Editor
Santi Yustini, SE., M.Ak
Tim Penulis Nur Kholifah, dkk.
LEMBAR TIM PENYUSUN
Menapak Jejak di Tanah Cikuya “GELORA Perjuangan dan Pengabdian”
Buku ini adalah laporan hasil kegiatan kelompok KKN- PpMM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 2016 di Desa Cikuya, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang.
©GELORA2016_Kelompok KKN 200 ISBN 978-602-6628-06-0
Tim Penyusun
Editor Santi Yutini, SE., M.Ak Penyunting Dr. Tantan Hermansah, M.Si
Penulis Hasbi Curtis, Nur Kholifah, Aldila Maudina, Arin Naripa, Awanda Esa Putra, Farah Dahliyah, Mella Muliasari, Yosie Apriliani, Zida Tiara Farhah, Dimas Satrio Wibowo, Deni Iskandar
Layout Arin Naripa Desain Ccover Lukman H.
Kontributor Bapak Iskandar, Bapak Ahmad Dhani, Ust. Muhammad, Bapak Astajaya, Bapak Dede Sahrudin, Ibu Siti Juhaeriyah
Diterbitkan atas kerjasama Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PPM)-LP2M UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan kelompok KKN GELORA
iii
LEMBAR PENGESAHAN
Buku Laporan Hasil Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pengabdian pada Masyarakat oleh Mahasiswa Kelompok KKN GELORA Nomor: 200 di Desa Cikuya yang berjudul: Menapak Jejak di Tanah Cikuya telah diperiksa dan disahkan pada tanggal, 8 Mei 2017.
Dosen Pembimbing Koord. Program KKN-PpMM
Santi Yustini, SE,M.Ak Eva Nugraha, M.Ag
NIP. NIP. 197102171998031002
Mengetahui,
Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Djaka Badranaya, ME.
NIP. 197705302007011008
iv
v
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta‟ala yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat melaksanakan semua kegiatan KKN pada tahun 2016 serta menyelesaikan laporan KKN ini.
Tidak terasa pelaksanaan KKN di Desa Cikuya Kecamatan Solear Kabupaten Tangerang telah selesai. Banyak hal yang bertambah selain pengalaman, ilmu, namun juga menambah saudara.
Oleh karena itu, kami kelompok KKN GELORA ingin mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu terlaksananya KKN dan penyusunan buku ini. Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada:
1. Bapak Prof. Dr. Dede Rosyada, MA., selaku Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, yang telah memberikan dukungan untuk kami dalam menjalankan program pengabdian kepada masyarakat.
2. Bapak Djaka Badranaya, ME., selaku Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PPM-LP2M) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah memberikan semangat dan arahan sebagai bekal kami menjalankan program KKN.
3. Ibu Santi Yustini, SE, M. Ak., selaku Dosen Pembimbing KKN Kelompok GELORA yang telah membimbing dan memotivasi kami dari pra KKN hingga KKN berlangsung.
4. Bapak Eva Nugraha, M.Ag, selaku Koordinator Program KKN, yang telah mengayomi dan memfasilitasi kami sehingga program KKN berlangsung dengan baik.
5. Bapak Junaedi, selaku Kepala Desa Cikuya kecamatan Solear kabupaten Tangerang, yang telah menerima dan mendukung segala aktivitas program KKN kami.
6. Bapak Ahmad Dani, selaku Ketua RW 1 Desa Cikuya, yang telah berbaik hati mendampingi dan mendukung kegiatan KKN kami.
7. Seluruh sponsor yang telah memberikan bantuan dan donasi kepada kami yakni FLP Ciputat, LK ESQ, Masjid Albantani Provinsi
vi
Banten, USAID, Logos, Kemenag Kab. Tangerang, dan Kemendikbud.
8. Keluarga Bapak Jaya, selaku pihak yang memberikan tempat tinggal dan selalu mendukung serta membantu kami dalam melaksanakan kegiatan KKN.
9. Guru-guru dan keluarga besar SDN Cikuya V yang telah menerima kami dengan hati terbuka, sekaligus mengizinkan kami mengaplikasikan ilmu yang kami miliki.
10. Ustadz Muhammad dan keluarga yang telah bersedia menerima kami untuk mengajar di TPA Al Barakah.
11. Masyarakat Desa Cikuya atas kerja sama dan bantuannya, serta semua pihak yang telah ikut membantu kesuksesan kegiatan KKN GELORA yang tidak mungkin disebutkan satu per satu.
Semoga dukungan dan bantuan yang telah diberikan mendapatkan balasan dari Allah. Selanjutnya, diharapkan buku ini dapat menjadi inspirasi khususnya bagi segenap warga Desa Cikuya Kecamatan Solear dan umumnya bagi pembaca yang memiliki kepedulian sosial dan berminat untuk mengabdikan diri di masyarakat.
Demikian yang mampu kami sampaikan sebagai bentuk terimakasih kami atas berlangsungnya proses KKN dan penyusunan buku ini. Semoga Allah senantiasa meridhai apa yang kami lakukan.
Aamiin.
Cikuya, 23 Desember 2016 Ketua KKN GELORA
Hasbi Curtis
vii DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN ... iii
KATA PENGANTAR ... v
DAFTAR ISI ... vii
DAFTAR TABEL ... ix
DAFTAR GAMBAR/GRAFIK ... xi
TABEL IDENTITAS... xxiii
RINGKASAN EKSEKUTIF ... xv
PROLOG ... xvii
BAB IPENDAHULUAN ... 1
A. Dasar Pemikiran... 1
B. Kondisi Umum Lokasi KKN Desa Cikuya ... 2
C. Permasalahan ... 3
D. Profil Kelompok KKN-PpMM 200 GELORA ... 5
E. Fokus atau Prioritas Program ... 7
F. Sasaran dan Target ... 8
G. Waktu Pelaksanaan ... 9
H. Pendanaan dan Sumbangan ... 11
I. Sistematika Penyusunan ... 11
BAB II METODE PELAKSANAAN PROGRAM ... 13
A. Metode Intervensi Sosial ... 13
B. Strategi Pemberdayaan Masyarakat ... 14
BAB III KONDISI DESA CIKUYA KECAMATAN SOLEAR ... 17
A. Sejarah Singkat Desa Cikuya ... 17
B. Letak Geografis ... 18
C. Struktur Penduduk ... 19
viii
D. Sarana dan Prasarana ... 21
BAB IV DESKRIPSI HASIL PELAYANAN DAN PEMBERDAYAAN ... 29
A. Kerangka Pemecahan Masalah ... 29
B. Bentuk dan Hasil Kegiatan Pelayanan pada Masyarakat ... 33
C. Bentuk dan Hasil Kegiatan Pemberdayaan pada Masyarakat .... 49
D. Faktor-faktor Pencapaian Hasil ... 51
BAB V PENUTUP ... 53
A. Kesimpulan ... 53
B. Rekomendasi ... 53
EPILOG ... 55
A. Kesan Masyarakat atas Pelaksanaan KKN-PpMM... 55
B. Penggalan Kisah Inspiratif KKN ... 56
DAFTAR PUSTAKA ... 153
ix
DAFTAR TABEL
Tabel 1.1: Fokus atau Prioritas Program……….. 7
Tabel 1.2: Sasaran dan Target... 8
Tabel 1.3: Waktu Pelaksanaan Pra-KKN PpMM... 10
Tabel 1.4: Waktu Pelaksanaan Program di Lokasi KKN... 10
Tabel 1.5: Laporan dan Evaluasi Program... 10
Tabel 1.6: Sumber Pendanaan... 11
Tabel 1.7: Sumbangan... 11
Tabel 2.1: Intervensi Sosial berdasarkan Levelnya... 13
Tabel 3.1: Batas Wilayah Desa Cikuya... 19
Tabel 3.2: Jumlah Penduduk berdasarkan Jenis Kelamin... 19
Tabel 3.3: Jumlah Penduduk berdasarkan Agama... 19
Tabel 3.4: Daftar Mata Pencaharian Penduduk... 20
Tabel 3.5: Daftar Tingkat Pendidikan Penduduk... 21
Tabel 4.1: Matrik SWOT Bidang Pendidikan... 29
Tabel 4.2: Matrik SWOT Bidang Sosial... 31
Tabel 4.3: Sosialisasi dan Penyuluhan Anti Narkoba... 33
Tabel 4.4: Mengajar SD... 35
Tabel 4.5: Mengajar TPA... 38
Tabel 4.6: Rumah Belajar... 40
Tabel 4.7: Nonton Bareng... 42
Tabel 4.8: Pengadaan Papan Nama Jalan... 44
Tabel 4.9: Wakaf Al-Quran... 46
Tabel 4.10: Perayaan HUT RI... 48
Tabel 4.11: Taman Baca... 49
x
xi
DAFTAR GAMBAR/GRAFIK
Gambar 3.1: Peta Wilayah Desa Cikuya... 18
Gambar 3.2: Kantor Desa dan Gedung Serba Guna... 22
Gambar 3.3: Lembaga Pendidikan di Desa Cikuya... 23
Gambar 3.4: Lapangan Sepak Bola... 24
Gambar 3.5.:Puskesmas Cikuya dan Klinik Keluarga Sehat... 24
Gambar 3.6: Jalan... 25
Gambar 3.7: Gang... 26
Gambar 3.8: Persawahan... 27
Gambar 3.9: Masjid Li-Taqwa... 27
Gambar 4.1: Sosialisasi dan Penyuluhan Anti Narkoba... 35
Gambar 4.2: Mengajar di SDN Cikuya V... 38
Gambar 4.3: Mengajar di TPA Al-Barokah... 40
Gambar 4.4: Suasana Rumah Belajar... 42
Gambar 4.5: Nonton Bareng... 44
Gambar 4.6: Pengadaan Papan Nama Jalan... 46
Gambar 4.7: Wakaf al-Qur‘an dan Papan Nama Mesjid... 47
Gambar 4.8: Perayaan 17 Agustus... 49
Gambar 4.9: Pengadaan Taman Baca... 51
xii
xiii
2.4.30 200
TABEL IDENTITAS
Kode 02/Tangerang/Solear/200
Desa Cikuya
Kelompok GELORA Dana Rp 10.500.000,- J. Mahasiswa 11 Mahasiswa/i J. Kegiatan 11 Kegiatan J. Pembangunan
Fisik
- Wakaf Juz ‗Amma, meja belajar, meja al-Qur‘an ke TPA
- Wakaf meja al-Qur‘an , al- Qur‘an , kipas angin ke masjid - Pembuatan plang Masjid - Pembuatan plang jalan - Taman baca
xiv
xv
RINGKASAN EKSEKUTIF
Buku ini disusun berdasarkan hasil kegiatan KKN-PPM di Desa Cikuya selama 32 hari. Ada 11 mahasiswa yang terlibat di kelompok ini, yang berasala dari 7 fakultas yang berbeda. Kami menamai kelompok ini dengan ―GELORA‖ dengan nomor kelompok 200. Kami dibimbing oleh Ibu Santi Yustini, beliau adalah dosen Akuntansi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Tidak kurang dari 11 kegiatan yang kami lakukan di Desa Cikuya tersebut, yang sebagian besar merupakan pelayanan kepada masyarakat dan sebagian kecilnya adalah pemberdayaan. Dengan fokus kepada 1 RW, kegiatan-kegiatan yang kami lakukan menghabiskan dan sekitar Rp 10.500.000,- Dana tersebut kami dapatkan dari iuran anggota kelompok KKN sebesar Rp 5.500.000,- dan dana penyertaan Program Pengabdian pada Masyarakat oleh Dosen (PpD) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Rp 5.000.000,-.
Dari hasil kegiatan yang kami lakukan, terdapat sejumlah keberhasilan yang telah kami raih, yaitu :
1. Meningkatnya peran masyarakat dalam membangun desa.
2. Bertambahnya motivasi peserta didik sekolah dan anak-anak Desa Cikuya untuk melanjutkan pendidikan, khususnya pendidikan sampai jenjang kuliah.
3. Bertambahnya pengetahuan masyarakat mengenai UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
4. Bertambahnya pembangunan fisik atau rehab pembangunan antara lain terdapatnya plang nama jalan, plang Masjid, fasilitas TPA dan Masjid, taman baca desa.
Saat merencanakan dan mengimplementasikan kegiatan, terdapat sejumlah kendala yang kami hadapi, antara lain:
1. Minimnya waktu untuk melakukan konsolidasi dan koordinasi dengan berbagai pihak, baik internal anggota kelompok, dosen pembimbing, pihak sponsor, dan pihak desa.
2. Kurangnya dana yang terkumpul untuk memaksimalkan rencana kegiatan yang telah disusun.
Namun, sekalipun demikian, kami pada akhirnya mampu merampungkan sebagian besar rencana kegiatan kami. Adapun
xvi
sekurang-kurangnya adalah mengajar sekolah, mengajar TPA, mengajar rumah belajar, seminar karakter building, membuat nama plang jalan dan Masjid, wakaf fasilitas TPA dan Masjid, mendirikan taman baca, dan lainnya. Adapun hal yang masih kurang dilakukan selama KKN adalah pemberdayaan masyarakat di bidang perekonomian. Untuk itu ada baiknya kelompok KKN mendatang dapat melakukan program yang lebih baik khususnya pemberdayaan ekonomi. Kelompok KKN mendatang dapat memanfaatkan lahan masyarakat dan pertanian dengan cocok tanam serta pemberdayaan di bidang peternakan. Selain itu, harapan untuk kelompok KKN mendatang dapat menghidupkan kembali taman baca yang sudah didirikan oleh KKN GELORA. Serta dapat menambah fasilitas taman baca agar lebih baik dan besar lagi.
xvii PROLOG
Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta‟ala, yang atas Rahmat dan Karunia-Nya kita dapat menjalankan segenap aktivitas kita sehari-hari dengan lancar dan penuh semangat, sholawat dan salam kita haturkan untuk Nabi Muhammad Shallallah „Alayhi wa Sallam. Yang menjadi uswah dan teladan kita dalam menjalankan ibadah kita kepada Allah Subhanahu wa Ta‟ala.
Salah satu dharma dari Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah dharma Pengabdian kepada Masyarakat. Dharma terakhir ini, memiliki makna yang sama dan satu tarikan napas dengan dharma Pendidikan, Pengajaran dan Penelitian. Untuk mengaplikasikan Tri Dharma tersebut diwajibkan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) bagi setiap mahasiswa. Program KKN merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa dan berdimensi akademik (artinya masuk dalam hitungan SKS).
Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai salah satu kegiatan yang wajib dilaksanakan oleh setiap mahasiswa dan merupakan kegiatan yang tersistematika, terprogram dengan rapi mengharuskan adanya perencanaan, penyusunan pelaksanaan, pelaporan dan pengevaluasian sehingga nantinnya KKN tidak merupakan kegiatan yang serabutan tetapi merupakan kegiatan ilmiah dan mencerminkan akan dunia kampus yang kesemuanya harus didasarkan pada kaidah-kaidah keilmiahan dan bukan suatu kegiatan yang tak terorganisir.
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang merupakan salah satu perguruan tinggi yang juga melaksanakan KKN, juga tidak terlepas pada hal-hal yang bersifat keilmiahan, maka setiap diadakannya KKN mahasiswa yang melaksanakan KKN diwajibkan adanya pelaporan kegiatan yang telah dilaksanakannya itu.
Dengan dasar tersebut di atas maka dengan ini Tim KKN GELORA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang bertempat di Desa Cikuya Kecamatan Solear Kabupaten Tangerang akan melaporkan kegiatan KKN yang telah ditentukan oleh Pusat Pengabdian Masyarakat (PPM) selaku penanggung jawab pelaksanaan kegiatan KKN ini. Laporan ini kami maksudkan agar dapat mendeskripsikan dan
xviii
memberikan data-data yang valid tentang gambaran geografi, monografi, demografi, keadaan secara menyeluruh akan keadaan sosial kemasyarakatan yang ada di Desa Cikuya dan pelaporan tentang kegiatan-kegiatan yang menjadi program kerja yang telah kami laksanakan di desa tersebut.
Kelompok KKN 200 kami beri nama ―GELORA‖. GELORA secara bahasa memiliki makna ―gerakan yang hebat‖. Selain itu GELORA juga memiliki arti sebagai semangat yang hebat, tanpa padam, tanpa mati, dan tanpa henti. Dengan nama GELORA ini kami berharap kami anggota KKN dapat memiliki jiwa serta semangat yang mengGELORA tanpa batas. Kemudian, GELORA memiliki makna tersirat dalam setiap hembusan hurufnya. GELORA, “Genius, Educative, Leader, Obliging, Religius, and Action”. Dengan sandangan arti setiap hurufnya KKN GELORA berharap dapat memiliki sifat serta karakter tersebut.
Desain logo Kelompok KKN GELORA mensiratkan makna tersendiri. Kumpulan orang yang bergandeng tangan dengan warna yang berbeda menggambarkan beberapa orang dengan keahlian dan kemampuan yang berbeda-beda. Mereka bergabung menjadi satu untuk bersama-sama mensukseskan KKN dan memajukan pembangunan di Desa Cikuya.
Judul buku hasil KKN ini kami beri nama ―Menapak Jejak di Tanah Cikuya‖. Alasan pertama pemilihan judul tersebut adalah Desa Cikuya merupakan tempat pertama bagi anggota kelompok KKN GELORA melakukan pengabdian kepada masyarakat. Di desa ini kami tidak hanya menerapkan ilmu yang didapat di bangku kuliah namun mereka juga belajar memahami masyarakat pedesaan pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Kedua, setelah sekitar 32 hari perjalanan dan pengabdian di Desa Cikuya, KKN GELORA memperoleh kesan mendalam serta telah melakukan program yang juga ditinggalkan untuk masyarakat Desa Cikuya. Setelah perjalanan tersebut usai, KKN GELORA berharap dapat meninggalkan jejak baik yang terukir dan membekas di hati masyarakat serta hati kami anggota KKN GELORA.
Buku laporan hasil KKN ini disusun berdasarkan ―Panduan Penyusunan Buku Laporan Hasil KKN-PpMM 2016 UIN Syarif Hidayatullah
xix Jakarta” dengan sistematika yang terbagi dalam 3 (tiga) bagian. Bagian pertama adalah bagian depan yang terdiri dari cover, tim penyusun, halaman pengesahan, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, tabel identitas kelompok, ringkasan eksekutif. Bagian kedua merupakan isi laporan yang terdiri dari 5 Bab (Pendahuluan, Metode Pelaksanaan Program, Kondisi Wilayah Desa Cikuya, Deskripsi Hasil Pelayanan dan Pemberdayaan, Penutup). Bagian ketiga merupakan bagian akhir yang berisi daftar pustaka, biografi singkat serta lampiran.
Semoga laporan ini dapat memberikan gambaran secara jelas terhadap kegiatan KKN yang telah berlangsung nantinya akan menjadi kesimpulan. Berdasarkan hal tersebut saran dan kritik yang konstruktif akan menjadi cambuk untuk lebih dapat menyempurnakan laporan ini.
Atas terselenggaranya pelaksanaan KKN di Desa Cikuya ini kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Desa Cikuya yang telah membantu kami dalam melaksanakan tugas akademik ini. Ucapan terima kasih juga kami haturkan kepada seluruh perangkat Desa Cikuya yang telah membantu mengarahkan seluruh rencana program kegiatan.
Harapan terakhir dari kami semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi semua, sehingga KKN yang telah terlaksanakan dapat berdaya dan berhasil serta diridhoi Allah Subhanahu wa Ta‟ala. Amiin.
Jakarta, 17 September 2016 Dosen Pembimbing KKN,
Santi Yustini, SE, M.Ak
xx
1 BAB I PENDAHULUAN A. Dasar Pemikiran
Kuliah kerja nyata (KKN) adalah salah satu bagian dari kegiatan akademik yang bersifat sosial. Dalam hal ini, mahasiswa diwajibkan untuk terjun langsung memberikan manfaat ke lingkungan masyarakat guna melakukan pengabdian serta mengaplikasikan ilmu yang digali dari pendidikan di kampus. KKN juga merupakan salah satu kegiatan di mana mahasiswa benar-benar menjunjung tinggi dan mengabdikan Tri Dharma perguruan tinggi. Dharma terakhir ini, memiliki makna yang sama dengan dharma Pendidikan, Pengajaran dan Penelitian. KKN juga merupakan suatu kegiatan yang dirasa penting baik bagi mahasiswa maupun bagi masyarakat. Bagi mahasiswa, KKN merupakan aktivitas belajar yang dilakukan lintas keilmuan dalam menggali, menghayati dan mencari solusi masalah-masalah pembangunan masyarakat di pedesaan. Bagi masyarakat desa, KKN diharapkan dapat memberikan semangat baru untuk menggerakkan pembangunan desa.
Berangkat dari hal tersebut, maka kami anggota kelompok KKN GELORA melakukan KKN di Desa Cikuya, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang guna melaksanakan pengabdian dan membantu terwujudnya pembangunan di lokasi tersebut. Selain itu, kegiatan pengabdian ini juga berlandaskan pada dalil yang menyatakan bahwa manusia yang paling baik adalah yang bermanfaat untuk orang lain.
ِساَّنلِل ْمُهُعَفْنَأ ِساَّنلا ُرْيَخ
“Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”
(HR. Ath Thabarani)
Selanjutnya, alasan mendasar yang membuat kami anggota kelompok KKN GELORA melaksanakan KKN di Desa Cikuya ini adalah mengenai kondisi lokasi Desa Cikuya yang layak untuk dijadikan lokasi KKN.
Adapun hal mendasar yang membuat lokasi ini layak menjadi lokasi KKN adalah taraf pendidikan masyarakat Desa Cikuya mayoritas masih rendah, kurangnya sarana dan prasarana pendidikan yang memadai dalam
2
meningkatkan taraf pendidikan masyarakat, vakumnya roda organisasi kepemudaan Desa Cikuya sehingga tidak adanya aktivitas positif karang taruna yang melibatkan remaja setempat, serta kurangnya tenaga pengajar agama di lokasi tersebut.
Kemudian, kami mengabadikan momen KKN dan pengabdian ini melalui buku hasil KKN kami yang berjudul ―Menapak Jejak di Tanah Cikuya‖. Alasan pertama pemilihan judul tersebut adalah Desa Cikuya merupakan tempat pertama bagi anggota kelompok KKN GELORA melakukan pengabdian kepada masyarakat. Di desa ini kami tidak hanya menerapkan ilmu yang didapat di bangku kuliah namun juga belajar memahami masyarakat pedesaan pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Kedua, setelah sekitar 32 hari perjalanan dan pengabdian di Desa Cikuya, KKN GELORA memperoleh kesan mendalam serta telah melakukan program yang juga ditinggalkan untuk masyarakat Desa Cikuya. Setelah perjalanan tersebut usai, KKN GELORA berharap dapat meninggalkan jejak baik yang terukir dan membekas di hati masyarakat serta hati kami anggota KKN GELORA.
B. Kondisi Umum Lokasi KKN Desa Cikuya
Desa Cikuya adalah sebuah desa yang terletak di Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Republik Indonesia. Desa Cikuya terbagi menjadi 40 RT dan 7 RW. Sebelah utara Desa Cikuya berbatasan dengan Desa Cikareo dan Cireundeu, sebelah selatan berbatasan dengan Desa Cikasungka, sebelah timur berbatasan dengan Desa Cilleles Tiga Raksa, dan sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Lebak dan Kabupaten Serang. Luas wilayah Desa Cikuya menurut penggunaan yaitu sekitar 750 Ha/m2. Jarak dari pusat kecamatan 5 km. Jarak dari ibukota Kabupaten sekitar 35 km. Jarak dari ibukota Provinsi 226 km. Jumlah penduduk Desa Cikuya 14.055 jiwa dengan 3.525 kepala keluarga. Laki-laki sebanyak 7.012 jiwa, sedangkan perempuan sebanyak 7.043 jiwa.
Masyarakat Desa Cikuya mayoritas beragama Islam. Dengan keadaan topografi dataran rendah mendominasi hampir seluruh desa ini.
Mata pencaharian masyarakat Desa Cikuya tidak tetap. Mayoritas masyarakat Desa Cikuya bekerja sebagai petani. Namun, jika diprosentasikan sebagai berikut: petani sebanyak 15%, buruh tani 6%,PNS 1%, 1% pedagang, 4% peternak, karyawan perusahaan swasta 5%, dan
3 sisanya bekerja di bidang lain. Adapun bidang lain yang digunakan sebagai mata pencaharian Desa Cikuya adalah pegawai industri rumah rangga, pengrajin industri rumah tangga montir, pembantu rumah tangga, pengusaha kecil menengah, pengurus rumah tangga, dan sebagian lagi masih dalam masa pendidikan serta asuhan. Dengan potensi baik di bidang pertanian, masyarakat Desa Cikuya dapat dibina dan diperkenalkan dengan kewirausahaan, khususnya wirausaha dengan memanfaatkan teknologi, sehingga sumberdaya yang ada di Desa Cikuya dapat dimanfaatkan secara optimal.
Selain bekerja di sektor pertanian, masyarakat Cikuya juga sebagian bekerja sebagai usaha bengkel. Selain bermasalah di bidang pekerjaan, masyarakat Desa Cikuya juga memerlukan aspek pendidikan berupa pembangunan karakter masyarakat islami. Hal ini dikarenakan para remajanya masih tergolong kurang menerapkan ajaran agama dan perbaikan akhlaknya. Lebih dari itu, masyarakat Desa Cikuya juga memerlukan bantuan pembangunan infrastruktur desa, masih banyak sarana dan prasaran desa yang belum terlaksana dan kurang memadai.1
C. Permasalahan
Adapun masalah yang kami temui di Desa Cikuya, Kecamatan Solear saat pelaksanaan KKN adalah sebagai berikut:
a. Bidang Pendidikan-Keagamaan 1. Kurang fasilitas TPA
TPA (Tempat Pendidikan Al-Qur‘an) merupakan salah satu penddikan non-formal yang sangat penting dalam suatu desa khusnya untuk anak-anak dan remaja, karena itulah suatu desa harus mempunyai TPA sebagai tempat belajar untuk mengaji dan belajar agama diluar sekolah. Keadaan TPA di Desa Cikuya kurang memadai, banyak TPA yang hanya bertahan sebentar karena hanya dikelola swadaya oleh perseorangan tanpa ada bantuan dari perangkat desa untuk mengelolanya, hanya segelintir saja yang dapat bertahan salah satunya TPA Al-Barakah yang dikelola oleh Ustadz Muhamad yang sudah berdiri sejak tahun 1991.
1 Soft File Data Potensi Desa Cikuya. Diperoleh dari Kantor Desa Cikuya pada 9 Juni 2016 pukul 14.00 WIB.
4
Kurangnya TPA ini mengakibatkan kurangnya pemahaman agama dikalangan pemuda Cikuya.
2. Tingkat pendidikan yang rendah
Tingkat pendidikan masyarakat Desa Cikuya masih tergolong rendah, kesadaran mereka akan pendidikan masih minim dan tidak terlalu memikirkan tentang pentingnya pendidikan. Beberapa tahun terakhir sebagian besar masyarakat Cikuya hanya menamatkan pendidikan mereka hingga tingkat SMP, namun kini terjadi peningkatan hingga menamatkan pendidikan hingga jenjang SMA. Namun presentasi masyarakat Cikuya yang melanjutkan pendidikan hingga jenjang perkuliahan masih sangat kecil.
3. Tidak adanya fasilitas Taman Baca
Dengan profil desa yang mempunyai pendidikan yang rendah tentu saja Desa Cikuya mempunyai tingkat minat baca yang rendah pula, hal ini juga diperburuk oleh tidak adanya fasilitas yang dapat mendorong minat masayarakat untuk membaca khususnya membaca mengenai pengetahuan terutama dikalangan pelajar dan pemuda desa.
b. Bidang Sosial Kemasyarakatan 1. Sulitnya lapangan kerja
Jika dilihat secara ekonomi per-kapita masyarakat Desa Cikuya masih berada di garis keluarga belum mampu, masih banyak masyarakatnya yang bekerja sebagai tenaga serabutan dengan hasil yang tidak seberapa.
Pendidikan rendah dan ketimpangan pendapatan antara masyarakat asli dan masyarakat pendatang menjadi salah satu permasalahan di desa ini, kebanyakan masyarakat pendatang di desa ini mempunyai pendidikan yang lebih tinggi sehingga mereka pun mempunyai pekerjaan yang lebih baik dibanding masyarakat asli Desa Cikuya. Pada bidang agrobisnis sebenarnya Desa Cikuya mempunyai potensi yang cukup baik namun hal ini tidak dibarengi sarana yang memadai sehingga hasilnya tidak maksimal dan juga tidak adanya regenerasi di bidang agrobisnis yang menyebabkan hanya kaum tua saja yang menggeluti bidang ini. Permasalahaan lainnya adalah terbatasnya lapangan kerja di Desa Cikuya, sehingga banyak masyarakat mencari pekerjaan ke daerah lain seperti Jakarta dan lainnya.
5 2. Kurangnya semangat dan fasilitas untuk menuntut ilmu agama
Saat ini dapat dikatakan bahwa akhlak pemuda Desa Cikuya cukup jauh dari pehaman agama, hal ini dikatakan oleh sekretaris Desa Cikuya yakni Bapak Said bahwa angka pengguna narkoba di Desa Cikuya cukup banyak dan sebagian besar terdiri dari pemuda. Selain itu fasilitas pembelajaran agama yang minim juga menyebabkan rendahnya semangat belajar dan menerapkan ajaran agama.
3. Kurangnya infrastruktur desa
Infrastruktur Desa Cikuya khususnya jalan perumahan sangat butuh perbaikan, banyak jalan yang masih hancur dan tidak rata, serta kurangnya plang nama jalan sehingga membingungkan bagi tamu Desa Cikuya karena tidak ada petunjuk nama jalan.
D. Profil Kelompok KKN-PpMM 200 GELORA a. Nama dan Logo kelompok KKN
Kelompok KKN 200 kami beri nama ―GELORA‖. GELORA secara bahasa memiliki makna ―gerakan yang hebat‖. Selain itu GELORA juga memiliki arti sebagai semangat yang hebat, tanpa padam, tanpa mati, dan tanpa henti. Dengan nama GELORA ini kami berharap kami anggota KKN dapat memiliki jiwa serta semangat yang mengGELORA tanpa batas.
Kemudian, GELORA memiliki makna tersirat dalam setiap hembusan hurufnya. GELORA, “Genius, Educative, Leader, Obliging, Religius, and Action”.
Dengan sandangan arti setiap hurufnya KKN GELORA berharap dapat memiliki sifat serta karakter tersebut.
Desain logo Kelompok KKN GELORA mensiratkan makna tersendiri.
Kumpulan orang yang bergandeng tangan dengan warna yang berbeda menggambarkan beberapa orang dengan keahlian dan kemampuan yang berbeda-beda. Mereka bergabung menjadi satu untuk bersama-sama mensukseskan KKN dan memajukan pembangunan di Desa Cikuya
b. Kompetensi anggota kelompok KKN GELORA 200
1. Hasbi Curtis adalah mahasiswa Jurusan Muamalat pada konsentrasi Perbankan Syariah di Fakultas Syariah dan Hukum. Ia memiliki kompetensi akademik pada bidang Perbankan Syariah terutama pada produk dan skema akad Perbankan Syariah. Selain itu ia juga
6
berkompeten pada pengoperasian berbagai sistem operasi komputer seperti microsoft office. Posisi ia saat ini adalah sebagai ketua kelompok 200.
2. Nur Kholifah adalah mahasiswi Jurusan Komisi Penyiaran Islam di Fakultas Dakwah dan Komunikasi. Ia memiliki kompetensi akademik pada bidang berdakwah dan berkomunikasi. Selain itu juga ia juga memiliki kompeten pada menulis seperti penulisan cerpen, dan sebagainya. Posisi ia saat ini adalah sebagai sekretaris kelompok 200.
3. Zida Tiara Farhah adalah mahasiswi Jurusan Hubungan Internasional di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Ia memiliki kompetensi akademik pada bidang Isu Pokitik dan keadaan dunia. Selain itu ia juga berkompeten pada mengajar Bahasa Inggris serta aktif dan dapat berkerja sama. Posisi saat ini adalah sebagai Bendahara kelompok 200 4. Dimas Satrio Wibowo adalah mahasiswa Jurusan Ilmu Ekomoni dan Studi
Pembangunan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Ia memiliki kompetensi akademik pada bidang kebijakan ekonomi dilingkup mikro khususnya otonomi daerah. Selain itu ia juga berkompeten pada teknis posisi ia saat ini adalah sebagai Divisi Acara.
5. Mella Muliasari adalah mahasiswi Jurusan Ilmu Ekomoni dan Studi Pembangunan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Ia memiliki kompetensi akademik pada bidang kebijakan ekonomi dilingkup makro khususnya pada lingkup Ekonomi Pembangunan Negara. Selain itu ia juga berkompeten pada mengajar berbagai mata pelajaran khususnya Bahasa Inggris. Posisi ia saat ini adalah sebagai Divisi Acara.
6. Deni Iskandar adalah mahasiswa Jurusan Perbandingan Agama di Fakultas Usuludin. Ia memiliki kompetensi akademik pada bidang pemahaman berbagai agama terutama Islam. Selain itu ia juga berkompeten pada organisasi dan menulis artikel politik. Posisi ia saat ini adalah Divisi PHD (Publikasi, Humas, dan Dokumentasi).
7. Aldila Maudina adalah mahasiswi Jurusan Tafsir Hadist di Fakultas Usuludin. Ia memiliki kompetensi akademik pada bidang Pendidikan Agama terutama kajian Qur'an. Selain itu ia juga berkompeten pada mengajar Pendidikan Agama dan al-Qur‘an . Posisi ia saat ini adalah sebagai Divisi PHD.
7 8. Awanda Esa Putra adalah mahasiswa Jurusan Komisi Penyiaran Islam di Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi. Ia memiliki kompetensi akademik pada bidang berdakwah dan berkomunikasi. Selain itu ia juga berkompeten pada Desain Grafis dan Aplikasi Komputer. Posisi ia saat ini adalah sebagai Divisi Akomodasi dan Peralatan.
9. Arin Naripa adalah mahasiswi Jurusan Fisika di Fakultas Sains dan Teknologi. Ia memiliki kompetensi pada bidang Fisika. Selain itu ia juga berkompeten pada mengajar fisika dan lainnya serta membuat kerajinan tangan. Posisi ia saat ini adalah sebagai Divisi Akomodasi dan Peralatan.
10. Yosie Apriliani adalah mahasiswi Jurusan Muamalat pada konsentrasi Perbankan Syariah di Fakultas Syariah dan Hukum. Ia memiliki kompetensi akademik pada bidang Perbankan Syariah terutama pada produk dan skema akad Perbankan Syariah. Selain itu ia juga berkompeten pada pemahaman pada Bahasa Arab dan dapat mengolah jenis masakan. Posisi ia saat ini adalah sebagai Divisi Konsumsi.
11. Farah Dahliyah adalah mahasiswi Jurusan Sastra Arab di Fakultas Adab dan Humaniora. Ia memiliki kompetensi pada pemahaman Bahasa Arab terutama pada pengajaran Bahasa Arab. Selain itu ia juga berkompeten dalam bernyanyi dan dapat mengolah jenis masakan. Posisi saat ini adalah sebagai Divisi Konsumsi.
E. Fokus atau Prioritas Program
Tabel 1.1: Fokus atau Prioritas Program Fokus Permasalahan Prioritas Program
Bidang Pendidikan- Keagamaan
Mengajar TPA Mengajar di SDN Cikuya V
Mengadakan Taman Baca Mengadakan Rumah Belajar Sosialisasi dan Penyuluhan Anti Narkoba Pengadaan mushaf al-Qur‘an untuk Masjid
dan TPA Bidang Sosial Perayaan 17 Agustus
8
Pengadaan Penamaan Jalan Desa Cikuya Rw 01 Mengadakan Hiburan Nonton Bareng F. Sasaran dan Target
Sasaran dari kegiatan ini adalah masyarakat Desa Cikuya, Kecamatan Solear, Kabupaen Tangerang, Provinsi Banten, di antaranya: anak-anak, siswa-siswi SD/SMP/SMS Se-Derajat, Ibu Rumah Tangga (IRT) ,Kepala Keluarga, Tokoh Masyarakat, Ketua Dusun, Ketua RT dan RW, Kepala Sekolah, Guru Ngaji, Kepala Desa, dan lain-lain. Lebih jelasnya kami paparkan dibwah ini.
Tabel 1.2: Sasaran dan Target
No Kegiatan Sasaran Target
1 Mengajar di SDN Cikuya V
Siswa/siswi SDN V Cikuya
Siswa/siswi SDN Cikuya V mendapatkan pengetahuan
lebih mengenai Bahasa Inggris, IPA dan mata
pelajaran lainnya.
2 Mengajar mengaji di TPA Al-
Barokah
Santri TPA Al- Baraqah
Santri TPA Al- Barokah dapat mengaji dengan baik lengkap dengan pemahaman
tajwidnya.
3 Rumah Belajar Anak-anak lingkungan
RW 1
20 anak lingkungan Rw 1 mulai dari tingkat PAUD sampai SMA mendapatkan pengetahuan lebih mengenai
berbagai mata pelajaran.
4 Sosialisasi dan Penyuluhan Anti
Narkoba
Siswa/siswi SMPN 2 Solear
50 siswa SMPN 2 Solear mengenali berbagai macam narkoba serta dampak buruk
dari penggunaan narkoba.
5 Nonton Bareng Masyarakat Desa Cikuya
Masyarakat Desa Cikuya merasa terhibur.
9 6 Taman Baca
GELORA
Masyarakat Desa Cikuya
Meningkatan minat baca masyarakat Desa Cikuya dan melengkapi fasilitas
pendidikan desa.
7 Pembuatan Nama Jalan
Rw 1 Desa Cikuya
Kemudahan fasilitas jalan bagi masyarakat RW 1 Desa Cikuya maupun masyarakat sekitar yang melewati Desa
Cikuya.
8 Penyuluhan Panen Padi
Masyarakat tani Desa
Cikuya
Masayarakat tani Desa Cikuya mendapatkan pengetahuan lebih mengenai
panen padi yang baik.
9 Perayaan 17 Agustus
Masyarakat Rw 1 Desa
Cikuya
Masyarakat Desa Cikuya lebih berjiwa nasionalisme.
10 Penyerahan Juz
‗Amma dan Fasilitas TPA
TPA Al- Barokah
Santri TPA Al-Barokah lebih bersemangat untuk mengaji karena fasilitas yang semakin
lengkap 11 Pemasangan Plang
dan Fasilitasi Masjid
Masjid Litaqwa
Masyarakat dapat beribadah dengan nyaman dan mudah.
G. Waktu Pelaksanaan
Terdapat berbagai program kerja yang telah direncanakan dan kemudian terealisasi, ada pula beberapa kegiatan insidental yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi. Untuk lebih jelasnya dapat diperhatikan daftar berikut :
10
a. Pra-KKN PpMM 2016 (Mei-Juli 2016)
Tabel 1.3: Waktu Pelaksanaan Pra-KKN PpMM
NO Uraian kegiatan Waktu
1 Pembentukan kelompok Mei 2016
2 Penyususnan proposal Mei 2016
3 Pembekalan Juni 2016
4 Survei Juni 2016
5 Pelepasan 25 Juli 2016
b. Pelaksanaan Program di lokasi KKN (25 Juli- 25 Agustus) Tabel 1.4: Waktu Pelaksanaan Program di Lokasi KKN
NO Uraian kegiatan Waktu
1 Pembukaan dilokasi KKN 26 Juli 2016 2 Pengenalan lokasi dan masyarakat 25 – 29 Juli 2016 3 Implementasi kegiatan 29 Juli – 23 Agustus 2016 4 Penutupan KKN (secara formal) 20 Agustus 2016 5 Kunjungan dosen pembimbing 26 Juli 2016
20 Agustus 2016
6. Kepulangan 25 gustus 2016
c. Laporan dan Evaluasi Program (September-Desember) Tabel 1.5: Laporan dan Evaluasi Program
NO Uraian kegiatan Waktu
1 Penyusunan Buku Laporan hasil KKN – PpMM
1 September-15 Oktober 2016 2 Penyelesaian dan pengunggahan film
documenter
1 September-15 Oktober 2016 3 Pengesahan dan penerbitan buku laporan
4 Pengiriman buku laporan KKN – PpMM
11 H. Pendanaan dan Sumbangan
a. Sumber Pendanaan
Tabel 1.6: Sumber Pendanaan
No Uraian Asal Dana Jumlah
1 Kontribusi mahasiswa anggota kelompok , @Rp 500.000,-
Rp 5.500.000,- 2 Dana penyertaan Program Pengabdian
Masayarakat oleh Dosen (PpMD)
Rp. 5.000.000,-
Total Rp.10.500.000,-
b. Sumbangan
Tabel 1.7: Sumbangan
No Uraian Asal Sumbangan Bentuk
1. Penerbit Logos Buku
2. Penerbit Lentera Hati Buku
3. Kementrian Agama Kabupaten
Tangerang Juz ‗Amma
4. ESQ Buku Esq dan duadus
kornet
5. FLP Ciputat Buku
6. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Buku
7. Kementrian Agama RI Mushaf al-Qur‘an
I. Sistematika Penyusunan a. BAB I PENDAHULUAN
Dalam bab ini terdapat uraian mengenai dasar pemikiran, kondisi umum lokasi KKN Desa Cikuya, permasalahan, profil kelompok KKN- PpMM 200 GELORA, fokus atau prioritas program, sasaran dan target, waktu pelaksanaan, pendanaan dan sumbangan, dan sistematika penyusunan.
b. BAB II METODE PELAKSANAAN PROGRAM
Dalam bab ini terdapat uraian mengenai metode intervensi sosial dan strategi pemberdayaan masyarakat.
12
c. BAB III KONDISI DESA CIKUYA KECAMATAN SOLEAR
Dalam bab ini terdapat uraian mengenai sejarah singkat Desa Cikuya, letak geografis, struktur penduduk, serta sarana dan prasarana.
d. BAB IV DESKRIPSI HASIL PELAYANAN DAN PEMBERDAYAAN Dalam bab ini terdapat uraian mengenai kerangka pemecahan masalah, bentuk dan hasil kegiatan pelayanan pada masyarakat, bentuk dan hasil kegiatan pemberdayaan masyarakat, serta faktor-faktor pencapaian hasil.
e. BAB V PENUTUP
Laporan ini diakhiri dengan memberikan kesimpulan yang berfungsi memberikan uraian mengenai gambaran umum hasil usulan program pemecahan masalah yang dicantumkan di bab 1. Selanjutnya bab ini juga berisikan rekomendasi terhadap pemerintah setempat, PpM UIN Jakarta, pemangku kebijakan di tingkat Kecamatan dan Kabupaten, serta Tim KKN-PpMM yang akan datang.
13 BAB II
METODE PELAKSANAAN PROGRAM A. Metode Intervensi Sosial
Metode intervensi sosial merupakan metode perubahan sosial terencana. Dalam Ilmu Kesejahteraan Sosial, intervensi sosial dikelompokkan berdasarkan level intervensinya ataupun berdasarkan fokus kelompok sasaran intervensinya.
Metode intervensi sosial berdasarkan levelnya dapat dilihat dalam tabel berikut:
Tabel 2.1: Metode Intervensi Sosial berdasarkan Levelnya No Level
Intervensi
Uni Intervensi Metode Intervensi 1 Mikro Individu, keluarga,
dan kelompok. Individual and family casework
Groupwork
2 Mezzo Organisasi dan
komunitas lokal Manajemen organisasi
Pelayanan kemanusiaan
Community development
Community action
Pemasaran sosial 3 Makro Komunitas yang lebih
luas. Masyarakat tingkat
kota/kabupaten, provinsi dan nasional
Community development
Community action
Pemasaran sosial
Perencanaan sosial
Kebijakan sosial
Perundang- undangan sosial 4 Internasional Masyarakat
internasional Internasional social policy, internasional legislation, dan
14
internasional social marketing
Model pembagian yang lain dari intervensi sosial dikembangkan berdasarkan kelompok sasaran yang ingin diubah. Berdasarkan hal ini, maka perubahan sosial terencana dilakukan dapat dilakukan pada intervensi berikut:
a. Intervensi sosial pada level individu b. Intervensi sosial pada level keluarga c. Intervensi sosial pada level kelompok kecil d. Intervensi sosial pada level komunitas lokal
e. Intervensi sosial pada level masyarakat yang lebih luas (di tingkat provinsi, regional antarprovinsi ataupun nasional)
f. Intervensi sosial pada level global (regional antarnegara dalam satu region, misalnya Asean Community, ataupun antarnegara lintas region).2
Berdasarkan pernyataan tersebut, dapat dipahami bahwa intervensi sosial yang dilaksanakan dalam rangka melakukan pembangunan di masyarakat yakni intervensi sosial pada level masyarakat yang lebih luas. Dengan demikian, fokus kerja pelaksanaan KKN adalah dengan metode intervensi sosial level masyarakat.
B. Strategi Pemberdayaan Masyarakat
1. Pendekatan Pemecahan Masalah (The Problem Solving Approach)
Pendekatan pemecahan masalah menekankan pada tiga elemen penting, yakni kolektivitas masyarakat, lokasi geografis, dan pelembagaan yang memberikan identitas khusus pada komunitas.
Asumsi-asumsi dalam pendekatan pemecahan masalah ini meliputi masyarakat sebagai makhluk yang rasional, manusia dan komunitasnya mampu menggabungkan masalah dan solusinya untuk kepentingan warga komunitas, keberhasilan pendekatan ini bergantung kepada ketersediaan dan kemampuan peneliti, penyebaran informasi, keahlian dan kemampuan organisasi.
2 Isbandi Rukminto Adi, Kesejahteraan Sosial (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2013) h 161-164.
15 Adapun variabel dari pendekatan pemecahan masalah dalam pengembangan masyarakat meliputi :
1. Keberhasilan dan kegagalan program pengembangan masyarakat dipengaruhi kepekaan warga komunitas terhadap ruang lingkup dan kepentingan masyarakat serta ketersediaan sumber daya alam yang memungkinkan situasi kerja
2. Peran serta warga komunitas adalah faktor penting dalam keberhasilan pemecahan masalah dalam bentuk, jumlah dan jangka waktu aktivitas yang dilakukan
3. Ketersediaan sumber daya alam (internal/eksternal) seringkali merupakan variabel penting dalam pemecahan masalah
4. Ketepatan waktu, pendugaan waktu yang buruk dapat menunda pengetahuan, menciptakan ketimpangan, dan mempengaruhi keberhasilan pemecahan masalah
5. Sifat dan ruang lingkup masalah menentukan kesejahteraan dan sebagai kebutuhan melakukan tindakan ketimbang penerapan solusinya.3
2. Kerangka Pemecahan Masalah a. Kekuatan
1) Rutinnya kegiatan keagamaan di masyarakat seperti: kegiatan pengajian, kegiatan yasinan, kegiatan belajar mengajar pendidikan al-Qur‘an.
2) Cakupan wilayah Desa Cikuya yang besar dan luas menyimpan berbagai sumber daya baik manusia maupun alamnya, seperti:
lading pertanian, persawahan, perkebunan sayur, perkebunan singkong, tanaman pisang, dll.
3) Letak wilayah Desa Cikuya yang berdekatan dengan Kecamatan Solear dan Stasiun Tigaraksa.
4) Mendapat anggaran dana besar dari pemerintah Provinsi Banten.
3 Nasdian, FT, Pengembangan Masyarakat (Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2014) h 76.
16
b. Kelemahan
1) Taraf pendidikan masyarakat Desa Cikuya mayoritas masih rendah.
2) Kurangnya sarana dan prasarana pendidikan yang memadai dalam meningkatkan taraf pendidikan masyarakat.
3) Vakumnya roda organisasi kepemudaan Desa Cikuya sehingga tidak adanya aktivitas positif karang taruna yang melibatkan remaja setempat.
4) Kurangnya tenaga pengajar agama.
17 BAB III
KONDISI DESA CIKUYA KECAMATAN SOLEAR A. Sejarah Singkat Desa Cikuya
Awalnya Cikuya adalah wilayah pedesaan yang memiliki tanah yang subur, tumbuhan yang menghijau di atas tanah yang datar ditumbuhi pepohonan yang cukup besar khususnya hutan karet dan semak yang masih lebat, hiduplah sekelompok masyarakat rukun dan damai meskipun pada saat itu penduduk hidup dalam keadaan yang sangat sederhana. Jarak Desa Cikuya ke Kec. Solear sekitar 3,5 Km ke arah utara.4
Dahulu Desa Cikuya masih termasuk ke dalam wilayah otonomi Kecamatan Cisoka yang pada saat itu Kecamatan Cisoka terdiri dari 17 desa, di mana salah satunya yakni Desa Cikuya. Baru pada tahun 2005 Kecamatan Cisoka terjadi pemekaran menjadi kecamatan Solear sampai saat ini, dengan jumlah 7 desa, yaitu: Desa Cikuya, Desa Pesanggrahan, Desa Cireundeu, Desa Cikuya, Desa Cikasungka, Desa Solear, dan Desa Munjul.5
Saat ini Desa Cikuya seiring dengan berjalannya waktu, pertumbuhan penduduk semakin pesat diiringi dengan cepatnya pertumbuhan ekonomi masyarakat sehingga wilayah desa yang dulu terkenal dengan wilayah angker karena didominasi oleh hutan dan kebun karet sekarang sudah berubah status menjadi wilayah perumahan penduduk yang sangat padat bahkan sebagian wilayah Desa Cikuya saat ini sudah terdapat Real Eastate Taman Adiyasa yang merupakan salah satu sumber potensi daya alam yang mempengaruhi perubahan karakter terhadap penduduk asli setempat baik dari sisi ekonomi, sosial, dan budaya yang merupakan modal utama untuk perkembangan wilayah Desa Cikuya yang akan datang.6
4 Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Desa Cikuya Kec. Solear Kab.
Tangerang. 2014.
5 Ibid.
6 Ibid.
18
B. Letak Geografis
Secara administratif, lokasi Desa Cikuya berada di wilayah Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang. Lokasi ini dapat dengan mudah ditempuh oleh kendaraan. Jalan utama desa ini merupakan jalan Raya Cisoka.
Cikuya merupakan desa terbesar yang ada di Kecamatan Solear, yang meliputi 9 kampung dan 27 RT, diantaranya yaitu Kampung Cikuya, Kampung Palla, Kampung Koja, Kampung Jengkol, Kampung Gembong, Kampung Gagunungan, Kampung Bojong Ranji, Kampung Malang Nengah, dan Perumahan Taman Adiyasa.
Gambar 3.1: Peta Wilayah Desa Cikuya (warna hijau)
Wilayah Desa Cikuya sendiri memiliki luas wilayah desa sebesar 750 Ha, luas persawahan 350 Ha, luas perkebunan 75 Ha, dan luas pemukiman 255 Ha. Selain itu, Desa Cikuya juga berbatasan dengan wilayah desa lain, yaitu sebagai berikut :
19 Tabel 3.1: Batas wilayah Desa Cikuya
Sebelah Utara Desa Cikareo dan Cireundeu Sebelah Timur Desa Cilleles Tiga Raksa Sebelah Selatan Desa Cikasungka
Sebelah Barat Kabupaten Lebak dan Kabupaten Serang
Jarak yang harus ditempuh untuk datang ke Desa Cikuya dari Jakarta yaitu sekitar 54 km dengan menggunakan mobil. Sementara itu, jarak dari Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menuju Desa Cikuya sekitar 64 km dengan menggunakan mobil. Sedangkan jika menggunakan kereta menghabiskan waktu sekitar 2 jam dari Jakarta.
C. Struktur Penduduk
a. Keadaan Penduduk Menurut Jenis Kelamin
Desa Cikuya memiliki jumlah penduduk sebanyak 14.055 orang pada tahun 2016, dengan persentase 49,89% laki-laki, dan 50,11%
perempuan. Berdasarkan kategori, penduduk yang berumur 0-12 tahun berjumlah 5.960 orang (42,40%), 13-18 tahun berjumlah 2.101 orang (14,95%), 19-60 tahun berjumlah 3.331 orang (23,70%), dan >60 tahun berjumlah 2.663 orang (18,95%). Berikut disajikan tabel keadaan penduduk menurut jenis kelamin, yaitu :
Tabel 3.2: Jumlah Penduduk berdasarkan Jenis Kelamin
No. Jenis Kelamin Jumlah
1. Laki-laki 7.012 orang
2. Perempuan 7.043 orang
TOTAL 11.55 Orang
b. Keadaan Penduduk Menurut Agama
Di Desa Cikuya terdapat lima agama yang dianut oleh masyarakatnya yaitu Islam (97,94%), Kristen (1,34%), Katolik (0,36%), Hindu (0,30%), dan Budha (0,06%) dengan rincian sebagai berikut :
Tabel 3.3: Jumlah Penduduk berdasarkan Agama
No. Agama Jumlah
1. Islam 13.766 orang
2. Kristen 189 orang
3. Katolik 50 orang
4. Hindu 41 orang
20
5. Budha 9 orang
TOTAL 14.55 Orang
c. Keadaan Penduduk Menurut Mata Pencaharian
Kondisi ekonomi penduduk Desa Cikuya terdiri dari beberapa profesi. Total sebanyak 5.994 orang (42,65%) dari total penduduk 14.055 orang masyarakat Desa Cikuya yang memiliki pekerjaan. Di bawah ini disajikan tabel mata pencaharian masyarakat Desa Cikuya sebagai berikut :
Tabel 3.4: Daftar Mata Pencaharian Penduduk
No. Mata Pencaharian Jumlah
1. Petani 2.000 orang
2. Buruh tani 740 orang
3. Pegawai Negeri Sipil (PNS) 92 orang 4. Pegawai industri rumah tangga 75 orang 5. Pengerajin industri rumah tangga 200 orang
6. Pedagang keliling 84 orang
7. Peternak 478 orang
8. Montir 4 orang
9. Bidan swasta 2 orang
10. Perawat swasta 1 orang
11. Pembantu rumah tangga 57 orang
12. TNI 2 orang
13. Polri 2 orang
14. Pensiunan PNS/TNI/Polri 19 orang 15. Pengusaha kecil dan menengah 47 orang
16. Dukun kampung/terlatih 4 orang
17. Guru-dosen 82 orang
18. Tukang 75 orang
19. Seniman 1 orang
20. Mengurus rumah tangga 1.350 orang 21. Karyawan perusahaan swasta 673 orang 22. Karyawan perusahaan pemerintah 6 orang
TOTAL 5.994 orang
Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa mayoritas penduduk Desa Cikuya bekerja sebagai petani maupun buruh tani dengan jumlah 2.740 orang (45,71%) dari total penduduk yang bekerja.
d. Keadaan Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan
21 Penduduk Desa Cikuya saat ini sudah memiliki tingkat pendidikan yang cukup baik. Hal ini bisa dilihat dari sudah banyaknya penduduk yang memenuhi anjuran pemerintah yaitu wajib belajar 12 tahun atau minimal hingga SMA/Sederajat.
Hingga pertengahan tahun 2016, tingkat pendidikan penduduk Desa Cikuya yaitu sebagai berikut :
Tabel 3.5: Daftar Tingkat Pendidikan Penduduk
No. Tingkat Pendidikan Jumlah
1. 3 - 6 tahun yang belum masuk TK 455 orang 2. Usia 3 - 6 tahun yang sedang TK 250 orang 3. Usia 7 - 18 yang tidak pernah sekolah 86 orang 4. Usia 7 - 18 yang sedang sekolah 3.374 orang 5. Usia 18 - 56 tahun yang tidak pernah
sekolah 408 orang
6. Usia 18 - 56 tahun pernah SD dan tidak tamat
350 orang
7. Tamat SD/Sederajat 2.207 orang
8. Jumlah Usia 12 - 56 tahun tidak tamat
SLTP 648 orang
9. Jumlah Usia 18 - 56 tahun tidak tamat SLTA
587 orang
10. Tamat SMP/Sederajat 1.845 orang
11. Tamat SMA/Sederajat 1.554 orang
12. Tamat D-1/Sederajat 204 orang
13. Tamat D-3/Sederajat 194 orang
14. Tamat S-1/Sederajat 403 orang
15. Tamat S-2 1 orang
TOTAL 12.566 orang
D. Sarana dan Prasarana a. Desa
Desa Cikuya memiliki beberapa sarana dan prasarana, dalam hal ini yang dimiliki oleh pemerintahan desa. Sarana tersebut yaitu meja, kursi, LCD projector, laptop, dan sound system. Sarana ini biasa digunakan untuk rapat maupun untuk mengadakan pertemuan dengan warga.
22
Selain itu, ada juga timbangan bayi untuk kegiatan posyandu. Kondisi semua sarana tersebut cukup baik dan terawat.
Selanjutnya untuk prasarana, pemerintah Desa Cikuya memiliki kantor desa yang luasnya kira-kira 150 meter persegi. Kantor desa ini biasa digunakan untuk menjalankan kegiatan pemerintahan desa, melayani masyarakat, rapat dengan warga dan posyandu. Kondisi kantor desa terlihat kurang rapi dan kotor serta kurang ketatnya peraturan. Terkadang ada pejabat desa maupun masyarakat yang masuk ke kantor desa hanya menggunakan celana pendek maupun sedang menghisap rokok dan membuang puntung bekas rokok tersebut sembarangan.
Selain itu, pemerintahan Desa Cikuya juga memiliki gedung serba guna (GSG) yang lokasinya tidak jauh dari kantor desa. Gedung ini cukup besar dan bisa menampung kurang lebih 300-500 orang. Kondisi gedung ini cukup bagus, bangunannya kokoh, tembok dan lantai yang bersih, serta tersedia halaman yang cukup luas untuk parkir kendaraan.
Namun, dibeberapa sisi ada kondisi yang kurang baik, seperti di jendela ada beberapa kayunya yang sudah lapuk, kamar mandi yang kotor, dan halaman gedung yang ditumbuhi oleh rumput-rumput liar.
Gambar 3.2: Kantor Desa (sebelah kiri) dan Gedung Serba Guna (sebelah kanan)
b. Pendidikan
Wilayah Desa Cikuya memiliki lembaga pendidikan yang sudah cukup baik. Di sana terdapat 5 lembaga pendidikan yaitu SD Negeri Cikuya I, SD Negeri Cikuya III, SD Negeri Cikuya V, Yayasan
23 Pendidikan Dharma Bhakti (MI, MTs, SLTP, dan SMU), dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Li-Taqwa. Kondisi semua lembaga pendidikan tersebut cukup baik, memiliki fasilitas seperti perpustakaan, UKS dan lapangan, serta lingkungan yang bersih.
Gambar 3.3: Lembaga Pendidikan di Desa Cikuya c. Olahraga
Masyarakat Desa Cikuya khususnya para remaja, biasanya suka bemain sepak bola. Tidak hanya para remaja, terkadang juga anak-anak kecil bermain bersama di lapangan tersebut. Di lapangan ini juga sering diadakan kejuaran atau lomba sepak bola antar desa.
24
Gambar 3.4: Lapangan Sepak Bola d. Kesehatan
Fasilitas kesehatan merupakan hal yang sangat penting. di Desa Cikuya fasilitas kesehatan masih terbatas, tidak adanya rumah sakit dan yang terdekat cukup jauh lokasinya. Di sana hanya terdapat Posyandu yang terdapat di kantor desa, Puskesmas Cikuya dan Klinik Keluarga Sehat. Kondisi ketiga fasilitas tersebut jika dilihat dari fisiknya, bangunannya cukup baik. Sementara itu, Puskesmas Cikuya masih dalam proses renovasi.
Gambar 3.5: Puskesmas Cikuya (sebelah kiri) dan Klinik Keluarga Sehat (sebelah kanan)
25 e. Jalan
Jalan merupakan prasarana yang sangat penting di manapun. Jika tidak ada jalan maupun jalan tersebut rusak, maka akses ke suatu wilayah akan terganggu dan membuat wilayah tersebut sulit untuk maju. Di wilayah Tangerang, pemerintahnya sangat peduli terhadap kondisi jalan. Untuk Desa Cikuya, jalan raya utama kondisinya cukup baik karena sudah dicor beton. Tidak hanya itu, jalannya sudah dilengkapi dengan marka jalan dan rambu lalu lintas. Namun, bagi para pejalan kaki sangat berbahaya, tidak tersedianya trotoar. Selain itu, disebelah kiri maupun kanan jalan tidak adanya saluran air, sehingga, ketika hujan turun banyak air yang menggenang di tengah jalan.
Gambar 3.6: Jalan f. Gang
Di Desa Cikuya, cukup banyak gang-gang maupun jalan kecil.
Hampir semua gang maupun jalan tersebut tidak memiliki nama, sehingga untuk orang yang berasal dari luar Desa Cikuya akan kesulitan untuk menemukan alamat yang dituju. Oleh karena itu, kelompok KKN GELORA melakukan kegiatan pembuatan dan pemberian plang nama gang atau jalan.
26
Gambar 3.7: Gang g. Persawahan
Lahan persawahan di Desa Cikuya sangat luas. Dari total 750 hektar luas keseluruhan Desa Cikuya, 350 hektar atau 46,67% di antaranya yaitu lahan persawahan. Tidak heran jika mayoritas penduduk Desa Cikuya bekerja sebagai petani maupun buruh tani. Jenis sawah yang ada di Desa Cikuya merupakan jenis sawah tadah hujan yaitu sawah yang mengandalkan curah hujan. Hal ini dikarenakan posisi letak sawah yang berada lebih tinggi dari aliran sungai, sehingga air sungai tidak bisa dialirkan ke persawahan.
27 Gambar 3.8: Persawahan
h. Peribadatan
Terdapat lima agama yang dianut oleh masyarakat Desa Cikuya, yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu dan Budha. Islam sebagai agama mayoritas yang dianut oleh masyarakat membuat banyaknya masjid yang didirikan. Untuk tempat peribadatan agama lain, penulis tidak melihat adanya Gereja, Pura, maupun Vihara di Desa Cikuya.
Gambar 3.9: Masjid Li-Taqwa
28
“Manusia bijak adalah manusia yang bertanggungjawab dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan
kehidupan”.
(Dimas Satrio Wibowo)
“Kunci dari keberhasilan adalah kesabaran. Sabar dalam berjuang, berkomitmen, dan menuntaskan pekerjaan hingga
akhir. Meski sabar bukanlah hal yang mudah dilakukan.”
(Nur Kholifah)
29 BAB IV
DESKRIPSI HASIL PELAYANAN DAN PEMBERDAYAAN
A. Kerangka Pemecahan Masalah
Tabel 4.1. Matrik SWOT Bidang Pendidikan-Keagamaan Matrik SWOT 01. BIDANG PENDIDIKAN
STRENGTHS (S) WEAKNESS (W) 1. Potensi jumlah
siswa di Cikuya yang relatif besar diimbangi dengan sistem
pendidikan yang sudah cukup baik. Seperti adanya mata pelajaran wajib dan
ekstrakurikuler.
2. Adanya semangat anak-anak dalam menuntut ilmu agama.
3. Rutinnya kegiatan
keagamaan oleh warga Desa Cikuya.
4. Banyaknya kaum muda yang dapat dibimbing dalam kegiatan
keagamaan.
1. Kesadaran akan pendidikan yang masih kurang khususnya orangtua siswa sehigga pola pikir masyarakat Cikuya tentang penididikan cenderung apatis.
2. Kurangnya fasilitas dan pengajar ilmu agama di Desa Cikuya yang memadai.
3. Kurangnya penceramah kegiatan keagamaan di Desa Cikuya.
4. Kegiataan
keagamaan hanya untuk orang tua, kegiatan untuk kaum muda tidak ada.
Internal
Eksternal
30
OPPORTUNITIES (O) STRATEGI (SO) STRATEGI (WO) 1. Adanya beberapa
bantuan dari anggota KKN GELORA seperti pengadaan taman baca.
2. Adanya pengadaaan mushaf al-Qur‘an dan Juz ‗Amma di Desa Cikuya oleh KKN GELORA.
3. Adanya kaum muda dari Desa Cikuya yang sedang melakukan
pendidikan sebagai santri sehingga dapat membantu memajukan kegiatan keagamaan di Desa Cikuya.
1. Mendirikan taman baca sebagai stimulan untuk
meningkatkan minat baca masyarakat desa untuk segala umur.
2. Mengadakan wakaf mushaf al- Qur‘an dan Juz
‗Amma untuk memotivasi anak- anak dalam menuntut ilmu agama.
3. Mengadakan kegiatan
keagamaan untuk kaum tua dan muda agar nilai- nilai keagamaan tumbuh merata.
1. Bekerjasama dengan pemerintah setempat untuk memberikan pengajar didik yang kompeten.
2. Mendidik anak- anak dan generasi muda untuk
mengenyam pendidikan pesantren agar dapat mencetak penceramah agama.
3. Mengadakan kegiatan agama untuk remaja agar tercipta akhlak dan moral yang baik.
THREATHS (T) STRATEGI (ST) STRATEGI (WT)
1. Adanya pengaruh televisi sehingga membuat
masyarakat kurang memanfaatkan taman baca yang telah dibangun oleh anggota KKN GELORA.
1. Membangun semangat membaca dan menuntut ilmu di masyarakat.
2. Mengadakan sosialisasi oleh pejabat setempat
1. Mendidik kaum remaja hingga ke perguruan tinggi agar mereka sadar bahwa pendidikan adalah hal yang penting.
2. Memanfaatkan
31 2. Adanya budaya luar
baik dari
masyarakat luar ataupun media yang dapat menyebabkan krisis akhlak dan moral kaum muda Desa Cikuya.
mengenai kewaspadaan terhadap budaya luar dan media yang negatif.
sarana media dan televisi sebagai ajang
pembelajaran yang baik, khususnya pada program
keagamaan.
Dari matrik SWOT di atas, maka kelompok kami menyusun program- proram sebagai berikut:
1. Mengajar TPA 2. Mengajar SD
3. Pengadaan Taman Baca 4. Mengadakan Rumah Belajar
5. Sosialisasi dan Penyuluhan Anti Narkoba
6. Pengadaan mushaf al-Qur‘an untuk Masjid dan TPA
Tabel 4.2. Matrik SWOT Bidang Sosial Matrik SWOT 02. BIDANG SOSIAL
STRENGTHS (S) WEAKNESS (W) 1. Bonus demografi
yang dimiliki Desa Cikuya menjadi potensi besar, serta sikap partisipasif masyarakat Cikuya dan masih banyaknya lahan tidur yang bisa
dimanfaatkan.
2. Cakupan wilayah Desa Cikuya yang cukup luas sehingga dapat
1. Kurangnya sarana dan prasana Desa Cikuya menjadikan kemampuan
operasional Desa Cikuya belum maksimal dan adanya disparitas pendapatan antara penduduk
pendatang dan penduduk asli.
2. Vakumnya roda organisasi masyarakat sehingga kurang memajukan Internal
Eksternal
32
dimanfaatkan sebagai lahan perkebunan dan pertanian, dan pembangunan bisnis.
3. Akses jalan dan transportasi yang cukup memadai.
pembangunan desa, seperti Karang Taruna.
3. Kurangnya perhatian dari pemerintah setempat dalam memajukan
perekonomian desa dan pemberdayaan masyarakat.
OPPORTUNITIES (O) STRATEGI (SO) STRATEGI (WO)
1. Potensi yang dimiliki anggota KKN GELORA yang dapat menginspirasi masyarakat.
2. Letak wilayah Desa Cikuya yang berdekatan dengan kecamatan dan Stasiun Tigaraksa.
1. Luasnya wilayah Desa Cikuya dapat
dimanfaatkan untuk bidang sosial dan kemajuan perekonomian seperti bisnis dan lahan pertanian serta peternakan.
2. Mudahnya akses transportasi Desa Cikuya
berpotensi adanya
pendatang baru yang akan membantu kemajuan ekonomi desa.
1. Membangkitkan kembali fungsi- fungsi organisasi desa guna
memajukan desa.
2. Melakukan komunikasi dan kerjasama yang baik antara warga desa dengan pemerintah setempat.
THREATHS (T) STRATEGI (ST) STRATEGI (WT)
1. Adanya anggaran desa yang b
1. Mengadakan komunikasi yang
1. Mengajukan sponsor dana
33 2. Belum turun dari
pemerintah dan menjadikan pembangunan fasilitas umum seperti masjid terhambat.
3. Adanya
kesenjangan sosial warga desa dan warga
perumahan.
intensif antara warga desa dengan pejabat setempat mengenai anggaran dana.
2. Mengadakan sosialisasi dan silaturahmi antar pejabat setempat dengan warga agar tercipta suasana desa yang harmoni.
ke Kementrian Agama untuk membantu sedikit
pembangunan di Desa Cikuya.
2. Mengadakan acara nonton bareng guna mempererat silaturahmi antar warga Cikuya.
Dari matrik SWOT di atas, maka kelompok kami menyusun program- proram sebagai berikut:
1. Perayaan 17 Agustus
2. Pengadaan penamaan jalan dan plang masjid 3. Mengadakan hiburan nonton bareng
B. Bentuk dan Hasil Kegiatan Pelayanan pada Masyarakat Tabel 4.3. Sosialisasi dan Penyuluhan Anti Narkoba Bidang Pendidikan
Program Sosialisasi dan Penyuluhan Anti Narkoba Nomor Kegiatan 01
Nama Kegiatan Sosialisasi dan Penyuluhan Anti Narkoba Tempat, Tgl SMPN 2 Solear pada hari Senin, 1 Agustus 2016 Lama
Pelaksanaan
1 minggu untuk persiapan, 1 hari untuk pelaksanaan kegiatan
Tim Pelaksana KKN 200, KKN 201, KKN 202, SMPN 2 Solear Tujuan Memberikan informasi mengenai bahaya narkoba Sasaran Siswa/siswi SMPN 2 Solear
Target 50 Siswa/i menerima informasi mengenai bahaya narkoba.
34
Deskripsi Kegiatan
Sosialisasi dan penyuluhan anti narkoba dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 1 Agustus 2016 di SMPN 2 Solear. Kegiatan ini merupakan kegiatan gabungan KKN Desa Cikuya yakni KKN 200 (GELORA), KKN 201 (DEDIKASI), KKN 202 (DEVELOPER). Masing-masing kelompok KKN mendapatkan tugas yang berbeda, KKN 200 mendapatkan tugas menyiapkan konsumsi untuk pembicara dan peserta, KKN 201 dan KKN 202 masing-masing menghubungi pemateri, KKN 201 mendapatkan tugas menghubungi Bapak Ipto Daden Ruhiyat dan KKN 202 menghubungi Bapak Abdul Muslim.
Kegiatan ini diselenggarakan karena melihat beberapa berita yang menyatakan bahwa bayak kasus peredaraan dan penggunaan narkoba di Desa Cikuya dan banyak menimpa remaja usia SMP sampai SMA.
Peserta berasal dari perwakilan masing-masing kelas VII sampai IX, sebanyak 100 orang peserta mengikuti sosialisasi dan penyuluhan ini. Kenapa hanya perwakilan saja dan tidak semua siswa- siswi SMPN 2 Solear dilibatkan dalam kegiatan ini, hal tersebut dikarenakan aula sekolah tidak memungkinkan menampung semua siswa dan jika digunakan lapangan sekolah maka kegiatan dianggap tidak akan berjalan efektif karena beberapa alasan seperti panasnya cuaca saat itu.
Pemateri Sosialisasi dan Penyuluhan Anti Narkoba berasal dari Polsek Cisoka yang diwakili oleh Bapak Ipto Daden Ruhiyat selaku Kanib Dimnas, selain dari Polsek Cisoka pemateri juga berasal dari partner BNN yakni Bapak Abdul Muslim. Materi yang disampaikan berupa motivasi untuk terus berprestasi dan tentunya menghindari narkoba dan narkotika yang sudah
35 menyebar ke kalangan remaja, bapak Abdul Muslim juga mengajak siswa-siswi SMPN 2 Solear untuk terus waspada terhadap orang asing yang menawari makanan atau minuman terutama dalam bentuk permen atau obat karena dikhawatirkan makanan tersebut merupakan narkoba. Selain itu, dijelaskan pula bahaya pemakaian narkoba dimulai dari perubahan fisik dan psikis. Sesi materi diakhiri dengan beberapa pertanyaan dari siswa-siswi SMPN 2 Solear.
Kegiatan ini tidak berlanjut karena ini merupakan kegiatan seminar yang hanya dilaksanakan satu kali saja.
Hasil Pelayanan 50 Siswa/i menerima informasi mengenai bahaya narkoba.
Keberlanjutan
Program Tidak Berlanjut Dokumentasi :
Gambar 4.1. Sosialisasi dan Penyuluhan Anti Narkoba Tabel 4.4. Mengajar SD
Bidang Pendidikan Program Mengajar SD Nomor Kegiatan 02
Nama Kegiatan Mengajar di SDN Cikuya V
Tempat, Tgl SDN Cikuya V, 29 Juli – 19 Agustus 2016