BAB III
PELAKSANAA KERJA MAGANG
3.1 Kedudukan dan Koordinasi
Selama 63 hari penulis melakukan praktik kerja magang di Alinea.id, penulis diperbolehkan untuk menjadi reporter sesuai dengan jurusan jurnalistik yang diambil di Universitas Multimedia Nusantara. Selama periode kerja magang tersebut penulis ditempatkan di kanal Gaya Hidup namun tidak jarang penulis diminta untuk menulis artikel yang ada di ranah ekonomi maupun politik serta kanal nasional.
Dikarenakan pelaksanaan magang saat ini bersamaan dengan kondisi pandemik covid-19, penulis melakukan praktik kerja magang di rumah work from home (WFH) dan tidak datang ke kantor. Maka, setiap materi penugasan yang diberikan kepada penulis dikirimkan melalui pesan WhatsApp maupun surel.
Materi penugasan yang diberikan berupa tautan menuju Youtube untuk mengikuti webinar ataupun konferensi pers melalui Zoom atau Google Meet, tidak hanya itu penulis juga mendapatkan materi dari rilis pers yang didapatkan dari narasumber atau perusahaaan yang sebelumnya pernah penulis hubungi di topik sebelumnya ataupun diberikan oleh managing editor, Hermansah. Namun, Penulis juga diberikan kebebasan untuk mencari dan memilih topik berita untuk dipublikasikan oleh Alinea.id.
Dalam memilih topik penulisan juga dapat langsung dikerjakan tanpa harus menunggu persetujuan dari atasan, sehingga penulis dapat memilih topik apa saja asalkan masih bersangkutan dengan kanal yang penulis tempati.
Penulisan berita hingga pengiriman naskah berita, penulis
berkoordiasi dengan managing editor, Hermansyah melalui pesan
WhatApps. Namun, Penulis juga bekerja sama dengan beberapa editor dan
reporter yang ada di Alinea.id yaitu Fator Razi dan Fattah untuk berbagi
tugas peliputan disaat piket reporter.
3.2 Tugas yang dilakukan
Tugas yang penulis lakukan selama magang di Alinea.id adalah menulis berita di kanal Lifestyle, setiap hari khususnya pada jam dan hari kerja penulis ditugaskan untuk melakukan peliputan secara online dengan cara mengikuti zoom meeting atau menonton live streaming di Youtube, Facebook, dan Twitter, tidak jarang juga penulis langsung menulis berita dari rilis pers yang dikirimkan oleh maaging editor. Setelah mengikuti live streaming atau hadir di Zoom Meeting penulis langsung mencari angle berita yang menarik.
Dalam memberikan penugasan kepada penulis, editor maupun managing editor tidak menentukan kapan penulis harus mengikuti liputan webinar, biasanya penugasan peliputan selalu diberikan kepada penulis dihari yang sama dan waktu yang mendekati jam webinar akan dimulai. Biasanya juga penulis selalu menanyakan terlebih dahulu kepada pembimbing lapangan apakah hari itu penulis memiliki webinar khusus atau tidak, karena jika tidak penulis mencari berita secara mendiri atau mencari rilis pers dari sumber- sumber yang pernah Alinea.id berikan kepada penulis. Namun ketika penulis sedang membuat satu berita, tiba-tiba editor maupun managing editor memberikan liputan khusus di webinar beberapa menit sebelum webinar tersebut mulai. Tidak jarang juga penulis diberikan tugas webinar pada waktu malam hari.
Ketika menyadurkan berita khususnya berita Lifestyle, penulis memperhatikan cara penulisan yang baik dan benar dari tata bahasa hingga pengutipan yang dilakukan oleh Alinea.id. Hal ini penulis lakukan dikarenakan penulis baru pertama kali melakukan penulisan berita dengan gaya Lifestyle yang santai namun tetap informatif dan berdasarkan kutipan dari narasumber terkait.
Webinar pertama yang penulis ikuti saat itu adalah webinar dengan tema
“Hari Kemanusiaan Nasional” yang diadakan oleh Save the Children yang dihadiri juga oleh beberapa menteri dan anggota DPR.
Tidak hanya itu, penulis juga ditugaskan untuk mengikuti siaran pers
Badan Pusat Statistik (BPS), Forum yang diadakan oleh Alinea.id mengenai
pertanian Indonesia, Tim Inteligent Penanggulan Bencana, konferensi pers dari
Tokopedia mengenai cara berinvestasi, hasil dari penulisan tersebut dapat dipublikasikan berbagai kanal salah satunya kanal bisnis.
Mengenai webinar yang dilakukan, penulis sering kali diberikan dua peliputan secara langsung dalam satu waktu yang menyebabkan penulis harus membagi waktu untuk menulis dan mendapatkan informasi dari pihak yang berbeda.
Setelah berita ditulis, biasanya penulis mengirimkannya hasilnya kepada editor melalui email redaksi untuk disunting terlebih dahulu kemudian, dipublikasikan di situs Alinea.id. pada setiap hari kerja, penulis diharuskan mengirimkan minimal satu hingga dua artikel berita, namun dipenugasan tertentu penulis bisa saja menulis 3 hingga 4 artikel dalam satu hari, tergantung arahan di hari penugasan.
Dalam proses penyuntingan berita, penulis kurang dilibatkan dan
biasanya tidak pernah ada revisi terhadap berita yang penulis buat, editor
menyunting berita penulis lalu diupload langsung ke website Alinea.id.
Gambar 3.1 Contoh penugasan melalui WhatsApp
Sumber : Dokumentasi Penulis
Gambar 3.2 Contoh penugasan melalui E-Mail
Sumber : Dokumentasi Penulis
Rincian tugas yang dilakukan penulis selama melakukan praktik kerja magang di media online Alinea.id dapat dilihat pada table di bawah ini:
Table 3.1 Table Mingguan Pelaksanaan Magang Minggu Ke - Tugas yang dilakukan penulis
1
(25 Agustus – 28 Agustus 2020)
- Mengikuti webinar yang diadakan oleh Alinea.id mengenai sektor pertanian di Indonesia lalu menulis artikel.
- Menulis artikel mengenai film yang bertama anjing pertama di Indonesia (materi didapatkan dari press release).
- Mengikuti webinar yang bertemakan pemulihan ekonomi dunia akibat covid-19 lalu menulis artikel.
- Membuat artikel mengenai pentingnya berinvestasi untuk generasi milenial (materi didapatkan dari press release).
2
(31 Agustus – 04 September 2020)
- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai waspada akibat pergerakan tanah.
- Mengikuti webinar dan menulis arikel yang bertema asap kebakaran hutan yang menyebrang ke negara tetangga.
- Menulis artikel mengenai cara mengelola keuangan saat pandemic (materi dari press relase).
- Menulis artikel mengenai keuntungan dalam berinvestasi (materi dari press relase).
- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai
influencer dalam gerakan ekonomi Indonesia.
3
(07 September – 12 September
2020)
- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai literasi di Indonesia.
- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai klaster keluarga yang bermunculan akibat aktifitas yang aktif di luar rumah.
- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai cara memerdekakan masyarakat dari buta aksara.
- Menulis artikel mengenai mempersiapkan pernikahan di era new normal.
- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai PSBB dan mobilitas perjalanan dalam mengetasi covid-19 - Menulis artikel mengenai traffic broker pekerjaan dan
travel di masa pandemic (materi tulisa dari press release).
- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai telekomunikasi yang menurunkan krisis ekonomi.
- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai pemerintah yang mempersiapkan kapasitas rumah sakit untuk pasien covid-19.
4
(14 September – 18 September
2020)
- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai relawan uang membantu penanganan covid-19.
- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai perkembangan ekonomi syariah di Indonesia.
- Menulis artikel mengenai keunggulan makanan beku saat pandemik (materi dari press release).
- Menulis artikel mengenai preferensi belanja daring (materi dari press release).
- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai gejala
covid-19.
- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai pemerintah yang menyiapkan hotel untuk pasien covid- 19 yang bergejala ringan.
- Menulis artikel mengenai kerusakan RSD Pulau Gadang (Materi dari press release).
5
(22 September 2020 – 24 September 2020)
- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai curah hujan tinggi di daerah JABODETABEK.
- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai hari badak sedunia.
- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai energy bersih
- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai bisnis penerbangan di kala pandemik.
- Menulis artikel mengenai ekosistem teknologi (materi dari press release).
- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai pengembangan alat uji covid-19.
6
(28 September – 2 Oktober 2020)
- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai persiapan tower 8 untuk pasien covid-19.
- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai penurunan jumlah rokok pada anak.
- Menulis artikel mengenai obat antivirus untuk pengobatan covid-19.
7
(05 Oktober – 10 Oktober 2020)
- Membuat artikel mengenai penjualan makanan kala pandemic (materi dari press release).
- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai penurunan pasien covid yang dirawat di wisma atlet.
- Membuat artikel mengenai perubahan perilaku konsumen di Indonesia (materi dari press release).
- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai
kekerasan terhadap anak yang terus meningkat.
- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai peranan keluarga dalam mencegah covid-19.
- Mengikuti webinar bersama Tokopedia dan menulis arikel mengenai tren transaksi pada kuartal III-2020.
- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai tes swab gratis di puskesmas.
- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai cerita dari penyintas covid-19.
- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai pembahasan UU Cipta Kerja.
8
(12 Oktober – 16 Oktober 2020)
- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai Menristek akan membuat inovasi yang menggantikan rapid test.
- Membuat artikel mengenai stylist di era new normal (materi dari press release).
- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai kenaikan kasus covid-19.
- Membuat artikel mengenai lokasi kuno di Indonesia (materi dari press release).
- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai sariawan pada bayi dan anak.
- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai kepemimpinan perempuan di Indonesia belum begitu signifikan.
9
(19 Oktober – 23 Okrober 2020)
- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai pencegahan penyakit pneumonia pada lansia.
- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai konsumsi pangan pada masyarakat.
- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai La Nina.
- Menulis artikel mengenai hujan meteor (Materi dari
press release).
- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai penyebaran covid-19 saat libur panjang.
10
(26 Oktober – 30 Oktober 2020)
- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai angka kesembuhan pasien covid-19.
- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai klaster perpajakan meringankan pajak.
- Untuk hari rabu – jumat panulis diberikan libur & cuti bersama dikarenakan tanggal merah.
11
(02 November – 6 November 2020)
- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai UU Ciptaker.
- Menulis artikel mengeai kapal ikan asil ilegal yang tertangkap di Selat Malaka.
- Menulis artikel mengenai “Film Titisan” yang akan tayang (materi dari press release).
- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai program bansos regular.
- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai penyandang diabetes yang tidak terdiagnosis.
- Menulis artikel mengenai pertumbuhan aplikasi Tiktok yang tumbuh pesat di Indonesia dan Vietnam (materi dari press release).
- Menulis artikel mengenai “Film Gundala” yang mendapatkan pesan positif dari penonton (materi dari press release).
- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai impor obat-obatan dan bahan baku dalam memenuhi kebutuhan.
- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai industry otomotif yang bangkit pada 2021.
12
- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai
instruksi presiden mengenai prosedur pengurusan tanah.
(09 November – 13 November
2020)
- Menulis artikel mengenai saham bisa menjadi kado bayi yang berusia 2 hari (materi dari press release).
- Menulis artikel mengenai band “Papua Original” merilis single baru (materi dari press release).
- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai tips ibadah umrah saat pandemik.
- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai kanker mulut dari Kalbe.
13
(17 November – 21 November
2020)
- Menulis artikel mengenai polusi yang mengencam kesehatan saat berolahraga (materu dari press release).
- Mengikuti webinar dan menulis artikel mengenai meningkatkan keselamatan berkendara saat bersepeda.
- Menulis artikel mengenai survei penerimaan vaksin di Indonesia (materi dari press release).
- Menulis artikel mengenai investasi reksa dana (materi dari press release).
- Menulis artikel mengenai aktivitas merapi 2020 (materi dari press release.
- Mengikuti webinar dan menulis arikel mengenai peningkatan ekonomi nasional.
- Membuat Artikel mengenai vaksin untuk penanganan virus corona (materi dari press release)
- Mengikuti webinar dan membuat artikel mengenai cara berinvestasi dari bank BNI.
- Membuat artikel mengenai Ancaman Separtisme (materi dari press release).
14
(23 November – 27 November
2020)
- Membuat artikel mengenai vaksin berhasil mencegah virus (materi dari press release).
- Membuat artikel mengenai fungsi vaksin untuk
mencegah penyakit menular (materi dari press release).
- Membuat artikel mengenai pemerintah telah menyiapkan sistem data untuk vaksin (materi dari press release).
- Membuat artikel mengenai boneka barbie membantu mengembangkan sosialisasi anak (materi dari press release).
- Membuat artikel mengenai transaksi proteksi gadget tokopedia yang naik ningga 70 kali lipat (materi dari press release).
- Membuat artikel mengenai penggunaan vaksin covid-19 untuk mengurangi turunnya ekonomi Indonesia (materi dari press release).
- Mengikuti webinar dan membuat artikel mengenai pengembangan penanganan covid-19
- Mengikuti webinar dan membuat artikel mengenai Dana Darurat untuk Millenials di Tengah Pandemik covid-19 (sumber : dokumentasi Penulis)
Selama magang di Alinea.id, penulis telah menghasilkan 100 berita 89 berita yang dipublikasikan dan 11 berita yang tidak dipublikasikan di website Alinea.id. Dari 100 berita tersebut tidak semua berita masuk di kanal LifeStyle, namun ada berita dari kanal Nasional, Ekonomi, dan Politik. Semua berita yang sudah dipubilkasikan di laman Alinea.id dapat dilihat melalui tautan (https://www.alinea.id/me/ghalda-anisah )
Berdasarkan tautan diatas berita yang telah dipublikasikan, materi yang penulis dapatkan adalah hasil dari wawancara, webinar, rilis pers, dan live streaming. Sementara itu, untuk mengetahui apakah berita yang penulis buat dipublikasikan atau tidak penulis memeriksa website alinea.id setiap harinya.
3.3 Uraian Pelaksanaan Kerja Magang
Selama melaksanakan magang di Alinea.id, penulis bertugas sebagai
reporter pada kanal Gaya Hidup dan beberapa kali penulis menuliskan berita
untuk kanal lain beberapa diantaranya kanal Ekonomi, Nasional, dan Politik. Dalam bab ini penulis akan membagikan proses penulisan artikel.
Kemudian dibagi menjadi dua contoh liputan yang diambil dari webinar, pada subbab tersebut penulis akan menceritakan proses kreatif dalam menulis berita dari kanal Gaya Hidup dan kanal Nasional.
3.3.1 Proses Penulisan Artikel
Praktik kerja magang yang penulis lakukan saat ini berkaitan dengan jurusan yang penulis ambil di Universitas yakni Multimedia Journalism.
Media online Alinea.id juga melakukan hal yang serupa dengan alur kerja penulis pada saat melakukan kerja magang.
Selama pelaksanaan kerja magang, terdapat beberapa tahapan penulisan berita yang harus dilakukan, mulai dari penugasan oleh managing editor hingga berita dipublikasikan di laman resmi media online Alinea.id. menurut Ronald Buel (Sidharta, 2016, p. 26), ada lima proses dalam membuat sebuah produk berita jurnalistik hingga siap dipublikasikan :
1. Data Assignment (Tahapan Penugasan)
Penugasan atau Data Assignment dapat menentukan apa yang diliput beserta alasannya (Buel, dikutip dalam Sidharta, 2016, p.26). dalam hal ini Schultz (2005, p.4) menjelaskan mengenai berita apa yang penting untuk diliput, bagaimana meliputnya dan seberapa penting berita tersebut serta siapa reporter yang akan melakukan tugas peliputan ini juga ditentukan oleh editor saat rapat (Sidharta, 2016, p.27).
2. Data Collecting (Tahapan Pengumpulan Data)
Dalam mengumpulkan data untuk memastikan agar informasi yang
dibutuhkan cukup (Buel, dikutip dalam Sidharta, 2016, p.27). Webb dan
Salancik (1966, p.1, dikutip dalam Sidharta, 2016, p.27) menyatakan
bahwa jurnalis bisa mengumpulkan data dengan cara melakukan
wawancara, observasi, mencari melalui dokumen publik, dan berpartisipasi langsung dalam peristiwa dilapangan.
3. Data Evaluation (Evaluasi Data)
Dalam mengevaluasi data bertujuan untuk menentukan apa saja yang harus dimasukkan dalam berita (Buel, dikutip dalam Sidharta, 2016, p. 29). Namun Husnan N Djuraid menyatakan bahwa penting tidaknya sebuah berita tidak ditentukan oleh panjang dan pendeknya sebuah berita, melainkan ditentukan sejauh mana masyarakat membutuhkannya (Chasanah, Santoso, & Soleh, 2014, p. 27).
4. Data Writing (Tahapan Penulisan)
Untuk membuat sebuah tulisan berita, kata-kata sangat dibutuhkan dalam sebuah penulisan (Buel, dikutip dalam Sidharta, 2016, p. 29).
Berita menjadi menarik bukan karena materinya, melaikan cara penulisannya (Djuraid, dikutip dalam Chasanah, Santoso, & Soleh, 2014, p. 29).
Dalam menulis berita harus ditulis dengan menggunakan rumus 5W+1H agar berita yang dibuat lengkap, akurat dan memenuhi standar teknis jurnalistik dengan kata lain berita tersebut disusun dalam pola yang mudah dipahami oleh pembaca (Mordekhay, 2009, p. 23)
Perlu diketahui juga dalam penulisan sebuah berita di media dikenal juga dengan adanya teras berita, dimana teras berita merupakan lead/intro atau dapat dikenal dengan awalan berita yang berfungsi sebagai daya tarik bagi pembaca (Chasanah, Santoso, & Soleh, 2014, p.
27). Menurut Adzan Irman (2018, p. 22) mengatakan bahwa ada beberapa macam kutipan. Kutipan yang penulis gunakan dalam penulisan straigh news ada dua yaitu.
1. Kutipan Langsung
Kutipan langusng merupakan tulisan kata demi kata dari apa
yang dikatakan oleh narasumber atau pembicara, kutipan ini
juga dibuka dan ditutup dengan tanda kutip (Irman, 2018, p.
22).
2. Kutipan Tidak Langsung
Kutipan tidak langsung berisi apa yang dikatakan oleh pembicara dan bagaimana cara menyampaikan informasi tersebut, serta penulisan kutipan ini tidak menggunakan tanda kutip (Irman, 2018, p. 22).
5. Data Editing (Tahapan Penyuntingan)
Penyuntingan dilakukan guna menentukan berita tersebut agar layak untuk dipublikasi (Buel, dikutip dalam Sidharta, 2016, p.32). Sementara itu menurut Mordekhay (2009, p.36) menyunting berita dalam sebuah media sangat penting berguna untuk meminimalisirkan kesalahan dalam penulisan berita dan hal ini sangat bergantung dari keahlian editor saat penyuntingan.
Menyunting berita tidak sekedar memotong berita dan memasukkannya kedalam kolom yang sudah tersedia, namun dalam melakukan penyuntingan berita ada dua hal utama yang harus diperhatikan (Assegaff, 1982, p. 69-71 dikutip dalam Mordekhay, 2009, pp. 36-37) ;
1. Mencegah terjadinya kesalahan-kesalahan a) Salah ejaan dan stuktur kalimat,
b) Kesalahan fakta-fakta,
c) Kesalahan pada stuktur berita.
2. Menjaga hal-hal yang tidak dikehendaki a) Masuknya unsur-unsur pendapat, b) Adanya pengulagan kata atau kalimat,
c) Mengoreksi agar jangan sampai ada fakta yang tertinggal,
d) Menjaga adanya kata atau kalimat yang dapat
e) menimbulkan pencemaran nama baik atau salah tulis
gelar dan nama narasumber,
f) Megoreksi dan mengantisipasi berita yang sudah basi atau sudah dimuat sebelumnnya,
g) Menjaga masuknya berita bohong dan koreksi keakurtan berita.
Dari tugas dan fungsi tersebut Assegaff (1982, pp. 69-71 dikutip dalam Mordekhay, 2009, pp. 36-37) mengatakan bahwa seorang redaktur yang menjalankan fungsi menyunting harus seorang wartawan yang mengetahui pekerjaaannya secara baik dan mempunyai pengetahuan luas baik secara bahasa maupun hukum pers.
3.3.1.1 Artikel Liputan Kanal Lifestyle
Liputan utama yang ditugaskan untuk penulis terdapat dikanal Gaya Hidup. Dalam hal ini penulis mengambil contoh berita
“Mengenai Happy Hypoxia, Bagaimana Mencegah dan gejalanya”.
Penulis mengambil contoh tersebut dikarenakan penulis mendapatkan pengetahuan baru mengenai jenis penyakit yang sebelumnya penulis tidak ketahui, yaitu mengenai penyakit happy hypoxia yang muncul bersamaan dengan pasien covid -19 yang menyerang saluran pernafasan dan mengurangi kadar oksigen dalam tubuh pasien. Menurut penulis hal ini penting untuk diketahui oleh masyarakat agar dapat melakukan pencegahan dan penanganan pada diri mereka.
1. Data Assigment (Tahapan Penugasan)
selain menuliskan berita dari rilis pers, penulis juga ditugaskan
untuk melakukan liputan pada webinar untuk kanal Gaya Hidup
khususnya kesehatan. Pertama penulis diinformasikan melalui
WhatsApp oleh managing editor, Hermansah terkait webinar apa
yang akan diliput. Managing editor menghubungi penulis untuk
melakukan peliputan 30 menit sebelum sesi webinar “Mengenai
Happy Hypoxia, Bagaimana Mencegah dan gejalanya”.
Namun jika penulis telat dalam melakukan peliputan, sesi ini dapat diakses kapan pun melalui Youtube sehingga penulisan berita tetap dapat dilakukan dan dipublikasikan
Gambar 3.3 Penugasan yang diberikan kepada penulis
Sumber : Dokumentasi Penulis
Penugasan yang diberikan melalui pesan WhatsApp tersebut merupakan talk show yang dilakukan oleh BNPB pada tanggal 16 September 2020. Talk show ini juga dihadiri oleh narasumber dari dokter spesialis paru, Dr. Erlina Burhan.
Sebelumnya penulis ditugaskan untuk standby di WhatsApp
karena akan ada rilis pers yang akan dikerjakan untuk penulis,
namun 30 menit sebelum zoom meeting dimulai penulis diminta
untuk mengikuti webinar tersebut dengan tema “Mengenal Happy
Hypoxia, Bagaimana Mencegah dan Gejalanya”.
Managing editor tidak menentukan angle apa yang penulis akan buat, melaikan penulis dibebaskan untuk menentukan angle sendiri. untuk itu angle yang penulis gunakan mengenai gejala dari Hypoxia, karena penyakit yang menyerang paru-paru ini sebenarnya sudah lama ada, namun jarang diberitakan dan baru muncul bersamaan dengan COVID-19.
2. Data Collecting ( Tahapan Pengumpulan data)
Dalam melakukan penulisan berita ini, penulis hanya melakukan pengumpulan data melalui hasil talkshow yang didapatkan dari webinar “Mengenal Happy Hypoxia, Bagaimana Mencegah dan Gejalanya”. Penulis juga tidak melakukan rekaman tersendiri dikarenakan webinar ini dapat ditayangkan kembali di Youtube BNPB.
Dalam webinar “Mengenal Happy Hypoxia, Bagaimana Mencegah dan Gejalanya”. penulis mendapatkan informasi dari Dr.
Erlina Burhan selaku dokter paru- paru yang membahas mengenai awal mula dikenalnya penyakit happy hypoxia yang muncul bersamaan dengan pasien covid-19 yang awalnya diberi nama silent hypoxia. Kemudian, happy hypoxia ini dapat mengakibatkan seseorang sesak nafas secara tiba-tiba dikarenakan kadar oksigen dalam tubuhnya turun. Informasi selanjutnya penulis juga mendapatkan bahwa orang yang terkena happy hypoxia tidak merasakan gejala apapun walaupun oksigen dalam darah sudah berkurang dan yang terakhir penulis juga mendapatkan informasi mengenai cara mengetahui gejala happy hypoxia yang terdapat didalam tubuh manusia.
Untuk itu penulis menggunakan angle berita mengenai gejala dari Hypoxia dan pencegahannya. Data yang penulis dapatkan penulis cantumkan dalam table 3.2 dibawah ini.
Table 3.2 Table Kumpulan Data yang Penulis Dapatkan Dari webinar
1. Happy hypoxia mulai dikenal dan diketahui oleh orang- orang bersamaan dengan pandemik covid-19
2. Happy hypoxia adalah kurangnya kadar oksigen didalam darah yang menyebabkan seseorang sesak nafas
3. Happy hypoxia bukan penyakit sendiri melaikan penyakit yang ada bersamaan dengan penderita covid – 19
4. Happy hypoxia dapat terjadi akibat kerusakan pada saraf yang menghantarkan sesnsor sesak ke otak kemudian otak tidak dapat memberikan respond terhadap sesak sehingga tidak ada gelaja yang berat bahkan tidak terlihat.
5. Adapun salah satu jurnal yang membahas mengenai happy hypoxia (bahwa happy hypoxia muncul pada bulan april – mei 2020
6. Pada beberapa pasien covid – 19 biasanya terjadi karena mengalami kerusakan ketika pengiriman sinyal ke otak 7. Happy hypoxia terjadi sudah lama pada saat bulan april
hingga bulan mei yang awalnya disebut sebagai silent hypoxia
8. Namun ada kasus dari seseorang yang berusia 60 tahun, mengalami gejala covid – 19 kemudian, gejala pasien tersebut semakin parah, pasien semakin lemas, tetapi pasien ini tidak mengalami sesak nafas, masih bisa melakukan kegiatan sehari-hari. Ini adalah salah satu pasien yang mengalami kasus happy hypoxia.
9. Satu rasi oksigen didalam dada pengindap penyakit happy hypoxia hanya sekitar 60% sedangkan orang normal memiliki kadar oksigen didalam darah 95% hinggan100%
10. Batuk juga menyebabkan sesuatu yang aneh didalam
rongga pernafasan dan yang dapat kita ketahui, pertukaran
oksigen itu adanya di paru-paru, namun adanya kerusakan
di paru-paru maka oksigen yang masuk akan berkurang.
11. Darah yang masuk ketubuh akan mensupply ke seluruh organ dan organ-organ yang kekurangan oksigen yang dapat menyebabkan pasien semakin lemah
12. Biasanya satu-satunya yang dibutuhkan oleh pasien adalah oksigen dan harus segera dibawa kerumah sakit
13. Biasanya jika hypoxia yang terjadi sudah cukup lama, pasien akan megalami penurunan kesadaran dan aan menumbulkan kejadian fatal
14. Cara mendiagnosanya adalah dengan melakukan pemeriksaan terhadap analisis gas darah (untuk melihat kadar oksigen didalam darah) pemeriksaannya harus ke rumah sakit
15. Untuk pengecekan dirumah bisanya orang-orang menggunakan full of cimetri alat yang dimasukan kejari, kemudian hasilnya keluar lewat angka rasi oksigen dalam tubuh.
16. full of cimetri bukan untuk orang sehat maupun OTG melainkan, untuk orang yang bergejala seperti batuk yang menetap atau orang yang merasakan gejala happy hypoxia tersebut. Kalau tidak segera melakukan pemeriksaan ke rumah sakit dikarenakan obatnya hanya oksigen.
17. Gejalanya adalah, batuk yang menerap, lemas, warna bibir dan ujung jarinya berwarna kebiruan atrinya oksigen sudah menurun.
Sumber : Olahan Penulis
3. Data evaluation (Tahapan Evaluasi)
Setelah melakukan pengumpulan data dengan mengikuti
webinar “Mengenal Happy Hypoxia, Bagaimana Mencegah dan
Gejalanya” yang berdurasi 22 menit, penulis akan mengevaluasi
data yang telah diperoleh untuk memilih informasi yang akan
digunakan dalam menulis artikel dengan angle berita mengenai gejala dari Hypoxia dan pencegahannya.
Untuk itu penulis menggunakan data berikut sebagai bahan tulisan yang akan dibuat.
1. Happy hypoxia adalah kurangnya kadar oksigen didalam darah yang menyebabkan seseorang sesak nafas.
2. Didalam sebuah jurnal yang berujudul “Covid-19 with silent hypoxemia” mengatakan bahwa happy hypoxia muncul pada bulan April hingga Mei 2020 yang disebut dengan silent hypoxia.
3. Happy hypoxia terjadi sudah lama pada saat bulan april hingga bulan mei yang awalnya disebut sebagai silent hypoxia.
4. Happy hypoxia adalah kurangnya kadar oksigen didalam darah yang menyebabkan seseorang sesak nafas.
5. Satu rasi oksigen didalam dada pengindap penyakit happy hypoxia hanya sekitar 60% sedangkan orang normal memiliki kadar oksigen didalam darah 95% hinggan100%
6. Cara mendiagnosanya adalah dengan melakukan pemeriksaan terhadap analisis darah (untuk melihat kadar oksigen didalam darah) pemeriksaannya harus ke rumah sakit.
7. Untuk pengecekan dirumah bisanya orang-orang menggunakan full of cimetri alat yang dimasukan kejari, kemudian hasilnya keluar lewat angka rasi oksigen dalam tubuh.
8. Gejalanya adalah, batuk yang menerap, lemas, warna bibir dan ujung jarinya berwarna kebiruan atrinya oksigen sudah menurun.
9. Biasanya satu-satunya yang dibutuhkan oleh pasien adalah oksigen dan harus segera dibawa kerumah sakit
10. Happy hypoxia bukan penyakit sendiri melaikan penyakit
yang ada bersamaain dengan penderita covid – 19.
Penulis menggunakan data tersebut dikarenakan data tersebut sangat relevan dengan angle yang penulis ambil mengenai Gejala dari Hypoxia dan Pencegahannya. Dimulai dengan pengenalan apa itu happy hypoxia dan bagaimana cara mendiagnosa happy hypoxia di dalam tubuh manusia yang berfungsi sebagai informasi utama dimana ketika seseorang merasakan gejala tersebut secara terus- menerus, masyarakat dapat segera melakukan pengobatan ke rumah sakit. Untuk itu, informasi ini menjadi sangat penting untuk diketahui oleh masyarakat luas mengenai bagaimana menangani dan mengambil keputusan ketika gejala happy hypoxia muncul di dalam tubuh serta apa saja yang dibutuhkan dalam pengobatannya.
Selain data yang digunakan, adapun data yang penulis tidak masukan kedalam tulisan, yaitu :
1. Happy hypoxia mulai dikenal dan diketahui oleh orang-orang bersamaan dengan pandemik covid-19.
2. Pada beberapa pasien covid – 19 biasanya tidak terjadi karena terjadinya kerusakan ketika pengiriman sinyal ke otak.
3. Namun ada kasus dari seseorang yang berusia 60 tahun, mengalami gejala covid – 19 kemudian, gejala pasien tersebut semakin parah, pasien semakin lemas, tetapi pasien ini tidak mengalami sesak nafas, masih bisa melakukan kegiatan sehari-hari. Ini adalah salah satu pasien yang mengalami kasus happy hypoxia
4. Batuk juga menyebabkan sesuatu yang aneh didalam rongga pernafasan dan yang dapat kita ketahui, pertukaran oksigen itu adanya di paru-paru, namun adanya kerusakan di paru-paru maka oksigen yang masuk akan berkurang.
5. Darah yang masuk ke tubuh akan mensupply ke seluruh organ dan organ-organ yang kekurangan oksigen yang dapat menyebabkan pasien semakin lemah
6. Biasanya jika hypoxia yang terjadi sudah cukup lama, pasien akan
megalami penurunan kesadaran dan menimbulkan kejadian fatal
7. Full of cimetri bukan untuk orang sehat maupun OTG melainkan, untuk orang yang bergejala seperti batuk yang menetap atau orang yang merasakan gejala happy hypoxia tersebut. Kalau tidak segera melakukan pemeriksaan ke rumah sakit dikarenakan obatnya hanya oksigen.
Pada data di atas tidak dicantumkan ke dalam tulisan yang dibuat misalnya mengenai salah satu kasus dari penderita covid – 19 dan proses hypoxia di dalam tubuh terjadi. Hal ini dikarenakan berdasarkan evaluasi data dari penulis, informasi tersebut kurang berkaitan dengan topik yang penulis buat yaitu “mengenai gejala dari Hypoxia dan pencegahannya”. Penulis hanya ingin mengambil informasi yang berkaitan dengan hypoxia secara garis besar, gejalanya, dan bagaimana pasien bisa mencegah hypoxia tersebut, apa saja yang dibutuhkan pasien. Namun informasi ini juga beberapa penulis gunakan secara singkat di beberapa kutipan sebagai pelengkap.
4. Data writing (Tahapan Penulisan)
Dalam menulis berita Happy hypoxia, gejala covid-19 yang
“menipu” Tubuh”, Berita ditulis dengan rumus 5W+1H agar berita tersebut lengkap, jelas, akurat dan memenuhi standar penulisan yang sesuai dengan kaidah jurnalistik (Mordekhay, 2009, p. 33).
Penulis menggunakan pola piramida terbalik dimana menurut Ardani (2018, p. 28), penulisan berita ini menekankan pada cara menulis berita yang menempatkan berita terpenting di bagian akhir dan Kunci dari suatu berita yang menggunakan piramida terbalik terdiri atas lead, body, dan ending. Berikut penjelasan lebih lengkap proses kreatif penulis berdasarkan berita yang sudah penulis buat.
Table 3.3 artikel mengenai “Mengenai Happy Hypoxia, Bagaimana
Mencegah dan gejalanya” yang penulis buat
Keterangan Artikel Yang Penulis Buat
Penulis menggunakan judul ini dikarenakan judul “Mengenal Gejala Happy Hypoxia”
menggambarkan angle yang ingin penulis sampaikan kepada pembaca yaitu mengenal gejala happy hypoxia, dari segi penjelasan apa itu happy hypoxia hingga bagaimana cara mengdiagnosis penyakit tersebut.
Lead berita ini berisi satu paragraf penting yang membahas mengenai happy hypoxia.
Lead berita juga ditulis dengan rumus 5W+1H agar berita tersebut lengkap, jelas, akurat dan memenuhi standar penulisan yang sesuai dengan kaidah jurnalistik (Mordekhay, 2009, p. 33). Untuk itu penulis menentukan 5W + 1H sebagai berikut :
What : Happy Hypoxia yang diderita oleh pasien covid-19.
Where : terdapat pada pasien yang terkena covid – 19
When : pada bulan April – Mei 2020
Why : penderita happy hypoxia ini terjadi karena adanya tanda hipoxia
Who : penderita pasien covid – 19.
How : Dari sebuah jurnal yang berjudul
“Covid-19 with silent hypoxemia”
menyatakan bahwa kejadian pertama muncul
Mengenal Gejala “Happy Hypoxia”
Happy Hypoxia mulai dikenal bersamaan dengan berkembangnya pendemic covid-19 atau coronavirus. Hal ini terjadi karena adanya tanda hikpoksia pada pasien covid- 19 namun tidak ada gejala yang muncul secara klinis. Dari sebuah jurnal yang berjudul “Covid-19 with silent hypoxemia”
menyatakan bahwa kejadian pertama
muncul happy hypoxia pada bulan April
hingga Mei 2020 yang disebut dengan silent
hypoxia.
happy hypoxia pada bulan April hingga Mei 2020 yang disebut dengan silent hypoxia.
Bagian tubuh berita ini penulis menggunakan kutipan, dimana Adzan Irman (2018, p. 22) mengatakan bahwa ada beberapa macam kutipan. Kutipan yang penulis gunakan dalam penulisan straigh news ada dua yaitu.
1. Kutipan Tidak Langsung
Kutipan tidak langsung berisi apa yang dikatakan oleh pembicara dan bagaimana cara menyampaikan informasi tersebut, serta penulisan kutipan ini tidak menggunakan tanda kutip (Irman, 2018, p. 22). Pada contoh disamping penulis menggunakan kutipan tidak langsung
2. Kutipan Langsung
Kutipan langusng merupakan tulisan kata demi kata dari apa yang dikatakan oleh narasumber atau pembicara, kutipan ini juga dibuka dan ditutup dengan tanda kutip (Irman, 2018, p. 22). Seperti pada contoh disamping penulis menggunakan kutipan tidak langsung
Dokter Spesialis Paru, Dr. Erlina Burhan M.Sc., Sp.p., menyatakan, Happy hypoxia itu adalah sebuah Hypoxia, dimana berkurangnya oksigen di dalam darah. Hal ini mengakibatkan seseorang yang terkena hypoxia dapat menyebabkan sesak nafas.
“orang normal biasanya memiliki oksigen di dalam darahnya itu berkaisar antara 95%
sampai 100%,” tambah Dr. Erlina, dalam
Talkshow dari Gedung Graha BNPB,
Rabu(16/9).
Disamping itu bagian tubuh berita ini menggunakan pola piramida terbalik dimana menurut Ardani (2018, p. 28), penulisan berita ini menekankan pada cara menulis berita yang menempatkan berita terpenting di bagian akhir. Untuk itu bagian umum dari berita ini terletak di paragraf pertama yang menjelaskan megenai happy hypoxia secara garis bersar dan bagaimana happy hypoxia bekerja di dalam tubuh manusia. Dan bagian terpenting dibagian akhir adalah bagaimana cara mendiagnosis happy hypoxia tersebut.
Erlina juga menambahkan bahwa pasien yang mengalami happy hypoxia tidak merasakan gejala apapun walaupun sebenarnya kondisi tubuh sudah mulai terganggu karena kurangnya oksigen dalam darah, namun dari pemeriksaan tenaga kesehatan dapat ditemukan gangguan fungsi tubuh, sehingga perburukan terjadi sangat cepat karena organ tubuh mendapat suplai darah yang kekurangan oksigen, dan perlu penanganan yang cepat agar terhindar dari gangguan fungsi berbagai organ.
“diagnosisnya dengan cara melakukan
analisis pemeriksaan darah, ini kalo di
rumah sakit. Hal ini, untuk melihat kadar
oksigen di dalam darah, tapi kalo dirumah,
yang paling simple kita menggunakan full of
cimetri, itu yang dimasukan ke jari dan
kemudian akan muncul hasilnya.” Tambah
Dr. Erlina.
Bagian penegasan dari Dr. Herlina penulis jadikan sebagai penutup, hal ini penulis lakukan untuk menegaskan kepada pembaca bahwa Happy Hypoxia jangan ditunggu sampai gejalanya parah terutama sesak nafas, karena hypoxia jarang sekali memunculkan gejala sesak nafas.
Dr. Herlina juga menegaskan bahwa untuk mengetahui happy hypoxia jangan menunggu sampai sesak, karena hypoxia tidak memunculkan gejala apalagi sesak.
Sumber: Dikelola Penulis
5. Data Editing (Tahapan Penyuntingan)