KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Allah Yang Maha Rahman dan Rahim atas kekuatanNya Laporan Evaluasi Diri (LED) Program Studi S2 Ilmu Hukum ini dapat diselesaikan. Tersusunnya LED ini merupakan hasil kerjasama yang kondusif antara Prodi, Pascasarjana maupun Universitas. Hal ini tampak pada saat awal pengumpulan data yang dilakukan oleh tim evaluasi diri Prodi.
Laporan evaluasi diri yang dilaksanakan oleh Program Studi S2 Ilmu Hukum bertujuan untuk mengetahui gambaran mengenai kinerja dan keadaan diri melalui pengkajian dan analisis yang dilakukan oleh Prodi sendiri berkenaan dengan kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dimiliki oleh Program Studi S2 Ilmu Hukum.
Pada kesempatan yang baik ini kami sampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah banyak membantu dalam penyusunan evaluasi diri, terutama :
1. Prof. Dr. H. Syamsu Qamar Badu, M.Pd, Selaku Rektor Universitas Negeri Gorontalo.
2. Prof. Dr. Ir. Mahludin Baruadi, MP, Selaku Wakil Rektor I Universitas Negeri Gorontalo.
3. Prof. Dr. H. Sarson W. Dj. Pomalato, M.Pd, Selaku Direktur Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo.
4. Prof. Dr. Yulianto Kadji, M.Si, Selaku Wakil Direktur I dan Prof. Dr. Hj. Ruslin W.
Badu, M. Pd Selaku Wakil Direktur II Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo.
Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada seluruh tim penyusun laporan evaluasi diri yang telah bekerja keras dan berusaha menyusun laporan ini secara optimal.
Disadari sepenuhnya bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna, namun demikian i’tikad baik dan ketulusan kami untuk memperbaikinya jauh lebih penting dari pada tidak berbuat apa-apa untuk kepentingan Prodi salah satu institusi sebagai asset bangsa dan negara yang perlu dijaga akuntabilitasnya.
Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang berkepentingan.
Akhirnya, kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan evaluasi diri ini disampaikan banyak terima kasih.
Mengetahui: Gorontalo, April 2016
Direktur Pascasarjana, Ketua Tim Penyusun,
Prof. Dr. H. Sarson W. Dj Pomalato, M.Pd Dr. Nur Muhamad Kasim S.Ag, MH NIP. 19600808 198602 1 003 NIP. 197602082003122002
DAFTAR ISI
Hal
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. LATAR BELAKANG ... 1
B. TUJUAN EVALUASI DIRI ... 3
C. MANFAAT EVALUASI DIRI ... 3
D. IDENTIFIKASI KOMPONEN EVALUASI DIRI ... 4
E. PROSEDUR EVALUASI DIRI ... 11
F. ANALISIS DATA EVALUASI DIRI ... 14
BAB II DESKRIPSI SWOT SETIAP KOMPONEN ... 17
A. VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN SERTA STRATEGI PENCAPAIAN .... 18
B. TATA PAMONG, KEPEMIMPINAN, SISTEM PENGELOLAAN, DAN PENJAMINAN MUTU ... 33
C. MAHASISWA DAN LULUSAN ... 45
D. SUMBER DAYA MANUSIA ... 52
E. KURIKULUM, PEMBELAJARAN DAN SUASANA AKADEMIK ... 57
F. PEMBIAYAAN, SARANA, PRASARANA DAN SISTEM INFORMASI ... 66
G. PENELITIAN, PELAYANAN/PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT, DAN KERJASAMA ... 72
BAB III PENUTUP ... 83
DAFTAR PUSTAKA ... 84
BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Universitas Negeri Gorontalo mulai berdiri sejak tahun 1963 dan Fakultas Ilmu Sosial berada di dalamnya. Hal ini merupakan perwujudan dari semangat berlandaskan budaya lokal, perjuangan untuk selalu melakukan inovasi dan sinergitas yang berlandaskan keikhlasan. Seiring dengan perkembangan dan perubahan dinamika pendidikan di Gorontalo di mana UNG ini masih berstatus Fakultas Ilmu Sosial Pada Tahun 2008, kemudian berubah menjadi STKIP pada tahun 1993 berdasarkan kebijakan Pemerintah Pusat dalam hal ini Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Seiring dengan perkembangan PT ini, maka pada tanggal 5 Februari 2001 STKIP Negeri Gorontalo berubah menjadi IKIP Negeri Gorontalo sesuai dengan Surat Keputusan Presiden RI No. 19 tahun 2001, yang pada akhirnya pada tanggal 23 Juni tahun 2004 dengan nomor Surat Keputusan Presiden RI No. 54 tahun 2004 menjadi Universitas Negeri Gorontalo (UNG).
Perubahan-perubahan tersebut bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Gorontalo. Akselerasi peningkatan mutu UNG ditandai dengan dirumuskannya visi jangka panjang UNG hingga tahun 2035 yakni “Menjadi leading university dalam pengembangan kebudayaan dan inovasi berbasis potensi regional di Asia Pasifik pada 2035”.
Program Studi Ilmu Hukum beroperasi sejak Tahun 2013 yang melalui izin Dirjen Dikti Nomor 1295/EE2/DT/203 tanggal 30 Desember 2013 Tentang Penugasan Penyelenggaraan Program Studi (salah satu diantaranya program Studi Magister Ilmu Hukum) dan kemudian ditingkatkan statusnya menjadi izin penyelenggara melalui Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 106/E/0/2014 tanggal 19 Mei 2014 tentang izin penyelenggaraan program-program studi pada Universitas Negeri Gorontalo.
Program Studi Magister Ilmu Hukum adalah sebagai salah satu program studi yang berada pada Program Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo, dimana sejarah awal berdirinya Program Studi Magister Ilmu Hukum berada pada koordinasi Program Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo. Ilmu Hukum mulai berdiri pada Tahun 2008 di bawah naungan Fakultas Ilmu Sosial, sehingga seluruh Program S1 Ilmu Sosial; seperti S1 Pendidikan Kewarganegaraan, S1 Pendidikan
Sejarah, S1 Pendidikan Sosiologi ,dan semacamnya menjadi input Program Studi ini.
Namun pada Tahun 2008, masing-masing Program studi sebagaimana yang telah disebutkan di atas, disarankan oleh pihak assesor Akreditasi BAN-PT berdiri sendiri. Sebagai wujud tanggungjawab penyelenggaraan Program Studi Magister Ilmu Hukum ditujukan untuk memberikan solusi terhadap persoalan hukum yang ada di masyarakat, dan juga berdaya guna dan berdaya saing dalam penguasaan, penerapan, dan kontribusi ilmu hukum baik di tingkat lokal, regional maupun internasional. Secara internal Program Studi Magister Ilmu Hukum terus melakukan pembenahan mutu manajemen internal, terutama terkait dengan pelayanan akademik; juga peningkatan kualifikasi, peningkatan Mutu penyelenggaraan Tridarma perguruan tinggi ditinjau dari jabatan akademik adalah 25 % Guru Besar, 75 % Lektor kepala.
Mencermati perkembangan Program Studi Magister Ilmu Hukum hingga tahun 2015, berdasarkan evaluasi diri, maka Program Studi Magister Ilmu Hukum ini mengalami perkembangan yang cukup signifikan, diiringi dengan penataan akademik, serta adanya komitmen bersama antara pimpinan baik tingkat Program studi, maupun Program Pascasarjana dan selanjutnya tingkat Universitas, bersama dengan sivitas akademika. Sivitas akademika benar-benar konsentrasi pada perbaikan mutu secara terus-menerus. dilaksanakan, sehingga pengusulan dokumen borang untuk akreditasi Program Studi Magister Ilmu Hukum telah dipersiapkan dengan baik. Untuk membuktikan melalui evaluasi eksternal yakni BAN-PT bahwa Program Studi Magister Ilmu Hukum merupakan program studi yang mengharapkan nilai maksimal dapat mewujudkan visi dan misinya secara realistis.
Visi dan Misi Program Studi Magister Ilmu Hukum dapat tercapai dengan baik, bila didukung oleh suatu pengelolaan dan penyelenggaraan prodi yang baik pula. Hasil diskusi panjang dalam bentuk analisis kebutuhan (need assessment) menjadi dasar penyelenggaraan Program Studi Magister Ilmu Hukum. Need assessment dilakukan secara periodik dengan melibatkan berbagai pihak yang berkompeten.
Untuk mengkaji keberadaan Program Studi Magister Ilmu Hukum, maka dipandang perlu untuk melakukan evaluasi diri. Telaah evaluasi diri dilakukan melalui analisis berbagai faktor internal dan eksternal Program Studi Magister Ilmu
Hukum yang dianggap dapat menghambat (baik berupa ancaman maupun kelemahan) serta pelaksanaan program yang dapat mendukung (baik sebagai peluang maupun kekuatan).
Kegiatan evaluasi diri ini pada dasarnya dilakukan untuk mengevaluasi kemampuan Program Studi Magister Ilmu Hukum dalam menjalankan roda organisasi berdasar kekuatan dengan melihat kelemahan dan peluang di pendidikan tinggi sembari mengatasi ancaman yang datang pada organisasi. Dengan demikian, evaluasi diri ini dapat dijadikan sebagai landasan penentuan strategi pengembangan untuk meningkatkan mutu dan kinerja Program Studi Magister Ilmu Hukum serta menjadi panduan dalam refleksi pencapaian visi dan misi.
B. TUJUAN EVALUASI DIRI
Tujuan dilakukannya evaluasi diri Program Studi Magister Ilmu Hukum yaitu:
1. Penyusunan profil Program Studi Magister Ilmu Hukum yang komprehensif dengan data ril.
2. Penjaminan mutu internal Program Studi Magister Ilmu Hukum.
3. Penyampaian informasi mengenai Program Studi Magister Ilmu Hukum kepada masyarakat dan pihak tertentu yang memerlukannya (stakeholders).
4. Persiapan evaluasi eksternal (akreditasi) Program Studi Magister Ilmu Hukum.
C. MANFAAT EVALUASI DIRI
Manfaat hasil evaluasi diri yang telah dilakukan Program Studi Magister Ilmu Hukum, harapannya dapat digunakan untuk hal-hal sebagai berikut:
1. Menentukan sasaran kinerja Program Studi Magister Ilmu Hukum berdasarkan analisis kekuatan dan kelemahan Program Studi Magister Ilmu Hukum.
2. Membantu dalam mengidentifikasi masalah, penilaian program dan pencapaian sasaran Program Studi Magister Ilmu Hukum.
3. Menentukan langkah perbaikan dan pengembangan program pada Program Studi Magister Ilmu Hukum secara berkelanjutan (continuous program improvement and development).
4. Mengenalkan profil Program Studi Magister Ilmu Hukum kepada pemangku kepentingan (stakeholders).
D. IDENTIFIKASI KOMPONEN EVALUASI DIRI
Evaluasi Diri Program Studi Magister Ilmu Hukum dilaksanakan dengan menilai, menelaah dan menganalisis keseluruhan system Program Studi Magister Ilmu Hukum, yang mencakup masukan, proses, keluaran, hasil, dan dampak (input, process, output, outcome, and impact). Evaluasi diri tersebut dilakukan berdasarkan data, informasi dan bukti-bukti lainnya yang berkenaan dengan komponen- komponen sistemik dari seluruh penyelenggaraan Program Studi Magister Ilmu Hukum. Analisis komponen sistemika penyelenggaraan Program Studi Magister Ilmu Hukum digambarkan pada gambar 1.
MASUKAN KELUARAN
PROSES
MASUKAN INSTRUMENTAL
BALIKAN
UPAYA PERBAIKAN
MASUKAN LINGKUNGAN
MAHASISWA LULUSAN DAN
KELUARANhingga LAIN VISI DAN MISI SASARAN DAN TUJUAN
DOSEN DAN TENAGA PENDUKUNG KURIKULUM SARANA DAN PRASARANA BIAYA DAN SUMBER DANA
TATA PAMONG (GOVERNANCE)
PENGELOLAAN PROGRAM KEPEMIMPINAN
PENELITIAN & PkM.
SISTEMINFORMASI
PENINGKATAN DAN KENDALI MUTU
Gambar 1. Bagan Analisis Sistemik Mengenai Komponen Evaluasi-diri
PROSES PEMBELAJARAN SUASANA AKADEMIK
Berdasarkan analisis tersebut, dijabarkan dimensi penilaian yang digunakan dalam evaluasi Program Studi Magister Ilmu Hukum yang secara garis besar terdiri atas komponen-komponen sebagai berikut :
a. Masukan, mencakup :Visi dan misi Program Studi Magister Ilmu Hukum.
b. Tujuan dan sasaran c. Mahasiswa
d. Sumber daya manusia e. Kurikulum
f. Sarana dan prasarana
g. Pembiayaan 1. Proses, mencakup :
a. Tata pamong
b. Pengelolaan program c. Kepemimpinan d. Proses pembelajaran e. Suasana akademik
f. Penelitian dan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat 2. Keluaran/Hasil, mencakup :
a. Lulusan
b. Keluaran lainnya : publikasi hasil penelitian dan atau produk penelitian dalam bentuk konsep, bahan ajar, media belajar, paten, dsb
3. Dampak, mencakup : a. Sistem informasi
b. Sistem peningkatan dan penjaminan mutu
Sesuai dengan panduan yang dikeluarkan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), komponen-komponen hasil analisis sistemik Program Studi Magister Ilmu Hukum tersebut kemudian dihimpun dan dikelompokkan menjadi komponen evaluasi-diri sebagai berikut.
Komponen A Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran, serta Strategi Pencapaian.
Komponen B Tata pamong, Kepemimpinan, Sistem Pengelolaan, dan Penjaminan Mutu
Komponen C Mahasiswa dan Lulusan Komponen D Sumberdaya Manusia
Komponen E Kurikulum, Pembelajaran, dan Suasana Akademik
Komponen F Pendanaan, Sarana, dan Prasarana, serta Sistem Informasi Komponen G Penelitian, Pelayanan/Pengabdian kepada Masyarakat, dan
Kerjasama
Dari komponen evaluasi diri komponen A sampai dengan komponen G masing- masing selanjutnya dirinci sebagai berikut :
Komponen A. Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran, serta Strategi Pencapaian
1. Rumusan visi Program Studi Magister Ilmu Hukum yang konsisten dengan visi universitas dan program pascasarjana UNG.
2. Rumusan misi Program Studi Magister Ilmu Hukum yang diturunkan dari misi Universitas dan Pascasarjana UNG.
3. Rumusan tujuan Program Studi Magister Ilmu Hukum yang merujuk tujuan universitas dan Pascasarjana UNG dan merupakan turunan dari misinya.
4. Rumusan sasaran Program Studi Magister Ilmu Hukum yang relevan dengan misinya.
5. Analisis keterkaitan antara visi, misi, tujuan, dan sasaran Program Studi Magister Ilmu Hukum.
Komponen B. Tata Pamong, Kepemimpinan, Sistem Pengelolaan dan Penjaminan Mutu
1. Personil beserta fungsi dan tugas pokoknya.
2. Sistem kepemimpinan, dan pengalihan (deputi Program Studi Magister Ilmu Hukum) serta akuntabilitas pelaksanaan tugas.
3. Partisipasi civitas academica dalam pengembangan kebijakan, serta pengelolaan dan koordinasi pelaksanaan program.
4. Perencanaan program jangka panjang (Renstra) dan monitoring pelaksanaannya sesuai dengan visi, misi, sasaran dan tujuan program.
5. Efisiensi dan efektivitas kepemimpinan.
6. Evaluasi program dan pelacakan lulusan.
7. Perencanaan dan pengembangan program, dengan memanfaatkan hasil evaluasi internal dan eksternal.
8. Kerjasama dan kemitraan.
9. Dampak hasil evaluasi program terhadap pengalaman dan mutu pembelajaran mahasiswa.
10. Pengelolaan mutu secara internal pada tingkat Program Studi Magister Ilmu Hukum (misalnya kajian kurikulum, monitoring dan mekanisme balikan bagi mahasiswa, dosen dan penguji eksternal).
11. Hubungan dengan penjaminan mutu pada tingkat universitas dan Pascasarjana UNG.
12. Dampak proses penjaminan mutu terhadap pengalaman dan mutu hasil belajar mahasiswa.
13. Metodologi baku mutu (benchmarking).
14. Pengembangan dan penilaian pranata kelembagaan.
15. Evaluasi internal yang berkelanjutan.
16. Pemanfaatan hasil evaluasi internal dan eksternal/akreditasi dalam perbaikan dan pengembangan program.
17. Kerjasama dan kemitraan instansi terkait dalam pengendalian mutu.
Komponen C. Mahasiswa dan Lulusan
1. Sistem rekrutmen dan seleksi calon mahasiswa.
2. Profil mahasiswa: akademik, sosio-ekonomi, pribadi (termasuk kemandirian dan kreativitas).
3. Keterlibatan mahasiswa dalam berbagai kegiatan yang relevan.
4. Kegiatan ekstra-kurikuler.
5. Keberlanjutan penerimaan mahasiswa (minat calon mahasiswa dan kebutuhan akan lulusan Program Studi Magister Ilmu Hukum).
6. Pelayanan untuk mahasiswa:
a. Bantuan tutorial yang bersifat akademik.
b. Informasi dan bimbingan Tesis.
7. Kompetensi dan etika lulusan yang diharapkan.
8. Hasil pembelajaran:
a. Kompetensi yang dicapai dibandingkan dengan yang diharapkan.
b. Kesesuaian kompetensi yang dicapai dengan tuntutan dan kebutuhan pemanfaat lulusan.
c. Data tentang kemajuan, keberhasilan, dan kurun waktu penyelesaian studi mahasiswa (termasuk IPK dan yudisium lulusan).
9. Kepuasan pemanfaat lulusan dan keberlanjutan penyerapan lulusan.
10. Produk prodi berupa model-model, karya inovatif, hasil pengembangan prosedur kerja, produk fisik sebagai hasil penelitian.
Komponen D. Sumber Daya Manusia
1. Sistem rekrutmen dan seleksi dosen dan tenaga kependidikan.
2. Pengelolaan dosen dan tenaga kependidikan.
3. Profil dosen dan tenaga pendukung: mutu, kualifikasi, pengalaman, ketersediaan (kecukupan, kesesuaian, dan rasio dosen-mahasiswa).
4. Karya akademik dosen (hasil penelitian, karya lainnya).
5. Peraturan kerja dan kode etik.
6. Pengembangan staf administrasi dalam menunjang mutu akademik.
7. Keberlanjutan pengadaan dan pemanfaatannya.
8.
Komponen E. Kurikulum, Pembelajaran, dan Suasana Akademik 1. Kesesuaian dengan visi, misi, tujuan, dan sasaran.
2. Relevansi dengan tuntutan dan kebutuhan stakeholders.
3. Struktur dan isi kurikulum (keluasan, kedalaman, koherensi, penataan/
organisasi).
4. Derajat integrasi materi pembelajaran (intra dan antar disiplin ilmu).
5. Kurikulum lokal yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdekat dan kepentingan internal lembaga.
6. Mata kuliah pilihan yang merujuk pada harapan/kebutuhan mahasiswa secara individual/kelompok mahasiswa tertentu.
7. Peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan diri: mengembangkan pribadi, memperoleh pengetahuan dan pemahaman materi khusus sesuai dengan bidang studinya, mengembangkan keterampilan yang dapat dialihkan (transferable skills), terorientasikan ke arah karir, dan pemerolehan pekerjaan.
8. Misi pembelajaran
a. Pengembangan/pelatihan kompetensi yang diharapkan.
b. Efisiensi internal dan eksternal.
9. Mengajar:
a. Kesesuaian strategi dan metode dengan tujuan.
b. Kesesuaian materi pembelajaran dengan tujuan mata kuliah.
c. Efisiensi dan produktivitas.
d. Penggunaan teknologi informasi.
10. Belajar:
a. Keterlibatan mahasiswa.
b. Bimbingan Tesis.
c. Peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan:
1) pengetahuan dan pemahaman materi khusus sesuai bidangnya, 2) pemahaman dan pemanfaatan kemampuannya sendiri,
3) kemampuan belajar mandiri, 4) nilai, motivasi dan sikap.
11. Penilaian Kemajuan dan Keberhasilan belajar:
a. Peraturan mengenai penilaian kemajuan dan penyelesaian studi mahasiswa.
b. Strategi dan metode penilaian kemajuan dan keberhasilan mahasiswa.
c. Penentuan yudisium.
d. Penelaahan mengenai kepuasan mahasiswa.
e. Sarana yang tersedia untuk memelihara interaksi dosen–mahasiswa, baik di dalam maupun di luar kampus, dan untuk menciptakan iklim yang mendorong perkembangan dan kegiatan akademik/profesional.
f. Mutu dan kuantitas interaksi kegiatan akademik dosen, mahasiswa dan civitas academica lainnya.
g. Rancangan menyeluruh untuk mengembangkan suasana akademik yang kondusif untuk pembelajaran, penelitian, dan pelayanan/ pengabdian kepada masyarakat.
h. Keikutsertaan civitas academica dalam kegiatan akademik (seminar,lokakarya, diskusi, dialog) baik di kampus UNG maupun diluar kampus UNG.
i. Pengembangan kepribadian ilmiah.
12. Sarana yang tersedia untuk memelihara interaksi dosen-mahasiswa, baik di dalam maupun luar kampus, dan untuk menciptakan iklim yang mendorong perkembangan dan kegiatan akademik/professional.
13. Mutu dan kuantitas interaksi kegiatan akademik dosen, mahasiswa dan civitas academica dalam kegiatan akademik dosen, mahasiswa dan civitas academica lainnya.
14. rancangan menyeluruh untuk mengembangkan suasana akademik yang kondusif untuk pembelajaran, penelitian, dan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat.
15. Keikutsertaan civitas academica dalam kegiatan akademik (seminar,lokakarya, diskusi, dialog) di kampus.
16. Pengembangan kepribadian ilmiah.
17. Hasil pembelajaran:
a. Kompetensi yang dicapai dibandingkan dengan yang diharapkan.
b. Kesesuaian kompetensi yang dicapai dengan tuntutan dan kebutuhan lulusan.
c. Data tentang kemajuan, keberhasilan, dan kurun waktu penyelesaian studi mahasiswa (termasuk IPK dan yudisium lulusan).
d. Kepuasan lulusan.
e. Pemanfaat lulusan dan keberlanjutan penyerapan lulusan.
f. Produk Program Studi Magister Ilmu Hukum berupa model-model, karya inovatif, hasil pengembangan prosedur kerja, produk fisik sebagai hasil penelitian.
18. Pemanfaat lulusan dan keberlanjutan penyerapan lulusan.
19. Produk program studi berupa model-model, karya inovatif, hak paten, hasil pengembangan prosedur kerja, produk fisik sebagai hasil penelitian.
Komponen F. Pembiayaan, Sarana dan Prasarana, serta Sistem Informasi 1. Sistem alokasi dana.
2. Pengelolaan dan akuntabilitas penggunaan dana.
3. Keberlanjutan pengadaan dan pemanfaatannya.
4. Pengelolaan, pemanfaatan, dan pemeliharaan sarana dan prasarana.
5. Ketersediaan dan mutu gedung, ruang kuliah, laboratorium, perpustakaan, peradilan semu dll.
6. Fasilitas laboratorium termasuk perangkat komputer dan pendukung pembelajaran dan penelitian.
7. Kesesuaian dan kecukupan sarana dan prasarana.
8. Keberlanjutan pengadaan, pemeliharaan dan pemanfaatannya.
9. Rancangan pengembangan sistem informasi.
10. Kecukupan dan kesesuaian sumber daya, sarana dan prasarana pendukung untuk pemberdayaan sistem informasi.
11. Efisiensi dan efektivitas pemanfaatan sistem informasi.
12. Keberadaan dan pemanfaatan global connectivity devices (internet) melalui hotspot.
Komponen G. Penelitian, Pelayanan/Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerjasama
1. Mutu, produktivitas, relevansi sasaran, dan efisiensi pemanfaatan dana penelitian dan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat.
2. Agenda, keberlanjutan dari hasil penelitian dan pelayanan/ pengabdian kepada masyarakat.
3. Kegiatan penelitian dan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat bersama dosen dan mahasiswa (penelitian kolaboratif).
4. Banyak kegiatan penelitian dan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa.
5. Hubungan antara pengajaran, penelitian dan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat.
6. Banyak mutu kegiatan penelitian dan publikasi dosen.
7. Hubungan kerjasama dan kemitraan penelitian dengan lembaga dalam negeri dan luar negeri.
8. Mutu dan kurun waktu penyelesaian tesis.
9. Publikasi hasil penelitian, karya inovatif, dan rangkuman tesis.
10. Kerjasama dengan instansi yang relevan.
11. Monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerjasama.
12. Hasil kerjasama yang saling menguntungkan.
13. Kepuasan pihak-pihak yang bekerja sama
E. PROSEDUR EVALUASI DIRI
Evaluasi diri Program Studi Magister Ilmu Hukum dilakukan melalui tahapan persiapan dan perencanaan, penataan organisasi, pemanfaatan pakar sejawat, dan tindak lanjut. Adapun penjelasan masing-masing tahapan tersebut sebagai berikut:
1. Persiapan dan Perencanaan
Tahapan ini diawali dengan pembentukan tim inti oleh pimpinan prodi dan berkoordinasi dengan pimpinan Pascasarjana UNG, yakni masing-masing komponen tim memiliki pembagian tugas yang jelas. Selanjutnya pimpinan Pascasarjana UNG memberi pengarahan kepada semua anggota tim akan pentingnya evaluasi diri bagi sebuah institusi utamanya program studi. Evaluasi diri yang akan dilakukan merupakan salah satu wujud strategi Program Studi Magister Ilmu Hukum untuk melihat peluang dan kekuatan yang dapat mendorong keberhasilan. Agar evaluasi diri yang dilakukan efektif dan efisien, maka perlu ditentukan fokus dan sasaran evaluasi diri. Fokus evaluasi diri Program Stud Magister Ilmu Hukum yaitu kelemahan, peluang dan ancaman yang akan dihadapi Program Stud Magister Ilmu Hukum pada tahun-tahun mendatang. Sedangkan sasaran yang akan diperoleh yaitu adanya strategi pengelolaan Program Stud Magister Ilmu Hukum ke depan setelah memperoleh perumusan tentang kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman.
Setelah fokus dan sasaran evaluasi diri sudah ditentukan, langkah selanjutya yaitu menentukan luas dan kedalaman evaluasi. Evaluasi dilakukan untuk hal-hal yang mencakup kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman selama empat tahun terakhir yang dapat digunakan untuk merumuskan strategi pengembangan Program Stud Magister Ilmu Hukum untuk tahun-tahun ke depan. Agar evaluasi dapat
dilakukan, maka diperlukan penataan data-data pendukung dari berbagai sumber.
Sumber data evaluasi Program Studi Magister Ilmu Hukum diantaranya terdiri dari statuta, kurikulum, peraturan perundang-undangan terkait, notulen rapat pimpinan, hasil evaluasi Program Stud Magister Ilmu Hukum dan berbagai sumber informasi lainnya.
Sumber data yang beragam dengan fokus evaluasi diri yang sudah ditetapkan lebih efektif karena disertai pembagian tugas tim evaluasi yang jelas. Untuk lebih menyederhanakan dan mengoptimalkan fungsi dan kerjanya,Tim evaluasi diri yang memenuhi empat komponen, yaitu penanggungjawab, ketua tim, dan anggota.
Penyusunan laporan Evaluasi Diri Program Stud Magister Ilmu Hukum dilakukan oleh tim evaluasi diri. Adapun Tim evaluasi Program Stud Magister Ilmu Hukum yaitu:
Penanggung jawab : Dr. Nur Moh Kasim, S.Ag.,MH Ketua : Prof. Dr. Johan Jasin, SH.,MH
Anggota : 1. Prof. Dr Fenty Puluhulawa, SH.,MH 2. Dr. Fence Wantu, SH.,MH
3. Dr. Udin Hamim, SH, M.Si 2. Penataan Organisasi Kerja
Pada tahap ini dilakukan penataan terhadap tugas masing-masing komponen tim evaluasi diri Program Stud Magister Ilmu Hukum, termasuk perumusan deskripsi tugas dan penataan koordinasi serta komunikasi. Secara rinci berikut ini disajikan susunan tim evaluasi diri dan deskripsi tugasnya.
Tabel 1. Susunan Tim Evaluasi Diri Program Studi Magister Ilmu Hukum dan Deskripsi Tugasnya
No Nama Tugas
1 Dr. Nur Moh. Kasim, S.Ag.,MH 1. Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan evaluasi diri Program Stud Magister Ilmu Hukum.
2. Mengkoordinir penyusunan Laporan Evaluasi Diri Program Studi Magister Ilmu Hukum.
3. Memimpin rapat evaluasi diri.
4. Menyusun rancangan
pengembangan staf.
2 Prof. Dr.Johan Jasin, SH.,MH 1. Memberi masukan tentang permasalahan dan perkembangan Program Studi Magister Ilmu
Hukum.
2. Menyusun laporan evaluasi diri terkait visi, misi, sasaran dan tujuan.
3. Menyusun laporan evaluasi diri terkait tata pamong (governance).
3 Prof. Dr. Fenty Puluhulawa, SH.,MH
1. Menyusun laporan evaluasi diri terkait lulusan
2. Menyusun laporan evaluasi diri terkait kemahasiswaan
3. Memberi masukan tentang
permasalahan yang terkait dengan alumni
4. Memberi masukan mengenai profil alumni Program Studi Magister Ilmu Hukum di berbagai institusi
4 Dr. Udin Hamim, M.Si 1. Menyusun laporan evaluasi diri terkait sumber daya manusia di Program Studi Magister Ilmu Hukum.
2. Menyusun laporan evaluasi diri terkait mutu, pengalaman, kualifikasi dan ketersediaan dosen dan tenaga pendukung di Program Studi Magister Ilmu Hukum.
3. Memberi masukan tentang permasalahan dan perkembangan di bidang sumber daya manusia
5 Dr. Fence Wantu, SH.,MH 1. Menyusun laporan evaluasi diri terkait kurikulum
2. Menyusun laporan evaluasi diri terkait suasana akademik
3. Memberi masukan terkait permasalahan proses pembelajaran 6 Dr. Udin Hamim, SH.M.Si 1. Menyusun laporan evaluasi diri
terkait penelitian, publikasi, tesis, karya inovatif dan pengabdian kepada masyarakat, kerjasama dan IT
2. Memberi masukan tentang permasalahan dan perkembangan Program Studi Magister Ilmu Hukum di bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat serta kerjasama, dan IT.
3. Menyediakan Data evaluasi diri terkait dengan penelitian, pengabdian kepada masyarakat serta kerjasama, dan pemanfaan IT.
3. Pelaksanaan Evaluasi Diri
Evaluasi diri Program Studi Magister Ilmu Hukum dilaksanakan melalui beberapa tahap, yaitu: (a) Pemetaan sasaran evaluasi; (b) Penelaahan masukan, lingkungan, program, proses dan keluaran; (c) Pengkajian baku mutu eksternal; (d) Pengumpulan fakta dan opini; (e) Pembahasan hasil evaluasi diri dengan berbagai pihak terkait; (f) Penyusunan dan penyebarluasan laporan kepada pihak terkait; dan (g) Pemanfaatan hasil evaluasi diri untuk perbaikan dan peningkatan mutu, perencanaan dan pengembangan program, persiapan evaluasi eksternal (akreditasi), dan penjaminan mutu internal.
4. Pemanfaatan Pakar Sejawat
Program Studi Magister Ilmu Hukum memandang penting adanya pakar sejawat dari UNG sebagai pengkaji/penasehat dari luar untuk memberikan penilaian.
Pandangan dan penilaian dari pakar sejawat diharapkan memberikan masukan terhadap keterlaksanaan evaluasi diri Program Studi Magister Ilmu Hukum, sehingga hasilnya diharapkan lebih komprehensif.
5. Tindak lanjut
Tahap tindak lanjut ini merupakan tahapan pemanfaatan hasil evaluasi diri sebagai rujukan dalam perencanaan Program Studi Magister Ilmu Hukum. Agar tujuan tahap ini tercapai, maka tim melakukan pemantauan atas tindak lanjut perbaikan pelayanan akademik yang diilakukan Program studi berbasis standar akreditasi. Hasil Evaluasi ini menjadi dasar dalam mengembangkan penjaminan mutu, sebagai suatu rencana pengembangan mutu Program Studi Magister Ilmu Hukum.
F. ANALISIS DATA EVALUASI DIRI
Semua data dan informasi yang diperoleh untuk keperluan evaluasi diri selanjutnya diolah serta dianalisis. Pendekatan yang digunakan untuk menganalisis data evaluasi diri Program Studi Magister Ilmu Hukum disesuaikan dengan pendekatan yang digunakan BAN-PT yaitu analisis SWOT. Analisis SWOT (SWOT analysis atau Analisis Kekuatan, Kelemahan, Peluang, dan Ancaman) yaitu analisis antar komponen dengan memanfaatkan deskripsi SWOT setiap komponen, untuk merumuskan strategi pemecahan masalah, serta pengembangan dan atau perbaikan mutu Program Studi Magister Ilmu Hukum secara berkelanjutan.
Ketika melakukan identifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman, perlu diingat bahwa kekuatan dan kelemahan merupakan faktor internal yang perlu diidentifikasikan di dalam organisasi Program Studi Magister Ilmu Hukum.
Sedangkan peluang dan ancaman merupakan faktor eksternal yang harus diidentifikasikan dalam lingkungan eksternal organisasi Program Studi Magister Ilmu Hukum. Lingkungan eksternal Program Studi Magister Ilmu Hukum dapat berupa:
Pemerintah Provinsi maupun Daerah, masyarakat luas, Instansi Hukum, lulusan S1, pasar kerja, stakeholder internal dan eksternal, dan pesaing. Langkah ini dilakukan secara keseluruhan dan per komponen.
Masukan termasuk mahasiswa, sumberdaya manusia, kurikulum, pembiayaan, sarana dan prasarana. Proses termasuk tata pamong, kepemimpinan, pengelolaan program, proses pembelajaran, suasana akademik, sistem informasi, penjaminan mutu, penelitian dan pelayanan/ pengabdian kepada masyarakat, dan kerjasama.
Keluaran termasuk lulusan dan keluaran lainnya yang mencakup tesis, model- model, publikasi, hasil pelayanan/ pengabdian kepada masyarakat.
Setelah menelaah komponen masukan, proses, dan keluaran, langkah selanjutnya yaitu merumuskan strategi atau strategi yang direkomendasikan untuk menangani kelemahan dan ancaman, termasuk pemecahan masalah, perbaikan, dan pengembangan program secara berkelanjutan. Analisis untuk pengembangan strategi pemecahan masalah dan perbaikan/pengembangan program itu pada Gambar 2.
Kelemahan/Peluang Memanfaatkan peluang Kekuatan/Peluang
Memilih keuntungan
Mengerahkan kekuatan Kekuatan/Ancaman
Mengendalikan ancaman Kelemahan/Ancaman
Kelemahan (W) Kekuatan (S)
Peluang (O)
Ancaman (T)
Internal Eksternal
Strategi Pemecahan Masalah, Perbaikan &
Pengembangan
Gambar 2. Analisis SWOT untuk Pengembangan Strategi
hingga hingga
Langkah terakhir; menentukan prioritas penanganan kelemahan dan ancaman itu, dan disusun suatu rencana tindakan untuk melaksanakan program penanganan.
Hasil analisis SWOT Program Studi Magister Ilmu Hukum dimanfaatkan untuk menyusun strategi pemecahan masalah, serta pengembangan dan atau perbaikan mutu program secara berkelanjutan. Jika kekuatan lebih besar dari kelemahan, dan peluang lebih baik dari ancaman, maka strategi pengembangan sebaiknya diarahkan kepada perluasan/pengembangan program, sedangkan jika kekuatan lebih kecil dari kelemahan, dan peluang lebih kecil dari ancaman, maka seyogyanya strategi pengembangan lebih ditekankan kepada upaya konsolidasi ke dalam, melakukan penataan organisasi secara internal dengan memanfaatkan kekuatan dan peluang yang ada, dan mereduksi kelemahan di dalam dan ancaman dari luar.
BAB II
DESKRIPSI SWOT SETIAP KOMPONEN
Program Studi Magister Ilmu Hukum memiliki karakteristik yang berbeda dengan program studi lainnya. Program Studi Magister Ilmu Hukum memiliki potensi untuk berkembang menjadi institusi yang mengembangkan tidak hanya Ilmu Hukum tetapi juga ilmu pengetahuan secara umum. Untuk mengetahui potensi yang dimiliki Program Studi Magister Ilmu Hukum ini, maka perlu dilakukan analisis berdasarkan pengamatan internal dan eksternal organisasi. Alat analisis yang digunakan Program Studi Magister Ilmu Hukum yaitu Analisis Strength, Weakness, Opportunity, and Threath (SWOT).
Strength dan Weakness merupakan analisis faktor-faktor internal Program Studi Magister Ilmu Hukum. Sedangkan Opportunity dan Threath merupakan analisis faktor-faktor eksternal Program Studi Magister Ilmu Hukum. Output analisis SWOT adalah matriks strategi yang dapat digunakan oleh Program Studi Magister Ilmu Hukum. Proses penyusunan perencanaan Program Studi Magister Ilmu Hukum menggunakan analisis SWOT dimulai dari tahap pengumpulan data, selanjutnya ke tahap analisis, dan terakhir tahap pengambilan keputusan berupa rencana induk pengembangan.
Analisis SWOT Setiap Komponen
Tahapan ini diarahkan pada pengumpulan berbagai informasi tentang Program Studi Magister Ilmu Hukum. Informasi yang dikumpulkan tersebut menjadi dasar dalam penyusunan analisis SWOT. Informasi yang dihasilkan akan dipilah menjadi empat bagian utama, yaitu peluang, tantangan, kekuatan, dan kelemahan. Berikut ini disajikan identifikasi unsur-unsur evaluasi diri yang terdiri dari tujuh komponen (Komponen A terkait visi, misi, tujuan dan sasaran, serta strategi pencapaian;
Komponen B terkait tatapamong, kepemimpinan, sistem pengelolaan, dan penjaminan mutu; Komponen C terkait mahasiswa dan lulusan; Komponen D terkait sumberdaya manusia; Komponen E terkait kurikulum, pembelajaran dan suasana akademik; dan Komponen F terkait pendanaan, sarana dan prasarana, serta sistem informasi. Komponen G terkait penelitian, pelayanan/pengabdian kepada masyarakat dan kerjasama). Dari identifikasi faktor-faktor internal tersebut, maka selanjutnya ditentukan faktor-faktor yang dianggap harus menjadi prioritas dan ditentukan faktor mana yang menjadi kekuatan atau kelemahan, peluang atau ancaman.
A. VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN SERTA STRATEGI PENCAPAIAN A.1. Rumusan Visi Program Studi Magister Ilmu Hukum yang konsisten dengan visi universitas dan Program Pascasarjana
Visi
UNG Pascasarjana Program Studi Magister Ilmu Hukum Leading University
dalam
Pengembangan Kebudayaan dan Inovasi Berbasis Potensi Regional di Kawasan Asia tenggara Tahun 2035.
Menjadi Pascasarjana yang Inovatif, Profesional, dan
Kompetitif dalam
Pengembangan Kebudayaan di Kawasan Asia Tenggara pada tahun 2035.
Menjadi program Studi Magister Ilmu Hukum yang terdepan, unggul dan berdaya saing di Kawasan Asia Tenggara pada tahun 2035.
Pernyataan leading university, unggul, kompetitif masing-masing pada visi ini menunjukkan visi UNG, Pascasarjana dan Program Studi Magister Ilmu Hukum selaras dan konsisten. Leading atau terdepan yang dimaksudkan adalah pencapaian lembaga melalui usaha kompetitif untuk memimpin dalam pendidikan, pengajaran, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat. Usaha kompetitif lembaga sebagai penopang program studi dalam mencapai keunggulan tridharma perguruan tinggi, sehingga program studi akan unggul dan berdaya saing dibandingkan dengan program studi magister ilmu hukum di Indonesia.
Terdepan berbasis inovasi menandakan bahwa inovasi dijadikan sebagai basis dalam menjalankan peran dan fungsinya. Hal ini tercermin dari keunggulan UNG dalam penciptaan ide, metode dan produk untuk melakukan pembaharuan yang diimplementasi dan dihasilkan melalui pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat. Usaha untuk menciptakan inovasi pembelajaran yang kreatif dengan optimisme unggul di kawasan Asia Tenggara 2035.
Terakhir, visi universitas, pascasarjana dan Program Studi Magister Ilmu Hukum menetapkan kawasan dan tahun pencapaian (leading/terdepan/unggul) yang sama, yaitu di kawasan Asia Tenggara pada tahun 2035. Kawasan ini mencirikan kebudayaan yang berbeda, terutama etika dan norma, sehingga interaksi antar satu dengan lainnya akan saling mempengaruhi. Akibatnya, daya saing Program Studi Magister Ilmu Hukum di Kawasan Asia Tenggara akan menjadi
pendorong dan inspirator bagi perkembangan Ilmu Hukum, terutama dalam peningkatan kualitas Tri Darma Perguruan Tinggi. Visi lembaga dan PS yang konsisten dan saling mendukung untuk unggul di Kawasan Asia Tenggara mulai tahun 2014 tercermin kegiatan kerjasama, pengajaran, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat (Standar 7 Buku 3A).
Berkaitan dengan penjelasan visi Program Studi Magister Ilmu Hukum di atas, maka kontribusi visi ini memberikan dukungan akan tercapainya visi pascasarjana UNG, terutama dalam mendukung pendidikan, pengajaran, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat.
A.2 Rumusan Misi Program Studi Magister Ilmu Hukum yang diturunkan dari misi Universitas dan Pascasarjana UNG.
Untuk mewujudkan visi yang sudah ditetapkan, Program Studi Magister Ilmu Hukum memiliki misi sebagai berikut:
Misi
UNG Pascasarjana Program Studi
Magister Ilmu Hukum 1. Menguatkan dan
memberdayakan keunggulan melalui tridharma
perguruan tinggi sehingga menjadi perguruan tinggi bermutu dalam menghasilkan sumberdaya
manusia yang
cerdas dan
berkarakter
1. Menguatkan daya saing melalui penggunaan
informasi teknologi dan layanan prima di bidang akademik dan non akademik berdasarkan,
efisiensi,
transfaransi dan akuntabel
2. Menyelaraskan kapasitas SDM dengan tuntutan otonomi kampus,
1. Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran dalam kultur akademik yang menantang dan memandirikan
mahasiswa untuk menghasilkan lulusan yang menguasai konsep dan wawasan yang luas dalam bidangnya serta memiliki kepribadian dan daya saing tinggi yang dapat ditampilkan pada tingkat nasional maupun internasional.
2. Menyelenggarakan penelitian yang bermutu bagi dosen dan mahasiswa, guna meningkatkan
produktivitas penelitian yang berorientasi kepada publikasi ilmiah
nasional dan
internasional;
3. Menyelenggarakan
1. Mendidik dan
menyelenggarakan
pembelajaran yang inovatif dan unggul.
2. Menyelenggarakan dan mengembangkan
penelitian berkualitas yang berbasis kajian teoritis, normatif, dan empiris yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu hukum dalam rangka tujuan pembangunan nasional.
3. Menyelenggarakan
layanan pengabdian pada masyarakat melalui pelatihan, Bimtek, penyuluhan hukum dan pendampingan
perumusan kebijakan
yang menunjang
pembangunan daerah,
regional dan
Nasional.Menyelenggara kan kerja sama dengan pihak eksternal untuk mendukung
perubahan sosial, dan perkembangan global melalui keterampilan hard skill dan soft skill.
3. Meningkatkan pencitraan melalui penataan
lingkungan untuk menciptakan
kampus sebagai pusat ilmu.
pengabdian kepada masyarakat berbasis penelitian yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat
4. Menyelenggarakan program kemitraan akademik yang melibatkan jejaring dan masyarakat baik regional, nasional dan atau internasional
penyelenggaraan tri dharma perguruan tinggi.
4. Menyelenggarakan
kerjasama dengan pihak eksternal untuk mendukung pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi.
Misi lembaga pada dasarnya memiliki tiga misi utama, yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat dan ditambah dengan misi kerjasama. Misi PS diturunkan dari misi universitas, sebagaimana ditunjukkan pada misi:
a. Misi pertama (Tridharma) pada misi universitas dan misi ke-1 ke-2, dan ke-3 Pascasarjana diturunkan oleh PS sesuai misi ke-1 (pendidikan), ke-2
(penelitian), dan ke-3 (pengabdian)
b. Misi ke-2 penguatan daya saing dan misi-ke 3 SDM pada misi univeritas dan misi ke-1, ke-2, dan ke-3 pada Pascasarjana diturunkan pada misi ke-1, ke-2, dan ke- 3 PS.
c. Misi ke-4 mengenai pencitraan (misi universitas) dan misi ke-3 dan ke-4 pada pascaarjana terkait dengan misi ke-3 dan ke-4 PS, yaitu pengabdian pada masyarakat dan membangun jerajring kerjasama (networking) dengan institusi lain dalam pengembangan Ilmu Hukum.
d. Misi ke-3 univeritas tentang penyelarasan kapasitas SDM sesuai perkembangan global terkait dengan misi ke-4 PS mengenai kerja sama internasional.
A.3. Rumusan Tujuan Program Studi Magister Ilmu Hukum yang Merujuk Tujuan universitas dan Program Pascasarjana Merupakan Turunan dari Misinya
Tujuan
UNG Pascasarjana Program Studi
Magister Ilmu Hukum 1. Merevitalisasi 1.Dihasilkannya lulusan 1. Dihasilkan lulusan
keunggulan melalui tridharma
perguruan tinggi sehingga menjadi perguruan tinggi yang bermutu dan menghasilkan sumberdaya
manusia yang
cerdas dan
berkarakter.
2. Menata IT dan mutu layanan akademik dan non-akademik berdasarkan prinsip efisiensi,
transparansi dan akuntabel.
3. Mengembangkan hardskill, softskill dan kemitraan untuk memperkuat daya saing.
4. Menata lingkungan kampus untuk menunjang aura akademik yang asri dan dinamis, damai dan tenteram.
yang memiliki kemampuan berinovasi dan mengedepankan profesionalitas dan kompetitif dalam mengembangkan dan menerapkan ilmu pengetahuan,
teknologi, seni dan budaya.
2.Dihasilkannya karya- karya penelitian dosen dan mahasiswa yang inovatif, professional dan kompetitif dalam mengembangkan mutu Tridharma PT dan dipublikasikan
secaranasional
maupun internasional.
3.Dihasilkannya karya- karya pengabdian dosen dan mahasiswa kepada masyarakat yang memberikan kontribusi nyata dalam rangka pembangunan daerah dan nasional.
4.Dihasilkannya program kemitraan yang bersinergi dengan Pemerintah dan Dunia Usaha melalui kegiatan
pengembangan ilmu pengetahuan,
teknologi, seni dan budaya yang berbasis inovatif, profesional, dan kompetitif.
Magister Ilmu Hukum yang unggul dan inovatif.
2. Dihasilkannya
penelitian berkualitas yang berbasis kajian teoritis, normatif, dan
empiris yang
bermanfaat bagi pengembangan ilmu hukum dalam rangka tujuan pembangunan nasional.
3. Terwujudnya layanan pengabdian pada masyarakat melalui pelatihan, Bimtek, penyuluhan hukum dan pendampingan
perumusan kebijakan yang menunjang pembangunan daerah, regional dan Nasional.
4. Meningkatnya
kerjasama dengan pihak eksternal untuk mendukung
pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi.
A.4. Rumusan Sasaran Program Studi Magister Ilmu Hukum yang relevan dengan Misinya
Setiap tujuan PS merupakan sasaran utama yang relevan dengan misi Program Studi Magister Ilmu Hukum. Misi Program Studi Magister Ilmu Hukum
mencakup bidang tridarma, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian yang diperkuat dengan kerjasama untuk mencapai program studi yang terdepan, unggul, dan memiliki daya saing di kawasan, khususnya di kawasan Asia Tenggara pada Tahun 2035. Sasaran Program Studi Magister Ilmu Hukum dirumuskan berdasarkan komponen tridarma dan kerjasama tersebut, khususnya di bidang hukum. .
Misi Program Studi
Magister Ilmu Hukum SASARAN
1. Menyelenggarakan
pembelajaran yang inovatif dan unggul.
1. Terselenggaranya program pendidikan dan Pengajaran pada Program studi magister ilmu Hukum
2. Menyelenggarakan dan mengembangkan penelitian berkualitas yang berbasis kajian teoritis, normatif, dan empiris yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu hukum dalam rangka tujuan pembangunan nasional.
2. Terlaksananya kegiatan penelitian dosen dan mahasiswa Program studi Magister ilmu Hukum
3. Menyelenggarakan layanan pengabdian pada masyarakat melalui pelatihan, Bimtek, penyuluhan hukum dan pendampingan perumusan kebijakan yang menunjang pembangunan daerah,
regional dan
Nasional.Menyelenggarakan kerja sama dengan pihak eksternal untuk mendukung penyelenggaraan tri dharma perguruan tinggi.
3.Terlaksananya kegiatan pengabdian pada masyarakat bagi dosen Program studi Magister Ilmu Hukum
4. Menyelenggarakan kerjasama dengan pihak eksternal
untuk mendukung
pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi.
4. Terlaksananya kegiatan kemitraan yang diarahkan untuk membangun jaringan dengan institusi lain di bidang Tridharma Perguruan Tinggi baik tingkat lokal, regional, nasional dan internasional untuk mengatasi masalah bersama dan meningkatkan kesejahteraan bersama.
Sasaran utama tersebut di atas diuraikan indikator sasarannya sabagaimana tabel berikut.
Sasaran 1
Terselenggaranya program pendidikan dan Pengajaran pada Program Studi magister Ilmu Hukum
1. Melaksanakan penyelenggaraan seleksi penerimaan mahasiswa baru baik Program Studi Magister Ilmu Hukum
2. Melaksanakan penyelenggaraaan Proses Pendidikan dan Pengajaran serta mutu akademik.
a. Penetapan Dosen Pengampu MK sesuai ketentuan yang berlaku b. Pengembangan Bahan Ajar/ perangkat pembelajaran
c. Pengembangan/ Penerbitan Buku Referensi Dosen
3. Menyelenggaraan Penyelesaian Studi Akhir bagi Mahasiswa Program Magister a. Pengembangan Kegiatan Pembimbingan / Ujian Tesis
b. Kegiatan Ujian Proposal bagi Mahasiswa Program Magister
Sasaran 2
Terlaksananya kegiatan penelitian dosen dan mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Hukum
1. Bersama dengan Pascasarjana menyelengga rakan kegiatan penelitian dosen dan mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Hukum
a. Penelitian mandiri Dosen
b. Penelitian Kolaboratif Dosen dan Mahasiswa
c. Peningkatan Produktivitas Publikasi Ilmiah dan e-Jurnal
2. Mengeikutsertaan dosen pada seminar Internasional dan Nasional
Keikutsertaan dosen baik sebagai penyaji maupun peserta pada seminar Internasional dan Nasional
Sasaran 3
Terlaksananya kegiatan pengabdian pada masyarakat bagi dosen Program Magister Studi Ilmu Hukum
1. Program bakti Aaademik dan atau penyuluhan hukum melalui kegiatan: a) Penanggulangan narkoba, b) Penyusunan naskah akademik peraturan daerah, c) Penanggulangan masalah politik, serta budaya
2. Pengembangan SIM Pengabdian pada masyarakat
3. Pengembangan kegiatan PPM dosen dan mahasiswa yang berbasis masyarakat dalam memecahkan secara generative (teratur dan inovatif) masalah-masalah Hukum yang dinamis dan kompleks
Sasaran 4
Terlaksananya kegiatan kemitraan yang diarahkan untuk membangun jaringan dengan institusi lain di bidang Tridharma Perguruan Tinggi baik tingkat lokal, regional, nasional dan internasional untuk mengatasi masalah bersama dan meningkatkan kesejahteraan bersama.
1. Program pengembangan kerjasama bidang Pendidikan dan Pengajaran dengan pemerintah, dan masyarakat
2. Program pengembangan kerjasama bidang penelitian dan pengabdian masyarakat dengan Pemerintah dan instansi terkait
3. Program pengembangan kerjasama bidang pemerintahan, kemasyarakatan dan pembangunan pada sektor kebijakan makro pemerintah dan kebijakan mikro organisasi dalam suatu tatanan sistem berfikir (system thinking) yang terpadu
Evaluasi Diri Program Studi Magister Ilmu Hukum Pascasarjana UNG, 2016 25
A.5. Keterkaitan Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Program Studi Magister Ilmu Hukum
Keterkaitan Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Program Studi Magister Ilmu Hukum dapat ditunjukkan dalam table berikut ini:
Visi Misi Tujuan Sasaran
1. Mendidik dan
menyelenggarakan
pembelajaran yang inovatif dan unggul
1. Dihasilkan lulusan Magister Ilmu Hukum yang unggul dan inovatif
1.Terselenggaranya program pendidikan dan Pengajaran pada Program studi magister ilmu Hukum
2. Menyelenggarakan dan mengembangkan
penelitian berkualitas yang berbasis kajian teoritis, normatif, dan empiris yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu hukum dalam rangka tujuan pembangunan nasional.
2.Dihasilkannya
penelitian berkualitas yang berbasis kajian teoritis, normatif, dan
empiris yang
bermanfaat bagi pengembangan ilmu hukum dalam rangka tujuan pembangunan nasional
2.Terselenggaranya program pendidikan dan Pengajaran pada Program studi magister ilmu Hukum
3. Menyelenggarakan dan mengembangkan
penelitian berkualitas yang berbasis kajian teoritis, normatif, dan empiris yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu hukum dalam rangka tujuan pembangunan nasional.
3. Dihasilkannya penelitian berkualitas yang berbasis kajian teoritis, normatif, dan empiris yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu hukum dalam rangka tujuan pembangunan nasional
3.Terlaksananya kegiatan pengabdian pada masyarakat bagi dosen Program Magister Ilmu Hukum
Menjadi program Studi Magister Ilmu Hukum yang terdepan, unggul dan berdaya saing di Kawasan Asia Tenggara pada tahun 2035
Evaluasi Diri Program Studi Magister Ilmu Hukum Pascasarjana UNG, 2016 26
4. Menyelenggarakan kerjasama dengan pihak eksternal untuk mendukung pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi.
4.Meningkatnya
kerjasama dengan pihak eksternal untuk mendukung
pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi.
4.Terlaksananya kegiatan kemitraan yang diarahkan untuk membangun jaringan dengan institusi lain di bidang Tridharma Perguruan Tinggi baik tingkat lokal, regional, nasional dan internasional untuk mengatasi masalah bersama
dan meningkatkan
kesejahteraan bersama.
Visi Program Studi dalam rangka mencapai program Studi Magister Ilmu Hukum yang yang terdepan, unggul, dan Memiliki Daya Saing di Kawasan Asia Tenggara Tahun 2035 maka secara jelas ditetapkan sasaran dalam rangka mencapai tujuan yang diinginkan. Sasaran dan tujuan PS dari 1-4 adalah saling terkait, yang juga mengarah mencerminkan misi yang diemban oleh PS sebagaimana tebal di bawah ini. Tujuan dan Sasaran (TS) ke-1 terkait dengan misi 1, TS 2 terkait dengan misi ke 2; TS ke-3 terkait dengan misi ke-3; Bahkan, TS ke-4 terkait dengan misi ke- 4. Dengan demikian dapat tercapai. Visi Program Studi Magister Ilmu Hukum “Menjadi program Studi Magister Ilmu Hukum yang terdepan, unggul dan berdayasaing di Kawasan Asia Tenggara pada tahun 2035”.
Secara spesifik tujuan dan sasaran dan strategi pencapaian visi dan misi Program Studi Magister Ilmu Hukum Pascasarjana UNG diuraiak pada tabel di bawah ini.
Evaluasi Diri Program Studi Magister Ilmu Hukum Pascasarjana UNG, 2016 27
No Tujuan 1 : Dihasilkan lulusan Magister Ilmu Hukum yang unggul dan inovatif.
Indikator
Sasaran Strategi Pencapaian
Tahapan Waktu, Indikator dan target Pencapaian
2015 2016 2017 2018 2019
1. Rekrutmen dan seleksi Mahasiswa baru.
Melaksanakan penyelenggaraa n seleksi penerimaan mahasiswa baru baik Program Magister Ilmu Hukum
Rasio yang ikut seleksi dan daya tampung 1 : 2
Rasio yang ikut seleksi dan daya tampung 1 : 3
Rasio yang ikut seleksi dan daya tampung 1:
6
Rasio yang ikut seleksi dan daya tampung 1:6
Rasio yang ikut seleksi dan daya tampung 1: 7
2. Penetapan Dosen Pengampu MK sesuai ketentuan yang berlaku
Melaksanakan penyelenggaraa an Proses Pendidikan dan Pengajaran serta mutu akademik.
Setiap dosen pengampu mata kuliah minimal mengajar 8 sks
Setiap dosen pengampu mata kuliah minimal mengajar 8 sks
Setiap dosen pengampu mata kuliah minimal mengajar 8 sks
Setiap dosen pengampu mata kuliah minimal mengajar 8 sks
Setiap dosen pengampu mata kuliah minimal mengajar 8 sks`
3 Pengembang an Bahan Ajar/
perangkat pembelajaran
Melaksanakan penyelenggaraa an Proses Pendidikan dan Pengajaran serta mutu akademik
Setiap pengampu mata kuliah membuat 8 bahan
ajar/perangka t
pembelajaran
Setiap pengampu mata kuliah membuat 8 bahan
ajar/perangkat pembelajaran
Setiap pengampu mata kuliah membuat 8 bahan ajar/perangk at
pembelajara n
Setiap Pengampu mata kuliah membuat 8 bahan ajar/perangka t
pembelajaran
Setiap Pengampu mata kuliah membuat 8 bahan ajar/perangka t
4 Pengembang
an/ Melaksanakan
penyelenggaraa Setiap dosen
wajib Setiap dosen
wajib membuat Setiap
dosen wajib Setiap dosen
wajib Setiap dosen wajib
Evaluasi Diri Program Studi Magister Ilmu Hukum Pascasarjana UNG, 2016 28
Penerbitan Buku Referensi Dosen
an Proses Pendidikan dan Pengajaran serta mutu akademik
membuat 2 buku/menerbi tkannya sebagai referensi dosen dalam mengajar
4
buku/menerbit kannya
sebagai referensi dosen dalam mengajar
membuat 6 buku/mener bitkannya sebagai referensi dosen dalam mengajar
membuat 6 buku/
menerbitkann ya
sebagai referensi dosen dalam mengajar
membuat 6 buku/
menerbitkann ya
sebagai referensi dosen dalam mengajar 5 Workshop /
Seminar Pengembang an Mutu Akademik
Melaksanakan penyelenggaraa an Proses Pendidikan dan Pengajaran serta mutu akademik
5 kali dosen melakukan workshop/se minar guna pengembang an mutu akademik
5 kali dosen melakukan workshop/semi nar guna pengembanga n mutu
akademik
6 kali dosen melakukan workshop/s eminar guna pengemban gan mutu akademik
6 kali dosen melakukan workshop/
seminar guna pengembang an
mutu akademik
6 kali dosen melakukan workshop/
seminar guna pengembang an
mutu akademik 6 Pengembang
an Kegiatan Pembimbinga n / Ujian Tesis
Menyelenggara kan
Penyelesaian Studi Akhir bagi Mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Hukum
12 kali melakukan pembimbinga n per
mahasiswa dalam
menyelesaika n studi akhir
12 kali melakukan pembimbingan per mahasiswa dalam
menyelesaikan studi akhir
14 kali melakukan pembimbing an per mahasiswa dalam menyelesaik an studi akhir
16 kali melakukan Pembimbinga n
per
mahasiswa dalam menyelesaika n
studi akhir
16 kali melakukan Pembimbinga n
per
mahasiswa dalam menyelesaika n
studi akhir
Evaluasi Diri Program Studi Magister Ilmu Hukum Pascasarjana UNG, 2016 29
Kegiatan Ujian Proposal, Hasil dan Tesis bagi Mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Hukum
12 kali
pembimbinga n ujian proposal, hasil dan tesis per mahaiswa dalam
menyelesaika n tugas akhir
12 kali
pembimbingan ujian proposal, hasil dan tesis per mahasiswa dalam
menyelesaikan tugas akhir
14 kali pembimbing an ujian proposal, Hasil, Tesis per
mahasiswa dalam menyelesaik an tugas akhir
16 kali Pembimbinga n
ujian proposal, hasil dan tesis per mahasiswa dalam
meyelesaikan tugas akhir
16 kali Pembimbinga n
ujian proposal, hasil dan tesis per mahasiswa dalam
meyelesaikan tugas akhir 7. Bersama
dengan Pascasarja na
menyeleng ga rakan kegiatan penelitian dosen dan mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Hukum
Penelitian hibah
Kompetitif 1 kali dosen melakukan penelitian mandiri per tahun
2 kali dosen melakukan penelitian mandiri per tahun
4 kali dosen melakukan penelitian mandiri per tahun
6 kali dosen melakukan penelitian mandiri per tahun
6 kali dosen melakukan penelitian mandiri per tahun Penelitian
mandiri
Tidak ada penelitian mandiri dilakukan dosen
2 kali dosen melakukan penelitian mandiri
4 kali dosen melakukan penelitian mandiri
6 kali dosen melakukan penelitian mandiri
6 kali dosen melakukan penelitian mandiri Peningkatan
Produktivitas Publikasi Ilmiah dan e-Jurnal
7 kali dosen membuat/me mpublikasika n jurnal/karya ilmiah yang dibuat.
8 kali dosen membuat/mem publikasikan jurnal/karya ilmiah yang dibuat
8 kali dosen membuat/m empublikasi kan
jurnal/karya ilmiah yang dibuat
8 kali dosen membuat/
mempublika sikan
jurnal/karya ilmiah yang dibuat
8 kali dosen membuat/
mempublikasik an jurnal/karya ilmiah yang dibuat
Evaluasi Diri Program Studi Magister Ilmu Hukum Pascasarjana UNG, 2016 30
8 Keikutsertaan dosen baik sebagai penyaji maupun peserta pada seminar Internasional dan Nasional
Mengeikutserta an dosen pada seminar
Internasional dan Nasional (penyaji)
7 kali dosen ikut serta dalam seminar nasional dan internasional sebagai penyaji
8 kali dosen ikut serta dalam seminar nasional dan internasional sebagai penyaji
8 kali dosen ikut serta dalam seminar nasional dan
internasiona l sebagai penyaji
8 kali dosen ikut serta dalam seminar nasional dan
internasiona l sebagai penyaji
8 kali dosen ikut serta dalam seminar nasional dan internasional sebagai penyaji
Mengeikutserta an dosen pada seminar
Internasional dan Nasional (peserta)
7 kali dosen ikut serta dalam seminar nasional dan internasional sebagai peserta
8 kali dosen ikut serta dalam seminar nasional dan internasional sebagai peserta
8 kali dosen ikut serta dalam seminar nasional dan
internasiona l sebagai peserta
8 kali dosen ikut serta dalam seminar nasional dan
internasiona l sebagai peserta
8 kali dosen ikut serta dalam seminar nasional dan internasional sebagai peserta 9 Terlaksanany
a kegiatan pengabdian pada
masyarakat bagi dosen Program Magister Ilmu Hukum
1. Jumlah pengabdian hibah kompetitif nasional
Tidak ada pengabdian hibah kompetitif nasional yang dilakukan
2 kali
pengabdian hibah
kompetitif nasional dilakukan per Tahun
4 kali
pengabdian hibah
kompetitif nasional dilakukan pertahun
4 kali
pengabdian hibah kompetitif nasional dilakukan pertahun
5 kali
pengabdian hibah
kompetitif nasional dilakukan pertahun 2. jumlah
pengabdian hibah kompetitif internasional
Tidak ada pengabdian hibah kompetitif internasional dilakukan
2 kali
pengabdian hibah kompetitif internasional dilakukan
4 kali
pengabdian hibah kompetitif internasiona l dilakukan
4 kali
pengabdian hibah kompetitif internasiona l dilakukan
5 kali pengabdian hibah kompetitif internasional dilakukan
Evaluasi Diri Program Studi Magister Ilmu Hukum Pascasarjana UNG, 2016 31
3. jumlah pengabdian mandiri
Tidak ada pengabdian mandiri dilakukan
2 kali
pengabdian mandiri dilakukan
4 kali
pengabdian mandiri dilakukan
4 kali
pengabdian mandiri dilakukan
5 kali
pengabdian mandiri dilakukan 4. jumlah
pengabdian kolaborasi dosen dan mahasiswa
Tidak ada pengabdian kolaborasi dilakukan dosen dengan mahasiswa
2 kali
pengabdian kolaborasi dilakukan dosen dengan mahasiswa
4 kali
pengabdian kolaborasi dilakukan dosen dengan mahasiswa
4 kali pengabdian kolaborasi dilakukan dosen dengan mahasiswa
5 kali pengabdian kolaborasi dilakukan dosen dengan mahasiswa 10 Menyelengga
rakan kerjasama Program Studi dengan pihak
eksternal (Pemerintah, PTN/ PTS,
1. jumlah kerjasama lokal
7 instansi lokal yang melakukan kerjasama
8 instansi lokal yang
melakukan kerjasama
8 instansi lokal yang melakukan kerjasama
10 instansi lokal yang melakukan kerjasama
12 instansi lokal yang melakukan kerjasama 2. jumlah
kerjasama nasional
7 instansi nasional yang melakukan kerjasama
8 instansi nasional yang melakukan kerjasama
8 instansi nasional yang melakukan kerjasama
10 instansi nasional yang melakukan kerjasama
12 instansi nasional yang melakukan kerjasama 3. jumlah
kerjasama internasional
2 instansi internasional yang
melakukan kerjasama
4 instansi internasional yang
melakukan kerjasama
6 instansi internasiona l yang melakukan kerjasama
8 instansi internasiona l yang melakukan kerjasama
8 instansi internasional yang
melakukan kerjasama
Pengembangan Program Studi Magister Ilmu Hukum ke depan dalam mencapai visinya maka ditetapkan tonggak-tonggak capaian tujuan yang dinyatakan dalam sasaran yang merupakan target terukur, dan penjelasan mengenai strategi serta tahapan pencapaiannya. Pencapaian realisasi cita-cita Program Studi Magister Ilmu Hukum pascasarjana UNG 2035 didukung melalui penetapan rencana pengembangan program studi Magister Ilmu Hukum yang selaras dengan pengembangan Pascasarajana dan Universitas (UNG). Rencana pengembangan ditetapkan setiap periode 4 tahunan dengan tahapan tema sebagai berikut: (a) periode 2013-2017 merupakan era Penguatan SDM untuk untuk menjadi Program Studi Magister Ilmu Hukum yang unggul, terdepan dan berdaya saing; (b) periode 2017-2021 sebagai era Pengokohan Daya saing Program Studi Magister Ilmu Hukum menuju Program Studi Magister Ilmu Hukum yang unggul, terdepan dan berdaya saing; (c) periode 2021-2025 sebagai era untuk mewujudkan Program Studi Magister Ilmu Hukum sebagai Program Studi Magister Ilmu Hukum yang unggul, terdepan dan berdaya saing di Kawasan Timur Indonesia; dan (d) periode 2025-2029 sebagai era yang menjadikan Program Studi Magister Ilmu Hukum sebagai Program Studi Magister Ilmu Hukum yang unggul, terdepan dan berdaya saing di Indonesia; (e) periode 2029-2035 sebagai era yang menjadikan Program Studi Magister Ilmu Hukum yang unggul, terdepan dan berdaya saing di Asia Tenggara.
1. KOMPONEN A: VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, SERTA STRATEGI PENCAPAIAN
Tabel 1. Deskripsi SWOT Tentang Visi-Misi, Sasaran Dan Tujuan
Faktor Eksternal Faktor Internal
Peluang Kekuatan
1. Program Studi Magister Ilmu Hukum cukup dikenal oleh masyarakat.
2. Program Studi Magister Ilmu Hukum mendapatkan dukungan yang baik dari pimpinan Pascasarjana dan Universitas dalam pembentukan Program Studi.
1. Penyusunan Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran dirumuskan melalui diskusi yang melibatkan civitas akademik dan stakeholder
2. Memiliki proses sosialisasi yang komprehensip melalui berbagai pertemuan
Ancaman Kelemahan
Terdapat Program Studi yang sama dan mapan di Kawasan Indonesia Timur
Rumusan visi yang konsisten belum optimal mengingat adanya regenerasi
kepemimpinan UNG. Pada tahun 2014, sedang merumuskan rencana pengembangan yang memuat pernyataan visi
B. TATA PAMONG, KEPEMIMPINAN, SISTEM PENGELOLAAN, DAN PENJAMINAN MUTU
Bagian berikut membahas tentang tata pamong, kepemimpinan, sistem pengelolaan dan penjaminan mutu terkait dengan:
1. Personil dan Tugas Pokoknya
2. Sistem Kepemimpinan dan Pengalihan serta Akuntabilitas Pelaksanaan Tugas 3. Partisipasi Civitas Akademika dalam Pengembangan Kebijakan, serta Pengelolaan
dan Koordinasi Pelaksanaan Program.
4. Perencanaan Jangka Panjang dan Monitoring Pelaksanaannya 5. Efisiensi dan Efektivitas Kepemimpinan
6. Evaluasi Program dan Pelacakan Lulusan
7. Perencanaan dan Pengembangan Program, dengan memanfaatkan hasil evaluasi internal dan eksternal
8. Kerjasama dan Kemitraan
9. Dampak Hasil Evaluasi Program terhadap Pengalaman dan Mutu Pembelajaran Mahasiswa
10. Pengelolaan Mutu Secara Internal pada Tingkat Program Studi, seperti Kajian Kurikulum, Monitoring dan Umpan Balik Mahasiwa
11. Hubungan dengan Penjaminan Mutu pada Tingkat Lembaga
12. Dampak Proses Penjaminan Mutu Terhadap Pengalaman dan Mutu Hasil Belajar Mahasiswa
13. Metodologi Baku Mutu
14. Pengembangan dan Penilaian Pranata Kelembagaan 15. Evaluasi Internal yang Berkelanjutan
16. Pemanfaatan Hasil Evaluasi Internal dan Eksternal / Akreditasi dalam Perbaikan dan Pengembangan Program
17. Kerjasama dan Kemitraan Instansi Terkait dengan Pengendalian Mutu