• Tidak ada hasil yang ditemukan

POSTMODERNISME PADA ANIME BOKU DAKE GA INAI MACHI KARYA KEI SANBE

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "POSTMODERNISME PADA ANIME BOKU DAKE GA INAI MACHI KARYA KEI SANBE"

Copied!
65
0
0

Teks penuh

(1)

POSTMODERNISME PADA ANIME BOKU DAKE GA INAI MACHI KARYA KEI SANBE

SKRIPSI

Disusun oleh:

Yuki Yoku Hama.S 140708096

PROGRAM STUDY SASTRA JEPANG FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS SUMATRA UTARA

2018

(2)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmatnya penulis dapat menyelesaikan skeipsi ini. Skripsi ini adalah langkah awal bagi penulis untuk melanjutkan perjalanan hidup menuju cita-cita yang sudah dirangkai demi masa depan yang baik. Skripsi ini berjudul “Postmodernisme Pada Anime Boku Dake Ga Inai Machi karya Kei Sanbe”. Penyusunan skripsi ini dibuat unutuk memenuhi salah satu syarat untuk meraih gelar sarjana pada Program StudiSastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara.

Dalam penulisan skripsi ini penulis telah berusaha semaksimal mungkin dengan kemampuan dan pengetahuan yang penulis miliki. Penulis juga mendapat bimbingan doa dan dukungan dari berbagai pihak.

Untuk itu dalam kesempatan ini, penulis ingin mengucapkan terima kasih dengan tulus kepada:

1. Bapak Dr. Budi Agustono,M.S, selaku Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara.

2. Bapak Prof. Hamzon Situmorang,M.S,Ph.D, selaku ketua Program Studi Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara sekaligus Penasehat Akademik yang telah membantu dalam akademik penulis.

3. Bapak Drs.Amin Sihombing, selaku dosen pembimbing yang telah memberikan waktunya dan memberikan arahan dan masukan dalam membimbing penulis sehingga dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini.

4. Seluruh Dosen Departemen Sastra Jepang Universitas Sumatera Utara yang telah mengajarkan ilmu dan pengetahuan Sastra Jepang sehingga penulis dapat menyelesaikan perkuliahan dengan baik.

5. Kedua orang tua saya atas seluruh cinta dan kasih sayang yang telah diberikan untuk membesarkan dan memberikan dukungan selama perjalanan hidup penulis sampai saat ini. Semua pengorbanan yang tidak akan terbalaskan sampai kapanpun. Skripsi ini dipersembahkan untuk kedua orang tua sebagai tanggung jawab untuk langkah awal untuk mengejar masa depan yang lebih baik.

(3)

6. Kepada abang saya Vrasma Rothama Putra, Marth Christian A.md dan adik saya Bethesda yang selalu mendukung, mendoakan, membiayai serta menjadi motivasi penulis untuk tidak berhenti mencapai cita- cita yang penulis impikan.

7. Teman-teman di Departemen Sastra Jepang terutama stambuk 2014 yang banyak membantu dan memberi motivasi kepada penulis selama perkuliahan dan penyelesaian skripsi ini.

Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kata sempurna, untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun pada skripsi ini agar bermanfaat untuk pengenbangan Ilmu Sastra kedepannya.

(4)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ... iii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang Masalah ... 1

1.2 Perumusan Masalah ... 3

1.3 Ruang Lingkup Pembahasan ... 5

1.4 Tinjauan Pustaka dan Kerangka Teori ... 5

1.4.1 TinjauanPustaka ... 5

1.4.2 KerangkaTeori ... 7

1.5 Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 8

1.5.1 TujuanPenelitian ... 8

1.5.2 ManfaatPenelitian ... 9

1.6 Metode Penelitian ... 9

BAB II TINJAUAN UMUM TERHADAP ANIME DAN POSTMODERNISME ... 10

2.1 Defenisi Anime ... 10

2.2 Resensi anime ... 13

2.2.1 Tema ... 13

2.2.2 Alur ... 14

2.2.3 Penokohan ... 17

2.2.4 Amanat ... 20

2.3 Setting dalam Anime ... 21

(5)

2.3.1 Waktu ... 22

2.3.2 Tempat ... 23

2.4 Teori Jacques Derrida ... 26

BAB III ANALISIS POSTMODERNISME PADA ANIME BOKU DAKE GA INAI MACHI ... 28

3.1 Sinopsis Cerita ... 28

3.2 Analisis Postmodernisme Pada Anime Boku Dake Ga Inai Machi karya Kei Sanbe ... 30

3.2.1 Analisis Postmodernisme berdasarkan teori Jacques Derrida dalam anime Boku Dake Ga Inai Machi karya Kei Sanbe ... 45

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN ... 53

4.1 Kesimpulan ... 53

4.2 Saran ... 54

DAFTAR PUSTAKA ... v

ABSTRAK ... viii

(6)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Karya sastra ialah ciptaan yang disampaikan secara komunikatif tentang maksud penulis untuk tujuan estetika.Karya sastra merupakan bentuk karya yang sangat indah baik secara lisan atau tulisan.Kata Sastra sendiri berasal dari bahasa sanksekerta yang berarti teks yang mengandung instruksi atau pedoman, Sas berarti instruksi atau berupa ajaran dan Tra berarti alat atau sarana.Karya sastra lahir karena adanya dorongan-dorongan asasi yang sesuai dengan dorongan kodrat insaniah seseorang sebagai manusia.Kodrat manusia sebagai insaniah itu adalah keinginan manusia untuk mengungkapkan diri, untuk menaruh minat pada realitas kehidupan, dan pada dunia khayal yang diangankan sebagai dunia nyata.

Berbicara mengenai karya sastra, ada banyak contoh karya sastra yang dapat dikaji.Salah satu diantaranya yaitu anime.Anime adalah animasi dari Jepang yang digambar dengan tangan maupun menggunakan teknologi komputer.Kata anime merupakan singkatan dari "animation" dalam bahasa Inggris, yang merujuk pada semua jenis animasi.

Dalam kaitannya dengan perkembangan zaman, beberapa dekade ini dunia sastra mengalami pergolakan.Pergolakan tersebut tidak bisa dipisahkan dari konteks modernisasi, khususnya dalam bidang filsafat, ilmu, seni dan kebudayaan.

Manusia merasa tidak puas dan tidak dapat bertahan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kapitalisme, serta cara berpikir modern. Modernisme

(7)

dianggap sudah usang dan harus diganti dengan paradigma baru yang disebut postmodernisme.Postmodernisme berasal dari bahasa Inggris yang artinya faham yang berkembang setelah modern.Postmodernisme adalah pengembangan dari modernitas (Jameson, dengan alasan tidak mungkin kita dapat masuk jenjang postmodernisme tanpa melalui tahapan modernisme).Seperti yang kita ketahui modernisme sangat menjunjung tinggi rasionalitas. Kehidupan masyarakat modern selalu tidak pernah puas dengan apa yang dimiliki dan selalu menginginkan sesuatu yang lebih. Zaman modern dianggap sudah usang dan harus diganti dengan sesuatu yang baru yang disebut sebagai postmodernisme.

Salah satu fenomena postmodern dalam kehidupan sehari – hari yang dapat kita lihat adalah fenomena facebook. Facebook menjadi salah satu sarana komunikasi yang dipercaya, dimana kita tidak perlu mengirimkan surat dan menunggu balasannya untuk mengetahui kabar saudara kita yang berada jauh di luar kota. Namun kehadiran facebook lebih dari sekedar pemenuhan kebutuhan informasi, ini juga digunakan sebagai hiburan atau pengisi waktu luang. Contoh lainnya juga dapat kita lihat dari semakin canggihnya alat-alat elektronik, banyaknya model pakaian,sepatu dan alat lainnya yang tidak sesuai fungsinya, begitu juga dengan berbagai karya sastra baik itu novel, puisi, film dan karya sastra lainnya banyak yang sudah tidak sesuai dengan aturan-aturan pembuatannya. Manusia menciptakan sesuatu bukan hanya untuk kebutuhan saja tetapi juga untuk kesenangan.

Salah satu karya sastra yang akan ditelaah dari segi postmodernisme terdapat dalam anime dengan judul “Boku Dake Ga Inai Machi” ditulis oleh Kei Sanbe yang menampilkan kisah seorang pria yang kembali ke kehidupannya 18

(8)

tahun yang lalu dan berhasil menghidupkan kembali orang yang seharusnya sudah meninggal.

Anime “Boku Dake Ga Inai Machi” ini menceritakan tentang seorang pria yang menjadi seorang seniman manga berusia 29 tahun yang memiliki nama sebagai SatoruFujinuma. Selain menjadi seorang seniman manga, Ia juga bekerja paruh waktu sebagai pengantar pizza di Oasi Pizza. Dia memiliki kemampuan yaitu sesuatu hal yang dapat membawa dirinya kembali ke waktu sebelum suatu kejadian yang mengancam nyawa akan terjadi dan mencegah kejadian tersebut terjadi. Ketika ibunya dibunuh karena melihat seorang penculik berantai yang sedang beraksi, kemampuannya ini membawa dirinya kembali ke 18 tahun yang lalu. Saat itu adalah dimana penculik yang sama telah membunuh tiga teman sekelasnya. Satoru berhasil mencegah kematian tiga orang temannya, Satoru berada dalam keadaan koma selama 15 tahun setelah hampir tenggelam di danau yang membeku.Keadaan koma ini menyebabkan dirinya kehilangan sebagian ingatannya, terutama tentang identitas penculik dan pembunuh sebenarnya.

Berdasarkan uraian diatas penulis merasa tertarik untuk menganalisa dari segi postmodernisme dalam anime ini.Untuk itu penulis membahasnya di dalam skripsi dengan judul "Postmodernisme pada anime Boku Dake Ga Inai Machi karya Kei Sanbe".

1.2 Perumusan Masalah

Anime “Boku Dake Ga Inai Machi ( Kota Dimana Hanya Aku yang Hilang)”, dikenal juga sebagai erased, adalah sebuah serial manga di Jepang yang ditulis dan diilustrasikan oleh Kei Sanbe. Anime ini menceritakan kisah sipemeran utama yang bernama SatoruFujinuma.Satoru merupakan seorang pria

(9)

berusia 29 tahun yang memiliki kemampuan untuk mengirim dirinya kembali ke waktu sebelum kejadian berbahaya terjadi sehingga memungkinkan dirinya untuk melakukan pencegahan. Saat ibunya dibunuh, kemampuan Satoru mengirim dirinya ke 18 tahun lalu, saat dia masih di sekolah dasar, memberinya kesempatan untuk mencegah penculikan berantai yang merenggut nyawa kedua teman sekelasnya dan seorang anak kecil dari sekolah lain. Salah satu teman yang behasil Ia selamatkan dari kematian ialah KayoHinazuki. Kayo adalah salah satu teman sekelas Satoru di sekolah dasar yang menjadi korban asli dari kasus penculikan berantai pada 18 tahun yang lalu. Dia diselamatkan oleh Satoru yang berusaha mencegah penculik menggunakan kemampuannya.Dengan membuat Kayo menjadi temannya dan tidak membiarkan dirinya menyendiri, Satoru membuat Kayo menjadi target yang sulit bagi penculik. Dalam anime ini juga diceritakan bagaimana cara Satoru dapat menyelamatkan kedua temannya yang lain dan juga ibunya sehingga disaat Ia kembali untuk kesekian kalinya keusia 29 tahun, Ia masih dapat melihat ibunya dan ketiga temannya yang seharusnya sudah meninggal masih tetap dapat hidup. Berdasarkan hal tersebut penulis merumuskan masalah agar penelitian ini lebih terarah dan memudahkan sasaran yang ingin dikaji. Rumusan masalah dalam bentuk pertanyaan adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana postmodernisme dalam karya sastra?

2. Bagaimana postmodernisme dalam anime “Boku Dake Ga Inai Machi”

karya Kei Sanbe?

(10)

1.3 Ruang Lingkup Permasalahan

Dari permasalahan-permasalahan yang ada maka penulis menganggap perlu adanya pembatasan dan ruang lingkup dalam pembahasan.Hal ini dimaksudkan agar penelitian tetap terarah, terfokus, dan tidak terlalu luas.Dalam penelitian ini, penulis membatasi pembahasannya hanya mengenai postmodernisme yang terdapat didalam anime “Boku Dake Ga Inai Machi”.Postmodernisme digambarkan melalui tokoh Satoru yang memiliki suatu kemampuan.cerita kehidupan sipemeran utama dalam anime ini menunjukkan bagaimana sebuah karya sastra terutama anime ini ditulis bukan untuk sebuah kebutuhan melainkan unuk sebuah kesenangan tanpa ada manfaat yang diperoleh.

Dapat menyelamatkan nyawa ketiga temannya dan juga ibunya yang seharusnya sudah meninggal ditambah lagi dengan diri Satoru yang mengalami koma selama 15 tahun menunjukkan cerita dalam anime ini diluar akal pikiran dan tidak sesuai lagi fungsinya sebagaimana layaknya sebuah karya sastra.

Penulis menganalisis penelitian sastra ini dengan menggunakan teori postmodernisme sebagai acuan penelitian. Supaya pembahasan lebih jelas dan akurat, maka dalam bab II penulis akan menjelaskan tentang anime “Boku Dake Ga Inai Machi”, pengertian anime,resensi anime, setting dalam anime, serta teori postmodernisme.

1.4 Tinjauan Pustaka dan Kerangka Teori 1.4.1 Tinjauan Pustaka

Dalam jurnal yang ditulis oleh Muhlisin menjelaskan bahwa postmodernisme merupakan suatu pergerakan ide yang menggantikan ide-ide zaman modern. Zaman modern dicirikan dengan pengutamaan rasio, objektivitas,

(11)

totalitas, strukturalisasi. Postmodernisme memiliki ide cita-cita, ingin meningkatkan kondisi sosial, budaya, dan kesadaran akan semua realitas serta perkembangan berbagai bidang. Postmodernisme secara umum adalah proses dediferensiasi dan munculnya peleburan disegala bidang. Postmodernisme merupakan intensifikasi (perluasan konsep) yang dinamis, yang merupakan upaya terus-menerus untuk mencari kebaruan, eksperimentasi dan revolusi kehidupan.

Baban Banita dalam skripsinya dengan judul postmodernisme dalam cerpen segulung cerita tua dan sugriwo subali mengatakan Postmodern adalah sebuah era yang ditandai dengan situasi menghilangnya makna. Kata menjadi punya kebebasan dan berkehendak menciptakan maknanya sendiri.

Menurut Webster sebagaimana dikutip oleh Akhyar Yusuf dalam laporan penelitiannya mengatakan bahwa ada beberapa elemen kunci pemikiran postmodern sebagai suatu gerakan intelektual dan sebagai fenomena sosial yang membedakannya dengan modern, diantaranya adalah :

1. Penolakan terhadap pemikiran modernis, nilai-nilai dan praktek- prakteknya.

2. Penolakan terhadap klaim-klaim penelitian tentang klaim “kebenaran obyektif universal”, lalu yang ada dan diterima hanya versi-versi dari

“kebenaran”.

3. Penolakan tentang autentisitas dari penelitian, karena semuanya dianggap tidak otentik, semuanya lebih bersifat konstruktif.

4. Penolakan terhadap masalah/pertanyaan tentang identifikasi makna karena ada suatu ketidakterbatasan makna (infinity of meaning).

(12)

5. Penghargaan pada perbedaan: interpretasi, nilai-nilai, dan gaya (the celebration of diffferences, of interpretations, of values, and of style).

6. Suatu penekanan pada kenikmatan, pada pengalaman sebagai hal utama untuk dianalisa, pada juoissance and the sublime (luhur).

7. Suatu kesukaan (delight) pada superficial, penampakan, perbedaan, parodi, ironi, dan pastis (pastiche).

8. Pengakuan/penghargaan pada kreativitas dan imajinasi daripada keteraturan dengan defies (muslihat) penjelasan determinisme tingkah-laku.

1.4.2 Kerangka Teori

Dalam menganalisi karya sastra diperlukan sebuah teori pendekatan yang menjadi acuan penulis dalam menganalisis sebuah karya sastra.Dalam penelitian ini, penulis menggunakan teori Jacques derrida mengenai postmodernisme.

Dalam teori Jacques derrida mengatakan bahwa postmodernisme itu diungkapkan dalam metode dekontruksi. Dekontruksi merupakan kajian yang berpusar pada teks.Ia tidak lepas dari teks, teks tidak dibatasi maknanya. Bahkan dekontruksi juga menolak struktur lama yang telah lazim.Bagi dekontruksionis, menganggap bahwa “bahasa” teks bersifat logis dan konsisten. Misalkan, sebuah tema besar bahwa kejahatan akan terkalahkan dengan kebaikan oleh paham dekontruksi tidak selalu dibenarkan. Di era sekarang, sastra boleh saja membalik tema besar itu.Karenanya, pemahaman teks tidak selalu berurutan, melainkan boleh bolak-balik.

Berdasarkan penjelasan diatas, derrida membuat kesimpulan bahwa postmodernisme ditandai dengan adanya kajian dekontruksi dalam sebuah karya

(13)

sastra.Dengan teori Jacques derrida, penulis dapat menganalisis anime Boku Dake Ga Inai Machi karya Kei Sanbe yang menjadi salah satu contoh anime postmodernisme. Hal-hal yang terjadi dalam anime ini yang berhubungan dengan postmodernisme akan dipaparkan dan dianalisis penulis dengan menggunakan teori postmodernisme Jacques derrida.

1.5 Tujuan dan Manfaat 1.5.1 Tujuan Penelitian

Berdasarkan pokok permasalahan yang diungkapkan diatas, maka tujuan dari penelitian ini sebagai berikut :

1. Untuk mendeskripsikan postmodernisme dalam karya sastra.

2. Untuk mendeskripsikan postmodernisme yang ditampilkan dalam anime

“Boku Dake Ga Inai Machi” karya Kei Sanbe.

1.5.2 Manfaat Penelitian

Sebagai suatu karya ilmiah setiap hasil dari penelitian diharapkan dapat bermanfaat bagi semua pihak. Secara praktis, peneliti berharap penelitian ini dapat memberi manfaat, yaitu:

1. Bagi peneliti dan pembaca dapat memberi manfaat tentang postmodernisme sastra dalam karya sastra khususnya dalam anime “Boku Dake Ga Inai Machi” karya Kei Sanbe.

2. Dapat menambah pengetahuan dan informasi tentang gambaran teori Jacques Derrida mengenai postmodernisme.

3. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi mahasiswa sastra Jepang khususnya Program Studi Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya

(14)

Universitas Sumatera Utara yang akan melakukan analisis karya sastra fiksi khususnya pada karya sastra anime.

1.6 Metode Penelitian

Dalam sebuah penelitian sangatlah dibutuhkan suatu metode penelitian sebagai bahan pendukung untuk mencapai tujuan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif.

Menurut Koentjaraningrat (1976:30), bahwa penelitian yang bersifat deskriptif, yaitu penelitian yang memberikan gambaran secermat mungkin mengenai individu, keadaan, gejala, atau kelompok tertentu. Metode deskriptif juga merupakan suatu metode yang menggambarkan keadaan atau objek penelitian yang dilakukan pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau sebagaimana adanya dan dipakai untuk memecahkan masalah dengan cara mengumpulkan, menyusun, mengklarifikasika, mengkaji, dan menginterpretasikan data. Dalam metode deskriptif penulis menjelaskan dan mendeskripsikan hal-hal apa saja yang terdapat pada anime Boku Dake Ga Inai Machi karya Kei Sanbe yang berkaitan dengan postmodernisme berdasarkan teori Jacques derrida mengenai postmodernisme.

Untuk mengumpulkan data-data ini, penulis menggunakan metode kepustakaan (library research) dalam pengumpulan data. Hal tersebut dilakukan dengan cara mengumpulkan buku dari berbagai sumber atau referensi yang berkaitan dengan masalah ini. Dan untuk menunjang penulisan ini, penulis juga menambah referensi dari internet atau hal-hal yang berkaitan dengan masalah ini.

(15)

BAB II

TINJAUAN UMUM TERHADAP ANIME DAN POSTMODERNISME

2.1 Defenisi Anime

Anime (アニメ) merupakan istilah film animasi yang sangat terkenal di Jepang hingga seluruh dunia dan merupakan budaya milik Jepang. Berbicara mengenai budaya Jepang tidak akan lepas dari anime yang dihasilkan oleh

“negara matahari terbit” tersebut. Wells dalam Steinberg (2012:1) mengemukakan pengertian animasi berasal dari kata latin, animare, yang berarti "memberikan kehidupan," dan dalam konteks film animasi, sebagian besar berarti penciptaan ilusi gerakan buatan dalam garisgaris dan bentuk yang tidak hidup, maka dapat disebut sebagai grafik yang bergerak dan seolah-olah hidup.

Anime sendiri merupakan istilah serapan oleh orang Jepang seperti yang diungkapkan oleh Kurnia (2006:202) yang mengatakan bahwa istilah anime sendiri merupakan penjepangan kata animation dari bahasa Inggris, maka jika dalam bahasa Jepang adalah アニメーション (baca: anime-shon), kemudian disingkat menjadi アニメ (baca: anime). Anime memberikan daya tarik tersendiri bagi para penikmatnya untuk sekedar hiburan karena fantasi dan imajinasi yang tidak dapat terjadi di dunia nyata bisa digambarkan dan dituangkan di dalam film animasi itu sendiri.Norris (2009:236) juga membenarkan bahwa anime telah disamakan dengan budaya Jepang kontemporer visual dan estetika di banyak media, pembelajar budaya dan komentator di seluruh dunia.Sayangnya, masih banyak orang beranggapan bahwa anime hanya tontonan milik anak-anak yang

(16)

bersifat menghibur dan tidak memiliki makna/nilai tertentu yang ingin disampaikan.

Walaupun anime bisa disebut sebagai sarana hiburan, tetapi juga bisa menjadi bahan pembelajaran. Secara tidak langsung, melalui anime, anime creator atau sang pembuat anime itu sendiri dapat menyampaikan kondisi yang berkembang di masyarakat sekitar secara tersirat, seperti yang dikatakan oleh Donaghy dan Isern (2012:10) bahwa gambar bergerak memainkan peran besar dalam pengertian kita mengenai kejadian yang sedang terjadi di dunia kita. Anime memang dinikmati sebagai hiburan oleh beberapa pihak dan jika kita telaah lebih dalam, anime sendiri menggambarkan bagaimana kebudayaan dan masyarakat Jepang.Kemudian, jika kita mempelajari lebih dalam, tidak hanya cerita yang menyenangkan yang kita nikmati melalui anime, tetapi juga ada hal atau kondisi yang digambarkan secara tidak langsung dalam anime tersebut.Hal-hal atau kondisi tersebut dapat berupa permasalahan yang sedang terjadi di Jepang itu sendiri.

Napier (2005:8) mempertegas bahwa alasan mempelajari anime bersamaan dengan konteks Jepang sudah sangat jelas karena anime kaya akan bentuk seni kontemporer Jepang yang memesona dengan narasi khusus dan estetika visual yang keduanya memiliki hubungan dengan budaya Jepang tradisional. Jadi, sangat disayangkan apabila masih ada yang beranggapan jika anime hanya merupakan hiburan dan tontonan anak-anak semata, sehingga orang tersebut tidak mau menelaah lebih dalam mengenai kondisi masyarakat yang digambarkan dalam anime tersebut.Bisa disimpulkan bahwa anime merupakan salah satu media

(17)

pembelajaran kita untuk melihat kondisi masyarakat tersebut melalui perspektif anime creator atau pembuat anime tersebut dan bisa kita teliti melaluinya.

Anime memiliki unsur-unsur intrinsik yang membangunnya seperti halnya karya sastra lainnya.Hal ini meliputi tema, amanat, latar, tokoh serta penokohan, plot, serta sudut pandang. Abrams dalam Nurgiyantoro (2007:165), mengungkapkan bahwa tokoh cerita adalah orang-orang yang ditampilkan dalam suatu karya naratif atau drama yang ditafsirkan oleh pembaca memiliki kualitas moral dan kecenderungan tertentu yang diekspresikan dalam ucapan dan apa yang diakukan dalam tindakan. Tokoh sebagai pelaku dalam cerita fisik memiliki watak, yang dapat dilihat dari tiga dimensi, yaitu fisiologis, psikis, serta sosiologi.

Dimensi fisiologi meliputi usia, jenis kelamin, ciri fisik dari tokoh tersebut.

Dimensi psikis Produksi di pertelevisian Jepang terbagi atas empat musim televisi.yaitu musim dingin (Januari-Maret), musim semi (April-Juni), musim panas (Juli-September) dan musim gugur (Oktober-Desember). Perilisan serial televisi baru berdasarkan musim berlaku baik bagi dorama, maupun anime.Dimensi sosiologi meliputi status, pekerjaan, jabatan, pendidikan, dan lain sebagainya (Waluyo, 2012:17).

Konflik sebagai salah satu unsur dari plot atau alur memiliki peranan sebagai pengembang plot dan membawa pembaca kepada fakta di dalam cerita serta memikat agar pembaca menuntaskan ceritanya (Stanton, melalui Nurgiyantoro, 2007: 113). Konflik dalam suatu drama sangat berkaitan erat dengan tokoh, karena tokoh merupakan individu rekaan yang mengalami peristiwa maupun berlakuan dalam berbagai peristiwa cerita (Sudjiman, 1984:

16).Konflik yang terjadi dalam suatu kisah fiksi mampu mempengaruhi tindakan,

(18)

serta watak dari tokoh yang mengalaminya.Penulis memilih Boku Dake Ga Inai Machi sebagai karya sastra berupa drama yang ditampilkan dalam bentuk animasi untuk digunakan dalam penelitian.

2.2 Resensi Anime

Secara etimologi, resensi berasal dari bahasa latin, dari kata kerja revidere atau recensere yang memilik arti melihat kembali, menimbang atau menilai.

Dalam bahasa Belanda dikenal dengan recensie sedangkan dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah review.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonsia, resensi diartikan sebagai pertimbangan atau pembicaraan tentang buku dan sebagainya. Secara garis besar resensi diartikan sebagai kegiatan untuk mengulas atau menilai sebuah hasil karya baik itu berupa buku, novel, maupun film dengan cara memaparkan data-data, sinopsis, dan kritikan terhadap karya tersebut.

2.2.1 Tema

Tema ialah persoalan yang menduduki tempat utama dalam karya sastra.Tema mayor ialah tema yang sangat menonjol dan menjadi persoalan.Tema minor ialah tema yang tidak menonjol.Tema selalu berkaitan dengan berbagai pengalaman kehidupan, seperti masalah cinta, kasih, rindu, takut, maut, religius, dan sebagainya.Dalam hal tertentu sering tema dapat disinonimkan dengan ide atau tujuan utama cerita.Seperti yang dikutip Burhan Nurgiyantoro mengatakan tema dipahami sebagai gagasan (ide) utama atau makna utama sebuah tulisan.Tema dalam sebuah cerita yang dapat dipahami sebagai sebuah makna, makna yang mengikat keseluruhan unsur cerita sehingga cerita itu hadir sebagai sebuah kesatuan yang padu.Berbagai unsur fiksi seperti alur, tokoh, alat, sudut

(19)

pandang, stile dan lain-lain berkaitan dan bersinergi untuk bersama-sama mendukung eksistensi tema.

Secara garis besar Kennedy yang dikutip oleh Harjito memberi pertimbangan dalam menetapkan tema sebuah cerita. Pertama, di dalam alur cerita, karakter sang tokoh dapat berubah karena tema. Kedua, objek yang jarang, karakter misterius, jenis-jenis binatang biasanya mewakili simbol atau gambaran tertentu, misalnya binatang ular merupakan simbol bagi sosok penuh tipu muslihat dan licik, nama-nama yang sering diulang, nyanyian atau apa saja seringkali merupakan isyarat untuk menangkap tema.

Tema dalam anime yang akan saya bahas adalah suatu hal yang berkaitan dengan kmampuan supranatural. Anime ini bercerita tentang seorang anak laki- laki berusia 29 tahun yang memiliki kemampuan yang dapat menghidupkan kembali ibunya yang sudah dibunuh oleh seseorang.Kei Sanbe sebagai pengarang membuat sipemeran utama dalam anime ini memiliki kemampuan yang sama dengan kemampuan supranatural. Selain dapat menyelamatkan nyawa ibunya, Satoru juga dapat menyelamatkan nyawa ketiga temannya yang menjadi korban penculikan dan pembunuhan anak. Dengan kemampuan yang Ia miliki, Satoru juga dapat bermain dalam waktu. Ia dapat kembali ke masa lalunya dan Ia juga dapat kembali ke waktu Ia dewasa yaitu disaat usianya 29 tahun.

2.2.2 Alur

Alur merupakan terjemahan dari istilah Inggris plot. Alur adalah sambung- sinambung peristiwa berdasarkan hukum sebab akibat. Alur tidak hanya mengemukakan apa yang terjadi, tetapi juga menjelaskan mengapa hal itu terjadi.

Dengan sambung-sinambungnya peristiwa ini terjadilah sebuah cerita.Aminuddin

(20)

berpendapat bahwa alur adalah rangkaian cerita yang dibentuk oleh tahapan- tahapan peristiwa sehingga menjalin suatu cerita yang dihadirkan oleh para pelaku dalam suatu cerita.Alur cerita dapat dikategorikan ke dalam beberapa jenis yang berbeda berdasarkan kriteria urutan waktu, kepadatan (kualitatif) dan jumlah (kuantitatif).Berdasarkan urutan waktu, alur dapat dibedakan menjadi dua kategori, yaitu alur maju dan alur mundur. Alur maju adalah pengutaran peristiwa dari masa kini terus ke depan dengan gerak maju, sedangkan alur mundur adalah pengutaraan peristiwa dengan mengungkapkan masa lalu atau dengan tolehan kembali ke masa lalu. Dan dalam karya sastra tidak selalu salah satu alur saja yang dipakai, melainkan dapat juga gabungan dari kedua alur tersebut.Hal inilah yang disebut alur gabungan.

Berdasarkan kepadatan atau secara kualitatif, alur dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu alur erat dan alur longgar.Alur erat atau sering disebut alur rapat banyak terdapat dalam cerita pendek (cerpen) dan tokoh cerita bergerak dengan wajar, tidak membuat alur yang tidak perlu.Sedangkan pada alur longgar atau renggang banyak terdapat pada cerita yang panjang atau banyak pelakunya, sehingga karena adanya tokoh (pelaku) pembantu, maka timbullah alur sampingan di samping alur pokok.Alur berkaitan dengan masalah urutan penyajian cerita, tetapi bukan hanya masalah saja yang menjadi persoalan alur.Menurut Lukens alur merupakan urutan kejadian yang memperlihatkan tingkah laku tokoh dalam aksinya. Pembicaraan alur akan melibatkan masalah peristiwa dan aksi apa saja yang dikisahkan, dilakukan oleh tokoh cerita atau sebaliknya yang ditimpakan kepada tokoh cerita, baik peristiwa dan aksi yang hebat, menegaskan, menarik, menjengkelkan, menakutkan, mengharukan, maupun untuk kategori rasa yang

(21)

lain, baik untuk tokoh protagonis maupun antagonis. Hal inilah yang menjadi daya tarik bagi pembaca anak dan dewasa jika berhadapan dengan cerita fiksi.

AnimeBoku Dake Ga Inai Machikarya Kei Sanbe ini menceritakan kisah seorang pria berusia 29 tahun yang memiliki kemampuan layaknya kemampuan supranatural.Sipemeran utama dalam anime ini dapat kembali kemasa lalunya yaitu saat masih menjalani Sekolah Dasar.Selain dapat kembali kemasa lalu, Satoru juga dapat kembali normal ke usianya yang semula yaitu keusia 29 tahun.Anime ini juga menceritakan bagaimana sipemeran utama dapat menyelamatkan nyawa temannya yang seharusnya sudah terbunuh dan menyelamatkan nyawa ibunya yang juga sudah terbunuh saat usianya 29 tahun.

Contoh cuplikan 1

Menit 19:11 – 21:38 episode pertama

Setelah selesai jam kerja Satoru pun langsung pulang kerumah. Sesampai dirumah, Ia menemukan ibunya tergeletak tidak bernyawa akibat tusukan di perutnya yang mengeluarkan banyak darah.

Satoru : hei…hei… jawab aku. Ini Cuma gurauan kan?.Hentikan lah.Bangunlah ibu. (Satoru membalikkan tubuh ibunya dan melihat pisau yang tertusuk diperut ibunya dan berteriak)

Tetangga : Fujinuma san, semalam ibumu membagikan kare kalian padaku…

Satoru : (melihat tetangga yang datang dan melihat tangannya yang terkena darah ibunya)

Tetangga : ( berteriak dan langsung pergi) Satoru : tunggu dulu…

Tetangga : (berbicara kepada polisi yang sudah disuruh datang) ada darah ditangan Fujinuma san…!

Satoru : (menghampiri polisi)

Polisi : apa anda tuan Fujinuma san? Kami harus menginterogasi anda.

(22)

Satoru : apa-apaan ini. Kalian salah paham.Bukan aku…bukan aku. (berlari meninggalkan polisi)

Polisi : hei tunggu.

Satoru tetap berlari sekencang mungkin.Ia mengabaikan teriakan polisi yang mengatakan “tunggu” kepadanya. Ia tetap berlari sambil berteriak dan tiba-tiba Ia melihat sesuatu yang aneh.

Satoru : apa aku…mengalami pemulihan lagi? Tapi, ini dimana?Tempat ini tidak asing bagiku. (terus berjalan dan melihat sebuah tulisan disekolah dasar “Turnamen Nasional Club Hoki Es Tahun 1988”) tahun…1988?

Contoh cuplikan 2

Menit 07:25 – 09:00 episode lima

Satoru berjalan menuju rumah Kayo karena gadis itu tidak masuk sekolah hari ini.Sesampainya di dekat rumah Kayo, Satoru melihat ibu Kayo membuang satu karung sampah dan Satoru melihat ada sepasang sarung tangan dikarung tersebut.

Satoru :10 hari setelah putrinya meninggal, ibunya membuang sebuah kantong yang berisikan sepasang sarung tangan. (mengingat bahwa Kayo pernah berjanji akan memberikan sarung tangan sebagai hadiah ulang tahun Satoru kemudian Satoru berlari meninggalkan tempat tersebut sambil berteriak sekencang-kencangnya. Lalu…)

Satoru :ini dimana? Apa aku sudah kembali ke tahun 2006? (berjalan dan melihat polisi yang masih ada di sekitar rumahnya)

2.2.3 Penokohan

Tokoh cerita menurut Abrams adalah orang-orang yang ditampilkan dalam suatu karya naratif, atau drama, yang oleh pembaca ditafsirkan memiliki kualitas moral dan kecenderungan tertentu seperti yang diekspresikan dalam ucapan dan apa yang dilakukan dari tindakan. Istilah penokohan lebih luas dari pada tokoh dan perwatakan sebab ia sekaligus mencakup masalah siapa tokoh cerita,

(23)

bagaimana perwatakan, dan bagaimana penempatan dan pelukisannya dalam sebuah cerita sehingga sanggup memberikan gambaran yang jelas kepada pembaca. Penokohan sekaligus menyaran pada teknik pewujudan dan pengembangan tokoh dalam sebuah cerita.Berdasarkan fungsinya atau penting tidaknya kehadiran tokoh dalam cerita dibedakan menjadi dua.Pertama yaitu tokoh utama terdiri dari protagonis dan antagonis.Kedua tokoh bawahan, terdiri dari tokoh andalan dan tokoh bawahan.Seorang tokoh yang memiliki peranan penting dalam suatu cerita disebut dengan tokoh utama.Sedangkan tokoh yang memiliki peranan tidak penting karena pemunculannya hanya melengkapi, melayani, mendukung pelaku utama disebut tokoh tambahan atau tokoh pembantu.

Tokoh utama dalam anime Boku Dake Ga Inai Machi yaitu:

1. Satoru Fujinuma sebagai pemeran utama merupakan seorang pria berusia 29 tahun yang bekerja sebagai pengantar pizza di Oasi pizza. Satoru memiliki suatu kemampuan yang dapat membuat dirinya kembali kemasa lalu dan menyelamatkan nyawa ibunya dan juga ketiga temannya yaitu Kayo Hinazuki, Hiromi Sugita dan Nakanishi Aya.

2. KayoHinazuki merupakan gadis berusia 10 tahun dan satu kelas dengan Satoru di Sekolah Dasar. Kayo merupakan gadis yang pendiam. Ia tidak suka berbicara dengan teman-temannya saat didalam kelas. Kayo memiliki ibu yang suka menyiksa dirinya dan membuat banyak luka lebam ditubuhnya. Hal ini menyebabkan Ia menjadi pendiam dan penyendiri. Gadis ini merupakan salah satu yang menjadi korban penculikan dan pembunuhan anak pada tahun 1988.

Satoru berhasil menyelamatkannya ketika Satoru kembali ke tahun tersebut.

(24)

3. Airi Katagirimerupakan seorang gadis SMA yang menjadi teman Satoru saat bekerja di Oasi pizza. Usianya berbeda jauh dengan Satoru. Gadis ini ceria dan suka berbicara. Airi merupakan salah satu orang yang percaya kepada Satoru bahwa pria itu tidak mungkin membunuh ibunya.

Tokoh pendukung dalam anime Boku Dake Ga Inai Machi yaitu:

1. Sachiko Fujinuma merupakan ibu dari Satoru Fujinuma dan berusia 52 tahun namun masih terlihat muda. Ibunya tinggal sendiri di Hokkaido dan bekerja sebagai reporter. Ia menjadi salah satu korban pembunuhan ketika Ia mulai mengetahui siapa pelaku penculikan dan pebunuhan yang terjadi sejak tahun 1988.

2. Kenya Kobayashi merupakan salah satu teman Satoru di Sekolah Dasar. Ia anak yang tergolong pintar dan suka membaca. Ia yang pertama sekali menyadari bahwa ada yang berbeda dari diri Satoru.

3. Kazu merupakan anak bertubuh gemuk dan selalu banyak bicara. Ia suka bermain game tebak-tebakan dan bisa menyelesaikan persoalan mengenai asmara. Dia juga merupakan satu dari keempat teman Satoru di Sekolah Dasar.

4. Hiromi Sugita merupakan salah satu teman Satoru di Sekolah Dasar yang pendiam. Ia sering dianggap sebagai seorang perempuan karena wajah dan potongan rambutnya mirip dengan seorang perempuan. Hiromi juga merupakan salah satu yang diselamatkan Satoru dari kasus penculikan dan pembunuhan anak. Dimasa depannya, hiromi menjadi seorang dokter dan menikah dengan Kayo Hinazuki.

(25)

5. Osamu merupakan satu-satunya teman Satoru di Sekolah Dasar yang menggunakan kacamata. Sifatnya hamper sama dengan kazu, suka bicara terus terang terhadap setiap hal yang dilihat.

6. Gaku Yashiro merupakan seorang pria yang menjadi guru sekaligus wali kelas Satoru dan teman-temannya di Sekolah Dasar. Sifatnya yang baik membuat Satoru dan teman-temannya suka terhadapnya. Namun, Gaku Yashiro adalah seorang yang melakukan penculikan dan pembunuhan anak sejak tahun 1988 dan juga pelaku pembunuhan ibu Satoru.

2.2.4 Amanat

Amanat merupakan sesuatu yang ingin disampaikan oleh pengarang kepada pembaca, makna yang terkandung dalam sebuah karya, makna yang disarankan lewat cerita. Amanat dapat disampaikan oleh penulis melalui dua cara.

Cara pertama, amanat disampaikan secara tersurat (ditulis secara langsung dalam sebuah karya sastra).Kedua, amanat disampaikan secara tersirat artinya pesan tidak dituliskan secara langsung di dalam teks melainkan disampaikan melalui unsur-unsur yang ada.Pembaca harapkan dapat menyimpulkan sendiri pesan atau amanat yang terkandung di dalam teks.Moral dalam karya sastra biasanya mencerminkan pandangan hidup pengarang yang bersangkutan, pandangannya tentang nilai-nilai kebenaran, dan hal itulah yang ingin disampikannya kepada pembaca.William Kenny dalam How to Analyze Fiction yang dikutip oleh Burhan Nurgiyantoro mengatakan moral dalam cerita biasanya dimaksudkan sebagai suatu saran yang berhubungan dengan ajaran moral tertentu yang bersifat praktis, yang dapat diambil (dan ditafsirkan) lewat cerita yang bersangkutan oleh pembaca.

(26)

Amanat yang terdapat dalam anime Boku Dake Ga Inai Machi yaitu sering kali manusia baru menyadari bahwa Dia membutuhkan sesuatu ketika sesuatu itu sudah hilang. Dalam anime ini, Satoru yang menjadi pemeran utama baru menyadari betapa penting sosok seorang ibu dalam hidupnya ketika Ia menemukan ibunya yang sudah meninggal karena dibunuh oleh seseorang yang tidak diketahuinya.

Weiss (dalam Peplau dan Perlman, 1982) mengatakan kesepian disebabkan kerena tidak memiliki seseorang yang berarti dalam hidup. Kesepian nampak sebagai respon dari ketidakhadiran suatu hubungan terhadap seseorang.

Hal inilah yang dialami Satoru ketika ibunya meninggal. Sebelum ibunya dibunuh oleh seseorang, Ia menganggap ibunya tidak penting dan memilih hidup sendiri agar terbebas dari aturan orang tua. Namun, ketika ibunya sudah terbunuh Ia merasa kehilangan dan kesepian karena tidak pernah menghabiskan banyak waktu dengan ibunya sejak dewasa. Ketika Satoru kembali kemasa lalunya dan menemukan ibunya masih hidup, Ia baru menyadari ternyata selama ini Ia sebenarnya membutuhkan ibunya dan takut kehilangan ibunya. Hanya saja Satoru tidak menyadarinya. Hal seperti inilah yang sering menjadi sifat manusia. Merasa kehilangan, merasa kesepian ketika sesuatu yang tidak dianggapnya pergi atau menghilang.

2.3 Setting Dalam Anime

Setting merupakan tempat terjadinya peristiwa yang diceritakan dalam karya fiksi, baik berupa tempat, waktu, maupun peristiwa.Latar memberikan pijakan cerita secara konkrit dan jelas.Hal ini penting untuk memberikan kesan realistis kepada pembaca, menciptakan suasana tertentu yang seolah-olah sungguh

(27)

ada dan terjadi.Dengan demikian, pembaca merasa dipermudah untuk mengoperasikan daya imajinasinya.

Pada umumnya latar atau setting terdiri dari:

2.3.1 Waktu

Setting waktu merupakan suatu hal yang menjelaskan kapan peristiwa tersebut terjadi, bisa masa lalu, masa sekarang atau masa depan.

Cuplikan 1

Menit 20:48 – 21:07 episode pertama

Satoru : apa aku…mengalami pemulihan lagi? Tapi, ini dimana?Tempat ini tidak asing bagiku. (terus berjalan dan melihat sebuah tulisan disekolah dasar “Turnamen Nasional Club Hoki Es Tahun 1988”) tahun…1988?

Teks tersebut menunjukkan bahwa kejadian tersebut terjadi pada tahun 2006 namun menceritakan situasi yang terjadi pada tahun 1988 ketika Satoru kembali kemasa lalunya.Ia kembali menjadi anak berusia 11 tahun dan menjadi murid kelas lima Sekolah Dasar.

Cuplikan 2

Menit 07:25 – 09:00 episode lima

Satoru berjalan menuju rumah Kayo karena gadis itu tidak masuk sekolah hari ini.Sesampainya di dekat rumah Kayo, Satoru melihat ibu Kayo membuang satu karung sampah dan Satoru melihat ada sepasang sarung tangan dikarung tersebut.

Satoru :10 hari setelah putrinya meninggal, ibunya membuang sebuah kantong yang berisikan sepasang sarung tangan. (mengingat bahwa Kayo pernah berjanji akan memberikan sarung tangan sebagai hadiah ulang tahun Satoru kemudian Satoru berlari meninggalkan tempat tersebut sambil berteriak sekencang-kencangnya. Lalu…)

(28)

Satoru :ini dimana? Apa aku sudah kembali ke tahun 2006? (berjalan dan melihat polisi yang masih ada di sekitar rumahnya).

Teks tersebut menunjukkan bahwa cerita anime ini juga terjadi pada tahun 2006.Di tahun 2006 Satoru sudah berusia 29 tahun dan bekerja di Oasi pizza sekaligus menjadi seniman manga.Di tahun 2006 ibu Satoru juga datang ke rumah Satoru dan dibunuh oleh seseorang yang tidak diketahui siapa pelakunya.Ketika ibunya tebunuh, Satoru dituduh sebagai pelakunya.

Cuplikan 3

Menit 06:21 – 06:55 episode 11

Dokter : ini mengejutkan. Tidak disangka kau tertidur sampai 15 tahun.

Satoru : lima… belas… tahun…?

Dokter : oh, kau bisa berbicara. Kau pasti akan bisa mengikuti rehabilitas sesegera mungkin.

Satoru : ( hanya terdiam)

Teks ini menunjukkan waktu pada tahun 2006 yang menceritakan situasi pada tahun 2003.Dalam cerita Satoru mengalami koma selama 15 tahun dan akhirnya siuman ditahun 2003. Namun, saat ia mengalami koma, teman-teman nya masih tetap menjalankan misi yang akan dikerjakan Satoru. Sembari menunggu Satoru siuman, semua temannya mencari tahu mengenai pelaku pembunuhan yang terjadi sejak tahun 1988.

2.3.2 tempat

Setting tempat yaitu sesuatu yang menjelaskan dimana peristiwa dalam cerita tersebut terjadi. Misalnya seperti di sekolah, di kantor, dan banyak tempat lain nya yang dapat digunakan sebagai tempat untuk berlangsungnya suatu cerita.

(29)

Cuplikan 1

Menit 03:54 – 04:21 episode pertama

Airi : dia sudah sadar. Selamat pagi Fujinuma san.Sudah dua hari berlalu loh.

Satoru : (melihat Airi) Katagiri ya?

Airi : apa kamu tau siapa dirimu dan mengapa kamu bisa ada disini?

Satoru : namaku Fujinuma Satoru. Umurku 29 tahun.Aku mengalami kecelakaan saat sedang mengejar sebuah truk.

Airi : syukurlah. Kata dokter lukamu juga tidak serius.Mujizat banget ya.

Teks ini menunjukkan bahwa kejadian tersebut terjadi di rumah sakit yang ada di Chiba. Satoru mengalami kecelakaan saat berusaha menyelamatkan anak kecil. Kepalanya terbentur sehingga Ia harus dirawat dirumah sakit.

Cuplikan 2

Menit 08:10 – 08:27 episode satu

Ibu Satoru : Satoru, apa pergi ke Ueno harus berganti kereta?

Satoru : harus ganti kereta. Ibu ternyata mau tamasya ya kesini?

Ibu Satoru : ibukan sudah datang jauh-jauh dari Hokkaido. Lagi pula akan membosankan kalau ibu melihat wajahmu setiap hari.

Satoru : dia bahkan belum melihatku seharian penuh ini.

Ibu Satoru : baiklah, ayo makan.

Teks diatas menunjukkan bahwa Satoru dan ibunya sedang bebincang- bincang dirumah masa kecil Satoru di Hokkaido. Saat itu Satoru masih tinggal dengan ibunya.

Cuplikan 3

(30)

Menit 02:39 – 03:10 episode dua

Sensei : selamat pagi anak-anak.

Murid : selamat pagi.

Sensei : (melihat Satoru yang berdiri dipintu masuk kelas) ada apa, Satoru?

Cepat duduk sana.

Satoru : baik. Tempat duduk ku dimana ya? (melihat kursi yang kosong disamping salah satu temannya dan duduk disana)

Teman : kau masih ngantuk ya Fujinuma? itukan tempat duduknya Hinazuki.

Satoru : (mencari kursi lain)

Sensei : hari senin… Kayo terlambat lagi minggu ini, ya.

Teks diatas menunjukkan latar yang terjadi berada di dalam kelas.

Tepatnya di Sekolah Dasar Izumi yang berada di Hokkaido. Saat Satoru melihat ibunya dibunuh, kemampuan Satoru membawa dirinya kembali ke usia 11 tahun yaitu pada saat Ia menjalani sekolah kelas lima.

Cuplikan 4

menit 08:54 – 09:18 episode empat

Satoru : apa kau mau melihat planetarium? Ini kesempatan yang cocok.

Kayo : waktu itu kita baru melihat banyak binatang.

Satoru : benar juga. Ah, aku mau ketoilet sebentar.

Kayo : iya. Aku tunggu disekitar sini.

Tempat dalam cuplikan diatas terjadi dipusan sains di hokkaido. Satoru mengetahui bahwa Kayo akan diculik pada tanggal 2 maret. Untuk menghindari hal tersebut, Satoru mengajak Kayo menunjungi pusat sains agar Kayo tidak langsung pulang kerumahnya.

(31)

2.4 Teori Postmodernisme

Postmodernisme pertama kali dibuat pada tahun 1939 oleh pemikiran Arnold Tonynbee.Dalam tulisannya Antologia de la poesia eespanola e hispanoamericana (1934) memperkenalkan istilah postmodernisme untuk meenggambarkan reaksi dalam lingkup modernism.Tonybee dianggap sebagai pencetus istilah tersebut dibuktikan dengan bukunya yang terkenal berjudul Study of History.

Postmodernisme adalah suatu pergerakan ide yang menggantikan ide-ide zaman modern.Prinsip postmodernisme adalah meleburnya batas wilayah dan perbedaan antar budaya tinggi dengan budaya rendah, antara penampilan dan kenyataaan, dan lain sebagainya.Postmodernisme memiliki karakteristik yang menonjol diantaranya karya sastra cenderung memiliki alur yang tidak beraturan, memiliki beberapa sudut pandang dari tokoh yang ada didalam cerita, terdapat istilah wacana dalam wacana.

Contoh karya sastra yang menunjukkan postmodernisme yaitu terdapat dalam novel Katzenjammer Karya Stefani Hid yang menceritakan kisah dua orang anak muda yang suka melakukan hal-hal yang lain, dalam puisi Sutardji Calzoum Bachri yang berjudul Tanah Air Mata, dan dalam cerpen Iwan Simatupang yang berjudul Ziarah.

Pada tahun 1960 istilah postmodernisme semakin berkembang sehingga banyak para ahli yang mulai tertarik pada pemikiran postmodernisme.Salah satunya yaitu Jacques Derrida.Jacques derrida merupakan seorang pemikir prancis yang disebut juga sebagai tokoh postmodernisme terkemuka disamping pemikir

(32)

lain seperti Foucault, Baudrillard, Lacan, Deleuze dan Guattari. Ia seorang yahudi Aljazair yang kemudian menjadi ahli filsafat dan kritk sastra di Perancis. Derrida dilahirkan pada tanggal 15 juli 1930 di El Biar, Aljazair dan meninggal di Paris, Perancis pada tanggal 8 Oktober 2004.

Derrida yang disebut juga sebagai tokoh postmodernisme mengatakan bahwa postmodernisme ditandai dengan adanya dekontruksi. Istilah dekontruksi dalam prancis adalah deconstruire yang berarti membongkar mesin, akan tetapi membongkar untuk dipasang kembali. Membaca sekedar memberikan pemaknaan bukanlah dekontruksi.Dekontruksi mengemukakan kemustahilan dan ketidakinginan mereproduksi makna teks seperti yang dinginkan dan dimaksudkan penulis. Dekontruksi adalah suatu yang terjadi dari “dalam teks”, mencari inkonsistensi, kotradiksi, dan ketidaktepatan logika dan penggunaan istilah, yang kesemua ini dapat digunakan untuk mendekontruksi teks (Derrida dalam Caputo, 1997:9).

Menurut Derrida terdapat tiga poin penting dalam dekontruksi, yaitu:

pertama, dekontruksi sperti halnya perubahan terjadi terus-menerus, dan ini terjadi dengan hal yang berbeda untuk mempertahankan kehidupan; kedua, dekontruksi terjadi dari dalam sistem-sistem yang hidup; ketiga, dekontruksi bukan suatu kata, alat, atau teknik yang digunakan dalam suatu kerja setelah fakta dan tanpa suatu subjek interpretasi.

BAB III

ANALISIS POSTMODERNISME PADA ANIME BOKU DAKE GA INAI MACHI KARYA KEI SANBE

(33)

3.1 Sinopsis Cerita

SatoruFujinuma merupakan seorang seniman manga berusia 29 tahun yang juga bekerja paruh waktu sebagai pengantar di Oasi Pizza. Dia memiliki kemampuan yang dapat membawa dirinya kembali kewaktu sebelum suatu kejadian yang mengancam nyawa akan terjadi dan mencegah kejadian tersebut.

Ketika ibunya dibunuh karena melihat seorang penculik berantai yang sedang beraksi, kemampuan ini membawa dirinya kembali ke 18 tahun yang lalu tepatnya pada tahun 1988.Satoru bingung, apakah ini merupakan kemampuan yang sering dia alami atau tidak. Karena, biasanya ia kembali ke 1 atau 5 menit sebelumnya, namun kali ini ia justru kembali ke masa 18 tahun yang silam.

Dalam kondisi yang masih bingung dan kaget, Satoru berusaha untuk bersikap normal.Ia melihat tanggal dipapan tulis. 15 februari 1988.Apa yang sebenarnya terjadi? Apa ini pengulangan? Kenapa bisa seperti ini?. Dengan wajah yang kebingungan, Satoru pun pergi ke rumahnya dimana ia tinggal 18 tahun yang lalu. Sesampainya dirumah Satoru menatap ibunya dengan perasaan bahagia.Ia tidak menyangka bisa kembali melihat senyum ibunya sementara beberapa waktu yang lalu ia mendapati ibunya meninggal. Ternyata ini memang pengulangan.Ini adalah kesempatanku. Dengan kata lain, apakah ini awal mula aku menyelamatkan ibu? Tapi kenapa ke tahun ini?Tidak ada yang aneh ditahun ini.

Malam harinya Satoru pergi kesebuah taman dan bertemu dengan Hinazuki. Hinazuki merupakan salah satu anak perempuan yang satu kelas dengan nya.Sifatnya pendiam dan selalu memiliki luka memar dibagian tubuhnya.Satoruingat bahwa dulu ada kejadian yang paling menggemparkan di

(34)

showa. Ada tiga orang anak yang menghilang dan terbunuh yaitu Nakanishi Aya (11 tahun), Sugita Hiromi (11 tahun), dan HinazukiKayo (10 tahun).Semenjak mengingat semuanya, Satoru pun memulai kesempatan yang datang padanya.Ia ingin merubah semuanya. Ia akan membatalkan kejadian pembunuhan 18 tahun yang lalu termasuk pembunuhan terhadap ibunya.

Pertama-tama Satoru menyelamatkan Hinazuki yang menjadi korban pertama penculikan.Setiap harinya Satoru selalu menemani Hinazuki sampai tanggal terjadinya penculikan yaitu 1 maret.Karena Satoru selalu menemani Hinazuki penculikan itupun batal.Hinazuki tidak menghilang layaknya 18 tahun yang lalu.Namun kamis, 3 maret 1998 Satoru mendapat kabar Hinazuki menghilang.Satoru merasa kecewa karena rencananya gagal. Tiba-tiba suasana gelap dan ia mendapati dirinya kini kembali dewasa. Kembali ke tahun 2006.

29 februari 1988.Satoru mengalami pengulangan lagi dan ia melihat ibu dan ketiga temannya yang menjadi korban pembunuhan masih hidup. Dan untuk kali ini Satoru memilih untuk menyelesaikan misinya bersama teman-teaman nya dan lebih berhati-hati agar tidak gagal untuk yang kedua kalinya.

Semua korban terselamatkan.Ketiga temannya yang seharusnya sudah meninggal ditahun 1988 kini hidup kembali.Rencananya berhasil untuk merubah semuanya dan Satoru mengetahui bahwa pembunuh yang sebenarnya adalah Yashiro. Guru sekaligus wali kelasnya sendiri. Sekali lagi, tiba-tiba semuanya gelap dan saat sadar Satoru sudah mendapati dirinya membeku ditempat tidur.Saat itu tepatnya di tahun 2003. 15 tahun sudah ia lalui setelah ia berhasil menyelamatkan semuanya.

(35)

3.2 Analisis Postmodernisme Pada Anime Boku Dake Ga Inai Machi Karya Kei Sanbe

Menit 20:49 – 21:27 episode pertama

Satoru : apa aku mengalami pemulihan lagi? tapi ini dimana? Tempat ini tidak asing bagiku. Rasanya…

Kazu : yo, Satoru! Kau akan terlambat loh!

Satoru : (berbicara dalam hati) eh itu siapa? Tas ransel? (kemudian melihat tulisan di dinding sekolahnya “Turnamen Nasional Club Hoki Es tahun 1988”) tahun…1988?

Analisis cerita

Postmodernisme merupakan kajian sastra yang muncul setelah modernisme dianggap sudah usang dan perlu diganti dengan kajian yang baru sehingga lahirlah postmodernisme.Didalam postmodernisme segala sesuatu terjadi diluar akal pikiran.Suatu hal yang kita anggap tidak mungkin terjadi, dalam postmodernisme hal tersebut dapat terjadi. Seperti dalam teks diatas menceritakan Satoru yang berusia 29 tahun dapat kembali kedirinya 18 tahun yang lalu saat Ia masih menjadi murid kelas 5 di Sekolah Dasar. Hal tersebut merupakan suatu hal yang tidak mungkin dapat terjadi. Bagaimana mungkin seseorang dapat kembali ke waktu masa lalunya dan menjalani kehidupan seperti biasanya dan bertemu dengan orang-orang yang sudah meninggal dimasa depannya?.

Menit 03:00 – 03:33 episode kedua

Teman : kau masih ngantuk ya, Fujinuma? Itukan tempat duduknya Hinazuki.

Satoru : (menuju kursi yang lain)

(36)

Teman : kau naksir sama si Kayo ya, Fujinuma? Kalian berdua sama-sama aneh.Kalian sangat serasi.

Satoru : (hanya terdiam dan duduk dikursi kemudian berbicara dalam hati) apa ini masih didunia nyata? Kenapa aku malah berakhir disini?Apa maksud semua ini? Inikan 18 tahun yang lalu.

Analisi cerita

Teks diatas lebih menjelaskan kembali bahwa Satoru benar-benar berada di dunia masa lalu nya. Sesuatu yang sudah pernah dilaluinya 18 tahun yang lalu kini terulang kembali dan dia belum mengetahui apa maksud sebenarnya sehingga ia harus kembali ke 18 tahun yang lalu. Menjalani kehidupan kembali menjadi seorang anak kecil bukanlah sesuatu hal yang mudah.

Kondisi shock adalah dimana seseorang tidak tahu lagi harus mengatakan apa karena mengalami keterkejutan. Kondisi inilah yang dialami Satoru saat dihadapkan pada sesuatu hal yang tidak pernah sama sekali ia bayangkan. Ia sama sekali tidak dapat mengatakan satu kata pun kepada teman-teman yang mengajaknya berbicara.

Menit 04:20 – 07:21 episode dua

Karena pusing memikirkan apa yang terjadi, Satoru memilih pulang kerumahnya. Sesampainya dirumah ia melihat seisi rumahnya dan merasa lega.

Kemudian ia melihat sebuah topeng yang dulu pernah diberikan oleh ibunya.

(37)

Satoru : ibu…(memikirkan kejadian saat ibunya dibunuh dan tanpa sadar ia tertidur sampai ibunya pulang kerja)

Ibu : ibu pulang.

Satoru : (terharu) bu…

Ibu : “bu…”?

Satoru : eh, aku bilang “ibu” kok.

Ibu : anak yang aneh. Kau mau makan steak burger atau bakso?

Satoru : s-steak burger.

Ibu : (memasak didapur) tunggu sebentar lagi ya Satoru : ya (sambil menghirup aroma masakan ibunya)

beberapa saat kemudian ibunya selesai memasak dan mereka makan bersama ibu : padahal tadi pagi kamu bertengkar dengan ibu gara-gara topik

rekorder itu. Sepetinya kamu sudah melupakannya.

Satoru : (tertunduk) maafkan aku…ibu..

ibu : kamu tidak perlu sampai menangis

Satoru : (semakin menangis dan berbicara dalam hati) aku ternyata pernah merasakan hal seperti ini. Apa aku sudah melupakan ini? Tidak, aku pasti hanya tidak menyadarinya.Aku membiarkan waktu yang sudah kuhabiskan menghilang begitu saja.Ini pasti pemulihan.Ini adalah kesempatanku. Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.

(38)

Dapat melihat ibunya yang seharusnya sudah meninggal adalah suatu hal yang sangat membahagiakan sekaligus mengharukan bagi Satoru.Ia membayangkan bahwa dimasa depan, 18 tahun mendatang ibunya akan dibunuh oleh seseorang yang belum diketahui siapa pelakunya. Meskipun masih dalam keadaan shock namun Satoru juga merasa senang melihat ibunya masih hidup.

“Aku membiarkan waktu yang sudah kuhabiskan menghilang begitu saja”. Kata-kata ini menjelaskan bahwa Satoru sudah pernah menjalani kehidupan saat ia masih menjadi anak sekolah dasar dan makan bersama dengan ibunya.

Namun kejadian itu terulang kembali.Saat dirinya berusia 29 tahun, tubuhnya kembali menjadi anak 11 tahun.“Ini pasti pemulihan.Ini adalah kesempatanku.Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini”.Teks tersebut lebih menjelaskan lagi bahwa Satoru benar-benar kembali ke 18 tahun yang lalu.Ia mengalami pemulihan yang tidak akan mungkin dialami oleh setiap orang didunia nyata.

Menit 09:02 – 09:42 episode dua

Kenya : ngomong-ngomong Satoru, apa aku boleh menanyakan sesuatu?

Satoru : eh? Apa?

Kenya : apa kau naksir Hinazuki?

Satoru : eh?!

Kenyaa : kau terus memandanginya daritadi.

Hiro : ah, masa? (dengan nada yang senang)

(39)

Osamu : ah, iya. Tadi pagi dia juga berdiri terdiam memandangi Hinazuki terus!

Kazu : ternyata begitu ya, Satoru. Kenapa tidak meminta saran dari kami?(berjalan ke arah Satoru) serahkan saja padaku.

Satoru : bukan….

Kazu : aku akan membuat Hinazuki jadi mau berbicara padamu.

Satoru : s-suara mu terlalu besar (dengan wajah malu) a-anu..sebenarnya bukan “naksir”. Aku cuma tertarik padanya.

Osamu : ah, dia ngaku.

Hiro : Satoru-kun nekat sekali.

Kazu : oke, pengakuan yang bagus! Aku akan mengatur pertemuan kalian pas pulang nanti!

Analisis cerita

Jatuh cinta memang kodrat semua manusia.Dizaman dulu, manusia mengenal cinta mungkin disaat sudah beranjak remaja atau mungkin saat dewasa.Namun, seiring berkembangnya zaman hingga sampai kebagian postmodernisme, sudah banyak anak-anak yang sudah mengenal kata cinta bahkan jatuh cinta.Hal ini sudah bukan menjadi hal yang mengejutkan karena sudah dianggap hal yang biasa.Bahkan jika seseorang yang tidak pernah atau bahkan belum jatuh cinta sering dianggap anak yang ketinggalan zaman.

(40)

Satoru dan ketiga teman nya masih merupakan anak sekolah dasar berusia 11 tahun.Dari teks diatas dapat dilihat bahwa anak dizaman mereka sudah mengenal kata cinta.

Menit 12:43 – 12:50 episode dua

Satoru melihat tanggal yang tertulis di papan tulis.17 februari.

Satoru : oh iya, kapan Hinazukiakan menghilang? Aku tidak punya banyak waktu.

Osamu : Satoru, ayok pulang!

Satoru : i-iya.

Analisis cerita

Seseorang yang memiliki kemampuan yang dapat kembali ke waktu sebelum kejadian buruk terjadi, itulah Satoru. Kemampuan yang ia miliki saat ini membawanya kembali ke 18 tahun yang lalu. Hal itu terjadi ketika ia menemukan ibunya telah mati dibunuh oleh seseorang yang tidak ia ketahui. Saat ia melihat ibunya terbujur diatas lantai dengan darah yang mengalir dari tubuh ibunya, Satoru berharap “kemampuan” nya terjadi kewaktu sebelum ibunya terbunuh agar ia bias menyelamatkan ibunya.

Tahun 1988.Kemampuan Satoru membawanya ke tahun tersebut.Bukannya kembali ke beberapa menit sebelum terjadi pembunuhan ibunya, Satoru justru kembali ke 18 tahun yang lalu. Bingung dengan apa yang terjadi, Satoru pun mencari tahu apa sebenarnya tujuan hingga “kemampuan” nya

(41)

membawa dirinya kembali ke waktu ia masih menjadi anak 11 tahun. Hingga akhirnya Satoru mengetahui jika ia ingin menyelamatkan ibunya, ia harus menyelamatkan korban-korban sebelumnya terlebih dahulu. Dan korban pertama yaitu HinazukiKayo.

Menit 11:07 – 13:00 episode tiga

Satoru menuju rumah Hinazuki untuk mengetahui kenapa ia tidak masuk sekolah hari ini.

Satoru : apa dia masih belum pulang? (sambil berusaha mencari pintu rumah Hinazuki yang tidak terkunci. Lalu Satoru menuju gudang dan membuka pintunya) Hinazuki…

Hinazuki : jangan lihat aku..tutup pintunya.

Satoru : tidak bisa! Kau tidak boleh terus disini!

Hinazuki : jangan dekatin aku!

Satoru : (terdiam)

Ibu Hinazuki : ah, ada apa, Kayo? Kau lagi-lagi menyendiri disini.

(mendorongSatoru hingga terjatuh dan mendekati Hinazuki) ayo cepat masuk kedalam (membantu Hinazuki bangkit berdiri)

Satoru : (marah) hei! Kenapa Hinazuki bisa terluka sampai begitu?

Ibu Hinazuki : jawab dia, Kayo. (sambil mengelus kepala Hinazuki) Hinazuki : aku terjatuh.

(42)

Satoru : (terdiam) aku tidak bisa menjawab perkataan bohong Hinazuki yang menyedihkan itu. Dia bahkan tidak mau melihat kearah ku.

Salah satu ciri-ciri postmodernisme menurut Frederic jameson yaitu kepura-puraan. Hal ini diperjelas dari sikap mama Hinazuki begitu juga dengan Hinazuki saat Satoru mnemukan Hinazuki tergeletak digudang dengan banyak luka di tubuhnya. “ah, ada apa, Kayo? Kau lagi-lagi menyendiri disini” kalimat yang diucapkan ibu Hinazuki menunjukkan kalau ibu Hinazuki menyembunyikan sifat buruknya.Ibunya seakan-akan menyalahkan Hinazuki yang selalu suka menyendiri digudang mereka.Namun Satoru mengetahui bahwa hal tersebut merupakan kepura-puraan ibunya.Ia mengetahui bahwa ibu Hinazuki sendirilah yang memperlakukan Hinazuki sekasar itu. Melukai Hinazuki dan mengurung anak nya sendiri digudang.

Menit 00:29 – 01:18 episode lima

Keesokan harinya, setelah acara ulang tahun Satoru dan Hinazuki, gadis itu tidak hadir disekolah.Dengan rasa cemas, setelah pulang sekolah Satoru menuju rumah Hinazuki.

Satoru : Hinazuki! (menggedor pintu rumah Hinazuki) apa ada siapapun?!

Hinazuki!

Karena tidak ada satupun yang membuka pintu, Satoru menuju gudang dan melihat pintu gudang tersebut terbuka sedikit.

Satoru : jangan-jangan…(membuka pintu gudang namun tidak menemukan siapapun didalamnya) sepatu karet? Ukuran pria dewasa.Semalam

(43)

memang ada turun salju.Berarti, setelah itu, ada pria dewasa yang datang kesini.

Analisis cerita

Hinazuki diculik saat berusia 10 tahun. Jika ia hilang di tahun 1988, berarti Hinazuki hilang sebelum tanggal ulang tahunnya dan saat bulan maret. Hinazuki berulang tahun tanggal 02 maret, berarti Hinazuki hilang pada tanggal 01 maret.

Itulah yang disimpulkan Satoru mengenai tanggal kehilangan gadis itu. Dengan mengetahui tanggalnya, Satoru pun berencana tidak pernah membiarkan Hinazuki sendirian sampai tanggal 01 maret terlewati. Satoru selalu mengajak Hinazuki kesuatu tempat dan menemaninya sampai sore tiba kemudian pulang kerumah.Hal tersebut Satoru lakukan sampai pada tanggal 02 maret. Setelah Satoru merasa dia sudah berhasil merubah masa depan, ia sangat bahagia. Dengan selamatnya Hinazuki dari penculikan otomatis dimasa depan ibunya juga terselamatkan.

Namun, hal yang sudah dilakukan Satoru tidak semulus yang ia jalankan.

Keesokan harinya saat tiba disekolah, Satoru tidak menemukan Hinazuki.Gadis itu menghilang pada tanggal 03 maret.

Menit 03:21 – 05:00 episode lima

Sejak kejadian menghilangnya Hinazuki, Satoru tidak masuk kesekolah selama dua hari.

Ibu Satoru : ibu tahu kamu khawatir. Tapi ini bukan salahmu.

Satoru : tindakan ku tidak mempengaruhi apapun.

Ibu Satoru : kita belum tahu itu.

(44)

Satoru : aku tidak ingin Hinazuki sendirian.

Ibu Satoru : kamu sudah berhasil melakukan itu.

Satoru : tapi masih belum cukup. Aku masih bisa berbuat lebih.

Ibu Satoru : beranggapan bahwa semuanya adalah salah ialah pemikiran yang tidak berguna. Setiap orang kan pasti memiliki batasan. Itu termasuk kamu dan ibu juga.Kembalilah bersekolah mulai besok, ya. Kamu akan menjadi depresi kalau terus menyendiri.

Satoru : baik.

Ibu Satoru : ayo, makan lah sebelum dingin.

Satoru : baik.

Analisis cerita

Salah satu yang menjadi ciri dari postmodernisme yaitu ketidakpuasan manusia dalam segala hal. Frederic jameson membenarkan hal tersebut. Dari lima hal yang jameson simpulkan mengenai ciri-ciri postmoderisme, salah satunya yaitu ketidakpuasan dalam segala hal. Satoru sudah berusaha merubah kehidupan Hinazuki namun pria itu masih belum puas dengan apa yang ia lakukan karena ia mengalami kegagalan. “Tapi masih belum cukup.Aku masih bisa berbuat lebih”.Kata-kata Satoru tersebut menjelaskan bahwa ia belum puas dengan segala hal yang sudah ia lakukan terhadap Hinazuki. Ia beranggapan bahwa ia dapat melakukan hal yang lebih dari itu seharusnya.

Menit 07:32 – 08:48 episode lima

(45)

Saat Satoru berjalan pulang kerumahnya, ia melihat ibu Hinazuki membuang kantongan plastik berisi sarung tangan. Satoru teringat bahwa Hinazuki janji akan memberikan hadiah untuknya sehari setelah ulang tahun mreka. Satoru shock. Sarung tangan yang ada dikantong palstik tersebut adalah sarung tangan yang digunakan Hinazuki saat gadis itu berjanji akan memberikan hadiah untuknya. Satoru berteriak histeris sambil berlari.Hal tersebut tiba-tiba membuatnya kembali ke tahun 2006. Tahun saat ia berusia 29 tahun.

Satoru : ini dimana? Apa aku sudah kembali… ke tahun 2006?

Satoru berjalan pelan dan melihat sekumpulan polisi disekitar rumahnya.Ia kembali ke waktu ibunya dibunuh dan Satoru dituduh sebagai pelakunya.

Analisis cerita

Lagi dan lagi.Kemampuan Satoru membuatnya kembali keusianya yang semula.Yaitu 29 tahun.Seperti halnya sebuah permainan, kemampuan yang dimiliki Satoru seperti membuat pria itu layaknya seorang pemain dalam sebuah permainan yang dapat pergi kapanpun dan kemanapun selama permainan belum selesai.Dalam permainan, hal tersebut sangat jarang ditemui.Setiap pemain pasti selalu mengikuti aturan yang ada.Begitu juga dengan kehidupan. Dapat berpindah-pindah usia merupakan suatu hal yang tidak mungkin. Aturan yang berlaku adalah setiap manusia selalu bertambah usia dan tidak ada satupun yang dapat berpindah-pindah usia sekalipun setiap orang menginginkan nya.

Menit 12:11 – 14:10 episode lima

(46)

Katagiri : kamu tidak boleh terus menyalakan ponselmu. Nanti mereka bisa melacak gps mu.Kenapa malah melamun?Cepat naik.

Satoru : eh?

Katagiri : kau mau kabur kan.

Katagiri pun membawa Satoru kerumahnya

Satoru : maaf merepotkan Katagirikun.

Katagiri : panggil airi saja. Aku tidak keberatan karena kau bersedia untuk ikut.

Satoru : memang tidak masalah membiarkan ku dirumahmu? Kau sudah tau kejadiannya kan.

Katagiri : tidak mungkin kau membunuh ibu mu sendiri.

Satoru : terima kasih.

Katagiri : kau tidak perlu berterima kasih. Oia kau meninggalkan ini di toko kemarin (mengambil sebuah buku) aku membaca bagian yang kamu tandai dengan amplop. Ini kejadian dikampung halaman mu saat kamu kecil kan?.Kematian HinazukiKayo chan. Mati saat festival perempuan.Aku menangis saat membacanya.

Satoru : eh? festival perempuan?

Katagiri : iya. Tanggal 3 maret.

Satoru : (mengambil buku yang ditunjukkan Katagiri dan membacanya) informasi dibuku ini berubah. Berarti semua ini bisa diubah. Kalau

(47)

aku bisa kembali sekali lagi berarti aku bisa menyelamatkan Hinazuki!

Analisis cerita

Katagiri merupakan teman Satoru saat bekerja sebagai pengantar pizza di oasi pizza.Ia merupakan gadis yang ramah dan suka bercerita. Saat ia mengetahui Satoru dikejar oleh polisi, ia menyelamatkan Satoru karena ia tahu bahwa laki-laki itu tidak mungkin tega membunuh ibunya sendiri. Katagiri membawa Satoru kerumahnya dan memberikan sebuah buku yang ia temukan di toko pizza. Buku itu menceritakan tentang kematian Hinazuki pada saat kecil.Satoru melihat tulisan dalam buku itu berubah.Hinazuki yang dikabarkan menghilang saat usia 10 tahun, tulisan dibuku itu berubah menjadi usia 11 tahun. Berubah sesuai dengan yang baru saja dialami Satoru ketika ia kembali kemasa lalunya.

Menit 01:18 – 02:22 episode tujuh

Satoru : (membuka matanya berulang kali dan tersenyum kemudian melihat Hinazuki ada disampingnya saat ini)

Hinazuki : aku bersyukur sudah memberanikan diri datang kesini.

Satoru : aku juga… sangat bersyukur.

Hinazuki : kau bodoh, ya?

Satoru : iya.

Kenya : Satoru

Osamu : Hinazuki

(48)

Kazu : haloo

Kenya : aku menyelesaikan urusanku lebih awal. Jadi aku bisa datang.

Hiro : maaf kami terlambat.

Kazu : apa kami mengganggu kalian?

Satoru : tentu saja tidak! Iyakan Hinazuki?

Hinazuki : iya.

Satoru : aku harus melakukannya. Kali ini.Kali ini pasti…aku tidak boleh lembek lagi sebab aku tidak boleh sampai ada penyesalan.Ini adalah kesempatan terakhirku. Ini adalah pemulihaan terakhirku!

Analisis cerita

Saat polisi meenemukan Satoru, Satoru berharap kemampuannya terjadi sekali lagi dan berjanji akan memperbaiki semuanya. Satoru beteriak mengucapkan kata “kembalilah!!” berulangkali hingga akhirnya dia membuka matanya dan menemukan dirinya sedang berada di museum bersama Hinazuki yang berdiri disampingnya.Satoru merasa lega kemampuannya terjadi lagi.Hinazuki hidup kembali.Jalan ceritanya kembali terulang kewaktu dia dan Hinazuki mengunjungi museum.Teks diatas merupakan salah satu contoh dari postmodernisme.

Menit 09:52 – 10:33 episode 11

Satoru yang duduk dikursi roda sedang beristirahat karena kelelahan setelah menjalankan rehabilitasi. 15 tahun sudah ia tertidur setelah senseinya yang

Referensi

Dokumen terkait