BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Media massa pada dasarnya dapat dibagi menjadi dua kategori, yakni

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Media massa pada dasarnya dapat dibagi menjadi dua kategori, yakni media massa cetak dan elektronik. Media cetak yang dapat memenuhi kriteria sebagai media massa adalah surat kabar dan majalah. Sedangkan media elektronik yang memenuhi kriteria media massa adalah radio siaran, televisi, film, media on line (internet). Kehadiran media massa membuat dunia dirasakan semakin kecil. Menurut Marshall McLuhan, mengetahui keadaan dunia yang seolah-olah semakin kecil karena dunia dunia saat ini bagaikan desa global (global village). Media massa modern memungkinkan berjuta-juta orang diseluruh dunia untuk saling berhubungan hampir kesetiap plosok dunia.

Gambar bergerak (film) adalah bentuk dominan dari komunikasi massa visual. Lebih dari ratusan juta orang menonton film dibioskop, film televisi setiap minggunya. Film adalah karya seni yang diproduksi secara kreatif dan memenuhi imajinasi oarang-orang yang bertujuan memperoleh estetika (keindahan) yang sempurna.1

Film pertama kali dipertontonkan untuk khalayak umum di Grand Cafe Boulevard de Capucines, Paris, Perancis pada tanggal 28 Desember 1895. Peristiwa itu sekaligus menandai lahirnya film dibioskop didunia. Perubahan dalam industri perfilman, jelas nampak pada teknologi yang digunakan. Jika

1

Elvinaro.Ardianto., Lukiati Komala. Siti Karlinah. Komunikasi Massa Suatu Pengantar. Bandung. 2004. Hal. 103-104

(2)

pada awalnya, film berupa gambar hitam putih, bisu dan sangat cepat, kemudian berkembang, berwarna, dan segala macam efek-efek yang membuat film dramatis dan terlihat nyata. Film tidak hanya dapat dinikmati ditelevisi, bioskop, namun juga dengan kehadiran VCD dan DVD, film dapat dinikmati dirumah dengan kualitas gambar yang baik, tata suara yang ditata rapi.

Di Indonesia, film pertama kali diperkenalkan pada 5 Desember 1900 di Batavia (Jakarta). Pada masa itu film disebut “gambar idoep”, pertunjukan film pertama digelar di Tanah Abang. Film cerita pertama kali dikenal di Indonesia pada tahun 1905 yang di impor ini cukup laku di Indonesia, jumlah penonton dan bioskop pun meningkat, daya tarik tontonan baru ini ternyata mengangumkan. Film lokal pertama kali diproduksi pada tahun 1926. Film cerita lokal pertama kali yang berjudul Loetoeng Kasaroeng ini diproduksi oleh NV Java Film Company. Film lokal berikutnya adalah Eulis Atjih yang diproduksi oleh perusaan yang sama. Setelah film kedua ini diproduksi, kemudian bermunculan perusahan–perusahaan film lainnya.

Industri film lokal sendiri baru bisa membuat film bersuara pada tahun 1931, film ini diproduksi Tans Company bekerja sama dengan kruegers Film Bedrif di Bandung dengan judul Atma de Vischer. Selama kurun waktu itu (1926-1931) sebanyak 21 judul film (bisu dan bersuara) diproduksi. Jumlah bioskop meningkat dengan pesat, majalah film pada masa itu pada tahun 1936 mencatat adanya 227 bioskop.

Film tentang kisah kepahlawanan sebenarnya sudah dibuat oleh sineas Hollywood sejak era 80-an, saat itu kita mengenal Batman dan Superman.

(3)

Sepak terjang pahlawan dalam film-pun berlanjut dengan hadirnya film-film seperti Marvel, Spiderman, X-men, Gi Joe, Avenger, Green Lantern, Avatar dan lain-lain. Film kepahlawan menjadi film kelas atas Hollywood karena jalan ceritanya yang disukai pasar dan juga teknologi visual yang mewah, film kepahlawanan pun semakin naik pamor. Seperti yang dapat dilihat. Dua tahun terakhir menjadi masa panen bagi sineas Hollywood dengan banyak film kepahlawanan tersaji digedung-gedung di bioskop.2

Kepahlawanan adalah seorang individu, yang dianugrahkan kekuatan dan keberanian tinggi, disukai karena sikapnya yang gagah berani, dan dikirim untuk memainkan peranan penting dalam masalah yang dihadapi manusia.3 Film yang bertema kepahlawanan adalah film yang mengisahkan tentang seorang pahlawan yang membela dan memperjuangkan keadilan untuk semua orang. Dalam film bertemakan kepahlawanan ada namanya pertarungan sang pahlawan melawan tokoh antagonis, yang nantinya akan dimenangkan oleh sang pahlawan. Banyak film-film yang bertemakan kepahlawanan antara lain, yaitu Marvel, Spiderman, X-Men, Gi Joe, Avenger, Green Lantern, Avatar dan lain-lain. Kepahlawan dalam film adalah tokoh pemeran utama dari sebuah film yang bertemakan kepahlawanan, biasanya dalam film tokoh utama (pahlawan) selalu membantu oarang-orang yang sedang membutuhkan pertolongan dan membela keadilan untuk semua orang.

Young Detective Dee, digambarkan Dee Renjie seorang pemuda yang tiba di ibukota dan bertekad untyuk menjadi sorang petugas hukum di Kekaisaran ,

2

http://www.kapanlagi.com/film/insight-hollywood/era-keemasan-film-superhero-belum.html/. Diakses pada tanggal 23-1-2015

3

(4)

Kaisar Wu. Sejak awal pemerintahannya telah mengirimkan sorang detective Yuchi untuk menyelidiki tentang raksasa laut yang telah menteror kota pada malam hari. Secara kebetulan Dee dan Yuchi bertemu saat bersama-sama melawan raksasa yang saat itu sedang menyerang suatu prosesi pengorbanan dengan seorang wanita cantik bernama Yin yang akan dikorbankan kepada dewa. Yuichi yang selalu merasa curiga dengan orang asing membuat Dee langsung di penjara. Dee yang bisa lolos meminta bantuan kepada dokter Shatuo untuk menemukan titik awal pada teror ini.

Pencarian Dee dan dokter Shatuo telah menemukan suatu bukti bahwa seluruh masyarakat termasuk Kaisar, telah mengalami kecanduan teh beracun. Teh itu dihasilkan dari kedai teh Yuan, Yuan telah hilang berbulan-bulan selain itu Yuan adalah kekasih dari Yin.

Ketika raksasa itu kembali menyerang, dan Dee yang akan melakukan penyerangan, membuat Yin mengungkapkan sesuatu yang mengejutkan. Raksasa itu adalah Yuan, Yuan telah diracuni untuk dijadikan salah satu tentara oleh pangeran dari negeri lain yang telah dikalahkan oleh Kaisar Wu. Setelah dikalahkan oleh Kaisar, pangeran itu menetap disuatu pulau dan menyiapkan tentaranya termasuk Naga Air untuk menghancurkan ibukota.4

Dalam film Young Detective Dee digambarkan tahun 665Ad, Dinasti Tang berjaya di Daratan Tiongkok, saat itu Tang sedang mempersiapkan perang angkatan laut untuk menyerang. Ditengah perjalanan, kapal perang Tang dihancurkan oleh sesosok mahkluk misterius. Rakyat menyakini bahwa itu

4

http://www.wowkeren.com/film/young_detective_rise_of _the_sea_dragon/. Diakases pada tanggal 23-1-1015

(5)

merupakan serangan raja laut dari dewa naga. Rakyat Luo yang akhirnya mengadakan upacara persembahan besar-besaran dengan mengorbankan seorang perempuan muda sebagai tumbal. Akhirnya terpilih bunga Wisma pelacuran yang merupakan wanita tercantik di Luo yang bernama Yin Ruiji.

Dikuil Naga Langit, Yin Ruiji nyaris menjadi korban penculikan sekelompok orang-orang bertopeng yang disebut orang dongdo, namun Yin Ruiji justru diculik seorang mahluk aneh yang tiba-tiba muncul dari kolam kuil. Beruntung Di ren Jie yang sedang mencari pekerjaan di Da Lisi (Departemen Kehakiman) mengetahui peristiwa ini berusaha menolong.

Pemainsuri Wu Zhe tian, yang tidak percaya denngan cerita adanya Naga Laut, segera memerintahkan Yuchi, Kepala Da Lisi untuk mengungkapkan misteri hancurnya kapal perang armada laut kerajaan dalam waktu 10 hari. Yuchi merasa hancurnya kapal perang dinasti Tang dengan misteri penculikan Yin Ruiji oleh mahkluk misterius itu memiliki hubungan.

Di Ren Jie yang akhirnya diberi mandat penuh oleh Permainsuri Wu Zhe Tian untuk menyelidiki kasus ini bukan hanya berurusan dengan takhyul saja, melainkan sebuah rencana besar yang cukup rumit, yang akhirnya justru berhubungan dengan aktivitas menghancurkan dinasti dengan cara yang luar biasa mengejudkan.

Bersama asistennya, seorang tabib bernama Shatuo, Dee Ren jie bahu membahu dengan Yuchi yang awalnya mencurigai Dee Ren Jie yang tidak jelas saat melamar sebagai polisi di Da Lisi, mencoba menyelamatkan kerajaan sekaligus menyelamatkan Yin Ruiji yang dituduh oleh Wu Zhe Tian

(6)

sebagai mata mata karena Yin Ruiji justru berasal dari Fu Yu, negeri yang sedang berperang dengan Tang.5

Film Young Detective Dee film yang bertemakan kepahlawanan, dalam film ini memberikan sesuatu yang bernilai yaitu nilai-nilai dan pesan-pesan kepahlawanan, membela keadilan, tolong-menolong, perjuangan, keberanian. Film ini tidak hanya memberikan hiburan saja, tapi juga memberikan pesan yang positif. Rasa kepahlawanan pada film ini memperlihatkan bagaimana memperjuangkan keadilan untuk semua orang. Dalam penelitian ini, penelitian akan meneliti Representasi Kepahlawanan dengan menganalisis film Young Detective Dee.

Karakter utama dalam film Young Detective Dee adalah dua detective yang dalam saling bekerjasama untuk mengungkap kebenaran yang terjadi pada danasti Tang yang berada di daratan Tiongkok. Hal ini juga dapat dilihat pada Detective Dee: Mystery the Phantom Flame, Detective Hunter Zhang, Mad Detevtive, Dan lainnya. dimana para detective digambarkan sebagai orang yang memiliki keberanian dan melakukan pekerjaan yng berbahaya. Namun, apa yang diyakini masyarkat selama ini, apa yang telah kita konstruksikan mengenai gambaran dan citra seorang detective yang berperan penting untuk mengungkap kebenaran. Film ini ingin menunjukkan bahwa kehidupan detective adalah satuhal yang beresiko untuk dirinya karena ini menimpa dua orang detective yang dikenal sebagai simbol berani. Jika detective sebagai

5

http://wuxia-sanzhuang.blogspot.com/2013/10/young-detective-dee.html?m=1/ . Diakses pada tanggal 27-1-2015

(7)

simbol keberanian untuk mengungkap kebenaran, maka ini dapat berkait dengan siapa saja.

Inilah yang mendorong penulis untuk melakukan penelitian tentang analisis Tekstual terhadap representasi kepalawanan dalam film Young Detective Dee.

1.2 Rumusan Masalah

Pokok permasalahan yang ingin diungkapkan oleh penulis adalah bagaimana representasi kepalawanan dalam film Young Detective Dee ?

1.3 Identifikasi Masalah

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kepahlawanan direpresentasikan dalam penggambaran pada Film Young Detective Dee dan dilihat dari teori analisis semiotika.

1.4 Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui representasi kepahlawanan dalam film Young Detective Dee. Dengan menggunakan Analisis Tekstual.

1.5 Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat baik secara akademis maupun praktis, sebagai berikut :

(8)

1.5.1 Manfaat Akademis

Secara akademis, dalam penelitian ini untuk memperluas pengetahuan penulisan khususnya tentang kepahlawanan direpresentasikan dalam film Young Detective Dee. Dan diharapkan bisa memberikan masukan kepada penelitian yang berikutnya khususnya dalam penelitian penelitian kepahlawanan.

1.5.2 Manfaat Praktis

Secara praktis, penelitian ini diharapkan bisa memberikan masukan kepada dunia per-filman. Agar dunia per-filman memberikan tayangan film-film yang menghibur, mendidik dan berkualitas, untuk memajukan dunia per-filman. Sehingga memberikan nilai positif bagi seluruh penonton.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :