• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

commit to user 32 BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Peneltian

Penelitian ini merupakan sebuah penelitian kepustakan objek sastra anak dalam majalah Panjebar Semangat edisi (1 – 53) tahun 2016.

Berdasarkan obyek penelitian, maka penelitian ini dilaksanakan di SMK Batik 1 Surakarta. Waktu yang dialokasikan dalam penelitian ini yaitu selama enam bulan, yaitu bulan Desember 2017 sampai dengan bulan Mei 2018. Adapun rincian waktu dalam kegiatan penelitian sebagai berikut.

Tabel. 3.1 Tabel waktu Penelitian

No Jenis Kegiatan Des Jan Feb Mar April Mei 1 Pengajuan Judul

2 Penyusunan Proposal 3 Pengajuan

Proposal 4 Perijinan Penelitian 5 Pengumpulan

Data

6 Analisis Data 7 Penyusunan

Laporan

B. Metode dan Pendekatan Penelitian

Berdasarkan masalah yang diajukan, di dalam penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra dan bentuk penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Menurut Zuldafrial dan Lahir (2012: 5) menjelaskan bahwa data deskriptif merupakan data yang berisi tentang gambar, data, bukan angka. Adapun objek dalam penelitian ini adalah cerkak yang juga merupakan gambar, kata, dan paragraf. Sudarwan (2002: 61) menjelaskan bahwa pada penelitian kualitatif, data yang

(2)

commit to user

dikumpulkan umumnya berbentuk kata-kata, gambar- gambar, dan kebanyakan bukan angka-angka. Data-data tersebut nantinya akan di olah dan dijadikan sebagai data. Azwar (2015: 6) berpendapat bahwa penelitian deskriptif bertujuan untuk menggambarkan fakta secara akurat me ngenai populasi atau dalam bidang tertentu. Fakta-fakta yang dikumpulkan tersebut menggambarkan situasi ataupun kejadian.

C. Data dan Sumber Data

Data yang akan dikaji dalam penelitian ini merupakan data kualitatif.

Menurut Sugiyono (2010: 400 - 401) menjelaskan bahwa dalam penelitian kualitatif, sampel sumber data dipilih secara purposive dan bersifat snowball sampling. Artinya, penentuan sampel sumber data, pada proposal masih bersifat sementara, dan akan berkembang kemudian setelah penelitian di lapangan. Jadi, dalam sumber data pada tahap awal memasuki lapangan akan dipilih orang-orang yang memiliki kriteria baik agar dapat

“membukakan pintu” terhadap para peneliti yang akan melakukan pengumpulan data. Menurut Suwartono (2014: 41) pengumpulan data merupakan suatu cara untuk mengumpulkan data, menghimpun, mengambil, atau menjaring dalam penelitian. Pertimbangan yang terdapat dalam pengumpulan sebuah data yaitu dengan cara menggali dan mencari tahu informasi. Teknik pengumpulan data dan analisis data pada kenyataannya tidak mudah untuk dipisahkan, Gunawan (2014: 210).

Data di penelitian ini diperoleh melalui menganalisis 6 cerkak yang terdapat dalam majalah Panjebar Semangat. Cerkak yang dianalisis merupakan cerkak yang terbit pada tahun 2016, yaitu: “Ibune Ratih”,

“Ibuku kang Wis Swargi, “Aku”, “Kenyung”, “Riyaya gak nggoreng kopi”, “Budhe Bekti”. Adapun sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.

(3)

commit to user 1. Dokumen

Data yang digunakan dalam penelitan ini adalah dokumen yang berupa cerkak. Sumber data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder.

a. Data primer

Sumber data primer yang terdapat dalam penelitian ini berupa kumpulan cerkak yang terdapat dalam majalah Panjebar Semangat edisi (1 – 53) tahun 2016. Cerkak-cerkak tersebut meliputi: “Ibune Ratih”,

“Ibuku kang Wis Swargi, “Aku”, “Kenyung”, “Riyaya gak nggoreng kopi”, “Budhe Bekti”.

b. Data sekunder

Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini adala h majalah Panjebar Semangat, buku yang relevan, jurnal internasional, jurnal nasional dan lain sebagainya.

c. Informan

Informan yang dipilih dalam penelitian ini adalah guru, siswa, dan ahli sastra. Informan yang pertama adalah guru yang berasal dari SMK Batik Surakarta yaitu Bagus Wahyu Setyawan. Informan kedua adalah siswa, yaitu Amelia dan Dela dari SMK Batik 1 Surakarta. Informan ketiga yaitu Prof. Dr. Herman J. Waluyo, S.Pd., M.Pd sebagai ahli sastra.

D. Teknik Pengambilan Subjek Penelitian

Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive sampling. Menurut Setyosari (2013: 196 - 198) purposive sampling yaitu cerminan yang menentukan seberapa jauh sampel tersebut dapat memberikan manfaat dalam peneliti yang membuat kesimpulan. Hal tersebut berkaitan dengan sampel yang akan dipilih peneliti nantinya.

Menurut pendapat Siswantoro (2010: 73) purposive sampling merupakan pengambilan suatu sampel pada saat akan penelitian dengan menggunakan tujuan penelitian tersebut. Peneliti mengutip bagian-bagian yang ada dalam cerkak di majalah Panjebar Semangat edisi (1 – 53) tahun 2016

(4)

commit to user

sebagai sumber data yang digunakan dalam menganalisis sastra anak dalam cerkak yang terdapat pada majalah Panjebar Semangat edisi (1 – 53) tahun 2016. Kutipan-kutipan tersebut berupa kalimat berbahasa jawa yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Adapun kamus yang digunakan dalam penelitian ini adalah Bausastra Jawa karangan W.J.S.

Poerwodaminta.

E. Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data yang terdapat pada penelitian kualitataif memiliki beberapa aspek-aspek. Satori Djam’an dan Aan Komariah (2014: 146) berpendapat bahwa dokumen adalah salah satu infomasi yang bukan manusia. Dalam hal tersebut manusia bukanlah informasi dalam pengambilan suatu dokumen. Studi dokumen dalam kualitatif merupakan suatu pelengkap observasi dan wawancara. Wawancara bisa digunakan untuk teknik pengumpulan data apabila peneliti menemukan sebuah masalah- masalah yang dapat diteliti. Pengumpulan data dalam analisis ini adalah analisis dokumen dan wawancara.

1. Analisis Dokumen

Dalam penelitian kualitatif, analisis dokumen harus dipergunakan karena agar objek yang dipergunakan dapat didukung dengan dokumen yang di dapat. Dokumen terdiri dari dokumen kantor, komunikasi bagi publik, file siswa dan pegawai, deskripsi program dan data statistik pengajaran, Satori Djam’an dan Aan Komariah (2014: 147). Di bawah ini merupakan analisis dokumen yang akan dipergunakan dalam penelitian ini:

a. Membaca dengan intensif cerkak yang terdapat dalam majalah Panjebar Semangat edisi (1 – 53) tahun 2016

b. Mengidentifikasi unsur pembangun cerkak

c. Menandai bagian-bagian yang menjadi sebuah penanda dan petanda d. Menandai bagian-bagian yang termasuk ke dalam sastra anak

(5)

commit to user 2. Wawancara

Dalam pengumpulan data, dibutuhkan wawancara untuk dapat mengetahui informasi- informasi yang mendukung. Suwartono (2014: 48) mengemukakan bahwa wawancara untuk menjaring informasi- informasi atau data yang melalui interaksi secara lisan ataupun secara verbal. Di bawah ini merupakan kegiatan yang akan dilakukan pada saat wawancara:

a. Mencari informasi terkait kesesuaian cerkak yang terdapat dalam majalah Panjebar Semangat edisi (1 – 53) tahun 2016 sebagai apresiasi sastra siswa SMK terhadap guru di SMK.

b. Mencari informasi terkait kesesuaian cerkak yang terdapat dalam majalah Panjebar Semangat edisi (1 – 53) tahun 2016 sebagai apresisasi sastra siswa SMK terhadap siswa di SMK.

c. Mencari informasi terkait kesesuaian cerkak yang terdapat dalam majalah Panjebar Semangat edisi (1 – 53) tahun 2016 sebagai apresisasi sastra siswa SMK terhadap ahli sastra.

F. Teknik Uji Validitas Data

Uji validitas data yang digunakan pada penelitian ini adalah triangulasi.

Triangulasi yang digunakan pada penelitian ini adalah triangulasi teori dan triangulasi sumber. Suwartono (2015: 74) mengemukakan pendapat bahwa upaya untuk menjaga suatu validitas data yaitu menggunakan instruksi yang jelas tentang pengisian data, objektivitas peneliti, dan juga data administrasi. Hal tersebut agar data yang dihasilkan bisa semaksimal mungkin. Triangulasi merupakan sebuah cara yang dapat ditempuh untuk mengawali sebuah penelitian, Suwartono (2015: 76). Dibawah ini merupakan triangulasi yang akan digunakan dalam penelitian ini.

1. Triangulasi Teori

Triangulasi teori digunakan pada hasil akhir penelitian. Menurut Gunawan (2014: 221) berpendapat bahwa triangulasi teori ini memanfaatkan dari dua teori atau bisa lebih untuk diadu dan dipadu. Hasil

(6)

commit to user

akhir pada penelitian ini berupa informasi. Selanjutnya informasi tersebut dibandingkan dengan teori yang relevan agar tidak menghasilkan bias temuan dari peneliti atau kesimpulan yang dihasilkan.

2. Triangulasi Sumber

Triangulasi sumber digunakan untuk mencari kebenaran dalam penelitian dengan orang yang berbeda. Gunawan (2014: 219) mengemukakan bahwa di dalam triangulasi, hal yang penting yaitu mengetahui adanya alasan akan hal tersebut. Dalam hal ini, peneliti mewawancarai guru dan siswa.

G. Teknik Analisis Data

Di dalam penelitian ini akan menggunaka n teknik analisis data oleh (Spradely dalam Sugiyono, 1980: 64). Spradely mengemukakan bahwa ada empat teknik dalam menganalisis data pada penelitian kualitatif yaitu, domain, taksonomi, komponensial, dan tema kultural. Di bawah ini akan dijelaskan mengenai teknik-teknik di atas.

1. Analisis Domain

Dalam penganalisisannya, Spradely menggunakan analisis domain.

Sugiyono (2012: 256) mengemukakan bahwa analisis domain digunakan untuk mendapatkan suatu gambaran umum dan juga menyeluruh tentang kondisi atau keadaan sosial yang diteliti dan juga objek penlitian. Data- data yang diperolah berasal dari grand tour dan minitour questions. Di dalam analisis domain ini, data atau yang diperoleh belum sepenuhnya mendalam akan tetapi sudah dapat menemukan domain-domain atau kategori dalam keadaan sosial yang diteliti.

Dalam tahap ini, peneliti harus mengolah data agar ditemukan gambran-gambaran umum. Peneliti mengolah cerkak-cerkak yang terdapat di dalam majalah Panjebar Semangat edisi (1-53) tahun 2016. Cara yang digunakan peneliti yaitu dengan memisahkan data-data yang ada sesuai dengan kategori yang dibuat. Setelah peneliti memisahkan data-data sesuai

(7)

commit to user

dengan kategori maka akan ditemukan hasil dan peneliti bisa membuat kesimpulan. Kemudian hal yang harus dilakukan o leh peneliti yaitu membuat daftar pertanyaan wawancara yang bersifat umum.

2. Analisis Taksonomi

Tahap ini merupakan tahap untuk memperdalam data. Menurut pendapat Sugiyono (2012: 261) berpendapat bahwa analisis taksonomi merupakan lanjutan dari analisis domain. Nantinya, domain-domain sudah dipilih peneliti akan diperdalam lagi dengan cara pengumpulan data yang ada di lapangan. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, dokumentasi. Hal tersebut agar data yang diperoleh di lapangan lebih banyak lagi dan juga lebih rinci.

Dalam tahap ini, peneliti akan lebih memperdalam lagi berkaitan dengan data yang sudah disusun berdasarkan kategori. Hal tersebut nantinya tertuju pada masing- masing kategori yang ada agar hasil yang didapatkan lebih rinci. Jika nantinya peneliti merasa kurang dengan datanya, makan akan dilakukan penelitian kembali agar data yang dihasilkan lebih spesifik.

3. Analisis Komponensial

Tahapan berikutnya yaitu analisis komponensial. Menurut Sugiyono (2012: 264) mengatakan bahwa pada analisis ini yang dicari untuk di organisasikan adalah perbedaan dalam domain atau kesenjangan yang kontras. Nantinya data ini akan dicari dengan cara wawancara lanjutan, dan dokumentasi terdeteksi.

Setelah ditemukan kesamaan dalam data dari analisis taksonomi, peneliti akan melakukan penelitian untuk mendapatkan pola-pola dari data yang ada. Dalam hal ini, peneliti melakukannya dengan cara membuat data dengan rasio-rasio yang digunakan. Setelah gambaran- gambaran umum tersebut ditemukan, selanjutnya peneliti membuat pedoman wawancara dengan menambahkan beberapa pertanyaan terkait data tersebut yang mampu membuktikan temuan peneliti dalam analisis komponensial.

(8)

commit to user 4. Analisis Tema dan Kultural

Tahap ini merupakan tahapan terakhir dari teori Spradely. Menurut Sugiyono (2012: 264) tahapan ini merupakan tahapan dengan upaya mencari “benang merah” untuk menghubungkan lintas domain yang sudah ada. Setelah ditemukan benang merah tersebut, adanya maka analisis domain, taksonomi, dan komponensial akan dapat tersusun dengan jelas.

Gambaran atau pola yang sudah ditemukan selanjutnya dihubung- hubungkan. Data-data cerkak di dalam majalah Panjebar Semangat yang sudah dianalisis dibuat kesimpulan. Hal tersebut melihat dari permasalahan yang muncul di awal. Selanjutnya, peneliti membuat pedoman wawancara dan menambahkan pertanyaan-pertanyaan yang terkait dari temuan peneliti. Peneliti kemudian menggunakan analisis tema kultural antara hasil analisa dan data hitungan.

12. Menulis laporan pertanian kualitatif 11. Temuan Budaya

10. Melakukan analisis tema 9. Melakukan analisis komponensial

8. Melakukan observasi terseleksi 7. Melaksanakan taksonomi 6. Melakukan observasi terfokus 5. Melakukan analisis domain 4. Melakukan observasi deskriptif

3. Mencatat hasil observasi dan wawancara 2. Melaksanakan observasi partisipan

1. Memilih situasi sosial (Place, Actor, Activity)

Gambar. 3.2 Tahapan Penelitian Kualitatif (Spradely dalam Sugiyono 1980: 64)

(9)

commit to user 5. Prosedur Penelitian

Prosedur penelitian berisikan kegiatan dari awal penelitian hingga akhir penelitian untuk dapat memberikan arahan dalam melakukan penelitian.

Kegiatan ini dilakukan oleh peneliti untuk dapat mencapai tujuan-tujuan tertentu. Adapun tahapan-tahapan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.

1. Tahap Persiapan

a. Pra penelitian untuk mendapatkan gambaran-gambaran tentang objek penelitian.

b. Pengajuan judul dan membuat proposal

c. Pengumpulan data-data yang sesuai dengan teknik pengumpulan data yang sudah direncanakan sebelumnya.

2. Tahap Analisis Data

a. Peneliti mengumpulkan data tentang analisis sastra anak dalam majalah Panjebar Semangat edisi (1 – 53) tahun 2016 serta relevansinya sebagai materi pembelajaran apresiasi sastra siswa SMK. Selain itu, data yang diperoleh dari penelitian adalah hasil wawancara guru bahasa Jawa SMK dan peserta didik SMK.

b. Peneliti menyederhanakan data yang sudah di peroleh agar dapat memperjelas masalah yang sedang dikaji yaitu analisis sastra anak dalam majalah Panjebar Semangat edisi (1 – 53) tahun 2016 serta relevansinya sebagai materi pembelajaran apresiasi sastra siswa SMK.

3. Tahap Akhir

a. Penulisan kesimpulan dari semua analisis yang telah dilakukan b. Penyusunan Laporan

Referensi

Dokumen terkait

“Apabila hal buruk terjadi pada saya, saya tidak akan serta merta menghakimi diri saya sendiri ataupun orang lain, akan tetapi saya menjadikannya pelajaran agar

Endapan bijih besi primer merupakan endapan bijih besi yang terbentuk akibat adanya proses dari tektonik lempeng sehingga terjadilah proses magmatisme yang

yang terdapat dalam inteligensi seseorang, memiliki kemampuan atau kapasitas untuk mempelajari berbagai ilmu pengetahuan. Mereka dapat mempelajari bermacam-macam pelajaran

Kata Kunci : Persaingan Politik Lokal, Rasional Instrumental, Rasional Nilai Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hadirnya elite lokal baru sebagai aktor politik di Desa

(e) Peubah yang diamati. 1) Konsumsi bahan kering ransum : diperoleh dari selisih antara jumlah ransum yang diberikan dengan sisanya, di kali dengan kadar bahan kering ransum

Ketiga; Berdasarkan uraian tentang sistem hulu apad Desa Pakraman Tinggan, yang dinyatakan bahwa sesungguhnya prosesi penentuan struktur hulu apad, pada dasarnya ditentukan

Bakteri hanya diberikan satu kali selama satu perlakuan; (3) Wadah C, D, dan E masing-masing berisi: arang aktif, tanaman typha, tanaman eceng gondok; (4) Setiap perlakuan

Peserta adalah mereka yang mendaftarkan diri pada panitia dengan menjadi pendengar dalam masing-masing kelas, dimana masing- masing kelas jumlah pesertanya dibatasi