• Tidak ada hasil yang ditemukan

Epidemiologi dan Aplikasi dalam kebidana

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Epidemiologi dan Aplikasi dalam kebidana"

Copied!
80
0
0

Teks penuh

(1)

EPIDEMIOLOGI DALAM

EPIDEMIOLOGI DALAM

PELAYANAN KEBIDANAN

PELAYANAN KEBIDANAN

(2)

4.1.1

4.1.1

(3)

DEFENISI

DEFENISI

Epidemiologi

adalah studi yang

mempelajarai

distribusi

dan

determinan

penyakit dan keadaan

kesehatan pada populasi, serta

penerapannya untuk pengendalian

masalah - masalah kesehatan

(CDC,

(4)

Epidemiologi

dalam

pelayanan kebidanan

yaitu

epidemiologi

yang

mengkaji

distribusi

serta

determinan

peristiwa

morbiditas

(kesakitan)

dan

mortalitas

(kematian) yang

(5)

TUJUAN

TUJUAN

Tujuan epidemiologi kebidanan

adalah untuk mengenal

faktor

risiko

terhadap

ibu

selama

periode kehamilan, persalinan

dan

masa nifas

(42 hari setelah

berakhirnya kehamilan) beserta

hasil

konsepsinya

dan

mempelajari

cara

(6)

Faktor Resiko Pada

Faktor Resiko Pada

Ibu Hamil

Ibu Hamil

1. Primigravida kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun.

2. Anak lebih dari 4.

3. Jarak persalinan terakhir dan kehamilan sekarang  < 2 tahun.

4. Kurang Energi Kronis (KEK) dengan lingkar lengan atas kurang dari 23,5

cm, atau penambahan berat badan < 9 kg selama masa kehamilan.

5. Anemia dengan haemoglobin <11 g/dl. Tinggi badan <145 cm atau

dengan kelainan bentuk panggul dan tulang belakang.

6. Riwayat hipertensi pada kehamilan sebelumnya atau sebelum

kehamilan ini.

7. Sedang/pernah menderita penyakit kronis, antara lain: TB, kelainan

jantung-ginjal-hati, psikosis, kelainan endokrin (DM, SLE, dll), tumor dan keganasan.

8. Riwayat kehamilan buruk: keguguran berulang, KET, mola hidatidosa,

KPD, bayi cacat kongenital. Riwayat persalinan dengan komplikasi: persalinan dengan SC, ekstraksi vacum/forcep.

9. Riwayat nifas dengan komplikasi: perdarahan post partum, infeksi

masa nifas, post partum blues.

10. Riwayat keluarga menderita penyakit DM, hipertensi, dan riwayat cacat

kongenital.

(7)

MANFAAT

MANFAAT

Untuk mengidentifikasi penyebab

terjadinya

penyakit

dalam

pelayanan kebidanan.

Untuk

pengambil

kebijakan

(8)

Mengenai kegunaan epidemiologi secara umum yang

Mengenai kegunaan epidemiologi secara umum yang

sesuai dengan tujuan epidemiologi kebidanan dalam

sesuai dengan tujuan epidemiologi kebidanan dalam

prakteknya sebagai berikut :

prakteknya sebagai berikut :

1. Menguraikan distribusi dan besarnya masalah suatu penyakit dalam masyarakat.

2. Memberikan data untuk perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi program-proram pencegahan, pemberantasan dan pengobatan

penyakit , serta untuk menentukan urutan prioritas program-program diatas.

3. Mengenal faktor-faktor penyebab penyakit (patogenesis). 4. Membantu pekerjaan administrasi kesehatan.

5. Untuk meneliti dan mengevalasi program pemberantasan penyakit

dan masalah dalam kesehatan.

6. Untuk mendapatkan data dalam upaya mengklasifikasikan penyakit.

(9)

Kegunaan epidemiologi diatas

Kegunaan epidemiologi diatas

dapat diringkas menjadi 3 hal,

dapat diringkas menjadi 3 hal,

yakni :

yakni :

1.

Mendiskripsikan fenomena kesehatan

masyarakat.

(10)

4.1.2

4.1.2

(11)

Latar Belakang

-Angka kematian ibu(AKI) sebagai salah satu

indikator kesehatan ibu,dewasa ini masih

tinggi di indonesia bila dibandingkan dengan

negara ASEAN lainnya.

-Menurut

data

dari

survai

demografi

kesehatan indonesia (SDKI)1998-2003 AKI di

indonesia adalah 307 per 100.000 kelahiran

hidup dan menjadi 228 per 100.000

kelahiran hidup pada tahun 2007.

(12)

-

Sebagian besar penyebab kematian ibu secara

langsung menurut survai kesehatan rumah

tangga 2001 sebesar 90% adalah komplikasi

yang terjadi pada saat persalinan dan segera

setelah bersalin.

-

Penyebab tersebut dikenal dengan Trias Klasik

yaitu:

-

Perdarahan(28%)

-

Eklamsi(24%)

-

Infeksi(11%).

(13)

Selain itu beberapa sebab yang tidak

langsung berkaitan dengan masalah

kesehatan ibu yaitu:

“4 Terlalu” dalam melahirkan yaitu:

Terlalu muda, terlalu tua, terlalu

sering dan terlalu banyak.

“ 3 Terlambat “ yaitu: terlambat

mengambil keputusan, terlambat

untuk dikirim ke tempat pelayanan

kesehatan,dan terlambat

(14)

Upaya untuk menurunkan angka kematian ibu telah

dicanangkan oleh badan internasional dan

pemerintah guna meningkatkan kesadaran dunia

tentang pengaruh kematian dan kesakitan ibu

serta untuk mendapatkan pemecahan

masalahnya.

Upaya tersebut antara lain dibuatnya strategi yang

mengacu pada Indonesia sehat 2010 Making

Pregnancy Safer(MPS) dan di susunnya Millennium

Development Goal’s (MDG’s) yang bertujuan

(15)

Pada akhir tahun 1990-an secara konseptual telah diperkenalkan upaya untuk menajamkan strategi dan intervensi dalam menurunkan AKI yaitu making pregnancy safer(MPS) yang dicanangkan oleh pemerintah pada tahun 2000.

Strategi ini memfokuskan pada 3 pesan kunci yaitu:

1.Setiap persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih.

2. Setiap komplikasi obstetri dan neonatal mendapat pelayanan yang adekuat.

(16)

-Pelaksanaan

strategi

MPS

diterapkan

secara

desentralisasi sehingga diharapkan dapat lebih

terarah dan sesuai dengan permasalahan setempat.

-

Dengan adanya variasi antar daerah dalam hal

demografi dan geografi maka kegiatan dalam

program kesehatan ibu dan anak (KIA) juga berbeda.

-

Namun agar pelaksanaan program KIA dapat

(17)

The Millennium Development Goals terdiri

dari:

1.

Memberantas kemiskinan dan kelaparan

2.

Mencapai pendidikan dasar universal

3.

Mempromosikan kesetaraan gender dan

pemberdayaan perempuan

4.

Menurunkan kematian balita

5.

Meningkatkan kesehatan ibu

6.

Memerangi penyakit HIV/AIDS , malaria

dan penyakitlainnya

7.

Menjamin kelestarian lingkungan

8.

Mengembangkan kemitraan global untuk

(18)

Prinsip pengelolaan program KIA

Pengelolaan program KIA bertujuan memantapkan dan meningkatkan jangkauan serta mutu pelayanan KIA secara efektif dan efisien. Pemantapan pelayanan KIA dewasa ini diutamakan pada kegiatan pokok sebagai berikut:

1. Peningkatan pelayanan antenatal di semua fasilitas

pelayanan dengan mutu sesuai standar serta menjangkau seluruh sasaran

2. Peningkatan pertolongan persalinan ditujukan kepada

peningkatan pertolongan oleh tenaga kesehatan secara berangsur.

3. Peningkatan deteksi dini resiko tinggi atau komplikasi

kebidanan baik oleh tenaga kesehatan maupun masyarakat oleh kader dan dukun bayi serta penganan dan pengamatannya secara terus menerus

4. Peningkatan penanganan komplikasi kebidanan secara

adekuat dan pengamatan secara terus menerus oleh tenaga kesehatan

5. Peningkatan pelayanan neonatal dan ibu nifas dengan mutu

(19)

a.

Pelayanan Antenatal

Pelayanan antenatal selengkapnya mencangkup

banyak hal yang meliputi anamnesis, pemeriksaan

fisik(umum

dan

kebidanan),pemeriksaan

laboratorium sesuai indikasi, serta intervensi dasar

dan khusus( sesuai resiko yang ada termasuk

penyuluhan

dan

konseling).Namun

dalam

penerapan operasionalnya dikenal standar minimal

“5T” untuk pelayanan antenatal, yang terdiri atas:

1.

Timbang berat badan dan ukur tinggi badan

2.

(Ukur )Tekanan darah

3.

(Ukur) Tinggi fundus uteri

4.

(Pemberian imunisasi) Tetanus toksoid lengkap

5.

(Pemberian) Tablet tambah darah minimal 90

(20)

-

Ditetapkan pula bahwa frekuensi pelayanan

antenatal adalah minimal 4 kali selama

kehamilan, dengan ketentuan waktu sebagai

berikut:

= Minimal 1 kali pada triwulan pertama

= Minimal 1 kali pada triwulan kedua

= Minimal 2 kali pada triwulan ketiga

Standar waktu pelayanan antenatal tersebut

ditentukan untuk menjamin mutu pelayanan,

khususnya dalam memberi kesempatan yang

cukup dalam menangani kasus resiko tingi

(21)

b. Pertolongan Persalinan

Dalam program KIA dikenal beberapa jenis tenaga yang

memberikan pertolongan persalinan kepada

masyarakat, jenis tenaga tersebut adalah: dokter

spesialis kebidanan,dokter umum,bidan, perawat

maternitas.

Selain itu masih ada penolong persalinan yang berasal

dari anggota keluarga dalam masyarakat terpencil

seperti yang banyak ditemukan di propensi papua,

namun penolong persalinan ini umumnya tidak

tercatat dan sulit untuk di identifikasi.

Pada prinsipnya, penolong persalinan harus

memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

1.

Sterilitas atau pencegahan infeksi

2.

Metode pertolongan persalinan yang sesuai dengan

standar pelayanan

3.

Merujuk kasus yang memerlukan tingkat pelayanan

(22)

c. Deteksi dini ibu hamil beresiko

Faktor resiko pada ibu hamil diantaranya adalah:

1.

Primigravida kurang dari 20 tahun atau lebih

dari 35 tahun

2.

Anak lebih dari 4

3.

Jarak persalinan yang terakhir dan kehamilan

sekarang kurang dari 2 tahun

4.

Tinggi badan kurang dari 145 cm

5.

Berat badan kurang dari 38 kg atau lila kurang

dari 23,5 cm

6.

Riwayat keluarga menderita kencing

manis,hipertensi dan riwayat cacat kongenital

7.

Kelainan bentuk tubuh misalnya kelainan tulang

(23)

Resiko tinggi atau komplikasi kebidanan pada kehamilan merupakan keadaan penyimpangan dari normal yang secara langsung

menyebabkan kesakitan dan kematian ibu maupun bayi.

Resiko tinggi /komplikasi pada kehamilan meliputi:

- Hb kurang dari 8 gr %

- Tekanan darah tinggi ( sistole> 140mmhg, diastole > 90 mmhg) - Oedema yang nyata

- Eklamsia

- Perdarahan pervaginam - Ketuban pecah dini

- Letak lintang pada usia kehamilan lebih dari 32 minggu - Letak sungsang

- Infeksi berat atau sepsis - Persalinan prematur

- Kehamilan ganda - Janin yang besar

- Penyakit kronis pada ibu : jantung, paru dll

(24)

d. Penanganan komplikasi kebidanan

Kejadian komplikasi kebidanan dan resiko tinggi

diperkirakan terdapat pada sekitar antara

15-20% ibu hamil. Komplikasi pada kehamilan

dan persalinan tidak selalu dapat diduga

sebelumnya, sehingga ibu hamil harus selalu

berada sedekat mungkin dengan sarana

pelayanan

yang

mampu

memberikan

pelayanan obstetri dan neonatal emergensi

dasar(PONED)

(25)

Untuk keperluan tersebut Depkes RI telah

menerbitkan pedoman khusus yang dapat

menjadi acuan pengembangan

puskesmas mampu PONED

Pelayanan medis yang dapat dilakukan di

puskesmas mampu PONED meliputi

pelayanan obstetri yang terdiri dari:

1.

Pencegahan dan penanganan perdarahan

2.

Pencegahan dan penanganan preeklamsi

dan eklamsi

3.

Pencegahan dan penanganan infeksi

4.

Penanganan partus lama/macet

(26)

4.1.3

4.1.3

(27)

Terjadinya Masalah

Terjadinya Masalah

Kesehatan

Kesehatan

Merujuk

kepada

paradigma

epidemiologi

klasikal

yang

berasumsi

bahwa

terjadinya

penyakit atau masalah kesehatan

sebagai

hasil

akhir

(output)

interaksi antara

penjamu (Host),

Agent

dan

lingkungan

(environmen)

,

maka

dalam

(28)

Host (penjamu)

adalah ibu

hamil

Agent

adalah hasil konsepsi

yaitu janin/fetus yang ada dalam

kandungan ibu hamil

Environmen

adalah lingkungan

(29)

Perbedaan epidemiologi pelayanan

kebidanan

dengan

epidemiologi

penyakit infeksi, al:

Pada penyakit infeksi agent merupakan

(30)

Ilustrasi,,,,,,!!!

Ilustrasi,,,,,,!!!

Host adalah subjek

Agent adalah objek

Lingkungan adalah keteranga tempat

1. Contoh penyakit

infeksi/menular:

Budi

digigit

nyamuk

di

pemakaman

2. Contoh pada pelayanan

kebidanan:

(31)

Faktor-faktor Risiko

Faktor-faktor Risiko

Dalam Pelayanan Kebidanan

Dalam Pelayanan Kebidanan

Faktor risiko bagi kematian

ibu (mortalitas) dapat

dibedakan, al:

1.

Faktor-faktor reproduksi

Usia

Paritas

(32)

2. Faktor-faktor komplikasi

kehamilan

Perdarahan pada

abortus spontan/

alamiah

Kehamilan

ektopik/

diluar cavum endometrium

Perdarahan pada

trimester III

kehamilan

Perdarahan

postpartum

Infeksi

nifas

keracunan kehamilan

(tekanan darah +, kaki

membengkak, urien kemerahan)Eklampsia (bawaan, kurang gizi, Asam Arachidonat/kacang2, kecemasan berlebihan)

(33)

3. Faktor-faktor pelayanan

kesehatan

Kesukaran untuk memperoleh

pelayanan kesehatan

Asuhan medis yang kurang baik

Kekurangan tenaga terlatih dan

(34)

4. Faktor-faktor sosial budaya

Kemiskinan dan ketidakmampuan

membayar pelayanan yang baik

Ketidaktahuan dan kebodohan

Kesulitan transportasi

Status wanita yang rendah

(35)

Ruang lingkup epidemiologi

Ruang lingkup epidemiologi

kebidanan

kebidanan

Mempelajari dan mendiskripsikan

keadaan keadaan:

1.

Pre Kehamilan

2.

Kehamilan

3.

Persalinan

4.

Post natal

5.

Infant

(36)

Konsep

Konsep

Perjalanan kehamilan dan

Perjalanan kehamilan dan

persalinan

(37)

Faktor – faktor risiko kematian

Faktor – faktor risiko kematian

maternal McCarthy dan Maine

maternal McCarthy dan Maine

(1992)

(1992)

(38)

1. Determinasi dekat

1. Determinasi dekat

Komplikasi kehamilan

Perdarahan

Preeklamsia

Eklamsia

dan infeksi

Komplikasi persalinan dan nifas

Perdarahan

Partus macet atau partus lama

dan infeksi akibat trauma pada

(39)

2. Determinan antara

2. Determinan antara

Status kesehatan ibu

Status gizi (LILA)

Anemia

Penyakit yang diderita ibu

Status reproduksi

Usia ibu hamil, (< 20 tahun)

Jumlah kelahiran

Jarak kehamilan

dan status perkawinan ibu.

Akses terhadap pelayanan

kesehatan

(40)

3. Determinan jauh

3. Determinan jauh

Sosio kultural

Ekonomi

Keagamaan

Tingkat pendidikan

Pekerjaan

(41)

Keadaan kehamilan

Keadaan kehamilan

Umur Ibu

Jarak Kehamilan dengan Persalinan

Sebelumnya

Paritas

Tinggi Badan

Imunisasi TT

Penyakit Infeksi

Anemia

Hamil Kembar 2

Riwayat kehamilan dan Persalinan

Sebelumnya

(42)

Indikator pelayanan (Lassi

Indikator pelayanan (Lassi

et

et

al.

al.

, 2010)

, 2010)

Indikator pelayanan yang diberikan

bidan desa selama kehamilan antara

lain cakupan pemberian tablet fe

pada ibu hamil, cakupan pemeriksaan

selama kehamilan (K1 dan K4).

Indikator cakupan pelayanan

persalinan meliputi cakupan

pertolongan persalinan normal

tenaga kesehatan, cakupan

(43)

Indikator cakupan program kesehatan

Indikator cakupan program kesehatan

ibu dan anak Van Lonkhuijzen

ibu dan anak Van Lonkhuijzen

et al.

et al.

(2009)

(2009)

 Angka persalinan yang ditolong oleh tenaga

kesehatan

 Angka kematian ibu

 Angka kejadian sepsis (respon inflamasi terhadap

infeksi)

 Angka kejadian rupture uteri (Janin pada ruptur uteri

yang terjadi di  luar rumah sakit sudah dapat dipastikan meninggal dalam kavum abdomen biasanya dukun).

 Angka kejadian perdarahan

(44)

Untuk menangani angka kematian ibu

(AKI) Depkes bersama dengan WHO,

UNICEF dan UNDP sejak tahun

1990-1991 telah melaksanakan program

Safe Motherhood .

Upaya

intervensi

dalam

program

tersebut yang dinamakan sebagai

Empat Pilar

Safe Motherhood:

KB

Pelayanan ante natal (perawatan kehamilan)

Persalinan yang aman

(45)

pelayanan

pelayanan

antenatal

antenatal

care

care

1. Memantau kemajuan kehamilan serta memastikan

kesehatan ibu dan tumbuh kembang bayi

2. Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik,

mental dan sosial ibu serta janin

3. Mengenali secara dini kelainan atau komplikasi yang

mungkin terjadi selama hamil

4. Mempersiapkan persalinan cukup bulan; melahirkan

dengan selamat dan mengurangi sekecil mungkin terjadinya trauma pada ibu dan bayi

5. Mempersiapkan ibu untuk menjalani masa nifas dan

mempersiapkan pemberian asi eksklusif

6. Mempersiapkan peran ibu dan keluarga untuk

(46)

4.1.4

4.1.4

(47)

EPIDEMIOLOGI…

EPIDEMIOLOGI…

Cabang ilmu kesehatan

Analisis penyebaran dan sifat masalah

kesehatan pada penduduk tertentu

Pelajari sebab timbulnya masalah dan

gangguan kesehatan

Fokus: pencegahan dan

penanggulangan (preventive, curative)

(48)

EPIDEMIOLOGI…

EPIDEMIOLOGI…

Filosofi dasar-dasar ilmu kesehatan

‘proses logis’ hubungan interaksi proses

fisik, biologis dan fenomena sosial

berhubungan erat dengan:

- Derajat kesehatan

- Kejadian penyakit

- Gangguan kesehatan

(49)

Epidemiologi Deskriptif

Epidemiologi Deskriptif

Analisis masalah yang ada

Jelaskan keadaan dan sifat

masalah

Variabel di ukur berdasarkan

kejadian masalah di masyarakat

(prevalensi, rate, ratio)

Sering digunakan: analisis

(50)

Contoh..

Contoh..

Penanggulangan wabah

penyakit menular

Faktor-faktor yang

(51)

Peran Epidemiologi

Peran Epidemiologi

Menerangkan besarnya

masalah dan gangguan

kesehatan (penyakit dan

penyebarannya)

Menyiapakan data dan

informasi (perencanaan,

pelaksanaan, dan evaluasi)

Identifikasi faktor penyebab

(52)

Penilaian Keadaan

Penilaian Keadaan

Penyakit

Penyakit

Risk (peluang)

Rate (perhitungan angka)

besarnya peristiwa terjadi terhadap

jumlah

keseluruhan penduduk, berlangsung

dalam batas

waktu tertentu

Mengukur kemungkinan kejadian dalam

populasi

(53)

4.1.5

4.1.5

(54)

Ukuran-ukuran

Ukuran-ukuran

Epidemiologi

Epidemiologi

Makna

rate

(angka) merupakan

jumlah peristiwa yang terjadi

dalam populasi tertentu dan pada

periode

waktu

tertentu.

(misalnya:

angka

natalitas

(kelahiran),

angka

morbiditas

(kesakitan) dan angka

mortalitas

(55)

Mengapa rate (

angka

) penting

kaitan dengan epidemiologi ?

karena

dengan

rate

kita

dapat

membandingkan KLB yang terjadi pada

waktu dan tempat yang berbeda.

Karena dapat membandingkan kasus

kematian ibu tahun ini dibandingkan

dengan tahun lalu.

Membandingkan kematian ibu bersalin

(56)

Insidensi

adalah jumlah

kasus

baru

suatu penyakit dalam suatu

populasi yang berisiko (mereka

yang ada dalam suatu populasi

yang rentan terhadap penyakit)

pada periode waktu tertentu.

(57)

Insidensi

penting pada penyakit

(58)

Angka

prevalensi

dihitung

dengan membagi semua kasus

suatu penyakit saat ini (

kasus baru

dan lama

) dengan populasi total.

Pervelansei

sangat

cocok

untuk

penyakit kronis yaitu penyakit yang

berlangsung selama 3 bulan atau lebih

(59)
(60)

Prevalensi

Kasus Baru

Base Line Prevalensi

Insiden si

(61)

Angka serangan (

attack rate

) yaitu

angka insidensi khusus dihitung

untuk

suatu

populasi

tertentu

selama KLB

suatu penyakit dan

dinyatakan dalam persentase

(62)

Angka kasar (

crude rate

)

yaitu

angka yang pembilangnya mencakup

seluruh populasi.

Angka kelahiran kasar (

crude birth rate

),

jumlah kelahiran hidup pada tahun tertentu

dibagi

dengan

jumlah

populasi

pertengahan tahun dikali 1.000

(63)

Angka spesifik (

spesific rate

) yaitu

mengukur morbiditas dan mortalitas

untuk populasi atau untuk penyakit

tertentu.

Salah satu angka spesifik yang sangat penting

adalah

angka kematian menurut penyebab

(

cause spesific mortality rate/CSMR

) yaitu

angka kematian karena penyekit tertentu

(64)

Jenis Angka Defenisi Angka Pengali

Angka kelahiran

kasar (CBR) perkiraan jumlah penduduk Jumlah kehairan hidup pertengahan tahun

1.000

Angka kematian

kasar (CDR) Jumlah kematian (semua penyebab)perkiraan jumlah penduduk pertengahan tahun

1.000

Angka kematian

menurut usia Jumlah kematian usia 15-24 thnPerkiraan jumlah penduduk pertengahan tahun, usia 15-24 thn

100.00 0

AKB Jumlah kematian bayi usia < 1 tahun

Jumlah kelahiran hidup

100.00 0

AKN Jumlah kematian bayi usia < 28 hari

Jumlah kelahiran hidup 100.000 AKI Jumlah kematian ibu

Jumlah kelahiran hidup 100.000 AK menurut

penyebab perkiraan jumlah penduduk Jumlah kematian (diabetes) pertengahan tahun

(65)

Jenis Angka Defenisi Angka Pengali

Angka kematian

menurut usia Jumlah kematian usia 15-24 thnperkiraan jumlah penduduk pertengahan tahun

100.00 0

CFR Jumlah kematian karena kasus tertentu

Jumlah kasus

(66)

1. Studi Kasus (4 soal)

1. Studi Kasus (4 soal)

Kabupaten X berdasarkan keterangan

dari BPS diketahui jumlah penduduk

pertengahan tahun 200.000 jiwa, dengan

jumlah kelahiran 10.000 kelahiran dan

jumlah

kematian

5.000

kematian,

diketahui juga jumlah kematian usia

15-24 tahun karena diabetes 1.000 org,

jumlah penduduk usia 15-24 tahun

10.000 .

(67)

2. Studi Kasus (3 soal)

2. Studi Kasus (3 soal)

Kota Y hasil data BPS pertengahan

tahun diperoleh jumlah penduduk

100.000 jiwa, hasil perhitungan target

sasaran KIA diapatkan angka kelahiran

hidup sebanyak 10.000 KH, dan hasil

evaluasi pelayanan KIA didaptkan

jumlah ibu yang meninggal 20 org,

bayi dibawah 1 tahun meninggal 30

org dan bayi dibawah umur 28 hari

meninggal 2 org.

(68)

3. STUDI KASUS (1 soal)

3. STUDI KASUS (1 soal)

Diketahui di wilayah Puskesmas

H jumlah penduduk pertengahan

tahun 30.000, 10% penduduknya

menderita diare dengan jumlah

kematian 30 org.

(69)

DANG KESEHATAN DI KAB/KOTA

DANG KESEHATAN DI KAB/KOTA

(KEPMENKES NO.

(KEPMENKES NO.

741/MENKES/PER/VII/2008)

741/MENKES/PER/VII/2008)

JENIS PELAYANAN

DASAR SPM

INDIKATOR TARGET THN

PELAYANAN

KESEHATAN DASAR Cakupan Kunjungan Ibu Hamil K4. 95% 2015 Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani. 80% 2015

Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan

yang memiliki kompetensi kebidanan 90 % 2015

Cakupan pelayanan Nifas 90% 2015

Cakupan neonatal dengan komplikasi yang ditangani. 80% 2010

Cakupan kunjungan bayi. 90% 2010

Cakupan Desa/Kelurahan Universal Child Immunization

(UCI). 100% 2010

(70)

DANG KESEHATAN DI KAB/KOTA

DANG KESEHATAN DI KAB/KOTA

(KEPMENKES NO.

(KEPMENKES NO.

741/MENKES/PER/VII/2008)

741/MENKES/PER/VII/2008)

JENIS PELAYANAN DASAR SPM

INDIKATOR TARGET THN

PELAYANAN KESEHATAN

DASAR Cakupan pemberian makanan pendamping ASI pada anak usia 6-24 bulan keluarga miskin. 100% 2010 Cakupan Balita gizi buruk mendapat perawatan. 100% 2010

Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan

setingkat. 100% 2010

Cakupan peserta KB Aktif. 70% 2010

Cakupan Penemuan dan penanganan penderita

penyakit. 100% 2010

Cakupan pelayanan kesehatan dasar masyarakat

miskin. 100% 2015

PELAYANAN KESEHATAN

RUJUKAN Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin. 100% 2015 Cakupan pelayanan gawat darurat level 1 yg harus

diberikan sarana kesehatan (RS) di Kab/Kota.

100% 2015

PENYELIDIKAN EPIDEMIOLOGI

DAN PENANGGULANGAN KLB Cakupan Desa/Kelurahan mengalami KLB yang dilakukan penyelidikan epidemiologi <24 jam. 100% 2015 PROMOSI KESEHATAN DAN

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

(71)

4.1.6.

4.1.6.

Istilah Epidemiologi

Istilah Epidemiologi

dalam KIA

(72)

Beberapa Istilah

Beberapa Istilah

• Epidemik = Wabah = KLB

• Pandemik = Epidemi Lintas negara / Benua

• Endemik = penyakit yg selalu ada di suatu area tertentu

• Sporadis = kasus-kasus yg tdk mempunyai hub epid

• Common Source = epidemik yg timbul dari sumber yg sama

• Propagated = epidemik yg timbul akibat penyebaran

(73)

Beberapa Istilah

Beberapa Istilah

• Exposure = Terpapar

Kesempatan dari suatu Host yg rentan mendapat infeksi

• Patogen = kemampuan Agent menimbulkan penyakit

(74)

Standar 5 T adalah standar pemeriksaan

Standar 5 T adalah standar pemeriksaan

/perawatan kehamilan (ANC = Antenatal

/perawatan kehamilan (ANC = Antenatal

Care)

Care)

1.

Pemeriksaan/pengukuran TINGGI DAN BERAT

BADAN

2.

Pemeriksaan/pengukuran TEKANAN DARAH

3.

Pemeriksaan/pengukuran TINGGI FUNDUS

4.

Pemberian imunisasi TETANUS TOXOID

5.

Pemberian TABLET BESI/TABLET TAMBAH DARAH

Depkes 2009 7 T (K1 dan K4) Tri Wulan

1. Temu wicara (pemberian komunikasi interpersonal dan

konseling),

2. Test laboratorium sederhana (Hb, Protein urin) dan atau

(75)

PWS KIA (Pemantauan

PWS KIA (Pemantauan

Wilayah Setempat Kesehatan

Wilayah Setempat Kesehatan

Ibu dan Anak)

Ibu dan Anak)

 Alat manajemen untuk melakukan pemantauan

program KIA disuatu wilayah kerja secara terus menerus, agar dapat dilakukan tindak lanjut yang cepat dan tepat.

 Program KIA

(76)

PONED DAN PONEK

PONED DAN PONEK

 PONED merupakan kepanjangan dari Pelayanan

Obstetri Neonatus Essensial Dasar. PONED dilakukan di Puskesmas induk dengan pengawasan dokter.

Puskesmas PONED merupakan puskesmas yang siap 24 jam, sebagai rujukan antara kasus-kasus rujukan dari polindes dan puskesmas

 PONEK adalah Pelayan Obstetrik dan Neonatal

Emergensi Komprehensif di Rumah Sakit. RS PONEK 24 Jam adalah RS yang memiliki kemampuan serta fasilitas PONEK siap 24 jam untuk meberikan

pelayanan terhadap ibu hamil, bersalin, nifas dan bayi baru lahir dengan nkomplikasi baik yang datang

(77)

Pre eklampsian dan

Pre eklampsian dan

Eklampsia

Eklampsia

 Pre eklampsia ringan adalah timbulnya hipertensi

disertai proteinuria dan/atau edema setelah umur

kehamilan 20 minggu atau segera setelah persalinan. Gejala ini dapat timbul sebelum umur kehamilan 20 minggu pada penyakit trofoblas.

 Pre eklampsia berat adalah suatu komplikasi kehamilan

yang ditandai dengan timbulnya hipertensi 160/110 mmHg atau lebih disertai proteinuria dan/atau edema pada kehamilan 20 minggu atau lebih

 Eklampsia adalah kelainan akut pada wanita hamil,

dalam persalinan atau masa nifas yang ditandai dengan timbulnya kejang (bukan timbul akibat kelainan

(78)

Paritas, Primipara, Multipara,

Paritas, Primipara, Multipara,

Grandemultipara

Grandemultipara

Paritas adalah jumlah kehamilan yang

menghasilkan janin yang mampu hidup

diluar rahim (28 minggu) (JHPIEGO, 2008)

Primipara adalah wanita yang telah

melahirkan seorang anak, yang cukup besar

untuk hidup di dunia luar (Varney, 2006)

Multipara adalah wanita yang telah

melahirkan seorang anak lebih dari satu kali

Grandemultipara adalah wanita yang telah

(79)

Obstetri, ginekologi, Neonatus

Obstetri, ginekologi, Neonatus

 “Obstetri “ (berasal dari bahasa Latin “obstare”, yang

berarti “siap siaga/ to stand by”) adalah spesialisasi pembedahan yang menangani  pelayanan kesehatan wanita selama masa kehamilan, persalinan dan nifas

 ginekologi adalah ilmu yang mempelajari kewanitaan.

(science of women).  Namun  secara khusus adalah ilmu yang mempelajari dan menangani kesehatan alat reproduksi wanita (organ kandungan yang terdiri atas rahim, vagina dan indung telur)

 Neonatus adalah masa kehidupan pertama di luar

rahim sampai dengan usia 28 hari, dimana terjadi

(80)

Terima kasih

Referensi

Dokumen terkait

Determinan antara secara langsung mempengaruhi kehamilan dimana risiko terjadinya komplikasi kemamilan dan persalinan dapat berakibat kematian pada ibu hamil, yaitu

Pemeriksaan kehamilan adalah pengawasan terhadap ibu hamil dengan mempersiapkan sebaik-baiknya fisik dan mental ibu dalam kehamilan, persalinan, dan nifas sehingga selalu dalam

Dalam KSPR ibu hamil dengan skor 2 (Kehamilan Resiko Rendah) sebagian besar pada kurun waktu kehamilan dan saat persalinan tidak terdapat komplikasi tetapi ada

Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil tentang Komplikasi Kehamilan dengan Sikap Ibu Hamil Terhadap Komplikasi Kehamilan dan Deteksi Dininya di Puskesmas Seyegan Sleman

Deteksi dini komplikasi kehamilan dengan pemeriksaan laboratorium ditemukan 2 ibu hamil (13,3%) dari 15 ibu hamil mengalami anemia dalam kehamilan dan hasil pemeriksaan

Pada paritas yang rendah paritas 1 dapat menyebabkan ketidaksiapan ibu dalam menghadapi persalinan sehingga ibu hamil tidak mampu dalam menangani komplikasi yang terjadiselama

Materi kelas ibu hamil pertemuan IV Pencegahan penyakit, komplikasi kehamilan, persalinan dan nifas agar ibu dan bayi sehat Tanda bayi lahir sehat Perawatan bayi baru lahir

Suami memegang peranan penting dalam perawatan kehamilan pada ibu hamil yang dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi dan kematian pada waktu masa kehamilan atau saat persalinan