• Tidak ada hasil yang ditemukan

DI ERA PANDEMI COVID-19 DI KELAS 3B SDN ULUJAMI 01 PAGI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "DI ERA PANDEMI COVID-19 DI KELAS 3B SDN ULUJAMI 01 PAGI "

Copied!
190
0
0

Teks penuh

(1)

DI ERA PANDEMI COVID-19 DI KELAS 3B SDN ULUJAMI 01 PAGI

TESIS

Diajukan untuk melengkapi persyaratan guna memperoleh gelar Magister Agama (M.Ag)

Disusun Oleh : FATIYAH

Nomor Pokok: 2019920016

PROGRAM STUDI MAGISTER STUDI ISLAM FAKULTAS AGAMA ISLAM

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA

2021/1443 H

(2)

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ILMIAH

Saya yang bertanda tangan di bawah ini : Nama Mahasiswa : FATIYAH Nomor Pokok : 2019920016

Program Studi : Magister Studi Islam

Dengan ini menyatakan bahwa tesis ini merupakan hasil karya saya sendiri dan belum pernah diajukan untuk memperoleh gelar magister di suatu perguruan tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya dalam tesis ini tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.

Apabila di kemudian hari terdapat penyimpangan dan ketidakbenaran dalam pernyataan ini, maka saya bersedia menerima sanksi akademik berupa pencabutan gelar yang telah diperoleh dan sanksi lain sesuai dengan norma yang berlaku di perguruan tinggi ini.

Jakarta, 21 Agustus 2021 Yang membuat pernyataan,

( FATIYAH ) NPM : 2019920016

(3)

LEMBAR PERSETUJUAN

Tesis yang berjudul “ Model Pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an Melalui Media Online Di Era Pandemi Covid-19 Di Kelas 3B SDN Ulujami 01 Pagi“

yang di tulis oleh Fatiyah nomor pokok 2019920016 disetujui untuk diajukan pada Sidang Tesis Konsentrasi Pendidikan Agama Islam Magister Studi Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Jakarta, 11 Agustus 2021 Pembimbing,

( Dr. N. Oneng Nurul Bariyah, M.Ag )

(4)

LEMBAR PENGESAHAN

MODEL PEMBELAJARAN BACA TULIS AL-QUR’AN MELALUI MEDIA ONLINE DI ERA PANDEMI COVID-19 DI KELAS 3B SDN

ULUJAMI 01 PAGI

Disusun oleh : FATIYAH

Nomor Pokok: 2019920016

Dipertahankan di depan Tim Penguji Tesis Program Studi Magister Studi Islam FAI-UMJ

Tanggal 21 Agustus 2021 TIM PENGUJI

M. Hilali Basya, MA, Ph.D (Ketua/Penguji)

……… ………

Angger Kusumodewi,SE (Sekretaris)

……… ………

Dr. N. Oneng Nurul Bariyah, M.Ag (Pembimbing/Penguji)

………….. ………

Dr. Rabiatul Adawiyah, M.Pd (Penguji Utama)

……… ………

Jakarta, 21 Agustus 2021 Program Studi Magister Studi Islam

Fakultas Agama Islam UMJ Kaprodi,

M. Hilali Basya, M.A, Ph.D

(5)

KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT, atas segala rahmat dan karunia-Nya yang telah memberikan nikmat Iman, Islam dan Kesehatan kepada penulis sehingga tesis dengan judul “Model Pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an Melalui Media Online Di Era Pandemi Covid-19 Di Kelas 3B SDN Ulujami 01 Pagi” dapat diselesaikan.

Tesis ini diajukan untuk melengkapi persyaratan guna memperoleh gelar Magister Agama (M.Ag) pada Program Studi Magister Studi Islam Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Dalam proses penelitian ini tidak sedikit hambatan dan kesulitan yang dihadapi penulis, akan tetapi atas bantuan berbagai pihak, hambatan dan kesulitan itu dapat terlewati. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih yang sedalam- dalamnya kepada :

1. Bapak Dr. Ma’mun Murod, M.Si, sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) yang telah memberikan kesempatan kepada seluruh mahasiswa untuk mengikuti program studi Magister khususnya di Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).

2. Bapak Dr. Sopa, M.Ag, selaku Dekan Fakultas Magister Studi Islam Universitas Muhammadiyah Jakarta.

3. Bapak M. Hilali Basya, M.A, Ph.D., selaku Kaprodi Fakultas Magister Studi Islam Universitas Muhammadiyah Jakarta.

4. Ibu Dr. N. Oneng Nurul Bariyah M.Ag, selaku Dosen Pembimbing tesis yang banyak memberikan bimbingan dan pengajarannya dan telah membantu peneliti dalam pembuatan tesis ini.

5. Seluruh Dosen Universitas Muhammadiyah Jakarta yang telah memberikan proses yang berkualitas sehingga penulis bisa mendapatkan wawasan, ilmu

(6)

dan perilaku yang lebih baik.

6. Seluruh Staf Karyawan Universitas Muhammadiyah Jakarta khususnya Fakultas Agama Islam yang telah memberikan berbagai kemudahan pelayanan administrasi serta sarana yang lainnya.

7. Keluarga tercinta: ayahanda H. Mahid bin H.Amad (almarhum) Ibunda Hj.

Ropen binti Bosen (Almarhumah), suami Syarif Saeroji, Ananda Adlina Amanda Nufus dan Syafiq Syadidoel Azmi, keponakan Nur Fitri. Atas support, bantuan dan doanya sehingga tesis ini dapat terselesaikan.

8. Kepala Sekolah: Bapak Drs. Ahmad Zaini, wakil kepala sekolah, dewan guru, tenaga Pendidikan, peserta didik SDN Ulujami 01 Pagi khususnya kelas 3B serta orang tua murid yang telah memberi kesempatan kepada penulis untuk dapat melakukan penelitian.

9. Seluruh teman-teman seperjuangan yang tidak dapat saya sebutkan namanya satu persatu, yang selalu saling mensuport dalam mencari dan menggapai ilmu yang bermanfaat di Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Semoga Allah SWT senantiasa membalas kebaikan bapak/ ibu/ adik/

sahabat/ teman- teman/ saudara-saudara semua dengan kebaikan yang berlimpah dan tak terputus. Penulis menyadari bahwa tesis ini masih jauh dari kata sempurna. Untuk itu segala bentuk masukan, arahan yang baik akan menjadi bahan evaluasi penulis. Penulis berharap semoga tesis ini dapat memberi manfaat bagi pengembangan ilmu dan praktik di dunia Pendidikan serta pihak-pihak yang berkepentingan.

Jakarta, 11 Agustus 2021

FATIYAH Penulis

(7)

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA FAKULTAS AGAMA ISLAM

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Tesis, Agustus 2021

Fatiyah.

“Model Pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an Melalui Media Online Di Era Pandemi Covid-19 di Kelas 3B SDN Ulujami 01 Pagi”

ABSTRAK

Penelitian ini dilakukan karena adanya pandemi Covid-19 yang berpengaruh terhadap proses pembelajaran di SDN Ulujami 01 Pagi khususnya pembelajaran Baca Tulis al-Qur’an (BTQ). Perubahan proses belajar mengajar yang sebelumnya dilaksanakan secara bersama-sama dikelas menjadi dirumah masing-masing secara online, mengharuskan adanya penyesuaian terhadap beberapa aspek, salah satunya pemilihan model pembelajaran melalui media online yang akan dipakai. Model pembelajaran adalah kerangka kerja yang memberikan gambaran sistematis untuk melaksanakan pembelajaran agar membantu belajar siswa dalam tujuan tertentu yang ingin dicapai. Fokus penelitian ini adalah bagaimana model pembelajaran BTQ melalui media online yang efektif bagi siswa kelas 3B SDN Ulujami 01 Pagi.

Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji model pembelajaran BTQ melalui media online yang efektif bagi siswa kelas 3B SDN Ulujami 01 Pagi.

Landasan teori yang digunakan adalah teori model pembelajaran kooperatif berbasis ICT Plus serta metode belajar qiro’ati dan manzhur untuk mempelajari cara membaca dan menulis al-Qur’an dengan baik dan benar. Penelitian ini dilakukan oleh penulis sebagai guru sekaligus peneliti menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan sumber data yang digunakan adalah data dari hasil tes kemampuan siswa dan lembar observasi keaktifan siswa. Data akan dianalisis menggunakan metode kuantitatif untuk kemampuan belajar siswa, dan metode kualitatif untuk hasil observasi keaktifan siswa dikelas.

Berdasarkan analisa yang dilakukan, diperoleh persentase tingkat keberhasilan peserta didik mencapai 85% dan persentase ketuntasan klasikal sudah mencapai 100%. Dari hasil tersebut, disimpulkan bahwa proses pembelajaran BTQ dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif berbasis ICT Plus bersamaan dengan metode belajar Qiro’ati dan Manzhur dapat mempengaruhi hasil belajar siswa kearah yang lebih baik, siswa menjadi lebih responsif dan aktif sehingga model pembelajaran tersebut cukup efektif digunakan terutama dalam proses pembelajaran baca tulis al-Qur’an secara online di masa pandemi Covid-19.

Kata kunci: Model Pembelajaran, Baca Tulis Al-Qur’an, Media Online, dan Covid-19

(8)

MUHAMMADIYAH JAKARTA UNIVERSITY ISLAMIC RELIGIOUS FACULTY

ISLAMIC EDUCATION STUDY PROGRAM Thesis, Agustus 2021

Fatiyah.

“Learning Model of Reading and Writing the al-Qur’an through Online Media in the Era of The Covid-19 Pandemic in Class 3B SDN Ulujami 01 Pagi”

ABSTRACT

This research was conducted because of the Covid-19 pandemic which affected the learning process at SDN Ulujami 01 Pagi, especially the learning to Read and Write the Qur'an (BTQ). The change in the teaching and learning process which was previously carried out together in the class, right now its become online and it requires adjustments to several aspects, one of learning models that can be use is learning through online media. The learning model is a framework that provides a systematic description for carrying out learning in order to help students learn in certain goals to be achieved. The focus of this research is how the BTQ learning model through online media is effective for class 3B students at SDN Ulujami 01 Pagi. Meanwhile, the purpose of this research is to verivy the effective BTQ learning model through online media for 3B grade students at SDN Ulujami 01 Pagi.

The theoretical basis used in this research is the theory of cooperative learning models, ICT-based learning and the qiro’ati and manzhur learning methods to learn how to read and write the Qur'an properly and correctly. This study uses Classroom Action Research (CAR) with student ability test results and student activity observation sheets for the data source. The data will be analyzed using quantitative methods for student learning abilities, and qualitative methods for observations of student activity in class.

Based on the analysis carried out, it was concluded that the use of the ICT- based cooperative learning model together with the Qiro'ati and Manzhur learning methods could affect student learning outcomes towards a better direction, so that the learning model was quite effective to be used in the learning process of reading and writing the Qur'an by online during the Covid-19 pandemic.

Keywords: Learning Model, Reading and Writing Al-Qur'an, Online Media, and Covid-19

(9)

ةعماج ةيدمحملا اتركاج

ةيلك ةيملاسلإا

ت خ صص دلا ر ةسا ا ل ت يبر ة ا يملاسلإ ة

ةحورطأ ، ويلوي ١٢٠٢

ف تي ة

"

ن م ذو ج ت يلع م ي ءارقل ة و ك ت ا ب ة نآرقلا م ن لاخ ل و س ا ئ ل ا لإ ع لا م ع ب ر ا إ نل ت ر ن ت ف ي رصع

١ مجولوا حابص

" ة ي م وكح ل ا ة ي ائ دتب لا ا ة سرد لم ا ب ٣ ة ئ لف ا ي ف ٩١ - د ي ف و ك ةح ئ ا ج

ةذبن

ةرصتخم

بك ت ه ذا ا ل حب ث ب بس ب وبا ء رم ض يرف و س ك و ر و ن - ٩١ يذلا رثأ ع ىل ع مل ية ا لت د ري س في ا لم د ر س ة

لاا بت دا ئي ة اح كل و مي ة ١ وا لو ج م ابص ح ، و خ ا ص ة تع لمي ا ل رقآ ن ا ل ك ريم رقا ءة وك اتب ة.

يريغتلا في ع مل ية ا لت د ري س

وا لت عل م يذلا ك نا في ا لف ص ل تح ول ت لىإ ا نلم ز ل م ن ج لا ل عر ب ا لإ نر تن ت ، ي طتل ب ا لت عد لي ع ل ى ع د ة ج وا ن ب ،

حأ د ها ا خ رايت رط يق ة ا لت د ري س ا لي ت ختستس د م م ن خ للا عر ب ا لإ نر تن ت . رط يق ة ا لت د ري س ه و إ ط را ع م ل ي وف ر

و ً ص فا م نه ج ً ي ا م ن أ ج ل م س اع د ة ا ل ط لا ب ع ل ى ا لت عل م ل ت ح قي ق ا أل ه د ا ف . ي رك ز ه ذا ا لب ح ث عل ى ك يف ية

فع الي ة

في ت عل مي ا لق رآ ن ركلا يم رقا ءة وك تاب ة م ن خ ا لل عر ب ا لإ ن ترن ت ل طا بل ا لف ص ل ٣ ب في ا لم د ر س ة ا لا بت دا ئي ة

كلحا و مي ة ١ وا لو ج م ص با ح . ال غ ر ض م ن ه ذ ه ال حب ث ه و ا ك ت ش ا ف رط يق ة تع لمي ا لق رآ ن ركلا يم رقا ءة وك اتب ة م ن

للاخ برع تيلا ت نا س ب ل طا بل ا لف ص ل ٣ ب في الم د ر س ة ا لا بت دا ئي ة ا كلح و مي ة.

سلأا ا س ا ل ظن ر ي ختسلما مد ه و ا لت عا و ين ، ا لت د ري س ع ل ى أ س ا س ت نك ول و ج اي و رط يق ة الت د ري س ا لق را تيئ وا ظنلم و ر ي تل عل مي

ك يف ية ا لق راء ة وك اتب ة ا لق رآ ن ا يحصل ح ة.

ي تس خ د م ه ذا ا لب ح ث ا إ رجل ائ ي في ا لف ص ل ا ل رد ا يس ا ل يذ ي ؤ خ ذ نم اتن جئ

ال طا بل وم ش راك مهت سلما ج لة . س متي تح لي ل ا ليب ا تن ا تسب خ دا م ا سلأ ل و ب ا ل ك م ي ل ق رد ا ت ت عل م ال بلاط

، و ا سلأ ل و ب ا لن و ع ي اتنلئ ج م ش راك ة ال طا بل في ال ف ص ل .

ًء بنا ع ل ى ا لت ح لي ل ا ل ذ ي تم إ ج را ؤه ، و ج د ن أ ن ا س ت خ د ام ط ري قة ا لت د ري س ا ل اعت و ين ع ىل أ سس ت نك ول و ج اي و رط يق ة

الت د ري س ا لق را ئ تي وا ظنلم و ر ي ي ؤث را ن إ ىل ح نست اتن جئ ا لط ال ب

، حيب ث ت ك و ن ه ذ ه ط ري قة ا لت د ري س م نا بس ة

في ع مل ية ت عل م ق را ءة وك اتب ة ال ق رآ ن برع ا لإ ن ترن ت أ ثان ء وا بء رم ض ف ري و س ك و ر و ن - ٩١ .

رم ض ف ري و س ك و ر و ن ا ل ملك ا ت ا لم فت ا يح ة:

رط يق ة الت د ري س

،

قر

اء

ة

وك

اتب

ة

ال

رقآ

ن

،

و

س

ائ

ل

ا

إ

عل

ا

مل

ا

لإ

ل

ترك

و

ين

،

(10)

PEDOMAN TRANSLITERASI

Pedoman Transliterasi Arab Latin yang merupakan hasil keputusan bersama (SKB) Menteri Agama dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan R.I. Nomor: 158 Tahun 1987 dan Nomor: 0543b/U/1987.

1. Konsonan

Daftar huruf bahasa Arab dan transliterasinya ke dalam huruf Latin dapat dilihat pada halaman berikut:

(11)

Hamzah (ء) yang terletak di awal kata mengikuti vokalnya tanpa diberi tanda apa pun. Jika ia terletak di tengah atau di akhir, maka ditulis dengan tanda (’).

(12)

2. Vokal

Vokal bahasa Arab, seperti vokal bahasa Indonesia, terdiri atas vokal tunggal atau monoftong dan vokal rangkap atau diftong.

Vokal tunggal bahasa Arab yang lambangnya berupa tanda atau harakat, transliterasinya sebagai berikut:

Vokal rangkap bahasa Arab yang lambangnya berupa gabungan antara harakat dan huruf, transliterasinya berupa gabungan huruf, yaitu:

3. Maddah

Maddah atau vokal panjang yang lambangnya berupa harkat dan huruf, transliterasinya berupa huruf dan tanda, yaitu:

(13)

4. Ta marbutah

Transliterasi untuk ta marbutah ada dua, yaitu: ta marbutah yang hidup atau mendapat harkat fathah, kasrah, dan dammah, transliterasinya adalah [t].

Sedangkan ta marbutah yang mati atau mendapat harkat sukun, transliterasinya adalah [h].

Kalau pada kata yang berakhir dengan ta marbutah diikuti oleh kata yang menggunakan kata sandang al- serta bacaan kedua kata itu terpisah, maka ta marbutah itu ditransliterasikan dengan ha (h). Contoh:

(14)

5. Syaddah (Tasydid)

Syaddah atau tasydid yang dalam sistem tulisan Arab dilambangkan dengan sebuah tanda tasydid ( ’ا ), dalam transliterasi ini dilambangkan dengan perulangan huruf (konsonan ganda) yang diberi tanda syaddah. Contoh:

6. Kata Sandang

Kata sandang dalam sistem tulisan Arab dilambangkan dengan huruf ل ا (alif lam ma‘arifah). Dalam pedoman transliterasi ini, kata sandang ditransliterasi seperti biasa, al-, baik ketika ia diikuti oleh huruf syamsiah maupun huruf qamariah. Kata sandang tidak mengikuti bunyi huruf langsung yang mengikutinya. Kata sandang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya dan dihubungkan dengan garis mendatar (-). Contohnya:

(15)

7. Hamzah

Aturan transliterasi huruf hamzah menjadi apostrof (’) hanya berlaku bagi hamzah yang terletak di tengah dan akhir kata. Namun, bila hamzah terletak di awal kata, ia tidak dilambangkan, karena dalam tulisan Arab ia berupa alif. Contohnya:

8. Penulisan Kata Arab yang Lazim digunakan dalam Bahasa Indonesia Kata, istil ah atau kalimat Arab yang ditransliterasi adalah kata, istilah atau kalimat yang belum dibakukan dalam bahasa Indonesia. Kata, istilah atau kalimat yang sudah lazim dan menjadi bagian dari pembendaharaan bahasa Indonesia, atau sudah sering ditulis dalam tulisan bahasa Indonesia, tidak lagi ditulis menurut cara transliterasi di atas. Misalnya kata Al-Qur’an (dari al- Qur’an), Sunnah, khusus dan umum. Namun, bila kata-kata tersebut menjadi bagian dari satu rangkaian teks Arab, maka mereka harus ditransliterasi secara utuh. Contoh:

(16)

9. Lafz al-Jalaalah (لاله)

Kata “Allah” yang didahului partikel seperti huruf jarr dan huruf lainnya atau berkedudukan sebagai mudaaf ilaih (frasa nominal), ditransliterasi tanpa huruf hamzah. Contoh:

Adapun ta marbutah di akhir kata yang disandarkan kepada lafz al-jalaalah, ditransliterasi dengan huruf [t]. Contoh:

10. Huruf Kapital

Walau sistem tulisan Arab tidak mengenal huruf kapital (All Caps), dalam transliterasinya huruf-huruf tersebut dikenai ketentuan tentang penggunaan huruf kapital berdasarkan pedoman ejaan Bahasa Indonesia yang berlaku (EYD). Huruf kapital, misalnya, digunakan untuk menuliskan huruf awal nama diri (orang, tempat, bulan) dan huruf pertama pada permulaan kalimat. Bila nama diri didahului oleh kata sandang (al-), maka yang ditulis dengan huruf kapital tetap huruf awal nama diri tersebut, bukan huruf awal kata sandangnya. Jika terletak pada awal kalimat, maka huruf A dari kata sandang tersebut menggunakan huruf kapital (Al-). Ketentuan yang sama juga berlaku

(17)

untuk huruf awal dari judul referensi yang didahului oleh kata sandang al-, baik ketika ia ditulis dalam teks maupun dalam catatan rujukan (CK, DP, CDK, dan DR). Contoh:

(18)

DAFTAR ISI

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ILMIAH ...i

LEMBAR PERSETUJUAN ... ii

LEMBAR PENGESAHAN ... iii

KATA PENGANTAR ...iv

ABSTRAK ...vi

PEDOMAN TRANSILETARI ...ix

DAFTAR ISI ... xvii

DAFTAR TABEL... xx

DAFTAR GAMBAR ...xxi

DAFTAR LAMPIRAN ... xxii

BAB I : PENDAHULUAN... 1

A.Latar Belakang Masalah ... 1

B.Diagnosis Permasalahan Kelas ... 10

C. Fokus dan Rumusan Masalah ... 11

D. Tujuan Penelitian ... 11

(19)

E. Manfaat Penelitian ... 11

BAB II : KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN PERTANYAAN PENELITIAN ... 13

A. Kajian Pustaka ... 13

B. Penelitian Terdahulu yang Relevan ... 53

C. Kerangka Pemikiran ... 56

D. Pertanyaan Penelitian ... 57

BAB III : METODOLOGI PENELITIAN ... 59

A. Desain Penelitian Tindakan Kelas ... 59

B. Waktu Penelitian ... 64

C. Deskripsi Tempat Penelitian ... 64

D. Subjek dan Karakteristiknya... 65

E. Skenario Tindakan ... 67

F. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data ... 72

G. Teknik Analisis Data ... 78

H. Kriteria Keberhasilan Tindakan ... 79

BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 81

A. Hasil Penelitian ... 81

B. Pembahasan ... 125

C. Keterbatasan Penelitian ... 133

BAB V SIMPULAN DAN SARAN ... 135

(20)

A. Kesimpulan ... 135 B. Saran ... 136 C. Rekomendasi ... 137

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

(21)

DAFTAR TABEL

1. Tabel 3.1 Jadwal Kegiatan Penelitian

2. Tabel 3.2 Lembar Observasi Keaktifan Belajar Peserta Didik 3. Tabel 3.3 Lembar Rangkuman Hasil Belajar Peserta Didik 4. Tabel 4.1 Daftar Guru SDN Ulujami 01 Pagi

5. Tabel 4.2 Daftar Tenaga Pendidik SDN Ulujami 01 Pagi 6. Tabel 4.3 Daftar Peserta Didik SDN Ulujami 01 Pagi

7. Tabel 4.4 Daftar Sarana dan Prasarana SDN Ulujami 01 Pagi 8. Tabel 4.5 Daftar Kegiatan Ekstrakulikuler SDN Ulujami 01 Pagi 9. Tabel 4.6 Hasil Observasi Prasiklus Peserta Didik

10. Tabel 4.7 Rangkuman Hasil Belajar Peserta didik Siklus I 11. Tabel 4.8 Hasil Observasi Aktifitas Peserta Didik Siklus I 12. Tabel 4.9 Rangkuman Hasil Belajar Peserta didik Siklus II 13. Tabel 4.10 Hasil Observasi Aktifitas Peserta Didik Siklus II 14. Tabel 4.11 Rangkuman Hasil Belajar Peserta didik Siklus III 15. Tabel 4.12 Hasil Observasi Aktifitas Peserta Didik Siklus III 16. Tabel 4.13 Rangkuman Hasil Belajar Siswa

(22)

DAFTAR GAMBAR

1. Gambar 4.1 Struktur Organisasi SDN Ulujami 01 Pagi 2. Gambar 4.2 Permohonan Izin Penelitian

3. Gambar 4.3 Sosialisasi dengan Wali Murid

4. Gambar 4.4 RPP

5. Gambar 4.5 Hasil Belajar Peserta Didik Siklus I

6. Gambar 4.6 Hasil Belajar Peserta Didik Siklus II

7. Gambar 4.7 Hasil Belajar Peserta Didik Siklus III

(23)

DAFTAR LAMPIRAN

1. Instrumen Penelitian Lembar Observasi Keaktifan Belajar Siswa 2. Instrumen Penelitian Rangkuman Hasil Belajar Siswa

3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 4. Dokumentasi Videocall

5. Dokumentasi Zoommeeting 6. Dokumentasi Google Classroom 7. Riwayat Hidup Penulis

8. Surat Izin Penelitian

(24)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pada masa sekarang ini model pembelajaran sangat marak sekali digunakan dikarenakan adanya pademi Covid-19 yang melanda Dunia. Keadaan Indonesia saat ini sedang tidak baik, perekonomian, pendidikan, peniagaan, pembangunan, dan lain-lain mengalami dampak yang sangat signifikan disebabkan oleh Covid- 19 (Corona Virus Disease 2019). (WHO, 2020) menyatakan bahwa virus ini penularannya sangat cepat dan dapat menyebabkan kematian. Virus ini menyerang infeksi saluran pernafasan seperti batuk, pilek, sesak nafas, hilangnya penciuman. Sebelumnya, virus corona diduga ditularkan dari hewan ke manusia. Namun, hasil penelitian menyatakan virus ini ditularkan dari manusia ke manusia.1 Hasil tersebut, bisa bersifat sementara jika ada hasil penelitian lain yang berbeda. Seperti yang penulis kutip dari jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi bahwa, sampai saat ini belum dapat dipastikan hewan yang menjadi sumber penularan virus Covid-19.2 Ada berbagai cara seseorang tertular Covid-19, pertama saat orang itu tidak sengaja menghirup percikan ludah (droplet) dari penderita Covid-19, droplet ini dapat keluar saat seseorang batuk, bersin bahkan berbicara. Kedua menyentuh mulut atau hidung

1

1 Tristanti Wahyuni, 2020 Covid-19: Faka-fakta yang harus kamu ketahui tentang Corona Virus. Malang Pustaka Anak Bangsa, hlm.13

2 Ririn Noviyanti Putri, "Indonesia dalam menghadapi pandemi Covid-19." Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi 20.2 (2020), hlm. 705. http://ji.unbari.ac.id/ , diakses pada tanggal 1 Juli 2021

(25)

setelah menyentuh benda-benda yang terkontaminasi percikan ludah penderita Covid-19.

Pada tanggal 30 Januari 2020, WHO menyatakan adanya keadaan kesehatan global darurat, mereka menghimbau masyarakat dunia untuk menghindari berpergian ke Cina, dimana virus itu berasal. Pada tanggal 11 Maret 2020, WHO mengumumkan secara formal bahwa Covid-19 ini merupakan sebuah pandemi.

Pandemic atau pandemi menurut kamus Merriam Webster adalah

“an outbreak of a disease that accurs over a wide geographic area and affects an exceptionoally high proportion of the population: a pandemic outbreak of a disease”3

(terjemahan: “sebuah wabah penyakit yang terjadi di wilayah geografis yang luas dan mempengaruhi proporsi populasi yang sangat tinggi: sebuah wabah penyakit”).

Pengumuman ini dinyatakan setelah banyak negara-negara besar seperti Korea Selatan, Amerika serikat, Italia, dan Prancis menutup negara mereka dikarenakan penyebaran Covid-19 yang sangat pesat di negara masing-masing.

Sedangkan, WHO memberi definisi Covid-19 sebagai:

“ Coronaviruses are a large family of viruses which may cause illness in animal or humans. In humans, several coronaviruses are known to cause respiratory infections ranging from the common cold to more severe diseases such as Middle East Respiratory Syndrome (MERS) and Severe Acute Respiratory Syndrom (SARS). The most recently discovered coronavirus causes coronavirus disease COVID-19.”4 (terjemahan:”corona virus adalah keluarga besar virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan atau manusia. Pada manusia, beberapa corona virus diketahui menyebabkan infeksi pernapasan mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti sindrom pernapasan Timur Tengah (MERS) dan sindrom pernapasan akut parah (SARS). Virus corona yang paling baru ditemukan menyebabkan penyakit corona virus COVID-19”)

3 Merriam Webster, “Pandemic”, https://www.merriam- webster.com/dictionary/pandemic, diakses pada tanggal 20 April 2021

4 World Health Organization, “Coronavirus disease (COVID-19)”,

https://www.who.int/news-room/q-a-detail/q-a-coronaviruses, diakses pada tanggal 20 April 2021

(26)

Sebagaimana disebutkan dalam sebuah jurnal Critical Reviews in Clinical Laboratory Sciences yang berjudul: The COVID-19 pandemic. Mengatakan:

“Patients with SARS-CoV-2 infection may present symptoms ranging from mild to severe with a large portion of the population being asymptomatic carriers. The most common reported symptoms include fever (83%), cough (82%) and shortness of breath (31%). In patients with pneumonia, chest X- ray usually shows multiple mottling and ground-glass opacity.5

(Terjemahan: Pasien yang terinfeksi SARS-CoV-2 dapat menunjukkan gejala dari yang ringan hingga yang berat dari populasi pembawa asimtomatik. Gejala yang paling umum dilaporkan adalah demam (83%), batuk (82%), dan sesak napas (31%). Pasien dengan gejala pneumonia, hasil rontgennya selalu menunjukkan beberapa bitnik dan ground-glass opacity).

Virus corona merupakan sebuah virus yang ditemukan pada manusia dan hewan. Sebagian virusnya dapat menginfeksi manusia serta menyebabkan penyakit, mulai dari penyakit umum seperti flu, hingga penyakit-penyakit yang lebih fatal seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Middle East Respiratory Syndrome (MERS) adalah penyakit saluran pernapasan yang disebabkan oleh Coronavirus. Penyakit ini menular dari unta ke manusia, serta dari manusia ke manusia. MERS diduga awalnya berasal dari unta yang hidup di negara-negara Timur Tengah, seperti Arab Saudi, Yordania, dan Yaman. Sedangkan SARS atau Evere Acute Respiratory Syndrome adalah infeksi saluran pernafasan yang disebabkan oleh SARS- associated coronavirus (SARS-CoV). Gejala awalnya mirip dengan influenza, namun dapat memburuk dengan cepat.

5 M. Ciotti, dkk., “The COVID-19 pandemic”, Critical reviews in clinical laboratory sciences, (2020): 57(6), hlm. 366. https://doi.org/10.1080/10408363.2020.1783198, diakses pada 1 Juli 2021

(27)

Pada awal Maret 2020 pemerintah Indonesia melalui Menteri Pendidikan Nasional Nadiem Makarim mengumumkan kebijakan pemerintah tentang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) melalui surat edaran tertanggal minggu 9 Maret 2020 guna mencegah berkembangnya virus Covid-19.6 Nadeim Makarim mengajak berbagai pihak di dunia pendidikan untuk bergerak bersama menghadapi pengaruh virus corona yang telah resmi ditetapkan WHO sebagai pandemi global untuk melakukan langkah-langkah mencegah berkembangnya penyebaran Covid-19 di lingkungan satuan Pendidikan.7

Keputusan pemerintah yang mengubah pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh, pembelajaran yang biasa diadakan di sekolah dialihkan di rumah membuat kegelisahan dari berbagai pihak. Kebijakan yang diberlakukan pemerintah tentu saja dengan alasan yang kuat karena penyebaran virus corona dapat dengan mudah menular pada aktifitas manusia yang berkerumun, seperti perkantoran, pasar, rumah ibadah dan juga pendidikan.

Peralihan cara pembelajaran ini membuat berbagai pihak untuk mengikuti alur yang sekiranya dapat ditempuh agar pembelajaran dapat berlangsung dengan baik. Dan yang menjadi pilihan adalah dengan pemanfaatan teknologi sebagai media pembelajaran daring, serta didukung dengan model pembelajaran yang efektif yang menunjang keberhasilan pembelajaran.

Maka dari itu banyak sekali hal yang harus disesuaikan dalam pelaksanaan pembelajaran online, misalnya seperti model pembelajaran dan pemilihan media

6 Irfan Kamil, “Kilas Balik Pembelajaran Jarak Jauh akibat Pandemi Covid-19”, Kompas, 3 September 2020. https://nasional-kompas,com/read/2020/09/03/10063201/kilas-balik- pembelajaran-jarak-jauh-akibat-pandemi-covid-19?page=all, diakses pada tanggal 25 Mei 2021

7 Ibid,.

(28)

yang dapat mempengaruhi ketercapaian tujuan pendidikan yang ingin dicapai.

Model pembelajaran adalah kerangka kerja yang memberikan gambaran sistematis untuk melaksanakan pembelajaran agar membantu belajar siswa dalam tujuan tertentu yang ingin dicapai. Artinya, model pembelajaran merupakan gambaran umum namun tetap mengerucut pada tujuan khusus.

Definisi di atas senada dengan pendapat Suprihatiningrum yang menyatakan bahwa model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur pembelajaran dengan sistematis untuk mengelola pengalaman belajar siswa agar tujuan belajar tertentu yang diinginkan bisa tercapai.8

Model pembelajaran didesain tidak lepas selalu menempatkan karakteristik peserta didik serta lingkungannya pada variabel yang paling berpengaruh, kemudian diberi stimulasi kognitif, afektif dan psikomotor. Harapannya, ketika peserta didik berbuat sesuatu mereka tahu dan yakin akan apa yang dilakukan, dari pengalaman hidupnya. Guru dituntut mengkreasi lingkungan belajar secara positif dan memberdayakan peserta didik, untuk mewujudkan pengelolaan kelas yang efektif dan inovatif, sehingga dihasilkan lulusan yang berwawasan global dan komprehensif. Lingkungan yang dimaksud adalah yang berwawasan global.

Melalui dukungan dan penguatan pengalaman belajar masa sebelumnya, dilengkapi dengan pengetahuan yang mudah di akses melalui internet, akan memberikan warna tersendiri.

8 Jamil Suprihatiningrum, Strategi Pembelajaran, (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media,2013), hlm.145

(29)

Dalam sebuah proses pembelajaran, kehadiran model pembelajaran sangatlah penting, begitupula faktor penunjang lainnya misalnya seperti media pembelajaran yang mendukung. Pemilihan media dan model pembelajaran yang tepat diharapkan dapat memudahkan guru dan peserta didik untuk dapat mencapai tujuan pendidikan. Adapun tujuan Pendidikan tercakup didalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 3 mengenai Tujuan Pendidikan Nasional, yang berbunyi; tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.9 Dari tujuan tersebut dapat kita ketahui bahwa pendidikan Nasional mengedepankan pendidikan agama yang akan menghasilkan manusia yang berakhlak mulia dan memiliki kecakapan dalam berilmu, sehingga ia mampu memahami apa yang sedang dipelajarinya. Tak hanya itu, Pendidikan juga bertujuan untuk menghasilkan peserta didik yang kreatif dan mandiri sehingga mereka mampu untuk menyelesaikan masalah dan mencari solusi dari masalah tersebut yang dapat dipertanggungjawabkan.

9 Tajudin Noor, Rumusan Tujuan Pendidikan Nasional Pasal 3 Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No 20 Tahun 2003, hlm. 124. https://journal.unsika.ac.id/ , diakses pada 13 Maret 2021

(30)

Adapun menurut Abdul Fatah Jalal dalam Rahman Afandi, tujuan umum pendidikan dalam Islam adalah menjadikan manusia sebagai abdi atau hamba Allah SWT. Yang dimaksud dengan menghambakan diri adalah beribadah kepada Allah. Islam menghendaki agar manusia itu dididik sehingga ia mampu merealisasikan tujuan hidupnya sebagaimana yang telah digariskan oleh Allah.

Tujuan hidup manusia itu menurut al-Quran adalah beribadah kepada Allah SWT. Sebagaimana firman-Nya

ُ عب ُ د

ُ ون ُ ي ل ُ ُ ل ُ س ا ُ ُ ن ُل ُ

وا ُ ن ت ُ لج ا ُ ق خل ُ ُ ما و

Artinya: ”Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku ” (Q. S. Al-Dzariyat: 56).10

Pada ayat diatas, dijelaskan bahwa Allah SWT menciptakan manusia dan jin dengan tujuan agar mereka beribadah dan mengabdi hanya kepada Allah SWT tidak kepada sesuatu yang lain. Manusia dan jin diberi kemampuan berpikir dan berkeinginan oleh Allah SWT, dengan berbekal kemampuan tersebut jin dan manusia dituntut untuk beribadah secara maksimal. Ibadah yang dimaksud mencakup segala aspek kehidupan, baik amal, pikiran dan perasaan yang disandarkan kepada Allah SWT.

Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi tiap muslim sejak lahir sampai masuk ke liang lahat. Dalam Islam, banyak ayat yang menekankan pentingnya mempelajari ilmu pengetahuan. Allah SWT akan meninggikan derajat orang- orang yang menuntut ilmu sebagaimana firman-Nya dalam Q.S. Al-Mujadalah ayat 11

10 Rahman Afandi, “Tujuan Pendidikan Nasional Perspektif Islam”, Jurnal Insania Vol.

ϭ,16 No. 3, 2013, hlm. 370-371, http://ejournal.iainpurwokerto.ac.id, diakses pada tanggal 25 Mei 2021

(31)

ُ ش ز

ُ وا ُ ن ل ا ُ ي ُق ُ وا ذا م ُ ُ ُ ك

لال ُ ُ

ُ ُ ف

س ُ وا سح س ُل ُ ج ُ ف م ا ُ ف ى ُ ا

ل ُ وا سح ُ ف ُ ُ م ت ك

ُ ا ُ ذ ا ق ُ ُ ُ يل ُ وا ا ُ م ُ ن

ُ ها ال ُ ُ ُذ ُ ي ين ُ ُ ُ ا ُ ُ ي

ُب خ ُ ي

˚ر ُ مل ُ ُ ع ُ ون ُ ما ُ ت

لال ُ ُ ُ

„ت

و ُ ر ُ ج د ُ م ُ ل ُع ا ُ ُ ل ُ وت وا ن ُ ا

ُ ي ُذ وا ُ ُ ل

ك ُ ُ

ُ م ُ ن م ُ من ُ ا ُ وا ن ُ ي ُذ ُ ُ ال

لال ُ ُ ُ

ُ ا ُ نش ز ُ وا ر ُ ف ع

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu,

“Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.

Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.11

Dari penjelasan-penjelasan diatas dapat diketahui menuntut ilmu sangatlah penting. Akan tetapi dikarenakan adanya pandemi Covid-19 maka pemerintah mengeluarkan kebijakan baru yang mengakibatkan sekolah-sekolah ditutup dan proses pembelajaran dilaksanakan secara daring di rumah. Hal ini juga berpengaruh terhadap proses pembelajaran di SDN Ulujami 01 Pagi, khususnya pelajaran Agama Islam yang merupakan cikal bakal terbentuknya akhlak mulia bagi peserta didik. Pelajaran Agama Islam ini terdiri dari beberapa materi yang salah satunya adalah Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ). Didalam proses belajar mengajar BTQ banyak sekali faktor yang mempengaruhi terhadap keberhasilan pembelajaran, antara lain kurikulum, daya serap perserta didik, presensi guru, presensi peserta didik, dan prestasi belajar. Saat ini, prestasi belajar sangat terpengaruh dengan sistem pembelajaran yang dilaksanakan, yaitu pembelajaran jarak jauh yang membutuhkan alat bantu belajar seperti handphone, komputer, internet, dan lainnya. Adapun beberapa kendala yang dialami peserta didik selama proses pembelajaran jarak jauh dilaksanakan, misalnya keterbatasan

11 Departemen Agama, Al-Qur’an dan terjemahannya (Jakarta: CV. Darus Sunnah, 2017), hlm. 110

(32)

kuota, keterbatasan media atau alat pembelajaran serta kurangnya dukungan dan perhatian dari orang tua dirumah, dll.

Dari permasalahan tersebut, maka penulis memutuskan untuk mencari model pembelajaran yang tepat untuk baca tulis Al-Qur’an jika pembelajaran dilakukan secara daring melalui media online. Berdasarkan hasil observasi awal yang peneliti lakukan selama proses pembelajaran jarak jauh pada siswa kelas 3B SDN Ulujami 01 Pagi pada bulan Agustus 2020 s.d. Desember 2020, ditemukan fakta bahwa kurang optimalnya model pembelajaran yang digunakan serta penggunaan media dan teknologi selama proses pembelajaran baca tulis Al-Qur’an berlangsung. Guru belum bisa memanfaatkan teknologi pembelajaran dengan baik dan benar, begitu pula peserta didik yang belum terbiasa melakukan pembelajaran secara daring. Sehingga hal ini mengakibatkan pada kurang maksimalnya peserta didik dalam menerima dan memahami pelajaran yang diberikan.

Oleh sebab itu, berdasarkan penjabaran latar belakang diatas, maka penulis terdorong ingin melakukan penelitian mengenai “Model Pembelajaran Baca Tulis Al-Qur'an Melalui Media Online di Era Pandemi di Kelas 3B SDN Ulujami 01 Pagi” Dengan harapan hasil dari penelitian ini dapat dimanfaatkan untuk kedepannya sehingga pelaksanaan pembelajaran jarak jauh dapat berjalan lebih baik lagi.

(33)

B. Diagnosis Permasalahan Kelas

Berdasarkan latar belakang masalah diatas, peneliti mendiagnosis berbagai permasalahan dari pelaksanaan pembelajaran baca tulis Al-Qur'an secara online di siswa kelas 3B SDN Ulujami 01 Pagi adalah sebagai berikut:

1. Tidak semua peserta didik kelas 3B SDN Ulujami 01 Pagi memiliki telepon genggam atau komputer untuk aktivitas pembelajaran secara online.

2. Jaringan internet yang tidak stabil ditemukan dibeberapa tempat tinggal peserta didik kelas 3B SDN Ulujami 01 Pagi.

3. Orang tua yang sibuk bekerja menjadi faktor hambatan peserta didik dalam rangka fungsi pengawasan, pembimbingan, dan pengarahan terhadap proses pembelajaran peserta didik kelas 3B SDN Ulujami 01 Pagi

4. Rendahnya pendidikan orang tua yang mengakibatkan peserta didik akan mengalami kesulitan ketika belajar dirumah.

5. Kurangnya pemahaman tentang teknologi menyebabkan peserta didik kesulitan dalam mengikuti pembelajaran secara online.

6. Kurangnya dukungan dari orang tua mengakibatkan peserta didik lalai dalam mengerjakan tugas yang diberikan.

(34)

C. Fokus dan Rumusan Masalah

Berdasarkan diagnosis permasalahan kelas di atas, maka fokus dan rumusan masalah penelitian ini adalah: “Bagaimana model pembelajaran baca tulis Al-Qur'an secara online yang efektif di era pandemi Covid-19 bagi siswa kelas 3B SDN Ulujami 01 Pagi”

D. Tujuan Penelitian

Berdasarkan fokus dan rumusan masalah yang telah dijabarkan, maka penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan model pembelajaran baca tulis Al-Qur'an secara online yang efektif bagi siswa kelas 3B SDN Ulujami 01 Pagi.

E. Manfaat Penelitian

Dari hasil penelitian di harapkan dapat memperoleh manfaat yang baik bagi semua pihak terutama yang berhubungan dengan dunia pendidikan antara lain sebagai berikut:

1. Bagi peneliti

Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi siswa sehingga dapat dikembangkan secara optimal dan sebagai bahan referensi untuk menggunakan metode mengajar 2. Bagi guru

Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi dan masukan guru dalam proses belajar mengajar sehingga dapat meningkatkan hasil belajar baik masa kini maupun masa yang akan datang.

(35)

3. Bagi pendidikan

Hasil penelitian ini dapat menjadi referensi untuk mengetahui sejauh mana keefektifan pembelajaran daring yang berhubungan dengan tuntutan pendidikan abad-21 di era pandemic Covid-19.

(36)

BAB II

KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN PERTANYAAN PENELITIAN.

A. Kajian Pustaka

1. Model Pembelajaran

a. Definisi Model Pembelajaran

Model pembelajaran merupakan suatu kerangka konseptual yang melukiskan prosedur secara sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu dan berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas pembelajaran.1

Menurut Trianto, Model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran dalam tutorial.2 Sedangkan menurut Joyce & Weil dalam Mulyani Sumantri, dkk model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu, dan memiliki fungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan dan

1Ibadullah Malawi & Ani Kadarwati, Pembelajaran Tematik (Konsep Dan Aplikasi) ,(Magetan: CV. AE Grafika, 2017), hlm. 96

2Trianto, Model Pembelajaran Terpadu : Konsep, Strategi Dan Implementasinya Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), (Jakarta: Bumi Aksara, 2013), hlm. 51

13

(37)

melaksanakan aktifitas belajar mengajar.3 Tujuan pembelajaran yang dimaksud adalah tujuan yang yang diharapkan dapat tercapai setelah dilaksanakannya proses pembelajaran, misalnya perubahan tingkah laku dan peningkatan kemampuan membaca dan menulis Al-Qur’an peserta didik. Adapun hal lain yang dapat mempengaruhi model pembelajaran yang akan digunakan, diantaranya lingkungan pembelajaran dan pengelolaan kelas. Lingkungan belajar merupakan segala sesuatu yang berhubungan dengan tempat proses kegiatan pembelajaran dilaksanakan, sedangkan pengelolaan kelas meliputi semua hal yang berkaitan dengan manajemen kelas untuk menciptakan suasana kelas yang kondusif sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai secara maksimal.

Model pembelajaran juga dapat didefinisikan sebagai suatu rangkaian proses belajar mengajar dari awal hingga akhir, yang melibatkan bagaimana aktivitas guru dan peserta didik, dalam desain pembelajaran tertentu yang berbantuan bahan ajar khusus, serta bagaimana interaksi antara guru, peserta didik, dan bahan ajar yang terjadi. Umumnya, sebuah model pembelajaran terdiri beberapa tahapan-tahapan proses pembelajaran yang harus dilakukan, yaitu; tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Tahap perencanaan merupakan salah satu unsur pokok pelaksanaan pembelajaran, karena perencanaan ini menggambarkan proses pembelajaran yang akan dilaksanakan

3Darmadi, Pengembangan Model Dan Metode Pembelajaran Dalam Dinamika Belajar Peserta didik, (Yogyakarta: Deepublish, 2017), hlm. 42

(38)

selanjutnya. Tahapan yang kedua merupakan tahap pelaksanaan, pada tahap ini guru mulai melaksanakan kegiatan pembelajaran berdasarkan rencana pembelajaran yang telah disusun sebelumnya. Tahapan yang terakhir merupakan tahap evaluasi, pada tahap ini guru diharuskan untuk melakukan evaluasi dan penilaian hasil belajar peserta didik, dimana hasil evaluasi ini dapat dijadikan sebagai tolak ukur keberhasilan guru dan peserta didik dalam pelaksanaan proses pembelajaran.

Berdasarkan beberapa uraian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran adalah cara atau teknik penyajian sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan berfungsi sebagai pedoman bagi perancang pembelajaran dan para guru dalam merancang dan melaksanakan proses belajar mengajar, termasuk di dalamnya tujuan-tujuan pengajaran, tahap- tahap kegiatan pembelajaran, lingkungan pembelajaran, dan pengelolaan kelas.

b. Karakteristik Model Pembelajaran

Model pembelajaran memiliki sintaks (pola urutan tertentu) dari suatu model pembelajaran adalah pola yang menggambarkan urutan alur tahap- tahap keseluruhan yang pada umumnya disertai dengan serangkaian kegiatan pembelajaran.4 Sintaks dari suatu model pembelajaran tertentu menunjukkan dengan jelas kegiatan-kegiatan apa yang harus dilakukan

4Lefudin, Belajar Dan Pembelajaran Dilengkapi Dengan Model Pembelajaran, Strategi Pembelajaran, Pendekatan Pembelajaran Dan Metode Pembelajaran, (Yogyakarta: Deepublish, 2017)., hlm. 174

(39)

guru atau peserta didik. Sintaks (pola urutan) dari suatu model pembelajaran adalah pola yang menggambarkan tahap-tahap keseluruhan, yang pada umumnya disertai dengan serangkaian kegiatan pembelajaran.5 Sintaks (pola urutan) dari suatu model pembelajaran tertentu menunjukkan dengan jelas kegiatan-kegiatan apa yang harus dilakukan oleh guru atau peserta didik. Sintaks (pola urutan) dari bermacam-macam model pembelajaran memiliki komponen-komponen yang sama. Contoh, setiap model pembelajaran diawali dengan upaya menarik perhatian peserta didik dan memotivasi peserta didik agar terlibat dalam proses pembelajaran.

Setiap model pembelajaran diakhiri dengan tahap menutup pelajaran, di dalamnya meliputi kegiatan merangkum pokok pelajaran yang dilakukan oleh peserta didik dengan bimbingan guru.

Model pembelajaran dalam penelitian ini, sesuai dengan kurikulum 2013 yang menekankan pada konsep pendekatan scientific dalam pembelajaran sebagaimana dimaksud, yaitu yang meliputi mengamati, menanya, menalar, mencoba, membentuk jejaring untuk semua mata pelajaran. Model pembelajaran merupakan suatu bentuk pembelajaran yang memiliki nama, ciri, sintaks, pengaturan, dan budaya misalnya discovery learning, project-based learning, problem-based learning, inquiry learning. Model pembelajaran pada kurikulum 2013 memiliki kriteria sebagai berikut:

5Jumanta Hamdayama, Metodologi Pengajaran, (Jakarta: Bumi Aksara, 2016), hlm. 130

(40)

1) Materi pembelajaran berbasis pada fakta atau fenomena yang dapat dijelaskan dengan logika atau penalaran tertentu, bukan sebatas kira- kira, khayalan, legenda, atau dongeng semata.

2) Penjelasan guru, respon peserta didik, dan interaksi edukatif guru- peserta didik terbebas dari prasangka yang serta-merta, pemikiran subjektif, atau penalaran yang menyimpang dari alur berpikir logis.

3) Mendorong dan menginspirasi peserta didik berpikir secara kritis, analitis, dan tepat dalam mengidentifikasi, memahami, memecahkan masalah, dan mengaplikasikan materi pembelajaran.

4) Mendorong dan menginspirasi peserta didik mampu berpikir hipotetis dalam melihat perbedaan, kesamaan, dan tautan satu sama lain dari materi pembelajaran. Mendorong dan menginspirasi peserta didik mampu memahami, menerapkan, dan mengembangkan pola berpikir yang rasional dan objektif dalam merespon materi pembelajaran.

5) Berbasis pada konsep, teori, dan fakta empiris yang dapat dipertanggungjawabkan.

6) Tujuan pembelajaran dirumuskan secara sederhana dan jelas, namun menarik sistem penyajiannya.6

Proses pembelajaran dalam kurikulum 2013 menyentuh tiga ranah, yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Sehingga menghasilkan peserta didik yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif melalui penguatan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang terintegrasi.

1) Ranah sikap menggamit transformasi substansi atau materi ajar agar peserta didik "tahu mengapa."

2) Ranah pengetahuan menggamit transformasi substansi atau materi ajar agar peserta didik "tahu apa."

3) Ranah keterampilan menggamit transformasi substansi atau materi ajar agar peserta didik "tahu bagaimana".7

c. Fungsi Model Pembelajaran

Fungsi model pembelajaran adalah sebagai pedoman bagi perancang pengajaran dan para guru dalam melaksanakan pembalajaran. Pemilihan model pembelajaran sangat dipengaruhi oleh sifat dari materi yang akan

6 Cucu Suhana, Konsep Strategi Pembelajaran (Edisi Revisi),(Bandung: Refika Aditama, 2014), hlm. 37-38

7 Ibid., hlm. 38

(41)

diajarkan, tujuan yang akan dicapai dalam pembelajaran tersebut serta tingkat kemampuan peserta didik.8 Menurut Trianto, fungsi model pembelajaran adalah sebagai pedoman bagi perancang pengajar dan para guru dalam melaksanakan pembelajaran.9 Untuk memilih model pembelajaran sangat dipengaruhi oleh sifat dari materi yang akan diajarkan, dan juga dipengaruhi oleh tujuan yang akan dicapai dalam pengajaran tersebut serta tingkat kemampuan peserta didik. Di samping itu pula, setiap model pembelajaran juga mempunyai tahap-tahap (sintaks) yang dapat dilakukan peserta didik dengan bimbingan guru. Sehingga model pembelajaran berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pembelajar dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas pembelajaran.

d. Ciri-ciri Model Pembelajaran

Model pembelajaran mempunyai makna yang lebih luas daripada suatu strategi, metode, atau prosedur pembelajaran.10 Istilah model pembelajaran mempunyai 4 ciri khusus yang tidak dipunyai oleh strategi atau metode pembelajaran, yaitu:

1) Rasional teoritis yang logis yang disusun oleh pendidik 2) Tujuan pembelajaran yang akan dicapai

3) Langkah-langkah mengajar yang diperlukan agar model pembelajaran dapat dilaksanakan secara optimal

8Trianto, Op. Cit., hlm. 54

9Darmadi, Pengembangan Model Dan Metode Pembelajaran Dalam Dinamika Belajar Peserta didik, hlm. 42

10Lefudin, Op. Cit., hlm. 172

(42)

4) Lingkungan belajar yang diperlukan agar tujuan pembelajaran dapat dicapai 11

Ciri dari suatu model pembelajaran yang baik diantaranya yaitu adanya keikutsertaan peserta didik secara aktif dan kreatif yang akan membuat mereka mengalami pengembangan diri.12 Guru bertindak sebagai fasilitator, koordinator, mediator dan motivator kegiatan belajar peserta didik.

e. Macam-Macam Model Pembelajaran 1) Model Pembelajaran Kooperatif

Model pembelajaran kooperatif adalah kegiatan pembelajaran dengan cara berkelompok untuk bekerja sama saling membantu mengkontruksi konsep, menyelesaikan persoalan, atau inkuiri.13 Sedangkan menurut Sholihatin dan Raharjo (2007: 4) Pada dasarnya cooperative learning mengandung pengertian sebagai suatu sikap atau perilaku bersama dalam bekerja atau membantu diantara sesama dalam struktur kerjasama yang teratur, yang terdiri dari dua orang atau lebih di mana keberhasilan kerjasama sangat dipengaruhi oleh keterlibatan dari setiap anggota kelompok itu sendiri.14 Dari kedua definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif merupakan pembelajaran yang menggunakan sistem gotong royong dimana siswa

11 Noer Khosim, Model-Model Pembelajaran, (Surabaya: Suryamedia, 2017), hlm. 5

12Isrok’atun & Tiurlina, Model Pembelajaran Matematika : Situation-Based Learning Di Sekolah Dasar, (Sumedang: UPI Sumedang Press, 2016), hlm. 1

13 Muhammad Fathurrohman, "Model-Model Pembelajaran." (Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2015), hlm. 3, http://staffnew.uny.ac.id/, diakses pada 15 Maret 2021.

14 Etin Solihatin dan Raharjo, Cooperative Learning Analisis Model Pembelajaran IPS.

(Jakarta : Bumi Aksara, 2007), hlm. 4

(43)

satu dengan yang lain dapat saling membantu untuk dapat memahami materi yang sedang dipelajari.

Proses pembelajaran kooperatif tidak mengharuskan siswa belajar kepada guru, tetapi juga daapat saling membelajarkan dengan sesama siswa lainnya. Pembelajaran kooperatif adalah sebuah model pembelajaran yang menitikberatkan pada kerjasama antar siswa dalam mengerjakan suatu pekerjaan dengan bimbingan dari gurunya, oleh karena itu pada pembelajaran ini siswa diberi kesempatan untuk dapat berkomunikasi dan berinteraksi dengan temannya untuk mencapai tujuan pembelajaran, sementara guru akan berperan sebagai motivator dan fasilitator aktivitas siswa.

2) Model Pembelajaran Kontekstual

Pembelajaran kontekstual adalah pembelajaran yang dimulai dengan sajian atau tanya jawab lisan (ramah, terbuka, negosiasi) yang terkait dengan dunia nyata kehidupan siswa (daily life modeling), sehingga akan terasa manfaat dari materi yang akan disajkan, motivasi belajar muncul, dunia pikiran siswa menjadi konkret, dan suasana menjadi kondusif – nyaman dan menyenangkan. Prinsip pembelajaran kontekstual adalah aktivitas siswa, siswa melakukan dan mengalami, tidak hanya menonton dan mencatat, dan pengembangan kemampuan sosialisasi.15 Sanjaya mengemukakan bahwa model pembelajaran kontekstual adalah suatu konsep pembelajaran yang menekankan

15 Muhammad Fathurrohman, Loc. It.,

(44)

kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata.16

Dari dua definisi diatas mengenai pembelajaran kontekstual, didapat kesimpulan bahwa pembelajaran kontekstual adalah suatu pembelajaran dimana guru menghadirkan dunia nyata kedalam kelas, sehingga siswa dituntut untuk turut aktif agar siswa mampu menghubungkan dan menerapkan kompetensinya kedalam kehidupan sehari-hari.

3) Model Pembelajaran Berbasis Masalah

Pembelajaran berbasis masalah merupakan salah satu metode dalam pembelajaran yang menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru. Dalam usaha memecahkan masalah tersebut siswa akan mendapatkan pengetahuan dan ketrampilan yang dibutuhkan atas masalah tersebut.17 Punaji Setyosari menyatakan bahwa pembelajaran berbasis masalah adalah suatu metode atau cara pembelajaran yang ditandai oleh adanya masalah nyata, a real-world problems sebagai konteks bagi mahasiswa untuk belajar kritis dan ketrampilan memecahkan masalah dan memperoleh pengetahuan.18 Dari definisi diatas, dapat diketahui bahwa

hlm. 109

16 Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran, (Jakarta, Kencana Predana Media Group, 2006),

17 Muhammad Fathurrohman, Loc. It.,

18 Punaji Setyosari, Metode Penelitian Penelitian dan Pengembangan, (Jakarta: Kencana, 2006), hlm.11

(45)

pembelajaran berbasis masalah adalah sebuah pembelajaran dimana siswa akan mendapatkan dan mengumpulkan pengetahuan baru yang berasal dari kegiatan pemecahan masalah.

Dalam pembelajaran berbasis masalah ini, guru akan memberikan sebuah masalah yang berhubungan dengan materi yang akan dibahas, kemudian siswa akan berusaha untuk memecahkan dan menyelesaikan masalah tersebut. Dari keterampilan memecahkan masalah ini, diharapkan siswa dapat memperoleh ilmu pengetahuan yang luas serta pemahaman yang mendalam mengenai materi yang dipelajari.

4) Model Pembelajaran Berbasis ICT

ICT merupakan kependekan dari Information Communication Technology. ICT dapat dimanfatakan sebagai media dan alat bantu dalam proses pembelajaran, diantaranya dapat dimanfaatkan sebagai alat dan media selama pembelajaran jarak jauh, peningkatan kualitas pendidikan melalui pelatihan pendidik secara nasional, serta dapat dimanfaatkan sebagai alat pelatihan bagi beberapa kelompok masyarakat.

Bambang Warsita dalam bukunya yang berjudul Teknologi Pembelajaran Landasan dan Aplikasinya mengemukakan bahwa terdapat 3 pendekatan yang dipakai dalam penggunaan dan pemanfaatan ICT, yaitu:

a) Learning about computers and the internet, dimana komputer dijadikan sebagai objek pembelajaran, misalnya ilmu komputer.

Artinya menjadikan ICT sebagai salah satu mata pelajaran yang diberikan di sekolah.

(46)

b) Learning with computer and the internet, dimana ICT menfasilitasi pembelajaran sesuai dengan kurikulum yang berlaku di sekolah.

Misalnya Pustekkom Depdiknas mengembangkan program CD multimedia interaktif untuk mata pelajaran Bahasa Inggris, Biologi, Fisika, Kimia, Pendidikan Agama Islam dan lain-lain sebagai salah satu alternative media pembelajaran di sekolah.

c) Learning through computers and the internet, yaitu mengintegrasikan pengembangan keterampilan-keterampilan berbasis ICT dengan aplikasi-aplikasi dalam kurikulum. Misalnya di perguruan tinggi, sebagai contoh mahasiswa melakukan riset online, menggunakan spreadsheet dan program database untuk membantu mengorganisasikan dan menganalisis data yang telah dikumpulkan atau menggunakan word processing untuk menyusun laporan penelitian. Oleh karena itu, komputer dapat juga digunakan sebagai alat bantu untuk melakukan proses tertentu, misalnya perhitungan atau kalkulasi dan penyimpanan data serta pemprosesan kata dan data (word and data processing).19

f. Aspek-aspek Model Pembelajaran

Menurut Johnson, untuk mengetahui kualitas model pembelajaran harus dilihat dari dua aspek, yaitu proses dan produk.20Aspek proses mengacu apakah pembelajaran mampu menciptakan situasi belajar yang menyenangkan (Joyful learning) serta mendorong peserta didik untuk aktif belajar dan berpikir kreatif. Aspek produk mengacu apakah pembelajaran mampu mencapai tujuan, yaitu meningkatkan kemampuan peserta didik sesuai dengan standar kemampuan atau kompetensi yang ditentukan.

Dalam hal ini sebelum melihat hasilnya, terlebih dahulu aspek proses sudah dapat dipastikan berlangsung baik.

19 Bambang Warsita, Teknologi Pembelajaran Landasan dan Aplikasinya. (Jakarta: Rineka Cipta, 2008), hlm.150

20Trianto, Op. Cit., hlm. 55

(47)

2. Pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an

Al-Qur’an adalah firman Allah yang telah diwahyukan kepada Rasulullah SAW melalui beberapa cara yang dikehendaki oleh Allah swt.

yang memuat hukum-hukum Islam dan berisi tuntunan-tuntunan bagi umat manusia untuk mencapai kehidupan yang bahagia di dunia dan di akhirat, lahir maupun batin21. Al-Qur’an merupakan sumber dari segala sumber ilmu.

Di samping itu al-Qur’an merupakan sarana yang paling utama untuk bermunajat kepada Allah baik membaca, mempelajari, mengajarkan, serta mendengarkannya. Kesemuanya itu merupakan ibadah bagi setiap orang yang mengamalkannya22. Mempelajari Al-Qur’an merupakan suatu kewajiban, maka dari itu seluruh umat muslim wajib untuk membaca, memahami, dan mempelajari Al-Qur’an. Ketika seseorang berkeinginan kuat untuk dapat membaca, memahami dan mempelajari Al-Qur’an dengan sebaik-baiknya maka haruslah ia lebih dulu memahami bagaimana cara menulis dan membaca ayat-ayat Al-Qur’an dengan baik dan benar. Pemahaman ini meliputi penguasaan makhrojal huruf, tanda baca, dan tajwid.

Membaca dalam bahasa Indonesia berasal dari kata dasar “baca” yang secara sederhana dapat diartikan sebagai ucapan lafadz bahasa lisan menurut aturan-aturan tertentu. Dalam literatur pendidikan Islam istilah baca mengandung dua penekanan yaitu tilawah dan qiraah. Istilah tilawah mengandung makna mengikuti (membaca) apa adanya baik secara fisik

21Ahmad Munir & Sudarsono, Ilmu Tajwid dan Seni Baca Al Qur’an, (Jakarta: Rineka CIpta, 1994), hlm. 100.

22Ibid.,hlm. 101

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian ini menujukkan bahwa peran guru dalam menerapkan pendidikan karakter melalui pembelajaran tematik muatan PPKn era pandemi covid-19 di SDN Mutihan

Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan metode door to door di masa pandemi Covid-19 ini dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa di

Direktur Jenderal dapat menunjuk pihak lain yang memenuhi persyaratan untuk membantu pelaksanaan pengawasan rencana pengelolaan lingkungan, rencana pemantauan lingkungan,

Hasil analisis data penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata hasil belajar fisika selama dilaksanakannya pembelajaran daring di era pandemi covid-19 peserta didik

Berdasarkan hasil data tersebut dapat disimpulkan bahwa, tingkat kesulitan belajar pada pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19 siswa kelas tinggi UPT SD Negeri 1

Di antara ketentuan-ketentuan baru yang terdapat dalam Undang-Undang tentang alasan-alasan pembatalan perkawinan pada keempat negara di atas yang berbeda dengan ketentuan dalam

Salah satu faktor utama yang menyebabkan Singapura enggan meneruskan perjanjian air selepas perjanjian 1961 tamat pada tahun 2011 adalah kerana negara tersebut menolak

[r]