• Tidak ada hasil yang ditemukan

MEMBONGKAR RAHASIA BISNIS LARIS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "MEMBONGKAR RAHASIA BISNIS LARIS"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

MEMBONGKAR

RAHASIA BISNIS LARIS

Oleh

Andri Soetomo, S.Pd

Entrepreneur & Business Leader

(3)

MEMBONGKAR RAHASIA BISNIS LARIS

(Diperuntukkan untuk Anda, para pemula yang ingin segera memulai bisnis)

Keutamaan Berbisnis dalam Islam

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudia mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar.” (QS. Al-Hujurat 49:15)

Dari Abu Sa’id Al-Khudri ra. Rasulullah SAW bersabda : “Pedagang yang senantiasa jujur lagi amanah akan bersama para Nabi, orang-orang yang selalu jujur dan orang-orang yang mati Syahid pada hari kiamat.” (HR. Tirmidzi)

Nabi SAW. Ditanya oleh salah seorang sahabatnya : “Ya Rasulullah penghasilan apakah yang paling baik? “Beliau menjawab. “Penghasilan seseorang dari jerih payah tangannya sendiri dan setiap jual beli yang mabrur.” (HR. Ahmad).

Rasulullah SAW bersabda : “Tidaklah seorang memperoleh suatu penghasilan yang lebih baik dari jerih payah tangannya sendiri. Dan tidaklah seseorang menafkahi dirinya, istrinya, anaknya dan pembantunya melainkan ia dihitung sebagai shodaqoh.” (HR. Ibnu Majah)

Maasyaa Allah. Betapa banyaknya keutamaan berdagang atau berbisnis dalam Islam.

Membaca dalil-dalil ini saya jadi teringat bagaimana kisah perjalanan hidup seorang Muhammad muda (sebelum diutus menjadi Nabi) yang dari usia sangat muda, sudah mandiri mencari penghasilan sendiri dengan cara berdagang atau berbisnis mengikuti Sang Paman.

Ada berbagai kisah entrepreneurship disepanjang hidup Nabi Muhammad. Bahkan jauh sebelum beliau dilahirkan. Pertama, buyut beliau ternyata mendirikan semacam KADIN di Mekkah. Kedua, ayah beliau meninggal dalam business trip sebelum Nabi lahir. Ketiga, totalitas sebagai keluarga pengusaha. Nabi, istri Nabi, ayah Nabi, paman Nabi, mertua Nabi, menantu Nabi (Usman) dan penerus Nabi (Umar) adalah para #Pengusaha atau #Pebisnis.

Maka, berulang kali Mentor Bisnis saya – Coach Ippho Santosa mengajarkan, sudah seharusnya bisnis dan berbisnis menjadi DNA ummat Islam. Ironisnya, saat ini boro-boro jadi pengusaha, rata-rata umat Islam malah pengen jadi PNS. Ngetop dikit, pengen jadi Caleg, hehehe.

Padahal bangsa ini membutuhkan lebih banyak pengusaha.

(4)

Urgensi Muslim Harus Kaya

Selama ini istilah tajir identik dengan kaya. Padahal makna awalnya adalah pedagang. Ya, pedagang. Nggak heran juga sih. Karena biasanya pedagang-lah yang berpotensi untuk kaya.

Betul apa betul? Hehehe.

Yang kita mau tentu bukan sekadar kaya. Tapi kekayaan yang digunakan untuk membangun rumah ibadah, memuliakan anak-anak yatim dan orang-orang lemah, dan juga menginfakkan harta dijalan kebaikan untuk meluaskan manfaat ke sebanyak-banyaknya ummat.

Pesan mentor bisnis saya; fungsi utama harta dalam hidup kita ialah untuk menopang ibadah.

Ketika kita masih hidup harta kekayaan kita berguna untuk HUKAZIS. Apa itu? Yaps. Haji, Umroh, Kurban, Aqiqah, Zakat, Infaq, dan Sedekah. Tentu semua hal ini memerlukan harta yang nggak sedikit. Itulah kenapa muslim dianjurkan untuk kuat secara ekonomi. Istilahnya MKF; Mapan Kaya Finansial. Kemudia saat kita wafat nanti, harta kekayaan kita bisa berguna untuk 3W. Apa itu?

Yaps. Waris, Wasiat, dan juga Wakaf.

Banyak yang tidak tahu, jika Nabi Muhammad SAW itu kaya. Ya, hal ini dibuktikan dengan mahar kepada istrinya, Sayyidina Khadijah ra. Ada pelajaran darinya, sangat dalam, coba Anda perhatikan Nabi-Nabi sebelumnya. Nabi Yusuf a.s. kaya dengan menjadi Menteri. Nabi Sulaiman a.s. kaya dengan menjadi Raja. Nabi Muhammad SAW kaya dengan menjadi pedagang. Ya, pengusaha atau pebisnis. Cara manakah yang masuk akal untuk mendapatkan kekayaan?

Menjadi pedagang, ternyata kuncinya dan berlaku sepanjang zaman. Berapa persen sih yang bisa jadi Raja? Berapa persen sih yang bisa jadi Menteri? Sebaliknya, terbuka sangat lebar yang ingin jadi pedagang. Ya, pengusaha atau pebisnis.

Rahasia Bisnis Laris Untuk Pemula

Hampir setiap hari saya menerima curhatan dan keluhan orang-orang tentang keadaan ditengan pandemic saat ini. Susah bergerak. Ekonomi Lesu. Kena PHK atau pemotongan gaji.

Anda merasakannya juga? Jujur, saya ikut kepikiran. Karena ini juga terjadi pada orang-orang disekitar saya. PHK dan pemotongan gaji yang marak terjadi belakangan ini hendaknya dijadikan momentum untuk memulai usaha. Dan untuk memulai usaha atau bisnis apakah Anda harus memiliki passion dibidang yang Anda tekuni?

Begini. Menurut saya, kalua sejak awal Anda memiliki passion di bidang itu, yah silahkan.

Bagus. Tapi kalau nggak passion pun, ya nggak apa-apa. Nggak masalah. Percayalah, passion bisa hadir kemudian. Maaf, kalau Anda cetak profit Rp20 Juta sebulan dari suatu bisnis, insyaa Allah lama-lama bakalan passion juga nantinya, hehe. Betul apa betul?

Maksud saya, jangan sampai gegara mengutamakan passion dan idealisme, Anda malah mengabaikan #PeluangBisnis yang jelas-jelas menguntungkan. Pesan mentor bisnis saya, Jualan itu menakjubkan. Istilahnya “Selling is Amazing”. Jualan itu banyak sekali manfaatnya:

(5)

menyehatkan, membuka kemungkinan-kemungkinan, rezeki yang nggak disangka-sangka, distribusi manfaat, aktivitas menolong orang yang dibayar, dan juga Sunnah Nabi. Lanjut mentor bisnis saya, “Menjual (selling) itu seperti membawa sepeda (cycling). Bisa dilatih. Kalau sekali bisa, maka akan bisa selamanya.” Saya pikir itu ada benarnya. Dan ini pula yang saya sampaikan kepada mitra-mitra saya dalam pembinaan di team saya.

Entah kenapa rata-rata orang Indonesia, terkadang gengsi dan malu kalau jualan. Apalagi kalua sudah lulus S1. Terlihat seperti pengangguran, katanya. Padahal HP Samsung yang sudah S21 aja masih jualan, hehe. Padahal Syahrini jualan. Ashanty jualan. Yuni Shara jualan. Nagita Slavina jualan. Adrian Maulana jualan. Bahkan Nabi Muhammad pun 25 tahun berjualan sebelum ia diutus menjadi Nabi. Para artis itu sudah ngetop, tajir, duit dari mana-mana, tapi nggak ada gengsi-gengsian. Lha kita? Ngetop, nggak. Tajir, nggak. Kok gengsi? #mikir

Berpindah kuadran dan menjadi pengusaha sangat mungkin kalau Anda berani melangkah. Uang, ilmu, dan pengalaman , itu sih nomor sekian. Untuk memulai usaha, nomor satu adalah keberanian. Ya, keberanian. Untuk mengembangkannya barulah diperlukan keilmuan.

Ngomong-ngomong, dalam memulai bisnis saya punya beberapa tips khusus yang sudah terbukti menghasilkan untuk Anda bagi para pemula. Simak yaa ^_^

1. No Production

Menurut Robert Kiyosaki, 4 pilar yang menentukan dalam sebuah bisnis adalah produksi, SDM, finance, dan marketing. Idealnya memang begitu. Saya pun setuju. Tapi seorang pemula biasanya terbatas modal dan pengalamannya. Kebayang awal-awal berbisnis seorang pemula harus mengurusi produksi dan SDM. Secara rupiah, ini berat diawal. Secara ilmu, ini juga berat. Saya yakin, seorang pemula akan keteteran.

Kebayang betapa mumetnya seorang pemula kalau harus ngurusin keempat- empatnya sekaligus? Bisa kewalahan. Karena itulah saya memberikan Anda solusi lain,

(6)

yang insyaa Allah bisa diterapkan pemula dalam memulai bisnis. Yaitu, mulai-lah dari marketing. Mulailah dari penawaran. Istilahnya Anda menjadi Distributor, Agent, atau Reseller dari suatu bisnis yang sudah terbukti laris manis. Dengan cara memanfaatkan peluang bisnis seperti itu Anda bisa langsung menghasilkan. Langsung cuan.

Maka saran saya bagi Anda para pemula, jangan dulu produksi. Mending habiskan 100% waktu produktif Anda untuk memasarkan. Percayalah, ini lebih ringan dan langsung menghasilkan.

Biarkan pengusaha yang berpengalaman yang memproduksi barang untuk kita.

Cost dan price mereka biasanya lebih rendah.

Anda pernah lihat showroom mobil, dealer motor, dan outlet HP? Mereka juga tidak memproduksi sendiri. Mereka hanya menjual produk yang sudah ready.

Tetap disebut pengusaha kok. Begitu juga mereka yang jadi distributor, agent, dan reseller produk tertentu. Selagi bisnis itu legal dan halal, yah jajal. Cari saja produk yang mutuya terbaik yang bisa Anda dapatkan. Baik itu mutu bisnisnya, mutu produknya, mutu mentoringnya. Carilah, yang terbaik. Jika Anda sebagai pemula, penting sekali meningkatkan kepercayaan konsumen kepada Anda. Jika ada salah satu konsumen yang complain ke Anda karena mutu produk yang Anda jual itu rendah.Hal seperti itu akan makin melemahkan Anda sebagai pengusaha pemula.

Carilah dan temukan bisnis dengan produk yang sarat akan manfaat. Anggap saja, jika ada pelanggan yang ‘salah beli saja’ Anda tidak akan merasa bersalah. Mereka tetap bisa menggunakan produknya. Membeli karena kebutuhan, bukan keinginan.

2. Margin Tinggi dan Repeat Order Tinggi.

Nah. Ini juga bagian penting. Tentunya Anda memutuskan untuk memulai bisnis untuk menghasilkan uang yang berkah dan berlimpah. Bukan untuk serakah. Justru Anda bisa bagi-bagi profit ke agent dan reseller. Kalau margin tipis, mana bisa bagi-bagi? Padahal dalam bisnis ‘bagi-bagi’ sama dengan ‘kali-kali’. Maksudnya, hasil akan membesar sekian kali lipat.

(7)

Bagi saya, bisnis harus segera menghasilkan. Kenapa? Karena kita ini pemula. Modal terbatas. Ilmu dan pengalaman pun terbatas. Kesabaran pun terbatas, hehehe. Kalau lama-lama puasa profit, biasanya nggak kuat. Betul apa betul?

Dan kalau bisa, setiap 2 atau 4 minggu, pelanggan beli lagi dari Anda. Memesan ulang.

Tentunya ini akan membuat cashflow Anda lebih lancer dan nggak repot-repot ngejar- ngejar konsumen terus.

3. Minim SDM

Jangan dulu rekrut SDM dan sewa ruko. Lebih baik hemat-hemat diawal. Nanti setelah profit-nya lumayan, silahkan Anda hire karyawan dan sewa tempat untuk menaruh stock barang.

4. Sebisanya Go Online

Untuk memulai usaha nggak sesulit yang Anda bayangkan. Nggak harus punya toko, ruko, dan baliho. Punya ponsel pintar dan kuota internet beserta jajarannya saja sudah cukup, untuk seorang pemula. Yang penting Anda mau belajar dan diajar.

Zaman sudah berubah. Sekarang, nyari uang jadi lebih mudah. Insyaa Allah. Dari rumah bisa hasilkan jutaan rupiah. Anda nggak harus keluar rumah. Yang penting ada ponsel pintar dan sinyal, sudah bisa langsung menghasilkan.

Ingat, go online artinya go national. Sayang sekali kalua target market Anda dibatasi satus-dua kota saja. Percayalah, go national itu mudah. Alhamdulillaah domisli saya di Jakarta Utara, namun bisa punya pelanggan dari berbagai daerah di Jabodetabek maupun di luar Jabodetabek. Perlu diingat, ini menurut pengalaman saya dan mitra-mitra.

(8)

Detik.com : Jan, 2020 ada >272 juta penduduk Indonesia. Tapia da >338 juta yang menggunakan HP. Kenapa jumlahnya lebih banyak? #mikir. Pernah lihat 1 orang menggunakan HP lebih dari satu? Nah, itu alasannya, hehehe.

Ada sekitar >175 juta penduduk Indonesia menggunakan internet. Kemudian ada

>150 juta yang menggunakan media social. Itu artinya peluang untuk memasarkan produk Anda di media social sangat besar sekali. Kebayang, kalau 1% saja bisa berinteraksi dengan Anda. Itu artinya ada >1,5 juta yang akan jadi teman Anda di media social. Kalau 1% saja yang nanti jadi pembeli. Itu artinya Anda akan memiliki 15.000 pelanggan. Hah?

Serius? Serius banget, hehehe.

Jualan online = buka toko dimana saja dan kapan saja. Kalau Anda terima sindiran atau nyinyiran. Ah…nganggur tuh dia. Dirumah aja! Cukup Anda kasih senyuman aja ^_^ Stop respon dengan kesel. Karena biarkan SALDO dan PRESTASI Anda saja yang akan bicara.

Setuju ya?

Berhentilah bicara gaptek. Alias gagap teknologi. Ayo move on! Fokus ke masa depan.

Gunakan teknologi untuk memudahkan Anda melakukan kebaikan. Anda bisa 2D dengan online. Dagang dan dakwah. Setuju?

5. Produk Tahan Lama

Perlu waktu untuk mengoper produk dari produsen ke distributor dan agent. Perlu waktu untuk men-deliver produk dari penjual ke konsumen se-Indonesia. Di agent dan reseller, kadang produk nggak langsung terjual. Maka pastikan produknya tahan lama atau tidak mudah expired. Sehingga produk tetap aman dikirim ke berbagai daerah. Nggak khawatir akan rusak, busuk, maupun basi.

6. Hemat Ongkir dan Hemat Space

Seringkali pemula kerepotan menyimpan stock barang di rumah karena produknya menyita space. Dan seringkali profit pemula tergerus karena ongkir-nya lumayan besar.

Maka saran saya, ada baiknya hal ini di-antisipasi. Pilihlah bisnis dengan produk yang kecil, ringan, dan hemat ongkir. Sehingga tidak akan menggerus profit Anda sebagai pebisnis pemula. Sip ya!

7. Jual pada Penjual

Ketika Anda jual pada penjual, insyaa Allah Omset dan income Anda bisa bertumbuh dan berkembang bahkan eksponensial dalam waktu singkat, kalau Anda melakukan hal ini. Penjual disini Namanya mungkin franchise, lisensi, distributor, dan agent. Ketika Anda berjualan sendirian, maka tidak akan mudah Anda bisa menjual ratusan bahkan ribuan pcs produk dalam waktu yang cepat. Karena sejatinya, Anda bukanlah Superman.

(9)

Maka saran saya, bangunlah yang namanya Superteam. Anda bekerjasama dengan mereka. Anda ber-partner dengan mereka. Akan lebih indah jika Anda bisa berjuang sama-sama, bertumbuh sama-sama, dan akhirnya insyaa Allah sukses bersama-sama dengan Tim Anda. Dengan Mitra-mitra Anda. Hal inilah yang juga saya lakukan bersama mitra-mitra saya di Komunitas MM. Spiritnya bukan persaingan, namun persaudaraan.

Saling support dan mendo’akan. Sehingga terjadi keseimbangan.

8. Full Bimbingan dari Mentor

Temukan mentor yang focus dan teruji.

Kadang Anda belum mampu melihat peluang dan bahaya tertentu, tapi boleh jadi Mentor sudah duluan melihatnya. Kok bisa? Karena Mentor sudah pernah mengalami, bahkan berkali-kali.. Bagi Anda para pemula, saran saya pilihlah bisnis yang ada Mentornya yang full membimbing Anda sampai benar-benar menghasilkan.

Mentor yang sudah teruji kelimuannya dalam bisnis dan juga sebagai praktisi bisnis. Catat ya, Soekarno pun punya mentor,yaitu HOS Tjokroaminoto. Nabi Muhammad pun punya dua Mentor bisnis, yaitu pamannya dan istrinya. Betul apa betul?

Mentor ibarat navigator. Ialah yang menujukkan arah. Hal ini adalah cara mudah agar Anda segera mencapai target kesuksesan atau tujuan yang ingin anda capai dalam bisnis.

Saat Anda memulai bisnis, bukan ‘WHAT’ atau ‘HOW’ yang Anda cari tahu. Tapi yang paling penting adalah ‘WHO’.

Contohnya, Anda mau pergi ke suatu Kota X di Pulau Sumatera. Dimana Anda belum pernah sama sekali pergi ke Kota X tersebut. Dan Anda belum mengetahui apa saja yang harus dipersiapkan dan bagaimana caranya agar Anda sampai kesana. Maka yang pertama kali harus Anda cari adalah ‘Siapa yang pernah bolak- balik ke Kota X tersebut?’

Nah, setelah Anda menemukan ‘WHO’ nya. Maka Anda ikuti apa yang ia sampaikan.

Insyaa Allah bisa dipastikan Anda akan lebih cepat sampainya. Karena ada yang

(10)

menunjukkan arahnya sebagai navigator. Menujukkan setiap langkah-langkah. Agar Anda tak salah arah. Itulah peran dari yang namanya Mentor dalam Bisnis terutama bagi Anda para pemula.

9. FOKUS

Awalnya saya dan mitra-mitra termasuk jenis pengusaha yang PSBB alias Pengusaha Serabutan Berskala Besar, hehe. Istilah lainnya, ialah PALUGADA. Apa Lu Mau Gua Ada.

Semuanya dijual. Hanya satu yang nggak ada. Apa itu? Yes, profitnya yang nggak ada.

Karena keuntungan dari satu bisnis dipakai untuk menutupi cost dari bisnis yang satunya lagi, begitu seterusnya.

Kemudian, pada suatu waktu, mentor bisnis kami – Coach Ippho Santosa (Founder BP) dan juga mentor lainya di Komunitas MM meminta agar saya dan mitra-mitra untuk FOKUS. Lanjut pesan mentor saya, “Bagi pemula, FOKUS itu Rumus. Kalau Fokus, hasilnya insyaa Allah akan bagus. Kalau Pecah Fokus, maka nanti profit akan tergerus.”

Alhamdulillah setelah saya dan mitra-mitra FOKUS kepada satu bisnis, yaitu bersama Komunitas MM. Apa yang terjadi? Laba keuntungan tumbuh drastis 3X sampai 10X lipat dalam hitungan bulan. Maka saran saya bagi Anda para pemula, kalua omset Anda masih ratusan juta rupiah sebulan, baiknya Fokus dulu. Jangan gonta-ganti bisnis. Ini rumus dasar untuk sukses. Pemula yah harus Fokus. Siiiaaaappp? ^_^

Coba Anda simak ini ya

Alhamdulillaah… Ini beberapa real testimoni dari Mitra-mitra kami di Komunitas MM yang bisnisnya laris.

(11)

Alhamdulillaah… Ini beberapa real testimoni dari Mitra-mitra kami di Komunitas MM yang bisnisnya laris.

Bahkan bukan hanya meingkat income-nya. Namun meningkat juga ibadahnya, amalnya dan sedekahnya.

(12)

Jadi, jangan berkata saya tidak bisa, berhenti mengatakan saya gak mampu, stop mengatakan saya adalah orang yang gaptek. Semua bisa dipelajari jika Anda mau. Yakin dan percayalah, bahwa sejatinya, Allah selalu bersama dan beserta kita. Jadi, mulai saja dulu, bersungguh-sungguhlah dalam sebuah bisnis sampai berhasil. Heeyy, keluargamu menunggu.

Orangtuamu pengen umroh dan berhaji. Orangtuamu butuh tempat tinggal yang lebih baik. Anak berhak dapat sekolah, makanan, dan mainan terbaik. Keluargamu berhak dapat penafkahan yang terbaik. Fight! Berhentilah beralasan. Berjuanglah… Siiaapp?

(13)

Pada akhirnya kita sama-sama saling mendo’akan agar dimampukan dan dimudahkan untuk mempunyai bisnis yang laris manis. Aamin Yaa Allah. Mari, kita sama-sama lakukan dari apa yang paling bis akita lakukan dulu. Jangan tunda. E-book ini boleh Anda bagikan pada siapapun yang Anda kenal. Karena Saya berharap sekali bisa memberikan manfaat kepada lebih banyak orang. Sekian dari Saya, Andri Soetomo. Jangan lupa do’akan (lagi) seseorang yang mengantarkan Anda pada e-book ini. Mereka adalah sahabat saya, keluarga saya di Komunitas MM. Silahkan Anda membagikan e-book ini tanpa perlu meminta izin saya. Jika sekiranya Anda belum memiliki sumber rezeki dalam hal bisnis atau mungkin ingin menambah sumber rezeki melalui bisnis praktis yang sudah terbukti laris, boleh juga bergabung ke dalam komunitas kami.

Komunitas MM, Meluaskan Manfaat, Mencintai Muhammad, Mencetak Miliarder, Komunitas penjual online pertama yang menerapkan konsep Marketing With Love. Berisikan laki-laki, perempuan yang bergabung dalam dan memiliki visi misi yang sama untuk meluaskan manfaat agar bisa menang dunia-akhirat. Silahkan Anda hubungi WA : 0812-9569-1566 untuk turut bergabung. Khusus pembaca e-book ini ada penawaran menarik serta hadiah khusus untuk Anda yang memutuskan untuk bergabung dalam 1x24 jam setelah e-book ini selesai Anda baca.

Menemukan ekosistem yang baik dan positif dalam berbisnis tidaklah mudah. Saya bersyukur sekali bisa Allah pertemukan dengan sahabat-sahabat yang baik , yang saling support dan mendo’akan di dalam Komunitas MM. Maka dari itu, dengan setulus hati saya mengajak Anda untuk turut bergabung juga. Namun, apabila Anda sudah memiliki bisnis yang sudah memiliki ekosistem yang positif dan mendekatkan Anda padaNya. Tidak apa-apa. Silahkan lanjutkan disana. Silahkan Anda turut bergabung bersama kami, di Komunitas MM, jika Anda belum memiliki Komunitas Bisnis. Terimakasih banyak karena Anda telah meluangkan waktu untuk membaca e-book ini. Salam hormat dari saya dan salam sang pemenang.

(14)

PROFIL PENULIS

Andri Soetomo, S.Pd atau biasa disapa Andri adalah seorang Entrepreneur and Business Leader. Mentor Bisnis yang sudah terbukti bisa membimbing dan membina para pengusaha di dalam Komunitas MM.

Lulusan S1 Universitas Negeri Jakarta ini, sempat aktif menjadi Aktifis Organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa UNJ pada Tahun 2017 sebagai Kepala Departemen Sosial dan Politk. Pernah juga menggeluti berbagai bisnis sejak masih aktif menjadi mahasiswa. Jiwa entrepreneurship dan leadership nya semakin terasah setelah bergabung dengan Komunitas MM.

Impian dan cita-citanya sederhana. Ingin menjadi Miliarder Pertama di Keluarga. Agar bisa membahagiakan Orangtua dan mempersembahkan yang terbaik untuk keluarga. Dan juga ingin membuka banyak lapangan pekerjaan untuk mensejahterahkan banyak orang. Serta ingin membangun Rumah Qur’an yang mencetak banyak para penghafal Qur’an yang berjiwa entrepreneurship.

Alhamdulillaah sekarang sedang giat-giatnya membina mitra-mitra didalam Komunitas MM. Agar terbantu penafkahan ekonominya dan tercapai impian-impiannya. Mottonya, “Hidup adalah Perjuangan. Jangan Pernah Takut Bermimpi Besar, Karena Sejatinya Kita Punya Allah Yang Maha Besar”. Dan misinya sederhana “Menang Dunia-Akhirat”.

Referensi

Dokumen terkait

ISPA adalah infeksi saluran pernafasan yang dapat berlangsung sampai 14 hari, dimana secara klinis suatu tanda dan gejala akut akibat infeksi yang terjadi di

Langkat ada Terdakwa telah tanpa hak memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman, selanjutnya berdasarkan informasi tersebut kedua

Pada titik ini, akuifer yang paling berpotensi berada pada layer 10 dan 11 yang berada pada kedalaman 44,2-75,4 m karena pada kedua layer ini memiliki ketebalan lapisan

Adapun manfaat bagi masyarakat adalah sebagai bahan pertimbangan sebelum melakukan pembelian produk dan lebih dalam mempelajari mengenai kesadaran merek, ekuitas merek

5. Pulau Jawa adalah pulau terpadat di dunia dimana sekitar 60% hampir penduduk Indonesia (sekitar 130 jt jiwa) tinggal di pulau yang luasnya hanya 7% dari seluruh wilayah RI..

Permasalahan yang dapat diidentifikasi dalam penelitian ini adalah analisis kualitas air, identifikasi sumber pencemar air dan daya tampung beban pencemaran

Galur-galur mutan kedelai pada generasi M2 yang mempunyai sifat tidak menguntungkan dari segi program pemuliaan akan dibuang, sedangkan tanaman yang mempunyai penampilan fenotipe

Dengan channel spacing yang tetap 0,2 nm, teknologi CWDM akan memiliki keterbatasan dalam hal jumlah panjang gelombang yang dapat dikonsumsi jika mengoptimalkan band