Special Report
LAPORAN KHUSUS FUNDAMENTAL & TEKNIKAL
Research Department
Senin, 24 October 2016
DISCLAIMER:
All contents of this report have been prepared by the Research Dept. of Valbury Asia Futures and are provided solely for informational purpose. We have taken reasonable measures to ensure the accuracy of the report, however, do not guarantee its accuracy and will not accept liability for any consequential loss or damage which may arise directly or indirectly from any use of the report.
Published by RESEARCH DEPARTMENT – PT VALBURY ASIA FUTURES
Menara Karya 9th Floor, Jl. HR Rasuna Said Blok X-5 Kav. 1-2 Jakarta 12950 Indonesia, Phone : +6221-25533777 Email: [email protected] | Twitter: @researchvaf | Web-Link: www.valburyfutures.co.id/futures_research.php
Research Dept.
Special Report
Senin, 24 October 2016
Review (17 – 21 October)
1. UK Inflation (September)
Selasa, October 18, 2016 Actual Forecast Previous
Inflation (MoM) (SEP) 0.20% 0.20% 0.30%
Inflation (YoY) (SEP) 1.00% 0.90% 0.60%
Core Inflation (YoY) (SEP) 1.50% 1.40% 1.30%
Naiknya harga untuk pakaian, kamar hotel dan bensin telah menyebabkan tingkat tertinggi inflasi dalam hampir dua tahun, angka resmi menunjukkan.
Menurut data yang dirilis Kantor Statistik Nasional (ONS), inflasi naik menjadi 1.0% pada bulan September, naik dari 0.6% pada bulan Agustus. Ini adalah peningkatan terbesar pada bulan-bulan (MoM) sejak Juni 2014. Tingkat 1% juga adalah yang tertinggi sejak November 2014, namun masih cukup rendah dibandingkan rata-rata dalam sejarah.
Harga pakaian mengalami kenaikan harga terbesar sejak 2010 dan bahan bakar, yang jatuh tahun lalu,
juga menjadi lebih mahal.
Research Dept.
Special Report
Senin, 24 October 2016
Namun, ONS mengatakan "tidak ada bukti eksplisit" jatuhnya poundsterling adalah pemicu kenaikan harga.
CPI mengukur harga dari "keranjang belanja" lebih dari 700 item, mulai dari biaya legging wanita hingga minuman bersoda. Para ekonom telah memperkirakan apabila harga akan meningkat lebih lanjut, terutama perlemahan pound yang membuat makanan dan pakaian menjadi lebih mahal.
2. US Inflation (September)
Selasa, October 18, 2016 Actual Forecast Previous
Inflation (MoM) (SEP) 0.30% 0.30% 0.20%
Inflation (YoY) (SEP) 1.50% 1.50% 1.10%
Inflation Ex Food & Energy (MoM) (SEP) 0.10% 0.20% 0.30%
Inflation Ex Food & Energy (YoY) (SEP) 2.20% 2.30% 2.30%
Consumer Price Index n.s.a. (SEP) 241.428 241.498 240.849
Consumer Price Index Core Index s.a. (SEP) 248.61 248.72 248.33
Inflasi US di bulan September mencatatkan kenaikan terbesar dalam lima bulan terakhir karena harga bensin dan sewa yang melonjak, menunjukkan kenaikan inflasi yang stabil. Hal ini bisa menjaga the Fed di jalur untuk menaikkan suku bunga pada bulan Desember.
Inflasi meningkat 0.3% di bulan September setelah naik 0.2% di bulan Agustus. Dalam 12 bulan hingga September, Inflasi menanjak 1.5%, kenaikan tahun-ke-tahun yang terbesar sejak Oktober 2014.
Sedangkan untuk tahun ini sampai Agustus, inglasi naik 1.1%.
Lonjakan 5.8% pada harga bensin menyumbang lebih dari setengah dari keseluruhan kenaikan inflasi
bulan lalu. Orang Amerika juga membayar lebih untuk listrik, dimana kenaikan harga listrik di bulan
September adalah yang terbesar sejak Desember 2014.
Research Dept.
Special Report
Senin, 24 October 2016
3. China GDP (3Q)
Rabu, October 19, 2016 Actual Forecast Previous
GDP YTD (YoY) (3Q) 6.70% 6.70% 6.70%
GDP SA (QoQ) (3Q) 1.80% 1.80% 1.80%
GDP (YoY) (3Q) 6.70% 6.70% 6.70%
Perekonomian China tingkat tahunan meningkat sebesar 6.7% pada kuartal ketiga, sesuai dengan target setahun penuh dari pemerintah, namun ada kekhawatiran tingkat utang perusahaan yang meningkat serta pasar property yang memanas.
Banyak ekonom percaya apabila pertumbuhan di China tahun ini lebih baik dari yang diharapkan, merupakan hasil dari ekspansi kredit yang berbahaya, terutama pada real estate dan proyek-proyek infrastruktur yang didukung negara.
Dua mesin pertumbuhan yang penting yakni penjualan ritel dan investasi, telah menopang ekonomi China tahun ini, masing-masing naik 10.7% dan 8.2% pada bulan September. Sementara itu, pertumbuhan produksi industri melamban menjadi 6.1%.
4. Australia Unemployment Rate (September)
Kamis, October 20, 2016 Actual Forecast Previous
Employment Change (SEP) -9.8k 15.0K -8.6k
Unemployment Rate (SEP) 5.60% 5.70% 5.70%
Full Time Employment Change (SEP) -53k 10.1k
Part Time Employment Change (SEP) 43.2k -18.6k
Participation Rate (SEP) 64.50% 64.80% 64.70%
Research Dept.
Special Report
Senin, 24 October 2016
Sebelumnya survey Reuters memperkirakan akan penambahan 15 ribu pekerjaan, namun tingkat pengangguran naik 0.1% menjadi 5.7% oleh kenaikan pada tingkat partisipasi tenaga kerja. Namun, sebaliknya terjadi dengan hilangnya 9800 pekerjaan namun pengangguran justru turun ke 5.6% dibandingkan dengan bulan Agustus yang direvisi naik 5.7%.
Penurunan pengangguran didorong sepenuhnya oleh penurunan tingkat partisipasi - proporsi orang dalam pekerjaan atau aktif mencari untuk itu turun dari 64.7% menjadi 64.5%.
Mungkin lebih mengkhawatirkan selain penurunan partisipasi adalah hilangnya 9800 pekerjaan. Biro Statistik memperkirakan bahwa 53 ribu posisi penuh waktu menghilang di bulan September, hanya sebagian digantikan oleh 43 ribu pekerjaan paruh waktu baru.
Fokus (24 – 28 October)
1. UK Advance Gross Domestic Product (3Q)
Kamis, October 27, 2016 Actual Forecast Previous
Gross Domestic Product (QoQ) (3Q A) 0.30% 0.70%
Gross Domestic Product (YoY) (3Q A) 2.10% 2.10%
Research Dept.
Special Report
Senin, 24 October 2016
Pada hari Kamis, Inggris mengeluarkan laporan kuartal penuh data pertumbuhan ekonomi yang pertama kalinya sejak negara itu memutuskan untuk meninggalkan Uni Eropa pada akhir Juni. Segera setelah referendum, sebagian besar ekonom memprediksi negara akan jatuh ke dalam resesi.
Sejak itu, semua data resmi dan survei swasta menunjukkan ekonomi telah terbukti bisa bertahan sejauh ini. Namun, kekuarian apabila Perdana Menteri Theresa May condong ke arah "hard Brexit"
(tidak ada upaya untuk tetap berada di dalam pasar tunggal Uni Eropa demi penerapan kontrol imigrasi) bisa menghidupkan kembali ketakutan.
Prospek keseluruhan pertumbuhan bagaimanapun secara signifikan lebih lemah dari sebelum referendum. Angka pada hari Kamis diperkirakan menunjukkan ekonomi Inggris tumbuh 0.3% pada kuartal ketiga, kurang dari setengah dibandingkan dengan 0.7% kuartal kedua.
Sementara indikator ekonomi riil belum menunjukkan perlambatan, indikator sentimen mensinyalkan pertumbuhan yang lebih lemah untuk kuartal mendatang.
Sterling telah jatuh sekitar 18% terhadap US dolar ke posisi terendah multi-dekade sejak referendum.
Yang seharusnya membantu eksportir, tetapi juga berarti inflasi kemungkinan akan meningkat tajam, mengeruhkan prospek kebijakan moneter.
Kekhawatiran tentang inflasi telah membelah pandangan ekonom dalam hal tingkat suku bunga.
Sebuah mayoritas tipis dalam jajak pendapat Reuters memperkirakan Bank of England akan memangkas suku bunga sebesar 15 basis poin, menjadikannya ke rekor rendah 0.1%.
2. US Advance Gross Domestic Product (3Q)
Jumat, October 28, 2016 Actual Forecast Previous
Gross Domestic Product (Annualized) (3Q A) 2.50% 1.40%
Personal Consumption (3Q A) 2.60% 4.30%
Gross Domestic Product Price Index (3Q A) 1.30% 2.30%
Core Personal Consumption Expenditure (QoQ) (3Q A) 1.60% 1.80%
Setelah mengawali tahun dengan lamban, data pada hari Jumat diharapkan untuk menunjukkan bahwa
ekonomi AS meningkat tajam pada kuartal ketiga. Ekonom memperkirakan GDP tumbuh 2.5%, naik dari
1.4% tingkat persen pada kuartal sebelumnya. Pertumbuhan belanja konsumen diperkirakan telah
melambat secara berurutan tetapi ekonom masih mengandalkan kontribusi yang kuat dari penjualan
mobil.
Research Dept.
Special Report
Senin, 24 October 2016
Sementara itu, indeks dolar stabil di 98.614 (Senin), tidak jauh dari 98.813 yang dicapai pada Jumat lalu, ini adalayn tingkat yang tertinggi sejak 3 Februari 2016.
Mata uang AS terdorong pekan oleh anjloknya mata uang Euro setelah Bank Sentral Eropa mamadamkan harapan akan kemungkinan melakukan pengetatan moneter.
US dolar juga didukung oleh komentar hawkish dari pejabat Fed termasuk Presiden Fed New York William Dudley dan harapan yang lebih tinggi yang Hillary Clinton akan memenangkan pemilihan presiden AS, yang telah meningkatkan keyakinan investor apabila the Fed akan menaikkan suku pada bulan Desember.
USD/JPY: Rebound tertahan di fibonacci 61.8%!
• Perlemahan Yen Jepang selama sebulan terakhir lebih disebabkan penguatan US dollar yang dipicu oleh rencana kenaikan suku bunga the Fed. Sedangkan dari domestik, tidak ada sinyal dari BoJ untuk memperluas paket stimulus. Data ekonomi penting yang akan dirilis minggu ini hari Jumat adalah data inflasi untuk September diperkirakan akan tetap sama seperti pada bulan Agustus.
• Technical : Setelah keluar dari pola descending triangle, USDJPY rally tertahan fibo retracement
61.8% di 104.50. Potensi upside hingga level 107 apabila harga berhasil melewati resistance!
Research Dept.
Special Report
Senin, 24 October 2016