PENGARUH ENTRY BEHAVIOR (KEMAMPUAN AWAL) DAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA PADA POKOK BAHASAN TERMOKIMIA DI SMA.

23 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

PENGARUH ENTRY BEHAVIOR (KEMAMPUAN AWAL) DAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TERHADAP HASIL

BELAJAR KI MIA S ISWA PADA PO KO K BAHASAN TERMOKIMIA DI SMA

Oleh: Nurbaiti Harahap

NIM 409331041

Program Studi Pendidikan Kimia

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

JURUSAN KIMIA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)

iv

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur Saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena

atas berkat limpahan Rahmat dan Karunia-Nya, skripsi ini dapat diselesaikan

dengan baik sesuai dengan waktu yang direncanakan. Skripsi berjudul ”Pengaruh

Entry Behavior (Kemampuan Awal) Dan Pembelajaran Kooperatif Terhadap Hasil

Belajar Kimia Siswa Pada Pokok Bahasan Termokimia Di SMA ” disusun untuk

memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Kimia

Universitas Negeri Medan.

Pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih kepada Alm.

Bapak Drs. M.M.Tambunan, M.Pd selaku dosen pembimbing skripsi yang telah

banyak memberikan bimbingan dan masukan sehingga skripsi ini selesai dengan

baik. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Ibu Dra. Ani Sutiani, M.Si,

Bapak Drs. Jamalum Purba, M.Si, dan Bapak Drs. Rahmat Nauli, M.Si yang telah

memberikan masukan dan saran-saran dalam penyusunan skripsi ini. Penulis juga

menyampaikan terima kasih kepada Bapak Dr. Mahmud M.Si selaku dosen PA,

serta seluruh dosen dan staf pegawai di Jurusan Kimia FMIPA UNIMED. Terima

kasih juga disampaikan kepada Kepala Sekolah SMA Negeri 18 Medan yang

telah memberikan izin penelitian, serta Bapak dan Ibu Guru di SMA Negeri 18

Medan yang telah banyak membantu penulis selama penelitian.

Teristimewa penulis sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya

kepada Ayahanda H.Mulkan Harahap dan Ibunda Hj.Nurlan Hasibuan serta

abang, kakak dan adek penulis yaitu Muhsin Harahap, SE, Rojab Harahap, Budi

Harahap S.Kom, Akhiruddin Harahap, Nurjannah Harahap, Am.Keb, Nurazizah

Harahap, dan Muharram Harahap yang sudah berdoa, memberi dorongan dan

dana kepada penulis dalam menyelesaikan studi di UNIMED.

Terima kasih buat Mey Uli yang sudah banyak membantu dan mengajari

dalam menyelesaikan skripsi ini dan juga untuk teman spesial disampaikan

kepada Nurhidayah Daulay, Khuswatun Hasanah, Dasmuliani Purba, dan juga

buat Sarifah Aini yang banyak membantu dan memberikan motivasi dalam

(4)

v

Ibu, dan adek-adek di kos yang telah mengalirkan do’anya kepada penulis untuk

kelancaran pendidikan penulis, serta dalam menyelesaikan skripsi ini.

Penulis telah berupaya semaksimal mungkin dalam penyelesaian skripsi

ini, namun penulis menyadari masih banyak kelemahan baik dari segi isi maupun

tata bahasa. Untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat

membangun dari pembaca demi penyempurnaan skripsi ini. Kiranya skripsi ini

dapat bermanfaat dalam pengembangan ilmu pendidikan.

Medan, Januari 2014 Penulis

(5)

iii

PENGARUH ENTRY BEHAVIOR (KEMAMPUAN AWAL) DAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TERHADAP HASIL

BELAJAR KIMIA SISWA PADA POKOK BAHASAN TERMOKIMIA DI SMA

NURBAITI HARAHAP (NIM 409331041) Abstrak

(6)

vi

(7)
(8)

viii

DAFTAR GAMBAR

Halaman Gambar 2.1. Perubahan Energi yang Terjadi antara

Sistem dan Lingkungan 30

Gambar 2.2. Penyerapan dan Pelepasan Kalor antara

Sistem dan Lingkungan 32

(9)

ix

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 4.1. Rangkuman Karakteristik Butir Soal Pada Uji Coba

Instrumen Penelitian 55

Tabel 4.2 Rangkuman Hasil Uji Normalitas data Peningkatan Hasil Belajar Kimia Siswa Yang Diberi Kombinasi Perlakuan Kemampuan awal dan pembelajaran kooperatif

56

Tabel 4.3. Rangkuman Hasil Uji Homogenitas Data Peningkatan Hasil Belajar Kimia Siswa Yang Diberi Kombinasi perlakuan kemampuan awal dan pembelajaran kooperatif

57

Tabel 4.4. Rataan Peningkatan Hasil Belajar Kimia Siswa yang Diberi Kombinasi Perlakuan kemampuan awal dan pembelajaran kooperatif

58

Tabel 4.5. Rangkuman hasil Analisis Ragam Peningkatan Hasil Belajar Kimia Siswa Yang diberi kombinasi perlakuan kemampuan awal dan pembelajaran kooperatif

(10)

x

Lampiran 4b : Kunci Jawaban Instrumen Tes 92

Lampiran 4c : Penyelesaian Soal Instrumen Tes 93

Lampiran 5 : Analisis Kisi-Kisi Soal Setelah Divalidkan 100

Lampiran 17 : Perhitungan Uji Normalitas 138

Lampiran 18 : Perhitungan Uji Homogenitas 142 Lampiran 19 : Perhitungan Uji Hipotesis 144 Lampiran 20 : Pengujian Pengaruh Metode Mengajar 150 Lampiran 21 : Tabel Nilai-Nilai Chi Kuadrat 155 Lampiran 22 : Tabel Nilai-Nilai r Product Moment 156

Lampiran 23 : Tabel Nilai-Nilai Dalam Distribusi t 157

Lampiran 24 : Tabel Nilai Distribusi F 158

(11)

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 4.1. Rangkuman Karakteristik Butir Soal Pada Uji Coba

Instrumen Penelitian 55

Tabel 4.2 Rangkuman Hasil Uji Normalitas data Peningkatan Hasil Belajar Kimia Siswa Yang Diberi Kombinasi Perlakuan Kemampuan awal dan pembelajaran kooperatif

56

Tabel 4.3. Rangkuman Hasil Uji Homogenitas Data Peningkatan Hasil Belajar Kimia Siswa Yang Diberi Kombinasi perlakuan kemampuan awal dan pembelajaran kooperatif

57

Tabel 4.4. Rataan Peningkatan Hasil Belajar Kimia Siswa yang Diberi Kombinasi Perlakuan kemampuan awal dan pembelajaran kooperatif

58

Tabel 4.5. Rangkuman hasil Analisis Ragam Peningkatan Hasil Belajar Kimia Siswa Yang diberi kombinasi perlakuan kemampuan awal dan pembelajaran kooperatif

(12)

DAFTAR GAMBAR

Halaman Gambar 2.1. Perubahan Energi yang Terjadi antara

Sistem dan Lingkungan 30

Gambar 2.2. Penyerapan dan Pelepasan Kalor antara

Sistem dan Lingkungan 32

(13)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 4b : Kunci Jawaban Instrumen Tes 92

Lampiran 4c : Penyelesaian Soal Instrumen Tes 93

Lampiran 5 : Analisis Kisi-Kisi Soal Setelah Divalidkan 100

Lampiran 17 : Perhitungan Uji Normalitas 138

Lampiran 18 : Perhitungan Uji Homogenitas 142 Lampiran 19 : Perhitungan Uji Hipotesis 144 Lampiran 20 : Pengujian Pengaruh Metode Mengajar 150 Lampiran 21 : Tabel Nilai-Nilai Chi Kuadrat 155 Lampiran 22 : Tabel Nilai-Nilai r Product Moment 156

Lampiran 23 : Tabel Nilai-Nilai Dalam Distribusi t 157

Lampiran 24 : Tabel Nilai Distribusi F 158

(14)

1

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Dunia pendidikan akhir – akhir ini sangat memerlukan banyak inovasi yang ditujukan untuk membuat suatu kondisi yang lebih menyenangkan dalam

kegiatan proses belajar mengajar. Keberhasialan proses belajar mengajar tidak

selalu berfokus pada kemampuan guru mengajar, namun faktor internal dari siwa

itu sangat penting. Pada buku Siregar dan Hartini tentang teori-teori belajar dan

pembelajaran yang menjelaskan “ Faktor yang mempengaruhi belajar ,yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor yang ada dalam diri

siswa, yaitu faktor jasmaniah (kesehatan dan cacat tubuh ), faktor psikologis

(inteligensi , minat bakat ,motif, kematangan dan kesiapan ) dan faktor kelelahan .

Sedangkan faktor eksternal adalah faktor yang timbul dari luar diri siswa, yaitu

faktor keluarga, sekolah ,dan masyarakat “ . (Siregar dan Hartini, 2010 ).

Pembelajaran terpusat pada guru sampai saat ini masih menemukan

beberapa kelemahan. Kelemahan tersebut dapat dilihat pada saat berlangsungnya

proses pembelajaran di kelas, interaksi aktif antara siswa dengan guru atau siswa

dengan siswa jarang terjadi. Siswa kurang terampil menjawab pertanyaan atau

bertanya tentang konsep yang diajarkan. Siswa kurang bisa bekerja dalam

kelompok diskusi dan pemecahan masalah yang diberikan dan siswa cenderung

hanya sebagai pendengar. Metode yang sama dihadapi peneliti ketika masih

duduk dibangku SMA adalah bahwa kebanyakan siswa tidak berminat dan tidak

bergairah untuk mempelajari pelajaran – pelajaran tertentu dengan sungguh. Hal ini disebabkan oleh (1) interaksi, (2) siswa hanya pasif, dan (3) minat siswa

terhadap pelajaran kimia . Dalam keadaan yang demikian kecil kemungkinannya

proses belajar mengajar dapat berhasil .

(15)

2

Banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar khususnya dalam

mempelajari ilmu kimia yang dapat dilihat dari nilai ujian akhir kimia yang pada

umumnya lebih rendah dari nilai ujian akhir mata pelajaran lain. Pelajaran kimia

secara umumnya dikenal sebagai pelajaran yang memerlukan perhitungan dan

pemahaman yang baik, namun pada pokok pokok bahasan tertentu ilmu kimia

jyga memerlukan daya hapal yang diikuti dengan pemahaman. Selain dengan

metode mengerjakan soal umumnya guru – guru biasa mengajarkan mata pelajaran ini dengan metode ceramah, hal ini tentu menambah rasa jenuh pada

siswa yang akhirnya membuat sisiwa sulit untuk menerima pelajaran dan sulit

untuk menghapal pokok bahasan yang memang memerlukan daya hapal yang

kuat. Namun sampai pada sekarang ini guru – guru yang bersangkutan belum terbukti berhasil untuk meningkatkan nilai tersebut , yang akhirnya menyebabkan

mereka kurang berminat untuk mempelajari ilmu kimia. (http://pelawiselatan.blog

spot.com/2009/04/model-pembelajaran-cooperative-dengan.html) diakses pada tanggal 10 Mei 2013”.

Berbagai usaha telah dilakukan pemerintah maupun praktisi pendidikan

untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini terbukti dari usaha pemerintah

dalam melakukan inovasi seperti perubahan kurikulum, penataran guru dan dosen,

memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan, penggunaan metode dan

pendekatan mengajar juga pendekatan penelitian. Penelitian tentang pembelajaran

kimia menunjukkan bahwa banyak faktor yang dapat membuat pembelajaran

kimia menjadi menarik dan menghasilkan hasil belajar kimia yang tinggi. Salah

satu diantaranya keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran. Siswa harus

terlibat aktif dalam proses pembelajaran, pengoperasian alat atau berlatih

menggunakan objek konkrit sehingga siswa didorong untuk menyelesaikan

masalah konsep nyata melalui penerapan konsep-konsep dan fakta-fakta yang

mereka pelajari.

Kimia merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan alam (IPA). Mata

pelajaran kimia sarat dengan konsep, dari konsep yang sederhana hingga konsep

yang kopleks dan abstrak, sehingga diperlukan pemahaman yang benar terhadap

(16)

3

termokimia. Mata pelajaran ini memiliki karakteristik yang sarat dengan konsep,

hukum dan perhitungan. Pembelajaran termokimia umumnya dilakukan dengan

metode ceramah sehingga siswa cendrung menghafal, akibatnya pelajaran ini

menjadi tidak menarik dan membosankan.

Untuk menghasilkan pembelajaran yang lebih bermakna, maka peserta

didik dituntut untuk benar-benar memahami dan terlibat secara aktif selama

proses belajar mengajar. Oleh karena itu, diperlukan adanya suatu perubahan dari

pembelajaran yang cendrung bersifat behavioristik menuju pembelajaran

konstruktivisme yang berpusat pada siswa. Salah satu model pembelajaran yang

sesuai dengan karakteristik pembelajaran konstruktivisme adalah model

pembelajaran kooperatif.

Pembelajaran kooperatif adalah strategi pembelajaran yang melibatkan

partisipasi siswa dalam suatu kelompok kecil untuk saling berinteraksi

(Nurulhayati : 2002 dalam buku Rusman : 2010). Dalam sistem belajar yang

kooperatif, siswa belajar bekerja sama dengan anggota lainnya. Dalam model ini

siswa memiliki dua tanggung jawab, yaitu mereka belajar untuk dirinya sendiri

dan membantu sesama anggota kelompok belajar.

Pembelajaran kooperatif banyak digunakan dan menjadi perhatian serta

dianjurkan oleh para ahli pendidikan. Hal ini dikarenakan berdasarkan hasil

penelitian yang dilakukan oleh (Slavin1995 dalam buku Rusman : 2010)

dinyatakan bahwa: (1) penggunaan pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan

prestasi belajar siswa dan sekaligus dapat meningkatkan hubungan sosial,

menumbuhkan sikap toleransi, dan menghargai pendapat orang lain, (2)

pembelajaran kooperatif dapat memenuhi kebutuhan siswa dalam berpikir kritis,

memecahkan masalah.

Dengan pendekatan pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan hasil

belajar yang lebih baik. Dari hasil penelitian Yuli (2009) yang menunjukkan

bahwa hasil belajar siswa diajarkan dengan pembelajaran kooperatif ini lebih baik

sebesar 34,1% dari hasil belajar siswa yang diajarkan dengan pengajarn

(17)

4

Kemampuan awal adalah kemampuan dasar yang dimiliki sebelum peserta

didik akan mempelajari kemampuan baru. Kemampuan awal ini menggambarkan

kesiapan siswa dalam meenerima pelajaran yang akan disampaikan oleh guru.

Kemampuan awal siswa dapat diukur melalui tes awal, interview atau cara-cara

lain yang cukup sederhana separti melontarkan pertanyaan-pertanyaan secara acak

dengan distribusi perwakilan siswa yang repesentatif.

Pemberian pengetahuan awal bertujuan untuk merangsang minat belajar

siswa dan bertujuan menyamakan pandangan terhadap konsep pelajaran yang

dibahas. Konsep prasyarat diberikan sebelumsuatu materi diajarkan. Pengetahuan

awal yang siswa diharapkan memudahkan dan meningkatkan pemahaman siswa

pada pembelajaran kooperatif terhadap materi yang akan diajarkan. Hasil

penelitian mengatakan bahwa hasil belajar siswa yang diberi pengetahuan awal

lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang tanpa pemberian pengetahuan awal

Berdasarkan uraian di atas, maka disisni penulis tertarik untuk melakukan

penelitian dengan judul: “Pengaruh Entry Behavior (Kemampuan Awal) Dan Pembelajaran Kooperatif Terhadap Hasil Belajar Kimia Siswa Pada Pokok

Bahasan Termokimia”.

1.2. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dijelaskan di atas, maka

identifikasi masalah dalam penelitian ini adalah :

1. Proses pembelajaran antara siswa dengan guru kurang aktif ?

2. Masih banyak guru yang belum menggunakan model pembelajaran yang

variatif dan menarik ?

3. Pengaruh entry behavior (kemampuan awal) pada pembelajaran kooperatif

dapat membuat siswa tertarik dalam proses belajar mengajar ?

1.3. Batasan Masalah

Masalah daam penelitian ini dibatasi sebagai berikut :

1. Model pembelajaran yang digunakan adalah model pembelajaran kooperatif

(18)

5

1.4. Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : Apakah ada

pengaruh entry behavior pada pembelajaran kooperatif pada pokok bahasan

termokimia.

1.5. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah yang telah dikemukakan, tujuan dari makalah ini

adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh entry behavior yang diajar

menggunakan pembelajaran kooperatif terhadap hasil belajar siswa.

1.6. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat dari makalah ini adalah sebagai berikut :

1. Bagi siswa

Siswa lebih termotivasi dalam pembelajaran dan menambah pemahaman

siswa pada pokok bahasan termokimia.

2. Bagi guru

Sebagai alternatif dalam mengelola pembelajaran dan dapat menumbuhkan

kreatifitas guru dalam pembelajaran.

3. Bagi sekolah

Memberikan sumbangan pada sekolah dalam rangka perbaikan pembelajaran.

1.7. Defenisi Operasional

Adapun defenisi operasional dalam penelitian ini adalah :

1. Pengetahuan awal adalah merupakan kumpulan informasi yang diperoleh dari

pengetahuan dan pengalaman seseorang selama hidupnya, membawa dan

mengaitkan informasi tersebut pada suatu pengalaman belajar baru, yaitu

untuk mempelajarai hal-hal tertentu yang sifatnya baru bagi seseorang

tersebut.

2. Pembelajaran kooperatif adalah suatu bentuk pendekatan pembelajaran yang

merupakan paham kontruktivisme, pembelajaran kooperatif merupakan

(19)

6

tingkat kemampuannya berbeda. Dalam pembelajaran kooperatif siswa

belajar bersama dalam kelompok yang terdiri dari 4 atau 6 orang siswa.

3. Kemampuan awal adalah kemampuan dasar yang dimiliki sebelum peserta

didik akan mempelajari kemampuan baru.

4. Hasil belajar adalah hasil yang diperoleh berupa kesan yang mengakibatkan

(20)

66

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan

Dari analisis data yang sudah didapatkan, maka dapat disimpulkan :

1. Ada pengaruh penggunaan kemampuan awal pada pembelajaran

kooperatif terhadap hasil belajar kimia siswa.

2. Ada interaksi antara kemampuan awal dan pembelajaran kooperatif dalam

mempengaruhi rataan nilai hasil kimia siswa SMA.

3. Pengajaran menggunakan pembelajaran kooperatif tipe STAD yang

dikombinasikan dengan kemampuan awal tinggi dan rendah memberikan

selisih peningkatan hasil belajar 0,36. Sedangkan pengajaran

menggunakan kooperatif tipe NHT yang dikombinasikan dengan

kemampuan awal tinggi dan rendah menberikan selisih peningkatan hasil

belajar -1,6.

3.2.Saran

Berdasarkan pembahasan dan kesimpulan hasil penelitian diatas, maka

penulis memberikan beberapa saran untuk memperbaiki kualitas hasil belajar

siswa antara lain :

1. Pembelajaran kooperatif sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan hasil

belajar siswa. Dengan adanya pembelajaran kooperatif, maka siswa akan

terlatih untuk menyelesaikan soal yang berkaitan dengan materi yang sedang

dipelajari sehingga akan meningkatkan pemahaman siswa terhadap

pelajaran.

2. Dalam menerapkan pembelajaran kooperatif, guru perlu mengkombinasikan

dengan kemampuan awal sehingga siswa akan lebih terpacu dan tertarik

dalam mengerjakan tugas yang diberikan guru.

(21)

67

3. Dalam proses pembelajaran, hendaknya guru selalu memberikan

kemampuan awal siswa meskipun guru menerapkan metode atau model

pembelajarn yang berbeda-beda. Karena kemampuan awal memberikan

(22)

68

DAFTAR PUSTAKA

Djamarah, B.S., dan Zain, A., (2006), Strategi Belajar Mengajar, Penerbit Rineka Cipta, Jakarta

Djamarah, B.S., (2011), Paikologi Belajar, Penerbit Rineka Cipta, Jakarta

Parning, Horale dan Tiopan.,(2006), Kimia SMA Kelas XI Semester Pertama, Penerbit Yudistira, Jakarta

Rusman. (2010), Model-Model Pembelajaran, Penerbit PT Raja Grafindo Persada,

Jakarta

Silitonga, P., (2011), Statistik Teori dan Aplikasi dalam Penelitian, Penerbit FMIPA UNIMED, Medan

Siregar, E., dan Nara, H., (2010), Teori Belajar dan Pembelajaran, Penerbit Ghalia Indonesia, Bogor

Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya, Penerbit Rineka Cipta, Jakarta

Slavin, Robert E., (2005), Cooperative Learning Teori, Riset dan Praktek Terjemahan, Penerbit:Nusa Media, Bandung.

Suprijono, A., (2009), Cooperative Learning, Penerbit Pustaka Belajar, Yogyakarta

Sudarmo, U., (2004), Kimia Untuk SMA Kelas XI, Penerbit Erlangga, Jakarta

(23)

68

DAFTAR PUSTAKA

Djamarah, B.S., dan Zain, A., (2006), Strategi Belajar Mengajar, Penerbit Rineka Cipta, Jakarta

Djamarah, B.S., (2011), Paikologi Belajar, Penerbit Rineka Cipta, Jakarta

Parning, Horale dan Tiopan.,(2006), Kimia SMA Kelas XI Semester Pertama, Penerbit Yudistira, Jakarta

Rusman. (2010), Model-Model Pembelajaran, Penerbit PT Raja Grafindo Persada, Jakarta

Silitonga, P., (2011), Statistik Teori dan Aplikasi dalam Penelitian, Penerbit FMIPA UNIMED, Medan

Siregar, E., dan Nara, H., (2010), Teori Belajar dan Pembelajaran, Penerbit Ghalia Indonesia, Bogor

Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya, Penerbit Rineka Cipta, Jakarta

Slavin, Robert E., (2005), Cooperative Learning Teori, Riset dan Praktek Terjemahan, Penerbit:Nusa Media, Bandung.

Suprijono, A., (2009), Cooperative Learning, Penerbit Pustaka Belajar, Yogyakarta

Sudarmo, U., (2004), Kimia Untuk SMA Kelas XI, Penerbit Erlangga, Jakarta

Suharsimi, A.,(2009), Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, Penerbit Rhineka Cipta, Jakarta

(http://dwipurnomoikipbu.wordpress.com)

Diakses tanggal 10 Mei 2013

http://pelawiselatan.blogspot.com/2009/04/model-pembelajaran-cooperative-dengan.html

Figur

Gambar 2.1. Perubahan Energi yang Terjadi antara                       Sistem dan Lingkungan           Gambar 2.2
Gambar 2 1 Perubahan Energi yang Terjadi antara Sistem dan Lingkungan Gambar 2 2. View in document p.8
Gambar 2.1. Perubahan Energi yang Terjadi antara                       Sistem dan Lingkungan           Gambar 2.2
Gambar 2 1 Perubahan Energi yang Terjadi antara Sistem dan Lingkungan Gambar 2 2. View in document p.12

Referensi

Memperbarui...