LAM- PTKes
\Lampiran 007 Peraturan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Nomor 15 Tahun 2019 tentang Instrumen Akreditasi 129 (Seratus Dua Puluh Sembilan) Program Studi Bidang Kesehatan
AKREDITASI PROGRAM STUDI SARJANA KESEHATAN MASYARAKAT
BUKU IIIB
PANDUAN PENYUSUNAN LAPORAN EVALUASI DIRI AKREDITASI PROGRAM STUDI
SARJANA KESEHATAN MASYARAKAT
No. Dokumen : R-INS-KM-S1-007-19-00 Tanggal Dok. : 16 Desember 2019
LEMBAGA AKREDITASI MANDIRI PENDIDIKAN TINGGI KESEHATAN
JAKARTA
2019
LAPORAN EVALUASI DIRI
PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS WIRALODRA INDRAMAYU
2021
IDENTITAS PENGUSUL
Unit Pengelola Program Studi : Kesehatan Masyarakat Perguruan Tinggi : Universitas Wiralodra Penanggung Jawab Pengisi Dokumen Kinerja Program Studi
: …...
Media Kontak : ...
Program Studi
Nomor SK Pembukaan PS*) : No.
600/D/T/2005
Tanggal SK Pembukaan PS :2 Maret 2005
Pejabat PenandatanganSK Pembukaan PS : ....
Bulan & Tahun Dimulainya
Penyelenggaraan PS :
2 Maret 2005
Peringkat Akreditasi Terakhir : BNomor SK Akreditasi :
0065/LAM-PTKes/ Akr/Sar/I/2017
Tanggal SK Akreditasi : Januari 2017Alamat PS :
Jl.Ir. H. Djuanda KM 3 Singaraja Indramayu 45215
No. Telepon PS :
(0234) 275916
No. Faksimile PS : ...
Laman dan Surel (Homepage dan E-mail) PS: ...
*) Lampirkan fotokopi SK Pembukaan Program Studi
IDENTITAS TIM PENYUSUN LAPORAN EVALUASI DIRI
Nama : ...
NIDN/NIDK/NUP : ...
Jabatan : ...
Tanggal Pengisian :
--
Tanda Tangan :
Nama : Tating Nuraeni
NIDN : 04
Jabatan : Wakil Dekan
Tanggal Pengisian :
--
Tanda Tangan :
Nama : Ade Rahmawati
NIDN/NIDK/NUP : 0405028603
Jabatan : Ka Prodi
Tanggal Pengisian :
--
Tanda Tangan :
Nama : Tayong Siti Nurbaety
NIDN/NIDK/NUP : ...
Jabatan : Dosen
Tanggal Pengisian :
--
Tanda Tangan :
DAFTAR ISI
LAPORAN EVALUASI DIRI
IDENTITAS PENGUSUL
IDENTITAS TIM PENYUSUN LAPORAN EVALUASI DIRI KATA PENGANTAR
BAB I. PENDAHULUAN A. Rangkuman Eksekutif
B. Susunan Tim Penyusun dan Deskripsi Tugasnya BAB II. LAPORAN EVALUASI DIRI PROGRAM STUDI
A. Profil Unit Pengelola Program Studi B. Kriteria Akreditasi
Kriteria 1 Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi
Kriteria 2 Tata Pamong, Tata Kelola, dan Kerja Sama Kriteria 3 Mahasiswa
Kriteria 4 Sumber Daya Manusia
Kriteria 5 Keuangan, Sarana, dan Prasarana Kriteria 6 Pendidikan
Kriteria 7 Penelitian
Kriteria 8 Pengabdian kepada Masyarakat
Kriteria 9 Luaran dan Capaian: Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat
C. Analisis SWOT Unit Pengelola Program Studi dan Program Studi.
1. Analisis SWOT
2. Strategi dan Program Pengembangan BAB III. PENUTUP
A. REFERENSI B. LAMPIRAN
Perwajahan atau layout laporan evaluasi diri konsisten merujuk pada sistem yang digunakan dan ditulis secara jelas bagi pembaca dengan mengikuti ketentuan sebagai berikut.
1. Kertas A-4 2. Spasi: 1.5
3. Bentuk huruf (Font): Times New Roman atau Arial 4. Ukuran huruf: 12
5. Sistematis
6. Perwajahan dan tata tulis konsisten 7. Bahasa Indonesia yang baik dan benar
Laporan Evaluasi Diri dalam bentuk portofolio yang mendeskripsikan secara narasi dan analisis melalui analisis SWOT dengan jelas, singkat, padat, maksimal 150 halaman.
BAGIAN KEDUA - STRUKTUR LAPORAN EVALUASI DIRI
I. PENDAHULUAN
Laporan hasil evaluasi diri adalah deskripsi, analisis, dan refleksi mengenai keadaan, kinerja, dan perangkat pendidikan suatu program studi, sebagai hasil kajian dan asesmen yang mendalam dan bersifat internal. Laporan disusun secara komprehensif, lengkap, sistematis, dan mudah dipahami, sehingga siapa pun yang membaca, mengkaji dan memanfaatkan laporan itu dapat memahami seperti apa yang dimaksudkan oleh penyusunnya. Laporan digunakan antara lain untuk memutakhirkan pangkalan data program studi dalam bentuk profil yang komprehensif, perencanaan dan perbaikan program studi secara sinambung, penjaminan mutu internal program studi, dan untuk mempersiapkan evaluasi eksternal atau akreditasi.
Memperhatikan penggunaan laporan evaluasi diri seperti itu, maka isi laporan hasil evaluasi diri mungkin lebih luas dan lebih lengkap dibandingkan dengan informasi yang dikemas dalam dokumen kinerja dan atau portofolio akreditasi. Untuk kelengkapan rujukan bagi dokumen kinerja atau portofolio yang disampaikan kepada LAM-PTKes, maka laporan hasil evaluasi diri itu disiapkan oleh program studi. Pada saat asesmen lapangan atau kunjungan pakar sejawat di tempat program studi/perguruan tinggi, digunakan sebagai bahan rujukan utama dalam mengkaji keadaan, kinerja dan perangkat pendidikan program studi yang bersangkutan.
A. Rangkuman Eksekutif
Laporan evaluasi diri diawali oleh suatu rangkuman eksekutif, yang merupakan rangkuman isi laporan lengkap evaluasi diri, dan dimaksudkan untuk memberikan gambaran menyeluruh, jelas dan singkat, sehingga pembaca laporan dapat menangkap apa yang dilaporkan, tanpa membaca keseluruhan laporan lengkap dengan jumlah halaman maksimal 3 halaman.
B. Susunan Tim Penyusun dan Deskripsi Tugasnya
Laporan evaluasi diri disusun oleh suatu Tim Kerja yang dibentuk dan diberi SK oleh Pimpinan Unit pengelola. Tim Kerja harus terdiri dari unsur unit pengelola, jurusan, program studi, dan narasumber dari luar institusi yang berupa mahasiswa, alumni, dan pengguna lulusan, yang secara khusus ditugaskan untuk mengidentifikasi, mempersiapkan, serta mengumpulkan pelaksanaan kinerja dengan dukungan data dan fakta melalui analisis dan identifikasi permasalahan dan kelemahan dalam rangka penyusunan laporan evaluasi diri.
Hal ini sangat penting karena substansi laporan evaluasi diri akan menunjukkan keterkaitan pengelolaan tingkat PS dengan tingkat jurusan dan fakultas.
Identitas penyusun laporan evaluasi diri diisi dengan nama, nomor identitas seperti NIDN (Nomor Induk Dosen Nasional), dan jabatan struktural penyusun laporan evaluasi diri, serta pembagian tugas masing-masing anggota penyusun laporan evaluasi diri.
II. LAPORAN EVALUASI DIRI PROGRAM STUDI
Menjadi Program Studi Kesehatan Masyarakat yang unggul dan kompetitif yang dilandasi nilai-nilai Ketuhanan, Kebangsaan dan Kearifan Lokal wilayah pesisir di Tingkat Nasional Tahun 2023
Dalam upaya mencapai visi yang telah ditetapkan maka Misi Program Studi Kesehatan Masyarakat adalah sebagai berikut:
• Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran yang bermutu.
• Melaksanakan penelitian, pengabdian dan publikasi ilmiah tingkat nasional dan internasional.
• Meningkatkan perilaku akademis, agamis, dan kebangsaan di lingkunganprogram studi, fakultas dan universitas.
• Menjunjung tinggi sosial budaya setempat.
• Membangun kemitraan dan jejaring dengan lembaga akademi, industri, profesi, pemerintah, organisasi daerah dan nasional.
Bagian ini merupakan penjabaran dari profil unit pengelola program studi, deskripsi tentang pelaksanaan kinerja pada setiap kriteria evaluasi diri, dan analisis SWOT dengan dukungan data dan fakta pada program studi dan unit pengelola program studi.
A. Profil Unit Pengelola Program Studi
1. Sejarah Unit Pengelola Program Studi (UPPS) dan Program Studi (PS)
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Wiralodra memiliki satu program studi.
Program studi ini bernama Program Studi Kesehatan Masyarakat. Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Wiralodra Indramayu, didirikan melalui tim perumus berdasarkan SK Rektor Unwir No : 436/SK/R- W/IX/2002, sedangkan penyelenggaraan kegiatannya berdasarkan ijin operasional yang diterbitkan oleh Dirjen Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional melalui Surat Keputusan (SK) Nomor : No.600/D/T/2005, tanggal 2 Maret 2005 dan telah mengalami perpanjangan ijin operasional, yaitu berdasarkan SK Dirjen Dikti No.885/D/T/2007, tanggal 20 April 2007.
2. Visi, Misi, Tujuan, Strategi, dan Tata Nilai
Visi program studi
Misi program studi
3. Organisasi dan Tata Kerja
Bagian ini berisi informasi dokumen formal organisasi dan tata kerja yang saat ini berlaku, termasuk di dalamnya diuraikan secara ringkas tentang struktur organisasi dan tata kerja UPPS dan PS, tugas pokok, dan fungsinya (tupoksi).
Struktur organisasi dan tata kerja Fakultas kesehatan masyarakat Universitas Wiralodra di pimpin oleh seorang Dekan, di bantu oleh seorang wakil dekan. Pada program studi kesehatan masyarakat dipimpin oleh ketua prodi yang bertanggung jawab terhadap Dekan sebagai pimpinan unit peneglola program studi. Struktur organisasi dapat dilihat pada tabel
4. Mahasiswa dan Lulusan
Bagian ini berisi deskripsi ringkas data jumlah mahasiswa dan lulusan, termasuk kualitas masukan, prestasi monumental yang dicapai mahasiswa dan lulusan, serta kinerja lulusan.
Jumlah mahasiswa untuk Tahun Akademik 2020/2021 sebanyak…. Mahaasiswa, untuk Tahun Akademik 2019/2020 sebanyak … mahasiswa, untuk Tahun Akademik 2018/2019 sebanyak … mahasiswa, sehingga total mahasiswa pada program studi kesehatan masyarakat adalah … mahasiswa.
Jumlah lulusan tahun akademik 2018/2019 sebanyak…. mahasiswa, untuk Tahun Akademik 2019/2020 sebanyak …lulusan, untuk TahunAkadmeik 2020/2021 sebanyak
…lulusan jadi total lulusan sampai 2020/2021 sebanyak….
Kualitas dari input mahasiswa program studi kesehatan masyarakat dapat di lihat dari Penilaian hasil ujian dan rekapitulasi nilai hasil ujian yang terekam dalam rekapitulasi penerimaan mahasiswa oleh Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB). Hasil rekapitulasi nilai dirapatkan dalam rapat bersama antara Rektor (Pimpinan Universitas), Pimpinan Fakultas dan Ketua Program Studi untuk pengambilan keputusan penerimaan mahasiswa baru. Penetapan mahasiswa baru yang telah diterima dilakukan melalui SK rektor, apabila terdapat penerimaan mahasiswa baru tidak melalui SK rektor, status mahasiswa dinyatakan tidak sah. Dan hal-hal lain yang tidak diatur dalam pedoman ini dapat diatur lebih lanjut melalui keputusan rektor.
Prestasi mahasiswa program studi kesehatan masyarakat yang telah di raih hingga tahun akademik 2020/2021 adalah sebagai berikut
1. Prestasi akademik
Prestasi akademik yang telah diraih oleh mahasiswa program stdi kesehatan masyarakat sudah mencapai prestasi Nasional di antaranya……
2. Prestasi non akademik
Prestasi non akademik yang telah diraih oleh mahasiswa program stdi kesehatan masyarakat sudah mencapai prestasi Nasional di antaranya……
5. Dosen dan Tenaga Kependidikan
Bagian ini berisi informasi ringkas jumlah dan kualifikasi SDM (dosen dan tenaga kependidikan), kecukupan dan kinerja, serta prestasi monumental yang dicapai.
6. Keuangan, Sarana, dan Prasarana
Berisi deskripsi ringkas kecukupan, kelayakan, kualitas, dan aksesibilitas sumber daya keuangan, sarana dan prasarana.
7. Sistem Penjaminan Mutu
Berisi deskripsi implementasi sistem penjaminan mutu yang sesuai dengan kebijakan, organisasi, instrumen yang dikembangkan di tingkat perguruan tinggi, serta monitoring dan evaluasi, pelaporan, dan tindak lanjutnya. Deskripsi dapat dijelaskan dengan siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian dan Peningkatan (PPEPP) yang dilakukan oleh UPPS dan PS, termasuk pengakuan mutu dari lembaga audit eksternal, lembaga akreditasi, dan lembaga sertifikasi.
8. Kinerja Unit Pengelola Program Studi dan Program Studi
Berisi deskripsi capaian dan luaran yang paling diunggulkan dari UPPS dan PS.
B. Kriteria Akreditasi
Bagian ini berisi deskripsi tentang pelaksanaan kinerja dengan dukungan data dan fakta melalui analisis dan identifikasi permasalahan serta kelemahan yang terjadi pada setiap kriteria evaluasi diri.
Dalam akreditasi yang dilakukan oleh LAM-PTKes, evaluasi diri dilaksanakan dengan menilai, menelaah dan menganalisis keseluruhan sistem di UPPS dan PS, yang mencakup masukan, proses, keluaran, hasil, dan dampak (input, process, output, outcome, and impact) berdasarkan data, informasi dan bukti-bukti lainnya yang berkenaan dengan komponen- komponen sistemik dari seluruh penyelenggaraan PS oleh UPPS.
Berdasarkan analisis tersebut, dijabarkan dimensi penilaian yang digunakan dalam evaluasi UPPS dan PS yang secara garis besar terdiri atas komponen-komponen berikut.
Masukan, mencakup:
1. Visi dan misi program studi.
2. Tujuan dan strategi.
3. Mahasiswa.
4. Sumber daya manusia.
5. Kurikulum
6. Sarana dan prasarana.
7. Sistem informasi.
8. Keuangan.
Proses, mencakup:
1. Tata pamong (governance).
2. Pengelolaan program.
3. Kepemimpinan.
4. Pembelajaran.
5. Suasana Akademik.
6. Penelitian.
7. Pengabdian kepada masyarakat.
Luaran/Hasil, mencakup:
1. Lulusan.
2. Hasil penelitian.
3. Hasil kegiatan PkM.
Capaian, mencakup:
1. Publikasi hasil penelitian.
2. Paten atau HaKI.
3. Prototipe.
4. Manfaat PkM.
5. Hasil akreditasi.
Komponen-komponen hasil analisis sistemis itu kemudian dihimpun dan dikelompokkan menjadi kriteria evaluasi diri sebagai berikut.
Kriteria 1.
Kriteria 2.
Kriteria 3.
Kriteria 4.
Kriteria 5.
Kriteria 6.
Kriteria 7.
Kriteria 8.
Kriteria 9.
Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi
Tata Pamong, Tata Kelola, dan Kerja Sama Mahasiswa
Sumber Daya Manusia
Keuangan, Sarana, dan Prasarana Pendidikan
Penelitian
Pengabdian kepada Masyarakat
Luaran dan Capaian: Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat
Selanjutnya setiap Kriteria itu dirinci sebagai berikut:
Kriteria 1 Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi
Narasikan secara analisis runtut mengenai Kriteria Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi pencapaian sasaran UPPS dan visi keilmuan yang merupakan keunggulan pada PS dengan dukungan data, informasi, dan kinerja tentang keberadaan pedoman penyusunan, pelaksanaan, pencapaian, permasalahan dan kelemahan serta tindak lanjut dengan sistematika sebagai berikut:
1. Latar Belakang
Bagian ini menjelaskan latar belakang, tujuan, rasional, dan mekanisme penetapan visi, misi, tujuan, dan strategi (VMTS) UPPS, yang memayungi visi keilmuan PS, serta rencana strategisnya.
Penetapan visi, misi, tujuan, dan strategi (VMST) Fakultas Kesehatan
Masyarakat dijadikan pedoman oleh seluruh sumberdaya manusia di fakultas
dan program studi dalam menyusun, melaksanakan, mengendalikan, dan
mengembangkan rencana kerja. Fakultas Kesehatan Masyarakat sebagai
bagian unit kerja pada Universitas Wiralodra, maka rumusan VMST FKM
Unwir, Program Studi di bawahnya searah dengan VMTS Universitas
Wiralodra. Penetapan VMTS Fakultas dan program Studi adalah langkah
penting bagi keberadaan dan keberlanjutannya. Fakultas dan Program Studi
mengembangkan deskripsi yang jelas dan ringkas tujuan akhir yang ingin
dicapai dalam jangka panjang yang diimplementasikan dalam bentuk
perencanaan strategis Fakultas dan Program Studi.
Tujuan penetapan VMTS pada Fakultas Kesehatan Masyarakat sebagai dasar dalam pelaksanakan program-program melalui prodi guna menghasilkan lulusan di bidang kesehatan masyarakat yang unggul sesuai dengan perkembangan IPTEK. VMTS akan dijadikan acuan pelaksanaan sistem penjaminan mutu dan Program Studi melalui perumusan dan pengelolaan berbagai standar pendidikan tinggi di dalam SPMI, dan dijadikan dasar dalam menyusun rencana pengembangan jangka menengah dan jangka panjang.
Rasional VMTS ditetapkan pada Fakultas Kesehatan Masyarakat Unwir untuk ditetapkan sebagai arah, pedoman penyelenggaraan pendidikan tinggi dalam menyusun, melaksanakan, mengendalikan, dan mengembangkan rencana kerja. Dalam penetapan VMTS Fakultas Kesehatan Masyarakat menyesuaikan dengan kompetensi lulusan serta kebutuhan dunia usaha.
Mekanisme penetapan VTMS UPPS
Mekansime penetapan VMTS Fakultas Kesehatan Masyarakat :
Penetapan VMTS di awali dengan penyusunan VMTS Fakultas Kesehatan Masyarakat yang meliputi beberapa kegiatan, diantaranya sebagai berikut : 1. Pembentukan tim perumus penyusun VMTS Fakultas Kesehatan
Masyarakat oleh Dekan
2. Tim perumus melakukan diskusi untuk menghimpun data, referensi, dan masukan a) melalui diskusi dengan pimpinan, b) konsultasi dengan pakar, c) menyerap masukan dari users, d) menghimpun data dari tracers study, terkait dengan bahan-bahan penyusunan draf awal VMTS Fakultas Kesehatan Masyarakat
3. Tim perumus menyusun draf awal visi, misi, dan tujuan dengan mempertimbangkan data, masukan pimpinan, saran, dan hasil pelacakan alumni (tracers study), pengguna alumni (users) serta para ahli atau pakar, dengan mempertimbangkan mandat institusional
4. Tim perumus menyelenggarakan kegiatan lokakarya dengan mengundang
pimpinan, dosen, mahasiswa, alumni, pengguna alumni, tokoh
pemerintahan, tokoh masyarakat, dan pakar. diselenggarakan dengan
metode focuss group discussion (FGD) dan analisis SWOT (strength,
weakness, opportunity, threat) dengan tahapan a) analisis data dan referenyang relevan, b) pembahasan draf awal.
5.
Tim perumus mengusulkan hasil revisi dari lokakarya ke senat untuk dibahas dan disahkan
6.
Dekan menetapkan Visi Misi dan Tujuan Fakultas Kesehatan Masyarakat
7.Sosialisasi Visi Misi Tujuan kepada civitas akademika dan tenaga
kependidikan.
2. Kebijakan
Berisi deskripsi dokumen legal kebijakan yang mencakup: penyusunan, evaluasi, sosialisasi, dan implementasi VMTS ke dalam peraturan dan program pengembangan UPPS dan PS.
Kebijakan penyusunan VMTS Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Wiralodra mengacu pada dokumen legal :
1. Peraturan Yayasan Universitas Wiralodra tentang organisasi dan tata kerja Universitas Wiralodra tahun 2018
2. Keputusan Yayasan Universitas Wiralodra tahun 2018 tentang Statuta Universitas Wiralodra
3. Keputusan Rektor Universitas Wiralodra Nomor 230.i/SK/R.UW/VII/2018 4. Renstra Universitas Wiralodra tahun 2018-2022
5. Peraturan Rektor Univeristas Wiralodra No 229.2/PER/R.UWVI/2018 6. Surat Keputusan Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat tentang
pembentukan tim penyusunan VMTS Fakultas
7. Surat Keputusan Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat tentang pembentukan tim penyusunan VMTS Program Studi
8. Renstra Fakultas Kesehatan Masyarakat tahun 2019-2023 Nomor 603.a/SK-D/FKM.UW/IX2019
9. Renstra Fakultas Program Studi Kesehatan Masyarakat 604.a/SK-D/FKM.UW/IX2019
10. Surat Keputusan Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat tentang Penetapan VMTS Fakultas tertanggal 28 Agustus 2019 dengan nomor 588.a/SK-D/FKM.UW/VIII/2019
11.
Surat Keputusan Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat tentang
Penetapan VMTS Program Studi tertanggal 28 Agustus 2019 dengan nomor 589.a/SK-D/FKM.UW/VIII/2019
3. Strategi Pencapaian VMTS
Bagian ini menjelaskan secara komprehensif strategi pencapaian VMTS UPPS, sumber daya yang akan dialokasikan untuk mencapai visi yang telah ditetapkan serta mekanisme kontrol pencapaiannya.
Strategi pencapaian VMTS :
Strategi pencapaian VTMS Fakultas Kesehatan Masyarakat dilakukan yang sistematis, serta terdokumentasi pada pelaksanaan, evaluasi dan tindak lanjutnya. Strategi pencapaian tersebut tersaji pada tabel berikut :
Strategi Sumber daya Kontrol
1. Penetapan Renstra, Renop FKM Unwir
Sumber daya manusia.
Sarana dan prasarana, pendanaan dan kerja sama
Evaluasi pencapaian
VMTS, monev
ketercapaian IKU dan IKT
2.
Ketersediaan kurikulumTerlaksananya re-desain kurikulum
3.
Standar pendidikan Dosen dan tenaga kependidika, mahasiswa, sarana prasarana, tata pamong dan tatat kelolaAudit mutu internal
4.
Standar penelitian Audit mutu internal5.
Standar pengabdian masyarakatAudit mutu internal
6.
Indikator Kinerja UtamaUnit Pengelola Program Studi dan PS memiliki rencana pengembangan jangka panjang, menengah, dan pendek yang memuat indikator kinerja utama dan targetnya untuk mengukur ketercapaian tujuan strategis yang telah ditetapkan.
Unit Pengelola Program Studi (UPPS) Kesehatan Masyarakat Unwir dan PS Kesmas Unwir memiliki rencana pengembangan jangka Panjang, menengah dan pendek yang memuat indicator kinerja utama dan targetnya untuk mengukur ketercapaian tujuan strategis yang telah ditetapkan.
N o
Indikator Kinerja Utama Baseline Rencana Penegembangan
2020 2021 2022 2023
A. Pendidikan
1. Dosen berkualifikasi S3
2 Jumlah dosen tetap bersertifikat pendidik, kompetensi
3 Jumlah dosen tetap dengan jabatan akademik lektor kepala 4 Jumlah dosen tetap dengan
jabatan akademik lector
5 Jumlah dosen tetap dengan jabatan akademik asisten ahli 6 Rasio jumlah dosen terhadap
mahasiswa
7 Persentase lulusan tepat waktu 8 IPK lulusan
9 Masa tunggu lulusan yang bekerja 10 Jumlah Kerjasama dengan institusi
Pendidikan
11 Jumlah mahasiswa berprestasi B. Penelitian
C. Pengabdian
7.
Indikator Kinerja TambahanIndikator kinerja tambahan adalah indikator lain VMTS yang secara spesifik ditetapkan oleh UPPS dan PS yang dapat berupa indikator kinerja turunan dari butir-butir Indikator Kinerja Umum (IKU) yang ada. Data indikator kinerja tambahan yang sahih harus diukur, dimonitor, dikaji, dan dianalisis untuk perbaikan berkelanjutan.
Indikator kinerja tambahan pada UPPS Kesehatan Masyarakat dan PS Kesehatan Masyarakat
1. Pendidikan : menyisipkan pembelajaran yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat pesisir
2. Penelitian : melakukan kajian penelitian yang berbasis wilayah pesisir dan melibatkan mahasiswa dalam penelitian dosen
3. Pengabdian masyarakat :
N o
Indikator Kinerja Utama Baseline Rencana Penegembangan
2020 2021 2022 2023
A. Pendidikan
1. Sarana dan Prasarana 2 Jumlah buku teks 3 Jumlah jurnal nasional 4 Jumlah jurnal internasional 5 Jumlah dosen tetap dengan
jabatan akademik asisten ahli 6 Rasio jumlah dosen terhadap
mahasiswa
7 Persentase lulusan tepat waktu 8 IPK lulusan
9 Masa tunggu lulusan yang bekerja
10 Jumlah Kerjasama dengan institusi Pendidikan
11 Jumlah mahasiswa berprestasi B. Penelitian
C. Pengabdian
8.
Evaluasi Capaian KinerjaBerisi deskripsi dan analisis keberhasilan dan/atau ketidakberhasilan pencapaian VMTS yang telah ditetapkan. Capaian kinerja harus diukur dengan metode yang tepat, dan hasilnya dianalisis serta dievaluasi. Analisis dan evaluasi terhadap capaian kinerja harus mencakup identifikasi akar masalah, faktor pendukung keberhasilan dan faktor penghambat ketercapaian VMTS UPPS dan visi keilmuan yang merupakan keunggulan PS.
Evaluasi VMTS merupakan evaluasi pelaksanaan standar VMTS yang telah di tetapkan, sehingga pada evaluasi akan terlihat capaian kinerja yang sudah dilaksanakan.
9.
Kesimpulan Hasil Evaluasi Ketercapaian VMTS dan Tindak LanjutBerisi ringkasan dari: pemosisian, masalah dan akar masalah, serta rencana perbaikan dan pengembangan UPPS dan PS.
Kriteria 2 Tata Pamong, Tata Kelola, dan Kerja Sama
Narasikan secara analisis runtut mengenai kriteria tata pamong, tata kelola dan kerja sama dengan dukungan data, informasi, dan kinerja tentang keberadaan pedoman penyusunan, pelaksanaan, pencapaian, permasalahan dan kelemahan serta tindak lanjut dengan sistematika sebagai berikut :
1. Latar Belakang
Bagian ini mencakup latar belakang, tujuan, dan rasional strategi pencapaian tata kelola dan tata pamong yang mencakup: sistem tata pamong, kepemimpinan, sistem penjaminan mutu, dan kerja sama. Tata pamong merujuk pada struktur organisasi, mekanisme dan proses bagaimana UPPS dan PS dikendalikan dan diarahkan untuk mencapai visinya. Tata pamong juga harus mengimplementasikan manajemen risiko untuk menjamin keberlangsungan UPPS dan PS. Pada bagian ini harus dideskripsikan perwujudan tata pamong yang baik (good governance), pengelolaan, sistem penjaminan mutu, dan kerja sama di UPPS dan PS.
Fakultas Kesehatan Masyarakat merupakan salah satu Fakultas di
Universitas Wiralodra dengan ijin operasional yang diterbitkan oleh Dirjen Dikti
Departemen Pendidikan Nasional dengan SK (SK) Nomor : No.600/D/T/2005,
tanggal 2 Maret 2005 yang kemudian diperbaharui dengan SK Dikti No.
885/D/T/2007, tanggal 20 April 2007. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Wiralodra memiliki satu program studi, yang bernama Program Studi Kesehatan Masyarakat berdasarkan rumusan tim dengan SK Rektor Unwir No : 436/SK/R-W/IX/2002. Tata pamong Fakultas dilaksanakan oleh PS di bawah pengelolaan UPPS. Pelaksanaan tata pamong di program studi dibantu oleh bagian administrasi. Selain itu, bagian administrasi dan keuangan dikelola langsung oleh UPPS Kesehatan Masyarakat Universitas Wiralodra.
Dalam pengelolaannya, UPPS Kesehatan Masyarakat Unwir dipimpin oleh Dekan yang bertanggung jawab langsung kepada Rektor. Dekan dibantu oleh Wakil Dekan I Bidang Akademik, Ketua PS Kesehatan Masyarakat, Gugus kendali mutu, serta Kepala-kepala Unit Pendukung (seperti Laboratorium dan Perpustakaan).
Tata pamong (governance) yang diselenggarakan di PS dalam lingkungan UPPS Kesehatan Masyarakat Universitas Wiralodra didasarkan pada Statuta Universitas Wiralodra dan saat ini secara bertahap menerapkan Peraturan Pemerintah No. 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi. Tata pamong yang dilaksanakan di PS Kesehatan Masyarakat Universitas Wiralodra mengacu pada Keputusan Yayasan Nomer KEP.003/K/YP.UW/I/2005 tentang Statuta Universitas Wiralodra dan Keputusan Yayasan Nomor Nomor : 610.2/PER/YWI/I/2015 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Universitas Wiralodra. Dalam Rencana Strategis UPPS Kesehatan Masyarakat Universitas Wiralodra Tahun 2018- 2022, UPPS Kesehatan Masyarakat Universitas Wiralodra berupaya mewujudkan penyempurnaan tata kelola pendidikan tinggi menuju Good
University Governance (GUG) yang terpadu, relevan dan berkelanjutan,berbasis data yang akurat dan mutakhir dengan dukungan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
Hal ini menjadi rasionalitas penting pengorganisasian tata kelola, tata pamong,
dan kerjasama di PS. Dalam upaya mencapai visi UPPS Kesehatan
Masyarakat Universitas Wiralodra yaitu “Menjadi Fakultas Kesehatan
Masyarakat yang unggul dan kompetitif yang dilandasi nilai-nilai Ketuhanan,
Kebangsaan dan Kearifan Lokal di Tingkat Nasional Tahun 2023.”, tata kelola
yang baik (good governance) dinilai sangat penting oleh UPPS Kesehatan
Masyarakat Universitas Wiralodra sehingga upaya perwujudan tata kelola organisasi yang baik menjadi agenda utama pimpinan UPPS Kesehatan Masyarakat dalam periode kepemimpinan. Sistem tata pamong, termasuk input, proses, output, hasil, dan lingkungan eksternal yang menjamin terselenggaranya good governance, dikembangkan, disosialisasikan, dilaksanakan, dipantau, dan dievaluasi dengan aturan dan prosedur yang jelas
2. Kebijakan/Rujukan Peraturan dan Standar yang Menjadi Acuan PS
Bagian ini berisi deskripsi dokumen legal kebijakan pengembangan tata kelola dan tata pamong, legalitas organisasi dan tata kerja yang ditetapkan oleh perguruan tinggi, pengelolaan, penjaminan mutu, dan kerja sama yang diacu oleh UPPS.
Kebijakan tata pamong di UPPS Kesehatan Masyarakat Unwir merujuk pada :
- Keputusan Yayasan Nomor Nomor : 610.2/PER/YWI/I/2015 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Universitas Wiralodra,
- Keputusan Yayasan Nomer 001/PER/YWI/X/2018 tentang Statuta Universitas Wiralodra Bab XI yeng berisi Tata Kelola Universitas
- Rencana Strategis UPPS Kesehatan Masyarakat Tahun 2018-2022.
UPPS Kesehatan Masyarakat Unwir mempunyai tugas melaksanakan pendidikan program strata satu kesehatan masyarakat .Berdasarkan statuta Unwir paragraf 2 pasal 53, UPPS Kesehatan Masyarakat dipimpin oleh Dekan yang bertanggung jawab kepada Rektor. Dekan dibantu oleh satu Wakil Dekan, yaitu (1) wakil direktur bidang akademik dan kemahasiswaan, hal ini sesuai dengan statuta Unwir bahwa paragraph 2 pasal 53 ayat 4 yaitu : Banyaknya Wakil Dekan ditentukan berdasarkan kebijakan Yayasan dengan memperhatikan usulan Rektor dan Dekan setelah mendapatkan pertimbangan Senat Fakultas. Wakil Dekan bertanggung jawab kepada Dekan.
- Unsur pelaksana UPPS diselenggarakan oleh PS,berdasarkan Statuta
Universitas Wiralodra Nomer 001/PER/YWI/X/2018, yaitu PS berfungsi
sebagai unsur pelaksana pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada
masyarakat dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. PS dipimpin
oleh Ketua Prodi yang ditunjuk oleh Rektor seperti yang tercantum dalam
Peraturan Yayasan Wiralodra Indramayu Nomor : 610.2/PER/YWI/I/2015
Tentang Susunan Organisasi Dan Tata Kerja Universitas Wiralodra.
Sistem kelola yang dilakukan di UPPS Kesehatan Masyarakat Universitas Wiralodra ini mampu mewujudkan tata pamong yang baik sesuai dengan prinsip Good University Governance (GUG) karena menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi. Pelaksanaan tata pamong di UPPS Kesehatan Masyarakat Universitas Wiralodra didasarkan pada kemampuan, pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki serta menghasilkan pimpinan yang mengemban tanggung jawab sehingga mendatangkan kebaikan bagi prodi. Sistem tata pamong yang dikembangkan di UPPS adalah koordinatif, terbuka, proaktif, transparan dan komunikatif. Pola kepemimpinan yang dikembangkan di PS Kesehatan Masyarakat adalah kepemimpinan yang bersifat pendelegasian, artinya, dalam melaksanakan tugas-tugas Ketua Prodi bukan saja dibantu oleh kasubag akademik tetapi oleh unit-unit pelaksana yang dibentuk sesuai dengan struktur organisasi dan tata kerja. Dalam pembagian tugas dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, pengaturan fungsi kerja masing- masing terutama dalam mengatur rincian kerja, target, sasaran maupun jenis pekerjaannya dengan pengorganisiran yang berjalan dengan baik, efektif, terencana, transparan, dan akuntabel. Untuk terciptanya tata kelola Universitas Wiralodra yang baik, unggul, transparan, dan akuntabel (good governance) UPPS Kesehatan Masyarakat Universitas Wiralodra melakukan monitoring dan evaluasi sesuai sistem penjaminan mutu internal (SPMI)..
Kebijakan tata pamong di PS Kesehatan Masyarakat Universitas Wiralodra merujuk pada :
- Peraturan Yayasan Wiralodra Indramayu Nomor : 610.2/PER/YWI/I/2015 Tentang Susunan Organisasi Dan Tata Kerja Universitas Wiralodra,
- Keputusan Yayasan Nomer 001/PER/YWI/X/2018 tentang Statuta Universitas Wiralodra, serta Rencana Strategis Universitas Wiralodra Tahun 2018-2022.
PS Kesehatan masyarakat Universitas Wiralodra mempunyai tugas
melaksanakan pendidikan program Sarjana untuk bidang ilmu Kesehatan
Masyarakat. Adapun struktur organisasi UPPS Kesehatan Masyarakat
Universitas Wiralodra adalah sebagai berikut : dalam mengelola UPPS,
Dekan dibantu oleh Wakil Dekan, dan bertanggungjawab langsung kepada
Rektor. Sedangkan PS sebagai pelaksana TriDharma perguruan tinggi dipimpin oleh Ketua PS yang bertanggungjawab kepada Dekan. Dekan juga dibantu oleh Kendali mutu, Bagian Administrasi Akademik, Umum dan Keuangan, serta unit-unit pendukung. Susunan organisasi dan tata kerja UPPS Kesehatan Masyarakat ditunjukkan dalam gambar 2.1 berikut:
Gambar 2.1
Susunan Organisasi dan Tata Kerja
UPPS Kesehatan Masyarakat Universitas Wiralodra
3. Strategi Pencapaian Standar
Bagian ini mencakup strategi UPPS dalam pencapaian standar yang sudah ditetapkan oleh perguruan tinggi terkait tata pamong, tata kelola, dan kerja sama. Pada bagian ini juga harus diuraikan sumber daya yang dialokasikan untuk mencapai standar yang telah ditetapkan serta mekanisme kontrol pencapaiannya.
Upaya UPPS Kesehatan Masyarakat Universitas Wiralodra untuk mencapai standar yang ditetapkan universitas dalam bidang tata pamong dan tata kelola standar universitas diterjemahkan dalam : (1) Rencana Strategis UPPS Kesehatan Masyarakat Universitas Wiralodra Tahun 2019-2023; (2) Penerbitan SK Dekan tentang unit-unit kerja pendukung yang merupakan pengembangan dari kebutuhan UPPS dan PS Kesehatan Masyarakat Universitas Wiralodra, serta SK Rektor Universitas Wiralodra. Merujuk pada Rencana Strategis UPPS Kesehatan Masyarakat Universitas Wiralodra Tahun 2019-2023, peningkatan jumlah forum akademik interdisiplin / lintas prodi di perkuliahan merupakan program yang
dilaksanakan untuk mencapai prinsip-prinsip Good University Governance (GUG) dalam sistem tata pamong UPPS Kesehatan Masyarakat Universitas Wiralodra, sedangkan PS berpedoman pada Rencana Strategis UPPS Kesehatan Masyarakat Universitas Wiralodra 2019-2023.
Strategi yang dirancang adalah strategi konsolidasi (Turnaround) untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat (trust building), diterapkannya berbagai aturan, khususnya sistem penjaminan mutu internal secara bertahap, serta meningkatkan berbagai sumber daya (Academic Resources Excellence) dan terwujudnya pelayanan yang unggul dan bermutu (Strive for Service Excellence) dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat, baik melalui kerjasama dan kemitraan (Partnership Building) maupun peningkatan kemandirian. Strategi-strategi tersebut didukung oleh pengalokasian sumber daya berupa anggaran dana program, maupun anggaran dana untuk rapat evaluasi.
4. Evaluasi Pelaksanaan Standar
Berisi deskripsi dan analisis keberhasilan dan/atau ketidakberhasilan pencapaian standar yang telah ditetapkan. Capaian kinerja harus diukur dengan metode yang tepat, dan hasilnya dianalisis serta dievaluasi. Analisis terhadap capaian kinerja harus mencakup identifikasi akar masalah, faktor pendukung keberhasilan dan faktor penghambat ketercapaian standar, dan deskripsi singkat tindak lanjut yang akan dilakukan UPPS.
5. Indikator Kinerja Utama a. Sistem Tata Pamong
1) Ketersediaan dokumen formal tata pamong dan tata kelola UPPS serta bukti yang sahih dari implementasinya.
2) Ketersediaan dokumen formal struktur organisasi dan tata kerja UPPS beserta tugas pokok dan fungsinya
3) Ketersediaan bukti yang sahih terkait praktik baik perwujudan good governance, mencakup 5 pilar yaitu: kredibilitas, transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, dan berkeadilan.
4) Ketersediaan dokumen formal dan bukti penggunaan sistem pengelolaan fungsional dan operasional UPPS yang meliputi perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), penempatan personil (staffing), pengarahan (leading), dan pengawasan (controlling).
UPPS Kesehatan Masyarakat merupakan bagian dari Universitas Wiralodra dikelola oleh Yayasan Wiralodra Indramayu berdasarkan Akta Notaris Nomor 56 pada tanggal 17 Juli 1982 dengan pendiri Bupati Kepala Daerah Tingkat II Kabupaten Indramayu, selanjutnya diperbaharui berdasarkan Akta Notaris Nomor 138 tanggal 19 Desember 1996 juncto Nomor 55 tanggal 8 September 1999, juncto Nomor 58 tanggal 30 Oktober 2001. Mengingat Yayasan tidak menyesuaikan dengan Ketentuan Undang-Undang No. 28 Tahun 2004
tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia No. 16 Tahun 2001 tentang Yayasan, selanjutnya berdasarkan Risalah Para Pendiri Yayasan Pembina Universitas Wiralodra Akta Notaris Nomor 30 tanggal 20 Juni 2011 tentang Likuidasi Yayasan, seluruh kegiatan dan harta kekayaan Yayasan Pembina Universitas Wiralodra dilanjutkan Yayasan Wiralodra Indramayu berdasarkan Akta Notaris No. 08, tanggal 1 April 2011, dan memperoleh pengesahan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor : AHU-3796.AH.01.04. Tahun 2011 tentang Yayasan Wiralodra Indramayu, yang didirikan oleh Dr. H. Irianto MS Syafiuddin, H. Wachyudi Sugirah, dan H. Syarif yang selanjutnya disebut Pembina.
UPPS Kesehatan Masyarakat Universitas Wiralodra telah mempraktikan perwujudan Good University Governance melalui penyusunan dokumen formal tata pamong dan tata kelola yang merupakan penjabaran arah strategis untuk mewujudkan visi misi dan tujuan yang telah ditetapkan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Wiralodra. Ketersediaan dokumen formal sistem tata pamong dan tata kelola ditunjukkan melalui berberapa dokumen sebagai berikut:
1) Statuta
Statuta Universitas Wiralodra merupakan pedoman dasar yang digunakan dalam penyelenggaraan kegiatan yang dipakai sebagai acuan untuk merencanakan, mengembangkan program, dan menyelenggarakan kegiatan fungsional sesuai dengan tujuan institusi, sebagai rujukan dalam mengembangkan peraturan umum, peraturan akademik, dan prosedur operasional yang berlaku. Statuta Universitas Wiralodra yang telah ditetapkan berdasarkan Peraturan Yayasan Wiralodra Indramayu Nomor : 01/PER/YWI/X/2018 pada 1 Oktober tanggal 2018 Tentang Statuta Universitas Wiralodra
2) Penetapan Rencana Induk Pengembangan (RIP)
Rencana Induk Pengembangan (RIP) UPPS disusun secara umum untuk menentukan garis besar arah pengembangan pada setiap periode/milestone pengembangan sampai mencapai ujung perjalanan visi misi tahun 2023. Rencana Induk Pengembangan ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Ketua Yayasan Wiralodra Indramayu Nomor:
01/PER/YWI/II/2014 pada tanggal 21 Februari 2014 Tentang Penetapan Rencana Induk Pengembangan 2014-2038 Universitas Wiralodra.
3) Penetapan Rencana Strategis (Renstra)
Renstra berisikan tentang upaya pengembangan bagi program UPPS Kesehatan Masyarakat Universitas Wiralodra periode tahun 2019- 2023, yang meliputi rencana pengembangan bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat yang di dalamnya mencakup sumber daya manusia (dosen dan karyawan), sarana dan prasarana serta teknologi informasi. Renstra digunakan sebagai pedoman untuk menentukan prioritas dalam upaya pengembangan UPPS Kesehatan Masyarakat. Renstra UPPS Kesehatan Masyarakat Universitas Wiralodra ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Pengurus Yayasan Wiralodra Indramayu Nomor: 37/A.1/SK/YWI/XII/2018 pada tanggal 28 Desember
2018 Tentang Penetapan Rencana Strategis 2018-2022 UPPS Kesehatan Masyarakat Universitas Wiralodra.
4) Penetapan Rencana Operasional (Renop)
Dokumen Rencana operasional merupakan penjabaran dari rencana strategis (renstra) UPPS Kesehatan Masyarakat Universitas Wiralodra tahun 2019-2023. Dokumen tersebut memuat indikator kinerja dan target pencapaian yang bersifat kuantitatif dari masing-masing sasaran yang hendak dicapai dalam jangka pendek (target tahunan). Pada renop juga dijabarkan rencana strategi yang mencakup program dan kegiatan-kegiatan yang harus dirujuk oleh pimpinan program studi dalam pengembangan sumber daya. Renop UPPS Kesehatan Masyarakat Universitas Wiralodra ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Pengurus Yayasan Wiralodra Indramayu Nomor: 002/A.1/SK/YWI/I/2018 pada tanggal 7 Januari 2019 Tentang Penetapan Rencana Operasional 2018- 2022 UPPS Kesehatan Masyarakat Universitas Wiralodra.
5) Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK)
Praktik perwujudan Good University Governance UPPS Kesehatan Masyarakat Universitas Wiralodra ditunjukkan oleh:
a) Tata Pamong Kredibel
Wujud pelaksanaan tata pamong UPPS Kesehatan Masyarakat yang kredibel meliputi:
1. Penetapan struktur organisasi beserta tupoksi tata pamong UPPS Kesehatan Masyarakat Universitas Wiralodra yang telah ditetapkan dan diberlakukan berdasarkan Surat Keputusan Pengurus Yayasan Wiralodra Indramayu Nomor :
001/PER/YWI/X/2018
. Sistem pengelolaan mengacu pada tugas pokok dan fungsi yang melekat pada struktur organisasi yang telah ditetapkan dan diberlakukan berdasarkan Surat Keputusan Rektor Universitas Wiralodra Nomor:002a/11/Unwir/2018 pada tanggal 12 November 2018.
2. Pengangkatan Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Wiralodra berdasarkan Surat Keputusan Pengurus Yayasan Wiralodra Indramayu Nomor : 028/A.1/SK.YPM/XI/2018 pada tanggal 6 Nopember 2018. Pengangkatan Wakil Dekan I oleh Yayasan Wiralodra Indramayu bertujuan membantu Dekan dalam pelaksanaan tugas dengan memperhatikan usulan Rektor dan Dekan setelah mendapatkan pertimbangan Senat Fakultas.
Banyaknya Wakil Dekan ditentukan berdasarkan kebijakan Yayasan.
3. Pelaksanaan tata pamong yang memiliki prinsip kredibilitas terlaksana melalui mekanisme kebijakan dan tercermin melalui pelaksanaan Standard Operational Procedure (SOP). Berikut keberadaan SOP yang menunjukkan kredibilitas pelaksanaan tata pamong:
SOP/LPMI-SPWM/SNP.02 Pencapaian Pengetahuan Lulusan,
SOP/LPMI-SPWM/SNP.03 Pencapaian Ketrampilan Umum Lulusan,
SOP/LPMI-SPWM/SNP.04 Pencapaian Ketrampilan Khusus Lulusan,
SOP/LPMI-SPWM/SNP.05 Pencapaian Sikap Lulusan,
SOP/LPMI-SPWM/PT.04 Pencapaian Visi Misi Tujuan Sasaran,
SOP Bimbingan Tugas Akhir,
SOP/LPMI-SPWM/SNP.05 Bimbingan Akademik,
SOP/LPMI-SPWM/SNP.17 Pengelolaan Penilaian Pembelajaran,
SOP/LPMI-SPWM/LIT.01 Seminar Penelitian
SOP/LPMI-SPWM/PKM.10 Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat,
SOP/LPMI-SPWM/SNP.05 Pencapaian Kinerja Prodi,
SOP Kerjasama.
4. Tata pamong yang kredibel tercermin melalui pelaksanaan Standar Operasional prosedur (SOP) tata pamong yang ditunjukkan melalui hasil kegiatan audit ketaatan terhadap SOP tata pamong sebagai berikut:
Hasil Audit
Gambar Hasil Audit Ketaatan Terhadap SOP Kredibilitas UPPS Kesehatan Masyarakat Universitas Wiralodra
Hasil audit ketaatan SOP tahun 2017/2018, 2018/2019 dan 2019/2020 menunjukkan pelaksanaan ketaatan SOP telah mencapai nilai standar yaitu melebihi 80% artinya memenuhi kredibilitas pelaksanaan ketaatan terhadap SOP.
b) Tata Pamong Transparan Bjdsflrskv’;dkvjdhxjv;dlkb c) Tata Pamong Akuntabel Bdsjfhrekjg;leskefkjdhxdlrds
d) Tata Pamong Tanggung Jawab Dcsllclds,nvmjlsmvdx.dkv;ldfkxv e) Tata Pamong Berkeadilan zhdfjeaLDka[‘dljGDHJ;KJKFSDZ
Sistem pengelolaan fungsional dan operasional UPPS Kesehatan Masyarakat Universitas Wiralodra dan PS Kesehatan Masyarakat meliputi elemen perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), penempatan personil (staffing), pengarahan (leading), pengawasan (controlling), dan kepemimpinan.
1) Perencanaan (planning)
VDFSJZNFA,’;D;C’SVDNJCNMSLDpa 2) Pengorganisasian (organizing)
NDVBJFDSLKKA<”:CKMAhdXLKADHIUCKCHa 3) Penempatan personil (staffing)
VSGDQKAJCMSKJSCKJAJKCACSAJHFC 4) Pengarahan (leading)
Jdvjdkfjvldznjvsdzkcs.kdzpomvksdxbvuhzjc 5) Pengawasan (controlling)
Bdjvdhskskcjdxck;dsdlc[pshufdvj
b. Kepemimpinan
Ketersediaan bukti yang sahih tentang efektivitas kepemimpinan di UPPS dan PS, yang mencakup 3 aspek berikut:
1) Kepemimpinan operasional, ditunjukkan melalui kemampuan menggerakkan seluruh sumber daya internal secara optimal dalam melaksanakan tridarma menuju pencapaian visi.
2) Kepemimpinan organisasional, ditunjukkan melalui kemampuan dalam menggerakkan organisasi UPPS dan mengharmonisasikan suasana kerja yang kondusif.
3) Kepemimpinan publik, ditunjukkan melalui kemampuan unit pengelola dan program studi dalam menjalin kerja sama yang menjadikan PS menjadi rujukan bagi masyarakat di bidang keilmuannya.
Bentuk dan model kepemimpinan di UPPS Kesehatan Masyarakat Universitas Wiralodra mengacu pada Surat Keputusan Dekan UPPS Kesehatan Masyarakat Universitas Wiralodra Nomor:
003/7/STIKes.PW/2019 pada tanggal 10 Juli 2019. Pencapaian Bentuk dan model kepemimpinan yang telah ditetapkan tersebut mengacu pada Standar Kepemimpinan nomor: STD/LPMI-SPWM/PT.06.06
1) Kepemimpinan Operasional Jhdskewsjvldk,g;/ld;ksbljsd 2) Kepemimpinan Organisasional
Segfyukjeskdfm;wlesf’wl
c. Sistem Penjaminan Mutu
Terbangunnya sistem penjaminan mutu internal yang fungsional pada UPPS, paling tidak termasuk:
1) Dokumen legal penetapan unsur pelaksanaan penjaminan mutu internal di perguruan tinggi.
2) Ketersediaan dokumen SPMI yang mencakup: kebijakan SPMI, manual SPMI, standar dalam SPMI dan dokumen lain yang diperlukan.
3) Bukti sahih terkait efektivitas pelaksanaan penjaminan mutu yang ditetapkan, dilaksanakan, dievaluasi, dikendalikan, dan ditindak lanjuti untuk perbaikan yang berkelanjutan (PPEPP).
4) Bukti sahih pelaksanaan monitoring dan evaluasi penjaminan mutu yang terstruktur, ditindaklanjuti, dan berkelanjutan.
d. Kerja Sama
Mutu, manfaat, kepuasan dan keberlanjutan kerja sama yang relevan dengan PS.
UPPS dan PS memiliki bukti yang sahih terkait kerja sama yang ada serta memenuhi aspek-aspek sebagai berikut:
1) memberikan manfaat bagi PS dalam pemenuhan proses pembelajaran, penelitian, dan PkM.
2) memberikan peningkatan kinerja tridarma dan fasilitas pendukung PS.
3) memberikan kepuasan kepada mitra.
4) menjamin keberlanjutan kerja sama dan hasilnya.
Hasil analisis data:
Jumlah, jenis, lingkup kerja sama akademik (pendidikan, penelitian dan PkM) dan non- akademik yang relevan dengan program studi dan manfaatnya. (Data merujuk DKPS Tabel 3. Kerja Sama UPPS yang Relevan dengan Program Studi)
6. Indikator Kinerja Tambahan
Indikator kinerja tambahan adalah indikator tata kelola dan tata pamong yang lain ditetapkan oleh masing-masing UPPS dan PS. Data indikator kinerja tambahan yang sahih harus diukur, dimonitor, dikaji, dan dianalisis untuk perbaikan berkelanjutan.
7. Kepuasan Pengguna
Pengukuran kepuasan layanan manajemen oleh UPPS terhadap para pemangku kepentingan: mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, lulusan, pengguna dan mitra yang memenuhi aspek-aspek berikut:
a. menggunakan instrumen kepuasan yang sahih, andal, mudah digunakan, b. dilaksanakan secara berkala, serta datanya terekam secara komprehensif,
c. dianalisis dengan metode yang tepat serta bermanfaat untuk pengambilan keputusan,
d. tingkat kepuasan dan umpan balik ditindaklanjuti untuk perbaikan dan peningkatan mutu luaran secara berkala dan tersistem,
e. review terhadap pelaksanaan pengukuran kepuasan para pemangku kepentingan.
f. hasilnya dipublikasikan dan mudah diakses oleh para pemangku kepentingan.
8. Tinjauan Manajemen
Deskripsi dan bukti yang sahih tindakan-tindakan pengendalian berdasarkan sistem penjaminan mutu yang ditetapkan, dilaksanakan, dan dievaluasi untuk memastikan efektivitas sistem penjaminan mutu pada UPPS.
9. Kesimpulan hasil evaluasi ketercapaian tata kelola dan tata pamong serta tindak lanjut Berisi ringkasan dari: pemosisian, masalah dan akar masalah, serta rencana perbaikan dan pengembangan UPPS dan PS.
Kriteria 3 Mahasiswa
Narasikan secara analisis runtut mengenai kriteria mahasiswa dengan dukungan data, informasi, dan kinerja tentang keberadaan pedoman penyusunan, pelaksanaan, pencapaian, permasalahan dan kelemahan serta tindak lanjut dengan sistematika sebagai berikut:
1. Latar Belakang
Bagian ini mencakup latar belakang, tujuan, dan rasional strategi pencapaian standar perguruan tinggi terkait kemahasiswaan yang mencakup sistem seleksi dan layanan mahasiswa serta standar khusus PS.
Program Studi Kesehatan Masyarakat dalam melaksanakan dan mencapai VMTS institusi dimulai dari penjaringan mahasiswa dilakukan melalui rangkaian seleksi yang mengacu kepada Standar Perguruan Tinggi yang berlaku ddi Universitas Wiralodra. Standar yang berhubungan dengan bidang kemahasiswaan adalah standar sistem seleksi dan standar layanan mahasiswa. Pengelolaan mahasiswa pada PS Kesehatan Masyarakat Unwir dilakukan terpusat oleh Panitia Penerimaan mahasiswa baru UNWIR. Lingkup kelola kemahasiswaan mencakup kualitas input mahasiswa, layanan kemahasiswaan berupa kegiatan pengembangan kemampuan penalaran, minat dan bakat, kegiatan bimbingan karir dan kewirausahaan, serta kegiatan peningkatan kesejahteraan (bimbingan dan konseling, beasiswa dan kesehatan). Dalam Pasal 29 Statuta UNWIR tercantum bahwa FKM UNWIR menyelenggarakan penerimaan mahasiswa baru melalui pola seleksi secara nasional dan mandiri sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan yang berlaku. Penerimaan mahasiswa baru di UNWIR dilakukan melalui 4 (Empat) jalur yaitu JPA (jalur prestasi akademik), JPNA (jalur prestasi non akademik), JAF (jalur afirmasi) dan JUM (jalur ujian masuk) . Seleksi mahasiswa baru melalui jalur JPA dan JPNA diatur secara nasional oleh Panitia Pusat yang ditunjuk oleh Rektor UNWIR. Secara lebih rinci sistem diatur dalam Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan Universitas Wiralodra tahun 2021. Sedangkan untuk Jalur Ujian Masuk (JUM) dan Jalur Afirmasi diatur dan ditetapkan pelaksanaannya oleh Rektor UNWIR. Tujuan dari penetapan standar mahasiswa adalah :
Meningkatkan kualitas raw input peserta didik melalui Tes Potensi Akademik (TPA), Tes bahasa inggris, uji kesehatan dan uji psikotest sehingga mendapatkan calon mahasiswa yang sesuai peminatan di tiap prodi.
Meningkatkan kualitas layanan kepada mahasiswa dan berupaya
menampung mahasiswa dengan karakteristik yang beragam.
Strategi pencapaian Standar Perguruan Tinggi
a.
Melakukan sosialisasi kepada semua pihak yang bertanggungjawab untuk memenuhi standar yang telah ditetapkan
b.
Mewajibkan semua pihak yang bertanggungjawab terhadap pelaksanaan standar
c.
Melakukan pemantauan terhadap keseluruhan proses pelaksanaan setiap standar
d.
Melakukan evaluasi terhadap hasil pemantauan bersama dengan semua pihak yang bertanggungjawab untuk memenuhi isi standar
e.
Melakukan perbaikan terhadap pelaksanaan pemenuhan isi standar berdasarkan hasil evaluasi. Sumber Daya yang dialokasikan untuk mencapai standar Penerimaan Mahasiswa Baru dan Layanan Mahasiswa terdiri dari:: Yayasan, Rektor Universitas Wiralodra, Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, Wakil Rektor III, Kaprodi, BAUK, BAAK, Dosen dan Mahasiswa.
Adapun mekanisme kontrol pencapaian standar pendidikan dengan mengimplementasikan Manual Pelaksanaan Standar, Manual Evaluasi Standar, dan Manual Pengendalian Standar Pendidikan di Univeristas Wiralodra
.2. Kebijakan/Rujukan Peraturan dan Standar yang Menjadi Acuan PS
Berisi deskripsi dokumen legal kebijakan pada UPPS yang mencakup sistem penerimaan mahasiswa baru dan layanan mahasiswa (bimbingan dan konseling, pengembangan nalar, minat dan bakat, pengembangan soft skills, layanan beasiswa, bimbingan karier dan kewirausahaan, dan layanan kesehatan).
Dokumen legal berkaitan dengan sistem penerimaan mahasiswa baru dan layanan mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat adalah :
a.
Undang-undang No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional
b.Peraturan Pemerintah No. 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi
c.Peraturan Pemerintah No. 17 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan
Pendidikan
d.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 4 Tahun 2014 Tentang
Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Pendidikan.
e.
STATUTA Universitas Wiralodra Indramayu tahun 2018
f.
Peraturan Rektor Pasal 35 Tentang Administrasi Penyelenggaraan Pendidikan
g.
Peraturan Rektor Pasal 168 Tentang Penerimaan Mahasiswa Baru dan/atau Pindahan
h.
Standar Pendidikan Universitas Wiralodra 2017
i.
Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan Univeristas Wiiralodra 2021
j.Rencana Induk Pengembangan Universitas Wiralodra 2014 – 2038
k.Buku Pedoman PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) 2021
l.
Panduan Program Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia 2021
Pengelolaan kemahasiswaan pada FKM UNWIR mengacu kepada dokumen standar manual prosedur program sarjana (S1) dan secara teknis tertuang pada STATUTA Universitas Wiralodra. Sebagai program studi yang bersifat Multi disiplin, pengelolaan kemahasiswaan dilakukan dengan saling koordinasi antara ketua program studi S1 Fakultas Kesehatan Masyarakat, Rektor Universitas Wiralodra, Dekan FKM UNWIR, wakil dekan FKM UNWIR, wakil Rektor III bidang kemahasiswaan serta BAAK Universitas Wiralodra.
Penerimaan mahasiswa program studi kesehatan masyarakat dilakukan secara sentral di tingkat Universitas oleh Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) yang dibentuk setiap tahun melalui Surat Keputusan Rektor Universitas Wiralodra. Pelaksanaan penerimaan mahasiswa baru dilaksanakan satu kali dalam satu tahun. Pendaftaran dimulai pada awal Bulan Februari sampai akhir Bulan Agustus. Seleksi penerimaan mahasiswa baru prodi kesmas dilakukan secara tertulis dan wawancara melalui berbagai tahap penerimaan mahasiswa baru untuk tahap akademik terdiri dari dua jalur yaitu jalur prestasi dan jalur umum.
Seleksi Ujian Masuk dilaksanakan oleh Universitas Wiralodra dan tersedia buku panduan yang dapat di unduh pada laman ww
w.unwir.ac.id . Penerimaan mahasiswabaru diatur dalam pedoman akademik UNWIR berdasarkan SK Rektor No:...
dan dokumen standar manual prosedur Sarjana UNWIR untuk penerimaan mahasiswa
baru dan registrasi mahasiswa baru. Dokumen standar manual prosedur berdasarkan pada : 1) Undang-Undang Republik Indonesia nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, 2) Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), 3) Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI Nomor 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, 4) Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI Nomor 02 Tahun 2016 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi, 5) Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI Nomor 50 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI Nomor 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, 6) Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Universitas Wiralodra Tahun 2017, dan 7) Buku Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan Universitas Wiralodra Tahun 2021. Penetapan penerimaan mahasiswa baru melalui SK Rektor. Penerimaan mahasiswa baru tahun 2019 berdasarkan SK Rektor Nomor ... dan tahun 2020 berdasarkan SK Rektor Nomor : ...
Proses penerimaan calon mahasiswa baru Program Sarjana dilakukan pada semester
Ganjil dan semester Genap melalui jalur seleksi UM. Waktu dan tata cara pendaftaran
untuk seleksi tersebut dapat dilihat melalui laman
www.pmb.unwir.ac.id Prosespenerimaan calon mahasiswa baru dilaksanakan oleh panitia khusus yang ditetapkan
oleh Rektor UNWIR. Penerimaan mahasiswa pada semester ganjil dilaksanakan
setelah penerimaan jalur prestasi akademik untuk penerimaan mahasiswa baru Program
Studi S1 Kesehatan Masyarakat seleksi mahasiswa baru dilakukan berdasarkan
identifikasi kemampuan dan potensi calon mahasiswa melalui serangkaian tahapan
seleksi untuk menjamin kualitas input mahasiswa. Seleksi awal dilakukan berdasarkan
deskripsi evaluasi terhadap dokumen mahasiswa baik yang dikirim dalam bentuk
secara online, dan dalam bentuk hard copy yang dikumpulkan oleh calon mahasiswa ke
PMB UNWIR. Persyaratan dan prosedur pendaftaran ulang dituangkan dalam
pengumuman Rektor Universitas Wiralodra yang dapat diunduh melalui website
www.unwir.ac.id Calon mahasiswa baru prodi S1 Kesehatan Masyarakat tidakdibatasi hanya lulusan SMA/SMK/MA, tetapi bisa dari D3 Keperawatan atau D3
Kebidanan yang ditentukan sesuai dengan pedoman akademik yang tercantum dalam
pedoman mahasiswa konversi. SK Rektor UNWIR Nomor ..., Rencana Strategis
PMB UNWIR dan rencana strategis Program S1 Kesehatan Masyarakat Selain dari
seleksi regular ini, mahasiswa baru di prodi S1 Kesehatan Masyarakat adalah
mahasiswa Pendidikan D3 menuju S1. Secara umum rasio keketatan seleksi masih relatif kecil sehingga perlu diupayakan proses yang optimal selama mahasiswa menempuh studi di prodi S1 Kesehatan Masyarakat. Beberapa penyebab rendahnya jumlah mahasiswa pendaftar dikarenakan banyaknya kampus kesehatan di lingkungan sekitar Kampus UNWIR. Untuk meningkatkan jumlah pendaftar ini, dilakukan upaya berupa kegiatan promosi yang dilakukan baik secara langsung maupun tidak langsung. Promosi secara langsung dengan melakukan Roadshow ke SMA/SMK sederajat yang bekerja sama dengan pihak Universitas. Promosi tidak langsung dilakukan dengan menyebarkan informasi melalui media elektronik maupun cetak berupa: radio, facebook, instagram, brosur/leafleat, spanduk, poster, koran dan video tron. Upaya yang dilakukan tersebut telah menunjukkan adanya animo mahasiswa yang bervariasi tetapi cenderung bertambah. Sebaran input mahasiswa selain berasal dari Indramayu, Cirebon, Majalengka, Subang, Karawang, Jakarta,
Maluku dan Lampung. Mahasiswa-mahasiswa ini secara langsung maupun tidaklangsung menjadi fasilitator promosi sebaran mahasiswa.
Untuk pengembangan layanan akademik, Perpustakaan pusat UNWIR dibuka setiap hari kecuali Minggu, Senin sampai Jumat dari pukul 08.00 pagi hingga pukul 15.00. dan dapat diakses 24 jam secara online dan pada jam kerja setiap hari Senin sampai Sabtu. Sedangkan perpustakaan FKM di buka setiap hari Senin sampai Sabtu dari pukul 08.00 hingga pukul 14.00.
Laboratorium komputer juga tersedia di perpustakaan yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa. Selain itu koleksi buku dan laboratorium Bahasa. Layanan lain yang tersedia untuk mahasiswa antara lain adalah laboratorium FKM, tempat ibadah (masjid) dan keamanan kampus. Semua fasilitas ini disediakan untuk mengakomodir kebutuhan mahasiswa dalam kegiatan akademik maupun non akademik.
Mahasiswa dapat mendapatkan beasiswa UKT, BI, PPA, BAZNAS, BIDIKMISI,
beasiswa Gubernur Jawa Barat dengan syarat IPK 3,0. Mahasiswa
diikutsertakan dalam kegiatan seminar yang menunjang kreativitas
mahasiswa, kegiatan penyuluhan, magang, kompetisi yang mengasah
kreativitas mahasiswa dan studi lapangan.
3. Strategi Pencapaian Standar
Pada bagian ini harus diuraikan secara komprehensif strategi UPPS untuk mencapai standar perguruan tinggi dan UPPS yang berisi: sistem seleksi (nilai seleksi, nilai rapor, nilai ujian nasional, dan persyaratan khusus lainnya) serta layanan mahasiswa. Pada bagian ini juga harus diuraikan sumber daya yang dialokasikan untuk mencapai standar yang telah ditetapkan serta mekanisme kontrol pencapaiannya.
4. Evaluasi Pelaksanaan Standar
Berisi deskripsi dan analisis keberhasilan dan/atau ketidakberhasilan pencapaian standar yang telah ditetapkan. Capaian kinerja harus diukur dengan metode yang tepat, dan hasilnya dianalisis serta dievaluasi. Analisis terhadap capaian kinerja harus mencakup identifikasi akar masalah, faktor pendukung keberhasilan dan faktor penghambat ketercapaian standar, dan deskripsi singkat tindak lanjut yang akan dilakukan UPPS.
5. Indikator Kinerja Utama a. Kualitas input mahasiswa
1) Metode rekrutmen calon mahasiswa untuk mengidentifikasi potensi kemampuan mencapai capaian pembelajaran.
2) Hasil analisis data:
a) Rasio jumlah pendaftar terhadap jumlah mahasiswa baru pada PS. (Data merujuk DKPS Tabel 5. Data Mahasiswa pada Program Studi)
b) Pertumbuhan jumlah mahasiswa baru untuk PS dengan jumlah lulusan rendah.
b. Animo calon mahasiswa sebagai hasil upaya yang sudah dilakukan
1) Tren peningkatan animo calon mahasiswa dalam kurun waktu tiga (3) tahun terakhir pada PS.
2) Keberadaan mahasiswa asing terhadap jumlah mahasiswa pada PS.
(Data merujuk DKPS Tabel 5. Data Mahasiswa pada Program Studi) c. Layanan kemahasiswaan
Layanan kemahasiswaan yang disediakan oleh Perguruan tinggi untuk seluruh mahasiswa dalam bentuk (1) pembinaan dan pengembangan minat dan bakat, (2) peningkatan kesejahteraan, serta (3) penyuluhan karier dan bimbingan kewirausahaan.
6. Indikator Kinerja Tambahan
Indikator kinerja tambahan pada UPPS adalah indikator kemahasiswaan yang ditetapkan oleh masing-masing perguruan tinggi untuk melampaui SN DIKTI. Data indikator kinerja tambahan yang sahih harus diukur, dimonitor, dikaji dan dianalisis untuk perbaikan berkelanjutan.
7. Kepuasan Pengguna
a. Deskripsi sistem untuk mengukur kepuasan mahasiswa termasuk kejelasan instrumen yang digunakan, pelaksanaan, perekaman dan analisis datanya pada program studi.
b. Ketersediaan bukti yang sahih tentang hasil pengukuran kepuasan pengguna yang dilaksanakan secara konsisten, dan ditindaklanjuti secara berkala dan tersistem.
8. Tinjauan Manajemen
Deskripsi dan bukti yang sahih tindakan-tindakan pengendalian berdasarkan sistem penjaminan mutu yang ditetapkan, dilaksanakan, dan dievaluasi untuk memastikan efektivitas sistem penjaminan mutu.
9. Kesimpulan hasil evaluasi ketercapaian standar perguruan tinggi terkait kemahasiswaan serta tindak lanjut
Berisi ringkasan dari: pemosisian, masalah dan akar masalah, serta rencana perbaikan dan pengembangan kemahasiswaan di UPPS dan PS.
Kriteria 4. Sumber Daya Manusia
Narasikan secara analisis runtut mengenai kriteria sumber daya manusia dengan dukungan data, informasi, dan kinerja tentang keberadaan pedoman penyusunan, pelaksanaan, pencapaian, permasalahan dan kelemahan serta tindak lanjut dengan sistematika sebagai berikut:
1. Latar Belakang
Bagian ini mencakup latar belakang, tujuan, dan rasional penetapan standar perguruan tinggi terkait sumber daya manusia (SDM) yang mencakup: kualifikasi, kompetensi, beban kerja, proporsi, serta pengelolaan SDM (dosen dan tenaga kependidikan) oleh UPPS.
Sebagaimana dalam salah satu misi Fakultas Kesehatan Masyarkat Unwir yaitu menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran yang bermutu, serta tujuan Fakultas Kesahatan Masyarakat Unwir yaitu tercapainya lulusan yang unggul dan kompetitif pada bidang ilmu dan teknologi di bidang kesehatan melalui pendidikan dan pengajaran yang bermutu maka diperlukan Sumber daya manusia (dosen dan tenaga kependidikan) yang baik dan terjaga secara kuantitas dan kualitas. Dosen merupakan komponen dalam penyelenggaraan pendidikan dalam rangka pemenuhan capaian pembelajaran lulusan. Kuantitas dan kualitas sumber daya manusia (SDM) diperlukan guna mencapai visi, misi dalam peningkatan mutu pendidikan. Sumber daya manusia yang inovatif pada segi akademik, juga kemampuan dalam penelitian, pengabdian masyarakat serta pada aspek manajerial. Tujuan penetapan standar dosen dan tenaga kependidikan pada Fakultas Kesehatan Masyarakat Unwir diantaranya:
1. Menjadi arah serta landasan dalam merancang, merumuskan dan menetapkan Standar Dosen dan Tenaga Kependidikan di seluruh unit kerja di lingkungan Universitas Wiralodra
2. Menjadisarana komunikasi bagi seluruh pemangku kepentingan kegiatan pembelajaran di lingkungan Universitas Wiralodra
Rasionalitas dari standar dosen dan tenaga kependidikan adalah bahwa dosen adalah pendidik professional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan
, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan,
teknologi melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Dengan demikian tugas pokok dosen adalah merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam konteks hubungan input, proses dan output pada sistem pendidikan tinggi, dosen dan tenaga kependidikan merupakan sumber daya manusia yang penting yang memiliki tugas dan peran dalam menjalankan proses pada sistem tersebut. Agar dosen dan tenaga kependidikan dapat melaksanakan tugasnya dengan baik diperlukan standar dosen dan tenaga kependidikan.
Mekanisme penetapan sumber daya manusia
Langkah-langkah dalam penetapan standar dosen dan tenaga kependidikan pada lingkungan Universitas Wiralodra adalah :
1. Penetapan stadar dosen dan tenaga kependidikan oleh Rektor
2. Memuat acuan-acuan yang ada pada standar dosen dan tenaga kependidikan pada lngkungan Universitas Wiralodra
3. Pemenuhan norma hukum dan perundang-undangan 4. Menganalisa kebutuhan pada masing-masing program studi
Sumber daya manusia (SDM) pada Fakultas Kesehatan Masyarakat : 1. kualifikasi
Sumber daya manusia (SDM) pada Fajultas Kesehatan Masyarakat Unwir terdiri atas dosen dan tenaga kependidikan. kualifikasi SDM (dosen dan tenaga kependidikan) pada fakultas kesehatan masyarakat disesuaikan dengan persyaratan yang ada pada
Pedoman Kepegawaian Universitas Wiralodra Tahun 2015 dengan No SK:
610.1/PER/YWI/I/2015. Dosen dan tenaga kependidikan harus memenuhi kualifikasi dengan sistem rekruitmen dan seleksi ini diatur melalui Statuta tahun 2018 dan Standar Dosen dan Tenaga Kependidikan tahun 2018. Sistem rekrutmen dan seleksi bagi dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan Universitas Wiralodra Indramayu dilaksanakan oleh Rektoriat dan penetapannya oleh Yayasan. Pelaksanaan rekruitmen dilakukan secara kompetisi melalui seleksi yang dilakukan oleh Universitas. Program Studi mengusulkan jumlah kebutuhan, dan prasyarat agar sesuai dengan kebutuhan dan bidang keilmuan. Syarat-syarat calon dosen tetap Yayasan yakni :
a. Bertaqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa;
b. Senat jasmani dan sehat rohani: