FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Sistem Informasi Akuntansi (Survei pada Bank Perkreditan Rakyat di Kabupaten Boyolali).

16 

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

(Survei pada Bank Perkreditan Rakyat di Kabupaten Boyolali)

N A S K A H P U B L I K A S I

Diajukan untuk Memenuhi Tugas dan Syarat-syaratGuna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi (S1) Jurusan

Akuntansi Pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta

Oleh: D A R Y A N I

B 200 080 038

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS JURUSAN AKUNTANSI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

(2)

HALAMAN PENGESAHAN

Yang bertandatangan dibawah ini telah membaca naskah publikasi dengan judul :

“FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA SISTEM

INFORMASI AKUNTANSI (Survei pada Bank Perkreditan Rakyat di Kabupaten Boyolali)”

Yang disusun oleh :

Nama : DARYANI

NIM : B200080038

Fakultas/Jurusan : EKONOMI AKUNTANSI

Penandatangan berpendapat bahwa naskah publikasi tersebut telah memenuhi syarat untuk diterima.

(3)

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

(Survei pada Bank Perkreditan Rakyat di Kabupaten Boyolali)

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang dapat meningkatkan kinerjan Siatem Informasi Akuntansi (SIA) yang digunakan dalam perusahaan jasa perbankan. Pengujian ini menggunakan empat faktor yang mempengaruhi kinerja SIA. Sampel dipilih dengan metode conviniance sampling. Yang menjadi responden dalam penelitian ini adalah karyawan bagian keuangan dan adminitrasi umun pada BPR di Kabupaten Boyolali yang menggunakan Sistem Informasi Akuntansi dalam menyelesaikan pekerjaannya.

Hipotesis ini adalah H1 : Keterlibatan pemakai dalam proses pengembangan sistem Informasi Akuntansi berpengaruh terhadap kinerja Sistem Informasi Akuntansi. H2 : Kemampuan teknik personal berpengaruh terhadap kinerja Sistem Informasi Akuntansi. H3 : Dukungan manajemen puncak berpengaruh terhadap kinerja Sistem Informasi Akuntansi. H4 : Program Pelatihan dan Pendidikan Pemakai berpengaruh terhadap kinerja Sistem Informasi Akuntansi.

Berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa keterlibatan pemakai dalam proses pengembangan sistem informasi akuntansi tidak berpengaruh terhadap kinerja sistem informasi akuntansi. Variabel kemampuan teknik personal berpengaruh terhadap kinerja sistem informasi akuntansi. Variabel Dukungan manajemen puncak tidak berpengaruh terhadap kinerja sistem informasi akuntansi. Variabel Pelatihan dan pendidikan pemakai berpengaruh terhadap kinerja sistem informasi akuntansi.

Kata Kunci : Keterlibatan Pemakai Dalam Pengembangan Sistem Informasi Akutansi, Kemampuan Teknik Personal, Dukungan Manajemen Puncak, Pelatihan dan Pendidikan Pemakai

PENDAHULUAN

(4)

kombinasi dari orang-orang, fasilitas, teknologi, media, prosedur-prosedur dan pengendalian yang ditujukan untuk mendapatkan jalur komunikasi penting, memproses tipe transaksi rutin, memberi sinyal kepada manajemen dan yang lainnya terhadap kejadian-kejadian internal dan eksternal penting yang penting dan menyediakan suatu sumber dasar untuk pengambilan keputusan yang cerdik.

Sistem informasi yang modern telah diimplementasikan di banyak perusahaan dengan biaya yang besar, namun masalah yang timbul adalah penggunaan yang masih rendah terhadap sistem informasi. Rendahnya penggunaan sistem informasi diidentifikasikan sebagai penyebab utama yang mendasari terjadinya productivity paradox yaitu investasi yang mahal di bidang sistem tetapi menghasilkan return yang rendah (Venkatesh dan Davis dalam Handayani, 2005). Bukti empiris menunjukkan bahwa penggunaan Sistem Informasi Akuntansi untuk tujuan pembuatan keputusan manajemen dan operasi masih rendah (Johansen dan Swigart, 1996) dalam Indarti (2001). Penggunaan sistem informasi merupakan variabel penting yang mempengaruhi kinerja manajerial (Davis dan Swanson, dalam Handayani, 2005).

(5)

yang tepat waktu (timelines), sedangkan pemakaian dari sistem informasi akuntansi keberhasilan sebuah sistem informasi apabila frekuensi penggunaanya sering maka sistem itu dikatakan baik.

Banyak perusahaan mengembangkan teknologi informasi khususnya sistem informasi akuntansi sebagai sumber yang memfasilitasi pengumpulan dan penggunaan informasi secara efektif. Menurut Astuti (2002), dewasa ini perkembangan teknologi informasi telah merambah ke berbagai bidang kehidupan dan tidak dapat dimungkiri bahwa teknologi informasi dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja suatu organisasi. Organisasi menggantungkan diri pada sistem informasi pengumpulan dan pengolahan transaksi (Zaki Baridwan, 2003: 3). Sistem informasi akuntansi (SIA) merupakan aktivitas pendukung yang penting dalam menjalankan aktivitas utama agar lebih efektif dan efisien.

Soegiharto (2001), Tjhai Fung Jen (2002), dan Almilia dan Briliantien (2007) mengemukakan adanya beberapa faktor yang mempengaruhi kinerja Sistem Informasi Akuntansi yang diukur dari dua presepsi yaitu kepuasan pemakai dan pemakai sistem itu sendiri yaitu dukungan manajemen puncak, kemampuan teknik personal pemakai sistem, keterlibatan pemakai, keberadaan program pelatihan, keberadaan dewan pengaruh, lokasi departemen Sistem Informasi, Formalisasi pengembangan sistem informasi dan ukuran organisasi.

Penelitian ini mengacu pada penelitian yang dilakukan oleh Almilia dan Briliantien (2007) dan Tjhai (2002). Walaupun mengacu pada penelitian yang dilakukan oleh beberapa penelitian tersebut, penelitian ini tidak diupayakan untuk meneliti semua faktor yang mempengaruhi keberhasilan sistem seperti yang dilakukan oleh Almilia dan Briliantien (2007) dan Tjhai Fung Jen (2002). Model ini memberikan sebuah struktur yang di dalamnya mengkaji 4 (empat) variabel dalam kaitannya dengan kinerja Sistem Informasi Akuntansi yang dilihat dari kepuasan pengguna dalam penggunaan sistem ini sendiri. Faktor-faktor tersebut antara lain keterlibatan pemakai, kemampuan teknik personal, dukungan manajemen puncak, dan program pelatihan dan pendidikan pemakai.

(6)

MEMPENGARUHI KINERJA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI” (Survei pada Bank Perkreditan Rakyat di Kabupaten Boyolali).

Perumusan Masalah

Proses pengembangan Sistem Informasi Akuntansi sering kali mengalami hambatan dan menjadi permasalahan serius bagi manajemen. Beberapa penelitian telah dilakukan sebelumnya menunjukkan adanya faktor-faktor yang dianggap berpengaruh terhadap kinerja Sistem Informasi Akuntansi dalam perusahaan.

Bertolak dari latar belakang yang dikemukakan sebelumnya, maka secara khusus penelitian ini ingin menjawab beberapa permasalahan sebagai berikut : 1. Apakah keterlibatan pemakai dalam pengembangan SIA berpengaruh terhadap

kinerja Sistem informasi Akuntansi?

2. Apakah kemampuan teknik personal berpengaruh terhadap kinerja Sistem Informasi Akuntansi ?

3. Apakah dukungan manajemen puncak berpengaruh terhadap kinerja Sistem Informasi Akuntansi?

4. Apakah program pelatihan dan pendidikan pemakai berpengaruh terhadap kinerja Sistem Informasi Akuntansi?

Tujuan Penelitian

Tujuan penulis mengadakan penelitian ini adalah:

1. Untuk memberikan bukti empiris tentang pengaruh keterlibatan pemakai dalam pengembangan SIA terhadap kinerja Sistem Informasi Akuntansi. 2. Untuk memberikan bukti empiris tentang pengaruh kemampuan teknik

personal terhadap kinerja Sistem Informasi Akuntansi.

3. Untuk memberikan bukti empiris tentang pengaruh dukungan manajemen puncak terhadap kinerja Sistem Informasi Akuntansi

(7)

Manfaat Penelitian

Beberapa manfaat yang diharapkan diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Bagi Bank Perkreditan Rakyat, membantu dalam pengambilan keputusan mengenai sumber daya manusia (penyeleksian dan penerimaan karyawan baru, rencana pelaksanaan, pelatihan dan pendidikan komputer bagi karyawan). 2. Bagi Masyarakat, dapat digunakan sebagai sumber informasi dan menjadi

masukan pada penelitian-penelitian selanjutnya

3. Bagi peneliti, sebagai tambahan informasi dan pengetahuan mengenai faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kinerja SIA, diantaranya faktor-faktor keterlibatan pemakai dalam pengembangan SIA, kemampuan teknik personal, dukungan manajemen puncak, dan program pelatihan dan pendidikan.

Kerangka Pemikiran dan Pengembangan Hipotesis

Berdasarkan latar belakang masalah, tinjauan pustaka, dan kerangka teori dalam penelitian ini adalah seperti yang terdapat dalam gambar berikut ini :

Gambar 1. Kerangka Pemikiran

1. Hubungan antara keterlibatan pemakai dalam pengembangan Sistem Informasi dengan Kinerja Sistem Informasi Akuntansi

Thjai Fung Jen (2002) Berpendapat bahwa keterlibatan pemakai yang semakin sering akan meningkatkan kinerja SIA dikarenakan adanya hubungan yang positif antara keterlibatan pemakai dalam proses pengembangan sistem

Kinerja SIA Keterlibatan pemakai dalam

pengembangan SIA Kemampuan Teknik Personal

Dukungan Manajemen Puncak

(8)

informasi dalam kinerja SIA. Hasil penelitian Soegiharto (2001) menunjukkan hanya faktor keterlibatan pemakai yang berpengaruh terhadap pemakaian sistem. Dengan memperhatikan penjelasan dan hasil penelitian sebelumnya maka hipotesis pertama yang diajukan adalah:

H1 : Keterlibatan pemakai dalam proses pengembangan sistem Informasi Akuntansi berpengaruh terhadap kinerja Sistem Informasi Akuntansi 2. Kemampuan Teknik Personal Sistem Informasi

Thjai Fung Jen (2002) dalam Almilia dan Briliantien (2007) berpendapat bahwa semakin tinggi kemampuan teknik personal SIA akan meningkatkan kinerja SIA dikarenakan adanya hubungan yang positif antara kemampuan teknik personal SIA dengan kinerja SIA.

Choe (1996) dalam Komar (2005) menemukan pengaruh antara kapabilitas personil SIA terhadap pengguna SIA. Dengan memperhatikan penjelasan dan hasil penelitian sebelumnya maka hipotesis kedua yang diajukan adalah :

H2 : Kemampuan teknik personal berpengaruh terhadap kinerja Sistem Informasi Akuntansi

3. Hubungan antara Dukungan Manajemen Puncak dengan kinerja sistem informasi Akuntansi

Thjai Fung Jen (2002) dalam Almilia dan Briliantien (2007) berpendapat bahwa semakin besar yang diberikan manajemen puncak akan meningkatkan kinerja SIA dikarenakan adanya hubungan yang positif antara dukungan menejemen puncak dalam proses pengembangan dan pengoprasian SIA dengan kinerja SIA.begitu juga dalam penelitian Soegiharto (2001) juga menjelaskan bahwa terdapat pengaruh antara dukungan manajemen puncak dalam proses pengembangan sistem informasi akuntansi terhadap kinerja Sistem Informasi Akuntansi. Dengan memperhatikan penjelasan dan hasil penelitian sebelumnya maka hipotesis ketiga yang diajukan adalah :

(9)

4. Hubungan Antara Program Pelatihan dan Pendidikan dengan Kinerja SIA Thjai Fung Jen (2002) dalam Almilia dan Briliantien (2007) berpendapat bahwa kinerja SIA akan lebih tinggi apabila Program pelatihan dan pendidikan pemakai diperkenalkan. Riset Holmes dan Nicholls (1988) menunjukkan bahwa pelatihan formal berpengaruh terhadap penyiapan informasi akuntansi. Para peneliti lainnya telah mengajukan pengaruh pelatihan pengguna terhadap keberhasilan SIA (Cheney, 1986; Sanders dan Courtney, 1985; Yaverbaum dan Nosek, 1992; Nelson dan Cheney 1987) dalam Soegiharto (2001). Dengan memperhatikan penjelasan dan hasil penelitian sebelumnya maka hipotesis keempat yang diajukan adalah:

H4 : Program Pelatihan dan Pendidikan Pemakai berpengaruh terhadap kinerja Sistem Informasi Akuntansi

Ruang Lingkup penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian empiris metode yang digunakan adalah dengan metode survei. Metode survei adalah riset yang diadakan untuk memperoleh fakta-fakta tentang gejala-gejala atas permasalahan yang timbul (Umar, 2003:33). Penelitian ini dilakukan dengan mengambil sampel dari karyawan Bank Perkreditan Rakyat Kabupaten Boyolali dan menggunakan kuestioner sebagai alat pengumpulan data pokok.

Populasi dan Sampel

Populasi dapat didefinisikan sebagai kelompok elemen yang lengkap, kita tertarik untuk mempelajarinya atau menjadi objek penelitian (Kuncoro, 2003:53). Populasi dalam penelitian ini adalah Bank Perkreditan Rakyat Kabupaten Boyolali yang menggunakan Sistem Informasi Akuntansi.

Sampel adalah suatu himpunan bagian (subset) dari unit populasi (Kuncoro, 2003:53). Sampel penelitian ini adalah karyawan bagian keuangan dan administrasi di Bank Perkreditan Rakyat Kabupaten Boyolali yang menggunakan Sistem Informasi Akuntansi.

(10)

BPR tersebut hanya 7 yang bersedia dijadikan obyek penelitian yaitu 5 BPR Induk dan 2 BPR Cabang.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Penelitian ini menggunakan penyebaran kuestioner dalam pengumpulan data, dimana hal ini dilakukan secara personal survei atau peneliti mendatangi secara langsung pada tiap-tiap karyawan Bank Perkreditan Rakyat di Kabupaten Boyolali yang akan dijadikan objek penelitian. Penyebaran kuestioner dilakukan hanya terbatas di Bank Perkreditan Rakyat di Kabupaten Boyolali.

Jumlah kuestioner yang disebarkan adalah 49 buah. Dari jumlah tersebut kuestioner yang kembali sebanyak 39 buah, dengan demikian tingkat pengembalian sebanyak 90%. Dari 45 kuestioner yang kembali hanya 39 kuestioner yang akan digunakan untuk pengujian berikutnya, karena terdapat 6 kuestioner yang kurang lengkap datanya. Ringkasan jumlah sampel dan tingkat pengembalian kuestioner disajikan dalam tabel IV.1 dibawah ini.

Tabel IV.I

Jumlah Responden dan Tingkat Pengembalian Kuestioner Kuestioner yang disebarkan 49

Kuestioner yang tidak kembali 4

Kuestioner rusak dan kuestioner yang kembali 45

Kuestioner yang tidak lengkap 6

Kuestioner yang dapat digunakan 39

Respon rate 45 91,8%

Usable respon rate 39 79,6%

Sumber: data primer yang diolah A. Pengujiaan Kualitas Data

1. Pengujian Asumsi Klasik a. Uji Normalitas

(11)

b. Uji Multikolinearitas

Dalam penelitian ini uji adanya multikolinearitas dilihat berdasarkan Tolerance value dan variance inflation factor (VIF). Hasil uji multikolinearitas dari model regresi selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 9 dan pada tabel dibawah ini:

Tabel IV.13 Hasil Multikolinearitas

Variabel Independen Tolerance VIF Kesimpulan

Keterlibatan 0,485 2,063 Tidak ada

multikolinieritas

Kemampuan 0,561 1,197 Tidak ada

multikolinieritas Dukungan Manajemen Puncak 0,554 1,805 Tidak ada

multikolinieritas Pelatihan dan Pendidikan 0,624 1,602 Tidak ada

multikolinieritas Sumber: data primer diolah

Dari hasil dapat diketahui tidak terjadi masalah multikolinearitas dari persamaan penelitian ini. Hal ini ditunjukkan dengan nilai Tolerance Value keterlibatan (0,485), kemampuan (0,561), dukungan manajemen puncak (0,554) dan pelatihan dan pendidikan (0,624) lebih besar dari 0,1 dan nilai VIF keterlibatan (2,063), kemampuan (1,197), dukungan manajemen puncak (1,805) dan pelatihan dna pendidikan (1,602) lebih kecil dari 10.

c. Uji Heteroskedastisitas

(12)

B. Pengujian Hipotesis

1. Hasil analisis regresi linear berganda

Analisis ini digunakan untuk mengetahui pengaruh keterlibatan, kemampuan, dukungan manajemen puncak, pelatihan dan pendidikan terhadap kinerja sistem informasi akuntansi. Hasil pengolahan data dengan bantuan komputer program SPSS versi 16 didapatkan persamaan regresi. Hasil ujiregresi linier berganda dapat dilihat pada lampiran 10 dan secara singkat dapat dilihat pada tabel berikut :

KSIA = 36,706 + 0,559 + 0,922 + 0,695 – 0,472

Untuk menginterpretasi hasil dari analisis tersebut, dapat diterangkan: 1) Konstanta sebesar 34,701 dengan parameter positif menunjukkan

bahwa apabila tidak terdapat keterlibatan, pelatihan dan pendidikan, kemampuan dan dukungan manajemen puncak maka kinerja sistem informasi akuntansi tetap diperlukan

2) Koefisien regresi keterlibatan pemakai menunjukkan koefisien yang positif sebesar 0,543 dengan demikian dapat diketahui bahwa keterlibatan pemakai meningkatkan kinerja sistem informasi akuntansi. 3) Koefisien regresi kemampuan menunjukkan koefisien yang positif sebesar 0,860 dengan demikian dapat diketahui bahwa kemampuan teknik personal meningkatkan kinerja sistem informasi akuntansi. 4) Koefisien regresi dukungan manajemen puncak menunjukkan

koefisien yang negatif sebesar 0,638 dengan demikian dapat diketahui bahwa dukungan manajemen puncak meningkatkan kinerja sistem informasi akuntansi.

(13)

2. Hasil Uji Hipotesis

1. Hasil Uji Hipotesis Pertama

Variabel keterlibatan diketahui nilai thitung (1,443) lebih kecil daripada ttabel (2,021) atau dapat dilihat dari nilai signifikansi 0,158 >  = 0,05. Oleh karena itu, H1 ditolak berarti tidak terdukung secara statistika, artinya keterlibatan pemakai dalam pengembangan sistem informasi akuntansi tidak berpengaruh terhadap kinerja sistem informasi akuntansi. Hasil pengujian ini belum mampu mendukung Soegiharto (2001). Akan tetapi mendukung penelitian Thjai Fung Jen (2002) dalam Almilia dan Briliantien (2007).

2. Hasil Uji Hipotesis kedua

Variabel kemampuan teknik personal diketahui nilai thitung (2,753) lebih besar daripada ttabel (2,021) atau dapat dilihat dari nilai signifikansi 0,009 <  = 0,05. Oleh karena itu, H2 diterima mendukung secara statistika, artinya kemampuan teknik personal berpengaruh terhadap kinerja sistem informasi akuntansi. Hasil pengujian ini mendukung penelitian Thjai Fung Jen (2002) dalam Almilia dan Briliantien (2007) dan Choe (1996) dalam Komar (2005) 3. Hasil Uji Hipotesis ketiga

Variabel dukungan manajemen puncak diketahui nilai thitung (-0,977) lebih besar daripada ttabel (2,021) atau dapat dilihat dari nilai

signifikansi 0,336 >  = 0,05. Oleh karena itu, H3 ditolak tidak mendukung secara statistika, artinya dukungan manajemen puncak tidak mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja sistem informasi akuntansi. Hasil pengujian ini mendukung Thjai Fung Jen (2002) dalam Almilia dan Briliantien (2007) dan Soegiharto (2001).

4. Hasil Uji Hipotesis keempat

(14)

berpengaruh terhadap kinerja sistem informasi akuntansi. Hasil pengujian ini tidak mendukung Almilia dan Briliantien (2007)

KESIMPULAN

Berdasarkan pada hasil analisis data dan pembahasan sebelumnya, maka kesimpulan dari penelitian adalah sebagai berikut:

1. Keterlibatan pemakai dalam proses pengembangan sistem informasi akuntansi tidak berpengaruh terhadap kinerja sistem informasi akuntansi. Hal ini diketahui nilai thitung lebih kecil daripada ttabel (1,443<2,021) maka H1 ditolak berarti tidak terdukung secara statistik, artinya keterlibatan pemakai dalam pengembangan sistem informasi akuntansi tidak tidak berpengaruh terhadap kinerja sistem informasi akuntansi.

2. Kemampuan teknik personal berpengaruh terhadap kinerja sistem informasi akuntansi. Hal ini diketahui nilai thitung lebih besar daripada ttabel (2,753>2,021) maka H2 diterima berarti mendukung secara statistika, artinya kemampuan teknik personal berpengaruh terhadap kinerja sistem informasi akuntansi.

3. Dukungan manajemen puncak berpengaruh terhadap kinerja sistem informasi akuntansi. Hal ini diketahui nilai thitung lebih besar daripada ttabel (0,977<2,021) maka H3 ditolak berarti tidak mendukung secara statistika, artinya dukungan manajemen puncak tidak mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja sistem informasi akuntansi.

(15)

Saran

Dari hasil penelitian ini saran yang dapat disampaikan penulis adalah srbagai berikut :

1. Sebaiknya pihak BPR di Kabupaten Boyolali tetap mempertahankan pencapaian hasil kinerja para pegawai.

2. Sebaiknya bagi peneliti yang akan datang supaya menambahkan variabel selain variabel keterlibatan, kemampuan, dukungan manajemen puncak dan pelatihan dan pendidikan terhadap kinerja sistem informasi akuntansi. Seperti ukuran organisasi, formalisasi pengembangan sistem informasi, keberadaan dewan pengarah sistem informasi, dan lokasi dari departemen sistem informasi.

DAFTAR PUSTAKA

Almilia, LS dan Irmaya Briliantien, 2010. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kinerja Sistem Informasi Akuntansi pada Bank Umum Pemerintah di Wilayah Surabaya dan Sidoarjo. Jurnal Akuntansi. Surabaya: STIE Perbananas.

Amri, Faisal. 2009. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Sistem

Informasi Akuntansi PT.COCACOLA BOTLING INDONESIA. Skripsi

Universitas Sumatera Utara.

Amrul, Zadat. 2005. Analisis Beberapa Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Sistem Informasi Akuntansi. Materi Simposium Nasional Akuntansi VIII. Solo : 15-16 September 2005.

Ghozali, I., 2008, Aplikasi Analisis Multivariate dengan program SPSS, Badan Penerbit Universitas Diponegoro Semarang.

Hall, J.A., 2001, Sistem Informasi Akuntansi, Edisi 3, Salemba Empat. Jakarta. Handayani Siregar, Astuti. 2009. Pemanfaatan Teknologi Informasi dan

(16)

Indriantoro, N., dan Supomo, B., 2007, Metodologi Penelitian Bisnis, Edisi Pertama, Badan Penerbit FE, Yogyakarta.

Jogiyanto, Hartono. 2002. Pengendalian Komputer: Dasa Ilmu Komputer, Program Sistem Informasi dan Intelegensi Buatan. Yogyakarta: Penerbit Andi Yk.

Komara, Acep. 2006. Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kinerja Sistem Informasi Akuntansi. Jurnal Maksi. Vol. 6 No. 2 Agustus 2006 : 143 – 160. Semarang: UNDIP.

Mulyadi. 2007. Sistem Informasi Akuntansi. Jakarta: Salemba Empat.

Rini Handayani. 2007. Analisis Faktor-faktior yang Mempengaruhi Penggunaan Minat Pemanfaatan Sistem Informasi dan Pengguna Sistem Informasi. (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia). STIE Atma Bhakti Surakarta. SNA X.

Sekaran, Umar. 2000. Reseach For Business: A Skull-Building Approach, (Third edition). John Willey dan Sons,Inc

Tjhai Fung Jen. 2002. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Sistem Informasi Akuntansi. Dalam Jurnal Bisnis dan Akuntansi 4 (2), h : 135-154.

Figur

Gambar 1. Kerangka Pemikiran
Gambar 1 Kerangka Pemikiran . View in document p.7
Tabel IV.I
Tabel IV I . View in document p.10
Tabel IV.13
Tabel IV 13 . View in document p.11

Referensi

Memperbarui...