• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Bunga memiliki manfaat yang luar biasa dalam kehidupan emosional seseorang. Setelah menerima bunga, seseorang akan merasa lebih senang, suasana hati membaik, dan tumbuh gairah untuk memiliki hubungan yang dekat dengan sang pengirim. Maka dari itu bunga digunakan sebagai media untuk berkomunikasi dan mengekspresikan perasaan mereka, seperti ucapan selamat, berduka cita, dan kasih sayang. Kebiasaan memberi bunga untuk menyampaikan perasaan dan ekspresi telah menjadi sebuah tradisi dalam kebudayaan modern.

Secara umum bunga berarti bagian tumbuhan yang akan menjadi buah, biasanya elok warnanya dan harum baunya (https://kbbi.web.id/). Di dunia terdapat jutaan jenis bunga yang tersebar dan setiap bunga memiliki makna masing – masing tergantung dari jenis, warna, jumlah, dan lainnya. Contohnya bunga mawar merah melambangkan perasaan cinta yang membara sedangkan bunga mawar kuning melambangkan perasaan cemburu dan bunga melati melambangkan persahabatan.

Kita dapat mempelajari arti dan makna dari bunga yang diberikan seseorang melalui kamus bahasa bunga. Bahasa bunga sudah diperkenalkan dan disebarluaskan ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. Pengunaan bunga sebagai ungkapan perasaan juga telah banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia.

Wilayah Indonesia yang merupakan wilayah tropis membuat banyak berbagai jenis bunga tumbuh di wilayah tersebut. Banyaknya jenis bunga tropis di Indonesia membuat masyarakat dapat menggunakan berbagai macam variasi bunga untuk

(2)

seseorang. Namun masyarakat dewasa di Indonesia rata-rata kurang memiliki wawasan tentang arti dan makna yang disampaikan oleh bunga karena belum ada buku tentang arti dan makna bunga di Indonesia. Buku tentang arti dan makna bunga hanya tersebar di luar negeri, seperti buku Flowerpaedia: 1000 Flowers and Their Meanings karya Cheralyn Darcey tahun 2017, The Complete Language of Flowers: A Definitive and Illustrated History karya S. Theresa Dietz tahun 2020, dan lainnya. Hal ini membuat banyak masyarakat yang menggunakan berbagai jenis bunga yang tidak sesuai dengan makna bunga yang dipilih. Penting untuk mengetahui makna bunga ketika kita memberikan kepada orang lain dan menerima dari orang lain agar tidak terjadi sebuah kesalahpahaman.

Berdasarkan permasalahan tersebut penulis akan membuat buku ilustrasi tentang arti dan makna bunga di Indonesia dengan visual yang menarik diharapkan ilustrasi dalam buku ini menjadi daya tarik tersendiri untuk menarik minat masyarakat. Diharapkan pula dengan dibuatkannya buku ilustrasi ini dapat menambah wawasan bahwa setiap bunga memiliki makna yang berbeda sesuai dengan jenis, warna, jumlah, dan lainnya, serta dapat memberi dan menerima makna bunga yang tepat.

Berdasarkan uraian di atas, judul dari Tugas Akhir ini adalah

“PERANCANGAN BUKU ILUSTRASI TENTANG ARTI DAN MAKNA BUNGA TROPIS INDONESIA”. Penulis berharap melalui buku ilustrasi ini masyarakat dapat mengekspresikan perasaannya dan menerima perasaannya dengan makna bunga yang tepat.

(3)

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana merancang buku ilustrasi tentang arti dan makna bunga tropis Indonesia yang informatif dan menarik?

2. Bagaimana merancang media pendukung untuk buku ilustrasi tentang arti dan makna bunga tropis Indonesia yang tepat?

C. Tujuan Perancangan

1. Merancang buku ilustrasi tentang arti dan makna bunga tropis Indonesia yang informatif dan menarik.

2. Merancang media pendukung untuk buku ilustrasi tentang arti dan makna bunga tropis Indonesia yang tepat.

D. Manfaat Perancangan

Secara umum, manfaat buku ilustrasi ini adalah sebagai buku ensiklopedia yang memberikan informasi dan hiburan kepada pembaca tentang arti dan makna bunga tropis Indonesia.

Secara khusus, manfaat buku ilustrasi ini adalah mengedukasi pembaca tentang arti dan makna bunga tropis Indonesia. Serta diharapkan dengan buku ini pembaca dapat memberi bunga dengan arti dan makna yang sesuai dengan kepentingan tertentu atau dapat mengekspresikan perasaan dengan bunga yang tepat, khususnya untuk pembaca dewasa berusia 20 – 35 tahun dan para pecinta bunga.

(4)

E. Kerangka Pikir

Bagan 1.1. Alur Kerangka Pikir

Kerangka pikir dibuat berdasarkan solusi untuk mengenalkan arti dan makna bunga tropis Indonesia melalui buku ilustrasi. Penulis mengumpulkan data dengan melakukan riset di lapangan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Kemudian data yang terkumpul dianalis menggunakan analisis SWOT.

Lalu menyimpulkan data yang diperoleh sebagai acuan perancangan konsep kreatif.

Pada perancangan konsep kreatif, ditentukan konsep verbal serta konsep visual yang tepat sesuai dengan hasil riset terhadap target audience untuk dituangkan ke dalam visualisasi karya desain.

F. Metode Penelitian

Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Metode yang digunakan

(5)

dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian tersebut dilakukan dengan cara mendapatkan data yang kemudian dideskripsikan serta dianalisis untuk mencari informasi dan menganalisa daya tarik masyarakat terhadap buku ilustrasi tentang arti dan makna bunga tropis Indonesia.

1. Objek dan Subjek Penelitian

Objek penelitian dalam perancangan ini adalah arti dan makna bunga tropis Indonesia. Sedangkan subjek yang dituju dalam penelitian ini adalah masyarakat dewasa berusia 20 – 35 tahun.

2. Sasaran dan Lokasi Penelitian

Sasaran yang dituju dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat Indonesia yang berusia 20 - 35 tahun dan secara khusus yang berdomisili di Surakarta. Penelitian terhadap subjek dan objek akan dilakukan di wilayah Jakarta dan Surakarta.

3. Jenis Data dan Sumber Data

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan dua sumber data untuk mencari data, mengumpulkan sumber data, dan hasil data yang akan diolah, yaitu:

a. Sumber Data Primer

Data primer diperoleh langsung dari subjek penelitian yang diambil langsung oleh peneliti kepada sumbernya tanpa ada perantara, dengan cara menggali sumber asli secara langsung melalui responden dengan wawancara dan kuisioner. Responden dalam penelitian ini adalah Bu Nana, pemilik Nanami Florist di Jakarta dan masyarakat umum usia 20 – 35 tahun.

(6)

b. Sumber Data Sekunder

Data sekunder merupakan sumber data yang tidak langsung, diperoleh dari sumber penelitian yang mampu memberikan data tambahan serta penguatan terhadap data penelitian. Sumber data sekunder biasanya diperoleh dari mengumpulkan referensi dari kajian kepustakaan dan dokumentasi dari kegiatan objek penelitian yang sedang dilaksanakan dalam kegiatan penelitian.

4. Teknik Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini menggunakan tiga macam teknik pengumpulan data, yaitu:

a. Wawancara

Wawancara yang dilakukan untuk memperoleh informasi dengan cara tanya jawab, untuk menapatkan informasi secara langsung dari sumbernya. Penulis melakukan wawancara kepada narasumber, yaitu Bu Nana, pemilik Nanami Florist di Jakarta.

b. Kuisioner

Kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan kepada orang lain yang dijadikan responden untuk dijawabnya. Kuisioner yang disebarkan berupa kuisioner online yang bersifat terbuka kepada responden yang berusia 20 – 35 tahun.

(7)

c. Kajian Pustaka

Teknik pengumpulan data dengan menggunakan literatur-literatur yang relevan dengan penelitian serta menggunakan data dokumen yang telah ada. Penulis menggunakan data yang ada di jurnal, buku, dan artikel.

5. Teknik Analisa Data

Setelah mendapatkan data yang diperoleh melalui wawancara, kuisioner, dan studi pustaka akan dianalisis dengan pendekatan secara deskriptif.

Kemudian melakukan penarikan kesimpulan memilah data pokok yang penting juga melengkapi data dari beberapa sumber lain.

6. Sistematika Penulisan

Pada penelitian ini, penulis membagi sistematika penulisan sebagai berikut:

a. Bab I: Pendahuluan

Bab ini berisi uraian tentang latar belakang masalah yang mendasari pentingnya diadakan penelitian perumusan masalah penelitian, tujuan dan manfaat penelitian, kerangka pikir dan metode penelitian.

b. Bab II: Kajian Teori

Bab ini berisi kajian teori yang mendiskripsikan pengertian, jenis-jenis dan prinsip dasar, media komunikasi dan saluran komunkasi.

c. Bab III: Identifikasi Data

Pada bab ini berisi data – data yang telah dikumpulkan dan dianalisis dari objek penelitian. Data – data ini berfungsi untuk mengetahui berbagai masalah dan solusi yang dibutuhkan oleh masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan yang sedang terjadi.

(8)

d. Bab IV: Konsep Perancangan

Berisi tentang perancangan proses kontribusi desain komunikasi visual untuk menyelasaikan masalah yang sedang terjadi pada objek penelitian. Pada konsep perancangan ini terdapat tiga proses perancangan yaitu konsep kreatif, konsep visual, dan pemilihan media yang tepat dan efektif untuk keberhasilan perancangan.

e. Bab V: Visualisasi

Dalam Bab V, penulis memaparkan visualisasi karya perancangan berdasarkan hasil konsep perancangan, berupa foto dan penjelasannya.

f. Bab VI: Penutup

Pada bab VI berisikan kesimpulan dan saran yang berfungsi untuk terciptanya penelitian yang lebih baik lagi di masa yang akan datang.

Referensi

Dokumen terkait

Dapat mengetahui cara menjaga lingkungan bagi masyarakat Desa Kalikajar, serta bermanfaat bagi responden sebagai informasi tentang faktor- faktor pemicu (trigger) asma yang

Dari penjelasan diatas peneliti ingin mendapatkan informasi yang lebih banyak mengenai pengaruh pemanfaatan teknologi informasi dan kualitas sistem informasi akuntansi di

Dari penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif, yaitu dengan mengumpulkan informasi dari sumber penelitian perpustakaa, artikel, buku, jurnal serta buku referensi yang

Seperti yang telah dibahas dalam undang–undang Republik Indonesia Nomor 10 tahun 2009 tentang kepariwisataan, daya tarik wisata adalah segala sesuatu yang

Keberagaman cerita tentang kepahlawanan dan kisah kisah yang lucu menjadi daya tarik yang memikat, untuk ditonton mulai dari anak, remaja sampai orang dewasa.Bagi

Mencari Buku Pelajaran menampilkan nilai-nilai moral melalui tokoh-tokoh yang disampaikan pengarang, sehingga pesan moral melalui novel Mencari Buku Pelajaran,

Hal tersebut dimaksudkan agar daya tarik kawasan Pemandian Air Panas Ngunut memiliki kemampuan akses yang lebih pada wilayah pengembangan yang ada

UU no.9 tahun 1990 tentang kepariwisataan menyebutkan bahwa objek dan daya tarik wisata adalah suatu yang menjadi sasaran wisata yang terdiri atas, obyek dan daya tarik