θ
θ
Jurnal
Kimia Sains dan Aplikasi22(4) (2019):112-122 b»NUltrtui QJurnalKimia'-OSains dan Aplikasi
ISSN:1410-
8917
Jurnal
Kimia
-
Sains
& Aplikasi e -ISSN: 2597-9914Jurnal
Kimia
Sains
dan
Aplikasi
Journal
of Scientific
and
Applied Chemistry
Journal
homepage:http:/ /ejournal.
undip.
ac.
id /index.
php/ksaEfekTemperatur
,
Tekanan dan Waktu Reaksi
pada Hidrogenasi
Asam
Heksadekanoat
Menjadi
l-
Eksadekanol Menggunakan Katalis
Ru
-
Sn
(
3
,
o
)
/
C
Nor Ain
3,
Rodiansono
3*,
Kamilia
Mustikasari
3aProgramStudi Kimia,UniversitasLambung Mangkurat.Jl.A.YaniKm36.0BanjarbaruKalimantan Selatan70714,Indonesia *Corresponding author:[email protected]
https://d0i.0rg/10.iA710/jksa.22.A.112-122
A r t i c l e
I n f o
A b s t r a c t
Title:Effect of Temperature, Pressure, and Reaction Time on Hydrogenationof Hexadecanoic Acid tol-Hexadecanol UsingaRu-Sn(3.
o
)/
CCatalystEffect of temperature
,
initial H2 pressure,
and reaction time on the selectivehydrogenation of hexadecanoate acidtol-hexadecanoloverbimetallic ruthenium-tin supportedon carbon(denotedas Ru-Sn( 3
.
o)/
C;3.0 is molar ratio Ru/
Sn) has been systematically investigated.
Ru-Sn( 3.
o)/
Ccatalystwas synthesized usinga simple hydrothermal methodat temperature of 150Cfor24h followed by reduction with hydrogenat at 400Cand 500°Cfor 1.5 h.
The XRD patterns of reduced Ru-Sn(3.
o)/
C showedaseriesdiffraction peaks of bimetallic alloy Ru3Sn7at2=
30.
o°; 35-
0°; and41.30
whicharerecognizedas(310),(321),and(411)reflection planes present.
TheN2-adsorpsion
/
desorptionprofiles confirmed that the catalyst structurewasmicroporous and mesoporous sizeswith specificsurfacearea(SBET)of 207 m2/
g,
pore volume(VPBJH
) 0.1015cm3/
g,
and pore diameter (dpBjH)1,
21nm.
NH3-TPD profile shows that the desorptiontemperature of 157.1°Cwasaweak acidity(Bronsted acid site)withamount of acid siteswas0.117mmol/
g.
Meanwhile,
the desorption temperature of660.3
°Cwas astrong acidity(Lewis acid site)withamount of acid siteswas0.826mmol/
g.
The highest conversion of hexadecanoic acid (86.24
%) was achieved at reactiontemperaturei8o°C,initialH2pressure of 5.0 MPa
,
areaction time of 6 h in ethanolsolvent andafforded yield of hexadecane(0.15%)
,
l-hexadecanol(4.27%),
and ethyl hexadecanoate (81.82%).
At reaction temperature of 150°C, H2of 3.0 MPa,
and areaction time of18h
,
73.27%of hexadecanoic acidwasconvertedtol-hexadecanol (0.24%)andethyl hexadecanoate(73,03%)
.
Articlehistory: Received:11March 2019 Revised:2May 2019 Accepted:16 May 2019 Online: 31July 2019 Keywords: Ru-Sn( 3
.
o)/
Ccatalyst; selectivehydrogenation; hexadecanoic acid;1 -hexadecanol; ethyl hexadecanoateA b s t r a k
Efek temperatur
,
tekanan awal hidrogen,
danwaktu reaksi pada hidrogenasi selektifasam heksadekanoat menjadi i-heksadekanol menggunakan katalis dua logam
rutenium-timah terembankanpadakarbon(Ru-Sn(3,o)
/
C;3,0adalah rasiomolRu terhadapSnawal)telahdipelajarisecarasistematis.
KatalisRu-Sn( 3,o)/
Ctelah dibuat dengan metodehidrotermalpadatemperatur 150°Cselama24jamdilanjutkan reduksi dengangas hidrogen( H2) pada temperatur 400°Cdan 500°Cselama1,
5 jam.
Hasilanalisismenggunakan difraksi sinar-X (XRD)menunjukkanbahwa terdapat puncak spesifik untuk alloy dua logam Ru3Sn7pada sudut2
=
30,0°; 35,
0°; dan 41,3°
dengan jarak basal berturut-turut(310),(321),dan(411).
Profil adsorpi-desorpsigasN2(BET)menunjukkanbahwa katalis Ru-Sn( 3,o)
/
Cmemiliki struktur mikropori danmesopori dengan luaspermukaan spesifik(SBET)sebesar 207 m2/
g,
volumepori (VPBJH
)0,
1015cm3
/
g,
dan diameter pori (dpBjH) 1,
21nm.
Profil TPD-NH3 menunjukkan bahwa
KataKunci:
katalis Ru-Sn(3;o)
/
C; hidrogenasi selektif ;asamheksadekanoat;1 -heksadekanol; etil heksadekanoat
α
Jurnal
4 2019 113temperaturdesorpsi157
,
i°Cmemiliki tingkat keasaman lemah(situsasamBronsted) dengan jumlah situsasam katalis0,
117 mmol/
g dan temperaturdesorpsi 660,3°C
memiliki tingkat keasaman tinggi(situsasamLewis)dengan jumlah situsasamkatalis 0,
826mmol/
g.
Reaksi hidrogenasiasamheksadekanoat(AH)menggunakan katalis Ru-Sn( 3,o)/
Cdalam pelarut etanol(5mL),
temperaturi8o°C,tekanan 5,
0MPa selama 6 jam.
KonversiAHyang diperoleh sebesar 86,
24%danproduk reaksil-heksadekanol (4,
27% yield),
heksadekana (0,
15% yield),
etilheksadekanoat (81,82% yield).
Pada temperatur 150°C dan tekanan gas H23,
0MPa selama 18 jam diperoleh konversisebesar 73
,
27% dan produk reaksi l-heksadekanol (0,
24% yield),
serta etil heksadekanoat(73,03%
yield).
1.
Pendahuluan
Asamheksadekanoat merupakanasamlemak jenuh yang terdapat pada kelapa sawit
,
biji-bijian,
danbuah kelapa dalam bentuk asam lemak bebas maupun trigliserida.
Minyak kelapa sawit merupakan sumberasam heksadekanoat terbesar (
48
,
0%), yang mana sangat potensial untuk diubah menjadi lemak alkohol melalui proses reaksi katalitik menggunakan katalis homogenmaupun heterogen.
Lemak alkoholsecaraluas digunakan sebagaizat antara dalam produk wewangian,
farmasi,
deterjen,
pengemulsi,
dan pelumas,
serta merupakan komponen terpenting dalam produksi makanan dankosmetik[1].
Hidrogenasi asam heksadekanoat dan esternya (metilester heksadekanoat) menjadilemak alkohol telah banyak diteliti
.
Reaksi tersebut menggunakan katalis heterogen logam mulia(Ru,
Pt,
Rh,
Ir,
Pd)yang memiliki aktivitas katalitik dan selektivitas produknya tinggi[2].
Katalis logam muliabiasanya ditambahkan logam kedua untuk meningkatkan kinerjanya berupa Sn atau perpaduanantara logam-logam mulia tersebut,
seperti Ru-Sn [3],Rh-Sn [4],
Pt-Re[5],
Ni-Sn [6],
Ru-Y [7],
dan Re-Ru[8].
Penggunaankatalis dua logam menunjukkan aktivitas katalitik yang lebih baik dibandingkan katalis logam tunggal dalam menghasilkan produk lemak alkohol [9].
Sistem katalis dua logam Ru-Sn pada umumnya memiliki aktifitas yang lebih besar terhadap ikatan C=
0 dalam senyawa asam lemak sehingga menghasilkan produk lemak alkohol yang tinggi.
Pengaruh adanya logam Sndalam bentukspesies Snn+sebagai promotor mampu mengaktifkan ikatan C
=
0 melalui interaksi ion Snn+ dan oksigen pada guguskarbonil [10]
.
Selain itu,
katalis dua logam biasanya diembankan pada padatan pengembansepertiAI2O3,
Ti02,
atau karbon aktif yang dapat meningkatkan dispersi, aktivitas dan stabilitas katalis [2].
Pengemban yang berupa karbon dan Ti02disukaiolehspesieslogam Sn,
sedangkan pengemban oksidaseperti A1203
disukai oleh spesieskationSn2+/
Sn4+[1].
Beberapakeunggulan karbonsebagai pengemban katalis heterogen dalam reaksi hidrogenasi yakni luas permukaannya besar
,
relatif tidak ikut bereaksi,
stabil diatas 700°C,memiliki ketahanan terhadapasam[11].
Selainpenggunaan katalis dua logam
,
pelarut yang digunakan juga berpengaruh terhadap efektivitas reaksi hidrogenasi.
Sebagai contoh hidrogenasi asamheksadekanoatmenjadilemak alkohol telah dilaporkan menggunakan katalis Ru-Sn
/
Al203
tanpa pelarut,
temperatur 250°C,dantekanan gasH28,0MPa selama20 jam menghasilkan konversi82,
2%dan yield 75,3% [3]
.
Hidrogenasi metil heksadekanoat menjadi 1 -heksadekanol telah dilaporkan menggunakan katalis Ru-Y/
Ti02 dalam pelarut sikloheksana,
temperatur 240°C,
dantekanan gasH25,
0MPa selama10jammenghasilkankonversi 93
,
4%danselektivitas 99,
0% [7].
Hidrogenasiasam heksadekanoat menjadi heksadekanol telah dilaporkan menggunakan katalis Ru-Zn
/
Cdalam pelarut air,
temperatur 300°C selama 1 jam didapatkan yieldsebesar 7
,2
% [12]. Hidrogenasi asam heksadekanoat menjadi alkohol telah dilaporkan menggunakan Ru3Sn7/
Si02 dalam pelarut dodekana,
temperatur240°C,
dan tekanangasH24,
0MPa selama4jammenghasilkankonversi 99
,
0%danselektivitas 99,
7% [13].
Di antara katalis dua logam yang telah dilaporkan peneliti sebelumnya
,
katalis dua logam Ru-Snmemiliki aktivitas katalitik hidrogenasi dan selektivitas produk yang tinggi[13].
Berdasarkan uraian diatas katalis Ru-Sn/
Cdiduga mampu bekerja pada rentang temperatur,
tekanan,
dan waktu yang lebih rendah serta menghasilkan selektivitas yang tinggi.
Penggunaan pelarut etanol akan bisa membuat situs aktif katalis bekerja denganbaikserta adsoprsiH2oleh substrat[14,
15]
.
Pada penelitian iniakan dilakukan pembuatan katalis Ru-Sn(3,o)/
C dengan metode hidrotermal dan dikarakterisasi menggunakan difraksi sinar-X (XRD), analisis adsorpsi-desorpsi gas N2 metode Brunauer-Emmet
-
Teller (BET),
metode Barret-
Joyner-
Halenda(
BJH
),
metode perbandingan t-Plot dan s-Plot,
serta desorpsi temperatur program amonia (TPD-NH3).
Selanjutnya untuk mengetahui kinerja katalis yang terbentuk,
dilakukan reaksi katalitik pada hidrogenasiasam heksadekanoat menjadi l-heksadekanol dengan
variasi temperatur:(i20-i8o°C),tekanan gasH2:(1
,
0-4,
0MPa)
,
waktu: (1-18 jam),
dan pelarut.
Efek variasi temperatur,
tekanan,
dan waktu diperkirakan dapat mempengaruhiheksadekanoat dan yield terhadap produk 1 -heksadekanol
.
Hasil hidrogenasi akan dianalisis menggunakan kromatografi gas( KG).
α λ
α α
4°
/
min( 1=
0,
154057nm dan 2=
0,
154433nm) [16].
Luas permukaan spesifik Brunauer-
Emmet-
Teller (SBET),
volume pori (VPBJH
),
dan distribusi pori (dpBjH) dikaraktersisasi adsorpsidesorpsigasN2menggunakaninstrumenBelsorpMax(BELJapan)secaraadsorpsifisika pada temperatur -
196
°C.
Sampel sebanyak 0,
01 g dipanaskan pada kondisi vakum dengan temperatur 200°C selama 2 jam untuk menghilangkan gas yang teradsorpsi secara fisis [16].
Desorpsi temperatur terprogram amonia(TPD-NH3)menggunakan instrumen BELCAT-M (BELJapan)dengangasNH3sebagai adsorbat.
Sampel dipanaskan pada kondisi vakum dengan temperatur ioo-200°C selama 2 jam untuk menghilangkan gas yang teradsorpsi secara fisis,
temperatur kemudian dijaga konstan pada200°Cselama 2jamsambil dialirigasHe.
GasNH3(80%gas NH3dan 20%gasHe)dimasukkan pada temperaturioo°Cselama 30menit,
kemudian dibilas dengan gasHejugaselama30 menit.
untuk menghilangkan gas NH3 yang teradsorpsecarafisis
.
Terakhir,
desorpsi amonia padatemperatur terprogram dilakukan pada ioo-8oo°Cdan jumlahgas NH3yangterdesorpsidianalisis menggunakandetektor konduktivitas termal(Thermal ConductivityDetector,
TCD) [16].
2.3.3.ReaksiKatalitik
Asamheksadekanoat0
,
5 g dan 5mLetanol sebagai pelarut dimasukkan ke dalam gelas kaca lalu diaduk dengan pengaduk magnet sampai terlarut sempurna.
KatalisRu-Sn(3,o)/
C0,
05 g dan0,
05 g1,
6-heksanadiol sebagai standar internal ditambahkan dan diaduk.
Campurandimasukkan ke dalam reaktorbatch(TAIATSU TechnoJAPAN
)dandimurnikan dengan mengalirkan gas H2I,
OMPa sebanyak10kali,
kemudian diberi tekanan gas H2 sebesar 5,
0 MPa pada temperatur ruang.
Reaktordipasang pada penangas minyak silikon dantemperatur dinaikkan dengan variasi120;130;140; 150; 160; 170; dan
i8o°C selama 6 jam
.
Selain itu dikerjakan pula untuk variasitekanan gasH21,
0;1,
5;2,
0;2,
5;3,0;3,5; dan 4,
0 MPa dengan temperatur 150°C selama 6 jam.
Variasi waktu,
yaitu1; 6;12; dan18jamdengantemperatur 150°C dan tekanangasH23,0MPa.
Variasi pelarut berupa etanol (5mL),etanobair(4mL:imL), 2-propanol(5mL),
2 -propanob.
air(4mL:imL),
dan air(5mL)dengantekanan gas H2 5,
0 MPa dan temperatur i6o°C selama 6 jam.
Pengadukan diatur pada 500 rpm
.
Setelah selesai reaktor didinginkan sampai temperatur ruang,
kemudian gasH2dikeluarkan dari reaktor
,
hasilnya disentrifugasi(-
5000 rpm selama 5 menit) dan siap dianalisis (0,
5 pL) menggunakan kromatografigas.
2.3.4.AnalisisProduk
AnalisisKGmenggunakan Perkin ElmerAutoSystem
XL yang dilengkapi dengan detektor ionisasi nyala (Flame
-
Ionization Detector-
FID),
kolom kapiler Restek (0.32mm IDx30mx1.8pmdf),
gas pembawaN2sebesar 14,
0psi padakecepatan alir14,
4mL/
min dansplitrasio 50:1.
Temperatur injektor 250°C dan detektor 250°C dengan alir udara 450 mL/
min serta alir gas H2 452.
Metode
Penelitian
2.1. AlatAlat-alat yang digunakan pada penelitian iniadalah peralatan gelas standar laboratorium (Pyrex)
,
indikator pHuniversal,
neracaanalitikKERN,pelatpanas dengan pengadukmagnet ThermoSCIENTIFIC,
reaktorstainlesssteel dengan teflon autoklaf
,
reaktor batch TAIATSUTechno
JAPAN
dengan gelas kaca,
penangas minyak silikonyang dilengkapi dengan kontrol temperatur tipe TC-iNAS ONE,
sentrifugasi ThermoSCIENTIFIC,
pompa vakum,
ovenMemmertGermany,
MacScienceM18XHF,Belsorp Max (BEL Japan)
,
BELCAT-M (BELJapan),
KG Perkin Elmer AutoSystem XL, dan GCMS-QP2010S SHIMADZU.
2.2.Bahan
Bahan-bahan yang digunakan adalah RUC
13
(Tokyo Chemical Industry,
99,
0%),
SnCl2.2H20(Merck,
99,
0%),
karbonaktif(SBET=
815
m2/
g),
2-propanol(Merck),
etanol (Merck,
96
,
0%), etilenaglikol (Merck,
99,
5%), NaBH4 (Tokyo Chemical Industry,
95,
0%),
NaOH (Merck,
99,
0%), gas H2 (99.99%), gas N2 (99.99%),
asamheksadekanoat(Tokyo Chemical Industry
,
97,
0%),1,
6-heksanadiol(Tokyo Chemical Industry,
97,
0%),minyak silikon,
danakuades.
2.3. Metode
2.3.1.Sintesis Ru-Sn(3,
o
)/
CTipikal prosedur sintesis dilakukan dengan metode reduksi dalam kondisi hidrotermal( 3,0adalah rasiomol Ru
/
Sn).
RUC13
0,0821
g dilarutkan dalam 5 mLakuades dan SnCl22H200,
1225 g dilarutkan dalam20mLetanoldan 10 mL etilena glikol pada temperatur kamar
.
Selanjutnyakedua larutan dicampurkan pada temperatur kamar,
ditambahkan 1,
05 g karbon aktif sebagai pengemban,
15mL etilena glikol,
dan 0,
3852
g NaBH4 sebagai agen pereduksi.
Campuran tersebut diaduk dengan pengadukmagnet pada temperatur 50°Cselama 12jam.
SelanjutnyapHcampuran disesuaikanmenjadi12 melalui penambahan NaOH 3,1 M secara bertahap.
Campuran tersebutdimasukkan ke dalam teflon autoklaf untuk reaksi hidrotermal pada temperatur 150°Cselama24jam
.
Hasilnya disaring,
dicuci dengan air distilasi,
dan dikeringkan dalam vakum selama satu malam.
Katalis Ru-Sn( 3,o)/
Cyang dihasilkan dilakukan pra-perawatan padatemperatur200°Cselama1jamkondisiatmosfer02bertujuanuntuk menghilangkan pengotor yang mungkin ada
.
Katalisyangdidapatkankemudian di bagi dua dan direduksi dengan tekanan gas H2 0,
6 MPa padatemperatur 400°C dan 500°Cselama1
,
5 jam masing-masing[6].
2.3.2.Karakterisasi Katalis.
Karakterisasi difraksi sinar-X (XRD)menggunakan instrumenMacScienceM18XHFyang dilengkapi dengan monokromatik CuK (
=
0,
15418
nm)yang dioperasikan pada tegangan 40 kV,
kuat arus 200 mA, langkah perubahan sudut sebesar 0,
02° serta laju pemindaianKonversi =𝐴𝑜- 𝐴1
𝐴𝑜 x 100%
Yield =mol Produk
𝐴𝑜 x konversi θ θ θ θ θ θ
Jurnal
jarak basal (003) (
JCPDS
No.
00-026-1079).
Puncak spesifik alloy dua logam Ru3Sn7dapatdilihat pada sudut 2=
30,o°( 3io); 35,
o°(32i); dan4i,3°(
4ii) (JCPDS
No.
26-0504)
.
Logam tunggal Ru terlihat pada sudut 2=
37,8°(
IOO)dan 44,
4°(ioi) (JCPDS
No.
65
-1863
),
logamSn di sudut 2=
39,
7°(200)dan46,
4°(3ll) (JCPDS
No.
05-390),
logamSn2di sudut2=
32,
9°(ioi) (JCPDS
No.
04-673
),dan logamSn3di sudut2=
34,
2°(ioi) (JCPDS
No.
18-1380
).
mL
/
min.
Temperaturovendiatur dari8o°Csampai 240°C dengan8o°Cselama3min,
kecepatan 5°C/
minkei6o°C (dibiarkan 5 min),
dan kecepatan i5°C/
min ke 240°C (dibiarkan 10 min),
total waktu tempuh 39,33 min.
Sempritsebagaialat injeksi sampel dicuci dengan etanol sebanyak 40 kali sebelum dan sesudah digunakan
.
BanyaknyasampelyangdiinjeksikankeKGadalah0,
5pL.Analit autentik berupa heksadekana heksadekanol
,
standar internal 1,
6-heksanadiol,
dan reaktanasamheksadekanoat masing-masing dilarutkan dalam pelarut etanol.
selanjutnya dianalisis denganKG pada kondisi pengukuran yang sama.
Hal ini agar didapatkan data difraktogram masing-masing analit autentikyang nantinya akan dibandingkan dengan data difraktogram hasil hidrogenasi.
Perhitungan konversi reaktanasamheksadekanoat danyieldproduk dilakukan dengan metode standar internal.
1 -© a
J
Hf
§ ii f
a
2600 z C 2400• 2200 -2000-
fl
j
»
i l l,
c 1800 -iusoo*c 1600 -& a, 1400-y
*
ll2400'C 400 -k Fresh 200 -20 22 24 26 28 30 32 34 36 38 40 42 44 46 48 50 Sudut difraksi20 keterangan:A0:mol awalreaktanasamheksadekanoat
Gambarl.Pola XRDkatalis Ru-Sn( 3,o)
/
C (a)sebelum direduksi dan setelah direduksi gasH2pada temperatur(b)400°C,dan(c)500°C Ai: mol sisa reaktan asam heksadekanoat (hasil
perhitungan dari rasio luasareareaktan dan standar pada analisisKGyang dikali slope dari kurva standar dan dikali molawal standar)
2.3.5.PembuatanKurvaStandar
Adsorpsi dan desorpsi gas N2metode Brunauer
-Emmett
-
Teller(BET) dapatdigunakan untukmenentukan luaspermukaan spesifik dan strukturporisuatu padatan katalis.
Data luas permukaan spesifik dan struktur pori suatu padatan katalis dapat menunjukkan kinerja dan stabilitassuatu katalis.
Gambar 2menunjukkan bahwa gas N2 teradsorpsi sangat banyak pada tekanan (P/
P0=
o,
o-o,
05),
hasil terlihat dari grafik yang naikdengan tajam dan cepat
.
Kemudian pada tekanan (P/
P0=
o,
05-o,
45) gas yang teradsorpsi tidak terlalubanyak
,
grafik isoterm pun naik dengan perlahan,
yangmana menunjukkan bahwa telah terbentuk lapisan tunggal
.
Pada tekanan (P/
P0=
o,
45-1,
0) gas teradsorpsisemakin banyak
,
grafik isotermpun naik dengan cepat,
yangmana menunjukkan telah terbentuklapisan yang berlapis-lapis.
Data tersebut sesuai dengan grafik isotermBrunauertipe I,
yaitu jenisadsorpsi dari padatan yang memiliki struktur mikropori( <2nm).
Besarnyagas yang teradsorpsi oleh padatan katalis ini mengindikasikan bahwa material yang berstruktur mikropori memiliki luas permukaan yang tinggi.
Pada proses desorpsi gas N2,
grafik isotermal menunjukkanterbentuknya diagram-histeresis
,
yangmanajumlahgas N2terdesorpsi tidaksama dengan jumlahgas N2yangteradsorpsidikarenakan kondensasi kapiler padatan
.
Hal tersebut sesuai dengangrafik isoterm Brunauer tipeIV yang menunjukkan katalis memiliki strukturmesopori (2-50 nm) [17].
Luas permukaan spesifik (SBET) pori katalis Ru-Sn(3,o)/
Cyang diperoleh sebesar 207 m2/
g.
Apabila dibandingkan dengan luas permukaan spesifik (SBET) porikarbon aktif yang awalnya sebesar815
m2/
g,
maka terlihat bahwa SBETporikatalis Ru-Sn(3,o)
/
C jauh lebih kecil.
Adanyapenurunan nilaiSBETporikatalis dapat Metode standar internal digunakan untuk analisiskuantitatif produk hidrogenasi asam heksadekanoat dalam pelarut etanol
.
Kurvastandaryang dibuat berupa analit standar internal1,
6-heksanadiol dengan asam heksadekanoat sebanyak 4 buah dengan variasi (0,
000235:0,
000235)(0
,
000235:0,
000705),
dan(0,
000235:0,
000940),
(dalam satuanmol)dilarutkan dalam3 mLetanol.
Juga,standar internal1,
6-heksanadiol dengan heksadekana sebanyak3 buah(0
,
000235:0,
000470)(0
,
000279:0,
000277) dengan(0
,
000279:0,
000552),dan(0,
000279:0,000828),
dalam satuan mol) dilarutkan dalam 3 mL etanol.
Standar internal 1,
6-heksanadiol dengan l-heksadekanolsebanyak 3 buah dengan variasi (0
,
000277:0,000276
),
(0,
000277:0,
000552),
dan (0,
000277:0,
000827
),
dalam satuanmol)dilarutkan dalam3 mLetanol.
Kemudian0,
5pL sampel tersebut diinjeksikan ke KG pada kondisi pengukuranyangsamaseperti analisishasil hidrogenasi
.
Kemudian dicatat luasareanya untuk pembuatan kurva standar masing-masingcampuran sehinggadidapatkan nilai kemiringan sebagaifaktor pengali.
variasi
3.
Hasil
dan Pembahasan
3.1. Karakterisasi Katalis Ru-Sn(3,
o
)/
CGambar1menunjukkandifraksi sinar-X (XRD)dari katalis Ru-Sn(3,o)
/
Csebelum danseduah reduksi dengan gasH2.
Karbonaktif(C)muncul di sudut2=
23,3°untukα
α
α mempengaruhi kemampuanadsorpsigas oleh katalis dan
dapat mempengaruhi kinerjanya dalam proses reaksi hidrogenasi untuk mengubah reaktan menjadi produk utama yang diharapkan berupai-heksadekanol
.
Tabel1.Analisispermukaan dan pori sampelkatalis Ru-Sn( 3,o)
/
CmetodeBJH
Volume Diameter Pori (Vp) Pori (dp) (cm3/
g) (nm)Jumlah
Mikropori (%)Jumlah
Mesopori (%) adsorpsi nitrogen desorpsinitrogen 120 57,
0% 43,
0 0,
1015 1,
21 100-Ditentukan melalui adsorpsi gas N2 pada 77 K
berdasarkan persamaan Kelvin dan faktor koreksi dari ketebalan statistikberlapis-lapis
.
Analisis yang dapat dilakukan selanjutnya untuk perkiraan struktur katalis dan menunjukkan kemampuan adsorpsi katalis berdasarkan ukurannya adalah dengan metode perbandingan t-Plot dan s-Plot
.
Berdasarkan metode tersebut dapat diketahui luas permukaan mikropori,
mesopori,dan volumemikropori katalis.
Pada Gambar 4 menunjukkan grafik t-Plot menuju ke arah kanan(horizontal).
Berdasarkanreferensi grafikt-plot yang ada penggambaran grafiksepertiinimenunjukkan katalis memiliki struktur mikropori ( <2 nm) dan mengadsorpsibanyakgasN2dilihat dari kerapatantitik-titik adsorpsinya [17]
.
Namun, grafik tersebut juga menunjukkan gas N2 teradsorpsi oleh katalis yangberukuran mesopori ( >2 nm)
,
sehingga untuk lebih jelasnyagrafik ini kemudian dibandingkan dengan grafik pada s-Plot(Gambar 5).
SC CL. 80 -cz
.
r '. E v 60 -> c-
i Z £ 40 -SC y E =: 20 -© > 0 -T 04 0 0 0.2 0 6 0 8 1.0 P/PoGambar2
.
Grafik isotermadsorpsi-desorpsi gasN2metode BETkatalis Ru-Sn(3,o)
/
CPembuktian mengenai adanya mesopori dapat digunakan metodeBarret
-
Joyner-
Halenda(BJH
).
Metode inidapat menunjukkan distribusiukuran,
volume,
dan diameter pori katalis.
Berdasarkan data distribusi pori pada Gambar 3, katalis yang terdistribusi memiliki struktur mikropori berukuran kurang dari 2 nm dan mesoporisekitar2-46
nm.
t-Plot 100 0.0250 0 0225- 90 -0 -02-0-0- SC 80-—
£ 00175 -•3 70 -c. r~, 0 0150 -> £ 3 0 0125 « 60 -Z > 50 -0 -01-0-0- r-
l E Zll
= 0.0075I
40-|
30 -> 20 -MOOOWOU* © V.
ll
, 0 0050 -0 -0-025- O 10 15 20 25 30 35 00000 r 02 5 40 45 SO 10 -IW 0 nm 0 T TGambar3
.
Grafik distribusiukuran pori metodeBJH
katalis Ru-Sn( 3,o)/
C0.0 05 10 1.5 2.0 25
nm
Gambar4
.
Grafikt-Plot katalis Ru-Sn( 3,o)/
C Berdasarkan luasarea adsorpsi gas N2didapatkanbagian katalis yang berstruktur mikropori( <2nm)dan mesopori(2-
46
nm) sepertiyang terdapat pada Tabel1.
Hal tersebut menunjukkanbahwa katalis Ru-Sn(3,
o)/
C yang berhasil disintesis memiliki struktur mesopori sedikit lebih banyak dibandingkan struktur mikropori dilihat dari adsorpsi gas N2[17].
Banyaknya persebarankatalis yang berstuktur mesopori mempengaruhi kemampuan katalis dalam mengadsorpsi dan mendesorpsigas yang melewati katalismenjadikurang mampu
.
Hal ini yang kemudian memperkuat bukti menurunnya nilai(SBET) porikatalis Ru-Sn( 3,o)/
Cyang diperoleh.
Grafik s-Plot yang di perlihatkan pada Gambar 5 menuju ke arah kanan lurus di awal lalu naik ke atas sampai volume pori (Vp) sekitar 29 cm3
/
g.
Grafik lalu bergerak ke arah kanan(Vp~35cm3/
g)dan naik lagike atas(Vp ~48
cm3/
g),setelahnya grafik bergerak lurus ke arah kanan.
Berdasarkan referensi grafik t-plot penggambaran grafik seperti ini menunjukkan katalis memiliki perpaduan struktur antara mikropori (garis horizontal)dan mesopori(garisvertikal) [17].
α α α α α ═ ═
Jurnal
4 2019 117 TCD(uV) a-Plot 4000000 120i 660.3°C 110- 3500000-100 -3000000 -90- > c
-r
-
E 2500000 -80 -S'. 15 f '.
E 70 .2P 2000000 -'-j s. > 60-£
4 50 -§> 40 P P 1500000 -1000000 -u E 30-
500000-=
I
20 -0 -10 -300 400 500 600 Tempcratur(°C) 700 800 900 100 200 0 0.0 0.5 1.0 1.5 2 0 25 30Gambar6
.
Pola TPD-NH3katalis Ru-Sn(3,o)/
Cnm
Gambar5
.
Grafik s-Plotkatalis Ru-Sn(3,o)/
CPola TPD-NH3pada Gambar6 tersebut menunjukkan terdapat dua buah puncak desorpsi, yaitu pada temperatur 157
,
i°Cmenunjukkantingkat keasaman yang lemah berupa molekul Ru/
C [19] sebagai situs asamBronsted Berdasarkan perbandingan kedua grafikt-Plot dan
s-Plot menunjukkan bahwa katalis yang berstruktur mikropori memiliki kemampuan adsorpsi yang lebih besar dibandingkan struktur mesopori
.
Hal tersebut dikarenakan katalis yang berstruktur mikropori memiliki luaspermukaan yang lebih besar dibandingkan struktur mesopori,
terlihat dari titik-titikadsorpsi yang sangat rapat diukuran( <2nm).
Titik-titikadsorpsiyang sangat rapat menunjukkan bahwa katalis yang berstuktur mikropori mampu menyerap banyak gas.
Berdasarkanhal tersebut juga,
menunjukkanbahwa metode hidrotermal yang digunakan untuk sintesis katalis Ru-Sn(3,o)/
Ctelah berhasil mendapatkan katalis berstruktur mikropori yang diharapkan dan memiliki kemampuan adsorpsi yang besar.
Analisispermukaan dan porisampel katalis Ru-Sn( 3,o)/
Cmetode t-Plot dan s-Plot ditunjukkan pada Tabel2.
sedangkan temperatur 660
,3°C
menunjukkan tingkat keasaman yang kuat berupa molekul Ru-Sn/
Csebagai situsasamLewis[20],seperti yang ditunjukkanpadaTabel3.
[20]
Tabel3.Analisiskeasaman katalis Ru-Sn(3,o)
/
C Kekuatan situsasam(mmol
/
g) TotalSitusJumlah
asam (mmol/
g) TemperaturDesorpsi(°C)
Lemah Sedang Kuat 157
,
1 0,
1170
,
943660
,3
0,
826Diukur berdasarkan desorpsi temperaturprogramamonia(TPD NH3)
Jumlah
situsasamLewisyang ada pada katalis lebih besar dibandingkan dengan jumlah situsasamBronsted.
Hal tersebut karena dipengaruhi olehadanya logam Sn yang berinteraksi dengan logam Ru.
Definisi asamBronsted adalah asam sebagai donor hidrogen
,
pada katalis ini situs aktif logam Ru akan mengaktivasiH2yangberasal dari tekanan reaksi yang digunakan kemudian mendonorkannya ke substrat
.
DefinisiasamLewisadalahasamsebagai penerima pasanganelektron
,
padakatalis ini situs Sn akan menerima pasangan elektron dari oksigenyang berikatan rangkap dua dengan karbon(C O) padasubstrat.
Besarnya situsasamLewis(Sn2+/
Sn4+)yangada pada katalis akan mempengaruhi reaksi katalitik
,
karena logam Sn memiliki peran penting sebagai promotor dalam mempolarisasi gugus karbonil dari molekul asam (reaksi hidrogenasi) atau ester (reaksi hidrogenolisis)yang memudahkan transfer hidrogen dari situs Ru-H.
Pada tahapan ini terbentuk ionkarbanion yang tidak stabil dan diikuti eliminasi gugus OR'
menghasilkan gugus aldehida.
Atom hidrogen yang terikat pada logam Ru dalam katalis kembali ditransferkan ke gugus karbonil,
sehingga terbentuk lemak alkohol sebagai produknya seperti yang ditunjukkanpadaGambar 7[21].
Tabel2
.
Analisispermukaan danpori sampelkatalis Ru-Sn( 3,o)/
Cmetodet-Plot dan s-PlotMetode s-Plota Metode t-Plota Luas Area Luas Area Luas Area Volume
Mikropori Mikropori (m2
/g) (cmVg)
Luas Area Volume
.
Mikropori Mikropori (m2 /g) (cm3/g) Mesopori Mesopori (m2 /g) (m2 /g) 247,19 0,1177 12,552 5L771 0,1514 1,9205 aDitentukan melalui adsorpsigasN2pada 77K.Analisisdesorpsitemperatur program amonia( TPD-NH3) untuk mendapatkan data tingkat keasaman dan jumlah situs asam katalis
.
Data tersebut merupakan parameter penting yang dapat memberikan gambaran pengaruh pada kemampuan katalis dalam proses hidrogenasi ikatanC 0.
Jumlah
situsasamkatalis dapat ditentukan dari jumlah molekul gasNH3yang terdesoprsi di situsasam.
Semakin banyak gasNH3yangterdesorpsi oleh katalis maka semakin kuat pula keasaman katalis dan kereaktifan katalis menjadi tinggi.
Temperatur puncak menunjukkan kekuatan asam dan situs asam.
Puncak desorpsi pada rentang temperatur 150-300°C merupakan sifat untuk desorpsi gasNH3daridistribusi situs asam dengan tingkatan keasaman lemah,
300-650
°C untuk tingkatan keasaman sedang,
dan >650
°C untuk tingkatan keasaman kuat[18].
R reaksi dari entri
1-7 pada Tabel 4(rentang temperatur 120-I8O°C), kinerja hidrogenasi katalitik terbaik untuk menghasilkanproduki-heksadekanolterjadipadareaksi entri 7 temperaturi8o°Cdengan diperolehkonversiasam
heksadekanoat sebesar 86
,
24%, yield i-heksadekanol 4,
27%,
heksadekana 0,
15% dan etil heksadekanoat 81,
82%.
Untuk mengetahui jenis produk ester yang terbentuk dilakukan analisis menggunakan GC-MS dengan perpustakaan Wiley229.
LIB (SI: 2,
formula:C18H36O2
,
CAS: 628-97-7,
berat mol:284
,
namapembanding: etil heksadekanoat)
.
Profil GC-MS bisa dilihat GambarS5 padasuplemen.
Selain itu
,
untuk melihat pengaruh penambahan logam Sn terhadap kemampuan katalis dalam menghasilkan produkselektif dilakukan pula hidrogenasi menggunakan katalis logam tunggal berpengemban (Ru/
C)dengankondisi reaksi yang sama.
Sepertiyang ditunjukkan dalam reaksi entri8pada Tabel 4,
dengan katalis Ru/
Cdiperoleh konversi reaktan mencapai100% dengan yield etil heksadekanoat96
,82%
dan yield 1 -heksadekanol3,18%.
Apabilareaksi entri8katalis logam tunggal berpengemban (Ru/
C) dibandingkan dengan reaksi entri 7 katalis dua logam berpengemban ( Ru-Sn/
C), terlihat bahwa penggunaan katalis Ru-Sn/
C diperolehkonversi yang lebih rendah(86,
24%)denganyield l-heksadekanol lebih tinggi (4
,
27%),
sedangkan penggunaan katalis Ru/
Cdiperoleh konversi lebih tinggi (100%) dengan yield l-heksadekanol lebih rendah (3,18%)
.
Reaksi dengan katalis Ru-Sn/
Cdiperoleh produk heksadekana (yield 0,
15%),
sedangkan dengan katalis Ru/
Ctidak diperoleh produk heksadekana.
Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa penambahan logam kedua (Sn) pada katalis logam berpengemban dapat mempengaruhi kinerja katalitik dan selektivitas produkmenjadilebih baik.Penggunaan pelarutalkohol dan temperatur yang tinggi cenderung membuatasamheksadekanoat mudah mengalami esterifikasi dan berlangsung lebih cepat karena itulah yield etil heksadekanoat lebih banyak diperoleh
.
Etil heksadekanoat dapat terhidrogenolisis menjadil-heksadekanol dengan memutus ikatan ester,
tetapipadakeadaan ini kondisi reaksi tidak cukup untuk memutus ikatan tersebut.
Hidrogenasi etanol dari etil asetat telah dilaporkan menggunakan katalis Rh-Sn/
Si02 pada temperatur 270°C dan tekanan gas H2 5,
0 MPaselama2
,
2jamdiperoleh selektivitas etanol 97,
2% [23].
Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa reaktan asam heksadekanoat dapat terhidrogenasi menghasilkan produkl-heksadekanol pada temperaturyang rendah
.
Namun,diperlukan temperaturyang tinggi untuk dapat menghasilkan produk l-heksadekanolmelaluijalurhidrogenolisis dikarenakan harusmemutus ikatan ester yang ada pada
.
Jumlah
total situsasam yang dimiliki katalis juga merupakan hal penting yang dapat mempengaruhi kecepatan reaksi suatu ester untuk terhidrogenolisis menjadi l-heksadekanol [24].
Pada penelitian ini1
r
H-
C—H RCH2OH Lemak alkohol O Karbanion If•••-Ru-Gambar 7.Kemungkinan interaksiantara katalis dengan gugus karbonilasamlemak dengan situsasamRu-Sn 3.2. EfekTemperaturReaksi
Hidrogenasi heksadekanoat sangat dipengaruhi oleh temperatur reaksi dengan dugaan konversi meningkat dengan temperatur
.
Pada penelitian inipengaruh temperatur terhadap katalitik hidrogenasi dikerjakan dengan rentang 120-I8O°C seperti ditunjukkan pada Tabel 4.
Berdasarkan variasi temperatur yang digunakan tersebut,
diperolehkonversiasam heksadekanoat menurun setiap temperatur naik
io°C tetapi konversi menjadi meningkat setiap temperatur naik20°Cdari variasireaksi entri1
.
asam
Tabel 4.Efek temperatur reaksi menggunakan katalis Ru-Sn( 3,o)
/
C Yield3(%) Tempe- Konversi3 ratur (°C) (%) Entri 1- Etil Heksadekana heksadekanol Heksadekanoat 47,36 22,39 56,55 43,io 68,13 62,94 86,24 47,36 22,39 56,45 42,87 64,24 62,68 81.82 96.82 120 0,0 0,0 130 0,0 0,0 140 3 0,0 0,1 4 150 0,21 0,02 160 0,64 0,08 4,27 5 3,25 6 170 0,18 180 7 0,15 18ob 8 100 3,18 0,0Kondisi reaksi:katalis(0
,
05 g),
asamheksadekanoat (0,
00042 mol),
pelarut(5,
0mL),
tekanan H2awal(5,
0 MPa ),
dan waktu reaksi 6 jam.“
Konversi dan Yield ditentukan dengan KG menggunakan teknik internal standar.
bMenggunakankatalis Ru/
CTabel 4 menunjukkan reaksi entri1 dan 2 tidak diperoleh yield 1-heksadekanol maupun heksadekana
,
hanya diperoleh yield etil heksadekanoat.
Pada reaksi entri3 diperolehyieldheksadekana yang merupakan hasil hidrogenasi daril-heksadekanol.
Reaksi entri4,
5,
6,
dan 7 diperolehyieldl-heksadekanol dan heksadekana.
Asam karboksilat terhidrogenasi menjadi lemak alkohol yang kemudian terhidrogenasi lagi menjadi heksadekana.
Selain itu,
asam karboksilat mengalami esterifikasi menghasilkanester,
laluterhidrogenolisis menghasilkan lemak alkohol dan terhidrogenasi lagi menjadi heksadekana(Gambar8) [22].
Yield l-heksadekanol dapat diperoleh pada
temperatur 150 dan i8o°C dengan sedikit yield
heksadekana diperoleh
.
Pada temperaturi6o°C yield1 -heksadekanol diperoleh lebih banyak dibandingkan pada temperatur150°C.
Hanya sajapadakondisi temperatur iniyieldheksadekanamenjadilebih banyak terbentuk
.
Pada temperatur 170°Cyieldl-heksadekanol dan heksadekana menurundibandingkan temperaturi6o°C.
BerdasarkanJurnal
diperolehsitusasamLewis dengan jumlah yang cukup besar
.
Situs asam berperan sebagai situs adsorpsidan aktivasi untuk senyawa yang mengandung oksigen (0) yang kemudian akan dihidrogenolisis melalui aktivasi spesies H2dari situs logam[25].
Berdasarkan hal tersebutdalam penelitian ini diperolehyieldl-heksadekanol lebih
banyak pada temperatur i8o°C dibandingkan pada temperatur lainnya
.
Pada temperaturi8o°Ctersebutsaat reaktan mengalami esterifikasi sistem juga mengalami hidrogenasi,
dimana sisa-sisareaktan yang tidak/
belum berubah menjadi etil heksadekanoat terhidrogenasi menjadil-heksadekanol lalu terhidrogenasi lagimenjadi heksadekana.
Oleh karena itu pada temperatur i8o°C tersebut diperoleh yield heksadekana lebih sedikit dariyieldl-heksadekanol
.
3.3. EfektekananH2awal(MPa)
Hidrogenasiasamheksadekanoat memerlukan gas H2untuk mengaktivasi substratmenjadiproduk dengan
asumsi bahwa kecepatan hidrogenasi dipengaruhi oleh besarnya konsentrasi gas H2 di dalam sistem
.
Padapenelitian ini katalitik hidrogenasi dikerjakan dengan rentang tekanan awal gasH21
,
0-4,
0MPa sepertiyang ditunjukkan pada Tabel 5 untuk memahami proses hidrogenasiyang lebih baik.
Berdasarkan variasi tekanan yang digunakan tersebut,
diperoleh konversi asamheksadekanoat menurun pada variasi reaksi entri1ke entri2.Kemudiankonversi cenderungmenurundengan menurunnya tekanan gas H2 tetapi konversi kembali
meningkat pada variasi entri 7
.
Tabel5
.
Efek tekanan gasH2(MPa)menggunakan katalisRu-Sn( 3,o)
/
Chidrogenolisis etil heksadekanoat menjadi 1 -heksadekanol
.
Hal tersebut dikarenakan pada reaksi hidrogenolisisestermenjadil-heksadekanol diperlukanenergi yangbesar untukmelepaskanikatan etil yang ada pada etilheksadekanoat
.
Pada reaksi entri 4,
6,
dan 7 diperolehyieldl-heksadekanol,
tetapiyieldheksadekana tidakdiperoleh kecuali pada reaksientri5.
Pada kondisi ini,
besarnya tekanan gas H2 yang ada membuatterjadinyareaksi hidrogenolisis pada etil heksadekanoat membentuk l-heksadekanol
.
Berdasarkan reaksi yang dilakukan dengan tekanan awal gasH2darirentang1,
0-4
,
0 MPa,
diperoleh yieldl-heksadekanol terbesar padatekanan gas H2 4
,
0 MPa sebesar 0,
21%.
Tabel 6menunjukkan bahwa tekanan <5
,
0 MPa dapat menghasilkan produk l-heksadekanol,
namun yieldproduk yang dihasilkan lebih kecil
.
3.4.ReaksiKatalitikHidrogenasiAsamHeksadekanoat dengan VariasiWaktu Reaksi
Lamanyawaktu hidrogenasi juga diperkirakan dapat mempengaruhi proses hidrogenasi baik terhadap konversi reaktan maupunyieldproduk yang dihasilkan
.
Pada penelitian ini katalitik hidrogenasi dikerjakan denganrentang waktu1-18jamsepertiditunjukkanpada Tabel6.
Tabel6.Efek waktu reaksi menggunakan katalis Ru-Sn(3
,
o
)/
CYield3(%)
Waktu Konversi3
(Jam) (%)
Entri l-heksa- Heksa- Etil Heksa
-dekanol dekana dekanoat 53,62 53,06 75,02 73,27 1 1 0,0 0,07 0,06 0,03 53,55 52,92 74,96 73,03 6b 0,08 0,03 0,24 2 Yield1(%) 3 12 Tekanan Konversi3 (MPa) (%) Entri 1- Etil 18 4 0,0 Heksadekana heksadekanol Heksadekanoat
Kondisi reaksi:katalis(0
,
05 g),
asamheksadekanoat (0,
00042mol),
pelarut(5,
0mL),
temperatur(i50°C),dan tekananH2awal(3,0MPa).
aKonversi danYieldditentukandenganKGmenggunakanteknik internal standar
.
bDatadari tabel 5No
.
5.
Tabel 6 tersebut menunjukkan bahwa yield 1 -heksadekanol cenderung meningkat dengan bertambahnya waktu reaksi
,
sedangkan yieldheksadekana cenderungmenurun
.
Lamanyawaktu reaksi cenderung mempengaruhi diperolehnya yield alkohol yang semakin besar [13].
Heksadekana diperoleh dari hidrogenasi 1-heksadekanol,
sedangkan etil heksadekanoat yang terbentuk terhidrogenolisis menjadil-heksadekanol
.
Namun,padakondisi ini pun produk etil heksadekanoat masih mendominasiyieldyang diperoleh.
Lamanya waktu hidrogenasi yang dikerjakan masih belum bisa membuat produk etil heksadekanoat mengalami hidrogenolisis lebih banyak menghasilkan
yieldl-heksadekanol
.
Hidrogenasiasamheksadekanoat menjadi1-heksadekanol telah dilaporkan menggunakan katalis Pd -Re/
Cpada temperatur130°C, tekanan gasH22
,
0MPa,
pelarutn-heksana selama18jammenghasilkanyield produk sebesar 99
,67
% [26].
Apabila hasil reaksi0,67 58,55 1 1,0 59.22 65,30 61,05 59,15 53,06 43,83 62.23 0,0 6,28 2 1,5 0,0 59,02 60,72 3 2,0 0,0 0,33 4 2,5 0,03 0,08 0,0 59,12 0,06 5 3,0 52,92 6 0,04 43,79 62,02 3,5 0,0 4,0 7 0,21 0,0
Kondisi reaksi:katalis(0
,
05 g),
asamheksadekanoat (0,
00042mol),
pelarut(5,
0mL),
temperatur(i50°C),dan waktu reaksi 6 jam.
aKonversi dan Yield ditentukan denganKGmenggunakan teknik internal standar.
Keseluruhan reaksi yang dilakukan (Tabel 5) menunjukkanpembentukanester kembali mendominasi produk yang terbentuk
.
Pada reaksi entri1,
2,
dan 3 diperolehyieldheksadekanatetapi1-heksadekanol tidak terbentuk.
Hal tersebut menunjukkanbahwa produk1 -heksadekanol terhidrogenasi menjadi heksadekana,
sedangkan produk etil heksadekanoat yang ada tidak mengalami reaksi hidrogenolisis menjadi 1 -heksadekanol.
Konsentrasi hidrogen yang ada telah digunakan untuk mempercepat hidrogenasi menjadi produk heksadekana,
tetapi tidak cukup untuk prosespada tabel 6 di atas dibandingkan dengan laporan referensi [26] maka pembentukan produk 1 -heksadekanol dipengaruhi oleh penggunaan pelarut dalam hidrogenasi
.
Berdasarkan pengujian dengan variasiwaktu reaksi dari rentang1-18jam,diperoleh pada waktu 18 jam yield l-heksadekanol paling besar yaitu0
,
24%. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa lamanya waktu reaksi mempengaruhi pembentukan l-heksadekanol dari etil heksadekanoatyang terhidrogenolisis
.
3.5. ReaksiKatalitikHidrogenasiAsamHeksadekanoat dengan VariasiPelarut
Pengaruh pelarut terhadap reaksi katalitik hidrogenasi juga diteliti dengan penggunaan variasi pelarut seperti yang ditunjukkan pada Tabel 7
.
Tabel7.Efek pelarut menggunakan katalis Ru-Sn(3,o)
/
Cpelarut mempengaruhi laju reaksi suatu reaktan terkonversi menjadi produk dalam hidrogenasi suatu
asamkarboksilat[28]
.
Berdasarkan hasil variasi pelarut,
penggunaan pelarut etanol diperoleh konversi yang lebih besar dibandingkanpelarut lain yang digunakan,
yaitu 68,13%
dengan yield l-heksadekanol 0,64
%,
heksadekana3,
25%,
dan etilheksadekanoat64,
24%.Hidrogenasi asam heksadekanoat juga dilakukan menggunakan pelarut air saja
.
Pelarut air mampu menghasilkan produk l-heksadekanol,
tetapi ketika kondisi reaktor hidrogenasi mencapai temperatur ruang reaktan asam heksadekanoat yang tersisa kondisinya memadat,
sebabasamheksadekanoat sulit larut dalam air.
Hal tersebut menyebabkan sisa reaktan asamheksadekanoat tidak dapat terambil oleh semprit(alat untuk menginjeksi sampel ke KG)dan tidak terdeteksi pada KG
.
Untuk itu pada penelitian ini tidak dapat dilakukan perhitungan konversi reaktan asamheksadekanoat dan yield produk l-heksadekanol yang
terdeteksi
,
sebab luasarea sisareaktan yang terdeteksi olehKGdigunakan dalam perhitungan konversi.
Yield*(%)
Konversi3
Entri Pelarut l-heksa- Heksa- EsterHeksa -dekanol dekana dekanoat
(%) 68,13 2 etanokair (4:1) 64,70 3 2-propanol 26,60 4 2-propanol:air (4:1) 0,64 64,24 64,36 24,60 etanoP 3,25 0,36 0,0
Hidrogenasi C15H31CHO Hidrogcnasi
^ 15H31 CH>OH
;l
-
heksadekanol C|5H3,
COOHAsamheksadekanoat +H>
.
-
H;0 Heksadekanal Dehidrogenasi-H:^
0,0 0,0 64,70 0,12 0,0 64,58 F*
0|
2 2 2 2 Air 5 ST »2 I "C"H71
CO6
R""' esterheksadekanoat Kondisi reaksi:katalis(0,
05 g),
asamheksadekanoat(0
,
00042 mol), pelarut (5,
0 mL), temperatur (i6o°C),tekanan H2 awal (5
,
0 MPa), dan waktu reaksi 6 jam.
aKonversi danYieldditentukan denganKGmenggunakan teknik internal standar
.
bDatadari tabel4No.
5.
Tabel 7 tersebut menunjukkan bahwa penggunaan pelarut etanol cenderung lebih mampu menghasilkan produk l-heksadekanol dibandingkan pelarut 2 -propanol
.
Pada pelarut 2-propanol reaksi berhenti sampai esterifikasi,
tidak terjadi hidrogenasi sehingga tidak ada produkl-heksadekanol maupun heksadekanayangdiperoleh
.
Campuranpelarut etanol:air membuat konversi reaktanmenjadimenurundibandingkan hanya menggunakan pelarut etanolsaja,
produkester masih dihasilkan paling banyak dan terjadi hidrogenasi menghasilkan produk l-heksadekanol.
Selain itu,
campuran pelarut etanokair lebih baik dalam menghasilkan produk l-heksadekanol dibandingkancampuran pelarut 2-propanol:air
.
Reaksi esterifikasi dapatterjadipada pelarut2-propanol dan2-propanol:air menghasilkan ester heksadekanoat,
sedangkan reaksi hidrogenasi hanya terjadi pada pelarut 2-propanol:air menghasilkanl-heksadekanol.
Penggunaan pelarut polar pada reaksi hidrogenasi akan mempengaruhi polaritas permukaan katalis [14].
Berdasarkan kepolarannya,
etanol lebih polar (0,654
) dibandingkan 2-propanol(0
,546
) sehingga etanol lebih mampu mempengaruhi aktivitas katalitik katalis.
Pelarut polar meningkatkan adsorpsi reaktan tidak polar [15].
Penggunaan pelarut etanolmemiliki kereaktifanyang lebih baik dibandingkan pelarut 2-propanol dalam hidrogenasi [27].
KepolaranC14H:9CH=CH2 Heksa( G15H32 ekena Pentadekana
I
i-
-Heksadekana ! Gambar8.
Perkiraan mekanisme reaksi hidrogenasiasamheksadekanoat
4
.Kesimpulan
Sintesis katalis dua logam terembankan menggunakan metode hidrotermal dapat menghasilkan katalis yang berstruktur mikropori danmesoporidengan luaspermukaan spesifik(SBET)207 m2
/
g,
volume pori(BjH)
0
,
1015cm3/
g,
dan diameterpori(BjH)1,
21nm.
Penggunaan metode tersebut dalam penelitian ini terbentuk katalis dua logam dengan karakteristik puncak Ru3Sn7 (310), Ru3Sn7(32i),
danRu3Sn7(4ii)setelah reduksi dengan gas H2 pada temperatur 400°C dan 500°C.
Katalis yangdidapatkan mengandung situs asam lemah (asam
Bronsted) berupa molekul Ru
/
C dan situs asam kuat (asamLewis)berupamolekul Ru-Sn/
C.
Hidrogenasiasamheksadekanoat menggunakan katalis Ru-Sn(3,o)
/
C dengan pelarut etanol pada temperatur dan tekanan rendah serta waktu yang singkat telah cukup mampu untuk mengkonversi reaktan menjadi produk.
Produk target yang diharapkan berupa l-heksadekanol masihbelum terbentuk denganefektif pada kondisi reaksi yang digunakan
.
Pelarut etanol sebagai pelarut polar yang digunakan cenderung membentuk produk intermedietJurnal
4 2019International
Journal
of Organic Chemistry,
4,
(2014)219-224http:
//
d0i.
0rg/
10.4236
/
ij0c.
2014.44025.
[8] Xin Di
,
Chuang Li,
BingsenZhang,
Ji
Qi,
Wenzhen Li,
Dangsheng Su
,
Changhai Liang,
Role ofRe and Ru inRe-Ru
/
C Bimetallic Catalysts for the AqueousHydrogenation of Succinic Acid
,
Industrial &Engineering Chemistry Research
,
56,
16,
(2017)4672
-4683http:/ /doi.
org/io.
iQ2i/acs.
iecr.
6bo4875[9] Adriana M
.
Silva,
Onelia A.
A.
Santos,
Marco A.
Morales
,
Elisa M.
Baggio-Saitovitch,
ElizabeteJordao
,
Marco A.
Fraga,
Role of catalystpreparationon determining selective sites for hydrogenation of
dimethyl adipate over RuSn
/
Al203
,
Journal
ofMolecular CatalysisA:Chemical
,
253,
1,
(2006)62-69
https:
//
d0i.0rg/
10.1016/
j.m0lcata.2006.03.005[10] S
.
A.
daS.
Corradini,
G.
G.
Lenzi,
M.
K.
Lenzi,
C.
M.
F.
Soares
,
0.
A.
A.
Santos,
Characterization andhydrogenation of methyl oleateover Ru
/
Ti02,
Ru-Sn
/
Ti02catalysts,
Journal
of Non-
Crystalline Solids,
354
,
42,
( 2008)4865
-4870
https:
//
d0i.
0rg/
10.1016/
j.
jn0ncrys0l.2008.04.
040 [11]Esther Bailon-Garcia,
FranciscoJ
.
Maldonado-Hodar
,
Agustin F.
Perez-Cadenas,
FranciscoCarrasco-Marin
,
Catalysts Supported on CarbonMaterialsfor the Selective Hydrogenationof Citral
,
Catalysts
,
3,
4,
( 2013)853
-877
https:/ /doi
.
org/io.
33QO/catal3Q4o853[12]Xia Gao
,
Darning Tong,
Heng Zhong,
BinbinJin
,
Fangming
Jin
,
Hua Zhang,
Highly efficientconversion offatty acids into fatty alcohols withaZn overNicatalyst inwater
,
RSCAdvances,
6,
33,
(2016)27623
-27626
http:/ /
doi.org/
io.iQ3Q/
C6RAoii50K[13]ZhichengLuo
,
Qiming Bing, Jiechen
Kong,
Jing-yaoLiu
,
Chen Zhao,
Mechanism of supported Ru3Sn7nanocluster-catalyzed selective hydrogenation of coconut oil to fatty alcohols
,
Catalysis Science &Technology
,
8,
5,
( 2018)1322-1332http:/ /doi
.
org/io.
iQ3Q/C8CYooo37A[14]
Jan
W.
Veldsink,
MartinJ.
Bouma,
Nils H.
Schoon,
Antonie A
.
C.
M.
Beenackers,
HeterogeneousHydrogenation of Vegetable Oils: A Literature
Review
,
Catalysis Reviews,
39,
3,
(1997) 253-318
https:/ /doi
.
org/io.
io8o/oi6i4Q4Q7QQ353778[15]UtpalK
.
Singh,
M.
Albert Vannice,
Kinetics of liquid-phase hydrogenation reactionsoversupported metal
catalysts
—
areview,
Applied CatalysisA-
General,
213,
1
,
(2001) 1-24 https://
doi.org/
io.ioi6/
SOQ 26-86OX(OO)OO885-I[16]Rodiansono Rodiansono
,
MuhammadIqbalPratama,
Maria Dewi Astuti
,
Abdullah Abdullah,
AgungNugroho
,
Susi Susi,
Selective Hydrogenation ofDodecanoic Acid to Dodecane-i-ol Catalyzed by
Supported BimetallicNi-SnAlloy
,
Bulletin of Chemical Reaction Engineering & Catalysis,
13,
2,
( 2018) 311-319http:
//
doi.org/
io.Q7'67
/
bcrec.i3.2.i7Q0.3ii-3iQ[17]Sebastian Storck
,
Helmut Bretinger,
Wilhelm F.
Maier
,
Characterization of micro- and mesoporoussolids by physisorption methods and pore-size
analysis
,
Applied Catalysis AGeneral,
174,
1,
(1998
)137-
146
https:
//
doi.
org/
io.
ioi6/
S0926
-86oX(98
)ooi64
-iberupaester
.
Hal tersebut membuatkondisi reaksi yang rendah menjadi tidak efektif dalam hidrogenasi untuk membentuk produk target.
Ucapan
Terima Kasih
Semua penulis( NA, RR
,
KM) mengucapkan terima kasih kepada BPDPKS-Kementerian Keuangan Pemerintah Indonesia dengan nomor kontrak:PRJ
-49
/
DPKS/
2016 tahun anggaran 2016/
2017 dan Kementerian Riset,
Teknologi dan Pendidikan Tinggi (KemenRistekdikti) melalui Hibah Penelitian Berbasis Kompetensi (PBK) tahun anggaran 2018/
2019 dengan nomor kontrak: SP DIPA-042.06
-1.401516/
2018atasan dukungan finansial.
Daftar
Pustaka
[1]
James
Pritchard,
GeorgyA.
Filonenko,
RobbertvanPutten
,
EmielJ.
M.
Hensen,
Evgeny A.
Pidko,
Heterogeneous and homogeneous catalysis for the hydrogenation of carboxylic acid derivatives: history
,
advances and future directions
,
Chemical Society(2015)
Reviews
,
44http:
//
d0i.0rg/
10.103Q/
C5CS00038F3808
-3833
11
[2] Kari Pirkanniemi
,
Mika Sillanpaa,
Heterogeneouswater phase catalysis as an environmental
application: a review
,
Chemosphere,
48
,
10,
(2002)1047-1060
https:
//
doi.
org/
io.
ioi6/
Soo45-6535
(02)ooi68-6[3] Makoto Toba
,
Shin-ichi Tanaka,
Shu-ichi Niwa,
FujioMizukami
,
Zsuzsanna Koppany,
Laszlo Guczi,
Kien-Yoo Cheah
,
Thin-Sue Tang,
Synthesis ofalcohols and diols by hydrogenation of carboxylic acids andestersoverRu-Sn-AI2O3catalysts
,
Applied Catalysis A: General,
189
,
2,
(1999) 243-250https:
//
doi.org/
io.ioi6/
SOQ26-86oX(QQ)OQ28i-i[4] Takanori Miyake
,
Takahiko Makino,
Shin-ichiTaniguchi
,
Hiroko Watanuki,
Tomohiro Niki,
ShizukaShimizu
,
Yuki Kojima,
Makoto Sano,
Alcoholsynthesis by hydrogenation of fatty acid methyl
esters on supported Ru-Sn and Rh-Sn catalysts
,
Applied Catalysis A:General
,
364
,
1,
( 2009) 108-112https:/ /d0i
.
0rg/10.1016/ j.
apcata.
200Q.
05.036[5] Haresh G
.
Manyar,
Cristina Paun,
Rashidah Pilus,
DavidW
.
Rooney, Jillian
M.
Thompson,
ChristopherHardacre
,
Highly selective and efficienthydrogenation of carboxylic acidsto alcohols using
titania supported Pt catalysts
,
ChemicalCommunications
,
46
,
34,
(2010)6279
-6281http:/ /doi
.
org/io.
iQ3Q/CoCCoi365l[6] Rodiansono
,
Syahrul Khairi,
Takayoshi Hara,
Nobuyuki Ichikuni
,
Shogo Shimazu,
Highlyefficient and selectivehydrogenation of unsaturated carbonylcompounds using Ni-Sn alloy catalysts
,
Catalysis Science & Technology,
2,
10,
(2012) 2139-2145http:
//
doi.org/
10.103Q/
C2CY20216F[7] QiLin
,
Huirong Zheng,
GuocaiZheng,
Xinzhong Li,
Benyong Lou
,
Effects of Yttrium Doping on thePerformance of Ru-Based Catalysts for
Catalysis
,
219,
1,
(2003)52-58
https:
/ /
doi.org/
io.1016/
80021-0517( 02)00184
-2[18]YapingWan
,
WenruZhao,
YuTang,
Liang Li,
HuijunWang
,
Yunlong Cui,
Jinlou
Gu,
Yongsheng Li,
Jianlin
Shi
,
Ni-Mn bi-metal oxide catalysts for the lowtemperatureSCR removal of NOwith NH3
,
AppliedCatalysis B: Environmental
,
148
-149,
(2014)114-122https:/ /doi
.
Org/io.
ioi6/j.
apcatb.
2Qi3.
io.
04Q[19]LungangChen
,
YuleiZhu,
HongyanZheng,
ChenghuaZhang
,
Bin Zhang,
Yongwang Li,
Aqueous-phasehydrodeoxygenation of carboxylic acidsto alcohols
or alkanes over supported Ru catalysts
,
Journal
of Molecular Catalysis A: Chemical,
351,
(2011) 217-227https:/ /d0i
.
0rg/10.1016/j.
m0lcata.
2011.10.
015[20]De Fang
,
Feng He,
Xiaoqing Liu,
KaiQi,
Junlin
Xie,
Fengxiang Li
,
ChongqinqYu,
LowtemperatureNH3-SCR of NOoveran unexpected Mn-based catalyst:
Promotional effect of Mg doping
,
Applied SurfaceScience
,
427,
( 2018)45-55https:/ /d0i
.
0rg/
10.1016/ j.
apsusc.
2017.08.
088[21] V
.
M.
Deshpande,
K.
Ramnarayan,
C.
S.
Narasimhan,
Studies on ruthenium-tin boride catalysts II
.
Hydrogenation of fatty acidesters to fatty alcohols
,
Journal
of Catalysis,
121,
1,
( 1990 ) 174-182https:/ /d0i
.
0rg/l0.10l6/0021-Q517(Q0 )Q0227-B [22]Kenichi Kon,
Wataru Onodera,
Satoru Takakusagi,
Ken-ichi Shimizu
,
Hydrodeoxygenationof fatty acidsand triglycerides by Pt-loaded Nb
205
catalysts,
Catalysis Science & Technology
,
4,
10,
(2014)3705-2712http:/ /doi
.
org/io.
iQ2Q/C4CYoo757C[23]0
.
A.
Ferretti,
J.
P.
Bournonville,
G.
Mabilon,
G.
Martino
,
].
P.
Candy,
J.
M.
Basset,
Surfaceorganometallic chemistry on metals: Part IV
.
Selectivehydrogenation of ethylacetate to ethanol
on RhSn
/
Si02 bimetallic catalysts: A mechanisticstudy
Journal
of Molecular Catalysis,
67,
3,
(1991)283
-2Q4https://
doi.org/
io.ioi6/
0204-5iQ2(Qi)8oo40-A[24]E
.
S.
Vasiliadou,
E.
Heracleous,
I.
A.
Vasalos,
A.
A.
Lemonidou
,
Ru-based catalysts for glycerolhydrogenolysis
—
Effect of support and metalprecursor
,
Applied Catalysis B:Environmental,
92,
1,
(2009)90-99
https:/ /doi
.
Org/
io.
ioi6/ j.
apcatb.
200Q.
Q7.
oi8[25]A
.
Ng K.
Lup,
F.
Abnisa,
W.
M.
A.
W.
Daud,
M.
K.
Aroua,
Acidity
,
oxophilicity and hydrogen stickingprobability of supported metal catalysts for
hydrodeoxygenation process
,
IOP Conference Series:MaterialsScience and Engineering
,
334,
( 2018)012074http:
/ /
d0i.0rg/
10.1088/
1757-8QQx/
224/
1/
012074[26]
Johannes
Ullrich,
Bernhard Breit,
SelectiveHydrogenation of Carboxylic Acids to Alcohols or
Alkanes Employing a Heterogeneous Catalyst
,
ACSCatalysis
,
8,
2,
( 2018)785
-789
http:
//
d0i.0rg/
10.1021/
acscatal.7b02484
[27]Hideyuki Takagi
,
Takaaki Isoda,
Katsuki Kusakabe,
Shigeharu Morooka
,
Effects of Solvents on theHydrogenation ofMono-Aromatic Compounds Using
Noble-Metal Catalysts
,
Energy&Fuels,
13,
6,
(1999)1191-
1196
http://
doi.org/
io.i02i/
efQQQo6im[ 28]Mihaela Maris
,
Wolf -Riidiger Huck,
Tamas Mallat,
Alfons Baiker