Reaksi Pasar Modal Indonesia terhadap Pe

87 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

ABSTRAK

Informasi merupakan kebutuhan utama para investor di pasar modal. Informasi yang diperlukan investor dapat berasal dari kondisi internal maupun eksternal emiten. Isu seputar masalah ekonomi, politik maupun sosial saat ini juga mempengaruhi keadaan pasar modal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menemukan bukti empiris apakah ada reaksi pasar modal yang ditimbulkan oleh peristiwa ekonomi dan peristiwa sosial-politik yang terjadi di Indonesia dengan indikator security return variability.

Jenis penelitian ini merupakan metodologi studi peristiwa (event study) dan metodologi komparatif untuk memberikan suatu gambaran reaksi di pasar modal. Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah data historis harga penutupan saham harian dan harga penutupan indeks LQ45. Sampel yang digunakan adalah 34 emiten yang terdaftar dalam LQ45.

Perhitungan rumus yang digunakan adalah return saham, expected return, abnormal return, security return variability. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji normalitas menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov test untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal dan uji paired sample T-test untuk menganalisis ada tidaknya perbedaan reaksi antara sebelum dan sesudah terjadinya kelompok peristiwa, serta untuk membuktikan ada tidaknya perbedaan reaksi pasar antara peristiwa ekonomi dan peristiwa sosial-politik. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Tidak terdapat perbedaan nilai AASRV yang signifikan kelompok ekonomi sebelum dan sesudah peristiwa. (2) Tidak terdapat perbedaan nilai AASRV yang signifikan kelompok sosial-politik sebelum dan sesudah peristiwa. (3) Tidak terdapat perbedaan nilai AASRV yang signifikan kelompok ekonomi sebelum peristiwa dan kelompok sosial-politik sebelum peristiwa. (4) Tidak terdapat perbedaan nilai AASRV yang signifikan kelompok ekonomi sesudah peristiwa dan kelompok sosial-politik sesudah peristiwa.

Kata Kunci:

Peristiwa ekonomi, peristiwa sosial-politik, return saham, expected return, abnormal return, dan security return variabikity.

(2)

Segala puji dan syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas segala berkat dan karunia yang telah diberikan kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini.

Penulis menyadari bahwa dengan segala kekurangan, keterbatasan, dan serta kemampuan yang dimiliki, skripsi ini tidak mungkin dapat terselesaikan dengan baik tanpa bimbingan, dukungan, dan doa dari beberapa pihak dan kerabat selama penyusunan skripsi ini. Pada kesempatan ini, Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak dan kerabat yang telah memberikan dukungan, membantu dan membimbing penulis selama perjalanan menyusun skripsi ini. Oleh karena itu, dengan kerendahan hati penulis ingin mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada:

1. Bapak Doddy Surja Bajuadji, SE., MBA selaku Rektor Universitas Bunda Mulia.

2. Bapak Howard S. Giam, SE., Ak., MBA selaku Pelaksana Harian Rektor Universitas Bunda Mulia.

3. Ibu Kandi Sofia S. Dahlan MBA., Ph.D selaku Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Bunda Mulia

4. Bapak Sugeng Wahjudi, Drs, Msi selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Universitas Bunda Mulia.

5. Ibu Yenli Megawati, SE., M.M selaku Wakil Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Universitas Bunda Mulia.

(3)

6. Ibu Lelly Christin, SE., MM selaku Ketua Program Studi Manajemen Universitas Bunda Mulia.

7. Ibu Veny Anindya Puspitasari, SE, M.Ec selaku dosen pembimbing yang telah membimbing penulisan skripsi hingga selesai.

8. Seluruh dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Program Studi Manajemen Universitas Bunda Mulia yang telah membantu memberikan ilmu pengetahuan dan inspirasi dalam penulisan skripsi ini.

9. Kedua orang tua tercinta yang senantiasa memberikan inspirasi serta pelajaran hidup yang sangat berharga dan mendukung, mendoakan, dan selalu ada untuk saya hingga penulisan skripsi ini selesai.

10. Segenap keluarga saya yang senantiasa memberikan dukungan serta mendoakan saya hingga penulisan skripsi ini selesai.

11. Sahabat-sahabat saya yang tercinta Magdalena Ekawati, Novia Hwang, Merlinda Angraini serta Fenia Sari, thanks for your support and for your care.

12. Teman-teman seperjuangan Marsela Permata, Claryn Tanado serta Novia Sutaman, terima kasih telah terus memberikan semangat untuk saya selama ini. 13. Segenap staf Perpustakaan Universitas Bunda Mulia, terima kasih atas

semua bantuan yang telah diberikan.

14. Teman-teman Program Studi Manajemen Universitas Bunda Mulia terutama angkatan 2013 kelas pagi maupun malam yang tidak dapat disebutkan satu per satu.

15. Serta segala pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu, yang telah dengan tulus ikhlas memberikan doa dan motivasi sehingga dapat terselesaikannya skripsi ini.

(4)

bermanfaat bagi semua pihak.

Jakarta, 22 Desember 2016

Olivia Caroline

DAFTAR ISI

Hal ABSTRAK...i

(5)

PRAKATA...ii

DAFTAR ISI...v

DAFTAR TABEL...viii

DAFTAR GAMBAR...ix

BAB 1 PENDAHULUAN...1

1.1 Latar Belakang Permasalahan...1

1.2 Identifikasi Masalah...9

1.3 Pembatasan Masalah...10

1.4 Rumusan Permasalahan...10

1.5 Tujuan dan Kegunaan Penelitian...11

1.6 Sistematika Pembahasan...13

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA...14

2.1 Kerangka Teori...14

2.1.1 Pasar Modal...14

2.1.2 Pasar Modal yang Efisien...15

2.1.3 Saham...21

BAB 3 METODE PENELITIAN...40

3.1 Gambaran Umum Subjek dan Objek Penelitian...40

3.1.1 Subjek Penelitian...40

3.1.2 Objek Penelitian...40

3.2 Definisi Operasional Variabel...40

(6)

3.3.3 Jenis dan Sumber Data...45

3.3.3.1 Jenis Data...45

3.3.3.2 Sumber Data...45

3.3.4 Populasi dan Sampel...46

3.3.4.1 Populasi...46

3.3.4.2 Sampel...47

3.4 Teknik Analisis...49

3.5 Metode Analisis...49

3.5.1 Studi Peristiwa (Event Study)...49

3.5.2 Uji Normalitas...52

3.5.3 Uji Paired Samples T-Test...53

3.6 Hipotesa Penelitian...53

BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN BAHASAN...57

4.1 Penyajian Data...57

4.1.1 Periode Pengamatan...57

4.1.2 Daftar Perusahaan...58

4.1.3 Data Harga Saham...60

4.1.4 Data Indeks LQ-45...60

4.1.5 Data Security Return Variability Rata-Rata Kelompok...60

4.2 Analisis Data dan Interpretasi...62

4.2.1 Hasil Uji Normalitas...62

4.2.2 Pengujian Hipotesa...64

4.2.3 Pembahasan Hasil Penelitian...73

BAB 5 PENUTUP...77

5.1 Simpulan...77

5.2 Saran...79

DAFTAR PUSTAKA... RIWAYAT HIDUP... LAMPIRAN...

(7)

DAFTAR TABEL

Hal Tabel 2.1 Peristiwa-Peristiwa Ekonomi...31 Tabel 2.2 Peristiwa-Peristiwa Sosial-Politik...33 Tabel 2.3 Penelitian Terdahulu...34

(8)

Tabel 4.3 Daftar Perusahaan...59

Tabel 4.4 AASRV Kelompok Ekonomi...60

Tabel 4.5 AASRV Kelompok Sosial-Politik...61

Tabel 4.6 Hasil Uji Normalitas Data AASRV Kelompok...63

Tabel 4.7 Paired Sample T-Test AASRV Ekonomi...65

Tabel 4.8 Paired Sample T-Test AASRV Sosial-Politik...68

Tabel 4.9 Paired Sample T-Test AASRV Sebelum Ekonomi dan Sebelum Sosial-Politik...70

Tabel 4.10 Paired Sample T-Test AASRV Sesudah Ekonomi dan Sesudah Sosial-Politik...72

DAFTAR GAMBAR Hal Gambar 2.1 Reaksi Harga Pasar terhadap Berita Pengumuman...18

Gambar 3.1 Periode Penelitian...44

(9)
(10)

1.1 Latar Belakang Permasalahan

Kondisi Indonesia saat ini dihadapkan dengan berbagai masalah baik ekonomi maupun politik yang sampai saat ini belum dapat terselesaikan. Negara-negara di belahan dunia manapun tidak akan pernah terlepas dari masalah-masalah ekonomi maupun politik. Antara masalah ekonomi dan masalah politik, keduanya saling mempengaruhi dan dipengaruhi. Untuk menciptakan kondisi ekonomi yang baik dibutuhkan stabilitas politik. Begitu juga sebaliknya, untuk menciptakan kondisi politik yang baik dibutuhkan stabilitas ekonomi. Walaupun demikian, situasi dan kondisi ekonomi memang tidak pernah diam. Dari waktu ke waktu ekonomi Indonesia dan dunia terus mengalami pergerakan dan memunculkan sejumlah fenomena. Fenomena tersebut bisa memberikan dampak positif dan ada yang memberikan dampak negatif.

Pola pikir masyarakat zaman sekarang kebanyakan dipengaruhi oleh kondisi perekonomian suatu negara, sehingga hal tersebut mengubah perilaku masyarakat dalam menentukan pilihan untuk membelanjakan uangnya atau menanam aset. Banyaknya alternatif investasi yang dapat dipilih sehingga masyarakat selalu bersikap hati-hati dalam menentukan pilihan. Salah satu alternatif pilihan yang ada adalah berinvestasi dengan jalan membeli saham di pasar modal. Menurut Sunariyah (2011, p4), pasar

(11)

2

modal adalah suatu pasar (tempat, berupa gedung) yang disiapkan guna memperdagangkan saham-saham, obligasi-obligasi, dan jenis surat berharga lainnya dengan memakai jasa para perantara pedagang efek. Sedangkan menurut Fahmi (2013, p55), pasar modal adalah tempat dimana berbagai pihak khususnya perusahaan menjual saham (stock) dan obligasi (bond) dengan tujuan dari hasil penjualan tersebut nantinya akan dipergunakan sebagai tambahan dana atau untuk memperkuat modal perusahaan.

Pasar modal menurut UU No.8 tahun 1995 adalah kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan yang berkaitan dengan efek diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek. Produk yang diperdagangkan di pasar modal antara lain, saham, surat pengakuan hutang, surat berharga komersial, obligasi, tanda bukti hutang, unit penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas efek, setiap derivative dari efek, efek beragun aset, dan sertifikat penitipan efek Indonesia. Namun saham menjadi produk utama yang diperdagangkan di pasar modal, dan memang tujuan utama keberadaan pasar modal suatu negara adalah memperdagangkan saham.

(12)

diperoleh dari pasar modal dapat digunakan untuk pengembangan usaha, ekspansi, penambahan modal kerja dan lain-lain. Kedua, pasar modal menjadi sarana bagi masyarakat untuk berinvestasi pada instrumen keuangan seperti saham, obligasi, reksa dana, dan lain-lain. Dengan demikian, masyarakat dapat menempatkan dana yang dimilikinya sesuai dengan karakteristik keuntungan dan risiko masing-masing instrumen (www.idx.co.id).

(13)

4

Event yang terjadi dalam lingkungan perusahaan emiten akan mempengaruhi harga saham dan dapat menghasilkan abnormal return, misalnya kebijakan merger dan divestasi, pengumuman dividen, insider trading, dan pengumuman laba. Selain itu event yang berkaitan dengan lingkungan ekonomi makro seperti perubahan suku bunga tabungan dan deposito, kurs valuta asing, serta berbagai regulasi dan deregulasi ekonomi yang dikeluarkan pemerintah turut berpengaruh pada fluktuasi harga dan volume perdagangan pada pasar modal yang efisien. Event-event tersebut mempengaruhi semua indeks yang ada di pasar modal. Indeks LQ-45 merupakan salah satu indeks yang ada di pasar modal. Indeks LQ-45 merupakan indeks yang berisikan 45 emiten yang tercatat dalam Bursa Efek Indonesia dengan kriteria likuiditas perdagangan saham tertinggi dan disesuaikan setiap enam bulan.

(14)

mendorong kegiatan perekonomian dalam negeri sehingga akan berpengaruh terhadap kemampuan perusahaan dalam meningkatkan kesejahteraan para stakeholders-nya. Sebaliknya peristiwa yang memiliki kandungan informasi negatif akan menghambat kegiatan perekonomian dalam negeri sehingga perusahaan sulit berkembang dan akhirnya menurunkan value perusahaan di mata investor.

(15)

6

Kabinet 2 tanggal 27 Juli 2016 yang mengakibatkan IHSG naik 49,96 poin atau 0,96 persen ke level 5.274,36 serta pada peristiwa Pengumuman Kabinet Kerja Jokowi tanggal 26 Oktober 2014 yang memberikan respon positif terhadap pasar modal.

Berbagai peristiwa ekonomi dalam krisis moneter yang berkepanjangan turut mempengaruhi pasar modal Indonesia pada periode yang sama. Fenomenanya terlihat antara lain pada Pengumuman Paket Kebijakan Ekonomi Jokowi tanggal 9 September 2015, dimana IHSG menguat 9,07 persen ke level 4.589,3. Begitu juga pada peristiwa Otoritas Jasa Keuangan mengeluarkan Paket Kebijakan Stimulus Industri Keuangan RI tanggal 24 Juli 2015, serta peristiwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengesahkan Undang-Undang tentang Pengampunan Pajak atau Tax Amnesty tanggal 1 Juli 2016; seluruhnya memberikan informasi yang relevan bagi para pelaku pasar modal.

(16)

perubahan harga atau dengan menggunakan abnormal return yang merupakan selisih antara actual return dengan expected return investor. Suatu pengumuman yang mempunyai kandungan informasi akan memberikan abnormal return. Sebaliknya, peristiwa yang tidak mengandung informasi tidak akan memberikan abnormal return kepada pasar.

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan indikator Security Return Variablity (SRV). Menurut Islami dan Sarwoko (2012), dengan SRV dapat dilihat apakah pasar secara agregat menilai suatu peristiwa informatif, dalam arti apakah peristiwa tersebut mengakibatkan perubahan pada distribusi return saham. Keunggulan indikator SRV adalah semua nilai menjadi positif sehingga heterogen informasi dapat dihilangkan dan dampak dari informasi yang heterogen dapat dideteksi dengan indikator SRV, sedangkan pada abnormal return apabila dirata-rata, ada kemungkinan nilai positif dan negatif saling menghilangkan.

(17)

8

pada peristiwa kenaikan harga BBM tanggal 17 November 2014 (Tiswiyanti dan Asrini, 2015).

Reaksi pasar juga tampak pada beberapa event study yang telah dilakukan untuk melihat reaksi pasar di Bursa Efek Indonesia terhadap peristiwa– peristiwa sosial-politik dalam negeri. Event study yang dilakukan oleh Wardhani (2013) pada Peristiwa Pemilihan Gubernur DKI Jakarta Putaran II 2012 menemukan adanya perbedaan signifikan antara rata-rata abnormal return dan trading volume activity saham pada periode saat-setelah. Begitu juga pada peristiwa Pengumuman Pencapresan Jokowi 14 Maret 2014, Nailiu (2014) menemukan adanya negative abnormal return yang signifikan pada event date. Hal ini menunjukkan bahwa peristiwa – peristiwa sosial-politik dalam negeri turut mempengaruhi tingkat risiko dan ekspektasi return investor terhadap dana yang telah mereka tanamkan di pasar modal. Akan tetapi, pada beberapa peristiwa sosial-politik lainnya tidak terbukti adanya reaksi pasar, misalnya pada peristiwa Pengumuman Kabinet 2014 (Ardiansari, 2015).

(18)

peristiwa-peristiwa ekonomi boleh jadi berbeda dengan muatan informasi yang terkandung dalam peristiwa-peristiwa sosial-politik sehingga reaksi pasar modal Indonesia terhadap kedua kelompok peristiwa tersebut juga dimungkinkan berbeda. Penelitian ini dimaksudkan sebagai pengembangan dari berbagai event study yang telah dilakukan sebelumnya dengan menganalisis beberapa peristiwa yang dikelompokkan menjadi peristiwa–peristiwa ekonomi dan peristiwa-peristiwa sosial-politik dalam negeri. Berdasarkan research gap tersebut, maka judul penelitian ini adalah “ANALISIS REAKSI PASAR MODAL INDONESIA TERHADAP PERISTIWA-PERISTIWA EKONOMI DAN SOSIAL-POLITIK DALAM NEGERI (STUDI EMPIRIS PADA SAHAM LQ45 DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2014-2016)”

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang belakang di atas, maka dapat diidentifikasikan beberapa pokok permasalahan yaitu:

1. Semakin penting peran pasar modal dalam perekonomian suatu negara, mengakibatkan pasar modal semakin sensitif terhadap berbagai peristiwa disekitarnya.

2. Peristiwa yang terjadi dalam lingkungan perusahaan emiten akan mempengaruhi harga saham dan dapat menghasilkan abnormal return. 3. Timbulnya fluktuasi harga saham yang dipengaruhi oleh berbagai hal

baik secara lingkungan mikro maupun makro.

4. Peristiwa-peristiwa ekonomi memiliki information content yang relevan bagi para pelaku pasar modal.

(19)

10

1.3 Pembatasan Masalah

Dalam penelitian ini, peneliti akan membatasi permasalahan, yaitu sebagai berikut.

1. Penelitian ini berfokus pada peristiwa-peristiwa ekonomi dan peristiwa-peristiwa sosial-politik dalam negeri pada periode 2014-2016.

2. Rentang waktu yang digunakan dalam penelitian ini adalah lima hari bursa sebelum peristiwa (pre event) dan lima hari bursa setelah peristiwa (post event).

3. Sampel yang akan diteliti adalah saham-saham yang tergabung dalam LQ-45. Dalam penelitian ini, peneliti kemudian memilih perusahaan yang selalu masuk dalam LQ-45 sejak periode 2014-2016.

1.4 Rumusan Permasalahan

Rumusan permasalahan dalam penelitian ini adalah :

1. Apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata SRV sebelum dan sesudah terjadinya peristiwa – peristiwa ekonomi di dalam negeri ?

2. Apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata SRV sebelum dan sesudah terjadinya peristiwa – peristiwa sosial-politik di dalam negeri ?

(20)

4. Apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata SRV sesudah peristiwa-peristiwa ekonomi dan sesudah peristiwa-peristiwa sosial-politik di dalam negeri ?

1.5 Tujuan dan Kegunaan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah :

1. Untuk menemukan dan menganalisis bukti empiris ada tidaknya perbedaan yang signifikan antara rata-rata SRV sebelum dan sesudah terjadinya peristiwa – peristiwa ekonomi di dalam negeri ?

2. Untuk menemukan dan menganalisis bukti empiris ada tidaknya perbedaan yang signifikan antara rata-rata SRV sebelum dan sesudah terjadinya peristiwa – peristiwa sosial-politik di dalam negeri ?

3. Untuk menemukan dan menganalisis bukti empiris ada tidaknya perbedaan yang signifikan antara rata-rata SRV sebelum peristiwa-peristiwa ekonomi dan sebelum peristiwa-peristiwa-peristiwa-peristiwa sosial-politik di dalam negeri.

4. Untuk menemukan dan menganalisis bukti empiris ada tidaknya perbedaan yang signifikan antara rata-rata SRV sesudah peristiwa-peristiwa ekonomi dan sesudah peristiwa-peristiwa-peristiwa-peristiwa sosial-politik di dalam negeri.

Adapun kegunaan penelitian ini adalah :

(21)

12

pengaruh peristiwa ekonomi dan peristiwa sosial-politik yang terjadi di dalam negeri terhadap pergerakan harga saham.

2. Bagi investor, diharapkan penelitian ini dapat memberikan gambaran dalam pengambilan keputusan investasi selama kurun waktu sebelum dan sesudah adanya peristiwa ekonomi dan peristiwa sosial-politik dalam negeri yang sudah dapat diprediksi sebelumnya, sehingga untuk waktu yang akan datang investor diharapkan dapat lebih peka menyikapi persoalan ekonomi dan sosial-politik dalam negeri.

3. Bagi para peneliti lain yang tertarik untuk meneliti kajian yang sama dalam pasar modal diharapkan penelitian ini dapat digunakan sebagai landasan pijak untuk penelitian selanjutnya.

1.6 Sistematika Pembahasan

BAB 1 PENDAHULUAN

Bab ini menguraikan latar belakang permasalahan, identifikasi masalah, batasan masalah, rumusan permasalahan, tujuan penelitian, maanfaat penelitian, serta sistematika penulisan penelitian.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Bab ini menguraikan dasar teori-teori yang berhubungan dengan, abnormal return dan security return variability, definisi konseptual, penelitian terdahulu, kerangka teori dan paradigma penelitian.

(22)

Bab ini menguraikan gambaran umum subjek dan objek penelitian, definisi operasional variabel, metode pengumpulan data, teknik analisis, metode analisis dan hipotesa penelitian.

BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN BAHASAN

Bab ini menguraikan penyajian data serta hasil analisis data yang sudah diperoleh dengan menggunakan metode analisis yang digunakan dan menginterpretasikannya.

BAB 5 PENUTUP

(23)

BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Kerangka Teori 2.1.1 Pasar Modal

Menurut Darmadji dan Fakhruddin (2012, p1) pasar modal merupakan tempat diperjualbelikannya berbagai instrumen keuangan jangka panjang, seperti utang, ekuitas (saham), instrumen derivatif, dan instrumen lainnya. Pasar modal merupakan sarana pendanaan bagi perusahaan maupun institusi lain (misalnya pemerintah), dan sebagai sarana bagi kegiatan berinvestasi. Dengan demikian, pasar modal memfasilitasi berbagai sarana dan prasarana kegiatan jual beli dan kegiatan terkait lainnya.

Sedangkan menurut Samsul (2006, p43) pasar modal adalah tempat atau sarana bertemunya antara permintaan dan penawaran atas instrumen keuangan jangka panjang, umumnya lebih dari 1 (satu) tahun. Dengan demikian, pasar modal dapat didefinisikan sebagai tempat atau sarana bertemunya antara permintaan dan penawaran atas instumen keuangan jangka panjang (lebih dari satu tahun), seperti utang, ekuitas (saham), instrumen derivatif, dan instrumen lainnya.

Darmadji dan Fakhrudin (2012, p2) menyatakan ada beberapa manfaat pasar modal adalah sebagai berikut:

(24)

1. Menyediakan sumber pembiayaan (jangka panjang) bagi dunia usaha sekaligus memungkinkan alokasi sumber dana secara optimal

2. Memberikan wahana investasi bagi investor sekaligus memungkinkan upaya diversifikasi.

3. Menyediakan indikator utama (leading indicator) bagi tren ekonomi negara.

4. Memungkinkan penyebaran kepemilikan perusahaan hingga lapisan masyarakat menengah.

5. Memungkinkan penyebaran kepemilikan, keterbukaan, dan profesionalisme serta penciptaan iklim berusaha yang sehat.

6. Menciptakan lapangan kerja/profesi yang menarik.

7. Memberikan kesempatan memiliki perusahaan yang sehat dan mempunyai prospek.

8. Menjadi alternatif investasi yang memberikan potensi keuntungan dengan risiko yang bisa diperhitungkan melalui keterbukaan, likuiditas, dan diversifikasi investasi.

9. Membina iklim keterbukaan bagi dunia usaha, memberikan akses kontrol sosial.

10. Mendorong pengelolaan perusahaan dengan iklim keterbukaan dan pemanfaatan manajemen profesional.

2.1.2 Pasar Modal yang Efisien

(25)

16

didefinisikan pada aspek informasi. Pasar yang efisien adalah pasar di mana harga semua sekuritas yang diperdagangkan telah mencerminkan semua informasi yang tersedia (Tandelilin, 2010, p219). Jika pasar bereaksi dengan cepat dan akurat untuk mencapai harga keseimbangan baru yang sepenuhnya mencerminkan informasi yang tersedia, maka kondisi pasar seperti ini disebut dengan pasar efisien (Jogiyanto, 2013, p547).

Fama (1970) dalam Jogiyanto (2013) membagi efisiensi pasar modal dalam tiga tingkatan, yaitu :

1. Efisiensi Bentuk Lemah (Weak-Form Efficiency)

Pasar dikatakan efisien dalam bentuk lemah jika harga – harga dari sekuritas tercermin secara penuh (fully reflect) informasi masa lalu. Informasi masa lalu ini merupakan informasi yang sudah terjadi. Bentuk efisiensi secara lemah ini berkaitan dengan teori acak (random-walk theory) yang menyatakan bahwa data masa lalu tidak berhubungan dengan nilai sekarang. Jika pasar efisien secara bentuk lemah, maka nilai – nilai masa lalu tidak dapat digunakan untuk memprediksi harga sekarang. Implikasinya adalah investor tidak dapat menggunakan informasi masa lalu untuk mendapatkan keuntungan yang tidak normal. 2. Efisiensi Bentuk Setengah Kuat (Semistrong-Form Efficiency)

(26)

yang berada di laporan–laporan keuangan perusahaan emiten. Implikasinya adalah tidak ada investor atau grup dari investor yang dapat menggunakan informasi yang dipublikasikan untuk mendapatkan keuntungan tidak normal dalam jangka waktu yang lama. Teori ini sejalan dengan yang diuraikan oleh Kutchu (2012) bahwa dalam pasar yang efisiensi semi-kuat, harga sekuritas mencerminkan semua informasi publik yang tersedia. Pasar efisiensi semi-kuat mengatakan bahwa investor tidak dapat memperoleh abnormal return dengan pengetahuan informasi publik yang tersedia.

3. Efisiensi Bentuk Kuat (Strong-Form Efficiency)

(27)

18

Gambar 2.1

REAKSI HARGA PASAR TERHADAP BERITA PENGUMUMAN

100 90 80 70 60

0

-6 -3 0 3 6

Days relative to news announcement

Sumber: Diolah penulis

Pada Gambar 2.1, Jordan dan Miller (2008, p212-213) menjelaskan bahwa reaksi harga pasar terhadap berita suatu pengumuman terbagi menjadi tiga, yaitu:

1. Efficient market reaction

Yaitu harga secara instan menyesuaikan, dan secara menyeluruh menggambarkan informasi. Tidak ada kemungkinan untuk terjadinya kenaikan atau penurunan harga di kemudian hari.

2. Delayed reaction

P

ri

ce

(28)

Yaitu umumnya harga akan menyesuaikan dengan informasi baru yang diterima tersebut, tetapi dibutuhkan waktu beberapa hari sebelum harga tersebut benar-benar mencerminkan informasinya.

3. Overreaction and correction

Yaitu harga melakukan penyesuaian namun terlalu berlebihan terhadap informasi baru tersebut. Harga baru yang ditetapkan menyimpang dari harga yang seharusnya, namun pada waktu yang akan datang harga tersebut akan menyesuaikan diri ke harga yang seharusnya.

Agar pasar efisien ada dalam kehidupan nyata, terdapat beberapa kondisi yang idealnya harus terpenuhi atau didekati oleh kenyataan yang ada di pasar (Jogiyanto, 2013, p569-570) :

1. Investor adalah penerima harga (price takers), yang berarti bahwa sebagai pelaku pasar, investor seorang diri tidak dapat mempengaruhi harga dari suatu sekuritas. Harga dari suatu sekuritas ditentukan oleh banyak investor yang menentukan demand dan supply. Hal ini dapat terjadi jika pelaku – pelaku pasar terdiri dari sejumlah besar individu dan institusi rasional yang mampu mengartikan dan menginterpretasikan informasi dengan baik untuk digunakan menganalisis, menilai, dan melakukan transaksi.

(29)

20

dan jenis informasi memungkinkan investor untuk mendapatkan informasi secara gratis.

3. Informasi dihasilkan secara acak (random) dan tiap – tiap pengumuman informasi sifatnya random satu dengan yang lainnya. Informasi dihasilkan secara random mempunyai arti bahwa investor tidak dapat memprediksi kapan emiten akan mengumumkan informasi baru yang penting, kapan perang akan terjadi, atau kapan pemogokan tenaga kerja akan terjadi. Walaupun ada ketergantungan terhadap beberapa informasi sepanjang waktu, tetap saja bahwa pengumuman suatu peristiwa, misalnya adanya corporate actions, adalah independen dan dapat muncul setiap saat, dengan kata lain acak.

4. Investor bereaksi dengan cepat dan sepenuhnya terhadap informasi baru yang masuk di pasar, yang menyebabkan harga sekuritas segera mengalami penyesuaian untuk mencapai keseimbangan yang baru.

(30)

2.1.3 Saham

2.1.3.1 Pengertian Saham

Darmadji dan Fakhrudin (2012, p5) mendefinisikan saham sebagai tanda penyertaan atau kepemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Saham berwujud selembar kertas yang menerangkan bahwa pemilik kertas tersebut adalah pemilik perusahaan yang menerbitkan surat berharga tersebut. Porsi kepemilikan ditentukan oleh seberapa besar penyertaan yang ditanamkan di perusahaan tersebut.

2.1.3.2 Jenis-jenis Saham

Darmadji dan Fakhrudin (2012, p6) menyatakan ada beberapa sudur pandang untuk membedakan saham, yaitu sebagai berikut: 1. Ditinjau dari segi kemampuan dalam hak tagih atau klaim,

maka saham terbagi atas:

a. Saham biasa (common stocks), yaitu merupakan saham yang pemiliknya paling junior terhadap pembagian dividen, dan hak atas harta kekayaan perusahaan apabila perusahaan tersebut dilikuidasi.

(31)

22

diterbitkan tanpa tanggal jatuh tempo yang tertulis di lembar saham tersebut; (ii) membayar dividen. Sedangkan persamaan antara saham preferen dengan obligasi terletak pada tiga hal: (i) ada klaim atas laba dan aset sebelumnya; (ii) dividennya tetap selama masa berlaku (hidup) dari saham; memiliki hak tebus dan dapat dipertukarkan (convertible) dengan saham biasa. Oleh karena saham preferen diperdagangkan berdasarkan hasil yang ditawarkan kepada investor, maka secara praktis saham preferen dipandang sebagai surat berharga dengan pendapatan tetap dan karena itu akan bersaing dengan obligasi di pasar. Walaupun demikian, obligasi perusahaan menduduki tempat yang lebih senior dibanding dengan saham preferen. Saham biasa merupakan efek yang paling populer di pasar modal. Umumnya pembicaraan seputar saham selalu mengacu pada saham biasa, kecuali bila disebut secara khusus saham preferen.

2. Dilihat dari cara peralihannya, saham dapat dibedakan atas: a. Saham atas unjuk (beared stocks), artinya pada saham

(32)

b. Saham atas nama (register stocks), merupakan saham yang ditulis dengan jelas siapa nama pemiliknya, dimana cara peralihannya harus melalui prosedur tertentu.

3. Ditinjau dari kinerja perdagangan, maka saham dapat dikategorikan atas:

a. Saham unggulan (blue-chip stocks), yaitu saham biasa dari suatu perusahaan yang memiliki reputasi tinggi, sebagai leader di industri sejenis, memiliki pendapatan yang stabil dan konsisten dalam membayar dividen. b. Saham pendapat (income stocks), yaitu saham dari suatu

emiten yang memiliki kemampuan membayar dividen lebih tinggi dari rata-rata dividen yang dibayarkan pada tahun sebelumnya. Emiten seperti ini biasanya mampu menciptakan pendapatan yang lebih tinggi dan secara teratur membagikan dividen tunai. Emiten ini tidak suka menekan laba dan tidak mementingkan potensi pertumbuhan harga saham (P/E ratio).

(33)

24

berasal dari daerah dan kurang populer di kalangan emiten.

d. Saham spekulatif (speculative stocks), yaitu saham suatu perusahaan yang tidak bisa secara konsisten memperoleh penghasilan dari tahun ke tahun, akan tetapi mempunyai kemungkinan penghasilan yang tinggi di masa mendatang, meskipun belum pasti. e. Saham Siklikal (counter cyclical stocks), yaitu saham

yang tidak terpengaruh oleh kondisi ekonomi makro maupun situasi bisnis secara umum. Pada saat resesi ekonomi, harga saham ini tetap tinggi, dimana emitennya mampu memberikan dividen yang tinggi sebagai akibat dari kemampuan emiten dalam memperoleh penghasilan yang tinggi pada masa resesi. Emiten seperti ini biasanya bergerak dalam produk yang sangat dan selalu dibutuhkan masyarakat seperti rokok dan barang-barang kebutuhan sehari-hari (consumer goods).

2.1.4 Abnormal Return

(34)

abnormal return kepada pasar. Sebaliknya yang tidak mengandung informasi tidak memberikan abnormal return kepada pasar.

Abnormal return menurut Jogiyanto (2013, p609) adalah selisih antara tingkat keuntungan sebenarnya (actual return) dengan tingkat keuntungan yang diharapkan (expected return). Abnormal return atau excess return ini merupakan kelebihan dari return yang sesungguhnya terjadi terhadap return normal. Return normal merupakan return yang diharapkan oleh investor dengan mempertimbangkan tingkat risikonya.

Brown & Warner (1985) dalam Jogiyanto (2013, p610) menyatakan bahwa expected return dapat dihitung dengan menggunakan tiga model estimasi, yaitu :

1. Mean-adjusted Model

Model disesuaikan rata – rata (mean-adjusted model) ini menganggap bahwa return ekspektasi bernilai konstan yang sama dengan rata – rata return realisasi sebelumnya selama periode estimasi (estimation period).

2. Market Model

Model pasar (market model) merupakan bentuk dari model indeks tunggal yang didasarkan pada pengamatan bahwa harga dari suatu sekuritas berfluktuasi searah dengan indeks pasar. Secara khusus dapat diamati bahwa kebanyakan saham cenderung mengalami kenaikan harga jika indeks harga saham gabungan naik, begitu juga sebaliknya. 3. Market-adjusted Model

(35)

26

adalah return dari indeks pasar pada saat tersebut. Dengan menggunakan model ini tidak perlu menggunakan periode estimasi untuk membentuk model estimasi, karena return sekuritas yang diestimasi adalah sama dengan return indeks pasar.

2.1.5 Variabilitas Tingkat Keuntungan

Selain abnormal return, perubahan harga saham juga dapat diukur dengan indikator Variabilitas Tingkat Keuntungan (Security Return Variability, SRV). Dengan SRV dapat dilihat apakah pasar secara agregat menilai suatu peristiwa informatif, dalam arti apakah peristiwa tersebut mengakibatkan perubahan pada distribusi return saham. Apabila abnormal return dirata-rata, ada kemungkinan nilai positif dan negatif saling menghilangkan. Sedangkan pada indikator SRV, semua nilai menjadi positif. Dengan demikian heterogenitas informasi bisa dihilangkan. Dampak dari informasi yang heterogen tersebut bisa dideteksi dengan SRV, meskipun arah pergerakan tidak bisa dilihat (Husnan et al, 1996).

(36)

merupakan berita baik apabila penurunan tersebut tidak sebesar yang diperkirakan oleh pasar (Husnan et al, 1996).

2.1.6 Indeks LQ-45

Indeks LQ45 pertama kali diluncurkan pada tangal 24 Februari 1997. Hari dasar perhitungannya adalah 13 Juli 1994 dengan nilai dasar 100. Indeks ini diperkenalkan sebagai alternatif indeks lain selain Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pasar modal di Indonesia tergolong pasar modal yang transaksinya tipis (thin market), sehingga sebagian besar sahamnya kurang aktif diperdangkan. IHSG memuat keseluruhan saham termasuk yang sebagian besar sahamnya kurang aktif diperdagangkan. Hal ini menyebabkan perkembangan dan tingkat likuiditas IHSG menjadi kurang mencerminkan kondisi nyata di bursa. Indeks LQ45 ini dibuat untuk memecahkan persoalan tersebut. Indeks LQ 45 menggunakan 45 emiten yang dipilih berdasarkan pertimbangan likuiditas dan kapitalisasi pasar, dengan kriteria-kriteria yang telah ditentukan. Faktor-faktor yang dipergunakan sebagai kriteria suatu emiten untuk dapat masuk dalam perhitungan indeks LQ 45 adalah:

1. Telah tercatat di BEI minimal 3 bulan.

2. Aktivitas transaksi di pasar reguler yaitu nilai, volume dan frekuensi transaksi.

3. Jumlah hari perdagangan di pasar reguler. 4. Kapitalisasi pasar pada periode waktu tertentu.

(37)

28

(www.idx.co.id, diakses pada tanggal 6/10/2016)

Perhitungan indeks LQ45 ini menggunakan metode rata-rata tertimbang (weighted average) dengan rumus Paasche:

Indeks LQ45= Σ(Ps× Ss)

Σ(Pbase× Ss)

Dimana:

Indeks LQ 45 = Indeks harga saham LQ45 Ps = Harga saham

Ss =Jumlah saham yang beredar

Pbase = Harga dasar saham

(38)

2.1.7 Identifikasi Peristiwa

Penelitian ini menguji peristiwa – peristiwa ekonomi dan sosial-politik yang terjadi di dalam negeri yang diyakini memiliki kandungan informasi yang berarti bagi pasar. Karena berbagai keterbatasan, sebagai sampel diambil 3 (tiga) peristiwa ekonomi dan 7 (tujuh) peristiwa sosial-politik yang terjadi sepanjang periode 2014- 2016.

2.1.7.1 Peristiwa Ekonomi

(39)

30

Tidak dapat dipungkiri bahwa pasar modal kini telah memainkan peranan penting dalam perekonomian negara maju maupun berkembang. Bagi negara berkembang seperti Indonesia, pasar modal merupakan potensi perekonomian. Pasar modal mampu menawarkan solusi bagi permasalahan permodalan yang sering dihadapi dalam rangka pembangunan nasional. Terlebih ketika upaya perolehan tambahan modal melalui pinjaman dirasa semakin tidak menguntungkan (Purba, 2011).

Pronayuda (2006; dalam Kabela dan Hidayat, 2009) berpendapat bahwa semakin pentingnya sebuah pasar modal dalam kegiatan ekonomi, membuat bursa semakin sensitif terhadap berbagai peristiwa di sekitarnya, baik berkaitan atau tidak berkaitan secara langsung dengan isu ekonomi.

Peristiwa ekonomi yang digunakan sebagai peristiwa acuan dalam penelitian ini adalah Otoritas Jasa Keuangan Mengeluarkan Paket Kebijakan Stimulus Industri Keuangan RI, Pengumuman Paket Kebijakan Ekonomi Jokowi, dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengesahkan Undang-Undang tentang Pengampunan Pajak atau Tax Amnesty.

Tabel 2.1

(40)

No Tanggal Peristiwa Peristiwa-Peristiwa Ekonomi

1 24-Jul-15 Otoritas Jasa Keuangan Mengeluarkan PaketKebijakan Stimulus Industri Keuangan RI 2 09-Sep-15 Pengumuman Paket Kebijakan Ekonomi Jokowi

3 1 Juli 2016.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengesahkan Undang-Undang tentang Pengampunan Pajak atau Tax Amnesty

Sumber: Diolah penulis, 2016

2.1.7.2 Peristiwa Sosial-Politik

Menurut Easton (1962; Budiarjo, 2008) politik adalah studi mengenai terbentuknya kebijakan umum. Kehidupan politik mencakup bermacam-macam kegiatan yang mempengaruhi kebijakan dari pihak yang berwenang, yang diterima untuk suatu masyarakat, dan yang mempengaruhi cara untuk melaksanakan kebijakan itu. Kebijakan dan peristiwa sosial-politik yang diterima masyarakat dapat mempengaruhi keputusan yang diambil oleh masyarakat dalam kehidupannya, termasuk keputusan investasi.

(41)

32

bagi kestabilan iklim kondusif yang di inginkan para investor untuk melakukan transaksi di pasar modal. Hal ini dipertegas oleh Permana, dkk (2013) mengemukakan bahwa peristiwa politik seperti pergantian presiden, kerusuhan politik, pengumuman kabinet menteri, peperangan dan peristiwa politik lainnya dapat mempengaruhi kestabilan perekonomian negara yang berdampak pada fluktuasi harga dan volume perdagangan pada bursa efek.

Peristiwa sosial-politik yang digunakan sebagai peristiwa acuan dalam penelitian ini adalah Pemilu Legislatif , Pemilu Presiden, Pengesahan RUU Pilkada, Pengumuman Kabinet Kerja Jokowi, Reshuffle Kabinet 1, Bom Sarinah Thamrin, dan Reshuffle Kabinet 2.

Tabel 2.2

PERISTIWA-PERISTIWA SOSIAL-POLITIK

No Tanggal Peristiwa Peristiwa-Peristiwa Sosial-Politik 1 09-Apr-14 Pemilu Legislatif

2 09-Jul-14 Pemilu Presiden

3 26-Sep-14 Pengesahan RUU Pilkada

4 26-Okt-14 Pengumuman Kabinet Kerja Jokowi 5 12-Agust-15 Reshuffle Kabinet 1

(42)

2.2 Penelitian Terdahulu

Tabel 2.3

PENELITIAN TERDAHULU

(43)

34 sesudah pelantikan Joko Widodo sebagai Presiden Indonesia ke-7

3 Suwaryo Dampak Pemilu

Presiden dan statistik tidak terdapat perbedaan yang sifnifikan.

a. Adanya signifikansi abnormal return

(44)

trading volume

a. Adanya perbedaan signifikan antara rata-rata abnormal return dan trading volume activity

(45)

36 signifikan pada saat peristiwa pergantian

b. Terdapat perbedaan Average Abnormal Return (AAR) yang signifikan pada saat peristiwa pergantian

(46)

activity antara lima

Tidak terdapat perbedaan reaksi pasar saham yang signifikan antara peristiwa

politik selama

pemerintahan demokratis dan otokratis.

10 Vishal Kutchu Testing Semi-Strong Efficiency

Tidak terdapat perbedaan return saham selama event period dan pre-event period.

2.3 Paradigma Penelitian

Peristiwa Ekonomi

Dalam Negeri Peristiwa Sosial-PolitikDalam Negeri

SRV di seputar

(47)

38

H1 H2

H3

H4

Sumber: Diolah Penulis, 2016 SRV sebelum

peristiwa

SRV setelah peristiwa SRV sebelum

peristiwa SRV setelah

(48)

3.1 Gambaran Umum Subjek dan Objek Penelitian 3.1.1 Subjek Penelitian

Menurut Sekaran dan Bougie (2013, p242) subjek adalah bagian tunggal dari sampel dan merupakan sebagian elemen yang merupakan anggota tunggal dari populasi. Subjek yang dipilih dalam penelitian ini adalah perusahaan yang termasuk ke dalam indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam periode 2014-2016.

3.1.2 Objek Penelitian

Objek penelitian menurut Sugiyono (2012, p13) merupakan sasaran ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu tentang sesuatu hal objektif, valid, dan reliabel tentang suatu variabel tertentu. Dalam penelitian ini yang menjadi objek penelitian adalah security return variability saham LQ45 pada saat sebelum dan sesudah peristiwa-peristiwa ekonomi dan peristiwa-peristiwa sosial-politik dalam negeri pada periode April 2014-Juli 2016.

3.2 Definisi Operasional Variabel

Abnormal return dari suatu saham didefinisikan sebagai selisih antara tingkat keuntungan sebenarnya (actual return) dengan tingkat keuntungan

(49)

41

yang diharapkan (expected return). Secara matematis dirumuskan sebagai berikut :

ARi , t = abnormal return saham i pada hari t

Ri ,t = actual return untuk saham i pada hari t R

E(¿ ¿i , t) ¿

= expected return untuk saham i pada hari t

Actual return saham i pada hari t dapat dihitung dengan rumus :

Pi ,t = harga saham i pada hari t

Pi ,t1 = harga saham i pada hari t-1

Dalam penelitian ini, expected return dihitung dengan menggunakan Single-Index Market Model, karena peristiwa – peristiwa ekonomi maupun sosial-politik yang mengandung informasi relevan diyakini akan mempengaruhi pasar modal secara keseluruhan, sehingga harga masing – masing saham yang dijadikan sampel akan bergerak searah dengan indeks pasar. Rumusnya adalah :

R E(¿¿i ,t) ARi , t=Ri ,t−¿

Ri ,t=Pi ,tPi ,t−1

Pi , t−1

R

(50)

Rmt = return pasar pada hari t

Koefisien α dan β diperoleh dari perhitungan persamaan regresi runtut waktu antara return saham (Ri,t) dengan return pasar (Rmt) selama estimation period. Dari koefisien α dan β tersebut dapat dihitung expected return tiap – tiap saham atau E(Ri) selama event period.

Sehubungan dengan karakteristik BEI sebagai pasar yang tipis (thin market), return pasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah return dari indeks LQ45. Dengan demikian :

Pmt = indeks LQ45 pada hari t Pmt1 = indeks LQ45 pada hari t-1

Sebagai event study yang meneliti banyak peristiwa secara bersama –sama, kemungkinan terdapat peristiwa yang ditanggapi positif maupun negatif oleh pasar, sehingga penggunaan indikator abnormal return bila dijumlahkan dapat saling menghilangkan antara abnormal return positif dan abnormal return negatif. Oleh karena itu, untuk mengukur perubahan harga, penelitian ini menggunakan indikator Variabilitas Tingkat Keuntungan (Security Return Variability, SRV) yang dirumuskan dalam Husnan (1996) sebagai berikut :

Rmt=PmtPmt−1

Pmt−1

AR V(¿¿i) SRVi ,t=(ARi ,t)

2

(51)

43

SRVi ,t = variabilitas tingkat keuntungan saham i pada hari t

ARi, t = abnormal return saham i pada hari t AR

V(¿¿i) ¿

= varian dari abnormal return saham i pada periode estimasi

Adapun yang dimaksud dengan seputar peristiwa dalam penelitian ini adalah sepanjang event period, yaitu dari lima hari sebelum terjadinya peristiwa hingga lima hari setelah terjadinya peristiwa.

3.3 Metode Pengumpulan Data 3.3.1 Jenis Penelitian

(52)

(event window) yang digunakan dalam penelitian ini adalah 5 hari bursa sebelum dan 5 hari bursa sesudah peristiwa. Event window dipilih selama 11 hari karena apabila event window terlalu panjang memiliki kecenderungan akan berbaur dengan pengaruh peristiwa lainnya dengan kata lain disebut dengan counfounding effect (Setyawasih, 2007). Penentuan jangka waktu tersebut diharapkan pasar akan bereaksi penuh dan dapat dilihat kecepatan reaksinya.

Gambar 3.1

PERIODE PENELITIAN

3.3.2 Teknik Pengumpulan Data

(53)

45

Teknik dokumentasi yang dilakukan dalam penelitian ini dilakukan dengan mencari data-data yang telah dicatat atau didokumentasikan, baik oleh perusahaan yang bersangkutan maupun Bursa Efek Indonesia (BEI).

3.3.3 Jenis dan Sumber Data 3.3.3.1 Jenis Data

Berdasarkan cara perolehan datanya, jenis data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data panel. Data panel merupakan penggabungan dari data time series dan cross section (Ajija et al. 2011, p8). Data cross section adalah pengumpulan data pada satu periode tertentu atas beberapa objek yang bertujuan untuk menggambarkan suatu keadaan, sedangkan data time series adalah data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu pada satu objek yang berfungsi untuk menggambarkan objek (Siregar, 2013, p16).

3.3.3.2 Sumber Data

Data yang akan digunakan penelitian ini merupakan data sekunder. Data sekunder adalah data yang didapat tidak secara langsung dari objek penelitian, peneliti mendapatkan data yang sudah jadi yang dikumpulkan oleh pihak lain dengan berbagai cara atau metode baik secara komersial maupun non komersial (Muhammad Rusli 2014, p9). Data yang akan digunakan terdiri dari :

(54)

2. Daftar saham perusahaan yang termasuk dalam LQ45 selama periode penelitian untuk masing – masing sampel peristiwa, diperoleh dari website resmi Bursa Efek Indonesia (www.idx.co.id).

3. Harga penutupan (closing prices) saham perusahaan LQ45 pada 5 hari sebelum hingga 5 hari setelah masing – masing sampel peristiwa, diperoleh dari website resmi Yahoo Finance (www.yahoofinance.com).

4. Indeks LQ45 pada 5 hari sebelum hingga 5 hari setelah masing – masing sampel peristiwa, diperoleh dari website resmi Yahoo Finance (www.yahoofinance.com).

3.3.4 Populasi dan Sampel 3.3.4.1 Populasi

Arikunto (2010, p173) berpendapat bahwa populasi adalah keseluruhan subyek penelitian. Sedangkan menurut Sugiyono (2015, p148), populasi dapat didefinisikan sebagai wilayah generalisasi yang terdiri dari obyek atau subyek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.

(55)

47

sebagian besar saham tidak aktif diperdagangkan (saham tidur). Karena LQ45 terdiri dari saham– saham yang paling aktif diperdagangkan di BEI, diharapkan reaksi pasar terhadap informasi yang diperoleh akan tercermin melalui pergerakan harga saham yang termasuk dalam LQ45 tersebut.

3.3.4.2 Sampel

Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2015, p149). Adapun cara dalam penentuan sampel, peneliti menggunakan metode purpose sampling. Sugiyono (2015, p156) menjelaskan bahwa purpose sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Kriteria saham yang akan dilakukan penelitian untuk dijadikan sampel penelitian adalah saham-saham yang aktif diperdagangkan selama periode penelitian serta saham-saham yang tidak melakukan corporate action selama periode penelitian.Berdasarkan kriteria yang disebutkan di atas, maka peneliti mengambil sampel seluruhnya sejumlah 34 sampel perusahaan. Dengan sampel sejumlah itu diharapkan sudah memenuhi persyaratan dalam pengambilan sampel.

Tabel 3.1

SAMPEL PERUSAHAAN

No Kode

Saham Nama Perusahaan No

Kode

(56)

3 ADRO Adaro Energy Tbk 20 LPKR Lippo Karawaci Tbk 4 AKRA AKR Corporindo Tbk 21 LSIP PP London SumateraIndonesia Tbk

5 ASII Astra International Tbk 22 MNCN Media Nusantara CitraTbk

6 ASRI Alam Sutera Realty Tbk 23 PGAS Perusahaan Gas Negara(Persero) Tbk 7 BBCA Bank Central Asia Tbk 24 PTBA Bukit Asam (Persero)

Tbk

8 BBNI Bank Negara Indonesia(Persero) Tbk 25 PTPP

Pembangunan

Perumahan (Persero) Tbk

9 BBRI Bank Rakyat Indonesia(Persero) Tbk 26 PWON Pakuwon Jati Tbk

10 BMRI Bank Mandiri (Persero)Tbk 27 SMGR Semen(Persero) Tbk Indonesia

11 BMTR Global Mediacom Tbk 28 SMRA Summarecon AgungTbk

12 BSDE Bumi Serpong Damai Tbk 29 TBIG TowerInfrastructure TbkBersama

13 CPIN CharoenIndonesia Tbk Pokphand 30 TLKM TelekomunikasiIndonesia (Persero) Tbk

14 GGRM Gudang Garam Tbk 31 UNTR United Tractors Tbk

15 ICBP Indofood CBP SuksesMakmur Tbk 32 UNVR Unilever Indonesia Tbk

16 INDF Indofood Sukses MakmurTbk 33 WIKA Wijaya Karya (Persero)Tbk

(57)

3.4 Teknik Analisis

Setiap peristiwa terdiri dari beberapa sampel saham. Rata-rata Security Return Variability (SRV) untuk satu peristiwa dirumuskan:

ASRV=Σ SRV K Keterangan:

ASRV = rata-rata SRV untuk peristiwa j pada hari t SRV = SRV saham i untuk peristiwa j pada hari t K = jumlah sampel saham untuk peristiwa j

Kemudian untuk memperoleh SRV rata-rata untuk satu kelompok peristiwa dirumuskan:

AASRV=Σ ASRV n

Keterangan:

AASRV = rata-rata SRV dari kelompok peristiwa pada hari t ASRV = rata-rata SRV untuk peristiwa j pada hari t

N = jumlah sampel peristiwa dalam kelompok peristiwa

3.5 Metode Analisis

3.5.1 Studi Peristiwa (Event Study)

(58)

Secara lebih spesifik studi peristiwa menyelidiki respons pasar terhadap kandungan informasi dari suatu pengumuman atau publikasi peristiwa tertentu. Kandungan informasi dapat berupa berita baik (goodnews) atau berita buruk (bad news). Hipotesa pasar efisien memprediksikan bahwa pasar akan memberi respons pasar positif untuk berita baik, dan respons negatif untuk berita buruk.

Pengujian kandungan informasi dan pengujian efisiensi pasar setengah kuat merupakan pengujian yang berbeda. Pengujian kandungan informasi dimaksudkan untuk melihat reaksi dari suatu pengumuman. Jika pengumuman mengandung informasi (information content), maka diharapkan pasar akan bereaksi pada waktu pengumuman tersebut diterima oleh pasar. Reaksi pasar ditunjukan dengan adanya perubahan harga dari sekuritas bersangkutan. Reaksi ini dapat diukur dengan menggunakan return sebagai nilai perubahan harga atau dengan menggunakan abnormal return.

(59)

Peristiwa yang menjadi fokus penelitian dapat dikelompokan ke dalam beberapa jenis. Menurut Tandelilin (2010, p566) jenis studi peristiwa tersebut antara lain yaitu:

a. Peristiwa konvensional

Studi peristiwa konvensional mempelajari respons pasar terhadap peristiwa-peristiwa yang seringkali terjadi dan diumumkan secara terbuka oleh emiten di pasar modal. Beberapa contoh studi peristiwa konvensional, antara lain: pengumuman laba, pembayaran dividen, penawaran hak atas saham (right issue), merger dan akuisisi, pengumuman pembelanjaan kapital, stock split dan bentuk sejenis lainnya.

b. Peristiwa kluster

Studi peristiwa kluster atau kelompok mempelajari respons pasar terhadap peristiwa yang diumumkan secara terbuka yang terjadi pada waktu yang sama dan berdampak pada sekelompok perusahaan (kluster perusahaan) tertentu. Contoh peristiwa kluster adalah pengumuman pemerintah yang membuat regulasi pada industri tertentu sehingga diperkirakan berdampak pada aliran kas perusahaan dalam industri yang bersangkutan.

c. Peristiwa yang tak terduga

Studi peristiwa tak terduga (unanticipated event) merupakan varian dari studi peristiwa kluster. Studi ini mempelajari respons pasar terhadap suatu peristiwa yang tidak terduga (unanticipated event). Sifat peristiwa sangat jarang terjadi, tidak semua peristiwa tak terduga relevan dengan peristiwa yang terkait dengan pasar modal.

(60)

peristiwa-peristiwa yang terjadi secara berurutan dalam situasi ketidakpastian yang tinggi. Dalam hal ini kecepatan dan ketepatan informasi menjadi kunci dari respons pasar.

3.5.2 Uji Normalitas

Menurut Ghozali (2011, p160), uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Uji normalitas dengan grafik dapat menyesatkan jika peneliti tidak berhati-hati mengamati grafik hasil pengujian. Oleh karena itu, peneliti memilih uji statistik lain yang dapat digunakan untuk menguji normalitas residual yaitu uji statistik Kolmogorov-Smirnov (K-S). Uji Kolmogorov-Smirnov dilakukan dengan melihat nilai 2-tailed significant. Ho diterima dan Ha ditolak apabila angka signifikan (sig) > 0,05. Ho ditolak dan Ha diterima apabila angka signifikan (sig) < 0,05. Uji Kolmogorov-Smirnov dilakukan dengan menggunakan hipotesa:

Ho: Data residual berdistribusi normal Ha: Data residual tidak berdistribusi normal

3.5.3 Uji Paired Samples T-Test

(61)

kaidah keputusan dengan menggunakan uji paired sample t-test adalah sebagai berikut:

a. Jika Signifikansi > 0,05 maka Ho diterima. b. Jika Signifikansi ¿ 0,05 maka Ho ditolak.

3.6 Hipotesa Penelitian

Pengujian hipotesa dengan uji beda paired samples T-test adalah sebagai berikut:

1. Pengujian hipotesa pertama

a. Menentukan hipotesa nol dan hipotesa alternatif. Ho : μ1 = μ2

Artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata SRV sebelum dan sesudah peristiwa-peristiwa ekonomi di dalam negeri.

Ha : μ1 ≠ μ2

Artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata SRV sebelum dan sesudah peristiwa-peristiwa ekonomi di dalam negeri.

b. Kriteria pengambilan keputusan dengan kriteria sebagai berikut:  Jika Signifikansi > 0,05 maka Ho diterima.

 Jika Signifikansi ¿ 0,05 maka Ho ditolak. c. Membuat Kesimpulan

2. Pengujian hipotesa kedua

a. Menentukan hipotesa nol dan hipotesa alternatif. Ho : μ1 = μ2

Artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata SRV sebelum dan sesudah peristiwa-peristiwa sosial-politik di dalam negeri.

Ha : μ1 ≠ μ2

Artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata SRV sebelum dan sesudah peristiwa-peristiwa sosial-politik di dalam negeri.

(62)

3. Pengujian hipotesa ketiga

a. Menentukan hipotesa nol dan hipotesa alternatif. Ho : μ1 = μ2

Artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata SRV sebelum peristiwa ekonomi dan sebelum peristiwa-peristiwa sosial-politik di dalam negeri.

Ha : μ1 ≠ μ2

Artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata SRV sebelum peristiwa ekonomi dan sebelum peristiwa-peristiwa sosial-politik di dalam negeri.

b. Kriteria pengambilan keputusan dengan kriteria sebagai berikut:  Jika Signifikansi > 0,05 maka HO diterima.

 Jika Signifikansi ¿ 0,05 maka HO ditolak. c. Membuat Kesimpulan

4. Pengujian hipotesa keempat

a. Menentukan hipotesa nol dan hipotesa alternatif. Ho : μ1 = μ2

Artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata SRV sesudah peristiwa ekonomi dan sesudah peristiwa-peristiwa sosial-politik di dalam negeri.

Ha : μ1 ≠ μ2

Artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata SRV sesudah peristiwa ekonomi dan sesudah peristiwa-peristiwa sosial-politik di dalam negeri.

b. Kriteria pengambilan keputusan dengan kriteria sebagai berikut:  Jika Signifikansi > 0,05 maka Ho diterima.

(63)
(64)

4.1 Penyajian Data

4.1.1 Periode Pengamatan

Tanggal suatu peristiwa dipublikasikan untuk ditetapkan sebagai event day ( t0 ). Periode peristiwa (event period) yang diambil adalah lima hari bursa sebelum peristiwa (t-5) sampai lima hari bursa setelah terjadinya peristiwa (t+5).

Tabel 4.1

EVENT PERIOD PERISTIWA-PERISTIWA EKONOMI

No Peristiwa t-5 t0 t+5

1

Otoritas Jasa Keuangan Mengeluarkan Paket Kebijakan Stimulus Industri Keuangan RI

17-Jul-2015 24-Jul-2015 31-Jul-2015

2

Pengumuman Paket

Kebijakan Ekonomi

Jokowi 2-Sept-2015 09-Sep-2015 16-Sep-2015

3

Presiden Joko Widodo (Jokowi) Mengesahkan Undang-Undang tentang Pengampunan Pajak atau Tax Amnesty

24-Jun-2016 1-Jul-2016 8-Jul-2016

Sumber: Diolah penulis, 2016

(65)

57

Tabel 4.2

EVENT PERIOD PERISTIWA-PERISTIWA SOSIAL-POLITIK

No Peristiwa t-5 t0 t+5

1 Pemilu Legislatif 2-Apr-2014 09-Apr-2014 16-Apr-2014

2 Pemilu Presiden 2-Jul-2014 09-Jul-2014 16-Jul-2014

3 Pengesahan RUU Pilkada 19-Sep-2014 26-Sept-2014 3-Okt-2014 4 PengumumanKerja Jokowi Kabinet 20-Okt-2014 27-Okt-2014 3-Nov-2014 5 Reshuffle Kabinet 1 5-Agust-2015 12-Agust-2015 19-Agust-2015 6 Bom Sarinah Thamrin 7-Jan-2016 14-Jan-2016 21-Jan -2016 7 Reshuffle Kabinet 2 20-Jul-2016 27-Jul-2016 3-Agust-2016 Sumber: Diolah penulis, 2016

4.1.2 Daftar Perusahaan

Data yang digunakan pada penelitian ini adalah semua perusahaan go public yang konsisten terdaftar dalam indeks LQ45 selama periode 2014 sampai dengan 2016 dan memenuhi beberapa kriteria yang ditentukan oleh penulis. Jadi total sampel yang digunakan adalah sebanyak 34 perusahaan. Data mengenai daftar perusahaan dapat dilihat pada tabel 4.3.

(66)

DAFTAR PERUSAHAAN

No SahamKode Nama Perusahaan No SahamKode Nama Perusahaan 1 AALI Astra Agro Lestari Tbk 18 JSMR Jasa Marga (Persero)

Tbk

2 ADHI Adhi Karya (Persero)Tbk 19 KLBF Kalbe Farma Tbk

3 ADRO Adaro Energy Tbk 20 LPKR Lippo Karawaci Tbk

4 AKRA AKR Corporindo Tbk 21 LSIP PP London SumateraIndonesia Tbk 5 ASII Astra International Tbk 22 MNCN Media Nusantara Citra

Tbk

6 ASRI Alam Sutera Realty Tbk 23 PGAS Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk

7 BBCA Bank Central Asia Tbk 24 PTBA Bukit Asam (Persero) Tbk

8 BBNI Bank Negara Indonesia

(Persero) Tbk 25 PTPP

Pembangunan

Perumahan (Persero) Tbk

9 BBRI Bank Rakyat Indonesia(Persero) Tbk 26 PWON Pakuwon Jati Tbk

10 BMRI Bank Mandiri (Persero)Tbk 27 SMGR Semen(Persero) Tbk Indonesia

11 BMTR Global Mediacom Tbk 28 SMRA Summarecon AgungTbk 12 BSDE Bumi Serpong Damai

Tbk 29 TBIG

Tower Bersama

Infrastructure Tbk 13 CPIN Charoen Pokphand

Indonesia Tbk 30 TLKM

Telekomunikasi

Indonesia (Persero) Tbk

14 GGRM Gudang Garam Tbk 31 UNTR United Tractors Tbk

15 ICBP Indofood CBP SuksesMakmur Tbk 32 UNVR Unilever Indonesia Tbk

16 INDF IndofoodMakmur Tbk Sukses 33 WIKA Wijaya Karya (Persero)Tbk

(67)

59

4.1.3 Data Harga Saham

Data harga saham yang disesuaikan dengan sampel yang berasal dari semua perusahaan go public yang konsisten terdaftar dalam indeks LQ45 selama periode 2014 sampai dengan 2016. Data mengenai harga saham dapat dilihat di lampiran 1.

4.1.4 Data Indeks LQ45

Data indeks LQ45 adalah data indeks yang berisikan tentang angka-angka yang menjadi ukuran situasi atau gambaran keseluruhan pasar modal gabungan harga saham perusahaan emiten sesuai dengan kriteria indeks LQ45 yaitu 45 saham teraktif diperdagangkan. Data mengenai indeks LQ45 dapat dilihat pada lampiran 2.

4.1.5 Data Security Return Variability Rata-Rata Kelompok Data rata-rata Security Return Variability kelompok, akan disajikan sebagai berikut:

1. AASRV KELOMPOK EKONOMI Tabel 4.4

AASRV KELOMPOK EKONOMI

Sebelum Sesudah

Periode AASRV Periode AASRV

t-1 277,0312 t+1 369,2279

t-2 609,4550 t+2 66,5019

t-3 50,3161 t+3 14,7419

t-4 93,0418 t+4 4489,2673

t-5 718,6257 t+5 145,5234

(68)

Pada tabel 4.4 diketahui bahwa AASRV kelompok ekonomi terendah sebelum terjadinya peristiwa ekonomi terjadi pada t-3 yaitu 50,3161dan sesudah terjadinya peristiwa ekonomi terjadi pada t+3 yaitu 14,7419.

Diketahui bahwa AASRV kelompok ekonomi tertinggi sebelum terjadinya peristiwa ekonomi terjadi pada t-5 yaitu 718,6257 dan sesudah terjadinya peristiwa ekonomi terjadi pada t+5 yaitu 4489,2673.

2. AASRV KELOMPOK SOSIAL-POLITIK Tabel 4.5

AASRV KELOMPOK SOSIAL-POLITIK

Sebelum Sesudah

Periode AASRV Periode AASRV

t-1 49,2460 t+1 76,3744

t-2 200,7347 t+2 96,3150

t-3 228,7296 t+3 386,4703

t-4 177,0168 t+4 530,4007

t-5 431,3673 t+5 97,7729

Sumber: Diolah penulis, 2016

Pada tabel 4.5 diketahui bahwa AASRV kelompok sosial-politik terendah sebelum terjadinya peristiwa sosial-politik terjadi pada t-1 yaitu 49,2460 dan sesudah terjadinya peristiwa sosial-politik terjadi pada t+1 yaitu 76,3744.

(69)

61

4.2 Analisis Data dan Interpretasi 4.2.1 Hasil Uji Normalitas

Sebelum melakukan uji t statistik, maka terlebih dahulu dilakukan uji normalitas terhadap data. Data yang baik dan layak digunakan dalam penelitian adalah data yang memiliki distribusi normal. Uji statistik yang digunakan menilai apakah data berdistribusi dengan normal atau tidak digunakan uji statistik nonparametrik Kolmogorof-Smirnov (K-S). Menurut Gujarati dalam Yanti (2012, p8), data yang memiliki distribusi normal diharapkan dapat mewakili nilai populasi sehingga sampel yang diambil dan dijadikan penaksir dapat mewakili populasi ketika ditarik kesimpulan tentang nilai populasi sebenarnya. Uji K-S dilakukan dengan membuat hipotesis:

Ho: data berdistribusi normal. Ha: data tidak berdistribusi normal.

Tingkat alpha yang ditetapkan adalah 5%. Kriteria yang digunakan yaitu Ho diterima apabila Asymp. Sig (2-tailed) ¿ dari tingkat alpha yang ditetapkan (5%).

Tabel 4.6

(70)

AASRV

Mean 349,6940 1017,0525 217,4189 237,4667 Std.

Absolute ,205 ,430 ,267 ,349 Positive ,202 ,430 ,267 ,349 Negative -,205 -,303 -,185 -,220 Kolmogorov-Smirnov Z ,459 ,962 ,598 ,780 Asymp. Sig. (2-tailed) ,984 ,312 ,867 ,577 a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

Sumber: Data yang telah diolah SPSS 21, 2016

Dari hasil pengujian statistik non-parametrik Kolmogorof-Smirnov (K-S) pada tabel 4.6, terlihat bahwa semua variabel distribusi datanya normal. Hal itu terlihat dari nilai Asymp. Sig. (2-tailed) semua variabel memiliki nilai yang lebih besar dari pada tingkat alpha yang ditetapkan (5%). Adapun analisis pengujian datanya adalah sebagai berikut:

1. Uji Normalitas AASRV kelompok ekonomi

a. Normalnya distribusi data AASRV kelompok ekonomi sebelum peristiwa juga dapat diketahui dari nilai signifikan 0,984 yang berarti lebih besar dari probabilitas 0,05. Berdasarkan data tersebut disimpulkan data terdistribusi normal dengan menerima Ho dan menolak Ha.

(71)

63

tersebut disimpulkan data terdistribusi normal dengan menerima Ho dan menolak Ha.

2. Uji Normalitas AASRV kelompok sosial-politik

a. Normalnya distribusi data AASRV kelompok sosial-politik sebelum peristiwa juga dapat diketahui dari nilai signifikan 0,867 yang berarti lebih besar dari probabilitas 0,05. Berdasarkan data tersebut disimpulkan data terdistribusi normal dengan menerima Ho dan menolak Ha.

b. Normalnya distribusi data AASRV kelompok sosial-politik sesudah peristiwa juga dapat diketahui dari nilai signifikan 0,577 yang berarti lebih besar dari probabilitas 0,05. Berdasarkan data tersebut disimpulkan data terdistribusi normal dengan menerima Ho dan menolak Ha.

4.2.2 Pengujian Hipotesa

Setelah melakukan uji normalitas yang menyatakan bahwa data yang akan digunakan berdistribusi normal, maka tahap berikutnya melakukan analisis statistik dengan menggunakan uji t-Test (paired sample t-Test). Dalam penelitian ini ditetapkan tingkat signifikan sebesar 5%, yang berarti tingkat kesalahan dari penelitian ini adalah sebesar 5%.

Pengujian Hipotesa 1

(72)

Ho : tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata SRV sebelum dan sesudah peristiwa-peristiwa ekonomi di dalam negeri.

Ha : terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata SRV sebelum dan sesudah peristiwa-peristiwa ekonomi di dalam negeri.

Keputusan:

 Jika Signifikansi > 0,05 maka Ho diterima.  Jika Signifikansi ¿ 0,05 maka Ho ditolak.

Penarikan kesimpulan berdasarkan uji statistik yang dilakukan dengan tingkat kepercayaan 95%. Berikut ini hasil pengolahan data AASRV kelompok ekonomi yang dijadikan sampel sebelum dan sesudah peristiwa dengan menggunakan paired sample t-Test.

Tabel 4.7

PAIRED SAMPLE T-TEST AASRV EKONOMI

Paired Samples Statistics

Mean N Std. Deviation Std. Error Mean

Pair 1 Sebelum 349,6940 5 301,81275 134,97476

Sesudah 1017,0525 5 1945,74461 870,16344

Paired Samples Correlations

N Correlation Sig.

Pair 1 Sebelum & Sesudah 5 -,474 ,420

Paired Samples Test

(73)

65

Sumber: Data yang telah diolah SPSS 21, 2016

Tabel 4.7 di atas, menunjukkan bahwa AASRV kelompok ekonomi selama 5 hari sebelum peristiwa (t-5 sampai t-1) diperoleh sebesar 349,6940 sedangkan setelah peristiwa (t+1 sampai t+5) AASRV kelompok ekonomi diperoleh 1017,0525. Berarti terdapat kenaikan 667,3585 AASRV kelompok ekonomi setelah peristiwa.

Sedangkan hasil pengujian perbedaan AASRV kelompok ekonomi sebelum dan setelah peristiwa, nilai sig 2-tailed = 0,518 atau berada di atas 0,025 sehingga Ho diterima dan Ha ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata SRV sebelum dan sesudah peristiwa-peristiwa ekonomi di dalam negeri.dengan tingkat keyakinan 95%. Hal ini berarti peristiwa ekonomi memiliki kandungan informasi yang kuat sehingga tidak mempengaruhi harga saham.

Figur

Gambar 2.1
Gambar 2 1. View in document p.27
Tabel 2.2PERISTIWA-PERISTIWA SOSIAL-POLITIK
Tabel 2 2PERISTIWA PERISTIWA SOSIAL POLITIK. View in document p.41
Tabel 2.3 PENELITIAN TERDAHULU
Tabel 2 3 PENELITIAN TERDAHULU. View in document p.42
Gambar 3.1PERIODE PENELITIAN
Gambar 3 1PERIODE PENELITIAN. View in document p.52
EVENT PERIODTabel 4.1 PERISTIWA-PERISTIWA EKONOMI
EVENT PERIODTabel 4 1 PERISTIWA PERISTIWA EKONOMI. View in document p.64
Tabel 4.3
Tabel 4 3. View in document p.65
Tabel 4.4AASRV KELOMPOK EKONOMI
Tabel 4 4AASRV KELOMPOK EKONOMI. View in document p.67
Tabel 4.7 di atas, menunjukkan bahwa AASRV kelompok ekonomi selama
Tabel 4 7 di atas menunjukkan bahwa AASRV kelompok ekonomi selama. View in document p.73
Tabel 4.8 di atas, menunjukkan bahwa AASRV kelompok sosial-politik
Tabel 4 8 di atas menunjukkan bahwa AASRV kelompok sosial politik. View in document p.75
Tabel 4.9 di atas, menunjukkan bahwa AASRV kelompok ekonomi selama
Tabel 4 9 di atas menunjukkan bahwa AASRV kelompok ekonomi selama. View in document p.77
Tabel  4.10  di  atas,  menunjukkan  bahwa  AASRV  kelompok  ekonomi
Tabel 4 10 di atas menunjukkan bahwa AASRV kelompok ekonomi. View in document p.80

Referensi

Memperbarui...