• Tidak ada hasil yang ditemukan

PT LIMAS CENTRIC INDONESIA TBK DAN ENTITAS ANAK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PT LIMAS CENTRIC INDONESIA TBK DAN ENTITAS ANAK"

Copied!
53
0
0

Teks penuh

(1)

Untuk Laporan Posisi Keuangan / Neraca

PT LIMAS CENTRIC INDONESIA TBK

DAN ENTITAS ANAK

(2)

Laporan laba rugi komprehensif konsolidasian 3

Laporan perubahan ekuitas konsolidasian 4

Laporan arus kas konsolidasian 5

(3)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

SE&O

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

1

Catatan 2013 2012

ASET

ASET LANCAR

Kas dan setara kas 2d,2q,4 19,115,170,692 22,111,262,700

Kas yang dibatasi penggunaannya 2e,2q,4 1,524,227,371 1,385,299,151

Investasi jangka pendek 2q,2t, 5 673,809,978 853,838,864

Piutang usaha

Pihak ketiga 2g,2q,6 15,725,739,814 22,453,620,800

Pihak berelasi 2f,6,30 1,572,762,054 547,052,557

Piutang pihak berelasi 2f,2q,9,30 19,744,335,925 19,327,759,245

Piutang lain-lain 42,719,406 161,784,446

Persediaan 2h,7 10,735,751,108 13,204,591,977

Pajak dibayar di muka 2r,14a 23,563,807,647 17,412,703,386

Biaya dibayar di muka 2i,8 50,265,299,176 25,401,402,832

Total Aset Lancar 142,963,623,172 122,859,315,958

ASET TIDAK LANCAR

Piutang pihak berelasi 2f,9,32 - -

Piutang lain-lain 134,369,839 139,369,839

Aset pajak tangguhan - neto 2r,14e 3,273,520,807 2,259,245,866

Aset tetap (setelah dikurangi dengan akumulasi penyusutan sebesar Rp292.246.014.751 pada tanggal 30 Juni 2013,

Rp265.919.703.606

31 Desember 2012 2j,10 106,942,828,782 113,528,320,443

Aset takberwujud (setelah dikurangi dengan akumulasi amortisasi sebesar Rp109.828.359.879 pada Tanggal 30 Juni 2013,

sebesar Rp103.288.484.047 pada

31 Desember 2012 dan 2k, 11 25,437,117,224 29,983,795,349

Tagihan pajak 2r,14b 516,045,883 1,790,395,516

Aset tidak lancar lainnya 12 1,312,478,919 1,298,571,755

Total Aset Tidak Lancar 137,616,361,454 148,999,698,768

(4)

SE&O

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

2

Catatan 2013 2012

LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITAS JANGKA PENDEK

Utang usaha - Pihak ketiga 2q,13 49,380,558,357 17,056,748,705

Utang lain-lain 22,820,590 15,617,390

Utang pajak 2r,14c 1,077,090,456 4,692,044,512

Beban masih harus dibayar 2o 735,631,436 2,172,418,696

Uang jaminan pelanggan 15 564,516,250 569,016,250

Pendapatan diterima dimuka 16 1,142,353,860 1,063,425,596

Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun

Pinjaman bank 2q,18 42,709,644,448 73,740,549,570

Sewa pembiayaan 2l,2q,19 1,873,036,347 3,116,720,598

Pembiayaan konsumen 2l 108,323,954 182,760,064

Utang pihak berelasi 2f,17,30 5,263,793,138 2,385,536,537

Total Liabilitas Jangka Pendek 102,877,768,836 104,994,837,918

LIABILITAS JANGKA PANJANG

Liabilitas pajak tangguhan 2r,14e - -

Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun

Pinjaman bank 2q,18 92,243,629,324 81,417,930,702

Sewa pembiayaan 2l,2q,19 2,754,532,967 2,682,678,716

Pembiayaan konsumen 2l 177,040,234 -

Liabilitas imbalan kerja 2p,20 11,957,030,000 11,957,030,000

Total Liabilitas Jangka Panjang 107,132,232,525 96,057,639,418

Total Liabilitas 210,010,001,361 201,052,477,336

EKUITAS

Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk

Modal saham

Modal dasar - 2.000.000.000 saham dengan nilai nominal

Rp100 per saham

Modal ditempatkan dan disetor penuh

787.851.525 saham 21 78,785,152,500 78,785,152,500

Tambahan modal disetor 22 12,869,570,896 12,869,570,896

Selisih kurs penjabaran laporan

keuangan 2,371,174,810 1,115,589,926

Keuntungan yang belum direalisasi atas

efek tersedia untuk dijual 5,917,675 153,135,313

Defisit (55,640,866,099) (53,193,989,324)

Sub-total 38,390,949,782 39,729,459,311

Kepentingan nonpengendali 2b, 23 32,179,033,482 31,077,078,079

Total Ekuitas 70,569,983,264 70,806,537,390

TOTAL LIABILITAS DAN

(5)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

SE&O

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

3 30 Juni 2013

Catatan 2013 2012

PENDAPATAN NETO 2o,24 90,430,258,435 95,264,240,049

BEBAN POKOK PENDAPATAN 2o,25 (69,709,074,012) (80,656,882,712)

LABA BRUTO 20,721,184,423 14,607,357,337

BEBAN USAHA

Penjualan 2o,26 (1,585,533,656) (1,624,608,869)

Umum dan administrasi 2o,27 (16,129,826,878) (18,104,486,353)

Total Beban Usaha (17,715,360,534) (19,729,095,222)

LABA USAHA 3,005,823,889 (5,121,737,885)

BEBAN LAIN-LAIN - NETO 28 (6,165,272,382) (9,511,770,254)

LABA SEBELUM MANFAAT (BEBAN)

PAJAK PENGHASILAN (3,159,448,493) (14,633,508,139)

MANFAAT (BEBAN) PAJAK 2r,14d

PENGHASILAN

Kini -

Tangguhan 977,470,532 31,125,900

Total Beban Pajak Penghasilan 977,470,532 31,125,900

LABA (RUGI) NETO (2,181,977,961) (14,602,382,239)

BEBAN KOMPREHENSIF LAIN-LAIN

Selisih Kurs penjabaran Laporan

Keuangan dalam Valuta Asing 2,092,641,474

Kerugian yang belum direalisasi atas efek

tersedia untuk dijual (82,987,772) -

Efek Pajak terkait 16,597,542

Beban Komprehensif lain-lain 2,026,251,244

TOTAL LABA (RUGI) KOMPREHENSIF (155,726,717) (14,602,382,239) Laba neto yang dapat

diatribusikan kepada:

Pemilik entitas induk (2,446,876,775) (3,572,183,250)

Kepentingan nonpengendali 2b,23 264,898,814 (2,350,338,053)

Total (2,181,977,961) (5,922,521,303)

Total laba komprehensif

yang dapat diatribusikan kepada:

Pemilik entitas induk (1,257,682,120) (3,572,183,250)

Kepentingan nonpengendali 2b,23 1,101,955,403 (2,350,338,053)

Total (155,726,717) (5,922,521,303)

LABA/(RUGI) PER SAHAM DASAR DIATRIBUSIKAN KEPADA PEMILIK

(6)

SE&O

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

4 Selisih Kurs

Penjabaran Kerugian yang Laporan belum direalisasi Modal Saham Tam bahan Keuangan atas efek

Ditem patkan Modal dalam Valuta tersedia untuk Akum ulasi Kepentingan

dan Disetor Disetor Asing/ dijual Kerugian Sub-total nonpengendali Total Ekuitas

Saldo 1 Januari 2012

disajikan kembali 78,785,152,500 12,869,570,896 361,870,356 - (47,920,849,375) 44,095,744,377 28,800,159,310 72,895,903,687

Total laba (rugi) komprehensif

tahun 2012 - - 753,719,570 153,135,313 (5,273,139,979) (4,366,285,096) 2,276,918,769 (2,089,366,327)

Saldo 1 Januari 2013 78,785,152,500 12,869,570,896 1,115,589,926 153,135,313 (53,193,989,354) 39,729,459,281 31,077,078,079 70,806,537,360

Total laba (rugi) komprehensif

tahun 2013 - - 1,255,584,884 (147,217,638) (2,446,876,775) (1,338,509,529) 1,101,955,403 (236,554,126)

(7)

SE&O

2013 2012

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI

Penerimaan kas dari pelanggan 95,906,108,188 70,145,744,074 Pembayaran kas untuk pemasok,

karyaw an dan aktivitas operasional

lainnya (66,196,314,840) (42,529,917,503)

Kas yang dihasilkan dari aktivitas operasi 29,709,793,348 27,615,826,571 Penerimaan kas dari:

Pendapatan bunga 463,818,689 197,573,744

Restitusi pajak 1,263,372,906 (463,603,386) Pembayaran kas untuk:

Beban bunga (4,689,269,515) (2,035,021,533)

Pajak penghasilan badan - (1,925,112,846)

Kas Neto Diperoleh dari

Aktivitas Operasi 26,747,715,428 23,389,662,550

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI

Pembayaran untuk :

Perolehan aset tetap (11,807,534,560) (10,603,360,468)

Perolehan aset takberw ujud - -

Investasi saham dan reksadana - -

Penerimaan dari : -

Penjualan aset tetap 300,750,000 -

Investasi saham dan reksadana 32,811,248 (1,646,349,657) Kas Neto Digunakan untuk

Aktivitas Investasi (11,473,973,312) (12,249,710,125)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN

Penarikan kas yang dibatasi

penggunaannya (138,928,220) 1,402,607,594

Kenaikan (penurunan) utang

pihak berelasi (416,576,680) (999,768,015)

Penerimaan (pembayaran)

pinjaman bank - neto (20,205,206,500) (11,347,427,355) Penurunan (Kenaikan) piutang 2,878,256,601

pihak berelasi 933,491,073

Pembayaran untuk utang sew a

pembiayaan (1,171,830,000) (749,569,160) Pembayaran untuk

pembiayaan konsumen 102,604,124 (622,277,080) Kas Neto Diperoleh dari (Digunakan

untuk) Aktivitas Pendanaan (18,951,680,675) (11,382,942,943)

KENAIKAN (PENURUNAN) NETO

KAS DAN SETARA KAS (3,677,938,559) 3,049,708,796

KAS DAN SETARA KAS PADA

AWAL TAHUN 22,111,262,700 26,774,338,845

PENGARUH PERUBAHAN KURS

M ATA UANG ASING 681,846,551 (1,367,524,062)

KAS DAN SETARA KAS PADA

(8)

a. Pendirian Perusahaan

PT Limas Centric Indonesia Tbk selanjutnya disebut "Perusahaan" didirikan di Republik Indonesia berdasarkan Akta Notaris No. 4 tanggal 4 Juni 1996 dari notaris Ny. Lanny Ratna Ekowati Soebroto, S.H. Akta Pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-1046.HT.01.01TH.97 tanggal 14 Februari 1997. Pada tahun 2000, Perusahaan meningkatkan statusnya menjadi Perseroan Terbatas dalam rangka Penanaman Modal Asing (PMA) sesuai dengan Surat Persetujuan Penanaman Modal No. 149/V/PMA/2000 tanggal 22 September 2000. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta Notaris No. 27 tanggal 9 Juni 2010 dari notaris Ny. Linda Herawati, S.H., tentang perubahan Anggaran Dasar Perusahaan. Perubahan Anggaran Dasar tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-34738.AH.01.02.TH 2010, tanggal 9 Juli 2010.

Ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi bidang usaha jasa konsultasi manajemen dan teknologi informasi, jasa layanan informasi bisnis dan investasi dan jasa nilai tambah teleponi. Saat ini, Perusahaan bergerak dalam bidang jasa informasi saham dan berita serta jasa nilai tambah teleponi. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada bulan Juni 1999. Perusahaan berkedudukan di Plaza Bapindo, Bank Mandiri Tower lantai 23, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 54-55, Jakarta.

b. Penawaran Umum Saham Perdana

Pada tanggal 5 Desember 2001, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK) dengan suratnya No. S-3019/PM/2001 untuk melakukan penawaran umum atas 50.000.000 saham Perusahaan kepada masyarakat disertai dengan waran Seri B sebanyak 5.000.000 yang diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif. Pada tanggal 28 Desember 2001 saham tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia.

c. Dewan Komisaris dan Direksi serta Karyawan

Jumlah karyawan Kelompok Usaha pada tanggal 30 Juni 2013 dan 2012 masing-masing sejumlah 112 dan 137 orang (tidak diaudit).

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2013 dan 2012 adalah sebagai berikut:

2013 2012

Dewan Komisaris

Komisaris Utama Itek Bachtiar Itek Bachtiar

Komisaris ChristopherWarner Mc Carron Komisaris Alexander Andrew Kelton Alexander Andrew Kelton Direksi

Direktur Utama Sallie Landry Bachtiar Sallie Landry Bachtiar

Direktur Suwito Tio Dewi

Direktur Juwanto Budihardjo Limpa Itsin Bachtiar

d. Struktur Entitas Anak

PT Geotech System Indonesia ("Entitas Anak") memiliki ruang lingkup usaha dalam bidang perdagangan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) serta fasilitas pendukungnya dan konsultan teknologi informasi. Entitas Anak berdomisili di Jakarta dengan alamat Equity Tower, Lt. 15, Suite 15A SCBD Lot 9, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 52-53 Jakarta. Entitas Anak mulai beroperasi sejak Juni 2003. Kepemilikan efektif Perusahaan pada Entitas Anak adalah sebesar 60%, terhitung tanggal 14 Oktober 2004.

(9)

1. UMUM (Lanjutan)

Berdasarkan Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham PT Geotech System Indonesia pada tanggal 28 Juli 2009, yang diaktakan dalam Akta Notaris No. 88 tanggal 24 Agustus 2009 oleh notaris Robert Purba, S.H., notaris di Jakarta, Entitas Anak meningkatkan modal dasar dari Rp5.500.000.000 menjadi Rp50.000.000.000 dan meningkatkan modal disetor dari Rp1.375.000.000 menjadi Rp21.375.000.000.

Peningkatan modal disetor sebesar Rp20.000.000.000 pada tahun 2009 berasal dari dividen saham yang dibagikan Entitas Anak dari akumulasi laba ditahan Entitas Anak, sesuai dengan proporsi kepemilikan saham sebelum peningkatan modal dasar dan modal disetor.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING

a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasian dan Pernyataan Kepatuhan

Laporan keuangan konsolidasian telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (“SAK”), yang mencakup Pernyataan dan Interpretasi yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia, termasuk beberapa standar baru atau yang direvisi, yang berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2012, dan Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK) No. VIII.G.7 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten dan Perusahaan Publik, yang terlampir dalam surat keputusan No. KEP-347/BL/2012.

Laporan keuangan konsolidasian, kecuali laporan arus kas konsolidasian, telah disusun secara akrual dengan menggunakan konsep biaya perolehan (historical cost), kecuali untuk akun-akun tertentu yang dicatat berdasarkan basis lain seperti yang diungkapkan pada kebijakan akuntansi masing-masing akun terkait.

Laporan arus kas konsolidasian menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas yang diklasifikasikan ke dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Arus kas disajikan dengan menggunakan metode langsung (direct method).

Ketika entitas menerapkan suatu kebijakan akuntansi secara retrospektif atau membuat penyajian kembali pos-pos laporan keuangan atau ketika entitas mereklasifikasi pos-pos dalam laporan keuangannya maka laporan posisi keuangan pada awal periode komparatif disajikan.

Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian adalah mata uang Rupiah (“Rp”), yang juga merupakan mata uang fungsional Perusahaan.

b. Prinsip-prinsip Konsolidasi

Laporan keuangan konsolidasian menggabungkan seluruh Entitas Anak yang dikendalikan oleh Perusahaan. Pengendalian dianggap ada ketika Perusahaan memiliki secara langsung atau tidak langsung melalui Entitas Anak lebih dari setengah kekuasaan suara suatu entitas, kecuali dalam keadaan yang jarang dapat ditunjukkan secara jelas bahwa kepemilikan tersebut tidak diikuti dengan pengendalian. Pengendalian juga ada ketika Perusahaan memiliki setengah atau kurang kekuasaan suara suatu entitas jika terdapat:

(a) kekuasaan yang melebihi setengah hak suara sesuai perjanjian dengan investor lain;

(b) kekuasaan untuk mengatur kebijakan keuangan dan operasional entitas berdasarkan anggaran dasar atau perjanjian;

(c) kekuasaan untuk menunjuk atau mengganti sebagian besar direksi dan dewan komisaris atau organ pengatur setara dan mengendalikan entitas melalui dewan atau organ tersebut; atau (d) kekuasaan untuk memberikan suara mayoritas pada rapat direksi dan dewan komisaris atau

organ pengatur setara dan mengendalikan entitas melalui direksi dan dewan komisaris atau organ tersebut.

(10)

Entitas anak dikonsolidasi sejak tanggal akuisisi, yaitu tanggal Kelompok Usaha memperoleh pengendalian, sampai dengan tanggal Kelompok Usaha kehilangan pengendalian.

Kepentingan non-pengendali mencerminkan bagian atas laba atau rugi dan aset neto dari entitas-entitas anak yang dapat diatribusikan kedalam ekuitas yang tidak dimiliki secara langsung maupun tidak langsung oleh Perusahaan, yang masing-masing disajikan dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian dan dalam ekuitas pada laporan posisi keuangan konsolidasian, terpisah dari bagian yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.

Seluruh laba rugi komprehensif diatribusikan pada pemilik entitas induk dan pada kepentingan nonpengendali bahkan jika hal ini mengakibatkan kepentingan nonpengendali mempunyai saldo defisit.

Seluruh saldo akun dan transaksi yang material antar entitas yang dikonsolidasi telah dieliminasi. c. Kombinasi Bisnis

Kombinasi bisnis dicatat dengan metode akuisisi. Selisih lebih nilai agregat dari nilai wajar imbalan yang dialihkan, jumlah proporsi kepemilikan kepentingan nonpengendali atas aset neto teridentifikasi dari pihak yang diakuisisi, dan nilai wajar kepentingan ekuitas yang sebelumnya dimiliki pihak pengakuisisi, atas nilai wajar aset neto teridentifikasi yang diperoleh diakui sebagai

goodwill. Jika terdapat goodwill negatif, maka jumlah tersebut diakui dalam laba rugi. Goodwill

tidak diamortisasi dan dilakukan uji penurunan nilai setiap tahun. d. Kas dan Setara Kas

Kas dan setara kas terdiri dari saldo kas dan bank, serta deposito berjangka yang jatuh tempo dalam waktu tiga (3) bulan atau kurang sejak tanggal penempatan dan tidak digunakan sebagai jaminan atau dibatasi penggunaannya.

e. Kas yang Dibatasi Penggunaannya

Kas yang dibatasi penggunaannya yang akan digunakan untuk menyelesaikan liabilitas yang jatuh tempo dalam satu tahun disajikan sebagai aset lancar. Kas yang dibatasi penggunaannya untuk menyelesaikan liabilitas yang jatuh tempo lebih dari satu tahun disajikan sebagai aset tidak lancar. f. Transaksi Pihak-pihak Berelasi

Kelompok Usaha melakukan transaksi dengan pihakpihak berelasi sebagaimana didefinisikan dalam PSAK No. 7 (Revisi 2010), “Pengungkapan Pihakpihak Berelasi”.

Transaksi ini dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak, dimana persyaratan tersebut mungkin tidak sama dengan transaksi lain yang dilakukan dengan pihak-pihak yang tidak berelasi.

Semua transaksi yang signifikan dengan pihak-pihak berelasi, baik yang dilakukan dengan syarat dan kondisi yang sama dengan pihak ketiga ataupun tidak diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian.

g. Piutang

Piutang pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif, dikurangi penyisihan atas penurunan nilai. Penyisihan atas penurunan nilai piutang dibentuk pada saat terdapat bukti obyektif bahwa saldo piutang Kelompok Usaha tidak dapat ditagih.

(11)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

Besarnya penyisihan merupakan selisih antara nilai tercatat aset dan nilai sekarang dari estimasi arus kas masa depan, didiskontokan dengan tingkat suku bunga efektif. Ketika tidak dapat ditagih, piutang dihapuskan bersama dengan penyisihan atas penurunan nilai piutang. Pemulihan nilai setelah penghapusan piutang diakui sebagai penghasilan di dalam laba atau rugi.

h. Persediaan

Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi neto (the lower of cost or net realizable value). Biaya perolehan ditentukan dengan metode Masuk Pertama Keluar Pertama (First-In, First-Out method). Penyisihan persediaan usang ditentukan berdasarkan hasil penelaahan atas keadaan persediaan pada akhir tahun. Nilai neto yang dapat direalisasi adalah taksiran harga jual yang wajar setelah dikurangi dengan taksiran biaya untuk menjual persediaan barang dagangan.

i. Biaya Dibayar Di Muka

Biaya dibayar di muka diamortisasi selama masa manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis lurus.

j. Aset Tetap

Efektif tanggal 1 Januari 2012, Kelompok Usaha menerapkan PSAK No. 16 (Revisi 2011), “Aset Tetap”, yang menggantikan PSAK No. 16 (Revisi 2007), “Aset Tetap”, dan PSAK No. 47, “Akuntansi Tanah”. Selain itu, Kelompok Usaha juga menerapkan ISAK No. 25, “Hak atas Tanah”. Penerapan standar tersebut tidak berdampak material terhadap laporan keuangan Kelompok Usaha.

Kelompok Usaha telah memilih untuk menggunakan model biaya sebagai kebijakan akuntansi pengukuran aset tetapnya.

Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap sebagai berikut:

Masa manfaat ekonomis aset tetap dan metode depresiasi ditelaah dan disesuaikan, jika sesuai keadaan, pada setiap tanggal laporan posisi keuangan.

Tanah dinyatakan sebesar nilai perolehan dan tidak disusutkan.

Beban perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasian pada saat terjadinya; biaya penggantian atau inspeksi yang signifikan dikapitalisasi pada saat terjadinya dan jika besar kemungkinan manfaat ekonomis di masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke Kelompok Usaha, dan biaya perolehan aset dapat diukur secara andal. Aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau ketika tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset dimasukkan dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya.

k. Aset Takberwujud

Aset takberwujud berupa piranti lunak komputer dinyatakan berdasarkan biaya perolehan setelah dikurangi akumulasi amortisasi. Aset takberwujud diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran manfaat selama empat (4) tahun.

(12)

Perusahaan mengkapitalisasi biaya-biaya tertentu yang terjadi sehubungan dengan pengembangan StockWatch Version 2, StockWatch Ritel, StockTrade, StockWatch Version 2.6, StockTrade BEJ Version 1.1, StockWatch Mobile, BOES dan Futures, akan diamortisasi pada saat mulai beroperasi dengan menggunakan metode garis lurus selama empat (4) tahun.

l. Sewa

Efektif tanggal 1 Januari 2012, Kelompok Usaha menerapkan PSAK No. 30 (Revisi 2011), “Sewa”, yang menggantikan PSAK No. 30 (Revisi 2007), “Sewa”. Selain itu, Kelompok Usaha juga menerapkan ISAK No. 23, “Sewa Operasi - Insentif” dan ISAK No. 24, “Evaluasi Substansi Beberapa Transaksi yang Melibatkan Suatu Bentuk Legal Sewa”. Penerapan standar tersebut tidak berdampak material terhadap laporan keuangan Kelompok Usaha.

Sewa yang mengalihkan secara substansial semua risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset kepada lessee diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan. Pada awal masa sewa, sewa pembiayaan dikapitalisasi sebesar nilai wajar asset sewaan atau sebesar nilai kini dari pembayaran sewa minimum, jika nilai kini lebih rendah dari nilai wajar. Pembayaran sewa minimum dipisahkan antara bagian yang merupakan beban keuangan dan bagian yang merupakan pelunasan liabilitas sehingga menghasilkan suatu tingkat bunga periodik yang konstan atas saldo liabilitas. Beban keuangan dibebankan pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. Aset sewaan yang dimiliki oleh lessee dengan dasar sewa pembiayaan dicatat pada akun aset tetap dan disusutkan sepanjang masa manfaat dari aset sewaan tersebut atau periode masa sewa, mana yang lebih pendek, jika tidak ada kepastian yang memadai bahwa lessee akan mendapatkan hak kepemilikan pada akhir masa sewa.

Dalam hal transaksi jual dan sewa-balik merupakan sewa pembiayaan maka transaksi tersebut harus diperlakukan sebagai dua transaksi yang terpisah yaitu transaksi penjualan dan transaksi sewa. Selisih lebih hasil penjualan dari nilai tercatat ditangguhkan dan diamortisasi selama masa sewa.

Sewa yang tidak mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset diklasifikasikan sebagai sewa operasi.

m. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan

Pada setiap tanggal pelaporan, Kelompok Usaha menilai apakah terdapat indikasi aset mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, maka Kelompok Usaha mengestimasi jumlah terpulihkan aset tersebut. Jumlah terpulihkan suatu aset atau unit penghasil kas adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakainya. Jika jumlah terpulihkan suatu aset lebih kecil dari nilai tercatatnya, nilai tercatat aset harus diturunkan menjadi sebesar jumlah terpulihkan. Kerugian penurunan nilai diakui segera dalam laba rugi komprehensif konsolidasian.

n. Beban Tangguhan Hak Atas Tanah

Biaya-biaya pengurusan perpanjangan atau pembaruan legal hak atas tanah ditangguhkan dan diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus sepanjang umur hukum hak atau umur ekonomik tanah, yang mana lebih pendek.

o. Pengakuan Pendapatan dan Beban

Pendapatan diakui bila besar kemungkinan manfaat ekonomi akan diperoleh oleh Kelompok Usaha dan jumlahnya dapat diukur secara handal. Pendapatan diukur pada nilai wajar imbalan yang diterima, tidak termasuk diskon, rabat dan pajak penjualan (PPN).

Pendapatan dari penjualan dan instalasi peralatan jaringan telekomunikasi tetap, penjualan dan instalasi peralatan jaringan telekomunikasi bergerak, solusi IT integrasi, penjualan produk multimedia secara prinsip diakui penerimaan oleh pelanggan pada saat penyerahan atau berdasarkan syarat dan ketentuan masing-masing kontrak.

(13)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

Pendapatan sewa operasi diakui sebagai pendapatan atas dasar garis lurus selama masa sewa. Pendapatan dari jasa perbaikan dan pemeliharaan diakui pada saat jasa diberikan kepada pelanggan atau berdasarkan suatu periode, sedangkan pendapatan dari jasa diterima dimuka diakui sebagai pendapatan sesuai dengan waktu terjadinya.

Pendapatan dari iklan dan sponsor pada situs internet (websites) diakui dengan basis garis lurus sesuai dengan jangka waktu kontrak pemasangan iklan.

Pendapatan diakui pada umumnya ketika berita acara telah disetujui oleh pelanggan dan tagihan telah disetujui berdasarkan syarat dan ketentuan masing-masing kontrak.

Biaya penjualan dan instalasi untuk peralatan jaringan telekomunikasi tetap dan jaringan telekomunikasi bergerak diakui pada saat terjadi berdasarkan metode persentase penyelesaian. Beban diakui pada saat terjadinya (accrual basis).

p. Imbalan Kerja

Efektif tanggal 1 Januari 2012, Kelompok Usaha menerapkan PSAK No. 24 (Revisi 2010), “Imbalan Kerja”, yang menggantikan PSAK No. 24 (Revisi 2004), “Imbalan Kerja”. Selain itu, Kelompok Usaha juga menerapkan ISAK No. 15, “PSAK 24: Batas Aset Imbalan Pasti, Persyaratan Pendanaan Minimum dan Interaksinya”. Penerapan standar tersebut tidak berdampak material terhadap laporan keuangan Kelompok Usaha.

Kelompok Usaha menerapkan PSAK tersebut di atas untuk menentukan liabilitas imbalan kerja sesuai dengan Undang-undang Ketenagakerjaan No.13/2003 (“Undang-undang”) tanggal 25 Maret 2003. Sesuai PSAK tersebut, beban imbalan pasca kerja berdasarkan Undang-undang ditentukan dengan menggunakan metode aktuarial “Projected Unit Credit”. Keuntungan atau kerugian actuarial diakui sebagai pendapatan atau beban apabila akumulasi keuntungan atau kerugian aktuarial neto yang belum diakui pada akhir tahun pelaporan sebelumnya melebihi jumlah yang lebih besar diantara 10% dari nilai kini imbalan pasti dan 10% dari nilai wajar aset program pada akhir periode pelaporan. Porsi keuntungan atau kerugian actuarial yang diakui adalah kelebihan tersebut dibagi dengan rata-rata sisa masa kerja ekspektasian dari para pekerja terkait. Beban jasa lalu yang terjadi ketika memperkenalkan program imbalan pasti atau mengubah imbalan terutang pada program imbalan pasti yang ada, diamortisasi selama periode sampai imbalan tersebut menjadi hak.

Kelompok Usaha mengakui keuntungan atau kerugian atas kurtailmen atau penyelesaian pada saat terjadinya. Kurtailmen terjadi jika entitas menunjukkan komitmennya untuk mengurangi secara signifikan jumlah pekerja yang ditanggung oleh program; atau mengubah ketentuan dalam program yang menyebabkan bagian yang material dari jasa masa depan pekerja tidak lagi memberikan imbalan atau memberikan imbalan yang lebih rendah. Sebelum menentukan dampak kurtailmen atau penyelesaian, Kelompok Usaha mengukur kembali kewajiban dengan menggunakan asumsi actuarial yang berlaku.

q. Transaksi dan Saldo Dalam Mata Uang Asing

Efektif tanggal 1 Januari 2012, Kelompok Usaha menerapkan PSAK No. 10 (Revisi 2010), “Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing”, yang menggantikan PSAK No. 10, “Transaksi dalam Mata Uang Asing”, PSAK No. 11, “Penjabaran Laporan Keuangan dalam Mata Uang Asing”, PSAK No. 52, “Mata Uang Pelaporan”, dan ISAK No. 4, “PSAK10: Alternatif Perlakuan yang Diizinkan atas Selisih Kurs”.

(14)

Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan ke mata uang fungsional dengan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada akhir periode pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing disesuaikan ke dalam mata uang fungsional menggunakan kurs tengah yang ditetapkan oleh Bank Indonesia pada tanggal terakhir transaksi perbankan pada periode tersebut. Laba dan rugi yang timbul dari penyesuaian kurs maupun penyelesaian aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing tersebut dikreditkan atau dibebankan sebagai laba atau rugi tahun/ periode berjalan.

Mata uang fungsional Entitas Anak adalah Dolar Amerika Serikat. Berdasarkan PSAK No. 10 (Revisi 2010), jika mata uang penyajian berbeda dari mata uang fungsional entitas, maka entitas menjabarkan hasil dan posisi keuangannya ke dalam mata uang penyajian dengan menggunakan prosedur yang sama dengan penjabaran kegiatan usaha luar negeri ke dalam mata uang penyajian.

Sehubungan dengan itu, Entitas Anak telah mengubah mata uang penyajiannya, yang sebelumnya Rupiah, menjadi Dolar Amerika Serikat, yang merupakan mata uang fungsionalnya. Penyesuaian atas perubahan tersebut diterapkan secara retrospektif.

Untuk tujuan penyajian laporan keuangan konsolidasian, aset dan liabilitas Entitas Anak pada tanggal laporan posisi keuangan dijabarkan ke dalam Rupiah, yang merupakan mata uang pelaporan dari laporan keuangan konsolidasian, dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal laporan tersebut, sedangkan penghasilan dan beban dijabarkan dengan menggunakan kurs pada tanggal transaksi. Selisih kurs yang terjadi diakui sebagai pendapatan komprehensif lain pada akun “Selisih Kurs Penjabaran Laporan Keuangan”.

Kurs yang digunakan pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012 adalah sebagai berikut:

r. Pajak Penghasilan

Efektif tanggal 1 Januari 2012, Kelompok Usaha menerapkan PSAK No. 46 (Revisi 2010), “Pajak Penghasilan”, yang menggantikan PSAK No. 46 (Revisi 2004), “Akuntansi Pajak Penghasilan”. Selain itu, Kelompok Usaha juga menerapkan ISAK No. 20, “Pajak Penghasilan - Perubahan dalam Status Pajak Entitas atau Para Pemegang Saham”. Penerapan standar tersebut tidak berdampak material terhadap laporan keuangan Kelompok Usaha.

Beban pajak kini ditetapkan berdasarkan taksiran laba kena pajak tahun berjalan.

Aset pajak kini dan liabilitas pajak kini dilakukan saling hapus jika dan hanya jika entitas memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus jumlah yang diakui; dan bermaksud untuk menyelesaikan dengan dasar neto, atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan.

Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer antara aset dan liabilitas untuk tujuan komersial dan untuk tujuan perpajakan setiap tanggal pelaporan. Manfaat pajak di masa mendatang, seperti saldo rugi fiskal yang belum digunakan, diakui sejauh besar kemungkinan realisasi atas manfaat pajak tersebut.

Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur pada tariff pajak yang diharapkan akan digunakan pada periode ketika aset direalisasi atau ketika liabilitas dilunasi berdasarkan tarif pajak (dan peraturan perpajakan) yang berlaku atau secara substansial telah diberlakukan pada akhir periode pelaporan.

30 Juni 2013 31 Desember 2012

1 Dolar Amerika Serikat/Rupiah 9,929 9,670

(15)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

Aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan dilakukan saling hapus jika dan hanya jika entitas memiliki hak secara hukum untuk saling hapus asset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini, dan aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak penghasilan yang dikenakan oleh otoritas perpajakan atas entitas kena pajak, yang sama atau entitas kena pajak berbeda yang bermaksud untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar neto, atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan, pada setiap periode masa depan yang mana jumlah signifikan atas aset atau liabilitas pajak tangguhan diharapkan diselesaikan atau dipulihkan.

Jumlah tambahan pokok dan denda pajak berdasarkan Surat Ketetapan Pajak (“SKP”) diakui sebagai pendapatan atau beban dalam laba rugi tahun/periode berjalan. Namun jika diajukan upaya penyelesaian selanjutnya, jumlah tersebut ditangguhkan pembebanannya sepanjang memenuhi kriteria pengakuan aset.

s. Provisi dan Kontinjensi

Provisi diakui jika Kelompok Usaha memiliki liabilitas kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif) yang akibat peristiwa masa lalu besar kemungkinannya penyelesaian liabilitas tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi yang andal mengenai jumlah liabilitas tersebut dapat dibuat.

Provisi ditelaah pada setiap akhir periode pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi terbaik yang paling kini. Jika arus keluar sumber daya untuk menyelesaikan kewajiban kemungkinan besar tidak terjadi, maka provisi dibatalkan.

Aset dan liabilitas kontinjensi tidak diakui dalam laporan keuangan konsolidasian tetapi diungkapkan, kecuali arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi kemungkinannya kecil. Aset kontinjensi tidak diakui dalam laporan keuangan konsolidasian tetapi diungkapkan jika terdapat kemungkinan besar arus masuk manfaat ekonomis akan diperoleh. t. Instrumen Keuangan

Efektif tanggal 1 Januari 2012, Kelompok Usaha menerapkan PSAK No. 50 (Revisi 2010), “Instrumen Keuangan: Penyajian”, PSAK No. 55 (Revisi 2011), “Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran”, dan PSAK No. 60, “Instrumen Keuangan: Pengungkapan”, yang menggantikan PSAK No. 50 (Revisi 2006), “Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan” dan PSAK No. 55 (Revisi 2006), “Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran”. Selain itu, Kelompok Usaha juga menerapkan ISAK No. 26, “Penilaian Ulang Derivatif Melekat”. Penerapan standar tersebut berdampak terhadap pengungkapan dalam laporan keuangan konsolidasian Kelompok Usaha.

(1) Aset keuangan Pengakuan Awal

Aset keuangan pada awalnya diakui sebesar nilai wajarnya ditambah biaya transaksi, kecuali untuk aset keuangan yang diklasifikasikan pada nilai wajar melalui laporan laba rugi yang pada awalnya diukur dengan nilai wajar. Klasifikasi aset keuangan antara lain sebagai aset keuangan yang ditetapkan untuk diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi (FVTPL), investasi dimiliki hingga jatuh tempo (HTM), pinjaman yang diberikan dan piutang atau aset keuangan tersedia untuk dijual (AFS). Kelompok Usaha menetapkan klasifikasi aset keuangannya pada saat pengakuan awal dan, sepanjang diperbolehkan dan diperlukan, ditelaah kembali pengklasifikasian aset tersebut pada setiap akhir periode pelaporan.

Pengukuran selanjutnya

(16)

Aset keuangan diklasifikasikan sebagai FVTPL jika aset keuangan diperoleh untuk diperdagangkan atau ditetapkan sebagai FVTPL pada saat pengakuan awal. Aset keuangan diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan jika diperoleh untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Aset derivatif juga diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan kecuali aset derivatif tersebut ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai efektif. Aset keuangan yang ditetapkan sebagai FVTPL disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian pada nilai wajar dengan keuntungan atau kerugian dari perubahan nilai wajar diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. Keuntungan atau kerugian yang diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian termasuk dividen atau bunga yang diperoleh dari aset keuangan.

 Investasi dimiliki hingga jatuh tempo (HTM)

Aset keuangan non derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan jatuh temponya telah ditetapkan diklasifikasikan sebagai HTM ketika Kelompok Usaha mempunyai intensi positif dan kemampuan untuk memiliki aset keuangan hingga jatuh tempo. Setelah pengukuran awal, investasi HTM diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi penurunan nilai. Keuntungan atau kerugian diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian pada saat investasi tersebut dihentikan pengakuannya atau mengalami penurunan nilai, serta melalui proses amortisasi.

 Pinjaman yang diberikan dan piutang

Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan, yang tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif. Aset keuangan tersebut diukur sebesar biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif, dikurangi dengan penurunan nilai. Keuntungan dan kerugian diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian pada saat pinjaman yang diberikan dan piutang dihentikan pengakuannya atau mengalami penurunan nilai, serta melalui proses amortisasi.

 Aset keuangan tersedia untuk dijual (AFS)

Aset keuangan AFS adalah aset keuangan non derivatif yang ditetapkan sebagai tersedia untuk dijual atau yang tidak diklasifikasikan dalam tiga kategori sebelumnya. Setelah pengakuan awal, aset keuangan AFS diukur dengan nilai wajar dengan keuntungan atau kerugian yang belum terealisasi diakui dalam komponen ekuitas sampai aset keuangan tersebut dihentikan pengakuannya atau sampai diturunkan nilainya dan pada saat yang sama keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam ekuitas harus diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. Aset keuangan ini diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar kecuali aset keuangan tersebut ditujukan untuk dilepaskan dalam waktu dua belas bulan dari tanggal laporan posisi keuangan.

Penurunan nilai aset keuangan

Pada setiap tanggal pelaporan, Kelompok Usaha mengevaluasi apakah aset keuangannya mengalami penurunan nilai.

 Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi

Jika terdapat bukti obyektif penurunan nilai, maka jumlah kerugian tersebut, yang diukur sebagai selisih antara nilai tercatat aset dengan nilai kini estimasi arus kas masa datang (tidak termasuk kerugian kredit di masa datang yang belum terjadi) yang didiskonto menggunakan suku bunga efektif yang dihitung saat pengakuan awal aset tersebut, diakui pada laba atau rugi.

(17)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)  Aset keuangan tersedia untuk dijual (AFS)

Jika terdapat bukti obyektif bahwa aset AFS mengalami penurunan nilai, maka kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui secara langsung dalam ekuitas harus dikeluarkan dari ekuitas dan diakui pada laba atau rugi.

Penghentian pengakuan aset keuangan

Kelompok Usaha menghentikan pengakuan aset keuangan, jika dan hanya jika: hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir; atau Kelompok Usaha mentransfer hak kontraktual untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan; atau tetap memiliki hak kontraktual untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan namun juga menanggung liabilitas kontraktual untuk membayar arus kas yang diterima tersebut kepada satu atau lebih pihak penerima melalui suatu kesepakatan yang memenuhi persyaratan tertentu. Ketika Kelompok Usaha mentransfer aset keuangan, maka Kelompok Usaha mengevaluasi sejauh mana Kelompok Usaha tetap memiliki risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut.

(2) Liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas Pengakuan Awal

Kelompok Usaha menetapkan klasifikasi liabilitas keuangannya pada saat pengakuan awal. Instrumen utang dan ekuitas dikelompokkan sebagai liabilitas keuangan atau sebagai ekuitas sesuai dengan substansi pengaturan kontraktual.

Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, pinjaman dan utang, atau sebagai derivatif yang ditentukan sebagai instrumen lindung nilai dalam lindung nilai yang efektif, mana yang sesuai. Liabilitas keuangan diakui pada awalnya sebesar nilai wajar dan, dalam hal pinjaman dan utang, termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.

Instrumen ekuitas adalah setiap kontrak yang memberikan hak residual atas aset suatu entitas setelah dikurangi seluruh liabilitasnya. Instrumen ekuitas yang diterbitkan oleh Kelompok Usaha dicatat sebesar hasil yang diperoleh, dikurangi biaya penerbitan instrumen ekuitas.

Instrumen keuangan majemuk, seperti obligasi atau instrumen sejenis yang dapat dikonversi oleh pemegangnya menjadi saham biasa dengan jumlah yang telah ditetapkan, dipisahkan antara liabilitas keuangan dan ekuitas sesuai dengan substansi pengaturan kontraktual. Pada tanggal penerbitan instrumen keuangan majemuk, nilai wajar dari komponen liabilitas diestimasi dengan menggunakan suku bunga yang berlaku di pasar untuk instrumen non-convertible yang serupa. Jumlah ini dicatat sebagai liabilitas dengan dasar biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif sampai dengan liabilitas tersebut berakhir melalui konversi atau pada tanggal instrumen jatuh tempo. Komponen ekuitas ditentukan dengan cara mengurangkan jumlah komponen liabilitas dari keseluruhan nilai wajar instrumen keuangan majemuk. Jumlah tersebut diakui dan dicatat dalam ekuitas, dikurangi dengan pajak penghasilan, dan tidak ada pengukuran setelah pengakuan awal.

Pengukuran se l anjutnya

Pengukuran setelah pengakuan awal liabilitas keuangan tergantung pada klasifikasi sebagai berikut:

(18)

Liabilitas keuangan yang diukur pada FVTPL termasuk liabilitas keuangan untuk diperdagangkan dan liabilitas keuangan yang ditetapkan pada saat pengakuan awal untuk diukur pada FVTPL. Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan jika liabilitas keuangan tersebut diperoleh untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Liabilitas derivatif juga diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan kecuali liabilitas derivatif tersebut ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai efektif. Liabilitas keuangan yang diukur pada FVTPL dinyatakan sebesar nilai wajar dengan keuntungan atau kerugian diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. Keuntungan atau kerugian yang diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian termasuk bunga yang dibayar atas liabilitas keuangan.

 Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi

Setelah pengakuan awal, pinjaman dan utang yang dikenakan bunga selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Keuntungan dan kerugian diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian pada saat liabilitas tersebut dihentikan pengakuannya serta melalui proses amortisasi.

Penghentian pengakuan liabilitas keuangan

Kelompok Usaha menghentikan pengakuan liabilitas keuangan jika, dan hanya jika, liabilitas Kelompok Usaha dihentikan, dibatalkan atau kadaluwarsa.

(3) Saling hapus instrumen keuangan

Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai netonya dilaporkan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian jika, dan hanya jika, saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui dan terdapat niat untuk menyelesaikannya secara neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.

(4)Instrumen keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi

Biaya perolehan diamortisasi dihitung menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi dengan penyisihan atas penurunan nilai. Perhitungan tersebut mempertimbangkan premium atau diskonto pada saat perolehan dan termasuk biaya transaksi dan biaya yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari suku bunga efektif.

u. Informasi Segmen

Kelompok Usaha menerapkan PSAK No. 5 (Revisi 2009), “Segmen Operasi”. PSAK revisi ini mengharuskan entitas untuk mengungkapkan informasi yang memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi sifat dan dampak keuangan dari aktivitas bisnis. PSAK ini juga menyempurnakan definisi segmen operasi dan prosedur yang digunakan untuk mengidentifikasi dan melaporkan segmen operasi. PSAK ini mengharuskan “pendekatan manajemen” dalam menyajikan informasi segmen menggunakan dasar yang sama seperti halnya pelaporan internal. Segmen operasi dilaporkan dengan cara yang konsisten dengan pelaporan internal yang disampaikan kepada pengambil keputusan operasional. Dalam hal ini pengambil keputusan operasional yang mengambil keputusan strategis adalah direksi.

v. Laba /(Rugi) per Saham

Efektif tanggal 1 Januari 2012, Kelompok Usaha menerapkan PSAK No. 56 (Revisi 2011), “Laba per Saham”, yang menggantikan PSAK No. 56 (1999), “Laba per Saham”. Penerapan standar tersebut tidak berdampak material terhadap laporan keuangan konsolidasian Kelompok Usaha.

(19)

Laba/(rugi) per saham dasar dihitung dengan membagi laba atau rugi yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham biasa entitas induk, dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar dalam suatu periode.

3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING

Pertimbangan, estimasi dan asumsi berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi Kelompok Usaha yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian:

Menentukan mata uang fungsional

Faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam menentukan mata uang fungsional Perusahaan dan masing-masing Entitas Anak termasuk, antara lain, mata uang:

- yang paling mempengaruhi harga jual barang dan jasa;

- dari negara yang kekuatan persaingan dan peraturannya sebagian besar menentukan harga jual barang dan jasa entitas;

- yang paling mempengaruhi biaya tenaga kerja, bahan baku, dan biaya lain dari pengadaan barang atau jasa;

- yang mana dana dari aktivitas pendanaan dihasilkan; dan

- yang mana penerimaan dari aktivitas operasi pada umumnya ditahan.

Berdasarkan substansi ekonomi yang mendasari keadaan yang relevan, mata uang fungsional Perusahaan ditentukan sebagai Rupiah. Di pihak lain, mata uang fungsional Entitas Anak ditentukan sebagai Dolar Amerika Serikat (USD), yang tercermin dari kenyataan bahwa mayoritas bisnis Entitas Anak dipengaruhi oleh harga jual barang dan jasa yang menggunakan Dolar AS.

Menentukan klasifikasi aset dan liabilitas keuangan

Kelompok Usaha menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan mempertimbangkan apakah definisi yang ditetapkan PSAK No. 55 (Revisi 2006) dipenuhi. Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi Kelompok Usaha seperti diungkapkan pada Catatan 2t.

Men en tukan nilai wajar dan perhitungan amortisasi biaya perolehan dari instrumen keuangan

Kelompok Usaha mencatat aset dan liabilitas keuangan tertentu pada nilai wajar, yang mengharuskan penggunaan estimasi akuntansi. Sementara komponen signifikan atas pengukuran nilai wajar ditentukan menggunakan bukti obyektif yang dapat diverifikasi, jumlah perubahan nilai wajar dapat berbeda bila Kelompok Usaha menggunakan metodologi penilaian yang berbeda. Perubahan nilai wajar aset dan liabilitas keuangan tersebut dapat mempengaruhi secara langsung laba atau rugi Kelompok Usaha. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 33.

Menilai jumlah terpulihkan dari asset keuangan

Kelompok Usaha mengevaluasi akun piutang tertentu yang diketahui bahwa pelanggan tertentu tidak dapat memenuhi liabilitas keuangannya. Dalam hal tersebut, Kelompok Usaha menggunakan pertimbangan, berdasarkan fakta dan situasi yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas pada, jangka waktu hubungan dengan pelanggan dan status kredit dari pelanggan berdasarkan catatan kredit dari pihak ketiga yang tersedia dan faktor pasar yang telah diketahui, untuk mencatat penyisihan spesifik atas pelanggan terhadap jumlah terutang guna mengurangi jumlah piutang yang diharapkan dapat diterima oleh Kelompok Usaha. Penyisihan spesifik ini dievaluasi kembali dan disesuaikan jika tambahan informasi yang diterima mempengaruhi jumlah penyisihan atas penurunan nilai piutang. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 6.

(20)

Jumlah terpulihkan atas aset tetap

Jumlah pemulihan atas aset tetap didasarkan pada estimasi dan asumsi khususnya mengenai prospek pasar dan arus kas terkait dengan aset. Estimasi arus kas masa depan mencakup perkiraan mengenai pendapatan masa depan. Setiap perubahan dalam asumsi-asumsi ini mungkin memiliki dampak material terhadap pengukuran jumlah terpulihkan dan bisa mengakibatkan penyesuaian penyisihan penurunan nilai yang sudah dibukukan.

Menentukan metode penyusutan dan estimasi umur manfaat aset tetap

Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap 4 tahun sampai dengan 20 tahun. Ini adalah umur yang secara umum diharapkan dalam industri dimana Kelompok Usaha menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 2j dan 10.

Estimasi masa manfaat aset takberwujud

Kelompok Usaha mengestimasi masa manfaat dari aset takberwujudnya berdasarkan rencana dan strategi usaha yang juga mempertimbangkan perkembangan teknologi di masa depan dan perilaku pasar. Estimasi dari masa manfaat aset takberwujud adalah berdasarkan penelaahan Kelompok Usaha terhadap praktek industri, evaluasi teknis internal dan pengalaman untuk aset yang setara. Estimasi masa manfaat ditelaah paling sedikit setiap akhir tahun pelaporan dan diperbaharui jika ekspektasi berbeda dari estimasi sebelumnya. Tetapi, adalah mungkin, hasil di masa depan dari operasi dapat dipengaruhi secara material oleh perubahan-perubahan dalam estimasi yang diakibatkan oleh perubahan faktor-faktor yang disebutkan di atas. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 2k dan 11.

Estimasi beban pensiun dan imbalan kerja

Penentuan liabilitas dan biaya pensiun dan liabilitas imbalan kerja Kelompok Usaha bergantung pada pemilihan asumsi yang digunakan oleh aktuaris independen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat kematian. Hasil aktual yang berbeda dari asumsi yang ditetapkan Kelompok Usaha yang memiliki pengaruh lebih dari 10% liabilitas imbalan pasti, ditangguhkan dan diamortisasi secara garis lurus selama rata-rata sisa masa kerja karyawan. Sementara Kelompok Usaha berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai, perbedaan signifikan pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Kelompok Usaha dapat mempengaruhi secara material liabilitas diestimasi atas pensiun dan imbalan kerja dan beban imbalan kerja neto. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 20.

Sewa

Kelompok Usaha mempunyai perjanjian-perjanjian sewa yang bervariasi sebagai lessor atau lessee

untuk beberapa aset tertentu. Kelompok Usaha mengevaluasi apakah terdapat risiko dan manfaat yang signifikan dari aset yang dialihkan kepada lessee atau tetap ditahan oleh Kelompok Usaha berdasarkan PSAK 30, “Sewa”, yang mensyaratkan Kelompok Usaha untuk membuat pertimbangan dan estimasi dari pengalihan risiko dan manfaat dari kepemilikan aset.

(21)

3. SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN (Lanjutan)

Menentukan pajak penghasilan

Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang kegiatan usaha normal. Kelompok Usaha mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan badan. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 14.

Kelompok Usaha menelaah aset pajak tangguhan pada setiap tanggal pelaporan dan mengurangi nilai tercatat sepanjang tidak ada kemungkinan bahwa laba kena pajak memadai untuk mengkompensasi sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan. Kelompok Usaha juga menelaah waktu yang diharapkan dan tarif pajak atas pemulihan perbedaan temporer dan oleh karena itu menyesuaikan pengaruh atas pajak tangguhan. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 14.

Mengevaluasi provisi dan kontinjensi

Kelompok Usaha terlibat dalam berbagai proses hokum dan pajak. Manajemen melakukan penilaian untuk membedakan antara provisi dan kontinjensi terutama melalui konsultasi dengan penasehat hukum Kelompok Usaha yang menangani proses hukum dan pajak tersebut. Kelompok Usaha mempersiapkan provisi yang sesuai untuk proses hukum saat ini atau kewajiban konstruktif, jika ada, sesuai dengan kebijakan provisinya. Dalam pengakuan dan pengukuran provisi, manajemen mengambil risiko dan ketidakpastian.

Dalam situasi tertentu, Kelompok Usaha tidak dapat menentukan secara pasti jumlah liabilitas pajak mereka pada saat ini atau masa depan karena proses pemeriksaan, atau negosiasi dengan otoritas perpajakan. Ketidakpastian timbul terkait dengan interpretasi dari peraturan perpajakan yang kompleks serta jumlah dan waktu dari penghasilan kena pajak di masa depan. Dalam menentukan jumlah yang harus diakui terkait dengan liabilitas pajak yang tidak pasti, Kelompok Usaha menerapkan pertimbangan yang sama yang akan mereka gunakan dalam menentukan jumlah cadangan yang harus diakui sesuai dengan PSAK 57, “Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi”. Kelompok Usaha membuat analisa untuk semua posisi pajak terkait dengan pajak penghasilan untuk menentukan jika liabilitas pajak untuk manfaat pajak yang belum diakui harus diakui.

4. KAS DAN SETARA KAS Akun ini terdiri dari:

30 Juni 2013 31 Desember 2012

Kas 3,366,689,597 2,226,621,500

Kas di bank

Rupiah

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 333,922,217 2,879,017,491 PT Bank Central Asia Tbk 284,228,401 769,371,795 PT Bank OCBC NISP Tbk 277,441,728

PT Bank Jasa Jakarta 153,726,306 108,212,227 Lain-lain (masing-masing

dibawah Rp100 juta) 116,432,467 188,172,226

(22)

Kas yang dibatasi penggunaannya merupakan rekening penampungan (escrow account) untuk pelunasan pokok pinjaman dan beban bunga sehubungan dengan fasilitas pinjaman yang diperoleh (Catatan 18).

Setara kas terdiri dari deposito berjangka dalam mata uang Rupiah dan Dolar AS yang memiliki jangka waktu kurang dari tiga bulan sejak tanggal penempatan dan menghasilkan suku bungan tahunan sebagai berikut:

Dolar AS 30 Juni 2013 31 Desember 2013

PT Bank OCBC NISP Tbk 5,606,007,190 4,688,096,164

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 3,111,989,745 4,001,939,847

PT Bank Internasional Indonesia Tbk 262,532,789

PT Bank Negara Indonesia Tbk 140,972,637 358,659,430

Bank HSBC 118,381,260 116,948,787

Lain-lain (masing-masing

dibaw ah Rp100 juta) 34,887,527 192,455,918

Sub-total 9,274,771,148 9,358,100,146

Se tara Kas

De pos ito Be rjangk a

Rupiah

PT Bank OCBC NISP Tbk 1,816,593,344 1,634,242,344

Lain-lain (masing-masing

dibaw ah Rp100 juta) 10,000,000 10,000,000

Sub-total 1,826,593,344 1,644,242,344 Dolar AS

PT Bank OCBC NISP Tbk 4,611,441,341 5,668,967,732

PT Bank Internasional Indonesia Tbk

-PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 321,585,520

PT Bank DBS Indonesia 394,151,513 332,270,870

Sub-total 5,005,592,854 6,322,824,122

Total 6,832,186,198 7,967,066,466

Dikurangi: Kas yang dibatasi penggunaannya:

Rupiah

PT Bank Internasional Indonesia Tbk - (16,292,023)

PT Bank OCBC NISP Tbk - (1,058,467)

Sub-total - (17,350,490) Dolar AS

PT Bank OCBC NISP Tbk (218,280,129) (1,356,961,220)

PT Bank Internasional Indonesia Tbk (1,304,954,372) (10,987,441)

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (992,870)

-Sub-total (1,524,227,371) (1,367,948,661)

Total (1,524,227,371) (1,385,299,151)

(23)

4. KAS DAN SETARA KAS (Lanjutan)

2013 2012

Rupiah 4%-5,5% 4%-5,5%

Dolar AS 0,5%-3,25% 0,5%-3,25%

5. INVESTASI JANGKA PENDEK

JES International Holdings Pte., Ltd.

JES International Holdings Pte., Ltd. adalah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Singapura. Pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012, jumlah efek yang dimiliki Perusahaan adalah 400.000 lembar efek dengan harga pasar per lembar masing masing sebesar SGD0,142 dan SGD0,199

Investasi efek Perusahaan pada JES International Holdings Pte., Ltd. diklasifikasikan sebagai efek tersedia untuk dijual, sehingga Perusahaan mencatat kenaikan atau penurunan nilai pasar dalam kepemilikan efek yang belum direalisasi diakui ke dalam ekuitas.

Reksa dana Danamas Rupiah Plus

Reksa dana Danamas Rupiah Plus adalah suatu produk investasi pasar uang yang dikeluarkan oleh PT Sinarmas Sekuritas.

6. PIUTANG USAHA

a. Jumlah piutang usaha berdasarkan pelanggan adalah sebagai berikut: 30 Juni 2013 31 Desember 2012

Efek tersedia untuk dijual

JES International Holdings Limited 2,041,747,320 2,041,747,320 Kerugian yang belum direalisasi atas

efek tersedia untuk dijual (1,596,362,616) (1,412,340,568) Neto 445,384,704 629,406,752 Reksa dana Danamas Rupiah Plus 228,425,274 224,432,112 Total 673,809,978 853,838,864

30 Juni 2013 31 Dese m ber 2012

PT Lintas Inti Makmur 1,572,762,054 510,338,804

PT Gard1x Teknologi Persada 36,713,753

Sub-total 1,572,762,054 547,052,557

(24)

b. Jumlah piutang usaha berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut:

Berdasarkan penelaahan terhadap keadaan masing-masing akun piutang usaha pada akhir tahun, manajemen berpendapat bahwa piutang usaha tersebut dapat tertagih, sehingga tidak diperlukan penyisihan penurunan nilai piutang.

Pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012, piutang usaha telah dijadikan jaminan atas pinjaman bank (Catatan 18).

Pada tanggal 30 Juni 2013 dan 2012, piutang usaha pihak berelasi merupakan 9%dan 2,38% masing-masing dari jumlah piutang usaha dan 0,5% dan 0.20% masing-masing dari jumlah aset konsolidasian (Catatan 30).

7. PERSEDIAAN

Perusahaan tidak melakukan penyisihan penurunan nilai persediaan, karena manajemen berkeyakinan bahwa seluruh persediaan dapat dipulihkan ke nilai realisasi netonya.

30 Juni 2013 31 Dese m ber 2012

Pihak ketiga:

PT Pertamina (EP) 1,800,595,852 3,413,672,649

Star Energy Geothermal LTD 1,310,538,639

Chevron Pacific Indonesia, PT. 1,204,324,849

Total E&P Indonesie 1,179,790,688 2,367,049,193

Pertamina Hulu Energy W Madura Offshore 1,138,787,988

Medco E&P Indonesia 1,099,666,537

BUT Virginia Indonesia Company 6,092,100,000

PT Pertamina (Persero) 278,903,326 1,888,053,494

Conoco Philips Indonesia Inc. Ltd 506,230,065 1,459,156,197

Lain-lain (masing-masing

dibawah Rp1 milyar) 7,206,901,869 7,233,589,267

Sub-total 15,725,739,814 22,453,620,800

Total 17,298,501,868 23,000,673,357

30 Juni 2013 31 Desem ber 2012

Lancar 13,769,216,687 3,121,085,276

Jatuh tempo 1 sampai dengan 30 hari 1,848,571,632 16,721,261,360

Jatuh tempo 31 sampai dengan 60 hari 918,128,261 2,003,900,801

Jatuh tempo lebih dari 60 hari 762,585,288 1,154,425,920

Total 17,298,501,868 23,000,673,357

30 Juni 2013 31 De s e m be r 2012

Perangkat lunak 1,780,438,493 10,237,788,458

Perangkat keras 8,955,312,615 2,966,803,519

(25)

8. BIAYA DIBAYAR DI MUKA

9. PIUTANG PIHAK BERELASI

30 Juni 2013 31 Des em ber 2012

Perusahaan

Piutang karyawan 1,451,236,692 49,950,000

Entitas Anak

Direktur 9,856,737,730 8,488,172,945

PT Gard1x Teknologi Persada 5,143,665,104 3,616,199,357

PT Betas urya Tatagraha 2,123,996,253

PT Metropolitan Inves tam a 1,940,641,275 1,278,693,025

PT Aftindo 1,338,539,687 1,219,710,455

Pem egang s aham 800,000,000

Lain-lain (m asing-m as ing

dibawah Rp500 juta) 13,515,437 1,751,037,210

Total 19,744,335,925 19,327,759,245

Dikurangi bagian yang akan jatuh

tem po dalam waktu satu tahun 19,744,335,925 19,327,759,245 Total -

-Pada tahun 2010, Entitas Anak melakukan perjanjian pinjaman tanpa bunga kepada PT Gard1x Teknologi Persada (pihak berelasi).

Piutang karyawan dan pihak berelasi lainnya adalah pinjaman yang diberikan yang tidak dikenakan bunga. Pinjaman tersebut diberikan tanpa jaminan.

Pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012, jumlah piutang kepada pihak berelasi adalah masing-masing sebesar 8% dan 7% dari total aset.

30 Juni 2013 31 De se m be r 2012

Uang muka proyek 49,644,259,721 24,444,120,921

Asuransi 535,527,463 897,969,824

Lain-lain

(masing-masing dibawah Rp100 juta) 85,511,992 59,312,087

(26)

10. ASET TETAP

Rincian aset tetap adalah sebagai berikut:

Saldo Aw al/ Selisih Kurs/ Saldo Akhir/

Beginning Penam bahan/ Pengurangan/ Translation Ending

Balance Additions Disposals Adjustments Balance

Harga Perolehan Pemilikan langsung Tanah - - Unit kantor 23,086,695,756 - 618,354,868 23,705,050,624 Perangkat komputer 319,448,444,293 11,401,079,469 252,601,368 7,193,602,305 337,790,524,699 Peralatan kantor 7,006,843,593 1,200,000 107,805,576 7,115,849,169 Perlengkapan penyiaran 4,095,017,512 3,701,000 4,098,718,512 Kendaraan 2,422,507,102 401,554,091 386,304,545 25,989,706 2,463,746,354 Sub-total 356,059,508,256 11,807,534,560 638,905,913 7,945,752,455 375,173,889,358

Pemilikan tidak langsung -Aset sew a pembiayaan

Perangkat komputer 23,388,518,793 - - 626,435,382 24,014,954,175

Total Harga Perolehan 379,448,027,049 11,807,534,560 638,905,913 8,572,187,837 399,188,843,533

Akum ulasi Penyusutan

Pemilikan langsung Unit kantor 2,629,001,853 592,626,166 70,417,917 3,292,045,936 Perangkat komputer 234,527,150,251 18,650,551,209 252,601,368 4937578909 257,862,679,001 Peralatan kantor 5,337,879,860 222,908,621 65,998,938 5,626,787,419 Perlengkapan penyiaran 3,830,076,772 38,778,526 3,868,855,298 Kendaraan 1,559,481,330 192,644,388 169,008,238 17,042,878 1,600,160,358 Sub-total 247,883,590,066 19,697,508,910 421,609,606 5,091,038,642 272,250,528,012

Pemilikan tidak langsung -Aset sew a pembiayaan

Perangkat komputer 18,036,116,540 664,455,252 1,294,914,947 19,995,486,739

Total Akumulasi Penyusutan 265,919,706,606 20,361,964,162 421,609,606 6,385,953,589 292,246,014,751

Nilai Buku Neto 113,528,320,443 106,942,828,782

(27)

10. ASET TETAP (Lanjutan)

Jumlah tercatat aset tetap yang tidak dipakai sementara pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012 adalah sebesar Rp772.737.814.

Pada tanggal 31 Desember 2012, aset tetap Entitas Anak diasuransikan dengan nilai pertanggungan sebesar USD6.031.659 dan Rp1.000.000.000. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset tetap yang dipertanggungkan.

Berdasarkan evaluasi manajemen, tidak terdapat kejadian-kejadian atau perubahan-perubahan kejadian yang mengindikasikan adanya penurunan nilai aset Perusahaan dan Entitas Anak.

Saldo Aw al Penam bahan Pengurangan Selisih Kurs Saldo Akhir Harga Perolehan Pemilikan langsung Tanah 779,858,663 - 807,055,656 27,196,993 - Unit kantor 21,766,890,676 - 121,538,942 1,441,344,022 23,086,695,756 Perangkat komputer 238,752,951,368 66,272,885,535 82,270,191 14,504,877,581 319,448,444,293 Peralatan kantor 6,614,624,476 144,663,786 - 247,555,331 7,006,843,593 Perlengkapan penyiaran 3,799,002,962 296,014,550 - - 4,095,017,512 Kendaraan 2,359,923,674 16,700,000 14,525,000 60,408,428 2,422,507,102 Sub-total 274,073,251,819 66,730,263,871 1,025,389,789 16,281,382,355 356,059,508,256

Pemilikan tidak langsung -Aset sew a pembiayaan

Perangkat komputer 21,932,480,705 - - 1,456,038,088 23,388,518,793

Total Harga Perolehan 296,005,732,524 66,730,263,871 1,025,389,789 17,737,420,443 379,448,027,049

Akum ulasi Penyusutan

Pemilikan langsung Unit kantor 1,385,312,107 1,126,296,458 8,605,723 125,999,011 2,629,001,853 Perangkat komputer 196,441,857,385 27,583,692,442 53,874,849 10,555,475,273 234,527,150,251 Peralatan kantor 4,672,828,969 527,272,360 - 137,778,531 5,337,879,860 Perlengkapan penyiaran 3,794,796,477 35,280,295 - - 3,830,076,772 Kendaraan 1,213,217,166 325,543,632 14,525,000 35,245,532 1,559,481,330 Sub-total 207,508,012,104 29,598,085,187 77,005,572 10,854,498,347 247,883,590,066

Pemilikan tidak langsung -Aset sew a pembiayaan

Perangkat komputer 12,126,808,692 4,953,405,276 - 955,902,572 18,036,116,540

Total Akumulasi Penyusutan 219,634,820,796 34,551,490,463 77,005,572 11,810,400,919 265,919,706,606

Nilai Buku Neto 76,370,911,728 113,528,320,443

Referensi

Dokumen terkait

Setelah pengukuran awal, aset keuangan tersedia untuk dijual selanjutnya diukur dengan nilai wajar dengan keuntungan atau kerugian yang belum terealisasi diakui sebagai

Setelah pengukuran awal, aset keuangan AFS diukur pada nilai wajar dengan keuntungan atau kerugian yang belum terealisasi diakui dalam ekuitas sampai aset tersebut

Setelah pengakuan awal, aset keuangan AFS diukur dengan nilai wajar dengan keuntungan atau kerugian yang belum terealisasi diakui dalam komponen ekuitas sampai

Setelah pengukuran awal, aset keuangan AFS diukur pada nilai wajar dengan keuntungan atau kerugian yang belum terealisasi diakui dalam ekuitas sampai investasi tersebut

Setelah pengukuran awal, aset keuangan AFS diukur pada nilai wajar dengan keuntungan atau kerugian yang belum terealisasi diakui dalam pendapatan komprehensif

Setelah pengukuran awal, aset keuangan AFS diukur pada nilai wajar dengan keuntungan atau kerugian yang belum terealisasi diakui dalam pendapatan komprehensif

Setelah pengukuran awal, aset keuangan AFS diukur pada nilai wajar dengan keuntungan atau kerugian yang belum terealisasi diakui dalam pendapatan komprehensif

Setelah pengukuran awal, aset keuangan AFS diukur pada nilai wajar dengan keuntungan atau kerugian yang belum terealisasi diakui dalam ekuitas sampai investasi