S 1
PRASETIYA MULYA BUSINESS SCHOOL
September -December 2015
1.
To be more sensitive to business ethic
issues
2.
To
understand
ethical
principles
in
business
3.
To be able to apply business ethics
concepts and tools in ethical decision
making.
4.
To
demonstrate
ethical
values
in
academic life
5.
To help us to create and promote ethical
institutions
AGENDA
1.
Definitions: ethics, morality, values, norms & business ethics
2.
Three points of view to business
3.
The purposes of business
4.
Why study business ethics
PENGERTIAN PERTAMA
Ethics - how we ought to live (Socrates)
Etika berasal dari kata
ethos
dalam bahasa Yunani berarti adat
istiadat/kebiasaan.- kebiasaan hidup baik bagi perorangan maupun
masyarakat, yang diturunkan dari satu generasi ke generasi lain
Etika berkaitan dengan nilai-nilai , tata cara hidup baik yang
diwariskan dari satu generasi ke generasi lain.
Moralitas berasal dari kata
mos
dalam bahasa Latin berarti adat
istiadat atau kebiasaan, sistem nilai tentang bagaimana manusia
harus hidup.
Etika merupakan nilai-nilai dan norma-norma moral yang menjadi
pegangan bagi seseorang dalam mengatur tingkah lakunya. Disini
etika merupakan suatu sistem nilai
Kumpulan azas atau nilai moral. Disini etika dipakai sebagai kode
etik misal kode etik untuk rumah sakit.
PENGERTIAN KEDUA TENTANG ETIKA
(
Philosophical Ethics)
Etika merupakan filsafat moral atau ilmu yang
membahas dan mengkaji nilai dan norma yang
diberikan oleh moralitas dan etika dalam pengertian
diatas.
Etika merupakan refleksi kritis dan rasional dalam
melihat dan menggumuli nilai2 dan norma yang
berlaku.
1-8
The word
ethics
is derived from the Greek
ethos
, meaning “customary” or
“conventional”
To be ethical in the sense of ethos is to
conform to what is typically done, to obey the
conventions and rules of one’s society and
1-9
Denies that simple conformity and obedience
are the best guides to living
Rejects authority as the source of ethics
Defends the use of reason as the foundation
of ethics
Seeks a reasoned analysis of custom and a
1-10
Distinguishes what people
do
value from what
people
should
value
Requires we stand back, abstract ourselves
from what is typically done, and reflect upon
whether or not what is done, should be done
The difference between what
is
valued, and
what
ought
to be valued, is the difference
between ethos and ethics
1. Pluralisme moral
2. Timbulnya masalah etis baru
•
Pola-pola moral tradisional tidak lagi memiliki dasar untuk
berpijak
• Memberi prospek untuk mengatasi masalah moral yang
dihadapi sekarang
• Menggunakan rasio untuk meletakkan fundamen bagi
norma-norma etis
Bertens, K, 2013 Etika
NORMA
Norma: Aturan atau kaidah yang dipakai sebagai tolok ukur
untuk menilai sesuatu.
Macam-macam norma:
Norma umum
1.
Moral – merupakan norma tertinggi
2.
Etiket
3.
Hukum
Norma Khusus:
1.
Bahasa
Norma sopan santun/etiket: mangatur pola perilaku dan sikap lahiriah manusia.
Norma hukum : keberlakuannya secara tegas dituntut oleh masyarakat karena dianggap perlu untuk keselamatan dan kesejahteraan manusia dalam kehidupan bermasyarakat. Norma hukum dikodifikasikan dalam bentuk tertulis untuk dijadikan pegangan dan rujukan bagi setiap anggota masyarakat baik dalam berperilaku maupun dalam menjatuhkan sangsi bagi pelanggarnya.
Norma moral yaitu aturan mengenai perilaku manusia yang menyangkut baik buruk, adil tidaknya tindakan dan perilaku manusia baik secara
individu maupun sebagai masyarakat. Norma moral berkaitan dengan hal-hal yang berkonsekwensi serius bagi kebaikan dan kesejahteraan manusia baik secara individu maupun kelompok. Pada umumnya kaidah moral
mengatur tindakan manusia untuk tidak merugikan orang lain atau
sebaiknya manusia bertindak baik bagi kehidupan orang lain. Kaidah moral ini diharapkan dipatuhi tanpa mempedulikan sanksi atau hukuman.
Bertens, K, 2013,, Etika
GENERALISASI NORMA MORAL
The GOLDEN RULE
hendaklah memperlakukan orang lain
sebagaimana anda ingin diperlakukan
Jangan perbuat terhadap orang lain apa yang
anda sendiri tidak inginkan diperbuat terhadap
Bertens, K, 2013, Etika
NILAI
Sesuatu yang dianggap penting, yang dianggap baik dan sesuatu
yang dicari.
Suatu standar atau keyakinan yang mengarahkan kita untuk memilih
suatu tindakan dibandingkan memilih tindakan lain.
Macam-macam nilai:
1.
Moral –bersifat absolut dan tidak dapat ditawar.
2.
Nilai ethis bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan umat manusia
(Human well being)
3.
Ekonomis
4.
Estetis
5.
Politis
6.
Ilmiah
Seperangkat norma bagi prilaku sosial manusia
dalam bentuk sistem, aturan, ketentuan, panduan
tertulis ataupun bisa adat yang secara resmi
mengikat dan dapat dipaksakan pleh penguasa yang
berwenang.
• Sarana mengatur hidup bersama dan mengatasi konflik
dalam masyarakat /negara secara rasional.
• Sarana mengupayakan agar warga masyarakat hidup baik
dan bertindak benar.
• Merupakan kristalisasi dan formalisasi nilai-nilai etik dan
moral dalam masyarakat.
• Menjamin terwujudnya tatanan sosial yang memungkinkan
terwujudnya keadilan, kebebasan, keselarasan, solidaritas,
hubungan antar warga
Bertens, K, 2013, Etika
Hukum dan Moral
Hukum
Moral
Saling membutuhkan
1. Lebih dikodifikasikan, lebih objektif 2. Mengatur tingkah laku manusia
secara lahiriah
3. Sanksi dapat dipaksakan
4. Berdasarkaan norma masyarakat dan diakui oleh negara
1. Tidak dikodifikasikan, penghayatannnya mengandaikan kebebasan dan
kesadaran manusia
2. Mengatur tingkah laku manusia secara lahiriah dan batiniah
3. Sanksi tidak dapat dipaksakan, bersifat hati nurani
4. Berdasarkan norma moral yang
1. Bila pelanggaran norma moral mengancam hidup
bermasyarakat
2. Terkait hak-hak asasi manusia
3. Ketika norma moral terkait dengan nilai-nilai kemanusiaan
universal, sehingga kepatuhan terhadap norma hukum yang
menjaminnya tidak dirasakan melulu sebagai paksaan dari
luar tanpa sepersetujuan dari si pelaku tindakan
Moral tanpa hukum menjadi kurang efektif.
Hukum tanpa moral dapat menjadi kejam
ethis
tidak ethis
legal
tidak legal
ethis legal ethis tidak legal
tidak ethis legal tidak ethis tidak legal
Business Ethics
refer to those values, standards and
principles that operate within business
( Desjardins, 2014 p.10)
Business Ethics:
comprises the principles and
standards that guide behavior in the world of business
Investors, employees, customers, interest group, the
legal system , and the community often to determine
whether a specific action is right or wrong, ethical or
unethical.
(Ferrel, p.8, 2008)
The purpose of the firm is to enable each corporate
constituency or stakeholder group to obtain the
maximum benefit from their involvement.
( T. L. Beauchamp et al,
Ethical Theory and Business, 2009)
Business exists to supply goods and services to
customers, rather than to supply jobs to workers and
managers, or even dividends to stockholders.
TUJUAN SUATU BISNIS
•
Menciptakan barang/jasa untuk kebutuhan manusia
•
Menciptakan keuntungan bagi pemegang saham
•
Menciptakan lapangan kerja
•
Menciptakan kesejahteraaan masyarakat
•
Merupakan perluasan dari negara
PLANET
PEOPLE
$
PROFIT
BISNIS
EKONOMI
HUKUM
WHY BUSINESS ETHICS
Development of Business Environment • Economic Growth • Demography Changes • Government Regulation • Scarcity of Resources • Good Governance • Freedom of information Value Changes • Individual values • Business values • Conflicting values Global Pressure • International Standard• Green Peace Movement
• Multilateral Economic Agreement
Consumers
• Consumers Awareness
• Buying Power
Environment & Business Practices Changes
• Family Business to Professionals
• Stockholders Concept to Stakeholders Concept
Manfaat
berbisnis secara etis
•
Orang menghargai reputasi yang baik dan pendapat dari kawan-kawan serta masyarakat• Investor akan menanamkan modalnya pada perusahaan yang dapat dipercaya dan mempunyai tanggung jawab sosial
• Perusahaan yang etis akan memetik hasilnya • Dipercaya masyarakat dan rekan bisnis
• Paradigma organisasi baru, tidak lagi mengenai hanya produk dan keuntungan, tetapi juga bagaimana kualitas produk dan cara
keuntungan diperoleh.
• Karyawan bangga bekerja di perusahaan yang etis
• Mengadopsi dan komit terhadap suatu aturan dapat merupakan
suatu pertahanan yang kuat dalam setiap kasus pengadilan, dimana suatu perusahaan dituduh untuk prilaku yang tidak pantas.
Budaya etis
Komitmen dan kepercayaan dari karyawan
Loyalitas dan
kepercayaan dari investor
Kepercayaan dan kepuasan kastemer
Profit