PERANCANGAN MAINTENANCE COMPONENT CONTROL SYSTEM PADA
MINE MAINTENANCE DEPARTMENT DI PT. XYZ NUSA TENGGARA
Robby Alexander 1), Budyi Suswanto2) ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk membantu manajemen Mine Maintenance dalam mengambil keputusan pengendalian komponen yang meliputi umur komponen, masa penggantian komponen atau overhaul, mengetahui total rencana anggaran pembelian komponen dalam periode tertentu, jangka waktu pembelian komponen. Pengambilan keputusan pengendalian komponen sangat penting bagi manajemen mengingat pembelian komponen untuk alat berat Shovel dan Drill adalah diluar negeri yang membutuhkan waktu pengiriman komponen sampai ke lokasi paling cepat 3 bulan dan paling lama mencapai 1 tahun 6 bulan. Dengan hal - hal tersebut diatas perancangan dan penerapan Maintenance Component Control System merupakan langkah tepat bagi Mine
Maintenance Department di PT. XYZ dalam pengendalian komponen yang cepat, tepat dan akurat.
Pada penelitian ini data diperoleh dari Mine Maintenance Department PT. XYZ melalui pendekatan riset yaitu observasi dan wawancara dengan karyawan dan pimpinan department. Perancangan Maintenance Component Control System pada Mine Maintenance menggunakan software Borland Delphi.
Dari penelitian ini dihasilkan bahwa setelah melalui pengujian terhadap rancangan
Maintenance Component Control System yang ditinjau dari aspek kecepatan, ketepatan dan
keakuratan dalam pengendalian komponen, Maintenance Component Control System sangat layak untuk di aplikasikan di Mine Maintenance Department PT. PT. XYZ sebagai media informasi pengendalian komponen Shovel dan Drill.
Kata Kunci : Sistem, Maintenance Component Control System
PENDAHULUAN
Perubahan-perubahan yang terjadi pada masa sekarang ini terjadi dengan sangat cepat, terutama perubahan-perubahan yang terjadi pada bidang teknologi. Sejalan dengan perkembangan teknologi yang sangat kompleks, para manajer akan bekerja pada suatu system yang juga bekerja secara kompleks dan serba otomatis. Oleh karena itu, dalam pengambilan keputusan perlu memperhatikan berbagai macam faktor. Perubahan-perubahan yang sangat cepat ini jelas akan mempengaruhi tata cara kerja para manajer. Dimana dalam melihat suatu masalah tidak lagi hanya sebagai suatu bagian saja, tetapi juga sebagai suatu kesatuan sistem serta mendukung kegiatan didalam pengambilan keputusan, sehingga diperlukan suatu sistem yang dapat memberikan informasi yang berhubungan dengan faktor-faktor tersebut dalam jumlah yang cukup, hasil yang baik, dapat dipercaya serta dapat diperoleh dengan cepat dan mudah. Dan mendapatkan hasil yang
lebih efisien dan lebih efektif dibandingkan dengan mengambil keputusan tanpa didasari oleh suatu informasi yang baik.
Dengan meningkatnya kapasitas produksi PT XYZ. Maka perlu suatu sistem informasi manajemen di PT XYZ yang mampu memberikan pelayanan efektif dan efisien. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan pada didalam pengaturan dan penyediaan informasi. Penggunaan hasil perancangan dan menerapkan sistem informasi manajemen yang berbasis komputer didalam mengelola data yang berhubungan dengan administrasi
Maintenance Component di Mine Maintenace
PT XYZ, diharapkan Mine Maintenance PT XYZ mampu memberikan pelayanan yang efektif dan efisien dalam peningkatan produktivitas kerja.
Tabel 1 Kelemahan sistem yang terdahulu
Sumber : Mine Maintenance Area PT XYZ Studi Literatur
Banyak perusahaan yang percaya bahwa menghadapi persaingan dengan penggunaan teknologi informasi dalam sistem informasinya secara potensial akan memberikan banyak keuntungan, antara lain akses pasar yang lebih mudah, memberikan kemudahan dalam melakukan perubahan melalui diferensiasi, menciptakan efisiensi cost dan mampu mengubah wujud industri dari suatu perusahaan ” (Edi Subioyantoro, 1997 : 12). mencapai suatu tujuan Elemen mesin, dalam hal ini adalah perangkat keras dan perangkat lunak komputer, merupakan sebuah sistem yang tertutup dan deterministik, sedangkan elemen manusia merupakan sistem terbuka dan probalistik.
Konsep manusia-mesin menunjukkan adanya pembagian tugas, mana yang harus dikerjakan manusia dan mana yang harus dikerjakan dengan mesin atau komputer. Interaksi antara manusia dan mesin dilakukan melalui suatu media. Subsistem manusia adalah bertanggung jawab atas masuknya data input, menjalankan sistem dan memanfaatkan output sistem tersebut.
Data yang telah diproses, dipresentasikan dengan cara-cara tertentu sehingga dapat dipergunakan untuk mengidentifikasikan dan menganalisis solusi yang mungkin dalam pengambilan keputusan. Sehingga akan sangat efektif bila pengambilan keputusan dapat memakai dialog yang interaktif untuk membuat suatu rancangan. Perencangan Perangkat Lunak
Dalam merancang suatu perangkat lunak, maka analisis harus menentukan suatu
mekanisme yang membantunya memilih alat dan pendukungnya baik dalam perancangan maupun aplikasinya dan mampu menilai performa dari perangkat lunak yang dihasilkan serta mampu mengkoordinasikan, mengontrol, dan manajemen pelaksanaan pengerjaan peringktan lunak.
Mekanisme kerja sistem engineering terdiri dari tiga unit penting, yaitu :
1. Metode, maksudnya metode yang digunakan untuk mengembangkan dan membuat perangkat lunak.
2. Alat Bantu, terdapat dua tipe alat bantu yang digunakan untuk mendukung pelaksanaan pengembangan atau pembuatan perangkat lunak, yaitu alat bantu yang bersifat manual dan alat bantu yang bersifat otomatis.
3. Prosedur, prosedur akan mendefinisikan urutan-urutan pengerjaan dari metode, alat bantu yang digunakan dalam pemecahan dan pembuatan perangkat lunak.
Gambar 1. Proses Pengembangan sistem (Sumber : Raymond Mcleod, 1979 :232)
Database Object
Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, terdapat berbagai database object dengan memiliki fungsi yang berbeda-beda, yaitu :
1. Tables, adalah database object dimana data disimpan dan ditampilkan didalam bentuk kolom dan baris. Setiap kolom berisi satu jenis data.
2. Views, adalah database object yang dipergunakan untuk menghasilkan informasi dari suatu database tabel maupun beberapa database tabel sesuai dengan formula yang digunakan oleh
pemakai. Seperti pada tabel, data didalam view ditampilkan dalam bentuk kolom dan baris, tetapi view sendiri tidak berisi data.
3. Indeks, adalah database object yang berisi pointer terhadap database tabel dalam suatu urutan tertentu sesuai dengan keinginan pemakai. Indeks ini akan mempercepat didalam proses pencarian data pada database tables. Indeks ini secara otomatis bekerja pada saat pemakai sedang mengakses atau menggunakan database tersebut.
4. Sequences, adalah database object yang menghasilkan suatu seri angka yang berurutan. Sequence ini dapat dipergunakan sebagai kode yang bersifat unik bagi database tables. Metodologi Penelitian
Survey awal
Survey atau studi pendahuluan yang
akan dilakukan yaitu menemui pihak Menajemen Mine Maintenance Area PT XYZ, untuk menceritakan maksut dan tujuan penelitian dengan harapan pihak management menyediakan data – data dalam penelitian ini. Identifikasi Masalah
Permasalahan yang terjadi disebabkan karena belum adanya suatu sistem yang baku dalam penyampaian informasi atau sistem pengolah data yang dipakai masih bersifat manual, sehingga menyulitkan dalam pengambilan keputusan.
Gambar 2 Diagram Alir Penelitian
Pembahasan Halaman Utama
Halaman utama menginformasikan kepada user telah memasuki sistem, dan sistem dapat digunakan dengan denagn baik.
Gambar 3 Halaman Utama Menu Login
Menu ini adalah menu keamanan dimana user sebelum memasuki menu utama atau menu yang lainnya akan memasuki menu login, dimana user harus memasukkan
Gambar 4 Menu Login Menu Input Data Component
Pada menu Input Data Component ini digunakan untuk pemasukan data mengenai
component, yang dapat dijadikan master data component. Dan data component tersebut
merupakan input data.
Menu Data Equipment
Pada menu input data equipment berfungsi sebagai pemasukan data untuk peralatan – peralatan berat seperti shovell dan
drill, input data ini terdiri dari :
Gambar 6 Input Data Equipment
Menu Setting Maintenance Component
Control System
Pada menu setting ini digunakan untuk
setup tanggal, bulan dan tahun di mulainya budgeting, memasukan labour per hour, adjust
umur komponen, menentukan kenaikan harga komponen, memasukkan lamanya waktu pengiriman komponen dari workshop yang ada di Australia ke lokasi. Item – item yang ada di menu ini adalah :
Gambar 7 Menu Setting Maintenance
Component Control System
Menu Input Data Standard Job
Menu ini berfungsi sebagai input data untuk standard berapa lamanya pekerjaan perawatan yang akan dilakukan dan jumlah
Man Power, input data ini terdiri dari :
Gambar 8 Input Data Standard
Menu Input Plan Component Replacement (PCR)
Menu Input Plan Component Replacement (PCR) berfungsi sebagai input
data peralatan apa saja yang komponennya akan diganti sesuai dengan jam pemakaian peralatan, menu input ini terdiri dari :
Gambar 9 Input Plan Component Replacement (PCR)
Menu Review Budget Forecast
Pada Menu ini berisikan tentang informasi budget forecast yang berkaitan dengan perkiraan biaya yang harus dikeluarkan untuk perbaikan setiap tipe, unit,
Component bahkan semua unit, menu ini
terdiri dari :
Gambar 10 Review Budget Forecast Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian perancangan sistem informasi Maintenance
Component Control System, Departement Mine Maitenance Di PT XYZ, maka dapat
ditarik kesimpulan :
1. Hasil rancangan sistem informasi dapat mempermudah pengolahan data yang berkaitan dengan kontrol komponen. 2. Waktu untuk meninjau ulang semua
3. Informasi yang didapatkan lebih detail dan lebih terperinci
4. Output atau halaman informasi yang dirancang pada sistem informasi ini, antara lain sebagai berikut :
Daftar Pustaka
A.K.S.Jardine.(2009). Maintenance, Replacement and Reliability. Pengertian
tentang Maitenance .
Alter.(2009). Sistem Informasi.
Alam. (2010). mengenal vibi 06. pengertian
vibi 06 dan sejarah vibi.
Aziz, M. (2010). Langkah-langkah penerapan RCM. Pengertian RCM.
Corder, A. (2007). Teknik Manajemen Pemeliharaan. Jenis-jenis tindakan Perawatan
Gaspersz, V. (2011). Penggantian Komponen Berdasarkan Berdasarkan Interval Waktu. Analisis Sistem Terapan
Berdasarkan Pendekatan Teknik
Industri.
H.M, J.(2010). Perancangan Sistem Informasi Siswa Baru Berbasis Web pada SMA Genta Syaputra Tanggerang
Hines, R. d. (2008). supply chain response matrix. Value stream mapping to create
value and eliminate muda .
IAEA. (2009). Optimize Operation and Maintenance in Nuclear Power Plants.
Application of Reliability Centered Maintenance .
M.SmithAnthony. (2008). Mengoptimalkan preventive maintenace. Tujuan Utama
RCM.
M.TahrilAziz. (2010). Diagam alir task selection. Perawatan-Mesin.
Mustafa. (2011). Perawatan (maintenance).
perawatan mesin dalam matenace .
New. (2011). production variety funnel. Value
stream mapping to create value and eliminate muda , 34.
Rich, H. d., & Hines. (2009). decision point analysis. Value stream mapping to
create value and eliminate muda , 33.
Shook, R. a. (2009). big picture mapping.
Value stream mapping to create value and eliminate muda , 3.
Supandi. (2009). definisi perawatan.
Pengertian perawatan mesin .
Taylor, & Hines. (2000). demand amplification. Value stream mapping to