BAB IV
PELAKSANAAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
4.1 DESKRIPSI KEGIATAN
Praktek kerja lapangan atau PKL yang penulis laksanakan di PT. Dirgantara
Indonesia ini merupakan suatu hal yang sangat berharga dan bermanfaar. Penulis
merasa bangga dan senang bisa melaksanakan praktek kerja lapangan di tempat ini.
Ketika pertama kali penulis mendatangi lokasi kerja praktek di bagian SBU.
Aircraft Services PT. Dirgantara Indonesia, penulis di ajak untuk mengetahui lokasi AEI (Avionics, Electronics and Instrumentation) Shop. AEI Shop ini merupakan suatu laboratorium yang digunakan untuk melakukan pengecekan, perbaikan dan
penggantian alat maupun komponen pesawat, baik itu di bagian avionik, elektronik
maupun instrumennya. Selain itu, penulis juga diperkenalkan dengan pembimbing
pada masing-masing bagian, antara lain ada Bapak Luky Ardya Gantara selaku pembimbing di bagian Instrumentasi, lalu ada Bapak Heri Subiakto , Bapak Agus Djuhawan dan Bapak Irwan Isnandar selaku pembimbing di bagian avonik dan elektronik. Di ruang AEI Shop ini, banyak alat yang digunakan untuk membantu pengecekan alat dan kalibrasi alat yang sedang diperbaiki. Kemudian penulis diberikan penjelasan singkat oleh Bapak Heri Subiakto mengenai sistem avionik, seperti komunikasi (COM), navigasi (NAV), tampilan EFIS, TRANSPONDER, dan lainnya. Dengan begitu, penulis dapat memahami sistem avionik secara umum.
Oleh karena, ketika itu pesawat sedang tidak tersedia, maka penulis langsung mencari bahan yang digunakan untuk penulisan Laporan Praktek Kerja Lapangan melalui
Sebelum Bahan penulisan laporan PKL di setujui oleh para pembimbing,
harus dikonsultasikan terlebih dahulu kepada pembimbing masing-masing.
Kemudian setelah itu, pembimbing akan mengarahkan penulis kepada beberapa
referensi yang lengkap dan valid. Dalam proses pembuatan, tak jarang penulis
menanyakan kepada pembimbing mengenai hal yang berkaitan dengan bahan
laporan PKL, agar laporan yang dibuat dapat semaksimal mungkin.
Beberapa kunjungan menarik, ialah penulis diperbolehkan mengunjungi test-bench dan gearbox-test dari helikopter BOLKOW dengan sistem kontrol menggunakan PLC buatan SIEMENS. Penulis juga diajak melihat dari dekat test bench dan gearbox test tersebut. Selain itu, penulis juga diperbolekan untuk mengunjungi hangar milik Aircraft Services (ACS) yang terletak bersebelahan dengan hangar Aircraft Integration di komplek PT. Dirgantara Indoneisa. Di dalam hangar , penulis melihat beberapa pesawat yang sedang diperbaiki. Salah satunya
ialah pesawat CASA NC-212 milik TNI AD yang sedang dalam proses perbaikan.
Penulis mendapat informasi, bahwa semua komponen avonik pesawat CASA
NC-212 ini, akan dibawa menuju AEI Shop tempat penulis melakukan PKL. Kemudian penulis dipersilahkan untuk naik ke dalam cockpit pesawat milik Boeing dengan
seri B737-400 milik BATAVIA AIR. Kemudian penulis juga diberi penjelasan
singkat mengenai runtutan proses perbaikan dari mulai hanggar hingga ke Aircraft Services (ACS).
Satu hari sebelum waktu praktek kerja lapangan usai, penulis mendapat
informasi bahwa akan ada komponen avionik pesawat CASA NC-212 yang siap
diperbaiki di AEI Shop. Sehingga ketika itu, penulis bergegas untuk menyelesaikan laporan supaya bisa sesegera dapat melihat alat tersebut. Ternyata, untuk weather radar / radar cuaca yang digunakan pesawat CASA NC-212 ini, manufakturnya adalah Telephonics dengan seri RDR-1400C, berbeda dengan Rockwell-Collins WXR-350. Tetapi pada dasarnya, sistemnya hampir sama dengan WXR-350. Hal ini tampak dari pengelihatan penulis mengenai beberapa bagian dari radar tersebut,
salah satunya adalah Multifunction Display (MFD). Praktek Kerja Lapangan ini, penulis akhiri dengan mengumpulkan laporan kepada bidang DIKLAT PTDI dan
4.2 ROCKWELL-COLLINS WXR-350WEATHER RADAR SYSTEM
Gambar 4.1 WXR-350 Weather Radar System
WXR-350 Weather Radar System yang berfungsi untuk mendeteksi dan menampilkan kondisi cuaca menjelang / di depan pesawat. Melalui penggunaan
sistem ini, pilot dapat mendeteksi dan menilai kondisi cuaca pada rute penerbangan,
dengan demikian pilot dapat memilih jalur penerbangan yang lebih aman dan
nyaman, sehingga penumpang tidak terganggu dengan masalah cuaca. Selain untuk
mendeteksi cuaca, sistem radar ini juga dapat digunakan untuk pemetaan tanah /
ground mapping. Pemetaan tanah atau ground mapping ini menyediakan tampilan kota-kota, danau, sungai, dan lain-lain.
Pemancar / Transmitter bagian Transceiver (TCR) menghasilkan pulsa RF dengan energi tinggi yang dipancarkan oleh antena. Antena pada sistem radar cuaca
WXR-350 ini, memiliki peran ganda, yaitu dapat memancarkan sinyal dan dapat
Bagian penerima atau receiver, unit RT mendeteksi sinyal ini diterima dan mengubahnya menjadi format digital yang dapat digunakan oleh weather radar panel. Weather radar panel memproses informasi digital dan menyediakan sistem EFIS dengan kontrol dan sinyal layar. Indikator EFIS, terletak pada panel
instrumen di cockpit, yang menampilkan informasi radar cuaca. Antena harus terletak di daerah radome, sedangkan RT yang konstan, terletak di radio rack di balik sekat pemasangan antena.
4.2.1 Spesifikasi Alat
Tabel 4.2. Karakteristik dan Spesifikasi 2
Tabel 4.4 Karakteristik dan Spesifikasi 4
4.2.2 Komponen Penyusun
4.2.2.1 Antenna Radar ANT-312 dan Waveguide
Gambar 4.2 Antena ANT-312
Salah satu dari enam jenis antena dapat digunakan sistem
WXR-350. ANT-310A, ANT-312A, dan ANT-318A yang
masing-masing dirancang untuk menyediakan 90 derajat pemindaian azimuth,
45 derajat di kedua sisi pesawat. Kemudian untuk 310,
ANT-312, dan ANT-318 masing-masing dirancang untuk menyediakan 120
derajat pemindaian azimuth, 60 derajat di kedua sisi pesawat. Sebuah
pilihan pada konektor belakang WXP-85C / D memungkinkan sistem
WXR-350 untuk beroperasi dengan antena yang menyediakan
pemindaian azimuth baik itu 90 atau 120 derajat.
Semua enam antena phased-array, antena sepenuhnya stabil. Sirkuit stabilisasi pitch dan roll yang menyediakan semua tiga antena untuk menjaga scan horizontal antena konstan, dalam ±0.25 derajat,
dan roll disediakan dari sistem gyro pesawat. ØA dan sinyal ØB diterapkan dari indikator ke antena sebagai masukan perintah untuk
motor azimuth. Sebuah sinyal perintah miring / tilt juga diterapkan dari indikator ke antena sebagai perintah input manual untuk motor
tilt. Antena, diinstal pada sekat depan dari bagian hidung pesawat. Antena ditutupi oleh radome pesawat. Pada antena mencakup 18 inchi
(46 cm) plat datar phased array, sebuah waveguide rotary joint, azimuth dan motor tilt serta sinkronisasi resolvers, dan sebuah kartu sirkuit yang dicetak. Antena digabungkan ke pemancar-penerima /
transciever, melalui perakitan waveguide. Energi RF melewati waveguide (secara zig-zag), melalui rotary joint, ke pelat antena datar. Untuk lulus perakitan, power / tenaga dan sinyal-sinyal listrik ke
antena melalui stopkontak listrik multi-pin. Energi RF yang dihasilkan
di receiver / transmitter, digabungkan dengan antena oleh perakitan waveguide dari 530 mm.
Gambar 4.3 Waveguide
4.2.2.2 Transceiver (TCR) WXT-250B
Gambar 4.4 Transceiver WXT-250B
WXT 250B penerima-pemancar / receiver-transmitter (rt) berisi penerima, pemancar, duplexer dan catu daya untuk seluruh sistem.
Bagian pemancar, yang terdiri dari modulator dan magnetron,
menghasilkan pulsa rf pada tingkat 120 kali per detik. Ini adalah
satu-satunya fungsi dari bagian pemancar. Pulsa rf diarahkan oleh
duplekser melalui panduan ke antena menggunakan waveguide. Selama siklus receive, duplekser melewati sinyal tercermin dari antena ke penerima.
Bagian penerima terdiri dari tr limiter, mixer, osilator lokal
dan if amplifier. Kemudian mixer, menerima sinyal 9345-MHz
dicampur dengan sinyal rendah 9285-MHz untuk menghasilkan
60-MHz. Jika sinyal yang terdeteksi, diperkuat, dan diubah menjadi
empat sinyal video output, sinyal video, yang mewakili empat tingkat
kekuatan sinyal tersebut, kembali untuk diterapkan ke unit kontrol.
Tegangan listrik +28 VDC bus supply memasok listrik ke unit rt.
tegangan yang digunakan dalam sistem radar yang dihasilkan dan
diatur dalam modul power supply dari rt. Tegangan +5 Dan ±12 VDC
dipasok ke antena dan tegangan +5 Dan -12 VDC dipasok ke unit
kontrol. Duplexer atau Duplekser di sini, berfungsi sebagai tempat pertukaran atau peralihan antara antena dan penerima atau pemancar
sinyal ketika antena digunakan dalam kedua situati tersebut.
4.2.2.3 Weather Radar Panel WXP-85C/D
Gambar 4.5 Weather Radar Panel WXP 85C/D
Weather Radar Panel WXP 85C/D merupakan suatu panel yang digunakan untuk mengatur sistem radar cuaca WXR-350
sedenikian rupa sehingga, cuaca dapat tertampil pada multifunction display (MFD). Panel ini, terletak di cockpit pesawat bagian tengah atau biasa disebut center instrument panel, supaya pilot dapat mengatur panel sesuai dengan posisi pesawatnya. Letaknya tepat di
Gambar 4.6 Component Location WXP 85 C/D
Pada dasarnya, weather radar panel ini terdiri atas 2 jenis
1. Weather Radar Panel WXP 85C
Gambar 4.7 Weather Radar Panel WXP 85 C
2. Weather Radar Panel WXP 85D
4.2.2.3.1 Keterangan dan Fungsi Panel
GAMBAR TARGET ALERT(PUSH BUTTON)
Target Alert sebagai display controls untuk menampilkan kontrol. Saklar push-on / push-off digunakan untuk mengaktifkan fitur sasaran waspada. Menyebabkan T untuk berkedip saat target
terdeteksi dalam 50 sampai 150 nm(nautical miles) dan mati terlebih dahulu ketika + 15 atau - 15 derajat.
GAMBAR HOLD SWITCH (PUSH BUTTON)
Hold Switch merupakan display controls yang digunkan untuk membuat diam tampilan atau biasa disebut frezee. Sesaat saklar push button digunakan untuk mengaktifkan fitur layar terus menerus, maka tampilan beku, tidak ada pembaruan data. Modus
akan bergantian antara HLD dan mode yang dipilih.
GAMBAR STABILIZATION(PUSH BUTTON)
Stabilization sebagai pengontrol sistem operasi (systems operating controls) merupakan saklar push-on / push-off yang digunakan untuk menonaktifkan radar antenna pitch (antenna radar untuk menanjak) dan sirkuit untuk menstabilisasi roll.
GAMBAR MODE SELECTOR (ROTARY
SWITCH)
Mode Selector merupakan saklar putar (rotary switch) mempunyai 6 buah posisi yang digunakan untuk memilih mode / modus operasi
dari fungsi radar. Enam posisi tersebut, terdiri dari :
1. OFF untuk mematikan atau menonaktifkan daya dari
receiver-transmitter radar cuaca.
keluaran dari pemancar yang berarti tidak ada pulsa / pulses yang dipancarkan oleh antena.
3. TEST (SELF -TEST MODE) mengawali sekuen self-test (uji diri). Menampilkan pola pelangi berwarna dengan 25 nm
(nautical miles) sesuai dengan kisaran jarak yang dipilih. 4. NORM (NORMAL MODE) pemancar diberi energi dan
gema (echo) muncul dalam layar dengan warna hijau, kuning, merah hingga magenta, tergantung pada kekuatan pantulan
echo (intensitas terbesar adalah merah dan magenta). Kata NORM muncul di sudut kiri atas layar MFD (modus
indikator).
5. WX (WEATHER MODE) modus deteksi cuaca; daerah kontur bergantian antara merah dan hitam. Ketika dipilih,
PAC (koreksi jalur atenuasi atau Path Attenuation Corection) fitur diaktifkan secara otomatis. Sama seperti mode normal
kecuali jika daerah perubahan badai antara merah dan hitam
pada tingkat 1 siklus per detik, maka WX menggantikan
NORM.
6. MAP (GROUND MAPPING / PEMETAAN) peta dan indikator jangkauan (range annunciators) ditampilkan dalam warna biru. Target darat ditampilkan di MFD dalam biru ,
kuning , dan magenta (dari yang memiliki reflektivitas paling
rendah hingga yang paling reflektif).
GAMBAR GAIN SELECTOR (TURN KNOB)
Pada gain selector, ada lima posisi saklar putar, yang digunakan untuk memilih gain receiver yang diinginkan, yitu 0 - (maksimal), 6 - , 12 - , 18 - , atau 24 - (minimal) dB. Jika tidak memilih MAX,
modus sinyalir bergantian antara mode yang dipilih dan GAIN
GAMBAR ANTENNA TILT CONTROL (TURN KNOB)
Ketika dihidupkan, panel ini digunakan untuk menyesuaikan
kemiringan antena. Kemudian ada potensiometer yang digunakan
untuk mengontrol secara manual kemiringan antena antara +15 dan
-15 derajat sesuai sumbu vertikal.
memilih jangkauan jarak maksimum yang ditampilkan pada layar
MFD (Multifunction Display), yaitu : 10, 25, 50, 100, 200 dan 300 mil laut (nautical miles). Indikator jarak setengah dari rentang yang dipilih muncul di bagian kanan dari kisaran busur menengah.
4.2.2.4 Multifunction Display (MFD)
Gambar 4.9 Multifunction Display (MFD)
Mengacu pada sistem EFIS untuk penjelasan lengkap dari
komponen. MFD memiliki kemampuan menampilkan informasi radar
cuaca, data navigasi dan halaman prosedural. Weather Radar System WXR-350 menggunakan EFIS Multifunction Display (MFD), untuk menunjukkan data yang diterima dari kondisi meteorologi dan fitur
geografis di depan pesawat. Setelah RDR tombol tekan, MFD
menunjukkan format radar cuaca (dengan heading pesawat yang
ditunjukkan pada bagian atas layar). Cuaca yang terdeteksi akan
muncul dalam lima warna. Warna-warna itu terdiri atas warna hitam,
hijau, kuning, merah dan magenta (dari yang memiliki reflektifitas
paling sedikit hingga yang paling reflektif. Peringatan PAC (Path
ditampilkan menggunakan busur kuning di tepi luar layar. Bila modus
peta dipilih pada panel radar cuaca, warna merah diganti dengan
magenta dan warna hijau diganti dengan cyan.
Multifunction Display (MFD) memiliki beberapa tombol atau saklar yang digunakan untuk mengaktifkan kinerja MFD,
PWR (push-switch)
berfungsi untuk menghidupkan maupun mematikan tampilan
MFD.
INT (control-knob)
berfungsi untuk mengontrol instensitas (kecerahan) dari
tampilan MFD.
RDR (Push-Button)
berfungsi untuk mengaktifkan mode radar cuaca dan
memungkinkan data radar cuaca untuk ditampilkan. Ketika
RDR tombol tekan dan didorong untuk kedua kalinya, format
radar akan dihapus dari format peta yang ditampilkan pada
layar.
NAV (Push-Button)
fungsi tombol NAV adalah untuk mengaktifkan mode navigasi
untuk memungkinkan pemilihan dan menampilkan data
navigasi.
RMT (Push-Button)
fungsi RMT adalah untuk memungkinkan kru penerbangan
untuk memilih hingga empat sumber data yang akan digunakan
oleh sistem dan ditampilkan satu per satu.
PGE dan EMG (Push-Button)
fungsi dari dua push button ialah untuk memungkinkan pemilihan HALAMAN PROSEDURAL (PAGE PROCEDURAL) atau tampilan halaman PROSEDUR DARURAT (EMERGENCY PROCEDURAL). Layar menunjukkan data alpha-numeric ke operator. Sebanyak 100 halaman data dapat disimpan untuk ditampilkan.
RCL (Push-Button)
fungsi RCL push-button ini untuk mengembalikkan kursor ke baris sebelumnya yang dilewati dalam mode PGE dan EMG.
Bila modus berubah, MFD menyimpan halaman dalam tampilan
SKP (Push-Button)
fungsi SKP push button untuk memindahkan kursor melewati garis berikutnya dalam mode PGE dan EMG.
CLR (Push-Button)
fungsi push button CLR adalah untuk mengatur ulang semua bagian yang diatur ke kuning dalam mode PGE dan EMG.
Gambar 4.10 Tampilan MFD
4.3 CARA KERJA SISTEM
WXR-350 sistem adalah sistem radar cuaca digital yang terdiri dari
penerima-pemancar (rt), unit kontrol, anntena dan indikator EFIS digunakan untuk
menampilkan informasi radar cuaca. Prinsip-prinsip operasi dari sistem radar cuaca
adalah sebagai berikut :
Bagian pemancar unit rt menghasilkan pulsa energi tinggi RF (Radio Frequency) yang dipancarkan oleh antena. Endapan ( berupa hujan, salju basah, dan / atau es basah) mencerminkan sebagian dari energi ini kembali ke antena.
Kemampuan endapan untuk mencerminkan energi yang ditransmisikan ini disebut
sebagai tingkat reflektifitas / reflectivity level. Tingkat reflektifitas (diwakili oleh Z1, Z2, dll) yang digunakan untuk menghubungkan curah hujan untuk
mengembalikan kekuatan sinyal. Ini adalah tugas dari penerima atau biasa disebut
receiver dan antena untuk mendeteksi energi yang dipantulkan dan menyediakan ukuran reflektifitas. Unit kontrol digunakan untuk mengukur waktu antara pulsa
diterjemahkan ke dalam jangkauan target. Dengan sinkronisasi sapuan gelombang
elektromagnetik antena dengan tampilan / display , pilot disajikan dengan gambar radar berupa gema dalam hal intensitas, jangkauan, dan azimuth.
Kontrol Unit memproses informasi target dan kemudian menyimpannya di
sirkuit memori. Fungsi tampilan layar menjadi proses scanning sirkuit memori dan
menyediakan sistem EFIS. Karena proses scanning sirkuit memori itu independen
dari input data memori, maka tingkat di mana data tersebut akan dipindahkan ke
sistem EFIS jauh lebih tinggi daripada tingkat masukan.
WXR-350 Weather Radar System adalah sistem radar cuaca yang indikatornya berupa warna. Konsep ini sepenuhnya memanfaatkan banyak
keuntungan dari teknik radar cuaca digital. Warna digunakan untuk membedakan
antara sejumlah intensitas sasaran. Ada 2 sistem yang digunakan dalam mengukur
curah hujan relatif dan intensitas cuaca. Yang pertama yang paling sering
digunakan oleh industri dan mengacu pada curah hujan dalam tingkat Z, yang
merupakan ukuran dari reflektifitas hujan. Dalam sistem ini, curah hujan
kadang-kadang dinyatakan dalam DBZ. Satuan DBZ merupakan suatu ukuran untuk
reflektifitas, yaitu seberapa besar daya yang dipantulkan kembali ke radar terhadap
daya yang dikirimkan Sistim kedua digunakan oleh Layanan Cuaca Nasional atau
BMKG. Sistem ini berkaitan curah hujan, dan ukuran mungkin terkait turbulensi,
untuk kategori VIP (Video Integrated Processor) yang didefinisikan dibawah ini pada tabel 6 dan tabel 7 menggambarkan sistem ini dan menunjukkan warna yang
digunakan oleh sistem radar cuaca WXR-350 untuk menampilkan intensitas curah
hujan dalam setiap tingkat atau kategori. Sistem WXR-350 terdiri dari
penerima-pemancar (rt), antena dan unit kontrol. Receiver-Transmitter (rt) berisi penerima, pemancar, dan pasokan listrik untuk seluruh sistem. Sebuah sinyal waktu modulator
dari unit kontrol menyebabkan bagian pemancar untuk menghasilkan 2 sampai 5
kW dan sinyal 9345 MHz. Ini sinyal rf daya tinggi yang diterapkan untuk duplekser
(duplexer). Fungsi duplekser sebagai antenna switch dengan menghubungkan antena ke pemancar selama siklus transmisi, dan kemudian beralih sinyal kembali
Tabel 4.6 Z-level , rainfall rate (curah hujan) dan tampilan warna pada WXR-350