• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisa HIRA Pabrik Kelapa Sawit

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Analisa HIRA Pabrik Kelapa Sawit"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

BAB I

PENDAHULUAN

PENDAHULUAN

1.1;

1.1; Latar BelakangLatar Belakang

Perusahaan perkebunan kelapa sawit bertujuan untuk memproduksi minyak  Perusahaan perkebunan kelapa sawit bertujuan untuk memproduksi minyak  kelapa sawit dan inti kelapa sawit untuk kemudian dijual di dalam negeri dan kelapa sawit dan inti kelapa sawit untuk kemudian dijual di dalam negeri dan sebagian besar di ekspor ke luar negeri. Dalam pengolahan buah kelapa sawit sebagian besar di ekspor ke luar negeri. Dalam pengolahan buah kelapa sawit me

menjnjadadi i miminynyak ak kekelalapa pa sasawiwit t dadan n ininti ti kekelaplapa a sawsawit it inini i teterdardapapat t bebebeberaprapaa tahapan,mulai dari buah kelapa sawit dipanen sampai masuk ke pabrik dan diolah tahapan,mulai dari buah kelapa sawit dipanen sampai masuk ke pabrik dan diolah menjadi minyak kelapa sawit (CPO) dan inti kelapa sawit (Kernel).

menjadi minyak kelapa sawit (CPO) dan inti kelapa sawit (Kernel). Da

Dalalam m prprososes es prprododukuksi si tetersrsebebut ut tetentntununyya a dididadasasarkrkan an papada da sisiststemem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja atau biasa disebut SK!. Kesehatan manajemen kesehatan dan keselamatan kerja atau biasa disebut SK!. Kesehatan dan keselematan kerja merupakan prioritas dalam industri minyak kelapa sawit. dan keselematan kerja merupakan prioritas dalam industri minyak kelapa sawit. Perusahaan pastinya menekankan usaha"usaha untuk melindungi kesehatan dan Perusahaan pastinya menekankan usaha"usaha untuk melindungi kesehatan dan keselamatan kerja karyawannya.

keselamatan kerja karyawannya.

#spek keselamatan kerja merupakan $aktor yang sangat penting dalam suatu #spek keselamatan kerja merupakan $aktor yang sangat penting dalam suatu  pabrik.

 pabrik. #nalisis #nalisis terhadap terhadap $aktor $aktor bahaya bahaya yang yang potensial potensial terjadi terjadi pada pada pabrik pabrik iniini  perlu

 perlu dilakukan dilakukan sehingga sehingga kita kita mendapatkan mendapatkan data data dan dan pertimbangan pertimbangan yangyang dip

diperluerlukan kan untuntuk uk penpenanganganaanannynnya. a. PadPada a indindustustri ri kelkelapa apa sawisawit, t, %&'%&'# # sudsudahah diterapkan dalam mengidenti$ikasi bahaya, akan tertapi keelakaan kerja masih diterapkan dalam mengidenti$ikasi bahaya, akan tertapi keelakaan kerja masih saja terjadi

saja terjadi. Hazard Analysis. Hazard Analysis merupakan susunan analisa bahaya dari suatu tempat merupakan susunan analisa bahaya dari suatu tempat yang memiliki potensi

yang memiliki potensi bahaya. abahaya. ahapannya yaitu*hapannya yaitu*

1;

1; &denti$ikasi kejadian yang tidak diinginkan yang mengarahkan pada bahaya&denti$ikasi kejadian yang tidak diinginkan yang mengarahkan pada bahaya material.

material.

2;

2; ekekanianisme sme anaanalislisis is terhterhadaadap p pelpeluanuang g kemkemungungkinkinan an terjterjadinadinya ya kejkejadiadianan yang tidak diharapkan.

yang tidak diharapkan.

3;

3; +stimasi besarnya bahaya yang +stimasi besarnya bahaya yang mungkin timbul.mungkin timbul. Pe

Penynyakakit it ##kikibabat t KeKerjrja a (P(P##K) K) adadalaalah h pepenynyakakit it yayang ng didisebsebababkakan n ololeheh  pekerjaan, alat kerja, bahan, proses maupun lingkungan

(2)

--

ahahun un ////!). !). DenDengan gan demdemikiikian an PP##K K mermerupaupakan kan penypenyakiakit t artiarti$isi$isial. al. 0%0%OO membedakan empat kategori

membedakan empat kategori P#P#K yaitu*K yaitu*

1;

1; Penyakit yang hanya disebabkan oleh pekerjaan, misaPenyakit yang hanya disebabkan oleh pekerjaan, misa lnya Pneumooniosis.lnya Pneumooniosis.

2;

2; PePenynyakakit it yayang ng salsalah ah satsatu u pepenynyebaebabnbnya ya adadalalah ah pepekekerjarjaanan, , mimisalsalnynyaa Karsinoma 1ronkhogenik.

Karsinoma 1ronkhogenik.

3;

3; Penyakit dengan pekerjaan merupakan salah satu penyebabdi antara $aktor"Penyakit dengan pekerjaan merupakan salah satu penyebabdi antara $aktor" $aktor penyebab lainnya, misalnya 1ronkhitis khronis.

$aktor penyebab lainnya, misalnya 1ronkhitis khronis.

4;

4; PenPenyakyakit it dimdimana ana pekpekerjaerjaan an memmemperperberberat at suasuatu tu konkondisdisi i yanyang g sudsudah ah adaada sebelumnya, misalnya asma.

sebelumnya, misalnya asma.

Penyakit akibat kerja merupakan penyakit yang disebabkan oleh beberapa Penyakit akibat kerja merupakan penyakit yang disebabkan oleh beberapa $aktor (multikausa $aktor), $aktor penyebab tersebut tergantung pada bahan yang $aktor (multikausa $aktor), $aktor penyebab tersebut tergantung pada bahan yang digunakan dalam proses kerja, lingkungan kerja ataupun ara kerja, dan lain"lain. digunakan dalam proses kerja, lingkungan kerja ataupun ara kerja, dan lain"lain. Pada umumnya $aktor penyebab dapat dikelompokkan dalam 2 $

Pada umumnya $aktor penyebab dapat dikelompokkan dalam 2 $ aktor yaitu*aktor yaitu*

1;

1; 3aktor $isik, terdiri dari* suara (bising), radiasi, iklim (panas4dingin), 5ibrasi3aktor $isik, terdiri dari* suara (bising), radiasi, iklim (panas4dingin), 5ibrasi (getaran), dan penahayaan.

(getaran), dan penahayaan.

2;

2; 3aktor kimia, yang terdiri dari bahan kimiawi yang digunakan dalam proses3aktor kimia, yang terdiri dari bahan kimiawi yang digunakan dalam proses kerja, maupun yang terdapat dalam lingkungan kerja, dapat berbentuk debu, kerja, maupun yang terdapat dalam lingkungan kerja, dapat berbentuk debu, uap, gas, larutan, awan atau kabut.

uap, gas, larutan, awan atau kabut.

3;

3; 3aktor biologis, terdiri dari bakteri, 5irus atau jamur, tumbuhan, hewan, dan3aktor biologis, terdiri dari bakteri, 5irus atau jamur, tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme hidup lainnya.

mikroorganisme hidup lainnya.

4;

4; 3aktor $isiologis merupakan $aktor yang bersumber dari ketidaksesuaian,3aktor $isiologis merupakan $aktor yang bersumber dari ketidaksesuaian, ketidakharmonisan

ketidakharmonisan antara antara kondisi kondisi tenaga tenaga kerja kerja dengan dengan $ator $ator dandan lingkungan kerja.

lingkungan kerja.

5;

5; 3aktor psikososial, $aktor yang ditimbulkan oleh adanya stress mental di3aktor psikososial, $aktor yang ditimbulkan oleh adanya stress mental di lingkungan kerja.

lingkungan kerja. &nd

&ndoneonesia sia sebsebagaagai i negnegara ara yanyang g masmasih ih menmengangandaldalkan kan seksektor tor perpertantanianian seb

sebagagai ai pepenynyumumbabang ng dede5i5isa sa nenegagara ra jujuga ga beberprpototenensi si memempmpunyunyai ai pepersorsoalalanan kes

kesehatehatan kerja di sektor pertan kerja di sektor pertaniaanian. n. DatData a menmengengenai kasus keelai kasus keelakaakaan danan dan gangguan kesehatan akibat kerja pada industri pertanian masih sangat terbatas gangguan kesehatan akibat kerja pada industri pertanian masih sangat terbatas khususnya perkebunan kelapa sawit. #kti5itas kerja di perkebunan kelapa sawit khususnya perkebunan kelapa sawit. #kti5itas kerja di perkebunan kelapa sawit kh

khususususnynya a pepekekerjrjaaaan n pepemamanenenanan n mamasisih h didilalakukukakan n seseaara ra mamanunual al dadann me

(3)

menimbulkan permasalahan khususnya SDs terhadap pekerja pemanenan. Sampai saat ini belum ada data yang teratat dengan lengkap khususnya mengenai gangguan SDs yang dialami oleh pekerja panen sawit sebagai dampak dari pekerjaannya. Oleh sebab itu diperlukannya kegiatan %&'# (%a6ard, &denti$iation, and 'isk #ssesment) untuk kegiatan deteksi dini SDs pada lingkungan kerja yang berisiko terkena SDs. Selain itu pengelolaan manajemen K! juga diperlukan untuk tindakan pengendalian dan penegahan SDs di suatu  perusahaan kelapa sawit. Disamping itu, dengan belum diketahuinya tingkat risiko  pekerjaan dan permasalahan lain yang terkait dengan keluhan SDs pada pekerja, mendorong penulis untuk meneliti mengenai tingkat risiko $isiologi4ergonomik   pekerjaan dan hubungannya dengan keluhan SDs di P. Cipta 3utura

Palembang.

1.2; Tujuan

1; ahasiswa dapat mengetahui dan memahami proses pelaksanaan suatu kegiatan industri sehingga memliki wawasan dan pengetahuan yang luas dalam bertindak dan memahkan masalah seara sistematis dan mandiri.

2; ahasiswa dapat mengetahui resiko serta pengendalian dari proses  pelaksanaan suatu kegiatan industri terkhusus industri (pabrik) kelapa sawit.

3; emberikan rekomendasi management beruba ha6ard ellimination, substitution, engineering ontrol, adminstrati5e ontrol serta penggunaan #PD dalam penanggulangan dan penegahan terjadinya usuloskletal Disorders pada pekerja.

(4)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1; Keselamatan Dan Kesehatan Kerja

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K!) merupakan perhatian dan  perlindungan yang diberikan perusahaan kepada seluruh karyawannya. Keselamatan kerja adalah keselamatan yang berkaitan dengan alat kerja, bahan dan proses pengolahannya, tempat kerja, dan lingkungannya, serta ara"ara karyawan dalam melakukan pekerjaannya. (Sutriso, -77)

Keselamatan dan kesehatan kerja (K!), adalah suatu sistem program yang dibuat bagi pekerja maupun pengusaha sebagai upaya penegahan (pre5enti$) timbulnya keelakaan kerja dan penyakit akibat hubungan kerja dalam lingkungan kerja dengan ara mengenali hal"hal yang berpotensi menimbulkan keelakaan kerja dan penyakit akibat hubungan kerja dan tindakan antisipati$ bila terjadi hal yang demikian. (8usra, -779)

Pengertian K! menurut undang"undang o. tahun /:7 () adalah upaya dan pemikiran dalam menjamin keutuhan dan kesempurnaan jasmani dan rohani manusia pada umumnya dan pekerja pada khususnya serta hasil karya dalam rangka menuju masyarakat adil dan makmur berdasarkan panasila.

2.2; Kecelakaan Kerja

Keelakaan kerja adalah suatu kejadian yang jelas tidak dikehendaki dan sering kali tidak terduga yang dapat menimbulkan kerugian baik waktu, harta  benda atau properti maupun korban jiwa yang terjadi di dalam suatu proses kerja

industri atau yang berkaitan dengannya. (arwaka, -7-)

Suatu keelakaan kerja hanya akan terjadi apabila terdapat berbagai $aktor   penyebab seara bersamaan pada suatu tempat kerja atau proses produksi. Dari  beberapa penelitian memberikan indikasi bahwa suatu keelakaan kerja tidak 

dapat terjadi dengan sendirinya, akan tetapi terjadi oleh satu atau beberapa $aktor   penyebab keelakaan sekaligus dalam suatu kejadian (arwaka, -7-). Seara

(5)

Keadaan hampir elaka, yang dalam istilah sa$ety disebut dengan insiden (inident), ada juga yang menyebutkan dengan istilah ;near < miss= atau ;near <  aident=,adalah suatu kejadian atau peristiwa yang tidak diinginkan dimana dengan keadaan yang sedikit berbeda akan mengakibatkan bahaya terhadap manusia, merusak harta benda atau kerugian terhadap proses. 'isiko adalah mani$estasi atau perwujudan potensi bahaya (ha6ard e5ent) yang mengakibatkan kemungkinan kerugian menjadi lebih besar. ergantung dari ara pengelolaannya, tingkat risiko mungkin berbeda dari yang paling ringan atau rendah sampai ke tahap yang paling berat atau tinggi. elalui analisis dan e5aluasi semua potensi  bahaya dan risiko, diupayakan tindakan minimalisasi atau pengendalian agar tidak 

terjadi benana atau kerugian lainnya. (1udiono, -779. )

'isiko K! (Keselamatan dan kesehatan kerja) adalah risiko yang berkaitan dengan sumber bahaya yang timbul dalam akti5itas bisnis yang menyangkut aspek  manusia, peralatan, material, dan lingkungan kerja. >mumnya risiko K! (keselamatandan kesehatan kerja) dikonotasikan sebagai hal negati$ (negati5e impat) antara lain* ('amli, -77)

1; Keelakaan terhadap manusia dan asset perusahaan

2; Kebakaran dan peledakan

3; Penyakit akibat kerja

4; Kerusakan sarana produksi

5; ?angguan operasi.

Keelakaan kerja merupakan keelakaan seseorang atau kelompok dalam rangka melaksanakan kerja dilingkungan industri atau perusahaan. Keelakaan kerja biasanya timbul sebagai gabungan dari beberapa $aktor, seperti $aktor   peralatan, lingkungan kerja, dan pekerja itu sendiri. Dalam suatu pabrik,

terkadang ada mesin yang kurang baik, seperti tidak dilengkapi alat pengamanan yang ukup, maka kondisi seperti ini dapat menjadi sumber risiko. (Sondang, -77/)

(6)

2.2.1; Klasifikasi Kecelakaan Kerja

Klasi$ikasi keelakaan kerja menurut &@O (/A-), yaitu *

1; Klasi$ikasi menurut jenis keelakaan

a; erjatuh

b; ertimpa benda jatuh

c; ertumbuk atau terkena benda < benda, terkeuali benda jatuh

d; erjepit oleh benda

e; ?erakan < gerakan melebihi kemampuan

f; Pengaruh suhu tinggi

g; erkena arus listrik 

h; Kontak dengan bahan < bahan berbahaya atau radiasi

i; Benis < jenis lain termasuk keelakaan yang belum masuk klasi$ikasi tersebut.

2; Klasi$ikasi menurut penyebab

a; esin Pembangkit tenaga

terkeuali motor < motor listrik, mesin penyalur, mesin < mesin unttuk mengerjakan logam, mesin < mesin pengolah kayu, mesin < mesin  pertanian, mesin "mesin pertambangan, mesin < mesin lain yang tidak 

termasuk klasi$ikasi tersebut.

b; #lat angkat dan angkut

esin pengangkat dan peralatannya, alat angkut diatas rel, alat angkut yang beroda keuali kereta api, alat angkut udara dan air, alat <  alat angkut lainnya.

c; Peralatan lain

1ejana bertekanan, dapur pembakar dan pemanas, instalasi  pendingin, instalasi listrik termasuk motor listrik keuali alat < alat listrik 

(tangan), alat < alat kerja dan perlengkapannya keuali alat < alat listrik, tangga, peralatan lain yang belum termasuk klasi$ikasi tersebut.

d; 1ahan < bahan, 6at < 6at dan radiasi

1ahan peledak, debu, gas, airan, 6at < 6at kimia lainnya, benda <   benda melayang, bahan < bahan yang belum termasuk golongan tersebut.

e; @ingkungan

(7)

f; Penyebab < penyebab yang belum termasuk dalam golongan < golongan tersebut.

3; Klasi$ikasi menurut si$at luka atau kelainan

Patah tulang, renggang otot4urat, memar dan luka dalam lainnya, amputasi, gegardan remuk, luka bakar, luka di permukaan, keraunan akut, mati lemas, pengaruh arus listrik dan radiasi, akibat uaa dan lain< lain.

4; Klasi$ikasi menurut letak kelainan atau luka di tubuh

Kepala, leher, badan, anggota gerak atas, anggota gerak bawah,  banyak tempat, kelainan umum, dan lain < lain. (otoatmodjo, -77!)

2.2.2; Pene!a! Kecelakaan

Seara umum, penyebab keelakaan kerja bersumber dari penyebab dasar,  penyebab tidak langsung, dan penyebab langsung. Penyebab dasar adalah kebijakan yang tidak memperhatikan aspek < aspek keselamatan kerja. Penyebab tidak langsung bersumber dari kondisi < kondisi dan perilaku yang tidak aman. Penyebab langsung bersumber pada sebuah interaksi yang memiu keelakaan terjadi. (%adiguna, -77/)

1eberapa perilaku dan kondisi yang tidak aman sebagai penyebab tidak  langsung keelakaan kerja yang sering ditemukan dalam akti5itas pertambangan menurut %. 0. %einrih, yaitu* (%einrih, /97)

1; Perilaku tidak aman (unsa$e ation)

a; engoperasikan peralatan dengan keepatan yang tidak layak.

b; engoperasikan peralatan tanpa perintah.

c; enggunakan peralatan yang tidak layak.

d; enggunakan peralatan yang telah rusak atau aat.

e; Konsumsi obat < obatan, dll.

2; Kondisi tidak aman (unsa$e onditions)

a; Kurang pengawasan.

b; idak tersedianya peralatan.

c; Kurangnya sistem peringatan.

d; 1ahaya kebakaran dan peledakan.

(8)

2.3; Bahaa (Hazard)

1ahaya atau  hazard   merupakan segala hal atau sesuatu yang menpunyai kemungkinan mengakibatkan kerugian baik pada harta benda, lingkungan, maupun manusia. (1udiono, -779. )

1ahaya adalah sesuatu yang berpotensi menjadi penyebab kerusakan. &ni dapat menakup substansi, proses kerja dan atau aspek lainnya dari lingkungan kerja. (Suardi, -772)

1erdasarkan kelompoknya, bahaya dapat di bagi menjadi - jenis, yaitu *

1; 1ahaya Keselamatan (Sa$ety %a6ard)

1ahaya keselamatan (sa$ety ha6ard) $okus pada keselamatan manusia yang terlibat dalam proses, peralatan, dan teknologi. Dampak  safety hazard   bersi$at akut, konsekuensi tinggi, dan probabilitas untuk terjadi rendah. 1ahaya keselamatan (Safety hazard ) dapat menimbulkan dampak idera, kebakaran, dan segala kondisi yang dapat menyebabkan keelakaan di tempat kerja. Benis"jenis sa$ety ha6ard, antara lain *

a; ehanial %a6ard, bahaya yang terdapat pada benda atau proses yang  bergerak yang dapat menimbulkan dampak, seperti tertusuk, terpotong,

terjepit, tergores, terbentur, dan lain"lain.

b; +letrial %a6ard, merupakan bahaya yang berasal dari arus listrik.

c; Chemial %a6ard, bahaya bahan kimia baik dalam bentuk gas, air, dan  padat yang mempunyai si$at mudah terbakar, mudah meledak, dan

korosi$.

2; 1ahaya Kesehatan ( Health Hazard )

1ahaya kesehatan (health hazard ) $okus pada kesehatan manusia. Dampak  health ha6ard bersi$at kronis, konsekuensi rendah, bersi$at terus"menerus, dan  probabilitas untuk terjadi tinggi. Benis"jenis health ha6ard, antara lain *

a; Physial %a6ard, berupa energi seperti kebisingan, radiasi, penahayaan, temperature ekstrim, getaran, dan lain"lain.

b; Chemial %a6ard, berupa bahan kimia baik dalam bentuk gas, air, dan  padat yang mempunyai si$at toksik, beraun, iritan, dan patologik 

c; 1iologial %a6ard, bahaya dari mikroorganisme, khususnya yang  patogen yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan.

d; +rgonomi, merupakan bahaya yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan sebagai akibat ketidaksesuaian desain kerja dengan pekerja.

(9)

&denti$ikasi bahaya adalah suatu usaha untuk mengetahui, mengenal, dan memperkirakan adanya bahaya pada suatu sistem baik itu peralatan, tempat kerja,  prosedur aturan dan lainnya. Kegiatan identi$ikasi meliputi mendiagnosa, menentukan bahaya, mengenal proses atau urutan akti$itasnya, kemungkinan sebab dan akti$itasnya. &denti$ikasi bahaya merupakan suatu upaya untuk  mengurangi atau meminimalisir risiko serta tindakan yang dilakukan. (1urton, //9)

2.4; "isik# (Risk)

'isiko adalah mani$estasi atau perwujudan potensi bahaya (hazard event ) yang mengakibatkan kemungkinan kerugian menjadi lebih besar. ergantung dari ara pengelolaannya, tingkat risiko mungkin berbeda dari yang paling ringan atau rendah sampai ke tahap yang paling berat atau tinggi. (1udiono, -779. )

2.5; Pengen$alian "isik#

enurut P+'+#K+' o. 72 4 + 4 //A, pengendalian bahaya keelakaan dan penyakit akibat kerja dilakukan dengan berbagai maam metode, yaitu *

1; Pengendalian teknis atau rekayasa yang meliputi eliminasi, subtitusi, isolasi, 5entilasi, hygiene, dan sanitasi (engineering control ).

2; Pendidikan dan pelatihan.

3; Pembangunan kesadaran dan moti5asi yang meliputi sistem bonus, insenti$,  penghargaan, dan moti5asi diri.

4; +5aluasi melalui internal audit, penyelidikan dan etiologi.

5; Penegakan hukum.

Sedangkan untuk pengendalian bahaya keelakaan sesuai dengan OS%#S 977*-77: kausul .!. tentang identi$iation ha6ard risk assessment and determinant ontrol meliputi *

1;  Elimination

2; Subtitution

(10)

5;  PPE 

2.6; Prinsi% Pencegahan Kecelakaan Kerja

indakan penegahan keelakaan bertujuan untuk mengurangi peluang terjadinya keelakaan hingga seminimal mungkin. 1eberapa penegahan keelakaan dapat dilakukan seperti berikut *

1; engidenti$ikasi potensi bahaya

2; enghilangkan bahaya

3; engurangi bahaya hingga seminimal mungkin jika penghilangan bahaya tidak dapat dilakukan

4; elakukan penilaian risiko

5; engendalikan risiko. ('idley, -779)

Khusus untuk risiko K! (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) ada beberapa ara yang digunakan untuk mengidenti$ikasi bahaya, yaitu* ('amli, -77)

1; %&'# (%a6ard &denti$iation and 'isk #ssesment) adalah analisa yang dilakukan pada akti5itas harian dan khusus suatu instalasi industri. #dapun tahapan %&'#, yaitu*

a; Pemilahan kegiatan yang akan dilakukan menjadi sub kegiatan yang lebih keil dan spesi$ik 

b; &denti$ikasi potensi bahaya untuk setiap sub kegiatan

c; Determinasi resiko yang mungkin terjadi (e$ek bahaya dan tingkat kemungkinannya)

d; Determinasi ara penegahan dan penanggulangan terhadap resiko  bahaya

e; Kesimpulan potensi bahaya dan resiko yang dihadapi untuk setiap kegiatan

f; Kesimpulan untuk keseluruhan pekerjaan

2; %#&D (Hazard Indentification) adalah analisa penegahan terjadinya  bahaya pada instalasi industri4pabrik yang dilakukan dengan memperhatikan keseluruhan aspek yang ada didalamnya. Keseluruhan aspek dari instalasi industri4pabrik itu adalah*

(11)

a; Data in$ormasi instalasi industri (P3D, PE&D, @ay Out, data meteorologi, data sosial kultural masyarakat sekitar, atatan peristiwa)

b; @okasi ($asilitas operasi, $asilitas pendukung)

c; 'esiko (SD, lingkungan, aset, image)

d; 3aktor Pemiu 1ahaya (proses operasi, transportasi, geogra$is dan meteorologi, sosial kultural)

e; Potensi 1ahaya (kebakaran dan ledakan besar, tenggelam, penemaran lingkungan)

3; %#OPS (Hazards and Oerability Study) adalah teknik identi$ikasi bahaya dengan sistem yang sangat terstruktur dan sistematis sehingga dapat mengahasilkan kajian yang komprehensi$. amun, kelemahan %a6ops adalah karena memerlukan waktu yang panjang, perlu tim ahli, dan sering membosankan.

4;  !ob Safety Analysis (BS#) yaitu salah satu teknik analisa yang sangat  populer dan banyak digunakan di lingkungan kerja. eknik ini berman$aat

untuk mengidenti$ikasi dan menganalisa bahaya dalam suatu pekerjaan.

5; #nalisa pohon kegagalan ("ault #ree Analysis) yaitu metoda analisa yang  bersi$at dedukti$. Dimulai dengan menetapkan kejadian punak (top e5ent) yang mungkin terjadi dalam suatu proses, misalnya kebakaran atau ledakan.

2.7; Tujuan $an &anfaat Keselamatan $an Kesehatan Kerja

ujuan utama dari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K!) adalah sedapat mungkin memberikan jaminan kondisi kerja yang aman dan sehat kepada setiap karyawan dan untuk melindungi sumber daya manusianya. ujuan kesehatan kerja adalah * (%usni, -772)

1; eningkatkan dan memelihara derajat kesehatan tenaga kerja yang setinggi" tingginya baik $isik, mental, maupun sosialF

2; enegah dan melindungi tenaga kerja dari gangguan kesehatan yang disebabkan oleh kondisi lingkungan kerjaF

3; enyesuaikan tenaga kerja dengan pekerjaan atau pekerjaan dengan tenaga kerjaF

(12)

Perusahaan dapat melaksanakan keselamatan dan kesehatan kerja dengan  baik, maka perusahaan akan mendapat man$aat"man$aat mejalankan keselamatan

dan kesehatan kerja yaitu* (Geith6al, -77)

1; eningkatkan kinerja karyawan sehingga menurunnya jumlah hari kerja yang hilang.

2; eningkatkan e$ekti5itas dan e$esiensi kerja yang telah ditetapkan oleh  perusahaan.

3; enurunnya biaya"biaya kesehatan dan asuransi.

4; ingkat kompensasi pekerja dan pembayaran langsung lebih rendah karena menurunnya pengajuan klaim.

5; 3leksibilitas dan adaptabilitas yang lebih besar sebagai akibat dari meningkatnya partisipasi dan rasa memiliki,

6; 'asio seleksi tenaga kerja yang lebih baik karena meningkatnya itra  perusahaan, dan eningkatkan keuntungannya seara substansial

2.8; &uscul#skeletal Dis#r$ers '&SDs(

SDs adalah idera atau penyakit pada sistem syara$ atau jaringan seperti otot, tendon, ligament, tulang sendi, tulang rawan atapun pembuluh darah. 'asa sakit yang akibat SDs dapat digambarkan seperti kaku, tidak $leksibel,  panas4terbakar, kesemutan, mati rasa, dingin dan rasa tidak nyaman. Keluhan muskuloskeletal adalah keluhan pada bagian otot skeletal yang dirasakan oleh seseorang dari mulai keluhan ringan hingga keluhan yang terasa sangat sakit.

#pabila otot statis menerima beban statis seara berulang dan dalam waktu yang lama, akan dapat menyebabkan keluhan berupa kerusakan pada sendi, ligamen dan tendon. %al inilah yang menyebabkan rasa sakit, keluhan ini disebut keluhan musuloskeletal disorders (SDs) atau edera pada sistem usuloskeletal (%umanteh, -77!).

Keluhan otot skeletal pada umumnya terjadi karena kontraksi otot yang  berlebihan akibat pemberian beban kerja yang terlalu berat dengan durasi  pembebanan yang panjang. enurut Katharine et al. (-772), Cummulati5e rauma Disorders (CD) atau biasa juga disebut SDs adalah nyeri muskuloskeletal yang tetap dan selalu munul akibat trauma setelah A (enam) minggu dengan tingkat keluhan* Hmild I, HmoderateI dan H severe discomfort$ .

(13)

%a6ard, &denti$iation, and 'isk #ssessment (%&'#) adalah salah satu kegiatan penerapan kesehatan dan keselamatan kerja (K!) di perusahaan, merupakan dasar dalam menyusun dasar kerja K! yang berupaya untuk  mengidenti$ikasi bahaya dan risiko, serta upaya mengurangi $aktor bahaya seara terarah dan penerapan.

Kegiatan ini merupakan salah satu pendekatan dalam penanganan $aktor  gangguan K! di tempat kerja yang bertujuan untuk meminimalisir keelakaan kerja dan timbulnya penyakit akibat kerja sehingga terapai e$ekti5itas dan  produkti5itas perusahaan.

Kegiatan %&'# ini terdiri dari*

)am!ar *+, ahapan %&'#&-NIT-"IN) E.ALUASI

PEN)ENDALIAN "ISK ASSESS&ENT IDENTI/IKASI

(14)

BAB III

PE&BAHASAN

3.1; "angkaian Pr#ses Pr#$uksi

)am!ar 0+, 'angkaian proses produksi di P. Cipta 3utura Palembang

3.2; I$entifikasi  Hazard $an "isik# Pa$a Pekerja Pemanaen Kela%a Sa1it PT+ 2i%ta /utura Palem!ang

P. Cipta 3utura Palembang merupakan salah satu perusahaan kelapa sawit yang terletak di Palembang. #kti$itas produksi hingga menghasilkan produk CPO (rude palm oil) bermutu tinggi dijalankan melalui beberapa tahapan mulai dari

(15)

 pembukaan lahan perkebunan, pembibitan kelapa sawit, pengelolaan kebun sehingga dapat memproduksi produksi tandan buah segar (1S), pengolahan 1S menjadi CPO di pabrik pengolahan kelapa sawit, analisis kadar minyak CPO hingga siap dijual ke konsumen.

Pengidenti$ikasian ha6ard dan risiko pada P. Cipta 3utura Palembang dapat dilihat dari akti5itas < akti5itas produksi yang dilakukan, hal ini disebabkan karena pada setiap tahap produksi terdapat kemungkinan munulnya risiko bahaya terhadap pekerja terkait dengan alat kerja, postur tubuh, tata tempatr kerja dan lain"lain. Salah satu akti5itas atau tahap yang memiliki risiko tinggi terhadap keluhan SDs adalah tahap pemanenan kelapa sawit.

#kti5itas pemanenan kelapa sawit yang dilakukan seara manual berisiko untuk menyebabkan gangguan otot rangka atau musuloskeletal disorders (SDs). %al ini dikarenakan bekerja seara manual, pohon sawit yang tinggi, tandan buah segar (1S) sawit yang berat, dan kondisi lingkungan. Pekerjaan terdiri dari pemanenan (memotong pelepah dan 1S, memasukkan 1S ke dalam angkong, dan mendorong angkong berisi 1S ke tempat penampungan hasil (P%) dan pemuatan 1S ke truk pengangkut. Dapat dikategorikan bahwa  pekerjaan memanen kelapa sawit memiliki risiko tinggi terhadap munulmya

SDs.

%al ini dapat dilihat dari proses kerja pemanenan kelapa sawit yang dapat dijelaskan sebagai berikut*

1; Sebelum melakukan pemanenan 1S, buruh panen terlebih dahulu membersihkan pelepah yang sudah mati dan yang menghalangi 1S yang akan dipotong.

2; Pada saat penelitian dilakukan, kondisi kebun sudah berumur lebih dari 2 tahun, dengan demikian tinggi pohon kelapa sawit rata"rata di atas ! meter.

3; ahap pemanenan, yang terdiri dari pemotongan pelepah dan 1S, memasukkan 1S ke dalam angkong, dan membawa 1S dengan angkong ke P% . 1S yang telah jatuh didekat pohon atau sekitar piringan, dikumpulkan di dekat HangkongI yang digunakan untuk mengangkut 1S dari dalam kebun ke tempat pengumpulan hasil (P%). Pemanen memuat angkong dengan -"! 1S, tergantung ukuran dan berat 1S. >mumnya  berat 1S berkisar antara 2 < 27 kg. #pabila 1S ukuran besar, maka satu

angkong hanya berisi - 1S, tetapi untuk 1S ukuran keil, angkong dapat diisi ! 1S.

(16)

4; 1S yang dikumpulkan di P% ditandai (dinomori) dengan kode tertentu yang menunjukkan blok4petak dan inisial pemanen. memperlihatkan  pemanen mengumpulkan 1S di dalam kebun dan memasukkan ke dalam

angkong untuk dibawa ke P%.

5; Setelah 1S terkumpul di P%, maka tukang muat akan memuat 1S ke atas truk. Proses pemuatan ini sering dilakukan oleh - (dua) orang tukang muat karena berat 1S bias menapai 27 kg. #pabila berat 1S masih di  bawah !7 kg satu orang pemuat mampu mengangkat 1S tersebut ke atas

truk. #lat bantu yang digunakan adalah ;tojok=.

Dibawah ini merupakan gambar beberapa akti5itas pemanenan kelapa sawit*

)am!ar 0+* ahapan Panen 1uah Sawit (1S)

1erdasarkan deskripsi proses kerja memanen dan memuat sawit di atas dapat dilihat bahwa pekerjaan memanen sawit termasuk pekerjaan yang memiliki risiko tinggi tehadap timbulnya SDs. 3aktor $isiologi4ergonomi merupakan

(17)

salah satu $aktor utama munulnya keluhan SDs pada pekerja pemanen kelapa sawit, hal tersebut diantaranya postur tubuh pekerja yang salah, beban kerja yang  berat, lingkungan kerja yang tidak sesuai dengan kondisi pekerja, dan sebagainya.

Pada umumnya keluhan yang dirasakan oleh sebagian besar pekerja adalah  pada bagian leher dan punggung bawah. Sedangkan keluhan yang paling sedikit

dirasakan adalah keluhan pada bagian pantat4bokong.

1erikut adalah beberapa $aktor $isiologi yang menyebabkan timbulnya keluhan usuloskletal Disorders pada pekerja pemanen kelapa sawit*

1; ingginya pohon sawit sehingga saat melakukan pemotongan pelepah dan 1S pekerja melakukan pekerjaan sambil menengadah (o5erhead job)

2; >kuran 1S yang besar dengan berat menapai 27 kg menyulitkan pekerja untuk mengangkat dan memindahkan 1S

3; #lat bantu kerja yang masih tradisional memaksa pekerja untuk  mengeluarkan tenaga yang besar untuk melakukan pekerjaan.

4; #kti5itas pemuatan 1S ke dalam truk dengan ara mengangkut, menunduk. memutar pinggang dan melempar yang dilakukan berulang <  ulang merupakan posisi tubuh yang dapat menimbulkan keluhan SDs.

3.3; "ek#men$asi &anagement Pengen$alian "isik# Bahaa &SDs

3.3.1; Hazard Elimination

%a6ard elimination merupakan upaya pengendalian ha6ard dengan ara menghilangkan4mengurangi $aktor bahaya dan risiko yang mungkin timbul. >paya ha6ard elimination ini harus sejalan dan tidak mengurangi e$ekti5itas dan e$isiensi proses produksi. %a6ard elimination yang dapat dilakukan untuk  mengurangi atau menghilangkan munulnya keluhan usuloskeltal Disordes diantaranya*

1; engurangi intensitas pemakaian alat penggenggam tangan seperti tang, atau tombol panel.

2; %indari penggunaan alat yang memiliki getaran yang tinggi.

3; Bangan membuat tombol4swith yang hanya dioperasikan dengan satu atau  beberapa ujung jari. elakukan penekanan dengan satu atau beberapa ujung jari berulang"ulang untuk jangka yang lama akan mengakibatkan rasa lelah dan rasa kaku pada jari"jari tangan. Desain tombol4swit yang digenggam atau berbentuk lempeng panjang akan lebih baik daripada yang menggunakan ara penekanan dengan satu atau beberapa ujung jari.

(18)

4; Kurangi gerakan kepala yang berlebihan. Objek yang terletak diluar  lapangan penglihatan binokuler, mengakibatkan kepala harus banyak   bergerak untuk membatasi situasi tersebut. Dengan menata posisi pekerja

yang tepat, atau penyesuaian bangku kerja dapat mengatasi masalah ini.

5; Kurangi kompresi pada jaringan tubuh. >jung pegangan peralatan kerja, misal kape4penggaruk sisa at tembok yang kurang memadai dapat menekan a. ulnaris yang terletak dipangkal pergelangan tangan, sehingga menimbulkan rasa nyeri dan kesemutan dijari manis dan klingking. emodi$ikasi pegangan peralatan tersebut dengan menambah tonjolan yang terletak diantara ibu jari dan telunjuk, menyebabkan beban utama tekanan akan berpindah ketempat ini yang relati$ bebas dari aliran  pembuluh darah.

6; Kurang berat beban yang diangkat.

7; Kurangi jarak dan $rekuensi pengankutan beban.

8; emastikan ada tidak ada hambatan antara pekerja dan beban diangkat.

3.3.2; Subtitution

Subtitusi adalah upaya pengendalian gangguan K! melalui penggantian  peralatan4bahan kerja dan4atau penggantian tempat kerja. Syarat dari substitusi ini sendiri adaFah tidak mengurangi kualitas dan kuantitas produksi hasil kerja. >paya substitusi yang dapat dilakukan untuk mengurangi atau menghilangkan munulnya keluhan usuloskeltal Disordes diantaranya*

1; >bah atau memodi$ikasi peralatan, terutama peralatan yang menimbulkan getaran berlebihan.

2; >bah atau modi$ikasi area kerja untuk menegah agar kulit tidak terkena tepian yang tajam.

3.3.3; Engineering Control 

+ngineering ontrol adalah upaya pengendalian yang dilakukan pada sumbernya. indakan ini dilakukan jika ha6ard tidak dapat dieliminasi maupun disubstitusi, engineering ontrol yang dapat dilakukan untuk mengurangi atau menghilangkan munulnya keluhan usuloskeltal Disordes diantaranya*

(19)

1; engatur tata letak tempat kerja atau mesin sehingga pekerja dapat  berpindah tempat seara e$isien.

2; odi$ikasi proses kerja, seperti pengaturan shi$t kerja, pengaturan waktu istirahat, rotasi tempat kerja, dan sebagainya.

3; #tur lokasi awal dan akhir pengangkutan beban, untuk membatasi jarak  yang ditempuh selama pengangkutan beban.

4; Sediakan ruang kerja yang leluasa sehingga gerakan atau postur tubuh  pekerja tidak terbatas (menghindari postur janggal).

5; Pastikan lantai tempat kerja dalam keadaan yang baik dan aman.

6; enggunakan alat bantu4peralatan mekanis untuk mengangkut beban yang  berat seperti li$t table, hoist, trolley,rane, on5eyor, hand truk, dan

sebagainya.

7; Sediakan tempat istirahat di setiap workstation, untuk menghilangkan rasa lelah.

3.3.4; Adminstrative Control 

 Adminstrative control  merupakan upaya yang mendukung program  pengendalian ha6ard K! dan meningkatkan keberhasilan program. #dminstrati5e ontrol yang dapat dilakukan untuk mengurangi atau menghilangkan munulnya keluhan usuloskeltal Disordes diantaranya*

1; engatur jadwal kerja, disini termasuk jadwal istirahat pekerja.

2; engatur shi$t kerja.

3; elakukan rotasi kerja seara rutin.

4; engadakan pemeriksaan kesehatan seara rutin.

5; emperbaiki perenanaan tugas kerja atau job redesign. Kemampuan seseorang yang ditugaskan untuk pekerjaan dengan akti5itas mengangkat  beban harus selaras dengan kebutuhan proporsi $isik tugas kerja, oleh

karena itu perlu dilaksanakan pemeriksaan sebelum bekerja (Pre +mployment %ealth +Jamination) dan pemeriksaan untuk penempatan tenaga kerja yang seksama.

6; engadakan e5aluasi terhadap kinerja pekerja yang disesuaikan dengan kemampuannya.

7; engadakan pendidikan dan pelatihan (training) terhadap pekerja mengenai bagaimana postur tubuh yang baik dan ergonomis dalam mengangkut barang dan sebagainya.

(20)

8; Pelatihan ara mengangkat beban yang aman, perbaikan sistem kerja dan aplikasi teknologi baru untuk mengatasi penyimpangan perilaku dan tugas kerja yang kurang memadai, harus dilaksanakan pada seluruh pekerja yang ditugaskan untuk pekerjaan denga akti5itas mengangkat beban.

9; emberikan pendidikan kepada pekerja agar mengenakan #PD ketika mengangkut beban.

3.3.5; Alat Pelin$ung Diri 'APD(

#lat pelindung diri (#PD) merupakan upaya pengendalian ha6ard K! terakhir dan4atau bersama strategi ontrol ha6ard lainnya. %al yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan #PD ini adalah pemilihan #PD seara tepat, dipakai dengan benar, digunakan ketika dibutuhkan, dipelihara seara rutin, dan disimpan dengan aman. #PD yang dapat dilakukan untuk mengurangi atau menghilangkan munulnya keluhan usuloskeltal Disordes diantaranya*

1; Penyediaan #PD berupa sarung tangan untuk mengangkat beban dan  pelindung lutut ketika berlutut kepada pekerja dan memastikan agar pekerja

menggunakannya ketika bekerja.

2; Penyediaan #PD berupa pelindung bahu ketika pekerja mengankut beban di  bahu dan memastikannya pekerja menggunakannya ketika mengangkat  beban.

(21)

BAB I.

KESI&PULAN DAN SA"AN

4.1; Kesim%ulan

1; P. Cipta 3utura Palembang mengau pada sistem keselamatan kerja dengan metode SDS dan analisa %&'#.

2; Salah satu $aktor penyebab terjadinya Penyakit #kibat kerja adalah $aktor  $isiologi yang merupakan $aktor yang berhubungan dengan ara kerja, posisi kerja, alat kerja, lingkungan kerja, tata letak4layout kerja yang tidak  ergonomis.

3; 3aktor $isiologis ini dikenal juga dengan istilah ergonomi.

4.2; Saran

Pengelolaan manajemen usuloskletal Disorders seara umum dilakukan dengan ara sebagai berikut*

1; engurangi atau mengeliminasi kondisi yang berpotensi bahaya menggunakan pengendalian teknik.

2; engubah dalam praktek kerja dan kebijkan manajemen yang sering disebut pengendalian administrati$.

3; enggunakan alat pelindung diri.

Penerapan %&'# pada suatu perusahaan sangat perlu untuk mengidenti$ikasi dan menilai ha6ard dan risiko yang mungkin timbul. Sehingga dapat mengurangu atau menghilangkan ha6ard yang terjadi.

(22)

DA/TA" PUSTAKA

#ni6ar. -77/. #e%ni% &eselamatan dan &esehatan &er'a di Industri. 8ogyakarta * ?raha &lmu.

1udiono, #.. Sugeng. -779. .  unga amai Higiene Perusahaan Ergonomi (HIPE&ES) dan &esehatan dan &eselamatan &er'a. Semarang * 1adan Penerbit >ni5ersitas Diponegoro.

%adiguna, 'ika #mpuh. -77/.  *ana'emen Pabri%+ Pende%atan Sistem untu%   Efisiensi dan Efe%tifitas. Bakarta * 1umi #ksara.

%arianto, Sulistyo, 'ahmawaty, dkk. Pola Kerja Sebagai 3aktor 'isiko erjadinya Oupational O5eruse Syndrome Pada Pekerja Pria Perusahaan 1ubuk Detergen. -77A. !urnal ,niversitas *edicina- olume /0 1omor /. http*44www.uni5med.org4wp"ontent4uploads4-7-474'idwan.pd$ 

%einrih, %.0. /97.  Industrial Accident Prevention. ew8ork * . ?raw %ill 1ook Company.

 otoatmodjo, Soekidjo. -77!.  Pengembangan Sumber 2aya *anusia. Bakarta * P 'ineka Cipta.

'ahardjo, Suwandi dan %endra. -77/. 'isiko +rgonomi dan Keluhan usuloskletal Disorders Pada Pekerja Panen Kelapa Sawit.  Prosiding Seminar 1asional ergonomi I3 ,niversitas 2ionogoro Semarang. . http*44sta$$.ui.a.id4internal4!--229:4publikasi4D.pd$ . (diakses -9 Desember -72).

'amli, Soehatman. -77. Sistem *ana'emen &eselamatan 4 &esehatan &er'a OHSAS 56775. Bakarta * Dian 'akyat.

Sondang, Siagian P. -77/.  &iat *ening%at%an Produ%tivitas &er'a. Bakarta * P 'ineka Cipta.

Sutriso, +di. -77. *ana'emen Sumberdaya *anusia. Bakarta * P Prenada edia ?roup.

arwaka. -7-. 2asar82asar &eselamatan &er'a Serta Pencegahan &ecela%aan di #emat &er'a. Surakarta * %arapan Press.

8usra, Dhoni. -779.  Pentingnya Imlementasi dan &eselamatan dan &esehatan  &er'a dalam Perusahaan. Bakarta * P #leJ edia Komputindo.

Referensi

Dokumen terkait

Keselamatan dan kesehatan kerja adalah suatu program yang dibuat bagi pekerja/buruh maupun pengusaha sebagaiupaya pencegahan (preventif) bagi timbulnya kecelakaan

Sebagai suatu sistem program yang dibuat bagi pekerja maupun pengusaha, kesehatan dan keselamatan kerja atau K3 diharapkan dapat menjadi upaya preventif terhadap

Menurut Sutedi (2009:170), Keselamatan dan Kesehatan kerja (K3) adalah suatu program yang dibuat bagi pekerja/buruh maupun pengusaha sebagai upaya pencegahan

Sebagai suatu sistem program yang dibuat bagi pekerja maupun pengusaha, kesehatan dan keselamatan kerja atau K3 diharapkan dapat menjadi upaya preventif terhadap

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan suatu program yang dibuat pekerja maupun pengusaha sebagai upaya untuk mencegah kecelakaan dan penyakit yang terjadi ditempat

Sebagai suatu sistem program yang dibuat bagi pekerja maupun pengusaha, kesehatan dan keselamatan kerja atau K3 diharapkan dapat menjadi upaya preventif  terhadap

Program kesehatan dan keselamatan kerja (K3) merupakan bagian dari suatu sistem suatu sistem program manajemen yang dibuat bagi pekerja maupun pengusaha sebagai upaya

Menurut Sutedi (2009:170), Keselamatan dan Kesehatan kerja (K3) adalah suatu program yang dibuat bagi pekerja/buruh maupun pengusaha sebagai upaya pencegahan