, Yasrin Zabidi. Jurnal Nasional “Analisis Produktivitas Bagian Pengolahan Menggunakan Metode

Objective Matrix (OMAX) (Studi Kasus Di Pt Perkebunan Nusantara Xii Ngrangkah Pawon Kabupaten Kediri)” oleh Nur Aditya Saddad, Panji Deoranto dan Ika Atsari Dewi.

Jurnal Pasti “Peningkatan Produktivitas Line Sheet Mesin 3 PT. Bakrie Building Industries Dengan Menggunakan Metode Objective Matrix (OMAX)” oleh Chuesnul Jaqin, Bambang Setiawan dan Charles P. Hutagalung.

Jurnal Pasti “Usulan Peningkatan Produktivitas Departemen Produksi PT Adis Dimension Footwear Dengan Metode Objective Matrix (OMAX)” oleh Tri Setiyanto, Tri Hastuti dan Yovanka.

Universitas Mercu Buana-Teknik Industri. 2013. Analisa Produktivitas. Universitas Mercu Buana-Psikologi. 2013. Seminar Psikologi Terapan.

(2)

KUESIONER TERBUKA

Penentuan Bobot Untuk Masing – Masing Rasio

Kepada Yth : Bapak / Ibu / Sdr / Sdri responden

Saya Mardianto sedang melakukan penelitian mengenai Analisis Pengukuran Produktivitas Departemen Produksi Dengan Metode Objective Matrix (OMAX) Pada PT Rekabaja Mandiri. Saya mohon kesediaan Anda untuk meluangkan sedikit waktu dalam menjawab beberapa pertanyaan dengan jujur dan terbuka, atas partisipasi dan kerjasamanya Saya ucapkan terima kasih.

Nama : Jabatan :

Petunjuk pengisian : Berilah tanda ceklis (√) terhadap pilihan atribut dengan tingkat kepentingan yang menurut anda sesuai.

Tingkat

Kepentingan Definisi Penjelasan

1 Kedua elemen sama penting Dua elemen mempunyai pengaruh

sama besar

2 Antara sama dan sedikit lebih

penting

Nilai ini diberikan bila ada dua kompromi diantara dua pilihan 3 Elemen yang satu sedikit lebih

penting dari elemen yang lain

Pengalaman dan penilaian sedikit mendukung satu elemen

dibanding elemen lain 4 Antara sedikit lebih penting dan

lebih penting

Nilai ini diberikan bila ada kompromi diantara dua pilihan

5 Elemen yang satulebih penting

dari elemen yang lain

Pengalaman dan penilaian sedikit mendukung satu elemen

dibanding elemen lain

6 Antara lebih dan sangat lebih

penting

Nilai ini diberikan bila ada kompromi diantara dua pilihan 7 Satu elemen sangat jelas lebih

penting dari elemen lain

Satu elemen dengan sangat kuat didukung dan dominan terlihat

dalam prektek

8 Antara sangat lebih dan mutlak

lebih penting

Nilai ini diberikan bila ada dua kompromi diantara dua pilihan

9 Satu elemen mutlak lebih penting dari elemen yang lain

Bukti mendukung elemen yang satu terhadap elemen lain memiliki tingkat penegasan tertinggi yang mungkin menguat

(3)

Lembar Kuisioner Penilaian Kriteria/Rasio Produktivitas

Kolom Kiri Diisi Jika

Sama Penting

Diisi Jika Kolom Kiri Lebih Penting

Diisi Jika Kolom Kanan

Lebih Penting Kolom Kanan

1 2 3 4 5 6 7 8 9 2 3 4 5 6 7 8 9

Rasio 1 (Produksi Aktual/Waktu Tenaga Kerja) Rasio 2 (Produksi Aktual/Kwh Listrik)

Rasio 2 (Produksi Aktual/Kwh Listrik) Rasio 3 (Produksi Aktual/Rencana Produksi)

Rasio 3 (Produksi Aktual/Rencana Produksi) Rasio 4 (Jumlah Cacat/Produksi Aktual)

Rasio 4 (Jumlah Cacat/Produksi Aktual) Rasio 5 (Jam Lembur Aktual/Jam Rencana Lembur)

Rasio 5 (Jam Lembur Aktual/Jam Rencana Lembur) Rasio 6 (Absen Tenaga Kerja/Total Tenaga Kerja)

Rasio 6 (Absen Tenaga Kerja/Total Tenaga Kerja) Rasio 1 (Produksi Aktual/Waktu Tenaga Kerja)

Rasio 1 (Produksi Aktual/Waktu Tenaga Kerja) Rasio 3 (Produksi Aktual/Rencana Produksi)

Rasio 2 (Produksi Aktual/Kwh Listrik) Rasio 4 (Jumlah Cacat/Produksi Aktual)

Rasio 3 (Produksi Aktual/Rencana Produksi) Rasio 5 (Jam Lembur Aktual/Jam Rencana Lembur)

Rasio 4 (Jumlah Cacat/Produksi Aktual) Rasio 6 (Absen Tenaga Kerja/Total Tenaga Kerja)

Rasio 5 (Jam Lembur Aktual/Jam Rencana Lembur) Rasio 1 (Produksi Aktual/Waktu Tenaga Kerja)

Rasio 6 (Absen Tenaga Kerja/Total Tenaga Kerja) Rasio 2 (Produksi Aktual/Kwh Listrik)

Rasio 1 (Produksi Aktual/Waktu Tenaga Kerja) Rasio 4 (Jumlah Cacat/Produksi Aktual)

Rasio 2 (Produksi Aktual/Kwh Listrik) Rasio 5 (Jam Lembur Aktual/Jam Rencana Lembur)

(4)

Tabel Skala Perbandingan Untuk Pedoman Pengisian Kuisioner

Tingkat

Kepentingan Definisi Penjelasan

1 Kedua elemen sama penting Dua elemen mempunyai pengaruh sama besar 2 Antara sama dan sedikit

lebih penting

Nilai ini diberikan bila ada dua kompromi diantara dua

pilihan

3

Elemen yang satu sedikit lebih penting dari elemen

yang lain

Pengalaman dan penilaian sedikit mendukung satu elemen dibanding elemen

lain 4 Antara sedikit lebih penting

dan lebih penting

Nilai ini diberikan bila ada kompromi diantara dua

pilihan

5

Elemen yang satulebih penting dari elemen yang

lain

Pengalaman dan penilaian sedikit mendukung satu elemen dibanding elemen

lain 6 Antara lebih dan sangat

lebih penting

Nilai ini diberikan bila ada kompromi diantara dua

pilihan 7

Satu elemen sangat jelas lebih penting dari elemen

lain

Satu elemen dengan sangat kuat didukung dan dominan

terlihat dalam prektek 8 Antara sangat lebih dan

mutlak lebih penting

Nilai ini diberikan bila ada dua kompromi diantara dua

pilihan

9

Satu elemen mutlak lebih penting dari elemen yang

lain

Bukti mendukung elemen yang satu terhadap elemen

lain memiliki tingkat penegasan tertinggi yang

(5)

Rekapitulasi Penilaian Kriteria Kuisioner

Responden ke-1

R1 Rasio 1 Rasio 2 Rasio 3 Rasio 4 Rasio 5 Rasio 6

Rasio 1 1,00 5,00 0,50 6,00 0,33 0,14 Rasio 2 0,20 1,00 3,00 0,33 0,20 5,00 Rasio 3 2,00 0,33 1,00 0,25 0,50 0,14 Rasio 4 0,17 3,00 4,00 1,00 5,00 0,14 Rasio 5 3,00 5,00 2,00 0,20 1,00 4,00 Rasio 6 7,00 0,20 3,00 7,00 0,25 1,00 Responden ke-2

R1 Rasio 1 Rasio 2 Rasio 3 Rasio 4 Rasio 5 Rasio 6

Rasio 1 1,00 4,00 3,00 0,20 0,14 2,00 Rasio 2 0,25 1,00 4,00 5,00 3,00 2,00 Rasio 3 0,33 0,25 1,00 3,00 7,00 4,00 Rasio 4 5,00 0,20 0,33 1,00 0,33 2,00 Rasio 5 7,00 0,33 0,14 3,00 1,00 0,20 Rasio 6 0,50 0,50 0,25 0,50 5,00 1,00 Responden ke-3

R1 Rasio 1 Rasio 2 Rasio 3 Rasio 4 Rasio 5 Rasio 6

Rasio 1 1,00 0,33 2,00 7,00 0,13 2,00 Rasio 2 3,00 1,00 0,20 0,17 3,00 7,00 Rasio 3 0,50 5,00 1,00 0,33 0,14 5,00 Rasio 4 0,14 6,00 3,00 1,00 3,00 0,50 Rasio 5 8,00 0,33 7,00 5,00 1,00 3,00 Rasio 6 0,50 0,14 0,20 2,00 0,33 1,00 Responden ke-4

R1 Rasio 1 Rasio 2 Rasio 3 Rasio 4 Rasio 5 Rasio 6

Rasio 1 1,00 3,00 4,00 0,14 2,00 0,11 Rasio 2 0,33 1,00 0,20 0,25 4,00 0,33 Rasio 3 0,25 5,00 1,00 0,50 3,00 7,00 Rasio 4 7,00 4,00 2,00 1,00 0,20 3,00 Rasio 5 0,50 0,25 0,33 5,00 1,00 0,33 Rasio 6 9,00 3,00 0,14 0,33 3,00 1,00

(6)

Responden ke-5

R1 Rasio 1 Rasio 2 Rasio 3 Rasio 4 Rasio 5 Rasio 6

Rasio 1 1,00 0,20 2,00 0,33 0,11 0,14 Rasio 2 5,00 1,00 3,00 5,00 4,00 3,00 Rasio 3 0,50 0,33 1,00 0,14 4,00 0,50 Rasio 4 3,00 0,20 7,00 1,00 0,33 0,50 Rasio 5 9,00 0,25 0,25 3,00 1,00 0,25 Rasio 6 7,00 0,33 5,00 2,00 4,00 1,00 Responden ke-6

R1 Rasio 1 Rasio 2 Rasio 3 Rasio 4 Rasio 5 Rasio 6

Rasio 1 1,00 5,00 0,33 0,14 0,13 2,00 Rasio 2 0,20 1,00 3,00 3,00 5,00 4,00 Rasio 3 3,00 0,33 1,00 0,33 0,50 0,25 Rasio 4 7,00 0,33 3,00 1,00 0,25 0,25 Rasio 5 8,00 0,20 2,00 4,00 1,00 7,00 Rasio 6 0,50 0,25 5,00 4,00 0,14 1,00 Responden ke-7

R1 Rasio 1 Rasio 2 Rasio 3 Rasio 4 Rasio 5 Rasio 6

Rasio 1 1,00 6,00 0,20 0,33 2,00 4,00 Rasio 2 0,17 1,00 2,00 0,25 0,50 3,00 Rasio 3 5,00 0,50 1,00 3,00 0,17 0,33 Rasio 4 3,00 4,00 0,33 1,00 3,00 0,33 Rasio 5 0,50 2,00 6,00 0,33 1,00 0,20 Rasio 6 0,25 0,33 2,00 3,00 5,00 1,00 Responden ke-8

R1 Rasio 1 Rasio 2 Rasio 3 Rasio 4 Rasio 5 Rasio 6

Rasio 1 1,00 5,00 0,33 0,20 6,00 2,00 Rasio 2 0,20 1,00 2,00 3,00 4,00 3,00 Rasio 3 3,00 0,50 1,00 5,00 3,00 2,00 Rasio 4 5,00 0,33 0,20 1,00 7,00 9,00 Rasio 5 0,17 0,25 0,33 0,14 1,00 2,00 Rasio 6 0,50 0,33 0,50 0,11 0,50 1,00

(7)

Responden ke-9

R1 Rasio 1 Rasio 2 Rasio 3 Rasio 4 Rasio 5 Rasio 6

Rasio 1 1,00 3,00 0,33 0,20 3,00 2,00 Rasio 2 0,33 1,00 2,00 5,00 0,11 0,20 Rasio 3 3,00 0,50 1,00 0,25 0,50 2,00 Rasio 4 5,00 0,20 4,00 1,00 6,00 0,33 Rasio 5 0,33 9,00 2,00 0,17 1,00 2,00 Rasio 6 0,50 5,00 0,50 3,00 0,50 1,00 Responden ke-10

R1 Rasio 1 Rasio 2 Rasio 3 Rasio 4 Rasio 5 Rasio 6

Rasio 1 1,00 3,00 0,33 0,50 3,00 0,20 Rasio 2 0,33 1,00 5,00 2,00 0,25 0,17 Rasio 3 3,00 0,20 1,00 4,00 0,33 5,00 Rasio 4 2,00 0,50 0,25 1,00 6,00 0,50 Rasio 5 0,33 4,00 3,00 0,17 1,00 2,00 Rasio 6 5,00 6,00 0,20 2,00 0,50 1,00 Responden ke-11

R1 Rasio 1 Rasio 2 Rasio 3 Rasio 4 Rasio 5 Rasio 6

Rasio 1 1,00 4,00 5,00 5,00 0,14 0,33 Rasio 2 0,25 1,00 0,25 0,33 0,50 0,20 Rasio 3 0,20 4,00 1,00 0,20 0,33 0,17 Rasio 4 0,20 3,00 5,00 1,00 0,20 0,17 Rasio 5 7,00 2,00 3,00 5,00 1,00 0,33 Rasio 6 3,00 5,00 2,00 6,00 3,00 1,00 Responden ke-12

R1 Rasio 1 Rasio 2 Rasio 3 Rasio 4 Rasio 5 Rasio 6

Rasio 1 1,00 0,50 2,00 4,00 0,20 0,14 Rasio 2 2,00 1,00 0,25 0,14 0,33 0,50 Rasio 3 0,50 4,00 1,00 0,50 0,20 0,14 Rasio 4 0,25 7,00 2,00 1,00 0,33 0,14 Rasio 5 5,00 3,00 5,00 3,00 1,00 0,25 Rasio 6 7,00 2,00 3,00 7,00 4,00 1,00

(8)

Responden ke-13

R1 Rasio 1 Rasio 2 Rasio 3 Rasio 4 Rasio 5 Rasio 6

Rasio 1 1,00 4,00 0,17 0,33 0,50 3,00 Rasio 2 0,25 1,00 5,00 2,00 0,33 0,20 Rasio 3 6,00 0,20 1,00 7,00 0,25 5,00 Rasio 4 3,00 0,50 0,14 1,00 3,00 0,25 Rasio 5 2,00 3,00 4,00 0,33 1,00 0,50 Rasio 6 0,33 5,00 0,20 4,00 2,00 1,00

Gambar

Tabel Skala Perbandingan Untuk Pedoman Pengisian Kuisioner

Referensi

Dokumen terkait

Koefisien determinasi yang dinyatakan dengan R 2 untuk pengujian regresi linier berganda yang mencakup lebih dari dua variabel adalah untuk mengetahui proporsi keragaman total

Hasil rancangan sistem perencanaan kebutuhan bahan dan kapasitas produksi modul manufacturing management pada perusahaan PT GAN, diawali membuat manufacturing order

Skripsi ini disusun sebagai syarat dalam menyelesaikan program pendidikan Sarjana Keperawatan di Program Studi NersFakultasKeperawatan & Kebidanan Universitas Sari

1) Hubungan Pengetahuan dengan Ketaatan Kontrol Gula DarahHasil analisis diketahui tingkat pengetahuan penderita DM di RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten dalam kategori

Bila dilihat melalui penjelasan Pada Pasal 127 Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang kesehatan dengan Kitab Undang-undang Hukum Perdata maka dapat dikaitkan bila inseminasi

Mengidentifikasi perlunya tindakan segera yang dilakukan oleh bidan atau dokter untuk dikonsultasikan atau ditangani bersama anggota tim kesehatan lain sesuai

Menggunakan satu objek jauh melalui kanta KI, skrin dilaraskan supaya menghasil satu imej tajam.. Ekperimen itu diulang dengan menggunakan kanta K2 dan K3 yang mempunyai

evaluasi diagnosa keperawatan resiko perilaku kekerasan berhubungan dengan perubahan persepsi sensori halusinasi, untuk TUK 1 dan 2 didapatkan evaluasi data subjektif: