• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III PELAKSANAA KERJA MAGANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III PELAKSANAA KERJA MAGANG"

Copied!
44
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

PELAKSANAA KERJA MAGANG

3.1 Kedudukan dan Koordinasi

Selama 63 hari penulis melakukan praktik kerja magang di Alinea.id, penulis diperbolehkan untuk menjadi reporter sesuai dengan jurusan jurnalistik yang diambil di Universitas Multimedia Nusantara. Selama periode kerja magang tersebut penulis ditempatkan di kanal Gaya Hidup namun tidak jarang penulis diminta untuk menulis artikel yang ada di ranah ekonomi maupun politik serta kanal nasional.

Dikarenakan pelaksanaan magang saat ini bersamaan dengan kondisi pandemik covid-19, penulis melakukan praktik kerja magang di rumah work from home (WFH) dan tidak datang ke kantor. Maka, setiap materi penugasan yang diberikan kepada penulis dikirimkan melalui pesan WhatsApp maupun surel.

Materi penugasan yang diberikan berupa tautan menuju Youtube untuk mengikuti webinar ataupun konferensi pers melalui Zoom atau Google Meet, tidak hanya itu penulis juga mendapatkan materi dari rilis pers yang didapatkan dari narasumber atau perusahaaan yang sebelumnya pernah penulis hubungi di topik sebelumnya ataupun diberikan oleh managing editor, Hermansah. Namun, Penulis juga diberikan kebebasan untuk mencari dan memilih topik berita untuk dipublikasikan oleh Alinea.id.

Dalam memilih topik penulisan juga dapat langsung dikerjakan tanpa harus menunggu persetujuan dari atasan, sehingga penulis dapat memilih topik apa saja asalkan masih bersangkutan dengan kanal yang penulis tempati.

Penulisan berita hingga pengiriman naskah berita, penulis

berkoordiasi dengan managing editor, Hermansyah melalui pesan

WhatApps. Namun, Penulis juga bekerja sama dengan beberapa editor dan

reporter yang ada di Alinea.id yaitu Fator Razi dan Fattah untuk berbagi

tugas peliputan disaat piket reporter.

(2)

3.2 Tugas yang dilakukan

Tugas yang penulis lakukan selama magang di Alinea.id adalah menulis berita di kanal Lifestyle, setiap hari khususnya pada jam dan hari kerja penulis ditugaskan untuk melakukan peliputan secara online dengan cara mengikuti zoom meeting atau menonton live streaming di Youtube, Facebook, dan Twitter, tidak jarang juga penulis langsung menulis berita dari rilis pers yang dikirimkan oleh maaging editor. Setelah mengikuti live streaming atau hadir di Zoom Meeting penulis langsung mencari angle berita yang menarik.

Dalam memberikan penugasan kepada penulis, editor maupun managing editor tidak menentukan kapan penulis harus mengikuti liputan webinar, biasanya penugasan peliputan selalu diberikan kepada penulis dihari yang sama dan waktu yang mendekati jam webinar akan dimulai. Biasanya juga penulis selalu menanyakan terlebih dahulu kepada pembimbing lapangan apakah hari itu penulis memiliki webinar khusus atau tidak, karena jika tidak penulis mencari berita secara mendiri atau mencari rilis pers dari sumber- sumber yang pernah Alinea.id berikan kepada penulis. Namun ketika penulis sedang membuat satu berita, tiba-tiba editor maupun managing editor memberikan liputan khusus di webinar beberapa menit sebelum webinar tersebut mulai. Tidak jarang juga penulis diberikan tugas webinar pada waktu malam hari.

Ketika menyadurkan berita khususnya berita Lifestyle, penulis memperhatikan cara penulisan yang baik dan benar dari tata bahasa hingga pengutipan yang dilakukan oleh Alinea.id. Hal ini penulis lakukan dikarenakan penulis baru pertama kali melakukan penulisan berita dengan gaya Lifestyle yang santai namun tetap informatif dan berdasarkan kutipan dari narasumber terkait.

Webinar pertama yang penulis ikuti saat itu adalah webinar dengan tema

“Hari Kemanusiaan Nasional” yang diadakan oleh Save the Children yang dihadiri juga oleh beberapa menteri dan anggota DPR.

Tidak hanya itu, penulis juga ditugaskan untuk mengikuti siaran pers

Badan Pusat Statistik (BPS), Forum yang diadakan oleh Alinea.id mengenai

pertanian Indonesia, Tim Inteligent Penanggulan Bencana, konferensi pers dari

(3)

Tokopedia mengenai cara berinvestasi, hasil dari penulisan tersebut dapat dipublikasikan berbagai kanal salah satunya kanal bisnis.

Mengenai webinar yang dilakukan, penulis sering kali diberikan dua peliputan secara langsung dalam satu waktu yang menyebabkan penulis harus membagi waktu untuk menulis dan mendapatkan informasi dari pihak yang berbeda.

Setelah berita ditulis, biasanya penulis mengirimkannya hasilnya kepada editor melalui email redaksi untuk disunting terlebih dahulu kemudian, dipublikasikan di situs Alinea.id. pada setiap hari kerja, penulis diharuskan mengirimkan minimal satu hingga dua artikel berita, namun dipenugasan tertentu penulis bisa saja menulis 3 hingga 4 artikel dalam satu hari, tergantung arahan di hari penugasan.

Dalam proses penyuntingan berita, penulis kurang dilibatkan dan

biasanya tidak pernah ada revisi terhadap berita yang penulis buat, editor

menyunting berita penulis lalu diupload langsung ke website Alinea.id.

(4)

Gambar 3.1 Contoh penugasan melalui WhatsApp

Sumber : Dokumentasi Penulis

Gambar 3.2 Contoh penugasan melalui E-Mail

Sumber : Dokumentasi Penulis

(5)

Rincian tugas yang dilakukan penulis selama melakukan praktik kerja magang di media online Alinea.id dapat dilihat pada table di bawah ini:

Table 3.1 Table Mingguan Pelaksanaan Magang Minggu Ke - Tugas yang dilakukan penulis

1

(25 Agustus – 28 Agustus 2020)

- Mengikuti webinar yang diadakan oleh Alinea.id mengenai sektor pertanian di Indonesia lalu menulis artikel.

- Menulis artikel mengenai film yang bertama anjing pertama di Indonesia (materi didapatkan dari press release).

- Mengikuti webinar yang bertemakan pemulihan ekonomi dunia akibat covid-19 lalu menulis artikel.

- Membuat artikel mengenai pentingnya berinvestasi untuk generasi milenial (materi didapatkan dari press release).

2

(31 Agustus – 04 September 2020)

- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai waspada akibat pergerakan tanah.

- Mengikuti webinar dan menulis arikel yang bertema asap kebakaran hutan yang menyebrang ke negara tetangga.

- Menulis artikel mengenai cara mengelola keuangan saat pandemic (materi dari press relase).

- Menulis artikel mengenai keuntungan dalam berinvestasi (materi dari press relase).

- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai

influencer dalam gerakan ekonomi Indonesia.

(6)

3

(07 September – 12 September

2020)

- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai literasi di Indonesia.

- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai klaster keluarga yang bermunculan akibat aktifitas yang aktif di luar rumah.

- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai cara memerdekakan masyarakat dari buta aksara.

- Menulis artikel mengenai mempersiapkan pernikahan di era new normal.

- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai PSBB dan mobilitas perjalanan dalam mengetasi covid-19 - Menulis artikel mengenai traffic broker pekerjaan dan

travel di masa pandemic (materi tulisa dari press release).

- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai telekomunikasi yang menurunkan krisis ekonomi.

- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai pemerintah yang mempersiapkan kapasitas rumah sakit untuk pasien covid-19.

4

(14 September – 18 September

2020)

- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai relawan uang membantu penanganan covid-19.

- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai perkembangan ekonomi syariah di Indonesia.

- Menulis artikel mengenai keunggulan makanan beku saat pandemik (materi dari press release).

- Menulis artikel mengenai preferensi belanja daring (materi dari press release).

- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai gejala

covid-19.

(7)

- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai pemerintah yang menyiapkan hotel untuk pasien covid- 19 yang bergejala ringan.

- Menulis artikel mengenai kerusakan RSD Pulau Gadang (Materi dari press release).

5

(22 September 2020 – 24 September 2020)

- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai curah hujan tinggi di daerah JABODETABEK.

- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai hari badak sedunia.

- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai energy bersih

- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai bisnis penerbangan di kala pandemik.

- Menulis artikel mengenai ekosistem teknologi (materi dari press release).

- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai pengembangan alat uji covid-19.

6

(28 September – 2 Oktober 2020)

- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai persiapan tower 8 untuk pasien covid-19.

- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai penurunan jumlah rokok pada anak.

- Menulis artikel mengenai obat antivirus untuk pengobatan covid-19.

7

(05 Oktober – 10 Oktober 2020)

- Membuat artikel mengenai penjualan makanan kala pandemic (materi dari press release).

- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai penurunan pasien covid yang dirawat di wisma atlet.

- Membuat artikel mengenai perubahan perilaku konsumen di Indonesia (materi dari press release).

- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai

kekerasan terhadap anak yang terus meningkat.

(8)

- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai peranan keluarga dalam mencegah covid-19.

- Mengikuti webinar bersama Tokopedia dan menulis arikel mengenai tren transaksi pada kuartal III-2020.

- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai tes swab gratis di puskesmas.

- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai cerita dari penyintas covid-19.

- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai pembahasan UU Cipta Kerja.

8

(12 Oktober – 16 Oktober 2020)

- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai Menristek akan membuat inovasi yang menggantikan rapid test.

- Membuat artikel mengenai stylist di era new normal (materi dari press release).

- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai kenaikan kasus covid-19.

- Membuat artikel mengenai lokasi kuno di Indonesia (materi dari press release).

- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai sariawan pada bayi dan anak.

- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai kepemimpinan perempuan di Indonesia belum begitu signifikan.

9

(19 Oktober – 23 Okrober 2020)

- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai pencegahan penyakit pneumonia pada lansia.

- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai konsumsi pangan pada masyarakat.

- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai La Nina.

- Menulis artikel mengenai hujan meteor (Materi dari

press release).

(9)

- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai penyebaran covid-19 saat libur panjang.

10

(26 Oktober – 30 Oktober 2020)

- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai angka kesembuhan pasien covid-19.

- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai klaster perpajakan meringankan pajak.

- Untuk hari rabu – jumat panulis diberikan libur & cuti bersama dikarenakan tanggal merah.

11

(02 November – 6 November 2020)

- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai UU Ciptaker.

- Menulis artikel mengeai kapal ikan asil ilegal yang tertangkap di Selat Malaka.

- Menulis artikel mengenai “Film Titisan” yang akan tayang (materi dari press release).

- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai program bansos regular.

- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai penyandang diabetes yang tidak terdiagnosis.

- Menulis artikel mengenai pertumbuhan aplikasi Tiktok yang tumbuh pesat di Indonesia dan Vietnam (materi dari press release).

- Menulis artikel mengenai “Film Gundala” yang mendapatkan pesan positif dari penonton (materi dari press release).

- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai impor obat-obatan dan bahan baku dalam memenuhi kebutuhan.

- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai industry otomotif yang bangkit pada 2021.

12

- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai

instruksi presiden mengenai prosedur pengurusan tanah.

(10)

(09 November – 13 November

2020)

- Menulis artikel mengenai saham bisa menjadi kado bayi yang berusia 2 hari (materi dari press release).

- Menulis artikel mengenai band “Papua Original” merilis single baru (materi dari press release).

- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai tips ibadah umrah saat pandemik.

- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai kanker mulut dari Kalbe.

13

(17 November – 21 November

2020)

- Menulis artikel mengenai polusi yang mengencam kesehatan saat berolahraga (materu dari press release).

- Mengikuti webinar dan menulis artikel mengenai meningkatkan keselamatan berkendara saat bersepeda.

- Menulis artikel mengenai survei penerimaan vaksin di Indonesia (materi dari press release).

- Menulis artikel mengenai investasi reksa dana (materi dari press release).

- Menulis artikel mengenai aktivitas merapi 2020 (materi dari press release.

- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai peningkatan ekonomi nasional.

- Membuat Artikel mengenai vaksin untuk penanganan virus corona (materi dari press release)

- Mengikuti webinar dan membuat artikel mengenai cara berinvestasi dari bank BNI.

- Membuat artikel mengenai Ancaman Separtisme (materi dari press release).

14

(23 November – 27 November

2020)

- Membuat artikel mengenai vaksin berhasil mencegah virus (materi dari press release).

- Membuat artikel mengenai fungsi vaksin untuk

mencegah penyakit menular (materi dari press release).

(11)

- Membuat artikel mengenai pemerintah telah menyiapkan sistem data untuk vaksin (materi dari press release).

- Membuat artikel mengenai boneka barbie membantu mengembangkan sosialisasi anak (materi dari press release).

- Membuat artikel mengenai transaksi proteksi gadget tokopedia yang naik ningga 70 kali lipat (materi dari press release).

- Membuat artikel mengenai penggunaan vaksin covid-19 untuk mengurangi turunnya ekonomi Indonesia (materi dari press release).

- Mengikuti webinar dan membuat artikel mengenai pengembangan penanganan covid-19

- Mengikuti webinar dan membuat artikel mengenai Dana Darurat untuk Millenials di Tengah Pandemik covid-19 (sumber : dokumentasi Penulis)

Selama magang di Alinea.id, penulis telah menghasilkan 100 berita 89 berita yang dipublikasikan dan 11 berita yang tidak dipublikasikan di website Alinea.id. Dari 100 berita tersebut tidak semua berita masuk di kanal LifeStyle, namun ada berita dari kanal Nasional, Ekonomi, dan Politik. Semua berita yang sudah dipubilkasikan di laman Alinea.id dapat dilihat melalui tautan (https://www.alinea.id/me/ghalda-anisah )

Berdasarkan tautan diatas berita yang telah dipublikasikan, materi yang penulis dapatkan adalah hasil dari wawancara, webinar, rilis pers, dan live streaming. Sementara itu, untuk mengetahui apakah berita yang penulis buat dipublikasikan atau tidak penulis memeriksa website alinea.id setiap harinya.

3.3 Uraian Pelaksanaan Kerja Magang

Selama melaksanakan magang di Alinea.id, penulis bertugas sebagai

reporter pada kanal Gaya Hidup dan beberapa kali penulis menuliskan berita

(12)

untuk kanal lain beberapa diantaranya kanal Ekonomi, Nasional, dan Politik. Dalam bab ini penulis akan membagikan proses penulisan artikel.

Kemudian dibagi menjadi dua contoh liputan yang diambil dari webinar, pada subbab tersebut penulis akan menceritakan proses kreatif dalam menulis berita dari kanal Gaya Hidup dan kanal Nasional.

3.3.1 Proses Penulisan Artikel

Praktik kerja magang yang penulis lakukan saat ini berkaitan dengan jurusan yang penulis ambil di Universitas yakni Multimedia Journalism.

Media online Alinea.id juga melakukan hal yang serupa dengan alur kerja penulis pada saat melakukan kerja magang.

Selama pelaksanaan kerja magang, terdapat beberapa tahapan penulisan berita yang harus dilakukan, mulai dari penugasan oleh managing editor hingga berita dipublikasikan di laman resmi media online Alinea.id. menurut Ronald Buel (Sidharta, 2016, p. 26), ada lima proses dalam membuat sebuah produk berita jurnalistik hingga siap dipublikasikan :

1. Data Assignment (Tahapan Penugasan)

Penugasan atau Data Assignment dapat menentukan apa yang diliput beserta alasannya (Buel, dikutip dalam Sidharta, 2016, p.26). dalam hal ini Schultz (2005, p.4) menjelaskan mengenai berita apa yang penting untuk diliput, bagaimana meliputnya dan seberapa penting berita tersebut serta siapa reporter yang akan melakukan tugas peliputan ini juga ditentukan oleh editor saat rapat (Sidharta, 2016, p.27).

2. Data Collecting (Tahapan Pengumpulan Data)

Dalam mengumpulkan data untuk memastikan agar informasi yang

dibutuhkan cukup (Buel, dikutip dalam Sidharta, 2016, p.27). Webb dan

Salancik (1966, p.1, dikutip dalam Sidharta, 2016, p.27) menyatakan

bahwa jurnalis bisa mengumpulkan data dengan cara melakukan

(13)

wawancara, observasi, mencari melalui dokumen publik, dan berpartisipasi langsung dalam peristiwa dilapangan.

3. Data Evaluation (Evaluasi Data)

Dalam mengevaluasi data bertujuan untuk menentukan apa saja yang harus dimasukkan dalam berita (Buel, dikutip dalam Sidharta, 2016, p. 29). Namun Husnan N Djuraid menyatakan bahwa penting tidaknya sebuah berita tidak ditentukan oleh panjang dan pendeknya sebuah berita, melainkan ditentukan sejauh mana masyarakat membutuhkannya (Chasanah, Santoso, & Soleh, 2014, p. 27).

4. Data Writing (Tahapan Penulisan)

Untuk membuat sebuah tulisan berita, kata-kata sangat dibutuhkan dalam sebuah penulisan (Buel, dikutip dalam Sidharta, 2016, p. 29).

Berita menjadi menarik bukan karena materinya, melaikan cara penulisannya (Djuraid, dikutip dalam Chasanah, Santoso, & Soleh, 2014, p. 29).

Dalam menulis berita harus ditulis dengan menggunakan rumus 5W+1H agar berita yang dibuat lengkap, akurat dan memenuhi standar teknis jurnalistik dengan kata lain berita tersebut disusun dalam pola yang mudah dipahami oleh pembaca (Mordekhay, 2009, p. 23)

Perlu diketahui juga dalam penulisan sebuah berita di media dikenal juga dengan adanya teras berita, dimana teras berita merupakan lead/intro atau dapat dikenal dengan awalan berita yang berfungsi sebagai daya tarik bagi pembaca (Chasanah, Santoso, & Soleh, 2014, p.

27). Menurut Adzan Irman (2018, p. 22) mengatakan bahwa ada beberapa macam kutipan. Kutipan yang penulis gunakan dalam penulisan straigh news ada dua yaitu.

1. Kutipan Langsung

Kutipan langusng merupakan tulisan kata demi kata dari apa

yang dikatakan oleh narasumber atau pembicara, kutipan ini

(14)

juga dibuka dan ditutup dengan tanda kutip (Irman, 2018, p.

22).

2. Kutipan Tidak Langsung

Kutipan tidak langsung berisi apa yang dikatakan oleh pembicara dan bagaimana cara menyampaikan informasi tersebut, serta penulisan kutipan ini tidak menggunakan tanda kutip (Irman, 2018, p. 22).

5. Data Editing (Tahapan Penyuntingan)

Penyuntingan dilakukan guna menentukan berita tersebut agar layak untuk dipublikasi (Buel, dikutip dalam Sidharta, 2016, p.32). Sementara itu menurut Mordekhay (2009, p.36) menyunting berita dalam sebuah media sangat penting berguna untuk meminimalisirkan kesalahan dalam penulisan berita dan hal ini sangat bergantung dari keahlian editor saat penyuntingan.

Menyunting berita tidak sekedar memotong berita dan memasukkannya kedalam kolom yang sudah tersedia, namun dalam melakukan penyuntingan berita ada dua hal utama yang harus diperhatikan (Assegaff, 1982, p. 69-71 dikutip dalam Mordekhay, 2009, pp. 36-37) ;

1. Mencegah terjadinya kesalahan-kesalahan a) Salah ejaan dan stuktur kalimat,

b) Kesalahan fakta-fakta,

c) Kesalahan pada stuktur berita.

2. Menjaga hal-hal yang tidak dikehendaki a) Masuknya unsur-unsur pendapat, b) Adanya pengulagan kata atau kalimat,

c) Mengoreksi agar jangan sampai ada fakta yang tertinggal,

d) Menjaga adanya kata atau kalimat yang dapat

e) menimbulkan pencemaran nama baik atau salah tulis

gelar dan nama narasumber,

(15)

f) Megoreksi dan mengantisipasi berita yang sudah basi atau sudah dimuat sebelumnnya,

g) Menjaga masuknya berita bohong dan koreksi keakurtan berita.

Dari tugas dan fungsi tersebut Assegaff (1982, pp. 69-71 dikutip dalam Mordekhay, 2009, pp. 36-37) mengatakan bahwa seorang redaktur yang menjalankan fungsi menyunting harus seorang wartawan yang mengetahui pekerjaaannya secara baik dan mempunyai pengetahuan luas baik secara bahasa maupun hukum pers.

3.3.1.1 Artikel Liputan Kanal Lifestyle

Liputan utama yang ditugaskan untuk penulis terdapat dikanal Gaya Hidup. Dalam hal ini penulis mengambil contoh berita

“Mengenai Happy Hypoxia, Bagaimana Mencegah dan gejalanya”.

Penulis mengambil contoh tersebut dikarenakan penulis mendapatkan pengetahuan baru mengenai jenis penyakit yang sebelumnya penulis tidak ketahui, yaitu mengenai penyakit happy hypoxia yang muncul bersamaan dengan pasien covid -19 yang menyerang saluran pernafasan dan mengurangi kadar oksigen dalam tubuh pasien. Menurut penulis hal ini penting untuk diketahui oleh masyarakat agar dapat melakukan pencegahan dan penanganan pada diri mereka.

1. Data Assigment (Tahapan Penugasan)

selain menuliskan berita dari rilis pers, penulis juga ditugaskan

untuk melakukan liputan pada webinar untuk kanal Gaya Hidup

khususnya kesehatan. Pertama penulis diinformasikan melalui

WhatsApp oleh managing editor, Hermansah terkait webinar apa

yang akan diliput. Managing editor menghubungi penulis untuk

melakukan peliputan 30 menit sebelum sesi webinar “Mengenai

Happy Hypoxia, Bagaimana Mencegah dan gejalanya”.

(16)

Namun jika penulis telat dalam melakukan peliputan, sesi ini dapat diakses kapan pun melalui Youtube sehingga penulisan berita tetap dapat dilakukan dan dipublikasikan

Gambar 3.3 Penugasan yang diberikan kepada penulis

Sumber : Dokumentasi Penulis

Penugasan yang diberikan melalui pesan WhatsApp tersebut merupakan talk show yang dilakukan oleh BNPB pada tanggal 16 September 2020. Talk show ini juga dihadiri oleh narasumber dari dokter spesialis paru, Dr. Erlina Burhan.

Sebelumnya penulis ditugaskan untuk standby di WhatsApp

karena akan ada rilis pers yang akan dikerjakan untuk penulis,

namun 30 menit sebelum zoom meeting dimulai penulis diminta

untuk mengikuti webinar tersebut dengan tema “Mengenal Happy

Hypoxia, Bagaimana Mencegah dan Gejalanya”.

(17)

Managing editor tidak menentukan angle apa yang penulis akan buat, melaikan penulis dibebaskan untuk menentukan angle sendiri. untuk itu angle yang penulis gunakan mengenai gejala dari Hypoxia, karena penyakit yang menyerang paru-paru ini sebenarnya sudah lama ada, namun jarang diberitakan dan baru muncul bersamaan dengan COVID-19.

2. Data Collecting ( Tahapan Pengumpulan data)

Dalam melakukan penulisan berita ini, penulis hanya melakukan pengumpulan data melalui hasil talkshow yang didapatkan dari webinar “Mengenal Happy Hypoxia, Bagaimana Mencegah dan Gejalanya”. Penulis juga tidak melakukan rekaman tersendiri dikarenakan webinar ini dapat ditayangkan kembali di Youtube BNPB.

Dalam webinar “Mengenal Happy Hypoxia, Bagaimana Mencegah dan Gejalanya”. penulis mendapatkan informasi dari Dr.

Erlina Burhan selaku dokter paru- paru yang membahas mengenai awal mula dikenalnya penyakit happy hypoxia yang muncul bersamaan dengan pasien covid-19 yang awalnya diberi nama silent hypoxia. Kemudian, happy hypoxia ini dapat mengakibatkan seseorang sesak nafas secara tiba-tiba dikarenakan kadar oksigen dalam tubuhnya turun. Informasi selanjutnya penulis juga mendapatkan bahwa orang yang terkena happy hypoxia tidak merasakan gejala apapun walaupun oksigen dalam darah sudah berkurang dan yang terakhir penulis juga mendapatkan informasi mengenai cara mengetahui gejala happy hypoxia yang terdapat didalam tubuh manusia.

Untuk itu penulis menggunakan angle berita mengenai gejala dari Hypoxia dan pencegahannya. Data yang penulis dapatkan penulis cantumkan dalam table 3.2 dibawah ini.

Table 3.2 Table Kumpulan Data yang Penulis Dapatkan Dari webinar

(18)

1. Happy hypoxia mulai dikenal dan diketahui oleh orang- orang bersamaan dengan pandemik covid-19

2. Happy hypoxia adalah kurangnya kadar oksigen didalam darah yang menyebabkan seseorang sesak nafas

3. Happy hypoxia bukan penyakit sendiri melaikan penyakit yang ada bersamaan dengan penderita covid – 19

4. Happy hypoxia dapat terjadi akibat kerusakan pada saraf yang menghantarkan sesnsor sesak ke otak kemudian otak tidak dapat memberikan respond terhadap sesak sehingga tidak ada gelaja yang berat bahkan tidak terlihat.

5. Adapun salah satu jurnal yang membahas mengenai happy hypoxia (bahwa happy hypoxia muncul pada bulan april – mei 2020

6. Pada beberapa pasien covid – 19 biasanya terjadi karena mengalami kerusakan ketika pengiriman sinyal ke otak 7. Happy hypoxia terjadi sudah lama pada saat bulan april

hingga bulan mei yang awalnya disebut sebagai silent hypoxia

8. Namun ada kasus dari seseorang yang berusia 60 tahun, mengalami gejala covid – 19 kemudian, gejala pasien tersebut semakin parah, pasien semakin lemas, tetapi pasien ini tidak mengalami sesak nafas, masih bisa melakukan kegiatan sehari-hari. Ini adalah salah satu pasien yang mengalami kasus happy hypoxia.

9. Satu rasi oksigen didalam dada pengindap penyakit happy hypoxia hanya sekitar 60% sedangkan orang normal memiliki kadar oksigen didalam darah 95% hinggan100%

10. Batuk juga menyebabkan sesuatu yang aneh didalam

rongga pernafasan dan yang dapat kita ketahui, pertukaran

oksigen itu adanya di paru-paru, namun adanya kerusakan

di paru-paru maka oksigen yang masuk akan berkurang.

(19)

11. Darah yang masuk ketubuh akan mensupply ke seluruh organ dan organ-organ yang kekurangan oksigen yang dapat menyebabkan pasien semakin lemah

12. Biasanya satu-satunya yang dibutuhkan oleh pasien adalah oksigen dan harus segera dibawa kerumah sakit

13. Biasanya jika hypoxia yang terjadi sudah cukup lama, pasien akan megalami penurunan kesadaran dan aan menumbulkan kejadian fatal

14. Cara mendiagnosanya adalah dengan melakukan pemeriksaan terhadap analisis gas darah (untuk melihat kadar oksigen didalam darah) pemeriksaannya harus ke rumah sakit

15. Untuk pengecekan dirumah bisanya orang-orang menggunakan full of cimetri alat yang dimasukan kejari, kemudian hasilnya keluar lewat angka rasi oksigen dalam tubuh.

16. full of cimetri bukan untuk orang sehat maupun OTG melainkan, untuk orang yang bergejala seperti batuk yang menetap atau orang yang merasakan gejala happy hypoxia tersebut. Kalau tidak segera melakukan pemeriksaan ke rumah sakit dikarenakan obatnya hanya oksigen.

17. Gejalanya adalah, batuk yang menerap, lemas, warna bibir dan ujung jarinya berwarna kebiruan atrinya oksigen sudah menurun.

Sumber : Olahan Penulis

3. Data evaluation (Tahapan Evaluasi)

Setelah melakukan pengumpulan data dengan mengikuti

webinar “Mengenal Happy Hypoxia, Bagaimana Mencegah dan

Gejalanya” yang berdurasi 22 menit, penulis akan mengevaluasi

data yang telah diperoleh untuk memilih informasi yang akan

(20)

digunakan dalam menulis artikel dengan angle berita mengenai gejala dari Hypoxia dan pencegahannya.

Untuk itu penulis menggunakan data berikut sebagai bahan tulisan yang akan dibuat.

1. Happy hypoxia adalah kurangnya kadar oksigen didalam darah yang menyebabkan seseorang sesak nafas.

2. Didalam sebuah jurnal yang berujudul “Covid-19 with silent hypoxemia” mengatakan bahwa happy hypoxia muncul pada bulan April hingga Mei 2020 yang disebut dengan silent hypoxia.

3. Happy hypoxia terjadi sudah lama pada saat bulan april hingga bulan mei yang awalnya disebut sebagai silent hypoxia.

4. Happy hypoxia adalah kurangnya kadar oksigen didalam darah yang menyebabkan seseorang sesak nafas.

5. Satu rasi oksigen didalam dada pengindap penyakit happy hypoxia hanya sekitar 60% sedangkan orang normal memiliki kadar oksigen didalam darah 95% hinggan100%

6. Cara mendiagnosanya adalah dengan melakukan pemeriksaan terhadap analisis darah (untuk melihat kadar oksigen didalam darah) pemeriksaannya harus ke rumah sakit.

7. Untuk pengecekan dirumah bisanya orang-orang menggunakan full of cimetri alat yang dimasukan kejari, kemudian hasilnya keluar lewat angka rasi oksigen dalam tubuh.

8. Gejalanya adalah, batuk yang menerap, lemas, warna bibir dan ujung jarinya berwarna kebiruan atrinya oksigen sudah menurun.

9. Biasanya satu-satunya yang dibutuhkan oleh pasien adalah oksigen dan harus segera dibawa kerumah sakit

10. Happy hypoxia bukan penyakit sendiri melaikan penyakit

yang ada bersamaain dengan penderita covid – 19.

(21)

Penulis menggunakan data tersebut dikarenakan data tersebut sangat relevan dengan angle yang penulis ambil mengenai Gejala dari Hypoxia dan Pencegahannya. Dimulai dengan pengenalan apa itu happy hypoxia dan bagaimana cara mendiagnosa happy hypoxia di dalam tubuh manusia yang berfungsi sebagai informasi utama dimana ketika seseorang merasakan gejala tersebut secara terus- menerus, masyarakat dapat segera melakukan pengobatan ke rumah sakit. Untuk itu, informasi ini menjadi sangat penting untuk diketahui oleh masyarakat luas mengenai bagaimana menangani dan mengambil keputusan ketika gejala happy hypoxia muncul di dalam tubuh serta apa saja yang dibutuhkan dalam pengobatannya.

Selain data yang digunakan, adapun data yang penulis tidak masukan kedalam tulisan, yaitu :

1. Happy hypoxia mulai dikenal dan diketahui oleh orang-orang bersamaan dengan pandemik covid-19.

2. Pada beberapa pasien covid – 19 biasanya tidak terjadi karena terjadinya kerusakan ketika pengiriman sinyal ke otak.

3. Namun ada kasus dari seseorang yang berusia 60 tahun, mengalami gejala covid – 19 kemudian, gejala pasien tersebut semakin parah, pasien semakin lemas, tetapi pasien ini tidak mengalami sesak nafas, masih bisa melakukan kegiatan sehari-hari. Ini adalah salah satu pasien yang mengalami kasus happy hypoxia

4. Batuk juga menyebabkan sesuatu yang aneh didalam rongga pernafasan dan yang dapat kita ketahui, pertukaran oksigen itu adanya di paru-paru, namun adanya kerusakan di paru-paru maka oksigen yang masuk akan berkurang.

5. Darah yang masuk ke tubuh akan mensupply ke seluruh organ dan organ-organ yang kekurangan oksigen yang dapat menyebabkan pasien semakin lemah

6. Biasanya jika hypoxia yang terjadi sudah cukup lama, pasien akan

megalami penurunan kesadaran dan menimbulkan kejadian fatal

(22)

7. Full of cimetri bukan untuk orang sehat maupun OTG melainkan, untuk orang yang bergejala seperti batuk yang menetap atau orang yang merasakan gejala happy hypoxia tersebut. Kalau tidak segera melakukan pemeriksaan ke rumah sakit dikarenakan obatnya hanya oksigen.

Pada data di atas tidak dicantumkan ke dalam tulisan yang dibuat misalnya mengenai salah satu kasus dari penderita covid – 19 dan proses hypoxia di dalam tubuh terjadi. Hal ini dikarenakan berdasarkan evaluasi data dari penulis, informasi tersebut kurang berkaitan dengan topik yang penulis buat yaitu “mengenai gejala dari Hypoxia dan pencegahannya”. Penulis hanya ingin mengambil informasi yang berkaitan dengan hypoxia secara garis besar, gejalanya, dan bagaimana pasien bisa mencegah hypoxia tersebut, apa saja yang dibutuhkan pasien. Namun informasi ini juga beberapa penulis gunakan secara singkat di beberapa kutipan sebagai pelengkap.

4. Data writing (Tahapan Penulisan)

Dalam menulis berita Happy hypoxia, gejala covid-19 yang

“menipu” Tubuh”, Berita ditulis dengan rumus 5W+1H agar berita tersebut lengkap, jelas, akurat dan memenuhi standar penulisan yang sesuai dengan kaidah jurnalistik (Mordekhay, 2009, p. 33).

Penulis menggunakan pola piramida terbalik dimana menurut Ardani (2018, p. 28), penulisan berita ini menekankan pada cara menulis berita yang menempatkan berita terpenting di bagian akhir dan Kunci dari suatu berita yang menggunakan piramida terbalik terdiri atas lead, body, dan ending. Berikut penjelasan lebih lengkap proses kreatif penulis berdasarkan berita yang sudah penulis buat.

Table 3.3 artikel mengenai “Mengenai Happy Hypoxia, Bagaimana

Mencegah dan gejalanya” yang penulis buat

(23)

Keterangan Artikel Yang Penulis Buat

Penulis menggunakan judul ini dikarenakan judul “Mengenal Gejala Happy Hypoxia”

menggambarkan angle yang ingin penulis sampaikan kepada pembaca yaitu mengenal gejala happy hypoxia, dari segi penjelasan apa itu happy hypoxia hingga bagaimana cara mengdiagnosis penyakit tersebut.

Lead berita ini berisi satu paragraf penting yang membahas mengenai happy hypoxia.

Lead berita juga ditulis dengan rumus 5W+1H agar berita tersebut lengkap, jelas, akurat dan memenuhi standar penulisan yang sesuai dengan kaidah jurnalistik (Mordekhay, 2009, p. 33). Untuk itu penulis menentukan 5W + 1H sebagai berikut :

What : Happy Hypoxia yang diderita oleh pasien covid-19.

Where : terdapat pada pasien yang terkena covid – 19

When : pada bulan April – Mei 2020

Why : penderita happy hypoxia ini terjadi karena adanya tanda hipoxia

Who : penderita pasien covid – 19.

How : Dari sebuah jurnal yang berjudul

“Covid-19 with silent hypoxemia”

menyatakan bahwa kejadian pertama muncul

Mengenal Gejala “Happy Hypoxia”

Happy Hypoxia mulai dikenal bersamaan dengan berkembangnya pendemic covid-19 atau coronavirus. Hal ini terjadi karena adanya tanda hikpoksia pada pasien covid- 19 namun tidak ada gejala yang muncul secara klinis. Dari sebuah jurnal yang berjudul “Covid-19 with silent hypoxemia”

menyatakan bahwa kejadian pertama

muncul happy hypoxia pada bulan April

hingga Mei 2020 yang disebut dengan silent

hypoxia.

(24)

happy hypoxia pada bulan April hingga Mei 2020 yang disebut dengan silent hypoxia.

Bagian tubuh berita ini penulis menggunakan kutipan, dimana Adzan Irman (2018, p. 22) mengatakan bahwa ada beberapa macam kutipan. Kutipan yang penulis gunakan dalam penulisan straigh news ada dua yaitu.

1. Kutipan Tidak Langsung

Kutipan tidak langsung berisi apa yang dikatakan oleh pembicara dan bagaimana cara menyampaikan informasi tersebut, serta penulisan kutipan ini tidak menggunakan tanda kutip (Irman, 2018, p. 22). Pada contoh disamping penulis menggunakan kutipan tidak langsung

2. Kutipan Langsung

Kutipan langusng merupakan tulisan kata demi kata dari apa yang dikatakan oleh narasumber atau pembicara, kutipan ini juga dibuka dan ditutup dengan tanda kutip (Irman, 2018, p. 22). Seperti pada contoh disamping penulis menggunakan kutipan tidak langsung

Dokter Spesialis Paru, Dr. Erlina Burhan M.Sc., Sp.p., menyatakan, Happy hypoxia itu adalah sebuah Hypoxia, dimana berkurangnya oksigen di dalam darah. Hal ini mengakibatkan seseorang yang terkena hypoxia dapat menyebabkan sesak nafas.

“orang normal biasanya memiliki oksigen di dalam darahnya itu berkaisar antara 95%

sampai 100%,” tambah Dr. Erlina, dalam

Talkshow dari Gedung Graha BNPB,

Rabu(16/9).

(25)

Disamping itu bagian tubuh berita ini menggunakan pola piramida terbalik dimana menurut Ardani (2018, p. 28), penulisan berita ini menekankan pada cara menulis berita yang menempatkan berita terpenting di bagian akhir. Untuk itu bagian umum dari berita ini terletak di paragraf pertama yang menjelaskan megenai happy hypoxia secara garis bersar dan bagaimana happy hypoxia bekerja di dalam tubuh manusia. Dan bagian terpenting dibagian akhir adalah bagaimana cara mendiagnosis happy hypoxia tersebut.

Erlina juga menambahkan bahwa pasien yang mengalami happy hypoxia tidak merasakan gejala apapun walaupun sebenarnya kondisi tubuh sudah mulai terganggu karena kurangnya oksigen dalam darah, namun dari pemeriksaan tenaga kesehatan dapat ditemukan gangguan fungsi tubuh, sehingga perburukan terjadi sangat cepat karena organ tubuh mendapat suplai darah yang kekurangan oksigen, dan perlu penanganan yang cepat agar terhindar dari gangguan fungsi berbagai organ.

“diagnosisnya dengan cara melakukan

analisis pemeriksaan darah, ini kalo di

rumah sakit. Hal ini, untuk melihat kadar

oksigen di dalam darah, tapi kalo dirumah,

yang paling simple kita menggunakan full of

cimetri, itu yang dimasukan ke jari dan

kemudian akan muncul hasilnya.” Tambah

Dr. Erlina.

(26)

Bagian penegasan dari Dr. Herlina penulis jadikan sebagai penutup, hal ini penulis lakukan untuk menegaskan kepada pembaca bahwa Happy Hypoxia jangan ditunggu sampai gejalanya parah terutama sesak nafas, karena hypoxia jarang sekali memunculkan gejala sesak nafas.

Dr. Herlina juga menegaskan bahwa untuk mengetahui happy hypoxia jangan menunggu sampai sesak, karena hypoxia tidak memunculkan gejala apalagi sesak.

Sumber: Dikelola Penulis

5. Data Editing (Tahapan Penyuntingan)

Dalam tahapan ini, penulis langsung mengirimkan hasil tulisan liputan ke managing editor melalui email redaksi Alinea.id.

kemudian, jika ditemukan kendala atau beberapa tulisan yang kurang menarik dibaca, editor atau managing editor lakukan penyuntingan. Namun penulis tidak dilibatkan dalam hal penyuntingan berita apapun. Pada artikel ini, tulisan penulis mengalami banyak perubahan dari segi judul hingga isi berita.

Berikut adalah perbedaan artikel yang ditulis oleh penulis dan sesudah disuting oleh editor berdasarkan analisis dari penulis .

Table 3.4 Table perbedaan berita sebelum disuting dan setelah disuting editor

Artikel penulis Hasil Penyuntingan Editor

Keterangan

Judul :

Mengenal Gejala “Happy Hypoxia”

Judul : Dalam penulisan judul

yang penulis buat

penulis hanya

(27)

Mengenai Happy Hypoxia, Bagaimana Mencegah dan gejalanya

menuliskan “mengenal gejala happy hypoxia”

sedangkan setelah melakukan proses penyuntingan, editor menambahkan

“bagaimana mencegah dan gejalanya”

berdasarkan analisis penulis, hal ini ditambahkan karena pada saat penulis melakukan liputan dan melulis laporan ini Happy Hypoxia lagi hangat dibicarakan saat itu. Saat itu juga

ditemukannya gejala baru dari penderita covid-19 yaitu gejala happy hypoxia ini.

Masyarakat perlu mengetahui gejala apa yang terdapat pada pasien tersebut dan apa langkah yang harus diambil terhadap pasien tersebut.

Pembuka :

Happy Hypoxia mulai dikenal bersamaan dengan berkembangnya pendemic covid-19 atau

Pembuka :

Orang yang terkonfirmasi positif coronavirus baru (Covid-19) mengalami

Menurut analisis penulis, ketika

menuliskan lead berita,

(28)

coronavirus. Hal ini terjadi karena adanya tanda hikpoksia pada pasien covid-19 namun tidak ada gejala yang muncul secara klinis. Dari sebuah jurnal yang berjudul

“Covid-19 with silent hypoxemia”

menyatakan bahwa kasus ini tidak diketahui kapan pertama kali ia muncul, namun,kejadian pertama muncul ke arah happy hypoxia pada bulan April hingga Mei 2020.

berbagai gejala klinis, seperti demam, batuk, dan pilek. Pada kasus yang parah, bisa menyebabkan sesak napas dan penurunan kesadaran akibat kekurangan oksigen.

tulisan yang dilakukan oleh penulis terlalu panjang sehingga dari sudut pandang pembaca yang membaca tulisan ini akan bingung untuk memahami tulisan dari penulis. Kemudian dilakukan penyuntingan dari editor dimana penulisan dibagian pembuka ditulis secara singkat namun

informasi yang disampaikan mudah untuk dipahami ppembaca.

Kutipan :

Dokter Spesialis Paru, Dr. Erlina Burhan M.Sc., Sp.p., menyatakan, Happy hypoxia itu adalah sebuah Hypoxia, dimana berkurangnya oksigen di dalam darah. Hal ini mengakibatkan seseorang yang terkena hypoxia dapat menyebabkan sesak nafas.

Kutipan :

Dokter spesialis paru,

Erlina Burhan,

menyatakan, happy

hypoxia adalah

berkurangnya oksigen di dalam darah. Seseorang yang terkena hypoxia akan mengalami sesak nafas.

Untuk kutipan berdasarkan analisis penulis, nama narasumber yang penulis buat terlalu panjang, harusnya gelar narasumber tidak perlu dicantumkan, kemudian ada beberapa kata yang tidak perlu seperti

“dimana”,

“mengakibatkan”

“adalah” hal ini

dihilangkan oleh editor

karena terdapat

(29)

pemborosan kata-kata dalam satu kalimat.

Penutup :

Dr. Herlina juga menegaskan bahwa untuk mengetahui happy hypoxia jangan menunggu sampai sesak, karena hypoxia tidak memunculkan gejala apalagi sesak.

Penutup :

Dirinya menyarankan tidak terlambat melakukan pencegahan. Tak dilakukan menunggu sesak nafas mengingat hypoxia tidak memunculkan gejala.

Dalam penulisan penutup penulis

mengamati bahwa kata

“menegaskan” diganti oleh editor menjadi

“menyarankan” hal ini penulis sadari bahwa untuk kalimat penutup biasanya selalu

berisikan saran terhadap sesuatu dan lebih

mengingatkan kepada pembaca bahwa untuk melakukan pencegahan jangan sampai

menunggu sesak nafas keluar.

Sumber : Dokumentasi Penulis.

Setelah dibandingan antara artikel yang penulis buat dengan artikel yang sudah diedit oleh editor, dapat ditemukan bahwa banyaknya perbedaan seperti penulisan lead, body, dan ending / penutup, salah satunya adalah perubahan pada judul. Berita dapat diakses melalui tautan berikut

https://www.alinea.id/gaya-hidup/happy-hypoxia-gejala-covid-19-yang- menipu-tubuh-b1ZT89xiD dengan judul “Happy hypoxia, gejala covid-19

yang “menipu” Tubuh”.

3.3.1.2 Artikel Liputan Kanal Lain

(30)

Dalam proses peliputan ini penulis menggunakan contoh artikel yang telah penulis buat yaitu “Kabar Baik di Hari Badak Sedunia”. Penulis mengambil contoh ini dikarenakan penulis mendapatkan informasi terbaru bahwa ada hari nasional untuk badak di dunia, dimana berita ini memberikan informasi salah satunya pada tahun 2020 ada badak baru yang lahir dan terletak di Ujung Kulon. Penulis juga merasa informasi tersebut penting dipublikasikan agar pembaca lebih meningkatkan awerness terhadap alam dan hewan yang dilindungi, salah satunya adalah badak .

1.

Data Assigment (Tahapan Penugasan)

Pada berita “Kabar Baik Hari Badak Sedunia”, penulis

dihubungi oleh managing editor, Hermansyah untuk menghadiri

webinar “Hari Badak Sedunia : Apa Kabar Badak Jawa?” yang

diselenggarakan oleh Javan Rhino Expedition (JRE).

(31)

Gambar 3.4 Penugasan yang diberikan kepada penulis

Sumber : Dokumentasi Penulis

Berdasarkan pesan WhatsApp yang dikirimkan oleh Hermansah kepada penulis, ada beberapa narasumber yang hadir diantaranya Anggodo,M.M. (Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon), Asep Yayus Firdaus (Tim Pengendali Ekosistem Hutan TNUK), Moch Syamsudin (Koordinator Rhino Monitoring Unit), serta David Herman Jaya (Koordinator JRE). Untuk mendapatkan tautan Zoom Meeting, penulis harus menghubungi kontak yang telah tersedia di dalam pesan WhatsApp, setelah menghubungi nomor tersebut penulis diberikan tautan menuju Zoom Meeting yang dapat diakses sesuai waktu yang sudah ditentukan.

2. Data Collecting (Tahapan Pengumpulan data)

Setelah mendapatkan penugasan dari managing editor dan

penulis telah mendapatkan tautan menuju Zoom Meeting penulis

(32)

langsung mengumpulkan beberapa data-data dan informasi apa yang dibutuhkan. Berdasarkan dari paparan narasumber yang hadir Webinar “Hari Badak Sedunia : Apa Kabar Badak Jawa?”

membahas mengenai kelahiran badak dan pemasangan hidden trap di daerah Ujung Kulon.

Selama webinar tersebut berlangsung, penulis juga merekam melalui fitur rekaman suara di handphone. Hal ini penulis lakukan untuk mengingat beberapa bagian yang terlewat pada saat webinar berlangsung. Penulis juga mencatat bagian yang menurut penulis penting untuk dimasukan kedalam tulisan penulis. Pada table 3.5 penulis memberikan catatan penulis terkait dengan Terkait webinar

“Hari Badak Sedunia : Apa Kabar Badak Jawa?”.

Table 3.5 Ringkasan Catatan Penulis Terkait webinar “Hari Badak Sedunia : Apa Kabar Badak Jawa?”

1. Hasil monitoring lapangan bahwa Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon berhasil mendapatkan beberapa video terkait dua anak badak baru pada bulan Mei hingga Juni 2020

2. Jenis kelamin Badak baru yang ditemukan oleh Anggodo dan Tim berupa satu jantan dan satu betina yang berusia satu hingga dua bulan.

3. Dua anak badak yang baru lahir ini diberikan nama Luther untuk jangan dan Helen untuk betina

4. Di Ujung Kulon sendiri sudah dipasangkan kurang lebih 25 hidden trap kamera dari 100 kamera yang sudah tersedia.

5. Ujung Kulon sudah ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan alam didunia, hal ini dikarenakan ada beberapa kepentingan alam didalamnya.

6. Tempat berkumpulnya badak hanya terdapat di daerah

Senanjung, Ujung Kulon.

(33)

7. Untuk badak jawa, akan ada peningkatan populasi sebesar 20% (untuk rencana jangka pendek pada tahun 2007 hingga 2017).

8. Untuk memantau perkembangan badak, Tim Pengendali Ekosistem melakukan monitoring dan dibagi tiga data utama.

- Ada clip : informasi berupa rekaman video yang dipantau melalui tablet.

- Data shift : informasi yang didapatkan dari kamera yang lokasinya sudah ditetapkan.

- Data Pesiar : data ini berasal dari koordinasi GPS yang diambil dari tempat badak ini berada ( hal ini dilakukan guna mengetahui apa saja yang dilakukan oleh badak )

Sumber : Dokumentasi Penulis

Webinar dibuka oleh Moderator, Nur Arinta, selanjutnya pembicara pertama yang membuka webinar “Hari Badak Sedunia : Apa Kabar Badak Jawa?” adalah Anggodo,M.M selaku Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon. Ia menegaskan bahwa pelestarian badak di Indonesia khususnya di Ujung Kulon ini harus dilestarikan, karena badak adalah hewan yang hampir punah di dunia maupun di Indonesia. Ia juga mengatakan bahwa jika satu badak di Indonesia mati maka satu dunia mengalami kesedihan.

Setelah dibuka oleh bapak Anggodo, tiga pembicara lainnya juga memaparkan materi berdasarkan tema dari webinar tersebut.

Berdasarkan pemaparan dari Asep Yayus Firdaus selaku Tim

Pengendali Ekosistem Hutan TNUK, akan ada peningkatan populasi

sebesar 20% (untuk rencana jangka pendek pada tahun 2007 hingga

2017 dan hal ini sudah dilakukan, namun hasil yang didapatkan tidak

mencapai target, karena ada satu badak yang tidak berhasil

diselamatkan dan target yang tercapai hanya 10%.

(34)

Selain itu, Moch Syamsudin selaku Koordinator Rhino Monitoring Unit menambahkan, untuk memantau perkembangan badak, Tim Pengendali Ekosistem melakukan monitoring dan dibagi tiga data utama. Ada clip dimana informasi yang didapatkan berupa rekaman video yang dipantau melalui tablet, Data shift, informasi yang didapatkan dari kamera yang lokasinya sudah ditetapkan, Data Pesiar, data ini berasal dari koordinasi GPS yang diambil dari tempat badak ini berada. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apa saja yang dilakukan oleh badak sehari-hari dan ketika badak tidak dapat menemukan jalan pulang, tim monitoring dapat menemukan lokasi badak tersebut.

Berdasarkan data dari informasi yang penulis terima, para narasumber mengingatkan untuk menjaga kelestarian alam dan menjaga populasi hewan yang ada di bumi, serta mengurangi kekerasan pada hewan-hewan yang ada di bumi untuk menjaga populasinya.

3. Data evaluation (Tahapan Evaluasi)

Pada tahap ini, informasi yang telah penulis kumpulkan akan di evaluasi kembali untuk menentukan bagian mana yang menjadi paling penting untuk penulis cantumkan di berita. Mengevaluasi data bertujuan untuk menentukan apa saja yang harus dimasukkan dalam berita (Buel, dikutip dalam Sidharta, 2016, p. 29).

Setelah penulis membaca ringkasan yang telah dibuat, terdapat beberapa data yang penulis seleksi hingga akhirnya penulis melakukan evaluasi. Data yang penulis seleksi berdasarkan angle berita yang penulis buat yaitu mengenai “Kelahiran Badak Pada Hari Badak Sedunia”.

Tiap paparan dari setiap narasumber yang penulis ambil hanya

bagian terpenting seperti data populasi badak, bagaimana cara

monotiring badak yang berkeliaran di daerah Ujung Kulon, dan apa

(35)

saja yang terdapat di Ujung Kulon mengenai Badak dan pesan dari narasumber mengenai pelestarian badak.

Table 3.6 Data Penting Hasil Evaluasi “Hari Badak Nasional”

Data yang penting Alasan

dua anak badak baru pada bulan Mei hingga Juni 2020

berupa satu jantan dan satu betina yang berusia satu hingga dua bulan.

Dua anak badak yang baru lahir ini diberikan nama Luther untuk jangan dan Helen untuk betina

Data ini penulis anggap penting, karena data ini merupakan informasi umum yang masyarakat harus ketahui. Berdasarkan paparan dari narasumber terkait, badak – badak yang ada di dunia hampir punah.

Oleh karena itu hal ini penting untuk diketahui agar masyarakat juga dapat menjaga kelestarian hewan tersebut.

Di Ujung Kulon sendiri sudah dipasangkan kurang lebih 25 hidden trap kamera dari 100 kamera yang sudah tersedia.

Untuk memantau perkembangan badak, Tim Pengendali Ekosistem melakukan monitoring dan dibagi tiga data utama.

Informasi ini penulis anggap penting dan berkaitan dengan kelahiran badak, untuk memantau apa saja yang dilakukan oleh badak dan kemana saja badak berkeliaran diperlukan monitoring dari tim khusus. Oleh karena itu kelahiran badak ini juga diketahui karena adanya monitoring dari tim khusus.

Penulis tambahkan ke dalam tulisan sebagai informasi tambahan.

Untuk badak jawa, akan ada peningkatan populasi sebesar 20%

(untuk rencana jangka pendek pada tahun 2007 hingga 2017).

Untuk peningkatan populasi yang

dilakukan oleh pemerintah Ujung

Kulon dan rencana jangka pendek

ini penulis anggap penting dan

(36)

sangat berhubungan dengan kelahiran badak karena, setiap badak yang lahir akan menambah populasi.

Hal ini juga harus diketahui oleh masyarakat agar tetap awer terhadap populasi badak yang ada di Dunia khususnya Indonesia.

Sumber : Olahan Penulis

Penulis menggunakan data-data tersebut dikarenakan penulis merasa data tersebut mendukung angle berita yang penulis buat mengenai kelahiran badak pada hari badak nasional. Hal ini penulis lakukan untuk memberikan informasi kepada masyarakat bahwa badak termasuk hewan penting yang harus dilestarikan karena badak adalah salah satu binatang yang hampir punah di dunia. Selain dengan bantuan tim yang menjaga khusus badak – badak tersebut, masyarakat juga harus ikut menjaga populasi hewan – hewan yang hampir punah salah satunya adalah badak.

Tidak hanya informasi yang penting saja, terkait data yang sudah di evaluasi ada beberapa informasi yang tidak penulis cantumkan di dalam artikel, salah satunya mengenai monitoring badak secara mendalam karena penulis merasa tidak ada yang berkaitan dengan kelahiran badak dan yang dibahas dalam bagian monitoring adalah teknis yang digunakan oleh tim khusus. Kemudian ada informasi mengenai kelestarian alam di Indonesia, penulis tidak menambahkan informasi tersebut dikarenakan sama seperti monitoring tidak ada hubungannya dengan kelahiran badak jawa di Indonesia.

4. Data writing (Tahapan Penulisan)

Dalam menulis berita “Kabar Baik Hari Badak Sedunia”, penulis

menggunakan pola piramida terbalik. Menurut Ardani (2018, p. 28),

(37)

penulisan berita ini menekankan pada cara menulis berita yang menempatkan berita terpenting di bagian akhir dan kunci dari suatu berita yang menggunakan piramida terbalik terdiri atas lead, body, dan ending.

Berdasarkan data yang sebelumnya penulis kumpulkan dan penulis lakukan evaluasi, penulis melakukan penulisan berita berdasarkan pola piramida terbalik.

§ Bagian Lead berita yang akan membahas megenai hasil monitoring lapangan yang dilakukan oleh tim balai taman nasional Ujung Kulon dan penemuan badak baru dengan masing – masing satu jantan dan satu betina. Pernyataan ini diucapkan oleh salah satu narasumber yang membahas perkembangan badak pada hari itu. Penulis merasa informasi ini paling penting karena ada nilai berita yaitu proximity ( aktivitas yang dilakukan oleh tim dalam memantau kegiatan badak dan mengetahui seekor badak melahirkan).

§ Body berita yang membahas mengenai kutipan – kutipan narasumber. Pertama, penulis membahas mengenai terpasangnya hidden trap camera yang ada di daerah Ujung Kulon untuk memantau badak yang ada disana dan penulis juga menambahkan nama badak yang sudah diberikan nama oleh tim monitoring disana. Kedua, penulis menambahkan bahwa UNESCO telah menetapkan Ujung Kulon sebagai situs warisan alam di dunia dikarenakan banyak kekayaan alam didalamnya. Ketiga, penulis menambahkan mengenai strategi pemerintah mengenai rencana konservasi badak Indonesia dan mengenai cara memonitoring badak yang ada di Ujung Kulon.

§ Ending (penutup) berisikan informasi tambahan mengenai

tiga data yang digunakan oleh tim guna melakukan

monitoring terhadap badak, terutama jika badak melahirkan

anak baru.

(38)

Berikut adalah penjelasan lebih lengkap mengenai proses kreatif penulis berdasarkan tulisan yang penulis kirim ke redaksi.

Table 3.7 Artikel Mengenai “Kelahiran Badak Baru Di Hari Badak Sedunia” Yang Penulis Buat

Keterangan Artikel Yang Penulis Buat

judul tersebut digunakan, karena penulis ingin menyampaikan bahwa pada hari badak sedunia ada kelahiran badak baru.

Hal ini perlu dicantumkan karena masyarakat perlu mengetahui adanya populasi baru dari badak, sehingga masyakat juga dapat sadar bahwa pentingnya menjaga populasi badak di dunia yang hampir punah.

Pada bagian lead ini, penulis langsung menggunakan kutipan tidak langsung dari bapak Anggodo selaku Kepala Balai Taman Nasional. Informasi yang disampaikan juga mengenai hasil monitoring pertama di lapangan.

Lead ini juga akan menjadi informasi awal, untuk mengetahui tujuan berita.

KELAHIRAN BADAK BARU DI HARI BADAK SEDUNIA

Kabar baik yang disampaikan oleh

Kepala Balai Taman Nasional Ujung

Kulon,ir. Anggodo, M.M. mengenai

hasil monitoring dilapangan bahwa

mereka berhasil mendapatkan video

yang diambil dari kamera trip yang

ada di kawasan Ujung Kulon

ditemukan dua anak badak baru pada

bulan mei – juni 2020 dengan jenis

kelamin satu jantan dan satu betina

(39)

Bagian ini adalah bagian body atau tubuh berita dimana bagian ini membahas hidden trap camera yang dipasang di Ujung Kulon dan strategi monitoring badak di daerah tersebut.

Tempat berkumpulnya badak jawa yang ada di Indonesia

Strategi peningkatan populasi badak dalam jangka pendek yang sudah dilakukan pada tahun 2007 – 2017.

Kematian badak merupakan kematian yang tidak hanya satu wilayah yang mengalami kehilangan, melainkan satu dunia. Karena, dunia sudah banyak kekurangan populasi badak.

Untuk menghasilkan berita yang akurat, penulis melakukan penulisan berita dengan rumus 5W+1H agar berita tersebut lengkap, jelas, akurat dan memenuhi standar penulisan yang sesuai dengan kaidah jurnalistik (Mordekhay, 2009, p. 33). Namun yang penulis gunakan hanya Where, Why, Who dan

yang berusia sekitar satu sampai dua bulan.

“saat ini juga sudah terpasang kurang lebih 25 kamera hidden trap, dari 100 kamera yang ada, jadi dua anak badak ini sudah diberi nama langsung oleh menteri kita yaitu Luther dan Helen.”

Kata Anggodo, pada webinar memperingati hari badak sedunia, selasa (22/9).

Anggodo juga menyampaikan bahwa,

Ujung Kulon juga saat ini sudah

ditetapkan oleh UNESCO sebagai

situs warisan alam dunia, dikarenakan

beberapa fenomena dan juga

termasuk hujan hutan tropis serta

kepentingan alam lainnya. kemudian

ia menyampaikan bahwa badak hanya

ada di wilayah Senanjung, Ujung

Kulon.

(40)

How dan dapat dijabarkan sebagai berikut :

Where : Tempat berkumpulnya badak jawa yang ada di Indonesia terletak pada Senanjung, Ujung Kulon.

Why : Untuk membangun populasi kedua dari badak selama 10 tahun.

Who : pemerintah yang dibantu oleh Anggodo dan Tim Taman Nasional Ujung Kulon

How : menceritakan bahwa ada dua anak badak yang baru lahir bersamaan dengan Hari Badak Nasional. Hal ini diketahui melalui hasil pemantauan monitoring dan temuan dati Tim Taman Nasional Ujung Kulon yang saat itu sedang melakukan pemantauan langsung ke lapangan.

Tidak hanya itu untuk menambah populasi badak di Indonesia agar tidak punah, pemerintah menyusun beberapa strategi. Sementara itu, jika satu badak yang mati akan ada pengurangan populasi dan satu dunia akan merasakan kehilangan badak yang mati tersebut.

“badak hanya berkumpul di daerah Senanjung, Ujung Kulon.” Tambah Anggodo.

Untuk badak jawa ini pemerintah sudah menyusun strategi dan rencana aksi konservasi badak Indonesia, untuk rencana jangka pendek tahun (2007 hingga 2017) bahwa adan ditingkatkannya populasi sebesar 20%, kemudian membangun populasi kedua dan yang terakhir adalah membangun suakak badak jawa.

“saat ini sudah di susun rencana jangka pendek untuk meningkatkan populasi selama 10 tahun, membangun populasi dan membangun suakak badak jawa”

tambah Anggodo

Anggodo juga menyampaikan bahwa

kematian satu badak yang ada di

Indonesia maka bukan hanya satu

(41)

Bagian ini menunjukan bahwa dalam memonitoring badak dari segi apa yang mereka lakukan, dimana badak tersebut berada, dan apakah badak tersebut sakit, terluka, bahkan badak tersebut melahirkan. Penulis menggunakan informasi ini sebagai bagian akhir tulisan atau penutup.

Penulis menambahkan hal ini, karena hal ini dapat memberikan informasi mengenai bagaimana tim mengetahui perkembangan badak sehari-hari tanpa harus terjun dan observsi ke lapangan.

wilayah saja yang merasa kehilangan , melainkan satu dunia.

Didalam kesempatan yang sama juga oleh Tim Pengendali Ekosistem Hutan TNUK, Asep Yayus Firdaus menembahkan dalam memonitoring badak agar dapat mengetahui jenis badak kita bisa bagikan badak tersebut kedalam tiga data utama.

“yang pertama ada clip dimana merupakan informasi dari rekaman video tab itu sendiri, kemudian, data shift merupakan informasi dari kamera yang sudah ditempatkan di satu lokasi, data pesiar, data ini berasal dari koordinasi GPS yang di ambil dari tempat badak ini berada.”

Tambah Yayus.

Hal ini dilakukan agar Tim

Pengendali ekosistem dapat

(42)

melakukan monitoring terhadap perkembangan badak setiap harinya dari badak tersebut kecil hingga besar.

Sumber: Dikelola Penulis

5. Data Editing (Tahapan Penyuntingan)

Setelah selesai menulis berita, penulis biasanya membaca kembali berita tersebut untuk menghindari kesalahan penulisan, dari penggunaan kata-kata yang kurang tepat hingga kesalahan lainnya.

kemudian, penulis mengirimkan berita tersebut ke email redaksi untuk dilakukan proses editing oleh editor maupun managing editor.

Pada tahapan ini proses penyuntingan hanya dilakukan oleh editor, tanpa campur tangan dari penulis. Editor tidak menghubungi penulis untuk memperbaiki kesalahan penulisan dan berita langsung dirilis di website Alinea.id. ketika artikel penulis sudah dirilis, penulis melakukan perbandingan antara artikel yang penulis kirim dengan artikel yang sudah diedit oleh editor.

Tidak banyak perubahan pada isi berita melainkan perubahan yang mencolok hanya terdapat pada judul dimana penulis memberikan judul “Kelahiran Badak Baru di Hari Badak Nasional”

namun editor mengubah judulnya menjadi “ Kabar Baik di Hari Badak Nasional”. Hal ini penulis lakukan analisis mengapa judul tersebut diubah oleh editor dari “kelahiran badak” menjadi “kabar baik” karena “kelahiran badak” sejatinya hanya membahas mengenai badak yang baru lahir saja sedangkan isi dari berita yang penulis buat tidak hanya mengenai kelahiran badak tapi ada beberapa informasi mengenai penambahan populasi badak dan mengenai kawasan Ujung Kulon telah menjadi warisan alam dunia.

Untuk itu, penulis mennyadari bahwa “kelahiran badak” sangat

relevan jika diganti oleh editor dengan “kabar baik”.

(43)

Untuk lead, body dan ending, editor hanya membuang kata – kata yang tidak perlu atau kata –kata yang berlebih agar berita yang dibuat menjadi singkat dan tidak bertele-tele. Berita hasil penyuntingan dapat diakses melalui tautan berikut

https://www.alinea.id/nasional/kabar-baik-di-hari-badak-sedunia- b1ZTF9xrl dengan judul “Kabar Baik di Hari Badak Sedunia”.

3.4 Kendala Dan Solusi

Pertama kali penulis melakukan kegiatan kerja magang di madia online seperti Alinea.id, bukan berarti penulis tidak mendapatkan kendala. Ada beberapa kendala yang penulis hadapi, diantaranya :

1. berdasarkan tugas yang penulis lakukan terdapat di 3.2, kendala pertama yang penulis dapatkan adalah kesulitan memahami tata bahasa yang digunakan oleh Alinea.id sehingga untuk tugas pertama yang penulis lakukan masih banyak revisi penulisan dan kesalahan tata bahasa terutama gaya bahasa yang digunakan oleh Alinea.id, solusi yang dilakukan adalah seminggu pertama penulis melakukan kerja magang, penulis lebih sering membuka situs Alinea.id untuk belajar memahami tata bahasa yang digunakan oleh Alinea.id dan selebihnya penulis menghubungi managing editor mengenai penulisan berita khususnya di kanal Gaya Hidup.

2. kendala kedua berdasarkan 3.2 yaitu tugas yang dilakukan penulis juga beberapa kali mendapatkan liputan mendadak dimana penulis sedang menulis berita lain, bahkan penulis juga sering disudurkan dua webinar dalam satu waktu. Hal ini dapat mengganggu penulis dikarenakan penulis jadi kurang berkonsentrasi saat peliputan.

Namun, solusi yang penulis lakukan adalah penulis menolak

peliputan dan memberikan alasan yang jelas agar tidak terjadi

Referensi

Dokumen terkait

MOP merupakan suatu metode kontrasepsi operatif minor yang aman, sederhana dan sangat efektif, memakan waktu operasi relatif singkat dan tidak.. memerlukan anestesi umum. MOP

Genus Paracoccous yang dijumpai hanya pada satu pohon pepaya dapat dikatakan bahwa sebaran serangga tersebut belum banyak pada perkebunan pepaya tempat penelitian

dapat diartikan harmonis, jinak (lemah lembut), tampak atau pelupa. Kata ini dipergunakan Tuhan untuk menunjukan totalitas manusia yang merupakan makhluk jasmani dan rohani.

PT Sorini Corporation memiliki nilai spread yang tinggi dikarenakan pada tanggal 28 Desember hanya ada yang membeli sahamnya pada harga beli tertinggi (ASK) yang

Setelah data dikumpulkan dan dianalisa, dapat diketahui bahwa pelaksanaan penilaian prestasi kerja karyawan pada PT AJ Manulife Indonesia cabang Palembang masih

Penelitian ini bertujuan memanfaatkan pemodelan dalam teknologi GIS dan remote sensing untuk analisis potensi bahaya tanah longsor dan faktor penyebabnya, memetakan wilayah

jumpai dalam beberapa kali pengalaman mengoreksi hasi ujian bahasa Indonesia pada siswa sekolah dasar. Dari hasil ujian para siswa tersebut banyak sekali dijumpai

Dikemukakan oleh Soekartawi (2005), ada lima macam sifat inovasi yang mempengaruhi kecepatan adopsi suatu inovasi. 1) Keuntungan relatif ( Relative Advantage ) merupakan