• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pola Penyakit Infeksi Menular Seksual pada Pasien Poli Kulit dan Kelamin RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2008-2012

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pola Penyakit Infeksi Menular Seksual pada Pasien Poli Kulit dan Kelamin RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2008-2012"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

   

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Infeksi menular seksual (IMS) adalah infeksi yang sebagian besar ditularkan melalui hubungan seksual. Infeksi menular seksual sebenarnya bukanlah masalah baru dalam ruang lingkup kesehatan reproduksi. Namun, sejak ditemukannya kasus HIV/AIDS pertama kalinya di Bali pada tahun 1988, maka upaya penanggulangan IMS mulai berkembang pesat, karena adanya IMS mempermudah seseorang tertular HIV ( UNFPA, 2005).

Infeksi menular seksual merupakan masalah kesehatan masyarakat yang cukup menonjol di sebagian besar wilayah dunia (Murtiastutik, 2008). Insidensi dan penyebarannya bervariasi dan tidak dapat diperkirakan secara tepat (Hakim, 2005). WHO memperkirakan insidensi IMS pada tahun 2008 ada sebanyak 498.9 juta kasus baru dan jumlahnya meningkat sebesar 11% bila dibandingkan dengan penelitian pada tahun 2005. Jumlah kasus baru yang didapatkan pada tahun 2008 tersebut meliputi wilayah Afrika ada sebanyak 92,6 juta kasus, wilayah Amerika ada sebanyak 125,7 juta kasus, wilayah Eropa ada sekitar 46,8 juta kasus, wilayah Mediterania ada 26,5 juta kasus, wilayah Pasifik Barat ada sekitar 128,2 juta dan wilayah Asia Tenggara, ada sebanyak 78,5 juta kasus (WHO,2012). Sementara itu, terdapat juga beberapa laporan mengenai angka kejadian IMS di berbagai wilayah Indonesia, seperti di Provinsi DKI Jakarta, pada tahun 2009 terdapat sekitar 7.380 kasus IMS (Dinkes DKI Jakarta, 2010). Di Provinsi Jawa Timur, pada tahun 2011 terdapat sekitar 10.752 kasus IMS (Dinkes Jateng, 2012). Di Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2008, terdapat sekitar 6.787 kasus IMS (Dinkes Sumut, 2009). Di Kota Medan pada tahun 2012, terdapat sekitar 3.452 kasus (Dinkes Kota Medan, 2013) dan di RSUP H.Adam Malik pada tahun 2004-2008 terdapat sebanyak 262 kasus (Purba, 2009).

Selain itu, pola penyakit infeksi menular seksual juga mengalami perubahan. Salah satunya adalah meningkatnya kejadian infeksi klamdia, herpes genital dan

(2)

   

kondiloma akuminata di beberapa daerah dibandingkan infeksi uretris gonore dan sifilis. Perubahan pola infeksi ini erat kaitannya dengan berbagai faktor, seperti faktor kesehatan dan faktor medis yang berhubungan dengan sifat dasar IMS, faktor sosial-budaya, dan demografi (Hakim, 2005).

Dampak IMS bagi kesehatan reproduksi sangat serius, meliputi radang panggul atau (Pelvic Inflamatory Dieases / PID), infertilitas, kehamilan ektopik dan hasil kehamilan yang buruk termasuk keguguran, lahir mati, lahir prematur, dan infeksi kongenintal dan sebagainya. IMS bisa terjadi pada laki-laki dan perempuan, namun tetapi dampak buruknya lebih berat dirasakan oleh perempuan. Komplikasi IMS merupakan salah satu penyebab penting yang menimbulkan penyakit dan kematian pada perempuan di daerah miskin di dunia.

IMS juga dapat meningkatkan resiko penularan HIV dan memperbesar peluang penularan kepada orang lain, hingga mencapai 50-300 kali lebih besar per kontak bila terdapat ulkus genital. Hal ini dikarenakan HIV lebih mudah untuk menembus luka yang terbuka pada kulit maupun selaput lendir di ulkus genital ditambah lagi kandungan HIV yang tinggi di duh penderita (Depkes,2006).

Berdasarkan uraian tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “ Pola penyakit Infeksi Menular Seksual di RSUP. H. Adam Malik pada tahun 2008-2012” karena dengan mengetahui pola penyakit IMS dalam suatu daerah kita dapat melihat distribusi IMS, tindakan pencegahan, penanggulangan IMS/HIV/AIDS dan potensi penyebaran HIV.

1.2.1 Rumusan Masalah

Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimanakah pola penyakit infeksi menular seksual pada pasien Poli Kulit dan Kelamin di RSUP H. Adam Malik pada tahun 2008-2012?

1.3 Tujuan Penelitian 1.3.1 Tujuan Umum

Tujuan umum pelaksanaan penelitian ini adalah mengetahui pola penyakit

(3)

   

infeksi menular seksual pada pasien Poli Kulit dan Kelamin di RSUP H. Adam Malik pada tahun 2008-2012.

1.3.2 Tujuan Khusus

Yang menjadi tujuan khusus dalam penelitian ini adalah :

1. Mengetahui distribusi infeksi menular seksual berdasarkan kelompok usia pada pasien Poli Kulit dan Kelamin di RSUP H. Adam Malik pada tahun 2008-2012.

2. Mengetahui distribusi infeksi menular seksual berdasarkan jenis kelamin pasien Poli Kulit dan Kelamin di RSUP H. Adam Malik pada tahun 2008-2012.

3. Mengetahui distribusi infeksi menular seksual berdasarkan status perkawinan pasien Poli Kulit dan Kelamin di RSUP H. Adam Malik pada tahun 2008-2012.

4. Mengetahui distribusi infeksi menular seksual berdasarkan pekerjaan pasien Poli Kulit dan Kelamin di RSUP H. Adam Malik pada tahun 2008-2012. 5. Mengetahui jenis penyakit infeksi menular seksual yang paling sering terjadi

pasien Poli Kulit dan Kelamin di RSUP H. Adam Malik pada tahun 2008-2012.

6. Mengetahui distribusi infeksi menular seksual berdasarkan tempat tinggal pasien Poli Kulit dan Kelamin di RSUP H. Adam Malik pada tahun 2008-2012.

1.4. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat : a. Bagi peneliti

1. Sebagai tambahan pengetahuan mengenai pola penyakit infeksi menular

seksual pada pasien yang berkunjung ke Poli Kulit dan Kelamin RSUP. H.Adam Malik pada tahun 2008-2012.

2. Sebagai pemenuhan tugas akhir pendidikan di FK USU.

(4)

   

b. Bagi pembaca

Dapat menjadi sumber informasi dan kelak dapat dipergunakan dalam hal yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan penulis.

c. Bagi RSUP. H. Adam Malik Medan

1. Memberikan informasi mengenai jenis infeksi menular seksual yang paling sering di Poli Kulit Kelamin RSUP. H. Adam Malik Medan pada tahun 2008-2012.

2. Memberikan informasi tentang distribusi pasien yang menderita infeksi menular seksual yang mengalami pengobatan di Poli Kulit Kelamin RSUP. H. Adam Malik Medan pada tahun 2008-2012.

Referensi

Dokumen terkait

Setiap orang atau instansi pasti menginginkan suatu keamanan data yang sangat kuat agar suatu informasi yang dianggap sangat rahasia dapat terjamin kerahasiaanya,maka dengan

Pembuatan halaman web yang berisi mengenai web site negara Jepang dengan menggunakan Frontpage express 2000 sangat memudahkan pekerjaan penulis,karena tidak dituntut untuk

[r]

Penulis membuat aplikasi ini dirancang guna untuk menjaga data âdata yang penting , jika sewaktu- waktu dibutuhkan , serta untuk menghindari dari kerusakan â kerusakan yang

Pada hari ini, Senin Tanggal Satu Bulan Oktober Tahun Dua Ribu Dua Belas, Kami selaku Panitia Pengadaan Barang/Jasa telah mengadakan Pemberian Penjelasan Dokumen Pengadaan

[r]

Pada hari ini KAMIS tanggal LIMA BELAS bulan SEPTEMBER tahun DUA RIBU ENAM BELAS , kami Kelompok Kerja Pembangunan Ruang Kelas Baru.. MTsN Pangkalan Bun Tahun

[r]