RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Satuan Pendidikan : SMK Yayasan Pharmasi Semarang Kelas/Semester : 1/Gasal
Mata Pelajaran : Teknik Dasar Pekerjaan Laboratorium Alokasi Waktu : 1 x 4 jam pelajaran @ 45 menit
Pertemuan : Ke-1
1. Kompetensi Inti :
Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
Menghayati perilaku (jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan pro-aktif) dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
Memahami , menganalisis serta menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian dalam bidang kerja yang spesifik untuk memecahkan masalah
Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.
2. Kompetensi dasar :
1.1 Meyakini anugerah Tuhan pada pembelajaran teknik dasar pekerjaan laboratorium kimia sebagai amanat untuk kemaslahatan umat manusia
2.1 Menghayati sikap cermat, teliti dan tanggungjawab sebagai hasil dari pembelajaran Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH)
2.2 Menghayati pentingnya kerjasama sebagai hasil dari pembelajaran Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH)
2.3 Menghayati pentingnya kepedulian terhadap kebersihan lingkungan laboratorium kimia sebagai hasil dari pembelajaran Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH)
2.4 Menghayati pentingnya bersikap jujur, disiplin serta bertanggung jawab sebagai hasil dari pembelajaran Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH)
3.1 Menerapkan Keselamatan,Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH) 4.1 Melaksanakan Keselamatan,Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH)
3. Indikator :
1. Menjelaskan pengertian K3
2. Menjelaskan tentang peraturan perundang-undangan K3 3. Menyebutkan sarana dan alat K3
4. Menjelaskan teknik pencegahan kecelakaan kerja
5. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran diharapkan siswa dapat : 1. Menjelaskan pengertian K3
2. Menjelaskan tujuan K3
3. Menyebutkan sarana dan alat K3
4. Menjelaskan tentang peraturan perundang-undangan K3
5. Melaksanakan isi peraturan perundang-undangan dalam kehidupan sehari-hari 6. Menjelaskan teknik pencegahan kecelakaan kerja
6. Materi Pembelajaran
merupakan ilmu pengetahuan dan penerapannya dalam usaha mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja
Tujuan keselamatan kerja adalah sebagai berikut :
Setiap tenaga kerja/laboran dan orang lainnya yang berada di laboratorium mendapat perlindungan atas keselamatannya
Setiap bahan kimia atau peralatan dapat dipakai, dipergunakan secara aman dan efisien.
Proses pengujian berjalan lancar
Kondisi tersebut di atas dapat dicapai antara lain bila kecelakaan termasuk kebakaran, peledakan dan penyakit akibat kerja dapat dicegah dan ditanggulangi
7. Metode Pembelajaran
1. Penjabaran materi/informasi 2. Diskusi
3. Observasi
8. Media, alat dan sumber belajar
1. Media : Laptop, LCD, Internet
2. Alat/bahan : Simbol di reagent bahan kimia
3. Sumber belajar : Modul TDPL, Utomo, Yudhi, dkk., 2009, Pendidikan Lingkungan Hidup, PPLH Lembaga Penelitian Universitas Negeri Malang, Malang
9. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
No Langkah-langkah Metode Waktu
1 Pendahuluan
1. Salam pembukaan, berdoa, dan absensi (Bertakwa) 2. Penciptaan suasana ketertiban kelas (Disiplin)
3. Guru memberikan penjelasan tentang Visi Misi Sekolah SMK Yayasan Pharmasi, tujuan, manfaat, dan rencana pemelajaran kompetensi yang akan dipelajari, serta aspek yang dinilai dan ketuntasan minimalnya
4. Memberikan gambaran tentang K3, misal dengan mengajukan pertanyaan perlukah tata tertib lab. ?
Informasi 15 menit
2 Kegiatan inti
1. Dari gambaran yang telah diberikan oleh guru, siswa diminta untuk mendefinisikan pengetian K3
2. Guru memberikan materi undang-undang K3 (mengamati)
3. Membagi kelas menjadi 6 kelompok.
4. Memberikan tugas diskusi ( menanya)berkenaan dengan UU K3, yaitu:
5. Selain itu semua kelompok juga diberikan tugas untuk mengidentifikasi faktor penyebab kecelakaan dan metode pencegahan kecelakaan kerja(mengolah informasi)
6. Setelah melaksanakan diskusi kelompok, secara bergantian masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi.
( mengasosiasi)
7. Kelompok lain dapat memberikan pertanyaan, sanggahan, ataupun tanggapan ( mengkomunikasikan)
Informasi Diskusi
8. Guru memantau jalannya diskusi 3 Penutup
1. Bersama-sama siswa membuat kesimpulan hasil belajar
2. Pemberian tugas untuk pertemuan berikutnya 3. Berdoa dan salam (Bertakwa)
Informasi 15 menit
10. Penilaian
1. Aspek Pengetahuan
a. Teknik penilaian : tertulis b. Bentuk instrumen : uraian c. Instrumen soal : terlampir d. Pedoman penskoran: terlampir
2. Aspek Penilaian Sikap:
a. Teknik penilaian : Observasi
b. Bentuk instrumen : pedoman observasi c. Instrumen : terlampir
Skala penilaian dibuat dengan rentang dari 1sampai dengan 4, dengan penafsiran sebagai berikut : 1. Kurang 2. Cukup 3. Baik 4. Amat baik
d. Pedoman penskoran: terlampir
3. Aspek Ketrampilan:
a. Teknik penilaian : praktek b. Bentuk instrumen : rubrik c. Instrumen : terlampir
d. Aspek yang dinilai : hasil wawancara mengidentifikasi faktor penyebab kecelakaan dan metode pencegahan kecelakaan kerja
e. Pedoman penskoran : terlampir
Skor yang diperoleh dikonversi ke nilai 1 sampai dengan 4 Penafsiran :
Skor Predikat
3.85-4.00 A
3.51-3.84 A -3.18-3.50 B+
2.85-3.17 B
2.51-2.84 B
-2.18-250 C+
1.85-2.17 C
1.51-1.84 C -1.18-1.50 D+
1.00-1.17 D
Semarang, Juli 2016 Guru Mata pelajaran
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Satuan Pendidikan : SMK Yayasan Pharmasi Semarang Kelas/Semester : 1/Gasal
Mata Pelajaran : Teknik Dasar Pekerjaan Laboratorium Alokasi Waktu : 1 x 4 jam pelajaran
Pertemuan : Ke-2
1. Kompetensi Inti :
Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
Menghayati perilaku (jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan pro-aktif) dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
Memahami , menganalisis serta menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian dalam bidang kerja yang spesifik untuk memecahkan masalah
Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.
2. Kompetensi dasar :
1.2 Meyakini anugerah Tuhan pada pembelajaran teknik dasar pekerjaan laboratorium kimia sebagai amanat untuk kemaslahatan umat manusia
2.1 Menghayati sikap cermat, teliti dan tanggungjawab sebagai hasil dari pembelajaran Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH)
2.2 Menghayati pentingnya kerjasama sebagai hasil dari pembelajaran Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH)
2.3 Menghayati pentingnya kepedulian terhadap kebersihan lingkungan laboratorium kimia sebagai hasil dari pembelajaran Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH)
2.4 Menghayati pentingnya bersikap jujur, disiplin serta bertanggung jawab sebagai hasil dari pembelajaran Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH)
3.1 Menerapkan Keselamatan,Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH) 4.1 Melaksanakan Keselamatan,Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH)
3. Indikator :
1. Menyebutkan simbol-simbol tanda bahaya 2. Menjelaskan tentang penanganan bahan kimia
4. Tujuan Pembelajaran
1. Menjelaskan macam-macam bahan kimia 2. Menjelaskam simbol-simbol tanda bahaya
3. Mengelompokkan macam-macam bahan kimia berdasarkan sifat bahayanya 4. Menjelaskan tentang penanganan bahan kimia
5. Materi Pembelajaran SIMBOL TANDA BAHAYA
Bahan kimia ini bersifat menghancurkan dan dikenal sebagai bahan yang tajam (caustic). Secara kimiawi membinasakan bagian (oksidasi), atau secara tidak langsung menyebabkan radang
Penanganan Terhadap Zat Yang Bersifat Korosif:
Harus dibilas dengan air secepatnya max 15 menit dan jika tidak membaik hubungi medis.
Jika terhirup atau tertelan harus dibawa ke tim medis profesional
JANGAN dimuntahkan karena menambah kerusakan pada kerongkongan, mulut dan kerongkongan (sistem pencernaan)
Contoh Bahan Korosif
Contoh khas bersifat Asam hidroklorik (muriatic) asam belerang (H2S) dan asam cuka (CH3COOH).
Contoh khas bersifat Basa adalah linde (bahan sabun) dan Natrium hidroksida (NaOH)
2. BAHAN MUDAH TERBAKAR (FLAMMABLE)
Suatu material mudah terbakar bisa berupa suatu padatan, cairan atau gas.
Cairan yang mempunyai titik nyala di bawah 100°F( 37.8 °C.)
Penanganan Terhadap Zat Yang Bersifat Mudah Terbakar: Cuci tangan setelah bekerja, jaga kebersihan.
Simpan bahan atau zat ditempat yang dingin, kering, dan berventilasi serta jauhkan dari panas, sumber penyalaan api dan sinar matahari
Wadah harus tertutup rapat
Selalu siap dengan peralatan keadaan darurat Contoh Bahan Mudah Terbakar
Contoh :Aceton, Acetonitril, Benzol, Methanol, n-Hexane, Petroleum benzene, Pyridine dried
3. BAHAN OKSIDATOR
Suatu material yang bersifat oksidator bisa berupa suatu padatan, cairan atau gas.
Bahan inkompatibel: bahan mudah terbakar, asam kuat, dan logam yang bersifat reduktor
Penanganan Terhadap Zat Yang Bersifat Oksidator Cegah terbentuknya uap.
Simpan bahan atau zat ditempat yang dingin, kering, dan berventilasi serta jauhkan dari panas, sumber penyalaan api dan sinar matahari
Wadah harus tertutup rapat dan hindari kebocoran
Bahan bangunan gudang atau tempat penyimpanan harus tahan korosi Penanganan Pertolongan
Jika terhirup, pindahkan korban ke tempat udara segar, beri oksigen bila perlu Jika terkena mata, segera cuci mata dengan air bersih (hangat) selama 20 menit dan
segera bawa ke dokter
Jika terkena kulit cuci dengan air Contoh Bahan Oksidator
6. Metode Pembelajaran
1. Penjabaran materi/informasi 2. Diskusi
3. Observasi
7. Media, alat dan sumber belajar
1. Media : Laptop, LCD, Internet
2. Alat/bahan : Simbol di reagent bahan kimia
3. Sumber belajar : Modul TDPL, Utomo, Yudhi, dkk., 2009, Pendidikan Lingkungan Hidup, PPLH Lembaga Penelitian Universitas Negeri Malang, Malang
8. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
No Langkah-langkah Metode Waktu
1 Pendahuluan
1. Salam pembukaann, berdoa, absensi (Bertakwa) 2. Penciptaan suasana ketertiban kelas (Disiplin)
3. Guru mengingatkan kembali materi pertemuan sebelumnya 4. Guru meminta siswa untuk menyebutkan jenis bahan kimia
yang diketahui
5. Dari contoh-contoh tersebut guru mengelompokkan macam-macam bahan kimia menurut sifatnya
Informasi 15 menit
2 Kegiatan inti
1. Guru menunjukkan simbol-simbol tanda bahaya. (mengamati)
2. Siswa dibagi menjadi 6 kelompok
3. Masing-masing kelompok melaksanakan praktek identifikasi dan pengelompokkan bahan kimia ( menanya) 4. Siswa diminta berdiskusi dengan teman satu kelompok
untuk menjelaskan arti dari masing-masing symbol (mengolah informasi)
5. Secara bergiliran masing-masing kelompok mempresentasikan hasil praktek.( mengasosiasi)
6. Guru mengarahkan semua siswa pada kesimpulan mengenai simbol-simbol tanda bahaya ( mengkomunikasikan)
Informasi
2. Berdoa dan salam (Bertakwa)
Informasi 15 menit
9. Penilaian
1. Aspek Pengetahuan
a. Teknik penilaian : tertulis b. Bentuk instrumen : uraian c. Instrumen soal : terlampir d. Pedoman penskoran: terlampir
3. Aspek Penilaian Sikap:
a. Teknik penilaian : Observasi
b. Bentuk instrumen : pedoman observasi c. Instrumen : terlampir
d. Pedoman penskoran: terlampir
4. Aspek Ketrampilan:
c. Instrumen : terlampir
d. Aspek yang dinilai : Ketrampilan mengobservasi symbol bahan kimia e. Pedoman penskoran : terlampir
Semarang, Juli 2016 Guru Mata pelajaran
………. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Satuan Pendidikan : SMK Yayasan Pharmasi Semarang Kelas/Semester : 1/Gasal
Mata Pelajaran : Teknik Dasar Pekerjaan Laboratorium Alokasi Waktu : 1 x 4 jam (@ 45 menit)
Pertemuan : Ke-3
1. Kompetensi Inti :
Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
Menghayati perilaku (jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan pro-aktif) dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
Memahami , menganalisis serta menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian dalam bidang kerja yang spesifik untuk memecahkan masalah
Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.
2. Kompetensi dasar :
1.1 Meyakini anugerah Tuhan pada pembelajaran teknik dasar pekerjaan laboratorium kimia sebagai amanat untuk kemaslahatan umat manusia
2.1 Menghayati sikap cermat, teliti dan tanggungjawab sebagai hasil dari pembelajaran Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH)
2.2 Menghayati pentingnya kerjasama sebagai hasil dari pembelajaran Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH)
2.3 Menghayati pentingnya kepedulian terhadap kebersihan lingkungan laboratorium kimia sebagai hasil dari pembelajaran Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH)
2.4 Menghayati pentingnya bersikap jujur, disiplin serta bertanggung jawab sebagai hasil dari pembelajaran Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH)
3.1 Menerapkan Keselamatan,Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH) 4.1 Melaksanakan Keselamatan,Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH)
3. Indikator :
1. Menjelaskan Metoda penyimpanan bahan 2. Menyebutkan alat pelindung diri
4. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran diharapkan siswa dapat : 1. Menjelaskan Pedoman Penyimpanan bahan kimia
2. Menjelaskan alat keselamatan kerja
3. Materi Pembelajaran
Syarat penyimpanan bahan kimia
Wadah bahan kimia dan lokasi penyimpanan harus diberi label yang jelas. Label wadah harus mencantumkan nama bahan, tingkat bahaya, tanggal diterima dan dipakai. Alangkah baiknya jika tempat penyimpanan masing-masing kelompok bahan tersebut diberi label dengan warna berbeda. Misalnya warna merah untuk bahan flammable, kuning untuk bahan oksidator, biru untuk bahan toksik, putih untuk bahan korosif, dan hijau untuk bahan yang bahayanya rendah. Berikut ini Gambar 24. Label bahan
label bahan flammable label bahan oksidator
label bahan toksik label bahan korosif Label bahan dengan tingkat bahaya rendah
Di samping pemberian label pada lokasi penyimpanan, pelabelan pada botol reagen jauh lebih penting. Informasi yang harus dicantumkan pada botol reagen diantaranya:
1) Nama kimia dan rumusnya 2) Konsentrasi
3) Tanggal penerimaan 4) Tanggal pembuatan
5) Nama orang yang membuat reagen 6) Lama hidup
7) Tingkat bahaya
8) Klasifikasi lokasi penyimpanan 9) Nama dan alamat pabrik
ALAT PELINDUNG DIRI (APD)
Perlindungan tenaga kerja melalui usaha-usaha teknis pengamanan tempat, peralatan dan lingkungan kerja adalah sangat perlu diutamakan. Namun kadang-kadang keadaan bahaya masih belum dapat dikendalikan sepenuhnya, sehingga digunakan alat-alat pelindung diri (personal protective device). Adalah suatu alat yang mempunyai kemampuan untuk melindungi seseorang dalam pekerjaan yang fungsinya mengisolasi tubuh tenaga kerja dari bahaya di tempat kerja. APD dipakai setelah usaha rekayasa (engineering) dan cara kerja yang aman (work praktices) telah maximum.
Kelemahan penggunaan APD :
Kemampuan perlindungan yang tidak sempurna Sering APD tidak dipakai karena kurang nyaman
4. Metode Pembelajaran
1. Penjabaran materi/informasi 2. Diskusi
3. Observasi
5. Media, alat dan sumber belajar
1. Media : Laptop, LCD, Internet 2. Alat/bahan : Alat perlindungan diri
3. Sumber belajar : Modul TDPL, Utomo, Yudhi, dkk., 2009, Pendidikan Lingkungan Hidup, PPLH Lembaga Penelitian Universitas Negeri Malang, Malang
6. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
No Langkah-langkah Waktu
1 Pendahuluan
1. Salam pembukaan, berdoa, absensi (Bertakwa) 2. Penciptaan suasana ketertiban kelas (Disiplin)
15 menit
2 Kegiatan inti
1. Membagi kelas menjadi 7 kelompok
3. Guru menanyakan pada siswa fungsi dari masker dan sarung tangan 2. Dari jawaban siswa, guru mengarahkan kepada materi APD (mengamati)
3. Guru memberikan informasi Menjelaskan Pedoman Penyimpanan bahan kimia,
Menjelaskan alat keselamatan kerja, Menyebutkan macam-macam alat pelindung diri (APD), Menjelaskan fungsi masing-masing APD. ( Menanya)
4. Siswa diminta untuk mengobservasi APD yang ada dimeja masing-masing dan berdiskusi bagaimana cara menggunakan APD tersebut ( mangolah informasi)
5. Hasil diskusi dipresentasikan .( mengasosiasi)
6. Dengan tanya jawab, guru mengarahkan semua siswa pada kesimpulan mengenai APD.( mengkomunikasikan)
3 Penutup
1. Kegiatan refleksi
2. Berdoa dan salam (Bertakwa)
15 menit
7. Penilaian
1. Aspek Pengetahuan
a. Teknik penilaian : tertulis b. Bentuk instrumen : uraian c. Instrumen soal : Terlampir d. Pedoman penskoran: Terlampir 2. Aspek Penilaian Sikap:
a. Teknik penilaian : Observasi
b. Bentuk instrumen : pedoman observasi c. Instrumen : Terlampir
d. Pedoman penskoran: Terlampir 3. Aspek Ketrampilan:
a. Teknik penilaian : praktek b. Bentuk instrumen : skala penilaian c. Instrumen : Terlampir
d. Aspek yang dinilai : Hasil observasi APD dan fungsinya e. Pedoman penskoran : Terlampir
Semarang, Juli 2016 Guru Mata pelajaran
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan : SMK Yayasan Pharmasi Semarang
Kelas/Semester : 1/Gasal
Mata Pelajaran : Teknik Dasar Pekerjaan Laboratorium Alokasi Waktu : 1 x 4 jam (@ 45 menit)
Pertemuan : Ke-4
1. Kompetensi Inti :
Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
Menghayati perilaku (jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan pro-aktif) dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
Memahami , menganalisis serta menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian dalam bidang kerja yang spesifik untuk memecahkan masalah
Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.
2. Kompetensi dasar :
1.1 Meyakini anugerah Tuhan pada pembelajaran teknik dasar pekerjaan laboratorium kimia sebagai amanat untuk kemaslahatan umat manusia
2.1 Menghayati sikap cermat, teliti dan tanggungjawab sebagai hasil dari pembelajaran Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH)
2.2 Menghayati pentingnya kerjasama sebagai hasil dari pembelajaran Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH)
2.3 Menghayati pentingnya kepedulian terhadap kebersihan lingkungan laboratorium kimia sebagai hasil dari pembelajaran Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH)
2.4 Menghayati pentingnya bersikap jujur, disiplin serta bertanggung jawab sebagai hasil dari pembelajaran Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH)
3.1 Menerapkan Keselamatan,Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH) 4.1 Melaksanakan Keselamatan,Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH)
3. Indikator :
1. Menjelaskan tentang peraturan perundang-undangan lingkungan hidup 2. Mendeskripsikan tentang P3K
4. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran diharapkan siswa dapat : 1. Menjelaskan tentang lingkungan hidup
2. Menjelaskan tentang peraturan perundang-undangan lingkungan hidup 3. Menjelaskan konsep lingkungan hidup
5. Melaksanakan kebersihan dan higienis lingungan kerja 6. Menjelaskan jens-jenis kecelakaan di laboratorium 7. Menjelaskan pengertian P3K manusia dan perilakunya mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya (UU RI No 4 th 1982)
PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
Adalah upaya terpadu untuk melestarikan fungsi LH yang meliputi kebijaksanaan, penataan, pemanfaatan, pengembangan, pemeliharaan, pemulihan, pengawasan, dan pengendalian LH
SUMBER DAYA
Adalah unsur LH yang meliputi SDM, SDH (Sumber daya hayati), SDF (Sumber daya non hayati atau fisik dan SDB (Sumber daya buatan). (Anonimus, 1997)
Pertemuan ke-3:
Jenis-jenis bahaya dan kecelakaan di laboratorium 1. Keracunan
Sebagai akibat penyerapan bahan-bahan kimia beracun atau toksik, seperti amonia, karbon monoksida, benzena, kloroform, dsb. Keracunan dapat berakibat fatal ataupun gangguan kesehatan. Gangguan kesehatan lebih sering terjadi, dapat diketahui dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Pengaruh jangka panjang seperti penyakit hati, kanker dan asbestosis adalah akibat akumulasi penyerapan bahan kimia toksik dalam jumlah kecil tapi terus-menerus.
2. Iritasi
Sebagai akibat kontak dengan bahan kimia korosif seperti asam sulfat, asam klorida, natrium hidroksida, gas klor, dsb. Iritasi dapat berupa peradangan pada kulit, saluran pernapasan dan mata.
3. Kebakaran dan luka bakar
Sebagai akibat kurang hati-hati dalam menangani pelarut-pelarut organik yang mudah terbakar seperti aseton, eter, alkohol, dsb. Hal yang sama diakibatkan oleh peledakan bahan-bahan reaktif seperti peroksida dan perklorat.
4. Luka kulit
Sebagai akibat bekerja dengan gelas atau kaca. Luka sering terjadi pada tangan atau mata karena pecahan kaca.
5. Bahaya lainnya
Sengatan listrik, keterpaan pada radiasi tertentu, dan pencemaran lingkungan juga merupakan jenis bahaya yang dapat menimbulkan kecelakaan
Definisi P3K serta ruang lingkupnya
Pertolongan pertama pada kecelakaan adalah untuk memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan di tempat kejadian dengan cepat dan tepat sebelum tenaga medis datang atau sebelum korban dibawa ke rumah sakit agar kejadian yang lebih buruk dapat dihindari.
Tujuannya adalah mencegah maut dan mempertahankan hidup, mencegah penurunan kondisi badan atau cacat.
Sikap, kewajiban dan wilayah seorang penolong
1. sikap penolong: tidak panik, bertindak cekatan, tenang tidak terpengaruh keluhan korban jangan mengganggap enteng luka yang diderita korban, melihat pernafasan jika perlu berikan pernafasan buatan, hentikan pendarahan, terutama luka luar yang lebar, perhatikan tanda-tanda shock, jangan terburu-buru memindahkan korban, sebelum kita dapat menemukan jenis dan keparahan luka yang dialami korban
Wilayah penolong; pertolongan pertama pada kecelakaan sifatnya sementara, artinya kita harus tetap membawa korban ke dokter atau kerumah sakit terdekat untuk pertolongan pertama lebih lanjut dan memastikan korban mendapatkan pertolongan yang dibutuhkan
4. Metode Pembelajaran
1. Penjabaran materi/informasi 2. Diskusi
3. Observasi
5. Media, alat dan sumber belajar
1. Media : Laptop, LCD, Internet
2. Alat/bahan : Simbol di reagent bahan kimia
3. Sumber belajar : Modul TDPL, Utomo, Yudhi, dkk., 2009, Pendidikan Lingkungan Hidup, PPLH Lembaga Penelitian Universitas Negeri Malang, Malang
6. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
No Langkah-langkah Waktu
1 Pendahuluan
1. Salam pembukaann, berdoa, absensi (Bertakwa) 2. Penciptaan suasana ketertiban kelas (Disiplin)
3. Guru meminta siswa untuk menggambarkan lingkungan hidup yang ideal
15 menit
2 Kegiatan inti
1. Dari gambaran yang telah diberikan oleh guru, siswa diminta untuk mendefinisikan pengetian lingkungan hidup ( mengamati)
2. Guru memberikan materi undang-undang lingkungan hidup 3. Tanya jawab tentang konsep lingkungan hidup, kebersihan
dan higienis lingkungan kerja( Menanya)
4. Memberikan tugas kelompok untuk dikerjakan oleh anggota kelompok. Anggota yang tahu menjelaskan pada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok mengerti (Tanggung jawab, percaya diri, menghargai karya dan prestasi orang lain)
Tugas diskusi:
5. Jelaskan tindakan apa yang harus dilakukan apabila terjadi kecelakaan di laboratorium berupa luka bakar, luka pada mata, dan keracunan. ( mangolah informasi)
6. Bersama-sama membahas hasil diskusi.( mengasosiasi) 7. guru mengarahkan semua siswa pada kesimpulan mengenai
lingkungan hidup.( mengkomunikasikan)
8. Siswa melaksanakan ulangan harian
150 menit
a. Teknik penilaian : tertulis b. Bentuk instrumen : uraian c. Instrumen soal : terlampir d. Pedoman penskoran : terlampir 2. Aspek Penilaian Sikap:
a. Teknik penilaian : Observasi
b. Bentuk instrumen : pedoman observasi c. Instrumen : terlampir
d. Pedoman penskoran: terlampir 3. Aspek Ketrampilan:
b. Bentuk instrumen : skala penilaian c. Instrumen : terlampir d. Pedoman penskoran : terlampir
Semarang, Juli 2016 Guru Mata pelajaran