• Tidak ada hasil yang ditemukan

APLIKASI PROYEK HVAC DAN MECHANICAL ENGINEERING DI PT. DAYA LELAKU TAKSAKA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "APLIKASI PROYEK HVAC DAN MECHANICAL ENGINEERING DI PT. DAYA LELAKU TAKSAKA"

Copied!
70
0
0

Teks penuh

(1)

MAGANG INDUSTRI – VM 191667

APLIKASI PROYEK HVAC DAN MECHANICAL ENGINEERING DI PT. DAYA LELAKU TAKSAKA

THOMAS TEGUH RAHARDJO 10211710010116

Dosen Pembimbing

M. Lukman Hakim, S.T. M.T.

1994201911070

Program Studi S1 Terapan Teknologi Rekayasa Konversi Energi Departemen Teknik Mesin Industri

Fakultas Vokasi

Institut Teknologi Sepuluh Nopember 2021

(2)

MAGANG INDUSTRI – VM 191667

APLIKASI PROYEK HVAC, DAN MECHANICAL ENGINEERING DI PT. DAYA LELAKU TAKSAKA

THOMAS TEGUH RAHARDJO 10211710010116

Dosen Pembimbing

M. Lukman Hakim, S.T. M.T.

1994201911070

Program Studi S1 Terapan Teknologi Rekayasa Konversi Energi Departemen Teknik Mesin Industri

Fakultas Vokasi

Institut Teknologi Sepuluh Nopember 2021

(3)

i

LEMBAR PENGESAHAN I

Yang bertandatangan dibawah ini

Nama : M. Sholikhuddin Zuhdi, S.T.

Jabatan : Direktur Operasional

Menerangkan bahwa mahasiswa

Nama : Thomas Teguh Rahardjo NRP : 10211710010116

Prodi : S1 Terapan Teknologi Rekayasa Konversi Energi

Telah menyelesaikan Magang Industri di

Nama Perusahaan : PT. DAYA LELAKU TAKSAKA

Alamat Perusahaan : Perum Metland Cibitung Blok F3 Nomor 7, Kel. Wonojaya, Kec. Cibitung. Kab. Bekasi, Prop, Jawa Barat

Bidang : HVAC, dan Mechanical Engineering Waktu Pelaksanaan : 17 Juli 2020 – 17 Januari 2021

Surabaya, 17 Januari 2021

M. Sholikhuddin Zuhdi, S.T.

(4)

ii

LEMBAR PENGESAHAN II

“APLIKASI PROYEK HVAC DAN MECHANICAL ENGINEERING DI PT. DAYA LELAKU TAKSAKA”

telah disetujui dan disahkan pada presentasi Laporan Magang Industri Fakultas Vokasi

Institut Teknologi Sepuluh Nopember 3 Februari 2021

Dosen Pembimbing

M. Lukman Hakim, S.T., M.T.

NIP. 1994201911070

(5)

iii

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa ata segala rahmat-Nya sehingga pada kesempatan kali ini, saya dapat menyelesaikan Magang di PT. Daya Lelaku Taksaka. Penyusunan Laporan Magang Industri ini merupakan prasyarat dari mata kuliah Magang Industri yang terdapat dalam Departemen Teknik Mesin Industri, Fakultas Vokasi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya.

Dalam kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih atas bimbingan, arahan, dan dorongan serta bantuan moril maupun secara materil kepada pihak-pihak yang telah membantu sehingga saya dapar menyelesaikan Laporan Magang Industri ini dengan baik, saya dengan hormat mengucapkan terima kasih kepada:

1. Bapak Dr. Ir. Heru Mirmanto, M.T. selaku Kepala Departemen Teknik Mesin Industri FV – ITS.

2. Bapak Ir. Suhariyanto, M.T. selaku Koordinator Magang Industri Program Studi Departemen Teknik Mesin Industri FV – ITS.

3. Bapak M. Lukman Hakim, S.T. M.T. selaku dosen pembimbing saya yang telah membantu dalam penyelesaian laporan magang.

4. Bapak M. Sholikhuddin Zuhdi, S.T. selaku pembimbing dari perusahaan selama saya melaksanakan Magang Industri di PT. Daya Lelaku Taksaka.

5. Orang tua tercinta, beliau selalu mendukung saya dalam segala hal terutama doanya sehingga kami mampu menyelesaikan laporan ini.

Saya menyadari bahwa dalam laporan ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu saya mengharapkan adanya kritik, dan saran yang membangun. Saya berharap semoga laporan ini dapat berguna bagi yang membaca.

Surabaya, 3 Februari 2021

Penulis

(6)

iv

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN I ... i

LEMBAR PENGESAHAN II ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... iv

DAFTAR GAMBAR ... vi

DAFTAR TABEL ... viii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Profil Perusahaan ... 2

1.1.1 Visi dan Misi Perusahaan ... 3

1.1.2 Struktur Organisasi PT. Daya Lelaku Taksaka ... 3

1.1.3 Lokasi Perusahaan ... 4

1.2 Lingkup Unit Kerja ... 4

BAB II KAJIAN TEORITIS ... 7

2.1 Manajemen Proyek ... 7

2.2 Sistem Tata Udara (HVAC) di Gedung Bertingkat ... 8

2.2.1 Refrigerasi ... 8

2.2.2 Air Conditioner (AC) ... 8

2.2.3 Perpindahan Panas (Heat Transfer) ... 8

2.2.4 Vapour Compression Refrigeration Process ... 9

2.2.5 Prinsip Dasar Siklus Refrigerasi ... 10

2.2.6 Sistem & Komponen Water Cooled Chiller ... 11

2.2.7 Sistem & Komponen Air Cooled Chiller ... 12

2.3 Pengertian Sistem HVAC (Heating Ventilation Air Conditioning) ... 12

2.3.1 Prinsip Kerja Sistem HVAC (Heating, Ventilating, and Air Conditioning) ... 13

2.4 Air Conditioner (AC) ... 13

2.5 AC Sentral ... 16

2.6 AHU (Air Handling Unit) ... 16

2.6.1 Filter ... 16

2.6.2 Fan Centrifugal ... 17

(7)

v

2.6.3 Evaporator ... 17

2.6.4 Ducting ... 18

2.6.5 Damper ... 18

BAB III AKTIVITAS PENUGASAN MAGANG INDUSTRI ... 19

3.1 Realisasi Kegiatan Magang Industri ... 19

3.2 Relevansi Teori dan Praktek ... 31

3.3 Permasalahan ... 32

BAB IV REKOMENDASI ... 33

4.1 Pelatihan Instalasi HVAC ... 33

4.2 Perbaikan Invoice, dan Berita Acara ... 33

4.3 Pembuatan Papan Informasi Representatif Office ... 33

4.4 Pembuatan Mindmap Proyek, Dan Aturan Kriteria Perekrutan Pekerja ... 33

BAB V TUGAS KHUSUS ... 35

5.1 Observasi Lapangan ... 35

5.1.1 Proyek PT. KALTIM PARNA INDUSTRI ... 35

5.1.2 Proyek Balai Besar Litbang Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) Salatiga ... 39

5.2 Kesimpulan ... 43

5.3 Saran ... 43

DAFTAR PUSTAKA ... 45

Lampiran IV Perbaikan Format Invoice, dan Berita Acara ... 49

(8)

vi

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1. Simbol PT. Daya Lelaku Taksaka...2

Gambar 1.2 Struktur Organisasi PT. Daya Lelaku Taksaka...3

Gambar 1.3 Real Modular (XACY VM)...4

Gambar 1.4 Real Modular (XACY VM), Capacity...4

Gambar 1.5 Modular (YICA)...5

Gambar 1.6 Modular (YICA), Capacity...5

Gambar 1.7 Air Handling Unit (AHU)...6

Gambar 1.8 Fan Coil Unit...6

Gambar 2.1 Perpindahan Panas Secara Radiasi, Konduksi, dan Konveksi...9

Gambar 2.2 Typical Single Stage Vapor Compression Refrigeration...9

Gambar 2.3 Entropy-Temperatur Vapour Compression Refrigeration Process...10

Gambar 2.4 Siklus Vapour Compression Refrigeration Process...10

Gambar 2.5 Sistem Water Cooled Chiller...11

Gambar 2.6 Sistem Air Cooled Chiller...12

Gambar 2.7 Kompresor...13

Gambar 2.8 Kondensor...14

Gambar 2.9 Katup Ekspansi...14

Gambar 2.10 Evaporator...15

Gambar 2.11 Refrigerant...15

Gambar 2.12 Filter...16

Gambar 2.13 Fan Centrifugal...17

Gambar 2.14 Evaporator...17

Gambar 2.15 Ducting...18

Gambar 2.16 Damper...18

Gambar 4.1 Papan Infromasi Representatif Office...33

Gambar 5.1 Dokumentasi 1 di PT. KALTIM PARNA INDUSTRI...37

Gambar 5.2 Dokumentasi 2 di PT. KALTIM PARNA INDUSTRI...38

Gambar 5.3 Dokumentasi 3 di PT. KALTIM PARNA INDUSTRI...38

Gambar 5.4 Dokumentasi 4 di PT. KALTIM PARNA INDUSTRI...39

(9)

vii

Gambar 5.5 Dokumentasi 1 di B2P2VRP Salatiga...41

Gambar 5.6 Dokumentasi 2 di B2P2VRP Salatiga...41

Gambar 5.7 Dokumentasi 3 di B2P2VRP Salatiga...42

Gambar 5.8 Dokumentasi 4 di B2P2VRP Salatiga...42

Gambar 5.9 Dokumentasi 5 di B2P2VRP Salatiga...43

(10)

viii

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Tabel Aktivitas Magang Industri...19

(11)

1

BAB I

PENDAHULUAN

Dalam dunia industri di Indonesia, dari perusahaan multinasional swasta, perusahaan milik negara mengalami perkembangan yang sangat pesat. Sehubungan dengan hal itu perguruan tinggi sebgai tempat untuk menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki mutu lulusan yang di inginkan. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya merupakan salah satu institusi (Perguruan Tinggi) negeri di Indonesia berupaya untuk meningkatkan mutu Sumber Daya Manusia, dan Ilmu Pengetahuan Teknologi guna menunjang pembangunan industri, serta sebagai penelitian perguruan tinggi untuk membantu pengembangan daerah Indonesia.

Sehubungan dengan pesatnya perkembangan dunia industri di Indonesia di bidang teknologi, dan pengaplikasiannya, wawasan dari mahasiswa tentang dunia kerja yang berkaitan dengan industrialisasi dirasa sangat kurang karena tidak bisa didapat secara langsung dalam perkuliahan. Oleh karena itu, kerjasama dengan perusahaan- perusahaan sangat dibutuhkan, yang dalam hal ini bisa dilakukan dengan jalan Studi Ekskursi, Kerja Praktek, Magang Industri, Joint Research, dan lain sebagainya.

Kerjasama yang baik antara dunia pendidikan sebagai penghasil keluaran tenaga kerja yang berkualitas dengan perusahaan-perusahaan pengguna tenaga kerja bisa menjembatani kesenjangan antara perguruan tinggi dengan dunia kerja (Industri) dalam rangka memberikan sumbangan yang lebih besar (menjadi Partner in Progress), dan sesuai bagi pembangunan bangsa, dan negara. Dalam hal ini kami sebagai mahasiswa diharapkan mampu mengenal, dan memahami lebih mendalam aplikasi-aplikasi disiplin ilmu yang telah kami pelajari selama perkuliahan yang tentunya lebih komplek, dan nyata, serta syarat teknologi baru. Magang Industri merupakan salah satu kurikulum wajib yang harus ditempuh oleh mahasiswa Departemen Teknik Mesin Indsutri, Fakultas Vokasi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Pemahaman tentang permasalahan di dunia industri khususnya dibidang produksi, dan maintenance untuk mahasiswa Departemen Teknik Mesin Industri, Fakultas Vokasi, ITS sangat diperlukan untuk menunjang

(12)

2 pengetahuan secara teoritis yang didapat dari materi perkuliahan, sehingga mahasiswa dapat menjadi salah satu sumber daya manusia yang berkualitas, dan siap menghadapi dunia kerja.

PT. Daya Lelaku Taksaka merupakan perusahaan yang berkecimpung pada dunia kontraktor di Indonesia. Dalam kegiatan Magang Industri aspek yang bergerak dibidang penyedia barang (mesin), dan jasa. Dengan syarata kelulusan yang ditetapkan, mata kulia Magang Industri telah menjadi salah satu pendorong utama bagi setiap mahasiswa untuk mengenal kondisi di lapangan kerja sesuai bidang masing-masing, dan untuk melihat keselarasan antara ilmu pengetahuan yang diperoleh dibangku kuliah dengan aplikasi langsung di dunia kerja. Dimana terdapat beberapa aspek dalam pemberian tugas kepada mahasiswa yang dapat mendorong untuk terjun dalam penanganan pengelolaan dalam dunia kerja.

1.1 Profil Perusahaan

Sumber : taksaka.co.id

Gambar 1.1. Simbol PT. DAYA LELAKU TAKSAKA

PT. Daya Lelaku Taksaka adalah Kontraktor HVAC dan Sistem tata udara. PT.

Daya Lelaku Taksaka merupakan perusahaan yang kompetitif, dan kualitatif di Indonesia. Didirikan 7 Maret 2019, kemudian latar belakang pendirian PT. Daya Lelaku Taksaka didasarkan pada kondisi wilayah Indonesia yang merupakan negara agraris, maritim, industri, dan memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah sehingga pembangunan perlu di upayakan. Salah satu usaha intensifikasi pembangunan yang dilakukan adalah dengan cara mendirikan untuk memenuhi

(13)

3 kebutuhan pembangunan nasional, salah satu diantaranya adalah Kontraktor HVAC dan Sistem tata udara.

1.1.1 Visi dan Misi Perusahaan

PT. Daya Lelaku Taksaka bergerak dalam bidang perdagangan mesin, dan logam, alat elektronik, komputer, dan telekomunikasi, konsultan teknis.

1.1.2 Struktur Organisasi PT. Daya Lelaku Taksaka

Struktur organisasi yang disertai dengan uraian pekerjaan akan diperoleh manfaat sebagai berikut :

1. Membantu para pejabat agar lebih mengerti akan tugas, dan jabatannya.

2. Menjelaskan, dan menjernihkan persoalan mengenai pembatasan tugas, tanggung jawab, wewenang, dan lain-lain.

3. Sebagai bahan orientasi untuk pejabat.

4. Menentukan jumlah pegawai di kemudian hari.

5. Penyusunan program pengembangan manajemen.

6. Menentukan training untuk para pejabat yang sudah ada.

Mengatur kembali langkah kerja, dan prosedur kerja yang berlaku bila terbukti kurang lancar.

Gambar 1.2 Struktur Organisasi PT. Daya Lelaku Taksaka

(14)

4 1.1.3 Lokasi Perusahaan

PT. Daya Lelaku Taksaka terletak pada daerah Kabupaten Bekasi.

Alamat Perusahaan berada di Perum Metland Cibitung Blok F3 Nomor 7, Kel. Wonojaya, Kec. Cibitung. Kab. Bekasi, Prop, Jawa Barat. Sedangkan Representative Office berada di Jl. A. Yani Patra 2 Jl. Jend. Ahmad Yani No.52, RT.15/RW.3, Cemp. Putih Tim., Kec. Cemp. Putih, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

1.2 Lingkup Unit Kerja

PT. Daya Lelaku Taksaka mengembangkan bisnis produk HVAC (Heating Ventilation dan Air-Conditioning). Berikut produk yang di pasarkan ke industri, hotel, gedung, yaitu:

Description Real Modular (XACY VM)

1. Split Ducted Air Conditioning system with Air Cooled Condensing Unit 2. An Evaporator unit can be pairs with up to 4 Condensing Unit

Gambar 1.3 Real Modular (XACY VM) Description Real Modular (XACY VM), Capacity

1. Cooling : 60,000 Btu/h up to 600,000 Btu/h, (5 TR up to 50 TR) 2. Indoor Airflow : 2,000 CFM up to 20,000 CFM

Gambar 1.4 Real Modular (XACY VM), Capacity

(15)

5 Description Modular (YICA)

1. Split Ducted Air Conditioning system with Air Cooled Condensing Unit 2. An Evaporator unit can be pairs with up to 4 Condensing Unit

Gambar 1.5 Modular (YICA) Description Modular (YICA), Capacity

1. Cooling : 75,000 Btu/h up to 600,000 Btu/h, (6 TR up to 50 TR) 2. Indoor Airflow : 2,500 CFM up to 20,000 CFM

Gambar 1.6 Modular (YICA), Capacity Description Air Handling Unit (AHU)

1. Evaporator Unit for chilled water or direct expansion air conditioning system

2. Airflow : 1,200 CFM up to 64,800 CFM

(16)

6 Gambar 1.7 Air Handling Unit (AHU)

Description Fan Coil Unit (FCU)

1. Indoor (Evaporator) Unit for chilled water air conditioning system 2. Cooling : 5,900 Btu/h up to 52,000 Btu/h, (0.5 TR up to 4.5 TR) 3. Airflow : 200 CFM up to1,400 CFM

Gambar 1.8 Fan Coil Unit

(17)

7

BAB II

KAJIAN TEORITIS

2.1 Manajemen Proyek

Manajemen Proyek merupakan upaya untuk merencanakan pekerjaan dengan suatu target pencapaian tertentu yang diselesaikan dalam rentang waktu tertentu dengan mengatur sumber daya seminimal mungkin (efisien). Dan dikombinasikan metode-metode untuk mengelola biaya, waktu, atau bahkan kualitasnya.

Suatu aturan umum dalam dunia usaha mengatakan: “Bila suatu masalah telah menjadi kompleks, dan berdampak besar, maka manajemen yang baik harus ditetapkan”. Demikian halnya dengan suatu sistem manajemen usaha yang baik akan mendatangkan kebaikan pada usaha tersebut. Adapun hal-hal yang dilakukan PT. Daya Lelaku Taksaka:

1. Menyelesaikan tepat waktu 2. Menjaga anggaran

3. Menjaga Kualitas 4. Melancarkan proyek

Sasaran Manajemen Proyek yaitu:

1. Menyelesaikan, dan mengembangkan proyek sesuai dengan anggaran biaya, dan tenggat waktu yang telah ditentukan sekaligus dalam kualitas/spesifikasi sesuai dengan yang telah disepakati di awal.

2. Meningkatkan nama baik pelaksana proyek berdasarkan kualitas hasi proyek.

3. Menciptakan suasana kerja kondusif untuk mendukung kelancaran aktivitas proyek. Hal ini meliputi ketersediaan keadaan, sarana-prasarana, dan keselamatan kerja.

(18)

8 4. Menjaga keharmonisan antar pihak dalam proyek sehingga seluruh pihak terlibat akan memberikan yang terbaik untuk proyek yang sedang dijalankan.

2.2 Sistem Tata Udara (HVAC) di Gedung Bertingkat 2.2.1 Refrigerasi

Proses penurunan temperature (pendingina), dari suatu ruang/suatu subtansi menjadi lebuh rendah dari temperatur lingkungan sekitar melalui perpindahan panas (Heat Transfer). Dan referigerasi dapat dianggap sebagai proses pembuangan kalor. Fluida yang bisa memindahkan atau membawa kalor tersebut : zat pendingin/refrigerant.

2.2.2 Air Conditioner (AC)

Alat untuk mengontrol temperatur, kebersihan, kelembaban, dan pasokan udara (dingin) ke suatu tempat ke tempat yang akan dikondisikan. Cara kerjanya adalah dengan memindahkan panas ke udara luar menggunakan siklus refrigerasi

2.2.3 Perpindahan Panas (Heat Transfer)

Kalor (panas) selalu berpindah dari substansi yang lebih hangat ke substansi yang lebih dingin. Dalam kenyataan, molekul yang getarannya lebih cepat memindahkan sebagian dari energi mereka ke molekul yang getarannya lebih lambat. Maka molekul yang getarannya cepat sedikit melambat dan molekul yang lebih lambat menjadi lebih cepat. Secara sederhana, ini berarti jika diluar panas, maka panas dari luar cenderung untuk memasuki ruangan yang lebih sejuk didalam bangunan. Adapun metode perpindahan panas, yaitu:

(19)

9 Gambar 2.1 Perpindahan Panas Secara Radiasi (Atas), Konduksi (Tengah),

dan Konveksi (Bawah)

1. Radiasi : melalui gerakan gelombang, dimana energi dipindahkan dari suatu benda ke benda lain tanpa ada persentuhan.

2. Konduksi : melalui aliran panas diantara bagian dari suatu benda atau dari suatu benda ke benda lain melalui sentuhan secara langsung.

3. Konveksi : melalui perpindahan fluida atau udara 2.2.4 Vapour Compression Refrigeration Process

Gambar 2.2 Typical Single Stage Vapor Compression Refrigeration

(20)

10 Gambar 2.3 Entropy-Temperatur Vapour Compression Refrigeration

Process

Gambar 2.4 Siklus Vapour Compression Refrigeration Process 2.2.5 Prinsip Dasar Siklus Refrigerasi

Siklus Refrigerasi memiliki prinsip dasar yaitu:

1. Kompresor sebagai alat yang akan memompa zat pendingin dalam sistem, dan sebagai jantung dari sistem AC. Sebelum masuk ke kompresor, zat pendingin adalah gas bertekanan rendah. Oleh kompresor gas tersebut ditekan menjadi gas bertekanan tinggi, menjadi panas, dan mengalir menuju ke kondenser.

2. Di dalam kondenser, gas bertemperatur, dan bertekanan tinggi tersebut meleppaskan panasnya ke udara luar, dan menjadi cairan “subcool”

bertekanan tinggi.

3. Cairan bertekanan tinggi itu melalui expansion valve, yang menurunkan tekanan, dan sekaligus temperaturnya dibawah temperatur dari ruangan atau materi yang didinginkan. Proses ini menghasilkan cairan zat pendingin yang dingin, dan bertekanan rendah.

(21)

11 4. Zat pendingin cair bertekanan rendah mengalir ke evaporator dimana zat itu menyerap panas dari udara ruangan melalui proses penguapan, dan menjadi gas bertekanan rendah. Gas tersebut mengalir kembali ke kompresor dimana siklusnya akan berulang kembali seperti awalnya.

5. Untuk pompa kalor, siklusnya berputar terbalik.

2.2.6 Sistem & Komponen Water Cooled Chiller

Sistem pendinginan ruangan yang dikontrol dari satu titik atau tempat, dan di distribusikan secara terpusat ke seluruh isi gedung dengan kapasitas yang sesuai dengan ukuran ruangan, dan didistribusikan dengan menggunakan saluran udara (ducting).

Gambar 2.5 Sistem Water Cooled Chiller Komponen-komponen pada sistem Water Cooled Chiller yaitu:

1. AHU (Air Handling Unit)

2. Chilled Water & Condenser Water Piping 3. Chilled Water Pumps (ChWP)

4. Condenser Water Pumps (CWP)

(22)

12 5. Water Cooled Chiller (WCC)

6. Cooling Tower (CT)

2.2.7 Sistem & Komponen Air Cooled Chiller

Air Cooled Chiller ialah sistem alat pendingin yang lainnya seperti AC dimana terdiri dari beberapa komponen utama yaitu evaporator, kondensor, kompresor serta alat ekspansi, dan sebagainya. Air ini akan mengalami perubahan suhu bila menyerap kalor, dan membebaskannya di evaporator.

Gambar 2.6 Sistem Air Cooled Chiller Komponen-komponen pada sistem Air Cooled Chiller yaitu:

1. AHU (Air Handling Unit) 2. Condenser Water Piping

3. Condenser Water Pumps (CWP) 4. Air Cooled Chiller (ACC)

2.3 Pengertian Sistem HVAC (Heating Ventilation Air Conditioning) HVAC ialah salah satu sistem pemanas, sirkulasi udara, dan pendingin yang pada umumnya dirancang dalam satu sistem. Sistem ini bertujuan membuat suasana yang nyaman bagi pengguna dengan mengkondisikan variable dalam udara ruangan

(23)

13 yang meliputi suhu, udara bersih, dan kelembapan. Dalam pengkondisian udara hal yang penting dalam suatu bangunan. Sistem pengkondisian udara yang baik akan mengeluarkan udara segar sehingga akan diperoleh kenyamanan yang baik bagi manusia, mesin maupun lingkungan yang berada dilingkungan sekitar. Dengan kenyamanan yang baik akan menaikkan kinerja dari manusia maupun mesin yang digunakan.

2.3.1 Prinsip Kerja Sistem HVAC (Heating, Ventilating, and Air Conditioning)

Prinsip kerja sistem HVAC sebagai pergantian udara ruangan dengan udara segar dari lingkungan. Kolaborasi udara masuk menuju AHU (Air Handling Unit) melewati beberapa bagian seperti: filter, fan (blower), koil evaporator (cooling), dan pemanas (heating). Kemudian terjadi penurunan suhu yang langsung disalurkan oleh saluran udara (ducting) ke ruangan hingga merata.

2.4 Air Conditioner (AC)

Air Conditioner komponen yang dapat membuat udara menjadi sejuk atau dingin, dan dapat mengatur temperatur, dan kebersihan udara seperti dalam sebuah ruangan. Pada Air Conditioner terdapat komponen-komponen utama yaitu:

1. Kompresor

Gambar 2.7 Kompresor

Kompresor ialah alat untuk menghisap uap refrigeran yang berasal dari evaporator, dan menekan uap refrigeran ke kondensor sehingga tekanan,

(24)

14 dan temperaturnya meningkat. Kompresor yang biasa digunakan umumnya bersatu dengan kondensor menjadi satu uunit, dan biasa disebut kondensing unit.

2. Kondensor

Gambar 2.8 Kondensor

Kondensor ialah alat perpindahan panas yang dilepaskan dari uap refrigeran ke udara luar (media pengembun) sehingga uap refrigeran akan mengembun, dan berubah fasa dari up ke cair. Sebelum masuk ke kondensor refrigeran berfasa uap yang bertemperatur, dan bertekanan tinggi, sedangkan setelah ke luar dari kondensor, refrigeran berfasa cair jenuh yang bertemperatur, dan bertekanan tinggi.

3. Katup Ekspansi

Gambar 2.9 Katup Ekspansi

Katup ekspansi pada sistem refrigerasi mempunya dua tujuan, pertama adalah fungsi termodinamik dengan ekspansi (menurunkan tekanan) cairan

(25)

15 refrigeran dari tekanan kondensor ke tekanan evaporator. Kedua adalah fungsi kontrol terhadap aliran cairan yang masuk evaporator. Pada saaat masuk katup ekspansi refrigeran berfasa cair dengan tekanan, dan temperatur tinggi. Setelah keluar, katup ekspansi berfasa campuran (cair dengan uap) memiliki tekanan, dan temperatur rendah.

4. Evaporator

Gambar 2.10 Evaporator

Evaporator iala komponen sistem refrigerasi yang berfungsi untuk memindahkan panas dari air, udara, atau objek lainnya dengan cara mengambil kalor untuk proses penguapan pada refrigeran.

5. Refrigerant

Gambar 2.11 Refrigerant

Refrigerant ialah suaatu subtansi kerja dalam suatu sistem refrigerasi, yang bertindak sebagai media penyerap, dan pembuang kalor di evaporator.

Refrigerant menyerap kalor dari benda atau produk yang di inginkan sehingga bentuk refrigeran berubah dari cair menjadi gas, sedangkan pada

(26)

16 kondensor refrigerant membuang panas ke lingkungan atau bahan lain sehingga bentuknya berubah dari gas menjadi cair. Zat yang dapat digunakan sebagai refrigeran memiliki struktur kimia, sifat-sifat fisis, dan termodinamis tertentu sehingga dapat dipakai dengan aman, dan ekonomis.

2.5 AC Sentral

AC Sentral ialah sistem pendingin yang di kontrol dalam satu tempat, dan mendistribusikan melalui jalur terpusat dengan saluran udara (ducting) menuju ruangan.

2.6 AHU (Air Handling Unit)

Air Handling Unit ialah alat yang digunakan untuk pengkondisian, dan sirkulasi udara sebagai bagian dari sistem HVAC. Air Handling Unit biasanya berupa kotak besar yang terbuat dari logam yang berisi blower, elemen pemanas atau pendingin, filter, dan peredam suara. Adapun komponen dalam AHU yang memiliki fungsi yaitu:

2.6.1 Filter

Gambar 2.12 Filter

Filter ialah alat yang berfungsi penyaring udara, partikel-partikel asing, dan debu. Pada sistem AHU, filter terdapat beberapa tipe tergantung tingkat ke-efisienannya sebagai berikut:

1. Pre filter, memiliki efisiensi sebesar 35%

2. Medium Filter memiliki efisiensi sebesar 95%

(27)

17 3. HEPA (High Efficiency Particulate Air) memiliki efisiensi sebesar 99%

Dari beberapa jenis filter harus ada pergantian secara berkala agar kualitas udara yang dihasilkan bersih.

2.6.2 Fan Centrifugal

Gambar 2.13 Fan Centrifugal

Fan centrifugal ialah mesin untuk penggerak udara. Fan ini memanfaatkan energi kinetik dari kipasnya untuk menaikan tekanan udara.

Fan centrifugal mempercepat aliran udara secara linier pada sistem AHU, fan ini menaikan kecepatan dari aliran udara dengan bagian berputar dengan memanfaatkan energi kinetik dari kipasnya untuk menaikan tekanan udara pada sistem AHU (Air Handling Unit)

2.6.3 Evaporator

Gambar 2.14 Evaporator

(28)

18 Evaporator ialah alat berfungsi menurunkan temperatur udara yang disalurkan melalui ducting.

2.6.4 Ducting

Gambar 2.15 Ducting

Ducting adalah alat berfungsi menyalurkan udara tertutup tempat mengalirnya udara bersih menuju ruangan. Pada ruangan terdapat dua saluran udara yaitu ducting supply, dan ducting return.

2.6.5 Damper

Gambar 2.16 Damper

Damper ialah alat yang berfungsi mengatur udara yang masuk ke ruangan, udara yang masuk dapat disesuaikan dengan kapasitas ruangan.

(29)

19

BAB III

AKTIVITAS PENUGASAN MAGANG INDUSTRI

3.1 Realisasi Kegiatan Magang Industri

Mekanisme atau proses kerja yang diamati ketika Magang Industri ditampilkan dalam bentuk tabel berikut ini:

Tabel 3.1 Tabel Aktivitas Magang Industri Hari

Ke Tanggal

Jenis Aktivitas Magang

Industri

Tugas yang

Diberikan Pencapaian Tugas

1 17 Juli 2020

Pengenalan Perusahaan

 Membuat resume

 Memahami ranah kerja PT.

Daya Lelaku Taksaka

 Memahamai struktur organisasi perusahaan

 Memahami mekanisme pekerjaan dilapangan, dan dikantor

2 19 Juli 2020

Opname Pekerjaan Pemuatan Pelindung Debu Mesin

 Memantau, dan mengarahkan pekerjaan tukang di PT.

Wings Group

 Mengetahui proses

pekerjaan yang seharusnya dilakukan

(30)

20 N6C & N6D

Powder 2

 Berkomunikasi dengan PIC yang bertugas

 Mengawasi, dan

mengarahkan tukang

 Mengetahui

PIC yang

bertugas

 Mengetahui evaluasi hasil pekerjaan

 Memahami tentang

kebersihan dan

K3 dalam

bekerja 3 20 Juli

2020 Meninjau Investaris Wings, &

Pengerjaan Format Job Safety Analysis

 Melakukan pendataan inventaris PT.

Daya Lelaku Taksaka

 Mengerjakan format job safety analysis

 Memahami pentingnya pendataan inventaris PT.

Daya Lelaku Taksaka

 Memahami format job safety analysis 4 21 Juli

2020

Visit Proyek Kolam

 Memantau tukang, dan

berkomunikasi dengan PIC yang bertugas

 Mengevaluasi kinerja tukang, dan

berkomunikasi kepada PIC terkait rencana dengan proses pengerjaan

(31)

21 5 22 Juli

2020

Pengerjaan Berita Acara, dan Invoice

 Pembuatan Berita Acara untuk Proyek Fabrikasi Akrilik serta invoice

 Memahami kegunaan berita acara, invoice, dan alur pengajuan ke perusahaan 6 23 Juli

2020

Visit Proyek Grille,

Pemesanan &

Pemasangan Grille

 Melakukan pengukuran ruang untuk Grille yang sesuai

 Melakukan pemesanan Grille kepada pihak produksi, dan

pemasangan

 Memahami carai pengukuran grille sesuai yang

dibutuhkan

 Memahami alur perencanaan sampai pemasangan Grille 7 24 Juli

2020 Visit Progess Proyek Wiremesh Kolam Ikan

 Melakukan pengecekan proyek

 Mengawasi pekerjaan dari tukang

 Mengetahui progess pengerjaan

8 27 Juli

2020 Visit Finishing Proyek

Wiremesh Kolam Ikan

 Melakukan penyelesaian proyek dengan tukang

 Melakukan komunikasi

 Menyelesaikan proyek

 Mengetahui kondisi proyek dengan PIC yang bertugas

(32)

22 dengan PIC

yang bertugas 9 28 Juli

2020

Rapat Proyek

& Pembuatan Invoice

 Melakukan rapat proyek

 Membuat invoice kepada PT. Wings Group untuk proyek wiremesh

 Melakukan penagihan

 Memahami proses rapat proyek sebelum, dan akan

dilaksanakan

 Menyelesaikan invoice, dan memberikan kepada bagian keuangan PT.

Wings Group 10 29 Juli

2020

Visit PT.

Hutama Karya

 Meninjau proyek di PT.

Hutama Karya

 Memahami proyek di PT.

Hutama Karya 11 30 Juli

2020

Visit PT.

Hutama Karya

 Meninjau proyek di PT.

Hutama Karya

 Memahami proyek di PT.

Hutama Karya 12 03 Agustus

2020

Pencarian tenaga kerja lapangan (Las

& Helper)

 Merekrut tenaga kerja lapangan (Las

& Helper)

 Mendapatkan tenaga kerja sesuai kualifikasi untuk proyek 13 04 Agustus

2020

Visit Proyek Gudang Waste PT. Sayap Mas Utama (Wings Group)

 Melakukan komunikasi dengan PIC

 Melakukan pengawasan tenaga kerja

 Konfirmasi terkait progess pekerjaan kepada PIC yang bertugas

(33)

23 dalam

pekerjaan

 Merencanakan kegiatan berlangsung untuk kedepannya

 Mengetahui waktu, dan rencana untuk proyek tersebut

 Memahami progess proyek yang dikerjakan 14 05 Agustus

2020

Pengerjaan Proyek Gudang Waste PT.

Sayap Mas Utama (Wings Group)

 Melakukan pengawasan terhadap tukang

 Melakukan komunikasi kepada PIC yang bertugas

 Mengetahui progess pekerjaan

 Mengetahui evaluasi dari PIC yang bertugas untuk ketepatan proyek 15 06 Agustus

2020

Pengerjaan Proyek Gudang Waste PT.

Sayap Mas Utama (Wings Group)

 Melakukan komunikasi dengan PIC

 Melakukan pengawasan terhadap pekerjaan dari tukang

 Mengetahui progess pekerjaan

 Mengetahui evaluasi dari PIC yang bertugas untuk ketepatan proyek 16 07 Agustus

2020 Pengerjaan Proyek Gudang Waste PT.

Sayap Mas

 Melakukan pengawasan terhadap pekerjaan dari tukang

 Mengetahui progess pekerjaan

 Mengetahui evaluasi dari

(34)

24 Utama (Wings

Group)

 Melakukan komunikasi kepada PIC untuk memantau kegiatan

PIC yang bertugas untuk ketepatan proyek

17 10 Agustus 2020

Pengerjaan Proyek Gudang Waste PT.

Sayap Mas Utama (Wings Group)

 Membuat berita acara , dan invoice

 Melakukan pengawasan terhadapa pekerja pada proyek ini

 Mengetahui progess pekerjaan

 Mengetahui evaluasi dari PIC yang bertugas untuk ketepatan proyek 18 11 Agustus

2020

Penagihan biaya Proyek

 Melakukan follow up dengan bagian keuangan terkait invoice

 Mendapatkan informasi batas tanggal tagihan di terima perusahaan 19 12 Agustus

2020

Visit Pabrik PT. ITU AIRCONCO

 Mengamati proses pembuatan beberapa komponen dari AC Sentral

 Mendampingi direktur untuk rapat

 Memahami proses pembuatan salah satu dari beberapa komponen dari AC Sentral

 Rapat selesai

(35)

25 20 13 Agustus

2020

Pengerjaan Proyek Gudang Waste PT.

Sayap Mas Utama (Wings Group)

 Melakukan pengawasan terhadap pekerjaan dari tukang

 Melakukan komunikasi kepada PIC untuk memantau kegiatan

 Mengetahui progess pekerjaan

 Mengetahui evaluasi dari PIC yang bertugas untuk ketepatan proyek

21 14 Agustus 2020

Pengerjaan Proyek Gudang Waste PT.

Sayap Mas Utama (Wings Group)

 Melakukan pengawasan terhadap pekerjaan dari tukang

 Melakukan komunikasi kepada PIC untuk memantau kegiatan

 Mengetahui progess pekerjaan

 Mengetahui evaluasi dari PIC yang bertugas untuk ketepatan proyek

22 18 Agustus

2020 Pengerjaan Proyek Gudang Waste PT.

Sayap Mas Utama (Wings Group)

 Melakukan pengawasan terhadap pekerjaan dari tukang

 Melakukan komunikasi kepada PIC

 Mengetahui progess pekerjaan

 Mengetahui evaluasi dari PIC yang bertugas untuk

(36)

26 untuk

memantau kegiatan

ketepatan proyek

23 19 Agustus 2020

Pengerjaan Proyek Gudang Waste PT.

Sayap Mas Utama (Wings Group)

 Melakukan pengawasan terhadap pekerjaan dari tukang

 Melakukan komunikasi kepada PIC untuk memantau kegiatan

 Mengetahui progess pekerjaan

 Mengetahui evaluasi dari PIC yang bertugas untuk ketepatan proyek

24 24 Agustus 2020

Pengerjaan Proyek Gudang Waste PT.

Sayap Mas Utama (Wings Group)

 Melakukan pengawasan terhadap pekerjaan dari tukang

 Melakukan komunikasi kepada PIC untuk memantau kegiatan

 Mengetahui progess pekerjaan

 Mengetahui evaluasi dari PIC yang bertugas untuk ketepatan proyek

25 25-27 Agustus

2020

Forum Group Discussion (Work From Home)

 Melakukan diskusi dengan pekerja di PT.

Daya Lelaku Taksaka

 Mengetahui proyek yang ada di PT. Daya Lelaku Taksaka

(37)

27 26 28 Agustus

2020 Pembuatan Berita Acara

 Membuat Berita Acara terkait Proyek Lainnya

 Berita acara siap untuk penagihan 27 31 Agustus

2020

Pengerjaan Proyek Gudang Waste PT.

Sayap Mas Utama (Wings Group)

 Melakukan pengawasan terhadap pekerjaan dari tukang

 Melakukan komunikasi kepada PIC untuk memantau kegiatan

 Mengetahui progess pekerjaan

 Mengetahui evaluasi dari PIC yang bertugas untuk ketepatan proyek

28 01

September 2020

Pengerjaan Proyek Gudang Waste PT.

Sayap Mas Utama (Wings Group)`

 Melakukan pengawasan terhadap pekerjaan dari tukang

 Melakukan komunikasi kepada PIC untuk memantau kegiatan

 Mengetahui progess pekerjaan

 Mengetahui evaluasi dari PIC yang bertugas untuk ketepatan proyek

29 02

September 2020

Pembuatan Berita Acara Proyek Gudang Waste PT.

 Melakukan pengawasan terhadap

 Berita acara selesai siap untuk di berikan ke PIC, dan

(38)

28 Sayap Mas

Utama (Wings Group)

pekerjaan dari tukang

 Melakukan komunikasi kepada PIC untuk memantau kegiatan

digabungkan dengan invoice

 PIC mengetahui progess proyek

30 03

September 2020

Pengerjaan Proyek Gudang Waster PT.

Sayap Mas Utama (Wings Group)

 Melakukan pengawasan terhadap pekerjaan dari tukang

 Melakukan komunikasi kepada PIC untuk memantau kegiatan

 Mengetahui progess pekerjaan

 Mengetahui evaluasi dari PIC yang bertugas untuk ketepatan proyek

31 04

September 2020

Evaluasi Administrasi PT. Daya Lelaku Taksaka

 Mengevaluasi administrasi perusahaan untuk diperbaiki

 Administrasi perusahaan sudah tertata dengan baik

32 07

September 2020

Visit Pabrik PT. ITU AIRCONCO

 Mendampingi Direktur PT.

Daya Lelaku Taksaka untuk rapat

 Rapat selesai

(39)

29 33 08-11

September 2020

Forum Group Discussion (Work From Home)

 Melakukan diskusi dengan pekerja di PT.

Daya Lelaku Taksaka

 Mengetahui proyek yang ada di PT. Daya Lelaku Taksaka

34 14

September 2020

Visit PT. Tirta Alam Bekasi

 Mengunjungi PT. Tirta Alam Bekasi

 Mendampingi Direktur PT.

Daya Lelaku Taksaka dalam rapat

 Pembahasan proyek, dan pemberian invoice kepada proyek PT.

Tirta Alam Bekasi 35 15-22

September 2020

Forum Group Discussion (Work From Home)

 Melakukan diskusi dengan pekerja di PT.

Daya Lelaku Taksaka

 Mengetahui proyek yang ada di PT. Daya Lelaku Taksaka

36 23

September 2020

Visit Pabrik PT. ITU AIRCONCO

 Mendampingi Direktur PT.

Daya Lelaku Taksaka untuk rapat

 Rapat selesai

37 24

September- 22 Oktober

2020

Forum Group Discussion (Work From Home)

 Melakukan diskusi dengan pekerja di PT.

Daya Lelaku Taksaka

 Mengetahui proyek yang ada di PT. Daya Lelaku Taksaka

(40)

30 38 23-28

Oktober 2020

Rekap Data PT. Daya Lelaku Taksaka

 Merekap data perusahaan

 Merekap data sebagian proyek di PT.

Daya Lelaku Taksaka 39 29-31

Oktober 2020

Forum Group Discussion (Work From Home)

 Melakukan diskusi dengan pekerja di PT.

Daya Lelaku Taksaka

 Mengetahui proyek yang ada di PT. Daya Lelaku Taksaka

40 1-30

November

Pembuatan Laporan Magang serta Membaca Literasi, Wawancara.

 Membuat Laporan Magang

 Membaca literasi

 Membaca laporan proyek yang sudah diselesaikan oleh PT. Daya Lelaku

Taksaka

 Mendapatkan sebagian dari isi laporan magang indusri

 Mendapatkan sudut pandang baru

 Mendapatkan informasi tentang proyek yang dikerjakan di PT. Daya Lelaku Taksaka

41 1

Desember 2020 – 17 Januari

2021

Penyelesaian Laporan Magang, Forum Group Discussion (Work From Office) serta

 Menyelesaikan, dan

mengumpulkan data untuk dimasukkan di laporan

 Mempersiapkan bahan untuk Laporan Magang Industri

 Mendapatkan informasi yang

(41)

31 Penutupan

Kegiatan Magang bersama Direktur Operasional PT. Daya Lelaku Taksaka

magang industri

 Menanyakan terkait informasi proyek yang sedang berlangsung dan proses proyek dari awal sampai akhir

belum jelas pada proyek di PT. Daya Lelaku Taksaka

3.2 Relevansi Teori dan Praktek

Menurut Soeharto (1997), kegiatan proyek adalah suatu kegiatan sementara yang berlangsung dalam jangka waktu terbatas, dengan alokasi sumber daya tertentu, dan dimaksudkan untuk melaksanakan tugas yang sasarannya telah digariskan dengan jelas. Suatu proyek merupakan upaya yang mngerahkan sumber daya yang tersedia, yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan, sasaran, dan harapan penting tertentu serta harus diselesaikan dalam jangka waktu terbatas sesuai dengan kesepakatan, (Dipohusodo, 1995). Beberapa tujuan yang sudah disepakati memiliki skema pekerjaan yang sudah di analisa, berikut skema dalam menjalankan proyek pada PT. Daya Lelaku Taksaka .

Pada prakteknya di PT. Daya Lelaku Taksaka, pertama-tama pihak dari perusahaan ini melakukan komunikasi dengan beberapa relasi maupun perusahaan.

Yang kemudian menawarkan beberapa produk HVAC, untuk mendapatkan peluang perusahaan melakukan observasi harga produk perusahaan lain. Selanjutnya dengan pengajuan yang telah diberikan ke perusahaan lain, maka perusahaan ini harus menunggu jawaban dari perusahaan lain untuk mendapatkan informasi di approve, Surat Perintah Kerja, dan pemberian Purchasing Order. Di sisi lain ketika

(42)

32 perusahaan lagi sudah memberikan hal itu, maka perusahaan menyiapkan tenaga kerja untuk proyek yang akan dilaksanakan, dan menyiapkan bahan kebutuhan yang sesuai dengan proyek, serta adanya penggalangan modal untuk proyek ketika skala nya besar. Manajemen ini dilakukan agar semua berjalan dengan baik, dan sesuai waktu yang telah ditentukan, dan agar tidak mengalami kerugian. Setelah itu dilakukannya proses pengerjaan meliputi : pengiriman bahan, pengarahan kepada mandor serta tukang, pemberian uang operasional, pengiriman alat-alat operasional, dan berkomunikasi dengan PIC yang bertugas. Setelah proses pekerjaan telah selesai makan dibuatlah invoice, dan berita acara, yang mana merupakan manajemen administrasi agar sesuai dengan waktu yang telah direncanakan, dan meminimalisir kerugian terjadi, dan agar dapat diajukan ke bagian finance, perlunya tanda tangan dari PIC serta jajarannya untuk pengarsipan dokumen, dan bukti telah terselesaikan proyek, lalu berkas penagihan dapat diajukan kepada bagian finance. Untuk mendapatkan tagihan sesuai waktu yang tertera pada perusahaan lain, maka perlunya manajemen waktu, kapan saja perusahaan harus menfollow up bagian finance, dan PIC perusahaana lain.

3.3 Permasalahan

Permasalahan yang terdapat pada PT. Daya Lelaku Taksaka adalah kesalahan dalam instalasi (pengelasan) pada pipa ke unit. Dalam keterbatasan pengetahuan Sumber Daya Manusia pada saat di proyek tentang HVAC, sebuah hal yang harus dipertimbangkan sebelum proyek dilaksanakan.

(43)

33

BAB IV REKOMENDASI

4.1 Pelatihan Instalasi HVAC

Dengan adanya pelatihan instalasi HVAC kepada Sumber Daya Manusia perusahaan yang belum memahami akan mendapatkan pengetahuan, dan kemampuan untuk pekerjaan proyek selanjutnya. Dan para helper dari proyek juga mampu memahami tentang instalasi HVAC.

4.2 Perbaikan Invoice, dan Berita Acara

Dalam pengelolaan administrasi dibutuhkan ketertiban. Dari proses administrasi saya melihat adanya (Terlampir).

4.3 Pembuatan Papan Informasi Representatif Office

Gambar 4.1 Papan Infromasi Representatif Office

Hal ini dilakukan agar keberadaan kantor diketaui oleh para pelanggan yang akan berkunjung.

4.4 Pembuatan Mindmap Proyek, Dan Aturan Kriteria Perekrutan Pekerja

Ide ini saya dapatkan saat berada dilapangan (perusahaan) yang sedang saya tangani dalam manajemen SDM, dan proses – hasil pekerjaannya. Oleh karena itu dari mindmap proyek ini bisa mengetahui mulai dari mana kita mengerjakan, dan

(44)

34 menimilaisir kekurangan dalam proyek tersebut. Contohnya dari desain yang diberikan harus sesuai dengan dilapangan tanpa ada kekurangan. Kemudian dalam perekrutan pekerja masih banyak pelamar yang tidak tepat kualisifikasi perusahaan, alangkah baiknya ada Metode HRD untuk menyeleksi pelamar, dan membuka lowongan secara informatif, kuantitatif, dan kualitatif. Dari analisa permasalahan ini dapat diperbaiki dikemudian hari.

(45)

35

BAB V TUGAS KHUSUS

5.1 Observasi Lapangan

Job Description Pekerjaan Mandor :

1. Pemeriksa Budgeting kontrak berapa dikurangi operasional untuk menentukan margin perusahaan

2. Survei Lapangan 3. Survei alat, dan bahan 4. Menerima PO, SPK, RAB

5. Mengarahkan, dan mengawasi kinerja teknisi sesuai dengan Planning 6. Koordinasi dengan Person In Charge (PIC)

7. Membuat Berita Acara, dan Invoice 8. Mendata Invetaris Perusahaan

9. Penagihan dengan mengajukan berkas, dan data usainya pekerjaan 10. Melakukan follow up kepada PIC terkait tagihan

5.1.1 Proyek PT. KALTIM PARNA INDUSTRI

Proyek ini merupakan Pengadaan Material HVAC McQuay untuk MCR lantai 1, dan lantai 2 termasuk seluruh jasa pemasangan, dan garansi.

1. Peluang atau Relasi

Dalam pelakasnaan proyek, pihak perusahaan PT. Daya Lelaku Taksaka melakukan pencarian akses melalui teman dari perusahaan PT. KALTIM PARNA INDUSTRI untuk memasang harga, dan kualisifikasi barang yang sesuai dengan permintaan.

2. Prospek

Prospek atau permintaan ialah hal yang di butuhkan oleh pihak PT.

KALTIM PARNA INDUSTRI. Oleh karena itu PT. Daya Lelaku memberikan solusi kebutuhan mereka seperti penambahan jasa instalasi dengan biaya yang terjangkau.

3. Quotation

(46)

36 Quotation atau Surat Penawaran ialah hal yang dikeluarkan oleh PT.

Daya Lelaku Taksaka dalam menawarkan produk, dan jasa untuk proyek PT. KALTIM PARNA INDUSTRI.

4. Negotiation

Negosiasi ialah hal yang umum dilakukan oleh antara kedua belah pihak perusahaan dalam penentuan harga yang di inginkan, dan produk yang menjadi kebutuhan proyek tersebut, agar ada kesepakatan antara kedua belah pihak. Media yang digunakan dalam negosiasi yaitu Sosial media (Whatsapp), dan Email. Hal-hal yang dilakukan dalam negosiasi yaitu tawar-menawar harga terhadap suatu produk maupun jasa sampai mencapai harga yang disepakati, setiap negosiasi dinyatakan harus sah dengan bukti pendukung klaim-nya, negosiasi mengeluarkan pendapat tentang fleksibilitas pilihan dalam tuntutannya (Opsi Realistis), dan dalam negosiasi dapat mencari alternatif lain jika salah satu pihak tidak menyepakati.

5. Purchasing Order

Purchasing order ialah berkas untuk konfirmasi bahwa order yang dibutuhkan PT. KALTIM PARNA INDUSTRI, dan diketahui oleh PT.

Daya Lelaku Taksaka sebagai tanda pelaksanaan proyek bisa dimulai ketika ada konfirmasi ke perusahaan tersebut. (Terlampir)

6. Pelaksanaan

Dalam pelakasanaan proyek SDM PT. Daya Lelaku Taksaka melakukan pegawasan, dan pengarahan kepada tukang/tenaga kerja ahli untuk mengerjakan dengan sesuai. Dalam proses ini perlu ada evaluasi bertahap, dan konfirmasi kepada PIC PT. KALTIM PARNA INDUSTRI yang bertugas untuk pengawasan bertahap dalam proyek ini.

7. Berita Acara Serah Terima

Serah terima ini merupakan hal yang harus dilakukan PT. Daya Lelaku Taksaka kepada PT. KALTIM PARNA INDUSTRI untuk membuktikan bahwa pekerjaan sudah selesai 100% atau barang sudah terpasang/diterima. (Terlampir)

(47)

37 8. Invoice

Invoice merupakan penagihan kepada PT. KALTIM PARNA INDUSTRI untuk disegerakan melakukan pembayaran dalam kurun waktu tertentu, waktu yang biasa digunakan untuk perusahaan besar sekitar 30 hari atau lebih. (Terlampir)

9. Pembayaran

Proses terkahir dalam proyek adalah pembayaran oleh PT. KALTIM PARNA INDUSTRI setelah 30 hari invoice telah masuk ke bagian finacne perusahaan, dalam ketepatan waktu pembayaran maka dilakukan follow up oleh PT. Daya Lelaku Taksaka.

Adapun dokumentasi proyek di lokasi PT. KALTIM PARNA INDUSTRI berikut:

Gambar 5.1 Dokumentasi 1 di PT. KALTIM PARNA INDUSTRI (Kondisi sebelum dimulainya proyek)

(48)

38 Gambar 5.2 Dokumentasi 2 di PT. KALTIM PARNA INDUSTRI

(Proses pemasangan)

Gambar 5.3 Dokumentasi 3 di PT. KALTIM PARNA INDUSTRI (Penyelesaian proyek, dan pengecekan terakhir)

(49)

39 Gambar 5.4 Dokumentasi 4 di PT. KALTIM PARNA INDUSTRI

(Pemakaian berlangsung normal)

5.1.2 Proyek Balai Besar Litbang Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) Salatiga

Proyek ini merupakan Paket AHU, Airlock, Instalasi, dan Uji Fungsi.

Dalam hal ini Brand AHU menggunakan Daikin., dan pembuatan pintu otomatis utnuk laboratorium/ruang isolasi Covid-19 (Single Swing Door Automatic).

1. Peluang atau Relasi

Dalam pelakasnaan proyek, pihak perusahaan PT. Daya Lelaku Taksaka melakukan pencarian akses melalui relasi dari B2P2VRP Salatiga untuk memasang harga, dan kualisifikasi barang yang sesuai dengan permintaan.

2. Prospek

Prospek atau permintaan ialah hal yang di butuhkan oleh pihak B2P2VRP Salatiga. Oleh karena itu PT. Daya Lelaku memberikan solusi kebutuhan mereka seperti penambahan jasa instalasi dengan biaya yang terjangkau.

(50)

40 3. Quotation

Quotation atau Surat Penawaran ialah hal yang dikeluarkan oleh PT.

Daya Lelaku Taksaka dalam menawarkan produk, dan jasa untuk proyek B2P2VRP Salatiga. (Terlampir)

4. Negotiation

Negosiasi ialah hal yang umum dilakukan oleh antara kedua belah pihak perusahaan dalam penentuan harga yang di inginkan, dan kebutuhan proyek tersebut, agar ada kesepakatan antara kedua belah pihak. Media yang digunakan dalam negosiasi yaitu Sosial media (Whatsapp), dan Email. Hal-hal yang dilakukan dalam negosiasi yaitu tawar-menawar harga terhadap suatu produk maupun jasa sampai mencapai harga yang disepakati, setiap negosiasi dinyatakan harus sah dengan bukti pendukung klaim-nya, negosiasi mengeluarkan pendapat tentang fleksibilitas pilihan dalam tuntutannya (Opsi Realistis), negosiasi dapat mencari alternatif lain jika salah satu pihak tidak menyepakati,

5. Purchasing Order

Purchasing order ialah berkas untuk konfirmasi bahwa order yang dibutuhkan B2P2VRP Salatiga, dan diketahui oleh PT. Daya Lelaku Taksaka sebagai tanda pelaksanaan proyek bisa dimulai ketika ada konfirmasi ke perusahaan tersebut. (Terlampir)

6. Pelaksanaan

Dalam pelakasanaan proyek SDM PT. Daya Lelaku Taksaka melakukan pegawasan, dan pengarahan kepada tukang/tenaga kerja ahli untuk mengerjakan dengan sesuai. Dalam proses ini perlu ada evaluasi bertahap, dan konfirmasi kepada PIC B2P2VRP Salatiga yang bertugas untuk pengawasan bertahap dalam proyek ini.

7. Serah Terima Berita Acara

Serah terima ini merupakan hal yang harus dilakukan PT. Daya Lelaku Taksaka kepada B2P2VRP Salatiga untuk membuktikan bahwa pekerjaan sudah selesai atau barang sudah terpasang/diterima.

8. Invoice

(51)

41 Invoice merupakan penagihan kepada B2P2VRP Salatiga untuk disegerakan melakukan pembayaran dalam kurun waktu tertentu, waktu yang biasa digunakan untuk perusahaan besar sekitar 30 hari atau lebih.

(Terlampir) 9. Pembayaran

Proses terkahir dalam proyek adalah pembayaran oleh B2P2VRP Salatiga setelah 30 hari invoice telah masuk ke bagian finacne perusahaan, dalam ketepatan waktu pembayaran maka dilakukan follow up oleh PT. Daya Lelaku Taksaka.

Adapun dokumentasi pada proyek ini yang telah dilakukan berikut:

Gambar 5.5 Dokumentasi 1 di B2P2VRP Salatiga

Gambar 5.6 Dokumentasi 2 di B2P2VRP Salatiga

(52)

42 Gambar 5.7 Dokumentasi 3 di B2P2VRP Salatiga

Gambar 5.8 Dokumentasi 4 di B2P2VRP Salatiga

(53)

43 Gambar 5.9 Dokumentasi di B2P2VRP Salatiga

5.2 Kesimpulan

Setelah melaksanakan kegiatan Magang Industri di Proyek PT. Daya Lelaku Taksaka, Penulis mengambil kesimpulan sebagai berikut: PT. Daya Lelaku Taksaka memiliki visi-misi menjadi perusahaan yang kompetitif, dan kualitatif di Indonesia.

Dan didasari pada kondisi wilayah Indonesia yang merupakan negara agraris, maritim, industri, dan memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah sehingga pembangunan perlu di upayakan. Sebagai langkah pembangunan untuk mendirikan, dan emenuhi kebutuhan pembangunan nasional, salah satu diantaranya adalah Kontraktor HVAC dan Sistem tata udara.

5.3 Saran

Saran yang dapat diberikan dalam laporan magang industri ini adalah:

1. Berdasarkan hasil data penulis menyarankan agar pelatihan dapat dilakukan oleh pihak perusahaan. Hal ini dikarenakan agar dapat menunjang kualitas dari Sumber Daya Manusia dalam melakukan instalasi proyek HVAC.

2. Pihak perusahan disarankan untuk melakukan rekap data secara berkelanjutan untuk menjadikan perusahaan yang lebih tertib akan pemberkasannya.

(54)

44 3. Pada pelaksanaan kegiatan instalasi pada proyek dapat dilakukan rencana yang

terjadwal jika diperkukan agar dapat melakukan persiapan jauh lebih baik.

(55)

45

DAFTAR PUSTAKA

Ade, Didik, & Dede. (2012). Analisa Sistem Otomatis HVAC (heating ventilating air conditioning) pada gedung wisma BCA pondok indah.

Drs. Bambang Pujioyono, M. (t.thn.). Dalam M. Drs. Bambang Pujioyono, Konsep Manajemen Proyek.

Firmansyah, A. (t.thn.). Analisa Sistem Otomatis HVAC (Heating Ventilating Air Conditioning) Pada Gedung Wisma BCA Pondok Indah.

Setyawan, A. (2013). SOP DAN REGULASI HVAC.

Shiddik, A. (2017). RANCANG BANGUN SIMULATOR PENGENDALIAN RUANGAN MENGGUNAKAN AC SENTRAL BERBASIS LOGIKA FUZZY SUGENO.

(56)

46 Lampiran I Surat Lamaran Magang Industri

(57)

47 Lampiran II Balasan Surat Lamaran Dari Perusahaan

(58)

48 Lampiran III Sertifikat, dan Penilaian Magang Industri

(59)

49 Lampiran IV Perbaikan Format Invoice, dan Berita Acara

Perbaikan Format Invoice

(60)

50 Perbaikan Format Berita Acara

(61)

51 Lampiran V PO, Berita Acara Serah Terima, dan Invoice PT. KALTIM PARNA INDUSTRI

(62)

52

(63)

53

(64)

54 Lampiran VI PO, Quotation, dan Invoice B2P2VRP Salatiga

(65)

55

(66)

56

(67)

57

(68)

58

(69)

59 DOKUMENTASI

Visit PT. ITU AIRCONCO

(70)

60

Gambar

Gambar 1.2 Struktur Organisasi PT. Daya Lelaku Taksaka
Gambar 1.3 Real Modular (XACY VM)  Description Real Modular (XACY VM), Capacity
Gambar 1.5 Modular (YICA)  Description Modular (YICA), Capacity
Gambar 1.8 Fan Coil Unit
+7

Referensi

Dokumen terkait

Pencegahan preventif yang dilakukan oleh Kepolisian dalam penanggulangan tindak pidana pelaku penyebaran Berita Hoax adalah dengan cara membentuk Satuan Tugas

Hasil percobaan Rinne semua naracoba adalah Rinne positif, dimana naracoba masih bisa mendengar suara garpu tala ketika garpu tala diletakkan di dekat telinga

Simpangan baku(S) adalah nilai yang menunjukan tingkat variasi kelompok data atau ukuran standar penyimpangan dari nilai rata-ratanya... X = nilai rata-rata data n = jumlah data

Proses pengepakan dilakukan dengan penimbangan bobot semen pada setiap sak semen  seuai takaran dan memerlukan sistem otomasi untuk memudahkan proses produksi sesuai

Timbangan ini dipasang pada bagian luar pabrik Casting (Penuangan) yang digunakan untuk menimbang MTC (Metal Transportation Car), yang digunakan untuk membawa ladle yang

Dari beberapa pernyataan yang telah disebutkan di atas, pachinko merupakan salah satu dari fenomena permainan Jepang modern yang populer di berbagai kalangan yang

Meningkatkan pengetahuan masy khususnya USILA tentang Katarak Posbindu Wil Kerja Puskesmas panunggangan Masyarakat mengetahui ciri-ciri awal & tindakan yang

Jaringan serat optik FTTH dengan berbasis teknologi GPON diharapkan dapat memenuhi semua kebutuhan layanan komunikasi yang cepat khususnya untuk di wilayah Kecamatan Duren